Anda di halaman 1dari 2

PKI

Berdirinya PKI
- Terbentuknya PKI dipelopori oleh seorang sosialis Belanda yang bernama Henk
Sneevliet dengan membentuk sebuah tenaga pekerja dengan nama Indische Sociaal
Democratische Vereeniging (ISDV) pada tahun 1914.
- ISDV memelopori untuk dilakukannya pemberontakan melawan pemerintahan
kolonial. Pada tahun 1917, membentuk blok aliran anti-kolonialis bernama Sarekat
Islam (SI).
- Adanya perselisihan anggota terutama di wilayah Yogyakarta dan Semarang,
membuat Sarekat Islam melakukan disiplin partai dengan melarang anggota mendapat
gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan Indonesia. Hal tersebut membuat
sebagian anggota yang beraliran komunis marah dan memutuskan untuk keluar dari
Serikat Islam.
- Para anggota yang keluar kemudian membentuk partai baru bernama ISDV dan pada
tahun 1920, tepatnya di Semarang, ISDV berganti nama menjadi Perserikatan
Komunis di Hindia (PKH) dengan Semaoen sebagai ketua partainya.
- Hingga akhirnya tahun 1924 lagi-lagi partai ini berganti nama menjadi Partai
Komunis Indonesia (PKI).

Perkembangan PKI
- Pemberontakan tahun 1926: Tahun 1926 PKI melakukan pemberontakan di Jawa
Barat dan Sumatra Barat, meskipun pemberontakan ini dihancurkan oleh tentara
kolonial hingga partai ini akhirnya dilarang.
- Peristiwa Madiun: Amir Syarifudin bersama Muso sebagai pimpinan PKI, pada 18
September 1948 melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan RI di Madiun.
Pemberontakan tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintahan
Soekarno-Hatta. 
- Akan tetapi, pada 30 September 1948, upaya penumpasan PKI berhasil dilakukan
dan tentara Indonesia berhasil menembak mati Muso, sedangkan Amir Ayarifudin dan
teman-temannya dijatuhi hukuman mati.
- Kebangkitan kembali: Tahun 1950-an PKI di bawah pimpinan D.N. Aidit berhasil
mengambil posisi sebagai partai nasionalis. Di bawah pimpinannya, PKI berkembang
pesat, awalnya hanya beranggotakan sekitar 5000 orang namun pada tahun 1959
anggota PKI mencapai 1,5 juta orang. Bahkan tahun 1955 PKI berhasil menduduki
posisi keempat dalam pemilu.
- Gerakan G30S: Sebelum terjadinya tragedi itu, Chaerul Shaleh menyatakan bahwa
PKI sedang menyiapkan kudeta. Pada 30 September 1965, Gerwani dan Pemuda
Rakyat yang merupakan organisasi bentukan PKI, melakukan unjuk rasa di Jakarta
sebagai bentuk protes atas krisis inflasi yang melanda Indonesia. Dan ujungnya, pada
30 September 1965 sebanyak 7 anggota TNI AD dibunuh dan dibuang di sumur
Lubang Buaya. Keesokan harinya, Dewan Revolusi menyatakan bahwa mereka telah
merebut kekuasaan melalui G30S.
Menjadi Partai Terlarang
- Pemerintah menekankan, Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang
Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terus berlaku hingga saat ini.
Karena itu, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang.
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu telah memerintahkan Kepala
Polri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk
menegakkan hukum terkait hal tersebut.
- "Presiden tahun 2016 pernah menyampaikan juga kepada Kepala Polri Jenderal
Badrodin Haiti untuk mennggunakan pendekatan hukum karena TAP MPRS Nomor
25 Tahun 1966 masih berlaku, termasuk melarang komunisme, larangan terhadap
penyebaran ajaran-ajaran komunisme, Leninisme, dan Marxisme.
- Selain itu, ada satu peraturan yang dijadikan dasar untuk menindak pelaku penyebar
ajaran tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1996 tentang Perubahan
Pasal 107 KUHP.

Anda mungkin juga menyukai