Nama : Iin Qarina Pasaribu
NIM : 070502134
Departemen : Manajemen
Mata kuliah : Manajemen Keuangan Internasional
MANAJEMEN EKSPOSUR VALUTA ASING
Eksposur valuta asing akan dialami oleh perusahaan yang melakukan pembayaran
maupun menerima pendapatan dalam valuta asing. Eksposur valuta asing timbul karena kurs
valuta asing selalu berubah.
1. Eksposur Transaksi
Eksposur transaksi mengukur perubahan pada nilai transaksi karena terdapat
perbedaan antara kurs valuta asing pada saat transaksi disepakati dan saat transaksi
disepakati dan saat transaksi dipenuhi. Jadi eksposur ini berhubungan dengan transaksi-
transaksi yang sudah ada, tetapi belum jatuh tempo.
Eksposur transaksi disebabkan oleh:
a. Pembelian atau penjualan barang atau jasa secara kredit, di mana harga dinyatakan
dalam mata uang asing.
Ketika suatu perusahaan melakukan penjualan atau pembelian ke luar negeri, maka
hasil yang akan diterima atau dibayar dari luar negeri menjadi tidak pasti. Jika Rupiah
terdepresiasi atau terapsesiasi terhadap valuta asing, maka penerimaan rupiah akan
menjadi lebih besar atau lebih kecil. Hal ini berlaku sebaliknya untuk pembayaran.
b. Pinjam meminjam dana yang pelunasannya dinyatakan dalam mata uang asing.
Jika perusahaan Indonesia meminjam atau meminjamkan dalam US$, ketika Rupiah
terdepresiasi, maka Rupiah yang dibayarkan sebagai bunga dan pokok pinjaman akan
membesar atau mengecil. Hal ini berlaku sebaliknya, jika Rupiah terapresiasi,
perusahaan yang mempunyai piutang atau utang dalam denominasi mata uang asing,
merupakan subyek eksposur transaksi, dan penyelesainnya mempengaruhi posisi arus
kas perusahaan.
Contoh terjadinya eksposur transaksi misalnya seorang pengusaha teh dari
Indonesia akan menjual teh kepada pedagang di Malaysia dengan harga RM 24.000 dan
harus dibayar 30 hari yang akan datang. Apabila nilai tukar sekarang adalah Rp 2800/RM
maka pengusaha teh Indonesia mengharapkan dapat memperoleh Rp 67.200.000 dari
perdagangan tersebut. Namun apabila pada hari ke-30 nilai tukar rupiah terhadap Ringgit
adalah Rp2700/RM maka pedagang ini akan menerima Rp 64.800.000. kurang Rp
2.400.000 dari yang diharapkan. Eksposur transaksi menjadi timbul karena pedagang teh
Indonesia menerima pembayaran tidak sam dengan yang diharapkan yaitu Rp 67.200.000.
sehingga ekssposur yang terjadi ditangung oleh pedagang teh. Dapat juga terjadi jika nilai
tukarnya adalah Rp 2900/RM, maka pedagang teh ini akan memperoleh Rp 69.600.000,
lebih tinggi Rp 2.400.000 dari yang diharapkan. Eksposur yang terjadi akan ditanggug
oleh pedagang Malaysia.
Eksposur transaksi dapat dikelola dengan cara
a. Melakukan hedging di pasar forward
b. Melakukan hedging di pasar uang
c. Melakukan hedging melalui pasar opsi
d. Melakukan kesepakatan swap
e. Memodifikasi strategi operasi dengan
1) Menentukan ulang saat transfer dana
2) Menetapkan pembagian risiko dengan pelanggan
2. Eksposur Operasi
Eksposur operasi mengukur setiap perubahan pada nilai sekarang yang disebabkan
oleh perubahan arus kas operasi, karena perubahan yang tak terduga pada kurs valuta asing.
Perubahan kurs valuta asing dapat mempengaruhi seluruh kegiatan operasi perusahaan . oleh
karena itu, besarnya dampak dari eksposur operasi akan ditentukan oleh kepekaan masing-
masing fungsi operasi perusahaan terhadap perubahan kurs valuta asing.
Dampak eksposur operasi dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan.
Penggolongan ini berdasarkan horison waktu.
a. Dampak jangka pendek
Dampak jangka pendek eksposur operasi adalah pada aliran kas yang diharapkan
dalam aanggaran operasi satu tahunan. Keuntungan atau kerugian yang dialami akan
ditentukan oleh denominasi mata uang.
b. Dampak jangka menengah terdapat kondisi keseimbangan
Dampak kedua adalah pada aliran jangka menengah yang diharapkan, seperti yang
ditunjukkan dalam perencanaan dua sampai lima tahunan, di mana terdapat kondisi
keseimbangan antar berbagai nilai tukas mata uang, laju inflasi dan tingkat bunga
antar negara.
c. Dampak jangka menengah terdapat kondisi ketidakseimbangan
Dampak ketiga adalah pada aliran kas jangka menengah yang diharapkan, terdapat
kondisi di mana perusahaan yang mungkin tidak mampu menyesuaikan harga dan
biaya untuk mencerminkan perubahan kondisi operasi yang diesebabkan oleh
perubahan nilai tukar mata uang asing.
d. Dampak jangka panjang
Dampak yang terakhir adalah aliran kas jangka panjang yang diharapkan yaitu di atas
lima tahun. Aliran kas pada tingkat ini akan dipengaruhi oleh reaksi pesaing yang
asudah ada dan pesaing potensial terhadap perubahan nilai tukar mata uang di bawah
kondisi ketidakseimbangan.
Mengelola eksposur operasi dapat dilakukan dengan cara
a. Aspek manajemen pemasaran
1) Pemilihan pasar
2) Market share dan profit margin
3) Frekuensi penyesuaian harga
4) Strategi promosi
5) Strategi produk
b. Aspek manajemen produksi
1) Input mix
2) Pemindahan produksi antarpabrik
3) Lokasi pabrik
4) Peningkatan produktivitas
c. Aspek manajemen keuangan
1) Mendanai bagian asset perusahaan
2) Menyusun struktur keuangan
3. Eksposur Akuntansi
Eksposur akuntansi hanya terjadi pada perusahaan multinasional yang memiliki anak
perusahaan di luar negeri. Eksposur akuntansi muncul dari proses pelaporan dan konsolidasi
laporan keuangan operasi perusahaan di luar negeri yang menggunakan mata uang lokal ke
dalam laporan yang menggunakan mata uang negara asal perusahan tersebut. Perubahan nilai
tukar yang akan mengakibatkan terjadinya keuntungan maupun kerugian secara akuntansi
bukan pada aliran kas yang sebenarnya.
Terdapat tiga metode yang biasa digunakan untuk melakukan translasi keuangan
a. Current Rate Method
Metode ini mengkonversikan denominasi mata uang berdasarkan kurs yang berlaku
saat transaksi terjadi. Keuntungan mendasarnya adalah tidak mengubah proporsi
setiap rekening dalam neraca. Artinya proses translasi tidak mengubah kinerja
keuangan perusahaan yang dicerminkan dalam rasi-rasio keuangan.
b. Monetary / nonmonetary Method
Dengan metode ini , asset moneter dan kewajiban moneter dikonversikan dengan
menggunakan kurs yang berlaku, sementara untuk asset kewajiban nonmoneter
dikonversiakn menurut kurs historisnya. Pos-pos dalam laporan rugi-laba
dikonversikan dengan menggunakan kurs rata-rata selama periode perhitungan
laporan rugi-laba, kecuali pos-pos yang terkait secara langsung dengan asset atau
kewajiban nonmoneter dikonversikan menurut kurs historisnya.
c. Temporal Method
Merupakan modifikasi dari monetary/nonmonetary method. Perbedannya adalah jika
pada monetary/nonmonetary method persediaan selalu ditranslasikan dengan kurs
historis, maka dengan metode ini persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis
maupun kurs yang berlaku sekarang. Ditranslasikan dengan kurs sekarang apabila
dalam neraca persediaan dihitung dalam nilai pasarnya.
Aspek teknis yang perlu diperhatikan adalah kapan harus mnegakui keuntungan atau
kerugian karena translasi, pembedaan mata uang fungsional dan mata uang pelaporan dan
perlakuan terhadap anak perusahaan yang beroperasi di Negara dengan tingkat inflasi sangat
tinggi.
Cara yang biasanya ditempuh untuk mengelola eksposur akuntansi adalah balance
sheet hedge. Yang berupaya menetralisir eksposur dengan menyeimbangkan sisi kekayaan
dan kewajiban perusahaan.