Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERILAKU ORGANISASI
“MANAJEMEN KONFLIK”

DI SUSUN

OLEH
KELOMPOK 7:

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul, “Manajemen
Konflik”.
Kami menyadari bahwa makalah ini belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena
itu, kami menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, penulis memohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata.
Kami sangat berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi
kami (mahasiswa) untuk menambah motivasi dalam meningkatkan kualitas dalam
kehidupan.

Kendari, Oktober 2019

Kelompok 7

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...............................................................................................................
Daftar Isi........................................................................................................................

BAB I Pendahuluan.....................................................................................................
1.1 Latar Belakang........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan.....................................................................................................

BAB II Pembahasan....................................................................................................
2.1 Pengertian Manajemen Konflik..............................................................................
2.2 Jenis-jenis Konflik..................................................................................................
.3 Penyebab Terjadinya Konflik.................................................................................
.4 Solusi Dalam Menyelesaikan Konflik....................................................................

BAB III Penutup..........................................................................................................


3.1 Kesimpulan.............................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sepanjang kehidupan manusia senantiasa dihadapkan dengan berbagai konflik
baik itu secara individu maupun organisasi. Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat
dihindari. Demikian halnya dengan kehidupan organisasi, setiap anggota organisasi
senantiasa dihadapkan pada berbagai konflik diantaranya konflik antar individu, konflik
antar kelompok atau yang lain. Di dalam organisasai perubahan atau inovasi baru sangat
rentan menimbulkan konflik. Dalam paradigma lama banyak orang percaya bahwa
konflik akan menghambat organisasi berkembang. Namun dalam paradigma baru ada
pandangan yang berbeda. Konflik memang bisa menghambat, jika tidak dikelola dengan
baik, namun jika dikelola dengan baik konflik bisa menjadi pemicu berkembangnya
organisasi menjadi lebih produktif.
Manajemen konflik sangat berpengaruh bagi anggota organisasi. Pemimpin
organisasi dituntut menguasai manajemen konflik agar konflik yang muncul dapat
berdampak positif untuk meningkatkan mutu organisasi.
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak
luar dalam suatu konflik, termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses
yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun
pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Bagi
pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah
informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara
pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi Manajemen konflik
2. Apa penyebab terjadinya konflik
3. Bagaimana cara menyelesaikan konflik
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen
2. Sebagai media pembelajaran mengenai Manajemen Konflik
3. Memberikan solusi dalam cara menyelesaikan konflik
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Konflik


Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak
luar dalam suatu konflik.
Definisi Manajemen Konflik menurut para ahli, diantara nya :
1) Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses, sama
halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. pendekatan model manajemen
konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai
mencapai model yang ideal
2) Ross (1993) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang
diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah
hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa
penyelesaian konflik.
Konflik adalah adanya ketidak pastian yang terjadi di dalam kelompok (individu dengan
individu ,individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok lainnya) akibat
berlangsungnya suatu kejadian maupun dikarenakan pencapaian yang dicapi kelompok lain ,
membuat kelompok tersebut ingin menyamai pencapaian kelompok lain dengan cara-cara
terpuji maupun dengan cara-cara yang bisa menimbulkan pertentangan dengan kelompok
lain.
Transisi dalam pemikiran konflik :
 Pendangan Tradisional (1930-1940an)
Keyakinan bahwa semua konflik berbahaya dan harus dihindari. Di akibatkan karena
komunikasi yang buruk , kurangnya keterbukaan dan kegagalan dalam menafsirkan
kebutuhan karyawan.
 Pandangan Hubungan Manusia (1940-1970an)
Kepercayaan bahwa konflik adalah sesusatu yang alami dan tidak dapat dihindari.

Definisi konflik menurut para ahli , yaitu sebagai berikut :


1) Stephen P Robbins : mendefinisikan konflik sebagai suatu proses dimana A
melakukan usaha yang sengaja dibuat untuk menghilangkan usaha-usaha B dengan
sebentuk usaha untuk menghalangi sehingga mengakibatkan frustasi pada B dalam
usaha untuk mencapai tujuannya atau dalam meneruskan kepentingan-
kepentingannya.
2) Gereth R. Jones : menurutnya konflik terjadi ketika ketidakserasian target pencapaian
memberi pengaruh kepada reaksi perilaku suatu kelompok penentang atau
menghalangi rencana tujuan kelompok yang lain.
3) Mullins (2012) : mendefinikan konflik merupakan kondisi terjadinya ketidaksesuaian
tujuan dan munculnya berbagai pertetangan perilaku , baik yang ada di dalam diri
individu , kelompok maupun organisasi.
4)
2.2 Jenis-jenis Konflik
Konflik terbagi menjadi berbagai macam jenisnya, dimana setiap pakar konflik
memiliki pandangan yang berbeda-beda. Secara umum mereka melihat beberapa jenis
konflik, yaitu : Konflik pada diri individu itu sendiri, konflik antar individu,dan konflik
individu dengan institusi.
Menurut T.Hani Handoko ada 5 jenis konflik dalam kehidupan organisasi antara lain sebagai
berikut :
1. Konflik dalam diri individu
Terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang
dia harapkan untuk melaksanakannya. Contoh nya : karyawan disebuah perusahaan
dituntut untuk melakukan pekerjaan diluar batas kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
Hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian, juga berasal
dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.
3. Konflik antar individu dan kelompok
Berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman
yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Contoh nya : karyawan A diasingkan
oleh kelompok kerja karena dianggap melanggar norma - norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
Diakibatkan oleh pertentangan antar kelompok , mempunyai kepentingan yang
sama terhadap sesuatu. Contoh nya : perbedaan pendapat antara si a dan b yg
menyebabkan tidak adanya keputusan bersama dalam sebuah meeting perusahaan.

5. Konflik antar organisasi


Konflik ini timbul akibat bentuk persaingan ekonomi dan sistem perekonomian
suatu negara. Mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru,teknlogi dan
penggunaan sumber daya lebih efisien. Contoh nya : Sebuah produsen hp merek x
mengklaim salah satu jenis produknya telah dijiplak oleh salah satu produsen hp
lainya.

2.3 Penyebab Terjadinya Konflik


Setiap terjadinya konflik pasti memiliki latar belakang penyebabnya. Menurut Hendricks W.
(1992) mengidentifikasi proses terjadi nya konflik terdiri dari tiga tahap ; peristiwa sehari-
hari, adanya tantangan, dan timbulnya pertentangan.
Secara umum terdapat beberapa penyebabnya, yaitu sebagai berikut :
1. Perbedaan
Perbedaan sering mengakibatkan hubungan yang baik menjadi tidak baik. Dalam
pembahasan ini perbedaan dibagi menjadi tiga :
a. Perbedaan pendapat
Perbedaan pendapat bisa muncul kapan saja dan terjadi pada siapa saja.
Perbedaan pendapat disebabkan oleh pendapat yang disampaikan seorang dengan
orang lain berseberangan. Begitu juga jika kedua pihak saling mempertahankan
argumentasi masing-masing.
Penyelesaian nya yaitu dengan memilih pendapat yang mendekati rasional dan
lebih tepat. Serta tidak menolak mentah-mentah pendapat orang lain dan menjadikan
pendapat itu menjadi bahan masukan yang pantas.
b. Perbedaan Pandangan
Merupakan perbedaan yang didasarkan bahwa tiap-tiap orang memiliki
keyakinan dalam hal sikap, memahami kedaan dan lingkungan sekitar, sehingga
kadang keyakinan yang dimiliki belum tentu diyakini dan dimengerti orang lain.
Perbedaan pandangan bisa membuat sikap dan perilaku seseorang berbeda
antara yang satu dengan lain. Karena setiap orang masing-masing memiliki nilai
(ajaran agama, titah orang tua, pengetahuan dari pendidikan , pengalaman, kata-kata
mutiara dan lainnya). Karena nilai yang dimiliki tersebut dapat membuat seseorang
bisa membatasi diri untuk melakukan sesuatu atau sama sekali tidak melakukan
sesuatu . Sebagai contoh : Persuhaan Y mengadakan acara kantor untuk merayakan
keberhasilan pelaksaaan proyek. Pada acara tersebut ada yang minum alkohol
sekadar untuk mencoba ada juga yang minum sampai sempoyongan untuk melepas
rasa kepenatan kerja.
c. Perbedaan Latar Belakang
Latar belakang yang berbeda diakibatkan karena adanya perbedaan berbagai
atribut yang dimiliki seseorang. Bisa berupa lingkungan sekitar dan budaya yang
sangat berpengaruh.

2. Dianggap Remeh
Seseorang bisa merasa mendapat konflik, bila merasa dianggap remeh oleh orang
lain. Sering mendapatkan ejekan , cemoohan akan membuat dirinya tersinggung dan
tertekan. Didunia pekerjaan seseorang bisa dianggap remeh karena beberapa alasan
antara lain: Sering membuat kesalahaan dalam bekerja , sehingga selalu mendapatan
olok-olokan dari rekan kerja. Pernah membuat kesalahaan dan kehilangan kepercayaan,
akibat nya orang lain berpendapat pembuat kesalahan tidak bisa diandalkan untuk
seterusnya. Suka menghidari kegiatan-kegiatan bersama , kurang percaya diri dalam hal
pergaulan.

3. Dirugikan
Merasa dirugikan adalah keadaan dimana seseorang tidak mendapatkan hak dan
kewajiban secara proporsional. Ketika seorang sudah bekerja , berkorban , mengabdi
tetapi tidak mendapat kompensasi atau sekadar pengakuan dari atasan dan orang lain
serta merasa dirugikan ketika kewajban yang harus dikerjakan mampu dilakukan tetapi
tidak pernah diberikan kesempatan untuk melakukan. Secara sengaja atau tidak dapat
mengakibatkan seseorang yang dirugikan tersebut akan menimbulkan konflik untuk
mencari keadilan atau sekadar sensasi.

4. Beban Kerja
Tuntutan profesional kerja , bisa membuat seseorang memiliki beban kerja berat.
Beberapa alasan kerja yang dapat menimbulkan konflik : Banyaknya tuntutan pelanggan
yang ingin dilayani pertama dan dalam waktu yang secapatnya. Sementara karyawan
dalam jumlah yang terbatas. Konflik bisa terjadi pada perkerjaan yang berada pada batas
deathline, konflik timbul saat sebagain saja yang serius bekerja dan sebagian hanya
santai-santai.
5. Perubahan
Perubahan bisa menghasilkan konflik, sebagai contoh pergantian atasan dari yang
perhatian di ganti dengan atasan yang tempramen. Kebijakan pimpinan baru bisa
menghasilkan konkflik karena pemimpin tidak memahami bawahan. Menyebabkan
bawahan tidak akan menurut dan menentang atasanya.

2.4 Solusi dalam menyelesaikan konflik


Ada beberapa solusi yang kiranya dapat dilaksanakaan dalam usaha – usaha
menyelesaikan konflik , yaitu :
1. Melakukan dan menarapkan konsep bekerja yang berkolaborasi dan menjauhi sikap
kerja yang bersaing secara negativ.
Berkolaborasi adalah suatu situasi dimana pihak-pihak pada suatu konflik
masing-masing sangat berkeinginan untuk memuaskan sepenuhnya kepentingan dari
semua pihak
2. Menerapkan konsep adaptasi terhadap dimana perusahaan tersebut berada.
Jika kantor induknya di Negara Amerika , maka ketika iaa membuka kantor
cabang ke Negera lain seperti mayoritas muslim maka ia harus menerapkan dan
mengadaptasi dengan konsep budaya muslim yang berlaku disana. Seperti
mepersilahkan karyawan untuk memakai jilbab dan menyediakan waktu dan tempat
untuk Shalat lima waktu. Sebagaimana yang dikatakan oleh Stephen P. Robbins :
“Konflik Religius antara karyawan dan majikan semakin meningkat ketika lebih
banyak imigran memasuki angkatan kerja”.
3. Menerapkan metode penyelesaian konflik
Menurut T.Hani Handoko ada tiga metode penyelesaian konflik yang sering
digunakan yaitu : dominasi atau penekanan , kompromi , dan pemecahan masalah
integratif. Metode ini berbeda dalam hal efektivitas dan kreatifitas penyelesaian
konflik serta pencegahan situasi konflik di masa mendatang.

4. Menerapkan konsep yang realistis yang sesuai dengan SWOT perusahaan.


SWOT adalah singkatan dari strengths (kekuatan) weaknesses (kelemahan)
opportunities (peluang) dan threats (ancaman). Dimana SWOT ini dijadikan sebagai
suatu model dalam menganalisis suatu organisasi yang berorientasi profit dan non
profit . Dengan tujuan utama untuk mengetahui keadaan organisasi tersebut
SWOT pada suatu perusahaan bertujuan untuk memberikan suatu panduan
agar persuhaan menjadi lebih fokus dan dapat dijadikan sudut pandang . baik dalam
segi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang bisa terjadi di masa
yang akan datang
BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun
pihak luar dalam suatu konflik . Konflik memiliki berbagai defini dari beberapa para ahli.
Salah satu nya yaitu Ross (1993) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan
langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan
perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu
akhir berupa penyelesaian konflik.
Konflik juga terbagi atas berbagai macam jenis diantara nya : Konflik dalam diri
individu , Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, Konflik antar individu dan
kelompok, Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama dan Konflik antar
organisasi.
Setiap konflik yang terjadi tentunya ada penyelesaian nya, berikut adalah
beberapa solusi untuk menyelesaikan konflik :
1. Melakukan dan menarapkan konsep bekerja yang berkolaborasi dan menjauhi sikap
kerja yang bersaing secara negatif
2. Menerapkan konsep adaptasi terhadap dimana perusahaan tersebut berada
3. Menerapkan metode penyelesaian konflik menurut T.Hani Handoko
4. Menerapkan konsep yang realistis yang sesuai dengan SWOT perusahaan