Anda di halaman 1dari 20

AUDIT 2

“BAB 33: MENDOKUMENTASIKAN PEKERJAAN AUDIT

DAN BAB 34: REPRESENTASI TERTULIS”

Disusun oleh:

Kelompok 8

Kelas A

1. Anggie Widiasari (17013010001)


2. Aleisia Tamariezka A. T. (17013010032)
3. Radendhania Aisyah S. (17013010036)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

2020
BAB 33: MENDOKUMENTASIKAN PEKERJAAN AUDIT

ISA 230.7
Auditor wajib membuat dokumentasi audit secara tepat waktu

ISA 230.8
Auditor wajib membuat dokumentasi audit yang cukup, yang memungkinkan auditor
berpengalaman, yang tidak mempunyai hubungan sebelumnya dengan audit itu, memahami:

a) sifat, waktu dan luasnya prosedur audit yang dilaksaakan sesuai ISAs dan ketentuan
perundang-undangan terkait
b) hasil dari prosedur audit yang dilaksanakan, dan bukti audit yang diperoleh

c) hal-hal signifikan yang ditemukan dalam audit, kesimpulan atas hal-hal itu, dan
kearifan professional signifikan yang diterapkan dalam menarik kesimpulan tersebut

ISA 230.9
Dalam mendokumentasikan sifat, waktu dan luasnya prosedur audit yang dilaksanakan,
auditor wajib mencatat:
a) ciri-ciri yang diidentifikasi dari item tertentu atau hal-hal yang diuji
b) siapa yang melaksanakan pekerjaan audit dan tanggal pekerjaan itu diselesaikan
c) siapa yang mereviu pekerjaan pelaksanaan pekerjaan audit itu dan tanggal pekerjaan
itu direviu

ISA 230.10
Auditor wajib mendokumentasikan pembahasan hal-hal penting dengan manajemen, TCWG,
dan pihak lain. Dokumentasi itu memuat sifat/isi dari hal-hal penting yang dibahas, kapan,
dan dengan siapa dibahas.

ISA 230.16
Ketika mengevaluasi efektifnya pengendalian yang relevan, auditor wajib mengevaluasi
apakah salah saji yang dideteksi dengan prosedur substantive mengindikasikan bahwa
pengendalian tidak berfungsi efektif. Namun, tidak adanya salah saji bukanlah merupakan
bukti audit bahwa pengendalian terkait dengan asersi yang diuji adalah efektif.
ISA 230.26
Auditor wajib menyimpulkan apakah bukti audit yang cukup dan tepat sudah diperoleh.
Dalam merumuskan suatu pendapat, auditor wajib mempertimbangkan semua bukti audit
yang relevan, tanpa memperhatikan apakah bukti-bukti tersebut kelihatannya mendukung
atau bertentangan dengan asersi dalam laporan keuangan.

ISA 230.27
Jika auditor belum memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai asersi yang
material dalam laporan keuangan, auditor wajib berupaya memperoleh bukti audit tambahan.
Jika auditor tidak dapat (tidak berhasil) memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, auditor
wajib memberikan pendapat wajar dengan kualifikasi atau menolak memberikan pendapat
atas laporan keuangan.

ISA 500.8
Jika informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit, dibuat dengan menggunakan
management’s expert (tenaga ahli yang disewa manajemen), auditor wajib, jika perlu, dengan
memperhatikan (seberapa) pentingnya pekerjaan ahli itu untuk keperluan/tujuan auditor:
a) evaluasi kompetensi, kapabilitas, dan objektivitas tenaga ahli
b) pahami pekerjaan tenaga ahli tersebut
c) evaluasi tepatnya pekerjaan tenaga ahli tersebut sebagai bukti audit untuk asersi yang
relevan

ISA 500.9
Ketika menggunakan informasi yang dihasilkan entitas, auditor wajib mengevaluasi apakah
informasi itu cukup andal untuk keperluan/tujuan auditor, termasuk:
a) memperoleh bukti audit tentang akurasi dan lengkapnya informasi
b) mengevaluasi apakah informasi itu cukup teliti dan rinci

Selayang Pandang
Dokumentasi pekerjaan audit berperan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan audit.
Dokumentasi ini berfungsi sebagai catatan atau rekaman mengenai pekerjaan yang dilakukan,
dan menjadi dasar untuk laporan auditor. Dokumentasi juga digunakan untuk reviu kendali
mutu, untuk memantau kepatuhan terhadap ISAs dan ketentuan perundangan terkait, serta
kemungkinan inspeksi oleh pihak ketiga.
Kepemilikan atas File
Kecuali ditetapkan lain oleh ketentuan perundang-undangan, dokumentasi audit merupakan
milik kantor akuntan public (KAP).

Copy Catatan Entitas


Salinan, ringkasan (abstracts) atau copies catatan entitas (misalnya, kontrak atau perjanjian
yang penting untuk audit) dapat dimasukkan sebagai bagian dari dokumentasi audit jika
dipandang perlu. Namun, copies catatan akuntansi dari entitas tersebut bukanlah pengganti
dari dokumentasi audit yang baik.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM DOKUMENTASI YA/TIDAK


Apakah kepatuhan terhadap syarat-syarat dan kewajiban dokumentasi,
sebagaimana diatur dalam pedoman kendali mutu KAP, sudah
didokumentasikan?
Apakah dokumentasi audit rapi dan lengkap, termasuk hubungan yang jelas
dengan hal-hal penting yang ditangani?
Apakah dokumentasi mengindikasikan:
 siapa yang melaksanakan pekerjaan audit dan tanggal pekerjaan
selesai?
 Siapa yang mereviu pekerjaan dan tanggal reviu selesai?
 Hasil dikusi hal-hal penting dengan manajemen, TCWG dan pihak
lain. Apa isi/sifat hal-hal penting yang dibahas, kapan dan dengan
siapa pembahasan dilakukan?
Apakah auditor yang berpengalaman, yang tidak mempunyai hubungan
sebelumnya dengan audit itu, memahami:
 Sifat, waktu, dan luasnya prosedur audit yang dilaksanakan sesuai
ISAs dan ketentuan perundang-undangan terkait dan ketentuan
profesi?
 hasil dari prosedur audit yang dilaksanakan, dan bukti audit yang
diperoleh
 hal-hal signifikan yang ditemukan dalam audit, kesimpulan atas hal-
hal itu dan kearifan professional yang diterapkan dalam menarik
kesimpulan tersebut?
Apakah file berisi dokumentasi mengenai:
 Adanya prakondisi audit dan keputusan untuk menerima atau
melanjutkan penugasan?
 Strategi audit menyeluruh?
 Diskusi antara anggota tim audit?
 Unsur utama pemahaman mengenai entitas, dan setiap komponen
dari kelima komponen pengendalian internal, termasuk sumber-
sumber informasi, sudah diperoleh?
 Hasil pelaksanaan prosedur penilaian resiko?
 Resiko salah saji material yang diidentifikasi dan dinilai pada tingkat
laporan keuangan dan pada tingkat asersi?
 Rencana audit yang terinci yang menanggapi risiko yang dinilai?
 Hasil pelaksanaan prosedur audit, termasuk relevansi dan keandalan
bukti yang diperoleh dan perlakuan terhadap penyimpangan yang
ditemukan, termasuk perubahan yang harus dilakukan karena risiko
yang dinilai?
 Informasi dan prosedur yang dilaksanakan untuk menangani
indicator adanya kecurangan yang diidentifikasi selama audit
berlangsung?
 Perubahan dalam materialitas sebagai akibat diperolehnya informasi
baru?
 Cukup informasi untuk mengulang setiap prosedur, jika memang
diperlukan?
 Perubahan signifikan yang dibuat selama audit, terhadap strategi
audit menyeluruh atau rencana audit dan alasan mengapa perubahan
dibuat?
 Rincian masalah penting dan bagaimana masalah itu diselesaikan,
termasuk ketidakpastian yang material, kekhawatiran/pertanyaan
mengenai estimasi manajemen, peristiwa kemudian, dan masalah lain
yang berakibat dengan diterbitkannya pendapat yang dimodifikasi?
Apakah konsultasi didalam KAp dan dengan tenaga ahli yang dikaryakan
oleh auditor dan manajemen telah didokumentasikan?
Sewaktu tenaga ahli digunakan, apakah tepatnya keahlian tenaga tersebut
sebagai bukti audit, telah didokumentasikan?
Apakah kepatuhan terhadap ISA 600 mengenai komunikasi dengan
component auditors (auditor untuk anak perusahaan dalam audit kelompok
atau group audit) telah didokumentasikan?
BAB 34: REPRESENTASI TERTULIS

Makna dari representasi tertulis ialah “kedua belah pihak”, yakni manajemen dan auditor,
mempunyai pemahaman yang sama, yang bukan didasarkan atas pernyataan lisan maupun
tertulis.

ISA yang menjadi acuan adalah sebagai berikut

ISA 580.6
Tujuan auditor adalah sebagai berikut.

a) Memperoleh representasi etrtulis dari manajemen dan, jika perlu, dari TCWG.
Dinyatakan bahwa mereka percaya sudah memenuhi tanggung jawab atas pembuatan
laporan keuangan dan mengenai lengkapnya informasi yang diberikan kepada auditor.

b) Mendukung bukti audit lainnya yang relevan bagi laporan keuangan atau asersi
tertentu dalam laporan keuangan dengan meminta representasi tertulis jika auditor
merasa perlu atau diwajibkan oleh ISAs lainnya

c) Menanggapi dengan tepat representasi tertulis dari manajemen dan, jika perlu, dari
TCWG. Atau, menanggapi dengan tepat jika manajemen atau TCWG tidak
memberikan representasi tertulis yang diminta oleh auditor.

ISA 580.9
Auditor wajib meminta representasi tertulis dari manajemen yang mempunyai tanggung
jawab atas laporan keuangan dan mengenai hal-hal terkait.

ISA 580.10
Auditor wajib meminta representasi tertulis dari manajemen bahwa manajemen sudah
memenuhi tanggung jawab atas pembuatan laporan keuangan sesuai dengan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku, termasuk penyajian laporan keuangan secara wajar, seperti
yang dituangkan dalam syarat-syarat penugasan audit
ISA 580.11
Auditor wajib meminta manajemen memberikan representasi tertulis bahwa:

a) Manajemen sudah memberikan kepada auditor semua informasi yang relevan dan
akses seperti yang disepakati dalam syarat-syarat penugasan audit

b) Semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporan keuangan

ISA 580.12
Tanggung jawab manajemen wajib diuraikan dalam representasi tertulis sebagaimana diatur
dalam alinea 10 dan 11 dengan cara penuangan tanggung jawab ini dalam syarat-syarat
penugasan audit

ISA 580.13
ISAs lainnya mengharuskan meminta representasi tertulis. Jika sebagai tambahan atas
representasi yang diharuskan, auditor menentukan perlunya memperoleh satu atau lebih
representasi tertulis untuk mendukung bukti audit yang relevan.

ISA 580.14
Tanggal dari representasi tertulis hatus sedekat mungkin, tetapi tidak sesudah, tanggal laoran
auditor atas laporan keuangan.

ISA 580.15
Representasi tertulis harus dalam bentuk surat representasi yang dialamatkan kepada auditor.

ISA 580.16
Jika auditor ragu/khawatir terhadap kompetensi, integritas, nilai-nilai etika atau
kecemermatan manajemen, atau mengenai komitmennya untuk melaksanakan hal-hal
tersebut, auditor wajib menentukan dampak keraguan/kekhawatiran tersebut terhadap
keandalan representasi dan bukti audit secara umum.

ISA 580.19
Jika manajemen tidak memberikan satu atau lebih representasi tertulis yang diminta, auditor
wajib:

a) Membahas hal itu dengan manajemen

b) Mengevaluasi kembali integritas manajemen dan mengevaluasi dampaknya terhadap


keandalan representasi dan bukti audit secara umum

c) Mengambil tindakan yang tepat, termasuk menentukan dampaknya terhadap opini


dalam laporan auditor sesuai ISA 705 dengan memperhatikan alinea 20 ISA ini.

ISA 580.20
Auditor wajib menolak memberikan pendapat atas laporan keuangan sesuai ISA 705 jika:

a) Auditor menyimpulkan ada cukup keraguan mengenai integritas manajemen sehingga


representasi tertulis yang diharuskan dalam alinea 10 dan 11 menjadi tidak andal

b) Manajemen tidak memberikan yang diharuskan dalam alinea 10 dan 11

Selayang Pandang

Salah satu tanggung jawab manajemen ketika ia menandatangani surat perikatan ialah
mengonfirmasi ekspektasi auditor untuk menerima penegasan tertulis mengenai representasi
yang dibuatnya sehubungan dengan perikatan audit.

Selama berlangsungnya audit, manajemen membuat sejumlah representasi lisan


kepada auditor. Pada akhir penugasan, representasi lisan harus dimasukkan dalam surat
pernyataan tertulis yang diperoleh dari manajemen dan TCWG (jika perlu).

Surat representasi berisi pernyataan tertentu dan keyakinan manajemen bahwa:

1. ia memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan dan


2. informasi yang diberikan kepada auditor sudah lengkap.

Surat representasi diperoleh menjelang akhir atau mendekati, tetapi tidak sesudah,
tanggal laporan auditor atas laporan keuangan. Pernyataan tertulis mencakup seluruh laporan
keuangan dan seluruh periode yang disebutkan dalam laporan auditor.

Representasi tertulis dari manajemen tidak boleh digunakan sebagai:


1. Pengganti pelaksanaan prosedur audit lainnya;
2. Satu-satunya sumber bukti untuk masalah audit yang signifikan

Representasi Manajemen

Representasi manajemen bisa dalam bentuk lisan maupun tertulis.representasi manajemen


dalam bentuk lisan bisa diberikan atas permintaan auditor, maupun tidak diminta
auditor.representasi ini diperoleh selama berlangsungnya audit.

Pada akhir penugasan, auditor wajib meminta pernyataan tertulis (written statement) dari
manajemen yang mengaskan hal- hal tertentu seperti:

 Representasi lisan yang disebutkan diatas;


 Manajemen sudah memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku;
 Semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporann keuangan;
 Representasi lainnyaa yang diperlukan untuk mendukung bukti audit yang diperoleh.

Bentuk- bentuk representasi manajemen, antara lain:

1. Hal- hal yang dikomunikasikan dalam diskusi;


2. Hal- hal yang dikomunikasikan secara elektronis, seperti , pesan- pesan telpon yang
terekam, atau sms;
3. Skedul (schedules), analisis (analysis) dan laporan yang dibuat entitas, serta notasi/
disposisi dan komentar yang dibuat manajemen atas skedul/ analisis/ laporan
keuangan tersebut.
4. Memo dan korespondensi internal dan eksternal
5. Risalah rapat TCWG (Those Charged With Governance) dan komite gaji
(Compensation Committees);
6. Laporan keuangan yang ditandatangani;
7. Surat representasi manajemen

Mengevaluasi Representasi Manajemen

Tabel 34-1 menyajikan hal- hal yang perlu diperhatikan ketika mengevaluasi representasi
manajemen.

 Apakah orang/ pejabat yang membuat representasi dapat diharapkan akan objektif dan
mempunyai pengetahuaan mengenai pokok masalah?
 Apakah representasi itu layak dan konsisten dengan:
o Pemahaman auditor mengenai entitas dan lingkungannya?
o Bukti lain yang diperoleh, termasuk representasi lain yang diperoleh dari
manajemen?
o Butki lain yang diperoleh melalui pelaksanaan prosedur audit untuk mencapai
tujuan audit lain?
 Apa prosedur audit selanjutnya untuk menguatkan representasi manajemen? Untuk
menguatkan pembuktian mengenai niat- niat manajemen, pertimbangkan
sumbersumber buktiseperti risalah rapat Dewan Komisaris / Direksi, risalah rapat
Komite Investasi, dokumen hukum, atau korespondensi dan internal. Misalnya, untuk
mendalami masalah going concern (kesinambungan usaha), bukti yang menguatkan
meliputi inspeksi atas risalah rapat Dewan Komisaris/ Direksi, dokumen hukum, dan
informasi mengenai pendanaan, dan lain- lain. Apabila bukti uang menguatkan tidak
tersedia, apakah ada pembatasan lingkup (scope limitation)?
 Ketika representasi manajemen bertentangan dengan bukti lain yang diperoleh:
o Apakah ada alasan untuk meragukan kejujuran dan integritas manajemen? Jika
ya, auditor perlu membahas hal ini dengan TCWG (Those Charged With
Governence, dan mengkaji dampaknya terhadap penilaian risiko (risk
assessment) dan perlunya prosedur audit selanjutnya.
o Apakah memercayai representasi manajemen lainnya masih tepat dan dapat
dibenarkan?
 Pertimbangkan cara yang paling tepat untuk mendokumentasikan representasi.
Contoh dengan:
o Memo yang dibuat auditor;
o Memo yang dibuat manajemen;
o Mencantumkan dalam surat representasi manajemen

Representasi Tertulis

Representasi tertulis merupakan sumber bukti audit yang penting, karena:

1. Jika manajemen mengubah representasi tertulisnya atau tidak memberikan


representasi tertulis yang diminta, hal ini memicu perhatian auditor tentang
kemungkinan adanya satu atau lebih masalah; dan
2. Permintaan akan representasi tertulis (dan bukan lisan) mungkin akan mendorong
manajemen mempertimbangkan masalah itu dengan lebih seksama, dan dengan
demikian, meningkatkan mutu dari representasi itu

Representasi tertulis diminta dari orang/ pejabat yang bertanggung jawab atas pembuatan dan
penyajian laporan keuangan dan orang/ pejabat tersebut mempunyai pengetahuan pokok
masalah dalam representasi. Dalam banyak hal, orang ini adalah Direktur Utama/ CEO
(Chief Executive Officer) dan Direktur Keuangan/ CFO (Chief Finance Officer), atau setara
dengan itu, seperti pemilik merangkat mengelola (owner- manager).

Auditor harus meminta kepada manajemen untuk memberikan representasi tertulis bahwa:

1. Manajemen sudah memenuhi tanggung jawabnya atas pembuatan laporan keuangan


sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku;
2. Manajemen sudah memberikan kepada auditor semua informasi yang relevan dan
akses sebagai disepakati dalam persyaratan penugasan audit;
3. Semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporan keuangan;
4. Representasi manajemen mendukung bukti audit lainnya yang relevan untuk laporan
keuangan (sebagaimana diharuskan oleh ISAs lainnya) atau satu/ lebih arsesi tertentu
dalam laporan keuangan.

Sejumlah ISAs berisi kewajiban spesifik bagi auditor untuk meminta pernyataan tertulis.tabel
30-2 menyajikan ISAs dan alinea yang relevan yang mewajibkan representasi tertulis untuk
hal- hal tertentu.

Tabel 34-2

ISA TITLE PARAGRAPH


The Auditor s Responsibilities Relating to Fraud in an Audit
240 39
of Financial Statements
Consideration of Laws dan Regulations In an Audit of
250 16
Financial Statements
450 Evaluation of Misstatements Identified during the Audit 14
501 Audit Evidence-Specific Considerations for Selected Items 12
Auditing Accounting Estimates, Including Fair Value
540 22
Accounting Estimates, and Related Disclosures
550 Related Parties 6
560 Subsequent Events 9
570 Going Concern 16(e)
Comparative Information-Corresponding Figures and
710 9
Comparative Financial Statements

Representasi tertulis bisa menyangkut hal- hal umum seperti dijelaskan di atas (tanggung
jawab manajemen atas pembuatan laporan keuangan; manajemen sudah memberikan semua
informasi relevan dan akses; semua transaksi sudah dicatat dan dicerminkan dalam laporan
keuangan).

Representasi tertulis juga bisa menyangkut hal-hal khusus seperti representasi


manajemen tentang berikut ini.

1. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi sudah tepat dan sesuai dengan kerangka
pelaporan yang berlaku.

2. Hal-hal berikut, di mana ada relevansinya dalam kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku, telah diakui, diukur, disajikan, atau diungkapkan sesuai kerangka pelaporan
keuangan tersebut.

a. Rencana atau niat/intensi yang bisa berdampak terhadap nilai (carrying value) atau
klasifikasi aset dan kewajiban/utang.

b. Kewajiban, yang sebenarnya (actual) maupun yang kontinjen (contigent).

c. Hak atas (title to) atau pengendalian terhadap (control over) aset tersebut.

d. Beban hukum (liens or encumbrances) atas aset dan aset yang dijadikan agunan
(collateral).

e. Aspek-aspek hukum, ketentuan perundangan lain, dan perikatan yang dapat


berdampak atas laporan keuangan, termasuk masalah kepatuhan

3. Komunikasi tentang semua kelemahan dan kekurangan dalam pengendalian internal


yang manajemen tahu.

4. Semua alasan mengapa entitas memilih tindakan tertentu, telah dikomunikasikan.


5. Intensi/niat/rencana mengenai [sebutkan masalahnya] adalah sebagai berikut. [jelaskan
intensi/niat/rencana entitas tersebut].

Pertimbangan-Pertimbangan Lain

Penggunaan Qualifying Language

Dalam hal-hal tertentu, manajemen mungkin menggunakan bahasa yang tidak lugas,
“tersamar dalam nuansa santun”, yang dalam bahasa Inggris disebut “qualifying language”
yang berdampak bahwa representasinya dibuat “to the best of its knowledge and belief” atau
“sepanjang yang kami ketahui dan pahami”.

Redaksi semacam itu bisa diterima jika auditor puas bahwa representasi tersebut
dibuat oleh orang yang mempunyai tanggung jawab yang tepat dan mengetahui hal-hal yang
dicantumkan dalam representasi itu.

Salah Saji yang Sepele

Sewaktu meminta representasi tentang salah saji (misstatements), jumlah ambang batas yang
ditentukan. Masing-masing salah saji di bawah ambang batas ini dianggap sepele (trivial).

Manajemen Bertanya ke Pihak Lain

Jika manajemen tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai hal-hal yang dicakup
dalam representasi tertulis, manajemen dapat memutuskan untuk bertanya (to make inquiries)
kepada orang-orang yang ikut membuat/menyajikan laporan keuangan dan segala asersi yang
berkaitan dengan laporan keuangan tersebut. Ini mungkin melibatkan orang-orang yang
mempunyai keahlian khusus.

CONTOH DARI LAMPIRAN

lIustrasi Surat Representasi

Ilustrasi surat representasi berikut ini mencakup representasi tertulis yang diharuskan oleh
SAini dan SA lainnya yang berlaku bagi audit atas laporan keuangan untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013. Dalam ilustrasi ini diasumsikan bahwa
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku adalah Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia;ketentuan dalam SA 5701 untuk memperoleh representasi tertulis adalah tidak
relevan; dantidak ada pengecualian terhadap representasi tertulis yang diminta. Jika terdapat
pengecualian, maka representasi perlu dimodifikasi untuk mencerminkan
pengecualiantersebut.(Kop Surat Entitas)(Kepada Auditor) (Tanggal)Surat representasi ini
kami buat berkaitan dengan audit atas laporan keuangan PT ABC untuktahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 20XX2 untuk tujuan menyatakan suatu opinitentang apakah
laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang materialsesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.Kami menegaskan bahwa, (berdasarkan keyakinan
dan pengetahuan terbaik kami, kami telahmeminta keterangan yang kami pandang perlu
untuk memperoleh informasi yang tepat bagikami): laporan keuangan

• Kami telah memenuhi tanggung jawab kami, seperti yang disebutkan dalam syarat

-syarat perikatan audit bertanggal [masukkan tanggal], untuk menyusun laporan keuangan
sesuaidengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;khususnya laporan keuangan
telahdisajikan secara wajar sesuai dengan kerangka tersebut.

• Asumsi

-asumsi signifikan yang kami gunakan dalam membuat estimasi akuntansi, termasukyang
kami ukur pada nilai wajar, adalah masuk akal. (SA 540)

• Hubungan dan transaksi pihak berelasi telah kami pertanggung jawabkan dan kami sajikan

dengan tepat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
(SA550)

Berikut ini disajikan contoh surat representasi manajemen dalam bahasa Indonesia
Kertas Surat PT Bali Asri Furniture

Maret 15, 20X3


Kepada yang terhormat
Kantor Akuntan Publik Usadhi, Angie & Wilona
Margonda Bluevard
Pengkolan UI Depok

U.p. Saudari Dr. Anisa Usadhi:


Surat representasi ini diberikan sehubungan audit kantor akuntan publik Arinda, Bahtiar &
Cindina atas laporan keuangan PT Bali Asri Furniture untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 20X2, untuk tujuan memberikan pendapat mmengenai apakah laporan
keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan
International Financial Reporting Standards (IFRS).
Kami menegaskan bahwa:
Laporan keuangan
 Kami telah memenuhi tanggung jawab kami, sebagaimana dituangkan dalam surat
penugasan audit tanggal 17 Mei 20X2, atas pembuatan laporan keuangan sesuai dengan
IFRS; khususnya bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan IFRS.

 Asumsi penting yang kami gunakan untuk membuat estimasi akuntansi, termasuk
estimasi yang diukur dengan nilai wajar adalah layak.

 Hubungan pihak berelasi dan transaksi pihak berelasi sudah mendapat perlakuan
akuntansi yang tepat dan diungkapkan sesuai dengan IFRS.

 Semua peristiwa sesudah tanggal neraca dan yang menurut IFRS harus dibuat adjustment
atau diungkapkan, sudah dibuatkan adjustmment atau diungkapkan.

 Dampak salah saji yang tidak dikoreksi, terpisah maupun tergabung, tidaklah material,
terhadap laporan keuangan secara keseluruhan. Daftar salah saji yang tidak dikoreksi
dapat dilihat pada lampiran surat ini.

 Perusahaan mematuhi semua ketentuan perundang-undangan yang bisa mempunyai


dampak yang material terhadap laporan keuangan jika terjadi ketidakpatuhan.

 Perusahaan mempunyai hak yang sah atas semua asetnya, dan tidak ada beban-beban
hukum atas aset perusahaan, kecuali atas aset yang diungkapkan dalam Catatan X atas

.
 Tidak ada penurunan nilai (impairment) dalam nilai yang dapat direalisasi dari aset tetap
atau peralatan yang sekarang sudah diganti dengan mesin-mesin baru.

Informasi yang diberikan


 Kami telah memberikan kepada KAP Anda:

a. Akses kepada semua informasi yang kami tahu adalah relevan dalam pembuatan
laporan keuangan seperti catatan pembukuan, dokumentasi, dan lain-lain;

b. Informasi tambahan yang Anda minta dari kami untuk tujuan audit; dan

c. Akses yang tidak terbatas terhadap pegawai kami yang menurut pendapat Anda
diperlukan untuk memperoleh bukti audit.

 Semua transaksi sudah dicatat dalam catatan pembukuan dan dicerminkan dalam laporan
keuangan.

 Kami telah mengungkapkan kepada Anda, hasil penilaian risiko bahwa laporan keuangan
bisa disalahsajikan secara material karena kecurangan.

 Kami telah mengungkapkan kepada Anda, semua informasi yang terkait dengan
kecurangan atau dugaan mengenai kecurangan yang kami ketahui dan yang berdampak
terhadap entitas dan melibatkan:

a. Manajemen;

b. Pegawai yang mempunyai peran penting dalam pengendalian internal; atau

c. Orang-orang lain di mana kecurangan bisa berdampak material terhadap laporan


keuangan.

 Kami telah mengungkapan kepada Anda, semua informasi yang berhubungan dengan
tuduhan dan sangkaan mengenai kecurangan yang berdampak terhadap laporan
keuangan, seperti yang dikomunikasikan oleh pegawai, mantan pegawai, analis
perusahaan, regulator, atau pihak-pihak lain.

 Kami telah mengungkapkan kepada Anda, semua kasus ketidakpatuhan atau kecurigaan
akan ketidakpatuhan terhadap hukum dan ketentuan perundang-undangan yang
dampaknya harus diperhitungkan dalam membuat laporan keuangan.
Contoh Surat Representasi Manajemen bagi organisasi nirlaba :

Jakarta, 20 Mei 2009

Kepada Yth.

KAP XYZ

Kami memberikan surat representasi ini sehubungan audit Saudara atas Fund Accountability
Statement ABC terkait dengan MoU tahun buku 2008 dengan lembaga donor 123 yang
ditujukan untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan tersebut di atas telah
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material atas laporan penggunaan dana
Yayasan ABC sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kami menegaskan bahwa
kami bertanggung jawab atas penyajian wajar laporan penggunaan dana dalam Fund
Accountability Statement sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Representasi tertentu dalam surat ini dijelaskan terbatas pada hal-hal yang material. Sesuatu
dipandang material, tanpa melihat besarnya, jika sesuatu tersebut menyangkut penghilangan
atau salah saji informasi akuntansi yang dengan mempertimbangkan keadaan yang
melingkupinya, menjadikan pertimbangan orang yang berpikiran wajar yang meletakkan
kepercayaan pada informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghilangan atau
salah saji tersebut.

Kami menegaskan, berdasarkan keyakinan dan pengetahuan terbaik kami, representasi


berikut ini telah kami buat kepada Saudara selama audit Saudara:

1. Laporan keuangan yang disebut di atas disajikan secara wajar sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
2. Kami telah menyediakan kepada Saudara semua catatan akuntansi dan data lain
yang berkaitan.
3. Tidak terdapat komunikasi dari Badan Pembina dan Badan Pengawas mengenai
ketidakpatuhan atau kelemahan dalam praktik pelaporan keuangan.
4. Tidak terdapat transaksi material yang tidak secara semestinya dicatat dalam
catatan akuntansi yang melandasi laporan keuangan.
5. Tidak ada:

Kecurangan yang melibatkan manajemen atau karyawan yang memiliki peran


penting dalam pengendalian internal,

Kecurangan yang melibatkan karyawan lain yang dapat berdampak material


terhadap laporan keuangan.

6. Yayasan tidak memiliki rencana atau maksud yang dapat berdampak material
terhadap nilai berjalan atau klasifikasi aktiva dan utang.
7. Tidak terdapat:
Kemungkinan unsur tindakan pelanggaran atau unsur tindakan pelanggaran
terhadap hukum dan peraturan yang berdampak yang harus dipertimbangkan
untuk diungkapkan dalam laporan keuangan.
Kewajiban lain yang material yang diharuskan untuk dicatat atau diungkapkan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
8. Yayasan telah memenuhi semua aspek perjanjian kontrak yang akan mempunyai
dampak material terhadap laporan keuangan jika kami tidak mematuhi perjanjian
tersebut.
9. Penunjukkan hanya satu auditor untuk tahun buku yang bersangkutan.

Direktur Eksekutif

Yayasan ABC
DAFTAR PUSTAKA

Tuanakotta, Theodorus M. 2015. Audit Kontemporer. Jakarta: Salemba Empat.