MAKALAH
DASAR-DASAR MANAJEMEN
PEMBUATAN KEPUTUSAN
Dosen Pengampuh:
OLEH:
NURHALIZAH
1922050045
AKT 32 / B
AGRIBISNIS PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI
PANGKEP
TAHUN 2019 / 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena
berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Pembuatan Keputusan
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Manajemen.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Kami menyadari
makalah ini masih jauh dari sempurna baik isi maupun penulisannya, oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan
makalah ini kearah kesempurnaan.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembacanya dan bermanfaat
untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
pangkep,12 November 2019
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembuatan keputasan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan peranan
penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan menyangkut
keputusan jangka panjang yang dapat dibuat manajer. Dalam proses perencanaan, manajer
mengacu pada tujuan-tujuan organisasi yang akan di capai, sumber daya yang akan digunakan,
dan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Kualitas keputusan-keputusan
manajer akan menentukan efektifitas rencana yang disusun.
Pembuatan keputusan menggambarkan proses melalui serangkaian kegiatan dipilih sebagai
penyelesaian suatu masalah tertentu. George P. Hubber membedakan pembuatan keputusan dari
pembuatan pilihan dan dari pemecahan massalah. Di lain pihak, banyak penulis dan manajer
menggunakan istilah. “pembuat keputusan dan pemecahan masalah” sebagai istilah yang dapat
dipertukarkan, dan dalam makalah ini akan digunakann istilah pembuatan keputusan yang
mencakup artian keduanya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian dari pembuatan keputusan ?
2. Apa saja tipe-tipe keputusan ?
3. Bagaimana proses pembuatan keputusan ?
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan?
5.Implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan?
C. Tujuan
1.Mengetahui pengertian dari pembuatan keputusan
2. Mengetahui apa saja tipe-tipe keputusan
3. Mengetaui proses pembuatan keputusan
4. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
5 Mengetahui implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pengambilan Keputusan.
Menurut Robins (1997:236) berpendapat bahwa “Decision making is which on choses
between two or more alternative”. Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa hakikat
pengambilan keputusan ialah memilih tindakan tertentu baik secara pribadi maupun kelompok.
Suatu putusan ialah proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan tindakan
alternatif yang mungkin (Sutisna, 1985: 149). Demikian pula Drummond (1985) berpendapat
bahwa pengambilan keputusan merupakan usaha penciptaan kejadian-kejadian dan pembentukan
masa depan (peristiwa-peristiwa pada saat wpemilihan dan sesudahnya).
Dari pendapat para pakar manajemen diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengambilan
keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan memilih beberapa alternatif untuk
menetapkan suat tindakan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Tipe-Tipe Keputusan
Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan
situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan adalah
dengan menentukan apakah keputusan itu diprogram atau tidak. Keputusan-keputusan juga dapat
dibedakan antara keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Keputusan-keputusan yang diprogram adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan,
aturan atau prosedur. Keputusan-keputusan ini rutin dan berulang-ulang. Setiap organisasi
mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan tertulis atau tidak tertulis yang memudahkan
pembuatan keputusan dalam situasi yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan
alternatif-alternatif. Sebagai contoh, manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan
baru, karena organisasi pada umumnya mempunyai skala gaji untuk semua posisi;manajer juga
tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena prosedur-prosedur
untuk menangani masalah-masalah rutin telah tersedia.
Keputusan-keputusan yang tidak diprogram, di lain pihak, adalah keputusan yang berkenaan
dengan masalah-masalah khusus, khas atau tidak biasa. Bila suatu masalah yang timbul tidak
cukup diliput oleh kebijaksanaan atau sangat penting sehingga perlu penanganan khusus, harus
diselesaikan dengan suatu keputusan yang tidak diprogram. Beberapa contoh masalah yang
memerlukan keputusan-keputusan yang tidak diprogram antara lain, cara pengalokasian sumber
daya-sumber daya organisasi, penanganan lini produk yang jatuh di pasaran, atau cara perbaikan
hubungan dengan masyarakat.
Selain keputusan yang diprogram dan tidak diprogram juga dapat dibedakan tipe keputusan
yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Dalam kondisi kepastian, para manajer mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan
akan datang, karena tersedia informasi yang akurat, terpercaya dan dapat diukur sebagai dasar
keputusan. Dalam kasus ini, situasi di waktu yang akan datang adalah dapat diperkirakan dengan
pasti.
Dalam kondisi risiko manajer mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungkinan berhasil,
tetapi informasi lengkap tidak tersedia.
Dalam kondisi ketidak-pastian manajer tidak mengetahui probabilitas – bahkan mungkin
tidak mengetahui kemungkinan hasil-hasil. Kondisi ketidak pastian pada umumnya menyangkut
keputusan-keputusan kritis dan paling menarik.
Pembuatan keputusan dapat dilakukan lebih tepat dengan mempergunakan metode-metode
untuk mengantisipasi dan memperkirakannya. Akan di bahas pada sub bab selanjutnya
3. Proses Pembuatan Keputusan
Banyak manajer yang harus membuat suatu keputusan dengan metode-metode pembuatan
keputusan informal untuk memberikan pedoman bagi mereka. Sebagai contoh, manajer dapat
menggantungkan pada trdisi dam membuat keputusan sama seperti yang dibuat untuk masalah
atau kesempatan serupa di waktu yang lalu. Mereka juga dapat menarik wewenangnya dan
membuat keputusan berdasarkan nasehat dari seorang ahli atau manajer atasannya.
Mengambil keputusan adalah proses yang melibatkan banyak langkah. Simon (1960)
menyatakan empat tahapan berbeda dalam mengambil keputusan: kecerdasan, rancangan,
pilihan, dan implementasi.
Kecerdasan- terdiri atas menemukan, mengidentifikasi, dan memahami masalah yang terjadi
pada organisasi, mengapa masalah itu terjadi, dimana, dan akibat apa yang dialami perusahaan.
Rancangan- melibatkan identifikasi dan pencarian berbagai solusi masalah.
Pilihan- tentang memilih alternatif solusi yang ada.
Implementasi- tentang membuat alternatif yang dipilih dapat bekerja, dan tetap mengawasi
seberapa baik kerja solusi tersebut.
Proses dasar pembuatan keputusan rasional mencakup pemahaman dan perumusan masalah,
pengumpulan dan analisa data yang relevan, pengembangan alternatif-alternatif , penilaian
berbagai alternatif penyelesaian, pemilihan alternatif terbaik, implementasi keputusan dan
evaluasi terhadap hasil-hasil.
Tahap 1: Pemahaman dan perumusan masalah. Para manajer sering menghadapi
kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit diketemukan, atau bahkan sering
hanya mengidentifikasi gejala masalah bukan penyebab yang mendasar. Untuk itu
perlu menemukan masalah yang sebenarnya, dan kemudian menentukan bagian-
bagian yang harus dipecahkan.
Tahap 2: Pengumpulan dan analisa data yang relevan. Setelah menentukan dan
merumuskan masalah, Manajer kemudian menentukan data-data yang akan
dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.
Tahap 3: Pengembangan Alternatif-alternatif. Pengembangan sejumlah alternatif
memungkinkan manajer menolak kecenderungan untuk membuatkeputusan secara
tergesa-gesa dan membuat lebih mungkin pencapaian keputusan yang efektif.
Tahap 4: Evaluasi Alternatif-alternatif. Setelah mengembangkan sekumpulan
alternatif, mereka harus mengevaluasinya untuk menilai efektivitas setiap alternatif.
Tahap 5: Pemilihan Alternatif Terbaik. Pada tahapan ini pembuatan keputusan
merupakan hasil akhir dari evaluasi berbagai alternatif.
Tahap 6: Implementasi Keputusan. Pada tahapan ini dilakukan pembuatan rencana-
rencana untuk mengatasi berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai
dalam penerapan keputusan.
Tahap 7: Evaluasi Hasil-hasil Keputusan. Implementasi keputusan memerlukan
monitoring terus menerus guna mengevaluasi apakah Implementasi dilakukan dengan
lancar atau timbul masalah dalam pergerakannya.
Dari pemaparan diatas dapat kita jadikan sebagai salah satu refrensi dalam pembuatan suatu
keputusan.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut George R. Terry, faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan
sebagai berikut:
a. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berewujud, yang emosional maupun rasional perlu
diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
b. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
c. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan
orang lain.
d.Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan.
e. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini harus
diubah menjadi tindakan fisik.
f. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
g. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
h. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang
diambil itu betul.
i. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat 6 faktor yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan:
a. Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan.
Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang,
sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
b. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
c. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan
berbagai konsekuensinya.
d. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan
menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
e. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang
lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
REPORT THIS AD
f. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan
hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
5. Implikasi Manajerial Dalam Pengambilan Keputusan
Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang
baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari
masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah
terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.
Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan :
a. Gaya Direktif (Pengarahan)
adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan
cara berpikirnya yang rasional
b. Gaya Analitis
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap
ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional
c. Gaya Konseptual
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquitas
/ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga
d. Gaya Perilaku
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk
ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengambilan keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan memilih beberapa alternatif
untuk menetapkan suat tindakan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu
metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan adalah dengan menentukan apakah
keputusan itu diprogram atau tidak. Keputusan-keputusan juga dapat dibedakan antara keputusan
yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko, dan ketidak pastian.
Mengambil keputusan adalah proses yang melibatkan banyak langkah. Simon (1960)
menyatakan empat tahapan berbeda dalam mengambil keputusan: kecerdasan, rancangan,
pilihan, dan implementasi
Proses dasar pembuatan keputusan rasional mencakup pemahaman dan perumusan masalah,
pengumpulan dan analisa data yang relevan, pengembangan alternatif-alternatif , penilaian
berbagai alternatif penyelesaian, pemilihan alternatif terbaik, implementasi keputusan dan
evaluasi terhadap hasil-hasil.
Daftar Pustaka
https://jejakdiksi.blogspot.com/2016/04/makalah-pembuatan-keputusan-mata-kuliah.html
https://alianurafni.wordpress.com/2016/10/14/makalah-pengambilan-keputusan/