Anda di halaman 1dari 82
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM D I R E K T O R A T J E

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

D

I

R

E

K

T

O

R

A

T

J

E

N

D

E

R

A

L

P

E

N

A

T

A

A

N

R

U

A

N

G

D

I

R

E

K

T

O

R

A

T

P

E

N

A

T

A

A

N

R

U

A

N

G

N

A

S

I

O

N

A

L

U A N G N A S I O N A L PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM

PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR BIDANG KE-PU-AN

BINA CIPTA MARGA KARYA SUMBER DAYA AIR
BINA
CIPTA
MARGA
KARYA
SUMBER
DAYA
AIR

HANDOUT PEMAPARAN AKHIR 30 November 2009

INFRASTRUKTUR BIDANG KE-PU-AN BINA CIPTA MARGA KARYA SUMBER DAYA AIR HANDOUT PEMAPARAN AKHIR 30 November 2009

Sistematika Presentasi

1.

Latar Belakang;

2.

Tujuan dan Sasaran;

3.

Metodologi Studi Dan Pelaksanaan Pekerjaan Serta Keluaran Pekerjaan;

4.

Konsep Pembangunan/Pengembangan Bina Marga (BM), Sumber Daya Air (SDA) dan Cipta Karya (CK);

5.

Sistem Evaluasi, Kriteria dan Indikator Pemantauan dan Evaluasi Pekerjaan, serta Rumusan Evaluasi Kesesuaian Program;

6.

Hasil Pemantauan dan Evaluasi Program Pengembangan

Infrastruktur Bidang Ke-PU-an 2010;

7.

Kesimpulan dan Rekomendasi.

1. Latar Belakang

Bahwa Berdasarkan UU No. 26 tahun 2007 (pasal 55 ayat 2): perlu dilakukan pengawasan untuk menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan penataan ruang (tindakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan).

Tindakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan penataan ruang

kegiatan mengamati dengan cermat, menilai tingkat pencapaian rencana secara objektif, dan memberikan informasi hasil evaluasi secara terbuka terhadap penyelenggaraan penataan ruang.

Pemantauan dan evaluasi program pengembangan infrastruktur bidang ke-PU-an (jalan, sumber daya air, serta perkotaan dan perdesaan) memerlukan adanya standar dan indikator dalam pelaksanaannya.

RTRWN memberikan arahan kebijakan pengembangan sistem jaringan jalan, sumber daya air, dan sistem perkotaan nasional.

Departemen Pekerjaan Umum setiap tahun melakukan konsultasi regional (KONREG) program pembangunan infrastruktur PU tahun anggaran satu tahun ke depan.

Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk melengkapi fungsi RTRWN sebagai alat pemantauan dan evaluasi yakni penyiapan rencana terpadu dan sinkronisasi

program pembangunan infrastruktur Bina Marga (BM), Sumber Daya Air (SDA),

dan Cipta Karya (CK) pada tahun 2009,

3

2. Tujuan Dan Sasaran

Tujuan;

Terumuskannya metode/sistem, bentuk, dan tata cara pemantauan dan

evaluasi program pengembangan infrastruktur bidang ke-PU-an (Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya)

Teridentifikasinya indikator-indikator ketercapaian program pengembangan infrastruktur bidang ke-PU-an (Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya)

Sasaran;

Terumuskannya kajian tentang mekanisme, bentuk dan metoda/sistem

pemantauan dan evaluasi program pengembangan infrastruktur bidang ke- PU-an (Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya)

Terselenggaranya seminar/lokakarya antar pemangku kepentingan dan pakar terkait.

Terlaksananya program pengembangan infrastruktur bidang ke-PU-an (Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya) yang mengakomodasi kepentingan antar sektor.

3. Metodologi Studi

Sektor ; Masukan/Penajaman ; 1. Diskusi dengan Sektor Pendekatan Pemantauan Dan Evaluasi; 1. Kesesuaian Program
Sektor ;
Masukan/Penajaman ;
1. Diskusi dengan Sektor
Pendekatan Pemantauan Dan Evaluasi;
1. Kesesuaian Program
Tinjauan Kebijakan
2. Kesesuaian Lokasi
1. RTRWN /PP NO. 26 thn 2008
Kompilasi ;
3. Besaran Anggaran
Seminar/
2. Sektor Bina Marga
1.
Tabular (Hasil Evaluasi)
Rumusan ;
Lokakarya
3. Sektor Sumber Daya Air
2.
Peta (Visualisasi)
1. Kriteria
4. Sektor Cipta Karya
2. Indikator
3. Variabel
Survey Data ;
1. KONREG 2010
2. Peta GIS RTRWN

Keluaran/Produk Yang Dihasilkan Pertahapan Pekerjaan

LAPORAN LAPORAN LAPORAN AKHIR PENDAHULUAN ANTARA
LAPORAN
LAPORAN
LAPORAN AKHIR
PENDAHULUAN
ANTARA

Koordinasi,

Pemantapan

Metodologi

Pendalaman Materi

Tinjauan UU Penataan Ruang, RTRWN, Data Konreg 2009 dan RENSTRA PU

Inventarisasi Data dan

Persiapan Survei

Rencana Kerja

Tinjauan UU, PP dan Kebijakan terkait,

KONREG 2009,

RENSTRA PU. Bidang Pekerjaan (Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air)

Rumusan Kriteria

Kesesuaian Program

Indikator Penilaian Kesesuaian Program

Hasil Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur

Rumusan Akhir Kriteria Kesesuaian Program Pengembangan

Infrastruktur

Rumusan Akhir Indikator Kesesuaian Program Pengembangan Infrastruktur (Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya)

Hasil Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur (Bina Marga, Sumber Daya Air dan Cipta Karya) di 33 Provinsi

Peta Program

Pengembangan

Infrastruktur (Bina Marga, Sumber Daya Air dan Cipta Karya) di 33 Provinsi

4. Konsep Pembangunan/Pengembangan Sektoral

1. Konsep Pembangunan Infrastruktur Jalan (Bina Marga)

berbasis RTRWN (PP No 26 Tahun 2008)

2. Konsep Pengembangan Infrastruktur Ke-ciptakarya-an (CK) Berbasiskan RTRWN (PP No 26 Tahun 2008)

3. Konsep Pengembangan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Berbasis RTRWN (PP No 26 Tahun 2008)

4.1 Konsep Pembangunan Infrastruktur Jalan (BM) Berbasis RTRWN

Arahan Peran Menghubungkan antarpusat kegiatan Sektor Jalan Meningkatkan efisiensi arus barang dan jasa Melayani
Arahan Peran
Menghubungkan
antarpusat kegiatan
Sektor Jalan
Meningkatkan
efisiensi arus barang
dan jasa
Melayani kepentingan nasional dan
internasional atas dasar kriteria
strategis
Arahan Peran
dalam RTRWN
Arteri
Kolektor
Bebas Hambatan
Strategis Nasional
Primer
Primer
1. Melayani antar pusat kegiatan nasional
a. Antar-PKN dan/atau antara PKN dan
PKW
b. Antar-PKW dan/atau antara PKW dan
PKL
c. antar-PKSN dalam satu kawasan
perbatasan negara; antara PKSN dan
pusat kegiatan lainnya; dan PKN
dan/atau PKW dengan kawasan
strategis nasional
2. Melayani kelancaran distribusi/koleksi
ke/dari outlet (bandar udara, pelabuhan)
3. Meningkatkan akses kawasan andalan
4. Meningkatkan akses kawasan strategis
nasional
5. Membuka keterisolasian daerah
tertinggal/perbatasan
6. Pengendalian dampak akibat jar. jalan yang
melintasi kaw lindung
8

4.2 Konsep Pengembangan Infrastruktur Ke-ciptakarya-an (CK) Berbasiskan RTRWN

KEGIATAN/PROGRAM POKOK CIPTA KARYA (CK ARAHAN FUNGSI CIPTA KARYA ARAHAN KETERPADUAN SPASIAL BERDASARKAN 1. Program
KEGIATAN/PROGRAM POKOK CIPTA KARYA (CK
ARAHAN FUNGSI
CIPTA KARYA
ARAHAN KETERPADUAN
SPASIAL
BERDASARKAN
1.
Program Pengembangan Ekonomi Lokal:
Pengembangan Prasarana/Sarana Desa Agropolitan
RTRWN
Penyediaan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas
1.
Kawasan Andalan dgn
Sektor Unggulan Pertanian
2.
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan &
Drainase:
PKN/PKW/PKSN:
Peningkatan Pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional
1. Simpul Transportasi
Darat/Laut/Udara
Pengembangan Sistem Drainase
2.
Kawasan Andalan Laut dgn
Sektor Unggulan Perikanan
& Kelautan
3.
Program Pengembangan Perumahan:
Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan.
Revitalisasi dan Penataan Bangunan dan Lingkungan
2. Simpul Pelayanan
Prasarana Lainnya.
4.
Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan:
Perbaikan Lingkungan Permukiman
Perbaikan Kawasan Permukiman Nelayan
3. Simpul Ekspor-Impor
3.
Kawasan Andalan Sektor
5.
Unggulan Industri dan Jasa
4. Simpul Air
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum & Air
Limbah
Penyediaan PS Air Minum pada Kawasan Strategis
Minum/Baku
Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat
4.
PKN/PKW
5. Pusat Kawasan
Penyediaan IP B3 Regional
Penyediaan PS AM Kawasan Kumuh/Nelayan
Strategis Nasional
Penyediaan SPAM IKK/Kawasan
5.
PKSN
6. Pusat Kawasan
Andalan
Penyediaan SPAM di Desa Rawan Air, pesisir, terpencil (untuk
kawasan terisolir)
6.
Program Pengembangan Wilayah Perbatasan:
6.
KSN Cagar Budaya
Penyediaan PS Kawasan Perbatasan
KAWASAN ANDALAN:
7.
Program Pemb Kota-Kota Besar dan Metropolitan:
1. Kawasan Andalan
Pengendalian Pembangunan Kota-Kota Besar Dan Metropolitan
7.
KSN Kawasan Perbatasan
Revitalisasi/Peremajaan Kawasan Perkotaan
Negara (Termasuk Pulau-
Penyusunan RTBL
Penyusunan RTH
Pulau Kecil)
Pembangunan Perumahan Vertikal Rusunawa
Penataan Lingkungan Permukiman Rusunawa
Penataan Lingkungan Permukiman Tradisional/Sejarah
8.
KSN Metropolitan
8.
Program Pengembagnan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota:
Pengembangan Integrasi Perkotaan Nasional
9 . Kawasan Andalan dengan
Sektor Unggulan Pariwisata
9.
Pengembagnan Kota-Kota Kecil dan Menengah:
Pengembangan Kota-Kota Kecil dan Menengah
9

Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN

• Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN 10

Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN

• Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN 11

Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN

• Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN 12

12

Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN

• Tabel Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Keciptakaryaan (CK) Berbasiskan RTRWN 13

4.3 Konsep Pengembangan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Berbasis RTRWN

ARAHAN RUANG RTRWN

FUNGSI SUMBERDAYA AIR

Fungsi Utama

Fungsi Terkait

Konser-

vasi

Pendayagunaan

SDA

Irigasi

Air Baku

Pengendalian

dari Daya

Rusak Air

Wilayah

Nasional

Sungai

Struktur Ruang

Sistem

(PKN,PKW,PKSN)

pusat

perkotaan

nasional

V

V

Pola Ruang

Kawasan lindung (semua jenis kawasan lindung kecuali cagar budaya, suaka margasatwa, taman buru, taman wisata alam laut)

V

Kawasan lindung (sempadan pantai,

sempadan sungai, kawasan rawan bencana)

V

Kawasan

pertanian, perikanan

andalan

dengan

sektor

unggulan

V

Kawasan

industri, pariwisata, perdagangan, jasa

andalan

dengan

sektor

unggulan

V

Kawasan

sudut kepentingan ekonomi

Strategis

Nasional

(KSN)

dengan

V

Kawasan

sudut kepentingan lingkungan hidup

Strategis

Nasional

(KSN)

dengan

V

Sumber : PP No 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, diolah

5. Skema Proses Evaluasi, Sistem Evaluasi, Kriteria dan

Indikator serta Rumusan Persentase Kesesuaian Program

1.

Sistem Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur Ke-

PU-an

2.

Metode/Sistem Evaluasi, Kriteria dan Indikator Pemantauan dan Evaluasi Bidang Bina Marga (BM)

3.

Metode/Sistem Evaluasi, Kriteria dan Indikator

Pemantauan dan Evaluasi Bidang Cipta Karya (CK)

4.

Metode/Sistem Evaluasi, Kriteria dan Indikator Pemantauan dan Evaluasi Bidang Sumber Daya Air (SDA)

5.

Rumusan Penentuan Persentase Kesesuaian Program

5.1. Skema Proses Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur (SDA, Bina Marga dan Cipta Karya)

STOP STOP STOP
STOP
STOP
STOP

5.2a Metoda/Sistem Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur Bidang Bina Marga

K1. Evaluasi Kesesuaian Program ; K1. 1 Program Rehabilitasi Jaringan Jalan Dan Jembatan K1. 2
K1. Evaluasi Kesesuaian Program ;
K1. 1 Program Rehabilitasi Jaringan Jalan Dan Jembatan
K1. 2 Program Pemeliharaan Jaringan Jalan Dan Jembatan
K1. 3 Program Peningkatan Jaringan Jalan Dan Jembatan
K1.4 Program Pembangunan Jaringan Jalan Dan Jembatan
Tidak
Sesuai
STOP
Sesuai
Hasil KONREG 2009
Usulan Program/Kegiatan
PEMETAAN PROGRAM/KEGIATAN
K2. Evaluasi Kesesuaian Lokasi ;
K2.1 Melayani PKN
Inventarisasi Arahan RTRWN Terkait ;
K2.2 Melayani PKW
RTRWN
1. Indikasi Program Utama
2. Lokasi
K2.3 Melayani PKSN
K2.4 Melayani Kawasan Andalan
K2.5 Melayani Kawasan Strategis
K2.6 Melayani Outlet Nasional
Tidak
Sesuai
STOP
Sesuai
K3. Besaran Anggaran;

5.2b Kriteria & Indikator Kesesuaian Pengembangan Program Bidang Bina Marga

Bidang

Kriteria Yang digunakan dalam menilai kegiatan (KONREG) berbasiskan RTRWN

Indikator yang digunakan dalam menilai kegiatan tiap kriteria

Bina Marga

K1

Kesesuaian program berdasarkan RENSTRA Bidang Bina Marga

K1.1

Program Rehabilitasi Jaringan Jalan Dan Jembatan

K1.2

Program Pemeliharaan Jaringan Jalan Dan Jembatan

 

K1.3

Program Peningkatan Jaringan Jalan Dan Jembatan

K1.4

Program Pembangunan Jaringan Jalan Dan Jembatan

K2

Kesesuaian Lokasi berbasiskan RTRWN

K2.1

Melayani PKN

K2.2

Melayani PKW

 

K2.3

Melayani PKSN

K2.4

Melayani Kawasan Andalan

K2. 5

Melayani Kawasan Strategis

K2.6

Melayani Outlet Nasional

K3

Besaran Anggaran

   

5.3a Metoda/Sistem Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur Bidang Sumber Daya Air (SDA)

K1. Evaluasi Kesesuaian Program ; K1. 1 Program Konservasi K1.2 Program Pendayagunaan SDA (Irigasi dan
K1. Evaluasi Kesesuaian Program ;
K1. 1 Program Konservasi
K1.2 Program Pendayagunaan SDA (Irigasi dan Air Baku)
K1.3 Program Pengendalian Daya Rusak Air
Tidak
Sesuai
STOP
Sesuai
Hasil KONREG 2009
Usulan Program/Kegiatan
PEMETAAN PROGRAM/KEGIATAN
K2. Evaluasi Kesesuaian Lokasi ;
K2. 1 Mendukung PKN
Inventarisasi Arahan RTRWN Terkait ;
K2.2 Mendukung PKW
RTRWN
1. Indikasi Program Utama
2. Lokasi
K2.3 Mendukung PKSN
K2.4 Mendukung Kawasan Andalan
K2. 5 Mendukung Kawasan Strategis
Tidak
Sesuai
STOP
Sesuai
K3. Besaran Anggaran;

5.3b Kriteria & Indikator Kesesuaian Pengembangan Program Bidang Sumber Daya Air (SDA)

Bidang

Kriteria Yang digunakan dalam

Indikator yang digunakan dalam

menilai kegiatan (KONREG) berbasiskan RTRWN

menilai kegiatan tiap kriteria

Sumber Daya Air (SDA)

K1

Kesesuaian program berdasarkan RENSTRA Bidang

K1.1

Program Konservasi

Sumber Daya Air

K1.2

Program Pendayagunaan SDA (Irigasi dan Air Baku)

K1.3

Program Pengendalian Daya

Rusak Air

K2

Kesesuaian Lokasi berbasiskan RTRWN

K2.1

Mendukung PKN

K2.2

Mendukung PKW

K2.3

Mendukung PKSN

K2.4

Mendukung Kawasan Andalan

K2. 5

Mendukung Kawasan Strategis

K3

Besaran Anggaran

   

5.4a Metoda/Sistem Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur

Bidang Cipta Karya (CK)

K1. Evaluasi Kesesuaian Program ; K1. 1 Program Pengembangan Ekonomi Lokal K1. 2 Program Pengemb
K1. Evaluasi Kesesuaian Program ;
K1. 1 Program Pengembangan Ekonomi Lokal
K1. 2 Program Pengemb Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase
K1. 3 Program Pengemb Perumahan
K1.4
K1.5
K1.6
Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan
Program Pengemb Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Program Pengemb Wilayah Perbatasan
K1.7
Program Pembangunan kota-Kota Besar dan Metropolitan
Tidak
Hasil KONREG 2009
Usulan Program/Kegiatan
K1.8
Program Pengemb Keterkaitan Pembangunan Antar Kota
Sesuai
K1.9 Program Pengemb Kota-Kota Kecil dan Menengah
STOP
Sesuai
PEMETAAN PROGRAM/KEGIATAN
Inventarisasi Arahan RTRWN Terkait ;
RTRWN
1. Indikasi Program Utama
2. Lokasi
K2. Evaluasi Kesesuaian Lokasi ;
K2. 1 Mendukung PKN
K2.2 Mendukung PKW
K2.3 Mendukung PKSN
K2.4 Mendukung Kawasan Andalan
K2. 5 Mendukung Kawasan Strategis
Tidak Sesuai
Sesuai
STOP
K3. Besaran Anggaran;

5.4b Kriteria & Indikator Kesesuaian Pengembangan Program Bidang Cipta Karya (CK)

Bidang

Kriteria Yang digunakan dalam menilai kegiatan (KONREG) berbasiskan RTRWN

Indikator yang digunakan dalam menilai kegiatan tiap kriteria

Cipta Karya (CK)

K1

Kesesuaian program berdasarkan RENSTRA Bidang Cipta Karya

K1.1

Program Pengembangan Ekonomi Lokal

K1.2

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase

K1.3

Program Pengembangan Perumahan

K1.4

Program Pemberdayaan Komunitas

Perumahan

K1.5

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

K1.6

Program Pengembangan Wilayah Perbatasan

K1.7

Program Pembangunan kota-Kota Besar dan Metropolitan

K1.8

Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota

K1.9

Program Pengembangan Kota-Kota Kecil dan Menengah

K2

Kesesuaian Lokasi berbasiskan RTRWN

K2.1

Mendukung PKN

K2.2

Mendukung PKW

 

K2.3

Mendukung PKSN

K2.4

Mendukung Kawasan Andalan

K2. 5

Mendukung Kawasan Strategis

K3

Besaran Anggaran

   

22

5.5 Rumusan Penentuan Persentase Kesesuaian Program

1) Evaluasi Kesesuaian Jenis Program
1) Evaluasi Kesesuaian Jenis Program

Persentase kesesuaian program =

Jumlah Kegiatan yang sesuai Arahan Program dlm RTRWN x 100% Jumlah kegiatan yang diusulkan

2) Evaluasi Kesesuaian Lokasi
2) Evaluasi Kesesuaian Lokasi

Persentase kesesuaian lokasi =

Jumlah Kegiatan yang sesuai arahan program dan lokasi dlm RTRWN x 100% Jumlah kegiatan yang diusulkan

3) Evaluasi Besaran Anggaran
3) Evaluasi Besaran Anggaran

Persentase besaran anggaran =

Jumlah Kegiatan yang sesuai arahan program dan lokasi dlm RTRWN x 100%

Jumlah kegiatan yang diusulkan

6. Hasil Pemantauan dan Evaluasi Program Pengembangan Infrastruktur Bidang Ke-PU-an 2010.

1.

Hasil Pemantauan Dan Evaluasi Program Bidang Jalan

(Bina Marga)

2.

Hasil Pemantauan Dan Evaluasi Program Bidang Sumber Daya Air (SDA)

3.

Hasil Pemantauan Dan Evaluasi Program Bidang Cipta

Karya (CK)

   

KESESUAIAN

KESESUAIAN

BESARAN

NO

PROVINSI

PROGRAM

LOKASI

ANGGARAN

1

NAD

92.2%

89.8%

87.5%

2

SUMATERA UTARA

96.3%

95.1%

88,2%

3

SUMATERA BARAT

99.2%

99.2%

97.1%

4

RIAU

96.0%

90.1%

96.3%

5

KEPULAUAN RIAU

97.3%

98.6%

99.6%

6

JAMBI

93.4%

88.2%

93.4%

7

BENGKULU

95.5%

87.5%

91.7%

8

SUMATERA SELATAN

90.7%

85.7%

96.9%

9

BANGKA BELITUNG

89.4%

83.5%

86.1%

10

LAMPUNG

91.2%

87.8%

98.2%

 

11 DKI JAKARTA

97.0%

97.0%

99.3%

 

12 BANTEN

94.5%

93.4%

97.1%

 

13 JAWA BARAT

97.9%

93.9%

97.1%

 

14 JAWA TENGAH

97.0%

97.0%

98.8%

 

15 DI YOGYAKARTA

96.9%

96.2%

94.7%

16

JAWA TIMUR

99.0%

97.1%

97.8%

17

KALIMANTAN BARAT

98.9%

94.6%

98.4%

18

KALIMANTAN TENGAH

98.7%

94.9%

99.6%

19

KALIMANTAN TIMUR

95.6%

92.6%

96.1%

20

KALIMANTAN SELATAN

97.0%

96.0%

91.0%

21

BALI

89.2%

87.4%

97.6%

22

NUSA TENGGARA BARAT

97.6%

88.0%

74.3%

23

NUSA TENGGARA TIMUR

98.5%

60,0%

56.2%

24

SULAWESI UTARA

98.5%

97.0%

97.7%

25

GORONTALO

97.3%

91.9%

97.8%

26

SULAWESI TENGAH

96.4%

91.1%

89.5%

27

SULAWESI BARAT

98.8%

90.5%

85.6%

28

SULAWESI SELATAN

97.9%

96.1%

96.7%

29

SULAWESI TENGGARA

97.9%

97.9%

95.3%

30

MALUKU

93.8%

87.7%

87.1%

31

MALUKU UTARA

99.0%

84.4%

52.7%

32

PAPUA

89.6%

83.9%

90.1%

33

PAPUA BARAT

95.8%

93.8%

97.0%

 

INDONESIA

95.9%

91.1%

91.7%

6.1a Hasil Evaluasi (Kesesuaian Program,

Lokasi, dan Besaran Anggaran) Usulan

Program Bina Marga Tahun 2010

Provinsi

Sumatera

Barat

memiliki

tingkat

kesesuaian

program

dan

lokasi

tertinggi

dibanding provinsi lainnya.

Provinsi NTT memiliki tingkat kesesuaian

terendah dibanding provinsi lainnya,

dimana sekitar 40% usulan program tidak sesuai dengan indikasi program RTRWN. Provinsi Maluku Utara memiliki tingkat kesesuaian program dan lokasi yang cukup tinggi, namun besaran anggaran yang sesuainya rendah. Hal ini karena sebagian

besar program yang tidak sesuai merupakan

program peningkatan/pembangunan jalan dengan jumlah anggaran yang cukup tinggi.

25

6.1b Hasil Evaluasi (Kesesuaian Lokasi)

   

JUMLAH USULAN KEGIATAN

Melayani PKN, PKW, PKSN

 

Melayani

NO

PROVINSI

YANG MEMILIKI KESESUAIAN

PKN

PKW

PKSN

KAWASAN

KSN

PELABUHAN/

PROGRAM

ANDALAN

BANDARA

1

NAD

118

26.3%

50.0%

0.0%

55.1%

12.7%

15.3%

2

SUMATERA UTARA

79

20.3%

44.3%

0.0%

96.2%

22.8%

13.9%

3

SUMATERA BARAT

125

43.2%

39.2%

0.0%

99.2%

0.0%

 

0.0%

4

RIAU

145

27.6%

33.8%

9.7%

75.9%

0.0%

 

2.8%

5

KEPULAUAN RIAU

72

18.1%

48.6%

11.1%

98,6%

77.8%

19.4%

6

JAMBI

71

19.7%

40.8%

0.0%

80.3%

0.0%

 

0.0%

7

BENGKULU

84

0.0%

91.7%

0.0%

72.6%

0.0%

 

0.0%

8

SUMATERA SELATAN

146

26.0%

56.2%

0.0%

82.9%

0.0%

 

2.1%

9

BANGKA BELITUNG

76

0.0%

71.1%

0.0%

85.5%

0.0%

 

5.3%

 

10 LAMPUNG

134

10.4%

59.7%

1.5%

87.3%

0.0%

 

1.5%

 

11 DKI JAKARTA

32

100.0%

0.0%

0.0%

100.0%

100.0%

21.9%

 

12 BANTEN

173

16.2%

76.3%

0.0%

93.6%

5.2%

 

5.2%

 

13 JAWA BARAT

366

16.9%

57.4%

0.0%

71.6%

12.8%

 

2.2%

 

14 JAWA TENGAH

32

3.1%

96.9%

0.0%

100.0%

3.1%

 

0.0%

 

15 DI YOGYAKARTA

154

8.4%

87.7%

0.0%

96.1%

1.9%

 

0.0%

16

JAWA TIMUR

625

15.5%

40.3%

0.0%

89.4%

12.2%

 

0.2%

17

KALIMANTAN BARAT

92

22.8%

58.7%

2.2%

94.6%

22.8%

 

0.0%

18

KALIMANTAN TENGAH

155

7.1%

47.7%

0.0%

92.9%

0.6%

 

0.0%

19

KALIMANTAN TIMUR

65

26.2%

44.6%

9.2%

95.4%

12.3%

 

0.0%

20

KALIMANTAN SELATAN

194

8.8%

75.8%

0.0%

89.7%

2.1%

 

1.5%

21

BALI

94

75.5%

12.8%

0.0%

100.0%

75.5%

 

5.3%

22

NUSA TENGGARA BARAT

122

15.6%

56.6%

0.0%

86.1%

0.0%

 

7.4%

23

NUSA TENGGARA TIMUR

64

14.1%

25.0%

6.3%

53.1%

6.3%

 

3.1%

24

SULAWESI UTARA

259

12.7%

74.5%

7.7%

86.9%

12.7%

 

4.6%

25

GORONTALO

36

27.8%

50.0%

0.0%

91.7%

0.0%

13.9%

26

SULAWESI TENGAH

54

11.1%

51.9%

0.0%

81.5%

1.9%

14.8%

27

SULAWESI BARAT

83

0.0%

65.1%

0.0%

74.7%

0.0%

 

0.0%

28

SULAWESI SELATAN

376

13.6%

39.4%

0.0%

94.7%

16.0%

 

0.5%

29

SULAWESI TENGGARA

331

6.6%

85.8%

0.0%

97.3%

8.5%

 

1.5%

30

MALUKU

152

19.7%

53.9%

7.9%

80.9%

0.0%

 

1.3%

31

MALUKU UTARA

95

1.1%

23.2%

13.7%

85.3%

0.0%

 

0.0%

32

PAPUA

172

22.7%

40.7%

22.1%

87.8%

10.5%

 

4.7%

33

PAPUA BARAT

138

15.2%

73.9%

0.0%

85.5%

5.8%

26

2.9%

 

INDONESIA

4914

16.9%

55.2%

2.4%

87.0%

10.5%

 

3.0%

Contoh yang tidak sesuai (Pak Hasan) 27
Contoh yang tidak sesuai
(Pak Hasan)
27
Contoh yang tidak sesuai (Pak Hasan)
Contoh yang tidak sesuai
(Pak Hasan)
Contoh yang tidak sesuai (Pak Hasan)
Contoh yang tidak sesuai
(Pak Hasan)
   

Kesesuaian

Kesesuaian

Besaran Anggaran

No.

Provinsi

Program

Lokasi

(juta rupiah)

Persentase

Persentase

Persentase

1

NAD

70.31%

67.97%

90.51%

2

SUMUT

93.89%

86.26%

95.20%

3

Riau

79.10%

79.10%

78.42%

4

Kepulauan Riau

84.85%

84.85%

96.74%

5

SUMBAR

93.75%

75.00%

88.98%

6

Jambi

88.97%

88.97%

97.51%

7

Bengkulu

90.63%

90.63%

99.28%

8

SUMSEL

95.45%

30.30%

8.16%

9

BABEL

95.24%

96.43%

85.76%

10

Lampung

88.33%

79.44%

72.53%

11

Banten

94.74%

96.05%

97.06%

12

DKI Jakarta

72.73%

72.73%

98.34%

13

JABAR

86.89%

86.89%

98.25%

14

JATENG

89.51%

67.77%

48.76%

15

DI Yogyakarta

78.26%

72.73%

98.34%

16

JATIM

98.31%

77.12%

90.39%

17

KALBAR

96.81%

37.77%

55.98%

18

KALTENG

87.29%

47.88%

62.97%

19

KALSEL

100.00%

40.91%

69.26%

20

KALTIM

84.38%

54.17%

75.24%

21

SULUT

90.24%

37.40%

34.33%

22

Gorontalo

86.36%

60.61%

64.99%

23

SULTENG

65.82%

53.16%

71.12%

24

SULSEL

93.75%

43.13%

48.62%

25

SULTRA

57.30%

38.20%

67.19%

26

SULBAR

81.82%

54.55%

27.68%

27

Bali

92.98%

70.18%

68.83%

28

NTB

65.44%

52.21%

49.79%

29

NTT

94.01%

39.63%

45.45%

30

Maluku

92.18%

69.83%

89.69%

31

Maluku Utara

85.71%

83.33%

56.69%

32

Papua

78.26%

52.17%

67.10%

33

Papua Barat

NA

NA

NA

6.2a Hasil Evaluasi (Kesesuaian Program,

Lokasi, dan Besaran Anggaran) Usulan

Program Sumber Daya Air Tahun 2010

Provinsi Bengkulu dan BABEL memiliki tingkat kesesuaian program dan lokasi tertinggi dibanding provinsi lainnya.

Provinsi KALBAR memiliki tingkat

kesesuaian terendah dibanding provinsi

lainnya, dimana sekitar 63% usulan program

tidak sesuai dengan indikasi program RTRWN.

Provinsi Sulawesi Barat memiliki tingkat kesesuaian program yang cukup tinggi, namun pada kesesuaian lokasi 50%-nya

tidak mendukung arahan fungsi RTRWN.

Provinsi Kalimantan Selatan memiliki tingkat kesesuaian program 100%, namun dari sisi kesesuaian lokasi yang cukup rendah dibanding provinsi lainnya, namun memiliki kesesuaian anggaran yang tinggi.

30

6.2b Hasil Evaluasi (Kesesuaian Lokasi)

 

Σ Kegiatan

Kegiatan yang

Kegiatan yang

Kegiatan yang

No.

Provinsi

yang

Mendukung PKN

Mendukung PKW

Mendukung PKSN

 

diusulkan

 

Jml

Persentase

Jml

Persentase

Jml

Persentase

(a)

(b)

(c)

(d)

(e=d/c)

(f)

(g=f/c)

(h)

(i=h/c)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

NAD

SUMUT

Riau

Kepulauan

Riau

SUMBAR

Jambi

Bengkulu

SUMSEL

BABEL

Lampung

Banten

DKI Jakarta

JABAR

JATENG

DI Yogyakarta

JATIM

KALBAR

KALTENG

KALSEL

KALTIM

SULUT

Gorontalo

SULTENG

SULSEL

SULTRA

SULBAR

Bali

NTB

NTT

Maluku

Maluku Utara

Papua

Papua Barat

128

131

67

66

80

136

160

132

84

180

152

33

328

667

115

118

188

236

71

96

123

132

79

160

89

22

57

136

217

179

14

115

NA

14

41

26

28

24

42

0

24

0

62

75

24

76

214

44

24

21

18

15

36

15

46

12

28

8

0

15

14

13

32

5

13

NA

10.94%

31.30%

38.81%

42.42%

30.00%

30.88%

0.00%

18.18%

0.00%

34.44%

49.34%

72.73%

23.17%

32.08%

38.26%

20.34%

11.17%

7.63%

21.13%

37.50%

12.20%

34.85%

15.19%

17.50%

8.99%

0.00%

26.32%

10.29%

5.99%

17.88%

35.71%

11.30%

NA

28

12

27

17

13

3

79

16

6

50

46

0

39

94

25

19

34

38

8

17

20

29

20

25

23

14

21

13

52

89

7

43

NA

21.88%

9.16%

40.30%

25.76%

16.25%

2.21%

49.38%

12.12%

7.14%

27.78%

30.26%

0.00%

11.89%

14.09%

21.74%

16.10%

18.09%

16.10%

11.27%

17.71%

16.26%

21.97%

25.32%

15.63%

25.84%

63.64%

36.84%

9.56%

23.96%

49.72%

50.00%

37.39%

NA

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

5

12

0

0

0

0

0

0

0

5

1

0

34

NA

0.78%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

5.21%

9.76%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

2.30%

0.56%

0.00%

29.57%

NA

Kegiatan yang Mendukung Kawasan Andalan

Kegiatan yang Mendukung Kawasan Strategis Nasional

Jml

Persentase

Jml

(j)

(k=j/c)

(l)

40

64

0

10

23

67

66

0

75

31

1

0

132

144

20

39

30

0

10

35

3

0

7

15

20

4

2

1

34

1

3

30

NA

31.25%

48.85%

0.00%

15.15%

28.75%

49.26%

41.25%

0.00%

89.29%

17.22%

0.66%

0.00%

40.24%

21.59%

17.39%

33.05%

15.96%

0.00%

14.08%

36.46%

2.44%

0.00%

8.86%

9.38%

22.47%

18.18%

3.51%

0.74%

15.67%

0.56%

21.43%

26.09%

NA

4

0

0

1

0

9

0

0

0

0

39

0

38

0

0

0

0

0

0

0

3

0

0

18

3

0

17

0

0

0

0

0

NA

Persentase

(m=l/c)

3.13%

0.00%

0.00%

1.52%

0.00%

6.62%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

25.66%

0.00%

11.59%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

2.44%

0.00%

0.00%

11.25%

3.37%

0.00%

29.82%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

31

0.00%

NA

Arief ; Kalimantan Tengah

Arief ; Gorontalo

Arief ; Gorontalo

Arief ; Gorontalo

Arief ; Gorontalo

Arief ; Gorontalo

 

Kesesuaian

Program

Kesesuaian

Lokasi

Besaran

Anggaran

No.

Provinsi

(juta rupiah)

1

NAD

85.2%

73.8%

95.1%

2 SUMUT

78.6%

78.6%

72.3%

3 Riau

61.2%

61.2%

84.9%

4

Kepulauan Riau

73.8%

73.8%

74.9%

5

SUMBAR

76.0%

65.6%

74.2%

6

Jambi

79.6%

72.2%

87.8%

7

Bengkulu

81.3%

63.7%

99.6%

8

SUMSEL

53.4%

44.7%

70.3%

9

BABEL

91.9%

88.4%

92.8%

10

Lampung

57.2%

45.2%

72.5%

11

Banten

45.6%

44.4%

23.6%

12

DKI Jakarta

83.3%

83.3%

83.2%

13

JABAR

61.1%

52.0%

76.8%

14

JATENG

84.8%

76.2%

83.3%

15

DI Yogyakarta

75.6%

75.6%

76.7%

16

JATIM

87.1%

87.1%

92.9%

17

KALBAR

84.5%

80.0%

62.0%

18

KALTENG

73.9%

65.8%

84.2%

19

KALSEL

77.3%

72.4%

87.9%

20

KALTIM

87.2%

86.5%

97.8%

21

SULUT

76.9%

71.3%

78.0%

22

Gorontalo

85.7%

85.7%

91.8%

23

SULTENG

83.9%

80.4%

63.3%

24

SULSEL

79.6%

79.2%

96.2%

25

SULTRA

95.5%

95.5%

98.6%

26

SULBAR

72.0%

71.0%

85.0%

27

Bali

72.6%

69.0%

91.7%

28

NTB

86.7%

81.3%

94.6%

29

NTT

58.5%

58.5%

50.3%

30

Maluku

79.7%

77.6%

42.4%

31

Maluku Utara

68.9%

66.2%

77.8%

32

Papua

70.8%

65.3%

75.8%

33

Papua Barat

54.3%

54.3%

61.9%

6.3a Hasil Evaluasi (Kesesuaian Program,

Lokasi, dan Besaran Anggaran) Usulan

Program Cipta Karya Tahun 2010

Provinsi SULTRA memiliki tingkat kesesuaian program dan lokasi tertinggi dibanding provinsi lainnya.

Provinsi Banten memiliki tingkat kesesuaian

terendah dibanding provinsi lainnya,

dimana sekitar 55% usulan program tidak

sesuai dengan indikasi program RTRWN.

38

6.3b Hasil Evaluasi (Kesesuaian Lokasi)

   

Σ Kegiatan yang diusulkan

Σ Anggaran

Kesesuaian Program

Kesesuaian Lokasi (untuk kegiatan yang memiliki kesesuaian program)

Alokasi Anggaran (juta rupiah)

Ketidak Sesuaian Program dan Lokasi

No.

Provinsi