Anda di halaman 1dari 3

Diskusi sesi 7

Selamat sore tutor, mohon izin menjawab

1. Pada dasarnya dalam satu perusahaan Modal (Ekuitas) dipisahkan


komponen Saldo Laba/Laba Ditahan (Retained Earning), meskipun saldo laba
tersebut kenyataannya telah lebur menjadi elemen Modal pemegang saham
yang sah.  Dengan demikian untuk mengukur seluruh hak pemegang saham
atas aset, saldo laba/laba ditahan harus digabungkan dengan modal
setoran. Mengapa antara dua bagian elemen ekuitas tersebut sangat penting
dilakukam pembedaan baik dari segi administrasi keuangan maupun secara
yuridis. Jelaskan!

Laba ditahan adalah terbentuk dari akumulasi laba yang dipindahkan dari
akun Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary). Begitu saldo laba ditutup ke laba
ditahan, sebenarnya saldo laba tersebut telah lebur menjadi elemen modal
pemegang saham yang sah. Seperti juga modal setoran, laba ditahan adalah
sejumlah hak atas seluruh jumlah rupiah aset, bukan hak atas jenis aset tertentu.
Dengan demikian untuk mengukur seluruh hak pemegang saham atas aset, laba
ditahan adalah harus digabungkan (ditambahkan) dengan modal setoran.
Klasifikasi antara dua bagian elemen ekuitas pemegang saham sangat penting.
Dari segi administrasi keuangan, laba ditahan adalah indikator daya menghasilkan
laba (earning power). Sehingga laba ditahan harus selalu dipisahkan dengan modal
setoran meskipun jumlah akhirnya ditotal untuk membentuk ekuitas pemegang
saham. Klasifikasi ekuitas ini juga penting secara yuridis karena modal setoran
adalah dana dasar (basic fund) yang harus tetap dipertahankan untuk menunjukkan
perlindungan bagi pihak lain. Ekuitas dana ini hanya dapat ditarik kembali dalam
likuidasi atau dalam keadaan luar biasa lainnya. Sementara itu, laba ditahan adalah
jumlah rupiah yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian dividen.
Modal yuridis adalah jumlah rupiah minimal yang harus disetor oleh investor
sehingga membentuk ekuitas yuridis (legal capital).

2. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan saldo laba/laba ditahan


pada suatu periode berubah selain karena transaksi modal tetapi karena
transaksi khusus.  Transaksi khusus apa saja yang dapat mempengaruhi laba
ditahan yang tergolong dalam transaksi modal.  Jelaskan!

 Penyesuaian periode yang lalu, Penyesuaian ini sering juga disebut dengan


penyesuaian susulan. Penyesuaian periode lalu adalah perlakuan  terhadap
suatu jumlah rupiah yang mempengaruhi operasi periode masa lalu bukan
sebagai pengurang atau penambah perhitungan laba tahun sekarang tetapi
sebagai penyesuaian tehadap laba ditahan awal periode sekarang, sebagai
contoh perusahaan yang pada periode lalu dituntut unutk mengganti rugi
sejumlah uang tertentu karena dituduh melanggar hak paten perusahaan lain.
Baru pada periode sekarang dapat dipastikan bahwa perusahaan harus
membayar ganti rugi sejumlah tertentu. Jumlah tersebut harus diperlakukan
sebagai rugi bagi perusahaan. Rugi tersebut diakui sebagai penyesuaian
terhadap laba bersih peiode lalu ketika peristiwa yang menyebabkan rugi
tersebut terjadi.
 Koreksi kesalahan dalam laporan keuangan sebelumnya, Sistem akuntansi
biasanya sudah dirancang dengan cukup cermat sehingga kesalahan dalam
pencatatan akan segera dapat dideteksi sehingga dapat dilakukan koreksi. Untuk
dapat disebut kesalahan suatu jumlah rupiah harus berasal dari kesalahan
hitung, kesalahan aplikasi, atau kekeliruan menggunakan fakta yang tersedia
dalam penyusunan laporan keuangan. Perubahan taksiran muncul dari adanya
informasi atau perkembangan baru yang berarti dari tilikan yang lebih baik atau
pertimbangan yang lebih mantap.
 Pengaruh perubahan akuntansi, 
Koreksi yang berkaitan dengan penggunaan asset (asset utilization) dalam
periode-periode yang lalu dengan alasan apapun hendaknya dipisahkan dengan
premium modal saham. Premium modal saham merupakan komponen modal
setoran dan kalau pemisahan antara modal setoran dan modal operasi (laba)
harus tetap dipertahankan maka tidaklah tepat untuk menggunakan modal
setoran untuk menyerap koreksi atas laba yang pernah dilaporkan kecuali kalau :
(1)   Laba bersih tahun berjalan dan laba ditahan telah habis
(2)   Penyesuaian yang mempengaruhi modal setoran tersebut mendapat
persetujuan pemegang saham
(3)   Laba ditahan yang diakumulasi setelah penyesuaian modal tersebut diberi
tanggal. Artinya, laba ditahan yang dilaporkan kemudian diperoleh dari operasi
setelah penyesuaian tersebut (perusahaan dianggap baru mulai atau fresh start).

 Kuasi reorganisasi, Kuasi-reorganisasi adalah reorganisasi, tanpa melalui


reorganisasi secara hukum yang dilakukan dengan menilai kembali akun-akun
aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo
defisit. Selanjutnya ditegaskan bahwa kuasi-reorganisasi merupakan prosedur
akuntansi yang mengatur perusahaan untuk inerestrukturisasi ekuitasnya
dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh asset dan
kewajbannya tanpa melalui reorganisasi secara hukum. Dengan mekanisme ini,
diharapkan perusahaan dapat meneruskan usahanya secara lebih baik seperti
baru mulai (fresh start) dengan modal yuridis baru tanpa dibebani defisit. 

Proses kuasi-reorganisasi biasanya terdiri atas langkah-langkah berikut :

1. Aset dan kewajiban perusahaan dinilai kembali atas dasar nilai pasar atau
nilai wajar pada saat reorganisasi
2. Modal setoran lain atau agio saham (paid in capital in excess of par) harus
ditentukan jumlahnya sehingga cukup besar untuk menutup defisit. Bila
sudah cukup besar maka defisit dapat langsung dikompensasi dengan
agio modal saham ini. Kalau tidak cukup, nominal saham atau nilai yuridis
saham harus diturunkan atau dimintakan kesediaan dari pemegang
saham untuk menutup defisit dengan mendonasikan sebagian modal
sahamnya (ini berarti sebagian modal saham dilikuidasi tanpa kompensasi
apapun kepada pemegang saham).
3. Saldo debit laba ditahan (defisit) dieliminasi dengan cara mendebit
agio/premium modal saham

Sumber:

https://manajemenkeuangan.net/ekuitas-adalah/

https://www.ayoriset.com/2018/01/perubahan-laba-ditahan.html