Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Instalasi listrik adalah suatu rangkaian yang menghasilkan sebuah aliran listrik,
bisa berupa sebuah lampu ataupun sebuah sumber listrik. Instalasi listrik terdiri dari
sebuah skaklar ,stopkontak dan lampu secara sederhana , input sakelar dapat sumber fasa
kemudian outputnya menuju ke beban dimana beban itu adalah lampu, dan harus ada
kabel netral dilampu. Sehingga lampu tersebut akan nyala apabila sakelar di “ON” kan.

Bangunan gedung baik untuk rumah tinggal, kantor, sekolahan yang dilengkapi
sarana pendukung listrik dalam membangun agar dapat berfungsi dan dihuni dengan
baik, nyaman serta memenuhi keselamatan memerlukan perencanaan gambar instalasi
listrik yang cermat dengan mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan dalam dunia
teknik listrik. Gambar instalasi listrik memegang peranan yang sangat vital dan
menentukan dalam suatu perencanaan instalasi, karena hanya dengan bantuan gambar
suatu pekerjaan pemasangan instalasi dapat dilaksanakan .

Adakalanya listrik dirumah kita mengalami gangguan akibat dimakan usia ataupun
kualitas kabel instalasi yang buruk, namun sebagian besar orang takut dengan listrik hal
ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang listrik. Oleh karena itu diadakan
praktikum oleh mahasiswa untuk mempelajari dan memahami sistem instalasi listrik
yang baik dan benar mengenai cara menentukan fasa dan nol.

1.2 Batasan Masalah


Dapat memahami tentang fasa dan nol serta, memahami pengertian, kegunaan
isolator, memahami pengertian dan kegunaan tespen dan kabel N.Y.A.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian tegangan fasa dan nol ?
2. Apa pengertian dan kegunaan dari tespen dan kabel N.Y.A?
2. Mengapa pada saat tubuh diberi tegangan listrik tidak dirasakan adanya setrum ?
3. Apa saja kegunaan isolator ?
4. Apa perbedaan fasa, nol dan ground ?
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari diadakan praktikum ini adalah :

1.4.1 Tujuan Umum

Mahasiswa dapat memahami tentang fasa dan nol, memahami kegunaan


isolator, memahami tespen dan kegunaannya serta dapat memahami kabel N.Y.A.

1.4.2 Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu membedakan tegangan fasa nol dan ground dengan


menggunakan test pen.
2. Mahasiswa mampu menerapkan dan mengetahui kegunaan isolator listrik.
3. Mahasiswa mampu menganalisa mengapa pada saat tubuh diberi tegangan
listrik tidak dirasakan adanya setrum apabila bagian tubuh tidak menyentuh
lantai.

1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa dapat membedakan tegangan fasa, nol dan ground.
2. Mahasiswa dapat menganalisa mengapa pada saat tubuh diberi tegangan
listrik tidak dirasakan adanya setrum.
3. Mahasiswa dapat memahami tentang kabel N.Y.A dan kegunaan tespen
1.5.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa mampu membedakan dan memahami antara fasa, nol dan
ground dengan menggunkan tespen.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Fasa, Nol dan Grond

Pada ilmu listrik satu fasa, kita sering mendengar istilah kabel fasa, netral, dan
ground. Untuk kabel fasa sudah jelas yaitu kabel yang mengandung tegangan. Ciri utama
dari kabel fasa adalah ketika ditestpen akan menyala. Sedangkan untuk kabel netral atau
nol dan ground masih banyak orang bingung sehingga mengganggap sama antara netral
dan ground. Fasa memiliki aliran listrik, jadi bila bersentuhan dengan kilit maka kita
akan kena strum/kesetrum.

Fasa berawal dari jala-jala PLN yang tersambung dari tiang-tiang listrik lalu menuju
rumah kita. sebelum dipakai, fasa akan melewati KWH atau meteran, lalu menuju MCB
untuk selanjutnya disebar ke stopkontak, saklar, lampu dll. Kabel ini selalu beriringan
dengan kabel negatif. Untuk memastikan suatu kabel fasa adalah dengan mencobanya
dengan tespen, tespen akan menyala pada kabel ini. Selain itu kita dapat menyusuri jalur
kabel langsung, fasa akan melewati MCB sebelum disebar ke stopkontak atau saklar.

Kabel netral adalah kabel bermuatan listrik rendah (mendekati nol) dan dipakai
sebagai acuan. Seperti kita ketahui, agar terjadi aliran arus listrik maka harus ada beda
potensial. Untuk itu, apabila kita hanya menggunakan kabel fasa masuk dalam
komponen listrik, misalnya lampu, maka lampu tidak akan menyala. Apabila kita
tambahkan kabel netral maka akan terjadi beda potensial antara kabel fasa dan netral
yang melewati lampu tadi sehingga lampu menyala. Ciri dari kabel ini adalah apabila
ditestpen maka testpen tidak menyala.

Kabel ground berfungsi sebagai proteksi apabila terjadi kebocoran arus. Kebocoran
arus adalah apabila isolasi kabel atau perangkat elektronik rusak, maka arus listrik bisa
mengalir di konduktor yang bersentuhan dengannya. Misal ada kabel kulkas yang
mengelupas, akan berbahaya jika kabel yang terkelupas ini menempel di body kulkas
yang terbuat dari besi/alumunium karena menyebabkan body kulkas memiliki arus listrik
dan bisa menimbulkan sengatan listrik apabila terpegang. Sesuai namanya, kabel ground
adalah kabel yang terhubung ke tanah/bumi yang akan membuang arus bocor tadi ke
tanah. Karena berfungsi sebagai proteksi, arus listrik tetap bisa mengalir hanya dengan
kabel fasa dan netral.

Pada pengukuran listrik antara fasa dengan netral dan fasa dengan ground akan
diperoleh hasil yang hampir sama. Akan tetapi, kabel netral dan ground adalah suatu
yang berbeda jika kita menggunakan kabel fase dan ground dalam instalasi bisa
dikatakan kita membuang listrik karena langsung disalurkan ke tanah. Pada sisi
pembangkit listrik, kabel netral pada akhirnya juga ditanahkan(di-ground-kan), tetapi
kabel ground tetap diperlukan sebagai proteksi agar arus bocor segera terbuang dan tidak
membahayakan

Gambar 2.1 Fasa, Netral (nol) dan Ground

2.2 Isolator Listrik

Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atau sulit menghantarkan listrik. Bahan
isolator memiliki sedikit sekali electron bebas karena elektron valensinya terikat kuat
pada atom-atomnya. Akibatnya akan sulit sekali terjadi arus listrik pada sebuah bahan
isolator, karena sebuah bahan dikatakan dialiri arus ketika ada electron yang berpindah
dari satu sisi kesisi yang lain. Bahan yang tergolong isolator adalah kaca,ebonite,
marmer, karet, plastik, sutera, parafin, udara kering, porselin, dan sirlak. Isolator yang
sempurna adalah hampa udara (vakum)

Contoh manfaat benda isolator dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk


mengangkat wajan atau panci kita membutuhkan kain untuk memegang gagang wajan/
panci agar tidak panas. Susuk atau solet ujungnya terbuat dari plastik agar tidak terasa
panas ketika sedang digunakan. Pengangan solder terbuat dari plastik atau karet agar
tidak membahayakan kulit karena solder sangat panas

Fungsi utama isolator adalah untuk menyekat/ megisolasi penghantar dengan tanah
dan antara penghantar dan penghantar. untuk memikul beban mekanis yang disebabkan
oleh berat penghantar tetap (tidak berubah) dan untuk menjaga jarak antara penghantar
tetap.

Gambar 2.2 Isolator

2.3 Tespen

Tespen atau Test Pen merupakan salah satu alat yang paling sering digunakan oleh
para Teknisi Listrik dalam melakukan pekerjaannya. Bentuknya yang relatif kecil dan
mirip seperti sebuah Pena membuatnya sangat mudah untuk dibawa kemana-mana.
Ujung Test Pen yang yang berbentuk “Minus” dapat dijadikan sebagai Obeng untuk
melonggarkan atau mengetatkan sekrup (screw). Jadi Test Pen pada dasarnya adalah
suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui atau mengecek apakah sebuah
penghantar listrik memiliki tegangan listrik atau tidak. Penghantar listrik yang dimaksud
disini dapat berupa Kabel listrik, Kawat listrik maupun Stop Kontak listrik.

Berbeda dengan Multimeter, Test Pen tidak dapat digunakan untuk mengukur
seberapa tingginya suatu Tegangan Listrik di sumber penghantar listrik tersebut, Test
Pen hanya dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik di suatu
penghantar listrik dengan sebuah Indikator lampu. Jika terdapat listrik di Stop Kontak
atau Kabel listrik, maka lampu Indikator akan menyala, jika tidak ada aliran listrik maka
lampu Indikator tidak akan menyala.
Gambar 2.3 Tespen

2.4 Kabel N.Y.A

Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan sistem tenaga. Dalam instalasi
rumah digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis bahan
isolasi PVC, dan seringnya untuk instalasi kabel udara. Kode warna isolasi ada
warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di
perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis
sehingga mudah cacat, tidak tahan air dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai
kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran
tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi
yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

Gambar 2.4 Kabel N.Y.A


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


1. Test pen
2. Sumber tegangan PLN (stop kontak)
3. Tang kombinasi
4. Kabel NYA

3.2 Langkah Percobaan


1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Tentukan fasa dan ground pada sumber tegangan dengan menggunakan
testpen, jika pada saat dimasukkan pada salah satu lubang stop kontak test pen
menyala maka bagian tersebut adalah fasa, sedangkan bagian yang
dimasukkankan test pen namun tidak menyala maka bagian tersebut adalah
ground.
3. Pasang ujung kabel NYA yang sudah dikupas pada bagian positif stop kontak.
4. Siapkan bahan isolator (kardus) sebagai alas bagi tubuh sebelum memulai
memegang kabel yang sudah dikupas.
5. Pegang ujung kabel NYA yang sudah dikupas serta sudah terhubung dengan
stop kontak. Jangan sampai badan memegang lantai, menempel tembok, atau
bersentuhan dengan orang lain.
6. Tempelkan test pen pada bagian tubuh, misalnya tangan atau kaki. Jika tespen
menyala, maka fasa sudah dapat ditentukan.
BAB IV

ANALISIS PERCOBAAN

4.1 Analisis

Fasa berawal dari jala-jala PLN yang tersambung dari tiang-tiang listrik lalu menuju
rumah kita. sebelum dipakai, fasa akan melewati KWH atau meteran, lalu menuju MCB
untuk selanjutnya disebar ke stopkontak, saklar, lampu dll. Kabel ini selalu beriringan
dengan kabel negatif. Untuk memastikan suatu kabel fasa adalah dengan mencobanya
dengan tespen, tespen akan menyala pada kabel ini. Selain itu kita dapat menyusuri jalur
kabel langsung, fasa akan melewati MCB sebelum disebar ke stopkontak atau saklar.

Kabel netral adalah kabel bermuatan listrik rendah (mendekati nol) dan dipakai
sebagai acuan. Seperti kita ketahui, agar terjadi aliran arus listrik maka harus ada beda
potensial. Untuk itu, apabila kita hanya menggunakan kabel fasa masuk dalam
komponen listrik, misalnya lampu, maka lampu tidak akan menyala. Apabila kita
tambahkan kabel netral maka akan terjadi beda potensial antara kabel fasa dan netral
yang melewati lampu tadi sehingga lampu menyala. Ciri dari kabel ini adalah apabila
ditestpen maka testpen tidak menyala.

4.2 Pertanyaan

1. Mengapa saat tespen dihubungkan pada fasa PLN dan kita menyentuh tanah/ground
menyala sedangkan jika tidak menyentuh tanah tidak menyala? Jelaskan!
Jawab : Seperti kita ketahui, agar terjadi aliran arus listrik maka harus ada beda
potensial. Untuk itu, apabila kita hanya menggunakan kabel fasa masuk
dalam komponen listrik, misalnya lampu, maka lampu tidak akan menyala.
Apabila kita tambahkan kabel netral maka akan terjadi beda potensial
antara kabel fasa dan netral yang melewati lampu tadi sehingga lampu
menyala.
2. Seberapa penting sebuah isolator dalam sambungan kabel? Jelaskan!
Jawab : Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atau sulit menghantarkan
listrik. Bahan isolator memiliki sedikit sekali electron bebas karena elektron
valensinya terikat kuat pada atom-atomnya. Akibatnya akan sulit sekali
terjadi arus listrik pada sebuah bahan isolator, karena sebuah bahan
dikatakan dialiri arus ketika ada electron yang berpindah dari satu sisi kesisi
yang lain. Bahan yang tergolong isolator adalah kaca,ebonite, marmer,
karet, plastik, sutera, parafin, udara kering, porselin, dan sirlak. Isolator
yang sempurna adalah hampa udara (vakum).

3. Bagaimana usaha kalian sebagai seorang teknisi instalasi listrik jika harus melakukan
sambungan atau perbaikan instalasi listrik dalam keadaan terdapat tegangan?
Jawab : Dengan menggunakan pengaman alas berupa bahan isolator kering dan setiap
melepas isolator pada pelindung kabel fasa tembaganya diberi solatip jika
akan menghubungkan dengan kabel baru, begitu juga dengan kabel nolnya.

4.3 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan dari praktikum hari ini adalah untuk memastikan suatu
kabel fasa adalah dengan mencobanya dengan tespen, tespen akan menyala pada kabel
ini. Selain itu kita dapat menyusuri jalur kabel langsung, fasa akan melewati MCB
sebelum disebar ke stopkontak atau saklar. Agar terjadi aliran arus listrik maka harus ada
beda potensial. Untuk itu, apabila kita hanya menggunakan kabel fasa masuk dalam
komponen listrik, misalnya lampu, maka lampu tidak akan menyala. Apabila kita
tambahkan kabel netral maka akan terjadi beda potensial antara kabel fasa dan netral
yang melewati lampu tadi sehingga lampu menyala. Tubuh tidak akan tersengat listrik
jika tubuh tidak menempel pada tanah atau ground dan dengan menggunakan bahan
isolator sebagai pembatas antara tubuh dengan tanah.
DAFTAR PUSTAKA

[1].Keretalistrik dot com, 2016 Perbedaan Antara Fasa, Nol dan Ground,

http://www.keretalistrik.com/2016/05/perbedaan-antara-netral-dan-ground.html

Diakses pada : 14 Maret 2017

[2]. Engineer Nusantara, 2015 Pengertian Isolator,

http://engineernusantara.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-isolator.html

Diakses pada : 14 Maret 2017

[3]. Dickson Kho, 2017 Pengertian Tespen,

http://teknikelektronika.com/pengertian-tespen-test-pen-dan-cara-menggunakan-test-pen/

Diakses pada : 14 Maret 2017

[4].Pamula, 2013 Mengenal Jenis-Jenis Kabel Listrik NYA dan NYM,


http://pamularmx.blogspot.co.id/2013/05/mengenal-jenis-kabel-listrik-nya-nym.html

Diakses pada : 12 Maret 2017