Anda di halaman 1dari 4

1. Apa tujuan dasar dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan?

Jawab :
Tujuan penting dari sistem perhitungan biaya mana pun adalah untuk menentukan
biaya dari barang atau jasa yang di hasilkan oleh perusahaan. Sistem perhitungan biaya
sebaiknya ekonomis untuk dioperasikan dan membebankan sejumlah biaya ke setiap
produk sedemikian rupa sehingga mencerminkan dengan wajar biaya dari sumber daya
yang di gunakan untuk memproduksi produk tersebut. (William K. Carter 14: 174)
2. Perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan perhitungan biaya berdasarkan proses
sebaiknya digunakan di jenis lingkungan manufaktur yang berbeda. Sebutkan perbedaan
antara lingkungan manufaktur untuk kedua metode perhitungan biaya tersebut.
Jawab :
Dalam sistem biaya-proses, biaya unit produk atau layanan diperoleh dengan
menetapkan total biaya untuk banyak unit output yang identik atau serupa. Dengan kata
lain, biaya unit dihitung dengan membagi total biaya yang dikeluarkan oleh jumlah unit
output dari produksi proses. Dalam pengaturan pengaturan proses produksi, setiap unit
menerima yang sama atau serupa jumlah biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja
manufaktur langsung, dan biaya produksi tidak langsung (biaya produksi). Perbedaan
utama antara proses biaya dan biaya pekerjaan adalah tingkat rata-rata yang digunakan
untuk menghitung biaya unit produk atau jasa. Dalam sistem biaya kerja, pekerjaan
individu menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda, sehingga akan salah untuk
setiap biaya pekerjaan dengan biaya produksi rata-rata yang sama. Sebaliknya, ketika
unit identik atau serupa produk atau jasa diproduksi secara massal daripada diproses
sebagai pekerjaan individu, proses penetapan biaya digunakan untuk menghitung biaya
produksi rata-rata untuk semua unit yang diproduksi. Beberapa proses seperti
pembuatan pakaian memiliki aspek dari kedua proses biaya (biaya per unit setiap
operasi, seperti memotong atau menjahit, identik) dan biaya pekerjaan (berbeda bahan
digunakan dalam berbagai jenis pakaian, katakanlah, wol versus kapas)

(Charter,2015:665 versi inggris)


3. Diskusikan tiga pola berbeda dari aliran fisik produk.
Jawab:
 Aliran Produk Berurutan (Sequential Product Flow).
Dalam aliran produk berurutan, setiap produk diproses dalam urutan langkah-
langkah yang sama. Dalam suatu perusahaan dengan tiga departemen,
pemotongan, perakitan dan pengepakan. Pemrosesan dimulai di Departemen
Pemotongan di mana bahan baku dikombinasikan dan biaya tenaga kerja langsung
serta overhead ditambahkan. Ketika pekerjaan selesai dilakukan di Departemen
Pemotongan, pekerjaan berpindah ke Departemen Perakitan, di mana tambahan
biaya tenaga kerja langsung dan overhead terjadi. Setiap departemen setelah
departemen pertama mungkin menambahkan bahan baku. Setelah produk
diproses di Departemen Perakitan, produk-produk terseut ditransfer ke
Departemen Pengepakan di mana tambahanbahan baku, tenaga kerja dan
overhead pabrik digunakan. Setelah penyelesaian di Departemen Pengepakan,
unit telah selesai dan ditransfer ke persediaan barang jadi untuk disimpan sampai
dibeli oleh pelanggan.
 Aliran Produk Pararel (Paralel Product Flow)
Dalam aliran produk pararel, bagian tertentu dari pekerjaan dilakukan secara
simultan dan kemudian disatukan pada proses-proses final untuk diselesaikan dan
ditransfer ke barang jadi. Pemrosesan bagian-bagian dari kayu dimulai di
Departemen Pemotongan. Secara simultan, pemrosesan bagian-bagian dari logam
dimulai di Departemen Peleburan. Di kedua departemen tersebut, bahan baku,
tenaga kerja, dan overhead pabrik digunakan. Pekerjaan yang telah selesai di
Departemen Pemotongan ditransfer ke Departemen Pengamplasan, di mana
tambahan tenaga kerja dan overhead pabrik digunakan. Pekerjaan yang telah
selesai di Departemen Peleburan ditransfer ke Departemen Pencetakan, di mana
tambahan tenaga kerja dan overhead pabrik juga digunakan. Pekerjaan yang telah
selesai di Departemen Pengamplasan maupun pekerjaan yang telah selesai di
Departemen Pencetakan, keduanya ditransfer ke Departemen Perakitan, di mana
bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik digunakan. Dari sana pekerjaan
kemudian berpindah ke Departemen Pengecatan, di mana tambahan bahan baku,
tenaga kerja dan overhead pabrik digunakan. Akhirnya produk berpindah ke
gudang barang jadi.
 Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow).
Dalam aliran produk selektif, produk berpindah ke departemen-departemen
berbeda dalam suatu pabrik, tergantung pada produk final apa yang akan
dihasilkan. (William K. Carter 14 :176)
4. Bandingkan akumulasi biaya dan ikhtisar perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan
perhitungan biaya berdasarkan proses.
Jawab :
5. Dapatkah tarif overhead yang ditentukan sebelumnya (predetermined Overhead rates)
digunakan pada perhitungan biaya berdasarkan proses? Jelaskan.
Jawab :
6. Apa tujuan dari Laporan biaya produksi?
Jawab :
Laporan biaya produksi juga merupakan sumber informasi untuk menyusun ayat jurnal
ikhtisar guna mencatat biaya dari unit-unit yang ditransfer dari suatu Departemen
produksi ke Departemen produksi lain dan akhirnya ke persediaan barang jadi. (William
K. Carter 14:181)
7. Bagian-bagian apa saja yang biasanya ditemukan di Laporan biaya produksi?
Jawab :
Bagian biaya dari laporan biaya produksi biasanya di bagi menjadi dua bagian; satu
bagian menunjukkan total biaya yang harus di pertanggung jawabkan oleh departemen
yang bersangkutan, dan bagus berikutnya menunjukkan disposisi dari biaya tersebut.
Laporan biaya produksi juga dapat memasukkan skedul kuantitas, yang menunjukkan
total jumlah unit produk yang harus dipertanggungjawabkan oleh suatu departemen
dan disposisi dari unit-unit tersebut. (William K. Carter 14 : 181)
8. Laporan biaya produksi terpisah dibuat untuk setiap departemen produksi. Mengapa
mode ini lebih disukai dibandingkan membuat suatu laporan untuk seluruh perusahaan?
Jawab :
9. Apa yang dimaksud dengan unit ekuivalen itu? Bagaimana unit ekuivalen itu digunakan?
Jawab :
Unit ekuivalen (equivalent unit) adalah jumlah dari suatu sumber daya (seperti bahan
baku, tenaga kerja, atau overhead) yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit
produk. Misalnya saja, jika tiga unit produk di persediaan akhir masing-masing memiliki
sepertiga dari bahan baku yang di gunakan oleh ketiga unit tersebut akan setara dengan
jumlah bahan baku yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit produk (3 unit fisik x
1/3 selesai = 1 unit ekuivalen untuk bahan baku). (William K. Carter 14 : 182)