Anda di halaman 1dari 8

https://safetysign.co.

id/news/272/13-Poin-Penting-yang-Harus-Diketahui-Supervisor-
Tentang-Safety-Talk

Safety talk

Safety talk (disebut juga safety morning talk atau toolbox meeting) adalah
pertemuan yang dilakukan rutin antara supervisor dengan para pekerja atau
karyawan untuk membicarakan hal-hal mengenai K3, entah tentang isu terbaru,
regulasi, prosedur kerja, alat pelindung diri, potensi bahaya, dll.
Dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), safety
talk merupakan program K3 yang wajib disusun oleh setiap perusahaan yang
menerapkan SMK3 tersebut. Safety talk sangat penting dilakukan perusahaan sebagai
upaya untuk melindungi pekerja dari cedera dan meminimalisasi bahkan menghindari
kecelakaan kerja, sehingga kerugian fatal pada peralatan kerja maupun pekerja dapat
dihindarkan

Pada dasarnya, safety talk bertujuan untuk menginformasikan bahaya yang terdapat


dalam suatu pekerjaan dan cara mengantisipasinya. Topik yang paling sering dibahas
biasanya mengenai peringatan untuk mengutamakan keselamatan diri dengan cara
mengenakan alat pelindung diri (APD) dan peralatan sesuai dengan pekerjaan.

Peran penting safety talk inilah yang menjadi alasan mengapa materi safety talk perlu


disampaikan secara rutin dan berulang-ulang. Pengulangan ini bukan berarti para
pekerja dianggap belum tahu, tetapi inilah salah satu cara untuk terus mengingatkan
mereka akan pentingnya penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan dan juga
merupakan salah satu proses pembentukan budaya K3 di perusahaan.
13 Poin Penting yang Harus Diketahui Supervisor Tentang Safety Talk
Agar pelaksanaan safety talk di perusahaan Anda berjalan lancar dan efektif, ada
baiknya setiap supervisor memahami 13 poin penting mengenai safety talk di bawah ini:

1. Seberapa sering kita harus melakukan safety talk?


Disarankan melakukan safety talk secara berkala, misalnya seminggu sekali, sehingga
pekerja menjadi terbiasa dan menjadikan pertemuan ini sebagai bagian dari rutinitas
kerja.
 
2. Dimana lokasi yang tepat melaksanakan safety talk?
Pilihlah tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan. Mungkin Anda tidak ingin para
pekerja sulit berkonsentrasi dan melewatkan pesan keselamatan yang Anda sampaikan
karena lokasi yang bising, lokasi terlalu panas atau dingin. Jadi, pastikan di tempat
yang Anda pilih, semua pekerja yang hadir dapat mengikuti pertemuan dengan efektif.
 
3. Kapan waktu terbaik melaksanakan safety talk?
Pilihlah waktu yang tidak mengganggu aktivitas kerja dan dimana pikiran serta
konsentrasi pekerja masih segar dan fokus. Pagi hari sebelum memulai pekerjaan
adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan safety talk.
 
4. Berapa lama waktu pelaksanaan safety talk?
"Keep It Short & Simple (KISS)" adalah moto yang harus Anda pegang. Sampaikan
pesan keselamatan dengan ringkas, padat, dan jelas. Durasi pelaksanaan safety
talk idealnya berlangsung antara 5-15 menit. Sebagian
besar supervisor melaksanakannya dalam waktu 10 menit.
 
5. Materi atau topik keselamatan apa yang sebaiknya dibahas?
Sebaiknya Anda memilih topik yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan
dilakukan. Dalam menentukan topik safety talk, Anda dapat mempertimbangkan
beberapa hal berikut ini:

 Potensi bahaya apa yang terkait pekerjaan yang akan dilakukan


 Kecelakaan kerja atau near misses apa yang sering atau pernah terjadi terkait
pekerjaan yang akan dilakukan
 Pedoman kerja yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan
 Alat pelindung diri apa yang harus digunakan terkait pekerjaan yang akan
dilakukan

 
Isu atau informasi terbaru mengenai K3 atau berhubungan dengan pekerjaan yang
akan dilakukan juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan topik safety
talk. Misalnya, ada regulasi terbaru mengenai bekerja di ketinggian, jika hal itu
berhubungan dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan, Anda bisa menjadikan topik
tersebut sebagai materi safety talk.
 
6. Apakah supervisor harus memilih satu topik pembahasan saja?
Ya, topik pembahasan safety talk harus spesifik. Penyajian materi yang bertele-tele
hanya akan membuat suasana pertemuan jadi membosankan. Misalnya, Anda ingin
membahas mengenai bahaya di tempat kerja, mungkin Anda bisa menentukan bahaya
yang lebih spesifik seperti terpeleset atau bahaya terkena jatuhan benda dari atas dan
cara pengendaliannya.
 
7. Berapa lama persiapan yang harus supervisor lakukan untuk melakukan safety
talk?
Tidak banyak, namun bukan berarti Anda tidak mempersiapkannya sama sekali.
Setelah memilih topik, pastikan Anda telah mengetahui dan memahami pedoman K3
terkait topik yang diangkat dan buatlah catatan berupa poin-poin penting mengenai
materi safety talk. Anda bisa berdiskusi dengan supervisor lain untuk meminta saran
tentang hal-hal apa saja yang sebaiknya disertakan dalam catatan.
 
8. Apakah dalam penyampaian materi, supervisor hanya perlu membacakan poin-
poin yang telah ia buat?
Mungkin ini cara sederhana, namun bukan ide yang baik. Penyampaian materi dengan
cara membacakan akan membuat penyajian materi jadi membosankan dan tidak efektif.
Cobalah sebisa mungkin untuk menyampaikan materi dengan kata-kata Anda sendiri
dengan menjadikan poin-poin yang telah Anda buat sebagai referensi saja. Maka dari
itu, sangat penting bagi seorang supervisor untuk memahami materi yang akan ia
bahas pada safety talk.
 
9. Apakah menggunakan alat bantu visual dalam penyampaian materi
dibolehkan?
Tentu saja. Alat bantu visual dalam sebuah presentasi bisa menjadi sarana yang
ampuh dan efektif untuk meningkatkan dampak atau pengaruh terhadap audiensi
(pekerja). Penggunaan kata dan visual yang sesuai bisa menguatkan pesan yang ingin
disampaikan dalam presentasi. Untuk safety talk, Anda dapat menggunakan alat bantu
visual berupa gambar, grafik, video, atau peralatan pendukung yang berhubungan
dengan topik safety talk.
Misalnya, jika Anda berbicara tentang perkakas tangan yang rusak atau berbahaya,
Anda bisa menunjukkan contohnya kepada pekerja. Jika topik pertemuan membahas
tentang cara mengoperasikan forklift, ada baiknya Anda menunjukkan bagaimana hal
itu harus dilakukan.
10. Apakah supervisor harus mengajak para pekerja terlibat dalam diskusi?
Ya, Anda harus mengajak para pekerja untuk lebih aktif menyampaikan pendapat dan
mengajukan pertanyaan dalam safety talk. Anda bisa meminta pendapat mereka
mengenai topik yang dibahas. Selalu respons setiap pertanyaan yang diajukan oleh
pekerja. Ini penting, bagaimanapun keaktifan pekerja dalam safety talk dapat
mencerminkan kepedulian mereka mengenai penerapan K3 di tempat kerjanya.
 
11. Apa yang harus dilakukan supervisor untuk menanggapi pertanyaan yang
diajukan pekerja?
Jika pertanyaan yang mereka ajukan relevan dengan topik yang dibahas dan Anda
mengetahui jawabannya, berikanlah respons terbaik untuknya. Namun, jika Anda tidak
mengetahui jawabannya, katakan padanya bahwa Anda akan mencari tahu terkait
pertanyaan tersebut dan akan memberikan jawaban pada safety talk berikutnya.
Lain halnya jika pertanyaan tidak relevan dengan topik bahasan, katakan pada pekerja
tersebut bahwa Anda akan membahas secara pribadi setelah safety talk selesai.
 
12. Haruskah supervisor mendokumentasikan pelaksanaan dan kehadiran
pekerja?
Ya, setiap pekerja yang menghadiri pertemuan harus menandatangani formulir safety
talk yang telah disediakan. Anda sebagai supervisor juga harus membuat MOM
(Minutes of Meeting) dari topik yang didiskusikan, termasuk keluhan, permasalahan,
dan saran dari audiensi, serta pastikan Anda menindaklanjutinya.
Follow up pertanyaan yang tidak bisa dijawab saat safety talk. Pastikan safety
talk terdokumentasikan dengan baik, seperti foto pelaksanaan dan absensi pekerja
yang hadir. Dokumentasi pelaksanaan safety talk dapat digunakan sebagai bukti bahwa
pekerja telah mendapatkan informasi keselamatan secara spesifik, juga sebagai
pedoman memberikan pelatihan kepada pekerja.
 
13. Adakah saran agar safety talk lebih efektif?
Berikut adalah teknik yang dapat digunakan supervisor agar pelaksanaan safety
talk lebih efektif, antara lain:

 Prepare (Lakukan persiapan sebaik mungkin, cari referensi sebanyak-


banyaknya dan pahami materi safety talk yang akan Anda sampaikan)
 Pinpoint (Fokuslah pada tujuan dan tetaplah sederhana, berikan poin-poin
kunci. Jangan membuat bosan audiensi dengan memberi penjelasan yang
menyeluruh dalam satu sesi. Fokus pada satu topik pembahasan)
 Personalize (Jalin komunikasi dua arah antara supervisor dengan pekerja dan
sesekali menggunakan humor. Ini akan menjadikan pertemuan lebih akrab dan
hangat serta menjaga audiensi tetap memperhatikan Anda. Hal ini juga
memungkinkan mereka untuk lebih mengingat apa yang telah dibahas)
 Pictorialize (Sajikan materi safety talk tidak hanya secara lisan, namun dalam
bentuk visual juga. Gunakan alat bantu visual, berupa gambar, grafik, video, atau
peralatan pendukung lainnya bila memungkinkan)
 Prescribe (Pastikan Anda menyampaikan topik pembahasan secara tepat
kepada audiensi tentang apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan
agar mereka dan rekan kerjanya bekerja dengan aman dan selamat)

Sebagai supervisor, pastikan Anda memahami poin-poin penting mengenai safety


talk di atas. Meski hanya berlangsung dalam hitungan menit, pelaksanaan safety
talk harus dipersiapkan sebaik dan se-efektif mungkin. Pastikan para pekerja yang
terlibat memahami penjelasan Anda pada safety talk.
http://safetynet.asia/pentingnya-selalu-canangkan-safety-talk/

Safety talk atau safety meeting merupakan sebuah cara untuk selalu mengingatkan
kepada para pegawai tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja di area
kerja. Biasanya materi yang diberikan melalui safety talk ini sifatnya spesifik kepada
lingkungan kerja dan tidak harus selalu dilakukan di ruang yang khusus. Cukup dengan
memberikan briefing di area terbuka, karena pada dasarnya seorang pimpinan hanya
memberitahukan bagaiaman selalu menjalankan aturan dari kesehatan dan
keselamatan kerja itu sendiri.

Kenapa harus diadakan safety talk atau safety meeting?


Manfaat safety meeting atau Safety talk yaitu untuk pengenalan dan pengingat segala
jenis aturan-aturan dari kesehatan dan keselamatan kerja, agar sebuah aktivias
pekerjaan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu safety talk berguna
juga untuk selalu mengantisipasi dan lebih menyadarkan para pekerja tentang
pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja.

Banyak kecelakaan kerja yang terjadi sampai sekarang adalah di karenakan


keteledoran para pekerja itu sendiri. Para pekerja tidak begitu sadar akan keselamatan
kerja. contoh, tidak menggunakan alat keselamatan kerja sesuai dengan standar yang
berlaku, tidak mematuhi aturan pekerjaan sesuai dengan rules yang sudah diberikan
oleh perusahaan dan lain sebagainya.

Cara melakukan safety talk yang efektif dan efisien adalah dengan merangkum
kumpulan materi safety meeting antara lain:

 materi yang menjadi pembahasan mempunyai hubungan denga area kerja


atau medan kerja dari semua pegawai
 Cara menyampaikan materi usahakan dengan bahasa yang jelas dan singkat
(tidak perlu terlalu bertele-tele yang justru membuat para pegawai tidak
menangkap maksud dari materi tersebut)
 Lakukan contoh bagaimana mengatasi dan menanggulangi kecelakaan kerja
di area kerja. Lakukan dengan contoh
 Selalu mencatat dalam sebuah note yang tertera tema dari materi safety talk,
catat tanggal dan jamnya juga. Hal ini berguna sebagai pengingat kepada
para pegawai bahwa materi tersebut sudah pernah di sampaikan dalam
sebuah forum safety talk. Dengan begitu para pegawai akan selalu kontrol
dalam menjalan setiap pekerjaan yang dilakukan di area kerja.

Pentingnya memberikan pengarahan dalam bentuk forum atau briefing safety talk ini.
Banyak para pegawai yang tidak mendapatkan materi safety talk dari perusahaannya
bernaung, akibatnya karena kurangnya pengetahuan tentang cara-cara melakukan
pekerjaan dengan baik sesuai dengan bagian-baigian nya masing-masing para pegawai
sering mengalami kecelakaan kerja.

Selain daripada kecelakaan kerja, Kesehatan kerja juga sangat penting. Kesehatan
kerja yang dimaksud adalah penataan ruang atau penataan area kerja yang afisien dan
tidak mengganggu jalannya aktivitas kerja. Kebersihan sangat mempengaruhi kinerja
para pegwai, Jika area kerja tidak rapi dan cenderung kotor, pekerja yang sering
melakukan pekerjaan yang kotor akan mudah terkena bakteri dan akhirnya akan
menyebabkan penyakit.

Jika penyakit ini menyerang pegawai satu persatu, perusahaanlah yang akan mendapat
kerugian karean pasti banyak para pekerja yang sering ijin tidak masuk kerja
dikarenakan sakit. Jika perusahaan menyepelekan hal ini, bisa dipastikan perusahaan
sadar atau tidak sadar akan mengalami kerugian secara finansial karena kurangnya
perhatian terhadap kesehatan dan keselatan kerja.

Selain daripada itu, kesehatan dan keselamatan kerja sudah tertera pada undang-
undang mengenai hak dan kewajiban terhadap kesehatan dan keselamatan keraj. Jika
para pekerja tidak mendapatkan hak nya yaitu kesehatan dan keselamatan kerja,
pekerja dapat melaporkannya ke dinas tenaga kerja.
https://surabaya.proxsisgroup.com/11-tips-penting-agar-safety-meeting-disukai-para-
karyawan-anda/
11 Tips Penting Agar Safety Meeting disukai Karyawan Anda
Melakukan safety meeting secara rutin adalah komponen kunci dari setiap program
keselamatan kerja yang terorganisir. Seperti yang kebanyakan Anda bisa buktikan,
membuat orang mau memperhatikan atau berpartisipasi bukanlah hal yang mudah.
Kadang Anda harus kembali ke dasar untuk benar-benar menemukan mengapa
partisipasi dalam meeting Anda kurang. Berikut 11 Tips untuk membuat safety meeting
Anda lebih menarik :
1. Persiapan sebelum Safety Meeting. Anda dapat tetap up-to-date tentang isu-isu
seputar keselamatan kerja dengan terus membaca berita mengenai K3 kemudian
membahasnya dengan ahli K3. Alat bantu visual seperti rekaman video juga dapat
meningkatkan kemampuan Anda dalam berbicara. Pastikan Anda melihat setiap
rekaman video atau slide yang akan Anda gunakan, dan periksa apakah video player
atau proyektor bekerja dengan baik.
2. Mulai dan akhiri rapat tepat waktu. Jika Anda berjanji untuk melakukan rapat
dengan singkat, maka lakukanlah.
3. Amati aturan FTTS. Fokus pada Tujuan dan Tetap Sederhana. Berikan penjelasan
hanya pada poin-poin kunci. Jangan membuat bosan peserta dengan memberi
penjelasan secara menyeluruh dalam satu sesi. Dalam hal ini, kurang berarti lebih!
4. Tetapkan agenda Anda. Jadilah cukup fleksibel untuk menanggapi respons dari
para peserta, tapi pastikan untuk tidak lepas dari topik. Kontrol setiap pertemuan –
jangan biarkan berubah menjadi jam sosial atau sesi jual beli.
5. Buatlah Peserta Bertanya. Ingatkan peserta bahwa tidak ada pertanyaan yang
bodoh. Semua orang belajar ketika seseorang mengajukan pertanyaan. Pertanyaan-
pertanyaan ini juga akan membuat Anda tahu apakah peserta memperhatikan Anda
atau tidak.
6. Anda tidak harus memiliki semua jawaban. Jika Anda tidak tahu, mungkin Anda
dapat merujuk pertanyaan kepada pekerja lain yang berpengalaman dalam kelompok.
Atau berjanji untuk mencari tahu hal terkait dalam masalah tersebut dan melaporkan
kembali pada safety talk berikutnya.
7. Temukan cara untuk melibatkan anggota kelompok. Ini akan membuat mereka
tertarik dan membantu mereka untuk mengingat bahasan yang telah didiskusikan.
Mintalah mereka untuk memberikan contoh bahaya dan perlindungan terkait dengan
topik tersebut. Bisa juga meminta setiap orang untuk memilih pasangan, dan mereka
bergiliran berlatih teknik keselamatan sesuai pembahasan.
8. Gunakan Humor. Ini akan menjaga agar peserta tetap memperhatikan Anda. Hal ini
juga memungkinkan mereka untuk lebih mengingat apa yang telah dibahas.
9. Tunjukkan ketertarikan Anda terhadap topik dan para peserta. Persilakan
peserta untuk berkomentar dan bertanya. Jika Anda antusias, peserta bisa jadi lebih
antusias. Ulangi komentar mereka dalam kata-kata Anda sendiri untuk memastikan
Anda mengerti.
10. DENGARKAN apa yang peserta katakan kepada Anda. Ingat bahwa
mengadakan safety talk mingguan adalah cara terbaik untuk tetap berhubungan
dengan masalah keamanan saat ini. Hal tersebut juga adalah cara terbaik untuk
menekankan setiap prestasi keselamatan yang telah diperoleh oleh kelompok. Jika
Anda berjanji untuk menindaklanjuti kekhawatiran keamanan untuk (atau sebelum)
pertemuan yang akan datang – adalah sangat penting untuk melakukannya.
11. Perlakukan peserta Meeting dengan hormat. Perlu diingat bahwa mungkin
banyak yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di tempat kerja dan beberapa
mungkin telah benar-benar membantu mengembangkan beberapa prosedur keamanan
yang sedang dibahas. Ketika Anda berbicara tentang topik keamanan yang akrab bagi
mereka, jadikanlah sebagai review. Ingatkan mereka bahwa pekerja yang
berpengalaman pun kadang-kadang bisa hanyut ke kebiasaan yang tidak aman selama
periode waktu tertentu – bahkan jika mereka tahu lebih baik. Undang pekerja
berpengalaman untuk mengomentari isu atau menunjukkan teknik untuk grup – ini akan
membuat mereka tetap terlibat.
Akhiri pertemuan Anda dengan catatan positif dengan menjumlahkan poin-poin penting
yang telah diuraikan dan tindakan lebih lanjut yang akan diambil sebagai hasil dari
safety talk tersebut. Ingatlah untuk berterima kasih kepada para peserta atas
keterlibatan mereka.