Anda di halaman 1dari 4

MInggu ini mari berdikusi mengnai kasus berikut ini:

Bern Fly Rod Company is a small manufacturer of high-quality graphite fly-fishing rods. It sells its
products to fly-fishing shops throughout the United States and Canada. Bern began as a small company
with four salespeople, all family members of the owner. Due to the high popularity and recent growth of
fly-fishing, Bern now employs a sales force of 16, and for the first time employs nonfamily members. The
salespeople travel around the country giving fly-casting demos of their new models. Once the sales
orders are generated, inventory availability is determined and, if necessary, the salesperson sends the
order directly to the manufacturing department for immediate production. Sales staff compensation is tied
directly to their sales figures. Bern’s financial statements for the December year-end reflect
unprecedented sales, 35 percent higher than last year. Further, sales for December account for 40
percent of all sales. Last year, December sales accounted for only 20 percent of all sales.

Bern Fly Rod Company adalah produsen kecil pancing pancing grafit berkualitas tinggi. Ini menjual
produknya ke toko-toko memancing di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Bern mulai sebagai
perusahaan kecil dengan empat tenaga penjualan, semuanya anggota keluarga pemilik. Karena
popularitas tinggi dan pertumbuhan penangkapan ikan baru-baru ini, Bern sekarang mempekerjakan
tenaga penjualan 16, dan untuk pertama kalinya mempekerjakan bukan anggota keluarga.
Mereka tenaga penjualan melakukan perjalanan di seluruh negeri memberikan demo fly-casting model
baru mereka. Setelah pesanan penjualan dihasilkan, ketersediaan inventaris ditentukan dan, jika perlu,
wiraniaga mengirimkan pesanan langsung ke departemen manufaktur untuk produksi segera.
Kompensasi staf penjualan terkait langsung dengan angka penjualan mereka. Laporan keuangan Bern
untuk akhir tahun Desember mencerminkan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya, 35 persen
lebih tinggi dari tahun lalu. Selanjutnya, penjualan untuk akun Desember sebesar 40 persen dari semua
penjualan. Tahun lalu, penjualan Desember hanya menyumbang 20 persen dari semua penjualan.
Required:
Analisis potensi permasalahan internal control dalam kasus ini, dan upaya apakah yang sebaiknya
diambil preusahaan untuk menetasi potensi masalah yang ada.
Sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris,
manajemen, dan personil karyawan lain dalam suatu organisasi untuk menentukan apakah
proses dan prosedur yang ada (kondisinya) sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan
sebelumnya atau menyimpang dari standar , harus mengidentifikasi dan memahami kriteria
yang akan dibandingkan dengan kondisi serta mengumpulkan bukti mengenai kondisi yang
ada.

Beberapa cara analisis dan evaluasi dapat dilakukan sebagai berikut untuk menghindari
potensi permasalahan internal control:

1. Pengamatan proses dan prosedur,

Dalam kasus tersebut pada proses pesanan, Sales person langsung order ke Departemen
Produksi, disini tidak dijelaskan menggunakan dokumen apa sebagai order barang tersebut
karena seharusnya melampirkan bukti order atau dokumen pendukung dari pelanggan sebagai
dasar pembuatan invoice, dan itu keharusan bukan if necessary, dan sebaiknya ada pihak yang
harus memverifikasi dokumen tersebut sebelum pesanan dilakukan oleh Departemen produksi
sehingga tidak ada potensi “Order Fiktif” atau order palsu yang hanya dilakukan untuk
menaikan penjualan dan meningkatkan kompensasi Sales Staff.

2. Penyelidikan peserta kunci dalam proses,

Sistem pengendalian harus didukung oleh berbagai pihak dan harus terdapat pembagian
pekerjaan yang terpisah, walaupun dilakukan oleh anggota keluarga, sebaiknya dibuatkan
struktur list organisasi dan batas pengambilan keputusan apalagi dengan organisasi yang
semakin berkembang agar tercipta independensi antara kepentingan pribadi dengan kegiatan
operasional perusahaan.

3. Perbandingan informasi periode saat ini dengan informasi tahun sebelumnya,

Informasi laporan keuangan harus disampaikan secara terbuka kepada pihak yang terlibat,
sehingga dapat didiskusikan dan dicari solusi bersama dengan melakukan kegiatan Rapat
Laporan Perusahaan. Seperti pemberian laporan penjualan masing-masing Sales sehingga
Sales juga dapat mengecek apakah kompensasi nominal yang diterima benar atau tidak, agar
tidak terjadi masalah.

4. Perbandingan informasi terkini dengan anggaran dan prakiraan,

Proses pencatatan harus detail antara anggaran dengan realisasi, ketika Sales diminta untuk
melakukan demo ke beberapa tempat maka biaya yang dikeluarkan harus benar-benar yang
terkait dengan kegiatan tersebut dengan melampirkan dokumen-dokumen pengeluaran kasnya
apakah sesuai nominal dan peruntukkannya.

5. Melakukan sampling dan menguji kinerja aktual terhadap kinerja yang


diinginkan,

Apabila kegiatan sudah berjalan maka tetap perlu dilakukan uji kinerja aktual terhadap kinerja
yang diinginkan berdasarkan target kinerja yang telah ditentukan, seperti pemeriksaan
terhadap target penjualan masing-masing sales terhadap penjualan yang sudah tercatat dalam
sistem, yang berdampak pada total penjualan pada periode tertentu untuk menghindari
apabila terjadi kurang catat atau bahkan double catat pada transaksi penjualan tiap Sales.

The kickback is a form of fraud often associated with purchasing. Most organizations expect
their purchasing agents to select the vendor that provides the best products at the lowest price.
To influence the purchasing agent in his or her decision, vendors may grant the agent financial
favors (cash, presents, football tickets, and so on). This activity can result in orders being placed
with vendors that supply inferior products or charge excessive prices. 

Required: Describe the controls that an organization can employ to deal with kickbacks. Classify
each control as preventive, detective, or corrective.

Following controls should be employed by the organizations to control the kickbacks :


Authorization of vendors from whom the purchases are to be made. No purchases should be
made from any vendors other than the authorized ones unless there is any acceptable valid
reason for doing so. This is a preventive control. Prior approval before making any big
purchases should be made mandatory. This is a preventive control measure. A regular audit
should be conducted by an...

Ketika membahas mengenai pengendalian internal maka salah satu penyebab nya terkait itu
adalah undesireable event, seperti acces, fraud, errors, and mischiefs.

Dalam internal control model diterapkan pengendalian meliputi mulai dari pencegahan,
detective, or corrective.

Dalam kasus diatas yang melibatkan transaksi yang berhubungan dengan tender dengan
Supplier, dimana pihak bagian pembelian diberikan hadiah atau gratifikasi untuk menggunakan
atau mendapatkan harga atau jumlah barang yang diinginkan oleh Supplier, maka harus
dilakukan sebuah pengendalian agar transaksi pembelian suatu barang atau jasa memang
berdasarkan kebutuhan perusahaan dan tidak ada keuntungan dan kepentingan pribadi.

Berikut tindakan yang harus dilakukan;


1. Preventif atau pencegahan

Pencegahan adalah line terdepan atau pertama dalam pengendalian internal, kegiatan
pencegahan lebih menghemat biaya daripada kegiatan deteksi atau koreksi (perbaikan).

Transaksi yang berhubungan dengan Supplier dapat dicegah untuk kejadian seperti tersebut
dengan menerapkan atau membuat daftar Supplier yang diperbolehkan oleh perusahaan,
dimana daftar Supplier tersebut memang yang sudah di approve atau disetujuin oleh Manajer
Purchasing atau Manajer Keuangan, sehingga tidak ada Supplier lain yang dicari sendiri oleh
Staf Purchasing.

Apabila ada daftar atau list Supplier maka terdapat data valid seperti Nama, alamat, dan kontak
yang bias dihubungi untuk verifikasi.

2. Deteksi atau pemeriksaan,

Sebelum meginput transaksi kita bisa lihat dari slip order atau list penawaran dari Supplier dari
transaksi sebelumnya, untuk mengecek jenis barang, nominal, dan perhitungan jumlah invoice
yang dibeli serta tanda tangan yang melakukan verifikasi (maker, checker, dan approval) dari
orang yang berbeda (segregation of duty).

3. Corrective atau perbaikan

Peraturan audit internal tentang kebijakan dan proses tender Supplier harus dibuat untuk
melakukan perbaikan agar tidak terjadi demikian.

Dapat dilakukan dengan menerapkan COSO,

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

3. Kegiatan Pengendalian (Control Activities)

4. Informasi dan komunikasi (information and communication)

5. Kegiatan Pemantauan (Monitoring Activites)