Anda di halaman 1dari 13

Tugas Mandiri Biodas 1

Nama : Nur Muliani


Prodi/Kelas : D3 Keperawatan Samarinda/1A
NIM : P07220119033

Sistem muskuloskeletal adalah suatu sistem yang terdiri dari tulang, otot, kartilago, ligamen,
tendon, fascia, bursae, dan persendian (Depkes, 1995:3) Sistem ini berfungsi sebagai
penopang bentuk badan serta pergerakan tubuh manusia.

(Gambar 1 : Anatomi Sistem Muskuloskeletal)


1. Tulang
Anatomi tulang manusia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu aksial dan apendikular.
(Gambar 2 : Apendikular dan Aksial)

Tulang aksial

Tulang aksial mencakup semua tulang sepanjang tubuh, termasuk kerangka tengkorak, yang
meliputi tulang tengkorak dan kerangka wajah.

Tulang tengkorak

(Gambar 3 : Anatomi Tulang Tengkorak)

Tengkorak melindungi bagian terpenting dari seluruh otak. Tengkorak sebenarnya terdiri dari
tulang yang berbeda. Beberapa tulang melindungi otak, sementara yang lain membentuk
struktur wajah.

Tulang tengkorak terdiri dari tulang dahi (frontal), tulang ubun-ubun (parietal), tulang pelipis
(temporal), dan tulang pembentuk wajah yaitu tulang pipi, tulang baji, tulang rahang bawah
(mandibula), tulang rahang atas (maksila), tulang air mata (lakrimal), dan tulang hidung
(nasal).

Tulang belakang (vertebral coloumn)


(Gambar 4 : Anatomi Tulang Belakang)

Anatomi tulang belakang manusia memiliki 33 ruas tulang yang terbagi menjadi lima ruas,
yaitu 7 tulang leher (cervical), 12 tulang dada (thoracic), 5 tulang punggung bawah (lumbar),
5 tulang sacrum, dan 4 tulang ekor (coccygeal)

Tulang rusuk dan tulang dada


(Gambar 5 : Anatomi Tulang Rusuk dan Tulang Dada)

Tulang dada (sternum) adalah tulang tipis berbentuk pisau yang terletak di sepanjang garis
tengah tubuh. Sternum terhubung ke tulang rusuk oleh tulang rawan yang disebut kartilago
kosta.

Tulang rusuk berguna untuk melindungi jantung, paru-paru, dan hati serta organ lainnya di
dalam rongga dada agar tetap aman. Tulang rusuk manusia terdiri dari 12 pasang, yang terdiri
dari 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk
melayang.

Tulang apendikular

Bagian apendikular yang mencakup semua tulang yang membentuk tungkai atas, tungkai
bawah, bahu dan panggul dan menghubungkan dengan bagian aksial.

Tulang tangan
(Gambar 6 : Anatomi Tulang Tangan)

Anatomi tulang pada tangan, terdiri dari tulang lengan atas (humerus), pergelangan tangan
(carpal), telapak tangan (metacarpal) dan jari-jari. Setiap lengan melekat pada tulang belikat
(scapula) yaitu tulang segitiga besar di sudut tulang bagian atas setiap sisi tulang rusuk.

Humerus terletak tepat di atas siku, lalu di bawah siku terdapat dua tulang, yaitu radius dan
ulna. Masing-masing berbentuk lebar pada bagian ujung dan tipis pada bagian tengah. Hal ini
untuk memberikan kekuatan ketika bertemu tulang lain.

Pada ujung jari-jari dan ulna terdapat delapan tulang kecil yang membentuk pergelangan
tangan. Pada telapak tangan terdapat lima tulang. Setiap jari tangan terdiri dari tiga ruas
tulang, kecuali jempol hanya terdiri dari dua ruas tulang.

Tulang panggul
(Gambar 7 : Anatomi Tulang Panggul)

Anatomi tulang kaki akan melekat pada sekelompok tulang panggul, yang berbetuk mangkuk
yang menopang tulang belakang. Tulang panggul terdiri dari tulang panggul kanan dan kiri,
yang setiap sisinya merupakan perpaduan dari tiga tulang yang besar, pipih dan tidak teratur:
ilium, ischium, pubis.

Tulang panggul berperan sebagai pelindung organ tubuh di sekitar bagian pencernaan, sistem
kemih, dan sistem reproduksi.

Tulang kaki

(Gambar 8 : Anatomi Tulang Kaki)


Tulang kaki untuk menopang berat tubuh sehingga bisa berdiri tegak dan berjalan. Tulang
kaki dimulai dari panggul hingga lutut, dinamakan tulang paha atau femur. Ini adalah tulang
terpanjang di tubuh manusia. Tulang paha ini menempel pada tulang panggul.

Di lutut, terdapat tulang yang berbentuk segitiga yang disebut patella, atau tempurung lutut.
Tulang ini yang melindungi sendi lutut.

Di bawah lutut terdapat dua tulang kaki lainnya yaitu tibia atau dikenal dengan tulang kering
dan fibula atau tulang betis. Sama seperti tiga tulang di lengan, ketiga tulang di kaki memiliki
ujung yang lebih lebar daripada di tengah untuk memberi kekuatan ketika bertemu tulang
lain.

Sementara tulang pergelangan kaki (metatarsal) sedikit berbeda dari pergelangan tangan.
Pada bagian pergelangan kaki terdapat tulang talus, yang melekat pada tulang betis dan
membentuk pergelangan kaki, lalu di bawah tulang talus terdapat tumit, yang tersambung
dengan enam tulang lainnya.

Pada tulang telapak kaki (tarsal) terdapat lima tulang panjang yang menghubungkan ke jari-
jari kaki. Setiap jari kaki memiliki tiga tulang kecil, kecuali jempol hanya memiliki dua
tulang.

2. Otot

Otot manusia dapat dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda yaitu otot polos, otot rangka,
dan otot jantung. Semua otot ini dapat menegang dan melemas, tetapi memiliki fungsi yang
berbeda.

(Gambar 9 : Jenis – Jenis Otot)

Otot polos

Otot polos ditemukan di dinding organ internal seperti pembuluh darah, saluran pencernaan,
kandung kemih, dan rahim. Otot polos dikendalikan oleh alam bawah sadar otak, sehingga
kerjanya tidak dapat dikontrol langsung dengan pikiran sadar. Sel otot polos berbentuk
gelendong dan memiliki satu inti sel di tengah. Otot polos berkontraksi secara perlahan dan
berirama.

Otot jantung

Seperti namanya, otot ini hanya ditemukan di jantung. Otot jantung bertanggung jawab untuk
memompa darah ke seluruh tubuh.

Otot jantung juga tidak dapat dikendalikan secara sadar, jadi ini juga disebut dengan otot tak
sadar. Sementara hormon dan sinyal dari otak menyesuaikan laju kontraksi, sel-sel otot
jantung merangsang jantung untuk berkontraksi.

Sel otot jantung memiliki garis-garis terang dan gelap yang disebut lurik. Susunan serat
protein di dalam sel menyebabkan pita terang dan gelap ini. Sel otot jantung berbentuk
silindris memanjang, dengan satu inti sel di tengah.

Otot rangka

Otot rangka adalah satu-satunya jaringan otot sukarela dalam tubuh manusia, karena bisa
dikendalikan secara sadar. Setiap gerakan fisik yang dilakukan seseorang secara sadar seperti
berbicara, berjalan, atau menulis membutuhkan kerja otot rangka.

Fungsi otot rangka adalah berkontraksi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh lebih dekat
ke tulang yang melekat pada otot. Sebagian besar otot rangka melekat pada dua tulang di
sepanjang sendi, sehingga otot berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tulang lebih
dekat satu sama lain.

Sel otot rangka sama dengan sel otot jantung yaitu memiliki lurik. Namun, sel otot rangka
berbentuk silindris bercabang dan memiliki inti sel banyak di setiap seratnya.

3. Sendi
Sendi yaitu penghubung antar tulang sehingga tulang bisa digerakkan. Hubungan antar tulang
disebut dengan persendian. Fungsi sendi ialah untuk memberikan fleksibilitas dan juga
pergerakan pada tempatnya, sendi juga berguna sebagai poros anggota gerak. Adapun jenis
sendi dalam tubuh yang hanya memberikan sedikit pergerakan, dan sangat berfungsi dalam
memberikan kestabilan pada tubuh. Keseluruhan jumlah sendi dalam tubuh manusia yakni
sekitar 360 sendi.

Jenis-jenis Sendi
A. Jenis-jenis Sendi Berdasarkan Arah Gerakannya
(Gambar 10 : Sendi)

(Gambar 11 : Sendi Bedasarkan Arah Geraknya)


 Sendi Engsel merupakan penghubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan satu
arah maju atau mundur. Contohnya seperti sendi engsel ialah persendian pada siku,
lutut, dan persendian antara ruas jari tangan.
 Sendi Peluru merupakan penghubungan antar tulang yang memungkinkan gerak ke
segala arah. Contohnya seperti sendi peluru ialah persendian antara tulang paha dan
tulang gelang panggul serta antara persendian pangkal lengan atas dengan gelang bahu.
 Sendi Putar merupakan penghubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan
tulang yang satu mengelilingi tulang lainnya sebagai poros. Contohnya seperti sendi
putar ialah persendian tulang tengkorak dan tulang atlas serta persendian tulang hasta
dengan tulang pengumpul.
 Sendi Geser merupakan penghubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan
tulang yang satu menggeser pada tulang yang lain. Contohnya seperti sendi geser ialah
persendian antartulang karpal.
 Sendi Pelana merupakan penghubung antar tulang yang memungkinkan gerakan tulang
ke dua arah yang saling tegak lurus contohnya seperti gerakan orang naik kuda. Contoh
sendi pelana adalah persendian tulang tumit serta tulang kering.

B. Jenis-jenis Sendi Berdasarkan Sifat

(Gambar 12 : Sendi Mati)

 Sinartosis (Synarthrosis) atau Sendi mati merupakan penghubungan antar tulang yang
tidak memungkinkan terjadinya gerakan, contohnya seperti persendian pada tulang
tengkorak.
(Gambar 13 : Sendi Kaku)
 Amfiartrosis (Amphiarthrosis) atau Sendi kaku merupakan hubungan antar tulang yang
hanya sedikit memungkinkan terjadinya gerakan. Contohnya seperti sendi kaku yaitu
persendian tulang-tulang pergelangan tangan dan persendian tulang pergelangan kaki
serta persendian ruas-ruas tulang belakang
 Diartrosis atau Sendi gerak merupakan penghubungan antar tulang yang
memungkinkan terjadinya gerak, baik gerak satu arah dan dua arah maupun ke segala
arah.

C. Jenis-jenis Sendi Berdasarkan Strukturnya


 Sendi Fibrosa merupakan sendi yang terdiri dari serat-serat kolagen yang sebagian
besar dari sendi fibrosa tidak bisa digerakkan sama sekali karna jarak antar tulang
sangat dekat yang dipisahkan selapis jaringan ikat fibrosa. Contohnya seperti letak
sendi fibrosa yaitu sutura pada antara tulang tengkorak.
 Sendi Kartilaginosa merupakan persendian yang arahnya gerakannya kurang atau
terbatas. yang menghubungkan oleh tulang rawan hialin. Contohnya seperti Tulang iga.
 Sendi Sinovial merupakan sendi yang arah gerakannya leluasa atau bebas, sendi
sinovial merupakan sendi yang paling banyak pada tubuh manusia. Contohnya seperti
sikut dan lutut, bahu dan panggul, pergelangan tangan dan kaki, sendi pada tulang jari
tangan dan kaki.

4. Tendon
Tendon merupakan berkas (bundel) serat kolagen yang melekatkan otot ke tulang. Tendon
menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang. serat kolagen dianggap
sebagai jaringan ikat dan dihasilkan oleh sel-sel fibroblas.
5. Ligamen
Ligament adalah taut fibrosa kuat yang menghubungkan tulang ke tulang, biasanya di sendi.
Ligament memungkinkan dan membatasi gerakan sendi.

6. Fascia

Fascia adalah jaringan penghubung dan penyusun kolagen yang letaknya berada di bawah
kulit. Fungsi utama fascia adalah sebagai pembungkus, pelekat, serta pemisah antara otot-otot
serta organ-organ internal.

7. Bursae
Adalah kantong kecil dari jaringan ikat. Dibatasi oleh membran sinovial dan mengandung
cairan sinovial. Bursae merupakan bantalan diantara bagian-bagian yang bergerak seperti
pada olekranon bursae terletak antara prosesus olekranon dan kulit.