Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

“Dampak Asuransi Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi ”


Tugas Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

DISUSUN OLEH :
Muh Bukrim Habarin 1801315

Ira Sofyana Simatupang 1801296

Rahmi 1801244

Rezky Aulia 1801239

Mulyasia Mus Bunga 1801318

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar


Tahun 2019
Dampak Asuransi Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi

Pengertian Asuransi :
Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak
satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki
kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi
apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai
dengan perjanjian yang sudah dibuat)

I. Faktor-faktor yang mendorong timbulnya usaha asuransi

Ada beberapa faktor yang mendorong timbulnya usaha asuransi sebagai salah satu
bidang usaha yang tujuannya untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya
kerugian yang mungkin menimpa seseorang/lembaga, yaitu dengan cara memberikan
santunan/ ganti rugi kepada para peserta program asuransi yang terkena peril.

Adapun faktor – faktor tersebut antara lain :

1. Keinginan untuk memberikan kepastian kepada para peserta program asuransi /


tertanggung terhadap risiko kerugian yang dihadapi.
2. Dengan adanya kepastian, maka tertanggung akan merasa aman terhadap
bahaya kerugian. Jadi disamping memberikan kepastian maka asuransi juga
bertujuan memberikan rasa aman kepada para tertanggung.
Teori Hirarki A. Maslow mengatakan bahwa setiap orang selain ingin memenuhi
kebutuhan pokoknya ( makan, minum, pakaian, dan perumahan) juga berusaha
untuk melindungi dirinya dari segala ancaman bahaya (mendapatkan rasa
aman ) terhadap diri, harta benda maupun kepentingan. Setiap orang tentu
menginginkan bebas dari segala situasi yang dapat berpengaruh buruk terhadap
kedudukan sosialnya dalam masyarakat. Hal ini dapat dicapai antara lain dengan
mengalihkan situasi tersebut kepada perusahaan asuransi.
3. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan rasa khawatir
dan takut kepada pihak lain (perusahaan asuransi). Jadi di sini tujuan asuransi
adalah Menghilangkan kekhawatiran dan ketakutan tertanggung.
4. Dengan adanya asuransi, orang dapat mengalihkan risiko risiko tersebut kepada
perusahaan asuransi, orang akan berani berusaha di bidang bidang yang
berisiko, yang menjanjikan keuntungan yang lebih besar, sehingga dapat
mendorong terciptanya Keseimbangan ekonomi yang optimal.
II. PENGARUH ASURANSI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI

Berikut akan diuraikan beberapa contoh mengenai manfaat asuransi bagi mereka yang
terlibat langsung dalam asuransi, artinya bagi mereka yang menjadi nasabah dari suatu
perusahaan asuransi.

1. Memberi Rasa Aman


Bahwa Motivasi utama yang mendorong lahirnya usaha asuransi adalah
“dorongan naluriah” yang ada pada diri setiap orang, yaitu “ keinginan akan
rasa aman “. Hal mana dalam aspek psikologis mungkin diwujudkan dalam sikap
atau mungkin pula menimbulkan sikap baru, karena mereka menghendaki
adanya alat pemuas terhadap keinginannya (akan rasa aman).

Bila keinginan tersebut tidak terpuaskan maka akan timbul ketegangan yang
dapat menimbulkan reaksi reaksi tidak sehat. Artinya bila rasa aman tidak
terpenuhi reaksinya mungkin akan berbentuk rasa kekhawatiran atau ketakutan.
Sebaliknya dengan terpenuhinya rasa aman akan menghilangkan rasa
kekhawatiran , ketakutan terhadap ketidakpastian.

Dimana cara pemenuhan terhadap kebutuhan/keinginan rasa aman salah


satunya adalah melalui asuransi. Dengan adanya asuransi tersebut maka
sebagian besar dari ketidak pastian, yang berpusat pada keinginan untuk
memperoleh rasa aman terhadap bahaya tertentu akan dapat dihilangkan,
sehingga dapat menimbulkan suasana jiwa yang tenang serta rasa hati yang
damai.

2. Melindungi Keluarga dari Perpecahan


Perusahaan asuransi jiwa akan memberikan santunan bila tertanggung
meninggal dunia pada saat kontrak. Pemberian santunan tersebut akan
merupakan sesuatu yang benar-benar tepat, sebab datang pada saat sangat
dibutuhkan, yaitu kebutuhan dana untuk melanjutkan kehidupan keluarga, pada
sumber utama penghasilan terputus/hilang. Uang santunan yang diterima akan
merupakan salah satu alat untuk mempertahankan kerukunan dan keutuhan
keluarga.

3. Menghilangkan Ketergantungan
Sering kita jumpai bahwa perkembangan yang tidak menguntungkan yang
dialami seseorang adalah disebabkan oleh factor-faktor ekonomi/keuangan yang
dialami oleh oranglain, kepada siapa orang yang bersangkutan tergantung.
Misalnya: kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh kesuksesan dimasa
datang akan sangat dikuarangi karena tidak tersediany sumber-sumber dana
yang memadai akibat ketidak mampuan orang tuanya, karena sudah tdak
mampu bekerja,menganggur dan sebagainya.

Orang-orang tua yang kapasitas kerjanya sudah menurun akan dapat


mengakibatkan: menurunya tingkat penghasilannya, yang selanjutnya dapat
mengakibatkan menurunya standart kehidupanny,demolirasi,anak-anaknya tidak
dapat melanjutkan sekolah.kehidupannya menyandarkan diri pada ‘belas
kasihan’ orang lain dan sebagainya

Ketergantungan itu akan dapat dikurangi apabila sebelumnya (pada saat kondisi
orang tua masih sehat dan kuat) telah diatur suatu program asuransi untuk
mengantisipasi ketergantungan tersebut. Misalnya melalui program asuransi
beasiswa untuk menghindari ketergantungab anak bidang biaya untuk
pendidikannya. Dimana bila ketidak mampuan itu tiba atau orang tua meninggal
dunia sianak-anak akan mendapatkan biaya kelanjutan pendidikannya dari
perusahaan asuransi.

4. Menjamin Kehidupan Wanita Karier


Dewasa ini banyak wanita yang sengaja tidak memasuki janjang kehidupan
berumah tangga, karena ingin mengejar karier dan tidak mau menggantungkan
dirinya kepada orang lain, terutama dalam kebutuhan ekonomi.

Pada suatu saat mereka akan menghadapi masalah yang berkaitan dengan
pendanaan untuk penyediaan sarana pemenuhan kebutuhanannya,terutama
yang berkaitan dengan penurunan produktivitas kerjanya, baik yang berkaitan
dengan usia maupun kesehatan, Padahal mereka ini umumnya juga tidak mau
menerima bantuan baik dari keluarganya maupun dari lembaga-lembaga social
pada saat menghadapi masalah tersebut.

Masalah-masalah tersebut , terutama yang berkaitan dengan kemampuan untuk


dapat tetap berdiri sendiri dimasa depan akan dapat dipecahkan melalui program
asuransi yang tepat. dengan demikian para wanita karier dapat meniti kariernya
dengan baik, tanpa rasa kuatir terhadap masa depannya.

Hal ini sebetulnya dialami oleh hampir setiap orang, dimana orang yang sudah
berusia senja, meskipun menerima pensiun, jumlahnya umumnya kurang
memandai dibandingkan dengan kebutuhan. Dalam keadaan ini program
asuransi juga mempunyai peranan yang tidak kecil, sebab dengan santunan
yang didapat dari program asuransi akan memperbesar persediaan dananya
untuk menompang kehidupannya.
Dengan mengetahui dan menyadari bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut
dapat dipenuhi dengan baik melalui program asuransi dan mereka mau
memanfaatkannya, akan menimbulkan perasaan aman dan tentram kepada
yang bersangkutan. Jadi program asuransi akan membebaskan mereka
(terutama wanita karier) dari kehawatiran mengenai kondisi keuangannya
bilamana ia sudah tidak mampu lagi membiayai dirinya sendiri dari
penghasilannya sendiri pada saat itu.

5. Kontribusi Terhadap Pendidikan


Perusahaan-perusahaan asuransi jiwa telah jauh-jauh memberikan perhatian
khusus dalam masalah penyediaan dana bagi kelanjutan pendidikan anak-anak
setelah orang tua atau yang bertanggung jawab membiayainya meninggal dunia
atau menurunnya kemampuannya. Pada situasi yang demikian, sering anak
anak belum mampu mendapatkan Penghasilan sendiri, sehingga akan
mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan.
Untuk mengantisipasi kenyataan tersebut perusahaan-perusahaan asuransi jiwa
umumnya telah menyediakan berbagai bentuk asuransi, yang memungkinkan
anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya, meskipun orang tua/ walinya
meninggal dunia atau menurun kemampuannya

Aspek lain dalam kaitannya dengan masalah kelanjutan pendidikan, misalnya


seorang mahasiswa yang jauh dari orang tuanya, bila dia pada suatu ketika
mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dana yang mendadak, ( misalnya
biaya untuk menyusun skripsi ), maka bila dia mempunyai polis asuransi
kebutuhan tersebut maka akan dapat dipenuhi dengan mudah, dengan
mengadakan polis asuransinya kepada perusahaan asuransi yang bersangkutan
dan hal ini dapat dilakukan dengan mudah.

6. Kontribusi Terhadap Lembaga-lembaga Sosial


Sebagian besar dari lembaga-lembaga social yang memberikan jasa-jasa social
yang sangat penting bagi masyarakat (panti-panti asuhan, panti pendidikan
penderita cacad dan sebagainya), menggantungkan sebagian besar kebutuhan
dana operasionalnya dari sumbangan atau hadiah dari berbagai pihak (para
“Donatur“), yang umumnya terdiri dari para pengusaha.

Dalam kondisi perekonomian yang penuh dengan ketidak- pastian, mungkin


akan mengakibatkan timbulnya keragu-raguan bagi para donatur untuk tetap
memberikan sumbangan, karena ketakutan akan kehilangan harta kekayaan
atau tidak terjaminnya hari tuanya.
Tetapi bila para donatur tersebut telah mengasuransikan dirinya terhadap risiko-
risiko yang dimaksud, maka keragu-raguan dan ketakutan menjadi tidak ada lagi,
sehingga yang bersangkutan tetap dapat menjadi donatur yang setia, sehingga
akibatnya lembaga-lembaga social tetap dapat melaksanakan aktivitasnya
dengan sebaik-baiknya.

7. Memberikan Manfaat untuk Pemupukan Kekayaan


Setiap orang umumnya mempunyai pandangan dan rencana untuk dapat
memenuhi kebutuhan masa depannya sendiri maupun untuk orang-orang yang
tergantung kepadanya.

Sehubung dengan hal tersebut, seseorang dengan tingkat penghasilannya yang


diperoleh saat ini akan dapat menghitung atau menentukan jumlah kekayaan
yang diinginkan, yang dapat diakumulasikan selama jangka waktu tertentu.
Untuk mereralisir keinginan tersebut, salah satu cara yang dapat ditempuh
dengan menutup atau membeli polis asuransi untuk sejumlah kekayaan ( dana )
yang diinginkan. Dengan demikian kekayaan yang diinginkan tersebut pasti
dapat tersedia pada saat diperlukan, sesuai dengan yang telah direncanakan.

Ketidakpastian dikaitkan dengan penyediaan dana untuk mengatasi kerugian


akan dapat diatasi dengan mudah melalui program asuransi. Sebab dengan
membeli polis asuransi maka kapanpun dan berapapun kerugian yang terjadi
akan ditutup dengan santunan dari perusahaan asuransi.

8. Menyediakan Dana yang Dibutuhkan untuk Investasi


Meskipun Sebetulnya bukan merupakan fungsi utama dari asuransi, tetapi
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi telah berkembang
sedemikian rupa, sehingga memegang peranan yang cukup penting dalam
menyediakan dana yang dibutuhkan dalam berbagi macam kegiatan maupun
pembangunan ekonomi.

III. ASPEK PRODUKTIF DARI ASURANSI

PENGERTIAN
Dengan munculnya usaha asuransi, maka orang dapat memindahkan risiko-risiko
tersebut kepada perusahaan asuransi. Dengan demikian usaha-usaha untuk mencari
keuntungan yang lebih besar dengan risiko yang lebih besar pula dapat berjalan.

Peranan asuransi dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan sosial

1. Melengkapi Persyaratan Kredit


Bila seorang pengusaha besar yang bergerak dalam suatu bidang usaha tertentu
mungkin tersedia menanggung sendiri sejumlah risiko yang di hadapi. Misalnya
dengan mengatur sendiri dana asuransinya, dengan jalan menyisikan sebagian
dana untuk menanggulangi risiko-risiko tersebut (melakukan retensi ).

2. Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi


Kontrak-kontrak dalam asuransi umum/kerugian/ commercial insurance biasanya
mensyaratkan agar premi dibayar dimuka. Artinya premi harus di bayar terlebih
dahulu sebelum tertanggung menerima jasa dari perusahaan asuransi.
Dalam perjalanan hidupnya perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu
mengakumulir dana dalam jumlah yang tidak kecil, dana-dana yang berhasil
dikumpulkan tersebut biasanya ditanamkan di berbagai bidang usaha, baik
mendapatkan sumber biaya untuk pengoperasian kegiatan asuransi maupun
untuk menambah pendapatan. Jadi dana yang dihimpun oleh perusahaan
asuransi merupakan salah satu sumber dana yang sangat berarti dalam
mempercepat laju perkembangan ekonomi.

3. Mengurangi Biaya modal


Agar dapat menarik modal untuk membiayai bidang-bidang usaha yang berisiko
besar, maka tingkat pendapat/return/bunga yang akan diberikan kepada pemilik
modal harus tinggi pula.
Tingkat risiko dan pengembalian (return) adalah dua hal yang berkaitan erat dan
tidak dapat dipisahkan.

Contoh
 Orang mau beli obligasi pemerintah, meskipun bunganya rendah. Sebab
risiko obligasi pemerintah adalah sangat kecil.

Bagi dunia usaha yang berisiko tinggi dan risiko tersebut tidak dapat dialihkan
kepada lembaga lain, maka pemilik modal akan menuntut return atau bunga,
yang pada hakekatnya merupakan biaya modal, yang tinggi atas pemakaian
modalnya.
Sebaliknya bila risiko yang dihadapi itu dapat dialihkan/diasuransikan, sehingga
risiko yang dihadapi pemilik modal menjadi lebih kecil, maka pemilik modal akan
bersedia menerima tingkat bunga (return) yang lebih rendah. ini berarti biaya
modal yang harus ditanggung oleh perusahaan (pemakai modal) akan lebih
kecil.

4. Menjamin Kestabilan organisasi / Perusahaan


Saat ini umumnya para pemimpin perusahaan telah menyadari arti penting
asuransi sebagai salah faktor untuk menciptakan goodwill / hubungan yang
harmonis antara kelompok pimpinan dan kelompok karyawan, khususnya
asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan.

5. Penyediaan Pelayanan yang Profesional


Usaha asuransi saat ini sudah semakin banyak bergerak di bidang usaha yang
bersifat teknis, lebih-lebih dengan semakin pesatnya perkembangan bidang
teknologi, sehingga usaha usaha untuk memberikan bantuan teknis (yang
bersifat professional) baik kepada individu maupun perusahaan, semakin
disadari oleh perusahaan-perusahaan asuransi, agar individu atau perusahaan-
perusahaan yang di bantu dapat melakukan aktifivitasnya dengan baik dari
efisien.

6. Mendorong Usaha Pencegahan


Perusahaan asuransi melakukan usaha-usaha yang sifatnya mendorong
perusahaan/individu yang menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-
upaya pencegahan/melindungi diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan
kerugian.

7. Membantu Upaya Peningkatan Konservasi Kesehatan


Usaha lain yang dilakukan untuk menghindari/memperkecil penyebab timbulnya
kerugian adalah kampanye-kampanye yang dilakukan oleh perusahaan-
perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya maupun
kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan
kematian atau pemeliharaan kesehatan.

Fungsi Asuransi
Disamping sebagai bentuk pengendalian risiko (secara finansial), asuransi juga memiliki
berbagai manfaat yang diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Fungsi Utama (Primer):

a) Pengalihan Resiko

Sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko / kerugian


(chance of loss) dari tertanggung sebagai ”Original Risk Bearer” kepada satu
atau beberapa penanggung (a risk transfer mechanism). Sehingga
ketidakpastian (uncertainty) yang berupa kemungkinan terjadinya kerugian
sebagai akibat suatu peristiwa tidak terduga, akan berubah menjadi proteksi
asuransi yang pasti (certainty) merubah kerugian menjadi ganti rugi atau
santunan klaim dengan syarat pembayaran premi.

b) Penghimpun Dana

Sebagai penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan


dibayarkan kepada mereka yang mengalami musibah, dana yang dihimpun
tersebut berupa premi atau biaya ber- asuransi yang dibayar oleh tertanggung
kepada penanggung, dikelola sedemikian rupa sehingga dana tersebut
berkemang, yang kelak akan akan dipergunakan untuk membayar kerugian yang
mungkin akan diderita salah seorang tertanggung.

c) Premi Seimbang

Untuk mengatur sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilakukan


oleh masing – masing tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan
dengan resiko yang dialihkannya kepada penanggung (equitable premium). Dan
besar kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung dihitung berdasarkan
suatu tarip premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan.

2. Fungsi Tambahan (Sekunder) :

a) Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi)


Adalah untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian,
pengendalian kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan.
b) Sarana tabungan investasi dana
c) Sarana Pencegah & Pengendalian Kerugian