Anda di halaman 1dari 7

Tugas 1 amphibia

Nama : Muh. Taqwin

Kelas : Pendidikan Biologi A18

NIM : 1814041015

No. CIri Morfologi, Anatomi, dan Deskripsi singkat 5-10 kalimat setiap bagian
Klasifikasi Amfibi
1. Ciri umum dan ciri-ciri khusus Ciri umum amphibi
 Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang
mengalami metamorfosis lengkap
 Telur biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan
lembab dan dibuahi secara eksternal
 Berkulit halus,tipis,berbulu,berpori. Kulit mengandung
kelenjar lendir dan kelenjar racun
 Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Tidak seperti
hewan berdarah panas yang mengatur suhu tubuh secara
internal,amfibi mengatur suhu tubuh dari luar tubuh
mereka
 Jantung terdiri dari 3 ruang, 2 atrium, 1 ventrikel
 Respirasi dapat secara terpisah atau dalam kombinasi
paru-paru,kulit, dan insang
 Memiliki peredaran darah tertutup
 Kaki memiliki selaput
Ciri-ciri khusus
 pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang,
setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan
kulit dan hidungnya mempunyai katupyang mencegah
air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam.
 Terdapat 2 buah lubang nares (lubang hidung sebelah
luar) yang menghubungkan dengan cavum oris, dan
padanya terdapat klep yang menahan air (saat dalam
air), dan mata berkelopak yang dapat digerakkan dan
berlidah yang dapat dijulurkan keluar cukup jauh untuk
menangkap mangsanya.
3. Sistem sirkulasi dan sistem Sistem sirkulasi atau system peredaraan dara pada amphibi
respirasi Setidaknya ada tiga jenis sistem sirkulasi atau sistem
peredaran darah pada katak, yaitu :
1. Sistem difusi – Adanya jaringan bernama protoplasma yang
beredar ke seluruh tubuhnya. Biasanya terjadi pada hewan
invertebrata karena hewan-hewan ini tidak memiliki organ
jantung untuk mengedarkan seluruh kebutuhan zatnya ke
seluruh tubuh.
2. Sistem peredaran darah terbuka – Peredaran darah yang
disalurkan ke seluruh tubuh tidak selalu melalui pembuluh
darah.
3. Sistem peredaran darah tertutup – Peredaran darah yang
disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Sistem respirasi pada amphibi
1. Insang
Insang pada berudu terletak di belakan kepala berudu dan
terdiri dari 3 pasang. Insang pada berudu akan bergetar dan
oksigen yang larut dalam air akan terserap dan selanjutnya akan
masuk ke kapiler darah yang banyak jumlahnya dalam insang
melalui proses difusi. Setelah berumur 12 hari insang dalam
pada berudu amphibi akan berubah menjadi insang luar yang
tertutup oleh lapisan kulit.Fungsi insang pada berudu hampir
sama dengan fungsi insang pada sistem pernafasan pada ikan.
2. Kulit
Pernapasan pada amphibi juga berlangsung melalui
kulitnya. Kulit amphibi tipis dan lembab serta banyak memiliki
kapiler darah. Hal inilah yang memungkinkan katak dapat
melangsungkan proses difusi oksigen dari lingkungan luar ke
dalam tubuh. Mekanisme pernapasan melalui kulit dimulai saat
oksigen masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan selanjutnya
akan dibawa melalui pembuluh vena pada kulit paru-paru yang
yang disebut vena pulmo kutanea. Selanjutnya oksigen dari vena
pulmo kutanea akan menuju jantung dan dialirkan keseluruh
tubuh untuk proses metabolisme. Proses ekspirasi terjadi saat
karbon dioksida dipompa oleh jantung ke dalam paru-paru dan
permukaan kulit dan selanjutnya karbon dioksida akan
dikeluarkan melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea)
lewat proses difusi.
3. Paru-paru
Paru-paru hewan amphibi memuliki fungsi yang sama
dengan fungsi paru-paru manusia namun memiliki bagian-
bangian yang berbeda dengan bagian-bagian paru-paru manusia.
Paru-paru amphibi masih dapat dibilang sederhana dan terdiri
dari sepasang kantung tipis menyerupai balon dan elastis. Paru-
paru amphibi berwarna kemerahan karena banyak mengandung
pembuluh kapiler darah. Paru-paru terhubung dengan rongga
mulut hewan amphibi melalui saluran bronkus yang pendek
yang meiliki celah atau lubang pada rongga mulut yang disebut
glotis. Pada glotis inilah juga terdapat larynx atau kotak suara.
Fungsi bronkus pada hewan amphibi tidak jauh berbeda
dengan fungsi bronkus manusia dan sistem paru-parunya sama
dengan sistem pernapasan pada mamalia.
4. Fase Inspirasi
Otot sternohioideus berkontraksi –> rongga mulut
membesar –> Oksigen masuk melalui koane (celah hidung) –>
koane menutup –> otot submandibularis dan otot geniohioideus
berkontraksi –> rongga mulut mengecil –> O2 terdorong ke
paru-paru melalui celah-celah –> pertukaran gas di paru-paru
(Oksigen diikat oleh darah di kapiler dinding paru-paru,
karbondioksida dilepaskan ke lingkungan).
5. Fase Ekspirasi
Terjadi pertukaran gas di paru-paru –> otot
submandibularis berelaksasi –> otot perut dan sternohioideus
berkontraksi –> paru-paru mengecil –> udara tertekan keluar
dan masuk ke rongga mulut –> koane membuka –> celah tekak
menutup –> otot submandibularis dan geniohioideus
berkontraksi –> rongga mulur mengecil –> karbondioksida
terdorong keluar melalui koane.

5. Sistem reproduksi dan Sistem reproduksi


Metamorfosis Sistem reproduksi pada amphibi, pembuahannya terjadi
secara eksternal artinya penyatuan gamet jantan dan gamet
betina terjadi di luar tubuh. Pada pembuahan eksternal biasanya
dibentuk ovum dalam jumlah besar, karena kemungkinan
terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara
internal. Pada katak betina menghasilkan ovum yang banyak,
kalau kita membedah katak betina yang sedang bertelur, kita
akan menjumpai bentukan berwarna hitam yang hampir
memenuhi rongga perutnya, itu merupakan ovarium yang penuh
berisi sel telur, jumlahnya mencapairibuan.Pada katak betina
juga ditemukan semacam lekukan pada bagian leher, yang
berfungsi sebagai tempat ”pegangan” bagi katak jantan ketika
mengadakan fertilisasi. Hal ini diimbangi oleh katak jantan
dengan adanya struktur khusus pada kaki depannya, yaitu
berupan telapak yang lebih kasar. Fungsinya untuk erat katak
betina ketika terjadi fertilisasi.

Metamorfosis pada amphibi (katak)


Secara umum urutan metamorfosis kata terdapat 4 fase,
yaitu fase telur – fase beludru – fase katak muda dan terakhir
fase katak dewasa.
1. Fase Telur Katak
Seperti pada metamorfosis kupu-kupu dan semua makhluk
hidup yang bermetamorfosis fase pertama adalah telur. Ketika
musim pembuahan, katak betina akan melepaskan banyak sekali
telur di air. Setelahnya katak jantan akan membuahi telur
tersebut. Ini disebut pembuahan eksternal (fertilisasi eksternal).
Pembuahan eksternal ini sangat rawan terjadinya kegagalan.
Banyak faktor yang mempengaruhi semisal adanya arus air yang
kuat, adanya predator berupa ikan. dan gangguan lain. Telur
katak banyak dijumpai dalam keadaan berkelompok, mereka
disatukan oleh semacam jelly yang melindungi sel telur.
Untuk katak pohon umumnya mereka meletakkan telur pada
cabang pohon. Bentuk luar menyerupai busa untuk melindungi
sel telur dari panas matahari. Telur katak akan menetas menjadi
larva setelah berusia 21 hari
2. Fase kecebong katak
Kecebong atau berudu katak akan berada disekitar telur untuk
memakan sisa makanan dari cangkang sampai fungsi tubuhnya
tumbuh dan memungkinkan untuk mencari makan sendiri.
Berudu katak akan melakukan pembentukan organ insang, ekor
dan mulut sampai tubuhnya terbentuk sempurna.
Sampai usia satu minggu organ kecebong telah terbentuk
sempurna dan siap mencari makan sendiri. Pada awalnya insang
kecebong berada di permukaan kulitnya. Saat mencapai umur 4
minggu insang akan ditutupi oleh kulit sehingga insang akan
masuk ke dalam tubuh dan menghilang perlahan-lahan.
Selama 6 minggu, pada proses metamorfosis katak, kecebong
akan terus mengalami perubahan fungsi fisiologis hewan dan
bentuk morfologi nya. Kaki belakangnya mulai tumbuh
kemudian diikuti pertumbuhan kaki depan. Begitu juga organ
dalam, paru paru mulai berkembang sebelum akhirnya masuk ke
tahap selanjutnya. Katak muda.
Pada masa 6 minggu sampai 9 minggu akan mulai terlihat
bentuk kepala dan tubuhnya perlahan mulai memanjang.
Makanan kecebong pada masa ini berupa serangga mati yang
terdapat di perairan.
3. Fase katak muda
Fase ini dimulai pada minggu ke 12. Sesudah mengalami proses
pertumbuhan, kecebong mulai mengalami fase pertumbuhan.
Perubahan bentuk diantaranya, insang hilang, ekor katak
memendek, mulut melebar, dan paru paru yang baru terbentuk
mulai berfungsi.
Katak muda sudah mulai beraktifitas di daratan dan mulai
meninggalkan perairan. Selain itu juga sistem pencernaan katak
akan diadaptasi kan menjadi karnivora, pemakan serangga. Pada
fase ini hanya berlangsung kurang lebih selama 3 minggu,
sampai katak muda sempurna menjadi katak dewasa.
4. Fase akhir, katak dewasa
Pada minggu ke -16. Katak sudah terbentuk sempurna, Katak
dewasa sudah tidak lagi mempunyai insang dan berganti
menjadi paru paru. Bentuknya pun jauh berbeda dengan beludru.
Pun sudah tidak mempunyai ekor lagi. Katak dewasa
mempunyai kaki yang kuat dan berselaput diantara setiap
jarinya. Katak dewasa tidak lagi hidup di air. Mereka hanya
akan menuju ke perairan saat masa pembuahan. Dan kemudian
terulang lagi proses daur ulang katak
6. Klasifikasi dan Peran amphibia Klasifikasi Amfibi
Bangsa caudata atau salamander
merupakan bangsa yang bertubuh serupa kadal, namun berkulit
licin tanpa sisik.
Bangsa apoda atau gymnophiona
yang mempunyai ukuran paling kecil diantara amfibi yang lain.
Bentuknya seperi cacing dengan kepala dan mata yang tampak
jelas.
Bangsa anura atau katak.
Katak mudah dikenali dari tubuhnya yang tampak seperti
berjongkok dengan empat paha untuk melompat, leher yang
tidak jelas, dan tanpa ekor

Peran Amphibia
Peranan Amfibi dalam kehidupan
 Dalam rantai makanan amfibi berperan untuk mengatur
populasi serangga.
 Amfibi merupakan makanan bagi unvertebrata lain
misalnya ular dan burung.
 Amfibi digunakan sebagai makanan bagi manusia yaitu
untuk memperoleh asupan protein (misalnya katak
hijau)
 Selain itu dimanfaatkan sebagai objek praktikum dan
penelitian.

SOAL

1. Jelaskan lancelet. Mengapa ini penting ?

Jawab : Lancelet atau dikenal Chephalochordata. Lancelet dipanen secara komersial untuk makanan
yang dimakan oleh manusia dan merupakan hal yang penting objek studi dalam ilmu hewan karena
memberikan indikasi tentang asal dari vertebrata. Dan juga memainkan peranan penting dalam
beberapa rantai makanan.

2. Bagaimana perbedaan vertebrata dari invertebrata ?

Jawab :

 Vertebrata memiliki tulang punggung dengan sumsum tulang belakang, sedangkan invertebrata
tidak.

 Keragaman ini sangat tinggi di antara invertebrata dibandingkan dengan vertebrata.

 Vertebrata selalu simetri bilateral, sementara invertebrata bisa menunjukkan simetri bilateral atau
simetri radial.

 Vertebrata biasanya berbadan besar dan bergerak cepat dibandingkan dengan invertebrata.

 Vertebrata memiliki sistem peredaran darah tertutup, otak berkembang dengan baik, baik insang
atau paru-paru untuk respirasi, dan sistem saraf yang kompleks dan canggih, sedangkan mereka
adalah primitif dalam invertebrata. Oleh karena itu, kekhawatiran bahwa vertebrata memiliki
banyak spesialisasi untuk mengekstrak terbaik dari lingkungan dibandingkan dengan invertebrata.

3. Apa perbedaan antara ikan hiu dan ikan lainnya ?

Jawab :

 Hiu merupakan hewan bertulang rawan, sedangkah ikan lainnya merupakan hewan bertulang
sejati
 Kerangka hiu tersusun dari tulang rawan yang diperkuat oleh butiran kalsium, sedangkan ikan
tulang sejati kerangkanya disusun oleh tulang sejati yang keras dan diperkuat oleh kalsium fosfat
 Pada hiu, mulutnya berada dibagian ventral tubuhnya, sedangkan ikan lain mulutnya berada di
bagian anterior tubuhnya
 Hiu tidak memiliki operculum (penutup insang) sedangkan ikan lain memiliki operculum
 Hiu hanya memiliki sisik jenis pilakoid, sedangkan ikan lain memiliki berbagai jenis sisik
(sikloid, ganoid, ktenoid)
 Hiu tidak memiliki gelembung renang, sedangkan ikan lain memiliki gelembung renang
4. Jelaskan mengapa ikan berharga bagi manusia ?

Jawab : Ikan merupakan sumber penting untuk menyediakan zat yang diperlukan bagi tubuh manusia
yang merupakan sumber gizi yang penting bagi tubuh . selain itu, ikan juga bermanfaat bagi
kesehatan karena bisa mencegah dan mengobati beberapa penyakit. Kemudian , dengan menjadi
seorang nelayan yang menangkap ikan di laut digunakan sebagai pekerjaan untuk memperbaiki
perekonomian manusia. Karena itu , ikan sangat berharga bagi kehidupan manusia

5. Jelaskan cara pernafasan ikan paru – paru ?

Jawab : Pernapasan ikan paru-paru menyerupai pernapasan pada Amphibia. Selain mempunyai


insang, ikan paru-paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara seperti paru-paru yang dapat
digunakan untuk membantu pernapasan, yaitu pulmosis. Pulmosis banyak dikelilingi pembuluh darah
dan dihubungkan dengan kerongkongan oleh duktus pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk
dan keluarnya udara dari mulut ke gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan terjadinya
difusi udara ke kapiler darah. Ikan ini mampu bertahan hidup walaupun airnya kering dan insangnya
tidak berfungsi, karena ia bernapas menggunakan gelembung udara. 

6. Mengapa katak disebut amphibi ?

Jawab : Karena katak mampu hidup di dua alam yaitu di darat dan di air. Pernafasan pada saat
kecebong berupa insang (air) ,setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru (darat) dan kulit

7. Apa perbedaan antara salamander dan kadal ?

Jawab : Perbedaan utamanya adalah bahwa salamander tergolong amfibi, sedangkan kadal adalah
reptil. Kemudian, kadal bernapas dengan paru-paru. Sedangkan salamander terdiri dari berbagai
spesies yang alat pernapasannya pun berbeda-beda. Ada yang bernapas dengan paru-paru, ada yang
bernapas dengan insang, dan bahkan ada yang bernapas dengan kulit karena gak punya paru-paru atau
insang. Perbedaan lain adalah kadal memiliki 4 kaki, sedangkan salamander ada yang memiliki 4 kaki
dan ada juga yang cuma punya 2 kaki. Kulit kadal bersisik, sedangkan kulit salamander licin dan
lembab. Dan satu lagi, kadal bisa hidup di tempat kering, salamander harus hidup di tempat yang
dekat sumber air.

8. Mengapa katak dan kodok bermanfaat ?

Jawab : Karena berguna bagi kesehatan, contohnya mengatasi kerusakan jantung serta keduanya juga
dijadikan sebagai hewan percobaan dalam laboratorium.

9. Hewan apa saja yang termasuk reptil ?

Jawab : Ular, buaya, kura-kura, penyu

10. Sebutkan empat ular beracun yang ditemukan di Amerika Serikat ?

Jawab : ular kayu, ular derik, Agkistrodon contortrix, Agkistrodon piscivorus