Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
JOBSHEET PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM : IV INSTALASI STOP KONTAK, SAKLAR 1 X 100”
SERI DAN LAMPU
DOSEN 1. Prof. Dr. Baharuddin, S.T, M.Pd
2. Eka Dodi Suryanto, S.Pd, M.T

A. Tujuan
1) Mahasiswa mampu dan terampil melakukan perencanaan instalasi penerangan listrik rumah tinggal
2) Mahasiswa mampu dan terampil melakukan pemasangan instalasi penerangan listrik rumah tinggal
3) Mahasiswa mampu dan terampil melakukan menghitung daya/beban listrik rumah tinggal

B. Dasar Teori
1. Kabel NYA
Pengkodean pada kabel NYA :
 N adalah kabel tembaga pejal
 Y adalah PVC
 A adalah kabel berisolasi
Dalam satu kabel hanya terdiri dari satu core.Terdiri dari macam – macam warna (merah, kuning, hitam, dan
biru).Untuk pemasangan tetap diluar jangkauan tangan, boleh dipasang terbuka tetapi harus menggunakan rol
isolator atau pipa.

2. Sambungan Ekor Babi ( Pig Tail )


Sambungan Ekor Babi adalah cara menyambung kabel yang paling sederhana, berbentuk menyerupai ekor
babi. Sambungan ini digunakan menyambung atau mencabangkan satu atau beberapa kabel pada satu titik
yang disambungkan dengan cara memuntrkan ke atas secara rapat.
3. Saklar Seri
Sakalar seri adalah sebuah saklar yang dapat menghubungkan dan memutuskan dua lampu, atau dua
golongan lampu baik secara bergatian maupun bersama – sama. Saklar ini sering disebut juga saklar deret.
 cara pemasangan saklar seri :

 Warna Hitam muatan arus positif masuk ke terminal satu langsung juga ke terminal dua biasa dikatakan
oleh beberapa teknik listrik dikople.
 Warna Biru muatan arus negatif langsung menuju ke bola lampu.
 Warna Merah muatan arus positif dimana bisa teraliri jika tombol ditekan.

4. Saklar Tunggal
Sakelar tunggal adalah sakelar yang berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan satu buah lampu atau
satu kelompok lampu dari satu tempat.
 cara pemasangan saklar tunggal :
 Warna Hitam adalah muatan arus positif menuju pada terminal satu (bisa dipasang dipinggir atau
ditengah)
 Warna Biru adalah muatan arus negatif yang langsung menuju pada bola lampu.
 Warna Merah

5. Stop Kontak

Stop kontak adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai muara penghubung antara peralatan listrik dan
aliran listrik juga bisa disebut kotak sumber tegangan listrik yang siap pakai.
 Berdasarkan tempat pemasangannya, stop kontak terbagi menjadi :
a) Stop kontak in box
Stop kontak yang dipasang dalam tembok.
b) Stop kontak out box
Stop kontak yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok jika berfungsi
sebagai stop kontak portable.
 Berdasarkan bentuknya, terdapat beberapa macam stop kontak yaitu
a) Stop kontak dengan hubungan tanah
b) Stop kontak tahan air (tetesan air)

6. Fitting
Fitting atau tempat dudukan lampu adalah suatu alat untuk menghubungkan lampu dengan kawat-kawat
jaringan listrik agar aman. Berdasarkan pemakaiannya bentuk fitting dibedakan menjadi beberapa macam,
yaitu fitting tempel, fitting yang digantung, fitting bayonet, gabungan fitting dengan stop kontak dan lain-lain.
Fitting adalah soket lampu atau lampu pas
Fitting : tempat dipasangnya lampu
fitting : pemutus arus listrik
Lampu emergency fitting pakai remot
Lampu emergency plus fitting pakai remot sangat cocok digunakan, karena otomatis lampu lednya akan
menyala, biasa ditengahnya dipasang lampu listrik, karena fitting ini memunyai 2 fungsi sbg lampu emergency
dan fitting lampu PLN, cara pasang cukup mudah tinggal pasang difitting lampu listrik, kemudian bola lampu
listrik kita pasang di tengah, utk on off kita tinggal tekan remotnya.
FITTING lampu adalah sebuah alat listrik yang fungsinya sebagai tempat dudukan lampu, lampu pijar, neon,
TL, downlight dan jenis lampu lainnya.
Juga sebagai alat untuk mendistribusikan (menyalurkan) arus listrik dari rangkaian listrik ke lampu seperti :
lampu pijar, neon, TL, downlight, dan jenis lampu- lampu lainnya.

7. Lampu
Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah lampu listrik yang memanfaatkan gas NEON dan lapisan Fluorescent
sebagai pemendar cahaya pada saat dialiri arus listrik. Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada
saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron
pada gas tersebut bergerak dan memendarkan lapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL. Karakteristik
Lampu TL (Fluorescent Lamp) Karakteristik dari lampu TL ini, adalah mampu menghasilkan cahaya output
per watt daya yang digunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp). Sebagai contoh,
sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens
pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten)
menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampu bolam adalah
53 : 16. Efisiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengan daya listrik
yang digunakan.
Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp) Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu
TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter
untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini
akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat
aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL
ini terionisasi. Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung
starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan
menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada
tabung lampu TL tersebut. Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi
penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan
tampak berkedip.

A. Alat dan Bahan

No Uraian Materi Satuan Vol Keterangan


A Bahan
Circuit Breaker
1 (CB) Pc 1
2 Saklar tunggal Pcs 1
3 Stop kontak Pcs 1
4 Fitting Pcs 1
5 Lampu pijar Pcs 1
Kabel NYA 1.5
6 mm meter
Hitam
Biru
kuning + hijau
7 Pipa paralon 5/8 meter
8 Klem 5/8 Pcs
9 Elbo Pc
10 Isolasi /lasdop
11 T.Dost Pcs
12 Baut ulir Pcs
13 Tusuk kontak Pc
B Alat
1 Tang Kombinasi Pc 1
2 Tang Buaya Pc 1
3 Tang potong Pc 1
4 Obeng (+) Pc 1
5 Obeng (-) Pc 1
6 Gergaji besi Pc 1
7 Palu Pc 1
8 Testpen Pc 1
9 Multi meter Pc 1

D. Prosedur Kerja

1. Bacalah lembar kerja dengan teliti, telaah gambar rangkaian yang diberikan, dan tentukan alat dan bahan
yang akan digunakan
2. Persiapakan alat dan bahan yang dibutuhkan.
3. Tandaidengan kapur tulis tata letak pemasangan komponen-komponen yang akan dipasang sesuai dengan
gambar kerja.
4. Pasangkan komponen-komponen seperti MCB, saklar tunggal, stop kontak, dan lampu pijar sesuai dengan
tata letak yang telah digambar.
5. Potong pipa sesuai ukuran yang ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan memotong kabel NYA sesuai
ukuran dengan ditambah toleransi 10 %.
6. Masukkan kabel NYA kedalam pipa sesuai dengan ukuran dan jumlah yang ditentukan, kemudian klemkn
pada posisi yang telah ditandai.
7. Kupas sepanjang 3 cm semua ujung kabel dalam kotak cabang. Sambungkan dengan jenis sambungan
ekor babi.
8. Hubungkan kabel pada komponen masing-masing sesuai tata letak komponennya, seperti MCB, saklar
tunggal, stop kontak, dan lampu pijar
9. Periksalah rangkaian yang telah dipasang apakah telah benar
10. Jika rangkaian telah benar, tutuplah semua sambungan kabel yang ada pada kotak cabang dengan
menggunakan isolasi listrik atau menggunakan lasdop.
11. Laporkan hasil praktek kepada dosen.
12. Apabila hasil praktek telah disetujui, bukalah semua komponen dengan hati-hati.
13. Kembalikan semua alat dan bahan yang telah digunakan.
14. Bersihkan ruang kerja saudara terhadap sampah dan debu jika telah selesai istirahatlah di luar ruangan.
E. GAMBAR KERJA

F. TUGAS
1. Gambar diagram pengawatan berdasarkan gambar kerja pada jobsheet 6.
2. Gambar menggunakan Software atau pun menggunakan kertas gambar.
3. Kirimkan hasil gambar anda ke SIPDA sesuai jadwal yang ditentukan.
4. Jangan copy paste gambar teman anda karena dapat mengurangi nilai anda.