Anda di halaman 1dari 293

Asy-Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Ai-Malibari

Penerbit AL- IIDAYAH Surabaya j


fikrifajar.wordpress.com

Asy-Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari

1
1
1
Terjemah
l
l

FAT-HUL MU’ir> V

Alih Bahasa
Ust. Abul Hiyadh

Penerbit AL-HIDAYAH Surabaya


fikrifajar.wordpress.com
IJTIHAD, TAJDID DAN ISU
KEBEBASAN BERPIKIR

Oleh: Ust. Abul Hiyadh


FAT-HUL MU IN
Bisyarkhi Q rratul 'Ain Bimuhimmadid Din

Esensi keberadaan sistem penalaran, jauh sebelumnya sudah


diisyaratkan oleh Nabi saw., sebagaimana yang terungkap dalam
peristiwa salat Asar di Bani Quraidhah. Sebuah hadis yang terkenal
di kalangan kaum Muslimin menyebutkan:
Ketika sahabat Mu adz bin Jabcu >tia ngkal oleh Nabi saw. menjadi Hakim
di Yaman, oleh Nabi saw. ditanyakan: "Bagaimana sikapmu dalam
Teijemah
mmgambil kepulusanjika dihadapkan sebuah persoalan hukum?" Mu'adz
FAT-IIII, RtIJTO menjawab: "Akan akuputuskan berdasarkan Kitabullah." Nabi bertanya:
"Jika di dalamnya tidak kamu temui?" Mu'adz menjawab: "Akan aku
Penerjemah: Abul Hidayd putuskan berdasarkan Sunah Rasul." "Jika tidak kamu dapati”, kata
Penyunting: H. Aiuul Ghoerry Soechaimi Nabi. "Aku akan berijtihad sekuat kemampuanku", jawab Mu'adz.
Jawaban-jawaban sahabat Mu'adz tersebut mendapat pujian dari
Desain Sampul: As-Sa'diyyah Design Nabi saw. Demikian pula dalam berbagai Sunah, terdapat
bimbingan Nabi saw. yang mengarahkan para sahabat pada upaya
Lay Out & filming: As-Sa'diyah
penalaran. Sistem penalaran tersebut berlangsung dari generasi
Penerbit: AL-HIDAYAH, Surabaya ke generasi seterusnya sampai kiamat, hanya masalah yang digarap
antargenerasi tersebut berbeda.

Pengertian Ijtihad
Ijtihad menurut bahasa berarti "pengerahan tenaga sekuat
mungkin". Karena itu, tidak benar jika dikatakan: Zaid berijtihad
dalam mengangkat lidi. Sebab, mengangkat lidi itu pekerjaan yang
ringan. Tapi, jika dikatakan: la berijtihad dalam mengangkat batu
All rights reserved
besar, adalah dibenarkan. Sedang menurut istilah, Ijtihad adalah:

111
fikrifajar.wDrdpress.com
"Pengerahan segenap kesanggupan, oleh seorang fakih logika. Hukum seperti ini berlaku abadi, universal dan tidak dapat
(Mujtahid) untuk memperoleh tirigkat zhan mengenai hukum diubah. Ia bukan bidang garapan mujtahid. Pengertian yang ada
syarak." pada kategori ini sudah jelas dan autentik, baik dalam teori
maupun praktik. Jenis ini juga dinamakan mujma'alaih wa ma'lum
Hal tersebut berarti, bahwa ijtihad berfungsi untuk mengeluarkan minad din bidh-dharurah. Hal-hal ini diketahui secara
hukum syarak yang 'amah. Yaitu hukum yang berkaitan dengan berkesinambungan sejak dari jaman Nabi saw. berlanjut dari
sepak terjang seorang Muslim sehari-hari. Karena itu, Ijtihad tidak generasi ke generasi sampai masa sekarang dan seterusnya.
berlaku dalam bidang Akidah dan Akhlak. Bukan pula untuk Contoh dalam bidang ini adalah jumlah bilangan salat
mengeluarkan hukum syarak amali yang statusnya qath'i. wajib, puasa bulan Ramadhan, zakat, keharaman perzinaan dan
semua bentuk kejahatan lainnya, serta hukum-hukum yang
Syarat-syarat Berijtihad menjadi keharusan untuk diketahui oleh kaum Muslimin. Bidang
Ijtihad mempunyai tingkat kesaijanaan yang tinggi dalam tersebut tidak boleh disentuh oleh kajian ijtihad. Salat Zuhur yang
hukum Islam. Karena itu, untuk melakukan pekerjaan yang mulia jumlah rakaatnya empat, dengan dalih apa pun tidak dapat diubah
tersebut, seseorang harus mempunyai persyaratan ilmiah sebagai menjadi tiga atau lima rakaat. Kewajiban salat Jumat, karena tidak
berikut: bertepatan dengan hari libur kerja, maka harus dipindah pada
1. Memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai han Minggu, misalnya; Puasa Ramadhan ditukar saja dengan
Alqur-an dan Alhadis yang berhubungan dengan hukum. bulan yang lain dan sebagainya. Hal itu bukan karena ijtihad;
2. Memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai kalau Allah sudah menetapkan hari Jumat atau puasa harus di
bahasa Arab; mulai ilmu Gramatikal sampai Sastranya. bulan Ramadhan, kita semua harus menerimanya.
3. Mengetahui hukum-hukum yang telah disepakati oleh ulama Kedua, yang disebut dengan istilah Azh-Zhanniyyah, lawan
(ijmak). dari qath'iyyah di atas. Inilah yang menjadi ruang lingkup kajian
4. Mengetahui ushul fikih. ijtihad. Dalam masalah zhanniyah, dimungkinkan adanya lebih
5. Memiliki pengetahuan tentang kias (analogi). dari satu interpretasi. Karena itu, ia bersifat mukhtalaf faih,
6. Mengetahui Nasikh-Mansukh. menampung terjadinya perbedaan pendapat di kalangan
Syarat lainnya, seorang mujtahid harus mempunyai moral mujtahid. Dengan demikiaru dimungkinkan adanya variasi dalam
yang tinggi, sifat-sifat terpuji, takwa dan sadar, bahwa pelaksanaan ketentuan hukum yang tidak qath'iyyah. Di sini pula
kedudukannya sebagai pemberi fatwa, adalah kedudukan yang letak kemudahan penerapannya atas beberapa kondisi dan situasi,
sangat mulia. Karena itu, dia tidak boleh memutuskan hukum baik yang menyangkut perseorangan maupun masyarakat, yang
berdasarkan hawa nafsunya, dan tidak menjual agamanya untuk senantiasa berubah dan berkembang. Dari sini pula dapat diamati
kepentingan duniawi. keindahan teori-teori ilmu fikih dan kumpulan teknik-teknik
hukum dalam ilmu fikih. Hal ini juga yang telah mendatangkan
Ruang Lingkup Ijtihad kekaguman para ahli hukum barat, seperti yang terungkap dari
Hukum Islam amali dibagi menjadi dua: Pertama, yang catatan Keputusan Konggres Ahh-Ahh Hukum Internasional, di
dikenal dengan istilah Al-Qath'iyyah, yaitu hukum-hukum yang London, 2 Juli 1951.
ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang tegas dan kongkret serta Sekarang ini, dikenal dengan "fikih", yang merupakan suatu
tidak mengandung kemungkinan untuk diberikan penafsiran disiplin ilmu yang utuh dan berdiri sendiri, yang sangat terkenal
dan dominan dalam kehidupan umat Islam, merupakan produk

IV Terjemah Fat-hul Mu'in Ijtihad, Tajdid dan Isu V


fikrifajar.wordpress.com
ijtihad yang berkesinambungan, sejak jaman sahabat Nabi saw. dengan sunah. Boleh jadi orang dalam hadis di atas berarti individu
sampai sekarang ini. Begitulah yang diungkapkan oleh dan boleh jadi segolongan atau kelompok. Pribadi dalam hadis
Dr. K.H. Ali Yafie. Selanjutnya: .bahwa pada mulanya fikih tersebut adalah pribadi yang memiliki kelebihan intelektual, moral
hanya berupa catatan-catatan yang memuat yurisprodensi dan dan amal; sebuah pribadi yang mampu memudakan kembali
interpretasi para sahabat terhadap materi-materi hukum yang ada agamanya, mampu memberikan vitalitas dan dinamika agama
dalam Alqur-an dan As-Sunah. Setelah tiba masa registrasi dan secara kuat, melalui pikiran-pikiran yang menarik had, aktivitas
kodifikasi hukum Islam, mulai terbentuk pola-pola dan metode amal saleh, atau lewat perjuangan yang tidak pernah berhenti.
penalaran hukum Islam sebagai cara mengolah sumber-sumber Garapan Tajdid adalah lebih luas, yang dicakup daripada
hukum menjadi diktum-diktum hukum yang dibutuhkan pleh ijtihad. Sebab, ijtihad itu sendiri termasuk dari bidang Tajdid.
umat manusia dalam penyelenggaraan ibadah dan penertiban Sebagaimana yang tersebutkan di atas mengenai ijtihad; bahwa
muamalahnya dalam hidup bermasyarakat dan pemerintahan. ijtihad adalah ditekankan terhadap penalaran ilmiah hukum
Metode berijtihad yang dikembangkan oleh seorang ulama Islam amaii yang zhanni, sedang Tajdid atau Pembaruan meliputi
mujtahid, biasanya disebut Mazhab. Pada mulanya, tercatat 500 bidang pemikiran sikap mental dan bertindak. Yakni, segi-segi
mazhab, tetapi kemudian menciut menjadi puluhan, dan setelah yang dicakup dalam Islam: ilmu, iman dan amal. Dengan demikian,
melalui seleksi alamiah selama beberapa abad, kini tinggal empat mujtahid mesti mujaddid, sedangkan mujaddid belum mesti
mazhab yang terkenal dan diberlakukan di seluruh dunia Islam; mujiahid.
dengan mengecualikan mazhab Syi'ah. Dalam sistematikanya, Pribadi pribadi seperti yang disabdakan oleh Nabi saw.
materi-materi hukum yang bersifat qath'iyah dirangkai dengan dalam hadis di atas, telah lahir pada tiap generasi. Pada kurun
diktum hukum yang bersifat zhanmyah, yang dihasilkan oleh pertama adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz {dalam bidang
produk ijtihad pemerintahan); kurun kedua adalah Imam Asy-Syafi’i; kurun
ketiga adalah Al-Qadhi Abul Abbas, Ahmad bin Umar bin Suraij;
Pengertian Tajdid dan Tanggapan kurun keempat adalah Syekh Abu Ilamid, Ahmad bin Muhammad
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu A1 Asfiraini -ada yang mengatakan: Abu Sahl, Muhammad bin
Dawud dalam As-Sunan, Al-Hakim dalam AL-Mustadrak, Al-Baihaqi Sulaiman-; kurun kelima adalah Hujjatul Islam, Abu Hamid
dalam Ma'rifatus Sunan wal-Atsar, dan Imam Ath-Thabrani dalam Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, dan seterusnya.
Al-Ausath, Nabi saw. bersabda: Mengenai pandangan orang terhadap pembaruan, ada tiga
m.u am, begitulah yang ditulis Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Yaitu:
1. Pandangan yang menolak secara total. Golongan ini lebih
cenderung mempertahankan kondisi yang ada. Mereka
menyatakan, bahwa warisan generasi leluhur sudah
"Sesungguhnya Allah membangkitkan untuk umat ini, seorang mencukupi "Apa yang akan terjadi belum tentu lebih baik
yang membarui urusan agamanya." daripada yang sudah ada". Sikap 'jumud" seperti ini justru
menyentuh berbagai lapangan kehidupan: ilmu pengetahuan,
Dalam riwayat lain, dengan kata-kata: ".pada permulaan tiap-
pemikiran, kebudayaan, dan aktivitas kehidupan lainnya,
tiap seratus tahun ." Sedangkan yang dimaksud "Mujaddid
terutama sekali pembaruan di bidang agama. Istilah ’Tajdid"
(Pembaru)" dalam hadis tersebut, ialah orang yang
bagi mereka dipandang sebagai perbuatan bid'ah yang
membangkitkan kelesuan agama dan memisahkan antara bid'ah

VI Terjemah Fat-hul Mu'in Ijtihad, Tajdid dan Isu Vll


fikrifajar.wordpress.com
yang tidak prinsip."
menyesatkan. Sebenarnya, mereka bermaksud menegakkan
Antara ijtihad dan tajdid, adalah mempunyai hubungan
Islam dengan tulus ikhlas. Tapi sangat disayangkan, adalah
yang erat. Islam memandang ijtihad suatu cara memahami
sikap mereka yang bagaikan sikap seorang ibu yang keliru
hukum-hukum Alqur-an dan As-Sunah. Bagaimana sikap Islam
dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya. Akibat
dalam menghadapi pembaruan? Adakah pembaman dipandang
penjagaan ibu yang terlalu ketat, si anak kekurangan cahaya
bertentangan dengan jiwa Islam yang membawa misi akidah,
matahari, udara segar, dan akhirnya mati.
moralitas, ideologi, dan hukum-hukum untuk mengatur suatu
2. Pandangan kaum modern yang ekstrem. Golongan ini
menghendaki dihapus semua yang berbau kuno, meski telah kehidupan yang damai? Atau antara Islam dan pembaruan
memiliki misi sendiri?
menjadi akar budaya masyarakat. Mereka seakan-akap ingin
menghilangkan "kemarin", menghapus keija masa lampau, dan
meniadakan pengetahuan sejarah. Pembaruan yang mereka Pembaruan Versi Budak-budak Pikiran Barat
canangkan, adalah "westernisasi". Apa yang dihasilkan oleh Selanjutnya, sebuah asumsi menyatakan, di dunia Islam
barat di hari kemarin, adalah barn bagi mereka KaumWesternis dewasa ini, antara 'Tajdid (Pembaman) dan Mujaddid (Pembaru)"
mengajukan tuntutan agar menerima kebudayaan barat secara teijadi arah pandang yang berbeda. Di sana-sini sering dilontarkan
total, yang baik dan buruk, yang manis maupun pahit. "Mereka bermacam tuduhan, baik oleh kaum sekularis maupun kaum ateis
mengajukan tuntutan pembaruan (modernisasi) dalam agama, tci selubung Tujuan mereka, agar kaum Muslimin melepaskan
bulan dan matahari", kata Ar-Rafi'i keyakinan agamanya. Apakah ini dapat disebut pembaman, dan
3. Pandangan moderat Golongan ini menolak pandangan mereka disebut kaum pembaru? Dr. Yusuf Qardhawi menjawabnya
golongan pertama yang jumud, dan kedua yang menolak sebagai berikut: Saya kira, sebutan Mujaddid bagi mereka adalah
warisan Islam secara ekstrem Mereka menerima pembaruan, salah alamat. Sebab, mereka bukan kaum pembaru dalam arti
bahkan menganjurkannya. Pembaruan yang mereka inginkan yang sebenarnya. Yang lebih tepat mereka disebut "Mubaddid
harus tetap berada dalam naungan Islam. Mereka setuju (kaum Imperialis)".
mengambil hal-hal baru yang sesuai dan menolak yang tidak Ijtihad dan tajdid, adalah tidak dapat diidentikkan dengan
sejalan dengan Islam. Mengambil ilmu pengetahuan dan kebebasan berpikir yang ada di dunia barat. Sebab, kebangkitan
teknologi dart sumber mana pun demi kemajuan Islam dan berpikir di Eropa pada abad ke-16 dan ke-17 berangkat dari
umatnya, tetap dipandang perlu, tetapi tanpa melanggar kungkungan kepausan, akibat penyelewengan kaum agama.
dasar-dasar dan moralitas Islam. Hanya saja ilmu pengetahuan Tbkoh-tokoh agama tersebut menyalahgunakan kekuasaan besar
dan teknologi tersebut diambil bukan dengan jalan membeli yang ada di tangannya. Kesalahan terbesar dan kejahatan terhebat
sedemikian rupa, sehingga menjadi barang yang asing bagi yang dilakukan mereka terhadap agama yang mereka wakili,
umat Islam. adalah penyelundupan ke dalam Kitab Suci akan keanekaragaman
Sikap seperti inilah yang hams dimiliki para dai Muslim yang pikiran manusia, data-data sejarah, ilmu ilmu Fisika dan Geografi
sejati. Semboyan mereka adalah "memelihara sistem lama yang yang diakui masyarakat saat itu. Sehingga banyak dari ilmuwan
bermanfaat dan mengambil sistem baru yang lebih baik; yang dibantai oleh sistem kepausan tersebut. Dr. Ali Yafie berkata:
membuka mata terhadap kenyataan yang berlangsung dan "Dengan memahami latar belakang historis tersebut, pengertian
tidak menutup diri; teguh dalam mencapai tujuan dan luwes tentang reformasi (pembaruan), renaisans, humanisme, dan
dalam cara, ketat dalam prinsip dan mudah dalam persoalan rasionalisme, dapat ditangkap secara tepat, sehingga kita tidak

Ijtihad, Tajdid dan isu ix


VI11 Terjemah Fat-hul Mu'itt
fikrifajar word press. com
keliru menempatkannya. Selain itu, suatu kenyataan sejarah tidak menyatakan seluruh hukum Alqur-an tidak bersifat universal dan
dapat dikesampingkan begitu saja, yaitu bahwa kebangkitan Dunia abadi. Batas apa yang kita gunakan untuk membedakan antara
Modern (barat), yang telah melahirkan ilmu dan teknologi yang hukum yang kini bersifat abadi dan yang temporal? Jika hari ini
menakjubkan dan dikagumi oleh dunia sekarang ini, terjadi sesuai kita katakan, bahwa hukum warisan dalam Alqur-an harus diubah,
kontak frontal barat dan timur (Islam) melalui Perang Sahb. Kontak karena sudah dianggap tidak adil menurut ukuran sekarang, apa
frontal ini berpengaruh besar pada perubahan pandangan barat. kiranya yang akan menghalangi kita agar pada suatu saat
Di dalam dunia Islam, kebebasan manusia dan bei pikir menyatakan, bahwa hukum perkawinan pun harus diubah?
tidak iahir dari suatu proses sejarah, sebagaimana yang teijadi di Seorang laki-laki sekarang -menurut ketentuan Alqur-an— hanya
Dunia Barat, tapi berpangkal dari inti ajaran slam sendiri. boleh mengawini empat wanita, sekaligus dengan syarat-syarat
Bukankah tiang pancang Islam adalah 'mengingkan keterikatan tertentu. Mungkin pada suatu saat, dengan alasan jumlah wanita
pada kekuasaan apa pun, kecuali kekuasaan Allah swt (La ilaha lebih banyak daripada laki-laki, akan kita lakukan perubahan nash
illallah la syarika lah). Bukankah ini mengandung nilai tertinggi Alqur-an mengenai hal ini, sehingga seorang pria boleh
kebebasan manusia?." mengawini sepuluh wanita sekaligus?.Bahkan hukum-hukum
Dr. Yusuf Qardhawi berkata: "Pembaruan berarti kembali ibadah pun sudah mulai digugat, karena dianggap menghambat
pada awal terbentuk suatu bangunan, dan memperbaiki pembangunan negara, misalnya puasa; atau menghamburkan
kekurangan yang ada, tanpa merusak bahan dasar berikut segi- devisa negara, misalnya haji. Jika hal-hal seperti ini terns saja
segi khasnya. Ini sama dengan pemugaran sebuah bangunan kuno berlangsung, maka akan datang saatnya orang berkata, bahwa
atau gedung bersejarah. Pemugaran bukan berarti mengubah salat pun harus "disesuaikan dengan perkembangan jaman";
keaslian, bentuk dan ciri khasnya, melainkan menjadikan misalnya, diganti dengan sejenis transcendental meditation. Mungkin
bangunan tersebut kembali seperti aslinya. Jika kita hancurkan ada orang yang menganggap pikiran seperti ini ekstrem, namuii
atau robohkan, lalu kita dirikan di tempat itu sebuah bangunan tidaklah mungkin bahwa inilah yang pernah dikhawatirkan oleh
baru yang megah dan modern, hal itu bukan pembaruan Rasulullah saw., ketika beliau bersabda:

namanya." "Akan tiba saatnya, kalian melepaskan ikatan-ikatan agama,


Pada abad kedua puluh, yang ditandai dengan kemajuan satu demi satu. Yangpertama teruraikan adalah hukum (yakni,
ilmu dan teknologi, menjadikan seseorang bangga jika dipandang penerapan hukum Islam dalam peradilan dan pemerintahan)
sebagai "rasionalis" atau "reformis", tanpa mengingat lagi akar dan yang terakhir adalah salat".
sejarah kedua kata tersebut. Sebagian dar golongan ini berkata. Setelah mengikuti uraian ijtihad dan tajdid, sekarang
"Hukum-hukum Alqur-an yang diturunkan di Jazirah Arab empat nyatalah bagi kita, mana yang Tajdid (pembaruan) dan yang
belas abad yang lalu, sesuai dengan situasi dan kondisi sosiai Tabdid. Akhirnya, kita tidak salah dalam menempatkan
budaya waktu itu. Oleh sebab itu, tidak semua kandungan Alqur- pengertian tajdid, seperti yang dimaksudkan dalam hadis Nabi
an harus diperlakukan sebagai bersifat universal dan a a ... . saw. Dalam menanggapi kaum Mubaddid (kaum imperialis).
Dalam menanggapi hal tersebut, Muhammaci Al-Baqir
Dr. Yusuf Al-Qardhawimelontarkankritikyangtajam: "Barangkali
berkata: "Pikiran-pikiran seperti ini dapat berakibat senus. Sekali mereka termasuk dalam model ini. Mereka ingin merobohkan
kita menyatakan, bahwa tidak semua kandungan Alqur-an harus mesjid kuno untuk digantikan dengan 'gereja' modern, berikut
diperlakukan sebagai bersifat universal dan abadi, pada hakikatnya segenap kelengkapan dan ciri khasnya dengan memberikan
kita telah membuka pintu lebar-lebar, yang pada akhirnya. sebutan 'mesjid'.

X Terjemah Fat-hul Mu'in


Ijtihad, Tajdid dan Isu xi
fikrifajar.wordpress.com
Predikatyang lebih tepat diberikan terhadap kaum pembaru ulama-ulama terdahulu.
tersebut, adalah 'kaum imperialis', murid-murid atau antek- 2. Menutup pintu ijtihad, berarti menutup kesempatan bagi para
anteknya, baik mereka dari kalangan kaum orientals atau ulama Islam untuk menciptakan pemikiran-pemikiran yang
pengagumnya. Lebih mengena lagi, jika mereka disebut budak- baik dalam memanfaatkan dan menggali sumber (dalil) hukum
budak pikiran barat'. Sebab, mereka ternyata bukan murid-mu- Islam.
rid yang baik dari pikiran barat. Seorang murid yang baik dapat 3. Membuka pintu ijtihad, berarti membuat setiap permasalahan
melancarkan kritik terhadap gurunya, atau menjawab keterangan barn yang dihadapi uniat dapat diketahui hukumnya, sehingga
sang guru, untuk sejumlah persoalan yang mungkin keliru. Tetapi hukum Islam akan selalu berkembang serta sanggup menjawab
yang mereka perlihatkan, adalah sikap seorang budak. Apa saja tantangan jaman.
yang dikatakan barat, adalah kebenaran dan kejujuran yang Argumentasi kelompok ulama yang berpendapat, bahwa
diimani; apa yang diketjakan barat, adalah baik dan indah. Tak pinm ijtihad telah tertutup, antara lain:
ada bedanya budak kanan ataupun kiri. \hng jelas, sumbetnya 1. Hukum-hukum Islam dalam bidang ibadah, muamalah,
satu. Masing-masing bagaikan ranting atau cabang dari sebuah munakahah, jinayat dan sebagainya, sudah lengkap dan
pohon yang dikutuk Qur-an, Injil dan Taurat. Yakni, pohon dibukukan secara rinci dan rapi. Karena itu, ijtihad dalam hal-
materialisme yang menjijikkan', yang membuat manusia menjadi hal ini tidak diperlukan lagi.
jasad yang tak bernyawa, yang menghilangkan iman dari 2. Mayoritas Ahlusunah hanya mengakui mazhab empat. Karena
kehidupan, dan menyesatkan masyarakat." Muhamamd Iqbal, itu, penganut mazhab Ahlusunah hendaknya memilih salah
penyair dan pemikir Islam modern yang besar menyatakan satu dari mazhab empat, dan tidak boleh pindah mazhab.
dengan tegas, bahwa: "Ka'bah tidak mungkin dapat diganti batu lam 3. Membuka pintu ijtihad, selain hal itu percuma dan membuang-
dari Eropa". buang waktu, hasilnya akan berkisar pada hukum yang terdiri
atas kumpulan dua mazhab atau lebih, hal semacam ini terkenal
Tertutupkah Pintu Ijtihad? dengan istilah talfiq, yang kebolehannya masih diperselisihkan
Para ulama Hanbali berpendapat, bahwa tidak satu masa oleh kalangan ulama ushul; hukum yang telah dihasilkan oleh
pun berlalu di dunia ini, kecuali di dalamnya ada orang yang salah satu mazhab empat, berarti ijtihad itu tahshilul hashil;
mampu berijtihad. Dengan adanya orang tersebut, agama akan hukum yang sesuai dengan salah satu mazhab di luar mazhab
teijaga, dan upaya-upaya pengacau agama dapat dicegah. Abu empat, padahal selain mazhab empat tidak dianggap sah oleh
Zahrah berkata: "Kita tidak tahu, siapa yang dapat menutup pintu mayoritas ulama Ahlusunah; hukum yang tidak seorang ulama
yang telah dibuka oleh Allah swt. bagi perkembangan akal dan pun membenarkannya, hal semacam ini pada hakikatnya sama
pikiran manusia. Bila ada orang yang berkata: 'Pintu ijtihad telah dengan menentang ijmak.
tertutup', mana dalilnya?" . 4. Kenyataan sejarah menunjukkan, bahwa sejak awal abad
Argumentasi ulama yang berpendapat, bahwa pintu ijtihad keempat Hijriah sampai kini, tak seorang ulama pun berani
tetap terbuka: menonjolkan diri atau ditonjolkan oleh pengikutnya sebagai
1. Menutup pintu ijtihad, berarti menjadikan hukum Islam yang seorang Mujtahid mutlak mustaqil. Hal ini menunjukkan, bahwa
dinamis menjadi kaku dan beku, sehingga Islam akan syarat-syarat berijtihad itu memang sulit, kalau tidak dapat
ketinggalan jaman. Sebab, banyak kasus baru yang hukumnya dikatakan, tidak mungkin lagi untuk saat sekarang.
belum dijelaskan dalam Alqur-an, Sunah dan dibahas oleh

xii Terjemah Fat-hul Mu'in


Ijtihad, Tajdid dan Isu Xlll
Dalam mempertemukan kedua kelompok di atas. Prof. K.H.
Beliau berkata: "Dengan demikian, tidak tepat kalau
Ibrahim Hosen, LML. mengutip hasil keputusan Lembaga
dikatakan pintu ijtihad tetap sepenuhnya terbuka tanpa ada
Penelitian Islam Al-Azhar, di Kairo, Maret 1964 Ma
batasan. Sebab, hal ini selain tidak realistis, juga akan membuka
"Muktamar mengambil keputusan, bahwa Alqur-an dan Sunah Rasul peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk
merupakan sumber hukum Islam; dan bahwa berijtihad untuk mengambil mengacau Islam dengan dalih ijtihad. Hal ini sangat berbahaya.
hukum dari Alqur-an dan Sunah, adalah dibenarkan bagi orang yang Demikian juga, tidak tepat kalau dikatakan, bahwa pintu ijtihad
memenuhi persyaratannya, manakala ijtihad itu dilakukan pada sudah sepenuhnya tertutup tanpa ada batasan. Sebab, dalam
tempatnya; dan bahwa jalan untuk memelihara kemaslahatan dan kenyataannya banyak masalah baru yang muncul, yang belum
menghadapi masalah-masalah yang selalu timbul, hendaklah dipilih pernah disinggung dalam Alqur-an dan Sunah, bahkan belum
antara hukum-hukum fikih pada tiap-tiap mazhab yang memuaskan. pernah dibicarakan oleh para mujtahid terdahulu, dan masalah-
Jika dengan jalan tersebut tidak terdapat suatu hukum yang memuaskan, masalah tersebut memerlukan keputusan hukum. Apabila pintu
maka berlakulah ijtihad bersama (kolektif) berdasarkan mazhab; dan jika ijtihad tertutup, maka akan banyak permasalahan yang tidak
tidak memuaskan, maka berlakulah ijtihad bersama secara mutlak. diketahui hukumnya. Dengan demikian, hukum Islam menjadi
lembaga penelitian akan mengatur usaha-usaha untuk ijtihad bersama, kaku, beku dan statis, sehingga Islam akan ketinggalan jaman."
baik secara mazhab maupun mutlak, agar dapat dipergunakan bila Ten tang ijtihad dewasa im dan hasil-hasil yang telah dicapai
diperlukan." oleh ahli-ahli fikih di masa lampau, Muhammad Al-Madani dalam
Kesimpulan Ibrahim Hosen dari keputusan Lembaga Mawathinul Ijtihad fisy Syari'ah Al-Islamiyyah berkomentar. "Kita
Penelitian Islam Al-Azhar tersebut: harus mengakui, bahwa mereka memang telah berbuat banyak
1. Pintu Ijtihad mutlak mustaqil, baik secara perseorangan maupun dan bermanfaat bagi kita. Mereka telah melakukan dalam berbagai
kolektif sudah tertutup, Ijtihad mutlak mustaqil, adalah ijtihad persoalan, sejauh apa yang mereka temukan pada jamannya.
yang dilakukan dengan cara menciptakan norma-norma Mereka memang tidak menciptakan persoalan baru, seperti juga
hukum dan kaidah istinbath, yang menjadi sistem (metode) bagi dengan Rasulullah saw Tugas mereka hanyalah melakukan koreksi
mujtahid dalam menggali hukum. Norma dan kaidah-kaidah dan menilai segala bentuk muamalah yang berkembang dalam
itu dapat diubah, manakala dipandang perlu. masyarakatnya.
2. Pintu Ijtihad mutlak muntasib, secara perseorangan sudah Kita adalah ulama, pewans Nabi saw. dan pembawa panji-
tertutup, tetapi tetap terbuka bagi orang-orang yang memenuhi panji Islam. Sudah seharusnya berbuat sebagaimana yang
syarat dan dilakukan secara bersama. Ijtihad mutlak Muntasib, dikeijakan Rasulullah ketika h jrah ke Madinah. Sikap kita adalah
adalah ijtihad yang dilakukan dengan mempergunakan norma- sikap seorang pengamat yang jeli dalam melihat persoalan, bukan
norma hukum dan kaidah-kaidah istinbath yang telah dibuat sikap yang dengan mudah mengharamkan sesuatu sebelum
oleh mujtahid mutlak mustaqil, dan berhak menafsirkan apa mengetahui persoalannya secara jelas dan detail."
yang dimaksud dengan norma-norma dan kaidah tersebut. Sekali lagi, kami ingin mengingatkan kepada para pewaris
3. Pintu ijtihad di bidang tarjih oleh perseorangan maupun Nabi saw.: Waspadalah akan pikiran-pikiran Budak Barat yang
bersama, masih tetap terbuka bagi mereka yang memenuhi kian hari semakin menggerogoti keimanan kita! Kita mempunyai
syarat-syarat ijtihad. tanggung jawab atas kelangsungan Risalah Islamiah ini. Para
4. Masalah fikih tidak dapat dilepaskan dari persoalan mazhab, Mubaddid (perusak agama atau kaum imperialis) sekarang sudah
sebab mazhab merupakan sistem orang yang melakukan ijtihad. banyak bei tebaran di atas bumi tercinta, Indonesia, setelah mereka
nyantri di duma barat.

XIV Tetjemah Fat-hul Mu'in


Ijtihad, Tajdid dan Isu XV

_
ar.wordpress.com
Sebelum kami mengakhiri tulisan ini, kami ingin
mengulangi yang pernah dikatakan oleh Muhammad Iqbal,
PENGANTAR PENERJEMAH
bahwa: "Ka'bah tidak mungkin dapat diganti dengan. batu lain dari
Eropa"; dan sabda Nabi saw.: "Akan datang satu masa ketika kalian
mengikuti cara hidup dan adat-istiadat umat-urnat sebelum kalian,
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga seandainya
mereka memasuki Hang biawak pun, kalian akan turut memasukinya"
Para sahabat bertanya: "Umat-umat Yahudi dan Nasranikah mereka itu,
wahai, RasuluUah?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka ?"

Buku yang berada di tangan para pembaca yang budiman


ini, adalah terjemah dan kitab Fat-hul Mu'in, karangan Ai-Alamah
Asy-Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, murid Imam
Ibnu Hajar Al-Haitami, seorang Mujtahid Taijih. Kitab tersebut
kami terjemahkan dengan berpedoman pada kitab I'anatuth
Thalibin. Yakni, kitab yang ditulis oleh Sayid Bakri bin Sayid
Muhammad Syaththa Ad-Dimyathi Al-Mishri, yang terdiri dari
empat jilid —sebagai komentar dalam bentuk Hasyiyah terhadap
kitab Fat-hul Mu'in—. Kami pun berusaha menjelaskan kalimat-
kalimat dari kitab tersebut yang kami anggap penting, serta sulit
untuk dipahami. Selain itu, kami banyak merujuk terhadap sistem
penerjemahan yang dilakukan oleh Ust. Drs. H. Aliy As'ad.
Sekalipun akhirnya kami mengadakan perubahan di sana-sini.

xvi Terjemah Fat-hul Mu'in XVII


/
Sebagaimana yang telah kita maklumi bersama, bahwa kitab memikirkan langkah di atas dan menata kurikulum yang kita
Fat-hul Mu'in, di kalangan pesantren adalah sebuah kitab hukum anggap kurang efektif;
Islam yang dianggap sukar dan sulit untuk dipahaminya. 4. Sementara ini, sebenarnya kita mempunyai kader-kader yang
Sehingga, kitab tersebut merupakan barometer (pengukur) mumpuni, tapi karena mereka tidak diberi pendidikan tulis-
kepandaian para santri dalam membaca dan memahami kitab- menulis di bidang karya tulis ilmiah — kalau toh ada pesantren
kitab fikjh lainnya yang berbahasa Arab. Kami juga merasa yang sudah membekalinya, kami kira sedikit sekali—, maka
demikian kenyataannya. suara mereka kurang (tidak didengar) di lapisan atas. Sehingga,
Dalam rangka mencetak santri-santri yang berkualitas dan bila ada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran yang mereka
berbobot tinggi, serta membuka cakrawala berpikir para santri, terima di pesantren, mereka tidak mampu melontarkan
terutama dalam bidang ilmu fikih, sekaligus mengajak pesantren- pikirannya lewat makalah.
pesantren yang ada di Indonesia, agar memikirkan langkah- Itulah permasalahannya, sehingga kami yang mendapat
langkah di bawah ini: didikan penuh dalam pesantren, merasa prihatin terhadap
1. Melakukan pembidangan (spesialisasi) terhadap satu bidang keadaan syariat Islamiah yang banyak dikacaukan oleh (kaum
kliusus yang dipelajari secara intensif dan mendalam pada ilmu imperialist dengan dalih ijtihad dan tajdid. Maka, lewat tulisan
fikih, sehingga ia nanti dapat menjadi panutan masyarakat di ini, kami ingin mengajak para pewarits Nabi saw. untuk
bidang yang dipilihnya. Misalnya, memilih bidang ibadah, memikirkan langkah di atas. Memang, praktiknya tidak semudah
muamalah, aqdhiyah, jinayah dan seterusnya. yang kita bayangkan, tapi alangkah baiknyajika kita mau berusaha
Langkah tersebut ditempuh setelah para santri menyelesaikan untuk mencobanya. Yang lebih penting lagi, kita harus
dirasah fikih yang umum. Misalnya, setelah mereka memahami mewujudkan koordinasi yang baik di antara kita dalam menggapai
Fat-hul Mu'in. langkah tersebut.
2. Memberikan dirasah Fikih Muqaranatil Madzahibil Arba'ah, yang Sebelum kami mengakhiri pengantar ini, jika yang kami
sesuai dengan bidang yang mereka pilih. tuangkan dalam lembaran mulai awal hingga akhir, kurang
3. Menekankan dirasah Ushul Fikih, Al-Qa'idah Al-Fiqhiyyah, dan berkenan di hati kawan-kawan, saudara-saudara, masyayekh dan
Hikmatut Tasyri' terhadap mereka. guru-guru kami, maka kami mohon maaf yang banyak.
4. Mensyaratkan mereka membuat karya tulis ilmiah yang sesuai Dengan segala kerendahan hati, bila para pembaca yang
bidang masing-masing, setelah menyelesaikan pendidikannya. budiman menemukan kesalahan-kesalahan dalam teijemah ini,
Hal tersebut berangkat dari pemikiran kami: maka kami harap sudilah kiranya berkenan untuk membetul-
1. Banyak timbul masalah fikih di masyarakat yang belum pernah kannya demi kesempurnaannya. Akhirnya, hanya ke hadirat
dibahas oleh ahli-ahli fikih di masa lampau; Allah swt. jualah kami bertawakal dan berdoa, semoga dalam
2. Banyak timbul pemikiran yang dilontarkan oleh para 4 penerjemahan ini dapat bermanfaat, sebagaimana buku aslinya,
Mubaddid (budak-budak pikiran barat), di mana kita mem- serta menjadi amal baik bagi kami dan di hari akhir nanti.
punyai tanggung jawab bersama dalqm membentenginya
(baca: Ijtihad, Tajdid dan Isu Kebebasan Berpikir); Wabillahit taufiq wal hidayah.
3. Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para santri, sehingga
banyak dari mereka yang pulang dan pesantren kurang 27 Zulkaidah 1413 H.
Demak,
memahami seluk-beluk ilmu fikih. Karena itu, kita perlu 19 M e i 1993 M.

xviii Terjemah Fat-hul Mu’in Pengantar Penerjemah XIX


fikrifajar.wordpress.com
DATTAR PUSTAKA DAFTAR ISI

SEKAPUR SIRIH DARI PENERJEMAH DI SEKITAR IJTIHAD


1. Imam Ahmad bin Muhammad Al-Mahalli, Syarh, MatanJam'ul DAN TAJDID DAN ISU KEBEBASAN BERPIKIR . iii
Jawami', jilid II. PENGANTAR PENERJEMAH . xvii
DAFTAR PUSTAKA. xx
2. Imam As-Suyuthi, Al-Jami'ush Shaghir.
DAFTAR ISI. xxi
3. Syekh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani Al-Indunisi, Al- PENDAHULUAN
Fawaid Al-Janiyyah, jilid I, cet. Al-Masyhad, Al-Husaini, Mesir. Basmalah. , 1
Hamdalah, Salawat dan Salam. 4
4. Dr. K.H. Ali Yafie, Posisi Ijtihad dalam Keutuhan Ajaran Islam,-, Fengertian Nabi dan Rasul. 6
makalah beliau dalam: Ijtihad dalam Sorotan. Fengertian Rkih dan Imam Syafi'i . 8
Sumber PeganganTenulisan Kitab Fat-hul Mu'in. 10
5. Prof. K.H. Ibrahim Hosen, Memecahkan Permasalahan Hukum
Islam: Ijtihad dalam Sorotan. BAB SALAT.
Fengertian Salat dan Salat-salat Fardu . 13
6. Muhammad Al-Baqir, Otoritas dan Ruang Lingkup Ijtihad; Ijtihad Orang yang Terkena Kewajiban Salat . 14
dalam Sorotan. Hukum Orang yang Menmggalkan Salat ... 15
(Ketiga makalah di atas, dimuat dalam: Ijtihad dalam Sorotan, Peringatan-. Mayatyang Mempunyai Tanggungan Salat. 18
penerbit Mizan). Pendidikan Salat dan Ibadah Lain Terhadap Anak. 19
Peringatan: Istri Kecil yang Masih Mempunyai Ayah.. 21
7. Dr. Yusuf Qardhawi, Al-Ijtihad wat Tajdid bainadh Dhawabith Asy- PASAL 1 : SYARAT-SYARAT SALAT. 23
Syar'iyyah wal Hayah Al-Mu'asharah; yang dimuat dalam majalah Fengertian Syarat. 23
Ummah, no. 45, th. IY Ramadhan 1404 H. Syarat Salat Pertama : Thaharah. 23
Thaharah Pertama : Wudu. 24
8. Muhammad Al-Madani, Mawathin Al-Ijtihad fisy Syari'ah Al-
Syarat-syarat Wudu. 24
Islamiyyah, terbitan Maktabah Al-Manar, Kuwait.
1. AirMudak. 25
(Kedua makalah ini, telah diteijemahkan ke dalam bahasa In¬ Cabang : Wudu dengan Memasukkan Tangan. 27
donesia dan terhimpun dalam buku: Dasar Pemikiran Hukum Air yang Mengalami Perubahan. 28
Islam). Air Dua Kulah. 31
Air Sedikit. 33
9. Abul Hasan Al-Hasani An Nadawi, Kerugian Apa yang Diderita
2. Mengalirkan Air pada Anggota yang Dibasuh. 35
Dunia Akibat Kemerosotan Kaum Muslimin, Al-Ma'arif.
3. Tiada Sesuatu yang Mengakibatkan Air Berubah. 36
4. Dada Penghalang antara Anggota Basuhan dengan Air 36
5. Masuk Waktu Salat Bagi yang Berhadas Terus-menerus. 38
Fardu Wudu .. 40
1. Niat . 40
2. Membasuh Muka . 42
3. Membasuh Dua Tangan ...- 45
Cabang : Lupa Membasuh Seberkas Anggota .i. 46

xx XXI
fikrifajar. wfflrdpress.com
4. Mengusap Sebagian Kepala ..... 46 Hal-hal yang Membatalkan Wudu .r:. 79
5. Membasuh Dua Kaki . ... 47 1. Yakin Telah Keluar Sesuatu dari Pintu Felepasan Selain
Cabang : Kaki Terkena Duri .,. 48 AirSperma . 79
Peringatan : Masalah Rambut yang Mengikat dengan Sen- 2. ITilang Kesadaran Sebab Mabuk dan Sebagainya . 80
dirinya ... ... 48 3. Menyentuh Kemaluan dengan Telapak Tangan . 82
6. Tertib.. 49. 4. Fersentuhan Kulit Laki-laki dengan Wanita .. 84
Cabang : Orang Berwudu atau Mandi, yang Ragu Sesudah Penutup: Perbuatan yang Diharamkan Sebab Hadas. 87
Membasuh. 51 Perbuatan yang Diharamkan Sebab Janabah. 90
Sunah-sunah Wudu . 52 Thaharah Kedua: Mandi. 91
1. Membaca Ta'awudz dan Basmalah... 52 Bengertian Mandi. 91
Cabang-. Perbuatan-perbuatan yang Disunahkan Membaca Hal-hal yang Mewajibkan Mandi. 92
Basmalah Terlebih Dahulu . 54 1. Keluar Air Mani. 92
2- Membasuh Dua Tapak Tangan... 55 2. Kepala Penis Masuk ke Farji...... 93
3. Bersiwak. 55 3. Haid (Menstruasi). 93
4. Berkumur dan Menghirup Air . 59 4. Nifas . 95
5. Mengusap Seluruh Kepala . 59 Fardu Mandi: . 96
6. Mengusap Dua Telinga . 61 1. Niat . 96
7. Menggosok-gosok Anggota Wudu .. 61 2 Meratakan Air ke Seluruh Badan . 97
8. Menyela-nyela Jenggot yang Tebal . 61 Sunah-sunah Mandi:.■.. 99
9. Menyela-nyela Jari-jari Kedua Tangan . 62 1. Diawali dengan Membaca Basmalah . 99
10. Memanjangkan Basuhan Muka . — - 63 2. Membuang Kotoran Badan .. 99
11 .Memanjangkan Basuhan Kedua Tangan dan Kaki . 63 3. Renting Sebelum Mandi Bagi yang Inzal . 100
12. Mengulang Tiga Kali Setiap Basuhan, Usapan dan 4. Berkumur, Menyesap Air ke Hidung dan Berwudu. 100
Seterusnya . 64 5. Tidak Menanggung Hadas Selama Mandi . 100
Cabang: Orang yang Ragu dalam Berwudu .. 65 6. Memperhatikan dalam Membasuh Anggota yang Berlipat 101
13. Mendahulukan Anggota Kanan . 66 7. Menggosok-gosok Bagian Badan . 102
14.Sambung-menyambung Perbuatan Wudu . 68 8. Mengulang Tiga Kali Basuhan. 102
15. Memperhatikan Basuhan Tumit, Ekor Mata dan Seba- 9. Menghadap Kiblat, Sambung-menyambung, Tidak Ber¬
gainya... 68 bicara Tanpa Ada Hajat dan Tidak Menyeka Air Tanpa
16. Menghadap Kiblat ..... 69 Ada Uzur . 103
17. Tidak Berbicara . 69 10. Berdoa Setelah Mandi ... 103
18. Tidak Menyeka Air . 70 11. Menggunakan Air yang Mengahr ..... 103
19. Berdoa Setelah Wudu . 70 Cabang : Sekali Mandi dengan Dua Macam Niat . 103
20. Meminum Air Sisa Wudu ... 73 Cabang: Sunah Mencuci Farji Setelah Pendarahan . 104
21. Memercikkan Air Sisa Wudu pada Pakaian... 73 Syarat Salat Kedua: Suci Badan, Pakaian dan Tempat
22. Melakukan Salat Dua Rakaat Setelah Wudu ... 73 dari Najis . 100
Faedah:Keharaman Bersuci dengan Air yang Disediakan Pengertian Najis . 107
untuk Minum dan Air yang Tidak Jelas Statusnya. 74 Benda-benda Najis
Kesempumaan: Tayamum . 77 1. Tinja . 107
Rukun-rukun Tayamum . 77 2. Air Kemih . 107

XXH Terjemah Fat-hul Mu'in Daftar Isi xxiii


ffkrrfajanwc rdpress.com
3. Madzi . 110 Perkara yang Digunakan Menutup Aurat . 147
4. Wadi . 110 Orang yang Tidak Mampu Menutup Aurat ...-. 148
5. Darah ... 110 Kesunahan Memakai Pakaian yang Paling Bagus ketika
6. Nanah . Ill Mengerjakan Salat . 149
7. Air Koreng dan Sesamanya . Ill Cabang: Menutup Aurat di Luar Salat . 149
8. Muntahan dari Berut . Ill Syarat Salat Keempat: Mengetahui Masuk Waktu Salat....... 150
9. Air Empedu atau Air Susu Binatang yang Haram Di- Batas-batas Waktu Salat Fardu Lima Kali. 151
makan Dagingnya .,. Ill Cabang: Pelaksanaan Salat Lsyak . 155
Beberapa Najis yang Dima'fu . 112 Cabang: Tidur ketika Waktu Salat Telah Ttba . 157
10. Bangkai ..... 119 Cabang: Beberapa Waktu Makruh untuk Salat ... 157
11. Barang Cair yang Memabukkan. 121 Syarat Salat Kelima: Menghadap Kiblat . 159
Arak yang Menjadi Cuka . 121 Menghadapkan Dada ke Arah Kiblat ... 159
Kulit Bangkai yang Disamak . 123 Hukum Menghadap ke Arah Kiblat ... 159
12. Anjing, Babi dan Anak Turunnya . 123 Salat-salat yang Diperbolehkan Tanpa Menghadap Kiblat.. 159
Wanita yang Disetubuhi Anjing ..... 124 Syarat Salat Keenam: Mengetahui Kefarduan Salat . 162
Mencuci Barang Terkena Najis .. 125 PASAL 2: SIFAT-SIFAT SALAT 165
Cabang: Tanah yang Terkena Najis . 127 Rukun-rukun Salat:. 1®3
Cabang: Air Bekas Mencuci Najis . 129 1. Niat . 1®®
Cabang-. Makanan Padat Terkena Najis. 130 2. Takbiratul Ihram ...*.- 1^0
Cabang: Air Perigi Terkena Najis . 130 Cabang: Takbir yang Berulang-ulang . 174
Cabang: Terkena Najis di Air Banyak . 132 3. Berdiri. 1^
Najis Ma'fii (Diampuni):.—.. 133 Cabang: Orang yang Mampu Berdiri jika Salat Sendirian,
1. Darah Nyamuk dan Semacamnya . 133 Tapi Tidak Mampu Jika Berjamaah . 179
2. Darah Kudis dan Semacamnya . 133 4. Membaca Al-Fatihah . 182
3. Darah Sedikit yang Timbul dari Orang Lain . 135 Cabang: Ragu-ragu dalam Ffembacaan Basmalah yang Ter-
4. Darah Sedikit dari Jenis Darah Haid dan Hidung . 135 jadi di Tengah-tengah Fatihah .. 191
5. Darah SebabTusukJarum . 136 Orang yang Tidak Mampu Membaca Fatihah .— 193
Orang Berpendaharahan Hidung . 137 Kesunahan Membaca Doa IFtitah . 194
6. Sedikit Lumpur Bernajis pada Air . 138 Membaca Ta'awudz . 197
Kaidah Penting: Sesuatu yang Diragukan Najis .. 139 Membaca Ta'min . 198
7. Bekas Najis Setelah Istijmar (Istinja) dengan Batu . 140 Cabang: Kesunahan Diam Bagi Imam Setelah Membaca
8. Kotoran Burung yang Telah Kering ... 141 Amin . 200
Cabang: Melihat Najis pada Pakaian Orang yang Faedah: Diam Sejenak antara Ta'min dan Fatihah . 200
Sedang Mengerjakan Salat ..... 142 Kesunahan Membaca Surah dari Alqur-an . 201
Penyempumaan: Hal Istinja . 143 Cabang: Makmum Selesai Membaca Sebelum Imamnya. 206
Hukum Wajib Istinja . 143 Cabang: Meninggalkan Bacaan Ayat Alqur-an yang Ma'tsur 207
Kewajiban Mengendorkan Anggota Badan . 143 Peringatan: Bacaan yang Keras. 209
Kesunahan-kesunahan dalam Istinja . 143 5. Rukuk . 212
Syarat Salat Ketiga: Menutup Aurat . 146 Peringatan: Membungkuk Waktu Rukuk dengan Tujuan
Batas-batas Aurat . 147 Lain . 215

xxiv Terjemah Fat-hul Mu in Daftar 1st XXV


ress.com
6. Iktidal .. 216 Peringatan: Imam Melakukan Sujud Sahwi, Sedang Mak¬
DoaQunut .. ....... 218 mum Bertasyahud .. ....•■■■■■.. 293
7. Dua Kali Sujud ......;._ 225 Keraguan yang Terjadi Setelah Salam ... 293
8. Duduk di antara Dua Sujud .... 231 Kaidah: Mengenai Keraguan ............ ... . . 96
9. Thumakninah .... 234 Kesempumaan: Sujud Tilawah . 296
10. Tasyahud Akhir ......... 235 Bacaan/Doa Sujud Tilawah ... . 29
11. Salawat Nabi ..... 237 Faedah: Haram Membaca Alqur-an Bertujuan Sujud Tila-
12. Duduk Tasyahud dan Salawat Salam . 241 lawah .. 299
13. Mengucapkan Salam Pertama .. 243 PASAL4: TENTANG YANG MEMBATALKAN SALAT . 301
Peringatan: Kepada Siapa Salam Salat Ditujukan.... . 245“ 1. Niat Memutus Salat atau Menggantungkan Putusnya
Beberapa Cabang: Niat Keluar dari Salat . 246 pada Suatu Kejadian ..... f®l
14. Tertib .............. ...... 247 2. Meragukan Keterputusan Salat . 301
Cabang: Beberapa Sunah Salat ./. 255 3. Melakukan Banyak Gerak yang Sambung-menyambung. 301
Zikir dan Doa Setelah Salat ...... 255 4. Sengaja Berkata.... .••. 306
Faedah: Bersuara Keras dalam Zikir dan Doa.... 258 Terlontar Ucapan Dua Huruf ... ... 306
Beberapa Cabang: Hamdalah dan Ta'min serta Mengangkat Berucap Satu Humf yang Dapat Memahamkan . 310
Tangan dalam Berdoa ...... 258 5. Menelan Sesuatu yang Dapat Membatalkan Puasa. 315
Berpindah lempat untuk Mengerjakan Salat Berikutnya ... 260 6. Sengaja Menambah Rukun Fi’li ..... 316
Menggunakan Sutrah Waktu Salat . 261 7. Yakin atau Mengira Perbuatan Fardu Sebagai Sunah .. .... 31
Meludah di Waktu Sedang Salat ........ 266 Peringatan: Lima yang Termasuk Membatalkan Salat . 318
Membawa Kotoran ke dalam Mesjid .... 269 Cabang: Orang Salat, Apabila Diberi tahu Orang Lain,
Tidak Mengenakan Tutup Kepala .... 269 bahwa la Terkena Najis atau Terbuka Auratnya. - 319
Salat Sambil Menahan Hadas. 270 Orang yang Salat Sendirian, Lalu Melihat Jamaah Salat di-
Salat Menghadap Makanan atau Minuman. 271 dirikan . .■••••. 31
Salat Di Jalanan Gedung ....._ ______ 271 PASAL 5: TENTANG AZAN DAN IKAMAH . 321
Salat Menghadap Kuburan . 271 Pengerdan Azan dan Sejarahnya .. .■■■■■•.— 32
PASAL3: TENTANG SUNAH SUNAH AB'ADH DAN PE- Letak Disunahkan Azan . ••••■••-- -- 32
NYEBAB SUJUD SAHWI . .... 275 Kesunahan Melakukan Dua Azan pada Salat Subuh dan
Sujud Sahwi dan Bacaannya. 275 SalatJumat ......... 325
Sujud Sahwi karena Meninggalkan Sunah Ab'adh . 276 Panggilan untuk Jamaah Salat Sunah . 326
Beberapa Sunah Ab'adh . 276 Syarat-syarat Azan dan Ikamah:
Sujud Sahwi karena Ragu Melakukan Sunah Ab'adh .. 278 1. Tertib ................. .••■■■ 2
Sujud Sahwi karena Memindah Bacaan Salat yang Tidak 2. Sambung-menyambung di antara Kalimatnya.. 3/9
Membatalkan Salat Bukan pada Tempatnya ... 285 3. Bersuara Keras .. 3
Sujud Sahwi Karena Lupa Melakukan Berbuatan, yang 4. Masuk Waktu Salat yang Bersangkutan . .- — 330
Andaikata Sengaja Dilakukan Dapat Membatalkannya. 286 Bertatswib ...—■ 330
Sujud Sahwi Karena Ragu Atas Bilangan Salat . 287 Beberapa Kesunahan dalam Azan dan Ikamah 331
Sujud Sahwi Karena Kelupaan Imam atau Imamnya Imam.. 289 Peringatan.
Cabang: Makmum yang Ragu Atas Rukun yang Dikeijakan Mengangkat Suara kedka Azan ...... 333
kedka Sedang Membaca Tasyahud .. 291 Merendahkan Suara ketika Azan . .. 333

XXVI Terjemah Fat-hul Mu'in Daftar Isi xxvii


Menyelenggarakanjamaah di Mesjid .-. 379
Tartil ketika Azan dan Cepat ketika Ikamah . 333
Mengulangi Salat, karena Ada Jamaah . 380
Orang dalam Keadaan Hadas Melakukan Azan dan Ikamah 334
Berjamaah dengan Peserta yang Lebih Banyak .. 382
Menjawab Azan dan Ikamah . 334
Niat Berjamaah di Tengah-tengah Salat .. 385
Doa Setelah Azan dan Ikamah. 338 |
Mufaraqah (Berpisah dari Imam) . 386
Salawat dan Berdoa Antara Azan dan Ikamah. 339
Keutamaan Berjamaah . 387
Cabang: Selesai Berwudu Bertepatan dengan Selesainya
Suatu Kelompok Hadir, Sedang Imam Sudah Rukuk Ter-
Azan . 340
akhir ... 388
PASAL 6: TENTANG SALAT-SALAT SUNAH . 341
Keutamaan Takbiratul Ihram Imam .— 389
Penjelasan Sekitar Pengertian Salat Sunah.. 341
Tidak Tergesa-gesa agar Mendapati Beijamaah . 390
Salat-salat Sunah yang Tidak Disunahkan Beijamaah.. 343
Menunggu Datang Makmum . 391
1. Empat Rakaat Sebelum Salat Asar ..^. 343
Meringankan Pelaksanaan Salat . 392
2. Empat Rakaat Sebelum Salat Zuhur dan Empat Rakaat
Sesudahnya . 343 Orang Sedang Salat Melihat Semacam Kebakaran dan Seba-
gainya.....—.. 393
3. Dua Rakaat Sesudah Salat Maghrib . 343
Melakukan Salat Sunah Setelah Dikumandangkan Ikamah .. 393
4. Dua Rakaat sesudah Salat Isyak . 344
Makmum Masbuk • •• ———. 394
5. Dua Rakaat Sebelum Salat Isyak . 344
6. Dua Rakaat Sebelum Salat Subuh . 344 Syarat-syarat Bermaknium - --—..
1 Niat Iqlida' .. ..... 401
Berbaring Miring Sebelum Salat Subuh . 345
Niat Menjadi Imam. 401
Peringalan: Mengakhirkan Salat Qabliyah . 346
2 I i dak Bertempat di Depan Imam .. 403
7. Salat Witir .....—.. 347
Tala Tertib Salat Beijamaah .... 403
Cabang: Witir dan Hdur .—..- 352 1
3 Mengetahui Gerak Perpindahan Imam ... 407
8. Salat Dhuha . 355
4. Imam dan Makmum Berkumpul dalam Satu Tempat .... 407
9. Salat Tahiyatilmesjid ..—• 359
Cabang: Ruangan Jamaah Bertingkat.. 411
10. Salat Istikharah . 361 :
5. Imam dan Makmum Tidak berbeda Cara Salatnya . 412
11. Salat Iliram ... 361
12. Salat Tawaf . 361 6. Di Tengah Salat, Makmum Tidak Tertinggal Imamnya
pada Rukun Fi'li . ... 415
13. Salat Sesudah Wudu . 361
7. Di Tengah Salat, Makmum Tidak Tertinggal dari Imam
14. Salat Awwabm . 362
Sejauh Tiga Rukun yang Panjang ...—.. 416
15. Salat Tasbih . 363
Terlambat karena Lamban Bacaan .. 416
Salat-salat Sunah yang Disunahkan Beijamaah:
1. Salat Hari Raya (Idul Fitri dan Adha) .. 365 8. Tidak Bermakmum pada Imam yang Diyakini Batal
Salatnya . 430
2. Salat Gerhana (Matahari dan Rembulan) .. 367
Cabang: Imam Berdiri Melakukan Rakaat Tambahan . 431
3. Salat Istisqa' .....-.. 369
4. Salat Tarawih . 369 9. Tidak Bermakmum dengan Orang yang Menjadi Mak¬
mum ........-. 431
Salat Tahajud . 391
10. Orang Qari'Tidak Boleh Bermakmum kepada Orang
Mengadha Salat Sunah . 373
Ummi. 432
Urutan Keutamaan Salat Sunah .. 375
Faedah: Beberapa Salat Bid'ah . 375 Bermakmum kepada Imam yang Dikira Qari', Ternyata
Bukan.. 436
PASAL 7: TENTANG SALAT BERJAMAAH. 377
Hukum Berjamaah. 377 Bermakmum kepada Imam yang Dikira Ahli Menjadi Imam,

Dafiarlsi xxix
XXVlii Tetjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wqrdpress.com
Tapi TernyataTidak ... ... 436 Sunah-sunah dalam Menghadapi Salat Jumat:
Bermakmum kepada Imam yang Dikira Suci, Tapi Ternyata 1. Mandi ....... 470
Menanggung Hadas .... 436 Peringatan: Mengadha Mandi Jumat . 472
Orang Sehat Bermakmum kepada Imam Beser . 438 2. Berangkat Pagi-pagi ........ 473
Bermakmum kepada Orang Fasik dan Orang yang Mela 3. Mengenakan Pakaian yang Bagus . 474
kukan Bid'ah.... .... 438 Cabang: Pakaian dari Bahan Sutera .... 475
Penyempumaan: Uzur-uzur Berjamaah ... ... 439 4. Memakai Serban .... 478
Peringatan: Peranan Uzur Jamaah ..... 443 5. Memakai Harum-haruman ... 481
Memotong Kuku ........ 482
PASAL 8: TENTANG SALAT JUMAT. 445
6 Mendengarkan Khotbah Jumat ... 484
Syarat Wajib Salat Jumat .. 446
Kesunahan Lain di Hari Jumat:
Syarat Sah Jumat, di Samping Syarat-syarat Sah Salat yang
1 Membaca Surah Al-Kahfi .... 487
Lain:
2 Memperbanyak Bacaan Salawat ... 488
1. Diselenggarakan Secara Berjamaah ........ .................... . 448
3 Mempeibanyak Bacaan Doa .... 489
2. Peserta Jamaah Mencapai 40 Orang .... 451
lYnting Bebcrapa Ayat Wirit di Hari Jumat . 491
Cabang: Orang yang Mempunyai Tempat Lain di Luar
I ainilgaii 1i iiigrin
Daerah .. 452
I M< 1 ingk.ilu Kiidnk ( hang Lim .... 492
3 Diselenggarakan di Tempat yang Termasuk Balad yang
|n.il hrli il.hi Piansaksi La ifuiya. 494
Bersangkutan .. 455
3 Bepi rgiiui Selmigga Menghilangkan Kesempatan Salat
Cabang: Kampung yang Penghumnya 40 Orang . 455
J uniat .. 495
Cabang: Penduduk yang Dipaksa oleh Penguasa untuk Ber-
IVnyvmpumaan: Salat Qashar dan Jamak .. 496
pindah ke Tempat Lain . 457
Sy.uai Q.ishar Salat .... 499
4. Diselenggarakan dalam Waktu Zhuhur ... 457
.Syarat syarat Jamak Takdim ... 499
Tidak Didahului Jumat Lain . 458
Syarat syarat J amak Ta'khir . 500
Cabang: Salat Zhuhur di Hari Jumat . 459
(ithang Menjamak Salat Sebab Sakit .. 500
5. Salat Didirikan Setelah Dua Khotbah . 460
lYnutup Melakukan Ibadah yang Diperselisihkan.. 501
Rukun-rukun Khotbah Jumat
1. Memuji kepada Allah .... 460 I'ASAL 9: TENTANG SALAT JENAZAH
2. Membaca Salawat kepada Nabi saw. ..... 460 I Iiikimi Salat Jenazah .... 503
3. Wasiat Bertakwa kepada Allah. 462 I liikuiii Mcmandikan Mayat .... 503
4. Membaca ayat Alqur-an pada Salah Satu Khotbah . 463 Cabang Yang Lebih Utama Memandikan Mayat .. 506
5. Doa Ukhrawi dalam Khotbah Kedua .. 464 Hukiim Membungkus Mayat ..... 507
Doa untuk Pemerintahan . 464 Menuhs Kafan dengan Ayat-ayat Alqur-an .. 510
Syarat-syarat Khotbah: Hukum Menanam Mayat ......... 511
1. Terdengar oleh 40 Orang ... 466 I lukum Menanam Mayat Lebih dari Satu dalam Satu Kubur 513
2 Rukun Khotbah Berbahasa Arab .. 467 Kubur . 513
3. Berdiri di Kala Menyampaikan Khotbah ................... ... 468 Kesunahan Menaburkan Debu ..... 514
4. Khatib Suci dan Hadas dan Najis .... . 468 Penting: Hukum Mengambil Pelepah Kurma atau Semacam-
5. Menutup Aurat .......... 468 nya, Sebelum Kering . 515
6. Duduk di antara Dua Khotbah ..... 468 Hukum Membangun Tembok untuk Kubur . 516
7. Sambung-menyambung .. 469

XXX Terjemah Fat-hul Mu'in Daftar Isi xxxi

_ _ _ _ _
-- ~-T4 TV -J!5r » *V TV V

fikrifajar.wcrdpress.com
Peringatarv. Menggali Kubur Lama ... 517
Hukum Menginjak Kubur . 517
Membongkar Mayat yang Dimakamkan dalam Keadaan PENDAHULUAN
BelumSuci . 518
Hukum Menanam Mayat Wanita yang Hamil ... 519
Masalah Bayi dalam Kandungan yang Ikut Terkubur . 519
Hukum yang Berkaitan dengan Siqth.•
Rukun-rukun Salat Jenazah:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih
1. Niat . 521
2. Berdiri Bagi Orang Mampu.... 522 lagi. Maha Penyayang
3. Takbir 4 Kali.-••• 522
4. Membaca Surah Fatihah .. 522
5. Membaca Salawat Nabi saw. ...... 523
6. Berdoa untuk Mayat .... . ..... 523 Sega la puji niilik Allah, Yang
Doa-doa yang Ma'tsur Berkaitan dengan Mayat ... 524 M ili i IVuibuka (geelung rahmat
7. Salam ....-.. . 527 pada \< k.ili.m tuakliluk - peri),
Makmum Masbuk yang Tidak Sempat Membaca Fatihah, M ili i Di i hi ivv.in lagi IV linking
Sedang Imam Sudah Memulai Takbir Berikutnya . 527 11 11111) ■ yang Pin piidi gima
j/* s* s . / P* /
mi m ill.mu ■■)<<> mi agama dari
Syarat-syarat Salat Jenazah:
1. Mayat Hants Disucikan Terlebih Dahulu .. . 528 I.. liamha Nya Aku bersaksi
2. Makmum Tidak Berada di Depan Mayat ... 529 n id. i ill tan selain Allah--dengan
Hukum yang Berkaitan dengan Salat Gaib ...... 531 sualu persaksian— yang dapat
iik iii isukkan kita ke surgayang
Hukum Kefarduan Salat Jenazah . . . . .. 532
Hukum Menyalati Mayat Kafir ... . . 533 ki kal Dan aku bersaksi pula,
Menyalati Mayat yang Mati Syahid ... 533 siniggiili baginda Nabi Muham¬ U(A —o)
Merawat Mayat Orang Mati Syahid:. 534 mad adalah hamba dan pesuruh-
Memandikan Mayat yang Mati Syahid ..... 534 Nya, pemihk maqam (derajat)
Mengafani Mayat yang Mati Syahid .. 537 terpuji. Semogalah selawat dan
Menalqin Orang yang Sakit Keras ... 539 salam terlimpahkan atas beliau,
Ziarah Kubur ... 541 keluarga dan sahabat-sahabatnya;
Faedah: Orang yang mati di Hari Jumat. 543 yaitu selawat salam yang aku
s |A/ * // u//
peroleh besok di hari Berjanjian
(Kiamat).

Xxxii Terjemah Fat-hul Mu'in


— —
r., .r ^
fikrifajar.wa rdpress.com
2 Terjemah Fat-hid Mu'in
Pendahuluati

Setelah itu semua: S »//


Inilah Syarah (kitab komentar) 1 ^—*^3 Dcngan menyebut nama Allah
yang berguna atas kitabku yang ixv/'r s * * $ , ** s Yang Maha Bengasih lagi Maha
bernama Qurratul 'Ain Bimu- u<r IV i tynyang, kami mulai menyusun.
himmatid Din, suatu syarah yang zg<£iZj>
I .il.il £-L) . itu musytaq (jadian)
menjelaskan apa yang dikehen-
dakinya, menyempurnakan
Ar .\i il.n'i lalal yang artinya
“imilia". buk.in jadian dari
kandungan isi, menghantarkan V mg aninya "alamat".
maksud-maksud dan menjelaskan Scilring lalal ^usf adalah nama
faedah-faedahnya. Syarah ini
kami beri judul Fat-hul Mu'in,
phi v^l
I>/ai yang wajib wujud-Nya, dari
is.il I il il l)l (Tiihari), yaitu nama
£.X_S i 5
Bisyarhi Qurratil 'Ain Bimuhimmatid
M-g.ila jci'iis yang disembah.
Din.
er<t[ ■
I sini is lalal lersrbiu dimakri
I ilk in d« ngan (3' dan liaiu all s'* s' 9 Ct SJ 0 ’(s' ">-9 9 t’
11% « dibuMllg Si II l.lll nil (Il
uj4^ ^3^ys
-ir *"£ .'-'ll pi 11 iknk iii eliagii l)/ai yang
(list uibali d< ugan liak. * J • s' U ’ « « J g

V ^ wt ^ y 9^ «
JtS/l * e s' y* / 1 i s' 1

Kami mohpn ke hadirat Allah i - s' \9 sy, . •> / sss «* / * / *-* * , S’i
Yang Maha Mulia nan Felimpah •jY
anugerah, sudilah kiranya Dia «* C . S s ^ r s'9 SeS.
■meratakan manfaat kitab ini ke
segenap orang khusus (kalangan
menengah dan tinggi dalam
keilmuannya -pen) dan orang
awam <tingkatan dasar -pen) dari
i * / "/'c
I il.il ajJ> adalah suatu nama
Yang Maha Agung menurut
Lt'i&pfjtS
saudara-saudara kami. Berkenan pcndapat mayoritas ulama. Selain
pulalah menempatkan kami Ss-' ✓ “ dari Dia tidak bisa dinamai Allah
pada tempat yang aman di dalam meskipun atas dasar fanatik.
surga lantaran kitab ini.

!
• ) 9 s',
Sesungguhnya Allah adalah Dzat
Yang Maha Mulia dan Maha Belas
0 f"
r^P l 4i>' Sedang fe£p' adalah dua
\ !
kasih. • 1 \* s \ s kata (lalal) sifat (ajektif) yang
dipergiinakan dalam arti muba- I
Itiglmli (bukan dari segi shighat
I
_ __
■i

jar.woqdpress.com
4 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pendahuluan 5

dan wadh^iya -pen) dari fi'il


id.if.ih penuturan dengan sifat
madhi (belas kasih, Setelah
y.mg li.uk
memindahnya dari wazan
ke i atau menempafkan
fi'il tersebut pada tempat fi'il
lazim, sebab sifat musyabbihah
Sulnwat idal.ih rahinat dari Allah lC
harus dibentuk dari^fi'il yang
V Hi{' distniai pengagungan
lazim, padahal adalah » , e '%f z , A*> °s’i*Js 9
pi« (| iiipk in dari lain-Nya adalah
fi'il muta'addi -pen)*.
dill pill)

9*
Salam ii imy.i don (minia kc
Lafal CjV mempunyai arti a< I in 11 in) dari set lap mala
yang lebih sempurna daripada p< lak 1 d hi k< km mg.in
•SS }S > S S >
lafal * karena tambahan
pada bentuk kata itu menun- •vfZj&y*
jukkan ada tambahan pada
makna; dan karena yang di- Sriimga (eilimpahkan atas
katakan oleh . orang Arab: ..pm kit.i, bagmda Nabi
"Rahman, adalah belas kasihan di Midi.mini.id, iitusan Allah swt.
dunia-akhirat, sedang Rahim, bagi M gru.ip pu dan manusia,
adalah belas kasih di akhirat saja". mi .. i)iu.ik nl.mia. Menuryt
~*s **<• ftrgiilinigaii nl.ima inuhaqqiqun,
In h hi jiig.i dmtiis bagi segenap
m il id.ii
s ^ 4 Uu
Segala puji milik Allah yang telah °S / *.*tl .a f’2\ \
memberi petunjuk kepada kami, '—^ '■^'7 ^7? ' Pi
artinya yang telah menunjukkan l-.lal itu nama yang di-
kami untuk mengarang kitab ini. piud.ili (diambil) dari isim maful
Q't^S * Si*
Inin' Mudha'af, yang diletakkan
bagi orang yang banyak pekerti-
ny.i l.igi tcrpuji.
o -> /A
Kami tidak akan memperoleh
hidayah, kalau sekiranya Dia tidak
menunjukkan kami kepadanya. N.iln kiia diberi nama Muham- } it
Hamd (pujian, menurut lughat) in id itu, atas dasar ilham Allah

n
_ djk
r>. —

ar.wc 'dpress.com
6 Tetjemah Fat-hul Mu'in Pendahuluan 7

I ).m (semoga selawat dan salam)


swt. kepada kakek beliau.
urns keluarga Nabi. Yang di-
niaksudkan di sini, adalah orang-
i>i mg Mukmin dari keturunan
I l.isyim dan Al-Muththalib.

Rasul lalah laki-laki merdekayang


diberi wahyu berupa hukum \ili yang nit ngatakan: Keluarga
In h in adalah setiap orang
syarak dan diperintahkan agar
Mukmin, yang dimaksudkan
menyampaikan (kepada umat-
dd im siisiiii.iii doa atau seje-
nya), walaupun tidak mendapat
ni nya Alas dasar liadis daif,
Kitab dan Nusakh (lampiran),
I ■ ml ip ii d i scbnl dipilih (di
sebagaimana Yusya' a.s.
UK naiigk.iii) dan din g.isk.m olt h

Itn mi \n N.hv.iwi d.ilnn Syarah


Mlull in

(Srmoga M-lawai dan salam) juga


ii is s.iIi.iImi saliabatnya. Lafal

adalah isim jamak untuk


Jika laki- laki tersebut tidak
Vmg .ii i mya t#Aift*,Sahabat
dipenntah menyampaikannya,
i il ili i »i nig yang berkumpu! serta
maka dia disebut Nabi, bukan
In i iniaii kepada Nabi kita,
Rasul. Menurut ijmak ulama,
..id saw., walaupun dia
Rasul adalah lebih utama
scorang yang buta lagi belum
daripada Nabi.
Mnmayyiz (dia mati dalam
ke.idtian membawa iman -pen).

Adalah sah Khabar: Sesung-


guhnya jumlah para Nabi a.s.
\hng berbahagia dengan mem-
adalah 124.000 orang; dan jumlah
pcroleh ridha Allah Ta'ala.
Rasul adalah 315 orang.
Kalimat ini dimaksudkan untuk
• n a i ig orang yang tersebut di atas
(sahabat dan keluarga).

S< lelah itu semua, yaitu sesudah


inenyebutkan Basmalah, Ham-
da lali dan Selawat serta Salam
alas Nabi, keluarga dan sahabat-
^*1
ar.wordpress.com
1
Pendahuluan 9
8 Tetjemah Fat-hul Mu'in I

sahabatnya, maka tulisan yang C?) j


sudah hadir di hati Mushannif,
adalah sebuah Mukhtashar 1
(ringkasan) pendek yang padat
isinya. Lafal ** ' t^diambil 4
dari lafal (kata)
( dasar f, ' ’tZK** I
(ringkas).
Vniriya. menganut Imam Syafi'i
I
<IiI.hu mcnentukan hukum-
luikum alas masalah masalah 1
ViiiK. "la ■
(Yang mengupas) ilmu fikih. Fikib 4
menurut bahasa adalah "paham".
l<h i i<l il ill iv ill l>< Ii hi, puna
Sedangkan menurut istilah
\lil< it Inn I linn hi bin SyalY bin
adalah: "Ilmu hukum-hukum
\ S nl> Inn 11 bn id Ihii AI.hIi Yazid
syarak amali (yang berkaitan I
Inn 11 isymi bin Al Mnlhlhalibbin
dengan perilaku mukalaf sehari- a£s^il) \lnIi Maiiai
j
hari -pen), yang dipetik dari dalil-
dalilnya secara rinci.” ,*1,^ * M ^li *

s ^ ✓ w ^

Ilmu Fikih dasarnya adalah kitab


.. </' * 4
* Cjl> JL-XrO1'-
Alqur-an, As-Sunah, Ijmak dan
4
Kias.

««« *^ oUl Wa §i
Faedah fikih: Mengikuti perintah-
perintah Allah swt. dan menjauhi keiurunannya. Syafi'i dan ayahnya /■ ^ « // »./ d
4
laran gan-larangan-Nya.
J

4
Yang mengikuti mazhab Imam
Mujtahid, Abu Abdillah, Muham¬
mad bin Idris Asy-Syafi'i -semoga l, 'c/'*
Allah Ta'ala menganugerahkan
s ^
4
_ _ ___ _ _
r ress.com
10 Terjemah Fat-hul Mu'in Pendahuluan 11

I )au karya dua Syekh (guru besar)


Imam kita Asy-Syafi'i r.a. lahir d.iri guru-guru kita, yaitu Syaikhul
tahun 150 H. dan wafat hari Islam Al-Mujaddid (pembaru),
Jumat akhir bulan Rajah tahun /.ikariyaAl-Anshari dan Al-Imam
204 H. Al Amjad Alimad Al-Muzjidi Az-
/ubaidi --semoga Allah swt.
iik limpahkan rahmat-Nya atas
k( duanya — dan ulama ahli tahkik
yang akhir selain mereka. Dalam
prinilihan im, kami berpegangan
pads apa yang telah ditetapkan
ulrli Syaikhunal mazhab, yaitu
An N iwawi dan Ar-Rafi'i, lalu
nl mi i ulama akhir ahli tahkik
Mukhtashar ini kami beri nama semoga Allah melimpahkan
Qiirratul ’Ain, berisi penjelasan i idha-Nya atas mereka semua--.
hukum-hukum agama yang
pen ting.

Mukhtashar tersebut dan syarah


ini, kami pilih dari kitab-kitab
pegangan karya Khatimatil
(I uni iiieiiyiisuu syarah ini)
Muhaqqiqin (ulama akhir ahli
< l< ng.ui penult nicngharapkan
tahkik, yang menyatakan masalah
kep id i All.ill Yang Maha Pe¬
beserta dalil-dalilnya), Syiha-
ng nili s« niog.i Dia berkenan
buddin {obor agama), Ahmad bin
iu< iiiln i ik.hi k; in 1111.1.11 an lan-
Hajar AI-Haitami dan karya
i.ii in sy.u.ili mi pula para
mujtahid-mujtahid lain. Misalnya
11 udrkiawnn, dan sebab syarah ini
Wajihiddin (pemuka agama),
I<iil.i sepiklah pandangan mata
Abdur Rahman bin Ziyad Az-
... hari esok, yaitu hari Akhir
Zubaidi —semoga Allah swt.
■ li ug.in melihat Dzat Allah swt.
melimpahkan ridha-Nya atas
VUng Muli i, di setiap saat, pagi
keduanya—.
dan [H’lang Amin.
BAB SALAT

Salat menurut syarak: Beberapa


ucapan dan perbuatan tertentu,
yang dimulai dengan takbir dan
di.ikliiri dengan salam.
Uuipari dan perbuatan tersebut
dinamakan "Salat", karena salat
in< mu ill liahasa, adalah doa.

Salat salat yang fardu ain itu lima


kali dalam satu hari-satu malam,
yang sudah diketahui dengan
pasti dart agama. Oleh karena itu,
kafirlah bag' orang yang me-
nentangnya.

Salat lima waktu ini belum pernah


berkumpul pada selain Nabi kita
Muhammad saw.

Salat fardu yang lima ini di- /, f” ssfi * /


wajibkan pada malam Isra. 2? *<iW* ^$
Kaiab. vaitu JO tab leb ^
fikrifajar com
14 Terjemah Fat-hul Mu in
Bab Salat 15

bulan terhitung sejak Nabi


■ Muhammad diangkat menjadi Tetapi, bagi orang yang murtad
seorang Nabi. Salat Subuh pada dan mabuk sebab lalim, maka
tanggal 27 Rajab tersebut belum salat tetap diwajibkan atas me¬
diwajibkan, karena belum di- reka.
ketahui cara-cara mengerja-
kannya. Orang Muslim mukalaf yang suci,
apabila dengan sengaja menunda
salat fardu hingga melewati waktu
penjamakannya, malas menger-
jakan namun masih berkeyakinan
bahwa salat itu hukumnya wajib,
lantas dia disuruh bertobat tapi
tidak mau, maka wajib ditetapkan
£?xiL/ (
had atasnya, yaitu dengan
Salat Maktubah, yaitu lima waktu, memancung leher.
hanya wajib dikeijakan oleh setiap
Muslim yang mukalaf, yaitu yang
telah balig, berakal sehat, laki-laki
atau selainnya, dan yang suci.

Itrrpijiik .ilas pendapat yang


m< ngai ik.in "sunah" meme-
i ml ilik iiuiy.i bertobat, maka
Maka, salat tidak wajib atas pi hi im iing lelier orang yang
orang kafir asli, anak-anak, orang ■.. ■ sal n M.beluin bei'iobat
gila, ayan dan mabuk, yang i< la I ilt ndak dik< ii.ik.m pidana,
keduanya tidak karena lalim leiapi dia lierdosa.
Karena mereka tidak terkena
beban agama. Tidak wajib juga Jika dia meninggalkan salat
atas perempuan yang sedang karena menentang wajibnya,
menstruasi (haid) dan nifas, maka dia dibunuh sebagai orang
karena salat tidak sah diketja yang Kafir Dia tidak perlu
kannya dan tidak wajib menga- dimandikan dan disalati (serta
dhanya. tidak boleh dimakamkan di
pekuburan orang-orang Muslim -
pen).
■T
fikrifajar.wo dpress.com
16 Terjemah Fat-hul Mu'in Bab Salat 17

Bagi si Muslim mukalaf yang suci, *> 9 s' s' a i .


(tunai), jika tidak khawatir
jika dia meninggalkan salat tanpa
kehabisan waktu salat Ada’;
ada halangan, maka dia wajib
Menurut pendapat yang Muk-
segera mengadha salat yang
tamad, meskipun dia khawatir
ditinggalkan. Karena itu, hukum
akan ketinggalan berjamaah. • z 1
mengadha baginya adalah wajib.

Syaikhuna Ahmad bin Hajar


Jika tertinggalnya tidak sebab
—semoga Allah swt. memberikan
uzur, maka dia wajib men- * > ** *-£ > W
rahmat padanya- telah berkata:
, ^ ^ 99 a •£
Yang jelas, bagi orang tersebut
wajib menggunakan serriua
iSSb-'JCs&i£ dahulukan kadha daripada salat
Ada'.
waktunya untuk mengadhanya, 1 S’ 9 I** W'jS'i
selain waktu-waktu yang harus Adapun bila dikhawatirkan
dipergunakan untuk hal lain kehabisan waktu salat Ada,
(misalnya tidur, mencari nafkah <, • iS' s' fo ^ sys' c'i
walaupun sebagian —meskipun
bagi orang yang harus dinafkahi sedikit saja— dari salat Ada' akan
dan seterusnya -pen); disamping terjadi di luar waktunya, maka
itu, juga haram baginya me- baginya wajib mendahulukan
ngerjakan salat sunah (sebelum salat Ada'.
kewajiban salat fardu yang
ditinggalkan tertunaikan -pen). Mri

s't 9 ''
Jika salat tertinggal sebab ada
halangan, misalnya tertidur atau Wajib juga mendahulukan salat
s' s
kadha, yang tanpa uzur atas
lupa yang tidak karena lalim
k.idh.i salat yang tertinggal sebab
(main-main), maka dia sunah
uzur, walaupun akan terjadi
dengan segera mengadhanya.
kriulaktet tibau waktunya Karena
tertib itu hukuinnya sunah. J33
s« dangkan bersegera adalah
hukumnya wajib.
Jika tertinggal salatnya karena
uzur, maka dalam mengadhanya
disunahkan mengerjakan salat
secara tertib, yaitu mengerjakan Sunah mengakhirkan salat-salat
salat Subuh sebelum Zhuhur, dan Rawatib atas salat kadha, sebab
seterusnya. Sunah mendahulu-
kan salat kadha sebelum salat Ada'
S'J< ada uzur; dan wajib mengakhir- ,

V
T-—
fikrifajar.wondpress.com
18 Terjemah Fat-hul Mu'in
Bab Salat 19
*

segala syarat-syaratnya; kalau


**■1
kan salat-salat Rawatib atas kadha
salat tanpa uzur. anak tersebut sudah sempurna
berusia 7 tahun, meskipun
sebelum usia tersebut si anak
‘ iS-c
sudah tamyiz.

Peringatan! ” XUG v
Barangsiapa yang meninggal
•sj s s OS's’ S'.sas
dunia dan mempunyai tanggung-
an salat, maka salat tersebut tidak
dapat dikadha atau dibayar
Fidyahnya.

Dalam sebuah pendapat yang J. (\V./


diceritakan oleh Imam Al-'Ubadi,
Seyogianya bentuk perintah
dari Imam Asy-Syafi'i, bahwa:
ft tersebut diikuti dengan ancaman.
Salat tersebut harus dikadha oleh
orang lain, baik si mayat berwasiat
agar mengerjakan ataupun tidak. «» *«

Hal ini berdasarkan sebuah hadis.

. * *
- <~3
✓. %%-x"

0* Sl-94, ,
Imam As-Subki juga melakukan
seperti itu atas kerabat-kerabat
beliau yang meninggal dunia.

melukai.

Anak laki-laki atan perempuan


yan'g sudah mumayyiz, yaitn telah
dapat makan, minum dan
beristinja sendiri, wajib atas kedua
9 J \ S’ * * / Gy'-* %ipljC&t
orangtua, orang seatasnya, orang
yang menerima wasiat dan ^ * X ’^ ^ s' s' J
Berdasarkan hadis sahih: "Pe-
pemilik budak, agar meme- nntahlah anak kecil itu menger¬
rintahnya mengerjakan salat, jakan salat, jika telah berusia 7 tahun;
walaupun salat kadha dengan
« a ** / 9 ' *<
dan jika sudah berusia 10 tahun,
0
fikrifajar.wor dpress.com
20 Terjemah Fat-hul Mu'in Bab Salat 21

JJ 9 9 ^ ,X ''Ji0 -
melarang anak kecil dari hal-hal
pukullah kalau m meninggalkan-
nya." yang diharamkan dan mengajar-
nya kewajiban-kewajiban dan
sejenisnya, yaitu syariat-syariat \
lain yang lahir (kelihatan).
✓ Meskipun dalam masalah sunah,
Begitu juga jika ia sudah kuat i- misalnya bersiwak, serta me¬
berpuasa. Ia diperintahkan
merintah untuk mematuhinya.
berpuasa setelah berusia 7 tahun.
Jika setelah berusia 10 tahun
meninggalkan, maka harus
dipukul. Sama seperti salat.

Hikmah yang dikandung dari Semua kewajiban di atas bagi


semua itu, adalah melatihnya orangtua dan sesamanya, baru
untuk beribadah, agar nanti berakhir setelah anak balig dan
terbiasa dan tidak meninggal- pintar.
kannya.

if’"
Imam Al-Adzra'i membahas M —’ W
masalah anak budak kecil yang
kafir, tetapi sudah mengucapkan 0 s' J '
Masalah biaya pendidikannya, *• •<» I

dua kalimat syahadat; Hukumnya misalnya pengajaran Alqur-an


adalah sunah memerintah salat dan adab, adalah diambilkan dari
dan berpuasa; Ia dianjurkan harta anak, ayah, kemudian ibu-
melaksanakannya, tetapi tidak nya.
dipukul manakala meninggal-
kannya, karena bertujuan agar di
saat dewasa, biasa melakukan
kebaikan. Meskipun kias yang \ 9 * C<L
seperti itu tidak tepat. Selesai. 1 ^ «
Peringatan!
Imam As-Sam'ani mengemuka-
kan masalah seorang istri kecil
yang masih mempunyai ayah dan
ibn, bahwa kewajiban tersebut
adalah terletak pads kedua

Wajib pul" bagi orangtua dan J>> 9 ^ ^ S-S*


iM
,

i.AiV
S S’.-*'
-.rar-' *• . .amas suamm
M;
6^iii *r' ^/ ^

• ranc vang telah terseboi di mas. f. ‘ tl 'fA.*** §


m mts *

_ _
fikrifajar.wor dpress.com
22 Tetjemak Fat-hul Mu'in
23

Resimpulan dari itu, wajib dipukul


jika tidak tunduk.

PASAL 1
Imam jamalul Islam Al-Bazari
SYARAT-SYARAT SALAT
menjelaskan, wajib memukulnya,
meskipun istri sudah besar. /
Syarat adalah sesuatu yang
menjadikan sah salat, tapi bukan w
merupakan bagiannya.
Syaikhuna (Ibnu Hajar AI-
Haitami) berkata: Hal itu sudah
jelas, jika tidak dikhawatirkan
akan nusyuz (tidak taat). Dalam
Pembahasan syarat lebih sesuai
masalah mendidik terhadap istri.
didahulukan daripada rukun
Imam Az-Zarkasi memutlakkan
Sebab syarat itu wajib didahulu- •» ZZii I
hukum sunah. kan (dipenuhi) sebelum me- uOfC&J Jl
ngerjakan salat dan tetap ter- t ^

V ^ . . / *L-"i ^ .
penuhi di dalamnya. S&2& 1 ZcjZ>£f\Z
Permulaan yang wajib, hingga
masalah memerintahkan me-
ngerjakan salat, adalah beban
ayah dan orang yang telah
disebutkan, yaitu mengajar anak
Syarat-syarat sah salat ada lima.
yang sudah tamyiz: Sesungguhnya
Nabi kita, Muhammad saw. diutus
di Mekah, lahir di sana dan wafat SYARAT SALAT PERTAMA
serta dimakamkan di Madinah.

Syarat Salat Pertama: Thaharah


yaitu suci dari hadas dan
janabah.

Thaharah menurut arti bahasa:


Suci dan lepas dari kotoran. iS<&\. *2 %&'
. — fiknfajarT dpress.com
24 Terjemah Fat-hul Mu'in
Fasal Syaral-syarat Salat 25

Sedangkan menurut syarak:


Pertama: Air mutlak. Karena itu,
Menghilangkan penghalang yang
selain air mutlak tidak dapat
berupa hadas atau najis.
untuk menghilangkan hadas dan
menyucikan najis, serta tidak
dapat digunakan untuk thaharah-
thaharah yang lain, walaupun tha¬
i'- harah sunah.
Thaharah Pertama: Wudu
<-b
Bersuci dari hadas yang pertama
adalah wudu.
Wudu —dibaca dhammah
wawunya—: Menggunakan air
pada anggota badan tertentu,
Air mutlak, adalah: Air yang
yang dimulai dengan niat.
penamaannya tanpa tambahan,
Sedangkan wadu -dibaca fat-hah
walaupun hasil sulingan dari asap
wawunya—: Air yang diperguna- &&¥$&&&* air yang mendidih dan suci;
m ^
kan untuk berwudu.
t> ul "3 i S .S 6 ' ^ dilarutkan suatu campuran di
dalam suatu air; ataupun ada
tambahan nama pada air, tapi
tambahan tersebut untuk me-
nerangkan tempatnya, misalnya
"air laut".
Permulaan diwajibkan wudu,
adalah bersamaan dengan
diwajibkan salat, yaitu pada
malam Isra.

Lain halnya dengan air yang tidak


disebut kecuali selalu ada
tambahan, misalnya "air mawar".
Sydrat-syarat Wudu

Syarat-syarat wudu ada lima,


sebagaimana syarat niandi.
Yang tidak air bekas thaharah,
baik untuk menghilangkan hadas
kecil atau besar, walau thaharah
seorang bermazhab Hanafi, yang
tidak bemiat, thaharah anak kecil
yang belum tamyiz untuk
ress.com
26 Terjemah Fat-hul Afu'in Pasal Syarat-syarat Salat 27

mengerjakan Tawaf, atau air ter- atau luiui orang yang wudu,
sebut dipergunakan mencur walaupun kembali ke tempat
najis, walaupun najis ma'fu. seinula; atau air yang berpindah
dari tangan satu kc tangan
lainnya.

Memang benar! Tklak menjadi


Yang jumlah air musta'mal itu masalah bagi p< nauggung hadas
sedikit, kurang dari dua kulah. keul alas pcrpindalian air dari
tclapak laugan kc liasta; begitu
jn^a niaug junub, kepindahan air
da 11 k< j > ila k« anggota badan lain
Jika air musta'mal itu dikum- yang b inyak terkena tetesan air
pulkan hingga mencapai jumlah d:u i k< |> ila, misalnya dada.
dua kulah, maka menjadi air
Muthahhir (suci-menyucikan),
sebagaimana air mutanajis
terkumpul hingga mencapai dua
kulah dalam keadaan tidak
berubah, walaupun setelah
diambil lagi menjadi jumlah
sedikit (kurang).
Cabang:

Apabila wudu dengan cara


'te&jZfy'.c&j
Karena itu, dapatlah diketahui,
memasukkan tangannya (ke air
yang sedikit) dengan maksud
CJl'.i.*<\iJuOJO 0JU
bahwa kemusta'malan air itu * membasuh hadas atau tidak * /
hanya pada air yang sedikit,
setelah terpisah dari tempat
bermaksud, hal itu ia lakukan
setelah mat mandi junub (bagi •JZi&SZx&iy
kegunaannya —walaupun hanya orang yang janabah) atau setelah
secara hukum—, seperti air tiga kali membasuh muka, atau
basuhan yang melewati pundak sekali namun ia bermaksud
membasuh satu kali, dan ia tidak
berniat mengambil air atau tujuan
' V >- W*1 TV1 —

fikrifajar.woi press.com
29 Terjemah Fat-hul Mu'i Pasal Syarat-syarat Salat 29

ain, maka air tersebut menjadi ^ ^ // ^ x disebabkan suatu campuran yang


"musta'mal", karena dinisbatkan _tl tf ,le A JT-Vlft ,V tidak dapat dibedakan mata, sud
anggota selain tangan. Baginya ^ •* dan air tersebut memang tidak
boleh membasuh tangan dengan • • n i^,? dapat terhindar daripadanya,
air ltu. misalnya za'faran, buah pohon
yang tumbuh dekat air dan daun
tQj yang dimasukkan ke air lantas
hancur. Bukan campuran yang
ft 4*
jt’
-> *

berupa tanah atau air garam,


walaupun keduanya dimasukkan
ke air itu.
*A .'u -'.i
v—a!-* ‘5^

Fidak pula air yang telah


* *A ~ lC ‘ ^ - y _ 1
mengalami perubahan banyak, xj****)(j)
sekira dapat menghilangkan
Perubahan yang tidak sampai Q* s' > 9S
"kemutlakannya", sebagaimana
telah berubah salah satu sifat, rasa, mengubah kemutlakan air adalah
wama atau baunya, walau berubah tidak menjadi masalah, sebab
secara taqdiri (perumpamaan). perubahannya sedikit, walaupun
Ataupun berubahnya karena dimungkinkan terjadi keraguan
sesuatu yang berada di anggota atasnya, sebagaimana disang-
badan yang bersuci, demikian sikan banyak atau sedikit ber-
menurut pendapat yang lebih ubahnya.
baik. jl
Brkataanku "sebab campuran" itu
11 ungecualikan "pendamping",
yaiiu sesuatu yang dapat terlihat ' * dp
m.ii.i, misalnya kayu dan minyak,
• ^ yang ineskipun keduanya berbau
Vw.lllg,

Perubahan air itu dapat mem-


^ .s.-* . 9J"C,. u, Sj .

pengaruhi kemutlakannya, jika

_ _ _


fikrifajar.wordpress.com
30 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 31

• | < i ii halnya jug.i an im berubah 9 ss S,


w ** 7 »y
w ■»**
lerrnasuk golongan pendarnping,
1 ii. n i di.mi ■< i l.iIn lama atau
d inn daijii yang berguguran
<\^1
(i
adalah asap, walanpun banyak
dan jelas haunya misalnya. Lain
halnya dengan segolongan ulama.
s'K*S n V rndn i dan Ii.ii■< in- scrta pohon-
liv | mh <l.iii i an itu. i**uJhJ Q
•* j s^\

*9 ''fca .

• ^®33 4j!.i*
Di antara pendamping lagi,
adalah air rebusan gandum, buah
kurma dan sebagainya, selama
*r* hi
tidak terlihat bercampur dengan
benda yang rontok darinya,
sebagaimana tidak sampai ke s c '9 o *s } s *
, 11,1 ..... .. oi«(, -ur-aU
batas "bukan air lagi", misalnya I• I >111H II i|)l, w ll 1111 Mill «U|||J/.|| ^ ^

disebut kuah. Jika disangsikan: nidi! in |UI||I ill III banyak, ?s\(\Cr3*I / ?({'•{' \
Apakah barang yang berada di S In iEhl.di -.. dalam J
dalam itu campuran atau pen¬ I mill, dni barang suci dan <■' , y '< s " "w*
damping, maka barang tersebut -S~Q < 9 9 •> S 9 * S’
,M|'
dihukumi pendamping.

I'kni m dua kulah dengan — •f 9*' . cs,'> AwV


.b.uigan adalah ± 500 liter 4.—W
0 pd n|. dengan isi pada bentuk
3
s's\\ s .S„oSt*> | So s e
b ingiin in kubus, adalah panjang,
l« b " ' bin iniggi 1 1/4 hastaorang V
... d Sedangkan dalam
<, s' }e/s' ' b.ingunan yang berbentuk
Sedang perkataanku "air dapat Cf 4l£'(g£' » dlajbj n< Under (bulat), adalah garis
%3-^ £1)3
terhindar dari campuran", adalah
ii ngali 1 bastamanusia, dalamnya
mengecualikan air yang tidak ^/ .sss } os' e S’ os'
basta tangan tukang kayu. xJ1 ^1. < UjF^
dapat terhmdar dari campuran
itu, seperti halnya air yang diam
atau mengalir di tempat yang
banyak lumpur, lumut yang
^ tf / p/ 0 S S/
lb ) s' 0 • $ bzJS*

hancur dan belerang. 'S-9


<* » c'“ ///-
Crt
* * '' *'

fftia Bkae- akiia akaia fckif ■kite akaia akiia


32 Terjrmah I’at-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 33

Adapun 1 hasta tangan tukang 11k i sepolong kotoran unta


kayu adal'ah 1 1/4 hasta tangan dllniiparkan ke laut, lalu me-
biasa. ijirn ikkm air yang mengenai

•mium maka barang tersebut


tid it I ili menjadi najis.

Air'dua kulah, walaupun hanya


perkiraan, sebagaimana kalau
diragukan: Air itu ada dua kulah
atau tidak, dan bahkan sudah
diyakinkan sebelumnya, bahwa \ii sedikit yang kurang dari dua
air itu sedikit, adalah tidak tul dt yang tidak mengalir,
dihukumi najis bila kemasukan iiienjsdi najis sebab kemasukan
najis, selama tidak berubah sebab ii i|is yang dapat dilihat oleh mata
najis tersebut, walaupun najis n* imil yang bukan najis ma'fu
tersebut larut dalam air. puli hi. walaupun dima'fu dalam
■ I it (nusalnya darah sedikit yang
k< him dari badan orang lain atau
dn ili nyamuk yang ada di pakai-
ui orang salat -pen). Hukum ini
jnga herlaku pada benda padat
) mg hasah dan cair, walaupun
|iiuilalmya banyak.
(Ketika kita mengambil air yang
jumlahnya banyak), tidak wajib
menjauhi najis yang ada padanya.
Jika ada orang kencing di laut,
lalu terjadi buih, maka buih
tersebut dihukumi najis, jika jelas
terjadi dari kencingnya, atau dari
air yang telah berubah salah satu
\n sedikit tidak menjadi najis
sifatnya sebab air kencing tadi. !»ili kemasukan bangkai
Inn ii mg yang berjenis tidak
I »id n ili mengalir kalau di-
poiong mbuhnya, seperti
Inn n.tug kala dan cecak; kecuali
jlk.-t Iniiatang tersebut dapat
Jika tidak jelas, maka air buih (tiriigubah airnya, walaupun
li.my i sedikit, maka air itu
tidak najis.
Id ntrn najis Jika bangkainya
fikrifajar dpress.com
34 Tirrfrwnuf, lat hul Mu’in Pasal Syarat-syafat Salat 35

bempa kepiring dan katak, maka Diieungkan dalam kaul Qadim:


air yang kemasukan adalah najis. An sedikit tidak dapat menjadi
Namun pendapat ini ber- najis (jika terkena najis), kecuali
tentangan dengan pendapat hi la mengalami perubahan.
segolongan ulama. Pendapat ini seperti mazhab
Imam Malik r.a.

Imam Nawawi dalam Al-Majmii


Tidak najis pula, sebab bangkai Ix rkata: Baik najis itu padat atau
yang timbul dalam air, misalnya < air.
lintah.
.
Air sedikit yang telah menjadi
Jika bangkai-bangkai tersebut najis, jika mencapai dua kulah,
dilemparkan ke dalam air yang akan menjadi suci lagi, walaupun
sedikit, maka air itu menjadi najis, dengan cara menambahkan air
S’ ( , * ‘Til’. najis, sekira tidak menye-
meskipun orang yang melempar
O«=» OjS ‘ - k-A) $
bukan mukalaf. babkannya berubah. Air banyak
yang najis, dapat menjadi suci
kembali setelah hilang perubahan
dengan sendirinya, menambah¬
kan atau menguranginya,
Jika binatang tersebut masih sedangkan sisa air itu masih ada
hidup, sama sekali tidak mem- dua kulah.
bawa pengaruh (jika dimasukkan
ke air sedikit).

Banyak sekali imam kita


(Syafi'iyah) memilih mazhab
Malik r.a., bahwa air pada umum-
nya tidak dapat menjadi najis, Kedua: Mengalirkan air pada ang-
melainkan jika telah mengalami gotayangdibasuh. Karena itu, tidak
perubahan. Dalam hal ini (sedikit cukup hanya mengusapkan air
atau banyak) hukum air yang tanpa mengalir, sebab hal itu tidak
mengalir sama dengan yang tidak disebut membasuh.
mengalir.

— k.
*-fc -tv•> -» -w ■^1

r.woidpress.com
36 Terjemah tat hut Mu'm
Fatal Syarat-syarat Salat 37

Artif’a t\ida anggola wudu tiftak


lulnuy.i Sementara segolongan \ ">9J 9"/ ^
Ur dapat perkara yang membaha
(h id mi.i berpendapat lain; di
yakan bagi perubahan air, misal-
mi ii .uiya adalah Al-Ghazali, Az-
nya za'faran dan kayu cendana.
/iik.iMdan lain-lain, di mana
Sementara segolongan ulama
meifka menguatkan pendapat-
berpendapat lain.
ny i dm menjelaskan (adanya
\'r'-
.an tersebut) adalah sebagai
m mi a tu yang bisa dimaklumi
ii i |.i<linya, selama kotoran itu
,dd.di kotoran biasa, bukan
m m.icam adukan bahan rod. /X Ssxm.
Keempat: Tiada penghalang antara
6j£=vilo0 *
(Hum Hajar mengatakan: Pen-
■ I ip.it tersebut adalah daif).
jSeOD
anggota basuhan dengan air, mi sal
nya kapur, lilin, minyak yang
sudah merrgeras, bekas tinta yang Q$3
masih ada zatnya dan inai. * / %
( -'S.'S. p»V\,V

• its*' Imam Al-Adzra’i dan lainnya


menunjukkan atas kelemahan
pendapat tersebut.

Berbeda dengan minyak yang


masih basah -walaupun air masih
tetap meleset - dan bekas noda
Dal am Kitab At-Tatimmah dan Stj
tinta atau inai.
lainnya telah dipaparkan me-
ngenai yang terdapat dalam Ar¬
il audhah dan lainnya, bahwa
11
sesuatu yang ada di bawah kuku,
sekira dapat menghalangi air,
adalah tidak dapat dimaklumi
[Ssgf&CSfjZ
Disyaratkan juga sebagaimana
penetapan ulama: Hendaknya
keberadaannya. J'l *SS 1

tiada kotoran di bawah kuku yang


mengganggu air sampai ke ^03 oJjZ?'«V 1

A
__ _ _ _ _ _ _ _
^ I 'Hf P"»’W ■

fikrifajar.wordpress.com
S8 Terjemah Fat huS Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 39

Al-Baghawi berfatwa dalam s' * W . VI .


I li iiilt yang selalu berhadas,
masalah kotoran yang di- w i|il> iik ngerjakan dua kali wudu
akibatkan debu, bahwa hal itu it hi tayamum. Fertama untuk dua

mencegah sah wudu; Berbeda l>IioiImIi sedangkan kedua untuk


dengan kotoran yang timbul dari 11 ii Jinnat. Sedang bagi orang
badan sendiri, yaitu keringat yang «< I mi itu, maka cukup satu kali
raengkristal. Pendapat ini telah Xk?z wu< In untuk khotbah dan salatnya.
dikukuhkan dalam Kitab Al-
Anwar.

Jr •* 0
*'\t y’>y\ J? J? \'
- O '-

Kelima: Masuk waktu, bagi yang l)ia (orang beser), wajib wudu
berhadas terus-menerus, misalnya
orang beser kencing dan wanita
lL(jj setiap akan mengerjakan ke-
farduan —seperti halnya taya-
mustahadhah 11 mm-; Begitu juga (bagi wanita
mustahadhah), wajib mencuci farji
- -r« (vagina), mengganti kapas
pcnutup lubangj vagina dan tali
penguatnya, meskipun semuanya
tidak berubah dari tempatnya.

Disyaratkan juga bagi orang


seperti itu: Perkiraannya, bahwa 5^•
waktu sudah masuk. Karena itu, ia
belum boleh wudu —sebagaimana
orang tayamum— untuk salat
fardu atau sunah yang ditentukan Bagi orang yang beser kencing,
waktunya, sebelum masuk wajib segera mengerjakan salat.
waktunya, salat Jenazah sebelum Apabila menundanya karena ada . •*. s'** •T' ^ - (

dimandikannya, salat Tahiyatul- maslahat, misalnya menanti


mesjid, sebelum masuk mesjid, jarnaah atau salat Jumat —walau-
atau salat Rawatib Ba'diyah pun hingga melewati awal wak-
sebelum melakukan salat
fardunya.
* 0W
'iji
vj^^r9
fikrifajar.wordpress.com
Pasal Syarat-syarqt Salat 41
40 Terjemah Fat-hul Mu'in

i I ' f 4 rJ 9 h*
hi, Aihadis, masuk mesjid atau
tu—, atau berjalan ke mesjid,
n.iiah kubur.
maka tidak menjadi masalah.

w %

Fardu Wudu
Dasar hukum tentang kewajiban
ma adalah hadis: "Amal-amal itu
Fardu wudu ada enam: bisa sah hanya dengan niat".
Maksudnya, kesahan amal, bukan
kesempurnaan amal, adalah
Pertama: Niat wudu, menunaikan dengan niat.
kefarduan wudu, menghilangkan
hadas bagi selain orang yang
selalu berhadas, —kesemuanya
tersebut hingga dalam masalah Dalam niat, wajib member-
wudu yang diperbarui—, niat samakan niat pada awal membasuh
thaharah dari hadas, atau muka. Jika meletakkan niat di
thaharah untuk menunaikan tengah membasuh muka, maka
ibadah semacam salat, yaitu hal itu adalah sudah mencukupi,
ibadah yang dilakukan hanya namun wajib mengulangi basuhan
dengan wudu; atau niat mem- yang sudah terjadi sebelum niat
peroleh kebolehan melakukan tersebut.
ibadah yang perlu dengan wudu,
misalnya salat dan menyentuh
Mushaf.

Tidak boleh meletakkan n at


sebelum basuhan muka, sekira
tidak bisa membersamakan niat
dengan sebagian dari basuhan itu.
Basuhan yang bersamaan dengan
niat, adalah disebut awalnya.
Karena itu, terlepaslah kesunahan
Dalam wudu, tidaklah cukup niat d
berkumur, jika sesuatu dari muka
memperoleh kebolehan melak-
ikut terbasuh bersama berkumur.
sanakan ibadah yang disunahkan
wudu, misalnya membaca Alqur-
fikrifajar.wordpress.com
42 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat ■Salat 43

misalnya merah bibir —sesudah It Has bujur muka adalah: Antara


niat--. icinpat-tempat tumbuh rambut
kcpala yang wajar sampai bawah
prrtemuan dua rahang -dengan
dibaca fat-hah huruf lamnya—
yang ujungnya masuk daerah
Yang utama, hendaknya memi-
muka, bukan daerah yang di
sah-misahkan niat. Dengan cara
bawahnya dan bukan pula rambut
niat kesunahan berwudu di waktu
yang tumbuh di bawahnya.
membasuh kedua telapak tangan,
Sedangkan batas lintang muka
berkumur dan menyesap air ke
adalah: Antara dua telinga.
dalam hidung, lalu niat fardu
wudu ketika membasuh muka,
Dengan demikian, tidaklah
terlepas fadiiah melangsungkan
niat dari awal wudu, berkumur,
menyesap air ke dalam hidung
serta membasuh bibir luar.

Wajib membasuh rambut muka.


yaitu bulu mata, rambut pelipis
(alis), kumis, kumis bawah dan
jenggot —yaitu rambut pada
dagu; sedangkan dagu adalah

tempat pertemuan dua rahang-,


rambut ati-ati; -rambut yang
tumbuh di tepi (pipi) setentang
telinga—, jambang, yaitu rambut
yang menghubungkan antara ati-
ati dengan jenggot.

Kedua: Membasuh kulit muka.


Berdasarkan ayat: "Maka basuhlah
muka kalian semua".
fikrifajar.wqrdpress.com
' Pasal Syarat-syarat Salat 45
44 Terjemah Fat-hul Main

Termasuk daerah muka, adalah jarang sekali tumbuh lebat di


bibir luar dan tempat tutup sana. Tetapi tidak wajib mem¬
(sinom= Jawa); yaitu bagian atas basuh dalam jenggot dan jam-
kening yang ditumbuhi ranibut. bang yang lebat.
/■ *•»«*
U<X‘
Menurui pendapat Ashah: & "
Tempat tahdzif (membersihkan
rambut) itu tidak masuk daerah
muka; ialah tempat di mana
tumbuh rambut ^tipis antara Ketentuan lebat, adalah sekira
pangkal ati-ati dan naz'ah kulit tidak tampak dari sela-sela
(lengar= Jawa). Tidak termasuk rambutnya, ketika bekada di
juga puting -telinga dan dua majelis.
naz'ah, yaitu dua daerah yang

bebas rambut kiri-kanan ubun-
ubun, juga tempat botak, yaitu
f’jcjl CAj U &

daerah menjorok di antara dua


naz'ah, jika rambut terjadi LJ3 j Xj UJ '

kerontokan. Wajib juga membasuh bagian


yang tidak nyata basuhan
keseluruhannya, kecuali dengan
membasuh bagian tersebut.
Sebab, sesuatu yang wajib jika
tidak bisa sempurna kecuali
dengan perkara lain, maka
perkara tersebut ikut menjadi
wajib.

Bagian-bagian yang bukan


Ketiga: Membasuh dua tangan,
Yaitu, dari telapak tangan sampai
A*
termasuk muka, sunah dibasuh. ke siku, berdasarkan suatu ayat
Alqur-an.
<"4
ai5*i
S’ s'

Wajib membasuh luar dan dalam •'f/i < * * s’ 9 s's'


setiap rambut di daerah muka
* s'**
yang telah lewat, —sekalipun Perkara-perkara yang berada di
iebat—, karena rambut tersebut daerah fardu, adalah wajib
fikrifajar.wqrdpress.com
46 Ttrjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 47

dibasuh, yaitu rambut dan kuku, kepala, sekalipun hanya setengah g fh 5U . c?uV-w_ j»
sekalipun panjang. hclai rambut. Karena berdasarkan -4s ^ ?
ayat.
. faolS - 3 51 - *-

Cabang:

Jika seseorang lupa membasuh Sebab, Nabi Muhammad saw.


seberkas anggota, lalu terbasuh tidak pernah mengusap yang
ketika ketiga kalinya atau ketika kurang dari batas ubun-ubun. Hal
mengulangi wudu karena lupa, itu adalah riwayat dari Imam Abu
/i/,i ^ ■* Hanifah -rahimahullah-. Menurut
bukan karena membarui wudu,
maka hal itu sudah mencukupi. pendapat yang masyhur dari Abu
Hanifah, adalah wajib membasuh
UAijjZ&tiolZLaS
^ M/' ^ /" * ^ •• ^
seperernpat kepala.

K' S+ * A, «* ^ 9 >
- ol

Keempat: Mengusap sebagian kepala.


Kelima: Membasuh dua kaki, berikut
mata kaki masmg-masing, ber¬
dasarkan suatu ayat. Atau dengan
Imam Al-Baghawi berkata: mengusap dua khuf, dengan
Seyogianya, tidaklah mencukupi memenuhi syarat-syaratnya.
“ >
hanya dengan kurang dari sebatas
ubun-ubun. Ubun-ubun adalah

tempatyang berada di antara dua


naz'ah.

Wajib juga membasuh bagian •* •*


Seperti halnya naz'ah, kulit bebas dalam lubang atau sobekan pada
rambut yang berada di belakang anggota.
C /
telinga, baik berwujud kulit atau
rambut, asal berada di daerah
Vi'*', .'AjirY'"
fikrifajar.wcrdpress.com
48 Tetjemah Fat-hut Mu'in
Pasal Syarat-tyarat Salat 49

Cabang: 9.
Di-ilhaq-kzn (disamakan) dengan
Jika ada semacam duri masuk ke masalah ini, orang yang terkena
kaki, di mana sebagian darinya penyakit telur kutu pada pangkal
tampak dari luar, maka wajib rambutnya, sehingga mencegah
mencabut dan mernbasuh tempat air sampai pada kulit dan tidak
tertusuknya, karena tempat itu di- mungkin membersihkannya.
hukumi luar.

Seorang guru dari guru-guru kita,


Jika duri itu masuk keseluruh-
annya, maka dihukumi anggota
t ) O.Ls yaitu Imam Zakariya Al-Anshari
menjelaskan: Orang tersebut
dalam. Karena itu, wudunya sah, tidak dapat disamakan dengan
dan tidak wajib mernbasuh dalam masalah ikatan rambut di atas.
anggota yang tertusuk duri, Akan tetapi orang yang terkena
walaupun teijadi bengkak pada penyakit telur kutu harus
kaki atau lamnya, selama belum tayamum.
pecah. Apabila pecah, maka wajib
mernbasuh bagian dalamnya,
selama tidak menutup kembali. Tetapi guru kami (Ibnu Hajar Al-
Haitami) yang menjadi murid
beliau berkata: Pendapat yang
beralasan adalah diampuni,
karena ada unsur darurat. -J&

Peringatan! Keenam: Tertib, sebagaimana


tersebut di atas. Yaitu men-
Dalam masalah mandi, para
dahulukan basuhan muka, kedua
ulama menyebutkan: Sungguh, * < %% •*
tangan, kepala, lalu dua kaki,
diampum bagian dalam pada
berdasarkan ittiba' (mengikuti
ikatan-ikatan rambut, jika
Nabi).
mengikat deiigan sendirinya
... ._ .: 7 w

iar.wordpress.com
50 Tetjemah Fat-hul Mu in
Pttsal Syarat-syarat Salat 51

Jika orang yang berhadas menye-


lam, walaupun dalam air sedikit,
dengan niat yang benar di atas,
sf jl? udak wajib yakin, bahwa air telah
inerata pada seluruh anggota
tubuhnya: akan tetapi cukuplah
maka cukup wudunya; meskipun dengan suatu perkiraan saja
waktu untuk menyelam tersebut (seb^b dengan adanya niat mandi,
umpama digunakan wudu secara hadas kecil masuk dalam hadas
tertib tidak mencukupi.
besar -pen).

Cabang:
Jika yang berwudu atau mandi
ragu atas kesucian anggotanya
sebelum selesai wudu atau mandi-
nya, maka dia harus menyucikan-
Benar! Jika seseorang mandi nya; dan menyucikan anggota
dengan menyiramkan air serta yang ada sesudahnya, (jika)
niat wudu, maka disyaratkan dinisbatkan masalah wudu.
benar-benar tertib Di sini
tidaklah menjadi masalah dengan
ketidaktahuan atas seberkas atau
CAllZijCaJ J I 4XJL>*
beberapa berkas bagian selain
anggota wudu yang tidak tersiram
air; bahkan meskipun pada Atau keraguan setelah bersuci,
anggota itu terdapat penghalang maka hal itu tidak membawa
air, misalnya lilin. Hal ini se- jhengaruh apa-apa.
bagaimana yang dijelaskan oleh
guru kita (Ibnu Hajar Al-Haitami).

Dan jika keraguan itu dalam


masalah niat, juga tidak apa-apa,
menurut beberapa wajah pen-
dapat, seperti yang termaktub
dalam Syarah Minhaj, susunan
Guru kita.
Jika seseorang berhadas kecil dan
besar, maka sudah mencukupi
mandi janabah untuk keduanya, ? i * 9 4*
jika telah disertai niat wudu. Dan
Di situ dia berkata: Di bawah ini
dapat dikiaskan hukumnya
■ r | _ 1 1 ^ IMP

fikrifajar.w< dpress.com
Fatal Syaral-syarat Salat 53
52 Terjemah Fat-hul Mu'in

Sedang sempurnanya: Bis-


dengan keraguan yang terjadi
dalam masalah Fatihah sebelum
millahir rahmanir rahim. Crgit
rukuk. Yaitu: Apabila yang ber-
suci merasa ragu; apa sudah
membasuh seluruh anggota atau
belum, maka dia wajib meng-
Membaca Basmalah menurut
ulangi basuhan itu; atau ragu
pendapat Imam Ahmad r.a.i
akan pemerataan basuhannya,
adalah wajib.
maka dia tidak wajib mengulangi
basuhannya.
Sebelum membaca Basmalah,
sunah membaca Ta'awudz; dan
sesudahnya sunah membaca dua
kalimat syahadat serta Alhamdu
Karena itu, perkataan mereka
lillahil ladzii ja’alal maa-a
yang pertama (yang ragu atas
thahuran. (Segalapuji milik Allah
kesucian seluruh basuhan anggota
yang telah menjadikan air sebagai
atau belum) diarahkan pada
pencuci).
keraguan adanya basuhan, bukan
pemerataan basuhan.

Bagi yang lupa membaca


Basmalah di permulaan wudu-
Sunah-sunah Wudu nya, sunah di tengah wudunya
membaca: Bismittahi awwalahu
Sunah bagi orang yang wudu;
wa akhirahu (Dengan menyebut
meskipun menggunakan air hasil
nama Allah dari awal sampai akhir).
ghasab, -atas tinjauhan beberapa
Tidak sunah membacanya setelah
wajah pendapat-:
selesai wudu.

1. Membaca Basmalah pada per- A w i/ t )


mulaan wudu, karena mengikuti wJ J & L AJ & ^ Kesunahan dan tata cara
membaca Basmalah di atas, juga
Nabisaw' berlaku dalam amal-amal kebaikan,
misalnya makan, minum, me-
ngarang dan memakai celak mata.

Paling tidak, yang dibaca: Bis- J


millah.
fikrifajar.wordpress.com
Fatal SyaraU-syarat Salat 55
54 Terjemah Fat-hul Mu'in

2 Membasuh dua tapak tangan


Apa yang dipindah dari Imam
sampai pergelangan secara bersama,
Syafi’i dan beberapa sahabat
yang diawali dengan membaca
Syafi'i, bahwa Basmalah adalah
Basmalah, sementara hati niat
permulaan wudu. Seperti itu juga
wudu, meskipun berwudu dari
kemantapan Imam An-Nawawi
tempat semacam kendi atau telah
dalam kitab Majmu' serta imam
meyakinkan atas kesucian kedua
lainnya. Karena itu, orang yang
tangannya, karena hal ini
wudu hendaknya membaca Bas¬
berdasarkan ittiba'.
malah bersamaan ketika mencuci
kedua tangannya, sementara itu
hatinya niat wudu.

3. Bersiwak', dengan melebar pa-


da gigi dalam dan luar serta
memanjang pada lidah.

Segolongan ulama terdahulu


berkata: Sebenarnya, awal
kesunahan-kesunahan wudu,
adalah bersiwak, sesudah itu
' membaca Basmalah (dari kedua
pendapat tersebut, lalu di-
kumpulkan, bahwa permulaan
Berdasarkan sebuah hadis sahih:
kesunahan qauliyah dalam ber-
"Jika aku tidak takut memberatkan
wudu, adalah membaca Basmalah',
umatku, niscaya aku memerintah-
dan kesunahan fi'tiyah, adalah
kannya bersiwak setiap wudu.”
bersiwak -pen).
Ferintah yang dimaksudkan oleh
beliau, adalah "wajib".

Cabang:
Sunah membaca Basmalah ketika
mulai membaca Alqur-an, Bersiwak itu bisa dihasilkan
walaupun dari tengah-tengah kesunahannya dengan sesuatu
surah —di luar atau dalam salat—; yang kasar, meskipun berupa
disunahkan pula waktu akan sobekan kain (gombal) atau kayu
mandi dan menyembelih bina- asynan (benalu).
tang.

Yang utama adalah mengguna-


kan kayu 'ud (kayu garu).
I Igjy P"n »y ' 5 ' -^l

fikrifajar.wo dpress.com
56 Tetjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 57
Sedangkan yang lebih utama lagi 4 < i.
adalah kayu 'ud yang masih basah Jika lupa bersiwak di permulaan ^ i-
dan berbau wangi. Dari kayu salat, maka ia sunah melakukan di
tersebut yang lebih utama adalah tengah-tengahnya dengan per-
kayu arak. buatan yang sedikit, sebagaimana
memakai serban.
Tidak disunahkan bersiwak
dengan menggunakan jari-
jemari, meskipun berwujud kasar.
Sementara itu, Imam An-Nawawi waktu akan membaca Alqur-an *
memilih kebalikan pendapat atau Alhadis, ilmu agama, dan ^ ^ <
tersebut. kedka mulut berbau busuk atau Ac. 11 ^j i ^ 1 j
berubah warnanya akibat ** K'"
Bersiwak itu hukumnya sunah jj;s semacam tidur atau makanan
yang berbau tidak menyenang-
f ’T'f 1 ^ ^ w^
muakad, -walaupun bagi orang
yang tidak bergigi— setiap kan; atau gigi berwarna kuning, x ^ ^ '
berwudu, akan salat, baik salat *g&Sltii&Silh sesudah bangun tidur atau akan Isl it
fardu atau sunah, meskipun tiap tidur, di kala hendak masuk ^
dua rakaat salam atau sudah mesjid atau rumah, sesudah waktu *
bersiwak waktu berwudu; dan sahur dan akan dicabut nyawa- 4 * >* „ ‘
■» u> 9^ -» , x
sekaiipun antara salat dan wudu- nya. ^ ^ "
A **
nya tidak terpisah sesuatu.
(Hukum sunah muakad bersiwak
untuk setiap akan salat ini),
sekiranya tidak dikhawatirkan
kenajisan mulutnya.

Semua itu sebagaimana di- .J''* ^


tunjukkan dalam hadis Bukhari- (J J O
Hal itu berdasarkan hadis yang Muslim. Dikatakan, bahwa ber¬
diriwayatkan oleh Imam Al- siwak (dalam keadaan sakratul- f
Humaidi dengan sanad yang maut)dapat metnpercepat keluar ** ** j/w
jayid: "Salat dua rakaat yang roh darijasad.
dikerjakan dengan bersiwak, adalah
'Z. S' * - s' ■» J S \ <
lebih utama daripada tujuh puluh Dari keterangan hadis tersebut ^ ,/ sssS
rakaat tanpa bersiwak lebih dahulu." «L; 0^(3” ‘ > dapat disimpulkan: Bersiwak 0j3 J
hukumnya sunah muakad bagi, ' ^
orang sakit. .

_ _
press.com
58 Terjemah Fat-hul Mu'iti Pasal Syarat-syarat Salat 59

Dalam bersiwak, harm mat me- 4. Berkumur dan menghirup air ke


/ C'j £
rnm t • rn* I ^
^^ r

ngerjakan kesunahan, — supaya dalam hidung, karena ittiba'


dapat pahala-; hendaknya juga kepada Nabi saw / m.
menelan ludah bekas bersiwak
yang pertama; namun tidak perlu
menyesap alat siwak.

Setidak-tidaknya: Memasukkan
air ke mulut dan hidung.
Sunah mencukil sisa-sisa makan-
an yang berada di sela-sela gigi,
baik dilakukan sebelum bersiwak
ataupun sesudahnya.
Untuk memperoleh asal sunah,
tidak disyaratkan memutar-
mutar air dalam mulut,
membuarig dan menyemburkan
Bersiwak hukumnya lebih utama (mengeluarkan)nya dari hidung,
daripada mencukil; (tapi) tapi ketiga hal tersebut hanyalah
pendapar ini berlawanan dengan sebagai kesunahan belaka, seperti
pendapat ulama lainnya. juga masalah menyangatkan
dalam memutar-mutar air kumur
dan sesapan bagi orang yang
Memakai alat siwak orang lain itu tidak berpuasa. Ini semua karena
hukumnya tidak makruh, asal berdasarkan perintah melakukan
telah mendapat izin atau sudah keduanya.
diketahui akan kerelaannya. Jika
tidak demikian, maka hukumnya
adalah haram, sebagaimana / — ■ '"L"'
Sunah mengumpulkan berkumur
mengambil alat siwak milik orang
dan menghirup air pada tiga
lain. Demikian itu jika memang
ceduk; masing-masing ceduk
tidak berlaku kebiasaan melarang
digunakan berkumur dan meng¬
memakai siwak orang lain.
hirup air.

Orang yang berpuasa hukumnya


makruh bersiwak sesudah mata-
hari tergelincir ke arah barat, 5. Meratakan usapan ke seluruh
selagi mulutnya tidak berubah kepala. Karena ittiba' kepada
baunya akibat tidur misalnya.
fikrifajar.wordpress.com
60 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-sjarat Salat 61

Rasul saw. dan menghindari


perselisihan terhadap Imam
Malik dan Ahmad r.a. (mereka
i memakainya. Karena
kepada Nabi saw. ,
ittiba'

^ » *1 /
mewajibkan mengusap seluruh
kepala -pen). * JLP-'j

Jika yang berwudu mencukupkan 6. Mengusap dua telinga secara


dengan usapan sebagian kepala, merata, luar atau dalam serta dua
maka yang lebih utama adalah lubangnya. Karena ittiba'.
mengusap ubun-ubun.

Mengusap leher hukumnya tidak


Cara mengusap yang lebih utama, sunah, sebab tidak ada satu pun
adalah meletakkan kedua dasarnya.
tangannya pada bagian depan
kepala, dalam posisi telunjuk
saling bertemu, dua ibu jari
diletakkan pada dua pelipis, Imam Nawawi berkata: Mengu¬
lantas memutar-mutamya beserta sap leher hukumnya adalah
jari-jari lain ke belakang sampai bid'ah, dan yang menerang-
tengkuk, lalu kembali lagi ke kannya adalah Maudhu' (palsu). j} <•>•' *ie
depan. 4$^^ "f*

7. Menggosok-gosok anggota, Yaitu


menggosokkan tangan pada
anggota setelah terkena air.
fY $ * ''i* >”1 ✓jy * I S Karena hal ini menghindari
Jika kepalanya berambut,
perselisihan ulama yang mene-
rambutnya sampai membalik;
tapkan wajib (Imam Malik).
dan jika tidak berambut, maka
cukup memutar tangan saja. Hr*-

Sesudah mengusap ubun-ubun, 8. Menyela-nyela jenggot yang


sunah menyempumakan usapan tebal. Cara yang lebih utama
pada serban atau kopiah, jika adalah dengan menggunakan //» t*
' 9\'** I"X
jari-jari kanan, dimulai dari
■v J ■v sv m
iar.wc press.com
62 Terjemah Fat-hul Mu'tn
Pasal Syarat-sydrat Salat 63

bawah serta mengurai dan '' . •.<£ ^ 10 Memanjangkan basuhan muka.


dengan satu siuk khusus. Dasar- *}■
AJ*^—J** hum dengan cara membasuh
nya adalah ittiba’. Jika di- ' , * muka serta bagian depan kepala,
(inggalkitn adalah makruh. . 4j J . I ** du.i telinga dan dua lembar
kuduknya.

9. Menyela-nyela jari-jari kedua


tangan dengan berpanca dan jari-
jari kaki dengan cara apa pun.
11 Memanjangkan basuhan kedua
tangan dan kaki. Yaitu mengikut-
oV &
’Midi
•^ X & S’ s' kan kedua bahu ketika mem¬
basuh kedua tangan; dan dua
- c^\jL=>2tL£
~ fc*> .*»*
betis ketika membasuh kedua
kaki. Batas maksimalnya adalah
meratakan basuhan pada bahu
yj~-?-^l' t
Cara yang paling utama: Menyela-
1 J <
dan betis. 9 9 ^ t ■>£. s'\. s' •S
nyelai jari-jari kaki dari bawah
dengan kelingking tangan kiri, > , ,^ ^ ,
mulai dari kelingking kaki kanan
dan diakhiri pada kelingking
, cj. '\\ OK.
'S - V
. >.
JS^
* f
si
kaki kiri. Artinya, menyela-nyela /«j
jari-jari dengan jari kelingking
tangan kiri, dari bawah kaki, yang »« w . l 1 s' t < 4.
Berdasarkan hadis Bukhari-Mus-
dimulai dari kelingking kaki lim: "Sesungguhnya di hari Kiamat uj**
kanan dan diakhiri pada umatku dipanggil dalam keadaan 4* 9 ''.s' l/1 sSsS S’* j ,*s
kelingking kaki kiri. wajah, dua tangan dan kaki yang
memancarkan sinar karena bekas-
^ •Sr’ bekas wudunya. Maka, barangsiapa
yang niampu untuk memanjangkan
basuhannya, hendaknya ia mau
melakukan." Imam Muslim mem-
beri tambahan: "Dan meman¬
jangkan basuhan kedua tangan serta
kaki.” Maksud dari hadis di atas:
Mereka nanti di hari Akhir
£^^! j 3 23 i
dipanggil dalam keadaan wajah,
tangan dan kaki bersinar.
/ •
fikrifajar.wo dpress.com
64 Terjemah FcU-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat tin

Paling tidak, memanjangkan I’cnigakalian tidak bisa men-


basuhan bisa terjadi dengan (ukupi (tidak sah), jika dilakukan
melebihkan sedikit alas perkara sebelum basuhan wajib, dan tidak
yang wajib. Sedangkan untuk mcncukupi sesudah sempurna 'SAAs *< k' «C.
^\jC^
sempumanya, adalah meratakan wudunya.
basuhan pada anggota-anggota
yang telah lewat.

,f , f *. V/
12. Mengulang tiga kali setiap Membasuh kurang dari tiga kali
basuhan, usapan, gosokan, scla- hukumnya makruh, sebagaimana
selaan, bersiwak, Basmalah dan inelebihinya dengan niat wudu;
zikir setelah berwudu. Karena
‘L Hr *3 3 sebagaimana yang dibahas oleh
berdasarkan ittiba' kepada Nabi segolongan ulama. Jika tambahan
saw. *
J—*? 3 L
jr*" Ax'*'
L *
tersebut dengan air wakaf per-
sediaan bersuci, maka hukumnya
9'" - £tr*& i
5 51
adalah haram. (S' a

v^iyi (tr^j
Fenigakalian bisa teijadi dengan -Jlel'£
umpama memasukkan tangan
—walaupun ke air yang sedikit—, 9-<
Cabang:
lalu menggerakkannya dua kali
dalam air itu.
‘JQ— -* Orang yang di tengah-tengah
« c^_9„

berwudu merasa ragu dalam hal


pemerataan atau jumlah basuhan,
maka ia wajib mengambil yang di
yakini dalam perkara yang wajib
'jika ia mcngulang-ulang air (seperti ragu dalam masalah
basuhan yang kedua, maka basuhan pertama atau peme-
berhasillah hukum penigakalian, rataannya terhadap anggota.
sebagaimana yang dijelaskan Maka dalam keadaan seperti ini,
oleh Guru kita (Ibnu Hajar Al- la wajib menyempurnakan
basuhan itu - pen); dan sunah
Haitami).
inengambil perkara yang diyakini
dalam hal yang sunah (misalnya
dalam basuhan kedua atau ketiga
- pen), meskipun air yang di-
r.wardpress.com
66 Terjemah Fat hul Mu'in
Pasal Syarat-syhrat Salat 67

pergunakan berwudu adalah air


wakaf. Meninggalkan serba kanan
adalah makruh.

Adapim ragu setelah selesai


bcnvudu, adalah tidak membawa
pengaruh apa-apa. Pada perbuatan-perbuatan
kebalikan tahrim (positif),
13. Serba kanan. Yaitu: men- disunahkan mendahulukan kiri.
dahulukan yang kanan ketika Yaitu segala perbuatan yang
membasuh kedua tangan dan masuk kategori negatif dan
kaki. Sedang bagi orang yang
putus anggotanya, serba kanan-
kotor, misalnya isdnja, mem-
buang ingus, melepas pakaian
y&S'i
y* - ^
nya pada semua anggota wudu. dan sandal.
Uii 2^4 J

Disunahkan memulai mem-


basuhnya dari wajah bagian atas,
Hal itu, karena Nabi saw. gemar
dari ujung tangan dan kaki
mendahulukan yang kanan dalam
—walaupun berwudu dengan air
bersuci dan tindak-tanduk yang
yang dituangkan oleh orang 0*23. Oi
tergolong positif, misalnya
lain—.
bercelak mata, memakai baju,
sandal, memotong kuku, me-
motong rambut kepala, meng-
ambil, memberi, bersiwak dan
lie rf* •
Sunah juga mengambil air
menyela-nyelai.
basuhan wajah dengan dua
tangan sekaligus, serla mele-

y » ^ ■> takkan wadah air yang diciduk ryy
pada sebelah kanan; dan wadah
air yang dituangkan oleh orang
lain, diletakkan di sebelah kiri.

,{( ''if’ *y / /
* y-
ojU^j s ^ .
» *» y' y
fikrifajar.wordpress.com
68 Terjemah Fat-hul Muin Pasal Syaral-syarat Salat 69

14. Sambung-menyambung di
bil.i lerdapat tahi matanya, maka
antara perbuatan-perbuatan
wudu satu dengan laiunya, bagi
orang yang sehai C .aranya. Segera
bn liati-hati menjaga tempat
msebut adalah wajib, sebagai- j
in.ina yang termaktub dalam kitab
membasuh satu anggota sebelum
basuhan anggota di depannya
1/ Majmu'. '!
kering. Hal ini berdasarkan ittiba' «:
kepada Nabi dan menghindari
khilaf ulania yang mewajibkannya >1
Membasuh dalam mata hukum-
(Imam Malik).
nya tidak sunah. Bahkan seba-
gian ulama berkata, bahwa hal itu
idalah makruh, sebab berakibat J
(lharar (bahaya). (Wajib) mem-
hasuhnya, hanya kalau ada najis
di situ, karena najis itu besar
Sambung-menyambung hukum-
artinya.
nya wajib bagi orang yang
terkena penyakit beser. ' * -9
*
15. Berhati-hati dalam membasuh
tumit, ekor mata, dua tepian
16. Menghadap kiblat selama
mata yang letaknya dekat
berwudu.
hidung, pengelirik dan tepi mata •* 9 fi J
yang lain, dengan menggunakan
dua ujung telunjuk masing- 4
masing.

17. Tidak berbicara selama ber¬


wudu, kecuali mengucapkan zikir x/ ^ ^
wudu; atau jika tidak ada hajat
berbicara.
Hukum kesunahan di atas, jika
pada tepian mata tidak terdapat
pJ bU <_>x> w V- ^ * *
,#
tahi mata yang menghalangi air
9-*'i ' -' *
sampai ke tempat dasar. »
Memberi salam terhadap orang
sedang berwudu, mengucapkan i
• £2.3LiftCB salam dan menjawab baginya,
adalah tidak makruh.
91,'9-
COj2j * 4^

_ _ _
fikrifajar.wo dpress.com
70 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syardt Salat 71

18. Tidak menyeka air yang ada wtenisnya ..., maka dibukakan
pada anggota wudu, kecuali untuknya delapan pinta surga,
karena ada suatu uzur (misalnya terserah dari mana saja ia niasuk."
a 9J os ^ ✓✓ -
karena dingin dan sebagainya -
pen) karena ittiba' kepada Rasul
■ £2$
saw.

19. Membaca dua kaiimat syahadat


setelah berwudu, jika (antara
is * (< ^ olfj Imam At-Tirimidzi menambah: * 1 s'* •»“'!, s y
S’

wudu dengannya) tidak lama


"Ya, Allah!Jadikanlah saya termasuk
waktu berselang menurut
golongan orang-orang yang bertobat
anggapan yang biasa.
\S 3 9* S Q .S
dan suci."

(Caranya), orang yang berwudu


menghadap kiblat, mengangkat i^giaiU£^ ^ 3 Diriwayatkan serta disahihkan
oleh Imam Hakim: "Barangsiapa
CS ■ ’$£sSJ5
kedua tangan dan melihat ke
berwudu lalu berdoa: Maha Suci
langit —walaupun orang buta—
if- Engkau. Ya, Allah dan denganpuji- Vs
seraya mengucapkan: Saya
Mu saya bersaksi, bahwa tiada
bersaksi, sesungguhnya tiada
Tuhan selain Engkau, saya motion
Tuhan selain Allah Yang Esa dan
&%$$$£& & ampunan dan bertobat kepada
tiada yang menyekutukan-Nya; ^ i *
s' \ * *' «'* > * si S'
iy A
Vl s'
'f
Engkau, maka ditulis pada selembar
dan saya bersaksi sesungguhnya 'i*<'t" "s'
kulit dengan cetakan yang tidak
Nabi Muhammad adalah hamba-
akan berubah sampai hari kiamat «* s 9S S sp
dan pesuruh-Nya.
—seperti yang telah disahihkan oleh
• —tD-M-
4 Imam Hakim." Maksudnya: Tidak
akan dibatalkan sampai ia •S’ » y '
melihat pahala-Nya yang agung.

Berdasarkan sebuah hadis yang \ . \*JS e9 \


diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Dorlllllllok cnltr • *
dari Rasulullah saw.: "Barangsiapa
berwudu lalu berdoa: Saya bersaksi
Cr* 1
tiada Tuhan selain Allah dan
$ *'*-9sZ 4

■ 'g&v&'lik

_ _
fikrifajar.wordpress.com
Pasal Syarat-syanat Salat 73
72 Terjemah Fat-hul Mu'in

Setelah itu membaca selawat


salam kepada Baginda Nabi
20 Meminum air dari sisa wudu.
Ik-i dasarkan sebuah hadis, bahwa £ — 0 i>?(
oil ersebut membawa obat untuk
Muhammad saw. dan keluarga
beliau.
ys9 , / y y yy ^yj
vgala penyakit. oJ^4c^4

Lalu membaca surat Al-Qadar ,f t'X'*<( y . J''^'y


sebanyak tiga kali, dengan 9 y j s'
21. Memercikkan air sisa wudu
menghadap kiblat tanpa meng-
pada pakaiannya. Hal ini
‘i’1
angkat tangan.
ditnaksudkan bila ta merasa ragu
> '
akan adanya kotoran pada pakai¬
annya (dan hal ini untuk meng-
Mengenai doa yang dibaca pada
hilangkan was-was -pen), seba-
basuhan tiap-tiap anggota, adalah
gaimana yang dijelaskan oleh
tiada dasarnya yang kuat. Karena
Guru kita. Adapun keadaan Rasu-
itu, saya membuangnya, seperti
lullah saw. memercikkan air sisa
yang dilakukan oleh Syaikhul
berwudu pada pakaian beliau,
Mazhab, Imam Nawawi.
adalah diarahkan atas keraguan y y^yy'

seperti itu.
y j

22. Melakukan salat dua rakaat


setelah berwudu, asal waktunya
Dikatakan: Setiap membasuh » <. i yy A *'
belum berselang lama menurut
anggota, adalah disunahkan
ukuran urnum.
membaca: Saya bersaksi, se-
sungguhnya tiada Tuhan selain
Allah, Yang Maha Esa dan tiada
Kesunahan salat dua rakaat di
yang menyekutui-Nya; dan saya
atas, menjadi hilang jika telah
bersaksi, bahwa Nabi Muhammad
ffjy/sfy "l Jy f -^y berselang lama menurut umum.
adalah hamba dan pesuruh-Nya.
Hal ini atas tinjauan beberapa
Dasarnya adalah hadis yang ^ SJ
wajah (bentuk) pendapat.
diriwayatkan oleh Imam Al- 9 a s'ojt,f> 9 . yy' yy t
Sedangkan menurut sebagian
Mustaghfiri, dan la mengatakan:
ulama: Hal itu bisa hilang sebab
Hasan tersebut adalah hadis
bermaksud tidak mengerjakan
Hasan Gharib.
salat; menurut sebagian lagi:
fikrifajar.wc rdpress.com
74 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syaral Salat 75

Sebab anggota wudu kering; dan


menurut sebagiannya lagi: Sebab
telah berhadas
| ik.i waktu sudah sempit untuk
mii ngcrjakan salat seluruhnya
<11 lam waktu itu, maka wajib bagi
C&>'s0$2&y
ui nng yang berwudu membatasi
Dalam rakaat pertama sesudah
dm pada basuhan atau usapan,
membaca Fatihah, sunah raem-
k.nena itu, ia tidak boleh
baca ayat: sampai
mengulang tiga kali dan tidak
ayat: &L.J (Q.S. An-Nisaa': 64), boleh melakukan kesunahan-
sedangkan pada rakaat kedua, kesunahan lain. Hal itu telah
dijelaskan oleh Ipiam Al-Baghawi
sunah membaca:
dan lainnya, serta diikuti oleh
ulama-ulama akhir.
sampai ayat: (Q.S. An-
Nisaa': 110).

j? S r'
Faedah: C< Od&3 » Akan tetapi Imam Al-Baghawi
Bersuci dengan air wakaf per- dalam masalah tertinggal salat
sediaan untuk minum, adalah 11 berfatwa: Seseorang boleh me-
haram, begitu juga dengan air nyempurnakan kesunahan-ke-
yang belum jelas statusnya sunahan salat, meskipun akhirnya
(untuk minum apa untuk ber ia tidak menemukan satu rakaat
suci), menurut tinjauan berbagai dalam waktunya.
pend^pat. Memindah air yang
disediakan untuk minum ke
lempat lain adalah juga haram.
<r 5 Dalam pada itu, Al-Baghawi
membedakan (antara masalah
w *y wudu dengan salat), bahwa orang
•ZJ&jKS, yarig mengerjakan salat terleka
pada suatu maksud (yaitu: salat).
X / .
1
.
rdpress.com
76 Terjemah Fat-hul Mu’in Pasal Syarhtrsyarat Salat 77

Maka dihukumi sebagaimana Benarlah begitu. Untuk sunah


orang yang memanjangkan wudu yang ada pendapat lain
bacaan dalam salat (selungga mengatakan wajib, misalnya
keluar dan waktunya). menggosok (menurut Imam Malik
hukumnya wajib), maka hendak-
nya didahulukan sebelum ber-
amaah. Hukum ini searah
Atau bila persediaan air berwudu dengan penjelasan yang telah
sedikit, yang perkiraannya hanya lewat tentang kesunahan men-
cukup untuk mengerjakan hal dahulukan salat tertinggal sebab
fardu. uzur atas salat Ada' (tunai),
sekalipun tertinggal jamaah.

Jika orang yang berwudu ada air


yang tidak cukup untuk kesem- Kesempumaan: a ) y>
purnaan bersuci —jika ia
Tayamum boleh dilakukan karena
mengulang tiga kali atau melaku-
hadas besar atau kecil, jika tiada
kan kesunahan-kesunahan--, atau
air atau khawatir berbahaya dalam
diperlukan sisa air untuk binatang
dimuliakan syarak yang haus,
menggunakannya, dengan debu A i"
yang suci menyucikan.
maka baginya haram mengguna-
kan air tersebut untuk melakukan
kesunahan.

Begitu juga, masalah tersebut


berlaku dalam mandi janabah.
Rukun Tayamum: ■■ 4d£=5!
s>i>
1. Berniat memperoleh ke-
wenangan melakukan salat fardu, * wf *£ is
Orang yang berwudu hukumnya secara bersamaan memindahkan —A* *
sunah membatasi pada hal-hal debu ke muka. *7 X

yang wajib saja, jika ia tergesa-


gesa untuk mengikuti salat
berjamaah, yang tiada jamaah
selain itu.

_
fikrifajar.wqrdpress.com
78 Terjemah Fat-hut Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 79

2 Menyapu muka. » ss sA i/ * «/V Ilal-hal Yang Membatalkan


Wudu
3. Menyapu kedua tangan 1

Yakni, sebab-sebabwudu menjadi


Jika seseorang merasa yakin batal ada empat:
mendapat air di akhir waktu,
maka baginya lebih baik menanti.
Kalau tidak punya keyakinan,
yang iebih utama adalah ber-
9 'S
segera mengerjakan tayamum. w — Pertama: Yakin telah keluar sesuatu
«* selain air sperma sendiri. Baik
berupa benda ataupun angin,
basah atau kering, biasa keluar
Jika anggota seseorang tercegah seperti kencing atau tidak seperti
menggunakan air, maka baginya -X3 darah bawasir dan lain-lainnya,
wajib bertayamum, membasuh s' * terputus atau tidak, seperti caring
anggota yang sehat dan meng- yang mengeluarkan kepalanya,
usapkan air pada pembalut yang lalu kembali.
berbahaya jika dilepas. Bagi
orang junub tidak wajib tertib
antara tayamum dan membasuh
anggota yang sehat. Jika yang
tidak bisa terkena air itu dua
Oil&
anggota, maka tayamum wajib
dilakukan dua kali.

Dari salah satu dua pintu (kubul


dan dubur) orang berwudu yang
Dengan satu kali tayamum, hanya hidup, baik lewat dubur atau
diperbolehkan melakukan satu kubul, meskipun yang keluar itu
kali salat fardu, sekalipun salat penyakit otot lingkar yang
nazar. tumbuh di dalamnya (bawasir).
Lantas keluar otot tersebut atau
bertambah panjang dari semula.

9
Dan hukumnya adalah sah, satu V

kali tayamum untuk melakukan


salat fardu dan salat Jenazah.
' - — ._ . : r * »
fikrifajar.wo dpress.com
80 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 81

Namun menurut fatwa Al-


'Allamah Al-Kamalur Raddad, landa mengantuk adalah: masih ^/ Lei1 aS2j
keluar otot tersebut tidak mem- mendengar bicara orang yang
batalkan wudu; Yang mem- berada di sekelilingnya, sekali- > -■>
S a\ 9
i'°\ \''.n
:\' . ts f.
batalkannya adalah perkara yang pun tidak paham.
kebetulan bersamanya, misalnya
darah.

Wudu tidak batal lantaran hilang


j»3l£>4^5 kesadaran sebab tidur dalam
posisi duduk, yang merapat
anlara tempat tidur dengan S «• ^
Menurut Imam Malik r.a.: Wudu pantatnya, yang tidak berubah
tidak menjadi batal sebab perkara dari tempat semula, meskipun
yang keluar adalah hal langka. sambil bersandaran sesuatu yang

-jA i£ l
3 kalau tidak ada menyebabkan ia
|atuh, atau duduk dalam posisi
merangkung (sedengkul: Jawa), di ✓z"' S * S' ^ S’
• / ^ ^ 1 ^
mana pantat tidak renggang
Kedua: Hilang kesadaran sebab dengan tempat duduknya.
mabuk, gila, ayan ataupun tidur.
Berdasarkan sebuah hadis shahih:
"Barangsiapa telah tidur, supaya
wudu lagi." Wudu orang yang tidur dengan
seperti di atas, menjadi batal, jika
ia bangun telah berubah dari
tempat semula.

9 Jika hanya sekadar ragu: Apakah


Terkecualikan mengantuk dan pantatnya berubah atau tidak;
permulaan rasa mabuk (pening) berubah sebelum bangun atau
>w Ct
dari hilang kesadaran. Karena
itu, keduanya tidak membatalkan
s'
u •» * %
J
i
UI
5 ’J'J
sesudahnya, maka wudunya tidak
batal.
wudu; sebagaimana seseorang
merasa ragu: Apakah ia tidur
atau mengantuk.
p cL <ii£ 1

_ _
fikrifajar dpress.com
82 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 83

Yakin dengan suatu mimpi, di


M< in.ing! Disunahkan berwudu
mana ia yakin tidak ingat adanya
inelali menyentuh semacam
tidur, ha! ini tidak niembawa
i nnhiit kelamin, dalam dubur
pengaruh apa-apa.
ipr ikara yang termaktub ketika
Lain halnya, jika ia merasa ragu
|l( idm, samping lubang dubur),
dengan tidurnya, sebab mimpi
ilii.i butir pelir, rambut yang
dimenangkan sebagai yang
tumbuh di atas zakar (penis),
terjadi pada salah sam dari dua
paugkal paha, menyentuh anak
kemungkinan.
l»ii ri yang masih kecil, putra kecil,
orang berpenyakit sopak, dan
orang beragama Yahudi; Begitu
|itga tusuk jarum, memandang
wanita dengan syahwat, sekali-
Ketiga: Menyentuh kemaluan
pun keluarga sendiri, bemeap hal
manusia atau tempatnya, jika
yang maksiat, marah, membawa
kemaluan itu putus, baik ke¬
itau menyentuh mayat, memo-
maluan orang mati atau anak-
tong kuku, kumis dan rambut
anak, kubul atau dubur, masih
kepala.
terpasang ataupun sudah ter-
putus, selain potongan khitan.

Dengan ketentuan kemaluan


manusia, maka terkecualikan
Bagian dubur (anus) pembatal
kemaluan binatang, sebab 't s -'j. » /• ) sZ* • i
wudu adalah bibir lubang anus,
padanya tidak terdapat daya tank
sedangkan untuk bibir farji (va¬
seks. Karena itu, hukum melihat
gina), bukan bagian-bagian
kelamin binatang adalah boleh.
belakang bibir, seperti tempat
perkhitanan (kelentit).

Menyentuh yang membatalkan


wudu, adalah dengan mengguna-
kan telapak tangan. Hal ini ber- /// ^ " a.
,*\-
dasarkan sabda Nabi Muhammad
*

fiknfajar.wcrdpress.com
84 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal Syarat-syarat Salat 85

saw.: "Barangsiapa menyentwh I lal itu berdasarkan firman Allah:


kemaluannya —riwaynt linn nutiga "Atau bila kalian menyentuh wanita."
tnkan halting zakarnya maka Arti daripada lafal "Laa mastum"
baginya wajib bnwudu " adalah menyentuh (bukan
bersetubuh, seperti pendapat
Imam Abu Hanifah -pen).

Yang dimaksudkan dengan tela-


pak tangan di sini adalah: Bagian
Jika seseorang masih ragu: Yang
dalamnya, jari-jari bagian dalam,
disentuh itu rambut ataukah kulit,
tepian tapak tangan yang
maka wudunya tidak batal.
terhimpit jika dirapatkan dengan
Seperti halnya jika tangannya
menekan sedikit. Bagian yang
menyentuh kulit, ia sendiri tidak
tidak termasuk adalah ujungjari,
mengerti: Apakah kulit laki-laki
tepian ujung jari dan tepian
telapak tangan.
et atau perempuan; atau ragu
menyentuh mahrarn atau orang
lain.

Keempat: Persentuhan kulit laki-laki


dengan wanita, meskipun tidak
4^ stij
syahwat, dan sekalipun salah Guru kami (Ibnu Hajar Al-
satunya terpaksa atau orang mati; Haitami) di dalam kitab Syahril
bagi yang mati wudunya tidak 'Ubab berkata: Kalau diberitahu
batal. oleh orang adil, bahwa yang ia
sentuh itu wanita; atau bahwa
ketika ia tidur dengan me-
rapatkan pantatnya, keluarlah
kentut dari duburnya, maka wajib
menerima pemberitahuan ter
sebut.
Yang dimaksudkan dengan kulit
di sini, adalah selain rambut, gigi
dan kuku. Guru kami ber-
pendapat: Dan selain biji mata.

Kedua-duanya sudah dewasa.


fikrifajar.wordpress.com
86 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syavat Salat 87

Fersentuhan kulit antara dua anak


kecil, atau satu anak kecil, f—»u Keyakinan masih punya wudu
sedangkan yang lain dewasa, .uau telah berhadas, tidak bisa
adalah tidak membatalkan wudu, liilang lantaran persangkaan
karena tidak adanya daya tarik. kebalikannya. Demikian pula
% ^ch^
-lebih-lebih— dengan keraguan
lias kebalikan dari keyakinan;
karena melangsungkan keadaan
semula (istishhab). Karena itu,
keyakinanlah yang harus diambil.
Yang dimaksudkan dengan anak
kecil, ialah semua orang yang
menurut ketentuan umum belum
ada daya tarik seks (syahwat). Penutup: «1lz \Lv
Sebab hadas, seseorang diharam-
kan melakukan salat, tawat, sujud
tilawah atau syukur, ntembawa
Persentuhan kulit laki-laki Mushaf, membawa sesuatu yang
dengan perempuan yang ada
hubungan mahram — baik dari
bertuliskan Alqur-an, yang di- u.9
sediakan untuk belajar, sekalipun
arah nasab, susuan, atau per- hanya sebagian ayat, misalnya
kawinan (mertua)-, adalah tidak batu tulis.
membatalkan wudu, sebab tidak
adanya daya tarik birahi.

Penilaian adanya tujuan meng-


Jika perempuan mahramnya s ' 'o' " "C * I
gunakan tulisan ayat untuk
berada di tengah-tengah perem-
belajar dan tabaruk (mencari
puan-perempuan mirip lain
berkah), adalah terletak ketika
yang jumlahnya dapat dihitung
■0 'k/'S ^ » ,>
penulisannya, bukan sesudah itu;
(diketahui dengan mudah), lalu
atau terletak pada penulisnya,
ia menyentuh satu darinya, i^ z-v'I'T baik untuk dirinya sendiri atau
maka wudunya tidak batal. Begitu
orang lain secara cuma-cuma
juga, jika jumlah perempuan
(tabaru j; jika tidak dengan cuma-
tersebut tidak mudah dihitung.
cuma, maka terletak pada orang s'
Atas dasar beberapa tinjauan.
yang memerintahkan menulis.

I
fikrifajar.wcrdpress.com
88 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syargt Salat 89

Tidaklah haram membawa Je + f


Mushaf, jika bersama barang- bawa ke meja dan menghadapkan
barang lam, di mana Mushaf ke depan guru untuk belajar. / e
tidak dimaksudkan untuk dibawa. 9^ V

a j* e / f ° S’* SJ °ss
Haram hukumnya memberi
Haram pula memegang lem- . SlJ1 Jp 4^fl peluang memegang (membawa) " '
baran Mushaf, meskipun bagian ^ ** * ^ -3
Mushaf dan sesamanya terhadap - ^ T < C'K° * 'Za* °A
kosong;ataumemegangbungkus- e ^ < ■»<»'> anak yang belum tamyiz (sebab ^
nya yang disediakan untuk 4) Llg.l 1 a^al khawatir akan menyia-nyiakan-
membungkus. ^ ''
nya), meskipun hanya sebagian
ayat.

Tidak haram membalik lembaran


>aran 0 $ t Ai ijf ** Z ? 1 *• .T Haram juga menulisnya dengan
Mushaf dengan semacam kayu / **✓ • ^
selain huruf Arab.
kecil, asal kayu tersebut tidak s^y" e ^
melekat padanya.
s o ® j • //

Demikian pula meletakkan


~ \*
semacam uang dirham di tempat
Tidak haram pula membawa kitab yang tertulis Alqur-an atau ilmu
syarak; atau menyisipkannya
Tafsir Alqur-an yang tafsirannya
pada lembaran-lembaran Mushaf
lebih banyak, walaupun tidak
secara persis diketahui (untuk -berbeda dengan pendapat Guru
kitab Tafsir Jalalain, yang lebih kami—; merobek dengan maksud
hati-hati, adalah membawanya menghina; menelan sesuatu yang
dengan keadaan punya vvudu - bertuliskan Alqur-an — kalau
pen). meminum air leburan Alqur-an,
tidak apa-apa-; merentangkan
kaki ke arah Mushaf yang terletak

Anak mumayiz yang sedang tidak lebih tinggi.


menanggung hadas — sekalipun
junub—, tidak dilarang membawa » o\'
atau menyentuh Mushaf, untuk
belajar, membaca dan wasilah
meinpelajarinya, seperii niem-
ress.com
0 Terjemah Fat hul Mu'in Pasal Syarat sydrat Salat 91

Sunah berdiri menghormati


Alqur-an, sebagaimana nieng I'uasa yang tertinggal di sini wajib
dikadha, sedangkan salat tidak
hormati orang alim, bahkan
menghormati A]qur-an itu lebih wajib, atas dasar beberapa
utama imjauan.

Makruh hukumnya membakar


sesuatu yang bertuliskan Alqur- Thaharah Kedua: Mandi
an, kecuali jika bermaksud Mandi menurut arti bahasa:
semacam menjaganya. Dalam hal Mengalirkan air pada sesuatu.
ini lebih baik menghapusnya. Sedangkan menurut syarak:
Mengalirkan air pada semua
badan dengan mat mandi.

Perbuatan yang Diharamkan


Sebab Janabah:

Diam di dalam mesjid, membaca Mandi tidak wajdj dikerjakan


seketika, meskipun penyebab
Alqur-an sekalipun sebagian ayat
yang terdengar diri sendiri, dan kewajibannya dikerjakan sebagai

meskipun ia kanak kanak; durhaka (umpama berzina). Lain


mengenai yang ini (anak-anak halnya dengan mencuci najis
yang dikerjakan akibat durhaka.
yang junub), adalah berten-
tangan dengan pendapat Imam
An-Na\vawi.

/ /V
Yang masyhur di kalangan hikaha,
(Hal di atas, haram juga) atas lafal !!A adalah dengan di¬
wanita yang sedang menstruasi bat a dhammah ghainnya. Tetapi
(dan nifas).
membaca fat-hah ghainnya ada
lali lebih fasih. Kata-kata Ghusl
Tidak diperbolehkan (haram) mempunyai arti perbuatan
salat, membaca Alqur-an dan mandi dan air yang digunakan-
puasa, bagi wanita yang menge- nya.
luarkan darah Thalq (darah yang
keluar akibat menahan rasa sakit
waktu melahirkan -pen).
fikrifajar.w rdpress.com
92 Terjemah Fat hut Mu'tn Pasal Syarat-syara} Salat 93

Hal-hal yang mewajibkan mandi ada P ik.aannya, maka ia wajib mandi


empat: d in mengulangi salatnya yang di-
v.ikini dikerjakan setelah keluar S s' JSSS'S'S < ^
Pertama: Keluar air mam yang
pertama.
mani tersebut, selagi tidakberlaku
Miatu kebiasaan, bahwa mani
) .!
1 0 o
, >’.S
i< 1 sebut dari orang lain.

Air mam bisa diketahui melalui


salah satu dari tiga ciri-ciri:
Waktu keluar terasa lezat; Cs
Keluar dengan tercurat; Waktu beduas Masuknya kepala zakar (pe¬
basah berbau adukan bahan roti nis), atau tengkuknya, bagi orang
S • S St
dan setelah kering berbau putih yang tidak mempunyai kepala pe¬
telur. nis, walaupun dari penis lepasan, jJj w \jS*jJ3j\
binatang ataupun orang mati. Ke Si f, •' SsS> a *s s
dal am farji -kubul (vagina) atau
dubur (anus)—, sekalipun farji
binatang, misalnya ikan atau orang . S w S St So S e

J ss ? y ° S Jo s mati.
Bila tidak terdapat tanda-tanda
CjSa3
di atas, maka tidak wajib mandi. S'* ^

V”5* s'"'

Memang! Jika seseorang mera-


gukan, apakah mani atau madzi, Orang mati yang seperti ini tidak
walaupun keluarnya dengan wajib dimandikan lagi, sebab
sudah bukan mukalaf lagi. e ° S
syahwat, ia boleh memilih:
• A a
menganggap mani, lalu mandi;
atau menganggap madzi, lalu
mencuci dan berwudu.
Ketiga: Haid (menstruasi); Artinya
2
setelali terputus darah haid.

’a ^ / "Sf>0 A»s sJS


Haid ialah: Darah yang keluar 1 <dba
Jika seseorang melihat mani dari pangkal rahim wanita pada
kering yang menempel pada hari-hari tertentu.
y I"*: — —

fikrifajar.wordpress.com
94 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 95

Usia termuda seorang wanita Manakala pendarahan itu sudah


mengeluarkan darah haid, adalah berhenti, diperbolehkan sebelum
9 tahun qamariyah, secara penuh. mandi, berpuasa, tidak boleh
hersetubuh. Hal ini (bersetubuh)
hertentangan dengan hasil
pembahasan Al-'Allamah Al-Jalal
Memang! Jika seorang wanita As -Suyuthi r.a.
mengeluarkan darah sebelum
_ ej
berusia 9 tahun kurang 16 han,
maka darah tersebut dinamakan
juga dengan haid.

Keempat: Nifas; artinya, setelah


berhenti pendarahan.

Masa keluar darah haid paling


sedikit 1 hari 1 malam, dan ter-
panjang 15 hari (15 malam, yy "jy
Nifas adalah kumpulan darah
walaupun darah tersebut tidak haid yang keluar setelah sem-
berturut-turut keluarnya -pen),
sebagaimana masa terpendek
puma kelahiran. y\, • s ..<r ^
untuk suci di antara dua kali haid.

py*y(y 9>»yy Masa minimalnya adalah setetes,


Diharamkan sebab haid: Semua
t 4j pf j
yang diharamkan sebab janabah biasanya 40 hari, dan batas
dan hubungan seksual antara maksimal 60 hari.
pusat dan lutut. Dikatakan: Tidak
diharamkan selain persetubuhan.
y--''
Pendapat inilah yang dipilih oleh
Imam An-Nawawi dalam kitabdt-
Semua yang diharamkan sebab
Tahqiq, berdasarkan hadis yang
haid, adalah diharamkan sebab
diriwayatkan Imam Muslim:
i iitas.
"Berbuatlah sesuka hatimu, selain
o l , o y
bersetubuh."
|tiga diwajibkan mandi sebab
nielahirkan, sekalipun tidak
b.isah dan yang keluar berupa
M gumpal darah atau daging; dan
fikrifajar.wqrdpress.com
•j
96 Terjemah Fat-hul Mu’in Pasal Syarat-syarat Salat 97 j
jikabaru niat setelah membasuh
wajib mandi sebab mati bagi
scorang muslim yang bukan £ sepotong anggota badan, ntaka
wajib mengulangi basuhan
l*
syalnd
anggota tersebut.
i!
Fardu Mandi
Fardu mandi ada dua:

Jika seseorang niat meng-


Pertama: Niat menghilangkan
hilangkan janabah dan mem¬
janabah bagi orang yang junub,
basuh sebagian badan, lalu tidur,
atau haid bagi yang haid u
setelah bangun ia bermaksud
Maksudnya, menghilangkan
meneruskan basuhan yang lain,
hukum janabah dan haid.
maka baginya tidak perlu
mengulangi niatnya.

if
Boleh juga niat menunaikan
fardu mandi, menghilangkan
hadas, bersuci dari hadas, atau "f . /V-
niat menunaikan ibadah mandi.
9 •S' si Kedua: Meratakan air pada bagian
badan, termasuk kuku, kulit i
bawah kuku, rambut luar-dalam,
sekalipun tumbuh lebat; dan
semua yang tampak, misalnya
pangkal rambut yang telah lepas

Begitu juga niat mandi untuk sebelum terbasuh, lubang telinga,


bagian-bagian farji wanita yang
menunaikan salat. Tidaklah cukup
tampak ketika duduk di atas dua
jika niat mandi saja.
telapak kakinya, dan lubang-
lubang serta retak-retak pada
badan. Termasuk juga yang
Niat itu wajib bersama-sama
harus dibasuh: Bagian dalam
permulaan mandi. Yakni: Basuh-
pada bisul cacar yang pucuknya
an tubuh yang pertama kali,
menganga (terbuka). Tidak
sekalipun mulai membasuhnya
dari bawah tubuh.

i
• 4
— —

fikrifajar.wc rdpress.com
98 Terjemah Fat-hul Mu'in
PasahSyarat-s^arat Salat 99

termasuk wajib dibasuh: Bagian


Seperti keterangan yang telah
dalam bekas koreng yang menon-
lewat, bahwa penibalian air pada
jol keluar dan tertutup rapat,
sal ah satu sifatnya adalah mem-
sehingga tidak tampak bagian
pengamhi atas dapat digunakan
dalamnya.
mandi janabah, meskipun
perubahan tersebut terjadi di
anggota badan orang yang
mandi.
Haram membelah anggota tubuh Hal ini bertentangan dengan pen-
yang tergandeng rapat asli. dapat segolongan ulama.
Termasuk wajib dibasuh: Bagian
di bawah kulit kepaia zakar (glans
penis) bagi orang yang belum
40 0040 Untuk meratakan air pada kulit
dan rambut, adalah cukup de¬
dikhitan (kulit kepaia zakar masih ngan adanya persangkaan,
utuh). Ia wajib membasuhnya, meskipun ia tidak merasa yakin
sebab pada dasarnya, kulit glans adanya. Tetapi yang cukup adalah
penis hams dihilangkan. dengan suatu persangkaan,
• %£' sebagaimana dalam masalah
wudu.

Tidak termasuk wajib dibasuh:


° s’ s/S ” f< , . s /.
Dasar rambut yang tumbuh
U0 -
dengan sendirinya (pada tempat-
tempat yang tidak biasa tumbuh),
sekalipun banyak jumlahnya.
Sunah-sunah Mandi
Disunahkan ketika mandi wajib
Berkumur dan menyesap air ke
hidung adalah tidak wajib, tetapi
/v- dan sunah:
1. Diawali dengan membaca Bas-
meninggalkannya adalah makmh malah.
(karena menghindari perselisihan
dengan Imam Abu Hanifah r.a.
yang mengatakan wajib -pen).
2 Membuang kotoran yang suci,
misalnya sperma dan mgus, dan
(Membasuh anggota badan di
kotoran yang najis, misalnya
atas) dengan menggunakan air
madzi -sekalipun menghilang-
yang menyucikan.
kan hadas dan kotoran- dapat
dilakukan satu basuhan sekaligus.
fikrifajar.w dpress.com
100 Terjemah Fat-hul Mu'in

Pasal Syarat-syarat Salat 101


3. Kencing sebelum mandi bagi •1 S-C *\*' •*'
orang yang wajib mandi sebab |,la ia berwudu di tengah-tengah
inzal (ejakulasi, keluar sperma), mandi atau sesudahnya, mencu-
agar sisa sperma ikut keluar luipi pula sebagai kesunahan,
bersama air kencing itu. Ida pi yang lebih utama adaiah
uiendahulukan wudu sebelum
mandi.
4. Berkumur dan menyesap air ke
dalam hidung dan berwudu
dengan sempurna setelah
ZZ-bpiH&cSj
membuang kotoran, karena ittiba' Meninggalkan wudu dalam
kepada Rasul saw. sebagaimana masalah mandi, adaiah makruh
yang diriwayatkan oleh Imam (sebab menghindari ulama yang
Bukhari-Muslim. mengatakan wajib wudu -pen).

Dalam wudu di sini hendaknya


5. Sunah bagi orang yang mandi diniati sebagai sunah mandi, jika
melanggengkan wudunya dari janabahnya sunyi dari hadas kecil.
hadas kecil sampai selesai mandi, )ika berhadas kecil, maka
sehingga jika ia berhadas di &>■ ‘ hendaknya niat menghilangkan
tengah-tengah mandi, baginya hadas itu dan sepadannya. Kare¬
disunahkan berwudu lagi. lia menghindari pendapat ulama
yang menetapkan wajib wudu,
dengan alasan, hadas kecil tidak
dapat masuk dalam hadas besar.
Pendapat Imam Al-Muhamili,
bahwa wudu hanya disunahkan
dalam mandi wajib saja, adaiah
pendapat daif (lemah). *

| ika wudunya batal setelah semua


Yang lebih utama, tidak menunda " . S'*"
anggota wudu dibasuh, maka ia
membasuh kedua telapak kaki wajib wudu lagi secara tertib
daripada mandi sedikit —seperti dengan niat (jika ia hendak
yang telah dijelaskan oleh Imam melakukan salat -pen).
Nawawi dalam kitab Ar-Rau-
dhah-, walaupun ada keterangan
mengenai penundaannya dalam
kitab Al-Bukhan.
i> Memperhatikan dalam mem-
h.isuh anggota-anggota yang
fikrifajar.w dpress.com
Pasal Syarat-syarat Salat 103
102 Terjemah Fat-hul Mu'in

berlipat-lipat, misalnya telinga, im ngidang tiga kali sudah


ketiak, pusat, ekor mata dan fcerhasil dengan menggerak-
bagian-bagian yang retak-retak; gi i ikkan badan sebanyak tiga */ .
O’ SS y-
s’ / /S <"-> 'C «3
kali, sekalipun telapak kaki tidak
is-*
bci ubah dari asal (berpijak), atas
dasar beberapa hasil peninjauan.

Memperhatikan dalam mem-


basuh pangkal rambut, lalu
menyiram kepala dengan siraman *J Menghadap kiblat, sambung-
air yang banyak setelah rambut mcnyambung, tidak berbicara
diurai. Bagi selain orang yang i inpa ada hajat, dan tidak
putus tangan kanan dan kirinya, menyeka air tan pa ada uzur.
ia tidak disunahkan menda-
hulukan bagian kanan kepalanya.

10. Sesudah mandi, sunah mem¬


"t baca kalimat syahadat serta doa
Lantas membasuh badan bagian
kanan dan diteruskan kirinya.
f LTV sambungannya, seperti yang ada s* OJ J .
dalam Bab VVudu.

7. Menggosok-gosok bagian
badan yang bisa dijamah oleh
tangannya— karena menghindari «/ , e .
perselisihan dengan ulama yang 11. Sunah untuk tidak mandi
u*<?*^
mengatakan wajib menggosok- janabah dan lainnya, seperti wudu
y/ /
gosok (yaitu Imam Malik, sedang- dengan air yang tidak mengalir
kan khuruj minal khilaf, mus- yang tidak menjadi banyak,
tahab - pen). misalnya telaga yang tidak
mengalir.
8. Mengulang tiga kali basuhan
pada selumh badan, menggosok
badan, membaca Basmalah dan
Cabang:
beidoa setelah mandi. **
| lka seseorang mandi dengan niat
mandi janabah dan semacam
mandi Jumat dengan niat
Dalam masalah mandi dengan sc kaligns, maka hasillah kedua-
air yang mengalir, kesunahan duanya. Meskipun yang lebih
/X —- -
fikrifajar.wo dpress.com
104 Terjem ah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syardt Salat 105

6 } “ /a iiiniii>
utama adalah memisahkan ma-
sing-masing dnegan mandi
sendiri-sendiri.
W.ikiu mandi, boleh telanjang di
Atau niat dengan salah satunya, u mpatyang sepi, atau di hadapan
tnaka berhasillah apa yang diniati orang yang boleh melihat aurat-
saja. nya, misalnya istri dan budak
w.iruta. Naraun, yang lebih utama
Jika seseorang berhadas dan adalah menutupnya.
junub, maka cukuplah baginya S'.-- «-/ v(/TrfC/
sekali mandi saja, meskipun tidak
diniati berwudu dan tidak
Cj}j • ba-£JII, jjij
membasuh anggota wudu secara
tertib.
I lukumnya haram mandi dengan
lelanjang di hadapan orang yang
haram melihat auratnya, sebagai-
Cabang: mana haram telanjang di tempat
Orang yang junub, haid dan nifas sepi tanpa ada hajat.
setelah berhenti pendarahannya,
bagi mereka disunahkan mencuci
farji, dan berwudu bila akan tidur,
makan dan minum. Jika mereka
(orang yang junub dan seterus-
Diperbolehkan
(empat sepi,
telanjang di
(jika memang ada us
kepentingan), meskipun kepen-
nya) mengerjakan hal-hal
ungan itu kecil sekali, seperti
tersebut sebelum berwudu,
yang akan diterangkan nanti.
adalah makruh.

«< SYARAT SALAT KEDUA

Syarat Salat Kedua: Suci Badan


1S s 7 e
•* .19 * * *V/ * 1
Seyogianya, sebelum mandi
jangan membuang rambut, kuku Yang termasuk badan adalah
dan darah (bam). Sebab semua dalam mulut, hidung dan dua
itu nanti di akhirat akan di- mata.
kembalikan dalam keadaan
dpress.com
106 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 107

l>< uukian juga hukumnya, jika


Suci pakaiannya dan segaia yang
najis atau barang yang terkena
dibawa, meskipun tidak ikut
ii.ijis terletak di atas atap yang
bergerak, jika ia bergerak; suci
inlakjauh dari ia salat, selama
tempat ia mengerjakan salat,,
penilaian umum tidak menga-
dari semua najis yang tidak
1 ikan hal itu bersejajar.
diampuni keadaannya.

I)i luar salat, tidaklah wajib


menyisikan najis. Hal ini selama
ndak sengaja melumuri najis
pada badan atau pakaiannya.
Karena itu, sengaja melumurkan
Karena itu, salat orang yang tidak
adalah haram, bila tanpa hajat.
suci dari najis, adalah tidak sah,
sekalipun ia lupa (tidak mengerti)
keberadaan najis, atau lupa (tidak U- $ iwt
mengerti) kalau keberadaan najis
itu membatalkan salat.

Najis menurut syarak: Segaia


kotoran yang menghalangi
kesahan salat yang dikerjakan
Berdasarkan firman Allah swt.:
dalam keadaan tiada keringanan.
"Dan sucikanlah pakaianmudan
berdasarkan hadis yang diri-
wayatkan oleh Imam Bukhari-
Muslim.
Seperti: 1-2 Tinja (tahi, faeces), dir
kernih (urine), sekalipun keluar
dari burung, ikan, belalang dan
Tidaklah mengapa, jika badan
binatang yang berdarah tidak
orang yang salat berjajaran
mengalir; ataupun dari binatang
dengan najis, tetapi hukumnya
yang dagingnya halal dimakan,
adalah makruh, sebagaimana
inenurut pendapat yang Ashah.
menghadap najis atau barang
yang terkena najis.
fikrifajar.wordpress.com
108 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syhrat Salat 109

AJ-Ashthakhri dan Ar-Rauyajii,


dari kalangan ulama Syafi'iyah, Injian yang digiling, adalah
sebagaimana pendapat Imam diampuni adanya (sebab darurat).
Malik dan Ahmad, berkata: Tinja
dan air kemih dari binatang
yang halal dimakan hukumnya Dari penjelasan Imam Al-Juwaini,
adalah suci. Andaikata ada tampaklah akan begitu peng-
binatang berak atau memun-
tahkan biji-bijian, maka jika biji
mgkarannya untuk membahas
dan menyucikan barang tersebut. .
tersebut keras, dalam arti kalau
ditanam masih bisa tumbuh,
adalah dihukumi seperti barang Menurut pembahasan Imam Al-
yang terkena najis; kalau tidak Fazari, bahwa tinja tikus jika
keras, dihukumi najis. masuk ke benda cair dan hal itu
sudah menjadi bencana yang
umum, adalah diampuni adanya.

Dalam pada itu, para fukaha tidak


menjelaskan hukum selain bijian. Mengenai apa yang kita lihat
pada lembaran-lembaran daun,
seperti buih, adalah najis. Sebab
Guru kami menjelaskan: Yang perkara tersebut keluar dari perut
jelas, jika pada selain bijian itu ulat, sebagaimana yang telah kita
terdapat perubahan dengan saksikan sendiri.
keadaan sebelum ditelan, meski-
pun sedikit, maka hukumnya
adalah najis; kalau tidak,
hukumnya adalah barang yang
terkena najis.

'Anbar bukanlah termasuk tinja


-berbeda dengan pendapat yang
mengategorikannya--, tapi ia si?,
Di dalam kitab Al-Mapnu dari adalah tumbuhan yang tumbuh di
penjelasan Imam Asy-Syekh laut.
Nashr dikatakan, bahwa air kemih
sapi penggiling yang mengenai
fikrifajar.w dpress.com
110 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syyrat Salat 111

3. Madzi; dengan dititik dalnya — telur yang masih segar, belum


dengan alasan adanya perintah busuk.
membasuh zakar darinya.

6. Nanah, karena ia merupakan


Ia adalah barang cair yang
darah yang telah mengalami
berwarna putih atan kuning,
perubahan. Juga nanah darah,
yang biasanya keluar sewaktu
yaitu cairan tidak kental yang
nafsu seks bergejolak tidak begitu
bercampur darah.
kuat.

4. Wadi, tertulis dengan dal tidak 7.Airluka, airbisul, air koreng,jika


bertitik. Yaitu: Air putih, kotor telah berubah; kalau tidak
dan kental yang biasa keluar berubah, maka air tersebut suci
setelah buang air kencing, atau seperti semula.
ketika membawa sesuatu yang
berat.

8.Muntahan dari pend, sekalipun c “C> ''j'j? \


tidak berubah dari keadaan • y '
aslinya.
5. Darah, sekalipun hanya per-
cikan yang masih tertinggal pada
semacam tulang. Hanya saja Muntahan adalah makanan yang
darah yang semacam itu hukum- keluar kembali setelah sampai ke
nya ma'fu. dalam perut, sekalipun berupa air.

Para fukaha mengecualikan: hati, Mengenai makanan yang keluar

limpa, misik —sekalipun yang lagi sebelum sampai dalam perut,


-baik diyakinkan atau dimung-
terjadi dari kijang mati— segum-
kinkan—, maka bukan termasuk
pal darah bibit bayi, segumpal
najis bukan juga benda terkena
daging bibit bayi, air susu yang
keluar berwarna darah dan darah
press.com
112 Teijemah Fat-hul Mft'in
Pasal Syarat-syarAt Salat 113

najis, lain halnya dengan pen-


It ndir semacam ini dima'fu,
dapat Imam Al-Qaffal.
. J&iitiyu. st kalipun jumlahnya banyak.

Guru kami berfatwa: Sesung-


guhnya bayi yang sakit sering
muntah, muntahnya yang
Air farji (kelenjar bartholini)
mengena puling susu ibu yang
masuk dalam mulutnya adalah
dima'fu; lain halnya dengan
i it rmasuk suci, yaitu air putih
bcrsifat tengah-tengah antara
muntah yang mengena pada inadzi dan keringat, keluar dari
waktu mencium atau memegang bagian dalam faiji yang tidak
mulutnya. wajib dibasuh; Air ini menurut
pendapat yang Ashah hukum-
nya adalah suci secara pasti
(tanpa ada perselisihan). Ber-
9. Empedu, air susu binatang yang beda dengan yang keluar dari
tidak halal dimakan, selain dalam farji yang wajib dibasuh.
manusia dan makanan kunyahan Air yang keluar dari dalam bilik
kedua kalinya dari semisal unta faiji, secara pasti air ini hukum-
(binatang pemamah biak). -JS0 nya najis, hukumnya seperti
segala sesuatu yang keluar dari
Mengenai air sperma, hukum- dalam farji, (kecuali telor dan
nya adalah suci, lain halnya bayi), dan seperti air yang ke¬
dengan pendapat Imam Malik r.a. luar bersamaan atau menjelang

.cnia bayi lahir. Menurut pendapat


yang Muktamad: Air yang ada
dalam farji tersebut, semua
adalah tidak ada perbedaan
Termasuk suci lagi, hur dahak
antara sudah terpisah atau
selain yang keluar dari perut,
belum dari faiji.
seperti dari kepala atau dada; dan
lendir dari mulut orang tidur,
sekalipun berbau busuk juga
menguning, selagi tidak jelas
keluar dari perut; selain lendir
orang yang berpenyakit selalu
mengeluarkan lendir perut, maka
— PI

dpress.com
114 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 115

Sebagian ulama berkata: maka hukum rambut (bulu)


Perbedaan antara air farji yang n-isebut adalah suci.
suci dan najis, adalah terletak
pada terpisah atau tidaknya.
Dalam kitab Al-Kifayah dari
.jaCL
pendapat Imam Al-Haramain,
bahwa air yang terpisah hukum- Dalam hal ini, tulang dapat
nya najis. dikiaskan hukumnya dengan
bulu. Seperti itulah yang S
dijelaskan dalam kitab Al-Jawahir.
L5

Telor bangkai itu jika sudah


inengeras, hukumnya adalah suci;
Tidak wajib membasuh zakar kalau masih lunak, hukumnya
setelah bersetubuh, telor dan adalah najis.
-
anak yang barn lahir.
/
Air sisa minuman dari binatang
yang suci, adalah suci juga.
Andaikata moncongnya terkena
Guru kami berfatwa, bahwa najis, lalu menjilat air yang
basahan bawasir (cairan tran- sedikit atau benda cair lainnya,
sudasi plasma) itu diampuni bagi maka hukumnya: Jika waktu
orang yang terkena penyakit minum itu setelah pergi jauh
IJJi
tersebut. dalam tempo yang memung-
^ -VO
kinkan untuk menyucikan mon¬
Termasuk suci lagi: Telor bina- congnya, kembali dengan men-
tang yang tidak halal dimakan celupkan ke air yang banyak atau
dagingnya, -telor binatang ini air mengalir, maka air yang sedikit
menurut pendapat Ashah adalah tersebut adalah tetap suci, 3//'. £ i.s. 3 j, e > s.
halal dimakan-, rambut dan bulu sekalipun binatang itu adalah
binatang yang halal dimakan, jika kucing, kalau tidak habis pergi
telah dicabut waktu hidupnya.
*5 ‘A
zx *■* ^ seperti tersebut di atas, maka
Jika diragukan, apakah rambut liukurn air sedikit itu adalah najis.
(bulu) tersebut dari binatang yang
3*
halal dimakan atau haram; atau Guru kami (Ibnu Hajar Al-
apakah terpisah dari binatang Haitami, sebagaimana Imam As-
yang masih hidup atau bangkai. & Suyuti berkata —dengan mengi-
kuti Ulama Mutaakhirin—: Se-
ress.com
Pasal Syarat-syttrat Salat 117
116 Terjemah Fat-hul Mu'in

f -f o / 9 s' sampai mengubah air. -selesai-.


sungguhnya najis yang sedikit
menurut penilaian nmum adalah
dima'fu, yaitu rambut najis, se- *3 a S
lain najis mughallazhah, asap Binatang musang kasturi adalah
benda najis, najis yang terdapat di
kaki lalat meskipun terlihat oleh
O suci. Sedang najis yang ada di
beberapa helai bulunya, umpa-
o&Sv&fot&
mata, kotoran yang tertinggal ma tiga helai, diampuni adanya.
pada pintu pelepasannya (anus), •>S * J' S/ // S -^ t .S
Para ulama tidak menjelaskan:
kotoran burung, najis yang ada
pada moncongnya, kotoran
Sjj ojj Apakah yang dimaksudkan
dengan rambut yang sedikit itu
binatang yang tumbuh dalam air yang diambil dari musang atau-
(misalnya lintah) atau kotoran kah yang tertinggal di dalam
binatang kecil yang hidup di sela- wadah tempat musang tersebut
JS \ x. * <■ <■" tss diambil minyaknya.
sela daun nyiur yang dianyam oJJUj layjjf 4
untuk menahan air hujan di atap
rumah, sekira sulit menye- /X ssseS.s Xj"

lamatkan air dari kotoran ter-


sebut. Dalam hal ini. Guru kami J> <*' o <*s , X- x-x-
14 menerangkan: Pendapat yang
jelas alasannya adalah yang awal
JLja

y
(rambut yang diambil dari
musang), jika bahan minyak
kasturi tersebut sudah padat.
9 os' ,s\\f "s’
*a< Sebab yang ditinjau dalam
kepadatan adalah pada tempat
najis saja (dasarnya: Hadis yang
Segolongan ulama berpendapat: berkaitan dengan masalah tikus ' Jala3
Termasuk najis yang diampuni yang jafuh ke dalam bubur saman
adanya, yaitu najis yang terbawa -pen).
oleh tikus dari kamar-kamar > x <*ss . 6' y s'* , f
WC, jika najis itu meratai.
Pendapat ini dikuatkan oleh
[ika najisnya banyak dan berada
pada satu tempat, maka tidak
oU
pembahasan Imam Al-Fazari. diampuni adanya di tempat
tersebut (benda padat); kalau
najisnya sedikit, diampuni. Lain
y i*2 cino

lialnya dengan benda cair, sebab


(uinlah keseluruhannya seperd i ks
barang tunggai
Syarat najis-najis tersebut di¬
ampuni, jika najis tersebut tidak
fikrifajar.wordpress.com
118 Tetjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syerat Salat 119

Jika rambut yang berada dalam megang kuat.


benda cair itu sedikit, maka 4>>. M oVs
diampuni adanya; kalau tidak
demikian, tidak diampuni. Dan
\£% 10. (Termasuk benda najis lagi):
tidak ada sangkut pautnya lagi Bangkai, meskipun sejenis
dengan rambut musang yang bangkai lalat, yaitu binatang-
diambil dalam keadaan minyak
binatang yang berdarah tidak
kasturi berupa cair. mengalir. Pendapat ini ber-
tentangan dengan Imam Al-
Qaffal dan ulama yang mengi-
Imam Al-Muhib Ath-Thabari
menukil sebagai pegangannya,
Oi^ v .. b kutinya, tentang kesucian
binatang sejenis lalat dengan
s'
dari Ibnu Shabagh, bahwa
alasan tidak ada darah busuk
makanan yang dikeluarkan untuk
padanya, hal ini seiring dengan
dikunyah kedua kali oleh unta // « /if )s pendapat Imam Abu Hanifah dan
dan binatang lainnya (pemamah
Malik r.a.
biak), adalah tidak menajiskan
air yang diminumnya. Oleh karena itu, bangkai adalah
najis, sekalipun tidak berdarah
mengalir (darah dingin). Begitu
juga rambut, tulang dan tanduk-
1 -i.
nya. Pendapat tersebut berbeda
Ia juga menyamakan hukum
-ir
dengan Imam Abu Hanifah r.a.
mulut binatang pemamah biak,
Beliau berpendapat: Rambut
seperti anak lembu dan biri-biri, *
bangkai dan seterusnya adalah
waktu menyesap puting induk-
suci, jika tidak terdapat lemak
nya, dengan masalah di atas. > * /••/I >✓/” *
padanya (jika ada lemaknya,
inaka hukumnya najis).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Ai-’Asqalani


(ulama yang terkenal ahli hadis)
Ibnu Shalah berkata: Sesuatu
mengeluarkan fatwa, bahwa salat
yang terkena sedikit kotoran dari
orang yang membawa bangkai
mulut sang bayi, yang jelas -
lalat adalah sah, jika ia berada di
jelas najis adalah diampuni (cinpat yang sulit untuk meng-
adanya. Selain Ibnu Shalah
lulangkannya.
menyamakan hukum mulut
orang-orang gila dengan mulut
anak kecii di atas. Seperti ini.
Imam Az-Zarkasyi telah me-
fikrifajar.NA press.com
120 Terjemah Fat-hul Mu'itt
Pasal Syarat-syarat Salat 121

Selain bangkai manusia, ikan dan


antara ikan besar dan kecil.
belalang. Dengan alasan, ikan
dan belalang adalah halal
dimakan. Mengenai bangkai
manusia, berdasarkan firman Akan tetapi, Guru kami (Ibnu
Allah swt.: "Dan sungguh telah Hajar Al-Haitami) mengemuka-
Kami muliakan manusia". Dan di kan kebolehan memakan ikan
antara bentuk memuliakannya, asin kecil bersama kotoran yang
adalah menghukumi akan ke- berada di dalam perutnya, karena
tidaknajisannya sebab mati. sulit membersihkannya.

11. Barang yang memabukkan.


Dan selain binatang hasil buruan
Artinya, segala yang dapat
yang mati sebelum disembelih
memabukkan, termasuk di sini
(misalnya mati sebab binatang
setetes barang yang bisa me¬
pemburu atau alat tajam). Begitu
mabukkan.
juga janin binatang yang mati
sebab induknya disembelih.
Yang cair, misalnya arak, yaitu
minuman yang terbuat dari
Hukumnya adalah halal, ulatyang
anggur dan nabidz, yaitu
ikut termakan bersama perkara
minuman yang memabukkan,
yang menyertainya (misalnya
yang terbuat dari selain anggur.
buah-buahan), juga tidak wajib
mencuci mulut setelah memakan-
nya.

Dinukil dari beberapa Ashhabus


Kata-kata "cair", terkecualikan
Syafi'iyah dalam kitab Al-Jawahir,
sejenis pohon ganja danrumput.
bahwa hukumnya tidak halal
memakan ikan asin sebelum
dibersihkan kotoran-kotoran
yang berada dalam perutnya.

Khamar dapat menjadi suci


setelah berubah menjadi cuka
dengan sendirinya, tanpa
dicampuri benda lain —sekalipun
Menurut lahir pendapat tersebut,
tidak mempengaruhi dalam
adalah tidak ada perbedaan
perubahannya menjadi cuka,
fikrifajar.wordpress.com
122 Terjefhah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 123

misalnya krikii-- wadahnya


lain dan wadah belum dicuci,
menjadi suci juga, sekalipun
maka arak ini tidak bisa suci,
arak mendidih dan membuih, ialu sekalipun arak itu baru berubah
sebab pendidihan surut ke setelah dipindahkan ke tempat
bawah lagi. lain. -Selesai-.

Jika pembuihan khamar tersebut


Tanda-tanda yang menunjukkan
bukan karena pendidihan, tetapi
kalau khamar itu menjadi cuka,
sebab dikocok umpama, maka
adalah rasanya masam, meskipun
khamar tersebut tidak dihukumi
belum benar-benar masam dan
suci Sekalipun dituangkan arak
masih membuih.
lain di atas wadah sebelum atau
sesudah kering,. atas dasar
beberapa peninjauan, seperti
yang dipegang teguh oleh Guru
kami.

Kulit bangkai yang najis bisa


Menurut apa yang dipegang oleh
menjadi suci: Dengan cara
Guru kami, Al-Muhaqqiq Abdur
disamak sampai bersih; sekiranya
Rahman bin Ziyad: Arak menjadi
tidak akan busuk dan hancur
suci jika penuangan arak lain
setelah itu, jika direndam dalam
sebelum kering arak bagian atas,
air.
bukan yang kering setelahnya.

12. Termasuk tiajis: Anjing, babi, dan


Kemudian beliau berkata: Jika
keturunan masing-masing dalam
arak dituangkan dalam wadah
tunggal jenis atau berkawin
dan diambil kembali, lalu setelah
dengan binatang (suci) lainnya.
kering wadah itu dituangi arak
fikrifajar.wordpress.com
124 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 125

Ulat bangkai anjing dan babi I mnya. Yang jelas, persentuhan &£ (£\j£ pSfe
adalah suci. Begitu juga benang (oianglam)dengananak tersebut
laba-laba; menurut pendapat dalam keadaan terpaksa, adalah < . > v __
yang masyhur, seperti yang diampuni. <-Y fee j
dikemukakan oleh Imam As-
Subki dan Imam Al-Adzra'i.

Bengarang Y\V&hAl-Uddah danAl-


Hawi memantapkan atas najis
Js« sungguhnya dia sah-menjadi
imam salat -sebab dia tidak wajib
mengulangi salatnya- boleh ^ J ^
J -jj.
^C'[y I
. 4^1..

^ ^
benang laba-laba dan perkara masuk mesjid untuk berjamaah ^ l A * a /£-
yang keluar dari kulit, semacam danlain-lainnya, sekira badannya ** > 3^" 3
ular hidup, sebagaimana hukum kermg. . ^ f
keringatnya. Hal ini telah
difatwakan oleh sebagian ulama.

Mencuci barang yang terkena


s'Y.Y s>t"
najis Ainiyah, adalah dengan
U^f^k>3
Akan tetapi Guru kami ber-
membasuhnya sampai hilang :sw c
sifat-sifat najis, baik rasa, bau dan
pendapat: Dalam masalah
warnanya.
tersebut, ada tinjauan khusus.
Yang lebih mendekati kebenar-
an, bahwa perkara yang keluar
dari semacam ular hidup adalah
najis, sebab merupakan bagian •oji;
yang terbentuk sendiri, yang
terpisah dari binatang hidup, Warna bekas najis atau baunya S’} S' .» /'V'
& -
maka hukumnya sebagaimana vang sulit dihilangkan -sekali-
bangkai. |)un dari najis mughallazhah-,
3* ° -< a*- // s ■idalah tidak menjadi masalah.
Guru kami berpendapat lagi:
Jika seekor anjing atau babi
menyetubuhi wanita, lalu
|ika masih
is in terdapat warna dan c0^ 0 ''<■ f ^ « x
melahirkan bayi manusia, maka baunya , maka benda tersebut » HkJ t Gjw* L-Jp <j!lS
bayi itu hukumnya adalah najis. nri
belum suci. • >
Di samping itu, ia termasuk
mukalaf yang wajib salat dan lain-
press.com
126 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 127

Barang yang terkena najis |ika mulut seseorang terkena


hukmiyah -seperti air kencing najis, makacukuplah mengambil
yang telah kering dan hilang hi dengan tangan lalu mem-
semua sifat-sifatnya--, cukup lusuhnya, sekalipun tidak men-
disucikan dengan mengalirkan i ncurkan air dari atas mulutnya,
air satu kali. Jika barang tersebut sebagaimana pendapat Guru
berupa biji-bijian atau daging k. uni.
yang dimasak dengan barang
I >i samping itu, dia wajib mencuci
najis; atau pakaian yang diwarna
bagian luar mulut, meskipun
dengan benda najis, maka
sekadar memutarkan air dengan
dalamnya bisa menjadi suci
i.mgannya.
dengan menyiram luamya, seperti
halnya pedang yang diteinpa
Sebagaimana menuangkan air
dengan benda najis, maka cukup
dalam wadah yang terkena najis,
disiram bagian luarnya, sucilah
l. du memutar-inutarkannya ke
seluruhnya.
vnnping kiri-kanan (hal ini sudah
mencukupi atas kesucian wadah
icrsebut —pen).
Disyaratkan agar suci tempat Ilagi orang seperti di atas, tidak
yang terkena najis, hendaklah air boleh menelan sesuatu sebelum
yang sedikit sampai pada tempat mulutnya suci kembali, mcski
najis. pun sekadar membolak-balik air
dalam kerongkongan.
Jika barang yang terkena najis
sampai (dicelupkan) pada air
sedikit, bukan banyak, maka air
Cabang: 5>.<
*
sedikit tersebut hukumnya )ika sejengkal tanah terkena
menjadi najis, sekalipun air tidak semacam air kencing dan telah
mengalami perubahan. Karena kering, lalu pada tempat itu
itu, air tersebut tidak bisa dituangkan air sampai merata,
menyucikan barang lain. maka tanah tersebut sudah . Y* 2’< * "
Air yang mendatangi (mengairi) menjadi suci, sekalipun air tidak
pada tempat yang terkena najis, masuk dalam pori-pori tanah,
tidak sama dengan lainnya baik tanah itu keras ataupun
(barang terkena najis, yang gembur.
mendatangi/memasuki air),
sebab air yang ada pada bentuk
pertama dengan kekuatannya
bisa menolak najis (pada diri dan
lainnya).
fikrifajar.wordpress.com
128 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 129

Jika tanahnya tidak dapat 0


(■uru kami berkata: Bahkan
meresap najis yang mengenainya,
inembasuh Alqur-an yang ter¬
maka sebelum menuangkan air
kena najis dihukumi fardu ain.
yang sedikit, harus dihilangkan
I ,ain halnya jika najisnya hanya
benda najisnya, sebagaimana
mengenai pada sejenis sampul
jika najis itu berada di suatu
atau tepian Mushaf.
tempat.
y

Jika najis itu keras dan telah


Cabang :
hancur, lalu bercampur dengan
debu, maka tempat yang terkena 0rL " ° S C Air bekas basuhan barang yang
najis tidak bisa menjadi suci terkena najis —sekalipun najis
sebab dengan menuangkan air ina'fu, seperti setidk darah adalah
y suci hukumnya. Jika air telah
--sebagaimana debu yang
tercampur sejenis nanah ber- pisah (dari tempat yang dicuci),
darah -, tetapi semua tanah sedangkan materi dan sifat-sifat
(debu) yang tercampuri najis itu 4_Jlc.£\j3 najis telah hilang, air tidak
harus dihilangkan. berubah, timbangannya tidak
bertambah setelah diperhitung-
s kan air yang meresap pada baju
(yang dicuci) dan air tambahan
dari kotoran, serta tempat yang
terkena naps (baju) yang suci
kembali.

y 0 } . /'/'« »

Sebagian fukaha memfatwakan


kewajiban memhasuh Mushaf
yang terkena najis yang tidak i 3 S *' •<

ma'fu, sekalipun menyebabkan


rusak, atau milik anak yatim.
< .uru kami berkata: Yang jelas,
uiituk perhitungan banyaknya air

\o\Li[;
V-ing terserap dan yang tambahan
dari kotoran, adalah cukup
dengan persangkaan saja.
r.wordpress.com
Pasal: Syarat-syarat Salat 131
130 Terjemah Fat-hut Mu'in

fO e / )ika dalam air perigi yang banyak


Cabang: d*+>\sC
mi masih tertinggal najis,
if
Urnpama ada seekor tikus jatuh di misalnya bulu tikus, sedangkan
/'z' ///' /
tengah-tengah makanan yang
padat, misalnya bubur samin, lalu
•p i « I nr tidak berubah, maka air
lersebut dihukumi suci, dan j pi?
mati, maka cukuplah diambil serta inenyucikan namun tidak bisa
membuang bagian sekelilingnya
yang terkena. Sedangkan sisanya
dtgunakan (dengan diambil
menggunakan timba atau
- XSfeij
tetap suci. lainnya -pen).

(Air tersebut tidak bisa diper-

■ jfsli 4.01? gunakan) sebab timba penciduk- .&


uya senantiasa terkena rambut
najis itu.
S 9/«/ ■*/
Hendaknya air yang berada dalam
Batas makanan disebut padat
perigi dikuras dulu semuanya.
adalah bila diambil sebagian,
maka bagian kiri-kanannya tidak
meleleh ke bagian yang terambil
fika seseorang menciduk sebe¬
tadi.
lum air dikuras, serta ia tidak
meyakiniada rambut tikus yang
f*0/. ikut, maka tidaklah mengapa (air
Cabang:
tetap suci), bahkan meskipun ia
Jika air perigi yang sedikit ter- mempunyai persangkaan rambut
kena najis, maka tidak bisa suci •v.-tii shcr (bulu) ikut terciduk; terikutnya
4 O'j -

dengan cara dikuras. Tapi harus rambut, dasarnya adalah mele-


dibiarkan lebih dahulu, agar air takkan prinsip mendahulukan lk\i
bertambah banyak dari sumber- asal dari pada hukum lahir.
nya, atau dengan menambah air
yang lain;
Barang yang terkena najis
semacam anjing (najis mughalla-
zhah) bisa suci kembali dengan
inencucinya tujuh kali basuhan,
setelah materi najisnya hilang, /•s'.'*.*' SS 0/4?
Kalau air perigi itu banyak, tetapi
sekalipun baru hilang setelah
beberapa basuhan, dalam hal ini
3>
telah berubah lantaran najis
tersebut, maka air itu tidak bisa
lianya dihitung sekali. Salah satu
di antara basuhan tersebut
\'S Ci\'* i cv
Z' v
menjadi suci sebelum perubahan
itu hilang.
rv rv •
fikrifajar.wordpress.com
132 Terjemah Fat hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 133

dicampur dengan debu yang sah


digunakan tayamim, yang |ika anjing mengangkat kepala-
dicampur dengan air, sekira uya dari wadah yang terisi air
menjadi keruh dan ada bekasnya (sedikit) dan mulutnya basah,
di air itu, serta ketujuh basuhan u-iapi tidak diketahui ia telah
tersebut meratai ternpat yang meiryentuhnya, maka air tersebut
terkena najis. udak dihukumi najis.

Imam Malik dan Imam Dawud r.a.


Iktkata: Anjing itu hukumnya suci
Jika barang yang terkena najis (begitujuga menurut Imam Malik,
dimasukkan dalam air yang tidak liabi itu hukumnya suci -pen).
mengalir, maka aikuplah dengan Air sedikit yang terjilat anjing
menggerakkan sebanyak tujuh lidak menjadi najis. Hanya saja
kali. wadah yang terjilat anjing wajib
dibasuh, semata-mata karena
Guru kami berkata- Dalam hal ini penekanan ibadah (bukan karena ). ut “

telahjelas, bahwa gerakan ke sana najis).


dihitung sekali, dan kembali lagi
dihitung satu kali lagi.
) ’ ,
9 9
Najis yang diampuni (ma’fu) ada-
") V/

nya:
1. Semacam darah nyamuk, ter-
Jika dimasukkan dalam air yang masuk segala serangga yang
mengalir, cukuplah dengan berdarah tidak mengalir (darah
lewatnya tujuh kali aliran ajr. dingin), misalnya mrutu dan kutu.
Jika di tanah yang berdebu, maka Kalau kulitnya tidak termasuk
air tidak usah dicampur dengan diampuni.
debu lagi (maksudnya tanah yang
terkena najis ini, lalu disucikan-
pen).
2. Darah sejenis kudis, misalnya
Cabang: bisul api (udun semat), darah
luka-luka, nanah dan nanah 0 ^ / M'C. * ’//
Jika seseorang menyentuh anjing
darah (nanah uwuk: Jawa).
dalam air yang banyak, maka
tangannya tidak menjadi najis.

Sekalipun darah nyamuk dan


kudis itu banyak dan mengalir
bersama-sama keringat.
W a*

fikrifajar. press.com
134 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 135
Untuk yang pertama (darah
nyamuk), meskipun sampai me- [iimlahnya banyak, adalah
ratai pakaian -menurut nukilan SSS9L" 1 I .V X^, diampuni adanya; Di mana Ibnu
nukilan yang dapat dipegangi—. Na<]ib dan Al-Adzra'i berpegang-
iii kitab Ar-Raudhah tersebut.

Siatus ampunan dalam masalah


(Dengan syarat) darah-darah mi dan yang akan dituturkan
tersebut bukan diusahakan oleh nanti, adalah terletak pada
orang yang bersangkutan. penggunaan salat, bukan pada
snnacam air yang sedikit; karena
Jika darah-darah tersebut banyak lial ini menjadikan air najis,
karena diusahakan, misalnya
uW-buks oji sekalipun jumlah najis yang
sengaja membunuh nyamuk pada cx , • xx ///
mengenai sedikit.
pakaiannya; memeras kudis,
J1 "J&4, Tidak mempengaruhi bagi badan
memakai pakaian yang ber-
lumuran darah nyamuk misalnya, yang dalam keadaan basah
lalu dipakai salat; atau dkar yang lerpercik darah sedikit yang
dipakai salat berlumuran darah; diampuni adanya, lagi pula tidak
atau memakai pakaian tambahan wajib menyeka badan, sebab hal
yang berdarah tanpa tujuan tersebut sulit dilakukan.
sebagaimana berhias, maka darah >% «///,
setnacam ini tidak diampuni 3. Darah sedikit yang timhul dan
adanya, kecuali jika darah itu orang lain, yang bukan najis » X ^ ^
hanya sedikit -sebagaimana
XX < ''i CA°i'' 'l' '"l 'Si inughallazhah Lain halnya jika / * S s S’ n S J, 9 S'
yang dikatakan oleh pendapat najis beijumlah banyak.
‘S'** 'rj. XX
yang Ashah—. x

fermasuk kategori darah orang


lain, misalnya yang dikatakan j(Str
oleh Imam Al-Adzra'i, adalah:
Darah sendin yang telah ter-
Hal di atas sebagaimana yang pisah, lalu mengenai pada
termaktub dalam kitab At-Tahqiq badannya.
dan Al-Majmu’. Meskipun pem-
bicaraan kitab Ar-Raudhah
menetapkan, bahwa darah sejenis 4. Darah sedikit jenis haid dan darah
kudis sekalipun diperas dan hidung, sebagaimana yang ter-
maktub dalam kitab Al-Majmu'. sss
r —

T
fikrifajar.wordpress.com
Pasal Syarat-syaral Salat 137
136 Terjemah Fat-hul Mu'in 1

Dikiaskan dengan keduanya,


diiSici, selagi ia belum menelan I
ludah ketika salat. Sebab, darah
adalah darah semua lubang tubuh
i;iisi itu dima’fu adanya, dalam arti 9* -s' s""Z4\.'r. J '
selain lubang jalan najis, seperti
I>1 l.i bercampur dengan air ludah
cloaca (lubang anus atau dubur).
sendiri.

(ika seseorang mulai mengeluar-


Dasar penilaian sedikit dan
kan darah hidung sebelum salat
banyak, adalah kebiasaan yang
dan terus-menerus keluar
berlaku.
darahnya, maka jika dapat
diharapkan pendarahannya
ajtr,op
sclesai dalam waktu salat masih
lh disangsikan
Sesuatu yang masih _ x Cfism < s* s/ , /■/ ‘3’°
luas, hendaknya ia menanti
akan banyaknya , adalah di- <4*
berhentinya; kalau tidak,
hukumi sedikit.
Ivendaknya disumbat sebagai-
1 nana orang yang beser kencing,
membalut penisnya.
Jika ada darah berceceran di
berbagai teinpat, seandainya
dikumpulkan jumlahnya banyak,
ji' C 3 US&W&
Lam halnya dengan pendapat
menurut Imam Al-Haramain,
yang mengatakan, bahwa orang
darah itu dihukumi sedikit.
itu wajib menanti berhenti pen-
Sedangkan menurut Imam Al-
darahan, sekalipun waktunya
Ghazali, Al-Mutawalli dan
icrlewat, sebagaimana salat harus
lainnya, adalah dihukumi darah
7?S ’’"S/S'/s S' l.ssi-f/ ditunda lantaran mencuci
banyak. Pendapat yang terakhir
pakaian yang terkena najis,
ini telah dikuatkan oleh sebagian
sekalipun waktunya terlewat.
fukaha.

P'' *<'•»<' s' a s'


5. Darah yang keluar sebab tusuk
Masalah hidung yang berdarah ss s’ j s,9 y s'?/
jarum dan bekam, sekalipun
banyak, selagi masih berada di
dengan pencucian pakaian,
liaruslah dibedakan, sebab dalam
U* §j -H g&*3
tempatnya. s' s Bs' a ,Ci
masalah pencucian pakaian yang
lerkena najis, adalah adanya
I X" //
} J s' L / •*} * s'f s's' } s'' kemampuan menghilangkan fS s / t / /
I • Salat dihukumi sah, bagi orang
najis dari asalnya (sebelum
yang gusinya berdarah sebelum

_
-,-T-
fikrifajar.wordpress.com
138 Terjemah Fat-hul Mu'in

Pasal Syarat-syarat Salat 139


mengeijakan salat); Lain halnya
dengan masalah pendarahan
(.uru kami berfatwa tentang jalan
hidung (sebab orang yang
yang tidak berlumpur, tetapi di
berdarah hidungnya tidak
situ terdapat kotoran tnanusia,
mampu menghilangkan darah
•injing dan binatang-binatang
tersebut -pen).
lain, lalu terkena air hujan, maka
najis tersebut diampuni adanya,
6. Sedikit lumpur tempat air berlalu
di kala sulit menghindarinya.
yang telah diyakini najisnya,
sekalipun berupa najis mughal-
lazhah. Sebab, rasanya berat
untuk menghindarinya. (Tetapi)
selagi materi najisnya tidak
tarnpak dengan jelas.

Kaidah Penting:
(Masalah pengampunan najis ini),
adalah dibedakan sesuai dengan Yaitu: Sesuatu yang asalnya suci,
waktu (karena itu, yang dima'fu lalu diperkirakan menjadi najis
di musim hujan, tidaklah dima'fu dengan alasan, bahwa barang
di musim kemarau) dan tempat- yang semacam itu pada umumnya
nya, yaitu pakaian dan badan najis; dalam masalah seperti ini
(karena itu, yang dima'fu di ada dua pendapat yang terkenal
pakaian bagian bawah dan di dengan asal dan lahir atau ghalib.

kaki, adalah tidak dima'fu di


lengan baju dan ditangan -pen).

Jika suatu najis sudah dipastikan


datang dari jalanan, maka tidak 4_\j£ > (jrVC
diampuni adanya, sekalipun Yang lebih kuat dari kedua
jalanan anjing, bahkan meratai pendapat, adalah barang tersebut
jalan. Hal ini berdasarkan hukumnya suci, dengan dasar
berbagai tinjauan pendapat. "Asal keyakinan yang telah ada”,
di mana hal ini lebih tepercaya
daripada "kebiasaan kejadian"
yang selalu berbeda menurut
keadaan dan masa.
fikrifajar.w dpress.com
140 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 141

pada tempat salat, pakaian dan


Hal itu dapat dicontohkan
badan, meskipun banyak, sebab
dengan pakaian pembuat khamar
hal itu sulit untuk menjaganya.
(arak), orang yang haid, anak-
anak, tempat pemeluk agama
yang ajarannya menggunakan
barang najis, dedaunan yang pada
ghalibnya jatuh di tempat najis,
air liur bayi, sutera jukh yang
terkenal dibuat dari lemak babi,
keju Syam (Siria) yang terkenal 8. Kotoran segala burung jika
terbuat dari perut besar babi. mengena pada suatu tempat,
dengan syarat: Tempat tersebut
memang kepadatan kotoran itu
dan sudah kering. Bahkan
menurut kesimpulan dari pem-
bicaraan kitab Al-Majmu' (milik
Imam Nawawi), termasuk
diampuni juga, jika kotoran
tersebut mengena pada pakaian
dan badan.
(Landasan yang menguatkan asal-
-pen) Rasulullah saw. pernal^
disuguhi keju dari penduduk
Syam, lalu beliau makan seba-
Kotoran tikus sekalipun sudah
gian, serta tidak bertanya dari apa
kering, adalah tidak diampuni
keju tersebut dibuat.
adanya --atas dasar beberapa
peninjauan pendapat.

Akan tetapi, Guru kami Ibnu


Demikianl.ah sebagian besar Ziyad telah mengeluarkan fatwa
kaidah yang dituturkan oleh sebagaimana pendapat sebagian
Guru kami (Ibnu Hajar Al- ulama Mutaakhirin, bahwa
Haitami) dalam Syarah Minhaj. kotoran tikus itu diampuni
adanya, jika memang sudah
7. Bekas tempat, Istijmar (bersuci/ meratai, sebagaimana kotoran
istinja dengan batu), noda burung yang sudah merata.
kotoran lalat, air kemih dan
kotoran kelelawar, jika mengena
fikrifajar.w dpress.com
Pasal Syarat-syarat Salat 143
142 Terjemah Fat-hul Mu'in

kewajiban beribadah menurut \s' * I'x ■>


<• v
/// i s 9* ' s' 9 / imam yang diikutinya.
Tidaklah sah, salat seorang
yang menggendong orang J
beristinja dengan batu, mein-
bawa binatang yang pada pintu
pelepasan (cloaca) terdapat Istinja /s s s
najis, binatang disembelih yang « y>
telah dibersihkan tempat pe- if*
Penyempuraaan:
nyembelihannya, tetapi kotoran . < t* S’ s' * s s' *9
dalam perutnya belum dibuang, Istinja memakai air hukumnya
^=>05
atau bangkai suci, misalnya wajib, setelah mengeluarkan
manusia atau ikan yang belum setiap yang meleleh basah.
dibersihkan kotoran dalam
perutnya, atau membawa telor
mandul yang di dalamnya ter¬ Istinja sudah dianggap men-
dapat darah. cukupi, setelah diperkirakan,
bahwa najisnya telah hilang.

- r*Z{aAJC* Dengan demikian bagi seseorang


tidaklah disunahkan membau
(mencium) tangannya. s *<
. if *■
Tidak sah pula, salat seseorang
'u> s SS f // ^ LS
o.X-
SS ** [
> Ati

yang membawa sesuatu, di mana


ujungnya terkena najis, sekalipun
Wajib istinja itu dilakukan de¬
ujung tersebut tidak bergerak
s' ngan mengendorkan anggota
sebab geraknya.
badan, agar sisa-sisa najis tidak
ada yang tertinggal di lipatan-
lipatan tepian lubang dubur
Cabang: « £j_9 fl
(cloaca).
Jika seseorang melihat orang
z- s s 9-9 - s
lain akan mengerjakan salat, Istinja itu juga bisa dilakukan
padahal di pakaiannya terdapat dengan menggunakan benda
najis yang tidak dima'fu, maka JS 'f J keras yang dapat meresap,
baginya wajib memberi tabu
akan hal itu.
*-»y * dengan cara dga kali usapan,
yang masing-masing meratai
tempat najis dan member-
sihkannya

Disunahkan bag! orang yang sf . 'i y


Begitu juga wajib mengajar
masuk WC, agar mendahulukan
seseorang yang ia lihat melanggar
■-■

fikrifajar.wordpress.com
144 Terjemah Fat t ul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 145
if

kaki kiri, dan mendahulukan kaki j 'A y 'S nirlah diketahui kerelaannya, jika
Iw 11 mi diketahui kerelaan buang
ii. C-'t'
.ItPiJtPcb
kanan jika mau keluar. Hal ini ' “>
kebalikan masuk/keluar mesjid. h ijat di situ, maka hukumnya

.jpy*, id.ilah haram.

o /•* ^^ |^
Sunah juga agar melepas se-
suatu yang ada suratan agung,
misalnya Alqur-an, nama Nabi
dan Malaikat, sekahpun nama- %- pb*
nama tersebut digunakan juga Hendaknya tidak menghadap
0 [/'*''**s • ss kiblat ataupun membelakanginya.
menamai yang lain, misalnya Aziz
, ,/ css , /'Z'
dan Ahmad, jika nama-nama V Maka hal ini hukumnya haram,
tersebut dikehendaki sebagai jika dilakukan di tempat yang
nama yang agung. udak disediakan untuk buang
hajat serta tidak bertabir.

Disunahkan pula diam pada saat / s'

kotoi an sedang keluar, sekalipun (ika dadanya menghadap kiblat


bukan berupa zikir; kalau di luar dan alat kelaminnya dipalingkan,
saat tersebut, hendaknya me- lalu kencing, maka hal ini tidak- SJ- s m'\ 'f.-'/L/flZ Z/ z
ninggalkan bentuk zikir saja. lah menjadi masalah. Lain halnya
(■ '* o s' "a
jika melakukan kebalikan dari itu.

Hendaknya mengambil tempat


Sunah juga tidak bersiwak dan
yang jauh dari manusia, serta
meludahi kencingnya.
membuat penutup.

sih ' LOSS S* /9S,s.


Hendaknya tidak membuang Hendaknya berdoa di saat masuk
hajat di perairan umum yang WC: Allahumma ... dan seterus-
tidak mengalir, juga tidak nya (Fa, Allah, aku berlindung
menyumber; di tempat bercanda kepada-Mu dan godaan setanjantan
milik umum, di jalanan —ada dan betina).
pendapat yang mengatakan
hukum untuk ini adalah haram—;
di bawah pohon berbuah yang Ketika keluar berdoa- Alhamdu
l A''
tumbuh di tanah milik sendiri, lillahilladzi... dan seterusnya. <3j
atau tanah milik orang lain yang (Aku mohon ampun kepada-Mu.
Segala puji milik Allah, Dzat yang

__ _
fikrifajar .com
146 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 147

telah menghilangkan penyakit dari-


ku dan menganugerahkan kesehatan Wajib menutup bagian dari pusat
i Ian lutut, agar nyata, bahwa aurat
kepadaku).
u lah tertutup (karena: Maala
yatimmul waajibu ilia bihi, fahu-
Lalu setelah istinja membaca:
iva waajib -pen).
Allahumma... dan seterusnya.
(Ya, Allah, sucikanlah hatiku dari
sifat munafik, dan bentengilah Dan menutup seluruh badan,
farjiku dari bentuk perbuatan- selain muka dan kedua tapak
perbimtan keji). langan sampai pergelangan, bagi
wanita merdeka sekalipun kanak-

S * *s- s- / ; //(»// kanak.


AJ-Baghavvi berkata: Jika setelah
beristinja merasa ragu: Sudah
membasuh zakar atau belum?
Maka baginya tidak wajib mengu-
Fenutupnya adalah sesuatu yang
langinya.
tidak bisa menampakkan warna
kulit dalam percakapan, Demi-
kianlah, batasan yang telah
SYARAT SALAT KETIGA diberikan oleh Ahmad bin Musa
bin 'Ujail.
Syarat Salat Ketiga: Menutup
Bagian Badan
. * Boleh menutup aurat dengan
S’ S’ , Sy STS' SS/ * ^
Yaitu mulai pusat hingga lutut,
suatu pakaian yang menampak¬
bagi laki-laki, sekalipun kanak-
kan bentuk badan, tetapi hal ini
kanak, dan sekalipun mukatab
khilaful aula.
atau ummu walad, meskipun
menyepi di tempat gelap. 9j^
S' W
yi / - Kewajiban menutup, adalah dari
bagian atas dan samping, bukan

s dari bawah.

Berdasarkan sebuah hadis sahih: (Wajib menutup itu) jika masing-


"Allah tidak akan menerima salat masing dari laki-laki, wanita
orang balig, kecuali dengan memakai
tutup kepala (bagi seorang wanita)."
%L merdeka dan amat, mampu
menutupnya.
fikrifajar.w ress.com
Pasal Syarat-syarat Salat 149
148 Terjemah Fat-hul Mu'in

Mengenai orang yang tidak < >i ang yang memakai pakaian,
mampu menutup aurat, ia wa|ib s.ih salatnya bermakmum kepada
salat dengan telanjang dan tidak in ang yang telanjang.
wajib mengulangi salatnya,
sekalipun ia masih punya penu- (Sekalipun akan salat) secara
"9 telanjang, baginya tetap tidak
tup yang tei kena najis, di mana ia
berhalangan mencucinya. boleh ghasab pakaian untuk salat.

llagi orang yang salat, disunahkan


mengenakan pakaian yang paling
Lain halnya jika ia mampu untuk bagus, berselendang, memakai
menyucikannya, (maka ia tidak serban, baju kurung dan baju toga.
boleh salat secara telanjang, tapi
wajib mencucinya) sekalipun
sampai keluar waktu (salat).

Jika seseorang hanya mampu Jika seseorang hanya memiliki


menutup sebagian auratnya, maka dua pakaian salat, maka yang satu
ia wajib menutupnya dengan se- dipakai dan yang satu agi
suatu yang ada Dalam hal ini, disampirkan (diselendangkan),
agar mendahulukan menutup jika mem ang di situ sudah ada
kubul dan dubur; jika tidak cukup, sutrah (batas yang ada di hadapan
maka menutup kubul saja, untuk salat), jika belum ada
kemudian dubur. sutrah, maka yang satu tersebut
hendaknya digunakan sajadah
salat, sebagaimanayang difatwa-
Jika yang dimiliki adalah pakaian kan oleh Guru kami.
dari sutera. maka tidak boleh salat
dengan cara telanjang, tapi wajib Cabang:
memakai sutera itu Sebab, Menutup aurat seperti tertutur-
memakai sutera manakala ada kan di atas, diwajibkan juga di
hajat, hukumnya adalah boleh. luar salat, sekalipun dengan
pakaian najis atau sutera, jika
Bila tidak mempunyai pakaian, hanya itu yang ditemukan, walau-
ia wajib melumuri auratnya pun ia berada di tempat sepi.
dengan lumpur atau sejenisnya.
fikrifajar.wqr0press.com
Pasal Syarat-syaral Salat 15
150 Tetjemah Fat-hul Mu'in

Hanya saja di tempat sepi yang


Sebab, penilaian suatu ibadah
■dalah perkiraan si mukalaf dan
l^r. “Si
wajib bagi seorang laki-laki, hmyataannya. Sedangkan peni-
adalah menutup kubul dan dubur;
laian suatu akad, adalah keadaan
sedang bagi selain laki-laki, wajib
akad itu sendiri.
y
menutup mulai pusat sampai
lutut.

Waktu salat Zhuhur, adalah mulai


Boleh hukumnya, membuka aurat
inatahari condong ke arah barat, ly ' CZ w
hanya untuk keperluan kecil, JJ&J
sampai panjang bayang-bayang
meskipun di dalam mesjid, menyamai bendanya, setelah
misalnya untuk mendinginkan memperkirakan bayang-bayang
✓✓
badan, menjaga pakaian Hon
mpniQrrQ nataian
dari ^
istiwak yaim bayang-bayang yang
kotoran dan debu ketika menyapu *?(i s ^
terjadi pada waktu matahari sedang ^ fa A?
rumah, mandi atau sejenisnya.
berkulminasi (berada tepat pada
S S '\ S'*
titik tertinggi/titik zenit), bila
bayang-bayang istiwak wujud
(sebab pada suatu negara bayang-
bayang istiwak tidak ada, misalnya
di Mekah, dalam sebagian hari
harinya -pen).
SYARAT SALAT KEEMPAT
Diberi narna "zhuhur", sebab
pertama sekali salat dilakukan
Syarat Salat Keempat: Menge- dengan jelas (dalam agama
tahui Waktu Salat
Islam).

Yaitu, mengetahui waktu salat


telah tiba, dengan penuh
keyakinan atau perkiraan.
Waktu salat Asar, adalah mulai
waktu zhuhur habis, sampai selu-
Barangsiapa melakukan salat ruh busur matahari terbenam di
tanpa mengetahui waktu masuk- ufuk. '-As
nya, maka salatnya tidak sah.
“A, *> L
Sekalipun temfyata dilakukan
dalam waktunya. c
r.wordpress.com
152 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syarat Salat 153

Waktu salat Magrib, adalah mulai


matahari terbenam, sampai teja , ,lai Asar, adalah salat yang
merah lenyap ling utama, lalu secara ber-
iiruuin di bawahnya, yaitu Subuh,
Isyak, Zhuhur lalu Magrib. Hal ini
mpertiyang dijelaskan oleh Guru
kami dari beberapa dalil.

Waktu salat Isyak, adalah mulai teja ( {bif)


merah lenyap. -Dalam hal ini.
Guru kami berpendapat: Sebaik-
nya, sunah mengakhirkan salat
Isyak, sampai teja kuning dan
putih lenyap, atas dasar meng- saja, para ulama mele- <cL?r '“'^<-9
II any a - j . t * i j *«» —
hindari perselisihan dengan iamaah salat Subu
bihkan jamaah Subuh dan
a y
. ^ % #/V^ «. / VI
4"/
ulama yang mewajibkannya-,
sampai fajar shadik terbit.

imam Ar-Rafi’i berkata: Salat


Subuh, adalah salat Nabi Adam
a.s.; Salat Zhuhur, adalah salat
Nabi Dawud a.s.; Salat Asar,
Waktu salat Subuh, adalah mulai adalah salat Nabi Sulaiman a.s.;
terbit fajar shadik -bukan fajar
kadzib- sampai matahari terbit
gQ.Ui&DciU-e salat Magrib, adalah salat Nabi
Ya’qub a.s.; dan salat Isyak, adalah
sebagian busurnya. salat Nabi Yunus a.s. -habis-.

. jglfaei
Salat Asar itulah yang dinamakan
salat "Wustha", sebagaimana yang
dinyatakan dalam hadis sahih. Ketahuilah! Salat adalah wajib j4 S' J>
dikeijakan pada awal waktunya, / > ' ’'t
sebagaimana kewajiban yang I** ” -1 \ \
fikrifajar.wordpress.com
Pasal Syarat-syarat Salat 155
154 Terjemah Fat-hul Mu'in

|ika mulainya pada waktu di


Karena itu, seseorang boleh
in.Uia sudah tidak dapat memuat
menundanya sampai pada waktii
s.ilat atau salat Jumat, maka
yang diperkirakan masih cukup
< " OS*' . * f ts*SS baginya tidak boleh memanjang-
untuk salat, dengan syarat la
mempunyai 'azm (maksud yang kan bacaannya.
kuat) mengerjakan salat, pada
awal waktunya.

Jika seseorang masih men-


dapatkan waktu salat untuk satu
lidak disunahkan meringkas
rakaat (penuh), maka salatnya
rukun-rukun salat saja, hanya
dianggap salat adaKalau tidak
karena meletakkan rakaat-rakaat
bisa mendapatkan satu rakaat,
maka salatnya dianggap kadha. salat di dalam waktunya.

* 3

Mengerjakan sebagian salat di Cabang:


luar waktunya, adalah berdosa, Disunahkan agar bersegera
sekalipun masih mendapatkan mengerjakan salat -sekalipun
2'''' » X-
satu rakaat. salat Isyak- pada awal waktunya.
Berdasarkan hadis: "Perbuatan
yang paling utama, adalah menger¬
jakan salat pada awal waktunya.
Memang begitu! Kalau seseorang 7 '”J\ \ < - A\ /<
telah memulai salat, selain salat
Jumat, di mana waktunya masih
luas, maka ia boleh -tanpa
*
makruh- memanjangkan salat
dengan bacaan ayat atau zikir, Sunah menunda salat dari awal
sehingga lewat waktunya, bahkan waktunya, karena berkeyakman
sekalipun tidak sempat meletak- akan menemukan jamaah salat
{
kan satu rakaat salat dalam
waktunya, menurut pendapat i/-*• di tengah-tengah waktunya,
sekalipun penundaan semacam
yang Mu’tamad. '.1 mi kurang baik. Kesunahan d

£?Ji H '-‘b atas, selagi waktunya belum


sempit.
*ti
{
fikrifajar ess.com
156 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal Syarat-syarat Salat 5 *1

Sunah juga menunda salat dari W.i|ib mengakhirkan salat pula,


awal waktunya, karena menduga l>,igi seorang yang mengetahui
akan didirikan salat jamaah, jika m inacam orang yang tenggelam
tidak tampak kurang baik ilfiu tertawan, jika ia menolong-
menurut ukuran urnum. nya, maka akan kehabisan waktu
\.»!at.
(Kalau meragukan keberadaan
jamaah), maka tidak disunahkan
menunda salat secara mutlak
(baik tampak kurang sopan
ataupnn tidak). abang.
I) imakruhkan tidur setelah masuk
Salat berjamaah dengan sedikit waktu salat, sedangkan ia beium
pengikutnya di awal waktu, itu mengerjakannya kalau ia mengi-
lebih utama daripada banyak ra bisa bangun sebelum waktu
orang di akhir waktu. tinggal sedikit, atas dasar ke-
biasaan atau ada orang lain yang
n embangunkannya.

Bagi orang yang ihram haji, wajib


mengakhirkan salat Isyaknya,
lantaran khawatir tertinggal
ibadah haji, ^ebab tertinggal
wukuf di Arafah -kalau ta
melakukan salat dahulu secara Jika tidak ada perkiraan seperti
sempurna syarat-rukunnya-, itu. maka tidurnya adalah haram.
sebab mengadha ibadah haji (Yang dimaksudkan di sim semua,
adalah lebih sulit Salat di sini adalah tidur yang teijadi setelah
diakhirkan, sebab kesulitannya masuk waktu salat, dan bangun
lebih ringan daripada haji. Dalam yyC. s * $ / s t y ^, setelah waktu salat habis).
hal seperti ini, ia tidak diper-
bolehkan salat secara "khauf'. Cabang:
Dimakruhkan secara tahrim
melakukan salat yang tidak
mempunyai sebab, misalnya salat
sunah Mutlak (salat sunah yang
waktunya tidak ditentukan),
umpama salat Tasbih; atau
melakukan salat yang sebabnya
ada di belakang, misalnya dua
fikrifajar.wcFrdpress.com
158 Terjemah Fat-hul Mu'in

Pasal Syarat-syarat Salat 159


rakaat Istikharah dan dua rakaat
sebelum ihram. Yaitu: Setelah waktu yang dimakruhkan ter-
mengerjakan salat Subuh hingga sebut, dengan tujuan agar
matahari naik setinggi tombak;
setelah salat Asar hingga ter-
' r makruh, maka hal ini dihukumi
liaram, baik salat itu mempunyai
benam matahari; dan di waktu sebab atau tidak. Di samping itu,
istiwak selain harijumat. salat pun tidak sah, sekalipun
salat tersebut adalah salat Faaitah
(tertinggal dari waktunya) yang
wajib dikadha dengan seketika.
Sebab, perbuatan semacam ini
(berusaha/sengaja mengeijakan
salat di waktu makruh), adalah
menentang syarak.
• fji.
SYARAT SALAT KELIMA
Udak termasuk di sini, salat-salat '
yang mempunyai sebab berada di
depannya, misal: Dua rakaat
setelah berwudu, sesudahThawaf, 2* Z' -if
Syarat Salat Kelima: Menghadap
Kiblat
4
Tahiyatulmesjid, Gerhana dan Yaitu, menghadapkan dada ke
salat Jenazah, sekalipun gaib, Kiblat, maksudnya ke Ka'bah.
mengulangi salat secara ber- Karena itu, tidaklah cukup meng-
jamaah, sekalipun menjadi imam, liadap ke arah kiblat. Lain halnya
kadha salat fardu atau sunah dengan pendapat Imam Abi
tanpa ada maksud menundanya,
Hanifah r.a., kecuali bagi orang
sampai masuk waktu-waktu di
yang tidak mampu meng-
atas, atau melanggengkan untuk
hadapnya atau ketika salat Khauf,
mengerjakannya di waktu ter-
rS'***' A «*/',< sekalipun salat fardu.
sebut.
fj

K' ’ \'*S\

(>rang yang salat dalam keadaan


Jika seseorang sengaja menunda Khauf, ia boleh melakukan
"salat yang tidak berwaktu" pada -Jir* gj^ &>\ scbisanya; berjalan kaki atau naik
kendaraan, menghadap kiblat
t
.nau tidak, yaitu seperti orang
fikrifajar.wordpress.com
160 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-syaf-at Salat 161

yang lari dari kebakaran, air bah, rnenanggung utang tanpa seizin
binatang buas dan ular, dari pemiutang, padahal ia sudah
pemiutang, jika pengutang dalam mampu membayamya.
keadaan melarat dan takut akan
ditahan musuh.

bagi orang yang bepergian


dengan berjalan kaki, ia wajib
(Menghadap kiblat di atas),-
menyempurnakan rukuk dan
mengecualikan salat sunah yang sujudnya, sebab hal itu mudah
dilakukan di tengah perjalanan dilakukan; Sedang yang dengan
mubah bagi seorang yang menuju kendaraan, cukup dengan ber-
ke suatu tempat tertentu, Di tsyarat saja.
tengah perjalanan, ia boleh mela-
kukan salat sunah sambil naik
kendaraan atau berjalan kaki,
sekalipun jarak perjalanannya
tidak jauh.
Bagi kedua orang di atas, wajib
menghadap kiblat ketika rukuk,
Memang begitu! Disyaratkan sujud, takbiratul ihram dan duduk
agar tempat yang ditujunya itu, antara dua sujud. Dengan
tidak kurang dari sejauh jarak di demikian, ia hanya boleh ber-
mana sudah tidak mendengar |alan ketika berdiri, iktidal,
lagi azan dari kampungnya, iasyahud dan salam.
dengan syarat sebagaimana
panggilan (azan) ketika salat
Jumat.

Dikecualikan dengan kata


"mubah", adalah perjalanan untuk Ilaram berpaling dari meng¬
maksiat. hadap sampainya di tempat
mjuan dengan sengaja, mengerti
Karena itu, meninggalkan akan keharaman hal ini dan
menghadap kiblat bagi budak dalam keadaan bebas, kecuali
yang kabur, tidak diperbolehkan berpaling tersebut untuk meng¬
dalam salat sunah, juga bagi hadap kiblat.
orang yang bepergian dengan
fikrifajar rdpress.com
162 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal Syarat-sjfarat Salat 163

Disyaratkan di sini, agar tidak


Dapat juga membedakan mana
mengeijakan banyak perbuatan,
yang fardu dan yang sunah salat.
misalnya lari atau menggerak-
gerakkan kaki yang tidak ada
hajat; juga tidak menyengaja
Memang begitu! Jika orang yang
menginjak najis, sekalipun
buta terhadap hukum Islam atau-
kering dan najis tersebut merata
pun alim -atas beberapa tinjau-
di jalan.
an- mempunyai iktikad semua
perbuatan salat adalah fardu,
maka salatnya sah; Atau ber-
Tidak menjadi masalah, jika
iktikad, bahwa semua perbuatan
menginjak najis yang sudah salat adalah sunah, maka salatnya
kering karena tidak sengaja.
tidak sah.
Bagi yang beijalan kaki, ia tidak
dibebani agar menghindari benda ,
najis. Juga hams mengetahui cara salat,
seperti yang akan dijelaskan
Bagi yang mengendarai kapal
nanti. Insya Allah.
laut selain kelasinya, wajib meng-
hadap kiblat.

SYARAT SALAT KEENAM

Syarat Salat Keenam: Menge-


tahui Kefardnan Salat
Ketahuilah, termasuk syarat sah
salat juga, adalah mengetahui
kefarduan salat. Karena itu, jika
seseorang tidak mengetahui
keberadaan kefarduan salat pada
umumnya atau kefarduan salat
yang sedang dikerjakan, maka
salatnya tidak sah. Hal ini seperti
yang termaktub dalam kitab Al-
Majmu dan Ar-Raudhah (milik
Imam Nawawi).
fikrifajar.wordpress.com
165

. ay&Ji;
PASAL: 2
TENTANG SIFAT SALAT

Rukun-rukun Salat:
Disebut juga dengan fardu-fardu
salat. Dengan menghitung
masing-masing thuma'ninah
sebagai satu rukun tersendiri,
maka jumlah rukun salat ada
empat belas.

1. Niat
Yaitu menyengaja (mengerjakan
sesuatu) dalam hati. Hal ini
berdasarkan hadis: "Bakwasanya
sah amal itu hams disertai niat”.
jsi
-IfllL
Dalam melakukan niat, diwajib-
kan meletakkan unsur "kesengaja-
\ cl
an mengerjakan salat", agar salat
terpisahkan dengan perbuatan-
perbuatan lain; Dan ta'yin (per-
nyataan jenis salat) -Zhuhur atau
lainnya-, agar dapat terpisahkan
Zhuhur dengan yang lain.

Karena itu, belumlah cukup hanya


•nai menunaikankefarduanwaktu
(sccara umum, tanpa pernyataan
jrnis salat).
fikrifajar.wordpress.com
166 Terjemah Fat~hul Mu'iti Pasal: Tentang Sifat Salat 167

Jika salatnya adalah salat sunah Dalam mengerjakan salat Witir,


yang bukan mutlak -misalnya, tidak cukup dengan niat^ "sunah
salat sunah Rawatib dan yang Isyak atau Rawatibnya".
ditentukan dengan waktu atau
sebab-, maka selain ta'yin di-
wajibkan menyandarkan pada
sesuatu yang ditentukannya, Juga salat sunah Tarawih, Dhuha,
misalnya, untuk salat sunah Istisqa', Gerhana Matahari dan
Zhuhur, disebutkan Qabliyah atau Rembulan.
Ba’diyah, sekalipun sunah Qabli¬
yah itu dilakukan sesudah salat
Zhuhur.
Mengenai salat sunah Mutlak,
adalah tidak diwajibkan ta’yin
dalam berniat, tapi cukup dengan
niat "mengerjakan salat”, sebagai-
mana halnya dengan dua rakaat
salat Tahiyatul mesjid dua rakaat
Wudu dan dua rakaat Istikharah.
Demikian juga, dilakukan pada Demikian pula dengan salat
salat yang mempunyai sunah Xwabin, menurut pendapat Guru
Qabliyah dan Ba'diyah, salat hari kami, Ibnu Ziyad dan Al-Allamah
Raya Akbar (Adha) atau hari Raya As-Suyuthi r.a.
Fitri (kecil). Karena itu belum
cukup dengan niat "salat lari raya
saja".

Termasuk juga salat Witir, baik


ditunaikan satu rakaat atau
i

lebih. Dalam masalah ini cukup


Menurut apa yang dikuatkan
dengan niat "witir", tanpa menye-
oleh Guru kami (Ibnu Hajar)
butkan bilangannya; Jumlah
dalam kitab Fatawinya, bahwa
bilangan yang tidak ditentukan
dalam niat salat Awabin itu wajib
dalam mat, adalah dijuruskan
ra’yin, sebagaimana salat Dhuha.
(diserahkan) pada maksud pelaku
itu sendiri — menurut beberapa
tinjauan hukum—
TIT

fikrifajar.wordpress.com
168 Tetjemah Fat-kul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 169

Dalam salat fardu, wajib niat


Menurut pendapat yang Ashah,
"fardu", sekalipun fardu Kifayah
bahwa salat ada' dengan niat
atau Nazar, dan sekalipun pelaku-
kadha atau sebaliknya, adalah
nya adalah anak-anak, agar bisa
sah, jika suasana terhalangi
terpisahkan (terbedakan) dengan
semisal awan. Jika tidak ter-
salat sunah.
ganggu semisal awan, maka niat
semacam itu adalah tidak sah,
sebab mempermainkannya. S' * ^

i
Sunah pula menjelaskan (mema- ..
Contoh niat: Aku niat salat fardu parkan) kata-kata menghadap *
Zhuhur -umpama-, atau salat kiblat dan jumlah rakaat, atas
fardu Jumat, sekalipun menemui dasar menghindari ulama yang
imamnya ketika sedang bertasya- mewaj ibkanny a.
hud.

Sunah juga mengucapkan niat


Dalam niat, disunahkan menyan-
darkan kepada Allah Ta'ala.
sebelum bertakbir, agar lisan Si* (Cr*
dapat membantu hatinya, dan
Dasarnya adalah menghindari karena menghindari perselisihan
perselisihan dengan ulama yang dengan ulama yang menetapkan
mewajibkannya. Di samping itu, wajib.
dengan cara tersebut, tampak
jelas arti ikhlas.

Disunahkan pula memaparkan Jika seseorang merasa ragu:


Sudahkah ia niat dengan sempur-
salat ada1 atau kadha.
na atau belum; apakah niat salat
Memaparkan itu hukumnya Zhuhur ataukah salat Asar, maka
jika ia ingat kembali setelah
tidak wajib, sekalipun orang yang
tempo yang cukup lama (menurut
mengerjakan salat masih mem*
ukuran umum) atau sesudah
punyai tanggungan salat faitah,
menunaikan satu rukun salat,
yang sama dengan salat yang
sekalipun yang berupa rukun
dilakukan. Lain halnya dengan
qauli, misalnya membaca Al-
pendapat yang dipegangi oleh
Imam Al-Adzra’i.
fikrifajar.wordpress.com
it

Pasal: Tentang Sifat Salat 171


170 Terjemah Fat-hul Mu'in

s jj s s o s s. / Takbiratul ihram harus dilaku¬


Fatihah, maka batallah salatnya; kan bersamaan niat salat. Sebab,
jji
Atau ingatnya sebelum semua ia sebagai rukun salat yang
itu, maka salatnya tidak batal.
-5Sit£jC5 pertama, yang berarti wajib ber¬
samaan niat salat.

2. Takbiratul Ihratn
Berdasarkan sebuah hadis yang
disepakati oleh Imam Bukhari
dan Imam Muslim: "Jika kamu Bahkan dalam niat itu wajib
hendak berdiri mengerjakan salat, mencamkan (menghadirkan)
maka bertakbirlah /" unsur-unsur penting niat, yang
telah tertuturkan (qasdul fi'li,
ta'yin dan fardhiyah) dan lainnya,
Takbir ini disebut Takbiratul misalnya qashar bagi orang yang
ihram, sebab orangyang menger¬ mengqashar salat, menjadi
jakan salat,diharamkan melaku- imam atau makmum dalam salat
kan sesuatu yang sebelumnya Jumat, bermakmum pada selain
halal dilakukan, yaitu perbuatan- jamaah, Jumat, yang semua itu
perbuatan yang membatalkan telah dicamkan di awal takbi¬
salat. ratul ihram yang berlangsung
terus sampai mengucapkan huruf
Takbir dijadikan pembukaan ra' di akhir takbiratul ihram.
salat, agar orang yang menger¬
jakan salat mencamkan makna-
nya, yang menunjukkan ke-
agungan Dzat yang ia telah siap
mengabdi kepada-Nya, sehingga Menurut pendapat yang telah
akan sempumalah rasa takut dan dibenarkan oleh Imam Ar-Rafi*i,
khusyuknya. semua unsur yang disebutkan di
atas, adalah cukup dicamkan
bersamaan pada awal takbiratul
ihram.
Berangkat dari situ, maka takbir
selalu disebut berulang kali
dalam salat, agar rasa takut dan Menurut pendapat yang dipilih
khusyuk kepada Allah swt. selalu Imam Al-Ghazali, yang tersebut
bersama di dalam semua salatnya. dalam kitab Al~Majmu1 dan
Tanqihul Mukhtar: Bagi orang

fikrifajar.wordpress.com
172 Tetjemah Fat-hul Aiu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 173

kepada Nabi saw., atau boleh


awam, bersamaannya itu, adalah
juga "Allaahul Akbar".
cukup dengan ukuran umum,
sekira sudah disebut mencamkan
bentuk salat (menurut ukuran Ketika takbir, tidak boleh mem-
umum* Al-istikhdhar al-urfi— baca: "Akbarullaah, Allaahu % u a##,
pen). Kabiir (A'zham), atau Arrahmaa-
nu Akbar.

Imam Ibnur Rifah berkata: Fen-


dapat ini adalah satu-satunya
yang benar. Imam As-Subki juga
membenarkannya.
Merusak satu huruf pada lafal
"Allaahu Akbar", menjadi masa-
\ lah. Demikian pula menambah

satu huruf yang dapat mengubah 2 u JOJ >
Imam As-Subki berkata: Rarang- makna kalimat tersebut.
siapa tidak mengatakan atas
ketercukupan praktik seperti itu
(muqaranah 'urfiyyah: mem-
barengkan niat dengan bagian (Menambah huruf) misalnya:
yang mana saja dari takbiratul Memanjangkan hamzah pada
ihram -pen), maka ia akan ter- lafal S£y\ (sebab, kalimat tersebut
jerumus dalam was-was tercela akan berbentuk istifham (per-
ini. tanyaan): Apakah Allah Maha
Resar? -pen), menambah huruf
Menurut pendapat Imam Mazhab alif setelah ba* (maknanya: Rebe-
yang tiga (selain Imam Syafi'i): rapa genderang - pen); menam¬
Roleh mendahulukan niat atas bah huruf wawu sebelum lafal JL o liLjUSt*
Juo
takbiratul ihram dalam* selang (kalinjat tersebut akan berbunyi
waktu yang pendek. Hal ini menjadi masa- ^ /

lah, sebab faedah huruf wawu


adalah athaf, di mana kalimat

> « 0////
tersebut belum didahului oleh
kalimat lain -pen), meletakkan
. S&'cSSZVg
Racaan takbiratul ihram bagi wawu, baik mati atau hidup di
orang yang mampu, adalah di- antara dan, Jjf\ demikian
tentukan dengan kalimat: pula memperpanjang bacaan alif
"Allaahu Akbar* % sebagai ittiba' ' * S’ S■ ^ di antara lam dan ha', di mana
■pip
fikrifajar.wprdpress.com
Pasal: TentangSifat Salat 175
174 Terjemah Fat-hul Mu'in

perpanjangan tersebut tidak ada


I takbir setelah yang pertama
ahli qiraah yang memperboleh- adalah zikir yang tidak membawa
kannya. pengaruh apa-apa.

Tidak menjadi masalah, berhenti Wajib mengeraskan snara takbir


sebentar berijapas di sntara Allah sampai terdengar diri sendiri, jika
dan Akbar, atau membaca dham- memang orang tersebut adalah
mah huruf ra\ sehat pendengarannya dan di situ
. tidak terdapat penghalang
semacam kegaduhan suara.

Cabang:
Begitu juga wajib mengeraskan
suara untuk rukun-rukun yang Cf—i (■ )
Andaikata seseorang melakukan berupa ucapan (qauliyah), yaitu
takbiratul ihram berulang kali Al-Fatihah, tasyahud dan salam.
dengan niat memulai salat pada P
masing-masing takbir, maka ia
Bacaan yang hukumnya sunah,
dianggap sah memasuki salat
supaya mendapatkan kesunahan
ketika takbir nomor ganjil dan
salat, hendaknya dibaca dengan
keluar dari salat ketika takbir
suara keras sampai terdengar diri
nomor genap.
sendiri.

Masalahnya, ketika ia telah Disunahkan membaca jazam (sukun)


memasuki salat pada takbir per- pada huruf ra1 ketika takbir, karena
tama, maka dengan melakukan menghindari perselisihan dengan
takbir kedua, berarti ia keluar dari ulama yang mewajibkannya (AU
salat. Sebab niat memulai salat Khuruj minal khilaf, mustahab:
dengan takbir kedua itu, berarti Menghindari perselisihan,
ia memutus yang telah diniatkan hukumnya adalah sunah -pen).
pada takbir pertama. Demiki^n X/
seterusnya. Khusus bagi imam salat, hukum¬
nya sunah mengeraskan suara
takbir, sekalipun berupa takbir
£ r. /X
//
O

Jika tidak niat seperti itu, lagi peralihan rukun (intiqal).


pula antara takbir satu dengan
lainnya tidak terdapat hal-hal Sunah mengangkat dua telapak •9

yang membatalkan salat, misal- tangan atau salah satunya/fiVa. sulil a


nya mengulangi lafal niat, maka
i ] ’ * | —* ^ l ^ ^ i m i ^ ^ i IMW "WP1 i r 7
fikrifajar.wordpress.com
176 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 177

untuk mengangkat keduanya, tindak ittiba1; kepada Nabi saw.


dalam keadaan terbuka -jika
juga*
tertutup, hukumnya makruh-,
serta jari-jarinya sedikit renggang
antara satu dengan lainnya,
0* m'
setinggi (sejajar) dua pundak.
Sunah juga meletakkan kedua
tangan di bawah dada dan di atas
pusat, sebagai tindak ittiba1
kepada Nabi saw., serta per-
gelangan kiri dipegang tangan
kanan.

f // 2 ' L'' r'? 9


7 »
n S
/
Praktiknya, iijung jari sejajar
dengan ujung telinga, ibu jari
Kembali dengan meletakkan dua
sejajar dengan putik telinga, dan
tangan di bawah dada dan di atas
kedua tapak tangan sejajar V*
pusat (bersedekap) setelah meng¬
dengan kedua pundak, karena
angkat tangan bangun dari rukuk,
ittiba1 kepada Nabi saw. Cara
seperti inilah yang disunahkan. A— * oUsL.^ * q i adalah lebih utama daripada
melepaskan tangan lurus ke
bawah, lalu bersedekap lagi. I -" J

'4

Pengangkatan tangan dilakukan Imam Al-Mutawalli berpendapat,


secara bersamaan, mulai awal yang kemudian dipegangi oleh
takbiratul ihram, dan menurun- ulama lainnya: Sebelum takbi¬
kan kembali dengan berakhir ratul ihram serta mengangkat
bacaan takbir. tangannya, sebaiknya melihat ke
tempat sujud, menundukkan
kepala, lalu mengangkatnya
kembali (dan bagi orang yang
Demikian pula waktu rukuk, salat, disunahkan menunduk¬
sebagai tindak ittiba1 kepada kan kepala, sebab hal ini lebih
Nabi saw. yang tersebutkan dari mendekatkan sikap khusyuk
beberapa riwayat; dan waktu - pen).
berdiri dari rukuk; juga bangun
dari tasyahud pertama, sebagai 3. Berdiri:
Wajib bagi orang yang mampu
fikrifajar.wordpress.com
178 Terjetnah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 179

berdiri sendiri atau atas per- serta orang yang beser kencing,
tolongan orang lain, berdiri pada yang tidak mungkin menahan
salat fardu, sekalipun salat nazar hadasnya, kecuali dengan cara
atau mengulang salat. duduk (mereka boleh salat sambil
duduk).

Berdiri itu bisa terwujud (sah) Bagi orang yang melakukan salat
dengan meluruskan ruas-ruas dengan duduk, waktu rukuknya
tulang punggungnya, sekalipun supaya membungkuk sedikit,
dengan bersandar sesuatu, jika sehingga kening sejajar dengan
tidak ada ia akan jatuh. Dan ber¬ ujung lututnya.
sandar pada sesuatu itu hukum-
nya makruh.
Tidak sah berdiri dengan cara
membungkuk, jika cara tersebut Cabang:
mendekati. paling sedikit mela-
Guru kami (Ibnu H&jar) berkata:
kukan rukuk, apabila dia mampu
Orang sakit yang mampu berdiri
untuk berdiri tegak.
jika salat sendirian, tetapi tidak
mampu berdiri jika salat ber-
jamaah, kecuali sebagian dari
salatnya harus duduk, maka
baginya boleh salat berjamaah
dan duduk dalam sebagian
salatnya. Sekalipun yang lebih
Bagi orang yang sulit berdiri,
utama adalah salat sendirian.
salatnya dilakukan dengan cara
duduk, yaitu sekira ia amat payah
atau luar biasa untuk berdiri.
Masaqat tersebut oleh Imam Al-
Haramain dibatasi dengan:
Keadaan yang dapat meng-
hilangkan kekhusyukan salatnya
jika berdiri.
Demikian pula bagi orang yang
kalau membaca Al-Fatihah saja
bisa dilakukan tanpa duduk, tapi
jika disambung dengan surah
Begitu juga pengendara perahu terpaksa harus salat dengan
yang khawatir pusing jika berdiri duduk, maka ia boleh membaca
surah dengan cara duduk.
fikrifajar.wordpress.com
180 Terjemah Fat-hul Mu 'in Pasal: Tentang Sifat Salat 181

Sekalipun yang lebih utama S'* <.o y Ketika rukuk, ia wajib memberi ' # tf /. s fjp's
isyarat (kode) ke arah kiblat; dan
-MeLhi-.tidak membaca surah- O.
ketika sujud isyaratnya harus lebih
ke bawah daripada rukuk, jika
^nS lebih utama bagi orang yang
tidak mampu rukuk dan sujud.
salat dengan duduk, urutannya
adalah sebagai berikut: duduk
Iftirasy (duduk seperti ketika
tasyahud awal), bersila, kemudian
8 MS&S& y*°S yy/ *'
duduk tawarruk (duduk seperti
ketika tasyahud akhir).
S* e . S
Jika tidak bisa memberi isyarat
Jika masih tidak mampu salat dengan kepala, hendaknya
dengan duduk, maka boleh salat dengan pelupuk mata; kalau
dengan berbaring miring; muka masih tidak mampu, maka
dan bagian badannya meng- "l ' > C
cukuplah melakukan pekerjaan-
hadap kiblat. (Tetapi) jika mi-
pekerjaan salat di dalam hatinya.
ringnya ke arah kiri, adalah ■4js£.zy&l\

makruh hukumnya bila tanpa


uzur.
Bagi orang yang sakit, salat tidak
bisa lepas dafinya, selama masih
°J*3-
mempunyai akal. ,* I'

r% *
i
Para fukaha mengakhirkan
(Jika dengan cara berbaring j yy* 'S' y ^y * *y**y
(dalam penuturan rukun salat)
masih tidak mampu), maka salat- berdiri daripada niat dan takbi-
nya dengan tidur telentang, yaitu ratul ihram, padahal berdiri itu
dua telapak kakinya menghadap justru lebih dahulu dilakukan
ke ^rah kiblat.
orang yang salat, sebab niat dan

Bagi orang tersebut, wajib mele- j *+• yy y y *y y yy


takbiratul ihram merupakan
rukun dalam setiap salat, sekali¬
ss*?#**^
takkan semacam bantal di bawah o> pun salat sunah, sedang berdiri * iL* 2^46^ \

kepala, agar wajahnya dapat menjadi rukun dalam salat fardu


menghadap kiblat. j 0 ^ y *C. °\ saja.

Seperti halnya orang yang f


melakukan salat sunah, ia boleh ^
€i aI ;engan cara
fikrifajar.wordpress.com
182 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Sifat Salat 183
*

duduk atau berbaring, padahal ia


Kecuali rakaat makmum masbuk.
mampu berdiri atau duduk. Bagi
Karena itu, ia tidak wajib
yang melakukan dengan ber¬
membaca Al-Fatihah, bila tidak
baring, ia wajib duduk waktu
mendapat tempo cukup untuk
rukuk dan sujud.
membacanya, ketika imam masih
berdiri. Sekalipun hal tersebut
teijadi pada setiap rakaat.

Mengenai orang yang salat sunah


dengan telentang, padahal ia
«

mampu salat dengan berbaring,


maka salatnya tidak sah. Sebab terlambat dari imamnya
pada rakaat pertama dan ter-
tinggal imam (dalam rakaat selain
Dalam kitab Al-Majmu' disebut- pertama) -sebab terlalu sesak,
kan: Memperpanjang berdiri lupa atau gerakannya lambat-,
adalah lebih utama daripada sehingga setiap bangun dari
memperbanyak rakaat. sujudnya, imam selalu sudah
rukuk untuk rakaat berikutnya
(makmum yang tertinggal tiga
Di dalam kitab Ar-Raudhah: rukun yang panjang-panjang dari
Memperpanjang sujud adalah imamnya, adalah dimaafkani
lebih utama daripada memper¬ -pen).
panjang rukuk.

Dalam hal ini, imam yang suci.


dapat menanggung Fatihah atau
4. Membaca Al-Fatihah pada setiap sisanya yang belum terbaca dalam
rakaat, di bagian berdirinya. rakaat selain tambahan (jika ia
Berdasarkan sebuah hadis yang mengerti, bahwa rakaat yang ia
diriwayatkan oleh Imam Bukhari ikuti adalah rakaat lebihan
dan Imam Muslim: "Tidaklah sah -umpama dalam salat Asar imam
orang yang tidak membaca Al- berdiri lagi setelah mendapat 4
Fatihah1', maksudnya dalam setiap rakaat-, maka imam yang sema-
rakaat. cam ini tidak bisa menanggung
Fatihah makmum masbuk, tapi ia
wajib mengerjakan satu rakaat
-pen).
fikrifajar.wordpress.com
184 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: STentang Sifat Salat 185

Jika makmum masbuk tertinggal


bukan karena terleka melakukan Demikian juga harus memper-
kesunahan, tapi karena menyem- hatikan huruf-hurufnya.Jika lafal
purnakan Fatihah-nya, sehingga dibaca pendek, maka
imam iktidal, maka rakaatnya jumlah huruf dalam Al-Fatihah
tidak sah (tapi, jika terleka ada 141. Jika huruf bertasydid
melakukan kesunahan, misalnya dihitung dua huruf, maka jumlah
membaca doa Iftitah, masalah ini huruf Al-Fatihah ada 155. Juga
akan dijelaskan dalam Bab Salat harus memperhatikan makhraj-
Berjamaah -pen). nya. Seperti halnya makhraj huruf
dhad dan huruf-huruf lainnya.
Basmalah harus dibaca beserta
Fatihah. Sebab Basmalah ter-
masuk ayat daripadanya, Nabi
saw. juga membacanya, kemu-
dian diikuti dengan Fatihah, dan
menghitungnya termasuk ayat
dari Fatihah.

Karena itu jika seseorang mam-


pu membaca dengan benar atau
belajar, lalu mengganti satu huruf
Al-Fatihah dengan huruf lain,
sekalipun dhad denganzha', atau
Demikian juga Basmalah, ter¬ beraksi-aksian (pepilon; Jawa)
masuk dalam rangkaian setiap membaca yang sampai mengubah
surah dalam Alqur-an selain surah makna kalimatnya, misalnya
AI-Bara'ah. membaca kasrah atau dhammah
huruf pada mengas-
•erikut tasydid-tasydidnya yang rah huruf pada -jika
berjumlah 14. Sebab huruf yang huruf tersebut dibaca dhammah,
bertasydid itu dihitung dua huruf; tidak mengubah makna, tapi
karena itu, jika tasydid dihilang- kalau sengaja dilakukan dan
kan, berarti menghilangkan satu mengerti akan keharamannya,
huruf. maka salatnya menjadi batal. Jika
tidak mengerti atau tidak sengaja,
maka yang batal hanya bacaan Al-
Fatihah (salatnya tidak batal).
fikrifajar.wordpress.com
186 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal. Thntane Sijtit Salat IH7

Memang begitu! Jika ia mengu-


langi untuk inembenarkannya letapi guru beliau. Imam
sebelum berselang lama, maka /.ikariya, memantapkan kesahan
sempurna bacaannya. bacaan kedua. Begitu juga Imam
Al-Qadhi Husain dan Imam Ibnur
Rifah memantapkan kesahan
Mengenai orang yang tidak
bacaan pertama.
mampu membaca dengan benar,
dan tidak mungkin mempela-
jarinya, maka bacaannya tidak
dihukumi batal. Jika seseorang mampu membaca
dengan benar atau tidak mampu
Demikian pula tidak batal, bagi lantaran tidak mau belajar,
orang yang aksi-aksian membaca, menghilangkan tasydid suatu L_9 uc *■ bjL
tetapi tidak sampai mengubah huruf, misalnya membaca ’jcyk
makna, misalnya membaca dengan *'£3 (tidak idgham),
fat-hah huruf pada 'jCJsj . maka salatnya batal, bila sengaja
Tetapi kalau hal itu sengaja melakukan dan mengerti akibat
dilakukan, hukumnya haram; hukumnya. Kalau tidak sede-
kalau tidak, hukumnya makruh. mikian, maka yang batal adalah
bacaan kalimat tersebut.
Ulama Mutaqaddimin dan Muta*-
akhirin berselisih pendapat
S S’.* r
tentang membaca „ . 9
Jika ia menghilangkan (membaca
dengan huruf ha’, dan" membaca
huruf 3 dengan makhraj antara ringan)^tasydid yang ada pada
« Jlji v
lafal '/jtl, dengan sengaja dan / t 9 s S
O dan ii .
mengerti maknanya, maka di¬
hukumi kafir. Sebab maknanya
menjadi "sinar matahari". Kalau
tidak demikian, maka ia cukup
bersujud sahwi.
Guru kami dalam kitab Syarah
Minhaj memantapkan terhadap Jika ia menasvdid huruf yang
dua bacaan tersebut sebagai yang tidak bertasydid, maka tetap sah.
batal, kecali ketika masih belajar. Tetapi hal itu haram hukumnya
jika disengaja, misalnya berhenti
sebentar di antara sin dan ta
pada lafai ^ jj

s
Z «€ 4 mm

fikrifajar.wordpress.com
188 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Sifat Salat 189

Wajib memperhatikan pula kami ikut menyaksikan itu


sambung-menyambung dalam
semua).
membaca Al-Fatihah.
Dalam hal ini, harus dibaca seca-
ra bersambung antarkalimatnya,
tidak berjarak lebih lama dari
menghirup udara pernapasan
atau berhenti karena tersengal-
sengal.
Keterkaitan bacaan tersebut
dengan salat, karena imam
membaca Fatihah, ayat Sajdah
atau ayat lain yang karena ayat
tersebut disunahkan bagi pem-
baca, pendengar, makmum atau
Karena itu, bacaan Al-Fatihah bukan, di dalam salat atau di
harus diulang lagi apabila di luarnya7 agar membaca bacaan
tengah-tengahnya diselingi zikir itu.
lain yang tidak ada kaitannya
dengan salat, sekalipun hanya
sedikit -misalnya menyelipkan
sepotong ayat lain, bacaan
hamdalah orang yang bersin,
walaupun hal ini hukumnya sunah Jika orang yang salat membaca
bila di luar salat-, sebab penye- atau mendengar ayat yang
lipan semacam ini dapat me- me mu at nama Nabi Muhammad
malingkan dari bacaan semula. saw., baginya tidak disunahkan
membaca selawat, sebagaimana
yang telah difatwakan oleh Imam
An-Nawawi (karena itu jika ia
membacanya, maka akan memu-
tus Fatihahnya -pen).
Jika perkara yang diselipkan itu
s' ^
ada kaitannya dengan salat, maka
bacaan Al-Fatihah tidak wajib Fatihah tidak perlu diulang
diulangi lagi, misalnya membaca juga, jika seorang makmum
amin, sujud tilawah, doa baik mengingatkan imamnya yang
karena permohonan anugerah terhenti karena lupa sambungan
atau perlindungan dari siksa, dan ayat yang dibacanya, asal 1a niat
ucapan "Bala wa ana.... (Benar, membaca dan bahkan disertai
mengingatkan.
. ■ —

fikrifajar.wordpress.com
190 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifaf Salat 191

Hal ini dilakukan, -seperti di-


kemukakan oleh Guru kami- jika
imam sudah diam, jika ia belum
: i - Q* JiiiT-’jk, h.il ini tidak menjadi masalah.

listed
*

diam, maka peringatan tersebut


Sebagaimana halnya tidak batal,
dihukumi memutus bersambung-
nya (bacaan Fatihah makmum). |ika ia mengulangi suatu ayat dari
. Fatihah yang terletak pada
Mendahulukan bacaan "Subha-
nallah" sebelum mengingatkan
bacaan, adalah memutus Fatihah
i / /-» $ O/

** Ml »
teuipat berhentinya (misalnya
I'-'^a ayat
i.i mengulang-ulang -pen),
- a
-menurut beberapa tinjauan sekalipun tanpa ada uzur; atau
pendapat-. Sebab, tasbih tersebut mengulangi bacaan ayat sebe-
diucapkan bertujuan mengingat¬ liunnya, lalu dibaca terns sampai
kan (jika hanya untuk mengi¬ akhir atas dasar beberapa tinjau-
ngatkan saja,maka batallah salat- ,m pendapat.
nya, seperti disebutkan di atas
-pen). *
A* ***>
Cahang:
9 if .
& *
I ika di tengah-tengah Fatihah,
tz 3 ”

Bacaan Al-Fatihah hams diulangi seseorang merasa ragu; Sudah-


Icigi, jika dalam membacanya kah membaca Basmalah? Lantas
terputus dengan diam yang cukup i.i meneruskan bacaannya hingga
lama, sekira melebihi diam selesai, dan akhimya ingat, bah-
bernapas, jika hal ini dilakukan wa ia telah membaca Basmalah,
tanpa ada uzur, berupa tidak
maka ia wajib mengulang seluruh
mengerti atau lupa.
surah Al-Fatihah, menurut
beberapa tinjauan pendapat.

krraguan atas peninggalan satu


Imruf atau lebih dari Fatihah, satu
ivat atau lebih, setelah pem-
b.icaan Fatihah selesai, adalah
tidak ada pengaruh apa-apa.
Karena itu, jika zikir kalimat lain Sebab secara lahir Fatihah telah
atau berdiam yang lama itu dibaca secara sempuma.
dilakukan di tengah-tengah
Fatihah sebab lupa atau bodoh,
atau diamnya karena untuk
mengingat ayat seterusnya, maka
v*
fikrifajar.wordpress.com
192 Terjemah Fat-hul Mu'in
Fasal: TentangSifat Salat 193

Wajib mengulang Fatihah dari


awal, jika keraguan itu terjadi M.ol maknanya (jika mengubah
sebelum sempurnanya. Seperti maknanya, maka membatalkan
halnya masalah keraguan: Sudah salat -pen). Namun disyaratkan
S*"' \'* Si'
membaca Fatihah atau belum. menjaga (memperhatikan)
Sebab menurut asal, ia belum tasydid dan sambung-menyam-
membaca. Id Imngnya, sebagaimana dalam
Fatihah. .

. &£ f Barangsiapa tidak bisa membaca


St A

seluruh surah Al-Fatihah dan


Masalah-masalah yang berkenaan
tidak memungkinkan mempela-
dengan Fatihah di atas, adalah
jarinya sebelum sempit waktu
tberlaku juga pada rukun-rukun
salat atau membacanya lewat
salat yang lain. Karena itu, jika
semacam Mushhaf, maka baginya
merasa ragu: Sudah bersujud atau
wajib membaca 7 ayat (dari Alqur-
belum? Maka wajib bersujud; Atau
ragu setelah sujud: Apakah telah an), sekalipun secara terpisah
s' * *
meletakkan sejenis telapak
tangan (yaitu semua anggota
urutannya, asal tidak kurang dari
jumlah hunff Al-Fatihah.
i'KiZi
}9*' i yyy '— /
tujuh dalam bersujud - pen) atau
belum? Maka ia tidak wajib
mengulang sujudnya.
l.{| . w •>>’

Jika seseorang membaca surah


Fatihah dalam keadaan lupa, dan
ia sadar setelah sampai di ayat ^
Jumlah huruf Al-Fatihah dengan
serta tidak yakin ~<< ^ ^ n
menghitung Basmalah dan huruf-
akah
ikarf bacaan sebelumnya, maka ^
luiruf bertasydid adalah 156, serta
baginya wajib mengulangi
I dengan cara menetapkan alif
Fatihah dari permulaan.
lafal viiJU.

Wajib membaca Al-Fatihah secara dSu Jt cOl


tertib, seperti yang tertera
susunannya dalam Alqur-an
Jika ia hanya mampu membaca »/
yang kita maklumi bersama.
separo (sebagian) Al-Fatihah,
maka ia wajib mengulang-ulang-
Tertib tidak wajib dalam membaca nya sampai mencapai ukuran Al-
tasyahud, asal saja tidak merusak „ Iktihah tersebut.
194 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Basal: Tentang Si/at Salat 195
Jika ia tidak mampu membaca 7
ayat Alqur-an yang sebagai ganti membaca yang disunahkan
Fatihah, maka baginya wajib baginya, sebagaimana yang telah a*-*'
"membaca bentuk zikir yang dipaparkan oleh Guru kami
jumlah hurufnya tidak kurang dalam kitab Syarah 'Ubab. Beliau

■m
darijumlah huruf Al-Fatihah. herkata: Karena mendapatkan
Iftitah, adalah hal yang sudah
nyata, sedangkan ketertinggalan-
Jika membaca zikir masih tidak I S * 9. * **.9'' uya membaca surah adalah belum 4 *s *'*', *\, * .s" 3^9
mampu, maka cukup berhenti
jelas, dan bahkan kadang-kadang
'dalam tempo seukuran mem¬ tidak terjadi.
baca Al-Fatihah.

Sunah hukumnya -ada yang


mengatakan wajib- sesudah Doa Iftitah yang ada sebenarnya
takbiratul ihram pada salat fardu banyak sekali, tapi yang paling
ataupun sunah, selain ketika salat utama adalah riwayat Imam Mus¬
Jenazah, membaca doa Iftitah 9. SJ> 'z'*'
lim berikut: Wajjahtu wajhiya...
dengan suara pelan. Hal ini jika . a ' ° . ^ ^
(Kuhadapkan wajahku -maksudnya
tidak khawatir kehabisan waktu 7 +
badanku- ke hadirat Pencipta langit
\ /
salat dan bagi makmum, mem- dan bumi dengan patuh, artinya
punyai perkiraan penuh masih dengan menghindari agama-agama -> <0.
bisa mengikuti rukuk sang imam, non-Islam demi agama yang benar,
kesunahan itu selagi seseorang yaitu Islam, dengan sikap tunduk,
tidak tergesa-gesa dalam mem¬ serta aku bukan masuk golongan
baca ta'awudz atau Fatihah, orang-orang yang menyekutukan
sekalipun lupa; atau ia tidak mulai Allah. Sesungguhnya salat, ibadah,
bermakmum dalam keadaan hidup dan matiku, adalah milik
duduk bersama imam. Kesunah¬ fs S' 4 ? s/ / ^ -
s Allah, Tuhan Penguasa alam semesta. /✓ s' ** / **
an di atas sekalipun makmum Tiada penyekutu bagi-Nya, seperti
telah membaca amin bersama
imamnya.
itulah aku diperintah, lagi pula aku
iermasuk golongan orang-orang
b t L*j LUU
Islam).

* X-'"A: \y . \'\ "

Bahkan sekalipun makmum


khawatir kehabisan waktu untuk °o\j)
fikrsfajar.wordpress.com
196 Th jamah Fat-kul Mu'in
Fatal: TentangSifat Salat 197

Sunah bagi makmum yang men-


dsngan air, salju dan embun).
dengar bacaan imamnya, agar
mempercepat dalam membaca
doa Iftitah.

Doa Iftitah seperti di atas, sunah


J I ^ "
ditambah lagi doa yang sampai
kepada kita dari Nabi saw., bagi Sesudah membaca doa Iftitah dan
orang yang salat sendirian bertakbir pada salat Id, kalau
(munfarid), imam salat jamaah memang dilakukan, hukumnya
yang mahshur (jumlahnya ter- sunah membaca Ta'axuudz, walaupun
batas) yang bukan (terdiri dari) s'—i dalam salat Jenazah, dibaca
budak-budak dan wanita-wanita a dengan suara pelan, sekalipun*
bersuami yang semuanya rela Alicil dalam salat Jahriyah (sunah
untuk diperpanjang lafal-lafal mengeraskan suara), dan bahkan
9**9* / **9*s
salat, serta tiada makmum lain mulai salat dalam keadaan duduk
0
yangdatangmenyusul, meskipun bersama imam. Doa Ta’awudz
hanya sedikit, di samping itu ** * ^ ~ ^ tersebut dibaca pada setiap
f;-V ' >
tempat salat tersebut bukan
merupakan jalanan orang.
is; J rakaat, selagi tidak tergesa-gesa.
(sebab waktu sudah sempit) dalam
bacaan yang sekalipun karena
lupa.

Bembacaan Ta’awudz pada rakaat


pertama, adalah lebih sunah
Termasuk doa yang datang dari muakkad, dan meninggalkannya
Nabi saw., adalah riwayat yang
5 yLicr1' oVyU adalah makruh.
disampaikan oleh Imam Bukhari ft" s
Sunah wakaf di depan setiap ayat
dan Muslim sebagai berikut:
Allahumma ba'id baini..... dan
dalam Fatihah, sekalipun di akhir
Basmalah. Segolongan ulama
seterusnya. (Ya, Allah, jauhkanlah
berbeda pendapat. Meskipun ayat
antara diri dan kesalahanku sejauh
tersebut masih berkaitan dengan
timur dan barat. Ya, Allah bersihkan
ayat setelahnya (dalam hal
(suctkanlah) kesalahan diriku sebersih
makna), sebab hal ini ittiba* kepa¬
pakaianputih dari kotoran. Ya, Allah,
da Nabi saw. / * 9 ^ / /ti
bersihkanlah kesalahan diriku,
C-SXjj (j!
Oij'a< f
4s£AjsF
sebagaimana pakaian yang dicuci
'v . /S’
fikrifajar.wordpress.com
198 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Sifat Salat 199

Yang lebih utama adalah tidak Bagi makmum pada salat Jahri¬
wakaf pada ayat" f*#--*X* ] ”, yah, sunah membaca amin ber-
sebab tiada wakaf di sini, dan sama-sama imamnya, jika me-
menurut pendapat kami (Asy- mang ia mendengar bacaannya.
Syafi’iyah) ayat tersebut bukan I lal ini berdasarkan sebuah hadis
akhir ayat. yang diriwayatkan oleh Imam •’^,'rfi s/r ' , s' s' „
Bukhari dan Imam Muslim:
HJika imam membaca amin, maka
bacalah amin kalian semua. Karena,
Jika terpaksa wakaf pada ayat itu, barangsiapa membaca amin ber-
maka tidak disunahkan mengu- samaan bacaan malaikaty maka semua
lang dari awal ayat.
dosa (dosa-dosa kecil) yang telah lewat
diampuni

Sunah membaca "Amin" dengan


dibaca panjang tanpa tasydid,
cs&i-
serta akan lebih baik jika di- • n

tambah lafal "Rabbal 'alamin",


sesudah membaca Fatihah;
sekalipun di luar salat, setelah
berhenti sebentar, selagi belum Sepanjang pendapat kami
mengucapkan sesuatu selain (Syafi'iyah), yang disunahkan agar
"Rabbighfirlii". berusaha berbarengan antara
makmum dengan imam, hanyalah
dalam hal pembacaan amin saja.

Jika ia tidak bisa bersamaan amin


imam, maka hendaknya mem-
bacanya setelah bacaan amin
imam.
• 4^*17 .Jic." Jit

Jika imam menunda Ta’min ^ 3?iy \ S'd'f * \y


Sunah pula mengeraskan suara \
sampai di luar waktu yang semes-
dalam membaca amin pada salat
Jahriyah, sehingga bagi makmum linya disunahkan, maka makmum
0'^.,
dapat mengikuti bacaan imam- supaya membaca amin dengan
nya. suara keras.
fikrifajar.wordpress.com
200 Terjemah Fat-hul Mu'in PasaU Tentang Sifat Salat 201

Lafal -* l adalah Isim fi'il, dan surah; antara akhir surah


yang maknanya: "Kabulkanlah", dengan takbir rukuk; antara
dengan dimabnikan fat-hah, takbiratul ihram dengan doa
serta dibaca sukun jika wakaf lliitah; antara doa Iftitah dengan
(berhenti). laawudz; dan antara Ta'awudz
. t? , SJ \ \ X, /X
dengan Basmalah.

Cabang:
Bagi imam dalam salat Jahriyah,
sunah diam sebentar setelah
membaca amin, seukuran mak-
mum membaca Fatihah, jika ia
mengerti, bahwa makmum dalam Sunah juga membaca satu ayat
waktu tersebut membaca Fatihah, atau lebih setelah membaca Al-
seperti yang lahir (jelas). Fadhah. Yang lebih utama adalah y /i 4/. ✓/ / f*

tiga ayat. v *

Bagi yang membaca dari tengah-


tengah surah, tetaplah sunah
membaca Basmalah- Demikianlah
Selama diam tersebut, hendaknya vane telah dinash oleh Imam
imam terleka dengan berdoa
Syafi'i.
atau lebih utama lagi membaca > *«f
ayat-ayat lain (secara pelan- • 3S>lUi
pelan).
Pokok kesunahan di sini sudah
Guru kami berkata: Sekarang bisa terwujud dengan cara
jelaslah, bahwa bagi imam sunah tnengulang sebuah surah dalam
memperhatikan ketertiban dan dua rakaat; dengan mengulangi
sambung-menyambung ayat pembacaan Al-Fatihah lagi, jika
/
yang dibaca selama diam dengan tidak hafal yang lain; dan dengan
ayat sesudahnva. membaca Basmalah tanpa ber-
tujuan sebagai ayat pertama dari
Al-Fatihah.

Faedah:
Sunah diam sebentar, sepanjang
bacaan Subhanallafi" antara amin
fikrifajar. press.com
202 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 203

Membaca satu surah penuh -bila i s ' Karena ia akan mengucapkan


tidak ada riwayat dari Nabi saw. sesuatu yang bukan Qur-an,
membaca sebagian surah, seperti padahal tidak terdapat unsur
dalam salat Tarawih (dalam salat keterpaksaan (sebab membaca
Tarawih ada riwayat dari Nabi, surah itu hukumnya hanya sunah
bahwa yang sunah adalah menye- - pen).
lesaikan sampai khatam -pen)-,
adalah lebih utama daripada Hukum tidak membaca Surah itu
membaca sebagian surah, sekali- boleh. (Tapi) menurut kesimpulan
pun ayat yang dibacanya panjang dari pembicaraan Imam Al-
(bila dibandingkan dengan satu Haramain, adalah haram mem¬
surah penuh). baca selain AJ-Fatihah bagi orang
seperti di atas.
Makruh meninggalkan membaca
ayat Qur-an setelah membaca Al- Membaca surah itu sunah di-
Fatihah (dalam salat selain salat lakukan hanya pada rakaat
Jenazah dan salat orang tidak pertama dan kedua dalam salat
menemukan air dan debu, di yang berakaat empat atau tiga
mana ia adalah orang sedang (dasarnya adalah ittiba' kepada
junub -pen). Hal tersebut di- Nabi saw -pen).
maksudkan untuk menjaga
perselisihan dengan ulama yang Tidak disunahkan membaca ayat
menghukumi wajib membaca surah. (surah) pada dua rakaat yang
akhir (ke-3 dan ke-4), kecual' bagi
Terkecualikan dari ketentuan makmum masbuk yang tidak
"dibaca setelah Fatihah", apabila mendapatkan rakaat ke-1 dan ke-
ayat tersebut dibaca sebelumnya; 2 bersama imamnya. Ia sunah
hal ini tidak terhitung men- membacanya pada rakaat ke-3
dapatkan kesunahan, bahkan dan ke-4, di mana ia tidak sempat
dihukumi makruh. membacanya bersama imam,
selagi pembacaan ayat tersebut
tidak gugur atas dirinya; (jika
sudah gugur, maka ia tidak sunah
Sebaiknya, bagi orang yang jika VV* ♦ 'o' membacanya), sebab ia adalah
membaca selain Fatihah menga- makmum masbuk atas yang
lami lahn (aksi-aksian) yang sam¬ ditemukan pada imamnya.
pai mengubah makna, sekalipun
terjadi sebab tidak bisa belajar,
agar tidak membaca selain ayat
Fatihah itu.
>\. ''

*
fikrifajar.wi ress.com
204 Tcrjtmah Fat-hut Mu 'in
Basal: TentangSifat Salat 205

Sebab imam itu dapat menang-


gung Fatihah makmum masbuk; adalah yang pertama (yaitu
apalagi bacaan surahnya. membaca surah Al-Falaq -pen),
seperti yang dikomentarkan oleh
Guru kami dalam kitab Syarah
Minhaj (yang Muktamad: Mem¬
baca sebagian surah Al-Falaq,
karena untuk mengumpulkan
Sunah memperpanjang bacaan
antara tertib dan memanjangkan
surah pada rakaat pertama dari
rakaat kedua, selagi tidak ter- bacaan surah pada rakaat ke-1
dapat Nash Nabi saw. yang - pen).
menganjurkan memperpanjang
Kesunahan membaca ayat di atas
bacaan surah pada rakaat ke¬
dua. hanyalah bagi imam, orang yang
salat sendirian dan makmum yang
tidak mendengarkan bacaan
imamnya dalam salat Jahriyah.
Sunah juga membaca surah seca-
ra tertib seperti yang ada dalam Jika makmum sudah mendengar¬
kan bacaan imamnya, maka
Mushhaf (sebagaimana membaca
baginya makruh membaca ayat.
surah Al-Falaq, lantas An-Nas
Bahkan ada yang mengatakan
-pen) dan beruntun, selagi surah
yang berada di belakangnya tidak haram.
lebih panjang.

Jika membaca surah secara tertib \ “* \ ^ ^f ^ s


Mengenai makmum yang tidak
attan menyebabkan terjadi bacaan i O
mendengarkan bacaan imamnya
pada rakaat ke-2 lebih panjang ^ ^
✓ < ? atau dapat, tetapi huruf-huruf-
daripada rakaat ke-1, misalnya
nya tidak jelas, maka disunahkan
pada rakaat ke-1 membaca surah
membacanya secara pelan-pelan.
Al-Ikhlash, lantas untuk rakaat
Namun baginya disunahkan
ke-2 apakah membaca surah Al-
sebagaimana pada dua rakaat
Falaq, karena menitikberatkan
pertama salat Sirriyah -meletak-
aturan "tertib", atau membaca
kan Fatihah sesudah imamnya,
surah Al-Kautsar, karena
jika ia mengira masih cukup untuk
menitikberatkan memper-
membaca Fatihah sebelum rukuk.
panjang rakaat pertama". Kedua
a a i di atas mas h sama-sama
ihtimal (serba keraungkinan). laps
yang lebih mendekati kebenaran.
fikrifajar.wordpress.com
206 Terjemah Fat-hul Mu'in
• PasaU Tentang Sifat Salat 207

Sementara dalam waktu menanti


imamnya, baginya sunah terleka Jumat (pada rakaat ke-1 dan ke-
dengan membaca doa, bukan 2), sunah membaca surah Al- 4jj—1 *
membaca Alqur-an. Jum'ah lalu Al-Munaafiquim,
atau Al-A’la lalu Al-Ghaasyiyah;
dan pada salat Subuhnya -jika
Imam Al-Mutawalli berkata, waktunya- cukup-, sunah mem¬
kemudian ditetapkan oleh Imam baca surah Alif Laam Tanzil As-
Ibnur Rifah: Bagi makmum, Sajdah lalu Hal Ataa (Ad-Dahr),
makruh membaca Fatihahsebe- dan pada salat Magribnya, sunah
lum imam memulainya, sekalipun membaca surat AI-Kaafiruun lalu
hal itu pada salat Sirriyah, sebab Al-Ikhlaash.
masalah sah Fatihah yang
sedemikian itu masih diper-
selisihkan, dan ada pendapat,
bahwa hal tersebut menyebabkan
ba£alsafatnya,jika makmum selesai
membaca Fatihah sebelum
Dua surah (Al-Kafiruun dan Al-
imamnya.
Ikhlaash) sunah dibaca pada salat
Subuh hari Jumat dan hari
lainnya, bagi orang yang sedang
bepergian; juga dibaca pada salat
Cabang: Qabliyah Subuh, Maghrib, Tha-
Sunah bagi makmum yang sudah waf, Tahiyatul mesjid, Istikharah
selesai membaca Fatihah pada dan Ihram, sebagai sikap ittiba'
rakaat ke-3, ke-4, atau selesai kepada Nabi saw. dalam ke-
membaca tasyahud awal sebelum semuanya itu.
imamnya selesai, agar berdoa atau
membaca Alqur-an; sedang yang
terakhir, adalah lebih utarna
daripada berdoa. Cabang:
Jika seseorang meninggalkan
bacaan satu dari dua surah yang
telah ditentukan di atas pada
rakaat pertama, maka pada
rakaat ke-2 hendaknya dibaca
kedua-duanya; kalau pada rakaat
Bagi orang yang menghadiri
pertama membaca surah yang
salat Jumat dan Isyak malam
mestinya sunah dibaca pada
fikrifajar.wordpress.com
208 Tetjemah Fat-hul Mu’in
Pasal: Tentang Sifat Salat 209

rakaat ke-2, rnaka pada rakaat


membaca surah yang mesti- lagi, supaya membaca surah Alif
nya dibaca pada rakaat pertama. Laam Tanzil, sebagaimana yang
telah difatwakan oleh Imam Al-
Kamal Ar-Radad, yang diikuti
Jika ia terlanjur membaca surah
oleh Guru kami dalam kitab
yang bukan ditentukan di atas,
Fatawa- nya.
sekalipun karena lupa, maka
sunah memotongnya dan ganti
membaca surah yang ditentukan
di atas. Namun, kesimpulan dari pem-
bahasan beliau dalam kitab Syarah
Minhaj, bahwa orang tersebut

Dalam keadaan waktu telah


supaya membaca surah Hal Ataa
(Ad-Dahr), ] uga pada rakaat
11A
mendesak, membaca dua surah
kedua-duanya.
yangpendek-pendek adalah lebih
utama daripada potongan dua
surah panjang-panjang yang Jika imamnya tadi tidak mem¬
telah ditentukan di atas, lain baca surah Ad-Dahr, maka nanti
halnya dengan pendapat Imam pada rakaat kedua makmum
Al-Fariqi. supaya membaca surah Alif Laam
Miim Sajdah dan Ad-Dahr.

Jika hafalnya hanya sebuah surah


Jika seorang makmum menemu-
saja dari yang telah ditentukan,
kan imam dalam keadaan rukuk
maka hendaknya surah itu di¬
pada rakaat ke-2, maka seperti
baca dan yang lainnya diganti
halnya imam, baginya tidak mem¬
dengan surah yang dihafal,
baca apa-apa (sehingga imam
sekalipun akan menyebabkan
tidak berurutan. tidak bisa menanggung bacaan
surah makmum - pen), karena itu
pada rakaat kedua-duanya supaya
membaca surah Ad-Dahr dan Alif
jika misalnya seseorang mulai
Laam Miim Sajdah, sebagaimana
bermakmum pada rakaat ke-2
yang difatwakan oleh Guru kami.
salat Subuh hari Jumat dan
mendengarkan imam membaca
Peringatan!
surah Hal Ataa (Ad-Dahr), maka
Bagi selain makmum, disunah-
setelah imam salam dan ia
kan agar membaca Al-Fatihah
meneruskan salatnya satu rakaat
dan surah dengan suara keras
pada rakaat ke-1 dan ke-2 dalam
rv p 4 — -

fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sifat Salat 211

210 Terjemah Fat-hut Mu'in

Dalam salat sunah Mutlak di


salat Subuh, Magrib, Isyak, Jumat malam hari, sunah mengeraskan
dan kadha yang dikerjakan suara.
antara terbenam Matahari dan
terbitnya kembali, salat dua hari
raya —dalam hal ini Guru kami
Sunah bagi orang yang salat
berpendapat: Sekalipun salat hari
sendirian, imam dan makmum,
raya itu kadha—, salat Tarawih, W:
agar bertakbir setiap turun dan
Witir Ramadhan dan Gerhana a
bangun kembali, sebagai sikap
Bulan (sedang salat Gerhana
ittiba* kepada Nabi saw.
Matahari adalah sunah membaca
secara sirri/pelan-pelan -pen). \ ***/ "i 's' • '

oUA*jjp33

Bagi makmum dimakruhkan Kecuali waktu bangun dari rukuk


membacanya dengan suara keras, di sini tidak disunahkan bertakbir,
sebab ada larangan. tapi membaca: Samiallah.... dan
seterusnya (Allah swt. mendengar
Bagi orang yang salat dan lainnya orang yang memuji-Nya).
(misalnya orang yang memberi
nasihat, pembaca dan pengajar
-pen), tidak diperbolehkan
mengeraskan suara, bila meng- Sunah memanjangkan takbir
ganggu semacam orang yang sampai masuk pada rukun baru,
sedang tidur atau salat. Karena sekalipun antara rukun baru
di dalam kitab Al-Majmu'f di- dengan rukun sebelumnya di-
pisah dengan duduk istirahat.
nyatakan makruh.

Sebagian fukaha membahas


adanya larangan bersuara keras
dalam membaca Alqur-an atau
lainnya, yang ada di hadapan
siapa saja secara mutlak (baik Sunah mengeraskan suara takbir
menganggu ataupun tidak -pen). pindah rukun, seperti ketika
Sebab mesjid itu pada asalnya takbiratul ihram, bagi imam dan
diwakafkan untuk orang-orang Mubalig (penyambung suara
salat, bukan untuk ahli pidato imam), kalau memang diperlu-
dan qiraah. kan adanya. Tapi hukum sunah
ini, jika diniati sebagai zikir (saja)
fikrifajar.wordpress.com
212 Terjemah ficU-kul Mu in Pasal: Tentang Sifat Salat 213

atau zikir sambil memberi Hal itu jika anggota badan se-
pendengaran; Kalau tidak sede- seorang wajar (normal ke-
mikiart adanya, maka batal jadiannya).
salatnya, sebagaimana yang *

dikatakan oleh Guru kami dalam Demikian ini adalah batas mini-
kitab Syarah Minhaj. inal dalam rukuk.

Sunah waktu rukuk: Meratakan


punggung dengan kuduk. Yaitu
dengan cara menarik ruas-ruas
Makruh mengeraskan suara persendiannya sedemikian rupa,
takbir bagi orang selain tersebut sehingga menjadi seperti sehelai
di atas, yaitu bagi orang yang salat lembaran, sebagai tindak ittiba*
sendirian dan makmum. kepada Nabi saw.

Sebagian fukaha berkata: Pe-


nyambungan suara imam itu
hukumnya adalah Bid'ah Mun- Memegang dua lutut yang dalam
karah atas kesepakatan empat keadaan tegak (tidak bengkok)
mazhab, selama suara imam tidak berhimpitan, dengan dua
masih dapat didengar oleh para telapak tangan yang terbuka dan
makmum. jari-jarinya agak merenggang
satu sama lainnya.

5. Rukuk. Yaitu membungkukkan


badan, sehingga kedua telapak
J) Membaca: Subhanallah. dan
tangan -bukan jari-jari- dapat
seterusnya 3x (Maha Suci Tuhanku,
mencapai pada lutut. Karena itu,
Maha Agung dan dengan pujian-
belumlah cukup hanya meletak-
Nya), sebagai tindak ittiba* kepada
kan pucukjari pada lutut, jika mau
Nabi saw.
meletakkan tapak tangan pada
lutut.
Bacaan tasbih dalam rukuk serta
Mijud, setidaknya sekali; sekali-
pun dengan subhanallah, dan
fikrifajar.wordpress.com
214 Tetjemah Fat~hul Mu'in ftnal I'entang SifCl f Salat 215

paling banyak 11 kali. seterusnya, adalah lebih utama


daripada membaca tasbih sam-
pai 1 1 kali (tanpa ditambah
Allahumma dan seterusnya.).
Orang yang tersebut di atas
(munfarid dan imam salat jamaah
mahshurin), sunah menambah-
kan dengan: Allahumma raka'tu...
dan seterusnya. (Ya, Allah, aku
rukuk ke hadirat-Mu, beriman Makruh melakukan rukuk dengan
kepada-Mu, terser ah diri kepada- batas minimal saja, demikian juga
Mu, pendengar, penglihatan , keterlaluan menundukkan kepala
,
sumsum tulang, urat, rambut dan
di bawah garis lurus punggung.
kulitku, semua tunduk kepada-Mu,
dan semua yang ada di badanku
,
adalah milik Allah Tuhan semesta
dam).

Sunah bagi laki-laki mereng-


gangkan kedua sikunya dengan
lambung dan perut dari paha
ketika rukuk dan sujud.

Waktu rukuk dan sujud, disunah-


kan membaca: Subhaanaka.... dan
seterusnya. (Ya, Allah, Maha Suci
Engkau; Ya, Allah, dengan pu - ) Cl Uct'
Bagi selain laki-laki, sunah meng~
jian kepada Engkau, ampunilah himpitkannya ketika rukuk dan
aku).
sujud,

Jika seseorang ingin mencukup-


kan bertasbih atau berzikir, maka Peringatan!
tasbih adalah lebih utama. Waktu turun untuk rukuk, wajib
tidak dimaksuidkan untuk hal
lain. Jika turunnya untuk sujud
Tilawah, lalu setelah sampai pada
Membaca tasbih sebanyak tiga batas rukuk (ia tidak jadi sujud),
kali yang diteruskan dengan tapi rukuk, maka rukuknya tidak
bacaan Allahumma laka rakdtu sah. Tapi ia harus berdiri tegak
dulu, baru rukuk. Begitu juga
fikrifajar.wordpress.com
/Van/ Vrntanft Sifat Salat 217
216 - Terjemah Fat-hul Mu'in

dalam masalah iktidal, sujud dan makmum wajib spontan kembali


duduk antara dua sujud (disyarat- melakukannya. Kalau tidak, maka
kan tidak bertujuan selainnya). salatnya batal. Kalau orang yang
ragu tersebut adalah makmum,
maka setelah salam imam ia
menambah satu rakaat.

Ketika sedang bangkit dari


rukuk, sunah mengucapkan:
Sami'allah... dan seterusnya.
(Allah menerima pujian orang yang
memujiNya).
Jika selain makmum (imam dan
munfarid) ketika sujud merasa
ragu: Apakah ia sudah rukuk atau
belum?, maka secara spontan ia
Ucapan tersebut sunah diucapkan
wajib berdiri tegak lalu rukuk,
oleh imam dan mubalig dengan
tidak boleh bangkit dengan posisi
rukuk. suara keras, sebab bacaan itu ter-
masuk zikir untuk pindah rukun.

Setelah berdiri tegak, sunah


6. Iktidal, sekalipun pada salat mengucapkan: Rabhana lakal-
, sunah, menurut pendapat Muk- hamdu. dan seterusnya. (Ya,
tamad. Iktidal dapat dinyatakan Allah, bagi-Mu4ah ujian sepenuh
dengan berdiri kembali dari langit dan bumi serta sepenuhnya
rukuk, seperti posisi semula se- segala kehendak-Mu setelah itu);
belum rukuk, baik posisi berdiri maksudnya seperti Al-Kursy dan
atau duduk (bagi orang yang salat 'Arsy.
dengan duduk).

Lafal adalah dibaca rafa\


Jika ragu, sudahkah beriktidal
berstatus sebagai sifat; bisa juga
dengan sempurna? Maka selain
fikrifajar.wordpress.com
218 Terjemah Fat-hul Mti'in
Pasal: Ten fang Sifat Salat 219

dibaca nashab, berstatus sebagai


keterangan hal, berarti dengan Makruh qunut pada separo bulan
mengira-ngirakan lafal Ramadhan awal (tanggal 1-15),
(pujian) sebagai jisim. ^ sebagaimana halnya makruh pada
salat-salat sunah lainnya.

Bagi orang di atas (munfarid dan


imam jamaah mahshurin), sunah Disunahkan berqunut Nazilah
menambah dengan Ahlats- sebab ada bencana yang menimpa
tsana...... dan seterusnya. (Wahai, orang-orang Muslim, sekalipun
ahli Pemangku pujian dan seorang saja, di mana ia ber-
keagungan, yang paling benar untuk manfaat untuk umum, misalnya
diucapkan oleh harnba. Rita semua ada orang alim atau pemberani
adalah hamba Engkau , Tiada yang tertawan oleh musuh, ketika
penghalang atas apa yang telah salat fardu lima waktu, ketika
Engkau berikan; tiada pemberi atas iktidal rakaat terakhir, sekalipun
apa yang telah Engkau halangi; dan bagi makmum masbuk yang sudah
tiada berguna keagungan yang berqunut bersama imamnya. Hal
dimiliki oleh manusia; dari sisi itu berdasarkan Ittiba' kepada
Engkau-lah sumber keagungan itu.
Nabi saw.

Sunah berdoa Qunut ketika salat


Subuh, yakni ketika iktidal pada
rakaat kedua, setelah membaca
zikir termaktub, hal ini ber-
Dalam masalah bencana itu, baik
dasarkan beberapa tinjauan.
berupa gentar menghadapi
Zikir tersebut sampai pada
musuh, sekalipun sesama Muslim,
lafal A3J ^
kelaparan atau wabah penyakit
menylar.

Dengan kata-kata "salat fardu",


maka terkecualikan salat sunah,
Sunah juga pada iktidal rakaat
terakhir salat Witir pada separo sekalipun salat hari Raya dan
Nazar. Karena itu, doa Qunut
terakhir bulan Ramadhan,
tidak disunahkan pada kedua
sebagai tindak ittiba' kepada
salat tersebut (akan tetapi tidak
Nabi saw.
makruh juga jika dikerjakan
-pen).
fikrifajar.wordpress.com
220 Terjemah Fat-hut Mu'in Pasal: Tentang StfatrSalat 221

Qunut dibaca dengan mengarig- orang-orang yang Engkau kasihi;


kat kedua tangan setinggi Berikanlah anugerah Engkau
pundak, sekalipun sedang mem- padaku; jagalah daku dari takdir
baca pujian, sebagaimana dalam jelek Engkau, karena sesungguh-
doa-doa Iain; hal ini sebagai nya Engkau-lah Pemasti dan tidak
tindak ittiba1 kepada Nabi saw.
dapat dipastikan; Tiada hina bagi
orang yang Engkau angkat; Tiada
mulia bagi orang yang telah 'Vs. SS
Di kala berdoa untuk meng- Engkau musuhi; Maha Suci
hasilkan sesuatu, misalnya Engkau, wahai, Tuhanku, dan
menolak bencana selama Maha Tinggi Engkau; Bagi
umurnya, supaya menjadikan Engkau semua keputusan Engkau;
bagian dalam telapak tangan daku mohon ampun dan tobat
ditengadahkan ke arah langit kepada Engkau).
(atas); dan di kala berdoa untuk
menghilangkan bencana yang
menimpa, supaya membalik
S&i
telapak tangannya.
Set£teh doa di atas, sunah
membaca salawat-salam buat
Baginda Nabi saw. dan keluar-
ganya, di mana hal ini tidak
Bagi khotib makruh meng-
disunahkan pada awal doa
angkat tangannya di kala
berdoa.
Qunut.
• 45
Bagi orang yang salat munfarid
Jenis doa Qunut adalah: (sendjrian) dan imam jamaah
Allaahummahdinii fiiman Mahshurin, sunah menyam-
hadait ... dan seterusnya. (Ya, bung doa di atas dengan qunut
Allah, tunjukkanlah daku seperti yang dibaca sahabat Umar r.a.
orang yang telah Engkau ketika salat Subuh, yaitu: Al-
tunjukkan; sejahterakanlah daku laahumma innaa...dan seterus¬
seperti orang yang telah Engkau nya (Ya, Allah, sesungguhnya
beri kesejahteraan; kasihanilah kami mohon pertolongan ampunan
daku seperti orang yang telah dan hidayah-Mu; kami beriman
Engkau kasihi; -maksudnya, dan berserah diri kepada-Mu;
masukkanlah daku ke golongan kami memuji-Mu dengan segala
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sifat $alat 223
222 Terjemah Fat-hul Mu'in

akhir surah Al-Baqarah.


kebaikan; kami bersyukur dan
Begitu juga, qunut itu cukup
tidak kufur kepada-Mu; serta kami
dengan membaca segala
tidak kenal dan meninggalkan
bentuk doa, sekalipun tidak
orang yang lancang kepada-Mu.
bersumber dari Nabi saw.
Ya, ,
Allah hanya kepada-Mu-lah
,
kami beribadah salat dan sujud;
Guru kami berpendapat:
hanya kepada-Mu kami bergegas
Pendapat yang jelas argumen-
dan berlari; kami mengharap
tasinya, bahwa Qunut Nazilah
rahmat dan takut siksa dari-Mu , iiu dilakukan setelah membaca
sesungguhnya siksa-Mu adalah hal
qunut salat Subuh, lalu ditutup
benar terjadi pada orang-orang
dengan memohon supaya
kafir).
bencana yang sedang menimpa
ilu lenyap.

Dalam membaca qunut, bagi


imam sunah mengeraskan
Kemudian, karena qunut yang
suaranya, sekalipun dalam salat
pertama tadi ditetapkan oleh
sirriyah.
Nabi saw., maka lebih di-
dahulukan daripada qunut
sahabat Umar ini. Karena itu, Sedang bagi makmum yang
bagi orang yang mencukupkan tidak mendengar qunut imam
diri dengan satu qunut, maka dan orang yang salat sendiri-
bacalah qunut yang pertama au, mereka tidak diperintah
tadi. mengeraskan suara, tapi
licndaknya membaca pelan-
pelan secara mutlak (baik
dalam salat jahriyah atau
mi riyah, dan baik salat Subuh

alau lainnya -pen).


Kalimat-kalimat doa Qunut itu
tidak ditentukan susunan
Bagi makmum yang jnen-
redaksinya. Karena itu, sudah
drngar qunut imam, ia sunah
cukup doa Qunut dengan
membaca amin dengan suara
membaca ayat Alqur-an yang
kcras, karena berdoa atas
berisikan doa, jika dimaksud-
luraan imamnya.
kan untuk qunut, misalnya
fikrifajar.wordpress.com
224 Terjemah Fat-hul Mu'in

Termasuk doa, adalah mem- Yang jelas, kemakruhan meng¬


baca salawat atas Nabi saw. khususkan dirinya dalam ber-
Karena itu, makmum agar doa di atas, adalah diarahkan
membaca amin atas bacaan itu, [>ada doa yang tidak datang
menurut beberapa tinjauan dari Nabi saw. dengan bentuk
pendapat. lfrad, padahal beliau seorang
imam dan hal ini justru banyak
Mengenai isi doa qunut yang sekali (kalau doa itu datang dari
berisi pujian, yaitu mulai
Nabi saw. dengan bentuk
kalimat^^jiibji sampaiakhir, rnufrad, maka bagi imam tidak
makmum supaya membaca dimakruhkan mengkhususkan
sendiri dengan suara pelan- dirinya dengan doa itu -pen).
pelan. Sedang bagi makmum
yang tidak mendengar qunut Di antara Ulama Huffazh (ahli
imam atau mendengar, tapi ilmu Hadis) berkata: Sesung-
tidak paham, supaya membaca guhnya semua doa Nabi adalah
qunut dengan suara pelan. dengan bentuk lfrad (tunggal).
Berangkat dari sini, sebagian
Bagi imam makruh mengkhu- dari mereka mengkhususkan
suskan doa untuk dirinya berdoa dengan bentuk jamak
sendiri, -maksudnya dalam doa hanya dalam berqunut saja.
qunut-, sebab ada larangan
bagi imam untuk mengkhusus- 7. Sujud dua kali untuk tiap-tiap
kan dirinya seperti ini. rakaat, pada sesuatu yang
bukan bawaan orang yang salat,
sekalipun ikut bergerak sebab
gerak orang itu; dan sekalipun
bersujud di atas balai-balai
(ranjang) yang turut bergerak
Imam supaya membaca
sebab geraknya.
dan semua lafal yang di-athaf- Sebab, barang tersebut bukan
kan dengannya diucapkan termasuk bawaannya.
dengan bentuk dhamir jamak.

Pada dasarnya, hal yang se-


macam ini berlaku dalam Karena itu, sujud di atas tempat
semua bentuk doa. scmacam itu tidak ada masalah.
fikrifajar.wordpress.com
226 Terjemah Fat-hul Mu'in .
Pasal: Tentang Sifat Salat 227

sebagaimana bersujud di atas


bawaannya, tetapi tidak ber- (barang itu seperti kertas dan
gerak atas gerak orang itu, sebagainya -pen).
misalnya, pucuk selendang
yang panjang. Sujud itu dilakukan dengan
rnenyungkur. Yaitu bagian
pantat dan sekitarnya berada
pada posisi lebih tinggi
Tidak termasuk dalam kete- daripada kepala; Dasarnya
rangan "pada sesuatu yang adalah ittiba’ kepada Nabi
bukan bawaannya", bila sujud saw.
pada bawaannya yang turut
bergerak atas gerak orang yang Jika kepala lebih tinggi dari¬
salat, seperti bersujud pada pada pantat dan sekitarnya,
pucuk serban, maka sujud ini atau sejajar, maka belumlah
hukumnya tidak sah. bisa dianggap cukup. Memang
begitu, (tapi) jika ternyata
pada badan orang itu ada suatu
Sujud di atas pucuk serban itu ciri (cacat) yang tidak memung-
membatalkan salat, jika di- kinkan untuk bersujud kecuali
sengaja dan meYigerti akan dengan cara demikian, maka
keharamannya. Kalau tidak hal itu sudahlah mencukupi-
sedemikian rupa, maka cukup- nya.
lah mengulang sujudnya.
(Sujud) dilakukan dengan
meletakkan sebagian kening¬
Sah sujud di atas tangan orang
nya dengan keadaan terbuka.
lain atau semacam sapu tangan
yang dipegang tangannya
sendiri, sebab barang ini
dihukumi sebagai terpisah. Jika pada keningnya terdapat
penghalang semacam pem-
balut, maka sujudnya tidak sah.
Kecuali balutan luka yang sulit
Jika bersujud pada sesuatu untuk dilepas, maka sujud
yang kemudian melekat pada dengan keadaan seperti ini
keningnya, adalah sah saja, dan hukumnya sah.
wajib menghilangkan barang
tersebut ketika sujud kedua
fikrifajar.wordpress.com
228 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 229
Dan dengan menekankan
keningnya pada tempat salat, j) anggota selain kening tersebut
sehingga tempat itu dapat di atas, sebagaimana sunah
terbebant dengan berat kepala. membuka selain kedua lutut
J—** Jj ‘
Hal ini berbeda dengan (untuk lutut hukumnya makruh
pendapat Imam Al-Haramain. inembukanya -pen).

,

Ketika sujud, sunah meletak¬


kan hidung, bahkan karena
Juga dengan meletakkan n s' "\ y ns
sepasang lutut, telapak tangan, 3 d?*? K^1 j) sebuah hadis sahih, hal itu
hukumnya sunah muakkad.
dalam jari-jari tangan, dan
Dari hadis tersebut ada peri-
sebagian jari-jari kaki, bukan ^ 99% 9S Z '
dapat yang mewajibkannya.
yang lain, misalnya: tepi jari,
ujung jari dan jari samping
luarnya.
Sunah memulai bersujud
UkA Y>i
dengan meletakkan sepasang Jj I
lutut secara merenggang, kira-
kira sejarak satu jengkal, lalu
dua telapak tangan sejajar
pundak dengan lengan
terangkat di atas tanah dan jari s S s'
membentang (tidak meng-
genggam), tapi saling ber-
himpitan serta menunjuk ke
arah kiblat. Lalu meletakkan
kening bersama-sama hidung-
Jika jari kaki telah hilang, nya.
tetapi dapat meletakkan bagian
dalam saja, maka hal ini tidak
wajib dilakukan, sebagaimana
kesimpulan dari pembahasan Juga sunah merenggangkan '*.9°
» * .

Guru kami berdua (Imam An- kedua tumit sejarak satu


Nawawi dan Imam Ar-Rafi’i). jengkal, menegakkannya untuk
jari-jari menghadap kiblat, dan
inengeluarkan tumit dari
pakaian bagian bawah (bagi
Tidaklah wajib pula (tapi selain wanita dan khuntsa
sunah), menekankan anggota- -pen).
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sifat Salat 231
230 Terjemah Fat-hul Mu'in

Sunah memperbanyak doa it' [''■’’('ft** '


Di kala sujud, sunah niembuka
dalam sujud. Di antara doa
mata, seperti yang dikemuka-
yang datang dari Nabi saw.
kan oleh Imam Ibnu ’Abdis u*
adalah: Allaahumma innii ...
Salam, yang kemudian di- iK^Aj3
dan seterusnya. (Ya, Allah, aku
kukuhkan oleh Imam Az-
berlindung dari murka-Mu
Zarkasyi.
* °y>*j dengan ridha-Mu, di bawah
kesejahteraan-Mu dari siksa-Mu,
Tidak menuruti tata tertib di
dan aku berlindung dengan-Mu
atas, adalah makruh hukum-
dari murka-Mu, tak sanggup
nya. Juga makruh, jika tidak
meletakkan hidung pada tanah
(tempat bersujud).
rasanya aku menghitung pujian
untuk-Mu sebagaimana Engkau
~A£U'dJi%
memuji atas Dzat-Mu. Ya, Allah,
ampunilah semua dosaku, yang
Dalam bersujud, sunah mem- lembut dan besar, yang axval dan
baca: Subhaana ... dan akhir, yang tampak jelas dan yang
seterusnya tiga kali (Maha Suci samar).
Tuhanku dengan pujian-Nya)
sebagai tindak ittiba’ kepada
Nabi saw.

Bagi munfarid dan imam imam An-Nawawi berkata


jamaah Mahshurin, sunah dalam kitab Ar-Raudhcih:
menambahkannya: AUaahum- Memperpanjang sujud lebih
ma... dan seterusnya. (Ya, utama daripada memper¬
Allah, kepada-Mu kami bersujud, panjang rukuk.
beriman dan berserah diri;
''S Si/ 0 J sj
. 1 // y
Sts
wajahku/semua anggota badanku 8. Duduk di antara dua sujud,
bersujud kepada Penciptanya, yang sckalipun pada salat sunah,
membentuk rupa, yang meleng- menurut pendapat yang
kapinya dengan mata dan telinga,
<^<3 Muktamad.
J s'* s'
dengan upaya dan kekuatan-Nya;
Maha Suci Allah sebagai sebagus-
bagus pencipta).

Waktu duduk, wajib tidak "


dimaksudkan untuk selain * O'
fikrifajar.wordpress.com
232 Terjemah Fat-hul Mu in *

Pasal: Tentang Sifat Salat 233

duduk dengan bangun dari


sujud. Karena itu, jika ia Sunah dalam duduk di antara
mengangkat (bangun dari dua sujud, dalam tasyahud
sujud) karena kesakitan .iwal, duduk istirahat dan
sengatan semacam binatang tasyahud akhir yang diikuti
kala, maka ia harus kembali sujud sahwi, agar duduk ifiirasy.
pada posisi sujud. Yaitu duduk di atas tumit kaki
kiri yang dilipat sedemikian
Diperbolehkan selama duduk rupa, sehingga bagian ata$
tangannya masih tetap melekat ^ k gfj **' (luar) menempel tanah.
di tanah (tempat sujud) sampai
sujud yang kedua; hal ini sudah
disepakati ulama. Lain halnya
dengan ulama yang ber-
pendapat sebaliknya (salat •ply^ IsGi!
semacam itu hukumnya batal
-pen).

Untuk duduk dan iktidal,


Tapak tangan diletakkan pada
supaya tidak diperpanjang.
kedua paha, sehingga ujungjari
Sebab keduanya bukanlah
sejajar dengan ujung lutut
dimaksudkan dengan per-
dalam keadaan jari-jari
buatan itu sendiri, tapi hanya
terbentang tidak mengepal.
dilakukan sebagai pemisah saja.
Karena itu, cukuplah di-
keijakan dengan pendek.

Sambil mengucapkan:
Jika ia memperpanjang mele-
Rabbighfirlii... dan seterusnya.
bihi zikir yang telah ditentukan
(Ya, Allah, ampunilah daku,
di situ, seukuran bacaan
kasihanilah daku, tambahlaht
Fatihah dalam iktidal, dan
kvkuranganku, angkatlah daku,
seukuran bacaan tasyahud
anugerahilah daku rezeki, berilah
pendek dalam masalah duduk
daku hidayah dan kesejahteraan),
(di antara dua sujud), padahal
sebagai tindak ittiba’ kepada
ia mengerti dan tahu, maka
Nabi.
batal salatnya.

Makruh mengucapkan
tiga kali.
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang SifatSalat 235
234 Terjemah Fat-hul Mu'in

salat yang sudah dan yang akan


Sunah duduk istirahat sepan-
dilakukan (diam setelah dua
jang duduk di antara dua sujud,
gerak, yaitu gerak dari rukun
-sebagai ittiba’- sekalipun pada
yang akan dikerjakan -pen).
salat sunah, dan sekalipun sang
imam tidak mengeijakannya,
10. Tasyahud Akhir. Paling tidak
berbeda dengan pendapat
yang dibaca dalam tasyahud,
Guru kami.
seperti yang diriwayatkan oleh
Imam Asy-Syafi’i dan At-
Tirmidzi ialah: Attahiyyaatu
lillaah ... dan seterusnya.
(Kesunahan duduk tersebut) (Segala penghormatan bagi Allah.
karena akan berdiri dari sujud, Salam sejahtera dan rahmat-Nya
selain sujud Tilawah. semoga terlimpahkan kepadamu,
wahai, Nabi. Salam untuk kita
semua dan sekalian hamba Allah
Sunah untuk berdiri dari sujud yang saleh-saleh. Aku bersaksi,
atau duduk, agar berpegangan bahwa tiada Tuhan selain Allah;
dengan telapak tangan. dan aku bersaksi sesungguhnya j 4Aj)jLil
Nabi Muhammad adalah pesuruh
Allah).

9. Thuma'ninah pada setiap


rukuk, dua sujud, duduk di
antara dua sujud dan iktidal,
sekalipun pada salat sunah. Sunah bagi setiap orang salat
Lain halnya dengan pendapat (munfarid, makmum dan
(Imam Al-ArdabiliB) dalam imam) menambahnya dengan:
kitab Al-Anwar. (Redaksi kitab
tersebut: Jika seseorang
meninggalkan iktidal atau (Yang diberkahi, salawat dan
duduk di antara dua sujud kebagusan-kebagusan), menam-
pada salat sunah, maka salatnya bahlafal>^^pada keduanya,
tidak batal -pen). dan memakrifatkan lafalfM>*J\
pada dua tempatnya. Tidak
Batasan thuma'ninah adalah:
disunahkan membaca Basma-
Rerhentinya kembali anggota-
lah terlebih dahulu.
anggota badan, sehingga dapat
terpisahkan antara perbuatan
fikrifajar.wordpress.com
236 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Terttang Sifat Salat 237

Tidak boleh mengganti kata-kata


dalam redaksinya yang pendek Boleh lafal * dibaca
di atas, sekalipun dengan dengan hamzah, juga dengan
sinonimnya. Misalnya lafal di- tasydid seperti itu.

ganti dengan atau se-


baliknya; dan lafal \ $■ diganti 11. Salawat Nabi saw. setelah
%
dengan jj? \ atau lainnya lagi. membaca tasyahud akhir.
Berarti tidak boleh dibaca
sebelumnya.

Bacaan ada~
lah sudah mencukupi (sah).

Sedangkan \&. tidak


mencukupi (tidak sah).
Salawat paling tidak yang harus
Wajib memperhatikan tasydid-
tasydidnya; jangan sampai dibaca:
mengganti huruf dengan
lainnya; wajib sambung-me- (Ya, Allah, berikanlah rahmat atas
nyambung antara satu dengan Nabi Muhammad), atau
lainnya; tertib tidak wajib, (A*/
selama tidak merusak makna-
nya. (Semoga Allah memberikan rahmat
kepada Nabi Muhammad/Rasul-
Jika membaca izhhar nun yang
Nya/Nabi); tidaklah cukup de¬
diidghamkan ke dalam lam
ngan menggunakan lafal \_z\.
pada lafal "JS,
maka membatalkan bacaan Sunah -ada yang mengatakan
(dan membatalkan salat, jika wajib-, pada tasyahud akhir
bacaan tersebut tidak diulangi ditambah membaca salawat
dengan benai; tapi diteruskan kepada keluarga Nabi saw.
sampai salam -pen). Sebab di
situ meninggalkan tasydid
Untuk menjalankan kesunahan
pada huruf lam. Sebagaimana
di atas, paling tidak dengan
halnya tidak mengidghainkan
menambah/menyambung
dal lafal ke dalam ra'
sesudah salawat yang paling
lafal ** » .
fikrifajar.wordpress.com
238 Terjemah Fat-ktft Mu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 239

tidak harus dibaca di atas. Tentang salafn kepada Nabi


telah disebut (dibaca) dalam
Penambahan itu tidak disunah- tasyahud di atas. Kalau toh di
kan pada tasyahud awal, sini (selawat) tidak disebutkan
menurut pendapat Ashah, (dibaca), hal ini bukan berarti
sebab tasyahud awal, dikerjakan memisahkan salawat dari
secara ringan (cepat). Bahkan salam.
ada suatu pendapat; Penam¬
bahan yang terjadi pada Tldaklah mengapa menambah-
tasyahud awal adalah pemin- kan lafal U (Tuan kita) di
dahan rukun qauli, yang hal ini depan lafal A (bahkan
membatalkan salat. Kemudian hal ini lebih utama -pen).
dipilihlah pendapat yang
berlawanan dengan Ashah Sunah pada tasyahud akhir
(yaitu; menambah salawat memanjatkan doa, setelah
kepada keluarga Nabi pada membaca bacaan tasyahud
tasyahud awal adalah sunah seluruhnya.
-pen), dengan dasar hadis-
hadis sahih. Mengenai tasyahud awal,
dimakruhkan berdoa, sebab
justru dibuat ringan. Kecuali
Sunah membaca selawat yang
jika sang makmum selesai
paling sempurna pada tasya¬
sebelum imamnya, di sinilah
hud akhir. \hitu: Allaahumma
baru disunahkan berdoa.
Shalli.dan seterusnya. (Ya,
Sedang doa yang paling utama,
Allah, berilah selawat kepada Nabi
adalah doa yang datang dari
Muhammad dan keluarganya,
Nabi saw.
sebagaimana Engkau telah
memherikan kepada Nabi Ibrahim
dan keluarganya. Berkahilah Nabi
Yang paling kuat, adalah doa
Muhammad dan keluarganya,
yang diwajibkan oleh sebagian
seperti Engkau berikan kepada
ulama sebagai berikut;
Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Allaahumma innii.... dan
Sungguh Engkau adalah Yang
seterusnya. (Ya, Allah sungguh
Terpuji dan YangAgung).
aku berlindung diri kepada-Mu
dari siksaan kubur, siksa neraka.
fikrifajar.wordpress.com
240 Terjemah Fat-hul Mu in
Pasal: Tentang Sifat Salat 241

fitnah hidup, matt dan Masihid /


Sunah bagi doa imam,
dajal). hendaknya lebih pendek
(St?
daripada bacaan tasyahud dan

cUSli
✓ *
salawat atas Nabi saw. yang
hams dibaca, ukuran minimal.
Dimakruhkan tidak membaca ss s' 9'.4 y
doa tersebut.
*

Di antara lagi: Allaahummagh- f'-rt ^ Guru kami berpendapat:


firlii ... dan seterusnya. (Ya, Makruh membaca salawat
Allah, ampunilah dosa-dosa saya kepada Nabi saw. setelah doa-
yang dulu, akhir, yang saya doa tasyahud.
sembunyikan dan tampakkan, yang
saya melampaui batas dan yang 12. Duduk untuk tasyahud dan
Engkau lebih mengetahuinya salawat serta salam.
daripada saya, Engkau Yang
Pendahulu dan Yang Ter akhir,
(IW -

tiada Tuhan selain Engkau).

jCAzJS
Kedua hadis tersebut diriwayat- Sunah duduk tawarruk pada
kan oleh Imam Muslim. tahiyat (tasyahud) akhir, yaitu
■ ^ &£
tasyahud yang bersambung
Di antaranya lagi: Allaahumma dengan salam. Karena itu, bagi .Ai3fifsai.2
innii ... dan seterusnya (Ya, makmum masbuk tidak di-
f 'Si/
Allah, sungguh saya telah berhuat sunahkan duduk tawarruk pada
zalim pada diri saya dengan tasyahud akhir imam; Begitu '&■«
sebesar dan sebanyak-banyaknya. juga orang yang nanti akan
St'S
Padahal tiada yang bisa bersujud sahwi.
mengampuni dosa kecuali
Engkau. Karena itu, ampunilah
saya dengan pengampunan dari
sisi Engkau. Sungguh Engkau
Praktik duduk tawarruk itu
Maha Penyayang)- Hadis riwayat
seperti duduk iftirasy, tapi kaki
Imam Al-Bukhari.
kiri dikeluarkan lewat kaki
kanan dan pantat ditempelkan
CS
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sifat Salat 243
242 Terjemah Fat-hul Mu in

telapak tangan, sehingga


ke tanah.
seperti membentuk angka 53.

Waktu duduk dua tasyahud,


sunah meletakkan dua tangan Jika tapak tangan kanan di-
pada pinggir dua lutut, se- letakkan pada selain yang ber-
hingga lutut sejajar dengan dekatan dengan lutut (seperti
ujung jari, dalam keadaan jari- pada tanah atau paha), maka
jari terbentang merapat, dan ketika mengucapkan
yang kanan mengepal, kecuali jari telunjuk supaya diacung-
jari telunjuk. Lafal kan.
adalah dengan dibaca kasrah
Tidak disunahkan mengacung¬
ba’nya. Yaitu jari yang berada
kan jari tersebut ketika
di sebelah ibu jari, di mana jari
membaca lafal itu di luar salat.
telunjuk tersebut diluruskan.
Sunah memusatkan pandang-
an pada jari telunjuk ketika
mengacungkannya, sekalipun
tertutup dengan semacam
Sunah mengangkat jari telun- lengan baju, sebagaimana
juk dengan sedikit miring pendapat Guru kami.
ketika membaca hamzah lafal
sebagai ittiba'. Sunah
juga mengacungkan terus,
sampai akan berdiri atau salam.
13. Mengucapkan salam pertama.
Paling tidak harus mengucap¬
kan: "Assalaamu’alaikum".
sebagai ittiba'.

Yang lebih utama, ibu jari


digenggam, ujungnya berada Sedangkan mengucapkan
di bawah telunjuk dan di tepi salam dengan: Alaikumus
salam, adalah makruh.
nr P WP' ■!
fikrifajar.wordpress.com
244 Teijemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 245

Mengucapkan "Salaamu'alai- ^^
kum" adalah belum mencukupi l53*
dalam salam salat. *

Begitu juga dengan "Salaamu-


Si Dalam kedua salam tersebut,
llaah atau Salaami 'alaikum disunahkan menoleh sampai
Bahkan hal ini dapat mem- terlihat pipi kanan ketika S
batalkan salat, jika disengaja salam pertama, dan pipi kiri
dan tahu hukumnya, seperti ketika salam kedua.
S'.**
yang termaktub dalam kitab
Syahrul Irsyad, karangan Guru
kami. sr£ 4
Peringatan!
Sunah bagi setiap orang salat,
Sunah mengucapkan salam baik imam, makmum dan
kedua, sekalipun imamnya
tidak membacanya. munfarid dalam salam
pertama, berniat salam pada
$ orang yang ada di kanannya;
dan ketika salam kedua, berniat
Salam kedua haram dilakukan, memberi salam kepada malai-
begitu setelah salam pertama kat dan orang-orang mukmin, 4i
terjadi hal-hal yang mem- baik berupa manusia ataupun
batalkan salat, misalnya: hadas jin.
ketika habis waktu salat Jumat
SSJ 2 I S
dan hilang penutup aurat.
x *V

Sunah menambah kedua salam S ^ *■* *'• J /.


tersebut dengan ucapan (j)

tanpa W/rJ sebagai-


Dan dengan salam yang mana
mana yang sesuai dengan Is (jul! > T** saja, buat orang yang berada di
hadis, untuk selain salat Jena-
belakang dan di depannya.
zah. Namun, tetap dihukumi
sunah menambah lafal tersebut J—<=- oJj <&> Namun dengan salam yang
pertama, adalah lebih utama.
pada salam selain salat Jenazah,
karena berdasarkan berbagai
jalan riwayat hadis, hal ini
!P Bagi makmum, hendaknya
berniat menjawab salam
ditetapkan. imamnya, dengan salam mana
saja terserah, bila bertempat di ihiS S' ** //• \/ >
fikrifajar.wordpress.com Pasal: TentangSifat Salat 47
246 Terjemah Fat-hul Mu'in

belakangnya; dengan salam Di mana Al-Khuruj minal


kedua, jika ia berada di khilaf, mustahab -pen). c*
■> 9 /
samping kanan imam; dan
dengan salam pertama, jika ia u
berada di arah kirinya.
-»/
uga sunah bersegera (tidak 3A
Sunah bagi makmum, agar
memperlambat) salam.
f
sating niat menjawab salam
antara satu dengan lainnya.
Sunah juga memulai mengu-
capkan salam dengan meng-
4i;jCJu
^
ob
Untuk itu, orang yang di
3 hadap ke arah kiblat, dan
sebelah kanan supaya dengan
mengakhirinya dalam keadaan
salam keduanya berniat
menoleh yang sempurna.
menjawab salam orang yang
-imp
ada di sebelah kirinya (sebab
/ /Til
orang yang memberi salam itu
berniat memulai salamnya s Sf/r jj'r "'A
pada salam pertama -pen); A t? ss / / Sunah bagi makmum, memulai
dan orang yang berada di salamnya setelah selesai kedua
sebelah kiri, supaya berniat salam imam.
menjawab salam orang yang
berada di sebelah kanan s' '
g * *s sss ' s 1/ / s \
dengan salam pertamanya;
14. Tertib dalam melakukan T£J ~J
orang yang berada di belakang 4,1
rukun rukun salat, se aga . ✓v'A * 1 / 'is*'
musallin atau depannya,
berniat menjawab salam
dengan salamnya yang mana
mana yang tersebut di atas.
■sS j3a' £j4)i &
saja, tapi yang lebih utama
adalah dengan salam pertama.

Beberapa cabang: Karena itu, jika dengan sengaja


Hukum niat keluai dari salat 9JJ-3 melanggar tata tertib, y«uu
adalah sunah dengan salam Sr dengan mendahulukan ru un
perbuatan (fi’li), misalnya sujud
pertama, sebab menghindari
perselisihan dengan ulama sebelum rukuk, maka batai
yang mewajibkannya. (Yaitu salatnya. (Tapi) kalau men¬
Imam Ibnu Suraij dan lainnya. dahulukan rukun qauh (pc -
fikrifajar.wordpress.com
248 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 249

kataan), maka tidak ada belum, misalnya ketika ia


masalah, kecuali berupa salam. merasa ragu, apakah sudah
Urutan di antara sunah-sunah, membaca Al-Fatihah atau
seperti membaca surah se- belum?, atau ketika bersujud
sudah Fatihah dan doa sesudah merasa ragu, apakah sudah
tasyahud serta salawat, adalah rukuk (iktidal) atau belum?,
syarat untuk mendapatkan maka ia wajib seketika menger¬
kesunahan salat (bukan syarat jakan rukun yang diragukan
sah salat). tersebut, jika memang ke-
raguan tersebut terjadi 'C-S-3 (^>3') *
sebelum sampai pada iDkun
yang sama dengan yang
diragukan pada rakaat
berikutnya.

(Karena itu), apabila selain > z fx SY'- *•


makmum (imam dan munfa-
rid) lupa dalam masalah tertib,
Jika orang itu lupa (ragu)
yaitu dengan tneninggalkan
hingga ia sudah mengeijakan
rukun, misalnya bersujud
rukun yang sama dengan yang
sebelum rukuk atau sesudah
diragukan (dilupakan) pada
rukuk tetapi belum membaca
rakaat berikutnya, maka rukun
Fatihah, maka apa yang
yang sedang dikerjakan
dilakukan itu tiada gunanya
tersebut sudah mencukupi dari
sampai ia mengeijakan rukun //
rukun yang dilupakan (di¬
yang tertinggal tersebut. I ^
ragukan) dan rukun-rukun
Kemudian, jika ia ingat • U&Lj
yang dikerjakan di antara yang
sebelum sampai rukun serupa
ditinggalkan (diragukan) dan
tertinggal pada rakaat berikut-
yang sama pada rakaat
nya, maka (wajib seketika)
berikutnya, adalah tidak
mengerjakan rukun yang
dianggap (dihitung).
tertinggal itu; kalau tidak
ingat, maka masalah ini akan
Semua ini, bila ia yakin
dijelaskan di belakang.
terhadap rukun yang di-
tinggalkan dan di mana
Atau selain makmum merasa
ragu atas suatu rukun: Apakah
tempatnya (seperti teijadi di
rakaat pertama atau kedua
&s\\
sudah mengerjakan atau -pen).
i

fikrifajar.wordpress.com
250 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 251
Jika tidak tahu rukun yang di-
tinggalkan, tetapi ia mem-
Benar! Jika yang dikeijakan itu
punyai persangkaan besar,
perbuatan yang tidak ada
bahwa rukun tersebut adalah
persamaan dengan rukun salat,
niat atau takbiratul ihram,
misalnya sujud Tilawah, maka
maka batal salatnya. Di sini
perkara tersebut (dalam contoh
tidak ada syarat harus adalah sujud tilawah) tidak bisa
berselang lama atau telah
mencukupi rukun yang ter-
diselingi dengan rukun Iain. tinggal. (Umpama: Mening¬
galkan sujud pada rakaat salat
Atau berprasangka besar,
terakhir, lantas berdiri dan
bahwa rukun yang ditinggalkan
membaca Qur-an yang me-
adalah salam, maka supaya
muat ayat Sajdah, kemudian
mengucapkannya, sekalipun
bersujud tilawah, maka sujud
sudah berselang lama, atas
tilawah itu tidak bisa men¬
beberapa tinjauan.
cukupi sujud rukun salat yang
Atau selain niat, takbiratul tertinggal tersebut -pen).
ihram dan salam, maka supaya i

mengambil yang lebih hati- Mengenai makmum yang


hati.(Jika telah yakin, bahwa ia mengetahui atau ragu yang
meninggalkan di antara rukun- teijadi sebelum dan sesudah
rukun salat dan berkemung- rukuk imam, bahwa ia belum
kinan besar, rukun tersebut satu membaca Al-Fatihah, maka ia
sujud atau dua sujud, maka ia wajib membacanya dan segera
harus bersikap yang paling mengejar salat imamnya
hati-hati, yaitu meninggalkan (dalam hal ini dia diampuni
dua sujud -pen), lalu mene- atas ketertinggalan tiga rukun
ruskan pekerjaan salatnya yang panjang-panjang -pen);
(umpama, di saat bersujud ia atau kedua-duanya sudah
berkemungkinan besar, bahwa rukuk, maka makmum tidak
ia telah meninggalkan bacaan boleh berdiri untuk membaca
Al-Fatihah, maka ia harus Fatihah, tetapi ia harus mengi-
langsung berdiri dan mem- kuti salat imam, dan setelah
bacanya, lantas rukuk, iktidal salam imam, ia harus menam-
dan seterusnya -pen). bah satu rakaat.

Lalu meneruskan rakaat salat¬


nya.
lip fiyi
fikrifajar.wordpress.com
252 Terjemah Fat-hul Mu'in Pttsal: Tentang Sifat Salat 253

orang-orang yang khusyuk dalam


Cabang:
Sunah masuk salat dengan menunaikan salatnya".
gesit. Sebab Allah swt. mencela
orang-orang yang mening-
galkan salat dengan firman-
Nya yang artinya: "Apabila Juga karena salat tidak ber-
mereka melakukan salat, maka pahala, jika dikerjakan tanpa SS -/s-' / s' S'S^S

mereka mengerjakannya dengan khusyuk, sebagaimana yang


bermalas-malas." \jZ\i ditunjukkan oleh beberapa
hadis sahih, serta kita punya
pendapat yang dipilih oleh
segolongan ulama (misalnya
Imam Al-Ghazali), bahwa
Dan dengan had yang terlepas khusyuk adalah merupakan
dari urusan-urusan dunia. syarat sah salat.
Sebab hal itu lebih men-
dekatkan pada kekhusyukan. Di antara perkara yang bisa
membawa arah khusyuk,
s' *
Sunah selama dalam salat, adalah konsentrasi, bahwa ia
berhati khusyuk, yaitu jangan sedang berhadapan dengan
sampai berangan-angan selain Raja Maha Diraja Yang
salat, sekalipun berupa masalah u
* V/ Mengetahui apa yang samar
S'S'* ✓ dan paling samar, dalam pada
akhirat (misalnya ingat neraka
dan siksanya, dan selainnya itu ia mengadu kepada-Nya.
-pen).
Di samping itu, bisa juga Dia
dengan jelas dapat menurun-
kan siksa-Nya (atas orang yang
J3;
Juga dengan badan yang tidak khusyuk -pen), lantaran
tenang, jangan sampai satu tidak dipenuhi hak-hak-Nya
anggota badan pun yang sebagai Tuhan, lalu Dia tidak
bergerak tanpa guna. mau menerima salatnya.
' ^ s' s' v ✓ *
Yang demikian itu, karena
pujian Allah swt. dalam kitab- Al-Quthb Al-Arif Billah,
Nya melalui firman-Nya (yang Muhammad Al-Bakri r.a.
artinya): "Sungguh beruntung berkata: Sebenarnya termasuk
orang-orang Mukmin, yaitu faktor pembawa khusyuk,
fikrifajar.wordpress.com
254 T&rjemah Fat-hul MtCin
Pasal: Tentang Sifat Stilat 255

adalah memperpanjang rukuk karena berdasarkan hadis


dan sujud. sahih.

Sunah mencamkan makna


Tidak makruh (tapi khilaful aula)
bacaan-bacaan salat. Allah swt.
memejamkan mata, jika tidak
telah berfirman: "Adakah mereka
khawatir akan bahaya.
tidak mencamkan Alqur-an"; dan
dengan cara tersebut maksud
khusyuk menjadi sempurna.
Faedah:
Makruh bagi orang yang salat,
baik laki-laki atau perempuan
(imam, makmum dan mun-
farid), meninggalkan suatu
Sunah mencamkan makna zikir kesunahan salat.
dalam salat, karena dikiaskan
dengan qiraah (bacaan salat). Guru kami berkata: Penetapan
secara umum tersebut perlu
Sunah agar selalu memandang peninjauan.
ke tempat sujud, sebab dengan
cara demikian lebih men- Menurut pendapat yang
dekatkan khusyuk. Meskipun beralasan: Kemakruhan me¬
orang yang salat itu buta, ninggalkan kesunahan di atas,
sekalipun di sisi Ka’bah, di adalah untuk kesunahan yang
kegelapan atau dalam salat ada larangan ditinggalkan, atau
Jenazah. bertentangan (khilaf) dengan
ulama yang menetapkan
liukum wajib padanya.

Setelah salat, sunah membaca


zikir dan doa dengan suara
pelan-pelan.
Memang benar, tapi ketika
tasyahud dan mengangkat jari
telunjuk, sunah meman¬
Maksudnya, sunah melakukan s'*
dang ke arah jari tersebut,
dengan suara pelan bagi
fikrifajar.wordpress.com
256 Terjemah Fat-hul Mti'in

munfarid, makmum dan imam


yang tidak bermaksud menun- mengeraskan siiara”.
tun hadirin atau memper-
dengarkan doanya, agar Maka bersabdalah Nabi saw.:
diamini oleh mereka. "Wahai, manusia, kasihanilah
dirimu!, sebab engkau semua tidak
berdoa kepada Dzat Yang Tuli,
tidak pula kepada Dzat Yang
Banyak hadis yang menerang- Tidak Hadir. Sesungguhnya Dia
kan doa dan zikir, yang banyak Maha Bijaksana dan Maha
kami, sebutkan dalam kitab Dekat."
kami, Irsyadul 'Ibad, maka
silakan membacanya, karena
hal ini sangat penting. Dengan hadis di atas, Imam Al-
Baihaqi dan lainnya berhujah,
agar pelan-pelan dalam mem-
baca zikir dan doa.

Imam At-Tirmidzi meriwayat- Imam Asy-Syafi'i dalam kitaM/-


kan dari Abi Umamah, ia Um berkata sebagai berikut:
berkata: "Ditanyakan kepada Kami memilih, bagi imam dan
Rasulullah saw.: Manakah doa makmum, agar berzikir setelah
yang lebih terkabulkan?" salam dari salatnya; zikir
Jawab beliau: "Yaitu doa yang tersebut dilakukan dengan
dipanjatkan di tengah malam dan suara tidak keras, kecuali bagi
setelah tiap-tiap salatwajib lima." imam yang bermaksud meng-
ajar jamaahnya, karena itu,
ia agar mengeraskan suaranya,
setelah mengetahui, bahwa
makmumnya telah mengikuti,
lalu ia kembali pelan-pelan.
Imam Bukhari dan Muslim Sebab Allah swt. berfirman:
meriwayatkan hadis dari Abi 'Janganlah engkau bersuara keras
Musa, ia berkata: "Kami sedang dalam berdoa dan jangan pula
bersama Nabi saw.: Ketika dengan terlalu pelan." Maksud-
dekat dengan lembah, maka liya: Allah swt. Maha Menge¬
kami bertahlil, bertakbir dan tahui doa, jangan engkau
fikrifajar.wordpress.com
258 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Teniang Sifat Salat 259

ucapkan dengan suara keras


Sunah mengangkat kedua
sampai terdengar oleh orang
langan yang suci ketika berdoa,
lain, dan jangan terlalu pelan
yang sejajar dengan kedua
sampai engkau sendiri tidak
bahunya, lalu menyapukan ke
mendengarnya. -Selesai-.
uiuka selesai berdoa;

Sunah menghadap kiblat di


Faedah: kala zikir dan berdoa, jika ia
Guru kami berkata: Mengenai seorang munfarid atau
mengeraskan dengan sangat makmum.
suara zikir dan doa dalam
mesjid yang sampai meng-
ganggu orang yang sedang
salat, maka seyogianya di- Bagi imam, jika tidak berdiri
f
hukumi haram. dari tempat salatnya, di mana
berdiri adalah lebih utama
baginya, maka yang lebih
1
(J utama menjadikan arah
kanannya di hadapan
makmum dan samping kirinya
di arah kiblat. Guru kami
Beberapa cabang:
menambahkan: Sekalipun
Sunah memulai doa dengan
pada saat berdoa.
hamdalah dan salawat atas
Nabi saw., serta menutupnya
dengan kedua lafal tersebut Kepindahan imam dari tempat
dan amin. Sunah bagi salatnya, adalah tidak meng-
makmum yang mendengar doa hapus kesunahan zikir sesudah
sang imam, sekalipun ia sendiri salat, sebab ia dapat melaku-
hafal akan doa itu, mau kannya di tempat yang di-
membaca amin. pindahi.
Dan kesunahan zikir itu tidak
liilang (habis) sebab telah
melakukan salat Rawatib.
Hanya yang hilang, adalah
kesempurnaannya, bukan yang
lain.

_ _ _ _
fikrifajar.word ress.com
260 Teijemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sifat Salat 261

Kesimpulan dari pembicaraan


Bagi selain orang yang ber-
ulama, bahwa zikir tetap
iktikaf, salat sunahnya yang
berpahala, sekalipun orang itu
lebih utama adalah dikeijakan
tidak mengerti akan maknanya.
di rumah, jika ia tidak khawatir O? 1 ulj-ks I
akan kehabisan waktu atau
Dalam hal ini Imam Al-Asnawi
mengabaikannya, kecuali, bagi
berpendapat lain: Masalah zikir
salat sunah orang yang berpagi-
ini tidaklah dapat disamakan
pagian ke salat Jumat atau salat
dengan membaca Alqur-an,
yang Nabi melakukan di
sebab membacanya adalah
mesjid, seperti salat Dhuha.
suatu ibadah, sehingga orang it*
yang membacanya akan
mendapat pahala, sekalipun ia
tidak mengerti maknanya. Lain
Makmum disunahkan ber¬
halnya dengan zikir, agar bisa
mendapat pahala, harus me¬
pindah setelah pindah imam.
Ju-1 yyi'ul?
ngerti maknanya, sekalipun
tidak mendetail (misalnya
mengerti bahwa tasbih, tahmid
dan sesamanya adalah tujuan
untuk mengagungkan Allah
dan memuji-Nya -pen) -selesai-.
Sunah bagi orang yang salat:
Menghadap sejenis dinding
atau tiang. Yaitu segala sesuatu
Mymtai)
f 9. v / I ""
yang tingginya 2/3 hasta ke atas;
Sunah berpindah dari tempat dan jaraknya dengan tumit
salat pertama, karena mau paling jauh tiga hasta.
mengerjakan salat fardu lain
ataupun salat sunah, agar s .ss S''*/*/'

tempat yang baru ini ikut me-


nyaksikannya, kalau memang
tidak bertentangan keutamaan,
semacam telah berada di *
barisan awal (depan).

Jika tidak mau berpindah Jika tidak memungkinkan,


tempat, supaya memisah dua supaya menghadap semacam
salat itu dengan berbicara tongkat yang ditancapkan,
dengan orang lain. misalnya perkakas. Jika masih
fikrifajar.wordpress.com
262 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang SifatSalat 263

tidak menemukannya, maka adalah menurut pendapat yang


supaya membentangkan alas Muktamad. Lain halnya de¬
salat, semacam sajadah. ngan pembicaraan Imam Ibnul
Jika masih juga tidak bisa, Muqri yang menetapkan tidak
inaka supaya menggaris tempat ada sunah tertib penggunaan
di depannya sepanjang tiga sutrah tersebut.
hasta, baik melintang atau
membujurnya. Yang demikian Manakala berpindah ke ting-
ini lebih utama, berdasarkan katan sutrah bawah, padahal ia
inampu menggunakan sutrah t*/ SSS s/
hadis yang diriwayatkan oleh
Imam Abu Dawud: "Apabila yang ada di tingkatan atas,
maka penggunaan seperti itu
seseorang hendak mengerjakan
sama halnya tidak bersutrah.
salat, supaya meletakkan ■ sesuatu
di depannya, kalau tidak bisa,
Sunah sutrah itu tidak di-
supaya menancapkan tongkat;jika
letakkan tepat di depannya,
tidak mendapatkannya, maka
hendaknya menggaris."
tetapi agak ke sebelah kanan
atau kirinya.

Setiap baris, adalah sutrah bagi


barisan yang ada di belakang,
Kemudian, apa yang melintas
di luar batas tersebut, tidaklah
menjadi masalah.
ika jarak antara kedua baris
tersebut berdekatan (3 hasta ke •SvXlljb'
bawah). Imam Al-Baghawi
9'
berkata: Sutrah imam adalah
Alas salat dikiaskan hukumnya
sutrah bagi makmum (yang
dengan garis (yang ada dalam
menyebelahinya). -Selesai-.
hadis), namun dari segi
tertibnya, didahulukan dari-
pada menggaris, sebab lebih Jika berlawanan antara me-
jelas dari maksud hadis rnakai sutrah (tapi berjauhan
tersebut (yaitu mencegah dengan imam) dengan dekat
orang yang lewat di depannya imam (tapi tidak memakai
-pen). sutrah); dan berlawanan antara
memakai sutrah dengan berada
Tertib penggunaan sutrah di barisan pertama, mana yang
(batas) yang tertutur di atas, didahulukan penggunaannya?
fikrifajar.wordpress.com
26 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifat $alat 265

Gum kami berkata: Kesemua- kan kesalahan dengan berdiri


nya adalah sama-sama me- di jalanan atau di baris
mungkinkan (inendekati) ke- depannya masih longgar.
benaran. Sedang lahir ucapan Untuk itu, bagi yang akan
ulama: "Mendahulukan saf awal \3 inenempati tempat longgar,
bila salat di dalam mesjid Nabi j // .9 boleh meneijang barisan salat,
saw., sekalipun saf tersebut oxjsr' j OjiI sekalipun banyak, sehingga
berada di iuar mesjid yang yang longgar itu dapat ter-
'/» , / -u, Z-' penuhi.
khusus berlipat ganda pahala-
nya" -adalah mendahulukan B O
sal (baris) awal (dekat dengan
imam). -Selesai-.
Makruh di kala sedang salat
tanpa ada hajat, memalingkan
wajah (menoleh). Ada yang
Jika seseorang salat dengan mengatakan haram, dan
menggunakan tabir tersebut di bahkan pendapat ini yang
atas, maka baginya dan orang dipilih, berdasarkan sebuah
lain sunah mencegah orang hadis sahih: "Allah selalu
yang lewat daerah antaranya menghadap hamba yang sedang
dengan tabir yang telah di tempat salatnya -artinya, dengan
memenuhi syarat-syaratnya. limpahan rahmat dan ridha-Nya-
(Karena) dengan lewat itu, ia selagi hamba itu tidak menoleh.
dianggap orang yang inelam- Jika ia menoleh, maka Allah
paui batas (bila termasuk) berpaling darinya."
orang yang mukalaf (menumt
Imam Ramli: Tiada perbedaan
antara yang mukalaf dan
lainnya -pen).

Tiada makruh memalingkan


Haram melewati di depan
wajah jika ada hajat, sebagai-
orang yang sedang salat sejauh /Jur f> mana hukumnya sekadar
pembatas, selagi baginya ada
melirikkan mata.
kesunahan mencegahnya,
sekalipun yang lewat itu tidak
Makruh memandang ke langit
menemukan jalan lain, selagi
dan hal-hal yang dapat me-
orang yang salat tidak melaku-
lengahkan salat, misalnya
fikrifajar.wordpress.com
266 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang SifatJSalat 267

memakai pakaian yang ber-


sedang mengadu kepada Tuhannya
gambar. Berdasarkan hadis
Azza waJalla, makajangan sekali-
yang diriwayatkan oleh Imam
kali meludah ke depan dan
Bukhari: "Bagaimana tingkah
kanannya, tapi meludahlah ke
kaum, mereka membelalakkan
arah kirinya, bahwa kaki kvn atau
matanya ke arah langit (atas)
pada pakaian di sebelah kirinya;
ketika mengerjakan salat?" Lalu
yang terakhir inilah yang lebih
Nabi menyangatkan sabdanya:
"Menghentikan hal ituatau ingin utama."
disambar matanya

Dari hadis tersebut, di-


makruhkan salat dengan Guru kami berkata: Agar dapat
memakai pakaian yang ber- lebih jauh menghargai Malai-
garis-garis, baik ada di kat kanan bukan yang kiri,
depannya atau digunakan sebagaimana memuliakan yang
sebagai alas salat, sebab hal itu kanan.
bisa merusak kekhusyukan
salat.

Makruh meludah, baik ketika Jika hanya di sebelah kirinya


sedang salat atau di luar ke arah terdapat manusia, maka supaya
depannya, sekalipun bagi meludah di sebelah kanan, jika
orang yang berada di luar baginya tidak memungkinkan
mesjid tidak menghadap kiblat, mengangguk-anggukkan
sebagaimanayang dimutlakkan kepalanya, lalu tidak meludah
oleh Imam Nawawi; juga ke arah kanan dan tidak ke
makruh meludah ke arah kiri.
kanan, bukan kiri. Hal ini
berdasarkan hadis yang
diriwayatkan oleh Imam Haram meludah di dalam
Bukhari dan Muslim: "Apabila mesjid, jika sampai tampak
seseorang di antara kamu sedang zatnya -tidak yang bisa hilang
mengerjakan salat, berarti ia dengan semacam air kumur-.
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sifat Salat 269
268 Tetjemah Fat-hul Mu'in S’

sj ■> sS S'S-y/

lagi pula ludah itu mengenai s't s"'' ^ ^ " "s' ,s -,/■ clilam mesjid sekalipun hanya
bagian dari mesjid, bukan berdarah s.ed i ¥ n.
/9 / s , s
sekadar mengenai atapnya saja.
Pendapat yang menetapkan, i
sekalipun meludah pada
atapnya itu haram, adalah jauh
sekali dan tidak dapat dijadikan
1 -* Tentang membuang kutu atau
pegangan. menanamnya hidup hidup
^ *9 s' -> s?s f s's'f
Tidak haram juga meludah dalam mesjid, dari segi lahir
pada debu mesjid yang tidak fatwa Imam An-Nawawi adalah
* s ys Sf halal. (Tapi) dari segi lahir
termasuk wakaf mesjid.
pembicaraan kitab Al-Jawahvr

Dikatakan: Tidak haram


* S U * f „
- Ofjta. OjijJ-3
s'
adalah haram, hukum inilah
yang telah dijeiaskan o eh
Imam Ibnu Yunus. cr&jy zr3 tP
meludahi tikar-tikar mesjid.
Tetapi dari segi pengotoran
Makruh tusuk jarum, ber-
terhadap mesjid, maka hal itu
bekam yang darahnya di¬
diharamkan, sebagaimana masukkan ke bejana yang
yang telah jelas. -Selesai-. dilakukan di dalam mesjid,
bersuara lantang, mengadakan
Wajib ain hukumnya*, mem- semacam jual belt dan melaku-
buang najis dengan seketika,
kan pertukangan (industri).
yang berada dalam mesjid, bagi
orang yang mengetahuinya, / 9 * s
Makruh membuka kepala,
sekalipun telah tersedia pundak dan memakai selen-
li'+.f’ s' ■»-
pegawai yang digaji untuk dang, sekalipun dipakai di a
membersihkannya, sebagai¬ baju (yang dilakukan di dalam
mana kemutlakannya yang
mesjid -pen).
disimpulkan oleh fukaha.
.0^

Haram kecing di dalam mesjid,


sekalipun dimasukkan ke Imam Al-Ghazali dalam kita
dalam semacam ember, me- Ihya' berkata: Nabi saw. tidak
pernah mengenakan kembali
masukkan sandal bernajis yang
ika selendangnya jatuh
tidak lepas dari lumurannya,
membuang bangkai seekor -maksudnya kecuali jika ada
kutu dan membunuhnya di uzur. Begitu juga masalah
fikrifajar.wordpress.com
270 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sifat Salat 271
*

Makruh melakukan salat kan (disamakan) dengan


dengan keadaan menahan masalah penahanan hadas yang
hadas, seperti kencing, berak terjadi ketika takbiratul ihram
atau kentut, berdasarkan hadis (saina hukum makruhnya).
yang akan datang nanti. Karena
hal itu merusak kekhusyukan Makruh melakukan salat di
salat. Bahkan segolongan dekat makanan atau minuman
ulama mengatakan: Jika yang merangsangnya.
penahan tersebut menghilang-
kan kekhusyukan salat, maka
salatnya adalah batal. Berdasarkan hadis yang di-
riwayatkan oleh Imam Muslim:
"Tiada salat -yang sempurna-
Sunah mengosongkan diri dari jika berada dekat makanan, dan
hadas sebelum menunaikan tiada salat itu sempurna dengan
salat, sekalipun akan tertinggal menahan dua hadas, yaitu kencing
jamaah. Namun, ia tidak boleh dan berak."
membatalkan salat fardu,
lantaran (tidak mau) menahan
hadas yang baru terjadi ketika
Makruh melakukan salat di
salat, dan tidak boleh
jalanan gedung yang tiada
menunda-nunda salat fardu,
manusianya, di tempat per-
manakala waktunya sudah
judian dan pekuburan yang
sempit.
belum nyata telah digali (sebab,
jika belum nyata pernah digali,
Letak kemakruhan mengekang tempat itu suci, tapi jika
hadas tersebut, adalah terjadi- memang pernah digali, maka
nya hal itu ketika takbiratul '"Ir t, ^ ?
hukumnya adalah tidak sah
salatnya -pen), baik meng-
ihram*
hadap ke kubur, di atas atau di
Sebaliknya, masalah penahan- sebelahnya, seperti yang telah
an yang terjadi padanya dinash (dijelaskan) oleh Imam
sebelum takbiratul ihram, lalu Asy-Syafi'i dalarn kitab Al-Um.
hilang dan ia mengetahui, (Kalau kuburan tersebut adalah
bahwa berdasarkan kebiasaan- kuburan para nabi dan orang
nya, hal itu terjadi lagi ketika yang mati syahid, maka salat di
salatnya, adalah dapat di-ilhaq- situ tidak makruh. Sebab,
272 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Pasat: Tentang Sifat Salat

inereka di situ dalam keadaan


hidup, sehingga tidak ada
darah dan nanah yang
jalan. Pendapat ini teiah di-
taijih oleh Imam Al-Ghuzzi.
.
menyertainya -pen). / /
Guru kami berkata: Pendapat
Haram salat dengan meng- yang beralasan, orang yang
adap makam Nabi atau se- seperti itu tidak diperkenankan
macam wali, dengan tujuan salat Khauf, dan ia wajib
mencari berkah atau meng- meninggalkan dahulu sampai
agungkannya. keluar dari daerah tersebut.
Hal ini sebaga mana kebolehan
mam Zainul Iraqi membahas, meninggalkan harta benda
A ft ^ w
bahwa hukum salat di mesjid yang diambil oleh orang.
adalah tidak makruh, di mana Bahkan masalah meninggalkan
penanaman mayat yang ada di salat di bumi gasab adalah lebih
sekitarnya terjadi setelah dari itu.
pembuatan mesjid. Hukum
salat di bumi hasil gasab adalah
haram, sedang salatnya adalah
sah, tapi tiada pahalanya. Hal
ini seperti salat dengan
memakai pakaian hasil gasab.

Haram pula, tapi sah, jika


masih ragu akan kerelaan
pemilik barang itu. Lain halnya
jika ia sudah mempunyai
prasangka akan kerelaannya
dengan adanya suatu bukti;
maka salat tersebut tidak
haram.

Dalam kitabAl-Jaili disebutkan:


Jika waktu salat sudah sempit,
padahal ia berada di bumi
gasab, maka ia harus ber-
takbiratul ihram secara ber-
V «- 5
■ # ■ —
- 1

fikrifajar.wordpress.com
275

( + 99 K

PASAL 3
TENTANG SUNAH-SUNAH AB'ADH SALAT DAN
PENYEBAB SUJUD SAHWI

Sunah melakukan dua kali


sujud sahwi sebelum salam,
sekalipun telah banyak meng-
alami kelupaan. Dua kali
sujud sahwi dan duduk di 9fJ~ 'S'. sfS* S ? vf J
antaranya, adalah seperti kedua
sujud salat serta duduknya,
dalam arti kewajiban tiganya
(thuma'ninah, sujud dengan
tujuh anggota bertulang dan
.i I * I
dalam keadaan duduk -pen),
dan dalam hal kesunahannya
yang telah tertuturkan di atas,
misalnya zikir di dalamnya.

Dikatakan: Tasbih yang dibaca


ketika sujud sahwi adalah,
'S' 1?
Suhhaana man... dan seterus-
nya. (Maha Suci Dzat yang tidak
tidur dan tidak pernah lupa)\ di
mana bacaan ini lebih sesuai
dengan keadaan.
.

S'
in
Dalam bersujud sahwi, wajib
disertai niat. Yaitu sejak me- Sf
nurunkan badan, hatinya sudah
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sunah Ab'adh 277
276 Terjemah Fat-hul Mu'in

berniat mengerjakan sujud ketika salat Subuh dan Witir


sahwi. separo di bulan Ramadhan,
bukan qunut Nazilah.
(Sujud sahwi) dikerjakan
karena meninggalkan satu
sunah di antara sunah-sunah
Ab'adh, sekalipun secara
sengaja ditinggalkannya.
4. Berdiri ketika qunut.
Jika sujud itu dilakukan karena
meninggalkan selain sunah
Orang yang meninggalkan
ab'adh, di mana ia mengerti.
qunut, karena mengikuti
dan sengaja, maka batal
imamnya yang bermazhab
salatnya.
Hanafi (di mana menurut
mazhab Hanafi, hukum qunut
Yang termasuk sunah ab'adh:
adalah tidak sunah -pen), atau
1. Tasyahud awal, yaitu bacaan
bermakmum kepada orang
yang wajib dibaca pada tasya¬
yang salat sunah Subuh,
hud akhir atau sebagiannya,
menurut beberapa peninjauan
sekalipun hanya satu kata.
hukum, mereka sunah bersujud
sahwi. (Pendapat tersebut
adalah sesuai dengan yang
2. Duduk tasyahud awal. Praktik diterangkan oleh Imam Ramli,
hanya meninggalkan duduk, tapi menurut Imam Ibnu Hajar,
adalah sama dengan mening¬ dalam masalah kedua di atas,
galkan berdiri untuk qunut, orang tersebut tidak sunah
yaitu ketika seseorang tidak bisa bersujud sahwi. Alasannya:
memperbaiki membaca tasya¬ imam sudah menanggungnya
hud dan qunut. Dalam keadaan serta di situ terdapat kecacatan
demikian, ia disunahkan diam dalam salatnya -pen).
seukuran membaca tasyahud
d^n qunut. Karena itu, jika ia 5. Salawat atas Nabi saw. setelah
meninggalkan salah satunya* tasyahud awal dan qunut.
maka sunah bersujud sahwi.

3. Qunut Ratib atau meninggal¬


kan sebagian doanya. Yaitu qunut
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Sunah Ab'adh 279

6. Salawat atas keluarga Nabi se- jika seorang (munfarid) atau


telah tasyahud akhir dan qunut. imam lupa melakukan sunah
Gambaran sujud sahwi karena ab’adh, misalnya tasyahud awal
meninggalkan salawat atas atau qunut, sedangkan mereka
keluarga Nabi di tasyahud akhir telah mengerjakan perbuatan
adalah makmum mempunyai fardu, baik berupa berdiri atau
keyakinan, bahwa imamnya sujud, maka bagi mereka tidak
meninggaikannya, di mana ke¬ diperkenankan kembali lagi
yakinan tersebut terjadi setelah untuk mengulangi sunah
salam imam, sedang ia belum ab’adh tersebut (sebab fardu
salam, atau berkeyakinan adalah lebih utama daripada
imamnya meninggaikannya sunah -pen).
setelah salam, tetapi belum
lama berselang.
Jika kembali untuk mengulangi
sunah ab'adh yang dilupakan,
setelah berdiri tegak atau
meletakkan keningnya, dengan
sengaja dan mengerti akan
keharaman hal itu, maka batal
salatnya, sebab ia telah
Sunah-sunah di atas disebut memutus fardu hanya untuk
Ab'adh, sebab mendekati pada melakukan sunah.
rukun dengan ditambah me-
ngerjakan sujud sahwi. Jika kembalinya, sebab tidak
mengerti atas keharamannya,
sekalipun ia adalah orang yang
bercampur (bergaul) dengan
para ulama kita, maka salatnya
Sujud sahwi dapat dilakukan tidak batal. Sebab masalah ini
sebab merasa ragu terhadap adalah hal yang tidak banyak
sebagian (sunah ab'adh) yang diketahui oleh orang-orang
telah lewat di atas, misalnya awam.
qunut; sudah melakukan atau
belum? Sebab menurut hukum Demikian pula, salat tidak
asal, adalah belum menger- batal, jika ia lupa, bahwa
jakannya. dirinya sedang mengerjakan
salat, sebab hal ini termasuk
fikrifajar.wordpress.com
280 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sunah A b'adh 281

uzur. Ia wajib kembali dengan tidak berniat mufaraqah


seketika, ketika mengerti atau
(berpisah dari imamnya).
ingat, pada posisi sebelum nya
(yaitu: berdiri pada contoh
Jika ia sengaja berdiri tegak
tasyahud awal, dan sujud pada atau bersujud, maka tidak wajib
contoh qunut -pen). kembali pada tasyahud dan
qunutnya, namun hanya sunah
Tetapi baginya sunah bersujud
saja, seperti halnya makmum
sahwi, karena menambah
rukuk sebelum imamnya rukuk
duduk atau iktidal pada yang
tidak semestinya. j) (jika rukuknya sebelum imam
karena lupa, maka ia tidak
wajib kembali pada rukuk, juga
Tidak batal, jika yang mengu-
tidak sunah, tapi boleh memilih
langi di atas adalah seorang
antara rukuk lagi dan tidak
makmum, di mana ia berdiri
-pen).
dengan tegak atau bersujud.
(Bahkan jika berdiri atau
< 'j)
Jika makmum yang lupa
sujudnya karena lupa, maka ia
tersebut belum ingat kembali
wajib kembali ke tasyahud atau
(kalau dirinya telah mening-
qunut, sebab ia harus mengi-
galkan tasyahud) hingga imam
kuti imamnya. Tapi jika berdiri
sudah berdiri, maka ia tidak
atau sujudnya dengan di- boleh kembali bertasyahud (jika
sengaja, maka sunah hukum-
kembali, di mana ia mengerti,
nya mengikuti imamnya -pen).
bahwa hal itu tidak diper-
kenankan, maka salatnya batal
(Berdiri atau sujudnya ter-
sebut), karena lupa (lain halnya JU.J& J&p -pen).
jika dilakukan dengan sengaja,
(Dalam hal ini) Imam Al-
seperti yang telah kami
Baghawi berkata: Bacaan (Al-
terangkan -pen), akan tetapi
Fatihah) yang ia baca sebelum
makmum wajib kembali pada
imam berdiri, adalah tidak
tasyahud atau qunut, sebab
dianggap (karena itu, ia wajib
untuk memenuhi kewajiban
mengulang Fatihahnya -pen).
mengikuti imamnya.
Bendapat tersebut diikuti oleh
Imam Zakariya.
Jika ia tidak kembali pada hal
yang telah dituturkan tersebut,
JJ y s A . ,^
* 1 Di dalam kitab Syarah Minhaj,
maka salatnya batal, apabila ia
Guru kami (Ibnu Hajar Al-
fikrifajar.wordpress.com
282 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Sunah Ab'adh 283

Haitami) berkata: Dari situ (Dalam masalah makmum yang


dapatlah diketahui, bahwa sujud karena tidak mengerti di
orang yang sujud karena lupa atas), dan jika dirinya ingat
atau tidak mengerti, sedangkan kembali atau mengetahui
imam masih membaca qunut, (kalau dirinya tidak qunut),
maka pekeijaan yang dilakukan sedangkan imam masih
oleh orang itu tidak terpakai berqunut, serta ia tidak berniat
(dianggap), karena itu, ia wajib mufaraqah, maka jelaslah ia
beriktidal, sekalipun ia telah wajib kembali iktidal; atau
berniat mufaraqah. Hal ini (ingat dan mengerti) ketika
didasarkan atas perkataan imam sudah bersujud pertama,
fukaha: Apabila makmum mas- maka ia wajib kembali ke iktidal
buk mengira, bahwa imamnya dan sujud bersama-sama imam;
sudah salam, lalu berdiri, lantas atau ketika imam sudah berada
ia mengetahui kalau imam pada rukun setelah sujud
belum salam, maka ia wajib pertama, maka menurut pen-
duduk kembali untuk menga- dapat yang lahir, ia wajib
wali berdirinya dari duduk mengikuti imamnya, dan
nanti. setelah imam salam ia
menambah satu rakaat. (Kesim-
pulan dari perkataan Ibnu
Hajar tersebut: Jika makmum
Kewajiban duduk kembali ini niat mufaraqah, maka secara
tidak bisa menjadi gugur mutlak ia wajib kembali iktidal,
dengan niat mufaraqah, baik imam dalam keadaan
sekalipun hal ini dapat teijadi qunut, sujud pertama atau
(tapi tiada faedah apa-apa), kedua. Dan jika ia tidak
sebab berdirinya terhitung mufaraqah, maka ia wajib
sebagai main-main. Oleh kembali ke iktidal, jika imam
karena itu, jika makmum dalam keadaan qunut atau
masbuk tersebut tetap mene- sujud pertama; kalau sudah
ruskan salatnya (tidak duduk berada pada sujud kedua atau
kembali) karena tidak menge¬ seterusnya, maka ia tidak boleh
tahui, maka sia-sialah apayang kembali lagi ke iktidal. tapi
dikerjakan; ia harus mengu- wajib mengikutinya -pen).
langi perbuatan itu dan nanti -Selesai-.
disunahkan sujud sahwi. Imam Al-Qadhi Husain ber¬
kata: Termasuk suatu hal yang
fikrifajar.wordpress.com
284 Teijemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sunah Ab'adh 285

sudah tidak ada perselisihan masalah qunut), maka nanti


lagi adalah perkataan fukaha: sunah bersujud sahwi, jika ia
Jika makmum bangun dari telah mendekati keadaan
sujud pertama sebelum imam berdiri dalam contoh mening-
bangun -karena ia menyangka, galkan tasyahud awal atau telah
bahwa imam telah bangun, lalu sampai pada keadaan batas
ia sujud kedua, juga mengira rukuk untuk contoh mening-
imamnya sujud kedua, lantas galkan qunut.
jelaslah, bahwa imam sedang
sujud pertama, maka sujud Apabila selain makmum
dan duduk makmum seperti itu sengaja meninggalkan sunah
dianggap tidak ada, dan ia pun ab'adh, lalu mengulanginya,
harus mengikuti (dalam duduk sedangkan ia mengetahui hal
dan sujud keduanya). Di- itu, maka batal salatnya, jika
maksudkan: Jika apa yang ia telah mendekati atau sampai
lakukan karena tidak mengerti keadaan yang telah lewat di
(kalau imam dalam keadaan atas; lain halnya dengan
masalah kalau dia sebagai
sujud pertama) tapi tahu-tahu
makmum.
imam sudah berdiri (untuk
rakaat berikutnya) atau duduk
(untuk tasyahud), maka ia (Sunah bersujud sahwi) karena
setelah salam imam wajib memindah bacaan salat yang
menambah satu rakaat. tidak membatalkan salat, bukan
pada tempatnya, sekalipun
karena lupa, baik itu berupa
bacaan rukun, misalnya Al-
Terkecualikan dari perkataan-
Fatihah, tasyahud atau
ku "dan orang salat yang lupa
sebagian darinya; atau bukan
atas sunah ab’adh itu sudah
merupakan rukun, misalnya
menunaikan perbuatan fardu",
memindah bacaan surah pada
apabila ia (selain makmum/
selain berdiri (misalnya rukuk,
imam dan munfarid) belum
iktidal atau sujud -pen), atau
menunaikan fardu, maka ia
qunut pada sebelum rukuk,
sunah kembali lagi menunaikan
atau rukuk dipindah sesudah-
ab’adh sebelum berdiri tegak
nya, untuk salat Witir di selain
(dalam masalah tasyahud awal)
setengah yang akhir bulan
atau meletakkan kening (untuk
Ramadhan. Karena itu semua.
fikrifajar.wordpress.com
286 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sunah Ab'adh 287

maka disunahkan sujud sahwi. dengan kelupaan Nabi yang


ada dalam hadis tersebut.

Terkecualikan dari "perbuatan


jika disengaja membatalkan
Adapun memindah semacam salat", perbuatan yang jika
perbuatan salat, jika hal itu karena lupa juga membatal¬
disengaja, maka salatnya batal.
kannya, misalnya perkataan
yang banyak; dan segala
perbuatan yang tidak mem¬ ■J k? Lsg?
Terkecualikan dari perkataan- batalkan salat, jika dilakukan
ku "kepindahannya tidak karena lupa atau disengaja,
membatalkan salat”, jika misalnya perbuatan yang
kepindahannya membatalkan sedikit atau menoleh, karena
salat, misalnya salam dan itu, tidaklah disunahkan
takbiratul ihram -sebagaimana bersujud sahwi kalau menger-
ia bertujuan takbiratul ihram jakan perbuatan tersebut.
dan takbir lainnya.
(Sujud sahwi sunah dilakukan)
(Sujud sahwi sunah dilakukan) karena ragu telah menambah
karena lupa melakukan per¬ rakaat salat yang dikeijakan-
buatan yang andaikan sengaja nya. Sebab, jika ternyata ia \
dilakukan dapat membatalkan telah menambahnya, sujud
salat, tapi jika tidak sengaja, sahwi dilakukan karena penarn-
tidak membatalkannya, misal¬ bahan itu; dan kalau tidak,
nya memanjangkan rukun salat maka sujud sahwi karena ke-
yang pendek, sedikit (sekelu- raguan yang justru dapat
mit) perkataan atau makan, melemahkan niatnya.

C$f
dan menambah rukun fi'li
(perbuatan). Jika seseorang merasa ragu
dalam salatnya, misalnya baru \i"--

Sebab Nabi saw. pernah tiga ataukah sudah empat


melakukan salat Zhuhur seba- rakaat?, maka baginya wajib
nyak 5 rakaat, lalu bersujud menambah satu rakaat (sa¬
sahwi. Selain dari itu, (seperti latnya dihukumi baru 3 rakaat),
makan yang membatalkan salat sebab menurut asal adalah
jika disengaja) dapat dikiaskan belum melakukan yang satu < s' s* s

h&
i /

rakaat itu, lalu sunah bersujud


fikrifajar.wor ress.com
288 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sunah Ah'adh 289

sahwi, sekalipun keraguannya


|ika ingatnya setelah berdiri
hilang sebelum salam, misalkan
untuk melakukan rakaat
ia telah ingat sebelum salam,
keempat, maka sunah sujud
bahwa salatnya sudah 4 rakaat.
sahwi, sebab keraguannya
Sebab, sujud sahwi tersebut
terhadap tambahan rakaat
dilakukan karena ada keraguan
pada waktu berdiri itu.
tentang penambahan rakaat.

Baginya dalam melakukan


rakaat tambahan yang di- Bagi makmum, sunah
ragukan tersebut, tidak boleh
Cj)
melakukan dua sujud karena
berdasarkan atas prasangka- kelupaan imam yang suci (ke-
nya, pada perkataan atau sengajaannya), kelupaan i-
perbuatan orang lain, se¬ inamnya imam, sekalipun s
kalipun mereka jumlahnya kelupaan terjadi sebelum mak¬
banyak sekali, selagi belum mum tersebut mengikutinya,
mencapai tingkatan "tawatir" mufaraqah dengannya, salat
(suatu jumlah yang tidak imam batal setelah kelupa-
J) l3 ( G\$) juj jl3
mungkin bisa bersepakat untuk annya, atau imam tidak mela¬
berdusta -pen). kukan sujud sahwi. Hal itu
dimaksudkan untuk menam-
Mengenai keraguan yang tidak bah kekurangan salat imam.
berhubungan dengan tambah¬ Karena itu, makmum sudah
an, misalnya merasa ragu bersujud setelah imamnya
terhadap rakaat salat Ruba- salam.
*iyah, apakah yang dilakukan
itu rakaat ketiga atau keempat,
lalu sebelum berdiri untuk
rakaat yang keempat ia ingat,
bahwa rakaat yang baru saja
dilakukan adalah rakaat ketiga,
maka ia tidak sunah sujud
sahwi. Sebab rakaat keempat Ketika imam melakukan sujud
yang ia lakukan dengan sahwi, maka bagi makmum
keraguan tersebut memang inasbuk dan muwafik wajib
sudah sewajarnya dalam setiap mengikutinya, sekalipun ia
perkiraan. tidak mengetahui, bahwa ts y '' * -s
imamnya lupa.
290 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Fusal: Tentang Sunah Affadh 291
Kalau ia tidak mengikuti sujud
imam, maka batal salatnya, jika
mengetahui dan sengaja tidak
Cabang:
mengikutinya.
Jika seorang makmum di kala
bertasyahud ingat, bahwa ia
Bagi makmum masbuk, di
(elah meninggalkan rukun sa¬
akhir salatnya (sebelum salam)
lat selain niat atau takbiratul
sunah mengulangi sujud
lhram, atau ia merasa ragu
sahwi.
akan hal itu, maka setelah
imam salam, ia wajib menam-
Sujud sahwi tidak sunah
bah satu rakaat dan tidak sunah
baginya karena lupa, yang
bersujud sahwi, dalam hal yang
terjadi ketika mengikuti imam,
berkaitan dengan ingat, sebab
cbab, kelupaannya dapat kelupaan tersebut teijadi ketika
ditanggung oleh imam yang
masih bermakmum.
suci, bukan yang berhadas dan
mempunyai najis yang tidak
tampak (najis hukmiyah). .
Berbeda dengan masalah ke-
Lain halnya dengan kelupaan raguan, karena la melakukan
yang terjadi setelah kesahan rakaat tambahan atas per-
imam, maka imam tidak bisa kiraannya, setelah salam imam
menanggungnya, karena ia (karena keraguan yang terjadi
sudah tidak bermakmum kepa- setelah ia tidak bermakmum,
danya.
disunahkan bersujud sahwi
-pen).
(Karena itu), jika makmum
karena mengira imamnya
Dari alasan tersebut, jika ia
sudah salam, maka ia ikut
ragu mengenai mendapatkan
salam, lalu mengetahui, bahwa
rukuk bersama imam, apakah
imam belum salam, maka ia
ia salat bersama imam dengan
harus salam sekali lagi bersa-
sempurna atau ada kekurangan
manya (sesudahnya) dan ia
satu rakaat?, maka ia wajib me-
tidak disunahkan bersujud
nambah satu rakaat dan sunah
sahwi, karena kelupaan ter-
bersujud sahwi. Hal ini karena
sebut terjadi ketika ia masih
keraguannya terjadi setelah ti¬
bermakmum.
dak bermakmum, di mana a-
fikrifajar.wordpress.com
292 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Sunak Ah'adh 293

danya keraguan itu mene-


tapkan sujud sahwi. 9 * ^
Peringatan:
Jika imam melakukan sujud
c<
Kesunahan bersujud sahwi itu
sahwi setelah makmum muwa-
berakhir, jika seseorang dengan ^ C ax
fik selesai membaca batas mini¬
sengaja salam, sekalipun belum
mal tasyahud (serta salawat atas
lama waktu berselang, atau
Nabi), maka ia wajib mengikuti
salamnya karena lupa (tidak se¬
sujud imamnya itu.
ngaja) dan waktunya berselang
menurut ukuran umum cukup
lama.

(Apabila tidak sengaja salam,


dan waktu berselangnya masih
pendek), jika bersujud^ maka
berarti ia masuk kembali ke
Atau imam sujud sahwi sebe-
lum bacaan minimal tasyahud
r&>*J £9)
salat. Karena itu, ia wajib makmum selesai, makmum ju- 9 * "9.
mengulangi salamnya. * **' 5* ^ ^ **
ga wajib mengikuti imam ber¬
sujud, lalu ia harus menyem-
purnakan tasyahudnya sesudah
(Imam yang setelah salam
sujud.
karena tidak sengaja/lupa),
ketika imam kembali sujud,
Jika seseorang sesudah salam
maka bagi makmum yang lupa
timbul keraguan, kekurangan
wajib mengulanginya. Kalau
syarat atau meninggalkan far-
tidak ikut bersama imam, maka
du, selain niat dan takbiratul
batal salatnya, jika disengaja
ihram, maka hal itu tidak
tidak mengulangi dan menge-
membawa akibat apa-apa.
tahuinya.

Bagi makmum masbuk yang


telah berdiri untuk menyem-
purnakan rakaatnya (setelah
imam salam karena lupa -pen), Jika tidak dihukumi begitu,
jika imamnya kembali sujud, niscaya akan sulit dan mem-
maka makmum wajib kembali beratkan masalah tersebut
(ke duduk untuk sujud -pen), (buat manusia); dan memang
karena mengikutinya. menurut lahir, salat itu telah
terlaksana dengan sah.
fikrifajar.wordioress.com
294 Terjemah Fat-hul Mu in

Mengenai keraguan terhadap Dikatakan: Ukuran pendek di


niat atau takbiratul ihram, sini, adalah disesuaikan dengan
maka hal ini membawa pe- hadis yang menceritakan
ngaruh, menurut pendapat sahabat Dzul Yadain. Sedang-
Muktamad (yakni, ia wajib kan ukuran panjangnya, adalah
mengulangi salatnya, selagi ia yang melebihi dari itu.
belum ingat, bahwa niat atau
takbiratul ihram itu telah di-
lakukan -pen). Lain halnya
dengan pendapat yang mem*
perpanjang pembahasan ma-
salah ini, sampai meniadakan
Sedangkan dalam hadis di-
perbedaan (antara niat, takbi¬
terangkan: (Mengenai ukuran
ratul ihram dan rukun-rukun
pendek, mulai) Nabi saw.
lainnya -pen).
berdiri, lalu beijalan ke pinggir
mesjid, dan Nabi menanyakan
Terkecualikan dari "ragu”, jika
Dzul Yadain dan sahabat-
ia memang telah yakm mening-
sahabat lainnya. -Selesai-
galkan fardu setelah salam;
Dalam hal ini ia wajib me*
menuhi kembali (mengeijakan
rukun salat tersebut dan sete-
rusnya -pen), selagi belum se- Imam Ar-Rafi'i telah men¬
lang waktu yang lama, atau ceritakan dari Imam Al-
menginjak najis, sekalipun ia Buwaiti: Ukuran pisah yang
sudah berpaling dari kiblat, panjang, adalah pisah yang
berbicara, atauberjafon sedikit. melebihi seukuran satu rakaat.
Seperti ini pula pendapat
Asy-Syekh Zakariya dalam Imam Abu Ishaq.
Syarah Raudhi berkata: Sekali¬
pun ia sudah keluar dari
mesjid.
Riwayat dari sahabat Abi
Hurairah: Berselang panjang
Tentang panjang-pendek adalah seukuran lama salat
selang waktu, adalah menurut yang dikerjakan waktu itu
ukuran umum. (dua, tiga atau empat rakaat).
fikrifajar.wordpress.com
296 Terjemah Fat-hul Mu'in Pnsal: Tentang Sunah Abtidh 297

Rumusan (kaidah), yaitu: sujud tilawah, karena bacaan-


Sesuatu yang diragukan uya sendiri, tetapi bagi
kepindahannya dari keadaan makmum harus sujud tilawah.
semula, adalah hukumnya Karena itu, jika imam
dikembalikan pada keadaan melakukan sujud dan makmum
semula itu, -baik keadaan tidak mau mengikuti sujud,
kewujudan ataupun ketidak- atau imam tidak sujud lalu
wujudan- dan dibuanglah makmum melakukan sujud,
keraguan itu. (Contoh: Se- maka batal salatnya (jika
seorang yakin telah berwudu, memang disengaja dan
lalu ia merasa ragu akan mengerti akan keharamannya
batalnya, maka orang tersebut -pen).
dihukumi masih punya wudu.
Sebab, pada mulanya ia punya Jika makmum tidak mengerti
wudu. Atau ia yakin belum sujud imam, tahu-tahu imam
berwudu, lalu timbul suatu sudah mengangkat kepalanya
keraguan; sudah berwudu atau dari sujud, maka tidaklah batal
belum, maka hukumnya ia salat makmum dan tidak boleh
tidak punya wudu. Sebab pada sujud, tetapi cukup menanti
asalnya ia belum wudu -pen). imam dengan berdiri.

Karena itu, fukaha mengata-


kan: Sesuatu yang diragukan
itu dianggap tidak ada. Atau ia mengetahui imam
sedang sujud, tapi imam belum
mengangkat kepalanya, maka
SUJUD TILAWAH ia harus ikut turun untuk sujud
bersamanya.

Kesempurnaan:
Kemudian, apabila belum
Sunah melakukan sujud Tila-
sampai ia sujud, imam sudah
wah bagi pembaca atau
mengangkat kepalanya, maka
pendengar bacaan semua ayat
ia harus bangkil bersama imam
Sajdah.
dan tidak boleh bersujud.

Sunah bagi imam salat sirriyah,


Orang yang salat, selain agar mengakhirkan sujud
makmum, sunah melakukan tilawah hingga selesai salat.
fikrifajar.wordpress.com
298 Terjemah Fat-hul Mti'in

dengan berdiri, artinya, antara


Bahkan dalam kitabAl-Jawamiil
duduk dengan berdiri sama
Izham, di situ dibahas atas
saja -pen). 3. Sujud satu kali,
kesunahan mengakhirkan
seperti sujud dalam salat.
sujud pada salat jahriyah,
4. Salam (sujud tilawah bagi
karena agar tidak membi-
orang yang sedang salat,cukup
ngungkan para makmum.
dengan sujud saja -pen).

Dalam sujud tilawah sunah


berdoa: Sajada wajhiya .
dan seterusnya. (Wajahku
bersujud ke hadirat Dzat Pencipta,
Perupaan, Pelengkap pendengaran
dan penglihatannya, dengan
Apabila seseorang membaca upaya dan kekuatan-Nya. Maka,
ayat Sajdah dalam salatnya, lalu Maha Suet Allah, sebagus-bagus
ia rukuk yang sudah sampai Pencipta).
batas minimalnya, tapi ternyata
ia teruskanuntuk sujud tilawah, Faedah:
maka ini tidak diperbolehkan, Haram membaca Alqur-an
sebab tempat (letak) untuk dengan tujuan untuk melaku¬
melakukan sujud sudah tidak kan sujud tilawah saja, pada
ada (masalah ini hubungannya waktu mengerjakan salat atau
dengan imam dan orang yang makruh.
salat sendirian/munfarid -pen).
Salat yang seperti itu, hukum¬
Jika ia turun untuk sujud nya batal. Lain halnya, jika di
tilawah, setelah sampai batas samping tujuan sujud tilawah
rukuk lalu digunakan untuk juga ada tujuan lain, yaitu hal-
rukuk, maka rukuk yang seperti hal yang berkaitan dengan
ini hukumnya tidak sah. r bacaan (sunah dalam membaca
Alqur-an atau salat -pen),
maka secara mutlak tidak ada
Fardu-fardu sujud tilawah bagi kemakruhan.
selain orang yang salat:' 1. Niat
Tidak halal (haram) taqarub
sujud tilawah. 2. Takbiratul
(mendekatkan diri) kepada Al¬
ihram (dalam bertakbiratul
lah dengan melakukan sujud
ihram hukumnya tidak sunah
/
fikrifajar.wordpress.com
300 Terjemah Fat-hul Mu'in
301

yang tanpa ada sebab apa-apa,


sekalipun dilakukan setelah
salat.

PASAL: 4
i MEMBATALKAN SALAT
Secara sepakat, bahwa sujud di
hadapan guru-guru, seperti Salat menjadi batal -baik salat
yang dilakukan oleh orang- fardu atau sunah, tidak
orang bodoh, hukumnya termasuk di sini puasa dan ' \ ***'• n
adalah haram. iktikaf (puasa dan iktikaf tidak
menjadi batal sebab perkara ^ ^
yang akan dituturkan nanti 1
-pen)-, yaitu: ✓
1. Niat memutuskan atau meng-
gantungkannya dengan terjadi-
nya sesuatu, sekalipun perkara
itu biasanya mustahil teijadi.

2. Merasa ragu, bahwa salat telah


terputus. Tetapi, salat tidak batal u
sebab was-was yang mesti • W *♦

menimpanya dalam salat,


sebagaimana halnya dengan
/■"T 4^0 / '
imam dan lainnya (ibadah-
ibadah selain salat -pen). OLaS
3. Sebab perbuatan yang banyak,
selain jenis perbuatan salat, di
mana semua itu dipandang
secara yakin. Jika hal itu 1
dilakukan oleh orang yang
mengerti atas keharamannya,
atau tidak mengerti, tetapi
ketidaktahuannya tidak di-
anggap sebagai uzur. Lagi pula
perbuatan banyak tersebut
dilakukan secara sambung-
fikrifajar.wordpress.com
800 Terjemah Fat-hul Mu'in
301

yang tanpa ada sebab apa-apa,


sekalipun dilakukan setelah
salat.

PASAL: 4
TENTANG YANG MEMBATALKAN SALAT
Secara sepakat, bahwa sujud di
hadapan guru-guru, seperti Salat, menjadi batal -baik salat
yang dilakukan oleh orang- fardu atau sunah, tidak
orang bodoh, hukumnya termasuk di sini puasa dan
adalah haram. iktikaf (puasa dan iktikaf tidak
menjadi batal sebab perkara
yang akan dituturkan nanti
-pen)-, yaitu:
1. Niat memutuskan atau meng-
gantungkannya dengan terjadi-
nya sesuatu, sekalipun perkara
itu biasanya mustahil teijadi.

2. Merasa ragu, bahwa salat telah


terputus. Tetapi, salat tidak batal
sebab was-was yang mesti
menimpanya dalam salat,
sebagaimana halnya dengan
imam dan lainnya (ibadah-
ibadah selain salat -pen).

3. Sebab perbuatan yang banyak,


selain jenis perbuatan salat, di
mana semua itu dipandang
secara yakin. Jika hal itu
dilakukan oleh orang yang
a
mengerti atas keharamannya,
atau tidak mengerti, tetapi
ketidaktahuannya tidak di~
anggap sebagai uzur. Lagi pula
perbuatan banyak tersebut
dilakukan secara sambung-
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat
302 Terjemak Fat-hul Mu'in

. menyambung menurut penilai- yang berikutnya, ada jarak kira-


an umum, dan perbuatan itu kira seukuran satu rakaat,
teijadi pada salat selain Khauf adalah pendapat yang daif
atau salat sunah dalam (lemah), sebagaimana yang
perjalanan. temiatub dalam kitabd/-Mfl/mM’
(milik Imam Nawawi).
Lain masalah, jika perbuatan
itu sedikit, seperti dua kali Banyak perbuatan di atas
melangkah, sekalipun jauh, sekalipun terjadi karena lupa,
asal tidak melompat, atau dua (adalah tetap membatalkan
kali pukulan. Memang! Tetapi salat -pen).
jika dua langkah atau pukulan
tersebut dimaksudkan untuk Perbuatan banyak itu seperti
tiga kali yang sambung- tiga kali kecapan mengunyah, tiga
menyambung atau melakukan kali melangkah yang sambung-
tiga kali perbuatan, tapi baru menyambung, sekalipun hanya
dilakukan satu kali saja, maka sepanjang satu langkah yang
batal salatnya (sebab ia sudah diampuni adanya, atau seperti
bertujuan membatalkan salat¬ halnya menggelengkan kepala
nya -pen). dan menggerak-gerakkan dua
tangan.
\kng dimaksud dengan banyak S ”s' * s *

tetapi terpisah-pisah, adalah Lafal dengan


asal perbuatan yang satu sudah dibaca fat-hah kha'nya, adalah
dipandang pisah dari per¬ Masdar Marrah (kata benda
buatan sebelumnya. (Perbuatan jadian yang digunakan untuk
yang banyak tetapi sudah menerangkan banyak per¬
terpisah-pisah, adalah tidak buatan), sedangkan yang
membatalkan salat. Sebab, dimaksudkan di sini, adalah
Nabi saw. pernah salat dengan kepindahan kaki seseorang ke
menggendong 'Umamah. sebelah depannya atau ke
Ketika sujud, anak itu beliau tempat lain.
letakkan, dan ketika berdiri,
digendong lagi -pen). Dalam
Kemudian, jika kaki yang lain
hal ini, batasan yang diberikan
ikut bergerak, sekalipun tidak
oleh Imam Al-Baghawi, bahwa
bersambung, maka dihitung
antara perbuatan satu dengan
dua langkah. Tetapi Guru kami
fikrifajar.wordpress.com
304 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang yang Membatalkan, Salat 305

Imam Ibnu Hajar di dalam telapak tangan tanpa bergeser,


kitab Syarah Al-Irsyad dan menggerakkan pelupuk njata,
lainnya, mengukuhkan, bahwa bibir, batang zakar atau lidah,
kepindahan kaki satu lagi ke sebab kesemuanya itu mengi-
batas yang sejajar dengan kuti tempat masing-masing,
sambung-menyambung adalah seperti halnya yang terjadi
dihitung satu langkah saja. pada jari-jari.

Dari keterangan tersebut,


sebagian fukaha membahas
masalah gerakan lidah; bahwa ? " os' * S' |
bergeraknya lidah jika sampai
bergeser dari tempatnya
Jika memindahkan kedua kaki
dengan cara sambung-me¬
(mulut) dalam tiga kali gerak¬
an, adalah membatalkan salat.
- £4 eMf'Ou
nyambung, adalah dihitung
dua langkah, tanpa ada per- Guru kami berkomentar: Hal
tentangan di antara fukaha. tersebut masih belum pasti
(Muhtamal).
Apabila seseorang merasa ragu:
Apakah perbuatan yang di- Telapak tangan adalah di-
lakukan itu termasuk sedikit kecualikan dari jari-jari. Karena
atau banyak, maka hal ini tidak itu, menggerakkan tapak
membatalkan salatnya. tangan sebanyak tiga kali secara o
sambung-menyambung,
adalah membatalkan salat,
9"
Salat menjadi batal sebab 5 *tc-
melompat, sekalipun tidak kecuali bagi orang yang
banyak jumlahnya. terjangkit gatal-gatal, yang
biasanya sudah tid^k tahan lagi
Salat tidak batal sebab gerakan- jika tidak mengganiknya, maka
gerakan ringan, sekalipun hal ini tidak membatalkan salat,
berjumlah banyak dan karena ada unsur darurat
sambung-menyambung, (keterpaksaan).
namun hanya makruh. Misal-
nya, menggerak-gerakkan jari- Guru kami berkata: Dari kete¬
rangan tersebut dapat disim-
•Js 4^ 3
jari tangan untuk menggaruk
atau memutar tasbih dengan pulkan, bahwa orang yang
tertimpa suatu penyakit selaiu
fikrifajar.wordpress.com
306 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat 307

bergerak, yang memaksanya yang minta izin masuk, lantas


untuk menimbulkan banyak oleh orang yang sedang salat
perbuatan, adalah dimaklumi diucapkan: Udkhuluha .... dan
adanya. seterusnya. (Silakan masuk
dengan selamat dan sentosa).
Menggarukkan tangan dan
mengembalikan lagi secara Jika bacaan tersebut dimaksud-
bersambung, dihitung satu kali kan sebagai bacaan Qur-an atau
gerakan. Demikian pula meng- zikir saja; atau qiraah (zikir)
angkat tangan dari dada dan disertai peringatan, maka salat-
meletakkannya pada tempat nya tidak batal.
yang digaruk, adalah satu kali Demikian juga tidak batal, jika
gerakan. dibaca secara mutlak, sebagai-
mana yang dikemukakan oleh
segolongan fukaha. Tetapi
Imam An-Nawawi dalam kitab
Demikian itu, jika satu dengan At-Tahqiq dan Ad-Daqaaiq,
lainnya bersambung; kalau mengatakan akan kebatalan
tidak demikian, maka masing- salat, jika Qur-an atau zikir
masing dihitung satu kali tersebut dibacanya secara
gerakan, demikian itu seperti mutlak (tidak ada tujuan apa-
yang dijelaskan oleh Guru kami apa); dan inilah yang Mukta-
(Ibnu Hajar).
mad.

4. Berucap dua huruf jika sam- Keempat tersebut (qira'ah,


bung-menyambung, di mana zikir, qiraah/zikir bersamaan
ucapan tersebut memang tanbih, dan mutlak) dapat
disengaja, sekalipun karena terjadi dalam mengingat awal
dipaksa; demikian itu seperti bacaan imam (yang lupa), baik
yang dijelaskan oleh Guru dengan Qur-an atau zikir; dan
kami. bisa teijadi dalam mengeraskan
suara bacaan takbir intiqal bagi
Lain halnya jika yang di- imam atau mubalig (penyam-
ucapkan itu berupa Qur-an, bung suara).
zikir atau doa, yang ke-
semuanya itu tidak bertujuan Salat menjadi batal sebab
memberi kepahaman terhadap mengucapkan dua huruf,
seseorang. Misalnya orang sekalipun huruf tersebut
fikrifajar.wordpress.com
308 Terjemah Fat-hul Mu'in Pastil: Tentang yang Mernbatalkan Salat 309

terucap bersamaan dengan


Imam Az-Zarkasi membahas
berdeham yang tidak dianggap
atas dibolehkan berdeham-
uzur dalam bacaan wajib salat,
deham dalam salat bagi orang f s'fi
misalnya membaca Al-Fatihah. * \
y' *
* I **
yang sedang berpuasa, guna
^ ^
mengeluarkan liur dahak yang
Seperti halnya Al-Fatihah, dapat mernbatalkan puasanya
adalah setiap bacaan wajib, (jika ditelan). Guru kami
seperti tasyahud akhir dan berkata: Kebolehan hal itu
salawat Nabi saw. Salat tidak diarahkan juga untuk orang
batal sebab melontarkan dua yang tidak berpuasa, karena
huruf bersamaan berdeham- bertujuan mengeluarkan liur
deham, karena uzur dalam dahak yang bisa mernbatalkan
bacaan rukun salat. salatnya; Sebagaimana liur
dahak itu sudah mengalir ke
bagian luar (makhraj huruf
Zf -pen), dan tidak mungkin
mengeluarkannya, kecuali
dengan berdeham.

Atau juga batal sebab ter- Jika imam berdeham dan dari
lontarnya dua huruf tersebut dehamnya terlontar dua huruf,
bersamaan dengan sepadan-
maka tidak wajib mufaraqah
nya, misalnya batuk, tangis, dengannya. Sebab menurut
bersin dan tertawa.
pandangan lahirnya ia dapat
'<\ AS"'" menjaga hal yang membatal-
Tidak termasuk ketentuanku
kan salat.
"yang tidak dianggap uzur
dalam bacaan wajib", apabila
Memang! Jika ada alasan yang
dua huruf tersebut terlontar menunjukkan ketidakuzuran
bersamaan dengan deham imam, maka hukum mufaraqah
karena uzur dalam bacaan adalah wajib, menurut basil 4Z3j\Jw C
sunah, misalnya: surah, qunut, pembahasan Imam As-Subki.
atau membaca keras surah Al-
Fatihah. Karena ini semua, ’
batal salatnya.

•$& ms® Jika seseorang tertimpa


penyakit terus-menerus batuk,
sehingga tidak ada waktu yang
fikrifajar.wordpress.com
310 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat 311

terluang sepanjang melakukan


salat tanpa berbatuk yang bisa untuk hal itu tidak tergantung
membatalkan salat. Gum kami sahnya pada lafal, maka tidak
butuh untuk diucapkan; dan
menjawab hukumnya: Yang
tidak batal pula sebab mengu-
jelas, batuk-batuk tersebut
capkan doayangjaiz, sekalipun
diampuni adanya, dan nanti
setelah sembuh, ia tidak wajib untuk orang lain.
mengadha salatnya.

(Yang mana ibadah dan doa


tersebut) tidak digantungkan
adanya dan tidak dikhitabkan
kepada makhluk.

Atau salat itu batal sebab Karena itu, salat menjadi batal,
berucap satu huruf yang bila ucapan ibadah atau doa
memahamkan, seperti huruf tersebut digantungkan, misal¬
** -
(jagalah), huruf fcr (sadar- nya: In Syafa.... dan seterusnya
lah), huruf (patuhilah), (jika Allah menyembuhkan sakitku,
maka aku akan memerdekakan
atau satu huruf yang terbaca
seorang budak) atau berdoa:
panjang, sebab huruf yang
Allaahummaghfirlii.... dan
terbaca panjang pada dasarnya
adalah dua huruf. seterusnya (Ya, Allah, ampunilah
diriku jika herkenan). Demikian
Salat tidak batal sebab mengu- juga, salat akan batal jika
capkan bahasa Arab, di mana utapan ibadah atau doa
ibadah itu menjadi sah dengan tersebut dikhithabkan kepada
mengucapkannya, misalnya: makhluk selain Nabi saw.,
Nazar dan memerdekakan sekalipun di saat dia (mushalli)
budak. Misalnya kata-kata: mendengar nama Nabi saw.
Nadzartu . dan seterusnya tertuturkan menurut beberapa
(aku nazar memberi uang tinjauan. Misalnya: Nadzartu
Rp 1.000,- untuk Zaid atau say a .... dan seterusnya (Saya
memerdekakan si Fulan). nazarkan begini kepadamu, atau
semoga Allah merahmati engkau);
sekalipun yang dikhithabi
adalah orang mati.
Lain halnya melafalkan niat
puasa atau iktikaf, karena niat Sunah bagi orang yang salat,
yang diucapi salam oleh orang
fikrifajar.wordpress.com
312 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat 313

lain, agar menjawabnya dengan kata. Guru kaini berkata:


isyarat tangan atau kepala, Jelaslali, bahwa batasan kalimat
sekalipun dalam keadaan meni- (kata) di sini, adalah menurut
baca, lalu setelah salat, salam umum. Perkataan yang sedikit
tersebut dijawab dengan tersebut terjadi karena tidak
ucapan. sengaja (lupa), kalau dirinya
sedang menunaikan salat.
Bagi orang yang salat, boleh
salam dengan ucapan: "Wa
'alaihis salam", sebagaimana
kebolehan mendoakan orang
yang sedang bersin dengan
ucapan "Rahimahullah".
Karena Rasulullah saw. ketika
selesai salam dua rakaat, beliau
Sunah bagi selain orang yang berbicara sedikit dengan
salat, menjawab salam yang
keyakinannya, bahwa salatnya
diucapkan oleh orang yang telah selesai. (Ketika beliau
sedang salat. (Maksudnya,
menanyakan kepada sahabat
salam yang merupakan rukun perihal yang ditanyakan oleh
salat, yaitu salam pertama
sahabat Dzul Yadain -pen), para
-pen).
sahabat menjawabnya dengan
Sunah bagi orang yang bersin sepatah kata pula, di mana
dalam salat, supaya membaca mereka mengira, bahwa salat
Hamdalah dengan suara pelan, (yang berakaat empat) sudah
cukup terdengar oleh dirinya dinasakh (menjadi dua rakaat),
sendiri. kemudian beliau dan sahabat-
sahabat meneruskan salat yang
Sedikit berdeham menurut
dua rakaat itu.
ukuran umum, karena tidak
mampu menahannya adalah
Jika orang yang salat mengira,
tidak membatalkan salat.
(Maksudnya, berdeham yang i7* bahwa dengan sedikit berbicara
tanpa disengaja itu dapat
sampai melontarkan atau
membatalkan salat, lalu
mengeluarkan huruf -pen).
berbicara dengan panjang-
lebar, maka hal ini tidak dapat
Tidak batal juga sebab sedikit
dikatakan sebagai uzur (artinya,
berbicara, menurut ukuran
salat tetap batal -pen).
umum, seperti dua atau tiga
fikrifajar.wordpress.com
314 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat 315

Tidak termasuk dalam keten-


masih belum banyak diketahui
tuan "sedikit terpaksa ber¬
oleh masyarakat awam.
deham" dan "sedikit berbicara
yang tidak sengaja", apabila
berdeham dan berbicara itu 5. Sesuatu masuk pada perut yang
banyak. Karena itu, salat dapat membatalkan puasa,
menjadi batal sebab banyaknya sekalipun hanya sedikit. Batal
kedua hal itu, sekalipun teijadi juga sebab makan yang banyak,
karena terpaksa, lupa dan karena lupa, sekalipun hal ini
sebagainya. tidak dapat membatalkan
puasa.
Atau salat tidak batal sebab *

sedikit berbicara yang teijadi Apabila seseorang menelan liur


sebab lisan terlanjur. dahak yang keluar dari kepala
ke bagian luar mulutnya; atau
Atau tidak mengerti, kalau ber- menelan ludah yang bernajis
bicara ketika salat adalah karena tercampur darah dari
haram; sebab baru masuk gusinya, sekalipun berwarna
Islam, sekalipun ia berkumpul putih atau sedikit kemerah-
dengan masyarakat muslim, merahan seperti warna buah
atau karena jauh dari ulama, tanbal, maka batal salatnya.
yaitu orang yang mengetahui
hukum yang berkaitan dengan
masalah di atas.
Mengenai makan sedikit menu-
Jika ia mengucapkan salam rut umum -di sini tidak dibatasi
karena lupa, kemudian seukuran biji-bijian- yang
berbicara sepatah; atau ia tidak dilakukan karena lupa atau
mengerti bahwa apa yang ia bodoh yang tidak dianggap
lakukan adalah haram, namun uzur, atau dilakukan karena
mengerti jenis berbicara yang terpaksa, misalnya, jika air liur
haram dalam salat; atau tidak dahak keluar ke bagian luar
mengetahui, bahwa berdeham dan tidak bisa ditepisnya, atau
adalah dapat membatalkan jika air liur mengalir bersama
salat, namun ia mengetahui makanan yang terselip di
bahwa berbicara dalam salat antara'gigi, serta ia tidak
adalah haram, maka salatnya mampu memisahkannya, lalu
tidak haram- Masalah tersebut membuang (memuntahkan)-
fikrifajar.wordpress.com
316 Terjemak Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang yang Membatalkan Sblat 317

nya, maka yang seperti itu


tasyahud awal makmum itu. A' 's'
tidak mempengaruhi apa-apa
sebab ada uzur.
** 4 a * *

6. Sengaja menambah rukun fi’li,


yang tidak dalam keadaan Adapun penambahan yang
bermakmum, misalnya me¬ teijadi karena lupa atau tidak
nambah rukuk atau sujud, mengerti, maka dianggap seba-
sekalipun tidak dengan gai uzur, maka tidak mempe¬
ngaruhi atas kesahan salat,
%&> y^r
thuma'ninah di dalam nya.
sebagaimana halnya menam¬
bah kesunahan, semacam
mengangkat kedua tangan di
tempat yang tidak semestinya;
*
Termasuk yang membatalkan atau menambah rukun qauli,
salat, seperti yang dikatakan misalnya Al-Fatihah; atau
oleh Guru kami, ialah bila rukun fi'li dalam keadaan
dalam keadaan duduk, se- bermakmum, misalnya rukuk
seorang membungkuk sehing- atau sujud sebelum imamnya,
ga keningnya sejajar dengan lalu kembali lagi.
depan lututnya, sekalipun hal
itu dilakukan agar dapat duduk 7. Yakin atau mengira fardu salat
tawaruk atau iftirasy, yang sebagai sunah, sebab hal ini
kedua-duanya disunahkan. dianggap main-main.
Sebab, melakukan perbuatan
yang membatalkan salat itu
tidak dapat diampuni adanya,
demi melakukan perbuatan
sunah.

Tidak batal, jika seorang yang


Diampuni adanya, duduk seje-
Ami (buta hukum) meyakinkan
nak, seukuran duduk istirahat,
perbuatan-perbuatan sunah
sebelum sujud, setelah sujud
salat sebagai fardu; atau ia
tilawah, dan bagi makmum
mengerti, bahwa dalam salat itu
masbuk, sesudah salam imam
ada perbuatan fardu dan
yang tidak bertepatan dengan
sunah, tetapi tidak bisa
fikrifajar.wordpress.com
318 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang yang Membatalkan Salat 319

membedakan antara yang dengan masa keraguan yang A f


sunah dengan yang fardu, serta panjang atau pendek, tetapi
tidak dimaksudkan fardu hacaan yang dibaca dalam
tertentu sebagai yang sunah. keraguan tersebut tidak
‘-b
dianggap apa-apa, adalah
Tidak batal juga, jika orang seperti hainya melampaui .*• 3. {''<1^- C'->
buta hukum itu meyakinkan keseluruhannya (keraguan niat
* s4—!-9L*JLjc'
s **

semua perbuatan dalam salat takbiratul ihram atau syaratnya,


sebagai fardu. yang terjadi seperti tersebut
adalah membatalkan salat
Peringatan! -pen).
Termasuk membatalkan salat:
1. Hadas, sekalipun tidak Cabang:
disengaja. Apabila seseorang diberi tahu
oleh orang yang adil riwayat-
nya, bahwa dia terkena najis
atau terbuka auratnya yang
2. Terkena najis yang tidak sampai membatalkan salat,
dima'fu (pada badan, pakaian maka wajib baginya menerima
atau tempat orang yang sedang berita itu; Tapi, jika yang
salat -pen), kecuali najis itu diberitakan adalah semacam
dibuang seketika. pembicaraan yang dapat
membatalkan salat, maka
3. Terbuka aurat, kecuali jika baginya tidak wajib menerima
aurat itu terbuka sebab angin, (mempercayai) berita itu.
lalu dengan seketika ditutup
fl, - -i" < 9, (Perbedaan adil dalam riwayat
lagi. dengan adil dalam Syahadat:
Kalau yang pertama mencakup
4. Sengaja meninggalkan budak dan wanita, sedangkan
rukun. yang kedua khusus dilakukan
oleh orang merdeka, serta laki-
5. Merasa ragu akan niat laki -pen).
takbiratul ihram atau syarat
niat itu, padahal salat sudah Sunah bagi orang yang salat
beijalan satu rukun qauli atau sendirian (munfarid), yang
fi’li, atau telah lama masa inengetahui, bahwa salat
keraguan; (Melampaui) seba- jamaah sedang dikerjakan,
gian rukun qauli yang teijadi supaya membalik salat fardu
fikrifajar.wordpress.com
320 Terjemah Fat-hul Mu 'in
321

ada' yang sedang dilakukan


-bukan salat kadha- menjadi
salat sunah mutlak, lalu
& pi
bersalam setelah dua rakaat, PASAL: 5

mm
jika waktu itu ia tidak berdiri
TENTANG AZAN DAN IKAMAH

34?
untuk rakaat ketiga, kemudian
mengikuti salat jamaah.
Azan dan Ikamah menurut
logat, berarti: Memberitahu-
kan. Sedangkan menurut
♦ ^
syarak: Bacaan berupa kalimat-
kalimat yang masyhur di-
Memang! Jika ia merasa \Y£ ketahui dalam azan dan ikamah
khawatir, tertinggal jamaah
s * V 5 V/ V" ^ ^ os (kalimat Allahu Akbar dan
kalau inenyempurnakan salat ** ** ■ \ W t •,
\ seterusnya).
dua rakaat itu, maka disunah-
kan memutus salatnya, lalu
\ Dasar hukum azan dan ikamah,
memulai lagi dengan ber-
adalah ijmak yang didahului
jamaah. Seperti inilah yang
oleh impian Abdullah bin Zaid
dituturkan oleh Imam Nawawi
yang masyhur di suatu malam,
dalam kitab Al-Majmu\
di mana para sahabat Nabi saw.
sedang sibuk bermusyawarah
Imam Al-Bulqini membahas: “ 'J 9<f[ S ■> V
Hendaknya ia mengueapkan mengenai cara mengumpulkan
salam, sekalipun baru satu manusia untuk menunaikan
rakaat. salat. (Impian tersebut sesuai
dengan turun wahyu pada Nabi
saw. Jadi, ketetapan hukum
Adapun jika baru bertepatan
tersebut adalah berdasarkan
berdiri untuk rakaat ketiga,
wahyu, bukan impian itu -pen).
hendaknya rakaat itu di-
sempurnakan, jika tidak
khawatir tertinggal jamaah, lalu Impian tersebut seperti yang * / /L |/
1/ 4 ^ ^ ^
mengikuti jamaah. termaktub di dalam kitab
Sunan Abi Dawud sebagai
berikut: Dari Abdullah, dia
berkata: "Begitu Nabi saw.
memerintahkan memukul 'T ^^ 'i
lonceng untuk mengumpulkan
manusia agar menunaikan
fikrifajar.wordpress.com
322 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: TentangAzan dan Ikamah 323

salat, di tengah-tengah saya


tidur, melintaslah seorang laki- Demikianlah, setelah pagi hari,
laki yang membawa lonceng di saya datang kepada Nabi saw. exc \ ) bU
tangannya. dan memberitahukan menge- s' ■> ,
if*-'*'''c
~ s s' fl, l /
Maka saya bertanya kepadanya: nai mimpi saya kepada beliau. JULc
Wahai, hamba Allah! Apakah Lalu beliau bersabda: "Benar,
lonceng itu akan Saudara jual?' itu adalah impian yang benar.
Insya Allah. Ternuilah saudara
\ Bilal, dan sampaikan impianmu
kepadanya, supaya dia saja yang
berazan, karena dialah yang
mempunyai suara lebih keras dari-
la menjawab: 'Akan Saudara pada engkau."
gunakan apa?r Saya pun men-
jawabnya: 'Saya akan meng-
gunakannya untuk memanggil
manusia agar menunaikan
salat.' la berkata: 'Maukah Sau¬
dara aku tunjukkan cara yang
lebih baik dari itu?' Saya pun lalu menemuinya dan
menyampaikan impianku ke¬ s' • *
l >
Z ZZ

padanya, kemudian dia ber¬


Saya menjawab: 'Mau dan teri- azan.
ma kasih.' la pun lalu berkata:
’Ucapkanlah: Allahu Akbar....
dan seterusnya sampai akhir Sahabat Umar bin Al-Khath-
lafal azan.' thab yang berada di rumah
mendengar suara azan sahabat
Bilal, lalu keluarlah seraya
menyeret selendengnya dan
Kemudian dia pergi mening- berkata: "Wahai, Rasulullah, SZ\

galkan saya, tidak begitu jauh, demi Dzat yang telah mengu- 1. s
lalu dia berkata: 'Dan jika akan
dilaksanakan salat, maka ucap¬
\jj 1 Jȣ. (Jlj -} tusmu dengan membawa
kebenaran, sungguh saya telah
kanlah: Allahu Akbar .
sampai lafal ikaniah'."
bermimpi seperti mimpi
Abdullah bin Umar." Oleh
P2t&.2{p.
beliau dijawab: "Segala puji
milik Allah." • 10M
s' /
'fj
fikrifajar.wordpress.com
324 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Azan dan Ikamah 325

Dikatakan: Ada belasan sahabat


Nabi saw. bermimpi seperti Bagi laki-laki, sekalipun anak
mimpi Abdullah tersebut. kecil, salat sendirian (niun-
Azan itu sungguh disunahkan farid), dan sekalipun sudah
pula pada selain akan menunai- mendengar azan orang lain,
kan salat, seperti azan untuk menurut pendapat yang Muk-
orang yang sedang tertimpa tamad; Lain halnya dengan
kesusahan, brang yang tidak yang termaktub dalam Syarah
sadarkan diri (karena ter- Muslim.
ganggu jin), sedang marah,
azan karena perbuatan Memang! (Tapi) jika dia telah
manusia atau binatang yang mendengar azan salat jamaah
tidak baik, ketika terjadi dan ingin salat berjamaah
kebakaran, dan ketika ada bersama mereka, maka
amukan hantu, yakni jin. menurut beberapa tinjauan, dia
tidak disunahkan mengerjakan
azan sendiri.

Azan dan ikamah disunahkan (Kesusahan azan dan ikamah di


juga dikumandangkan pada atas) hanya untuk salat
kedua telinga bayi yang baru Maktubah (salat fardu lima
lahir (azan di telinga kanan, waktu) sekalipun salat kadha,
sedang ikamah dibaca di bukan untuk salat-salat sunah,
telinga kiri -pen), dan di kala salat Jenazah dan salat Nazar.
seseorang akan berangkat
bepergian (asal tidak pergi
karena maksiat -pen).
Jika seseorang ingin men-
Sunah kifayah -yaitu cukup cukupkan salah satu dari azan
dilakukan oleh sebagian orang- dan ikamah, karena semisal
melakukan azan dan ikamah, waktu telah sempit, maka yang
berdasarkan hadis yang di- lebih utama adalah melaksa-
riwayatkan oleh Imam Bukhari- nakan azan.
Muslim: "Jika telah tiba waktu
salat, hendaklah salah satu dari Sunah inelakukan azan dua kali
kalian mengumandangkan azan" pada waktu Subuh, yaitu
sebelutn terbit fajar dan yang
satu lagi setelah fajar. Kalau
ingin melakukan salah satunya
fikrifajar.wordpress.com
326 Terjemoh Fat-hut Mu'in
Pasat: TentangAzan dan Ikhmah 327

saja, maka yang lebih utama


melakukan azan setelah fajar. m Sunah ikarnah untuk setiap salat
yang tersebut di atas, dasarnya
adalah ittiba’ kepada Rasul saw.
Sunah azan dua kali untuk salat
Jumat; yaitu pertama setelah Bagi wanita, sunah melaksa¬
khotib naik ke mimbar, sedang nakan ikarnah dengan suara
yang lainnya sebelum itu. pelan, begitu juga bagi banci.

Tidak makruh bagi wanita


melakukan azan untuk kaum
Hanya saja azan dua kali untuk
wanita, dengan suara pelan;
salat Jumat itu, yang pertama jika dilakukan dengan suara
kali melaksanakan adalah keras, maka hukumnya adalah
sahabat Utsman bin Affan r.a.,
haram.
setelah kaum muslimim sema-
kin banyak. Sunah juga dikumandangkan
Dengan begitu, kesunahan dua panggilan untuk salat sunah
kali azan tersebut jika memang yang diatur pelaksanaannya
dibutuhkannya, sebagaimana secara berjamaah, misalnya
kehadiran mereka bergantung salat Id, Tarawih dan Witir di
adanya azan itu. Kalau tidak bulan Ramadhan yang dikerja-
demikian, maka yang lebih kan tersendiri dari Tarawih;
utama adalah melakukan azan dan salat Gerhana. dengan
sekali saja sebagai ittiba' kepada panggilan: "Ash-Shalata
Rasul (yaitu azan ketika khotib Jami'ah. Lafal
berada di atas mimbar -pen).
bisa dibaca nashab sebagai
Sunah melakukan satu azan susunan Ighra\ dan bisa dibaca
saja, untuk salat yang pertama rafak sebagai mubtada’; Sedang
bagi salat-salat yang sambung- lafal bisa dibaca
menyambung dalam pelak- nashab sebagai Haal, dan bisa
sanaannya. iviisalnya salat-salat dibaca rafa’ sebagai khabar
kadha, dua salat jamak, salat mubtada’ tersebut.
kadha dengan salat ada’ yang
waktunya sudah masuk, Sudah mencukupi dengan
sedangkan azan belum di- panggilan "Ash-Shalah Ash-
lakukannya. Shalah" atau ".Halummuu Hash
,
shalah" (Ayo tunaikanlah salat!).
rim

fikrifajar.wordpress.com
Pasal: TentangAzan dan Ikamah 329
328 Terjemah Fat-hul Mu'iti

membalik kalimat azan dan


Dan makruh dengan panggilan
t) ikamah), maka dia boleh
"Hayya alashshalah" (Ayo,
meneruskan urutan kalimat-
tunaikanlah salat).
\ kaliinatnya.

Panggilan di atas, hendaknya


Jika sebagian kalimat terting- VT . ^ °
dikumandangkan setelah waktu
salat tiba dan diulangi ketika gal, maka supaya kalin\at yang
akan melaksanakannya, agar cj&jiBilj’Caj > tersebut dibaca, serta kalimat
yang ada sesudahnya diulangi
dapat mengganti kedudukan
azan dan ikamah. (hal ini jika waktunya tidak
berselang lama -pen).

2. Sambung-menyambung antara
Tidak termasuk dalam keten- kata demi kata. Memang!
tuan kami "untuk jamaah", (Tetapi) tidaklah mengapa jika
apabila salat sunah tersebut antara kata dengan kata yang
tidak disunahkan berjamaah lainnya ditengah-tengahi
pelaksanaannya, salat sunah
yang dikerjakan secara
•>' S ) . sJ. s' S f " (disela-selai) sedikit pembicara-
an atau diam sebentar,
sendirian, misalnya salat Nazar sekalipun di sengaja.
dan salat Jenazah. ' '••SC''
Sunah membaca Hamdalah
dengan suara pelan bila bersin
(di kala azan atau ikamah), dan
Syarat Azan dan Ikamah
menunda menjawab salam
serta mendoakan orang yang
sedang bersin sampai azan atau
ikamah selesai.

1. Tertib, yaitu membaca kalimat


azan dan ikamah secara tertib, 3. Bersuara keras, jika inelak-
seperti yang telah diketahui, sanakan azan dan ikamah
demikian ini berdasarkan ittiba* untuk salat jamaah. Karena itu,
kepada Rasul saw. (untuk hasil pokok kesunahan)
semua kalimat azan dan
Jika kalimat-kalimat azan ikamah boleh terdengar oleh
terbalik, sekalipun tidak seorang saja.
sengaja (lupa), maka azannya
tidak sah. (Dan jika dia
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: TentangAzan dan Ikamah 331
330 Terjemak Fat-hul Mu'in

syahadat, sebelum membaca


Adapun azan dan ikamah
kedua kalimat tersebut dengan
untuk dirinya sendiri, cukuplah
suara keras. Membaca dengan
suara bisa didengar oleh suara pelan, adalah sekira
dirinya sendiri (sebab tujuan-
secara umum, orang yang ber-
nya adalah zikir).
ada dekat dengannya bisa
mendengar. Demiklan ini,
4. Telah masuk waktu salat selain
berdasarkan ittiba’ kepada
salat Subuh. Sebab tujuan azan
Rasul saw. Namun azan tetap
(ikamah) adalah memberitahu-
sah, walaupun tanpa tarji’.
kan, karena itu tidak boleh,
bahkan tidak sah dilakukan Sunah meletakkan ujung kedua
sebelumnya. Mengenai azan jari telunjuk tanganpadamasing- f-9
Subuh, maka sah sejak separo rnasing lubang tehnga di kala
malam. azan, bukan ikamah, sebab hal < &&& ■
ini dapat mengumpulkan
suara.

Dalam hal ini Guru kami ber-


kata: Jika memang orang yang
Sunah bertatswib dua kali, untuk
berazan ingin mengeraskan
dua azan Subuh. Yaitu mengu-
suaranya.
capkan: Ash-Shalatu Khoirum
minan naum (Bangim bergegas Jika sebelah tangannya ter-
untuk menunaikan salat adalah halang, maka tangan satunya
lebih utama daripada kenikmatan lagi tetap melakukannya; atau s *' £ * -I't
tidur) sebanyak dua kali, dibaca jari telunjuknya yang ber-
setelah membaca "Hai'alatain" halangan, maka jari-jari lain-
(Hayya alash shalah dan Hayya nya yang digunakan.
alal falah).

Sunah di kala azan dan ikamah:


Tatswib sunah dilakukan pula
pada azan salat kadha Subuh,
untuk selain salat Subuh
hukumnya makruh.
1. Berdiri, melakukan azan di
vs*' s r / 90»-s
Sunah melakukan Tarji', yaitu tempat yang tinggi.
membaca dengan suara pelan
untuk dua kali kalimat
jjfs 6^1 .Ju
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: TentangAzan dan Ikamah 333
332 Terjemah Fat-hul Mu'in

Jika suatu mesjid tiada menara- Peringatan:


nya, maka sunah melakukan Sunah mengangkat suara waktu
azan di loteng (jika tidak ada), azan, di atas pendengaran
maka sunah di pintunya. sendiri bagi munfarid. Sedang
bagi azan untuk salat jamaah,
sunah dapat terdengar salah
satu dari mereka.
2. Menghadap kiblat, jika tidak
menghadap kiblat, maka
hukumnya makruh.
cAj
^ j S +J*
\r t

3. Memalingkan wajah -bukan Kedua orang tersebut sunah


dada-, di kaia azan, ke sebe- mengangkat suara setinggi-
lali kanan untuk masing- tingginya, sebab hal ini
masing dua kali membaca diperintahkan.
Hayya alash shalah, lalu
menghadap kiblat lagi; dan ke Sunah merendahkan suara
sebelah kiri untuk masing-
azan, jika dilakukan di mushalla
masing dua kali Hayya alal
yang sedang dilaksanakan salat
falah, lalu menghadap kiblat berjamaah dan orang-orang-
lagi; Demikianlah, sekalipun
nya telah bubar.
untuk azan menjelang khotbah
dan azan diri sendiri (kalau Dalam azan sunah tartil, dan
ikamah, tidak disunahkan cepat-cepat dalam ikamah.
memalingkan wajah -pen). Mensukun huruf ra' pada takbir
yang pertama; Jika tidak
membaca sukun, maka
menurut pendapat Al-Ashah
adalah membaca dhammah.

Juga sunah membaca idgham


Waktu Tatswib tidaklah di¬ huruf dal lafal ke dalam
sunahkan memalingkan muka,
ra' lafal J&'A, sebab me-
sebab masalah ini ada per-
ninggalkan itu, adalah ter-
tikaian di antara fiikaha.
masuk "Lahn khafi" (kesalahan
baca yang tersembunyi).
fikrifajar.wordpress.com
334 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: TentangAzan dartIkamah 335

Sebaiknya, mengucapkan ha’ mengucapkan seperti ucapan


lafal '2>y^e^\ (pada kedua azan dan ikamah (yang di-
Hayya). ucapkan muazin), sekalipun dia
tidak punya wudu, sedang
Makruh azan dan ikamah bagi junub atau haid -menurut
orang yang dalam keadaan Imam As-Subki, orang junub
hadas, anak kecil dan orang dan haid tidak sunah
fasik. Dan tidak sah menyerah- menjawabnya- atau sedang
kan (azan dan ikamah) kepada istinja (jika tidak di dalam WC),
anak kecil dan orang fasik. menurut pendapat yang lahir,
jika memang kesemuanya itu
Azan dan ikamah, adalah lebih tidak sampai teijadi aksi-aksian
utama daripada Imamah, yang dapat mengubah makna
dasarnyai adalah firmah Allah azan atau ikamah.
swt.: "Tiada yang lebih bagus
daripada orang yang menyeru
kepada Allah (dengan tauhid)". Untuk itu, begitu selesai
Dalam hal ini, Aisyah kalimat azan atau ikamah
menjelaskan: Mereka adalah diucapkan, supaya segera
orang yang azan. menirukannya, sekalipun
dalam tarji’ yang dia sendiri
Dikatakan: Imamah (menjadi tidak mendengarnya.
imam) adalah lebih utama dari¬
pada azan dan ikamah. Dalam
pada itu, tanpa diperselisihkan Jika seseorang hanya men-
lagi, bahwa menjadi imam salat dengar sebagian kalimat azan,
adalah lebih utama daripada maka hendaklah meniru¬
melakukan azan atau ikamah kannya dan menirukan yang
saja. tidak dia dengar.

Jika azan itu dilakukan oleh


Sunah bagi yang mendengar-
kan azan atau ikamah -dengan
pendengaran yang dapat mem-
c para muazin berkali-kali secara
tertib, maka sunah menjawab
kesemuanya, sekalipun ia
bedakan huruf-hurufnya, jika
%■ sendiri telah menunaikan salat.
tidak demikian, maka tidak
(Namun) makruh jika tidak
dianggap mendengar, menurut
pendapat Guru kami- agar ikut
lT menjawab azan yang pertama.
fikrifajar wordpress.com
Pasal: Tentang Azan dan Ikamah 337
336 Terjemah Fat-hul Mu'in

Hendaklah ber-tashdiq, yaitu


(Jika orang yang mendengar-
membaca "Shadaqta wa
kan azan) sedang terleka
membaca Alqur-an, zikir atau barirta" sebanyak dua kali /' it /// / *
t*f •»
(Engkau benar dan banyak
doa, maka sunah memutusnya
untuk menjawab azan.
memangku kebagusan), di saat
^-
''/’‘t s ts /.s' /*
muazin, bertatswib waktu
Subuh.
Makruh bagi orang yang sedang
bersetubuh dan mendatangi
hajat, menjawab azan, akan
tetapi mereka agar menjawab-
nya sesudah selesai. Sebagai-
mana halnya dengan orang ■

yang sedang salat; semua itu


Ketika diucapkan dua kalimat
jika masa yang memisahkan
ikamah (Qadqamatish shalah),
belum begitu lama.
supaya pendengar membaca
Aqamahallah wa adamaha.
Tidak makruh menjawab azan
dan seterusnya. (Semoga Allah
bagi orang yang berada di
berkenan menegakkan dan
kamar mandi dan orang yang
badannya, bukan mulutnya,
,
melanggengkan salat juga
menjadikanku termasuk golongan
terdapat najis, sekalipun ia
orang-orang yang saleh dalam
menemukan perkara yang
| mengemban salat).
dipergunakan menyucikan.
Sunah bagi kesemuanya, baik
(Menirukan sesuai kalimat azan muazin, orang yang ikamah
dan ikamah), kecuali pada dan pendengarnya, membaca
kalimat-kalimat Hayya. Untuk salawat salam kepada Nabi saw.
itu, orang yang menjawab, setelah selesai masing-masing
hendaknya membaca Hauqalah , azan dan ikamah.
yaitu mengucapkan: Laa haula
wa, laa quwwata illaa billaahil
'aliyyil azhiitn, yaitu: Tiada daya
untuk menyingkir dari maksiat,
dan tiada upaya untuk berbuat
Maksudnya, setelah masing-
taat, kecuali atas pertolongan
masing azan dan ikamah
Allah. t/SS* S *9 / Si *
dikumandangkan, jika di
antara keduanya berselang
h *
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: TentangAzan dan jkamah 339
338 Terjemah Fat-hul Mu'in

waktu yang lama. Kalau tidak siang-Mu dan suara-suara orang


demikian, cukuplah untuk yang memanggil ke jalan-Mu,
keduanya diucapkan satu doa maha ampunilah dosaku!).
saja.

Lalu mereka meneruskan


dengan menengadahkan ke- Sunah sebelum jkamah, mem¬
dua tangan dan berucap: baca selawat kepada Nabi saw.,
Allahumma. dan seterus- sebagatmana yang dikemuka-
nya. {Ya, Allah, Tuhan Pemilik kan oleh Imam An-Nawawi
panggilan yang selamat -azan dan dalam Syarah Al-Wasith, yang
ikamah- dan salat yang akan kemudian dibuat pegangan
didirikan, datangkanlah pada oleh Guru kami, Ibnu Ziyad.
Nabi Muhammad wasilah dan Kemudian beliau menambah-
fadhilah dan utuslah beliau pada kan: Adapun pembacaan sala-
derajat yang terpuji, yang telah wat sebelum azan, saya tidak
Engkau janjikan). pernah menemukan dasar
hukum sama sekali.

Wasilah adalah derajat yang


tertinggi di dalam surga, Asy-Syekh Al-Kabir Al-Bakri
sedangkan Maqamul Mahmudah berkata: Pembacaan salawat
adalah suatu derajat syafaat di adalah disunahkan sebelum
hari kiamat waktu pemutusan azan dan ikamah; dan tidak di¬
sunahkan membaca Muhammad
hukum.
Rasulullah sesudahnya.

Imam Ar-Rauyani dalam kitab


Al-Bahr berkata: Sunah mem¬
Sunah membaca sesudah azan baca ayat Kursi di antara azan
Magrib: Allahumma .... dan dan ikamah, sebagaimana
seterusnya. (Ya, Allah, inilah disebutkan dalam sebuah
permulaan malam-Mu, penutup hadis: "Sungguh orang yang mau
membaca ayat Kursi di antara
fikrifajar.wordpress.com
340 Terjemah Fat-hul Mu in 341

azan dan ikamah, maka dosa- J? * '


dosa yang terjadi antara dua salat
tidak akan dicatat"
PASAL: 6
TENTANG SALAT SUNAH
Cabang:
Imam Al-Bulqini mengeluar- Lafal menurut bahasa
kan fatwa tentang orang yang adalah tambahan. Sedangkan
selesai berwudu dan bertepatan menurut syarak adalah per-
dengan selesai azan muazin, buatan yang kalau dilakukan
bahwa orang tersebut hendak- mendapat pahala, tetapi jika
nya membaca zikir wudu, sebab ditinggalkan tidak mendapat
ini adalah ibadah tersendiri; siksa.
lalu membaca zikir azan.
Nafl juga bisa diistilahkan
dengan Tathawu', Sunah,
Mustahab dan Mandub.

Pahala fardu melebihi 70 kali


Beliau berkata lagi: Yang baik,
pahala sunah, seperti yang
hendaknya dia membaca dua
dinyatakan dalam hadis yang S''' .('/'C'"
kalimat syahadat wudu dulu,
telah disahihkan oleh Imam
kemudian disambung dengan
Ibnu Khuzaimah.
doa azan, sebab doa ini
berkaitan langsung dengan
Nabi saw., baru berdoa untuk
dirinya. Ditetapkan nafl adalah untuk
menyempurnakan kekurang-
an-kekurangan di dalam
mengerjakan fardu, bahkan
agar di akhirat kelak -bukan di
dunia-, bisa mengganti ke-
dudukan fardu yang ditinggal¬
kan karena ada uzur, misalnya
lupa; Begitulah seperti yang
telah dinash.
fikrifajar.wordpress.com
342 Terjemah Fat-hut Mu'in Pasal: Tentang Salat Sunah 343

Salat adalah ibadah badan yang SALAT SUNAH BAGIAN PERTAMA


paling utama setelah mengu-
capkan dua kalimat syahadat.
Salat sunah ada dua liiacam:
Karena itu, salat fardu adalah Pertarna, tidak disunahkan
paling utamanya dan salat berjamaah, seperti salat
sunah adalah paling utama di
Rawatib yang mengikuti salat-
antara perbuatan sunah
salat fardu yang keterangannya
lainnya.
akan diterangkan di bawah ini.

Urutan keutamaan di bawah


salat, adalah puasa, haji, lalu
zakat: seperti inilah yang telah Disunahkan berdasarkan hadis-
dikukuhkan oleh sebagian hadis sahih di dalam kitab
ulama. Sunan (Sunan Abi dawud, An-
Nasai, Ibnu Majah dan At-
Ada yang mengatakan: Paling Tirmidzi):
utama adalah zakat. Ada yang 1. Empat rakaat sebelum Asar.
mengatakan, adalah puasa;
Ada juga yang mengatakan
2. Empat rakaat sebelum salat * I• 1 I
haji; Juga ada yang mengata¬
kan bukan itu semua (di
Zhuhur, dan empat rakaat se- g1'
sudahnya. S'*'*
antaranya adalah jihad -pen).
1.0 Jl*a)
Perselisihan di sini, adalah jika
3. Dua rakaat sesudah salat
suatu ibadah tersebut banyak
dikerjakannya, menurut pan- Magrib.
Di sini disunahkan pula agar
dangan umum, sedangkan
disambung pelaksanaannya,
ibadah yang satunya hanya
dengan salat fardu (Magrib).
dikeijakan yang muakad saja.

Fadhilah penyaijibungan ter¬


Kalau tidak demikian, maka sebut tidaklah bisa hilang
puasa sehari lebih utama sebab dipisah dengan zikir
daripada salat dua rakaat. yang matsur, yang dibaca
setelah salat lima waktu.
fikrifajar.wordpress.com
844 Terjemah Fat-hul Mu'iti
Pasal: Tentang Salat Sunah 345

4. Dua rakaat yang ringan


(pendek) setelah salat Isyak. semua surah di alas (rakaat
pertama membaca surah Al-
Insyirah dan Al-Kafirun;
rakaat kedua membaca surah
5. Dua rakaat sebelum Isyak, jika Al-Fiil dan Al-Ikhlash). Hal itu
ternyata tidak terleka dengan berdasarkan yang dikatakan
menjawab azan. Karena itu, oleh Imam An-Nawawi dalam
jika antara azan dan ikamah masalah membaca "Inrtii
ada waktu luang untuk zhalamtu nafsii zhulman
mengerjakan 2 rakaat, hendak- katsiiraa kabiiraa' (yaitu
nya dilakukan; jika tidak ada, dikiaskan dengan masalah
maka ditunda sesudah salat pembacaan ayat yang sampai
fardu. dengan lafal dan
- Ca. Maka antara kedua
6. Dua rakaat sebelum salat lafal tersebut sunah dikumpul-
Subuh. Dalam melakukan salat
kannya -pen).
ini, disunahkan diperpendek,
dan di dalam rakaatnya mem-
baca surah Al-Kafirun dan Al- Perlakuan seperti tersebut,
Ikhlash. tidak dianggap sebagai mem-
Hal ini berdasarkan hadis yang perpanjang rakaat yang sampai
diriwayatkan oleh Imam Mus¬ melampaui ukuran sunah dan
lim dan lainnya. ittiba', sebagaimana yang di¬
katakan oleh Guru kami, Ibnu
Fersebut pula, bahwa yang Hajar dan Ibnu Ziyad.
dibaca di sini adalah surah Al-
Insyirah dan Al-Fiil. Sungguh,
barangsiapa membiasakan
salat dengan membaca kedua
Sunah berbaring miring antara
surah tersebut, maka hilanglah
dua rakaat sunah Subuh
penyakit bawasir.
dengan salat fardunya, jika salat
sunahnya tidak diakhirkan dart
fardunya, sekalipun ia tidak
Demi menainpakkan yang bertahajud. Yang lebih utama
datang dari Nabi saw., maka (dalam berbaring itu) adalah
sunah mengumpulkan ke- pada sisi kanan badannya.
■ip m Mm mp

fikrifajar.wordpress.com
346 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Teniang Salat Sunah

Jika ia tidak menginginkan


demikian itu, hendaklah memi- rakaat sebelum salat Sifbuh, ■>* r'Y"-
sah antara kedua salat tersebut dua rakaat sebelum salat
dengan semacam pembicaraan Zhuhur, dua rakaat setelahnya,
atau berpindah tempat. dua rakaat setelah salat Magrib
dan dua rakaat setelah salat
Peringatan! 9 9
* *<► Isyak.
Boleh mengakhirkan salat
9? 'S
Rawatib qabliyah setelah salat 7. Salat Witir setelah salat Isyak,
fardunya; hal ini tetap masih berdasarkan hadis: "Salat Witir
dianggap ada’.
■ £&.-

Kadang-kadang penundaan
seperti ini justru disunahkan,
seperti ketika seseorang baru
hadir, di mana salat sudah Salat Witir itu lebih utama jika
didirikan, atau waktu sudah dibandingkan dengan semua
menjelang ikamah, sehingga salat Rawatib yang telah
"""l A tertuturkan, karena ada
jika ia melakukan (salat) dua
perselisihan dalam wajibnya.
rakaat terlebih dahulu, maka
tertinggal takbiratul ihram
imamnya. Dalam keadaan Paling sedikit rakaatnya adalah
semacam ini, baginya makruh satu rakaat, sekalipun tidak
mengerjakan salat sunah didahului dengan salat sunah
dahulu. Isyak atau lainnya.

Tidak boleh mendahulukan Imam An-Nawawi dalam kitab


sunah ba’diyah atas salat fardu
r-
S
i&izZS’JxA
** / •* ^ ** ✓ * Al~Majmu' berkata: Batas sem-
yang berkaitan dengannya, purna yang paling minimum
lantaran belum masuk waktu adalah 3 rakaat, 5 rakaat dan
melakukannya. Demikian juga di atasnya lagi adalah 9 rakaat.
setelah keluar waktu pelaksa-
naannya; begitulah menurut
beberapa tinjauan.


9 s'
Jumlah Rawatib Muakad ada
sepuluh rakaat. Yaitu: Dua (J
Salat Witir
adalah 11 ra
zr zp&jj
fikrifajar.wordpress.com
348 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Sunah 349

tidak boleli melebihi batas ini. Ketentuan tidak boleh menam¬


Demikianlah salat Witir bah dan mengurangi rakaat
dilakukan selalu dengan rakaat tersebut, berlaku pula bagi
ganjil- orangyangbertakbiratul ihram
niat salat sunah Zhuliur
sebanyak 4 rakaat secara
bersambung (satu kali salam).
Karena itu, ia tidak boleh
Jika seseorang pada saat 4' z (I 'A' memisah dengan dua rakaat
salam, sekalipun ia telah niat
takbiratul ihram tanpa niat
bilangan rakaat, maka sah memisah sebelum mengu¬
s' sCs"., "
takbirnya, dan ia boleh rangi rakaat; Hal ini masih ada
perselisihan dengan sebagian
melakukan salat Witir dengan
rakaat yang dikehendaki, fukaha yang memperboleh-
menurut beberapa tinjauan. kannya juga. -Selesai-.

Seakan-akan pemhahasan seba- Bagi orang yang melakukan


gian fukaha: Menyamakan salat Witir boleh lebih dari satu
(menganalogikan/meng-iZ/ta#- rakaat untuk memisah salatnya
kan) masalah seorang yang dengan cara dua rakaat salam.
salat Witir dengan niat bilangan Bahkan cara tersebut lebih
tertentu, baginya boleh utama daripada disambung
menambah atau mengurangi terus, dengan bertasyahud
ketentuan tersebut -dengan sekali atau dua kali pada dua
masalah salat sunah mutlak-, rakaat yang terakhir (seperti
adalah suatu kesalahan dan cara salat Magrib -pen).
yang benar-benar jelas salah-
nya.
Tidak boleh menyambung salat
Penjelasan mereka juga, bahwa:
Witir sampai melebihi dua kali
Sesunggnhnya didapati dalam
bertasyahud (sebab Nabi saw.
kalam Imam Al-Ghazali dari
tidak pernah mengerjakannya
Imam Al-Faurani seperti
-pen).
pendapat di atas, ini juga
adalah kesalahan, sebagaimana Menyambung pada selain tiga
yang dapat diketahui dari kitab * rakaat adalah khilaful aula,
Al~Basith (milik Imam AI- sedangkan menyambung tiga
Ghazali -pen). rakaat itu hukumnya makruh,
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Sunah 351
350 Terjemah Fat-hul Mu'in

///» ^ ^
y ^
L*
dengan rakaat sebelumnya;
sebab dalam hadis terdapat
Jika tidak dipisahkan, maka
larangan melakukannya:
tidaklah membaca surah
"Janganlah kalian semua
tersebut, sebagaimana fatwa
menyerupakan salat Witir dengan
Imam Al-Bulqini.
salat Magrib". (Washal/Menyam-
bung; mengumpulkan rakaat- Sunah bagi orang yang melaku¬
rakaat salat Witir dengan sekali kan salat Witir lebih dari 3
takbiratul ihram. Jadi, antara rakaat, pada rakaat pertama
rakaat terakhir dengan dan kedua membaca surah Al-
sebelumnya tidak dipisah Ikhlaash, baik itu dipisah
dengan takbiratul ihram. antara rakaat-rakaatnya atau-
Sedang Fashl/memisah adalah: pun disambung. • (J-o-Aj-**
Memisah rakaat salat Witir
dengan takbiratul ihram, Setelah salat Witir disunahkan
umpama setiap dua rakaat membaca doa: "Subhanal
salam sekali, atau antara rakaat malikil quddus" (Maha Suci Raja
yang terakhir dengan rakaat Yang Suci) 3x; pada ketiga
sebelumnya dipisah takbiratul kalinya suara dikeraskan, lalu
ihram -pen). membaca: Allahumma .
dan seterusnya. (Ya, Allah, aku
Sunah bagi orang yang mela- berlindung diri dengan ridha-Mu
kukan salat Witir 3 rakaat, dari murka-Mu, dengan kesejah-
membaca surah Al-A’la pada teraan-Mu dari siksa-Mu, dan
rakaat pertama, Al-Kafirun dengan-Mu, dari-Mu tidak dapat
pada rakaat kedua dan Al- aku menghitung berapa banyak
Ikhlaash, An-Naas, Al-Falaq pujian kepada-Mu sebagaimana
pada rakaat ketiga sebagai kamu memuji diri-Mu sendiri).
tindak ittiba' kepada Rasul saw.

Jika seseorang melakukan salat Waktu salat Witir adalah seperti


Witir lebih dari 3 rakaat, maka waktu salat Tarawih, yaitu
disunahkan membaca surah di antara salat Isyak, sekalipun
atas pada 3 rakaat terakhir, dilakukan setelah salat Magrib
jika rakaat itu dipisahkan
fikrifajar.wordpress.com
352 Terjemah Fat-hul Mu’in
Pasal: Tentang Salat Sunak 353

dalam salat jamak taqdim,


hingga terbit fajar. Bukhari-Muslim yang artinya:
“Jadikanlah salat Witir itu di akhir
malam salatmu. ” * *

Jika waktu tersebut sudah


habis, maka tidak boleh
mengadhanya sebelum waktu
Sunah meletakkan salat Witir di
Isyak, sebagaimana halnya
belakang semua salat Lail yang
dengan salat Rawatib ba’diyah.
dilakukan malam itu.
Lain halnya dengan pendapat
sebagian fukaha yang ber- s'

pendapat dengan memenang- Bagi orang yang tidak mem¬


kan kebolehannya. punyai kepercayaan, bahwa
dirinya dapat bangun sebelum
Jika telah jelas, bahwa salat fajar, maka sunah mengerjakan
Isyak yang dikerjakan adalah salat Witir sebelum tidur.
batal, padahal salat Witir atau Kemudian, (jika ternyata bisa
Tarawih telah dikerjakannya, bangun) ia tidak disunahkan
maka salat ini dihukumi mengulangi (bahkan jika ia
sebagai salat sunah Mutlak. mengulanginya dengan niat
Witir secara sengaja dan
mengerti hukum yang
Cabang: semacam ini, maka dihukumi
Bagi orang yang mempunyai liaram, serta salatnya tidak sah,
kepercayaan, bahwa ia dapat sebab berdasarkan hadis yang
bangun sendiri sebelum waktu artinya: "Tidak boleh melakukan
fajar atau dibangunkan oleh dua kali Witir dalam satu malam
orang lain, maka ia disunahkan -pen).
mengakhirkan salat Witir
keseluruhannya (pada akhir Kemudian, jika ia melakukan
malam) -kalau salat Tarawih salat Witir setelah bangun tidur,
tidak sunah diakhirkan- dari maka baginya mendapat
awal malam, sekalipun penun- pahala sunah Tahajud juga
daan seperti ini menyebabkan (sebab salat Tahajud adalah
I*s'' '
tertinggal jamaah Witir di salat yang dikerjakan sesudah
bulan Ramadhan. Hal ini bangun tidur -pen). Kalau
berdasarkan sebuah hadis yang dilakukan sebelum tidur, maka
diriwayatkan oleh Imam akan mendapatkan pahala salat
i Witir saja.
fikrifajar.wordpress.com
Basal: Tentang Salat Sunah
354 Terjemah Fat-hul Mu'in

Ada yang mengatakan: Yang Diriwayatkan, bahwa sahabat


s : lf / y ?
lebih utama adalah menger- Utsman bin Affan r.a. melaku
jakan Witir sebelum tidur kan seperti yang dilakukan oleh
secara mutlak (baik punya sahabat Abu Bakar r.a.,
keyakinan bisa bangun sebelum sedangkan sahabat Ali r.a.
* ? \ y yyy? y yl
terbit fajar ataupun tidak -pen), melakukan seperti yang di¬
lalu bangun dan bertahajud. lakukan oleh sahabat Umar r.a.
Hal ini berdasarkan perkataan * X
sahabat Abi Hurairah: Rasu- Al-Ghazali dalam kitab Al-
lullah memerintahkan aku Wasith berkata: Imam Asy-
supaya melakukan salat Witir Syafi'i r.a. memilih yang
Z>%\
sebelum tidur -HR. Bukhari- dilakukan oleh sahabat Abu
Muslim-. Bakar r.a.

Sedangkan dua rakaat sesudah


Witir seperti yang dilakukan
yL-LlJ)
(Perselisihan tersebut) karena
orang-orang dengan duduk,
sahabat Abu Bakar r.a. salat
adalah tidak termasuk sunah
Witir sebelum tidur, lalu /// s m *4 9 * s'
Nabi saw., sebagaimana yang
bangun tidur dan bertahajud;
Kalau sahabat Umar r.a. tidur SrtrtH dijelaskan oleh Imam Al-Jaujari Jj&
dahulu sebelum salat Witir,
yy^y }Sssyy?*fy dan Asy-Syekh Zakariya.
i _ . •»
setelah bangun lalu bertahajud
dan salat Witir.

..
y «>
s y S y yyyy rm*ys

->y yy^^y^y
Imam An-Nawawi dalam kitab
Al-Majmu berkata: Janganlah
Kemudian, masing-masing di anda terbujuk dengan keyakin¬
antara mereka melaporkan an seseorang, bahwa hal itu
perbuatannya kepada baginda sunah dilakukan dan menyu-
Rasulullah saw. Lantas beliau ruh melakukannya. Sebab hal
menjawab: "Ini (yakni Abu itu berangkat dari kebodohan-
Bakar) melakukan karena hati- ? y* /'-> ->y *y”A
nya terhadap hukum.
hati, dan yang ini (Umar)
melakukannya dengan penuh 8. Salat Dhuha, berdasarkan
kekuatan ." firman Allah swt.: "Mereka
356 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Sunah 357
membaca Tasbih di waktu sore dan
isyraq". Ibnu Abbas menjelas- adalah 8 rakaat, sebagaimana
kan: Salat Isyraq adalah salat yang termaktub dalam kitab^l#-
Dhuha. Tahqiq dan Al-Majmu' (kedua-
oi nya milik Imam An-Nawawi).
Seperti itu juga sebagian besar
ulama. Karena itu, hukumnya
haram menambah rakaat lebih
dari yang sudah ditentukan di
atas.
Imam Bukhari-Muslim meri- Delapan rakaat tersebut adalah
wayatkan hadis dari sahabat paling utama, seperti yang
Abu Hurairah, ia berkata: Aku tersebut dalam kitab Ar-
diberi wasiat oleh kekasihku, Raudhah dan aslinya. Berarti
yaitu Nabi saw. dengan tiga (menurut pendapat ini),
perkara: 1. Puasa tiga hari menambah bilangan dari
setiap bulan; 2. Salat Dhuha jumlah rakaat tersebut dengan
dua rakaat; 3. Salat Witir niat salat Dhuha sampai 12
sebelum tidur. rakaat adalah boleh saja.

Disunahkap setiap dua rakaat


salam sekali.

Imam Abu Dawud meriwayat-


Waktu salat Dhuha, adalah
kan, bahwa Nabi saw. mengeija-
sejak matahari naik setinggi
kan salat Dhuha, dan beliau
tombak sampai tergelincirnya
salam setiap dua rakaat.
ke arah barat. (Namun)
memilih waktu yang baik untuk
mengerjakan salat Dhuha
adalah ketika telah terlewatkan
seperempat waktu siang,
berdasarkan sebuah hadis
sahih.
Paling sedikitnya adalah dua
rakaat, dan paling banyaknya Jika terjadi perlawanan antara
mengakhirkan salat Dhuha
fikrifajar.wordpress.com
358 Terjemah Fat-hul Mu'in *

Pasal: Tentang Salat Sunah 359


/
sainpai seperempat siang
dengan fadhilah (keutamaan) 9. Salat Tahiyatul mesjid,
mengerjakannya di dalam sekalipun ia telah berulang-
mesjid bila tidak mengakhir- ulang masuk ataupun tidak
kannya (umpama, jika se- menghendaki duduk dalam
seorang mengakhirkan salat mesjid. Lain halnya dengan
Dhuha sampai seperempat pendapat Asy-Syekh Nashr,
siang, maka tidak bisa yang kemudian diikuti oleh
melakukannya di dalam mesjid; Asy-Syekh Zakariya dalam
dan umpama ia melakukan kitab Syarah Minhaj dan Tahrir
dalam mesjid, ia tidak bisa melalui perkataannya: Jika
mengakhirkan sampai seper¬ memang orang tersebut ber-
empat siang), maka yang lebih kehendak duduk dalam mesjid,
utama adalah mengakhir- (maka sunah melakukan salat
kannya sampai seperempat Tahiyatul mesjid; jika tidak,
siang, sekalipun akhirnya tidak maka tidak sunah -pen), karena
bisa mengerjakannya di dalam berdasarkan hadis yang di-
mesjid. Sebab, fadhilah yang riwayatkan oleh Imam Bukhari
berkaitan dengan waktu itu dan Muslim: "Apabila seseorang
lebih utama untuk dipelihara di antara kalian masuk ke mesjid,
(diperhatikan) daripada yang maka janganlah duduk terlebih
berkaitan dengan tempat. dulu, sebelum mengerjakan salat
dua rakaat".
Dalam salat Dhuha sunah
membaca surah As-Syams dan Kesunahan Tahiyatul mesjid
Adh-Dhuha. Sementara dalam berakhir dengan sendirinya,
hadis yang lain menyebutkan bila telah duduk lama; begitu
surah Al-Kafirun dan AI- juga dalam waktu yang pendek,
Ikhlaash. jika tidak lupa atau tidak tahu.

Menurut pendapat yang lebih


Disamakan dengan kedua
beralasan: Dua rakaat salat
duduk itu -menurut beberapa
Isyraq adalah termasuk dari
tinjauan-, apabila seseorang
salat Dhuha. Lain halnya
karena dahaga butuh minum,
dengan pendapat Imam Al-
lalu duduk sebentar untuk
Ghazali dan pengikutnya.
minum, kemudian menunai-
kan salat Tahiyatul mesjid.
w r# 1 ry 1
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Sunah 361

360 Terjemah Fat-hul Mu'in


Salat Tahiyatul mesjid itu
makruh dilakukan oleh khotib
Kesunahan di sini tidak bisa r-f a yang masuk mesjid setelah
berakhir sebab berdiri yang masuk waktu khotbah, dan bagi
cukup lama; atau sudah orang yang akan tawaf setelah
S //( 'l s
berpaling diri untuk tidak masuk Masjidil Haram.
mengerjakannya. Namun tidak makruh bagi P s’
seorang pengajar. Lain halnya
Bagi orang yang bertakbiratul
dengan pendapat sebagian
ihram salat tahiyatul mesjid,
fiikaha.
boleh meneruskan salatnya
dengan duduk. 10-13. Dua rakaat salat Istikha-
rah, Ihram, Tawaf dan salat
Makruh meninggalkan salat sesudah wudu.
Tahiyatul mesjid tanpa ada
halangan. Salat Tahiyatul mesjid dan yang , Ss -'Cl ss"/s z'4//'/'

Memang begitu, jika ternyata sesudahnya itu ikut tertunai- ^iS >
telah dekat pelaksanaan salat ciJ. kan dengan sendirinya, sebab
* 9 Y s' '
Jumat atau lainnya, dan ia melakukan dua rakaat atau
khawatirkan tertinggal fadhilah lebih dari salat fardu atau sunah
takbiratul ihram jika ia mela- lainnya, sekalipun tidak di- r
^ ^ ^ Cl o
kukan salat Tahiyatul mesjid, sertakan dalam berniat.
*
maka hendaklah menunggu Maksudnya, perintah untuk
\ ^ *" i'
dengan berdiri. melakukan salat-salat tersebut » Aj»s> Ia
jadi gugur sebab salat fardu
atau sunah yang lain.
Bagi orang yang tidak me* •H'z
mungkinkan mengerjakan Tentang mendapat pahala atau
salat Tahiyat, sekalipun karena tidak; Satu pendapat menga-
hadas, sunah mengucapkan: takan: Dapat pahala jika
Subhaanallaahi.... dan seterus- berniat, berdasarkan sebuah
nya 4x (Maha Suci Allah; segala hadis yang artinya: "Sesung-
puji milik Allah tiada Tuhan selain guhnya sah amal itu hergantung
Allah; Allah Maha Besar dan dengan adanya niat". Hal itu
tiada day a dan upaya, kecuali sebagaimana yang dikatakan
dengan pertolongan Allah Yang oleh segolongan ulama Muta-
Maha Agung). akhirin, kemudian dijadikan
pegangan oleh Guru kami.
fikrifajar.wordpress.com
*

362 Terjemah Fat-hul Mu'in


Pasal: Tentang Salat Sunfih 363

Tetapi, menurut lahirnya per-


Salat Awwabin sudah berhasil
kataan Ashhabu Syafi'i (ulama (tertunaikan) dengan sendiri-
fikih periode Mutaqadimin),
nya, karena ada salat kadha.
adalah tetap mendapatkan Lain halnya dengan pendapat
pahala, sekalipun tidak disertai
Guru kami.
niat. Seperti itulah kesimpulan
perkataan dalam kitab Al- Yang lebih utama, adalah
Majrmi. mengerjakannya setelah zikir
salat Magrib.

Sunah surah yang dibaca pada


rakaat pertama salat Wudu, 15. (Termasuk salat sunah yang
ayat "Walau Annahum dan tidak disunahkan berjamaah
seterusnya (An-Nisa5: 64), dan adalah) salat Tasbih, yaitu:
pada rakaat kedua membaca
ayat "Wa mayya'mal" dan Empat rakaat dengan satu kali
seterusnya (An-Nisa5: 110). salam atau dua kali. Hadis yang
menerangkannya adalah hadis
Hasan, karena banyak jalur
periwayatannya.

Pahala salat Tasbih tiada


terhingga. Dari sini, sebagian
14. Termasuk salat sunah yang ulama ahli tahkik berkata:
tidak disunahkan berjamaah, Semua mengatakan atas
adalah salat Awwabin. yaitu keagungan salat tersebut, dan
sebanyak 20 rakaat sesudah
tiada orang yang akan mening-
Magrib dan sebelum Isyak. galkannya, kecuali orang yang
menyepelekan urusan agama-
nya.
Ada sebuah riwayat yang
mengatakan: Rakaatnya seba¬
(Tata caranya) untuk tiap-tiap
nyak 6, 4 dan 2 rakaat; ini satu rakaat membaca "Subha-
adalah yang paling sedikit. nallah dan seterusnya 75x
(Maha Suci Allah, segalapuji bagi
fikrifajar.wordpress.com
364 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Sunah 365
»

Allah; Tiada Tuhan selain Allah;


Tasbih di waktu rukuk, maka ia
Allah Maha Agung).
tidak boleh kembali ke rukuk,
dan tidak boleh membaca
Tasbih tersebut pada iktidal,
sebab iktidal adalah rukun yang
(Dengan rincian) 15 kali pendek. Akan tetapi, bacaan
sesudah membaca Al-Fatihah, Tasbih tersebut dibaca ketika
10 kali pada waktu rukuk,
sujud.
iktidal, sujud dua kali dan
duduk di antara dua sujud;
yang kesemuanya itu dibaca
setelah masing-masing zikir Sunah dalam setiap minggu
yang berlaku di situ, dan atau bulan, tidak meninggalkan
membaca Tasbih 10 kali ketika salat Tasbih.
duduk istirahat.

SALAT SUNAH BAGIAN KEDUA


(Letak) takbir, adalah (sesudah
bangkit dari sujud kedua) dan Bagian kedua, salat sunah yang
ketika mulai duduk istirahat, pelaksanaannya disunahkan
tidak ketika bangkit dari duduk berjamaah.
istirahat.

Ketika duduk untuk ber-


tasyahud sebelum membaca 1. Salat Idul Fitri dan Adha.
tasyahud, membaca Tasbih Waktunya: Di antara terbit
sebanyak 10 kali. matahari dan tergelincirnya ke
arah barat.
Boleh juga membaca tasbih
sebanyak 15x, dibaca sebelum
Al-Fatihah (dan membaca
surah). Berarti bacaan Tasbih .
yang mestinya dibaca ketika
duduk istirahat, dibaca setelah Jumlah rakaatnya, adalah dua
membaca Al-Fatihah. rakaat.

Apabila ketika iktidal teringat, Sunah bertakbir sebanyak 7x


bahwa ia beluni membaca sesudah membaca doa Iltitah
pada rakaat pertama -sekalipun
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Sunah ^6/
366 Terjemah Fat-hul Mu in *

Zulhijah tatkala melihat


salat kadha, menurut beberapa binatang ternak atau men-
tinjauan-: dan 5x takbir pada dengar suaranya .(Takbir ini
rakaat kedua. disebut Takbir Muqayyad. Ini
hanya ada pada hari Raya Adha
-pen).

Takbir-takbir tersebut di-


lakukan sebelum inembaca
Ta’awudz pada rakaat pertania
dan kedua; dan sunah meng- 2. Salat Gerhana Matahari dan
angkat kedua tangan pada Rembulan
tiap-tiap takbir. Kesunahan Paling sedikitnya adalah dua
bertakbir ini jika belum rakaat, sebagaitnana salat
membaca Al-Fatihah. sunah Zhuhur. Kesempurnaan
yang paling minimal, adalah
Jika pada rakaat pertama menambah berdiri, membaca
Takbir tidak dilakukan, maka Al-Fatihah dan rukuk pada
pada rakaat kedua tidak sunah tiap-tiap rakaat.
ditemukan (dilakukan)nya.

Sunah membaca takbir dengan


suara keras pada malam hari
Raya Fitri dan Adha, sejak
terbenam matahari hingga
Yang lebih sempurna, mem¬
imam masuk untuk takbiratul
baca surah Al-Baqarah pada
ihram salat Id (Takbir ini
rakaat pertama atau seukuran
disebut akbir Mursal/Mutlak
dengannya; dan pada rakaat
karena tidak terikat dengan
kedua membaca sepanjang 200
salat dan lainnya -pen).
ayat Al-Baqarah; rakaat ketiga
150 ayat, sedangkan pada
Setiap selesai salat, sekalipun
rakaat keempat 100 ayat Al-
salat Jenazah, sejak Subuh hari
Baqarah.
Arafah (tanggal 9 Zulhijah)
hingga salat Asar tanggal 13
Zulhijah; juga pada tanggal 10
368 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Kemudian, pada waktu rukuk
sela-sela khotbah, demikian
dan sujud rakaat pertama
yang dikatakan oleh Imam As-
membaca tasbih sepanjang 100
Subki.
ayat Al-Baqarah, rakaat kedua
sepanjang 80 ayat, rakaat ketiga
70 ayat dan rakaat keempat 50
ayat. Tidak disunahkan bagi orang-
orang yang hadir ikut bertakbir
seperti khotib di atas.

3. Salat Istisqa\ di kala mem*


butuhkan air; baik karena tidak
ada air, ada tapi asin atau
Kemudian, setelah salat diikuti
karena hanya sedikit, yang
dengan dua khotbah. Maksud-
tidak mencukupi kebutuhan.
nya, sunah melakukan dua
khotbah sesudah salat Idul Fitri
dan Adha, sekalipun salat itu
dikerjakan pada keesokan Tata cara salat Istisqa' adalah
harinya menurut keterangan seperti salat hari Raya Fitri-
yang lahir dan sunah melaku¬ Adha. Hanya saja khotib mem¬
kan dua khotbah sesudah salat baca istigfar sebagai ganti dari
Gerhana. takbir ketika berkhotbah, dan
menghadap kiblat waktu ber-
doa di tengah-tengah khotbah
(Dalam khotbah) khotib kedua, yaitu kurang-lebih
membuka khotbah pertamanya setelah khotbah kedua berjalan
untuk salat hari raya -bukan sepertiganya.
Gerhana- dengan bertakbir 9
kali, sedang khotbah kedua
dengan bertakbir 7 kali, yang
kesemuanya dilakukan secara 4. Salat Tarawih, sebanyak 20
sambung-menyambung. rakaat dengan 10 kali salam,
dalam tiap-tiap malam Rama-
Sebaiknya, antara kedua khot¬ dhan.
bah tersebut dipisahkan Berdasarkan sebuah hadis.
dengan bertakbir, dan mem* "Barangsiapa menjaga bulan
perbanyak pembacaan takbir di
fikrifajar.wordpress.com
370 Terjemah Fat-hul Mu in
i
Pasal: Tentang Salat Sunah

Ramadhan (salat Tarawih dan


ibadah-ibadah lainnya) dengan
Rahasia 20 rakaat adalali: Salat
iman dan mengharapkan pahala,
Rawatib Muakad di luar Rama¬
maka diatnpunilah dosa-dosanya
dhan berjumlah 10 rakaat,
yang telah lewat."
maka di bulan Ramadhan
Os'
dilipatkan menjadi dua kali,
sebab Ramadhan adalah waktu
Dalam praktik salat Tarawih, bersungguh-sungguh dan
wajib salam dalam setiap dua
rakaat. Karena itu, jika salam
aij: bersiap siaga.
0^ ^ V s'/
dalam dap empat rakaat, maka
tidak sah salatnya. Hal ini Mengulang bacaan surah At
berbeda dengan salat sunah Ikhlash sebanyak tiga kali
Zhuhur, Ashar, Dhuha dan dalam rakaat terakhir salat
Witir. Tarawih, adalah bid'ah tidak
baik. Sebab, hal ini menyelisihi
sunah Nabi saw., menurut
pendapat Guru kami.

Dalam pelaksanaannya, hen-


daklah seseorang niat salat
arawih atau menjaga Rama-
dhan (Qiyamur Ramadhan).
Sunah salat lahajud atas dasar
Melakukan di awal waktu, ijmak. Tahajud adalah salat
adalah lebih utama daripada di sunah setelah bangun dari
tengah-tengah malam setelali
tidur.
bangun dari tidur. Lain halnya
dengan pengaburan Imam Ah
Firman Allah Ta'ala: Jan di
Hulaimi (pendapat yang
antara malam itu, bertahajudlah
belum jelas).
engkau sebagai ibadah sunah

Dinamakan Tarawih, sebab bagimu!"


mereka yang melaksanakannya
merasa rilek (istirahat) setelah Tentang keutamaari sa at
dua kali salam, lantaran mere¬ Tahajud, banyak hadis yang
ka telah berdiri lama. satnpai pada kita.
fikrifajar.wordpress.com
372 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Stlnak 373

y9 tS* SS 9
Bagi orang yang sudah mem- Salat sunah muakad (yang
biasakannya, maka makruh ditentukan waktunya), jika
ineninggalkan salat Tajahud tertinggal, sunah untuk di-
tanpa suatu darurat.
kadha. Seperti salat Id, Rawatib
dan Dhuha.
Sunah inuakad untuk setiap
malam sesudah bangun tidur,
tidak meninggalkan salat
Tidak demikian untuk salat
sunah, sekalipun hanya dua
sunah yang mempunyai sebab,
rakaat. Sebab fadhilahnya besar
misalnya salat Gerhana, Tahiya-
sekali.
tul mesjid dan sesudah wudu.

Barangsiapa meninggalkan
Bilangan rakaat salat Tahajud salat sunah mutlak yang
menjadi kebiasaannya (wirid-
tiada batasnya. Dikatakan:
rakaatnya sebanyak 12. nya), maka baginya sunah
mengadha.
Begitu juga mengadha wirid
yang bukan berupa salat.
. il
Sunah memperbanyak doa dan
istigfar di malam hari. Salat sunah Mutlak (salat sunah
yang tidak terikat dengan
waktu ataupun sebab) jumlah
rakaatnya tidak terbatas.
Hal itu lebih utama lagi jika
Bagi orang yang melakukan
dilakukan pada separo malam
salat sunah Mutlak, hanya
yang akhir. Yang lebih utama di
boleh melakukan satu rakaat
waktu sahur, sebagaimana
langsung tasyahud, terus salam.
firman Allah: "Dan di waktu
Hal ini hukumnya tidak
sahur, mereka mernbaca Istigfar".
makruh.

Apabila ia niat melakukan di


Sunah muakad membangun- atas satu rakaat, baginya boleh
kan orang yang berkeinginan '‘btob bertasyahud pada setiap dua,
mengerjakan salat Tahajud. tiga, empat rakaat dan seterus-
nya.
fikrifajar.wordpress.com
374 Terjemah Fat-hul Mu'in

Imam An-Nawawi dalam kitab


Atau dia niat melakukan dalam Al-Mapnu berkata: Memper-
bilangan tertentu, maka (jOjujSAt) 4)i panjang berdiri
itu lebih utama
baginya boleh menambah atau daripada memperbanyak jum-
menguranginya, jika inemang lah rakaat.
diniatkan sebelutnnya, kalau
tidak begini, maka batal Kata beliau lagi dalam Al-
salatnya. MajmuUrutan keutamaan
salat-salat sunah sebagai
Apabila berniat melakukan dua berikut: "Idul Adha, Fitri,
rakaat, kemudian karena lupa Gerhana Matahari, Rembulan,
ia berdiri lagi untuk rakaat Istisqa', Witir, dua rakaat
ketiga, lalu ingat, maka ia wajib sebelum salat Subuh, semua
duduk, dan kalau ingin salat Rawatib -semua ada pacla
menambah rakaat baginya, satu tingkatan-, Tarawih,
boleh berdiri lagi. Lantas di Dhuha, dua rakaat Tawaf,
akhir salatnya, sunah bersujud Tahiyatul mesjid, Ihratn, lantas
sahwi. salat sunah setelah wudu.

Jika tidak menghendaki


menambah rakaat, baginya
cukup duduk, bertasyahud dan
bersujud sahwi, lantas salam.


Sunah bagi orang yang mela¬
kukan salat sunah Mutlak, baik Tentang salat yang terkenal di
malam Raghaib (yaitu, salat 12
di malam atau siang hari, agar
bersalam setiap dua rakaat. rakaat antara Magrib-Isyak
Berdasarkan sebuah hadis yang
disepakati Imam Bukhari-Mus-
pada malam Jumat pertama
bulan Rajab -pen), salat Nisfu
*
U l
lim:"Salat malam itu dua rakaat- Sya'ban dan salat malam
'Asyura (10 Muharam), ini
£ * < 'V’*. t
dua rakaat.M Dalam riwayat
sahih lainnya: "dan salat sunah semua adalah bid'ah qabihah
di siang hari'\ (bid'ah yang tercela), dan hadis-
hadis yang dijadikan dasar
fikrifajar.wordpress.com
376 Tetjemah Fat-hul Mu'in

* ***1 »

yang senada dengan Imam


Ibnu Syuhbah dan lainnya.

Yang lebih buruk lagi, adalah


seperti yang dijadikan tradisi
di suatu daerah, yaitu salat lima
rakaat di malam Jumat terakhir
bulan Ramadhan sesudah salat
Tarawih, dengan maksud agar
dapat menebus salat yang di-
tinggalkan selama satu tahun
atau seumur hidup. Hal ini
adalah haram dilakukan.
fikrifajar.wordpress.com

377

. < "'A" i ^ * 9 * <”

PASAL: 7
TENTANG SALAT BERJAMAAH

Salat berjamaah ditetapkan di


Madinah. Jamaah itu paling
sedikit terdiri dari imam dan
seorang makmum.

Tingkat keutamaan jamaah,


adalah sebagai berikut: Jumat,
salat Subuh hari Jumat, Salat
Subuh, Isyak, Asar, Zhuhur,
kemudian Magrib.

Salat berjamaah pada salat ada


lima waktu -bukan salat Jumat-
hukumnya adalah sunah mua-
kad. Berdasarkan hadis Mutta-
faq 'alaih: "Salat berjamaah itu
lebih utama dari salat sendirian,
seluih dua puluh tujuh derajat."
Kelebihan seperti yang di-
tunjukkan oleh hadis, adalah
menetapkan kesunahan saja.
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Berjamaah
378 Terjemah Fat-hul Mu 'in

hukumnya fardu kifayah atas


Hikmah kelebihan 27 derajat,
laki-laki balig, merdeka dan
adalah bahwa berjamaah me-
bermukim, untuk salat ada
ngandung faedah sebesar itu,
saja. Demikian itu dimaksud-
yang melebihi salat sendirian.
kan agar dapat menambah
syiar di tempat didirikan
jamaah.

Tidak masuk dalam ketentuan


"ada' (tunai)", adalah salat
maktubah itu dikerjakan secara
kadha. Tetapi, jika antara
makmum dengan imam dalam Dikatakan: Hukum berjamaah
mengerjakan salat kadha itu adalah fardu ain, dan ini adalah
sama, maka hukumnya sunah pendapat Imam Ahmad.
berjamaah.

Dikatakan lagi: Hukumnya


Jika tidak sama, maka hal itu
adalah merupakan syarat sah
menyelisihi keutamaan (khila-
ful aula), seperti halnya salat salat.
ada' bermakmum dengan salat*
Kemuakkadan sunah ber¬
kadha atau sebaliknya; salat
jamaah bagi wanita, tidak
fardu dengan imam salat sunah
sekuat bagi laki-laki. Karena
atau sebaliknya, dan salat
itu, kemakruhan meninggalkan
Tarawih bermakmum dengan
jamaah hanya bagi laki-laki,
imam salat Witir atau sebalik¬
nya. bukan wanita.

Tidak masuk dalam ketentuan


Berjamaah salat maktubah di
"Maktubah", adalah salat nazar
mesjid bagi laki-laki, adalah
dan salat sunah. Untuk itu tidak
lebih utama. Memang! Jika
sunah berjamaah, tapi juga
jamaah hanya didapati di
tidak dimakruhkan melaku-
rumahnya saja, maka inilah
kannya.
yang lebih utama.

Imam An-Nawawi berkata: Al-


Ashah, bahwa salat berjamaah
fikrifajar.wordpress.com
380 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjamaah 381
it

Demikian juga, di rumah lebih Abil Hasan Al-Bakri ber-


utama, jika jamaahnya lebih pendapat lain (pengulangan¬
banyak daripada di mesjid. nya tanpa batas -pen),
Demikian inilah yang di- sekalipun salat yang pertama
pegangi oleh Imam Al-Adzra'i dilakukan secara berjamaah
dan lainnya. Guru kami bersama orang lain, meskipun
berkata: Ditinjau dari berbagai hanya seorang, baik dia
wajah, adalah kebalikannya. mengulangi salatnya sebagai
orang yang menjadi imam atau
makmum dalam salat yang
pertama atau kedua, dan
Jika terjadi perlawanan antara dengan syarat-berniat fardu,
fadhilah salat di dalam mesjid sekalipun salat ini nanti
(tanpa berjamaah) dengan salat menjadi sunah. Karena itu, ia
di luar mesjid (tapi dengan harus berniat mengulangi salat
berjamaah), maka yang di- yang difardukan.
dahulukan adalah mana yang
lebih jelas fadhilahnya (yaitu
Imam Al-Haramain memilih
berjamaah). Karena fadhilah
ketentuan, bahwa dalam hal ini
yang berkaitan dengan ke-
hendaknya dijelaskan, salat
adaan ibadah itu sendiri lebih
Zhuhur atau Asar misalnya,
utama daripada yang berkaitan
tidak wajib menjelaskan kata
dengan tempat atau masanya.
fardu. Demikianlah pendapat
Sedangkan fadhilah yang
yang diunggulkan oleh Imam
berkaitan dengan masa itu
An-Nawawi dalam kitab Ar-
lebih utama daripada yang
Raudhah. Tetapi, pendapat
berkaitan dengan tempatnya.
pertamalah yang diunggulkan
oleh kebanyakan ulama.

Yang dianggap salat fardu,


adalah salat yang pertama.
Disunahkan mengulangi salat
Walaupun telah jelas, bahwa
maktubah (karena ada jamaah),
salat pertama rusak (batal),
dengan syarat jamaah tersebut
maka salat kedua tidak cukup
berada pada waktunya, dan
menjadi penggantinya, menu-
pengulangannya tidak lebih da¬
rut pendapat yang dipegangi
ri satu kali -dalam hal ini- guru
oleh Imam Nawawi dan Guru
dari Guru kami, yaitu Imam
kami.
fikrifajar.wgrdpress.com
382 Terjemah Fat-hul Mu'in
*

Pasal: Tentang Salat Berjamaah 383

Lain halnya dengan pendapat


guru beliau, yaitu Imam
Zakariya, yang mengikuti
99
aiiau'iw Demikian pula jika imam yang
peserta jamaahnya banyak itu
Imam Al-Ghazali dan pendapat tidak beriktikad wajib atas
Imam Ibnul ’Imad (mereka sebagian dari rukun-rukun atau
berpendapat, bahwa salat syarat-syarat salat (misalnya
kedua tersebut bisa mengganti imam Hanafi, yang tidak
yang pertama -pen); Maksud- beriktikad terhadap kewajiban
nya, jika dengan salat fardu membaca basmalah dan meng-
(kalau yang ini tidak ada hadap 'Ainul qiblah menurut
pertentangan dengan Guru persyaratan, tapi cukuplah
kami di atas -pen). dengan Jihatul qiblah -pen),
sekalipun dia sendiri melaku-
Berjamaah dengan jamaah kannya. Karenayang demikian
yang banyak, adalah lebih ini berarti ia melakukan ke¬
utama daripada jamaah yang wajiban yang dimaksudkan
sedikit pesertanya, berdasarkan sebagai kesunahan, di mana hal
sebuah hadis "... lain mana yang ini dapat membatalkan salat
lebih banyak, itulah yang lebih menurut mazhab kita (Syafi’i).
disenangi Allah swt.'\

Atau (lebih utama jamaah yang


sedikit pesertanya) jika yang
Kecuali imam yang peserta sedikit itu dilaksanakan di
jamaahnya melakukan bid’ah, dalam mesjid yang diyakini
misalnya ia beraliran Rafidhi kehalalan tanah atau harta
atau melakukan kefasikan, pembangunannya.
sekalipun hanya sekadar
dakwaan orang; Maka jamaah
yang sedikit pesertanya adalah Atau karena mesjid -yang dekat
lebih utama. Bahkan salat
dari tempat jamaah atau jauh
sendirian adalah lebih utama menjadi kosong lantaran dia
(daripada berjamaah dengan tidak hadir di situ, sebab dia
imam yang melakukan bid'ah menjadi imamnya atau orang-
-pen). Demikianlah, seperti apa orang tidak mau hadir bila-
yang dikatakan oleh Guru kami mana dia tidak hadir.
dengan mengikuti guru beliau,
Imam Zakariya r.a.
fikrifajar.wordpress.com
if

384 Terjemah Fat-hul Mu 'in


Pasal: Tentang Salat Berjamaah 385

Karena itu, jamaah di mesjid Minhajy bahwa yang lebih


lebih utama daripada jamaah di utama adalah salat sendirian
tempat lain, sekalipun peserta- bagi orang yang tidak dapat
nya banyak. khusyuk dengan berjamaah
dalam sebagian besar salatnya.
Bahkan sebagian ulama mem-
bahas, bahwa salat sendirian di
mesjid yang menjadi kosong
sebab kepergiannya, adalah Guru kami berkata: Memang
lebih utama daripada ber- demikian, jika kekhusyukan
jamaah di lainnya. dalam salat hilang semua, maka
Menurut pendapat yang lebih salat sendiri adalah lebih utama
beralasan, adalah kebalikannya. (tapi dalam kitab Tuhfah dan
Fat-hul Jawab, milik Guru kami
tersebut, beliau tetap mengata-
kan yang lebih utama adalah
Apabila imam yang ada pada
jamaah -pen). Sedangkan fatwa
jamaah sedikit pesertanya itu
Imam Ibnu Abdis Salam, bahwa
lebih utama sebagai imam,
khusyuk yang lebih utama
misalnya karena ilmunya,
secara mutlak, adalah fatwa
maka ikut beijamaah dengan
yang bertitik tolak pada pen¬
dia adalah lebih utama.
dapat bahwa jamaah hukumnya
sunah.

Apabila berlawanan antara


Apabila bertentangan antara
khusyuk dengan berjamaah
bisa mendengarkan bacaan
(jika salat sendirian bisa
Alqur-an dari imam dengan
khusyuk, tapi jika berjamaah
jamaah yang pesertanya
tidak bisa khusyuk -pen), maka
sedikit, tanpa dapat men¬
yang didahulukan adalah
dengarkan bacaannya, tapi
berjamaah. Karena para
pesertanya banyak, maka yang
ulama sepakat, bahwa fardu
lebih utama adalah yang
kifayah itu lebih utama dari¬
pertama.
pada sunah.

Imam Al-Ghazali mengeluar- Bagi orang yang salat sendiri¬


kan fatwa, yang kemudian an, boleh niat bermakmum
diikuti oleh Imam Abul Hasan dengan imam di kala ia berada
Al-Radri dalam Syarah Kabir alal di tengah-tengah salatnya,
i

fikrifajar.wordpress.com
386 Terjemah Fat-hul Mu'in
it

PasaU Tentang Salat Berjamaah 387


sekalipun berselisih bilangan
rakaat antara dia dengan
tersebut masih diperselisihkan
imamnya. Namun, hal itu
akan kesunahan dan kewajiban-
makruh hukumnya, kecuali
nya -pen), misalnya tasyahud
bagi makmum yang keluar dari
awal, qunut dan membaca
jamaah salat, karena semisal
surah, atau karena imam
imamnya berhadas. Kalau
memperpanjang salat, padahal
demikian, tidaklah makruh ikut
makmumnya dalam keadaan
berjamaah dengan yang lain
lemah atau masih punya
(baru).
kesibukan, semua itu tidak
menghilangkan fadhilah
jamaah.
Apabila mulai niat bermak-
mum di tengah-tengah salat-
Terkadang mufaraqah itu
nya, maka ia wajib menyesuai-
hukumnya wajib. Misalnya
kan diri dengan imam. Kalau
teijadi sesuatu yang membatal-
ternyata imam telah selesai
kan salat imam, maka bagi
terlebih dahulu, maka ia
makmum wajib mufaraqah
menyempurnakan salatnya
seketika. Jika tidak, maka
seperti makmum masbuk. Jika
salatnya menjadi batal,
imamnya tidak selesai dahulu,
sekalipun ia tidak mengikuti-
maka yang lebih utama adalah
nya. Hal ini merupakan
menantinya (daripada mufara-
kesepakatan ulama, sebagai-
qah -pen).
mana yang tertera dalam kitab
Al-Majmu.
Hukum mufaraqah tanpa ada
uzur adalah boleh, tapi
Fadhilah salat berjamaah bisa
makruh, karena itu, fadhilah
diperoleh bagi orang yang salat
jamaah terlepas.
selain pada salat Jumat, selagi
imam belum membaca salam.
Mufaraqah sebab ada uzur, Maksudnya, belum sampai
misalnya ada kemurahan mengucapkan huruf mim pada
meninggalkan jamaah, karena lafal "alaikum" dalam salam
imam meninggalkan kesunah- pertama, sekalipun ia tidak
an maqsudah (sunah yang jika
ditinggalkan disunahkan sujud
sahwi, atau perbuatan sunah
fikrifajar.wordpress.com
388 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 389

sempat duduk bersama imam;


misalnya imam salam setelah ia terakhir, agar mereka sabar
bertakbiratul ihram. sampai dengan imam salam,
kemudian mereka mulai ber¬
takbiratul ihram (berjamaah),
jika memang waktu salat belum
Demikian itu, karena ia masih sempit.
mendapatkan rukun bersama
imam (yaitu takbiratul ihram Sunah bersabar pula, bagi
-pen), karena itu, ia mendapat orang yang baru tertinggal
semua pahala berjamaah dan sebagian salat imam, serta ia
fadhilahnya. Tetapi di bawah mengharap akan didirikan
keutamaan orang yang men¬ jamaah lain yang dapat ia ikuti
dapatkan imam sepanjang keseluruhannya. Tetapi, Guru
salatnya. kami dalam hal ini ber-
pendapat: Kesunahan di atas,
Barangsiapa mendapatkan jika dengan penantian itu tidak
sebagian salat imam dari yang menghilangkan fadhilah awal
awal, kemudian karena ada waktu atau waktu ikhtiar, baik
uzur ia mufaraqah, atau ia mengharap atau ber-
imamnya keluar dari salat keyakinan akan didirikan
karena semacam hadas, maka jamaah lain.
makmum tetap mendapatkan
fadhilah berjamaah. Sebagian ulama berfatwa: < 9 "t

Apabila seseorang bermaksud J—j^V 1?


Tentang salat Jumat, adalah mengikuti jamaah, tetapi ia
belum dianggap mendapatkan tidak bisa menemukannya,
rakaat, kecuali telah mendapat¬ maka baginya tetap ditulis
kan satu rakaat, seperti akan
diterangkan nanti.
pahala beijamaah, berdasarkan
sebuah hadis. . £i£lx2\&s
Sunah bagi kelompok yang Fadhilah takbiratul ihram bisa
baru hadir, sedangkan imam didapatkan dengan kedatang-
telah selesai rukuk yang an makmum pada waktu imam / ^9 9 „ , y ss
sedang melakukannya, dan dia
pun mengikutinya setelah itu
tanpa menunda-nunda.
fikrifajar.wordpress.com
390 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 391

ihram. Demikian pula akan


tertinggal jamaah menurut
pendapat yang Ashah, kecuali
salat Jumat; karena itu, wajib
berjalan sekuatnya, jika
o! Z&
Jika waktu imam bertakbiratul berharap dapat menemukan
ihram makmum belum datang takbiratul ihram sebelum imam
atau sudah datang, tapi ia membaca salam.
menunda-nunda waktu, maka •fM 1
hilanglah fadhilah takbiratul
ihram. Memang! Tetapi bisa * " i/
Sunah bagi imam dan yang
diampuni apabila hal itu karena ',lk=!
salat sendirian, menanti orang
sedikit was-was.
yang baru masuk salat dengan
Mendapatkan takbiratul ihram
maksud bermakmum, di saat
bersama imamnya, adalah
rukuk atau tasyahud akhir;
suatu fadhilah tersendiri, yang
demikian itu mereka lakukan
diperintahkan pencapaiannya.
hanya karena Allah Ta’ala dan
Demikian ini karena hal itu » ^ // 1
janpa memperpanjang atau
merupakan pilihan dalam salat,
membeda-bedakan antara
dan karena orang yang bisa
orang-orang yang masuk,
melakukan terus-menerus
sekalipun hal ini didasarkan
selama empat puluh hari,
atas ilmu yang dimiliki.
baginya ditulis sebagai orang
yang terbebas dari api neraka
dan lepas dari nifak, sebagai-
mana tersebut dalam hadis.
Sunah pula menanti di saat
sujud kedua, dimaksudkan agar
Dikatakan: Bahwa fadhilah tak¬
makmum muwafik bisa me-
biratul ihram bisa didapatkan,
LJ
sebab mendapat sebagian
berdiri imam.
nyusulnya, guna menyem-
pumakan bacaan Al-Fatihah* r*
• alts
Sunah tidak tergesa-gesa 'y ^ s
(waktu berangkat/berjalan Tidak sunah menanti orang
berjamaah) sekalipun khawatir yang berada di luar tempat
akan tertinggal takbiratul salat, sekalipun mesjidnya 9 * S' l *

berbentuk kecil.
fikrifajar.wordpress.com
302 Terjemah Fat-hul Mu'in

idak sunah juga orang yang


Di sini terdapat dua pendapat.
inemang mempunyai ke
Pendapat yang beralasan
biasaan lambat dan meng
mengatakan wajib, adalah
akhirkan takbiratul ihram
karena menyelamatkan bina-
sampai imam rukuk. Bahkan
tang yang dinilai mulia; dan
yang sunah adalah tidak
baginya boleh mempercepat
menantinya sebagai pengajar-
salat karena ingin menyelamat¬
an kepadanya.
kan semacam harta benda.
Imam Al-Faurani berkata:
Regitu juga, boleh memper¬
Haram menantinya, berdasar-
cepat salat bagi orang yang
kan sifat cinta (bukan karena
mengetahui ada binatang
Allah).
muhtaram akan dianiaya oleh
orang yang zalim; atau
Sunah bagi imam agar
binatang itu akan Jenggelam,
meringankan salatnya, karena maka wajib menyelamatkan-
masih melaksanakan sunah
nya dan mengakhirkan salat
ab'adh dan haiat, asal jangan
atau membatalkannya bila
sampai mencukupkannya
ketepatan sedang salat; Kalau
dengan mengerjakan "batas
yang dianiaya orang zalim itu
yang harus dilakukan" dan
berupa harta, maka menyela-
jangan mengerjakan yang
•> fyi. '"’sC-l” . SlS matkannya adalah boleh dan
paling sempurna, kecuali
makruh jika meninggalkannya.
mahshur yang rela untuk
diperpanjang. Makruh melakukan salat sunah
setelah ikamah dikumandang-
kan, sekalipun tanpa seizin
Makruh bagi imam memper- imam. Apabila seseorang
panjang salatnya, sekalipun tersebut bertepatan masih
bertujuan agar orang-orang
M \s
dalam salat sunahnya, maka
yang lain bisa menyusulnya. sunah menyempurnakannya
jika ia tidak khawatir akan
Jika orang yang sedang salat tertinggal dari jamaah. Apabila
(munfarid, imam maupun khawatir, maka yang sunah
makmum) melihat semacam adalah memutusnya, lalu
kebakaran, hendaklah mem- mengerjakan (mengikuti)
percepat salatnya. Dalam hal jamaah, jika ia sudah tidak
ini, wa'ib ataukah tidak? mengharap akan didirikan
jamaah lain.
fikrifajar.wordpress.com
394 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 395

MAKMUM MASBUK rukuk dibarengkan takbiratul


ihram (maka tidak jadi), sebab
menyekutukan (antara fardu
Satu rakaat akan didapatkan dengan sunah) atau juga kalau
oleh makmum masbuk yang memutlakkan (tidak niat rukuk
mendapatkan imamnya se- dan tidak niat takbiratul ihram,
dang rukuk, dengan dua hal maka juga tidak jadi), sebab
yang harus dipenuhi, yaitu: terjadi pertentangan dua
Pertama dapat bertakbiratul qarinah, yaitu qarinah takbir
ihram dan takbir turun untuk untuk iftitah dan turun
rukuk. melakukan rukuk.

Karena itu, wajib niat takbiratul


Jika ia hanya mencukupkan ihram agar bisa terbedakan
takbiratul ihram, maka takbir dengan takbir lawannya, yaitu
itu harus dimaksudkan untuk takbir untuk rukuk.
takbiratul ihram saja.

Kedua, dengan mendapatkan


Makmum masbuk juga me**
rukuk bersama imam yang
nyempurnakan takbiratul
sudah dapat dianggap cukup 9 9 * l*9 U
ihramnya, sebelum imam ^ ( /
(sebagaimana imamnya adalah
berada pada posisi batas mini¬
orang yang suci -pen). Sekali-
mal rukuk.
pun hal itu dilakukan oleh
makmum secara gegabah, yaitu
Kalau tidak bisa menyem-
misalnya tidak segera menger-
purnakan sedemikian rupa,
jakan takbiratul ihram hingga
maka rakaatnya belum ter-
imam sudah rukuk.
masuk, kecuali bagi makmum
yang belum mengerti hal itu,
Tidak masuk dalam kata
maka salatnya sebagai salat
"rukuk", apabila makmum
sunah.
masbuk menemui imamnya
pada selain rukuk, misalnya
Lain halnya jika masbuk itu niat
iktidal, juga dikecualikan
untuk rukuk saja (maka rakaat/
dengan kata "rukuk yang men-
.yj"ty, *sy j, v
salatnya tidak jadi), sebab di
cukupi bagi imam”, apabila
situ tidak terdapat takbiratul
rukuk imam tidak dianggap
ihram; atau begitu juga niat
cukup, seperti rukuk imam
fikrifajar.wordpress.com
396 Tetjemah Fat~hul Mu'i
Pasal: Tentang Salat Berjat/laah 397

yang menanggung hadas (atau Apabila makmum masbuk


najis) dan rukuk imam pada tidak bisa berthuma'ninah
rakaat tambahan (yang terjadi dalam rukuknya sebelum imam
karena ia lupa, lantas berdiri kembali berdiri dari rukuk, atau
-pen). masbuk merasa ragu atas
Terdapat di dalam kaidah- pelaksanaan thuma'ninah,
kaidah Imam Zarkasi, yang maka dia tidak bisa dihukumi
kemudian dinukil oleh Imam mendapatkan rakaat.
Al-’Allamah Abus Su’ud bin
Zhuhairah di dalam Hasyiyah
Al-Minhaj, bahwa disyaratkan (Setelah masbuk yang ragu
juga adanya imam harus Ahlit tersebut menambah satu rakaat
tahammul (menanggung). setelah imam salam), maka dia
Karena itu, jika ia seorang sunah bersujud sahwi -sebagai-
anak kecii, maka bagi makmum mana yang terdapat di dalam
masbuk di atas tidak bisa kitab Al-Majmusebab kera-
mendapatkan rakaat, sebab guannya teijadi setelah salam
anak kecii itu bukan ahli imam, tentang bilangan rakaat
tahammul. yang berarti imam tidak bisa
menanggungnya.

Dalam hal ini. Imam Al-Asnawi


mengemukakan pembahasan-
nya, bahwa hukumnya wajib
mengikuti imam yang sedang
Rukuk yang dilakukan oleh rukuk, karena untuk men¬
makmum masbuk tersebut dapatkan satu rakaat dalam
harus sempurna. Misalnya waktu salat. (Contoh masalah:
harus berthuma'ninah sebelum Jika waktu salat sudah sempit,
imam kembali dari rukuknya seseorang menemukan orang
dalam ukuran minimum, yaitu yang salat dalam keadaan
batas di mana dua telapak rukuk; jika ia bermakmum
tangan telah sanipai pada dengannya, maka ia masih
kedua lutut. menemukan satu rakaat dan
Demikian itu, mabjik harus jika ia salat sendirian, maka
berkeyakinan telah thuma’ni- tidak mendapatkan satu rakaat
nah bersama imamnya pada dalam waktunya, maka dalam
waktu rukuk. keadaan seperti ini ia wajib
mengikutinya -pen).
fikrifajar.wordpress.com
398 Tetjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentdng Salat Berjatilaah 399

(Jika masbuk menemukan


salat sendirian, misalnya
imamnya sudah bertakbir
intiqal dari rukuknya -pen), masbuk mulai masuk salat
pada rakaat ketiga dalam salat
bagi masbuk sunah ikut
yang berakaat empat atau
bertakbir intiqal bersamanya.
kedua pada salat Magrib.
Karena itu, jika ia menemu¬
kan imamnya dalam keadaan
iktidal, maka ia harus bertakbir Kalau tidak bertepatan seperti
untuk turun dan kepindahan itu, maka baginya tidak sunah
rukun-rukun seterusnya. bertakbir untuk berdiri.
(Sedang apa yang dikerjakan
tidak dihitung rakaatnya -pen); Sunah mengangkat tangan bagi
kalau mendapatkan imam makmum masbuk sebagai
dalam keadaan sujud, umpama mengikuti imamnya yang
-selain sujud tilawah-, maka ia hendak berdiri dari tasyahud
tidak boleh ikut bertakbir awal, sekalipun hal ini tidak
untuk turun bersujud. bertepatan dengan duduk
tasyahud masbuk.
Sunah bagi masbuk mengikuti
imamnya dalam membaca zikir Bagi masbuk tidak disunahkan
yang ditemuinya bersama duduk tawaruk pada selain
imam, yaitu membaca tahmid, duduk tasyahud akhirnya.
tasbih, tasyahud dan doa.
Demikian juga dalam hal
membaca selawat atas keluarga
Sunah baginya tidak berdiri
Nabi saw., sekalipun pada
dahulu, kecuali setelah imam¬
tasyahud awal makmuito,
nya mengucapkan dua kali
sebagaimana yang dikemuka-
salam; dan haram baginya
kan, oleh Guru kami (Ibnii
diam setelah kedua salam
Hajar).
imam. Jika duduk tersebut
bukan merupakan tempat
Sunah membaca takbir bagi
duduknya (andaikata dia salat
masbuk ketika akan berdiri
sendirian, yaitu duduk tasya¬
sesudah sang imam dua kali
hud awal -pen). Karena itu, jika
salam, apabila duduk yang
dia diam dengan disengaja dan
dilakukan bersama imam
mengerti akan keharamannya,
duduk tasyahud akhir itu tepat
maka batal salatnya.
dengan duduk masbuk. Jika ia
fikrifajar.wordpress.com
400 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Salat Berjamaah 401

Masbuk tidak boleh berdiri 1. Niat mengikuti imam, ber¬


sebelum salam imam (yang jamaah atau bermakmum
pertama). Kalau hal itu dengan imam yang hadir, niat
dilakukan dengan sengaja dan salat bersamanya atau juga niat
tanpa niat mufaraqah, maka menetapkan diri menjadi
batallah salatnya. Yang di- makmum; yang niat itu semua
maksudkan dengan mufara¬ wajib disertai takbiratul ihram.
qah di sini, adalah mufaraqah
dari batas duduk. Tetapi, jika
hal itu dilakukan karena lupa
atau memang tidak mengerti
akan masalah tersebut, maka
semua perbuatan salatnya
setelah berdiri itu tidak di- Karena itu, jika niat iqtida'
anggap, sehingga ia kembali tidak bersamaan takbiratul
duduk, kemudian berdiri untuk ihram, maka kalau yang di¬
meneruskan salatnya, setelah lakukan itu salat Jumat menjadi
sang imam salam. tidak sah, karena dalam pelak-
Sewaktu ia mengerti (atau sanaan salat Jumat harus
ingat, bahwa ia berdiri sebelum ‘J berjamaah, maka salat tetap sah
sang imam salam -pen) dan ia sebagai salat sendirian, bukan
tidak mau kembali duduk, jamaah.
maka batallah salatnya.
Jika niat seperti tersebut di-
Masalah ini berbeda dengan
tinggal atau merasa ragu atas
makmum yang berdiri mening-
penunaiannya dan ia tetap
galkan imam dengan sengaja
mengikutkan perbuatan salat¬
pada tasyahud awal. Makmum
nya kepada orang lain, misal-
yang semacam ini, semua
nya orang itu turun rukuk, ia
bacaan yang dibaca sebelum
mengikutinya atau mengikuti
imam bediri (dari tasyahud
salam orang lain tanpa maksud
awalnya), adalah dianggap sah,
iqtida' serta menanti perbuatan
sebab ia tidak wajib kembali
atau salam (karena untuk ikut)
duduk lagi. dengan waktu yang cukup lama
menurut ukuran umum, maka
Syarat-syarat Bermakmum
batal salatnya.
Syarat-syarat menjadi mak¬
mum itu, antara lain:
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 403
402 Terjemah Fat-hul Mu'in

2. Makmum tidak berada di


Niat menjadi imam atau ber¬
jamaah bagi imam selain salat tempat yang lebih depan
Jumat hukumnya sunah, hal itu daripada imam, dengan tumit
agar bisa memperoleh fadhilah yang dipandang secara yakin,
jamaah, dan menghin-dari sekalipun jari-jari makmum
perselisihan dengan ulama melebihi imamnya.
yang mewajibkannya (Al-
Khuruj minal khilaf, mustahab
-pen). Tentang merasa ragu atas lebih
maju, adalah tidak membawa
Niat menjadi imam yang pengaruh apa-apa. Demikian
dilakukan bersamaan takbiratul juga tidak ada masalah, jika
ihram adalah sah, sekalipun di antara imam dan makmum
belakangnya hanya ada seorang bersejajar; tapi hal itu hukum¬
jika ia percaya, bahwa orang nya makruh.
tersebut akan berjamaah
-menurut beberapa tinjauan-, Sunah mengambil tempat di
sebab ia akan menjadi imam. arah kanan imam bagi laki-laki,
sekalipun anak kecil, jika tidak
ada makmum yang hadir
lainnya.
Imam yang tidak berniat
Jika makmum tersebut tidak
menjadi imam, sekalipun
berdiri di sebelah kanan imam,
karena tidak mengerti kalau
maka bagi sang imam sunah
ada beberapa orang yang
memindahkan ke arah
mengikutinya, maka fadhilah
kanannya (tanpa mengerjakan
jamaah bagi makmum-mak-
perbuatan yang banyak -pen)
mum tersebut tetap diperoleh,
sebab hal itu mengikuti Nabi.
namun untuk sang imam tidak.
Jika ia berniat menjadi imam Tempat makmum tersebut
di tengah-tengah salat, maka agak ke belakang sedikit dari
sejak itulah ia memperoleh imam, sebagaimana jari-jari
fadhilah jamaah. inakmum berada di belakang
tumit sang imam.
Mengenai imam dalam salat
Jumat, maka niat menjadi Tidak masuk ketentuan laki-
imam hukumnya adalah wajib, laki, apabila makmum adalah
sejak bertakbiratul ihram. wanita. Maka bagi wanita,
fikrifajar.wordpress.com
404 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjamaah 405

hendaklah mengambil tempat Bagian setiap baris yang paling f ? v S' „ /

di belakang imam dengan lebih utama, adalah bagian kanan


membelakang. imam.

Kemudian, jika ada laki-laki Jika dihadapkan antara berdiri


lain yang baru datang, hendak- sebelah kanan imam (tapi tidak
nya mengambil tempat sebelah pada baris pertama) dengan
* //
kiri imam dengan sedikit ke berdiri di barisan pertama (tapi
*X3 u j
belakang. tidak berada di sebelah kanan
Kemudian, setelah bertakbi- imam), maka hendaklah men-
ratul ihram, dua orang dahulukan mana yang jelas
makmum tersebut sunah fadhilahnya (yaitu barisan
mundur ketika masih berdiri pertama). Dan jika dihadapkan
atau rukuk, sehingga mereka antara berdiri di sebelah kanan
membentuk barisan di bela¬ imam (tapi jauh darinya)
kang imam (jika kedua dengan berdiri di sebelah kiri,
makmum tidak mau mundur, tapi dekat jaraknya dengan
maka imam yang sunah maju imam, maka yang lebih utama
atau ke depan -pen). adalah sebelah kanan imam.

Sunah bagi dua orang mak¬ Mendapatkan baris terdepan, /


mum laki-laki yang kebetulan adalah lebih utama daripada
datang bersama atau beberapa mendapatkan rukuk rakaat
orang laki-laki yang bermaksud selain terakhir. Adapun men¬
iqtida kepada imam, hendak- dapatkan rukuk imam rakaat
nya berbaris di belakang imam. terakhir, adalah lebih utama
jika dibandingkan bermaksud
mendapatkan barisan pertama
W yang mengakibatkan tidak
Sunah mengambil tempat di mendapatkan rukuk imam
baris pertama, yaitu baris yang rakaat terakhir itu.
tepat di belakang imam, sekali-
pun terhalangi oleh mimbar oij (<jj
atau tiang,-kemudian barisan
setelah yang pertama dan
( 9*9' 'iQ/* Makruh bagi makmum me-
seterusnya.
r nyendiri di luar barisan yang
tunggal jenisnya, jika ternyata
Zfr-

baris tersebut masih ada


fikrifajar.wordpress.com
406 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjamaah 407

lowongan, akan tetapi (yang ^s * sudah balig, sebab mereka


sunah), adalah memasuki A&Xy W A*-** tl-y- a/ j i saina jenisnya.
tempatitu.
X. Mengetahui gerak perpin-
Makruh memasuki barisan di dahan salat imam, baik dengan
mana barisan depannya belum melihat langsung atau melihat
penuh. Begitu juga makruh sebagian barisan, mendengar
bagi laki-laki yang sendirian suara imam atau penyam-
berdiri di sebelah kiri atau bungan suara imam yang dapat
belakang imam, bersejajar atau dipercaya.
ke belakang jauh.
4. Imam dan makmum ber-
kumpul di tempat, demikian
itu seperti diketahui pada
jamaah-jamaah di masa yang
telah lewat.
Semua kemakruhan di atas
dapat menghilangkan fadhilah
berjamaah, sebagaimana yang
dijelaskan oleh fiikaha.

Karena itu, jika makmum


Sunah antara barisan satu
dengan imam berada dalam
dengan lainnya dan antara
mesjid, maka hukum iqtida'
barisan pertama dengan
adalah sah, sekalipun jarak
imam, jaraknya tidak melebihi
antara keduanya melebihi 300
tiga hasta.
hasta atau masing-masing
bertempat di lain bangunan
dalam mesjid tersebut. Ter-
masuk di sini, dinding atau
Sunah bagi makmum laki-laki serambi, yaitu tempat (daerah)
berbaris di belakang imam, di luar mesjid, tetapi dikilung
kemudian di belakang mereka untuk memperluas mesjid.
adalah anak-anak, lalu wanita. Baik serambi itu sudah diketa¬
hui akan status kewakafannya
Anak laki-laki tidak boleh atau tidak, sebab melakukan
dipindah ke belakang, kemu¬ lahir, yaitu "dikilung". Asal tidak
dian ditempati laki-laki yang diyakinkan, bahwa serambi
fikrifajar.wordpress.com
408 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjamdah 409

tersebut dibangun setelah Jika salah satunya berada di


pembangunan mesjid atau dalam mesjid, dan satu lagi
serambi itu bukan mesjid. berada di luarnya, maka
Tidak termasuk dari mesjid disyaratkan: jarak antara orang
adalah harim mesjid. yang berada dalam mesjid dan
Yaitu tempat yang bersambung yang di luarnya, tidak melebihi
dengan mesjid dan disediakan 300 hasta dengan perhitungan
untuk kemaslahatan mesjid, kira-kira (jarak 300 hasta
misalnya pancuran air dan dihitung dari akhir mesjid
tempat meletakkan sandal. dengan makmum -pen) dan di
Iqtida' menjadi sah, sekalipun antara mereka tidak terdapat
jarak di antara kedua belah penghalang seandainya me-
pihak melebihi BOO hasta atau- nuju pihak lainnya atau
pun bertempat di lain jenis penghalang pandangan mata.
bangunan dalam mesjid itu.
Lain halnya dengan orang yang Atau dengan cara ada orang di
berada dalam bangunan mesjid antara para makmum yang
yang pintunya tidak dapat terns bertempat di hadapan lubang
(menembus) ke tempatnya, pada tabir itu, jika mereka
seperti pintu tersebut dipaku, berdua berada dalam dua
atau dia berada dalam loteng bangunan, misalnya yang
yang tidak bertangga, maka berada di tengah rumah,
bermakmum yang demikian itu sedangkan yang satu lagi
hukumnya tidak sah, sebab berada di terasnya.
mereka dianggap tidak ber-
kumpul. Atau bila yang satu berada
dalam suatu bangunan dan
Seperti tidak sah orang-orang
yang satu lagi berada di tanah
di balik jendela dinding mesjid,
lapang, maka mereka di¬
yang dari tempat itu tidak bisa
syaratkan juga seperti syarat
berjalan ke tempat imam,
yang telah lewat (jaraknya tidak
kecuali dengan berputar atau
jauh, tiada penghalang atau
membelok, misalnya ia mesti
ada orang yang berdiri di
membelok dari arah kiblat
lubang/jalan tembus -pen).
jika hendak masuk ke tempat
imam. Apabila di antara keduanya
terdapat penghalang yang
dapat mencegah lewat ke arah
fikrifajar.wordpress.com
410 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Beijaittaah 411

mereka, misalnya jendela atau Kebatalan salatnya tidak mem-


menghalangi pandangan mata, pengaruhi salat makmum itu,
misalnya pintu yang tertutup, asal hal ini terjadi setelah
sekalipun tidak terkunci, lie' k mereka bertakbiratul ihram
karena dapat menghalangi -menurut beberapa wajah
untuk menyaksikan, dan sekali¬ *
/isA * iS S/'S SJf
i / ///, pendapat-. Masalah ini sebagai-
pun tidak menghalangi mak- mana bila pintu tertutup oleh
mum untuk berjalan ke tempat angin di tengah-tengah salat.
imam semisal juga tabir yang Demikian ini karena: Sesuatu
terurai, atau tidak ada orang yang tidak bisa diampuni
yang berdiri di jalan tembus l< s •> s' , 'i 'i ) Sc* karena baru mulai, adalah
(lubang), maka iqtida' ini tidak ^ dapat diampuni karena hanya
sah. S*/ meneruskan.

Cabang:
Apabila salah satu pihak ber-
Apabila terdapat seorang yang
tempat di atas, sedangkanyang
berdiri di hadapan lubang
satu lagi berada di bawah, maka
(pintu) tembus hingga dapat s' , < disyaratkan antara kec^uanya
melihat imam atau makmum
tiada penghalang.
yang salat bersama dalam
bangunan imam, maka sah .l" * ?s's'+s'/s*s’'i
salat makmum yang berada di
tempat lain dengan cara
mengikuti orang yang menyak¬ Tidak disyaratkan, agar telapak
sikan tersebut. kaki yang berada di atas berada
tepat di atas kepala orang di
// ' >vV x > bawah, sekalipun mereka bera¬
Orang yang berdiri tersebut da di luar mesjid, menurut
kedudukannya sebagai imam penjelasan kitab Ar-Raudhah
bagi makmum yang berada di dan aslinya serta Al-Majmu'.
tempat lain tadi, yang dengan Sementara segolongan ulama
A-h-
demikian mereka tidak boleh Mutaakhirin meinpunyai pen¬
mendahuluinya dalam posisi
berdiri atau takbiratul ihram-
Jx ''ttI A'qs dapat lain.

nya. Tapi mendahului dalam


perbuatan salatnya, tidak Makruh salah satu pihak bera¬
mengapa. da di tempat yang lebih tinggi
fikrifajar.wordpress.com
412 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjam&ah 413

tanpa ada hajat, sekalipun di Demikian ini dihukumi batal,


dalam mesjid. karena makmum telah berpa-
ling dari mengikuti imam yang
justru wajib, untuk berpindah
5. Ada kesamaan di dalam mengerjakan hal yang sunah
melakukan atau meninggalkan (mengenai tasyahud awal, bagi
sunah-sunah yang sangat men- makmum wajib ada kesamaan
colok ketidakserasiannya jika dengan imam dalam mening¬
diselisihi.
galkannya, tidak wajib dalam
melaksanakannya. Sehingga
jika imam meninggalkan tasya¬
Karena itu, salat makmum hud awal, maka bagi makmum
menjadi batal, jika terjadi wajib meninggalkan, tapi jika
perselisihan dengan imam imam mengerjakannya, maka
dalam melakukan (mening¬ bagi makmum boleh mening¬
galkan) sunah, misalnya sujud galkan dan berdiri dengan
Tilawah yang dilakukan oleh sengaja. Lain halnya kalau
imam, tapi oleh makmum berdirinya karena lupa, maka ia
ditinggal dengan sengaja dan wajib duduk mengikuti imam-
mengerti keharamannya (atau nya -pen).
makmum sengaja melakukan,
tapi imam tidak melakukan, Apabila perselisihan itu tidak
sebab masalah sujud Tilawah, menyebabkan ketidakserasian
makmum hams ada kesamaan yang mencolok, maka tidak
dengan imam dalam melaku¬ mengapa mengerjakan sunah
kan atau meninggalkannya itu, misalnya membaca Qunut
-pen), atau tasyahud awal yang (yang imam tidak berqunut), di
dilakukan oleh imam, tetapi mana makmum bisa menyusul
makmum tidak melakukannya imam pada sujud pertama.
atau sebaliknya dengan sengaja (Mengenai qunut, bagi mak¬
dan mengerti, sekalipun dalam mum tidak wajib ada kesamaan
waktu yang singkat makmum dengan imam dalam melaku- •
(yang melakukan tasyahud kan maupun meninggalkan¬
awal, sedang imam mening¬ nya. Karena itu, jika imam
galkannya -pen) bisa mengejar berqunut, bagi makmum boleh
kembali salat imam -selagi meninggalkannya dan dengan
dalam hal ini imam tidak sengaja berdiri; dan jika imam
melakukan duduk istirahah. meninggalkannya, bagi mak-
fikrifajar.wordpress.com
414 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Berjamfcah 415

mum sunah berqunut, jika ia yang sengaja serta mengetahui


dapat menyusul imam pada hukumnya, adalah membatal-
sujud pertama, dan boleh ber¬ kan salatnya, kalau ia tidak
qunut, jika ia dapat menyusul- berniat mufaraqah (memisah-
nya pada duduk di antara dua kan diri) dari imam.
sujud, namun jika ia dapat
menyusulnya pada sujud ke- Mufaraqah yang terjadi seperti
dua, maka tidak boleh melaku- itu adalah disebabkan uzur,
kannya -pen). karena itu lebih utama di-
lakukannya.
Qunut berbeda dengan tasya-
Jika makmum belum selesai
hud awal, sebab pada tasyahud
melakukan tasyahud awal,
awal seperti contoh di atas,
sedang imamnya sudah selesai
berarti makmum melakukan
terlebih dahulu, maka baginya
duduk yang tidak dilakukan
boleh meninggalkan diri guna
oleh imam, sedang dalam
menyempurnakan tasyahud,
masalah qunut ini, makmum
bahkan hal ini disunahkan, jika
hanya memperpanjang iktidal
yakin ia dapat menyempurna¬
imam, maka dari itu tidak
kan Fatihahnya sebelum sang
sampai terjadi ketidakserasian.
imam rukuk (jika ia tidak
Begitu juga tidak menjadi meyakinkan hal itu, maka
masalah, jika makmum mela¬ hukum menyempurnakan
kukan tasyahud awal, apabila bacaan tasyahud adalah boleh
imam melakukan duduk istira- saja, dan baginya diampuni atas
hah. Sebab pada dasamya yang keterdnggalan tiga rukun
menjadi masalah (membatal- dengan imamnya -pen).
kan) salat di sini, adalah
Tidak sunah meninggalkan diri
melakukan duduk yang tidak
guna menyempurnakan bacaan
dilakukan oleh imam.
surah, bahkan makruh jika ia
tidak bisa menyusul imam
dalam rukuk.

Kalau imamnya tidak duduk


istirahah, maka bagi makmum 6. Di antara syarat qudwah
tidak boleh melakukan tasya: adalah tidak tertinggal dari
hue} awal, dan bagi makmum
fikrifajar.wordpress.com
416 Terjemah Fat-hul Mu’in
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 417

imam sejauh dua rukun fi’li


Misalnya lagi makmum menan-
yang sambung-menyambung ti diam imam setelah membaca
dan sempurna tanpa uzur, Fatihah sebagai pemberian
disengaja dan ia mengerti
kesempatan bagi makmum
hukum haramnya, sekalipun
untuk membaca Fatihah, tahu-
kedua rukun tersebut tidak
tahu imam langsung rukuk
panjang.
sesudah membaca Fatihah.
Misal lain lagi, makmum lupa
Apabila ia tertinggal dua rukun
membaca Fatihah sehingga
seperti di atas, maka salatnya
imam sudah rukuk.
batal, karena terjadi ketidak-
seraian. Contohnya: Imam
sudah rukuk, iktidal lalu turun
untuk sujud -maksudnya sudah
berdiri lagi-, sedang makmum
masih berdiri.

Tidak termasuk ketentuan "dua Atau misalnya makmum mera-


rukun fPli", apabila tertinggal
sa ragu atas bacaan Fatihahnya
dua rukun qauli atau satu sebelum imam rukuk.
rukun qauli dan satu lagi rukun
fi'li.
Tentang tertinggal karena was-
was, sebagaimana makmum
7. Tidak tertinggal dari imam
selalu mengulang-ulang kali-
tanpa uzur yang menetap-
kannya sejauh tiga rukun atau mat tanpa ada yang meng-
haruskan, maka hal ini tidak
lebih panjang. Tidak terhitung
bisa dianggap suatu uzur.
rukun salat yang panjang
adalah iktidal dan duduk di
antara dua sujud. Contoh
tertinggal (karena uzur); Imam Guru kami berkata: Sebaiknya
dalam bacaannya terlalu cepat, bagi orang yang berpenyakit
sementara makmum lambat was-was yang sampai parah,
karena pembawaan tidak seperti sudah menjadi pem¬
mampu membaca cepat -bukan bawaan, sehingga setiap orang
karena was-was-, atau makmum yang melihatnya selalu memas-
lambat gerakan-gerakannya. tikan, bahwa was-was seperti itu
fikrifajar.wordpress.com
418 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Salat Berjamaah 419

tidak mungkin dihindari lagi,


Apabila ia tidak mau menye¬
hendaklah orang tersebut me-
suaikan diri dengan yang
ngerjakan sebagaimana orang
dilakukan imam dalam rukun
yang lambat geraknya.
keempat, padahal ia menge-
tahui atas kewajiban mengikuti-
Bagi makmum pada contoh- nya, dan dia tidak berniat
contoh tersebut (selain yang mufaraqah dari imam, maka
lambat gerakannya), wajib salatnya menjadi batal, jika ia
menyempurnakan Fatihah, mengerti dan sengaja melaku-
selagi tidak terlambat tiga kannya.
rukun yang panjang-panjang.
Apabila makmum rukuk ber-
sama imam dan merasa ragu:
Sudah membaca Fatihah atau
belum; atau ingat bahwa dia
Apabila makmum karena suatu belum membacanya, maka ia
uzur, ia terlambat tiga rukun tidak boleh kembali berdiri,
yang panjang, misalnya belum dan setelah imam salam, ia
selesai membaca Fatihah, tapi wajib menambah rakaat.
imam sudah berdiri kembali
dari sujud atau sudah duduk
tasyahud, maka makmum yang
seperti ini wajib menyesuaikan
diri dengan imam dalam rukun Jika ia kembali berdiri dengan
keempat, yaitu berdiri atau mengetahui serta sengaja,
duduk tasyahud, tanpa mem- maka batal salatnya. Kalau
perhatikan ketertiban salatnya tidak tahu atau tidak sengaja,
sendiri, kemudian setelah maka salatnya tidak batal.
salam imam, ia wajib menam-
bah rakaat yang kurang. Jika ia telah yakin mem¬
bacanya, tapi merasa ragu atas
sempurnanya, maka hal ini
tidak membawa pengaruh 4

apa-apa.

Jika makmum masbuk terleka


-Masbuk adalah makmum yang
tidak mendapatkan imam
fikrifajar.wordpress.com
420 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Berjartlaah 421
berdiri dalam waktu yang
cukup untuk membacaFatihah nyusul imam sebelum bangkit
dengan ukuran biasa. Masbuk dari sujud atau tidak meyakin-
adalah kebalikan makmum kannya, menurut beberapa
muwafik. tinjauan wajah hukum; yaitu
membaca Fatihah seukuran
huruf yang dibaca dalam
kesunahan tersebut, menurut
perkiraan atau sepanjang
lamanya diam. Demikian ini,
karena ia kurang hati-hati atas
Jika makmum merasa ragu,
pindah dari fardu menuju
apakah mendapatkan waktu
yang cukup untuk membaca sunah.
Fatihah? Maka hendaklah
meninggalkan Fatihah dan
dianggap tidak mendapatkan
rakaat jika ia tidak sempat Dianggap suatu uzur bagi
rukuk bersama imam. makmum masbuk yang ter-
tinggal karena (membaca
Fatihah) seukuran bacaan
sunah di atas, seperti hukum
(Terleka) dengan melakukan
orang yang lambat bacaannya
sunah, misalnya membaca
(yaitu diampuni tiga rukun
Ta'awudz atau doa Iftitah; atau
yang panjang-panjang -pen),
ia (masbuk) tidak terleka
sebagaimana yang dikatakan
sesuatu, misalnya ia hanya diam
oleh dua Guru kami (Imam An-
dalam waktu setelah takbiratul
Nawawi dan Ar-Rafi’i), seperti
ihram dan sebelum membaca
halnya Imam Al-Baghawi;
Fatihah, padahal ia mengerti,
dengan alasan wajib mening¬
bahwa kewajibannya adalah
galkan diri. Karena itu, ia wajib
membaca Fatihah; atau ia
meninggalkan rakaat selagi
hanya diam mendengarkan
tidak tertinggal tiga rukun
bacaan imam, maka bagi
salat.
makmum masbuk yang seperti
itu wajib membaca Fatihah Lain halnya dengan pendapat
sesudah rukuk imam. Baik ia yang dipegang oleh segolongan
meyakinkan akan dapat me- Muhaqqiqun, bahwa makmum
masbuk seperti di atas, tidak
fikrifajar.wordpress.com
422 Terjemah Fat-hul Mu’in
I Pasal: Tentang Salat Berjamaah 423
dianggap uzur, lantaran ber-
buat sembrono dengan pindah
imam (turun untuk sujud)
ke sunah tersebut. Pendapat ini
dimantapkan oleh Guru kami
tanpa rukuk. Kalau tidak 'if
muwafaqah, maka sal&tnya
(Ibnu Hajar) dalam Syarah
menjadi batal jika disengaja
Minhaj dan Fatawa-nya. Kemu-
dan mengetahui hukumnya.
dian beliau berkata: Bagi orang
Kalau tidak bisa menyempur¬
yang menganggapnya sebagai
nakan bacaannya, maka harus
uzur, maka anggapan tersebut
mufaraqah (memisahkan diri)
perlu ditakwili. Berpijak
dari imam dengan niat.
dengan pendapat segolongan
Muhaqqiqun, bagi makmum
Guru kami dalam kitab Syarah • I „ ~ ll*%
yang tidak bisa menyusul imam
Al-Irsyad berkata: Yang lebih
dalam rukuk, maka ia tidak
dekat dengan penukilan nash
mendapatkan rakaat.
Imam Syafi'i, adalah yang
pertama (pendapat yang diikuti
Ia tidak boleh rukuk, sebab apa
oleh Imam Rafi'i dan Nawawi),
yang dilakukan tidak dianggap,
dan di sini pula pendapat
tetapi ia harus mengikuti imam
sebagian besar ulama Muta-
turun untuk sujud (setelah
akhirin.
imam salam nanti ia menam-
bah rakaat). Kalau tidak
Jika makmum seperti tersebut
mengikuti imam, maka salat-
nya menjadi batal, jika hal ini
rukuk sebelum membaca Fati- &
hah seukuran bacaan sunah
disengaja dan mengerti
yang telah dibaca, maka salat-
hukumnya.
nya menjadi batal.

Lalu beliau meneruskan per-


Dalam kitab Syarah Minhaj yang
kataannya: Pendapat yang
diriwayatkan dari sebagian
beralasan, bahwa makmum
besar Ashhabusy Syafi'i, bahwa
masbuk di atas adalah mening-
makmum tadi boleh rukuk
galkan diri guna membaca
tanpa membaca Fatihah.
bacaan yang wajib baginya
Pendapat inilah yang dipilih.
sampai imam sujud. Kemudian,
jika ia dapat menyempurnakan
/ f /
bacaan tersebut, maka ia wajib Bahkan segolongan ulama . 4 * I A ^ A jOi ■
menyesuaikan diri dengan Mutaakhirin mengunggulkan
pendapat ini dan banyak di
antara mereka yang menge- 34
fikrifajar.wordpress.com
424 Terjemah Fat-hul Mu'irt
Pasal: Tentang Salat Berjmmaah 425

mukakan dalil alasannya, juga dengan imam yang sudah


ucapan Imam Rafi'i-Nawawi fuhsyah.
bertepatan dengan pendapat
ini.

Adapun apabiia makmum Gambaran makmum men¬


masbuk tadi tidak mengetahui, dahului imamnya dua rukun
bahwa kewajibannya adalah fi'li secara sempurna, adalah
membaca Fatihah, maka keter- sebagai berikut: Makmum
lambatan membaca Fatihah rukuk, iktidal, lalu bersungkur
seukuran bacaan sunah, di- untuk sujud misalnya, sedang-
anggap ketertinggalan yang kan imam masih berdiri; atau
uzur, demikian menurut pen¬ begini: Makmum rukuk sebe-
dapat Imam Al-Qadhi Husain. lum imam akan mengangkat
kepala dari rukuk, maka mak¬
Tidak termasuk ketentuan mum bersujud. Dengan demi¬
"masbuk", jika yang terlambat kian, makmum tidak ber-
adalah makmum muwafik; kumpul dengan imamnya
maka jika ia tidak bisa menyem- dalam perbuatan rukuk dan
purnakan Fatihah lantaran ter- iktidal.
leka membaca bacaan sunah*
seperti Doa Iftitah, sekalipun ia
tidak punya perkiraan dapat
menyusul imam dalam Fatihah,
makmum muwafik yang seperti
Apabiia mendahului dua ru¬
ini dihukumi seperti makmum
kun itu karena lupa atau tidak
yang lambat bacaannya seba-
mengerti hukumnya, maka
gaimana di atas, tanpa ada
tidak apa-apa, namun dua
pertentangan lagi.
rukun itu tidak dihitung. Kare¬
na itu, jika tidak mengulangi-
Makmum yang mendahului nya dengan imam lantaran lupa
atas imamnya dengan sengaja atau bodoh, maka setelah imam
dan mengetahui hukumnya, salam, ia wajib menambah
sejauh dua rukun fi'li, sekalipun rakaat. Kalau tidak karena lupa
tidak panjang, adalah dapat atau bodoh (tetapi disengaja
membatalkan salat, sebab hal atau mengerti hukumnya).
ini dipandang berselisihan
fikrifajar.wordpress.com
426 Terjemah Fat-hul Mu'in

maka ia harus mengulangi


salatnya, (sebab salat yang mendahului imam dengan
dikerjakan itu batal -pen). memulai suatu rukun.

Bagi makmum yang men- Tiga hal tersebut, jika di-


dahului atas imamnya sejauh lakukan dengan sengaja, maka
satu rukun fi'li secara sempur- bisa menghilangkan fadhilah
na, dengan disengaja dan salat jamaah. Jamaah tetap sah,
mengerti hukumnya, misalnya tapi tidak mendapat pahala
makmum telah rukuk dan jamaah. Karena itu, dosa
bangkit darinya, sedangkan meninggalkan jamaah (atas
imam masih berdiri, adalah pendapat yang mengatakan
haram hukumnya. fardu berjamaah) adalah
gugurnya, begitu juga ke-
makruhan meninggalkannya
Lain halnya makmum ter-
(atas pendapat yang mengata¬
tinggal dari imam satu rukun
kan sunah jamaah -pen).
fi'li; hukumnya hanya makruh,
seperti keterangan yang akan
Ucapan segolongan ulama:
datang.
Hilang fadhilah jamaah itu
menetapkan baginya sudah
Barangsiapa mendahului
keluar dari mengikuti imam,
imamnya satu rukun, maka
sehingga ia seperti orang yang
baginya sunahkembali untuk
salat sendirian, dan (jika hal ini
menyesuaikan dengan imam¬
terjadi pada jamaah Jumat,
nya, bila hal ini teijadi karena
maka tidak sah salatnya (sebab
disengaja, baginya boleh
salat Jumat harus berjamaah),
kembali dan boleh tidak.
ucapan tersebut adalah tidak
benar, sebagaimana yang
Kebersamaan makmum de¬
diterangkan oleh Imam Az-
ngan imam dalam melaku-kan
Zarkasi dan lainnya.
rukun-rukun fi'li atau qauli
selain takbiratul ihram,
Ketentuan hilang fadhilah
hukumnya adalah makruh,
berjamaah ini berlaku pada
sebagaimana halnya terlambat
setiap kemakruhan yang bisa
satu rukun yang sampai imam
teijadi dalam jamaah saja, dan
selesai melakukannya, atau
tidak bisa terjadi di luar
jamaah.
fikrifajar.wordpress.com
428 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Salat Berj&maah 429

Yang sunah bagi makmum ada-


lah mulai melakukan sesudah Tidaklah mengapa dengan
imam memulainya, setelah adanya bacaan takbir imam jZJs£11 dill // ^ *,v/ » V
imam selesai melakukannya, secara pelan untuk takbir yang
baru makmum menyelesai-
kannya.
kedua, jika para makmum tidak
mengerti hal itu (tidak merasa
(’'■Xfyi jlfasa
mendahului takbir imam).
✓//a: x
Tidak mengapa pula, jika
makmum bersamaan salam
Yang lebih sempurna dari ini:
Permulaan makmum melaku¬
imam, mendahului membaca
Fatihah atau tasyahud imam, 142
kan itu, adalah setelah gerakan- misalnya makmum telah
gerakan imam berhenti, dan selesai, sedang imam belum
makmum jangan mulai mela¬ memulai. Ini semua tidak
kukan, sehingga nyata-nyata menjadi masalah. ^ Js i * . f / h*
imam telah pindah pada
rukun selanjutnya.
Dikatakan: Makmum wajib
mengulangi bersama per-
buatan imam atau sesudahnya,
yang terakhir ini adalah lebih
Karena itu, makmum tidak utama. Berpijak dengan pen-
perlu membungkuk dahulu dapat ini, jika makmum tidak
untuk rukuk atau sujud, sehing¬ mengulanginya, maka batallah
ga imam telah meletakkan salatnya.
keningnya pada tempat sujud.
Memperhatikan perselisihan
seperti ini hukumnya adalah
sunah, sebagaimana halnya
Apabila makmum bersamaan sunah mengakhirkan seluruh
dengan imam dalam melaku¬ bacaan Fatihah-nya dari Fati¬
kan takbiratul ihram, atau hah imam, sekalipun pada
kedua rakaat salat Sirriyah,
telah nyata, bahwa imam ber- jL3. jika memang makmum me-
takbiratul ihram setelah mak¬
mum, maka salat makmum J/
^ ~ < '
^ * /i/
s''S' nyangka, bahwa imamnya
tidak jadi (sebab takbiratul membaca surah.
ihramnya tidak sah). ■
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Berjqmaah 431
430 Terjemah Fat-hul Mu'in

Apabila seorang makmum


Apabila ia yakin, bahwa imam bermazhab Syafi'i merasa ragu
hanya membaca Fatihah saja, terhadap imam yang berlainan
maka bagi makmum wajib mazhab, tentang perbuatan-
membaca Fatihah bersama perbuatan wajib menurut
imam. makmum, maka tidak akan
mempengaruhi kesahan salat,
sebab untuk menjaga khus-
nuzhzharx (baik sangka) dalam
menjaga perselisihan.
8. Tidak sah bermakmum
dengan orang yang telah di-
yakini batai salatnya, sebagai-
mana imam melakukan perkara
Karena itu, tidak menjadi
yang membatalkan salat, menu-
masalah dengan adanya ke-
rut iktikad makmum.
tidakyakinan tentang kewajiban
perbuatan yang diperselisihkan
itu.
Umpama seseorang ber-
Cabang:
mazhab Syafi’i bermakmum
Apabila imam berdiri lagi untuk
pada imam yang bermazhab
rakaat tambahan -misalnya
HanafI yang memegang farji-
rakaat kelima- sekalipun karena
nya dan ia tidak berbekam,
lupa, maka bagi makmum tidak
kebatalan karena dipandang
boleh mengikutinya, walaupun
dari segi keyakinan orang yang
ia berstatus makmum Masbuk,
bermakmum, sebab imam yang
atau ia sangsi atas rakaatnya.
seperti itu adalah hadas menu-
Akan tetapi, makmum tersebut
rut makmum yang Syafi’i sebab
memisahkan diri dan salam
memegang farji, sebaliknya
atau menunggu imam (dalam
tidak batai sebab berbekam.
tasyahud), menurut pendapat
yang Muktamad.
Maka, menghubungkan salat
makmum dengan imam di-
anggap uzur, sebab menurut 9. Tidak sah bermakmum de¬
ngan orang yang berstatus
makmum, imam tidak dalam
salat. menjadi makmum, sekalipun
hanya diragukan adanya men-
jadi makmum yang sekalipun
jelas berstatus menjadi imam.
fikrifajar.wordpress.com
432 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Berjptnaah 433

Tidak termasuk dalam keten- Sah bagi lnakmum yang qari'


tuan "orang yang berstatus bermakmum kepada imam
menjadi makmum”, apabila yang disangka (diinungkinkan)
orang itu telah berakhir men¬ seorang yang umi, kecuali
jadi makmum. Misalnya imam tersebut pada salat
makmum masbuk yang berdiri jamaah jahriyah tidak mau
seteiah imam salam, lantas ada membaca dengan suara keras.
orang lain bermakmum de-
Untuk itu, ia wajib mufaraqah
ngannya, maka salat orang ini
dengannya. Jika ia masih terus
adalah sab. Atau para makmum bermakmum dalam keadaan
masbuk berdiri dan sebagian tidak mengetahui kalau imam¬
bermakmum kepada sebagian nya seorang yang umi, hingga
yang lain, maka ini pun sah salam, maka ia wajib mengu-
menurut pendapat yang langi salatnya, selagi tidak
Muktamad, Tetapi hukumnya tampak jelas, kalau imamnya
makruh. adalah qari1.

10. Tidak sah qari' ber¬ Masalah ketidaksahan ber¬


makmum kepada imam yang makmum kepada umi adalah
umi, yaitu or^ng yang merusak- jika tidak sama-sama uminya,
bacaan Fatihahnya, baik seba¬ antara imam dan makmum,
gian, seluruhnya ataupun dalam huruf Fatihah yang tidak
hanya satu huruf saja darinya. mereka mampui. Misal, mak¬
Misalnya, secara keseluruhan mum nya yang dapat membaca
ia tidak bisa membacanya, atau dengan baik, atau salah satu
tidak bisa membaca yang sesuai pihak dapat membaca dengan
makhraj atau tasydid, sekalipun s9 baik terhadap huruf-huruf yang
hal itu karena ia sudah tidak pihak lainnya tidak bisa.
mungkin untuk belajar, karena
makmum tidak mengerti atas
keadaan imamnya.
Termasuk umi adalah "Arana",
yaitu orang yang lantaran
Demikian ini, karena ia tidak mengganti huruf, ia mengid-
bisa menanggung bacaan ghamkan huruf yang tidak
Fatihah makmum, jika ia* semestinya. Juga "Altsagh",
inenemuinya dalam keadaan yaitu orang yang mengganti
rukuk. huruf dengan huruf lain.
1

fikrifajar.wordpress.com
434 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Betjamaah 435

y f/// i yX,
Orang-orang tersebut jika ada --
S S' S'
*t t A s' S' S * t s salat demi menghormati waktu,
kemampuan untuk belajar, tapi dan nanti ia wajib mengulangi-
y s' /y s.
mereka tidak mau belajar, maka nya, sebab ia berbuat ke-
salatnya tidak salt. Kalau tidak salahan (dengan meninggalkan
mungkin, maka salatnya sah belajar).
saja, sebagaimana sah pula
imam-makmum sama-sama Guru kami berkata: Yangjelas,
umi. orang yang lahn tersebut
bukan berarti membaca
Makruh bermakmum kepada .'<91' -1 'Y' kalimat yang dimaksudkan
imam yang selalu mengulang 6 i ‘■'A*1 °b
sebenarnya, sebab apa yang
huruf ta’ (dalam Fatihah) dan dibaca dengan bacaan lain,
imam yang selalu mengulang pasti bukan Qur-an lagi.
huruf fa! (dalam bacaan Karena itu, kesahan salat tidak
tasyahud), juga dengan imam digantungkan terhadap kali-
lahn (aksi-aksian) yang tidak mat yang dilahnkan, tetapi
sampai mengubah makna, pada sengaja melahn, sekali-
misalnya membaca, dhammah *' * A*
pun kejadian yang seperti ini y<fj

pada lafal A atau juga dapat membatalkan salat.

membaca fathah dalnya lafal


Kalau lahn itu terjadi bukan A S is * s . A
Apabila lahn itu sampai me¬ 1 * pada Fatihah, maka salatnya
ngubah makna dalam Fatihah, tetap sah, begitu juga mak-
mum dengannya. Kecuali bisa
seperti \ membaca membaca secara tidak lahn,
mengetahui hukum serta se¬
kasrah atau dhammah pada ngaja melakukannya, maka
salatnya tidak sah, sebab berarti
lafal ^ ^ S , maka
ia berkata berupa ucapan lain.
salat orang yang mampu "1

untuk belajar, tapi tidak mau Apabila salat menjadi batal


1 * sA*Cs\
belajar adalah batal. Sebab yang lantaran lahn pada selain AS-
dibaca itu bukan Qur-an lagi. Fatihah ini, maka batal pula
bermakmum dengannya. Na-
mun, menurut Imam Al-
Memang, jika waktu salat telah J z. S. s •> i , y //
Mawardi, yang batal hanyalah
mendesak, maka ia tetap wajib
bagi makmum yang mengerti
keadaannya.
fikrifajar.wordpress.com
436 Terjemah Fat-hul Mui Pasal: Tentang Salat Berjafmaah 437

Imam As-Subki memilih samar, sekalipun hal itu teijadi


pendapat yang sesuai dengan pada salat Jumat, bila telah
pendapat Imam AI-Haramain: melebihi 40 orang. 9 y.
Bagi orang seperti di atas, * 6*
tidak boleh membaca selain
Fatihah, sebab ia nanti akan Sekalipun sang imam mengerti
mengucapkan perkataan yang akan hadas dan najis pada
bukan Qur-an, yaitu perbuatan dirinya, sebab tiada kelalaian
X/ // ♦ 9 # 9*'/'’ */
yang membatalkan salat tanpa pada makmum, karena tiada
ada darurat, secara mutlak tanda akan najis dan hadas
(baik ia dapat mengucapkan yang dapat diketahuinya. Dari
hal itu dengan benar ataupun sini, maka bagi makmum tetap
a!
“f'ait ‘

tidak mampu -pen). mendapat fadilah jamaah.

Apabila bermakmum pada


seseorang yang dikira berhak f L SS i ^ ^
Apabila imam yang dikira suci
menjadi imam, tetapi temyata
tersebut menanggung najis
tidak, misalnya dikira qari',
yang lahir (kelihatan), maka
bukan makmum, orang laki-
makmum wajib mengulangi
laki atau berakal sehat, tetapi
salat, karena kelalaianya.
ternyata mereka adalah umi,
bermakmum, wanita, atau
orang gila, maka ia wajib
mengulangi salatnya. Demikian
Najis lahir adalah najis yang
ini, karena kelalaian tidak mau
meneliti dahulu. terdapat di luar baju, sekalipun
antara imam dan makmum
terdapat penghalang.

5^
Tidak wajib mengulanginya Pendapat yang Aujah dalam . ■i . •»■■ y
bagi orang yang bermakmum* mengatasi najis lahir, adalah
kepada imam yang dikira suci, najis yang apabila makmum
tetapi ternyata menanggung mau memperhatikan benar-
hadas -sekalipun hadas besar-, benar, maka akan melihatnya.
atau membawa najis yang Sedangkan najis yang samar,
adalah sebaliknya.
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 439
438 Terjemah Fat-hul Mu1 in

Iman As-Subki dan pengikut- -s' )


iM
Imam An-Nawawi dalam kitab nya memilih, bahwa bermak¬
At-Tahqiq membenarkan untuk mum pada imam-imam ter¬
tidak wajib mengulangi salat sebut, tidak makruh lagi, jika
secara mutlak (baik najis lahir memang hanya mereka saja
maupun khafi). yang ditemukan. Bahkan
jamaah dalam keadaan seperti
Sah orang yang sehat ber- itu, adalah lebih utama dari-
makmum pada imam yang pada salat sendirian.
beser kencing, madzi atau
kentut. Guru kami dengan kuat masih
Orang yang berdiri sah ber- tetap menghukumi makruh
makmum pada imam yang dalam keadaan tersebut,
salat duduk; orang yang bahkan yang lebih utama
berwudu pada imam yang adalah salat sendirian.
tayamum, yang mana imam Sebagian Ash-habus Syafi'i
tersebut tidak wajib mengu¬
berkata: Menurut pendapat
langi salatnya sebab tayamum yang Aujah bagiku, adalah apa
itu. yang dikatakan oleh Imam As-
Subki r.a.
Makruh bermakmum pada
imam yang fasik dan yang
berbuat bid'ah, misalnya orang UZUR-UZUR BERJAMAAH
Rafidhi, sekalipun tidak
terdapat imam selainnya. Hal
Penutup:
ini jika memang tidak khawatir
Uzur jamaah, begitu juga salat
terjadi fitnah kalau tidak
Jumat:
bermakmum dengan mereka.
1. Hujan yang sampai mem-
Ada yang mengatakan: Ber¬
basahi pakaian, berdasarkan
makmum dengan mereka
sebuah hadis sahih, bahwa
hukumnya tidak sah.
Nabi saw. memerintahkan agar
melakukan salat di pondokan
masing-masing di waktu hujan
Makruh juga bermakmum
yang sampai membasahi
pada imam yang was-was dan
bagian bawah sandal.
quluf. Tidak makruh ber¬
makmum pada imam hasil
zina, tetapi hal ini menyelisihi
keutamaan.
440
4

Terjemah Fat-hul Mu'in


fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Betjaniaah 441
Lain halnya jika hujan tidak
sampai membasahinya. Me- khawatir tertinggal jamaah bila
mang begitu, namun tetesan air memenuhi hadasnya terlebih
dari atap-atap rumah di tepi dulu/mengosongkan dirinya
jalan, sekalipun tidak sampai dari hadas, sebagaimana yang
membasahinya, adalah di- diterangkan oleh segolongan
anggap suatu uzur, lantaran ulama.
kemungkinan besar air itu
membawa najis atau kotoran.
Penahanan hadas di tengah-
tengah melakukan salat fardu,
2. Jalan berlumpur, sehingga adalah tidak diperbolehkan
sulit menghindari pengotoran- memutus salat itu.
nya ketika berjalan atau ter-
gelincir. Masalah penahanan hadas
termasuk uzur ini, jika waktu
3. Amat panas, sekalipun me- salat masih longgar, kira-kira
nemukan naungan untuk bila digunakan untuk mengo-
berjalan. songkan diri dari hadas, masih
cukup salat dengan sempurna.
*

Kalau waktu sudah sempit,


4. Amat dingin. -f'.'a. J?’" maka haram menunda salat
sampai selesai, kemudian hadas
5. Amat gelap di malam hari. \ Jts ' terlebih dahulu.

8. Tidak menemukan pakaian


6. Sakit parah, sekalipun belum
yang pantas, sekalipun mene¬
boleh duduk dalam melakukan
mukan penutup aurat.
salat fardu. Tidak termasuk
uzur, adalah sedikit pusing
kepala.
9. Teman-teman bepergian
bagi orang yang akan beper¬
7. Menahan hadas, baik itu air gian yang mubah telah berang-
kencing, berak atau kentut. kat, sekalipun akan aman jika
Maka, makruhlah salat dengan sampai bepergian sendirian.
menahan hadas, sekalipun Hal ini karena ada masaqat
kesepian dalam perjalanan.
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Berjamaah 443
442 Terjemah Fat-hul Mu*in

menggunakan tongkat. * . 0 S. 9
10. Takut terhadap orang
zalim, bagi orang yang berhak
untuk dilindungi (ma'shum), & o
baik yang dikhawatirkan itu
Peringatan! CC 2L-jlU)J3
berupa liaiga diri, jiwa ataupun Semua uzur di atas dapat
t
harta. menghapus kemakruhan me-
ninggalkan jamaah, sekira
11. Bagi pengutang yang belum dihukumi sunah, dan meng- J e ' ( y „
. . . •* 4 _ I / ••
dapat membayar, takut akan hilangkan dosanya, sekira
ditahan oleh pihak pemiutang- dihukumi wajib berjamaah. *^ '
nya.

12. Merawat orang yang sakit,


(Bagi orang yang mening-
sekalipun bukan sanak kerabat- galkan jamaah sebab uzur), ia
nya yang tidak ada orang yang tidak bisa mendapat fadilah
merawatnya; sanak kera- jamaah, sebagaimana yang
batnya yang sakit keras; atau
dikatakan oleh Imam An-
tidak sakit keras, tapi merasa
Nawawi dalam Al-Majmu.
gembira atas rawatannya.

Selain Imam An-Nawawi memi- 99 s S{'\'-'I ';i-'


lih pendapat sebagaimana
pendapat segolongan ulama
Mutakadimin, bahwa fadilah oSi oypz*
jamaah tetap didapatkan, jika
'9 J S'"
13. Sangat mengantuk pada
waktu menunggu jamaah.
f L *1 S* i ' * ' bermaksud melakukan jamaah
andaikata tidak ada uzur.
•jiiSsVJU " -
Imam An-Nawawi dalam kitab
♦ /
Al-Majmu' berkata: Sunah bagi
orang yang meninggalkan
14. Sangat lapar dan dahaga. Jumat tanpa uzur, agar ber-
sedekah satu dinar atau sete-
ngah dinar, sebagaimana yang
15. Buta, jika tidak ada penun- diterangkan hadis Abu Dawud
tun jalan yang mau digaji dan lainnya.
dengan harga umum, sekali¬
pun dapat berjalan dengan

T4

fikrifajar.wordpress.com
445

PASAL: 8
TENTANG SALAT JUMAT
Mengerjakan salat Jumat
hukumnya fardu ain, jika telah
memenuhi syarat-syaratnya.
Perintah melakukannya turun
di Mekah. Namun di Mekah ' ^ S. . SL ' . .
sendiri tidak diselenggarakan » it S/ L*

kala itu, karena belum cukup


bilangan kaum muslimin, atau /uW
karena syiarnya harus ditam-
pakkan, sedangkan Nabi
Muhammad saw. di Mekah Jr"

masih sembunyi-sembunyi.

Orang yang pertama kali


mendirikan salat Jumat di
Madinah sebelum Nabi saw.
hijrah adalah As'ad bin
Zurarah. Yaitu diselenggarakan
di desa (kampung) yang ber-
dekatari dengan kota Madinah.

Salat Jumat itu salat yang 9 s <


paling utama.
Dinamakan dengan salat / 40
Js
Jumat, karena banyak orang- ud

orang yang berkumpul guna


mengerjakan salat Jumat, atau
karena Nabi Adam a.s. ber¬
kumpul dengan Hawa di
Muzdalifah pada hari Jumat.
Dan karena itu, Muzdalifah
I
dinamakan Jam'an. . XZL&L
J
_ _ _ _ _ __ _ _ _ _
fikrifajar.wordpress.com
446 Terjemah Fat-hul Mu in

Pasal: Tentang Salat Jumat 447


Salat Jumat itu wajib atas
setiap orang Mukalaf, yaitu
selama 4 hari di tempat di-
balig, berakal sehat, laki-laki
selenggarakan Jumatan atau
dan merdeka. Karena itu, salat
lebih, sedangkan ia bermaksud
Jumat tidak wajib atas wanita,
untuk kembali ke tanah ke-
khuntsa dan budak, sekalipun
lahirannya, sekalipun maksud
budak Mukatab. Sebab mereka
tersebut setelah masa yang
semua dianggap punya ke-
lama.
kurangan.
Juga wajib dikerjakan oleh
Yang bertempat tinggal di
orang mukim mutawathin di
tempat diselenggarakannya
tempat yang panggilan salat
salat Jumat. Artinya, mereka
Jumat masih terdengar, di
tidak pergi dari tempat itu di
mana penduduk tempat
musim kemarau maupun
terselenggarakan Jumatan
hujan, kecuali ada keperluan kurang dari 40 orang (yang
semacam berdagang atau
lebih utama kata-kata "muta-
ziarah.
wathin" dibuang, sebab itu
bukan merupakan syarat -pen).

Mereka tidak sedang uzur, Baik bagi orang yang mukim


misalnya sakit atau uzur-uzur tidak mutawathin atau
lain, seperti yang ada dalam mutawathin, mereka wajib
masalah salat jamaah. Karena mengerjakan salat Jumat.
itu, salat Jumat tidak wajib bagi
orang sakit yang tidak bisa Namun salat Jumat tidak jadi
hadir di tempat di selenggara- terlaksana, sebab dipenuhinya
kan Jumatan setelah matahari dua orang ini, yaitu orang
tergelincir ke arah barat. mukim bukan mutawathin
(seperti para pelajar yang
Salat Jumat tetap sail, jika berada di pesantren -pen) dan
dikerjakan oleh orang yang mukim mutawathin, tetapi ia
punya uzur. dari luar daerah diseleng-
garakan salat Jumat, sekalipun
Salat Jumat wajib dikerjakan salat Jumat wajib baginya bila
oleh orang yang bermukim mendengar panggilan salat
(sekalipun) didirikan salat, dari tempat diselenggarakan¬
misalnya orang yang bermukim nya itu (mereka berdua wajib
mengerjakan salat Jumat,
fikrifajar.wordpress.com
448 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang SalatJiimat 449

tetapi mereka tidak bisa Karena itu, salat Jumat yang


mensahkan Jumat daerah ter- sesudah terpenuhi bilangan
sebut -pen). jamaahnya (40 orang), adalah
tidak sah jika dilaksanakan
Salat Jumat juga tidak bisa dengan sendiri-sendiri (tidak
terlaksana, dengan dipenuhi berjamaah).
oleh budak atau anak-anak,
tetapi salat mereka sail. Hanya Pada rakaat keduanya disyarat¬
saja mereka (mukim bukan kan harus berjamaah. Karena
mutawathin, mukim mutawa- itu, jika imam pada rakaat
thin, budak dan anak-anak) pertama berjamaah dengan
wajib menunda takbiratul makmum 40 orang, lalu imam
ihram sampai sesudah takbir 40 berhadas, lantas mereka
orang yang sah Jumatnya meneruskan salatnya sendiri-
dengan kepenuhan mereka ini, sendiri, atau imam tidak
demikian yang disyaratkan berhadas, tetapi mereka
oleh segolongan ulama memisah dari imam (mufara-
Muhaqqiqin, sekalipun banyak qah) pada rakaat kedua dan
ulama yang menentangnya meneruskan sendiri-sendiri,
(pendapat yang rajih menurut maka sah Jumatannya.
Imam Ibnu Hajar, Al-Khatib
dan Ar-Ramli: Penundaan
takbiratul ihram mereka adalah
tidak wajib -pen).
Memang! Orang 40 itu disyarat¬
Syarat Sah Jumat
kan harus tetap ada sampai
mereka semua salam, sehingga
Di samping syarat-syarat salat
apabila salah satu dari keempat
yang lain, salat Jumat juga
puluh orang tersebut berhadas
disyaratkan atas enam perkara:
sebelum salamnya, sekalipun
makmum yang lainnya sudah
1. Harus dilaksanakan secara
salam, maka batallah salat
berjamaah, pada rakaat per-
Jumat mereka.
tama, imam berniat menjadi
imam dan makmum berniat
V
bermakmum yang bersamaam
dengan takbiratul ihram.
fikrifajar.wordpress.com
450 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 451

Apabila makmum masbuk 2. Salat Jumat harus dikerjakan


mendapatkan rukuk imam oleh 40 orang termasuk imam-
pada rakaat kedua, lalu ia nya, di niana mereka ini adalah
mengikuti terns sampai salam, orang-orang yang menjadikan
maka ia harus menambah satu kesahan Jumat, sekalipun
rakaat (sunah) dengan bacaan sedang inenderita sakit.
keras; dan salat Jumat sudah
dianggap sempurna, jika
Juinatan imam tadi sah.
Andaikata orang-orang yang
sedang mendirikan salat Jumat
itu 40 orang saja dan di ahtara
mereka terdapat seorang atau
lebih yang ummi, di mana ia
Demikian juga sempurna salat
malas untuk belajar, maka salat
Jumat makmum masbuk lain-
J umat mereka tidak sah,
nya, yang bermakmum kepada
sebab salat si ummi batal, yang
masbuk di atas dan ia masih
berarti bilangan 40 orang
mendapatkan satu rakaat
menjadi berkurang.
bersamanya, demikianlah me-
nurut fatwa Guru kami.

Orang yang baru mengikuti Namun, jika si ummi tidak


imam setelah rukuk imam taqshir dalam meninggalkan
rakaat kedua, menurut pen- belajar (sebagaimana ia tidak
dapat yang Ashah wajib niat menemukan pengajar atau
salat Jumat, sekalipun yang memang sangat bodoh/tumpul
harus dikeijakan adalah salat otaknya -pen), maka sah salat
Zhuhur. Jumat mereka, sebagaimana
pendapat yang dipegang teguh
oleh Guru kami dalam kitab
Syarhul 'Ubab dan Al-Irsyad,
dengan mengikuti pendapat
Pendapat lain mengatakan^ yang telah dimantapkan oleh
bahwa orang tersebut boleh gurunya dalam kitab Syarhur
berniat salat Zhuhur. Seperti ini Raudh.
pula Imam Al-Bulqini mem-
fatwakan dan menguraikan Kemudian dalam Syarhul
secara panjang-lebar. Minhaj, Guru beliau berkata:
fikrifajar.wordpress.com
452 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal:. Tentang Salat Jumat 453

Dalam masalah ini, tiada


perbedaan antara ummi atau sebagai tempatnya adalah yang
taqshir, atau tidak dalam hal banyak didiami; kalau kedua- yM ^ ^y ^ ✓

belajar. Perbedaan yang ada di nya sama, maka yang di¬


sini tidaklah kuat -selesai-. pandang sebagai tempat ting-
galnya, adalah tempat yang
didiami oleh keluarga dan
harta bendanya.
Jika bilangan 40 itu berkurang
Jika di satu tempat terdapat
di waktu salat (yaitu, pada
keluarganya, dan di tempat
rakaat pertama), maka salat
yang satu lagi terdapat harta ,< 99S\ *.(^<
Jumat menjadi batal; kalau
bendanya, maka yang dipan¬
kurangnya di waktu khotbah,
dang sebagai tempat tinggalnya,
maka rukun khotbah yang
adalah tempat yang didiami
dilakukan waktu bilang ber¬
keluarganya; Apabila masing-
kurang, adalah tidak dianggap,
masing terdapat keluarga dan
karena rukun tersebut tidak
hartanya, maka yang dianggap /
didengarkan oleh mereka.
sebagai tempat tinggalnya
Jika dalam waktu dekat menu- adalah tempat yang didiami di
rut ukuran umum, bilangan waktu terselenggara salat
penuh lagi, maka boleh mene- Jumat.
ruskan rukun khotbah mulai
S*
dari rukun yang dikerjakan Salat Jumat tidak jadi (tidak
sebelum bilangan kurang tadi. sail) dengan dikerjakan orang
Kalau tidak dalam waktu dekat, yang jumlahnya kurang 40.
maka khotbah harus diulangi
dari permulaan, sebagaimana Lain halnya dengan pendapat /l
jika bilangan berkurang antara Imam Abu Hanifah r.a., menu-
khotbah dan salat, lantaran rut beliau salat Jumat tetap sah
hilangnya sambung-menyam- dengan jumlah empat orang JLo
bung antara khotbah dengan (dengan imamnya), sekalipun
salat. mereka semua adalah hamba
sahaya atau orang-orang musa-
Cabang: fir.
Seseorang yang mempunyai
dua tempat tinggal pada dua Menurut pendapat kita (Sya-
daerah, maka yang dipandang fi'iyah), penyelenggaraan salat
fikrifajar.wordpress.com
454 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJumat 455

Jumat itu tidak disyaratkan 3. Diselenggarakan salat Jumat


harus mendapat ijin dari pada tempat yang termasuk
balad (baik itu wilayah ibukota,
penguasa (pemerintah/sultan)
dan tempatnya tidak harus di daerah ataupun desa -pen),
mis hr (kota). Lain halnya sekalipun daerah padang
(tanah lapang) yang masuk y *9 1* / *<
dengan pendapat Imam Abu
Hanifah yang menyaratkan wilayahnya. Sebagaimana salat -^
Jumat sejauh jarak yang
kedua hal di atas.
tidak diperkenankan meng
r,
Imam Al-Bulqini ditanya qasar salat, sekalipun tidak
-y' A*'*, "

mengenai penduduk suatu bersambung dengan bangu-


* nan.
daerah yangjumlahnya kurang / *^4^
dari 40 orang, mereka ini wajib V 'A- ” " s1
Lain halnya tempat yang sudah f/*/* ^ %
mengerjakan salat Jumat atau
. . . -f v _• tidak wilayahnya, yaitu tempat
Zhuhur? Beliau menjawab:
jauh yang kalau seseorang
Mereka harus mengerjakan ■<i^
salat Zhuhur, menurut mazhab pergi ke sana sudah diper-
Syafi'i. bolehkan mengqashar salat.
Segolongan ulama memper- 9, /
Gabang:
bolehkan mereka (yang kurang
Apabila sebuah desa berpen-
dari 40 orang) melakukan salat
duduk 40 orang, maka bagi
Jumat, dan justru pendapat ini yJs s'* s **** s'J ^ ' SS f i
mereka wajib menyeieng-
yang kuat. Karena itu, jika
garakan salat Jumat. Bahkan
mereka semuanya mengikuti
nr S'. menurut pendapat yang Muk-
imam yang berpendapat
tersebut, maka bolehlah, dan s Wt. tamad, mereka haram menia-
dakannya di desa tersebut dan
salat Jumatnya adalah sah.
pergi melakukannya ke lain
daerah, yang sekalipun ia
masih mendengar panggilan i4d!4i«3^.lfel3j*s
salat Jumat dari daerah lain
tersebut.
kalau ingin hali-hati, hendak- C.
nya mereka melakukan salat
Jumat, lalu mengerjakan salat Imam Ibnur Rif ah dan lainnya
Zhuhur. Hal itu adalah baik. berkata: Jika mereka dapat
mendengar panggilan salat
Jumat dari Mishr (kota, yaitu
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang SalatJumat 457
456 Terjemah Fat-hul Mu'in

hukumi sebagai tempat ter-


tempat yang terdapat hakim sendiri (jika sudah mencapai
syar'i, hakim Syurthi/hakim bilangan 40 orang penduduk-
yang menangani tindak kri- nya, inaka wajib menyeleng-
minal, dan terdapat pasar garakan salat Jumat -pen).
untuk muamalah -pen), maka
boleh memilih antara pergi ke
balad (tempat yang hanya
Guru kami berkata: Dihukumi
seperti itu, jika masing-masing S& 5 4^01 * jU
tempat tersebut berkedudukan
terdapat sebagian dari yang ada
pada mishr -pen) untuk sebagai desa tersendiri pula,
ft ' v<,.’ "Zy-’ z *
menunaikan salat Jumat atau menurut anggapan umum.
menyelenggarakannya di
desanya sendiri.

Apabila mereka pergi ke desa Gabang:


(dalam masalah di atas), maka Apabila penguasa memaksa
mereka tidak bisa menyempur- penduduk suatu desa agar
nakan bilangan kesahan Jumat, berpindah dari desanya dan
sebab berkedudukan sebagai membangun tempat di daerah
musafir. yang baru, yang kemudian
tinggal di situ, tetapi mereka
bermaksud untuk pulang ke « * "r
Jika di desanya sendiri tidak
tempat tinggal yang pertama
ada golongan yang mendukung
bila Allah swt. telah melonggar-
kesahan salat Jumat
kannya, maka mereka tidak
-sekalipun dengan memper-
wajib menunaikan salat Jumat
liitungkan di antara mereka
di tempat tersebut (tempat
ada yang tidak mau pergi salat
baru). Bahkan belum cukup
Jumat-, maka mereka wajib
syarat sah salat Jumat bagi
menunaikan salat Jumat di
mereka, sebab mereka tidak
desa sebelahnya, yang mereka
mutawathin (penduduk daerah 4 4
masih mendengar panggilan
itu). . U
salat Jumat dari tempat itu.

Imam Ibnu ’Ujail berkata: 4. Salat Jumat diselenggarakan


Apabila ada beberapa tempat pada waktu Zhuhur.
(desa) yang berdekatan, serta Jika waktu sudah tidak
masing-masing mempunyai mencukupi menunaikan salat
nama tersendiri, maka di-
1

fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang SalatJjimat 459
458 Terjemah Fat-hul Mu in

Jumat dan kedua khotbahnya, maka Jumat yang dianggap sah


atau hal tersebut masih adalah yang lebih dahulu
diragukannya, maka mereka takbiratul ihramnya -pen).
harus mengerjakan salat
Zhuhur. Kecuali jika penduduk tempat
tersebut banyak dan sukar
Jika dengan yakin atau hanya dikumpulkan jadi satu tempat
mengira waktu salat Sudah -sekalipun tidak di mesjid-
habis, sedang mereka ada di dengan tanpa terjadi sesuatu
tengah-tengah mengerjakan yang menyakitkan di tempat
salat Jumat -sekalipun sebelum/ itu, misalnya panas atau dingin
hampir saja salam-, jika hal itu •sekali. Maka dalam keadaan
atas berita orang yang adil seperti ini, boleh menyelengga-
(menurut pendapat yang rakan salat Jumat di beberapa
Aujah), maka mereka wajib tempat itu, dengan meman-
meneruskan salatnya sebagai dang kebutuhannya.
salat Zhuhur, dengan menerus¬
kan apa yang sudah ber- Cabang:
langsung, dan salat Jumat Orang yang tidak beruzur,
sudah tertinggal. adalah tidaklah sah mengerja¬
kan salat Zhuhur sebelum
Lain halnya jika hanya mengi- imam salat Jumat salam. Jika
ra/ragu>bahwa waktu Zhuhur hal ini dilakukan karena tidak
sudah habis (tetap wajib mengerti, maka salat yang
mengerjakan salat Jumat), dilakukan jadi salat sunah.
sebab pada dasarnya waktu
masih ada (belum habis). Jika semua penduduk suatu
daerah hanya mengerjakan
Termasuk syarat sah salat salat Zhuhur, tanpa salat Jumat,
Jumat, adalah tidak didahului maka salat mereka tidak sah,
salat Jumat (lain) dengan selagi masih ada untuk
takbiratul ihram atau di- menge'rjakan dua khotbah dan
barenginya di tempat terseleng- salatnya, sekalipun telah
gara salat Jumat di tempat diketahui bahwa mereka pada
itu (jadi tempat yang sah hanya kebiasaannya tidak mendirikan
didirikan satu salat Jumat saja, salat Jumat.
tetapi ternyata didirikan
lebih dari itu/ta*addudul Jumat,
fikrifajar.wordpress.com
460 Terjemah Fat-hul Mu'iti
Pasal: Tentang Salat Jumat 4b

y L
5. Salat Jumat diselenggarakan atau 4—-kJ? 1. Karena itu,
setelah dua khotbah yang
dikerjakan sesudah tergelin- tidaklah mencukupi dengan
cir matahari, berdasarkan mengucapkan: 43 <Cjzf\ \ ;1, &
hadis Imam Bukhari-Muslim,
bahwa Rasulullah saw. salat
Jumat selalu setelah dua
khutbah. Maksudnya, salat s' C ^
Jumat tersebut diselenggara¬
kan setelah dua khotbah
beserta rukun-rukunnya yang
akan dituturkan di bawah ini. Untuk salawat contohnya:

Atau jnga dengan nama Nabi


ll V£ ICa1\\
saw. yang lain lagi.

/''V

Rukun dan Syarat Khotbah Jumat Karena itu, tidaklah mencukupi


dengan membaca: ^o—■$.-
\j jatau
Rukun khotbah salat Jumat ada
lima perkara: _Xs. 4JJ'
hanya menggunakan isim L aLIc.
1. Memuji kepada Allah swt. dhamir, sekalipun tempat
kembali dhamir sebelumnya
sudah diturunkan, sebagai-
2. Membaca salawat kepada
baginda Nabi saw. mana yang dijelaskan oleh
« •• * J*
'SS m). C
segolongan ulama Muhaqqi-
qun.
keduanya (masing-masing ,/ Imam Al-Kamalud Damiri
khotbah) dikerjakan dengan berkata: Banyak sekali para
lafal yang khusus. Yaitu untuk ^^ khatib yang melupakan hal ini
puji-pujian, seperti: 4__X> jJ-V 4jj! Jc (yaitu membaca salawat hanya
fikrifajar.wordpress.com
462 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang SalatJumat 463

menggunakan Isim Dhainir)


yang mengandung perintah,
-selesai-. Karena itu, anda
agar bersiap-siap menyambut
janganlah tertipu dengan
kematian.
penggunaan isim dhamir
dalam pembacaan salawat di
sebagian khotbah-khotbah An-
Nabatiyah yang bisa anda
Ketiga rukun diatas disyarat-
temukan sudah tertulis itu, hal
kan harus dibaca pada masing-
ini berselisih dengan pendapat
masing dua khotbah Jumat.
ulama Muhaqqiqun golongan
%

Mutaakhir (pembacaan salawat


seperti ini tidak cukup).

3. Wasiat takwa kepada Allah •


Kata-kata dan panjangnya
Sunah bagi seorang khatib,
tidak ditentukan, naniun
agar menertibkan dalam
cukuplah dengan mengucap-
mengerjakan ketiga rukun
kan semisal:
tersebut dan rukun-rukun
\>\ setelahnya. Sebagaimana ia
yaitu kalimat yang"' niengan-
pertama membaca Hamdalah,
dung anjuran untuk taat
salawat, wasiat, membaca
kepada Allah atau larangan
Alqur-an, lalu membaca doa.
mendurhakai-Nya. Karena
wasiat itulah maksud diadakan
khotbah.
4. Membaca Alqur-an yang
memben kepahaman, pada salah
satu dua khotbah. Yang lebih
Karena itu, tidaklah cukup utama adalah dibaca pada
hanya menakut-nakuti dari khotbah pertama.
bujukan dunia, memperingat-
kan kematian, ketidakenakan
dan kesakitan sesudah mati. Sumah setiap hari Jumat
membaca surah Qaaf, atau
sebagian dari surah itu setelah
salat Jumat -sebagai tindak
Imam Ibnur Rifah berkata:
ittiba' kepada Rasul.
Wasiat cukup dengan kalimat
fikrifajar.wordpress.com
464 Tetjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 465

5. Doa Ukhrawi, untuk sekalian


orang-orang mukmin. Tidak boleh menyebutkan sifat
sultan yang tidak semestinya,
kecuali jika terpaksa harus
begitu.
Doa telah sah, sekalipun tidak
Sunah berdoa untuk para wali/
menyebutkan mukminat (wani-
penguasa dari golongan'saha-
ta-wanita mukmin), lain halnya
bat Nabi saw. secara pasti,
dengan pendapat Imam Al-
begitu juga doa untuk pengua¬
Adzra'i.
sa muslim dan tentaranya,
Sah juga, sekalipun hanya dengan dipanjatkan kemasla-
dengan mengucapkan: hatan, pertolongan, dan ber-
" (Semoga Allah laku adil.
merahmati kalian semua),
demikian pula dengan ucapan:
Menyebut kebaikan-kebaikan
(keistimewaan) penguasa, ada¬
(Ya, Allah, selamatkan kami dari lah tidak akan memutus
panas api neraka), jika memang sambung-menyambung khot¬
yang dimaksudkan dengan bah, selama penyebutan itu
"kita" adalah hadirin sekalian. tidak dapat dianggap berpaling
Doa tersebut harus dibaca pada dari khotbah.
khotbah kedua, sebagai tindak
mengikuti ulama salaf dan Dalam kitab At-Tawasuth (yaitu
khalaf. At-Tawasuth bainar Raudhah
wasy-Syarh, ulasan terhadap
Doa khusus untuk sultan kitab Ar-Raudhah. Kitab
(penguasa), ulama sepakat tersebut ditulis oleh Imam Al-
tidak disunahkan. Kecuali jika Auza’i -pen) disebutkan: Di-
khawatir akan terjadi fitnah, syaratkan agar tidak memper-
maka doa untuk sultan wajib panjang khotbah yang sampai
dikerjakannya. Kalau tidak dapat memutus sambung-
khawatir akan terjadi fitnah, menyambungnya (doa untuk
maka mengerjakannya tidaklah para penguasa pemerintahan
mengapa, selama tidak bdr- disyaratkan agar tidak diper-
lebih-lebihan dalam menyebut panjang, sehingga dapat
sifat sultan. memutus muwalah, yaitu
fikrifajar.wordpress.com
466 Terjemah Fat-hul Mu'in Posed: Tentang Salat Jumat 467

seukur dua rakaat -pen), seba-


tidak terdengar, menurut
gaimana yang banyak di-
pendapat yang Muktamad.
lakukan oleh khatib-khatib
Sekalipun pendapat tersebut
yang bodoh.
ditentang oleh segolongan
ulama yang hanya mensya-
Guru kami berkata: Apabila
ratkan menghadiri khotbah
telah selesai khotbah merasa
saja, sebagaimana yang di-
ragu tentang meninggalkan
tunjukkan oleh ucapan dua
rukunnya, maka tidak ber-
guru kami (Imam Rafi'i dan
pengaruh atas kesahan
Nawawi) pada beberapa
khotbah, sebagaimana tidak
tempat.
adanya pengaruh jika setelah
salat atau wudu meragukan
meninggalkan fardunya.

(Di waktu mendengarkan


khotbah, tidak disyaratkan
Syarat-syarat Dua Khotbah
bahwa 40 orang itu harus
berada di tempat salat dan
Disyaratkan dalam dua khot¬
tidak harus memahami apa
bah:
yang mereka dengar.

1. Terdengar oleh 40 orang.


2. Khotbah disyaratkan harus
Maksudnya oleh 39 orang
dengan berbahasa Arab (mak
selain seorang khatib, yang
sudnya rukun-rukun khotbah),
kesemuanya adalah orang-
sebagai mengikuti jejak ulama
orang yang menjadi pendu-
salaf dan khalaf.
kung kesahan salat Jumat. Yang
harus terdengar tersebut,
Faedah khotbah harus berba¬
adalah rukun-rukun khotbah,
hasa Arab -padahai hadirin
bukan seluruh isi khotbah. • —
// * tidak mengetahuinya/tidak
paham-, adalah agar mereka
Guru kami berkata: Tidak wajib
mengerti secara garis besar,
menunaikan salat Jumat bagi
bahwa apa yang dikhotbahkan
40 orang, yang sebagiannya ada
adalah nasihat, demikianlah
yang buta; salat Jumat tidak
menurut yang dikatakan oleh
sah, jika terjadi keributan yang p—^ 5 J* Imam Al-Qadhi Husen.
dapat inembuat rukun khotbah
fikrifajar.wordpress.com
468 Teijemah Fat-kul Mu'in Pasal: Tentang SalatJumat 469

Jika tidak memungkinkan Bagi khatib yang karena uzur,


mempelajari khotbah dengan sehingga dia berkhotbah de¬
bahasa Arab, padahal waktu ngan duduk, maka dia wajib
sudah mendesak, maka salah memisah dua khotbah dengan
seorang dari mereka harus
diam sebentar.
berkhotbah dengan bahasa
daerah yang bersangkutan. Tersebut dalam kitab Al-
Jawahir: Apabila antara dua
Jika mereka memungkinkan khotbah khatib tidak duduk,
untuk mempelajari khotbah maka dua khotbahnya dihitung
berbahasa Arab (sebelum waktu satu khotbah. Karena itu, ia
mendesak), maka bagi mereka harus duduk lagi dan menerus-
hukumnya fardu Kifayah untuk kan khotbah yang ketiga.
mempelajarinya.
7. Sambung-menyambung
3. Khatib yang mampu berdiri
harus berdiri.
antara dua khotbah, antara
rukun-rukunnya, dan antara
VgK&ZHSW)u>
dua khotbah dengan salat;
4. Suci dari hadas besar dan sebagaimana tidak terpisah
kecil; serta pakaian, badan atau panjang menurut ukuran
tempat juga harus dicuci dari umum.
najis yang tidak dima'fu.
Dalam keterangan yang akan
datang, bahwa hilangnya
muwalah (sambung-menyam¬
bung) antara dua rakaat yang
5. Menutup aurat. dijamak (dalam jamak takdim)
6. Duduk di antara dua khotbah adalah dengan melakukan dua *1 h'J* •»'
dengan thuma’ninah. rakaat, bahkan juga bisa terjadi
dengan dua rakaat yang sudah
mencukupkan kesahan salat
(sebagaimana seseorang hanya
mengerjakan rukun-rukunnya
saja -pen).
Sunah duduk ini dilakukan
seukur membaca surah Al- Batasan tersebut, tidaklah jauh
Ikhlas, dan sunah membaca- untuk diterapkan pada masalah
nya. muwalah dua khotbah di sini.
470 Terjemah Fat-hul Mu'in
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Stolat Jumat 471
yang sekaligus menjadi kete-
rangan mengenai "ukuran Jika terjadi pertentangan
umum" (panjang dalam ukur¬ antara mandi dahulu (tapi tidak
an umum, adalah seukur dua bisa berangkat Jumat pagi-
rakaat -pen). pagi) dengan tabkir (berangkat
salat Jumat pagi-pagi, tapi tidak
Sunah-sunah Salat Jumat bisa mandi), maka yang lebih
utama adalah mandi lebih
Kesunahan bagi orang yang dahulu, sebab menghindari
akan menghadiri salat Jumat, perselisihan dengan ulama
sekalipun ia tidak wajib yang menghukumi wajib
menghadirinya: mandi Jumat. Dari segi ini,
meninggalkan mandi hukum-
1. Mandi. \hitu meratakan air nya adalah makruh.
ke seluruh badan dan kepala.
Jika tidak dapat mandi, maka Termasuk mandi-mandi sunah,
sunah bertayamum dengan niat adalah Mandi dua Hari Raya,
mandi. Gerhana Matahari atau Bulan,
Istisqa', mandi-mandi sunah di
waktu beribadah haji, setelah
memandikan mayat, akan
Iktikaf, di setiap malam bulan
Ramadhan, setelah berbekam,
di kala badan berbau tidak
(Waktu) mandi adalah setelah sedap dan orang kafir maria-
terbit fajar.
kala masuk Islam, karena ada
perintah melakukannya (dari
Seyogianya (sunahnya) bagi Nabi, orang seperti ini).
orang yang berpuasa, yang
kalau mandi dia khawatir
puasanya menjadi batal, agar
tidak usah mandi J uniat, begitu
juga dalam hal mandi-mandi
sunah.

Mandi yang dikerjakan dekat


dengan pergi salat Jumat,
adalah lebih utama. 'Orang kafir yang barn masuk
Islam tidak diwajibkan mandi.
fikrifajar.wordpress.com
472 Tetjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJumat 473
karena banyak sekali orang-
orang kafir masuk Islam, 4j
diperintahkan mengadha,
mereka (oleh Nabi saw.) tidak
maka ia akan terus mengerja-
diperintahkan mandi.
kannya dan menjauhi dari
mengabaikannya.
Hal ini jika memang di kala
kafir tidak teijadi perkara yang
2. Berangkat salat Jumat pagi-
mewajibkan mandi, misalnya
pagi, selain khatib. yaitu setelah
janabah atau lain-lainnya.
terbit fajar. Berdasarkan hadis
Bukhari-Muslim, bahwa se-
sungguhnya orang yang be¬
rangkat salat Jumat setelah
Jika di kala kafir terjadi hal mandi seperti mandinya
seperti itu, maka mandi bagi- sesudah janabah, adalah pen-
nya adalah wajib, sekalipun di dapat yang mengatakan:
kala kafir ia sudah mandi, sebab Memang mandi janabah hakiki
niatnya dianggap batal. setelah bersetubuh (lantas
berangkat salat Jumat), sebab
Di antara mandi-mandi di atas, bersetubuh di malam atau hari
yang paling kuat kesunahannya Jumat hukumnya sunah,
adalah mandi Jumat, lalu apabila pergi salat Jumat pada
mandi setelah memandikan waktu pertama, maka men-
mayat. dapat pahala sebesar kurban
seekor junta, waktu kedua se¬
Peringatan: besar sapi, waktu ketiga sebesar
Guru kami berkata: Sunah kambing gibas yang bertanduk,
hukumnya mengadha mandi waktu keempat sebesar jago,
Jumat dan mandi-mandi lain- waktu kelima sebesar burung
nya. emprit, waktu keenam sebesar
butir telor.

Kalau seseorang dianjurkan


mengadha, karena jika ia
Yang dimaksudkan dengan
mengerti kalau meninggalkan
waktu-waktu tersebut: Waktu
antara terbit fajar htngga
fikrifajar.wordpress.com
474 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Salat Jumat 475

khatib keluar dari rumah itu


tenun. (Dalam hal ini) Guru
dibagi menjadi enam bagian kami berkata: Makruh mema¬
yang sama, baik di kala hari itu kai pakaian yang pewarnaan¬
panjang ataupun pendek. nya (pencelupannya) sesudah
ditenun, sekalipun tidak
dengan warna merah.

Haram memakai pakaian dari


Bagi sang imam, sunah berang- sutera, sekalipun sutera "quz",
kat akhir hingga waktu khot- yaitu jenis sutera berwarna
bah, sebagai tindak ittiba' kelabu, dan memakai pakaian
kepada Nabi saw. yang kadar suteranya lebih
banyak dari segi timbangannya,
Sunah pergi ke tempat salat bukan tampaknya.
berjalan kaki dengan tenang
melewati jurusan jalan yang
jauh, kemudian pulangnya
lewat jalan lain yang lebih
dekat. Hal ini pula berlaku
Tidak haram jika kadar sutera
untuk ibadah-ibadah yang lain.
lebih sedikit, atau yang sama
banyaknya. Apabila diragukan
tentang lebih banyak suteranya,
maka asal hukumnya adalah
Hukumnya makruh lari waktu halal dipakai menurut bebe-
pergi salat Jumat dan juga rapa tinjauan pendapat.
ibadah-ibadah lainnya, kecuali
waktu telah mendesak, maka
wajib berlari, kalau tidak
demikian akan tertinggal. Cabang:
Halal memakai sutera untuk
3. Berhias diri dengan memakai berperang, jika tidak ada
pakaian yang paling bagus. Yang pakaian yang lain, atau tidak
paling utama adalah pakaian ada penggantinya sebagai
putih. Sedangkan tingkatan di penolak pedang (senjata).
bawahnya adalah pakaian yang
pewarnaannya sebelum di-
fikrifajar.wordpress.com
476 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 477
/
Imam Ibnur Rifah dalam kitab
Kifayah, membenarkan pen- Wajib bagi laki-laki memakai
dapat segolongan ulama yang sutera untuk menutup aurat,
memperbolehkan memakai jika tidak ada yang lainnya,
baju kurung atau lainnya dari sekalipun di tempat persepian.
sutera yang patut untuk
berperang, sekalipun masih
ada yang bukan sutera, karena
untuk menggentarkan orang-
orang kafir, sebagaimana Boleh memakai pakaian yang
diperbolehkannya menghiasi dicelup dengan apa pun warna-
pedang dengan perak; atau nya, kecuali yang dicelup
memakai sutera karena suatu dengan za'faran. Juga boleh
memakai pakaian najis di tuar
kebutuhan, misalnya gatal-
gatal, di maria memakai selain salat, asal tidak basah. fit
sutera, terasa sakit, atau pada
sutera itu justru terdapat
kemanfaatan yang tidak dapat
ditemukan pada lainnya; atau
kutu seperti banyak kutunya
yang tidak dapat diberantas
dengan seiain sutera; dan Tidak boleh memakai kulit
boleh digunakan (dipakai) oleh bangkai tanpa ada darurat,
X 7
wanita, sekalipun untuk alas, sebagaimana tidak boleh
namun tidak halal untuk alas beralas dengan kulit binatang JLw
orang laki-lakt tanpa ada *
buas, misalnya singa.
pemisahnya.
Halal bagi laki-laki mengguna- Boleh memberi makan semisal
kan sutera untuk tali tasbih, burung, bukan kepada orang
kancing baju, kantong Mushhaf kafir, dengan makanan bang¬
atau tempat dirham (uang), kai, begitu juga memberi
tutup serban atau bendera di makan pada ternak dengan
ujung tombak. Tidak halal makanan yang terkena najis.
untuk kuneung di pucuk tasbih.
Halal, namun makruh, me¬ ^ ^ s'
makai gading gajah yang tidak
basah di atas kepala dan pada
jenggot; membuat penerangan
dengan benda bernajis yang
fikrifajar.wordpress.com
478 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Jumat 479

bukan najis mughalladhah Dalain sebuah hadis daif


selain di mesjid, sekalipun disebutkan fadilah inembesar-
hanya sedikit asapnya, lain kan serban (Imam Ibnu liajar
halnya dengan pendapat se- dalani At-Tuhfah mengatakan,
golongan ulama (mereka bahwa hadis tersebut sangat
mengatakan, bahwa menerangi
daifnya, sehingga dengan
mesjid dengan benda najis hadis itu saja adalah tidak dapat
hukumnya adalah tidak untuk hujah dan digunakan
haram). untuk fadhailul dmal -pen).
Begitu juga (halal) merabuk
tanah dengan najis. Seyogianya panjang-lebar
serban diatur sesuai dengan
yang memakainya, sebagai
Tidak halal memelihara anjing
yang biasa dipakai pada masa
selain bertujuan untuk berburu
dan tempat tersebut. Kalau
atau menjaga keamanan harta
melebihi ukuran tersebut,.
benda.
hukumnya makruh. ZJ
sis' 't\
Makruh, sekalipun bagi wanita,
menghiasi selain Ka'bah, misal-
nya makam orang yang saleh, Harga diri (muruah) seorang
dengan kain selain sutera,
ahli fikih hilang, lantaran
kalau dengan sutera, hukum¬ memakai serban pasaran yang
nya adalah haram (Kalau untuk tidak patut baginya; sebaliknya,
Ka'bah, hukumnya halal meng¬ muruah bertambah jika me¬
hiasi dengan sutera -pen).
makai yang sesuai.
Para ahli hadis berkata: Menge-
4.Memakai serban. Berdasarkan
nai panjang dan lebar serban
sebuah hadis yang artinya:
Baginda saw., adalah tidak ada
"Sesungguhnya Allah swt. dan
malaikat-Nya membacakan sala-
yang menerangkan seberapa. fSc-dJb U-g.
wat kepada orang-orang yang me¬ / ^ S' S- ’ 4*^ ^

makai serban di hart Jumat."

Imam Ar-Rafi’i dan An-Nawawi


Memakai serban, sunah juga di berkata: Bagi orang yang
semua salat. memakai serban, dia boleh
menambah sepotong kain di

7F

fikrifajar.wordpress.com
480 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 4 51

pucuk serban atau tidak, kedua- memakai serban sambil berdiri,


duanya sama-sama tidak dan memakai celana dengan
makruh. duduk.

Imam An-Nawawi menambah:


Yang demikian itu, karena satu Imam An-Nawawi dalam kitab
pun tidak didapati dasar yang
sah tentang larangan tidak
Al-Majmu' berkata: Makruh trQ 4&
berjalan dengan memakai satu
menambah kain di pucuk sandal, memakai sandal sambil
serban. -Habis-. berdiri, memakai kelintungan
pada sandal, dan bagi orang
Tetapi, tentang menambah
yang sedang duduk, dimakruh- ii?Vi? fy*

kan berdiri untuk pergi


kain di pucuk serban, terdapat
sebelum zikir kepada Allah swt.
hadis-hadis sahih dan hasan.
Para fukaha menerangkan,
bahwa pada dasarnya hukum
memakai tambahan di pucuk
serban adalah sunah.
4*1_(jl 5. (Bagi orang yang akan pergi
salat Jumat) memakai harum-
Guru kami berkata; Menyelem- haruman, selain orang yang
pangkan pucuk serban pada sedang berpuasa, menurut
.
antara dua pundak, adalah beberapa tinjauan pendapat.
lebih utama daripada hanya Hal ini berdasarkan sebuah
meletakkannya di kanan saja. hadis sahih, bahwa sesungguh-
Sedangkan penyelempangan di nya mengumpulkan antara
pundak kiri saja, adalah tidak mandi, memakai pakaian yang
ada dasarnya. bagus, memakai harum-
haruman mendengarkan
khotbah secara saksama dan
Sesuai dengan hadis yang
tidak melangkahi pundak s'* s*
sampai, paling tidak kain yang
orang lain, adalah dapat
ada pada pucuk serban •• *
menghapus dosa-dosa (dosa-
panjangnya empat jari, dan
dosa kecil) yang ada di antara
paling panjang satu hasta.
dua Jumat.

Imam Ibnul Hajj Al-Maliki Menggunakan misik, adalah


berkata: Jangan sampai anda lebih utama.
fikrifajar.wordpress.com
482 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Jumat 483

Ketika mencium misik, tidak O


kelingkingnya, kemudian ibu
disunahkan membaca salawat
jarinya, setelah itu memotong z-’iAa
kepada Nabi saw., namun yang
kelingking kiri sampai ibu jari ^ I /
lebih baik adalah membaca
Istigfar, sebagaimana yang secara urut, sedangkan cara U
memotong kuku kaki, adalah
dikatakan oleh Guru kami.
dimulai dari kelingking kaki
kiri secara urut.
o m l ^

Sunah berhias dengan memo- 1 **<


I . Ji
tong kuku di kedua tangan dan
kaki, kalau yang dipotong
hanya salah satunya, hukumnya
makruh, memotong rambut
• JP
yang ada, semisal rambut ketiak Setelah memotong kuku,
dan kelamin, bagi selain orang seyogianya mencuci tempat
yang akan berkurban pada yang dipotong.
tanggal 10 Zulhijah. Demikian
itu adalah sebagai tindak ittiba’ Sunah melakukan pemotongan "'A'lCiyH**--
kepada Nabi saw. kuku, seperti yang tersebut di
atas pada hari Kamis atau di
pagi hari Jumat.

Imam Al-Muhib Ath-Thabari


menghukumi makruh men-
Juga mencukur kumis sampai cabuti bulu hidung. Katanya: X » S'
S' L*
l9
2 j fi ^ < s' » ^
kelihatan warna merah bibir,
dan menghilangkan bau busuk
Akan tetapi, hendaknya di- OttjL >Jli.
gunting, karena berdasarkan
serta kotoran yang ada di
hadis yang menjelaskan hal ini.
badan.

Imam Asy-Syafi'i berkata:


Barangsiapa bersih pakaian-
Menurut pendapat yang Muk-
nya, maka sedikitlah susahnya;
tamad, cara memotong kuku
barangsiapa harum baunya,
dua tangan, adalah dimulai
bertambahlah kecerdasannya.
dari telunjuk kanan sampai ° "x ° s
*
fikrifajar.wordpress.com
484 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Jumat 485

6.Mendengarkan khotbah dengan


saksama. Makruh bagi orang yang masuk
mesjid (di tengah-tengah
khotbah), mengucapkan salam,
sekalipun tidak mengambil
tempat untuk dirinya, sebab hal
Inshat seperti tersebut, adalah
ini akan merepotkan hadirin
sunah dikerjakan, sekalipun
Jumat yang diberi salam.
bagi orang yang tidak men-
dengar khotbah.
Jika ternyata orang tersebut
memberi salam, maka bagi
Memang! Tetapi yang lebih
mereka wajib menjawabnya.
utama bagi orang yang tidak
mendengar khotbah, adalah
Sunah memuji bagi orang yang
terleka dengan membaca
bersin, menjawabnya, mening-
Alqur-an atau zikir secara
gikan suara -tidak terlalu
pelan-pelan.
tinggi-, dalam membaca
salawat salam kepada Nabi saw.,
ketika sang khatib menyebut
Makruh hukumnya, berbicara
nama atau sifat beliau.
ketika khotbah dibaca. Hal ini
tidak sampai haram. Lain
halnya dengan pendapat tiga
imam (selain Imam Syafl'i).
Tidak makruh berbicara
sebelum khotbah dimulai,
sekalipun si khatib sudah
duduk di atas mimbar, selesai
khotbah, di antara dua khot¬
bah, ketika berdoa untuk raja, Guru kami berkata: Tidaklah
dan tidak makruh ber- jauh disunahkan membaca
f bicara bagi orang yang masuk Radhiyallah 'anhu untuk para
mesjid (di tengah-tengah sahabat Nabi saw. tanpa me-
khotbah), kecuali jika ia minta ninggikan suara, demikian pula
tempat dan duduk di situ. doa imam -selesai-.

1 •9v »«w i ^'•^r v

fikrifajar.wordpress.com
486 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 48/

Makruh Tahrim, sekalipun bagi ihram dari imam salat Jumat,


seorang yang tidak wajib kalau tidak tertinggal, hukum-
menunaikan salat Jumat, nya tidak makruh, bahkan
mengerjakan salat fardu, sunah untuk dilakukan.
sekalipun kadha yang baru Namun, wajib dikerjakan se-
ingat waktu itu, dan sekalipun ringan mungkin, sebagaimana
wajib dikerjakan seketika ia hanya cukup mengeijakan
(seperti tertinggal salat tanpa yang wajib-wajib dalam salat¬
udzur) atau salat sunah, di nya, menurut apa yang dikata-
mana khatib sudah duduk di kan oleh Guru kami.
atas mimbar, sekalipun khotbah
tidak terdengar dan ketika sang Makruh di waktu khotbah
khatib sedang memanjatkan mengerjakan duduk sedekul
doa untuk sultan. dengan menalikan serban pada
lutut dengan badan, karena
Menurut pendapat yang Aujah, 3 terdapat larangan mengenai
bahwa salat yang dikerjakan
pada saat seperti di atas, adalah
x JL hal ini. Juga makruh menulis
pada kertas di akhir bulan
tidak sah, sebagaimana tidak Ramadhan, bahkan jika yang
sah melakukan salat di waktu- ditulis itu nama-nama bahasa
waktu yang dimakruhkan. Suryani, yang tidak diketahui
Untuk ini malah lebih tidak maknanya, adalah haram
sahnya. hukumnya.

Wajib bagi orang yang di Kesunahan Lain


tengah salatnya, sedangkan Disunahkan:
khatib sudah duduk di atas l.Membaca surah Al-Kahfi di
mimbar, agar mempercepat hari Jumat atau pada malam
salatnya, dengan cukup harinya, berdasarkan beberapa
mengerjakan perkara yang hadis.
mengesahkan salat (yaitu Membacanya di siang hari,
rukun-rukun saja). dihukumi lebih muakad, dan
paling utama, adalah memba¬
canya setelah Subuh, karena
Makruh bagi orang yang masuk
mempercepat mendapat ke-
mesjid, mengerjakan salat
baikan, dan sunah memper-
tahiyyatul mesjid, jika menye-
banyak membaca surah Al-
babkan tertinggal takbiratul
Kahfi dan surah-surah Alqur-
fikrifajar.wordpress.com
Pusal: Tentang Salat Jumat 489

488 Terjemah Fat-hul Mu*in


% Memperbanyak membaca sala¬
wat lebih utama daripada
an yang lain, di malam dan hari
memperbanyak zikir atau .mm
nJJ m m
* 9 W 3
Jumat.
membaca Alqur-an yang tidak
secara khusus diterangkan
Makruh membaca surah Al-
dalam hadis Nabi, demikianlah
Kahfi dan surah-surah lainnya
menurut Guru kami.
dengan mengeraskan suara,
jika hal ini dapat menganggu S os' „ , <
3. Memperbanyak bacaan doa
orang yang sedang salat atau
di hari Jumat, sebab berharap
tidur, sebagaimana yang
agar dapat bertepatan dengan
dijelaskan oleh Imam An-
waktu ijabah. Saat ijabah yang
Nawawi dalam beberapa
paling bisa diharapkan, adalah
kitabnya.
saat khatib duduk sampai
selesai salat, dan saat tersebut
sangat sebentar sekali.
Dalam Syarhul Ubab, Guru kami
berkata: Seyogianya, hukum
haram diterapkan pada bacaan
keras di dalam mesjid. Per-
kataan Imam An-Nawawi di
atas adalah diterapkan dalam Adalah sah pendapat yang
masalah gangguan yang di-
Jbo 1^1
mengatakan, bahwa saat ijabah
timbulkannya hanya sedikit, adalah pada akhir setelah waktu
atau pembacaannya berada di Ashar. Sunah juga memper¬
luar mesjid. banyak doa di malam hari
Jumat, karena hadis yang
sampai pada Imam Syafi'i,
bahwa doa di malam hari Jumat
adalah dikabulkan; di samping
. 9* * i'i' ii.
uqumJ c-vxJu
itu, beliau menyunahkan di
/O * °
2. Memperbanyak membaca malam Jumat untuk berdoa.
salawat kepada Nabi saw., baik
di siang atau malam hari Jumat,
karena berdasarkan hadis Sunah memperbanyak beramal
sahih, yang memuat perintah kebaikan di malam atau siang
hari Jumat, misalnya ber- k(y
melakukannya.
sedekah atau lainnya; dan
*
fikrifajar.wordpress.com
490 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 491

sunali terleka dengan niembaca Penting: <L


Qur-an atau zikir di sepanjang Sunah membaca surah-surah
jalan dan pada kehadirannya di S/S* ' -it
di atas, ayat Kursyi, dan ayat if 1 a I I

tern pat salat. Syahida.... (Aali Imran: 18)


setiap selesai salat tardu lima

Zikir yang paling ut&ma,


waktu, dan ketika akan tidur, b Jl*o
lalu disambung dengan ayat
adalah membaca salawat
akhir surah Al-Baqarah dan
kepada Nabi saw. sebelum
Al-Kafirun.
khotbah dimulai atau ketika
khotbah berjalan, jika tidak
bisa mendengarkannya, seba-
gaimana keterangan di atas,
berdasarkan hadis-hadis yang Sunah membaca-akhir surah
menganjurkan hal itu. Al-Hasyr ( ),
L%y
permulaan surah Ghafir (
lx yc) dan

Sunah sesudah salam salat


Jumat, sebelum melipat kaki
-riwayat yang lain mengatakan: (ayat 115-118), dibaca pada
sebelum berbicara-, membaca waktu pagi dan sore hari, lalu
Al-Fatihah, A1 -I khlash, disambung dengan zikir-
zikirnya. * 's'
Al-Falaqdan An-Naas, masing-
masing sebanyak 7 kali. • T~*
Berdasarkan sebuah hadis
yang mengatakan, bahwa
barangsiapa mau membaca- Sunah membiasakan mem¬
nya, maka akan diampuni baca surah As-Sajdah, Yaa
dosa-dosa yang telah lewat dan Siin, Ad-Dukhan, Al-Waqi’ah.
akan datang, serta dianugerahi Tabarak, Az Zalzalah dan At-
pahala sebanyak bilangan Takatsur pada setiap hari.
orang yang beriman kepada
Allah dan Rasulullah saw.

Sunah membaca surah Al-


Ikhlash dan Al-Fajr sebanyak
fTm

fikrifajar.wordpress.com
492 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJumat 493

dua ratus kali pada setiap


Kairna itu, dia boleh melang-
tanggal 10 Zulhijah.
kahl satu atau dua baris di
depannya tanpa niakruh.
.^
Sunah membaca surah Yaa s* * * ~ ^
Siin dan Ar-Ra’d pada orang
Demikian pula tidak haram,
yang sedang sakit keras*
jika dilakukan oleh imam yang 3} ^ %

tidak menemukan jalan menu-


ju millibar, kecuali dengan
~ * s' j 'Jt,'* ''y
melangkahi pundak.

Demikian juga tidak haram,


Larangan:
jika dilakukan oleh selain
1. Diharamkan melangkahi
imam, di mana mereka yang
pundak orang lain, berdasar-
dilangkahi sudah memberi ijin,
kan hadis-hadis sahih. Io->U3 bukan karena malu, atas dasar
. x, tO.

beberapa tinjauan pendapat.


Mengenai hukum haram ini,
adalah sebagaimana yang
Juga tidak haram melangkahi
dinukil oleh Imam Asy-Svekh
pundak, bagi orang yang
Abu Hamid (Imam Al-Ghazali)
dimuliakan dan sudah mem-
dari nash Imam Asy-Syafi'i.
biasakan tempat tertentu.
Yang kemudian ini dipilih oleh
i s'** * rs'' is ^
Imam Nawawi dalam kitab Ar- Makruh melangkahi pundak
Raudhah dan dipilih oleh sekelompok manusia di luar
mayoritas ulama. salat.
.|5u>5i
Namun pembicaraan Imam Ar-
Rafi'i dan An-Nawawi menen- Haram menyuruh orang ber-
tukan makruh, sebagaimana diri tanpa kerelaannya untuk
yang dijelaskan oleh Imam An- ditempati tempatnya.
Nawawi dalam kitab Al-Majmu'.

Melangkahi tersebut hukum- Makruh memberi prioritas


nya tidak haram, jika dilakukan kepada orang lain untuk
oleh seorang yang dibaris menempati tempatnya, kecuali *
depannya ada kelonggaran. jika dengan itu, orang ber-
pindah ke tempat sejajar atau
fikrifajar.wordpress.com
494 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 495

J S S*' 9/ SS sjS , s
lebih dekat pada imam. Begitu 3. \Bagi orang yang ber-
juga dalam ibadah-ibadah kewajiban melakukan salat
lainnya. Jun|at -sekalipun tidak bisa ° CY-•'s’
menjadi kelengkapan kesahan
Jumat-, haram bepergian yang
dapat menyebabkan tertinggal
(Orang yang dibaris depannya salat Jumat, misalnya ia telah
masih kosong, dia boleh maju mengira, bahwa tidak dapat
dan melangkahi pundak orang melakukan salat Jumat di
lain) dan ia boleh menying- pertengahan jalan atau tujuan-
kirkan sajadah orang lain di riya, dan sekalipun bepergian
tempat itu dengan kaki atau dalam rangka taat, sunah atau
lainnya dan melakukan salat di wajib.
situ, namun tidak boleh
mengangkat sajadah tersebut
-sekalipun tidak dengan (Keharaman tersebut) jika
tangannya-, biar tidak masuk dilakukan setelah fajar hari
dalam tanggungannya. Jumat. Kecualijikadikhawatir-
kan akan terjadi madarat ■A%
2. Bagi orang yang berke- dengan ketidakpergiannya
wajiban melakukan salat Jumat, -misalnya tertinggal dengan
haram melakukan jual beli dan teman-temannya-, maka tidak-
sebagainya -misalnya per- lah haram pergi seperti ini, jika
tukangan-, sesudah dikuman- kepergiannya bukan untuk
dangkan azan khotbah Jumat. maksiat, sekalipun waktu pergi
Jika terpaksa melakukannya, setelah matahari tergelincir ke
maka akad tetap sah.
arah barat.

Makruh bepergian di malam


Jumat, berdasarkan sebuah
hadis yang diriwayatkan
dengan sanad daif, yang
Jual beli dan sebagainya, yang artinya: "barangsiapa bepergian di
dilakukan sebelum azan Jumat, malam Jumat, maka ada dua
namun setelah tergelincir malaikat yang mendoakan
matahari, hukurnnya adalah kerusakan kepadanya".
makruh.
fikrifajar.wordpress.com
496 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 497
/

Mengenai orang yang beper- (Qpshar dan jamak tersebut)


gian untuk maksiat, maka boleh dilakukan setelah se-
secara mutlak tidak gugur seorang keluar dari batas
baginya. desanyayangkhusus, sekalipun
di situ terdapat tanah-tanah .9" i J '' »/' o'/"
Guru kami berkata: Bagi gersang atau sawah ladang.
orang yang haram bepergian Jika batas tersebut mengum-
tersebut, ia tidak berhak pulkan dua desa, maka tidak y > x; u,9 . • y yy", 'y
mendapat rukhshah (dispen- disyaratkan harus melewatinya, SmS Si )•
sasi/keringanan hukum) selama tetapi masing-masing desa
*

belum jelas salat Jumat belum dihukumi sendiri-sendiri.


selesai (bubar).
Atau setelah melewati tugu
tapal batas desa, sekalipun di
tengah-tengah dengan bumi
gersang (rusak), sungai atau
alun-alun.

Tidak disyaratkan harus


melewati perkebunan, sekali¬
CsoL—j o'Xz JU
SALAT QASHAR DANJAMAK
pun mengitari atau ber-
sambung dengan balad.
Penyempurnaan:
Boleh bagi orang yang beper¬ Dua desa yang menurut peni-
gian jauh melakukan salat laian umum masih ber- \cAc&^

qashar terhadap salat fardu ada’ sambung, dianggap sebagai


yang berakaat empat, dan salat- satu desa, sekalipun namanya
berlainan; Kalau sudah ber-
o)j
salat kadha dalam perjalanan
yang diqashar dalam per¬ pisah, sekalipun hanya sedikit,
jalanan itu. maka cukuplah musafir mele¬
wati desanya sendiri.

Begitu juga boleh menjamak


takdim salat Zhuhur-Ashar dan
(Jamak dan qashar) tidak boleh
Magrib-Isyak; atau dengan
dilakukan oleh musafir yang
jamak takhir. -—
menempuh perjalanan, yang
jaraknya kurang (tidak sampai) rV j
1 T

fikrifajar.wordpress.com
498 Terjemah Fat-hul Mu in
Pasal: Tentang SalatJumat 499

memakan waktu perjalanan


sehari-semalam, dengan Karena itu, jika masih meng-
ukuran perjalanan membawa harap tujuannya akan berhasil
muatan (beban), juga meng- sewaktu-waktu, maka dia boleh
hitung waktu istirahatnya mengqashar salat selama 18
secara wajar, misalnya sekadar hari.
istirahat, makan dan salat Syarat-syarat Qashar
(perjalanan yang diperboleh-
kan menjamak atau meng- Disyaratkan untuk qashar salat:
qashar, kira-kira jarak yang 1. Niat qashar di waktu takbira-
ditempuh 80 km. -pen). tul ihram.

Begitu juga tidak boleh bagi 2. Tidak bermakmum -sekali¬


budakyang melarikan diri dari pun hanya sebentar- kepada
tugasnya (Sayid), musafir orang yang tidak mengqashar
pengutang yang mampu
salatnya, sekalipun imam ini
melunasi utangnya, di mana adalah juga musafir statusnya.
perginya tanpa mendapat ijin
dari pihak pemiutang;
3. Selama dalam salatnya,
demikian pula tidak boleh bagi
terhindar dari hal-hal yang
orang musafir yang perginya
membatalkan niat qashar.
semata-mata ingin melihat
negara, demikian menurut
4. Selama salat, masih dalam
pendapat Al-Ashah.
keadaan bepergian (masih
Bepergian dianggap sudah berstatus musafir).
berakhir, dengan sekembali
musafir di tanah kelahirannya Syarat-syarat Jamak Takdim
-sekalipun hanya lewat saja-,
at^u sampai di tempat tujuan Disyaratkan untuk pelaksanaan
lain dan berniat bermukim di jamak takdim:
sana dalam waktu tidak 1. Niat jamak di salat pertama,
tertentu atau selama 4 hari sekalipun berada di tengah-
penuh, atau dia mengetahui, tengah salat tersebut (yang
bahwa di tempat tersebut penting belum salam dari salat
kebutuhannya dapat terpenuhi pertama -pen).
dalam waktu 4 hari.
2. Pelaksanaannya salat secara
tertib.
fikrifajar.wordpress.com
500 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jumat 501

3. Muwalah (sambung-me- dengan syarat-syaratnya di atas;


nyambung antara salat pertama Kalau kambuhnya di waktu
dengan salat kedua) menurut salat pertama, maka hendaknya
penilaian umum. Karena itu, dia mengeijakan salat dengan
tidaklah menjadi masalah, jika jamak ta'khir, dengan niat
antara dua salat tersebut jamak di waktu salat pertama.
terpisah sebentar.

^ a.
Syarat-syarat Jamak Ta’khir Segolongan ulama Muta-
akhirin memberi batasan "arti
Disyaratkan untuk jamak sakit" di sini: Sakit yang sampai
ta'khir: memayahkan untuk mengerja-
1. Niat jamak pada waktu salat kan setiap fardu pada waktu-
pertama, sampai waktu ter¬ nya, sebagaimana kepayahan
sebut masih cukup untuk berjalan di waktu hujan, yaitu
mengeijakan satu rakaat. sekira hujan dapat membasahi
A '*U.<
pakaian (payah dalam sakit
2. Masih dalam bepergian setara payah berjalan waktu
hingga akhir salat yang kedua. hujan, adalah memperboleh-
kan menjamak salat -pen). * **

Ulaina-ulaina lain berpen-


Menjamak Salat Sebab Sakit
*
dapat: Meski harus ada
- * CA ojji\$Sj
Cabang: tambahan masyaqat yang jelas J 1 / s' \ s'/

Boleh -menurutpendapat yang di atas masyaqat yang telali


dipilih- menjamak salat, baik dituturkan, yaitu sekira dengan
takdim atau ta'khir sebab sakit. keadaan seperti itu seseorang
diperbolehkan salat dengan
duduk. Pendapat inilah yang
Aujah. * ^ -9 2

Dalam pelaksanaannya, hen- , r* s' t s' .

daknya orang yang sakit Penutup:


memilih, mana yang dirasa Guru kami dalam kitab Syarah
lebih ringan. Jika penyakitnya Minhaj berkata: Barangsiapa
selalu kainbuh di waktu salat mengerjakan suatu ibadah
kedua umpama, ia hendaknya yang masih diperselisihkan
melakukan jamak takdim oleh ulama tentang kesahan-
srYvS-V 'A*'
fikrifajar.wordpress.com
502 Terjemah Fat-hul Mu'in 503

nya, sedangkan dia tidak ber- Si9 S / i 4


•» ** ♦ f
taklid. terhadap ulama yang (cssi*
memperbolehkannya, maka dia
wajib mengulanginya (untuk PASAL: 9
masalah taklidnya, boleh setelah TENTANG SALAT JENAZAH
mengeijakan ibadah itu -pen). .y e % <'
Demikian tersebut (wajib Salat terhadap mayat disyariat-
mengulanginya), sebab dia kan di Madinah- Ada yang
berani mengerjakan ibadah itu mengatakan, bahwa salat ini
secara main-main. adalah terinasuk kekhususan
I
umat Islam.

Salat Jenazah orang Islam yang


bukan mati syahid, hukumnya O' y y
adalah fardu kifayah, ber-
dasarkan ijmak ulama dan
beberapa hadis, sebagaimana
tnemandikannya, sekalipun
akibat tenggelam di dalam air,
liar
sebab kita diperintah ineman-
dikannya Dengan demikian,
perintah memandikan belum 9 SC *S /
gugur, sebelum kita sendiri 1 5K3 ‘
yang memandikan, sekalipun
kita sendiri menyaksikan,
bahwa ada malaikat yang
L, LubLii ujs1 Sljitc
memandikan mayat itu.

Telah cukup sebagai memenuhi


kewajiban, dengan adanya
seorang kafir yang memandi-
kannya.
// * S' 9 4 o S s'
Paling tidak, memandikan
mayat itu bisa terwujud dengan
cara sekali menyirainkan air
yang dapat meratai badannya. Sr*
fikrifajar. word press.com
504 Jerjemah Fat-hul Mu'in

Pasal: Tentang Salat Jenazah 505


sampai bagian di bawah kulit
kepala zakar (glans penis) bagi
mayat yang zakarnya masih
g&fc Jatf • dalam keadaan seperti ini,
menggunakan air panas adalah
berkulit kepala, menurut
lebih utama. Sedang meng¬
pendapat Al-Ashah, baik itu gunakan air yang asin, adalah
anak kecil atau sudah balig.
lebih utama daripada yang
suaan oaiig.
tawar.

Imam Al-'Ubadi dan sebagian ■>/ is fs.sjs


(Sunah) segera memandikan-
ulama Hanafiyah berpendapat:
nya, jika telah diyakini sudah
Membasuh bagian di bawah
inati. Apabila masih diragukan 4'is' m

kulit kepala zakar tersebut,


akan kematiannya, maka wajib ‘J
hukumnya tidak wajib.
menundanya sampai benar- a /l" < o
benar diyakini kematiannya,
Berpijak dengan pendapat
misalnya bau mayat berubah
yang rajih di atas (wajib), apa- * //
atau lainnya.
bila dirasakan sulit membasuh
bagian bawah kulit kepala zakar s'
tersebut, sebagaimana kulit itu
tidak bisa dibuka kecuali Karena itu, para fukaha tnenu-
dengan melukainya, maka turkan tanda-tanda kematian
bagian itu wajib ditayamumi; seseorang yang banyak sekali,
Demikianlah menurut pen¬ adalah berguna bagi yang
dapat Guru kami, yang kemu- matinya sudah tidak diragukan ^ L S' SL sJ
dian ditetapkan oleh lainnya. lagi. * cili (La
Yang paling sempurna, adalah
menyiramkan air tersebut
Apabila setelah dimandikan, A- *1
mayat mengerluarkan benda
diulang sebanyak tiga kali.
najis, maka kesuciannya tidak
rusak, tapi hanya wajib di-
Dalam memandikan mayat,
hilangkan saja, jika keluarnya
hendaknya di tempat yang sepi / s' S *
sebelutn dibungkus kafan; tidak
dan berbaju kurung; di tempat
wajib menghilangkannya, jika
yang lebih tinggi, dengan air
keluarnya setelah dibungkus
dingin, kecuali ada keperluan,
misalnya tnenghilangkan kotor- kafan.
an atau suasana dingin; Maka
Mayat yang tidak bisa dimandi¬
kan karena tidak ada air atau
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Jenazah 507
506 Terjemah Fat-hul Mu'in

lainnya, misalnya akan rontok, Memang, tapi laki-laki atau


maka wajib ditayainumi. wanita boleh memandikan
mayat yang tidak menimbulkan * 9
J 4* ^ 1 **
syahwat, baik itu berupa anak
1 ?
2c laki-laki atau perempuan,
y **
lantaran mereka halal meman-
dang juga menyentuhnya. ""“i
Cabang:
Orang laki-laki berhak untuk
Laki-laki yang lebih utama
meinandikan mayat laki-laki,
memandikan mayat, adalah
dan perempuan lebih berhak
untuk meinandikan mayat
perempuan.
laki-laki yang lebih berhak
menyalatinya, sebagaimana
akan diterangkan nanti.
. jeer
Orang laki-laki boleh meinan-
Hukumnya juga fardu kifayah,
dikan mayat yang inerupakan
membungkus mayat dengan
halilriya (istri atau wanita amat);
kafan yang dapat menutup
sang istri -bukan ainat-, boleh
auratnya; dengan berbeda
meinandikan suaminya, sekali-
batas-batas aurat antara laki-
pun ia telah inenikah dengan
laki dan perempuan; dan tidak
laki-laki lain (misalnya istri
usah dibedakan antara mayat
inelahirkan setelah suaini mati,
budak dengan yang merdeka.
lantas dia kawin lagi sebeluin
suaminya dimandikan -pen), Karena itu, wajib untuk mayat (,_a - 3l
tanpa menyentuh mayat itu, wanita -sekalipun budak-, kafan
akan tetapi tangannya (yang yang dapat menutup seluruh
sunah) dibungkus dengan tubuh selain wajah dan kedua
gombal (kain). Jika menyalahi tapak tangannya; dan untuk
aturan tersebut, maka mandi- mayat laki-laki adalah kafan 5pi »qb CjCJy 5 Jj
nya tetap sah. yang dapat menutupi antara
pusat dan lutut.
Apabila untuk mayat wanita
hanya ada laki-laki lain atau
untuk laki-laki hanya ada wanita Menjalankan sekadar cukup
lain, maka mayat cukup di- dengan kafan yang dapat
tayamumi saja. menutup aurat, adalah yang
dibenarkan oleh Imam An-
Nawawi di dalam kebanyakan
fikrifajar.wordpress.com
508 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJenazah 509

kitabnya, di mana beliau


Kafan mayat adalah sesuai
menukilkannya dari mayoritas
dengan jenis kain yang boleh
ulama, sebab yang demikian
dipakai diwaktu hidup. Karena
tersebut, adalah merupakan * yjs /po s' 9
itu, boleh bagi wanita atau anak
hak Allah swt.
kecil dikafani dengan kain
sutera dan yang dicelup
Ulama-ulama lain berkata:
dengan za’faran, namun
Wajib menutup seluruh tubuh
hukumnya adalah makruh.
mayat, sekalipun laki-laki.
Biaya perawatan mayat (upah
memandikan, harga air, kafan,
ongkos penggalian kubur dan
Bagi pemiutang, boleh inela-
rang pemakaian kafan yang
melebihi penutupan seluruh
memikulnya), adalah diambil-
kan dari harta peninggalan
mayat (jika harta tersebut tidak
S *3
SPSS'S as" /

tubuh mayat -dia tidak boleh


berhubungan dengan hak
inelarang penutupan yang
lazim, misalnya rahn atau
melebihi menutup aurat-,
zakat; jika ada hubungan
sebab perintah untuk menutup
semacam ini, maka yang di-
melebihi penutupan aurat dan
dahulukan adalah hak tersebut
karena merupakan hak si
-pen). Kecuali yang mati itu istri
mayat jika dinisbahkan kepada
atau pelayannya, maka pem-
para pemiutang.
biayaan ditanggung oleh suami
yang kaya*, yang wajib memberi
nafkah kepada mereka.
Yang paling sempurna, kafan
untuk laki-laki adalah tiga la¬
Jika si mayat tidak meninggal-
pis, yang masing-masing kan harta, maka pembiayaan-
menutup seluruh tubuh, dan nya dibebankan kepada pe-
masih boleh ditambah di
nanggung nafkah, baik itu
dalamnya dengan baju kurung
kerabat atau sayitnya, jika
dan serban; untuk wanita mayat tidak ada penanggung
adalah kebaya, baju kurung,
nafkahnya, maka pembiayaan
penutup kepala dan dua lapis
dipikul oleh baitulmal; kemu-
kafan. S *
dian jika baitulmal tidak ada, •
maka orang-orang kaya dari >
golongan muslimin harus
menanggungnya.
fikrifajar.wordpress.com
510 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jenazah 511

Haram membungkus (menga- itu untuk jenazah wanita dan


fani) mayat dengan kulit, bila kanak-kanak. Pendapat ini
masih ada yang lainnya; Begitu lantas dibuat pegangan oleh
juga haram memakai lumpur segolongan ulama; Mestinya,
atau rumput. yang bisa dikiaskan (dengan
masalah menghiasi rumah)
adalah yang pertama (haram).
Jika tidak ada pakaian, maka
(Fardu kifayah) menanam
wajib membungkus dengan
mayat di dalam lubang yang
kulit, kalau tidak ada, maka
setelah ditimbuni tanah
memakai rumput, kalau tidak
kembali, sehingga bau mayat
ada, maka memakai lumpur,
tidak tampak, serta aman dari
demikian menurut pendapat
binatang buas yang akan
yang dijelaskan oleh Guru
memakannya.
kami.

Haram menuliskan lafal-lafal


Alqur-an atau Asma-asma Allah
Tidak masuk dalam ketentuan
swt. di atas kafan mayat. Kalau
"di dalam lubang", jika mayat
ditulis menggunakan air
diletakkan di atas tanah,
ludah, maka tidaklah menjadi
kemudian dibangun sedemi-
masalah, sebab hal ini tidak
kian rupa di atasnya, sehingga
akan membekas.
bau mayat tidak tampak lagi
dan aman dari pembongkaran
binatang buas, selagi peng-
Imam Ibnush Shalah memberi galian lubang tidak mendapat
fatwa, bahwa menutup mayat kesulitan.
dengan kain sutera, sekalipun
Memang, tapi orang yang mati
mayat wanita, adalah haram,
di atas perahu dan sulit di-
sebagaimana halnya seorang
dapatkan daratan, maka boleh
wanita menghiasi rumahnya
melemparkan ke laut dan .
dengan sutera.
diberi beban, agar dapat
tenggelam. Jika untuk men¬
Pendapat tersebut ditentang
dapat kendaraan tidak sukar,
oleh Imam Al-Jalalul Bulqini di
maka mayat tidak boleh
mana dia memperbolehkan hal
dilemparkan ke laut.
fikrifajar.wordpress.com
512 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Jenazah 513

Tidak termasuk ketentuan


memandang, bahwa tanah
"yang dapat menghilangkan
bau mayat serta mengaman- pekuburan mudah longsor,
kan dari gangguan binatang maka hukumnya menjadi wajib.
buas", jika lubang tersebut
J s'+ s'
hanya berfungsi salah satunya, Haram menanam mayat tanpa
misalnya binatang buas di sesuatu yang dapat mencegah
tempat tersebut pada ke- longsor tanah.
biasaannya dapat membongkar
mayat-mayat yang tertanam.

Haram menanam dua mayat # J + I *


Dalam keadaan seperti itu,
yang berlainan jenis kelamin,
maka wajib membangun kubur,
dalam satu lubang kubur, jika
sehingga binatang buas tidak
antara keduanya tiada
mungkin dapat membongkar
hubungan mahram atau per- yS/.S '"is/'' '?/ '
mayat-mayat tersebut.
jodohan; jika masih ada
hubungan mahram atau suami-
Lubang kubur yang paling
sempurna, adalah yang luas
dan dalamnya 41/2 dzira'
istri, maka hukumnya adalah
makruh, sebagaimana halnya 3U JL-ili
dengan mengumpulkan dua
tangan.
mayat yang tunggal jenis, tanpa
ada hajat yang mengharuskan.
Wajib membaringkan mayat
dengan menghadap kiblat.
Haram juga menanam mayat
pada lubang kubur yang sudah
Sunah menempelkan pipi ditempati mayat lain, sekalipun I" -I i/^7
mayat yang kanan pada tanah, tunggaljenisnya, selama mayat
setelah kafan dibuka, untuk lama belum punah. Untuk
menunjukkan betapa rendah 7 if "•
mengetahui kepunahannya,
dan hinanya; dan sunah adalah diserahkan kepada
membantali kepalanya dengan
orang yang ahli tentang tanah.
semacam batu.

J ika ada sepotong tulang mayat


yang lama ditemukan sebelum
Makruh meletakkan mayat selesai penggalian kubur untuk '2 J ' ^V
dalam peti, kecuali karena mayat baru, maka wajib J,
fikrifajar.wordpress.com
514 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang SalatJenazah 515

menimbunkan tanah kembali;


Penting:
jika penemuannya setelah
Sunah hukumnya, meletakkan
selesai penggalian, maka tidak
pelepah kurma yang masih
wajib menimbunkan kembali,
segar -sebagai tindak ittiba',
dan tylang tersebut boleh
karena berkat tasbih pelepah
ditanam bersama dengan
tersebut, siksa orang yang
mayat barn itu.
berada dalam kubur di-
peringan.
Tidaklah makruh menanam
mayat di malam hari, lain
halnya dengan pendapat Imam
Mengenai apa yang dibiasakan,
Al-Hasan Al-Bashri. Sedang di
yaitu menaburkan semacam
siang hari, adalah lebih utama
bunga yang segar, adalah di-
daripada malam hari.
kiaskan dengan pelepah
kurma.

Sunah timbunan kuburan di-


Haram mengambil pelepah
tinggikan kira-kira satu jengkal,
kurma atau bunga seperti yang
sedangkan membuat timbunan
tersebut di atas, sebelum
tanah, adalah lebih utama
kering; karena pengainbilan
daripada membangun tembok
pelepah kurma, adalah me-
di atasnya. mutuskan bagian mayat (yaitu
diringankan siksanya) sebagai
Sunah bagi orang (yang waktu
inana yang telali sampai dari
penanaman mayat) berada di
Nabi saw., sedang mengambil
pinggir kubur, agar menabur-
bunga yang masih basah adalah
kan debu sebanyak tiga kali.
memutuskan hak mayat yang
Untuk yang pertama mengu-
timbul sebab kepergian para
capkan: maiaikat yang turun untuk
taburan kedua membaca: mencium bunga tersebut.

dan untuk ketiga kali


mengucapkan:
oj\: Demikianlah yang dikatakan
oleh Guru kaini, Ibnu hajar dan % z'

Ibnu Ziyad.
1 m m
■I 1
fikrifajar.wordpress.com
516 Terjemah Fat-hul Mu in Pasal: Tentang Salat jenazah 17

Makruh membangun tenibok, 9o *


baik untuk hang kubur atau di Peringatan:
Jika bangunan tersebut dibong¬
sekelilingnya -karena ada hadis
kar, maka batu-batunya harus
sahih yang melarangnya-,
dikembalikan kepada ahli
tanpa ada hajat semisal kha-
waris, jika bisa diketahui, atau
watir terbongkar, penggalian
tidak dikembalikan kepada
binatang buas atau hanyut oleh
mereka. Jika ahli warisnya
air.
tidak diketahui, maka batu-batu
tersebut dihukumi sebagai
malun dhai', tentang status
Makruh seperti itu, jika pem- hukumnya adalah maklum,
bangunan kubur di miliknya demikianlah menurut pen-
,/ .s *s%, f 1/

sendiri. dapat sebagian Ashhabusy


Syafi’i.

Guru kami, Az-Zamzamt ber-


Apabila membangun tembok
kata: Jika mayat (dalam kasus
liang kubur tanpa keperluan
di atas) telah busuk, serta ahli
seperti di atas atau mem¬ warisnya membiarkan batu-
bangun semacam kubah di atas
batu itu, maka boleh menanam / x * 2 ^ ' 'A
kubur di tanah milik pen-
mayat lain beserta batu-
duduk daerah yang memang
batunya, jika memang sudah
disediakan untuk penguburan berlaku adat istiadat tidak } s s
mayat, baik pemiSik semula mempedulikan batu-batu
diketahui atau tidak, atau di-
seperti itu; hal ini sama halnya Si
lakukan di atas kuburan wakaf, masalah mengambil sisa-sisa
maka hukumnya adalah haram
padi yang tertinggal di sawah.
dan wajib dibongkar.
Makruh menginjak makam
orang inuslim -sekalipun
0'S / 0 SS * 0 i S S'
mayat itu tadi adalah orang
Sebab, bangunan yang seperti yang halal dibunuh sebelum
itu akan menjadi permanen mayat membusuk, kecuali
setelah mayat mentbusuk, yang karena darurat, misalnya kalau
demikian akan menyempitkan tidak menginjaknya, maka
orang-orang Islam tanpa ada seseorang tidak bisa mengubur
tujuan syarak.
fikrifajar.wordpress.com
518 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJenazah 519
mayat yang lain; begitu juga
bagi peziarah, sekalipun bukan nya; jika tidak sedemikian
kerabatnya. rupa, maka pembongkaran
tidak boleh dilakukan.
Contohnya lagi: Ada harta
berharga yang jatuh ke dalam
Mengenai penguatan yang ada
kubur, sekalipun pemilik tidak
dalam kitab Syarah Muslim
menuntutnya.
(tulisan Imam Nawawi), seba-
gaimana pendapat fukaha yang
lain, bahwa duduk di atas kubur Tidak boleh dibongkar lagi
hukumnya adalah haram, untuk sekadar membungkus
dengan dalih hadis yang mayat, jika mayat ditanam
menerangkan semacam ini, sebelum dibungkus; dan tidak
bahwa yang dimaksud dengan boleh dibongkar untuk menya-
"duduk di atasnya", adalah latinya, setelah ditimbun tanah.
duduk untuk berak atau
kencing, sebagaimana yang Mayat wanita yang hamil tidak
dijelaskan dalam riwayat lain. boleh ditanam, sehingga benar-
benar telah jelas, bahwa anak
Mayat yang ditanam dalam yang ada dalam kandungannya
keadaan belum suci, maka wajib telah mati.
dibongkar guna dimandikan
atau ditayamumi. Namun, jika
mayat tersebut sudah berbau
Wajib melakukan pembedahan
busuk, maka hukumnya haram
kandungan dan pembong¬
membongkarnya.
karan kubur, jika menurut ahli
kandungan, bayi tersebut bisa
(Demikian juga wajib di¬ diharapkan untuk hidup,
bongkar) karena ada harta karena telah berumur 6 bulan.
orang lain yang ikut tertanam,
misalnya mayat dibungkus
dengan pakaian hasil ghasab,
atau mayat ditanam di tanah
Jika sudah tidak bisa diharap¬
ghasab, jika kedua pemilik
kan akan hidupnya, maka
menuntutnya,Juga masih ada pembedahan itu hukumnya
pakaian untuk membungkus
haram. Namun penguburan
dan tanah untuk menanam-
harus ditunda sampai nyata
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Jenazah 521
520 Terjemah Fat-hul Mu'in

Rukun-rukun Salat Jenazah


kandungan telah mati, seperti / / / / ''I / J, '
dijelaskan di atas. Rukun salat Jenazah ada 7:
1. Niat, sebagaimana pada
Tentang pendapat yang salat-salat lainnya.
mengatakan, bahwa agar di-
hebankan sesuatu pada perut.
mayat wanita yang hamil,
supaya bayinya mati, adalah
pendapat yang benar-benar
salafa. Dari sini dapat diketahui,
bahwa segala yang wajib di¬
Bayi yang gugur dalam lakukan pada niat salat-salat
kandungan sebelum masanya fardu, adalah wajib dilakukan di Jf-
(kluron: Jawa -pen) adalah sini, misalnya niat bersamaan
wajib dibungkus memakai kain dengan takbiratul ihram dan ■ --iiSi i
dan ditanam, sebagaimana menyatakan kefarduannya,
halnya dengan anak orang kafir sekalipun tidak harus mengu¬
yang telah mengucapkan dua capkan fardu kifayah.
Syahadat; keduanya tidak wajib
dimandikan, namun boleh
dilakukan.
.-CbT
^ ✓

Tidak wajib menentukan mayat /'is 'C * ’ * ''A


Tidak termasuk pengertian
yang disalati dan tidak wajib
"siqth", jika yang keluar berupa mengetahuinya, tapi yang wajib
gumpalan darah atau daging;
adalah batas minimum yang
untuk masalah ini sunah
dapat membedakan. Karena
dikubur tanpa dibungkus.
itu, cukuplah jika seseorang
i
mengucapkan:
Jika bayi seperti yang ter-
sebutkan di atas lahir setelah - ClIJl'' </s-
kandungan berurnur 4 bulan,
(Saya salat fardu atas mayat ini).
maka wajib dimandikan, di¬
bungkus dan dikubur. Segolongan ulama ber-
pendapat: Wajib menentukan
Apabila setelah lahir, bayi itu mayat gaib, misalnya dengan 9/
bisa bergerak-gerak atau
bersuara, maka Wajib pula di-
menyebut namanya.
*
ull
salati.
fikrifajar.wordpress.com
522 Terjemah Fat-hui Mu 'in
Pasal: Tentang SalatJenazah 523

2. Berdiri bagi orang yang juga Al-Muharrar, sekalipun


mampu berdiri.
masalah di atas mengharuskan
akan terjadi dua rukun
Orang yang tidak mampu
berkumpul pada satu takbir
berdiri, boleh salat dengan
dan setelah takbir pertama
duduk, kalau tidak bisa duduk,
tidak ada zikir apa-apa.
boleh salat dengan tidur mi-
/ *
ring/bersip inggang. Sunah membaca dengan suara
rendah, kecuali ketika takbir
3. Takbir 4 kali termasuk dan salam, dan sunah membaca
takbiratul ihram, sebagain Ta'awudz, meninggalkan baca¬
tindak ittiba1, jika dikerjakan an doa Iftitah dan surah,
dengan 5 kali takbir, maka salat kecuali jika menyalati mayat
tetap sah. yang gaib atau sudah ditanam.

5. Membaca salawat kepada


Nabi saw. sesudah takbir yang
Sunah mengangkat kedua kedua. Karena itu, tidaklah
tangan setinggi pundak di cukup jika dibaca setelah takbir
waktu membaca takbir dan yang lain.
meletakkannya di bawah dada
(bersedekap) di antara dua
sX^cjuo)
takbir.

Sunah mengumpulkan salawat


4. Membaca surah Al-Fatihah.
kepada Nabi saw. serta doa
Jika tidak bisa, maka boleh
salamnya; Sunah berdoa untuk /■> v/j '
mengganti dengan yang
lainnya; kalau tidak bisa, maka
orang-orang mukmin dan
mukminat setelah membaca
19
boleh diam seukuran bacaan
salawat dan membaca hamda-
Al-Fatihah.
lah sebelumnya.
Menurut pendapat yang Muk-
tamad: Pembacaan Al-Fatihah Sl S'*
6. Berdoa khusus untuk mayat,
boleh dikeijakan setelah takbir
sekalipun mayatnya adalah
crdUUo) t ( )
yang bukan pertama; hal ini
kanak-kanak.Misalnya mengu-
berbeda dengan yang ada
capkan: A_
dalatn kitab Al-Hawi, seperti
fikrifajar.wordpress.com
Pasal: Tentang Salat Jenazah 525
524 Terjemah Fat-hul Mu in

(Ya, Allah, ampunilah dan berilah


rahmat mayat ini), yang di-
lakukan setelah takbir yang
Sunah doa tersebut ditambah:
ketiga. Secara pasti, doa ini
Allahummaghfir.... dan seterus-
tidak mencukupi jika dibaca
nya. (Ya, Allah, ampunilah orang ^ ' Si* ' «
setelah takbir lainnya.
yang masih hidup dan yang sudah
mati dalam golongan kami... dan
Sunah memperbanyak doa
seterusnya).
untuk mayat. Doa yang ma'tsur
dari Nabi, adalah lebih utama.
Untuk mayat kanak-kanak, di-
Sedangkan yang lebih utama
samping doa tersebut, (sunah)
adalah doa riwayat Imam Mus¬
ditambahkan: Allahummaj-
lim, yaitu: Allahummaghfir
'alhu... (Ya, Allah, jadikanlah
lahu.... (Ya, Allah, ampunilah
anak ini sebagai persediaan untuk
dosanya, berilah dia rahmat,
bapak-ibunya simpanan, nasihat,
sejahterakan dirinya, muliakan
ibarat dan penolong bagi kedua
tempatnya, luaskan jalan masuk-
orangtuanya; beratkanlah tim-
nya, mandikanlah dia dengan air,
bangan amal mereka, limpahkan-
salju dan embun; bersihkanlah
lah kesabaran dalam hati mereka;
kesalahan-kesalahannya, sebagai-
jangan Engkau turunkan fitnah
mana pakaian putih yang dibersih-
pada mereka; dan janganlah
kan dari kotoran; gantikanlah
Engkau halangi pahala mereka).
untuknya rumah yang lebih baik
daripada rumahnya, ahli yang
lebih bagus daripada ahlinya,
Guru kami berkata: Doa
jodoh yang lebih bagus \daripada
Allahummaj'alhu... dan seterus¬
jodohnya; masukkanlah dia ke
nya, adalah tidak cukup hanya
surga; dan selamatkanlah dia dari
itu saja sebagai doa khusus
siksa kubur, fitnahnya serta dari
untuk mayat. Sebab, doa
siksa apt neraka).
tersebut berisi permohonan
sesuatu yang lazim terjadinya,
di mana belum cukup sebagai
syarat doa untuk mayat dalam
salat Jenazah. Sebab, doa yang
bersifat umum dan mencakup
setiap individu saja, tidak
fikrifajar.wordpress.com *

Pasal: Tentang SalatJenazah 527


526 Terjemah Fat-hul Mu'in

7. Salam -sebagaimana halnya


cukup sebagai doa untuk
dengan salat-salat lain- setelah
mayat, inaka lebih-lebih doa
takbir yang keempat. Sesudah
yang permohonannya lazim
takbir ini, tidak ada zikir yang
teijadi.
wajib selain salam.
Untuk mayat wanita, dhamir
yang ada dalam doa di atas, di-
ganti dengan dhamir Muan-
Tetapi (sebelum salam) sunah
nats.
berdoa: Allahumma .... dan
Namun, juga boleh tetap
seterusnya. (Ya, Allah, jangan-
mudzakkar seperti di atas,
lah Engkau menutup kami dari
dengan menghendaki kembali-
pahalanya -maksudnya adalah
nya dhamir pada \aiAAl-Mayyit
pahala menyalatinya atau
atau Asy-SyahsK
pahala musibah- dan
janganlah Engkau turunkan
Untuk mayat kanak-kanak hasil
fitnah setelahnya -maksudnya
zina, doanya diganti dengan
setelah melakukan maksiat-,
ucapan: U^3 dan ampunilah dosa kami dan
(Ya, Allah, jadikanlah anak ini dosanya).
sebagai persediaan untuk ibunya).
Apabila dalam salat Jenazah
Yang dimaksud dengan "peng- ini, seorang tertinggal dari
gantian ahli dan jodoh" adalah imam satu takbir tanpa ada
penggantian dalam segi sifat- uzur, sampai sang imam
sifatnya, bukan zatnya. Ber- memulai takbir lainnya, maka
dasarkan firman Allah yang batallah salat makmum ter-
artinya: "... dan Kami temukan sebut.
pada mereka ketwrunannya", dan
hadis yang diriwayatkan oleh Apabila sang imam telah
Imam Ath-Thabrani dan lain- memulai takbir berikutnya,
nya: Bahwa wanita-wanita surga sedang makmum masbuk
yang berasal dari wanita dunia, belum sempat membaca
adalah lebih utama daripada Fatihah, maka harus mengikuti
bidadari surga. -Habis-. bertakbir, dan Fatihah gugur
baginya. Setelah imamnya
salam, maka bagi makmum
masbuk tersebut harus
fikrifajar.wordpress.com
528 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jenazah 529

menambah takbir-takbir yang Karena itu, jika ada seseorang - • * * T (*


belum ia kerjakan beserta zikir- jatuli ke dalam jurang atau
zikirnya. tenggelain dalam lautan yang
sulit diambil dan disucikan,
maka menurut pendapat
1
Muktamad orang itu tidak
Di dalam salat Jenazah -sekali-
wajib disalati.
pun mayatnya seorang wanita-
yang didahulukan untuk
menjadi imam adalah dengan 2. Orang yang menyalati tidak
berada di depan mayatnya, jika
urutan sebagai berikut: Ayah
mayat hadir, sekalipun berada
atau gantinya -kakek dari garis
dalam kubur. Jika mayatnya
laki-laki- anak laki-laki mayat,
gaib, maka boleh saja kebera-
cucu laki-laki dari garis laki-
daannya di belakang orang
laki, saudara laki-laki sekan-
yang menyalati.
dung, saudara laki-laki seayah,
keponakan laki-laki dari kedua
mereka, paman seayah, waris
ashabah lainnya, orang yang • *9* 9 9
y * / 9'9/
hit
Sunah barisan dalam salat
memerdekakan mayat dwazil
Jenazah dijadikan tiga baris
arham, kemudian suami.
atau lebih, berdasarkan hadis
sahih, yang artinya* "Jenazah
yang disalati oleh tiga baris,
. *9 9 '
sungguh diampuni dosanya".
Syarat-syarat Salat Jenazah

Disyaratkan untuk salat kepkda


mayat, di samping syarat-syarat
lain yang ada dalam selain salat Tidak sunah menunda salat
Jenazah: Jenazah, lantaran menunggu OJ L J Urli* \7Vo
orang yang menyalati agar
banyak, kecuali menunggu
walinya.
s* 9 /* y
1. Mayat disucikan terlebih Sebagian ulama Muhaqqiqin
dahulu, baik dengan air atau memilih, bahwa selagi tidak
debu (jika tidak ada air). dikhawatirkan mayatnya ber- y *s 999S' S*9 /. s .
bau, maka seyogianya menung-
-rAi y
fikrifajar.wordpress.com
530 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang Salat Jenazah 531

gu 100 atau 40 orang yang bisa (Bahkan) sebagian ulama ber-


diharapkan kehadirannya, komentar: Mengulangi salat
berdasarkan sebuah hadis yang Jenazah adalah khilaful aula
menerangkan seperti ini. hukumnya.

Sah hukumnya, menyalati


Dalam kitab Hadis Muslim
mayat yang gaib dari daerah
tersebutkan: "Mayat muslimyang
yang bersangkutan, sebagai-
disalati olehgolongan muslimyang
mana mayat berada jauh dari
jumlahnya mencapai 100 orang
daerah seseorang, yang menu-
dan mereka memintakan syafaat,
rut penilaian umum tidak bisa
maka syafaatnya diterima."
dikatakan masih daerahnya;
berdasarkan perkataan Imam
Az-Zarkasyi: Tempat di luar
batas sebuah daerah, adalah
Apabila ada mayat yang sudah seperti yang berada di dalam-
disalati, lantas datang se- nya.
seorang yang belum ikut salat,
maka baginya sunah menger-
jakannya, dan salat tersebut sah
menjadi fardu kifayah. Karena
itu, hendaknya ia berniat fardu Tidak sah menyalati mayat
pula, serta mendapatkan yang tidak berada di tempat
pahala salat. salat dan masih dalam lingku-
Sedangkan yang lebih utama, ngan balad itu, sekalipun luas.
adalah mengerjakan salat Memang, jika dirasa sulit untuk
sesudah mayat ditanam, karena hadir ke tempat di mana mayat
mengikuti tindak Nabi saw. berada, misalnya karena
ditahan atau sakit, maka boleh
Tidak sunah bagi orang yang salat yang dalam keadaan
telah menyalatinya -sekalipun seperti ini, menurut beberapa
munfarid- untuk mengulangi tinjauan pendapat.
salatnya dengan berjamaah.
Kalau terpaksa mengulanginya, Sah menyalati mayat yang
maka salatnya menjadi salat hadir dan sudah dikubur
sunah. -walaupun sudah punah (tapi
dengan syarat tidak berada di
fikrifajar.wordpress.com
532 Terjemah Fat-hul Mu'in Pasal: Tentang Salat Jenazah 533

depan inayat, seperti yang telah


Belum gugur fardu salat
diterangkan di atas -pen)
Jenazah sebab dikeijakan oleh
selain Nabi. Karena itu, tidak-
wanita, padahal di situ ada laki-
lah sah salat Jenazah atas Nabi
laki.
yang sudah berada dalam
makamnya, berdasarkan se-
Hukumnya boleh menyalati
buah hadis yang diriwayatkan mayat yang banyak dengan satu
oleh Imam Bukhari-Musliin.
kali salat, yang berarti harus
niat menyalati mereka semua.
Sah seperti ini, jika dilakukan t
*
4-

oleh orang-orang yang meme- Haram menunda menyalati


nuhi syarat untuk melakukan mayat sampai setelah pengu-
fardu tersebut, di waktu burannya. Bahkan penundaan
kematian mayat. Karena itu, semacam itu akan menggugur-
salat tidaklah dilakukan oleh kan kefarduan salat di atas
orang kafir dan orang yang
kubur.
haid di saat kematian mayat
tersebut, sebagaiinana halnya Haram menyalati jenazah
dengan anak yang baru balig
orang kafir, sebab berdoa
atau orang yang baru sembuh memintakan ampunan kepada-
setelah kematian mayat,
nya adalah haram.
sekalipun belum dimandi- (Beradasarkan) firman Allah
kannya. Demikianlah yang
sesuai dengan perkataan
swt. yang artinya: "Janganlah
engkau menyalati seseorang dari
'J&Jx
Imam Rafi'i-Nawawi. mereka untuk selama-lamanya."
Termasuk mereka di sini adalah
Hukum fardu menyalati mayat anak-anak kecil orang kafir,
menjadi gugur, karena sudah baik mereka telah mengucap-
dikerjakan oleh seorang laki- kan dua kalimat syahadat atau
laki, kanak-kanakyang mumay- belum; Karena itu, menyalati
yiz, sekalipun ada orang yang mereka hukumnya haram
balig, yang tidak hafal Al- (sebab mereka bisa dihukumi
Fatihah dan lainnya -bahkan Islam setelah balig -pen).
dengan diam seukuran Fatihah
dan sekalipun di situ ada orang Haram menyalati jenazah
yang hafal. orang yang mati syahid. Lafal
4r'Jcb
ikut wazan X a y'

C/ *--
yang
fikrifajar.worqpress.com
Fasal: Tentang SalatJenazah 535
534 Terjemah Fat~hul Mu'in

bermakna: 0 Haram mencuci darah orang


karena ia akan disaksikan yang mati syahid. Yaitu orang j&j- tyfZ&f
tnasuk surga; atau ikut wazan: yang gugur di medan perang
, karena nyawa- melawan orang-orang kafir
nya menyaksikan surga se- atau seorang saja sebelum
belum nyawa orang lain. peperangan selesai -sekalipun
terbunuh waktu mundur dari
Lafal bisa musuh-, yang matinya sebab * \ / \ V? *9 J S 2 ** I S

diterapkan pada orang yang peperangan tersebut. Misalnya iS1 u\}


berperang menjunjung tinggi terkena senjata temannya yang
agama Allah; dan orang ini muslim, dibunuh oleh muslim
disebut syahid dunia-akhirat; dengan permintaan orang-
juga dapat diterapkan pada
orang yang berperang bukan '
orang kafir, jatuh masuk ke
sumur waktu berperang, atau
'*■ ’ ’ stLLiT
untuk membela agama Ailah tidak diketahui sebab kematian-
(tapi untuk tujuan lain), dan nya, sekalipun tidak terdapat
orang ini disebut syahid dunia. bekas darahnya.

Juga bisa diterapkan untuk


orang yang terbunuh akibat
suatu kezaliman yang
menimpanya, orang yang mati Menurut pendapat yang
sebab tenggelam, terbakar dan Ashah: Tawanan yang dibunuh
akibat penyakit perut, misalnya setelah selesai peperangan, W
muntah atau diare, dan orang- adalah tidak termasuk mati o Vi* 2>4

orang seperti ini dinamakan syahid, sebab dibunuhnya


"syahid akhirat". bukan karena berperang.

Demikian pula, orang yang i i '•'''Iy '"'<*‘1'


Begitu juga hukum memandi- JSj O I JLsU J
mati setelah perang berakhir
kan orang yang mati syahid,
dan masih mengalami hidup .^ /
adalah haram, sekalipun masih
mustaqirah (masih ada gerak OJJ Ji
dalam keadaan junub, sebab
yang disadari dengan beberapa
Nabi saw. tidak memandikan
alamat), sekalipun dapat
orang-orang yang mati dalam
dipastikan ia akan mati setelah
Perang Uhud.
itu akibat luka yang diderita.
fikrifajar.wordpress.com
536 Terjemah Fat-hul Mu'in
Fasal: Tentang Salat Jenazah 537

Mengenai orang yang setelah


Orang yang mati syahid, sunah
perang masih dapat bergerak
dibungkus dengan pakaian
seperti gerak hewan yang
yang dipakai waktu mati,
disembelih, adalah dengan
sedangkan yang berlumuran
pasti dihukumi syahid.
darah adalah lebih utama,
karena ittiba' dengan Nabi saw.
Hayat Mustaqirah menurut
pendapat Imam An-Nawawi
dan Al-Umrani, adalah ke- Jika pakaiannya tidak men-
adaan orang itu yang masih di-
cukupi, misalnya belum menu-
mungkinkan untuk hidup
tup seluruh badannya, maka
barang satu atau dua hari.
wajib menyempurnakan de¬
ngan menambah yang lain.

Tidak termasuk syahid pula,


Tidak boleh dikafani memakai
orang yang tertangkap oleh
pakaian dari sutera yang di¬
orang-orang kafir, kemudian
pakai karena terpaksa waktu
melarikan diri dan akhirnya
perang, karena itu, sutera yang
dibunuh. Sebab kematiannya
dipakainya hams dilepas.
bukan karena berperang,
sebag^imana fatwa yang di-
Sunah menalqin orang yang
keluarkan oleg Guru kami Ibnu
sedang sakit keras- sekalipun
Ziyad rahimahullah Ta'ala.
baru mumayyiz, menurut
beberapa tinjauan-, yaitu
Begitu juga orang yang di¬
dengan bacaan: >>} 4)1 saja.
bunuh akibat bujukan orang
kafir Harbi yang menelusup di Hal ini berdasarkan hadis yang
tengah-tengah kita. diriwayatkan oleh Imam Mus¬
lim, yang artinya: "Tuntunlah
' orang yang sedang sakit keras di
Memang begitu, jika terbunuh- antara kalian, dengan ucapan:
nya akibat mengadakan per-
tempuran, maka menurut
pendapat As-Sayid As-Sam-
hudi yang dinukil dari kitabyl/-
Khadim, orang seperti itu
adalah Syahid. Berdasarkan hadis sahih juga
(yang diriwayatkan oleh Imam
fikrifajar.wor press.com
Pasal: Tentang SalatJenazah 539
538 Terjemah Fat-hul Mu'in

Pembahasan tersebut adalah ^\ 'bA 1 ^


Abu Dawud), yang artinya: ditolak, sebab akhir perkataan
"Barangsiapa yang di akhir Nabi tersebut merupakan suatu
ucapannya berupa 4Jt>t perkara yang tidak ditemukan
maka ia masuk bersama-sama pada selain beliau, yaitu Allah
orang-orang yang beruntung. swt. menyuruh Nabi memilih, ii' • t r
Jika tidak diartikan seperti ini, lalu beliau memilih Rafiqul
maka toh setiap orang yang Ala.
muslim pasti masuk surga,
sekalipun fasik, dan meskipun Adapun orang kafir, secara r ** I * «* I . X/,
terlebih dahulu disiksa lama pasti ditalqin memakai dua
sekali. kalimat diatas,yang diawali
memakai lafal: A—
(saya bersaksi), sebab kata ini
Tentang perkataan segolongan
harus diucapkan seperti
Ulama: Talqin mayat adalah
keterangan yang akan datang.
kalimat 3y**j pula, hal
Sebab, seseorang tidak bisa
ini dimaksudkan supaya mati
dikatakan muslim, kecuali
dalam keadaan Islam, sedang ia
dengan dua kalimat tersebut.
belum dikatakan muslim, jika
belum mengucapkan dua \S,L S s'
Sunah sesudah mayat di- I X** 4s\fr o[?
kalimat tersebut; pernyataan
makamkan, segolongan pezia- ■0T
ulama di atas} adalah ditolak, / js'S' S ’S'*/,
rah berdiri sejenak di sekitar
sebab orang yang ditalqin itu
kubur untuk memohonkan
sendiri sudah muslim.
ketetapan iman dan ampunan
Sebetulnya, talqin itubertujuan
dosa.
untuk mengakhiri ucapannya
Si Jjs, y* *-✓« 9) SL
dengan kalimat: y ,
Sesudah sempurna pemakam-
supaya mendapatkan pahala.
an, hukumnya sunah menalqin CToC^i\y$c&h
mayat yang sudah balig,
sekalipun mati syahid, sebagai-
mana menurut ketetapan
Mengenai pembahasan tentang ulama, yang diselisihi Imam Az-
menalqin mayat memakai "Ar- Zarkasyi.
Rafiqul A'la" (derajat tertinggi),
sebab kalimat tersebut adalah
kalimat yang diucapkan oleh (Dalam praktiknya), seseorang
Nabi saw. di antara peziarah duduk
fikrifajar.wordpress.com
540 Terjemah Fat-hul Mu'in
Pasal: Tentang SalatJenazah 541

berhadapan dengan wajah


Guru kami berkata: Sunah I w •*
mayat dan berkata: Fa, 1 Cf) *UliLtx L »
mengulang talqin sebanyak tiga
Abdallah . dan
kali.
seterusnya (Wahai, hamba Allah,
putra hamba wanita! Ingatlah
• tSSfe
janjimu yang engkau bawa dari
Yang lebih utama adalah pezia-
alam dunia, yaitu persaksian tiada
rah-peziarah berdiri, sedang-
Tuhan selain Allah, yang tiada
kan orang yang menalqin
menyekuti-Nya; Nabi Muhammad
duduk.
adalah Rasul-Nya; sungguh surga
itu hak adanya, neraka adalah
Memanggil si mayat dalam
hak, kebangkitan dari kubur
*I talqin dengan menyebut nama
adalah hak, hari kiamatpasti akan
tiba yang tiada keraguan lagi, dan
Tj" 'r 'a'A ibunya -jika ibunya diketahui,
jika tidak, maka dengan
Allah akan membangkitkan orang- 3&J*
S’ l J& ^ s'Ln
menyebut nama Hawa- adalah
orang yang berada dalam kubur.
tidak menafikan panggilan
manusia di hari kiamat yang
memakai nama ayahnya. Sebab
keduanya merupakan pelajaran fc>l
(ketentuan) dari syarak yang
tidak dapat dimasuki penalaran
pikiran.
• jCi
Sesungguhnya engkau telah rela
Allah swt. menjadi Tuhanmu;
Yang lahir, lafal jd*
Islam sebagai agamamu, Nabi
dalam menalqin mayat wanita
Muhammad saw. sebagai Nabimu;
* diganti dengan lafal ^
Alqur-an sebagai anutanmu;
begitu juga dhamir-dhamirnya
Ka'bah sebagai kiblatmu, orang-
diganti dengan muannats.
orang mukmin sebagai saudaramu,
-Selesai-.
Tuhanku adalah Allah swt.; Tiada
Tuhan selain Allah, kepada-Nya
say a berserah diri, dan Dia Sunah bagi laki-laki untuk
Penguasa Arsy Yang Agung). berziarah kubur, lain halnya
wanita, ziarah kubur baginya
hukumnya adalah makruh. jgl

Memang! Bagi wanita tetap


disunahkan berziarah ke
fikrifajar. ress.com
542 Terjemah Fat-hul Mu'in

Pasal: Tentang SalatJenazah 543


makam Nabi saw. sebagian
ulama menambah: Demikian
juga berziarah ke makam nabi- Hal itu berdasarkan sebuah
nabi yang lain, ulama dan para hadis yang diriwayatkan oleh
aulia. Imam Muslim, bahwa Nabi saw.
berucap: Assalamu'alaikum ...
dan seterusnya. (Semoga
keselamatan buat kalian semua,
Sunah -sebagaimana yang telah (5#?/J ’^e-
dijelaskan oleh Imam Syafi'i- wahai kaum mukmin. Dan insya
Allah kami semua akan menyusul
membaca sebagian Alqur-an
yang terasa mudah di atas kalian). ol

makam, lalu dengan meng-


hadap kiblat dan berdoa untuk 9 ^ ** *> * 9 9^1 + Istitsna' (ucapan insya Allah) di
si mayat.
sini bertujuan mencari berkah;
atau dimakamkan di tempat itu
(insya Allah kami akan me¬
nyusul kalian dengan di¬
Bagi orang yang berziarah,
sunah mengucapkan salam J—® ‘SkfSX makamkan ditempat itu), atau
mati dalam keadaan Islam.
untuk ahli kubur secara umum,
lalu khusus yang dimaksudkan. r*/ t s
Yaitu begitu masuk
baca: ^
mem- Faedah:
Tersebut dalam hadis, bahwa
C oX^Js)
ui orang yang mati di hari atau
4^ ol
dan setelah sampai pada malam Jumat, adalah disela-
makam ayahnya misalnya, —^3 u matkan dari siksa dan fitnah
membaca: kubur.
• -7 S’l*
Apabila ingin mencukupkan
dengan salah satunya, maka
yang dibaca adalah kalimat
yang kedua tersebut, karena Tersebut juga: Barangsiapa
inilah yang lebih khusus pada jl>) CM a iSJj membaca surah Ikhlash (Quthii
tujuannya. .. dan seterusnya) 100 kali
ketika sakit yang mengantarkan
kematiannya, maka di dalam
'. 4
I/ i
*• * ’/lI **w
ss
kubur akan diselainatkan dari
siksa kubur, dan melintasi
fi krifajar.woripress.com
544 Terjemah Fat-hul Mu'in

Shiratal Mustaqim dalam


telapak malaikat.

Tersebut dalam hadis lagi,


bahwa barangsiapa mau
membaca: "Laa Ilaahailla
anta ... dan seterusnya. (Tiada
Tuhan selain Engkau, Mafia Suez
Engkau, sungguh kami masuk
golongan orang-orang yang zalim)
sebanyak 40 kali di waktu sakit,
lain mati, maka ia akan men-
dapatkan sebagaimana orang
yang mati syahid. Kalau ia
sembuh, maka diampunilah
dosanya.

Semoga Allah swt. berkenan


mengampuni dosa kita, dan
melindungi kita sekalian dari
siksa dan fitnah kubur. Amin.

Anda mungkin juga menyukai