Pengenalan Antena
Pada bab ini akan dijelaskan tentang teori-teori yang mendasari
permasalahan dan penyelesaian tugas akhir ini. Diantaranya adalah pengertian antena yang
meliputi penjelasan definisi antena dan parameter-parameter pada antena diantaranya yaitu
distribusi arus antena, pola radiasi, gain, impedansi input, VSWR. Selanjutnya, diberikan
penjelasan singkat tentang kabel koaxial, pengenalan wireless LAN dan konektor yang
digunakan dalam pembuatan antena.
Antenna
Antenna adalah alat memancarkan dan menerima frekuensi atau sebagai suatu struktur yang
berfungsi sebagai pelepas energi gelombang elektromagnetik di udara dan sebagai
penerima/penangkap energi gelombang elektromagnetik di udara. Antena merupakan perangkat
perantara antara saluran transmisi dan udara, maka antena harus mempunyai sifat yang sesuai
(match) dengan saluran pencatunya.
Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Rumus frekuensi
adalah jumlah getaran dibagi jumlah detik waktu. Frekuensi memiliki satuan hertz / Hz
Dalam jaringan terdapat 2 jenis frequensi :
2,4 GHz
5,8 GHz
Dalam penggunaan frekuensi , frekuensi 2,4 GHz digunakan untuk sinyal umum yang juga serng
digunakan oleh orang banyak dan mampu dideteksi oleh Komputer/PC/Laptop masing masing..
Antena pada jaringan dapat dibedakan menjadi enam macam yaitu :
Flat Panel Antena adalah antenna penguat sinya dalm ruangan yang sangat berguna bagi
pemakainya, bekerja pada frequensi (800 - 960 MHz) & (1710 - 2500 MHz) karena dengan
desain yang elit, flat panel ini dapat menaikkan penangkapan sinyal yang ada sampai 4 - 7 dB
sehingga radius sinyal yang dipancar bisa naik hingga 40 % dari radius indoor (dalam ruangan)
antena standar. Jadi penggunan antena ini dan cukup digunakan untuk Indoor saja.
Grid Antenna adalah antenna outdoor yang biasanya dipasang pada hotspot untuk jarak tembak
sinyal yang cukup jauh sekitar 15 km. kekuatan sinyal grid antenna ini bisa dibanggakan karena
memiliki jankauan sinyal sekitar 15 - 45 km asalkan pada posisi Loss (tidak ada hambatan)
Sectoral Antenna yang mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectionalantenna di
sekitar 10 - 19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6 - 8 km. Sudut pancaran antanna ini
adalah 45 - 180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak
terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal. secara umum radius antenna lebih banyakk ke mua
antenna, tidak banyak radiasi di belakang antenna sectoral. radius potongan vertikal tidak
berbeda jauh dengan antena omni.
Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam
satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This pattern is often
described as "donut shaped". Pola ini sering digambarkan sebagai "donat berbentuk". Antena
Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di outdoor
point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran TV.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak lurus
ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang
digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau satu titik ke banyak titik di
sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client
atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah. Yang ditunjukkan di
bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal
dengan pancaran 360-derajat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field yang berbeda
dengan polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan.
Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360
derjat, sedangkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.
Pola radiasi dari antenna Omni
contoh antena Omnidirectional
1/4 Lambda antena 2.4Ghz WIFI
ini adalah antena termudah yg bisa dibuat dengan penguatan sekitar 3-4 dBi tergantung tuning
dan nilai2 element yg ada.antenna ini dibuat dr kawat copper (tembaga) atau brass (kuningan)
dan mempunyai sudut elevasi reflektor 30* dan mempunyai arah pancaran ke segala arah
“omnidirectional” kira2 gambarnya seperti ini.
Part List-satu konektor tipe N female dgn 4 lobang sekitar,direkomendasikan mempunyai teflon
insulasi diantara outer dan inner konektor. -20 cm tembaga atau kuningan berbentuk batang dgn
diameter 2mm.
Konstruksi:
dengan tang potong kawat yg dipakai menjadi 5 bagian masing2 4 cm panjangnya.
dgn kikir sedang (permukaan kikir) ratakan ke 4 bagian yg berlubang pd konektor N tsb sehingga
memudahkan kita menyolder bagian reflektor.
dengan solder high power (yg mempunyai panas 80 watt minimal) solder ke empat batang kawat
yg mau dipake di ke 4 sisi konektor tsb,hati2! panas yg cukup tinggi bisa melelehkan insulasi
teflon yg ada di antara titik tengah konektor.(bagian yg berwarna putih susu).
tekuk 0.5 cm pd ujung kawat (4 buah yg ditekuk) dgn sudut 90 derajat,hati2 dengan konstruksi
yg sedikit rumit ini.
Sesudah terpasang di keempat sisi konektor N,mk anda bisa solder bagian “hot wire” yg
berfungsi sbg antena yg sesungguhnya dgn hati2 dan tentu saja rapi bukan..?
kemudian rapikan jg ujung bagian bawah yg ada di bagian konektor N
kemudian dengan sebuah teknik “jembatan keledai” kita gambar sudut 30 derajat dan tempel pd
dinding utk mengukur ketepatan sudut antena yg kita buat, kemudian potong dgn tepat 3.05 cm
radial (reflektor= yg tertempel pd ke empat sudut konektor N) dan central wire (yg tersolder di
tengah konektor) ini perlu kehati2an dan ketepatan tinggi sebab kita akan bekerja pd freq yg
amat tinggi! mk semakin tinggi suatu freq,akan semakin kritis pula nilai2 yg ada pd pembuatan
antena tsb.
Jenis - Jenis Antena.
Antena adalah alat untuk mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik, bergantung
kepada pemakaian dan penggunaan frekuensinya, antena bisa berwujud berbagai bentuk, mulai
dari seutas kabel, dipole, ataupun yagi, dsb. Antena adalah alat pasif tanpa catu daya(power),
yang tidak bisa meningkatkan kekuatan sinyal radio, dia seperti reflektor pada lampu senter,
membantu mengkonsentrasi dan memfokuskan sinyal.
Kekuatan dalam mengkonsentrasi dan memfokuskan sinyal radio, satuan ukurnya adalah dB.
Jadi ketika dB bertambah, maka jangkauan jarak yang bisa ditempuhpun bertambah. Jenis antena
yang akan dipasang harus sesuai dengan sistem yang akan kita bangun, juga disesuaikan dengan
kebutuhan penyebaran sinyalnya.
Jenis - Jenis Antena
1. Grid Antena
Antenna Grid Wifi 2,4 GHz dengan Gain 21 Db, sangat cocok digunakan untuk Antenna Wifi
Anda. Bisa digunakan untuk Point to Point, atau Klien dari Akses Point anda. Sangat cocok
digunakan untuk antenna Klien Rt-Rw Net anda sehingga bisa menekan biaya Investasi awal
klien anda.
Antena grid memiliki kekuatan sinyal hingga 24 dB, sementara antena parabolic hingga 18 dB.
menambah gain antena, namun akan membuat pola pengarahan antena menjadi lebih sempit.
.
2. Yagi Antena
Antena Yagi adalah jenis antena radio atau televisi yang diciptakan oleh Hidetsugu Yagi. Antena
ini dilengkapi dengan pengarah dan pemantul yang berbentuk batang.
Antenna Yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Driven adalah titik catu dari kabel antenna, biasanya panjang fisik driven adalah setengah
panjang gelombang dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.
Reflektor adalah bagian belakang antenna yang berfungsi sebagai pemantul sinyal,dengan
panjang fisik lebih panjang daripada driven.Director adalah bagian pengarah antena, ukurannya
sedikit lebih pendek daripada driven.
3.Omni Antena
Fungsi utama antena wireless adalah memperluas area coverage, bukan untuk memperkuat
sinyal, fungsi penguat sinyal adalah pada radio atau access point, jadi antena wifi hanya
mempunyai kekuatan penguat pasif, kekuatan antena adalah pada pemfokusan gelombang radio,
dan semakin besar dBi dari antenna maka semakin luas atau jauh area coverage yang bisa
dijangkau. Umumnya kualitas dari antena dilihat dari kualitas dari bahan pembuatnya, semakin
bagus kualitas elemen yang ada di dalam antenna, maka semakin jauh pula jangkauannya dan
konon bahkan bisa mereduksi dari noise atau interferensi yang timbul di sekitarnya. Makanya
umumnya semakin mahal harga antena wireless semakin jauh pula jangkauannya.
Ada berbagai type dari antena wifi, ada antena grid yang biasanya digunakan untuk mode station
atau keperluan koneksi point to point, kemudian antena Omni yang biasanya digunakan sebagai
antena transmitter atau hotspot, dan sebenarnya masih banyak lagi dari type antena, ada sectoral
waveguide, sectoral array, panel, kentongan, wajan bolic dan lain-lain. Semua type antena yang
anda pilih tergantung dari kebutuhannya.
4. Antena Sectoral
Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access
Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus ,
dan ada juga yang horizontal.
Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-
19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180
derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian
dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan
sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna
tidak memiliki sinyal pancaran.
Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada
suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.
5. Antena Parabolik
Antena Parabolik Dipakai untuk jarak menengah atau jarak jauh dan Gain-nya bisa antara 18
sampai 28 dBi dan jenis antena ini juga bisa tersambung dengan jaringan Wifi Kalu kedua antena
tersebut saling berhadapan.