Anda di halaman 1dari 25

NAMA :

GALUH AYU PRASETYANINGRUM (1733121039)


NI LUH RANIA SARI (1733121051)
LUH DIAN ADELIA JONYPUTRI (1733121361)

BAB 12 LIABILITAS JANGKA PANJANG

Karakteristik Liabilitas

Definisi

Liabilitas merupakan kewajiban masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya dapat mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang
mengandung manfaat ekonomi.

Liabilitas Jangka Pendek versus Jangka Panjang

Menurut PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan, suatu liabilitas dapat diklasifikasikan


sebagai liabilitas jangka pendek jika:

1. Entitas memperkirakan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi


normalnya
2. Entitas memiliki liabilitas untuk diperdagangkan
3. Liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan sesudah
tanggal pelaporan; atau
4. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama
sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

Liabilitas yang tidak termasuk kategori tersebut dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang. Contoh liabilitas jangka panjang adalah utang obligasi, wesel bayar, liabilitas
sewa, liabilitas pension, dan liabilitas pajak ditangguhkan.
Definisi liabilitas keuangan menurut PSAK 50 (Revisi 2014) mengenai Instrumen
Keuangan: Penyajian adalah setiap liabilitas yang berupa:
1. Kewajiban kontraktual:
- Untuk menyerahkan atau asset keuangan lain kepada entitas lain; atau
- Untuk mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan.
2. Kontrak yang akan diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang
diterbitkan :
- Nondeverivatif dimana entitas diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang
bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan
- Derivatif yang dapat diselesaikan hanya dengan mempertukarkan asset keuangan
lain dengan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas. Tujuannya,
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk puttable instruments dan
kewajiban yang timbul pada saat likuiditas yang diklasifikasikan sebagai
instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan intrumen
ekuitas yang akan diterbitkan.
Contoh 12.1 Kondisi yang Berpotensi Tidak Menguntungkan
PT Alam menjual opsi yang memberikan hak kepada pembeli opsi tersebut untuk menjual
kepada PT Alam saham PT Brillian dengan harga Rp 1.000/lembar pada akhir periode 120
hari. PT Alam mempunyai kewajiban kontraktual untuk membeli saham PT Brilian dengan
harga Rp 1.000/lembar jika pemegang opsi meng-exercise opsinya. Hal ini menimbulkan
kondisi yang berpotensi tdak menguntungkan PT Alam karena pemegang opsi meng-exercise
opsi tersebut jika harga pasar saham PT Brilian lebih rendah dari Rp 1.000/lembar. Oleh
karena PT Alam dalam kondisi yang tidak lagi menguntungkan maka opsi tersebut adalah
liabilitas keuangan derivatif sejak PT Alam menjadi pihak yang terlibat dalam kontrak opsi.
Di sisi lain, jika PT Alam memiliki opsi untuk membeli saham PT Brilian dengan harga
Rp 1.000/lembar pada akhir periode 120 hari. Dengan adanya opsi tersebut memberikan PT
Alam hak kontraktual untuk membeli saham PT Brilian dengan harga Rp 1.000 pada akhir
periode 120 hari, karena kondisi tersebut adalah kondisi yang menguntungkan bagi PT Alam.
PT Alam mempunyai potensi untuk mendapatkan keuntungan jika entitas meng-exercise opsi
tersebut, sehingga opsi tersebut merupakan asset keuangan derivatif sejak PT Alam menjadi
hak pihak yang terlibat dalam kontrak opsi.
Liabilitas Keuangan versus Instrumen Ekuitas

Menurut PSAK 50 (Revisi 2014) juga menjelaskan prinsip untuk membedakan antara
liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Yang juga membedakan klasifikasi tersebut adalah
substansi dari perjanjian kontraktual instrument keuangan terkait.

Definisi dari instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan nilai residual
atas asset setelah dikurangi dengan seluruh liabilitas.

Untuk mementukan apakah instrumen keuangan merupak liabilitas keuangan atau


instrumen ekuitas, maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika, dan hanya jika,
kedua kondisi tersebut terpenuhi.

1. Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual:


2. Jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang
diterbitkan, instrumen tersebut merupakan:
a. Nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan ekuitas
yang diterbitkan entitas.
b. Derivatif yang dapat diselesaikan hanya dengan mempertukarkan asset keuangan lain
dengan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas. Tujuannya, instrumen
ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk puttable instruments dan kewajiban
yang timbul pada saat likuiditas yang diklasifikasikan sebagai instrumen yang
merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan intrumen ekuitas yang akan
diterbitkan.

Berikut adalah beberapa contoh sebagai ilustrasi.

1. Saham preferen diwajibkan untuk membeli sahamnya kembali dengan harga yang sudah
ditetapkan dan mempunyai pembayaran dividen tetap. Instrument ini telah mememenuhi
definisi dari liabilitas karena terdapat kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk
membeli kembali saham tersebut dengan harga yang telah ditetapkan.
2. Saham preferen dengan pembayaran dividen terkait denga saham biasa
Pembayaran dividen saham preferen hanya dapat dilakukan jika perusahaan membayar
dividen untuk saham biasa. Karena tidak ada kewajiban kontraktual untuk melakukan
pembayaran dividen maupun melunasi kewajiban pokok, maka saham preferen tersebut
adalah ekuitas.
3. Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)
Walaupun tidak diwajibkan membayar bunga secara berkala, namum obligasi tanpa bunga
diharuskan penerbit untuk mebayar pokok utang sebelum jatuh tempo. Karena terdapat
kewajiban kontraktual untuk membayar kas pada nilai tertentu pada saat obligasi jatuh
tempo.

Suatu instrumen keuangan mempunyai fitur opsi jual(puttable instruments) mencakup


kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli sahamnya kembali dan melunasi kas pada
saat melakukan opsi jual. Instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai
instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut:
1. Memberikan hak kepada pemegang atas asset bersih entitas pada saat likuidasi
entitas. Asset bersih entitas adalah asset yang tersisa dikurangi semua klain atas aset
tersebut. Bagian prorate ditentukan oleh:
a. Membagi aset bersih entitas pada saat likuidasi ke dalam unit-unit dengan jumlah
yang sama,
b. Mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang
instrument keuangan.
2. Instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dalam
semua kelompok instrumen lainnya. Untuk berada dalam tingkat tersebut instrument:
a. Tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat
likuidasi
b. Tidak perlu dikonversi menjadi instrument lain sebelum berada pada kelompok
instrument yang merupakan subordinat dari seluruh kelompok instrumen lain.
3. Jumlah arus kas yang diharapkan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen
didasarkan secara substansial pada laba rugi, perubahaan dalam aset bersih yang
diakui dalam nilai wajar aset bersih entitas yang diakui.

PENGAKUAN AWAL DAN PENGUKURAN


Liabilitas jangka panjang dinilai berdasarkan nilai kini dari ekspetasi arus kas di masa
depan, yang terdiri dari pokok dan bunga. Untuk menghitung nilai kini digunakan tingkat suku
bunga pasar(market interest rate/effective interest rate), sedangkan untuk menghitung bunga
digunakan tingkat bunga kupon(coupon rate/stated interest rate).

Penerbitan Obligasi

Harga wajar obligasi (harga jual) dapat berbeda dari nilai nominal. Apabila harga jual lebih
tinggi dari nilai nominal maka obligasi dijual dengan harga premium, sedangkan apabila harga
jual lebih rendah dari nilai nominal maka obligasi dijual dengan diskon. Perbedaan tersebut
timbul apabila tingkat suku bunga efektif berbeda dengan tingkat suku bunga kupon.

Contoh 12.2 Penerbitan Obligasi

Pada tanggal 1 Januari 2015, PT Seruni menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000.000
dan tingkat bunga kupon 10% yang dibayar semesteran tiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Tingkat
bunga efektif adalah 8%. Obligasi tersebut jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2020. PVIF (4 % , 10)
anuitas = 8,1109 PVIF (4 % , 10) single sum = 0,6756

Harga Obligasi:
Nilai sekarang dari pokok utang:
Rp 100.000.000 x 0,6756 Rp67.560.000
Nilai sekarang dari bunga:
(Rp 100.000.000 x 10% x 6/12) x 8,1109 40.554.000
Total Rp108.114.000
Obligasi dijual pada harga premium.
108.114.00
Kas     0  
  Utang Obligasi 100.000.000
  Premium Obligasi   8.114.000

PENERBITAN WESEL BAYAR

Perlakuan akuntansi untuk utang obligasi dan wesel bayar relative sama, yaitu wesel bayar
dinilai sebesar nilai kini dari arus kas pembayaran di masa depan ( baik pokok maupun bunga).

Penerbitan Secara Tunai


Nilai kini dari wesel bayar yang diterbitkan secara tunai diasumsikan sama dengan jumlah kas
yang diterima entitas. Tingkat bunga yang akan digunakan untuk perhitungan amortisasi adalah
tingkta bunga yang menyebabkan nilai kini dari pembayaran kas di masa depan sam dengan kas
yang diterima saat ini.

Contoh 12.3 Penerbitan Wesel Bayar - Tunai

PT Doha menerbitkan wesel bayar dengan nilai nominal Rp 100.000.000, yang akan jatuh tempo
3 tahun yang akan dating. PT Doha menerima Rp 86.383.760
Rp 100.000.000 / (l +i)3 = Rp 86.383.760
i = 5%
Tingkat bunga sebesar 5% akan digunakan untuk mengamortisasi diskonto yang timbul.

Penerbitan Secara Non-tunai

Wesel bayar dicatat sebesar nilai wajar/jasa tersebut atau nilai kini dari wesel bayar
menggunakan tingkat bunga pasar, mana yang lebih andal untuk digunakan. Jika nilai tersebut
berbeda dengan nilai nominal wesel bayar, maka entitas mencatat diskonto atau premium.

Contoh 12.4 Penerbitan Wesel Bayar – Non Tunai

PT Milu membeli mesin yang mempunyai nilai pasar Rp 126.000.000, dan menerbitkan wesel
bayar atas pembelian tersebut. Wesel bayar tersebut mempunyai nilai nominal Rp 150.000.000
tanpa bunga dan jangka waktu 3 tahun.

Mesin     126.000.000  
Diskonto Wesel Bayar 24.000.000  
  Wesel Bayar   150.000.000

Penerbitan Secara Tunai dan Hak Tertentu

Ada kalanya entitas menerbitkan wesel bayar dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari
tingkat bunga yang wajar. Sebagai kompensasinya dari tingkat bunga tersebut, entitas
memberikan hak tertentu kepada pembeli wesel. Entitas harus mengakui selisih (diskonto) antara
kas yang diterima dan nilai kini dari wesel bayar menggunakan tingkat bunga pasar sebagai
pendapatan diterima di muka.
Contoh 12.5 Penerbitan Wesel Bayar – Tunai dan Hak Tertentu

PT Kapuas menerbitkan wesel bayar tidak berbunga berjangka waktu 3 tahun dengan nilai
nominal Rp200.000.000 kepada PT Banjar. Entitas menerima kas sebesar Rp200.000.000 dari
penerbitan saham tersebut. Tingkat bunga pasar untuk wesel yang sejenis adalah 8%. Entitas
setuju untuk menjual barang dagangan senilai Rp 750.000.000 dengan harga dibawah harga jual
normal barang tersebut.

Nilai kini wesel bayar = Rp 200.000.000 / (l +i)3 = Rp 158.766.448

Diskonto wesel bayar = Rp 200.000.000 – Rp 158.766.448 = Rp 41.233.552

Kas     200.000.000  
Diskonto Wesel Bayar 41.233.552  
  Wesel Bayar 200.000.000
  Pend. Diterima di muka   41.233.552
Diskonto diamortisai menggunakan tingkat bunga 8%, sedangkan pendapatan dibayar di
muka diamortisasi proporsional berdasarkan penjualan barang dagangan.

Jika pada tahun pertama PT Banjar membeli barang dagangan dari PT Kapuas senilai Rp
250.000.000, maka penjualan yang diakui di tahun pertama sebesar Rp 13.744.517 (Rp
41.233.552 x 250/750) dan amortisasi sebesar Rp 3.298.684 (Rp 41.233.552 x 8%).

Pendapatan Diterima di Muka 13.744.517  


Penjualan     13.744.517

Beban Bunga   3.298.684  


Diskonto Wesel Bayar     3.298.684

Intrumen Keuangan Majemuk


Instrumen keuanagan majemuk adalah instrumen keuangan yang mempunyai komponen
liabilitas dan komponen ekuitas. Kedua komponen tersebut harus dipisahkan berdasarkan
substansnya pada tanggal instrument tersebut diterbitkan.
Contoh 12.6 Obligasi Konversi
Pada tanggal 1 Maret 2015, PT Kartika menerbitkan 5.000 lembar obligasi konversi dengan nilai
nominal Rp 100.000/lembar. Jangka waktu jatuh tempo obligasi tersebut adalah 5 tahun dan
tingkat bunga sebesar 8%. Nilai wajar dari obligasi yang serupa tanpa elemen konversi adalah
Rp 460.000.000. Pada tanggal 1 Maret 2015, PT Kartika harus memisahkan nilai obligasi
konversi menjadi komponen liabilitas dan komponen ekuitas, sebagai berikut.
Nilai obligasi konversi (5.000 x Rp500.000.00
Rp100.000 0
Nilai wajar komponen liabilitas 460.000.000
Nilai komponen ekuitas Rp40.000.000

PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL

Pengukuran liabilitas jangka panjang setelah pengakuan awal adalah menggunakan biaya peroleh
diamortiasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Contoh 12.7 Perhitungan Amortisasi


Tabel 12.1 Tabel Amortisasi
1 2 3 4
Premium
Bungan Amortisasi Nilai Tercatat
Beban Bunga Belum
Dibayar Premium
Periode Diamortisasi

(10% x 6/12 x
Rp (8% x 6/12 x (1)-(2) (4)-(3) (Nilai Nominal + (4))
100.000.000 Nilai Tercatat )
01-Jan-
15       8.114.000 108.114.000
01-Jul-
15 5.000.000 4.324.560 675.440 7.438.560 107.438.560
01-Jan-
16 5.000.000 4.297.542 702.458 6.736.102 106.736.102
01-Jul-
16 5.000.000 4.269.444 730.556 6.005.546 106.005.546
01-Jan-
17 5.000.000 4.240.222 759.778 5.245.768 105.245.768
01-Jul-
17 5.000.000 4.209.831 790.169 4.455.599 104.455.599
01-Jan-
18 5.000.000 4.178.224 821.776 3.633.823 103.633.823
01-Jul-
18 5.000.000 4.145.353 854.647 2.779.176 102.779.176
01-Jan- 101.890.343
19 5.000.000 4.111.167 888.833 1.890.343
01-Jul-
19 5.000.000 4.075.614 924.386 965.957 100.965.957
01-Jan-
20 5.000.000 4.035.043 965.957 - 100.000.000

1 Juli 2015
Utang Bunga
Beban Bunga 5.000.000
4.324.560
Premium Utang Obligasi 675.440
Kas 5.000.000
31 Desember 2015
Beban Bunga 4.297.542
Premium Utang Obligasi 702.458
Utang Bunga 5.000.000

Dapat disimpulkan liabilitas jangka panjang dalam kondisi tersebut, maka pembeli
liabilitas akan membayar kepada penerbit bagian bunga dari tanggal pembayaran bunga terakhir
sampai dengan tanggal penerbitan liabilitas. Pembaayaran bunga berikutnya, pembeli akan
menerima pembayaran bunga penuh.

Contoh 12.8 Penerbitan Obligasi - di Antara Tanggal Pembayaran Bunga


Bagian bungan dari tanggal pembayaran bunga terakhir sampai dengan tanggal penerbitan
liabilitas adalah sebesar Rp 7.500.000 (6% x Rp 500.000.000 x 3/12 ).

1 April 2015
Kas 507.500.000
Utang Obligasi 500.000.000
Beban Bunga 7.500.000

Beban Bunga yang diakui pada tanggal 1 juli 2015 adalah sebesar Rp 15.000.000 ( 6% x
Rp 500.000.000 x 6/12 )

1 Juli 2015
Beban Bunga 15.000.000
Kas 15.000.000

PENGHENTIAN PENGAKUAN

Penghentian Pengkuan Keseluruhan dan Sebagian


Liabilitas keuangan baik keseluruhan maupun sebagian diberhentikan pengakuannya jika debitur
melepskan liabilitas tersebut dengan membayar kreditur baik menggunakan kas,aset
keuangan,barang atau jasa lainnya.
Penghentian Pengakuan Keseluruhan dan Sebagian

Contoh 12.9 Penghentian Pengakuan

PT Kirana meminjam uang dari bank sebesar Rp 1.000.000.000. Kesulitan keuangan yang
dihadapi perusahaan membuat perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban terkait pinjam bank
tersebut. Perusahaan memutuskan untuk melakukan negosiasi dengan bank dan berhasil
memperoleh kesepakatan pelunasan pinjaman dengan menyerahkan properti milik perusahaan
dengan nilai pasar Rp 900.000.000 untuk melunasi seluruh pinjaman. Nilai tercatat properti
tersebut di pembukuan perusahaan sebesar Rp 940.000.000. Keuntungan yang diakui perusahaan
dari pelunasan tersebut sebesar Rp 1.000.000.000 dikurangi nilai wajar properti Rp 900.000.000,
yaitu Rp 100.000.000. Perusahaan juga tercatat kerugian dari pelepasan properti sebesar selisih
antara nilai wajar dan nilai tercatat properti, yaitu rugi sebesar Rp 40.000.000.

Utang Bank 1.000.000.000


Kerugian Pelepasan Properti 40.000.000
Properti 940.000.000
Keuntungan Pelunasan Utang Bank 100.000.000

Jika entitas membeli kembali atau melunasi hanya sebagian dari liabilitas keuangan, maka entitas
mengalokasikan nilai tercatat dari liabilitas keuangan berdasarkan nilai relatifnya pada bagian
yang tetap diakui dan bagian yang diberhentikan pengakuannya. Selisih antara nilai tercatat
yang dialokasikan pada bagian yang dihentikan pengakuannya dengan jumlah yang dibayarkan
dikaui dalam laba rugi.

Contoh 12.10 Penghentian Pengakuan – Sebagian Keuangan

PT. Medan menerbitkan obligasi pada tanggal 1 januari 2015 dengan nilai par Rp 500.000.000,
tingkat bunga 10% dan jangka waktu 5 tahun. Bunga terutang semesteran tiap tanggal 30 juni
dan 31 Desember. Obligasi tersebut dijual pada nilai par-nya. Perusahaan mengeluarkan biaya
penerbitan sebesar Rp 10.000.000.

Tabel 12.2 Tabel Amortisasi – Penghentian Pengakuan Sebagian

Tanggal Pembayaran Bunga Beban Bunga Nilai Tercatat


01-Jan-15     490.000.000
30-Jun-15 25.000.000 23.761.973 491.238.027
31-Des-15 25.000.000 23.822.009 492.416.018
30-Jun-16 25.000.000 23.879.135 492.536.883
31-Des-16 25.000.000 23.933.490 494.603.393
30-Jun-17 25.000.000 23.985.209 495.618.184
31-Des-17 25.000.000 24.034.420 496.583.764
30-Jun-18 25.000.000 24.081.245 497.502.520
31-Des-18 25.000.000 24.125.799 498.376.721
30-Jun-19 25.000.000 24.168.192 499.208.529
31-Des-19 25.000.000 24.208.530 500.000.000

Pada tanggal 1 januari 2018, perusahaan membeli 50% dari obligasi tersebut berdar pasar dengan
harga Rp 246.000.000. Nilai tercatat bagian dari obligasi tersebut pada tanggal penarikan adalah
Rp 248.291.882 (50% x 496.583.764 ). Keuntungan yang timbul dari pelunasan tersebut adalah
Rp 248.291.882 – Rp 246.000.000 = Rp 2.291.882

Pertukaran dan Modifikasi Persyaratan Utang

Apabila terjadi pertukaran instrumen utang dengan persyaratan yang berbeda secara
substansial maka pertukaran dicatat sebagai penghapus liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru.
Apabila pertukaran atau modifikasi tersebut tidak memenuhi kriteria pengahpusan, maka tiap
biaya atau fee yang timbul diperlakukan sebagai penyesuain atas nilai tercatat liabilitas tersebut
dan diamortisasi selama sisa umur dari liabilitas yang telah dimodifikasi.
Untuk memenuhi persyaratan yang berbeda secara substansial atau modifikasi subtansial
apabila nilai kini arus kayang didiskonto berdasarkan syarat-syarat yang baru, termasuk tiap fee
yang dibayarkan setelah dikurangi fee yang diterima dan didiskonto menggunakan suku bunga
efektif awal, berbeda paling tidak 10% dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto yang berasal
dari liablitias keuangan semula.

Contoh 12.11 Modifikasi Persyaratan Ulang – Substansial

PT. Siprus sedang mengalami kesulitan keuangan akibat kerugian operasi selama beberapa tahun
terakhir. PT Siprus mempunyai utang dari bank independen sebesar Rp 2.000.000.000 dengan
tingkat bungan 6% dengan jangka waktu jatuh tempo 5 tahun. Tidap terdapat diskonto atau
premium terkait utang tersebut. Bank independen etuju untuk merestruktur utang PT Siprus
untuk membantu perusahaan agar tidak mengalami kebangkrutan. Modifikasi utang yang
disetujui dari restrukturisasi tersebut adalah tingkat bungan diturunkan menjadi 5%, pokok
pinjaman dikurangi menjadi Rp 1.800.000.000 dan utang bunga yang ada dihapuskan.
Nilai kini utang lama adalah :
Nilai pokok utang awal Rp 2.000.000.000
Utang bunga yang ada 120.000.000
Total Rp 2.120.000.000
Nilai kini utang berdasarkan modifikasi utang ( tingkat bunga awal 6% dan jangkat waktu 5
tahun):
Pokok pinjaman ( Rp 1.800.000.000 x PVIF6%,5 ) Rp 1.345.064.711
Bunga ( Rp 1.800.000.000 x 5% x PVIF6%,5 ) 379.112.741
Total Rp 1.724.177.452

Perbedaan anatara nilai kini utang lama dan utang baru = Rp 2.120.000.000 – Rp 1.724.177.452
= Rp 395.822.548 atau 18,67% lebih rendah dibandingkan nilai kini utang lama. Karena
perbedaannya lebih dari 10% maka restrukturisasi utang tersebut memenuhi kriteria untuk diakui
sebagai penghapus utang lama dan mengakui utang baru. Nilai utang baru, sesuai dengan PSAK
55 ( Revisi 2014 ), harus diakui sebesar nilai wajar. Nilai wajar dari utang tersebut dihitung
dengan mengacu ke tingkat bunga pasar pada tanggal restrukturisasi. Apabila pada saat
restrukturisasi tingkat bunga yang berlaku adala 10%, maka nilai kini dari utang baru adalah :

Pokok pinjaman (Rp 1.800.000.000 x PVIF10%,5 ) Rp 1.117.658.382

Bunga (Rp 1.800.000.000 x 5% x PVIF10%,5 ) 341.170.809

Total Rp 1.458.829.191

Diskonto dari utang baru berarti sebesar Rp341.170.809 (Rp 1.800.000.000 – Rp 1.458.829.191 )
dan keuntungan dari restrukturisasi utang sebesar Rp 661.170.809 (Rp 2.120.000.000 utang lama
– Rp 1.458.829.191 utang baru ).

Ayat Jurnal untuk mencatat penghapusan utang lama dan pengakuan utang baru tersebut adalah :

Utang Bank ( lama ) 2.000.000.000


Utang Bunga 120.000.000
Diskonto Utang Bank ( baru ) 341.170.809
Utang Bank ( baru ) 1.800.000.000
Keuntungan dari Restrukturisasi Utang 661.170.809
Contoh 12.12 Modifikasi Persyaratan Utang – Tidak Substansial

PT Fista meminjam Rp 2.000.000.000 dari bank bersahabat pada tanggal 1 januari 2015. Tingkat
bungan pinjaman adalah 10% dengan jangka waktu 8 tahun. Perusahaan menanggung biaya
terkait pinjaman tersebut sebesar Rp 100.000.000. Pada tanggal perusahaan memperoleh
pinjaman tersebut, perusahaan mencatat utang sebesar nilai kas bersih yang diterima, yaitu Rp
1.900.000.000. Tingkat bunga efektif dari pinjaman tersebut adalah 10,9706%, sebagaimana
ditunjukan dalam tabel berikut ini.

Tabel 12.3 Tabel Amortisasi Modifikasi Persyaratan Utang- Substansial


Tanggal Pembayaran Bunga Beban Bunga Nilai Tercatat
1 Januari 2015 1.900.000.000
31 Desember 2015 200.000.000 208.441.140 1.908.441.140
31 Desember 2016 200.000.000 209.367.183 1.917.808.323
31 Desember 2017 200.000.000 210.394.818 1.928.203.141
31 Desember 2018 200.000.000 211.353.190 1.939.738.332
31 Desember 2019 200.000.000 212.800.668 1.952.539.000
31 Desember 2020 200.000.000 214.204.977 1.966.743.977
31 Desemeber 2021 200.000.000 215.763.346 1.982.507.323
31 Desember 2022 200.000.000 217.492.667 2.000.000.000
Oleh karena kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan,pada tahun 2019 perusahaan
mengajukan restrukturisasi utangnya. Bank bersahabat menyetujui beberapa modifikasi utang
yang mulai berlaku efektif tanggal 1 januari 2020, yaitu tingkat bunga diturunkan menjadi 9%,
pokok utang berkurang menjadi Rp 1.900.000.000, jatuh tempo diperpanjang menjadi 31
desember 2016.

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN


Penyajian
Berikut adalah contoh penyajian Liabilitas Jangka Panjang di Laporan Posisi Keuangan
( Neraca ) Konsolidasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan 31 Desember
2013 dan 2012.
PERUSAHAAN PERSEROAN ( PERSERO )
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI ( lanjutan )
Tanggal 31 Desember 2013
( Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliar Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
catatan 2013 2012
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK


utang usaha 2o,2r,2u
14,44
Pihak berelasi 2c,37 826 432
Pihak ketiga 10.774 6848
Utang lain-lain 2u,44 388 176
Utang pajak 2t,31 1.698 1.844
Beban yag masih harus dibayar 2c,2r,2u,15,
27,34,37,44 5.264 6.163
Pendapatan diterima dimuka 2r,16 3.490 2.729
Uang muka pelanggan dan pemasok 2c,37 472 257
Utang bank jangka pendek 2c,2p,2u,
17,37,44 432 37
Pinjaman jangka panjang yang     2c,2m,2p,2u    
jatuh tempo dalam
  satu tahun   18,37,44 5.093 5.621
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28.437 24.107

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Liabilitas pajak tangguhan - bersih 2t,31 3.004 3.059
Liabilitas lainnya 2r 472 334
Liabilitas diestimasi penghargaan masa
kerja 2s,35 336 347
Liabilitas diestimasi imbalan
kesehatan pasca kerja 2s,36 752 679
Liabilitas destimasi manfaat pensiun
dan pasca kerja
lainnya 2s,34 2.795 2.248
Pinjaman jangka panjang - setelah        
dikurangi bagian yang  
jatuh tempo dalam satu tahun     2u,18,44    
Utang sewa pembiayaan 2m,11 4.321 1.814
  Pinjaman penerusan   2c,2p,19,37 1.702 1.791
Obligasi dan wesel
  bayar 2c,2p,20,37 3.073 3.229
  Utang bank     2c,2p,21,37 5.635 6.783
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.090 20.284
Jumlah Liabilitas 50.527 44.391
Ilustrasi 12.1 Penyajian Liabilitas Jangka Panjang
Pengungkapan
Liabilitas jagka panjang yang dibahas di Bab ini adalah liabilitas yang termasuk dalam liabilitas
keuangan. PSAK 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan mengatur dengan rinci persyaratan
pengungkapan untuk instrument keuangan. Beberapa persyaratan pengungkapan yang terkait
dengan liabilitas jangka panjang adalah:
1. Menyediakan informasi yang cukup untuk memungkinkan rekonsiliasi terhadap setiap
baris pos liabilitas jangka panjang yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.
2. Nilai tercatat liabilitas keuangan yag diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
3. Megungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan, kebijakan akuntansi
yang digunakan.
4. Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan jangka pajag yang meujukkan sisa jatuh
tenpo kontraktual.
5. Berikut ini ilustrasi pengungkapan Liabilitas Jangka Pajang di Catatan atas Laporan
Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan Tahun 2013 dan
2012.
                     
p pinjama
  . n  
  Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebagai nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
  transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
  antara penerima ( dikurangi biaya transaksi ) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi
  komprehensif konsolidasi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
   
  Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
  sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
  ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak gterdapat bukti bahwa besar
  kemungkinan sebagia atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagaipembayaran
  di muka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
   
   
18
. PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO DALAM SATU TAHUN  
a
  . Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun  
Catata
  n 2013 2012  
4.47
  Utang bank 21 3.956 5  
  Utang sewa pembiayaan 11 648 510  
  Obligasi dan wesel bayar 20 276 440  
  Pinjaman penerusan ( two-step loans ) 19 213 196  
5.62
  Jumlah 5.093 1  
     
b
  . Bagian jangka panjang  
  Pembayaran pokok utang yag diwajibkan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai
  berikut :  
  Tahun
Catata Jumla
  n h 2015 2016 2017 2018 Selanjutnya
   
2.85
  Utang bank 21 5.635 4 1.040 853 457 401
1.04
  Obligasi dan wesel bayar 20 3.073 5 33 - - 1.995
  Pinjaman penerusan  
  ( two-step loans ) 19 1.702 215 218 220 196 853
  Utang sewa pembiayaan 11 4.321 525 535 552 545 2.164
4.63 1.62 1.22
  Jumlah 14.731 9 1.826 5 8 5.413
                       

Ilustrasi 12.2 Pengungkapan Liabilitas Jangka Panjang

                   
20
. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR  
   
  2013 2012
  Saldo terutang Saldo utang
  Mata uang Mata uang  
  asal Setara asal Setara
Obligasi dan wesel
Mata (dalam (dalam
  bayar Uang jutaan) Rupiah jutaan) Rupiah
  Obligasi  
  Seri A Rp - 1.005 - 1.005
  Seri B Rp - 1.995 - 1.995
  Promes  
  PT Huawei US$ 18 213 46 445
  PT ZTE Indonesia ("ZTE") US$ 11 136 22 216
  Wesel bayar jangka menengah  
  (Medium Term Notes atau  
  "MTN")  
  PT Finnet Indonesia ("Finnet") RP - - - 8
  Jumlah 3.349 3.669
  B again yang akan jatuh tempo  
  dalam satu tahun (catatan 18a) (276) (440)
Bagian jangka panjang (catatan
  18b) 3.073 3.229
   
  a. Obligasi  
  Priode tingkat
pembayara
  Pokok Tempat Tanggal Jatuh n bunga
Obligas
pencatata per
  i utang Penerbit n terbit tempo bunga tahun
Perusahaa
06-Jul-
  Seri A 1.005 n BEI 25-Jun-10 15 Kuartalan 9,60%
Perusahaa
06-Jul-
  Seri B 1.995 n BEI 25-Jun-10 20 Kuartalan 10,20%
  Total 3.000  
   
  Obligasi tersebut dijamin degan seluruh harta kekayaan Perusahaan naik barang bergerak
  maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari (Catatan
  11c.x). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah Bahana, PT Danareksa
  Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT CIMB
  Niaga Tbk.  
   
  Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2016  
   
  Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
  seluruhya akan dipergunakan untuk meningkatkan belanja modal yang meliputi: wave broadband
  (pita lebar, softswitching, datakom, teknologi informasi dan lainnya), infrastruktur ( backbone,
  metro network, regional metro junction, internet protocol, dan system satelit) dan optimisasi
  legacy dan fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless)  
   
  Pada tanggal 31 Desember 2013, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh  
  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA (stable outlook).  
   
  Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan, Perusahaan diharuskan utuk menaati semua
  pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:  
   
  1. Rasio debt to equity tidak lebih dari 2.1  
  2. Rasio EBITDA terhadap biaya pendaaan tidak kurang dari 5:1  
  3. Rasio debt service coverage sebesar 125%  
   
  Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
  tersebut di atas.  
                   
Ilustrasi 12.2 Pengungkapan Liabilitas Jangka Panjang (lanjutan)

                   
  b. Promes  
  Periode Tingkat  
Pembayara
  Mata Pokok Tanggal Tanggal n Bunga  
perjanjia pembayara
  Pemasok uang utang n n Bunga per tahun  
PT
  Huawei US$ 0,3 19-Jun-09 Semesteran Semesteran 6 bln LIBOR +2,5%
  (11-Jan-14 -  
  23-Jun-16)  
  PT ZTE  
20-Agust-
  Indonesia US$ 0,1 09 Semesteran Semesteran
6 bln LIBOR +1,5%
  (11-Feb-14- 6 bln LIBOR+2,5%
  15-Jun-16)  
   
  Berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dengan ZTE dan PT Huawei (Agreement of Frame
  Supply and Deferred Payment Arrangement), promes yang dikeluarkan Perusahaan kepada ZTE
  dan PT Huawei tersebut merupakan fasilitas pembiayaan pemasok tanpa jaminan untuk  
  pembayaran 85% dari nilai berita acara serah terima proyek-proyek dengan ZTE dan PT Huawei.
UTANGBAN
21. K  
  2013 2012
  Saldo terutang Saldo terutang
  Mata uang Mata uang  
  asal Setara Asal Setara
(dalam
  Kreditur     Mata uang jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
  BRI Rp - 3.035 - 4.011
  Sindikasi bank Rp - 2.426 - 1.950
  BNI Rp - 1.305 - 1.201
  BCA Rp - 858 - 1.564
  Bank Mandiri Rp - 722 - 1.417
  ABN Amro Bank N.V., Stockholm  
  ("AAB Stockholm") dan Standard  
  Chartered Bank US$ 55 673 68 659
  Bank CIMB Niaga Rp - 365 - 174
  Japan Bank for International  
  Cooperation ("JBIC") US$ 18 219 30 289
  Bank Bukopin Rp - 31 - -
  US$ 1 12 - -
  Bank Ekonomi Rp - - - 41
  US$ - - 0 3
  Lain-lain (masing-masing dibawah  
  Rp. 10 miliar Rp - 1 - -
  Jumlah 9.647 11.309
  Biaya perolehan pinjaman yang  
  belum diamortisasi (56) (51)
  9.591 11.258
  Utang bank yang akan jatuh tempo  
  dalam satu tahun (Catatan 18a) (3.956) (4.475)
  Bagian jangka panjang (Catatan 18b) 5.635 6.783
                   

Ilustrasi 12.2 Pengungkapan Liabilitas Jangka Panjang (Lanjutan)

Lihat Catatan 37 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi      


   
Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Desember 2013 adalah
sebagai berikut :  
   
Tingka
  Total t  
Pembayara
  Fasilitas n Periode suku  
Mat pembayara
  a (dalam Periode jadwal n bunga  
Peminja uan miliara pembayara per
  m g n) Berjalan n bunga tahun jaminan
Sindikasi bank  
Perusahaa 3 bln
  29 Juli 2008a n Rp 2.400 600 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
(BNI,BRI,da
  n (2010-2013) 1,20%  
  BJB)  
Perusahaa 3 bln
  16 Juni 2009a n Rp 2.700 675 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
  (BNI dan (2011-2014) 2,45%  
BRI)
19 Desember Dayamitr 3 bln
  2012 a Rp 2.500 - Semesteran Kuartalan JIBOR Aset tetap
  (BNI,BRI,dan Bank (2014-2020) 3,00% (Catatan 11) dan
  Mandiri)k piutag usaha
  (Catatan 6)
   
BC
A  
9 Juli 2009b&c Telkomse 3 bln
  dan l Rp 4.000 666 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
b&c
  5 Juli 2010 (2009-2016) 1,00%  
   
16 Desember 3 bln
  2010a Tll Rp 200 40 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
  (2011-2015) 1,25%  
   
Bank Mandiri  
9 Juli 2009 b&c Telkomse 3 bln
  dan l Rp 5.000 695 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
b&c
  5 Juli 2010 (2009-2016) 1,00%  
   
13 Oktober Perusahaa 3 bln
  2010a n Rp 3.000 1.000 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
  (2013-2015) 1,25%  
Dayamitr 3 bln
  20 Juli 2011a a Rp 1.000 160 Semesteran Kuartalan JIBOR Aset tetap
  (2011-2017) 1,40% (catatan 11)
  26 April 2013 GSD Rp 141 - Bulanan Bulanan 10,00% Aset tetap
  (2014-2018) (Catatan 11) dan
  kontrak sewa
  30 Oktober 2013 GSD Rp 70 - Bulanan Bulanan 10,00% Aset tetap
  (2014-2021) (Catatan 11),
  piutang usaha
  (Catatan 6),dan
  kontrak sewa
  30 Oktober 2013 GSD Rp 34 - Bulanan Bulanan 10,00% Aset tetap
  (2014-2021) (Catatan 11),
  piutang usaha
  (Catatan 6),dan
  kontrak sewa
ABN Amro Bank N.V.,  
  Stockholm  
  ("AAB Stockholm")  
  dan Standard  
  Chartered Bank  
30 Desember Telkomse 6 bln
  2009b&d l US$ 0,3 0 Semesteran Semesteran LIBOR Tidak ada
  (2011-2016) 0,82%  
BNI  
13 Oktober Perusahaa 3 bln
  2010a n Rp 1.000 286 Semesteran Kuartalan JIBOR Tidak ada
  (2013-2015) 1,25%  
23 Desember 3 bln
  2011a PIN Rp 500 43 Semesteran Kuartalan JIBOR Persediaan
  (2013-2016) 1,50% (Catatan7) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
28 November
  2012a Metra Rp 44 4 Tahunan Bulanan 10,25% Aset tetap
  (2013-2015) (Catatan 11) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
1 bln
  13 Maret 2013a&h Sigma Rp 300 35 Bulanan Bulanan JIBOR Aset tetap
  (2013-2015) 3,35% (Catatan 11) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
  26 Maret 2013a Metra Rp 60 15 Kuartalan Kuartalan 10,25% Aset tetap
  (2013-2016) (Catatan 11) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
1 bln
  2 Mei 2013a Sigma Rp 312 - Bulanan Bulanan JIBOR Aset tetap
  (2015-2021) 3,35% (Catatan 11) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
25 November
  2013a Metra Rp 90 - Kuartalan Bulanan 10,25% Aset tetap
  (2013-2016) (Catatan 11) dan
  piutang usaha
                      (Catatan 6)

Ilustrasi 12.2 Pengungkapan Liabilitas Jangka Panjang (lanjutan)

  24 Mei 2010g Balebat Rp 1 0,4 Bulanan Bulanan 11,00% Aset tetap


  (2010-2015) (Catatan 11),
  persediaan
(Catatan 7),
  dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
  31 Maret 2011 GSD Rp 24 3 Bulanan Bulanan 9,75% Aset tetap
  (2011-2020) (Catatan 11) da
  kontrak sewa
  31 Maret 2011 GSD Rp 13 2 Bulanan Bulanan 9,75% Aset tetap
  (2011-2019) (Catatan 11) da
  kontrak sewa
  31 Maret 2011 GSD Rp 12 2 Bulanan Bulanan 9,75% Aset tetap
  (2011-2016) (Catatan 11) da
  kontrak sewa
  9 September 2011 GSD Rp 41 4 Bulanan Bulanan 9,75% Aset tetap
  (2011-2021) (Catatan 11) da
  kontrak sewa
  9 September 2011 GSD Rp 11 3 Bulanan Bulaan 9,75% Aset tetap
  (2011-2015) (Catatan 11) da
  kontrak sewa
  2 Agustus 2012g Balebat Rp 4 1 Bulanan Bulanan 11,00% Aset tetap
  (2012-2015) (Catatan 11) da
  persediaan
(Catatan 7),
  dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
20 September 1.15 3 bulanan
  2012a TLT Rp 0 - Bulanan Bulanan JIBOR Aset tetap
  (2015-2030) 3,45% (Catatan 11)
20 September
  2012a TLT Rp 118 - Bulanan Bulanan 9,00% Aset tetap
  (2015-2030) (Catatan 11)
  10 Oktober 2012g Balebat Rp 1 0,5 Bulanan Bulanan 11,00% Aset tetap
  (2012-2015) (Catatan 11),
  persediaan
(Catatan 7),
  dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
  persediaan
(Catatan 7),
  dan
  piutang usaha
  (Catatan6)
Bank Ekonomi  
  10 September  
a&h
  2008 Sigma Rp 33 15 Bulanan Bulanan 9,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  (2009-2015) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
  7 Agustus 2009a&h Sigma Rp 35 3 Bulanan Bulanan 9,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  untuk dan
  beberapa piutang usaha
  cicilan (Catatan 6)
  (2009-2013)  
a&h
  7 Agustus 2009 Sigma Rp 20 7 Bulanan Bulanan 9,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  untuk dan
  beberapa piutang usaha
  cicilan (Catatan 6)
  (2009-2014)  
23 Februari
  2011a&h Sigma Rp 30 16 Bulanan Bulanan 9,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  (2011-2015) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
23 Februari US 0,00 0,000
  2011a&h Sigma $ 2 3 Bulanan Bulanan 6,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  (2011-2015) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
Bank Bukopin  
Patrako
  4 Agustus 2011i m Rp 9 2 Bulanan Bulanan 11,00% Aset tetap
(Catatan 11)
  (2012-2015) dan
  piutang usaha
  (Catatan 6)
Patrako
  28 Juni 2013 m Rp 35 1,5 Bulanan Bulanan 11,00% Aset tetap
  (2013-2016) (Catatan 11)
Patrako US 0,01 0,000
  18 Desember 2012 m $ 3 3 Bulanan Bulanan 6,50% Aset tetap
  (2013-2016) (Catatan 11)
                       
Ilustrasi 12.2 Pengungkapan Liabilitas Jangka Panjang (lanjutan)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Berikut adalah beberapa rasio keuangan yang terkait dengan liabilitas jangka panjang :
Total Uang
Debt ¿ equity ratio=
Total Equity
Total Uang
Debt ¿ asset ratio=
Total Aset
Total utang mencakup utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Rasio utang yang
lebih besar dibandingkan ekuitas maupun asset meningkatkan risiko suatu perusahaan.
Rasio keuangan lain terkait utang jangka panjang adalah Times Interest earned:
Laba sebelum Bunga dan Pajak
¿ Interest earned=
Beban Bunga
Rasio ini mengukur sejauhmana laba tersedia untuk menutupi beban bunga, yang
mencerminkan perlindungan bagi kreditur. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin tinggi
perlindungan bagi kreditur terkait pembayaran bunga.