Anda di halaman 1dari 31

HUBUNGAN PANCASILA DAN (BATANG TUBUH ) UUD1945

Hubungan antara norma fundamental negara yaitu Pancasila dgn aturan dasar negara
yaitu UUD 1945 dpt dilihat pd penjelasan UUD1945 yaitu penjelasan umum angka II
sbb:
UUD menciptakan pokok-pokok pikiran yg terkandung dlm pembukaan di
pasalpasalnya. Pokok-pokok pikiran tsb meliputi suasana kebatinan UUD Negara RI.
Pokok2 pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum(rechtsidee) yg menguasai hukum
dasar negara baik hukum dasar yg tertulis(UUD) maupun hukum dasar yg tdk tertulis.

 UUD menciptakan pokok2 pikiran di dalam pasalpasalnya.

Pancasila adalah cita hukum(Rechtside) yg menguasai hukum dasar negara baik


tertulis maupun tdk tertulis.

Peranan Pancasila membimbing pemikiran para pembentuk hukum sekaligus


memberikan landasan yg kuat terhadap produk hukum.
 melalui kaedah fundamental(norma dasar) Pancasila dpt dibentuk secara
kesinambungan tertib hukum dlm hidup bernegara.
 dgn demikian Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber hukum dasar bagi
penyususnan perundangan negara.
 UUD1945 adalah peraturan perundangan yg tertinggi NI yg bersumber pd Pancasila.
HUBUNGAN PANCASILA DGN PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

Pada hakikatnya ,Proklamasi 17-8-1945 bukanlah merupakan tujuan


semata mata,melainkan merupakan suatu sarana ,isi,dan arti yg pd
pokoknya memuat dua hal sbb:
a. Pernyataan kemerdekaan bgs indonesia,baik pada dirinya sendiri
maupun terhadap dunia luar.
b. Tindakan2 yg segera harus diselenggarakan berhubung dgn pernyataan
kemerdekaan itu.

setelah proklamasih dibacakan,keesokan harinya 18 agt 1945,disusun


suatu naskah UUD yg didalamnya memuat Pembukaan.
di dalam Pembukaan uud 1945 alinea III terdapat pernyataan
kemerdekaan yg dinyatakan oleh bgs Indonesia,mk dpt ditentukan
letak dan sifat hubungan antara Proklamasi kemerdekaan 17 Agt 1945
dgn Pembukaan uud 1945 sbb:
a. Disebutkan kembali pernyataan kemerdekaan dlm bagian ketiga
Pembukaan menunjukkan bhw antara Proklamasi dgn Pembukaan
merupakan suatu rangkaian yg tdk dapat dipisah2kan
b. Ditetapkannya Pembukaan pada tgl 18 agustus 1945 bersama
sama ditetapkannya UUD,Peresiden dan wkl presiden
merupakan realisasi bagian kedua Proklamasi
c. Pembukaan hakikatnya merupakaan Pernyataan kemerdekaan
yg lebih rinci dari adanya cita-cita luhur yg menjadi semangat
pendorong ditegakkannya kemerdekaan,dalam bentuk negara
Indonesia merdeka,bersatu,berdaulat adil dan makmur dgn
berdasarkan azas kerohanian Pancasila.
d. Dgn demikian Sifat hub antara Pembukaan dan Proklamasi
yaitu:
Memberikan penjelasan terhadap dilaksanakannya
Proklamasi pada 17 agt 1945, memberikan penegasan
terhadap dilaksanakannya Proklamasi 17 agt 1945,dan
memberikan pertanggung jawaban terhadap dilaksanakannya
Proklamasi 17 agt 1945.
PANCASILA DAN PEMBUKAAN UUD1945

Pembukaan UUD 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan yg


terperinci,terdiri dari 4 alinea berisi nilai2 luhur bgs yg didalamnya
terdapat Pancasila dasar negara.

Rangkaian alinea dlm pembukaan uud 1945 menggambarkan proses


berbgs bernegara .Proses tsb adalah:
a. Terjadinya negara tdk sekedar dimulai dari proklamasi tetapi
adanya pengakuan akan hak setiap bangsa utk memerdekakan
dirinya.bgs indo memiliki tekad kuat utk menghapus segala
penindasan dan penjajahan suatu bgs lain.inilah sebagai sumber
motivasi perjuangan(alinea I Pemb UUD1945)
b. Adanya perjuangan bgs indonesia melawan penjajahan,yg
menghasilkan Proklamasi.Proklamasi baru mengantarkan kepintu
gerbang kemerdekaan.Jadi dgn proklamasi tdklah selesai kita
bernegara .negara yg kita cita2kan adalah negara yg merdeka
,bersatu,berdaulat adil dan makmur(alinea II)
c. Terjadinya negara indonesia adalah kehendak bersama seluruh bgs
indonesia,sebagai suatu keinginan luhur bersama.Disamping itu adalah
kehendak dan atas rahmat Allah yg maha kuasa. Ini membuktikan bgs indonesia
adalah bgs yg religius dan mengakui adanya motivasi spiritual.(alinea III) dan
d. Negara indonesia perlu menyusun alat2 kelengkapan negara yg meliputi 7an
negara,bentuk negara,UUD negara,dan dasar negara.
dengan demikian semakin sempurna proses terjadinya negara indonesia(alinea
IV)

Hubungan antara Pancasila dan Pembukaan UUD1945 adalah secara formal maupun
material.
Secara formal bhw: Pancasila Dasar negaraterdapat dlm pembukaan UUD1945
tepatnya pada alinea IV
Secara material bhw: Pancasila merupakan norma dasar bernegara yg nantinya
menentukan pembentukan tertib hukum di Indonesia. Pancasila menjadi inti dari
pembukaan UUD 1945
3. PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA

Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa,artinya lima nilai


dasar PS,di yakini kebenarannya,kebaikannya,keindahannya,dan
kegunaannya oleh bangsa indonesia yg dijadikan sebagai pedoman
kehidupan bermasarakat dan berbangsa dan menimbulkan tekad yang kuat
utk mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

Pancasila sebagai Pandangan hidup,berarti nilai2 Pancasila dalam bersikap


melekat dalam kehidupan masarakat dan dijadikan norma dalam bersikap
dan bertindak.

Ketika Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bgs Indonesia,maka


seluruh nilai2 Pancasila dimanifestasikan dlm kehidupan bermas,berbgs
dan berneg.
4. PANCASILA SEBAGAI JIWA BANGSA

PANCASILA SEBAGAI JIWA BANGSA LAHIR


BERSAMAAN DENGAN LAHIRNYA BANGSA
INDONESIA.
PANCASILA TELAH ADA SEJAK DAHULU KALA
BERSAMAAN DENGAN ADANYA BANGSA

InDONESIA (Bakry,1994:157)
5. PANCASILA SEBAGAI PERJANJIAN LUHUR

PERJANJIAN LUHUR ARTINYA, Nilai-nilai Pancasila


sebagai jiwa bangsa dan kepribadian bangsa disepakati
oleh para pendiri negara(political consensus)sebagai
dasar negara Indonesia.

Kesepakatan para pendiri negara tentang Pancasila


sebagai dasar negara merupakan bukti bahwa pilihan yg
diambil pada waktu itu merupakan sesuatu yang tepat.
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BGS INDONESIA

 SOEKARNO PERNAH MENGATAKAN “JANGAN SEKALI KALI MENINGGALKAN SEJARAH”


 CICERO (FILSUF YUNANI) “ HISTORIA VITAE MAGISTRA”= SEJARAH MEMBERI
KEARIFAN
 SEJARAH MERUPakan guru kehidupan
Sejarah memperlihatkan bhw setiap bgs membutuhkan konsepsi dan cita2.Bila bgs
tdk memilikinya atau konsepsi dan cita2 itu menjadi kabur dan usang mk bgs itu ada
dalam bahaya(Soekarno,1989:64)
 Pentingnya cita2 sebagai landasan moralitas bagi kebesaran bgs
PS sangat kuat dan mengakar dlm jiwa bgs indonesia,menjadikan PS terus berjaya
sepanjang masa
Hal ini disebabkan IdeologiPS tdk hanya sekedar Identitas bgs indonesia,lebih dari itu ia
adalah identitas bgs indonesia sendiri sepanjang masa.
 Sejak PS digali kembali dan dilahirkan kembali menjadi dasar dan ideologi
Negara,maka ia membengunkan dan membangkitkan identitas yg tertidur dan yg
terbius selama kolonialisme.
A. Pancasila Pra Kemerdekaan
• Penemuan kembali Pancasila sebagai jati diri bangsa terjadi pada sidang pertama
BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945.
• Pada tanggal 1 Juni 1945
di depan sidang BPUPKI, Ir.Soekarno menyebutkan lima dasar bagi Indonesia
merdeka.Sungguh pun Ir. Soekarno telah mengajukan lima sila dari dasar
negara,
• Pada sdg I BPUPKI tgl 29 Mei – 1 Juni 1945,tampil berturut turut menyampaikan usulannya
tentang Dasar Negara
• 29 Mei 1945, I. Mr.Muhammad Yamin mengusulan calon rumusan dasar negara Indonesia:
1. Peri Kebangsaan; 2. Peri Kemanusiaan; 3. Peri Ketuhanan ; Peri Kerakyatan ;5. Kesejahteraan
Rakyat.

• II. 30 Mei 1945, Prof Dr,Soepomo mengusulkan dasar negara Indonesia:


• 1. Persatuan (persatuan hidup)
• 2. kekeluargaan
• 3. Keseimbangan lahir batin
• 4. Musyawarah
• 5. semangat gotong royong(keadilan sosial)
iii.1 Juni 1945,Soekarno mengusulkan dasar negara indonesia,yg terdiri dari 5 prinsip,yg diberi
nama Pancasila
• 1. Nasionalisme(kebangsaan indonesia)
• 2. Internasionalisme(peri kemanusiaan)
• 3. Mufakat ( Demokrasi)
• 4. Kesejahteraan sosial
• 5. Ketuhanan yg maha esa(Ketuhanan yg berkebudayaan)
• Soekarno juga mengusulkan 3 asas dasar indonesia merdeka,yg diberi nama tri sila
1.Sosio Nasionalisme
2.Sosio Demokrasi
3.Ketuhanan
• Eka sila : Gotong royong.
• 22 juni 1945,Panitia 9 berhasil merumuskan Piagam Jakarta yg didalamnya terdapat
rumusan Pancasila yaitu:
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya
2.Kemanusiaan yg adil dan beradab
3.Persatuan indonesia
4.Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusawaratan perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat i ndonesia.
• Menurut Soepomo bahwa Piagam jakarta merupakan “Perjanjian moral yg sangat luhur”
Setelah sidang pertama BPUPKI dilaksanakan, terjadi perdebatan sengit yang disebabkan
perbedaan pendapat. Karena apabila dilihat lebih jauh para anggota BPUPKI terdiri dari elit
Nasionalis netral agama, elit Nasionalis Muslim dan elit Nasionalis Kristen.

Elit Nasionalis Muslim di BPUPKI mengusulkan Islam sebagai


dasar Negara, namun dengan kesadaran yang dalam akhirnya terjadi kompromi politik antara
Nasionalis netral agama dengan Nasionalis Muslim untuk menyepakati Piagam Jakarta (22 Juni
1945) yang berisi
• “tujuh kata”: “…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” (Risalah Sidang BPUPKI, 1995; Anshari, 1981;
Darmodihardjo, 1991). Kesepakatanpeniadaan tujuh kata itu dilakukan dengan cepat dan
• legowo demi kepentingan nasional oleh elit Muslim: Moh.Hatta; Ki Bagus Hadikusumo, Teuku
Moh. Hasan dan tokoh muslim lainnya. Jadi elit Muslim sendiri tidak ingin republik yang
dibentuk ini merupakan negara berbasis agama tertentu (Eleson dalam Surono dan Endah
(ed.), 2010: 37).
• Pada awal kelahirannya, menurut Onghokham dan Andi Achdian, Pancasila tidak lebih sebagai
kontrak sosial.
• Hal tersebut ditunjukkan oleh sengitnya perdebatan dan negosiasi di tubuh BPUPKI dan PPKI
ketika menyepakati
• dasar negara yang kelak digunakan Indonesia merdeka , Inilah perjalanan The Founding
Fathers yangbegitu teliti mempertimbangkan berbagai kemungkinan
• dan keadaan agar dapat melahirkan dasar negara yang dapat diterima semua lapisan
masyarakat Indonesia.
B. Pancasila Era Kemerdekaan (18-8-1945- 5 juli 1959)
Pada masa awal kemerdekaan,UUD1945 tdk dpt dilaksanakan sebaik
baiknya,karena bgs Indonesia kosentrasi mempertahankan kemerdekaan.
@ Belanda ingin menjajah Indonesia kembali.
@ Pemberontakan dalam negeri
Masa ini terdapat beberapa penyimpangan dlm pelaksanaan uud 1945,misalnya:
@ tdk menggunakan uud 1945,tetapi menggunakan konstitusi RIS(27 Des1949
s/d 17 AGUSTUS 1950),dan UUD Sementara(17 ag 1950 s/d Dekrit Presiden 5
juli 1959)
@ Kelembagaan belum dibentuk(DPR dan MPR)
@ Psl IV aturan peralihan UUD1945,yg menyatakan sebelum MPR,DPR dan
DPA dibentuk,kekuasaan dijalankan oleh presiden ,dgn demikian Presiden
memperoleh kekuasaan yg luar biasa,menetapkan KNIP sebelum terbentuk
MPR dan DPR diserahi keputusan legislatif dan menetapkan GBHN
•Pemerintahan tdk lagi dilakukan oleh Presiden,melainkan oleh suatu
kabinet,atau dewan menteri yg dipilih oleh seorg perdana menteri.
• menteri bertanggung jawab pada KNIP.
(terjadi perubahan sistem pemerintahan dari Kabinet Presidensial ke sistem
Kabinet Parlementer (sejak 14 Nov 1945 kekuasaan pemerintahan oPerdana
Menteri.
C. Pancasila Era Orde Lama
Terdapat dua pandangan besar terhadap Dasar Negara yang berpengaruh
terhadapmunculnya Dekrit Presiden. Pandangan tersebut yaitu
mereka yang memenuhi “anjuran” Presiden/ Pemerintah untuk “kembali ke
Undang-Undang Dasar 1945” dengan
Pancasila sebagaimana dirumuskan dalam Piagam Jakarta sebagai Dasar Negara.
Sedangkan pihak lainnya menyetujui
‘kembali ke Undang-Undang Dasar 1945”, tanpa cadangan, artinya dengan
Pancasila seperti yang dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar yang
disahkan PPKI
• tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Dasar Negara.
• Namun, kedua usulan tersebut tidak mencapai kuorum keputusansidang
konstituante (Anshari, 1981: 99).
• Majelis (baca: konstituante) ini menemui jalan buntu
• pada bulan Juni 1959. Kejadian ini menyebabkan Presiden Soekarno turun
tangan dengan sebuah Dekrit Presiden yang disetujui oleh kabinet tanggal 3 Juli
1959, yang
• kemudian dirumuskan di Istana Bogor pada tanggal 4 Juli1959 dan diumumkan
secara resmi oleh presiden pada tanggal 5 Juli 1959 pukul 17.00 di depan Istana
Merdeka
Dekrit Presiden tersebut berisi:
1. Pembubaran konstituante;
2. Undang-Undang Dasar 1945 kembali berlaku; dan
3. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.
Ir. Soekarno memberi tafsir Pancasila sebagai satu kesatuan paham dalam doktrin
• Setelah Dekrit Presiden 5 juli 1959 seharusnya pelaksanaan sistem pemerintahan negara
didasarkan UUD1945.Karena pemberlakuan kembaliUUD1945 menuntut konsekwensi sebagai
berikut:
1. Penulisan Pancasila sebagaimana termaktubdlm Pembukaan UUD1945
2.Penyelenggaraan negara seharusnya dilaksanakan sebagaimana amanat Batang tubuh UUD 45

3.Segera dibentuk MPRS dan DPAS.


• Terjadi penyimpangan:

• @ Berkaitan dgn penulisan silasila Pancasila yg tdk seragam


• @ soekarno diangkat sebagai presiden seumur hidup viaTAPMPRNo.III/MPRS/1960
• @ Kekuasaan Presiden Sokarno berada pada posisi tertinggi yg membawahi ketua
MPRS,ketua DPR,ketua DPAS yg wkt itu dianggkat Soekarno sebagai menteri dalam
kabinetnya
kepentingan politik mereka berbeda, kedua arus tersebut
sama-sama menggunakan Pancasila sebagai justifikasi.
Ir.Soekarno menghendaki persatuan di antara
beragam golongan dan ideologi termasuk komunis, di
bawah satu payung besar, bernama Pancasila
(doktrin
• Manipol/USDEK),
• sementara golongan antikomunis mengkonsolidasi
diri sebagai kekuatan berpaham Pancasila yang
lebih “murni” dengan menyingkirkan paham
komunisme yang tidak ber-Tuhan (ateisme) (Ali,
2009: 34).
• Dengan adanya pertentangan yang sangat kuat
ditambah carut marutnya perpolitikan saat itu,
maka Ir. Soekarno pun dilengserkan sebagai
Presiden Indonesia, melalui sidang MPRS.
D. Pancasila Era Orde Baru
Setelah lengsernya Ir. Soekarno sebagai presiden, selanjutnya Jenderal Soeharto yang
memegang kendali terhadap negeri ini.,
Arah pemahaman terhadap Pancasila pun mulai diperbaiki.
Pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 1967 Presiden Soeharto mengatakan,
“Pancasila makin banyak mengalami ujian zaman dan makin bulat tekad kita
mempertahankan Pancasila”. Selain itu, Presiden Soeharto juga mengatakan, “Pancasila
sama sekali bukan sekedar semboyan untuk dikumandangkan, Pancasila bukan dasar
falsafah negara yang sekedar dikeramatkan dalam naskah UUD, melainkan Pancasila harus
diamalkan (Setiardja, 1994: 5). Jadi, Pancasila dijadikan sebagai political force di samping
sebagai kekuatan ritual. Begitu kuatnya Pancasila digunakan sebagai dasar negara, maka
pada 1 Juni 1968 Presiden Soeharto mengatakan bahwa Pancasila sebagai pegangan hidup
bangsa akan membuat bangsa Indonesia tidak loyo, bahkan jika ada pihak-pihak tertentu
mau mengganti, merubah Pancasila dan menyimpang dari Pancasila pasti digagalkan (Pranoto
dalam Dodo dan Endah
• (ed.), 2010: 42).
Selanjutnya pada tahun 1968 Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 1968
yang menjadi panduan dalam mengucapkan Pancasila sebagai dasar negara, yaitu:
Satu : Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa
Dua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Tiga : Persatuan Indonesia
Empat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan
Lima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
• Instruksi Presiden tersebut mulai berlaku pada tanggal 13 April 1968. Pada
tanggal 22 Maret 1978 ditetapkan ketetapan (disingkat TAP) MPR Nomor
II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
(Ekaprasetya Pancakarsa) yang salah satu pasalnya tepatnya Pasal 4
menjelaskan,“Pedoman Penghayatan dan Pengamalan pancasila merupakan
penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa
dan bernegara bagi setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara
negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik
Pusat maupun di Daerah dan dilaksanakan secara bulat dan utuh”.
• Ketika itu, sebagian golongan Islam menolak reinforcing oleh pemerintah
dengan menyatakan bahwa pemerintah akan mengagamakan Pancasila.
Kemarahan Pemerintah tidak dapat dibendung sehingga Presiden Soeharto
bicara keras pada Rapim ABRI di Pekanbaru 27Maret 1980. Intinya Orba
tidak akan mengubah Pancasila dan UUD 1945, malahan diperkuat sebagai
comparatist ideology.
• Jelas sekali bagaimana pemerintah Orde Baru merasa perlu membentengi
Pancasila dan TAP itu meski dengan gaya militer. Tak seorang pun warga
negara berani keluar dari Pancasila (Pranoto dalam Dodo dan Endah (ed.),
Selanjutnya pada bulan Agustus 1982 Pemerintahan Orde Baru
• menjalankan “Azas Tunggal” yaitu pengakuan terhadap Pancasila sebagai Azas Tunggal,
bahwa setiap partai politik harus mengakui posisi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
Dengan semakin terbukanya informasi dunia, pada akhirnya pengaruh luar masuk Indonesia
pada akhir 1990-an yang secara tidak langsung mengancam aplikasi Pancasila yang
dilakukan oleh pemerintah Orde Baru
Demikian pula demokrasi semakin santer mengkritik praktek pemerintah Orde Baru yang
tidak transparan dan otoriter, represif, korup dan manipulasi politik yang sekaligus mengkritik
praktek Pancasila. Meski demikian kondisi ini bertahan sampai dengan lengsernya Presiden
Soeharto pada 21 Mei 1998.
• E. Pancasila Era Reformasi
• Pada era Orba, Dasar negara itu berubah menjadi ideologi tunggal dan satu-
satunya sumber nilai serta kebenaran. Negara menjadi maha tahu mana yang
benar dan mana yang salah. Nilai-nilai itu selalu ditanam kebenakmasyarakat
melalui indoktrinasi (Ali, 2009: 50).
• Pancasila yang seharusnya sebagai nilai, dasar moral etik bagi negara dan aparat
pelaksana Negara, dalam kenyataannya digunakan sebagai alat legitimasi politik.
• Puncak dari keadaan tersebut ditandai dengan hancurnya ekonomi nasional, maka
timbullah berbagai gerakan masyarakat yang dipelopori oleh mahasiswa,
cendekiawan dan masyarakat sebagai gerakan moral politik yang menuntut
adanya “reformasi” di segala bidang politik, ekonomi dan hukum
• Saat Orde Baru tumbang, muncul fobia terhadap Pancasila. Dasar Negara itu untuk sementara
waktu seolah dilupakan karena hampir selalu identik dengan rezim Orde Baru.
Dengan seolah-olah “dikesampingkannya” Pancasila
pada Era Reformasi ini, pada awalnya memang tidak
nampak suatu dampak negatif yang berarti, namun
semakin hari dampaknya makin terasa dan berdampak
sangat fatal terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara
Indonesia.
• Dalam kehidupan sosial, masyarakat kehilangan kendali atas dirinya, akibatnya
terjadi konflik-konflik horisontal dan vertikal secara masif dan pada akhirnya
terjadi melemahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
• . Dalam bidang budaya, kesadaran masyarakat atas keluhuran budaya bangsa Indonesia
mulai luntur, yang pada akhirnya terjadi disorientasi kepribadian bangsa yang diikuti dengan
rusaknya moral generasi muda.
• Dalam bidang ekonomi, terjadi ketimpangan-ketimpangan di berbagai sektor diperparah lagi
dengan cengkeraman modal asing dalam perekonomian Indonesia.
Dalam bidang politik, terjadi disorientasi politik kebangsaan, seluruh aktivitas politik seolah-
olah hanya tertuju pada kepentingan kelompok dan golongan. Lebih dari itu,
aktivitas politik hanya sekedar merupakan libido dominandi atas hasrat untuk berkuasa,
bukannya sebagai suatu aktivitas memperjuangkan kepentingan nasional yang pada
akhirnya menimbulkan carut marut kehidupan bernegaraseperti dewasa ini (Hidayat, 2012).
• Namun demikian, kesepakatan Pancasila menjadi dasar Negara
Republik Indonesia secara normatif, tercantum dalam ketetapan
MPR. Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 Pasal 1
menyebutkan bahwa “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam
Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam
• kehidupan bernegara”
• Selain kesepakatan Pancasila sebagai dasar negara,Pancasila pun
menjadi sumber hukum yang ditetapkan dalam Ketetapan MPR
Nomor III/MPR/2000 Pasal 1 Ayat
• (3) yang menyebutkan,
• “Sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila
PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM DI iNDONESIA

Diangkatnya Pancasila sebagai dasar negara,menjadikan Pancasila sebagai sumber


hukum. Implikasi yuridis dari Pancasila sebagai dasar negara adalah dijadikannya
Pancasila sebagai sumber hukum di Indonesia

Secara leksikal,istilah sumber berarti tempat keluar,asal yg dipakai oleh bangsa sebagai
pedoman hidupnya dalam masa ttt.

Sumber hukum adalah tempat asal pengambilan hukum.


@ Jazim Hamidi(2006),sumber hukum dibedakan menjadi dua yakni sumber hukum
material dan sumber hukum formal.
@Mahfud MD(2007),Pancasila merupakan salah satu sumber hukum material di
Indonesia. Dari sudut hukum Pancasila menjadi cita hukum(rechtside)yg harus dijadikan
dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia.
Setiap hukum di Indonesia yg lahir di Indonesia harus berdasar pada Pancasila dgn
memuat konsistensi isi mulai dari paling atas sampai yg paling rendah hirarkinya.
A. Sistem Norma Hukum
Setiap negara memiliki dasar yg dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan
bernegara. Dasar negara merupakan suatu norma dasar(grundnorm) bagi negara ybst
yg slanjutnya menjadi sumber bagi perundangan negara.
Sebagai norma dasar ,maka dasar negara menjadi norma tertinggi dalam suatu
negara ,yg menjadi sumber dari segala sumber hukum sekaligus sebagai cita
hukum(rechtsidee)baik tertulis maupun tdk tertulis dlm sutu negara.

Hukum berisi norma-norma yg merupakan pedoman utk bertingkah laku.


# Hans Kelsen(2008),menyatakan norma hukum itu berjenjang dan bertingkat. Suatu
norma berdasar pada norma yg lebih tinggi dan norma yg lebih tinggi ini berlaku
berdasarkan norma yg lebih tinggi lagi. Demikian seterusnya sampai pada norma dasar yg
disebut Grundnorm,yaitu norma tertinggi di negara yg tdk dapat ditelusuri lebih lanjut.
Jadi norma hukum itu berjenjang dan membentuk suatu hirarki.
Prinsip bhw norma hukum itu
bertingkat dan
PANCASI berjenjang,termanifestasikan
Cita Hukum
LA dlm Uuno.12 th2011 tentang
Pembentukan Peraturan
perundang undangan yg
PEMBUKAAN UUD1945 tercermin pd psl 7 yg
menyebutkan jenis dan hirarki
peraturan per undang2an sbb:
Batang Tubuh UUd1945
a. UUD NRI Tahun 1945
b. TAP MPR
c. UU/PeraturanPP UU
Tap MPR Hukum Dasar
Tidak tertulis
d. Peraturan Pemerintah
e. Peraturan Presiden
f. Peraturan daerah Provinsi;dan
Sistem norma g. Peraturan daerah Kabupaten/Kota
Undang-undang
hukum

Peraturan Pelaksanaan dan peraturan otonomi,dll

Teori Tata urutan Perundangan


Norma fundamental ini berisi norma yg menjadi dasar bagi
pembentukan konstitusi atau undang-undang Dasar suatu negara.

Di Indonesia norma tertinggi ini adalah Pancasila sebagaimana


tercantum dlm pembukaan uud1945. Jadi Pancasila sebagai dasar
negara dpt disebut:
1. Norma tertinggi
2. Staatfundamentalnorm
3. Norma pertama
4. Cita hukum(Rechtsidee)
5. Pokok kaidah negara yg fundamental

Istilah staatfundamentalnorm utk konteks indonesia sebagai pokok


kaidah negara ygfundamental.
karena Pembukaan uud 1945 mempunyai hakikat sebagai pokok
kaidah negara yg fundamental indonesia,sedangkan pancasila
merupakan salah satu unsur pokok dari pembukaan uud 1945.
• Makna Konstitusi
• Kontitusi terjemahan dari constitution(inggris) artinya membentuk,maksudnya
pembentukan suatu negara
• Di indonesia konstitusi = UUD

• Tetapi bila dicermati secara mendalam,istilah uud merujuk pd pengertian Wet atau
undang undang yg bersifat mendasar.

• Undang undang sendiri berarti peraturan yg diputuskan oleh parlemen(Legislatif) dlm


hal indonesia adalah kesepakatan antar DPR dan pemerintah yg berbentuk tertulis.
Oki..uud statusnya = uu,tetapi yg paling dasar kedudukannya dan yg paling kuat.

• Konstitusi,lebih dipahami sebagai keseluruhan dari peraturan yg berlaku,baik tertulis


atau tdk tertulis yg mengatur bagaimana suatu pemerintahandiselenggarakan dlm
suatu negara.
• Dgn demikian terdpt dua pengertian konstitusi:
1.Konstitusi dlm arti luas meliputi aturan dasar tertulis maupun tdk tertulis.
2.Konstitusi dl arti sempit,yaitu aturan dasar yg tertulis yg disebut Undang undang Dasar.
Idiologi dunia dlm kebudayaan
global

Idiologi Pancasila tantangan


Sikap dan perilaku kehidupan yg
menyimpangdari norma2 masy
umum.
Al:terorisme & Narkoba

Ad.1. Perlu diidentifikasi unsur2 yg mempengaruhi idiologi Pancasila sbb:


a. Unsur ateisme
b. Unsur individualisme
c. Kapitalisme.
 a. Ygterdapat dlm idiologi Markxisme atau komunisme,bertentangan dgn sila KYME
 b. Yg terdapat dlm liberalisme tdk sesuai dgn prinsip nilai GR dlm sila ke5
 c. Yg memberikan kebebasan individu utk menguasai sistem perekonomian negara
tdk sesuai dg prinsip ekonomi kerakyatan.
Salah satu dampak yg dirasakan dari kapitalisme adalah munculnya gaya hidup
konsumtif.
Ad.2. terorisme dan narkoba ,merupakan ancaman terhadap keberlangsungan hidup
bgs indonesiadan idiologi negara. Beberapa unsur ancaman yg ditimbulkan oleh aksi
terorisme al:
a. Rasa takut dan cemas yg ditimbulkan Bom bunuh diri mengancam keamanan
negara dan masyarakat pd umumnya.
b. Aksi terorisme dgn idiologinya menebarkan ancaman terhadap kesatuan bgs shg
mengancam disintegrasi bgs.
c. Aksi terorisme menyebabkan investor dan wisatawan asing takut ke Indonesia shg
mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Bbrp unsur ancaman yg ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba sbb:
a. Merusak masa depan generasi muda yg berimplikasi terhadap keberlangsungan
hidup bernegara di ind.
b. Perdag dan peredaran narkoba dpt merusak reputasi neg indo sebagai negara yg
berlandaskan nilai2 PS.
c. Perdag.narkoba merugikan sistem perek.negara Indonesia karena peredaran ilegal
tdk sesuai dgn peraturan perundang2an.

PENYELENGGARA NEGARA MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN PANCASILA SEBAGAI


IDIOLOGI NEGARA.

 WN & Penyelenggara negara merupakan kunci penting bagi sistem pemerintahan


yg bersih & berwibawa shg aparatur negara juga memahami & melaksanakan PS
sebagai idiologi negara secara konsisten.
 pelaksanaan idiologi PS bagi penyelenggara negara merupakan suatu orientasi
kehidupan konstitusional.Artinya, idiologi PS dijabarkan kedalam berbagai peraturan
perundang-undangan.
Beberapa unsur penting dlm kedudukan PS sebagai orientasi kehidupan konstitusional:

a. Kesediaan utk saling menghargai dlm kehasan masing2.


artinya adanya kesepakatan utk bersama2 membangun negara indonesia tanpa
diskriminasi shg idiologi PS menutup pintu utk semua idiologi ekslusif yg mau
menyeragamkan masarakat menurut gagasannya sendiri.
oki,pluralisme adalah nilai dasar PS utk mewujutkan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini
berarti bhw PS hrs diletakkan sebagai idiologi yg terbuka.
b. Aktualisasi 5 sila PS, artinya sila-sila dilaksanakan dlm kehidupan bernegara sbb:
(1) Sila Ketuhanan YME dirumuskan utk menjamin tdk adanya diskriminasi atas
dasar agama shg negara harus menjamin kebebasan beragama dan pluralisme
ekspresi keagamaan.
(2) sila Kemanusiaan.......menjadi operasional dlm jaminan pelaksanaan HAM
karena hal itu merupakan tolok ukur keberadaban serta solidaritas suatu bgs
terhadap setiap WN.
(3) Sila Persatuan Indonesia menegaskan bhw rasa cinta pd bgs Indonesia tdk
dilakukan dgn menutup diri dan menolak mereka yg diluar indonesia,ttp dgn
membangun hub timbal balik atas dasar kesamaankedudukan dan tekad utk menjalin
kerjasama yg menjamin kesejahteraan dan martabat bgs indonesia.
(4) Sila Kerakyatan.......berarti komitmen terhadap demokrasi yg wajib disukseskan.
(5) Sila Keadilan sosial.......berarti pengentasan kemiskinan dan diskriminasi terhadap
minoritas dan kelompok2 lemah perlu dihapus dari bumi Indonesia(Magnis Suseno)