Anda di halaman 1dari 152

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BOLA BASKET

DALAM PENJASORKES PADA SISWA SMP NEGERI 1


PATEAN KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN
2010/2011

SKRIPSI

Diajukandalamrangkapenyelesaianstudi strata1

Untukmencapaigelarsarjanapendidikan

Oleh

Vembi Irwanto

6101407189

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
SARI
Vembi Irwanto. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Permainan Bola
Basket Dalam Penjasorkes Pada Siswa SMP Negeri I Patean Kabupaten
Kendal Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan
dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing : (1) Dra. Heny Setyawati, M.Si (2) Drs. Tri Rustiadi, M.Kes.

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana model


pembelajaran permainan bola basket yang sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah menengah pertama dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran
Pendidikan jasmani di SMP N 1 Patean? Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui model pembelajaran permainan bola basket yang sesuai dengan
karakteristik siswa sekolah menengah pertama dalam meningkatkan efektifitas
Pendidikan Jasmani di SMP N 1 Patean Kecamatan Patean Kabupaten Kendal
tahun 2010/2011.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang
mengacu pada model pengembangan yang dimodifikasi, yaitu: (1) melakukan
penelitian pendahuluan, pengumpulan informasi dan analisis kebutuhan, termasuk
observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan bentuk produk awal
(berupa model pembelajaran permainan bola basket ring bergerak), (3) evaluasi
para ahli dengan menggunakan satu ahli penjasorkes dan satu ahli pembelajaran,
serta uji coba kelompok kecil dengan menggunakan kuisoner yang kemudian
dianalisis, (4) revisi produk pertama berdasarkan hasil dari evaluasi ahli dan uji
coba kelompok kecil (melibatkan 14 siswa) sebagai bahan perbaikan terhadap
produk awal yang dibuat oleh peneliti, (5) uji lapangan (melibatkan 146 siswa),
(6) revisi produk akhir yang dilakukan berdasarkan uji lapangan, (7) hasil akhir
model permainan bola basket ring bergerak yang dihasilkan melalui revisi uji
lapangan.
Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran untuk
perbaikan produk, dan hasil pengisian oleh siswa. Teknis analisis data yang
digunakan adalah deskriptif persentase untuk mengungkap aspek psikomotorik,
kognitif, dan afektif siswa setelah menggunakan produk. Dari hasil uji coba
diperoleh data evaluasi ahli penjas 81,6%, evaluasi ahli pembelajaran 84%,
persentase hasil uji coba kelompok kecil 84,52%, dan persentase uji lapangan
90,02%. Berdasarkan data tersebut maka pengembangan model pembelajaran bola
basket dapat digunakan untuk siswa SMP Negeri 1 Patean.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, diharapkan bagi guru Pendidikan
Jasmani di Sekolah Menengah Pertama untuk menggunakan produk model
pembelajaran permainan bola basket melalui ring bergerak ini pada siswa
pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

i
PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Vembi Irwanto

Nim : 6101407189

Jurusan : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Fakultas : Fakultas Ilmu Keolahragaan

Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar karya

saya sendiri, bukan dari karya orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan.

Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau

dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Apabila terbukti melakukan pelanggaran maka akan dikenai hukuman sesuai

dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Semarang, Mei 2012

Peneliti,

Vembi Irwanto

NIM 6101407189

ii
HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui untuk diajukan dalam sidang Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada :

Hari : ………………………………….

Tanggal : ………………………………….

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Dra. Heny Setyawati, M.Si Drs. Tri Rustiadi, M.Kes


NIP.19670610 199203 2 001 NIP.19641023 199002 1 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi
Universitas Negeri Semarang

Drs. Mugiyo Hartono, M. Pd


NIP. 19610903 198803 1 002

iii
HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu

Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Pada Hari : Rabu

Tanggal : 20 Februari 2013

Panitia Ujian,
Ketua Sekretaris

Drs. H. Harry Pramono, M.Si Andry Akhiruyanto, S.Pd, M.Pd


NIP. 19591019 198503 1 001 NIP. 19810129 200312 1 001

Dewan Penguji,

1. Mohamad Annas, S.Pd, M.Pd. (Ketua)


NIP. 19751105 200501 1 002

2. Dra. Heny Setyawati, M.Si. (Anggota)


NIP.19670610 199203 2 001

3. Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. (Anggota)


NIP.19641023 199002 1 001

iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto :

 Sesuatu yang belum dikerjakan tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita

telah berhasil melakukannya dengan baik (Penulis).

 Untuk mencapai segala sesuatu, maka perlu perjuangan yang sungguh-sungguh

dengan adanya niat yang kuat karena tanpa itu semua akan mustahil untuk

dilakukan (penulis).

Persembahan :

1) Kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk,

keselamatan, kelancaran, kekuatan, kesehatan untuk dapat

menyelesaikan tugas ini dengan baik.

2) Yang tercinta kedua orang tua saya : Bapak Muhammad

Dirin, dan Ibu Sudarmi, terima kasih atas segala do’a dan

ridhonya serta dukungan dan nasehat yang selalu Bapak dan

Ibu berikan.

3) Teman-teman kos Bangkongreang, serta teman-teman

PJKR angkatan 2007.

v
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah atas berkat rahmat, taufik, inayah serta hidayah Allah

SWT penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Model

Pembelajaran Permainan Bola Basket Dalam Penjasorkes Pada Siswa SMP

Negeri I Patean Kabupaten Kendal Tahun Ajran 2010/2011. Sehingga penulis

dapat menyelesaikan studi program Sarjana, di Jurusan Pendidikan Jasmani

Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri

Semarang.

Tidak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada terhingga,

kepada :

1) Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan

kepada peneliti menjadi mahasiswa UNNES.

2) Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang yang telah

memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untk menyelesaikan skripsi.

3) Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu

Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan

dorongan dan semangat serta izin penelitian untuk menyelesaikan skripsi.

4) Dra. Heny Setyawati, M.Si selaku pembimbing I yang telah memberikan

petunjuk, dorongan, dan motivasi serta membimbing penulis dalam

menyelesaikan skripsi.

5) Drs. Tri Rustiadi, M.Kes selaku pembimbing II yang teliti memberikan

petunjuk, dorongan, dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi.

vi
6) Aris Mulyono, S.Pd, M.Pd, atas berkenannya sebagai ahli penjas yang telah

teliti dalam memberikan petunjuk, dan semangat sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi.

7) Supriyono, S.Pd, selaku kepala sekolah SMP N I Patean yang telah

memberikan izin penelitian.

8) Sulastri, S.Pd, selaku guru Pendidikan Jasmani SMP N I Patean yang telah

berkenan membantu dalam penyelesaian penelitian.

9) Siswa kelas VII SMP N I Patean yang telah bersedia menjadi sampel

penelitian.

10) Bapak dan Ibu dosen Jurusan PJKR, yang telah memberikan dukungan baik

bekal ilmu dan pengetahuan kepada peneliti sehingga peneliti dapat

menyelesaikan skripsi.

Semarang, Mei 2012

Peneliti

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............ .................................................................................. i

SARI ..................................... .................................................................................. i

PERNYATAAN ................... ................................................................................. ii

HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................................. iii

HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................................iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..........................................................................v

KATA PENGANTAR ...........................................................................................vi

DAFTAR ISI ........................ .............................................................................. viii

DAFTAR TABEL ................ ................................................................................ ix

DAFTAR GAMBAR ........... ..................................................................................x

DAFTAR LAMPIRAN ........ ................................................................................ xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................4

1.3 Tujuan Pengembangan ..........................................................................4

1.4 Spesifikasi Produk .................................................................................5

1.5 Pentingnya Pengembangan ...................................................................5

1.6 Sumber Pemecahan Masalah .................................................................6

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERFIKIR

2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................9

2.2 Pendidikan Jasmani SMP ......................................................................9

2.3 Pengembangan Model Pembelajaran ..................................................14

viii
2.4 Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran ...................................................17

2.5 Karakteristik Perkembangan Anak Remaja ........................................22

2.6 Karakteristik Permainan Bola Basket .................................................26

2.7 Karakteristik Modifikasi Permainan Bola Basket ...............................32

2.8 Kerangka Berfikir ................................................................................35

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Model Pengembangan .........................................................................38

3.2 Prosedur Pengembangan .....................................................................39

3.3 Uji Coba Produk ..................................................................................40

3.4 Cetak Biru Produk……………………………………………………41

3.5 Jenis Data…………………………………………………………….42

3.6 Instrumen Pengumpulan Data .............................................................43

3.7 Teknik Analisis Data ...........................................................................44

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN

4.1 Penyajian Data Uji Skala Kecil ...........................................................46

4.2 Hasil Analisis Data Uji Skala Kecil .....................................................48

4.3 Revisi Produk ......................................................................................54

4.4 Penyajian Data Uji Skala Besar ...........................................................57

4.5 Hasil Analisis Data Uji Skala Besar ....................................................63


4.6 Prototipe Produk ..................................................................................64
BAB V KAJIAN DAN SARAN
5.1 Kajian ..................................................................................................67
5.2 Saran ....................................................................................................69
DAFTAR PUSTAKA .......... ................................................................................70
LAMPIRAN ......................................................................................................... 71

ix
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Perbedaan Antara Permainan Bola Basket dengan Modifkasi

Permainan Bola Basket .........................................................................................32

2. Faktor, Indikator, dan Jumlah Butir Kuesioner Ahli .........................................43

3. Skor Jawaban Kuesioner Siswa ........................................................................44

4. Faktor, Indikator, Dan Jumlah Butir Kuesioner ................................................44

5. Klasifikasi Presentase ........................................................................................45

6. Hasil Rata-Rata Skor Penilaian Ahli .................................................................46

7. Pengukuran Denyut Nadi Uji Skala Kecil ........................................................49

8. Pengukuran Denyut Nadi Uji Lapangan ...........................................................58

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Lapangan Bola Basket .......................................................................................28

2. Papan Pantul ......................................................................................................28

3. Basket/Ring .......................................................................................................29

4. Lapangan Bola Basket Ring Bergerak ..............................................................33

5. Prosedur Pengembangan ....................................................................................40

6. Lapangan Bola Bola Basket Dengan Ring Bergerak ........................................41

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1.Usulan Tema Skripsi ..........................................................................................73

2. Usulan Pembimbing .........................................................................................74

3. SK Penetapan Pembimbing ..............................................................................75

4. Surat Ijin Penelitian ..........................................................................................77

5. Surat Keterangan Penelitian .............................................................................78

6. Lembar Evaluasi Untuk Ahli ...........................................................................79

7. Jawaban Lembar Evaluasi Ahli .......................................................................83

8. Jawaban Lembar Evaluasi Guru Penjas ............................................................86

9. Hasil Pengisian Kuesioner Evaluasi Ahli dan Guru Penjas .............................89

10. Lembar Pengisian Kuisoner Siswa ..................................................................91

11. Daftar Siswa SMP N 1 Patean (Uji Coba Skala Kecil) ...................................96

11.Jawaban Kuisoner Siswa Uji Coba Skala Kecil ...............................................96

11. Hasil Rekapitulasi Jawaban Kuisoner Siswa Uji Coba Skala Kecil ...............98

12. Data Hasil Uji Coba Skala Kecil ...................................................................101

13. Daftar Siswa SMP N 1 Patean (Uji Coba Skala Besar) ................................104

13. Jawaban Kuisoner Siswa Uji Coba Skala Besar ...........................................108

13. Hasil Rekapitulasi Jawaban Kuisoner Siswa Uji Coba Skala Besar ..............120

14. Data Hasil Uji Coba Skala Besar ...................................................................134

15. Data Hasil Keseluruhan dari Evaluasi Ahli, Uji Coba Skala Kecil, dan

Uji Coba Skala besar .................................................................................... 138

16. Dokumentasi .................................................................................................139

xii
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dunia olahraga adalah salah satu contoh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Semua itu juga harus diiringi dengan berkembangnya sumber daya manusia itu

sendiri. Salah satu cara yntuk meningkatkan Sumber Daya Manusia adalah

melalui bidang pendidikan. Salah satu upaya itu adalah mewujudkan manusia

yang sehat, kuat, terampil dan bermoral melalui pendidikan jasmani.

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) merupakan

proses pembelajaran secara menyeluruh dan berkembang, dimana Penjasorkes

sebagai media untuk mendorong keterampilan motorik, kemampuan fisik,

pengetahuan, penalaran penghayatan nilai (sikap-mental-emosianal-sosial). Selain

itu menyangkut juga aspek moral spiritual, karena di dalam pendidikan jasmani,

olahraga dan kesehatan sangat memperhatikan landasan-landasan kesehatan dan

kematangan.

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yaitu salah satunya untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara

aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual,

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU RI

Nomor 20 Tahun 2003). Di dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani

olahraga dan kesehatan seorang guru diharapkan mengajarkan berbagai

keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga,

1
2

internalisasi nilai-nilai (sportivitas, jujur, kerjasama, dan lain-lain) serta

pembiasaan pola hidup sehat.

Untuk mengajarkan keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi

permainan maka dari itu perlu adanya modifikasi, serta pengembangan

permaianan agar aktifitas siswa meningkat, siswa tidak merasa terbebani sewaktu

mengikuti pembelajaran penjasorkes, siswa akan merasa senang dan pembelajaran

yang diajarkan akan merata didapatkan siswa dan tentunya kesegaran jasmani

akan tercapai.

Modifikasi sendiri mengandung arti sebagai usaha mengubah sesuatu yang

sudah ada menjadi sesuatu yang baru (WJS. Poerwadarminto, 2008:825).

Sedangkan pengembangan adalah pengolahan fase-fase dan motif-motif dengan

detail terhadap tema atau subjek yang dikemukakan sebelumnya (Komaruddin

dan Yooke Tjuramah S. Komaruddin, 2000 : 186). Menururt Brog dan Gall

seperti yang dikutip Wasis D (2004: 4) penelitian dan pengembangan adalah suatu

proses yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk

yang digunakan dalam pendidikan pembelajaran. Selanjutnya disebut bahwa

prosedur penelitian dan pengembangan pada dasarnya terdiri dari dua tujuan

utama, yaitu : (1) pengembangan produk, dan (2) menguji keefektifan produk

dalam pencapaian tujuan.

Oleh karena itu perlu adanya model pembelajaran yang harus

dikembangkan. Model pembelajaran pada prosesnya tidak harus mahal dan

berbelit-belit. Oleh Karena itu model pembelajaran tentunya didukung dengan

adanya sarana dan prasaran pembelajaran yang memadahi di sekolah tesebut. Jika
3

sekolah tesebut terbatas dalam sarana dan prasarananya, makaakan sangat

berpengaruh dalam proses pembelajarannya.

Tingkat kreatifitas dan inovatif guru Penjasorkes yang kurang, merupakan

salah satu sebab proses pembelajaran Penjasorkes dalam menggunakan model

pembelajaran. Guru selalu menggunakan sarana dan prasarana yang seadanya

dalam proses pembelajaran secara terus menerus tanpa memikirkan cara

mengembangkan pembelajaran yang efektif, inovatif, kreatif dan menyenangkan

bagi para peserta didik. Sehinga siswa tidak merasa bosan. Karena banyak guru

yang masih menggunakan model pembelajaran yang didalamnya masih

menggunakan pola aturan baku dari salah satu cabang olahraga sehingga, tidak

sacara keseluruhan siswa dapat bergerak. Sehingga hanya setiap siswa menonjol

dalam salah satu cabang olahraga yang sering aktif. Dan pada akhirnya ada

beberapa siswa yang pasif dalam pembelajaran Penjasorkes.

SMP N 1 Patean merupakan sekolah menengah pertama yang terdapat di

Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Untuk siswa kelas VII masih banyak yang

belum mengenal permaianan bola basket, dari teknik dasar mereka masih

kesulitan apalagi untuk bermain bola basket, dimungkinkan mereka dari lulusan

sekolah dasar yang masih belum ada sarana prasarana yang menunjang untuk

kegiatan pembelajaran bola basket. Namun antusias para siswa yang tergolong

tinggi akan tetapi ini hanya bersifat sementara untuk selanjutnya mereka kurang

semangat dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru.

Berdasarkan karakeristik fisik yang kebanyakan anak seusia mereka,

permainan bola basket akan sangat menyulitan, apalagi jika dari lulusan SD yang
4

tidak pernah mendapatkan pembelajaran bola basket karena terkendala oleh sarana

dan prasarana bola basket yang dimiliki maka akan sangat menyulitkan siswa

dalam menerima pembelajaran bola basket terutama dalam praktek permainan

bola basket.

Dengan demikian, penulis mengangkat judul pengembangan model

pembelajaran penjasorkes melalui modifikasi permainan bola basket dengan ring

bergerak siswa SMP Negeri 1 Patean tahun ajaran 2010/2011, sebagai wahana

menciptakan pembelajaran penjasorkes yang aktif, kreatif dan efisien. Serta

menjadikan pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan sekaligus

bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik.

1.2 Perumusan Masalah

Dari Latar Belakang Tersebut Maka Rumusan Masalahnya “

Bagaimanakah Produk Pengembangan Model Pembelajaran Penjasorkes Melalui

Modifikasi Permainan Bola Basket dengan Ring Bergerak Siswa Kelas VII SMP

N 1 Patean Tahun Ajaran 2010/2011? ”.

1.3 Tujuan Pengembangan

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk

Pengembangan Model Pembelajaran Penjasorkes Melalui Modifikasi Permainan

Bola Basket dengan Ring Bergerak Siswa SMP N I Patean Tahun Ajaran 2010/

2011.
5

1.4 Spesifikasi Produk

Produk yang dihasilkan melalui penelitian pengembangan ini berupa

pengembangan model pembelajaran penjasorkes melalui modifikasi permainan

bola basket dengan ring bergerak. Dengan cara memodifikasi beberapa aturan,

sarana dan prasarana yang digunakan yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan

dan perkembangan siswa kelas VII SMP, yang dapat mengembangkan semua

aspek pembelajaran (kognitif, afektif, psikomotor). Pada hasil penelitian

didapatkan sebuah pembelajaran parsitipatif, aktif, kreatif, efektif dan

menyenangkan, serta dapat meningkatkan intensitas fisik sehingga kebugaran

jasmani dapat terwujud.

1.5 Pentingnya Pengembangan

1) Bagi Peneliti

(1) Sebagai modal dalam penyusunan skripsi untuk memperoleh gelar

kesarjanaan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi.

(2) Sebagai bekal pengalaman dalam mengembangkan model pembelajaran

penjasorkes.

(3) Lebih paham jika dalam pembelajaran Penjasorkes itu dibutuhkan suatu

pengembangan dalam pembelajaran.

2) Bagi Guru Penjasorkes

(1) Sebagai dasar dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di sekolahnya

masing-masing.

(2) Sebagai dorongan dan motivasi kepada guru penjasorkes untuk menciptakan

terobosan-terobosan baru dan variasi mengajar dengan cara memodifikasi


6

jenis permainan olahraga sehingga siswa tidak merasa cepat bosan, serta

siswa lebih aktif bergerak.

(3) Sebagai bahan pertimbangan dalam mengajar bidang studi penjasorkes.

1.6 Sumber Pemecahan Masalah

1.6.1 Ada beberapa kritik yang dilontarkan terhadap permainan cabang olahraga

yang pelaksanaanya tidak dimodifikasi (Bahagia dan Suherman 2000: 12-16)

antara lain :

1) Permainan dan olahraga hanya untuk orang-orang yang terampil.

Kecenderungan olahraga dan permainan lebih banyak didominasi oleh siswa

yang terampil misalnya dalam sistem gugur. Orang terampil terus bertahan

hingga permainan berakhir. Sementara siswa yang lamban atau lemah

keterampilannya seringkali gugur di awal perjalanan.

2) Permainan olahraga hanya untuk surplus energi.

Sering kali kita dengar pernyataan dari guru kelas “berilah pelajaran olah raga

sampai mereka lelah hingga mereka siap mengikuti pelajaran di kelas”.

Pernyataan tersebut seolah-olah olahraga dan permainan dalam penjasorkes

hanya untuk surplus energi dan istirahat dari belajar kognitif, setelah itu siswa

siap lagi belajar secara kognitif. Secara teoritis olahraga dan permainan dalam

Penjas merupakan alat pendidikan. Siswa tidak hanya capek secara fisik, tetapi

mereka belajar skill, kognitif, afektif, psikomotor, serta dapat membentuk

karakter yang dimiliki peserta didik.


7

3) Permainan olahraga hanya untuk kesenangan.

Sering kali permainan dan olahraga diberikan hanya agar siswa senang dan

capek karena terlibat secara aktif. Lebih dari itu, siswa harus mengetahui

tujuannya dan belajar meraih tujuan itu melalui terlibat secara aktif dalam

permainan olahraga.

4) Permainan olahraga mengabaikan prinsip perkembangan.

Pengajaran permainan dan olahraga seringkali berorientasi pada permainan

olahraga itu sendiri (subject centered). Pengajaran seperti ini sering kali tidak

sesuai dengan kemampuan siswa, karena kemampuan siswa belum mencapai

tingkatanya.

5) Permainan dan olahraga merupakan aktivitas “Teacher-centerd”.

Pelaksanaan pembelajan permainan dan olahraga sering kali mengabaikan

pendekatan “Child-centered”. Guru sering kali bertindak sebagai perencana,

pembuat peraturan, mengajarkan peraturannya, organisasi, pengendali irama

permainan, termasuk juga sebagai wasit. Pembelajaran child-centered yang

berguna untuk meningkatakan keterarmpilan anak dalam membuat keputusan

belajar serta betanggungjawab terhadap hasil belajarnya seringkali tidak

tercermin dalam permainan dan olahraga.

6) Permainan dan olahraga sering kali membuat anak pasif.

Pelaksanaan pembelajaran permainan dan olahraga sering kali menyebabkan

sebagian besar anak pasif menunggu giliran. Pada permainan dan olahraga

yang lebih resmi, sering kali waktu dihabisakan untuk mengelola siswa.

Sehingga keseluruhan waktu aktif belajar gerak anak sering kali sangat rendah.
8

Permainan olahraga seperti ini hendaknya dimodifikasi sehingga semua siswa

dapat aktif belajar dalam waktu yang sama.

7) Permainan olahraga mengabaikan kemajuan belajar siswa.

Pembelajaran permainan dan olahraga (low organize games) seringkali

menekankan pada belajar bagaimana bermain dengan aturannya dan bukan

belajar strategi dan skill yang mempunyai nilai transfer terhadap permainan

olahraga yang sebenarnya. Olahraga yang sebenarnya sering kali menuntut

persyaratan skill dan strategi yang sulit diberikan sekaligus kepada siswa.

Dengan begitu pembelajaran permainan sering kali terfokus pada permainan itu

sendiri dan bukannya belajar memainkan permainan.Sehingga kemajuan

belajar siswa relatif sulit diterapkan karena terbatas pada peraturannya dan

bukan skill dan strateginya.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERFIKIR

2.1 Kajian Pustaka

Sebagai acuan berfikir secara ilmiah dalam rangka unuk pemecahan

permasalahan, pada kajian pustaka ini dimuat beberapa pendapat dari pakar.

Selanjunya secara garis besar akan diuraikan tentang : (1) Pengertian Penjasorkes,

(2) Pengembangan Model Pembelajaran (3) Prinsip-prinsip Pengembangan dan

Modifikasi Cabang Olahraga, (4) Karaktristik Perkembangan Gerak Anak

Remaja, (5) Karakteristik Permaian Bola Basket, (6) Karakteristik Modifikasi

Permainan Bola Basket dengan ring bergerak.

2.2 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan(Penjasorkes)

2.2.1 Penjasorkes Untuk SMP

Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah suatu proses

pembelajaran melalui aktifitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan

kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan

perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan

belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan

perkembangan seluruh ranah, kognitif, afektif, psikomotor, setiap siswa.

Materi pelajaran penjasorkes untuk SMP meliputi : pengalaman

mempraktekkan keterampilan dasar dan olahraga; aktifitas pengembangan; uji diri

atau senam; aktifitas ritmik; akuatik (aktifitas air); dan pendidikan luar kelas

9
10

(outdorr) disajikan untuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia

bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman, efektif dan efisien.

Adanya implementasinya dilakukan secara terencana, bertahap, dan

berkelanjutan, yang pada giliranya siswa diharapkan dapat meningkatkan sikap

positif bagi diri sendiri dan menghargai manfaat aktifitas jasmani bagi

peningkatan kualitas hidup seseorang. Dengan demikian, akan terbentuk jiwa

sportif dan gaya hidup aktif (BSNP dalam Martin Sudarmono, 2010:21)

2.2.2 Materi Penjasorkes SMP

Menurut Jewwet, Ennis, dan Bain dalam Martin Sudarmono (2010 : 21)

struktur materi pendidikan jasmani dikembangkan dan disusun dengan

meggunakan model kurikulum kebugaran jasmani dan pendidikan olahraga.

Model ini adalah untuk mendapatkan gaya hidup sehat dan aktif, dengan demikian

orang perlu memahami hakikat kebugaran jasmani dengan menggunakan konsep

latihan yang benar.

Olahraga merupakan bentuk lanjut dari bermain, dan merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari kehidupan keseharian manusia. Untuk dapat

berolahraga secara benar, manusia perlu dibekali dengan pengetahuan dan

keterampilan yang memadai. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diyakini

dapat memberikan kesempatan siswa untuk :

1) Berpartisipasi secara teratur dalam kegiatan olahraga.

2) Pemahaman dan penerapan konsep yang benar tentang aktifitas-aktifitas

tersebut agar dapat melakukanya secara aman.


11

3) Pemahaman dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam aktifitas-aktifitas

tersebut agar terbentuk sikap dan perilaku sportif, emosi stabil, dan gaya hidup

sehat.

2.2.3 Pemecahan Pembelajaran Penjasorkes

Perencanaan merupakan bagian integral dari pengajaran efektif. Dengan

adanya perencanaan efektifitas akan nampak lebih jelas manakala guru

menerapkan model-model atau materi pembelajaran yang tidak pernah diterapkan

sebelumnya atau dihadapkan pada lingkungan pembelajaran yang terbatas. Untuk

itu kemampuan membuat perencanaan bagi calon guru pendidikan jasmani

olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan

kemampuan guru dalam keterampilanya mengajar (Rusli Lutan, 2000 : 1).

Kedudukan perencanaan dalam proses belajar mengajar memegang

peranan yang sangat penting bila dilihat dari konsep mengajar. Menurut Houg,

dalam Rusli Lutan (2000 : 3), mendefinisikan mengajar sebagai proses penataan

manusia, materi, dan sumber-sumber untuk keperluan kelancaran proses belajar.

Khususnya untuk penjasorkes, penataan dalam proses pembuatan perencanaan

mengajar penjasorkes nampak lebih penting mengingat lingkungan belajarnya

yang agak unik. Pentingnya suatu perencanaan dipengaruhi oleh beberapa faktor,

antara lain :

1) Waktu mengajar yang relatif terbatas

Jumlah waktu yang relatif terbatas untuk mengajar pendidikan jasmani

olahraga dan kesehatan merupakan salah satu faktor pentingnya membuat

perencanaan pengajaran.
12

Rata-rata frekuensi mengajar pendidikan jasmani dalam seminggu adalah satu

kali dengan jumlah waktu sekitar 2 x 40 menit.

2) Jumlah siswa dan fasilitas

Jumlah siswa yang cukup banyak serta peralatan dan fasilitas yang relatif

terbatas akan mempengaruhi teknik dan strategi mengajar agar tujuan

pengajaran dapat tercapai dengan baik.

3) Latar belakang guru

Walaupun kemungkinan besar semua guru penjasorkes adalah lulusan lembaga

pendidikan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, namun tidak

menutup kemungkinan guru penjasorkes harus mengajar pelajaran yang tidak

diperoleh saat mengikuti pendidikan. Dalam hal ini perencanaan pengajaran

sangat membantu guru agar dapat mengajar dengan baik.

4) Karakteristik siswa

Setiap siswa mempunya karakter yang berbeda-beda, seperti kemampuan fisik,

pengetahuan, minat, lingkungan sosial dan ekonomi, dan letak geografisnya.

Semua itu memerlukan perencanaan yang baik sehingga semua siswa ikut

belajar sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan.

5) Keterlibatan guru lain

Terkadang guru penjasorkes memerlukan bantuan dari guru lain untuk

mengawasi program yang diberikan kepada siswa. Dalam kasus demikian

perencanaan perlu dibuat sehingga guru yang terlibat tahu secara pasti arah,

tujuan, dan jenis kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa yang diawasinya.
13

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, proses belajar mengajar pada

dasarnya adalah proses penataan yang akan sealu melibatkan proses sebelum

pelaksanaan perencanaan, pelaksanaan (melakukan perencanaan), dan proes

setelah pelaksanaan (evaluasi).

2.2.4 Implikasi Perencanaan Pembelajaran Penjasorkes

Beberapa prinsip pembelajaran yang perlu diperhatikan para guru agar

terjadi transfer belajar sebagai berikut :

1) Makin mirip situasi latihan dengan situasi permainan yang sebenarnya, makin

mungkin terjadi transfer.

Implikasinya, guru dituntut mampu menganalisa aneka ragam situasi yang

terdapat pada suatu permainan dan menambahkanya secara berhadap ke dalam

situasi berlatih.

2) Makin bervariasi suatu keterampilan dipelajari, makin mungkin terjadinya

transfer secara positif terhadap situasi permainan yang sebenarnya.

Implikasinya, belajar skill perlu waktu, makin banyak waktu dicurahkan untuk

transfer, makin mungkin transfer itu terjadi. Kadang-kadang transfer tidak

terjadi sebab siswa belum memahami dan belum dapat menerapkan prinsip

gerak yang menjadi sumber transfer dengan baik.

3) Transfer dapat dilakukan melalui usaha pemberian dorongan oleh guruterhadap

siswa agar menggunakan informasi dan keterampilan yang sudah dimiliki

siswa serta kejelasan aktifitas belajar yang harus dilakukan.

Implikasinya, guru dapat mendorong terjadinya transfer dengan cara :


14

1) Memberikan komponen tugas gerak dengan jelas kepada siswa. Cara ini

dimaksudkan untuk membuat keterkaitan kognitif secara jelas diantara skill

yang dilakukan.

2) Memberikan contoh nyata tentang konsep yang seharusnya diterapkan siswa

pada keterampilan lainya dengan jelas.

2.3 Pengembangan Model Pembelajaran

Pengembangan adalah memper dalam dan memperluas pengetahuan yang

sudah ada (Sugiyono, 2010 : 5). Sedangkan pembelajaran merupakan proses

komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa yaitu saling bertukar

informasi. Istilah keterampilan dalam Pembelajaran keterampilan diambil dari

kata terampil (skillful) yang mengandung arti kecakapan untuk dapat

melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas. Di dalamnya terdapat unsur

kreatifitas, keuletan untuk dapat mengubah suatu kegagalan menjadi keberhasilan

(adversity), serta kecakapan untuk dapat menanggulangi permasalahan dengan

tuntas.

2.3.1 Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang

digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran. Model

pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, termasuk

didalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, dan pengelolaan kelas (Arends, 1997 : 7).

Sedangkan model mengajar merupakan model belajar, dengan model tersebut

guru dapat membantu siswa untuk mendapat atau memperoleh informasi, ide,
15

keterampilan, cara berfikir, dan mengekspresikan ide diri sendiri, selain itu

mereka mengajarkan bagaimana mereka belajar. Tujuanya sebagai pedoman untuk

guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Secara operasional, setiap model pembelajaran memiliki 4 aspek, Husdarta

dan Yudha M. Saputra (1999 : 2000),yaitu :

1) Langkah-langkah (Syntax)

Langkah-langkah ini menjelaskan mengenai bagaimana pelaksanaan suatu

model, bentuk kegiatan yang akan dilakukan, bagaimana memulainya, dan

tindakan selanjutnya. Karena setiap model pembelajaran ini memiliki ciri

dalam urutan kegiatannya, maka perlu langkah-langkah kegiatan secara

bertahap.

2) Sistem sosial yang mendukung pelaksanaan setiap model

Sistem ini memaparkan mengenai bagaimana rencana penataan peranan dan

hubungan antara siswa dan guru, serta norma-norma yang menggerakan dan

menjiwai hubungan tersebut.

3) Prinsip interaksi siswa dan guru

Peranan guru dalam setiap model pembelajaran dapat berubah-ubah.Dalam

beberapa model perubahan peranan guru biasa sebagai pembimbing, fasilitator,

atau motivator dan bahkan pada kesempatan lainnya guru biasa bertindak

sebagai pemberi tugas atau yang lainnya.

4) Penjelasan sistem penunjang

Sistem penunjang ini perlu mendapat perhatian. Sistem ini berada di luar model

pembelajaran akan tetapi mendapat persyaratan yang ikut menentukan berhasil


16

tidaknya mode-model pembelajaran.

2.3.2 Kelompok Model pembelajaran

Berdasarkan hasil observasi dan penelitian mengenai pendekatan

pembelajaran, maka diperoleh kesimpulan ada empat kelompok model

pembelajaran Husdarta dan Yudha M. Saputra (1999 : 200) sebagai berikut :

1) Kelompok Model Informasi:

Kelompok model ini bertujuan untuk mengembangkan intelektual siswa dalam

hal menerima, menyimpan, mengolah dan menggunakan informasi. Dengan

cara ini diharapkan siswa mampu mengakomodasi berbagai macam inovasi,

melahirkan ide-ide yang berorientasi pada masa depan, dan mampu

menyelesaikan persoalan yang dihadapi baik oleh dirinya maupun orang lain.

2) Kelompok Model Personal:

Kelompok ini bertujuan mengembangkan kepribadian siswa. Fokus utamanya

adalah proses yang memberikan peluang pada setiap siswa untuk mengolah

dan mengembangkan jati dirinya.

3) Kelompok Model Interaksi Sosial:

Kelompok ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan seseorang yang

akan dan harus berinteraksi sosial dengan lingkungan lainnya. Dengan

demikian diharapkan siswa mampu mengembangkan dirinya dan pikiranya

untuk disumbangkan kepada lingkungan sosialnya.

4) Kolompok Model Perilaku:

Kelompok ini bertujuan untuk mengubah tingkah laku siswa yang terukur.

Fokus utama mengenai perubahan tingkah laku ini didasarkan pada prinsip
17

rangsangan dan jawaban.

2.4 Prinsip – Prinsip Pengembangan dan Modifikasi Cabang

Olahraga

2.4.1 Materi Pembelajaran Dapat Disederhanakan

Modifikasi pembelajaran dapat dikaitkan dengan tujuan pembelajaran

mulai dari tujuan yang paling rendah sampai dengan tujuan yang paling tinggi.

Modifikasi tujuan materi ini dapat dilakukan dengan cara membagi tujuan materi

ke dalam tiga komponen yaitu :

1) Tujuan Perluasan

Tujuan perluasan maksudnya tujuan pembelajaran yang lebih menekankan

pada perolehan pengetahuan dan kemampuan melakukan keterampilan yang

dipelajarinya tanpa memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas. Misalnya

siswa mengetahui dan dapat memberikan contoh dribling dalam bola basket.

Dalam contoh ini tujuan lebih banyak menekankan agar siswa mengetahui

esensi dribling melalui peragaan, dalam peragaan ini, tidak mempermasalahkan

apakah dribling yang dilakukan sudah efektif dan efisien.

2) Tujuan penghalusan

Tujuan penghalusan maksudnya adalah tujuan pembelajaran yang lebih

menekankan pada perolehan pengetahuan dan kemampuan melakukan efisiensi

gerak atau keterampilan yang dipelajarinya. Misalnya siswa melakukan

dribling menggunakan dorongan jari tangan.

3) Tujuan penerapan
18

Tujuan penerapan maksudnya adalah tujuan pembelajaran yang lebih

menekankan pada kemampuan melakukan efektifitas gerak atau keterampilan

yang dipelajarinya. Misalnya siswa melakukan dribling tanpa melihat bola.

Sedangkan Klasifikasi permainan dan olahraga merupakan dasar untuk

dapat melakukan berbagai cabang olahraga resmi yang dipertandingkan.

Permainan diklasifikasikan menjadi lima klasifikasi (Yoyo dan Suherman, 2000 :

22).

2.4.1.1 Permainan sentuh (Tag Game)

Permainan sentuh merupakan suatu bentuk permainan strategi yang

sederhana namun sangat berguna untu mengembangkan dasar-dasar strategi.

Tujuan ini adalah: begerak, mengubah arah, dan mengecoh untuk dapat :

1) Menyentuh lawan atau menyebabkan lawan kehilangan kendali terhadap objek.

2) Menghindari sentuhan lawan atau menghindari gangguan lawan terhadap objek

yang sedang dikendalikan. Salah satu dari permainan sentuh adalah bola

basket.

Beberapa strategi yang dapat dikembangkan dalam permainan sentuh adalah

sebagai berikut :

1) Berdiri seimbang dan siap bergerak ke berbagai arah.

2) Menggunakan variasi pura-pura.

3) Merubah arah dan kecepatan dalam gerakan mengecoh.

4) Menyadari apa yang terjadi di sebelah dan di belakang.

2.4.1.2 Permainan Target (Target Game)


Permainan target merupakan sebuah bentuk permainan akurasi

penyampaian objek pada sasaran atau target. Tujuan dari permainan ini adalah
19

akurasi penyampaian objek pada sasaran. Secara lebih rinci strategi ini sebagai

berikut :

1) Berhenti sejenak, relaks, tumbuhkan percaya diri.

2) Jangan terburu-buru, tentukan akan mulai.

3) Nilailah kemampuan anda dan situasinya, putuskan apakah memilih sempurna

atau memilih aman.

4) Konsentrasi dan fokus.

2.4.1.3 Permainan Net dan Dinding

Permainan net dan dinding merupakan sebuah permainan yang melibatkan

kemampuan bergerak dan mengendalikan objek agar susah dimilki lawan atau

susah dikembalikan oleh lawan ke dinding.

2.4.1.4 Permainan Serangan (Inovasion Game)

Permainan ini lebih memfokuskan pada pengendalian objek pada daerah

tertentu. Lima strategi dasar dalam permainan ini adalah sebagai berikut :

1) Menciptakan agar pertahanan terbuka.

2) Menjaga wilayah dan reposisi untuk bertahan.

3) Menjaga dan menghambat gerak lawan.

4) Memindahkan objek pada daerah yang menguntugkan.

5) Berkomunikasi dengan teman secara efektif.

2.4.1.5 Permainan Lapangan (Fielding Game)

Dalam permainan ini biasanya sebuah objek dikirimkan pada sebuah

tempat atau daerah tertentu dan pengirim berusaha lari ke tempat tertentu dan
20

bahkan mungkin terus lari sampai kembali ke tempat semula sebelum pemain

penangkap bola dapat menangkap bola dan mengirimkan lagi ke tempat

tertentu.

2.4.2 Struktur Modifikasi Permainan dan Olahraga

Siswa penting sekali mempelajari strategi dasar permainan, sering

dijumpai guru yang mengajar permainan secara khusus misalnya permainan

olahraga bola basket masih menggunakan peraturan yang sebenarnya.

Pembelajaran semacam ini seringkali menyebabkan siswa susah untuk

menerimanya karena belum siap dan pengalaman lapangan masih relatif kurang.

Untuk itu pembelajaran dapat dimodifikasi dengan cara mengurangi

struktur permainan yang sebenarnya hingga strategi dasar bermain dapat diterima

dengan mudah oleh siswa. Pengurangan struktur permainan ini dapat dilakukan

terhadap faktor:

1) Ukuran Lapangan.

2) Bentuk, ukuran dan jumlah peralatan yang digunakan.

3) Jenis skill yang digunakan.

4) Aturan.

5) Jumlah pemain.

6) Organisasi permainan.

7) Tujuan permainan.

2.4.3 Mengorganisir Permainan Untuk Memaksimalkan Belajar

Yang perlu diperhatikan dalam modifikasi permainan adalah bagaimana

memaksimalkan siswa dalam belajarnya. Paling tidak ada tiga pertimbangan yang
21

harus diperhatikan guru dalam mengorganisir permainan agar siswa belajar secara

maksimal.

1) Organisasi harus berhubungan dengan permainan sebenarnya.

Pernyataan ini tidak berarti harus selalu menggunakan lapangan atau peralatan

yang sebenarnya. Pernyataan ini mengandung arti bahwa skill dan strategi yang

dipelajari merupakan cerminan skill dan strategi yang akan digunakan dalam

permainan yang sebenarnya. Demikian juga konsep dan prinsip geraknya

mempunyai nilai transfer pada permainan yang sebenarnya. Demikian juga

konsep dan prinsip geraknya mempunyai nilai transfer pada permainan yang

sebenarnya. Sementara dari sisi sruktur permainan dapat dimodifikasi sesuai

dengan tingkat perkembangan belajar anak didik.

2) Formasi pembelajaran.

3) Kemajuan belajar dapat digambarkan melalui perubahan situasi permainan

yang statis ke yang dinamis.

2.4.4 Siswa Dapat Menganalisis dan Membuat Permainan Sendiri

Pada kesempatan lain seorang guru harus memberi kesempatan kepada

siswa untuk menganalisis dan membuat permainan sendiri. Cara ini dilakukan

untuk memperdalam pemahaman siswa tentang permainan serta mengembangkan

pola pikir siswa menganalisa konsep permainan. Untuk memudahkan siswa dalam

melakukan modifikasi permainan guru dapat memberikan pedoman. Beberapa

pedoman tersebut antara lain :

1) Keselamatan merupakan faktor utama dalam permainan yang dibuat.

2) Peraturan harus mudah dimengerti.


22

3) Permainan harus melibatkan semua tingkat kemampuan siswa.

4) Permainan dapat merupakan kombinasi permainan yang sudah diketahui oleh

semua siswa.

2.5 Karakteristik Perkembangan Gerak Anak Remaja

2.5.1 Pengertian Gerak

Gerak merupakan (motor) sebagai istilah umum untuk berbagai bentuk

perilaku gerak manusia, sedangkan psikomotor khusus digunakan pada domain

mengenai perkembangan manusia yang mencakup gerak manusia. Jadi gerak

(motor) ruang lingkupnya lebih luas daripada psikomotorik. Sedangkan

kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang sering siswa lakukan guna

meningkatkan kualitas hidup (Amung Ma’mun, 2000 : 20).

Kemampuan gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu :

1) Kemampuan Lokomotor

Kemampuan Lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat

ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti, lompat dan loncat,

berjalan, berlari.

2) Kemampuan Non-lokomotor

Kemampuan Non-lokomotor dilakukan di tempat, tanpa ada ruang gerak yang

memadai. Kemampuan Non-lokomotor terdiri dari menekuk dan meregang,

menarik, mengangkat dan menurunkan.

3) Kemampuan Manipulatif
23

Kemampuan manipulatif dikembangkan ketika anak tengah menguasai

macam-macam obyek. Kemampuan mnipulatif lebih banyak melibatkan

kemampuan tangan dan kaki, tetapi bagian lain tubuh kita juga dapat digunakan.

Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa kemampuan gerak dasar adalah

kemampuan dan kesanggupan untuk dapat melakukan tugas-tugas secara efektif

dan efisien.

2.5.2Ukuran dan Bentuk Tubuh Anak Remaja (Adolesensi)

Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju

masa dewasa. Masa ini berlangsung antara umur 10-20 tahun. (Amung Ma’mun,

2000:9). Adolesensi dimulai dengan percepatan rata-rata pertumbuhan sebelum

mencapai kematangan, seksual, kemudian timbul fase perlambatan, dan berhenti

setelah tidak terjadi pertumbuhan lagi, yaitu setelah mencapai masa dewasa.

Perbedaan ukuran badan untuk kedua jenis kelamin pada masa sebelum

adolsensi adalah kecil, meskipun kecenderungan anak laki-laki sedikit lebih tiggi

dibandingkan dengan anak perempuan. Sedangkan pada awal masa adolesensi

anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat dari anak laki-laki. Akan tetapi

keadaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yangcepat terjadi pada anak

laki-lak pada masa adolesensi. Anak laki-laki mengejar dan mengungguli tinggi

dan berat badan anak perempuan. Ukuran-ukuran yag lain seperti, tinggi togok,

panjang tungkai, lebar bahu, lebar pinggul, ukuran lengan, dan sebagainya

mengikuti pertumbuhan tinggi dan berat badan yang berlangsung dengan cepat.

Pada masa adolesensi antara laki-laki dengan perempuan makin jelas perbedaan

ukuran dan bentuk tubuhnya.


24

Perubahan fisik selama masa adolesensi menunjukkan beberapa indikasi

terhadap komposisi tubuh. Perubahan komposisi selama masa adolesensi

terutama bervariasi pada sumbu kegemukan dan kekurusan. Anak laki-laki

meningkat ke arah bentuk ramping dan berotot terutama pada anggota badan,

sedangkan anak perempuan meningkat ke arah keduanya, ke arah bentuk ramping

dan gemuk. Peningkatan ini pada anak laki-laki berlangsung dengan cepat

terutama menjelang dewasa, sedangkan pada anak perempuan berlangsung secara

bertahap.

2.5.3 Perkembangan Motorik Anak Remaja( Adolesensi)

Perubahan-perubahan dalam penampilan motorik pada masa adolesensi

cenderung mengikuti perubahan-perubahan dalam ukuran badan, kekuatan dan

fungsi fisiologis. Perbedaan-perbedaan dalam penampilan keterampilan motorik

dasar antara kedua jenis kelamin semakin meningkat. Anak laki-laki menunjukan

peningkatan yang terus berlangsung, sedangkan anak perempuan menunjukan

peningkatan yang tidak berarti, bahkan menurun setelah umur menstruasi.

Peningkatan koordinasi pada anak laki-laki terus berlangsung sejalan dengan

bertambahnya umur, sedangkan anak perempuan sudah tidak berkembang lagi

sesudah umur 14 tahun.

Masa adolesensi adalah waktu yang digunakan untuk penyempurnaan

dan memperhalus keterampilan berbagai macam kegiatan varisai keterampilan

motorik. Akan tetapi pada kenyataanya banyak anak-anak yang tidak

memperoleh kesempatan utuk mempelajari keterampilan dasar sampai masa

adolesensi.
25

2.5.4 Aktifitas Fisik Yang Diperlukan Remaja (Adolesensi)

Adolesensi merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kemampuan

untuk menyempurnakan gerakan, dan memperhalus keterampilan berbagai macam

kegiatan olahraga secara halus. Setiap orang dapat belajar untuk menilai

kemampuanya dan memilih bentuk latihan, olahraga, dan kegiatan fisik lainya

yang berguna sepanjang hidupnya.

Masa adolesensi membutuhkan aktifitas yang dapat meningkatkan

pengalaman dalam berbagai kegiatan, terutama yang sesuai dengan usia dewasa.

Kesempatan untuk melakukan penelitian meningkat demikian pula kegiatan

secara kelompok, terutama dengan lawan jenisnya juga meningkat. Sedangkan

bentuk kegiatan yang digemari, meliputi olahraga beregu, kegiatan menguji

keterampilan tingkat tinggi, permainan perorangan atau ganda dan pengembangan

program latihan.

Secara keseluruhan ciri-ciri anak remaja (adolesensi) adalah sebagai

berikut :

1) Perkembangan karakteristik seks. dan kematangan biologis berhubungan

dengan bertambahnya hormon sekresi, estrogen untuk wanita dan endrogen

untuk pria.

2) Mengalami pertumbuhan cepat yang ditandai dengan bertambahnya tinggi

dan berat badan.

3) Ada perbedaan irama pertumbuhan antara bagian-bagian tubuh dan antara


kedua jenis kelamin. Pada pria terjadi pelebaran pundak, sedangkan pada
wanita terjadi pelebaran pinggul dan proporsional tangan dan kaki pada pria
lebih panjang.
26

4) Terjadi perubahan sistem fisiologis dan peningkatan kesanggupan melakukan

aktifitas fisik yang lebih besar bagi pria dibandingkan wanita.

5) Perbedaan komposisi jaringan tubuh, seperti pria lebih tampak berotot

sedangkan wanita cenderung lebih banyak lemak, sehingga pria lebih kuat

dan cepat.

6) Pada masa pertumbuhan cepat ini dapat terjadi penghentian peningkatan

untuk keseimbangan, ketahanan, dan koordinasi antara mata dengan tangan.

7) Kemampuan memusatkan perhatian lebih lama, berminat besar terhadap

ketangkasan dan kompetensi, mulai tertarik pada lawan jenis dan

bertambahnya kematangan sosial.

2.6 Karakteristik Permainan Bola Basket

2.6.1 Tinjauan Permainan Bola Basket

Permaianan bola basket adalah permainan yang dimainkan oleh 5 orang

pemaian baik putra maupun putri dalam satu regu. Olahraga yang dimainkan yang

saling memasukan bola ke dalam keranjang lawan dengan tangan. Tujuan dari

permainan ini adalah dengan cara memasukan bola ke dalam keranjang lawan dan

mencegah lawan untuk membuat nilai (PERBASI, 1999:11).

Dalam permainan bola basket ada tiga prinsip bermain, yaitu mengoper

(passing), menembak (shooting), dan menggiring bola (dribbling). Ada unsur-

unsur teknik dalam permainan bola baket yaitu meliputi : Pembinaan kualitas fisik

pemain, penggemblengan ke arah kemampuan keterampilan penguasaan teknik

dasar permainan, penggemblengan ke arah kemampuan berbagai cara melakukan

pertahanan yang menjawab melawan berbagai macam sistem penyerangan.


27

Satu regu bola basket yang baik para pemainnya harus memiliki kekuatan,

kemampuan menguasai bola, kecepatan penguasaan keterampilan serta menuntut

keterampilan bermain, kesegaran fisik, kekuatan daya tahan dan tinggi badan.

Untuk mengkoordinir perkembangan bola basket di Indonesia, dibentuklah

organisasi yang disebut PERBASI (Persatuan Basket Ball Seluruh Indonesia)

pada tanggal 23 Oktober 1951 dengan Tonny Wen sebagai ketua dan Win

Latumeten sebagai sekretarisnya. Pada tahun 1955 kepanjangan PERBASI

diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dengan singkatan

tetap PERBASI.

2.6.2 Sarana dan Prasarana

2.6.2.1 Lapangan

Adapun kelengkapan ukuran yang dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1. Lapangan bola basket


Sumber ( PERBASI, 2004:5 )

Menurut PERBASI dalam peraturan resmi bola basket (2004:5),

lapangan permainan harus memiliki permukaan yang keras, rata dan bebas dari

halangan. Ukurannya adalah dengan panjang 28 meter dan lebar 15 meter yang
28

diukur dari sisi dalam garis batas (gambar). Federasi Nasional menyetujui ukuran

lapangan yang akan dipakai untuk kompetisi dengan ukuran lapangan minimum

adalah panjang 26 meter dan lebar 14 meter

2.6.2.2 Papan Pantul

Kedua papan pantul terbuat dari kayu keras atau bahan tembus pandang

(transparan) dengan tebal 3 cm sesuai dengan kekerasan kayu, lebarnya 1,80 m

dan tingginya 1,20 m. permukaannya rata dan bila tidak tembus pandang harus

berwarna putih. Permukaan ini ditandai sebagai berikut : di belakang ring dibuat

petak persegi panjang dengan ukuran 59 cm dan tingginya 45 cm dengan lebar

garis tepi 5 cm (Imam Sodikun 1992:83). Garis dasar berbentuk empat persegi

panjang tersebut dibuat rata dengan ring. Untuk jelasnya, bentuk papan pantul

tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2. Papan pantul


Sumber (Imam Sodikun, 1992:83)

2.6.2.3 Keranjang
Keranjang atau basket terdiri dari ring atau simpai dan jala. Simpai terbuat

dari lingkaran besi keras, garis tengahnya 45 cm. Garis tengah besi simpai
29

tersebut 20 mm dengan sedikit tambahan lengkungan besi kecil di bawah simpai

tempat memasang jala. Simpai harus dipasang kokoh pada papan pantul dan

terletak mendatar di atas. Lantai dan jarak tepi bawah simpai dengan lantai

setinggi 3,05 m. Jarak terdekat dari bagian dalam tepi simpai 15 cm dari

permukaan papan pantul.

Jala dibuat dari tambang putih teranyam dan tergantung sedemikian rupa

sehingga dapat menahan bola masuk keranjang, kemudian terus jatuh ke bawah.

Panjang jala adalah 40 cm. Untuk lebih jelasnya bentuk keranjang yang dimaksud

dapat dilihat pada gambar.

Gambar 3. Keranjang/Ring
Sumber (Imam Sodikun, 1992:83)

2.6.2.4 Bola

Bola yang digunakan adalah bola yang betul-betul bundar terbuat dari kulit,

karet, atau bahan sintetis. Kelilingnya 75-78 cm berat 600-650 gram. Bola

dipompa secukupnya sehingga kalau dijatuhkan dari ketinggian 1,80 m,

pantulanya antara 1,20–1,40 m (Imam Sodikun, 1992 : 81 – 84).


30

2.6.3 Karakteristik Permainan Bola Basket

Permainan basket adalah cabang olahraga yang mempunyai nilai-nilai

pedagogis, fisiologis dan sosiologis (Imam Sodikun 1992 : 2). Pedagogis artinya

siswa dalam bermain bola basket mentaati peraturan permainan bola basket,

sehingga dia mendapatkan pendidikan berupa jiwa sportifitas. Fisiologis artinya

dapat meningkatkan fungsi fisiologis. Gerakan-gerakan pada bola basket

merangsang kebugaran jasmani perkembangan komponen kebugaran jasmani.

Sedangkan, soiologis artinya siswa diajarkan tentang kerjasama team.

2.6.3.1 Fasilitas dan Perlengkapan

1) Lapangan

Bentuk : Persegi panjang

Ukuran : Panjang 28 m, Lebar 15 m

2) Papan Pantul

Ketebalan : 3 cm.

Lebar : 1,80 m.

Tinggi : 1,20 m.

3) Keranjang

Garis tengahnya : 45 cm.

Simpai : 20 mm.

Panjang Jala adalah : 40 cm.

4) Bola

Kelilingnya : 75-78 cm.

Berat : 600-650 gram.


31

5) Waktu Permainan : 4 x 10 menit

6) Pemain terdiri dari 2 team

Pada permainan bola basket, untuk mendapatkan gerakan efektif dan

efisien ini perlu didasarkan pada penguasaan teknik yang benar. Toto Sudarsono

mengatakan bahwa untuk menjadi pemain bola basket yang baik, harus memiliki

skill dan fundamental bermain basket yang benar (Danny Kosasih, 2008 : 98).

Teknik dasar tersebut dapat dibagi sebagai berikut :

1) Teknik melempar dan menangkap.

2) Teknik menggiring bola.

3) Teknik menembak.

4) Teknik gerakan berporos.

5) Tekniklay up shoot.

6) Merayah (Imam Sodikun, 1992 : 48).

2.7 Karakteristik Modifikasi Permainan Bola Basket

Modifikasi sendiri mengandung arti sebagai usaha mengubah sesuatu yang

sudah ada menjadi sesuatu yang baru (WJS. Poerwadarminto, 2008:825).

Sedangkan modifikasi permainan bola basket adalah permainan yang sejenis

dengan permainan bola basket pada dasarnya. Hanya saja dalam permainan ini

yang dimodifikasi antara lain bola, jumlah pemain, basket atau ring dan aturan

permainan.

Dengan adanya modifikasi permainan mampu mengatasi kurang lancarnya

pembelajaran yang dilakukan. Dengan adanya modifikasi permainan dapat

mengalihkan perhatian siswa ke arah bagaimana belajar strategi permainan, bukan


32

hanya menampilkan keterampilan secara individual. Modifikasi yang dilakukan

dapat membantu siswa untuk dapat menerima apa yang diberikan oleh guru yaitu

dengan adanya pengurangan struktur permainan. Pengurangan struktur permainan

untuk belajar permainan olahraga pada dasarnya sama dengan pengurangan

struktur belajar skill, perbedaanya pembelajaran skill ditekankan pada penguasaan

skill, sedangkan pembelajaran permainan ditekankan pada penguasaan strategi

permainan.

Berikut ini adalah perbedaan antara permainan bola basket dan permaianan

bola basket yang sudah dimodifikasi

Tabel 1.Perbedaan antara permainan bola basket dengan modifikasi


permainan bola basket dengan ring bergerak.

Permainan Modifikasi permainan


Keterangan.
bola basket. bola basket.

Pada modifikasi permainan bola


5 pemain tiap basket Salah satu pemain dari
7 pemain tiap team.
team. tiap-tiap tim memegang ring/
hulahop yang dapat bergerak.
Menggunakan Hulahop di pegang oleh salah satu
Menggunakan hulahop .
ring/basket. pemain yang dapat bergerak.

Pada modifikasi permaianan bola


Menggunakan Menggunakan bola basket
basket memakai bola basket kecil
bola basket kecil
untuk alasan keselamatan.
Waktu 4 x 10 Diharapkan pemain lebih aktif
2 x 10menit
menit dalam permainan
Pada permainan bola basket ada
Skor untuk tembakan 3 poin, 2 poin dan 1
Skor tip bola masuk
poin bola poin, akan tetapi pada modifikasi
mendapat poin 1
masuk 1,2,3 permainan bola basket tiap bola
masuk dihitung 1 poin.
33

15 m
28 m
Gambar 4.Lapangan Permainan basket dengan ring bergerak

Keterangan :

:team A : team B

: Hulahop

: Arah gerak pemegang hulahop

2.7.1 Fasilitas dan aturan permainan

1) Tempat : (1) Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang. Ukuran

panjang 28 m, lebar 15 m. (2) Jumlah keseluruhan pemain untuk masing-masing

team berjumlah 7 orang pemain. (3) Daerah sasaran tembak/ring bergerak,

menggunakan hulahop yang dipegang oleh salah satu pemain dari masing-maing

team, dan dapat bertukar/berganti posisi. (4) Daerah untuk ring bergerak adalah

lebar lapangan bola basket yaitu 15 m.

2) Peralatan : (1) Bola basket kecil. (2) Hulahop. (3) Peluit. (4) Stopwatch.

3) Lama permainan 2 x 10 menit.


34

4) Pemain terdiri dari 2 team untuk setap team terdiri dari 7 orang pemain.

5) Cara bermain : Untuk cara permainanya masih sama dengan permainan bola

basket ada umumnya, akan tetapi hal yang membedakan adalah untuk

perhitungan poin dan arah memasukkan bolanya.

2.7.2 Aspek-aspek dalam modifikasi permainan bola basket.

1) Aspek Kognitif yaitu : (1) Dengan menggunakan permainan bola basket yang

dimodifikasi maka akan menambah wawasan/pengetahuan kepada siswa

tentang cara bermain bola basket yang sesuai dengan aturan yang berlaku. (2)

Siswa dapat menjelaskan bagaimana cara bermain yang benar. (3) Siswa dapat

menyusun strategi permainan. (4) Siswa mengetahui modifikasi permainan

bola basket, salah satunya dengan menggunakan ring bergerak.

2) Aspek Afektif dalam modifikasi permainan bola basketyaitu : (1) Siswa

disiplin / mentaati peraturan bermain, (2) Kerjasama, (3) Sportif, bahwa mau

menerima, mengakui, menghargai kelemahan dan keunggulan lawan.

3) Aspek Psikomotorik yaitu : peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi,

pengalamiahan.

4) Aspek Fisik dalam modifikasi permainan bola basket yaitu : Kekuatan, Daya

tahan, Daya otot, Kecepatan, Daya lentur, Kekuatan otot lengan,

Keseimbangan, Ketepatan, Reaksi, Koordinasi.

2.8 Kerangka berpikir

Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan, yang

bertujuan untuk mengembangkan kebugaran jasmani, keterampilan gerak,

keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,


35

tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui

aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara

sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Penjasorkes termasuk salah satu upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya

yang diselenggarakan di sekolah, baik dari jenjang pendidikan dasar sampai

menengah.Materi mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di

sekolah menengah pertama meliputi : pengalaman mempraktekkan keterampilan

dasar permainan olahraga, aktivitas pengembangan, uji diri atau senam, aktivitas

ritmik, akuatik (aktivitas air), pendidikan luar kelas (outdorr) disajikan untuk

membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara

melakukan gerakan secara aman, efektif, dan efisien.

Sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum penjasorkes di SMP, siswa

diharapkan dapat mempraktekkan permainan bola basket dengan peraturan yang

telah dimodifikasi. Pada kenyataanya dalam proses pembelajaran permainan bola

basket di sekolah menengah pertama masih dikemas dengan bentuk permainan

yang tidak dimodifikasi, baik dalam hal peralatan yang penggunaanya terus

menerus tanpa adanya cara untuk mengembangkan sebuah modifikasi, peraturan

masih menggunakan aturan permainan bola basket yang sesungguhnya.

Pada akhirnya yang terjadi dari pelaksanaan pembelajaran tersebut adalah

dijumpainya anak-anak yang merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran

penjasorkes, hanya anak-anak tertentu yang aktif saat permainan dengan aturan

permainan yang sebenarnya. Anak yang aktif tersebut cenderung menampilkan

keterampilan yang dimilikinya hal ini akan mempengaruhi terhadap pembelajaran


36

yang kurang merata, karena anak yang tidak tahu peraturan permainan maka

lambat laun akan tersisihkan. Dengan adanya modifikasi permainan maka, selain

pembelajaran akan merata siswa akan mengerti untuk belajar strategi permainan

bukanya terpaku oleh permainan itu sendiri, dan pada akhirnya siswa akan mampu

bermain ke arah permainan yang sebenarnya. Selain mendapatkan keterampilan,

siswa juga mampu untuk dapat menyusun suatu strategi permainan yang diperoleh

dari pembelajaran yang sudah dimodifikasi.

Modifikasi pembelajaran permainan bola basket merupakan salah satu upaya

yang harus diwujudkan. Model pembelajaran permainan bola basket melalui ring

bergerak diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif bergerak dalam berbagai

situasi dan kondisi yang menyenangkan, ketika mengikuti pembelajaran

permainan bola basket.


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Model Pengembangan

Penelitian dan pengembangan biasanya disebut pengembangan berbasis

penelitian (research-hand development) merupakan jenis penelitian yang sedang

meningkat penggunaanya dalam pemecahan masalah praktis dalam dunia

penelitian, utamanya penelitian pendidikan dan pembelajaran. Menurut borg dan

gall seperti yang dikutip Wasis D (2004 : 4) penellitian dan pengembangan adalah

suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan atau menvalidasi produk-

produk yang digunakan dalam pendidikan pembelajaran. Pengembangan

permainan bola basket yang disesuaikan dengan keadaan atau luas lapangan yang

tersedia, serta dari jumlah pemain itu sendiri. Dan penelitian ini juga disesuaikan

dengan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya sehingga tidak subyek yang besar.

Selanjutnya disebutkan bahwa prosedur penelitian dan pengembangan pada

dasarnya terdiri dari dua tujuan utama, yaitu : (1) pengembangan produk, dan (2)

menguji keefektifan produk dan mencapai tujuan.

Ada beberapa alasan yang disampaikan dalam pengembangan model

permainan bola basket ini, yaitu: 1) untuk menghasilkan produk berupa model

modifikasi materi pembelajaran permainan bola basket yang sesuai dengan siswa

sekolah menengah pertama, 2) secara operasional bahwa model modifikasi materi

pembelajaran bola basket ini adalah alternatif media pembelajaran dalam

penjasorkes yang diseuaikan dengan karakteristik pertumbuhan dan

37
38

perkembangan siswa sekolah menengah pertama yang disusun secara sistematis

sesuai alur dan tata cara pengembangan.

Langkah yang dilakukan dalam penelitian pengembangan model

permainan bola basket ini dengan modifikasi, jumlah pemain, waktu dan sasaran

tembak adalah sebagai berikut :

1) Melakukan penelitian pendahuluan dan mengumpulkan informasi. Termasuk

observasi lapangan dan kajian pustaka.

2) Mengembangkan produk awal ( yang berupa modifikasi bola basket ) .

3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan satu ahli penjas dan satu ahli

pembelajaran, serta uji coba kelompok kecil, dengan menggunakan kuesioner

dan konsultasi serta evaluasi yang kemudian dianalisis.

4) Revisi produk pertama, revisi produk berdasarkan hasil evaluasi ahli dan uji

kelompok kecil. Revisi ini digukanan sebagai perbaikan terhadap prodak awal

yang dibuat oleh peneliti.

5) Uji coba lapangan.

6) Revisi produk akhir yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan.

7) Hasil akhir model modifikasi model permainan bola basket untuk siswa kelas

VII SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal yang dihasilkan melalui revisi uji

lapangan.

3.2 Prosedur Pengembangan

Permainan bolabasket merupakan permainan yang menggunakan bola

besar yang dimainkan dengan tangan. Bola besar dioper, di gelindingkan,

dipantulkan ke lantai dan tujuannya adalah memasukkan bola ke dalam keranjang


39

(ring) lawan. Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu (team) yang

masing-masing regu terdiri atas 5 pemain. Tujuan dari kedua regu adalah

mendapatkan angka (point) sebanyak-banyaknya dengan memasukkan bola basket

ke dalam keranjang lawan dan mencegah lawan mendapatkan angka (peraturan

resmi permainan bola basket tahun 2006 PB PERBASI).

Modifikasi peraturan permainan bola basket akan disajikan tahap-tahap

prosedur pengembangan modifikasi bola basket yang merubah peraturan.

Analisis Kebutuhan

Kajian pustaka Observasi dan Wawancara

Pembentukan produk awal

Tinjauan Ahli bola basket dan Uji coba kelompok kecil


Ahli pembelajaran 14 siswa Kelas VII SMP N I
Patean

Revisi Produk
Pertama
Uji Lapangan
Siswa Kelas VII SMP N I Patean

Revisi Produk Akhir

Produk Akhir

Gambar 5.

Prosedur Pengembangan Permainan Bola Basket Ring Bergerak


40

3.3 Uji Coba Produk


Uji coba produk penelitian ini bertujuan untuk memperoleh efektifitas,

efisiensi dan manfaat dari produk.

3.3.1 Desain Uji Coba

Dalam penelitian ini desain yang digunakan yaitu desain eksperimental, uji

coba pengembangan melalui dua tahap yaitu uji coba skala kecil dan uji coba

skala besar.

3.3.2 Subjek Uji Coba

Subjek uji coba pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Evaluasi ahli yang terdiri dari satu ahli Penjas dan satu ahli pembelajaran.

2. Uji coba skala kecil terdiri dari siswa SMP N 1 Patean kelas VII dengan

jumlah subjek 14 siswa.

3. Uji coba skala besarl terdiri dari siswa SMP N 1 Patean kelas VII dengan

jumlah subjek 146 siswa.


3.4 Cetak Biru Produk
15 m

28 m

Gambar 6. Lapangan Permainan basket dengan ring bergerak


41

Keterangan :

:team A : team B

: Hulahop

: Arah gerak pemegang hulahop

Fasilitas dan aturan permainan

6) Tempat : (1) Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang. Ukuran

panjang 28 m, lebar 15 m. (2) Jumlah keseluruhan pemain untuk masing-masing

team berjumlah 7 orang pemain. (3) Daerah sasaran tembak/ring bergerak,

menggunakan hulahop yang dipegang oleh salah satu pemain dari masing-maing

team, dan dapat bertukar/berganti posisi. (4) Daerah untuk ring bergerak adalah

lebar lapangan bola basket yaitu 15 m.

7) Peralatan : (1) Bola basket kecil. (2) Hulahop. (3) Peluit. (4) Stopwatch.

8) Lama permainan 2 x 10 menit.

9) Pemain terdiri dari 2 team untuk setap team terdiri dari 7 orang pemain

10) Cara bermain : Untuk cara permainanya masih sama dengan permainan

bola basket ada umumnya, akan tetapi hal yang membedakan adalah untuk

perhitungan poin dan arah memasukkan bolanya.

3.5 Jenis Data

Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif

diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner yang berupa kritik dan saran dari

ahli penjas dan nara sumber secara lisan maupun tulisan sebagai masukan untuk
42

bahan revisi produk. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari pengambilan

jumlah denyut nadi dan persentase kuesioner pengaruh penggunaan produk.

3.6 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih

baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah

(Suharsimi Arikunto, 2006: 160).

Instrumen yang digunakan dalam pengembangan produk menggunakan

angket dan kuesioner. Angket digunakan untuk menjaring informasi secara

sistematis dari ahli penjas dan pakar pembelajaran. Sedangkan kuesioner

digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Alasan memilih kuesioner

adalah jumlah subjek yang relatif banyak.

Kuesioner yang digunakan untuk ahli berupa sejumlah aspek yang harus

dinilai kelayakannya. Faktor yang digunakan dalam kuesioner berupa kualitas

model permainan bola basket dengan ring bergerak, serta komentar dan saran

umum jika ada. Rentangan evaluasi mulai dari “tidak baik” sampai dengan

“sangat baik” dengan cara dengan memberi tanda ″√″ pada kolom yang tersedia.

Berikut ini adalah faktor, indikator, dan jumlah butir kuesioner yang akan

digunakan pada kuesioner ahli :

Tabel 2.
Faktor, Indikator, dan Jumlah Butir Kuesioner Ahli

No. Faktor Indikator Jumlah


1 Kualitas Kualitas produk terhadap standar 15
Model kompetensi, keaktifan siswa, dan kelayakan
untuk diajarkan pada siswa SMP
43

Kuesioner yang digunakan siswa berupa sejumlah pertanyaan, yang harus

dijawab oleh siswa dengan alternatif jawaban ”Ya” dan ”Tidak”. Faktor yang

digunakan dalam kuesioner meliputi aspek psikomotor, kognitif, afektif. Cara

pemberian skor pada alternatif jawaban adalah sebagai berikut:

Tabel 3.
Skor Jawaban Kuesioner ”Ya” dan ”Tidak”.

Alternatif Jawaban Positif Negatif

Ya 1 0
Tidak 0 1

Berikut ini adalah faktor-faktor, indikator, dan jumlah butir kuesioner yang

akan digunakan pada siswa :

Tabel 4.
Faktor, Indikator, dan Jumlah Butir Kuesioner Siswa

No. Indikator Jumlah


1 Kemampuan siswa mempraktekkan variasi gerak 10
dalam bermain model permainan bola basket.
2 Kemampuan siswa memahami peraturan dan 10
pengetahuan tentang model permainan bola basket.
3 Menampilkan sikap dalam bermain model 10
permainan bola basket, serta nilai kerjasama,
sportifitas, dan kejujuran.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini

adalah menggunakan teknik analisis deskriptif berbentuk presentase. Sedangkan

data yang berupa saran dan alasan memilih jawaban dianalisis menggunakan

teknik analisis kualitatif.


44

Dalam pengolahan data, presentase diperoleh dengan rumus dari

Muhamad Ali (1987:184) yaitu :

Keterangan :

NP = Nilai dalam %

n = Adalah nilai yang diperoleh

N = Jumlah seluruh nilai/jumlah seluruh data

100% = Konstanta

Dari hasil presentase yang diperoleh kemudian diklasifiksaikan untuk

memperoleh kesimpulan data. Pada tabel akan disajikan klasifikasi presentase.

Tabel 5.
Klasifikasi Presentase

Presentase Klasifikasi Makna

0 – 20% Tidak Baik Dibuang

20,1 – 40% Kurang Baik Diperbaiki

40,1 – 70% Cukup Baik Digunakan (bersyarat)

70,1 – 90% Baik Digunakan

90,1 – 100% Sangat Baik Digunakan

Sumber Faqih (dalam Martin, 2010:56)


BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN

4.1 Penyajian Data Uji Coba Skala Kecil

Setelah produk model pengembangan pembelajaran penjasorkes melalui

modifikasi permaian bola basket dengan ring bergerak divalidasi oleh ahli

penjasorkes dan ahli pembelajaran, maka pada tanggal 03 April 2012 produk ini

diuji cobakan kepada siswa SMP N 1 Patean. Kelas VII SMP Negeri 1 Patean

berjumlah 5 kelas. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa putra kelas VII

SMP Negeri 1 Patean yang berjumlah 14 siswa. Pengambilan sampel secara

acak/random.

Uji coba kelompok kecil ini juga bertujuan untuk mengetahui tanggapan awal

dari produk yang dikembangkan. Data uji coba kelompok kecil dihimpun dengan

menggunakan kuesioner.

Produk awal pengembangan model pembelajaran melalui modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak bagi siswa SMP sebelum diuji

cobakan dalam uji kelompok kecil perlu dilakukan validasi ahli yang sesuai

dengan bidang penelitian ini. Untuk memvalidasi produk yang dihasilkan, peneliti

melibatkan ahli penjasorkes, (Aris Mulyono S.Pd, M.Pd.), dan ahli pembelajaran

(Sulastri).

Validasi dilakukan dengan cara memberikan draf produk awal model

permainan bola basket dengan ring bergerak, disertai lembar evaluasi ahli dan

guru penjas SMP. Data yang diperoleh dari pengisisan kuesioner oleh para ahli,

merupakan pedoman untuk menyatakan apakah produk model permainan bola

45
46

basket dengan ring bergerak dapat digunakan untuk uji coba skala kecil dan uji

coba lapangan. Berikut ini adalah hasil pengisian kuesioner dari ahli penjas dan

ahli pembelajaran.

Tabel 6. Hasil Pengisian Kuesioner Ahli Penjas dan Ahli Pembelajaran

Skor penilaian ahli


penjas dan ahli
No. Aspek yang dinilai
pembelajaran
A B
1. Kesesuaian dengan kompetensi dasar. 4 4
2. Kejelasan petunjuk permainan 4 4
Ketepatan memilih bentuk/model permainan bagi
3. 4 4
siswa.
4. Kesesuaian alat dan fasilitas yang digunakan. 4 4
Kesesuaian bentuk/model permainan untuk
5. 4 4
dimainkan siswa.
Kesesuaian bentuk/model permainan dengan
6. 4 4
karakteristik siswa.
7. Mendorong perkembangan aspek fisik/jasmani siswa. 4 4
8. Mendorong perkembangan aspek kognitif siswa. 4 4
9. Mendorong perkembangan aspek psikomotor siswa. 4 5
10. Mendorong perkembangan afektif siswa. 4 4
11. Dapat dimainkan siswa putra maupun putri. 4 4
Dapat dimainkan siswa yang terampil maupun tidak
12. 4 4
terampil.
13. Mendorong siswa aktif bergerak. 4 4
Meningkatkan minat dan motivasi siswa
14. berpartisipasi dalam pembelajaran permainan bola 5 5
basket.
Aman untuk diterapkan dalam pembelajaran
15. 5 5
permainan bola basket.
Jumlah skor 62 63
Rata-rata 4,13 4,2
Persentase rata-rata 82,6 % 84 %

Berdasarkan hasil pengisian kuesioner yang dilakukan ahli penjasorkes

dan ahli pembelajaran didapatkan rata-rata 4 atau masuk dalam kategori “Baik”

itu dapat disimpulkan bahwa model modifikasi permainan bola basket dengan ring
47

bergerak bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat digunakan sebagai

uji coba skala kecil.

4.2 Hasil Analisis Data Uji Coba Skala Kecil

Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi berbagai

permasalahan seperti kelemahan, kekurangan, ataupun keefektifan produk saat

digunakan oleh siswa. Selain itu bertujuan untuk mengetahui peningkatan denyut

nadi sebelum dan sesudah mempraktekkan permainan bola basket dengan ring

bergerak.

Berdasarkan data yang diperoleh dalam uji kelompok kecil. Siswa cenderung

aktif bergerak dalam melakukan permainan bola basket dengan ring bergerak.

Dengan melihat tabel denyut nadi pada saat uji produk skala kecil.

Tabel 7. Pengukuran denyut nadi uji skala kecil

Frekwensi denyut nadi Jumlah siswa sebelum Jumlah siswa sesudah


(kali/menit) aktifitas aktifitas
61-70 3 -
71-80 8 -
81-90 3 -
91-100 - -
101-110 - -
111-120 - 4
121-130 - 2
131-140 - 3
141-150 - 5
Sumber: Hasil penelitian uji skala kecil

Berdasarkan analisis uji coba kelompok kecil yang diperoleh melalui

kuesioner dapat disimpulkan sebagai berikut :


48

1) Aspek siswa mengetahui tentang teknik dasar permainan bola basket didapat

persentase 100%. Karena sebagian besar siswa mampu melakukan dasar

permainan. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

2) Aspek siswa mempraktekkan teknik dasar modifikasi permainan

pembelajaran bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 78,57%.

Karena sebagian besar siswa mampu melakukan dasar permainan.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik

sehingga aspek ini dapat digunakan.

3) Aspek siswa mengetahui modifikasi permainan bola basket dapat dilakukan

dengan sarana prasarana yang sederhana didapat persentase 100%. Karena

sebagian besar siswa mengetahui permainan modifikasi ini. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga

aspek ini dapat digunakan.

4) Aspek siswa perlu melakukan pemanasan sebelum bermain bola basket

dengan ring bergerak didapat persentase 100%. Karena siswa sungguh-

sungguh melakukan pemanasan. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

5) Aspek siswa mengetahui jumlah pemain bola basket dengan ring bergerak

didapat persentase 85,71%. Karena siswa melakukannaya sesuai dengan

aturannya. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.


49

6) Aspek siswa mengetahui mengetahui jenis bola yang digunakan pada

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 64,29%.

Kebanyakan siswa mengetahui jenis bola yang digunakan. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria cukup sehingga aspek

ini dapat digunakan.

7) Aspek siswa dalam mengetahui berapa lama waktu pertandingan permainan

bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 71,43%. Rata-rata siswa

sudah mengetahui lama waktu bermainnya. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

8) Aspek siswa dapat menjelaskan permainan bola basket melalui modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 85,71%.

Siswa sudah bisa menjelaskan dengan temannya. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

9) Aspek siswa dapat menjelaskan permainan bola basket melalui modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 100%. Siswa

sudah bisa menjelaskan dengan temannya. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

10) Aspek siswa dalam denyut nadi mengalami perubahan setelah melakukan

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 64,29%.

Siswa yang melakukan akan mengalami perubahan denyut nadi. Berdasarkan


50

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria cukup sehingga aspek

ini dapat digunakan.

11) Aspek siswa mengetahui tujuan dari permainan bola basket dengan ring

bergerak didapat persentase 64,29%. Siswa sudah bisa mengerti tujuan dari

permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria cukup sehingga aspek ini dapat digunakan.

12) Aspek siswa menyusun strategi penyerangan melalui modifikasi permaianan

bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 85,71%. Siswa bisa

mengkondisikan berada diposisi sebelah mana. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka aspek memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

13) Aspek siswa bisa dalam memainkan model permainan bola basket dengan

ring bergerak didapat persentase 92,86%. Siswa sudah bisa memainkan

model ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

14) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak, kamu

mudah untuk mengoper bola didapat persentase 71,43%. Sebagian siswa

sudah bisa mengoperkan bola ke kawannya. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

15) Aspek siswa dalam menggiring / mendriblle bola didapat persentase 100%.

Kebanyakan siswa sudah bisa melakukan itu semua. Berdasarkan kriteria

yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek

ini dapat digunakan.


51

16) Aspek siswa merasa kesulitan menjadi penjaga hullahup dalam permainan ini

didapat persentase 85,71%. Rata-rata sudah bisa untuk menjadi penjaga

hullahop. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

17) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak, mudah

untuk mencetak gol didapat persentase 85,71%. Rata-rata sudah bisa

mencetak gol. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

18) Aspek siswa dapat melakukan shooting dalam permainan bola basket melalui

ring bergerak didapat persentase 78,57%. Siswa sudah bisa melakukan

shooting. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

19) Aspek siswa mengetahui cara bermaian bola basket dengan ring bergerak ini

lebih mudah dari permainan bola basket biasa didapat persentase 85,71%.

Rata-rata siswa sudah bisa bermain permainan ini. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

20) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

membuat lebih aktif bergerak didapat persentase 71,43%. Rata-rata anak

senang mermainkan permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

21) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak sangat

menyenangkan setelah dilakukan didapat persentase 78,57%. Rata-rata anak


52

sangat menikmati permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

22) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

meningkatkan sportifitas didapat persentase 64,29%. Rata-rata siswa sudah

bisa bermain sportif. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka

memenuhi kriteria cukup sehingga aspek ini dapat digunakan.

23) Aspek siswa setelah melakukan permainan bola basket dengan ring bergerak,

merasa dapat meningkatkan kesehatan didapat persentase 85,71%. Sangat

bisa untuk meningkatkan kesehatan. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

24) Aspek siswa akan mentaati peraturan bola basket dengan ring bergerak

didapat persentase 85,71%. Siswa sudah bisa menaati peraturan yang ada.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik

sehingga aspek ini dapat digunakan.

25) Aspek siswa setiap pemain harus mentaati peratuaran bola basket dengan ring

bergerak didapat persentase 92,86%. Siswa harus mentaati peraturan yang

ada. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

26) Aspek siswa bisa bekerjasama dengan teman satu tim atau regu ketika kamu

bermain bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 85,71%. Siswa

sudah bisa bekerjasama dengan teman satu teamnya. Berdasarkan kriteria

yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.
53

27) Aspek siswa dalam bermain bola basket dengan ring bergerak dibutuhkan

kerja sama untuk memenangkan pertandingan didapat persentase 100%.

Siswa sangat bekerja sama dalam permainan ini. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini

dapat digunakan..

28) Aspek siswa dalam menentang keputusan yang diberikan oleh wasit didapat

persentase 85,71%. Siswa sudah tau baigaimana peraturan permainanan dan

keputusan wasit. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

29) Aspek siswa menerima keunggulan tim lawan didapat persentase 100%.

Siswa sudah bisa menerima kekalahan dan kemenangan lawan. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga

aspek ini dapat digunakan.

30) Aspek siswa bersedia bermain bola basket dengan ring bergerak didapat

persentase 85,71%. Siswa sangat antusias mau bermain permainan ini.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik

sehingga aspek ini dapat digunakan.

4.3 Revisi Produk

Pengertian permainan bola basket dengan ring bergerak

Permainan bola basket dengan ring bergerak merupakan permainan yang

memiliki ring (basket) yang dapat bergerak, dengan arah gerakan ke kanan dan

kiri di daerah batas garis akhir dan garis samping kedua sisi lapangan. Masing-

masing tim terdiri dari 7 orang, dimana salah satu orang dari masing-maing tim
54

bertugas sebagai pemegang ring berupa hulahop, sedangkan 6 orang lainya

bersiap memainkan bola untuk dapat mencetak angka (poin). Aturan yang

digunakan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak ini hampir sama

dengan peraturan yang ada pada permainan bola basket yang sebenarnya. Namun

ada beberapa peraturan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa yang disesuaikan

dengan kondisi yang ada di lapangan.

Permulaan permainan dimulai seperti permainan bola basket sebenarnya,

dimana jump ball dilakukan oleh dua orang pemain yang saling berhadapan , dan

pemain yang lain berada di luar lingkaran tengah lapangan. Pada permainan ini

setiap tim mendapat kesempatan untuk mencetak angka (poin) ke daerah

pertahanan lawan dengan memasukkan bola ke ring yang di pegang oleh teman

satu teamnya. Tim yang dapat memasukan bola ke ring mendapat nilai/poin 1.

Team yang mendapat jumlah total nilai terbanyak dari hasil memasukkan bola

selama 2 x 10 menit, maka tim itulah yang menjadi pemenangnya.

Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak

Berikut adalah peraturan-peraturan dalam permainan bola basket dengan

ring bergerak. Peraturan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak terdiri

dari beberapa hal antara lain :

1) Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak

1) Bola dapat dilempar ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau

kedua tangan.

2) Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau

kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul dengan kepalan tangan.


55

3) Pemain tidak boleh berlari sambil memegang bola, bola harus

dipantulkan/dribble jika ingin membawa bola.

4) Bola harus dipegang dengan telapak tangan, tidak diperbolehkan

memegang bola dengan lengan.

5) Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong,

memukul, atau menjegal pemain lawan dengan berbagai cara. Jika

pemain melakukan pelanggaran diperingatkan.

6) Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan masuk ke dalam ring/hulahop.

2) Penjaga hullalup

1) Tidak boleh melewati garis luar lapangan.

2) Penjaga boleh berlari ke kanan ataupun ke kiri secara mobile.

3) Hullahup berada di atas kepala dan boleh digerakkan ke kanan atau ke kiri

dengan cara memiringkan badan.

3) Wasit

1) Permainan bola basket dengan ring bergerak dipimpin oleh satu orang

wasit.

2) Wasit mempunyai wewenang untuk mengawasi jalanya permainan.

3) Wasit berada di garis samping lapangan.

4) Cara mencetak Poin/angka

1) Angka/poin yang dicetak jika bola dapat masuk ke ring/hulahop.

2) Bola yang masuk mendapatkan poin 1.

3) Team yang mencetak angka/poin terbanyak selama pertandingan 2 x 10

menit menjadi pemenang pertandingan.


56

4) Jika terjadi imbang maka dilakukan dengan adu pinalti.

5) Hukuman Pinalti

1) Pemain yang melakukan pelanggaran di area batas penjagaan ring akan

mendapatkan pinalti.

2) Tembakan pinalti dilakukan dari setengah lingkaran lapangan.

6) Lemparan ke dalam

1) Lemparan ke dalam dilakukan jika seluruh bola telah melewati garis

samping, maupun garis akhir lapangan baik menggelinding di atas

lapangan maupun melayang di udara.

2) Saat melakukan lemparan ke dalam tidak boleh menyentuh garis.

7) Pihak yang memasukkan gol terbanyak menjadi pemenangnya.

4.4 Penyajian Data Hasil Uji Coba Skala Besar

Data yang diperoleh dari pengisisan kuesioner oleh para ahli, merupakan

pedoman untuk menyatakan apakah produk model permainan bola basket dengan

ring bergerak dapat digunakan untuk uji coba skala kecil dan uji coba lapangan.

Berikut ini adalah hasil pengisian kuesioner dari ahli penjas dan ahli

pembelajaran.

Data uji coba lapangan dihimpun dengan menggunakan pengukuran denyut

nadi dan kuesioner.

Tabel 8. Pengukuran denyut nadi uji lapangan

Frekwensi denyut nadi Jumlah siswa sebelum Jumlah siswa sesudah


57

(kali/menit) aktifitas aktifitas


61-70 48 -
71-80 80 -
81-90 24 -
91-100 - -
101-110 - 6
111-120 - 61
121-130 - 22
131-140 - 25
141-150 - 30
Jumlah 146 146
Sumber: Hasil penelitian uji lapangan

Berdasarkan data hasil uji lapangan didapat rata-rata persentase pilihan

jawaban yang sesuai 90,02%. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka

permainan bola basket dengan ring bergerak telah memenuhi kriteria sangat baik

sehingga dapat digunakan untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Patean.

Berdasarkan tabel analisis data pada lampiran hasil uji coba lapangan yang

diperoleh melalui kuesioner dapat disimpulkan sebagai berikut :

1) Aspek siswa mengetahui tentang teknik dasar permainan bola basket didapat

persentase 93,15%. Karena sebagian besar siswa mampu melakukan dasar

permainan. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

2) Aspek siswa mempraktekkan teknik dasar modifikasi permainan

pembelajaran bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 81,51%.

Karena sebagian besar siswa mampu melakukan dasar permainan.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik

sehingga aspek ini dapat digunakan.


58

3) Aspek siswa mengetahui modifikasi permainan bola basket dapat dilakukan

dengan sarana prasarana yang sederhana didapat persentase 90,41%. Karena

sebagian besar siswa mengetahui permainan modifikasi ini. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga

aspek ini dapat digunakan.

4) Aspek siswa perlu malakukan pemanasan sebelum bermain bola basket

dengan ring bergerak didapat persentase 88,36%. Karena siswa sungguh-

sungguh melakukan pemanasan Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

5) Aspek siswa mengetahui jumlah pemain bola basket dengan ring bergerak

didapat persentase 91,78%. Karena siswa melakukannaya sesuai dengan

aturannya. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

6) Aspek siswa mengetahui mengetahui jenis bola yang digunakan pada

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 82,88%.

Kebanyakan siswa mengetahui jenis bola yang digunakan Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek

ini dapat digunakan.

7) Aspek siswa dalam mengetahui berapa lama waktu pertandingan permainan

bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 90,41%. Rata-rata siswa

sudah mengetahui lama waktu bermainnya.Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.
59

8) Aspek siswa dapat menjelaskan permainan bola basket melalui modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 91,78%.

Siswa sudah bisa menjelaskan dengan temannya. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini

dapat digunakan.

9) Aspek siswa dapat menjelaskan permainan bola basket melalui modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 82,19%.

Siswa sudah bisa menjelaskan dengan temannya Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

10) Aspek siswa dalam denyut nadi mengalami perubahan setelah melakukan

permainan bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 90,41%.

Siswa yang melakukan akan mengalami perubahan denyut nadi. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga

aspek ini dapat digunakan.

11) Aspek siswa mengetahui tujuan dari permainan bola basket dengan ring

bergerak didapat persentase 91,78%. Siswa sudah bisa mengerti tujuan dari

permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

12) Aspek siswa dalam permainan bola basket ring bergerak dapat menyerang

pertahanan lawan didapat persentase 90,41%. Siswa bisa mengkondisikan

berada diposisi sebelah mana. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan


60

maka aspek memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

13) Aspek siswa bisa dalam memainkan model permainan bola basket dengan

ring bergerak didapat persentase 90,41%. Siswa sudah bisa memainkan

model ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

14) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak, kamu

mudah untuk mengoper bola didapat persentase 73,97%. Sebagian siswa

sudah bisa mengoperkan bola ke kawannya. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

15) Aspek siswa dalam menggiring / mendriblle bola didapat persentase 92,47%.

Kebanyakan siswa sudah bisa melakukan itu semua. Berdasarkan kriteria

yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek

ini dapat digunakan.

16) Aspek siswa merasa kesulitan menjadi penjaga hullahup dalam permainan ini

didapat persentase 89,04%. Rata-rata sudah bisa untuk menjadi penjaga

hullahop. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

17) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak, mudah

untuk mencetak gol didapat persentase 93,89%. Rata-rata sudah bisa

mencetak gol. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.


61

18) Aspek siswa dapat melakukan shooting dalam permainan bola basket melalui

ring bergerak didapat persentase 90,41%. Siswa sudah bisa melakukan

shooting. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

19) Aspek siswa mengetahui cara bermaian bola basket dengan ring bergerak ini

lebih mudah dari permainan bola basket biasa didapat persentase 93,84%.

Rata-rata siswa sudah bisa bermain permainan ini. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini

dapat digunakan.

20) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

membuat lebih aktif bergerak didapat persentase 93,84%. Rata-rata anak

senang mermainkan permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

21) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak sangat

menyenangkan setelah dilakukan didapat persentase 86,99%. Rata-rata anak

sangat menikmati permainan ini. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

maka memenuhi kriteria baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

22) Aspek siswa dalam permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

meningkatkan sportifitas didapat persentase 95,89%. Rata-rata siswa sudah

bisa bermain sportif. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka

memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

23) Aspek siswa setelah melakukan permainan bola basket dengan ring bergerak,

merasa dapat meningkatkan kesehatan didapat persentase 96,58%. Sangat


62

bisa untuk meningkatkan kesehatan. Berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat

digunakan.

24) Aspek siswa akan mentaati peraturan bola basket dengan ring bergerak

didapat persentase 93,84%. Siswa sudah bisa menaati peraturan yang ada.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat

baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

25) Aspek siswa setiap pemain harus mentaati peratuaran bola basket dengan ring

bergerak didapat persentase 92,47%. Siswa harus mentaati peraturan yang

ada. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria

sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

26) Aspek siswa bisa bekerjasama dengan teman satu tim atau regu ketika kamu

bermain bola basket dengan ring bergerak didapat persentase 90,41%. Siswa

sudah bisa bekerjasama dengan teman satu teamnya. Berdasarkan kriteria

yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek

ini dapat digunakan.

27) Aspek siswa dalam bermain bola basket dengan ring bergerak dibutuhkan

kerja sama untuk memenangkan pertandingan didapat persentase 96,58%.

Siswa sangat bekerja sama dalam permainan ini. Berdasarkan kriteria yang

telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga aspek ini

dapat digunakan..

28) Aspek siswa dalam menentang keputusan yang diberikan oleh wasit didapat

persentase 96,58%. Siswa sudah tau baigaimana peraturan permainanan dan


63

keputusan wasit. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi

kriteria sangat baik sehingga aspek ini dapat digunakan.

29) Aspek siswa menerima keunggulan tim lawan didapat persentase 94,52%.

Siswa sudah bisa menerima kekalahan dan kemenangan lawan. Berdasarkan

kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria sangat baik sehingga

aspek ini dapat digunakan.

30) Aspek siswa bersedia bermain bola basket dengan ring bergerak didapat

persentase 73,97%. Siswa sangat antusias mau bermain permainan ini

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka memenuhi kriteria baik

sehingga aspek ini dapat digunakan.

4.5 Hasil Analisis Data Uji Coba Skala Besar

Berdasarkan data pada tabel kuesioner pada uji coba skala besar yang

diadakan pada tanggal 17 April 2012 didapat rata-rata persentase pilihan jawaban

yang sesuai 90,02 %. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka permainan

bola basket dengan ring bergerak ini telah memenuhi kriteria sangat baik

sehingga dapat digunakan untuk siswa SMP N 1 Patean kelas VII. Berdasarkan

tabel analisis data hasil uji coba skala besar yang diperoleh melalui kuesioner

dapat disimpulkan sebagai berikut :

Hasil analisis data uji coba skala besar didapat persentase pilihan jawaban

yang sesuai 90,02 %. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka model

pengembangan permainan bola basket dengan ring bergerakini telah memenuhi

kriteria sangat baik, sehingga dari uji coba skala besar model ini dapat digunakan

bagi siswa SMP N 1 Patean kelas VII. Faktor yang menjadikan model ini dapat
64

diterima siswa kelas SMP N 1 Patean kelas VII adalah dari semua aspek yang

diuji coba yang ada, lebih dari 90 % siswa dapat mempraktikan dengan baik. Baik

dari pemahaman peraturan permainan, penerapan sikap dalam kegiatan permainan

bola basket dengan ring bergerak yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan

perkembangan. Secara keseluruhan model bola basket dengan ring bergerak ini

dapat diterima siswa SMP dengan baik, sehingga uji coba skala besar model ini

dapat digunakan bagi siswa SMP N 1 Patean kelas VII.

4.6 Prototipe Produk

Pengertian permainan bola basket dengan ring bergerak

Permainan bola basket dengan ring bergerak merupakan permainan yang

memiliki ring (basket) yang dapat bergerak, dengan arah gerakan ke kanan dan

kiri di daerah batas garis akhir dan garis samping kedua sisi lapangan. Masing-

masing tim terdiri dari 7 orang, dimana salah satu orang dari masing-maing tim

bertugas sebagai pemegang ring berupa hulahop, sedangkan 6 orang lainya

bersiap memainkan bola untuk dapat mencetak angka (poin). Aturan yang

digunakan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak ini hampir sama

dengan peraturan yang ada pada permainan bola basket yang sebenarnya. Namun

ada beberapa peraturan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa yang disesuaikan

dengan kondisi yang ada di lapangan.

Permulaan permainan dimulai seperti permainan bola basket sebenarnya,

dimana jump ball dilakukan oleh dua orang pemain yang saling berhadapan , dan

pemain yang lain berada di luar lingkaran tengah lapangan. Pada permainan ini

setiap tim mendapat kesempatan untuk mencetak angka (poin) ke daerah


65

pertahanan lawan dengan memasukkan bola ke ring yang di pegang oleh teman

satu teamnya. Tim yang dapat memasukan bola ke ring mendapat nilai/poin 1.

Team yang mendapat jumlah total nilai terbanyak dari hasil memasukkan bola

selama 2 x 10 menit, maka tim itulah yang menjadi pemenangnya.

4.6.1 Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak

Berikut adalah peraturan-peraturan dalam permainan bola basket dengan

ring bergerak. Peraturan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak terdiri

dari beberapa hal antara lain :

1) Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak

1) Bola dapat dilempar ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau

kedua tangan.

2) Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau

kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul dengan kepalan tangan.

3) Pemain tidak boleh berlari sambil memegang bola, bola harus

dipantulkan/dribble jika ingin membawa bola.

4) Bola harus dipegang dengan telapak tangan, tidak diperbolehkan

memegang bola dengan lengan.

5) Tidak ada tembakan 3 poin ataupun tembakan 2 poin semuanya mendapat

1 poin.

6) Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong,

memukul, atau menjegal pemain lawan dengan berbagai cara. Jika

pemain melakukan pelanggaran diperingatkan.

7) Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan masuk ke dalam ring/hulahop.


66

2) Penjaga hullalup

1) Tidak boleh melewati garis luar lapangan.

2) Penjaga boleh berlari ke kanan atau ke kiri secara mobile.

3) Hullahup berada di atas kepala dan boleh di gerakkan ke kanan atau ke

kiri dengan memiringkan badan.

3) Wasit

1) Permainan bola basket dengan ring bergerak dipimpin oleh satu orang

wasit.

2) Wasit mempunyai wewenang untuk mengawasi jalanya permainan.

3) Wasit berada di garis samping lapangan.

4) Cara mencetak Poin/angka

1) Angka/poin yang dicetak jika bola dapat masuk ke ring/hulahop.

2) Bola yang masuk mendapatkan poin 1.

3) Team yang mencetak angka/poin terbanyak selama pertandingan 2 x 10

menit menjadi pemenang pertandingan.

4) Jika terjadi imbang maka dilakukan dengan adu pinalti.

5) Hukuman Pinalti

1) Pemain yang melakukan pelanggaran di area batas penjagaan ring akan

mendapatkan pinalti.

2) Tembakan pinalti dilakukan dari setengah lingkaran lapangan.

6) Lemparan ke dalam
1) Lemparan ke dalam dilakukan jika seluruh bola telah melewati garis

samping, maupun garis akhir lapangan baik menggelinding di atas

lapangan maupun melayang di udara.


67

2) Saat melakukan lemparan ke dalam tidak boleh menyentuh garis.

7) Pihak yang memasukkan gol terbanyak menjadi pemenangnya.

Kelebihan dari model permainan ini adalah :

1) Ada strategi yang digunakan untuk mendapatkan skor.

2) Siswa lebih aktif dalam bergerak.

3) Siswa mampu mengetahui model permainan yang dimodifikasi.

4) Masih menggunakan lapangan yang sebenarnya.

5) Jumlah pemain yang lebih akan membantu mendapatkan skor.

Kelemahan dari model permainan ini adalah

1) Siswa tidak bisa mengatur posisi masing-masing.

2) Siswa cenderung bergerombol.

3) Penjaga hullahup kurang konsentrasi.


BAB V
KAJIAN DAN SARAN

5.1 Kajian

Hasil akhir dari kegiatan penelitian pengembangan ini adalah produk

model modifikasi permaianan bola basket dengan ring bergerak, berdasarkan data

pada uji coba skala kecil (N=14) dan uji coba lapangan (N=146).

Berdasarkan data hasil uji coba dan pengamatan selama penelitian maka

dilakukan beberapa revisi meliputi :

5.1.1 Bola

Bola yang digunakan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak

adalah bola tangan karena untuk segi keamanan dan bola ini ringan sehingga anak

akan dengan mudah untuk mengoper kepada temannya. Karena dalam modifikasi

mampu membuat siswa menjadi senang dan tidak cenderung membosankan.

5.1.2 Hulahop

Hulahop yang digunakan menggunakan hulahop yang berukuran kecil

disesuaikan dengan keadaan di lapangan untuk siswa SMP.

Berdasarkan analisa hasil penelitian dan pembahasan dalam skripsi ini,

maka dapat disimpulkan bahwa :

1) Produk model modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

dipraktekkan kepada subjek uji coba. Hal itu berdasarkan hasil analisis data

dari evaluasi ahli penjas didapat rata-rata presentase 82,6%, hasil analisis data

dari evaluasi ahli pembelajaran didapat rata-rata presentase 84%. Berdasarkan

68
69

kriteria yang telah ditetapkan maka produk modifikasi permainan bola basket

dengan ring bergerak ini telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga

digunakan untuk siswa SMP Negeri I Patean.

2) Produk model modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak sudah

dapat digunakan bagi siswa SMP Negeri I Patean. Hal ini berdasarkan hasil

analisis data uji coba skala kecil didapat rata-rata presentase 84,54% dan hasil

analisis data uji coba lapangan didapat rata-rata presentase pilihan jawaban

yang sesuai 90,02%. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka

modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak telah memenuhi

kriteria sangat baik sehingga dapat digunakan untuk siswa SMP N I Patean.

3) Produk Pembelajaran melalui modifikasi permainan bola basket dengan ring

bergerak dapat meningkatkan aktifitas gerak siswa, hal ini dapat dilihat dari

hasil kenaikan denyut nadi siswa setelah melakukan aktifitas modifikasi

permainan bola basket dengan ring bergerak.

5.2 Saran

5.2.1 Modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak sebagai produk

yang telah dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif

penyampaian materi pembelajaran permainan bola basket untuk siswa

SMP Negeri I Patean.

5.2.2 Penggunaan model ini dilaksanakan seperti apa yang direncanakan

sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan

pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.


70

5.2.3 Modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak dapat

memudahkan siswa bermain bola basket karena telah dimodifikasi

sedemikian rupa.

5.2.4 Bagi guru penjasorkes di SMP diharapkan dapat mengembangkan model-

model permainan bola basket yang lebih menarik untuk dapat menjadikan

siswanya lebih bergerak aktif dalam pembelajaran penjasorkes.

Beberapa acuan yang perlu diperhatikan oleh pembaca adalah sebagai

berikut :

1) Penggunaan modifikasi permainan ini harus memperhatikan faktor keamanan

dan keselamatan siswa karena dalam permainan bola basket dengan ring

bergerak menggunakan ring berupa hulahop yang dipegang oleh salah satu

pemain dari masing-masing team.

2) Faktor keamanan siswa yang lainya adalah dengan cara mengganti bola yang

digunakan yaitu dengan bola tangan yang cenderung lebih ringan dengan

permukaan yang halus.


DAFTAR PUSTAKA

Abdulkadir Ateng. 1992. Azas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Depdikbud

Adang Suherman. 2000. Dasar-dasar Penjaskes. Jakarta : Depdiknas.

Amung Ma’mun dan M. Saputra, Yudha. 2000. Perkembangan Gerak dan Belajar
Gerak. Jakarta: Depdiknas.

Bahagia dan Suherman. 2000: 12-16. Permainan Cabang Olahraga.

Husdarta dan M. Saputra Yudha. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:


Depdiknas.

Jewwet, Ennis dan Bain dalam Martin Sudarmono. 2010. Materi Penjasorkes
SMP. Jakarta : Depdiknas

Imam Sodikun. 1991. Olahraga Pilihan Bola Basket. Jakarta: Depdiknas.

Keven. A. Prusak. 2007. Permainan Bola Basket. Klaten: Citra Aji Prama.

Martin Sudarmono, 2001. “Skripsi Pengembangan Model Pembelajaran


Sepakbola Melalui Permainan Sepakbola Gawang Ganda Bagi Siswa SMP di
Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2009/2010”. Semarang:
UNNES Semarang.

Moh. Ali.1987. Penelitian Kependidikan Prosedur Dan Strategi. Bandung: Offset


Angka.

Nuril Ahmadi. 2007. Permainan Bola Basket. Surakarta: Era Intermedia.

Poerwodarminto. 2003. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Rusli Lutan dan Adang Suherman. 2000. Perencanaan Pembelajaran Penjas.


Jakarta: Depdiknas.

Soegiyanto dan Sodjarwo. 1993. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta :


Depdikbud

Suharsimi, Arikunto.2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyanto dan Sudjarwo. 1991. Perkembangan Motorik. Jakarta: Depdiknas.


……………………….. ,1993. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta:
Depdiknas.

Tim Penyusun. 2011. Panduan Penyusunan Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu


Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

71
72

Lampiran 1
73

Lampiran 2
74

Lampiran 3
75
76

Lampiran 4
77

Lampiran 5
78

Lampiran 6

LEMBAR EVALUASI UNTUK AHLI


EVALUASI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERMAINAN BOLA BASKET DALAM PENJASORKES PADA SISWA

SMP NEGERI I PATEAN KABUPATEN KENDAL

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Materi pokok : Permainan Bola Basket

Sasaran Program : Siswa Sekolah Menengah Pertama

Evaluator :

Tanggal :

Lembar evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu,


sebagai ahli Pendidikan Jasmani terhadap model permainan bola tangan yang
efektif dan efisien untuk proses pembelajaran Penjasorkes bagi siswa usia dini
yang kami modifikasi. Sehubungan dengan hal tersebut kami berharap kesediaan
Bapak/Ibu untuk memberikan respon pada setiap pertanyaan sesuai dengan
petunjuk dibawah ini.

Petunjuk :

1. Lembar evaluasi ini diisi oleh ahli Penjas.


2. Evaluasi mencakup aspek bentuk/model permainan, komentar dan saran
umum, serta kesimpulan.
3. Rentangan evaluasi mulai dari “tidak baik” sampai dengan “sangat baik”
dengan cara member tanda “ ” pada kolom yang tersedia.

Keterangan :

1 : tidak baik
79

2 : kurang baik
3 : cukup baik
4 : baik
5 : sangat baik

4. Komentar, kritik, dan saran mohon dituliskan pada kolom yang telah
disediakan dan apabila tidak mencukupi mohon ditulis pada kertas tambahan
yang telah disediakan.

A. Kualitas Model Permainan

No. Aspek yang dinilai Skala Penilaian Komentar

1. Kesesuaian dengan 1 2 3 4 5
kompetensi dasar.
2. Kejelasan petunjuk
permainan
3. Ketepatan memilih
bentuk/model permainan
bagi siswa.
4. Kesesuaian alat dan
fasilitas yang digunakan.
5. Kesesuaian
bentuk/model permainan
untuk dimainkan siswa.
6. Kesesuaian
bentuk/model permainan
dengan karakteristik
siswa.
7. Mendorong
perkembangan aspek
fisik/jasmani siswa.
8. Mendorong
perkembangan aspek
kognitif siswa.
9. Mendorong
perkembangan aspek
psikomotor siswa.
10. Mendorong
perkembangan afektif
siswa.
11. Dapat dimainkan siswa
80

putra maupun putri.


12. Dapat dimainkan siswa
yang terampil maupun
tidak terampil.
13. Mendorong siswa aktif
bergerak.
14. Meningkatkan minat dan
motivasi siswa
berpartisipasi dalam
pembelajaran permainan
bola basket.
15. Aman untuk diterapkan
dalam pembelajaran
permainan bola basket.

B. Saran untuk Perbaikan Model Permainan

Petunjuk :

1. Apabila diperlukan revisi pada model permainan ini, mohon dituliskan

pada kolom 2.

2. Alasan diperlukan revisi, mohon dituliskan pada kolom 3.

3. Saran untuk perbaikan mohon ditulis dengan singkat dan jelas pada kolom

No. Bagian yang direvisi Alasan direvisi Saran perbaikan

1 2 3 4
81

C. Komentar dan Saran Umum

D. Kesimpulan

Model permainan ini dinyatakan :

1. Layak untuk digunakan / uji coba skala kecil tanpa revisi

2. Layak untuk digunakan / uji coba skala kecil dengan revisi sesuai saran

3. Tidak layak untuk digunakan / uji coba skala kecil

(mohon diberi tanda silang pada nomor sesuai dengan kesimpulan Anda)

Mengetahui,

Evaluasi ahli Penjas


82

Lampiran 7

JAWABAN LEMBAR EVALUASI UNTUK AHLI


EVALUASI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERMAINAN BOLA BASKET DALAM PENJASORKES PADA SISWA

SMP NEGERI I PATEAN KABUPATEN KENDAL

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Materi pokok : Permainan Bola Basket

Sasaran Program : Siswa Sekolah Menengah Pertama

Evaluator : Aris Mulyono, S.pd, M.pd

Tanggal : 8 Maret 2012

A. Kualitas Model Permainan

Skala Penilaian
No. Aspek yang dinilai Komentar
1 2 3 4 5
Kesesuaian dengan
1. √
kompetensi dasar.
Kejelasan petunjuk
2. √
permainan
Ketepatan memilih
3. bentuk/model permainan √
bagi siswa.
Kesesuaian alat dan
4. √
fasilitas yang digunakan.
Kesesuaian
5. bentuk/model permainan √
untuk dimainkan siswa.
Kesesuaian
bentuk/model permainan
6. √
dengan karakteristik
siswa.
Mendorong
7. perkembangan aspek √
fisik/jasmani siswa.
Mendorong
8. √
perkembangan aspek
83

kognitif siswa.
Mendorong
9. perkembangan aspek √
psikomotor siswa.
Mendorong
10. perkembangan afektif √
siswa.
Dapat dimainkan siswa
11. √
putra maupun putri.
Dapat dimainkan siswa
12. yang terampil maupun √
tidak terampil.
Mendorong siswa aktif
13. √
bergerak.
Meningkatkan minat dan
motivasi siswa
14. berpartisipasi dalam √
pembelajaran permainan
bola basket.
Aman untuk diterapkan
15. dalam pembelajaran √
permainan bola basket.

B. Saran untuk Perbaikan Model Permainan

No. Bagian yang direvisi Alasan direvisi Saran perbaikan

1 Tentang model Terlalu sulit untuk anak Diganti dengan pola


permainannya mempraktekannya permainan yang lebih
mudah

2 Tentang jumlah Karena akan kesulitan Menggunakan jumlah


pemainnya mengkondisikan teman pemain yang
1 teamnya sebenarnya sesuai
aturan
84

C. Komentar dan Saran Umum

Untuk memodifikasi ataupun membuat inovasi guna mengkondisikan

proses pembelajaran khususnya bola basket agar efektif dan efisien namun

tetap optimal, diharapkan tetap mengacu pada fundamental dan peraturan

yang baku bola basket

D. Kesimpulan

Layak untuk di gunakan


85

Lampiran 8

JAWABAN LEMBAR EVALUASI UNTUK AHLI


EVALUASI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERMAINAN BOLA BASKET DALAM PENJASORKES PADA SISWA

SMP NEGERI I PATEAN KABUPATEN KENDAL

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Materi pokok : Permainan Bola Basket

Sasaran Program : Siswa Sekolah Menengah Pertama

Evaluator : SULASTRI

Tanggal : 3 APRIL 2012

A. Kualitas Model Permainan

Skala Penilaian
No. Aspek yang dinilai Komentar
1 2 3 4 5
Kesesuaian dengan
1. √
kompetensi dasar.
Kejelasan petunjuk
2. √
permainan
Ketepatan memilih
3. bentuk/model permainan √
bagi siswa.
Kesesuaian alat dan
4. √
fasilitas yang digunakan.
Kesesuaian
5. bentuk/model permainan √
untuk dimainkan siswa.
Kesesuaian
bentuk/model permainan
6. √
dengan karakteristik
siswa.
Mendorong
7. perkembangan aspek √
fisik/jasmani siswa.
Mendorong
8. √
perkembangan aspek
86

kognitif siswa.
Mendorong
9. perkembangan aspek √
psikomotor siswa.
Mendorong
10. perkembangan afektif √
siswa.
Dapat dimainkan siswa
11. √
putra maupun putri.
Dapat dimainkan siswa
12. yang terampil maupun √
tidak terampil.
Mendorong siswa aktif
13. √
bergerak.
Meningkatkan minat dan
motivasi siswa
14. berpartisipasi dalam √
pembelajaran permainan
bola basket.
Aman untuk diterapkan
15. dalam pembelajaran √
permainan bola basket.

B. Saran untuk Perbaikan Model Permainan

No. Bagian yang direvisi Alasan direvisi Saran perbaikan


87
88

Lampiran 9

Hasil Pengisian Kuesioner Ahli Penjas dan Ahli Pembelajaran

Skor penilaian ahli penjas


No. Aspek yang dinilai dan ahli pembelajaran
A B
Kesesuaian dengan kompetensi
1. 4 4
dasar.
2. Kejelasan petunjuk permainan 4 4
Ketepatan memilih bentuk/model
3. 4 4
permainan bagi siswa.
Kesesuaian alat dan fasilitas yang
4. 4 4
digunakan.
Kesesuaian bentuk/model
5. permainan untuk dimainkan 4 4
siswa.
Kesesuaian bentuk/model
6. permainan dengan karakteristik 4 4
siswa.
Mendorong perkembangan aspek
7. 4 4
fisik/jasmani siswa.
Mendorong perkembangan aspek
8. 4 4
kognitif siswa.
Mendorong perkembangan aspek
9. 4 5
psikomotor siswa.
Mendorong perkembangan afektif
10. 4 4
siswa.
Dapat dimainkan siswa putra
11. 4 4
maupun putri.
Dapat dimainkan siswa yang
12. 4 4
terampil maupun tidak terampil.
13. Mendorong siswa aktif bergerak. 4 4
Meningkatkan minat dan motivasi
siswa berpartisipasi dalam
14. 5 5
pembelajaran permainan bola
basket.
Aman untuk diterapkan dalam
15. pembelajaran permainan bola 5 5
basket.
Jumlah skor 62 63
Rata-rata 4,13 4,2
Persentase rata-rata 82,6 % 84 %
89

Keterangan :
A : Ahli Penjas
B : Ahli pembelajaran

Keterangan :

a. Rentang skor setiap item pertanyaan adalah 1-5


b. Skor maksimal adalah 5 dan skor minimal adalah 1
c. Kategori nilai tiap skor :
1. Tidak baik
2. Kurang baik
3. Cukup baik
4. Baik
5. Sangat baik
90

Lampiran 10

Lembar Pengisian Kuisoner Siswa

Lembar soal pengisian kuesioner model pembelajaran penjasorkes melalui


modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak.
Nama :
Kelas :
Sekolah :
No :
Jenis kelamin :
Usia :
Petunjuk pengisian
1. Kuesioner atau soal ini diadakan dalam rangka pembuatan skripsi.
2. Jawaban tidak akan mempengaruhi nilai-nilai di lingkungan sekolah.
3. Jawaban bersifat rahasia.
4. Jawaban pertanyaan diisi dengan tanda silang (X).

Aspek Kognitif
1. Apakah setelah pembelajaran ini, anda mengetahui teknik dasar permainan
bola basket ?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah anda dapat mempraktekkan teknik dasar permainan bola basket
dengan ring bergerak pada saat permainan ?
a. Ya
b. Tidak
3. Apakah anda tahu bahwa permainan bola basket dapat dilakukan dengan
menggunakan sarana prasarana yang sederhana ?
a. Ya
b. Tidak
91

4. Apakah anda perlu melakukan pemanasan sebelum bermain bola basket


dengan ring bergerak?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah setelah pembelajaran ini, anda mengetahui jumlah pemain pada
saat permainan bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
6. Apakah setelah pembelajaran ini, anda mengetahui bola apakah yang
digunakan dalam modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak?
a. Ya
b. Tidak
7. Apakah anda tahu berapa lama waktu pertandingan untuk modifikasi
permainan bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
8. Apakah anda tahu cara bermain bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
9. Apakah anda dapat menjelaskan pada teman anda bagaimana cara bermain
bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
10. Apakah denyut nadi anda mengalami perubahan setelah melakukan
permainan bola basket dengan ring bergerak?
a. Ya
b. Tidak
Aspek Psikomotor
1. Apakah anda tahu tujuan dari permainan bola basket dengan ring
bergerak?
a. Ya
92

b. Tidak
2. Apakah dalam permainan ini anda dapat menyerang pertahanan lawan ?
a. Ya
b. Tidak
3. Apaka anda bisa memainkan model permainan bola basket dengan ring
bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
4. Apakah dengan permainan bola basket dengan ring bergerak, anda mudah
untuk mengoper bola ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah anda dapat menggiring / mendriblle bola ?
a. Ya
b. Tidak
6. Apakah anda merasa kesulitan menjadi penjaga hullahup dalam permainan
ini ?
a. Ya
b. Tidak
7. Apakah dalam permainan bola basket dengan ring bergerak, anda mudah
untuk mencetak gol ?
a. Ya
b. Tidak
8. Apakah anda dapat melakukan shooting ?
a. Ya
b. Tidak
9. Apakah cara bermaian bola basket dengan ring bergerak ini lebih mudah
dari permainan bola basket yang anda kenal sekarang ?
a. Ya
b. Tidak
93

10. Apakah permainan bola basket dengan ring bergerak dapat membuat anda
lebih aktif bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
Aspek Afektif
1. Apakah permainan bola basket dengan ring bergerak sangat
menyenangkan setelah anda lakukan ?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah permainan bola basket dengan ring bergerak dapat meningkatkan
sportifitas ?
a. Ya
b. Tidak
3. Apakah setelah anda melakukan permainan bola basket dengan ring
bergerak, merasa dapat meningkatkan kesehatan?
a. Ya
b. Tidak
4. Apakah anda akan mentaati peraturan bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah setiap pemain harus mentaati peraturan bola basket dengan ring
bergerak?
a. Ya
b. Tidak
6. Apakah anda bisa bekerjasama dengan teman satu tim atau regu ketika
kamu bermain bola basket dengan ring bergerak ?
a. Ya
b. Tidak
7. Apakah dalam bermain bola basket dengan ring bergerak dibutuhkan kerja
sama untuk memenangkan pertandingan ?
a. Ya
94

b. Tidak
8. Apakah seorang pemain boleh menentang keputusan yang diberikan oleh
wasit ?
a. Ya
b. Tidak
9. Apabila tim anda kalah, apakah anda akan mengakui keunggulan tim
lawan?
a. Ya
b. Tidak
10. Apakah anda bersedia bermain bola basket dengan ring bergerak kembali ?
a. Ya
b. Tidak
95

Lampiran 11
DAFTAR SISWA SMP N 1 PATEAN

( UJI COBA SKALA KECIL )

No Nama Jenis Kelamin Umur


1. Agus Atkhul Aziz L 12 tahun
2. Ahmad Hidayat L 12 tahun
3. Anang Alfaroyi L 13 tahun
4. Bagus Himmam Ali L 13 tahun
5. Bintaro Gibran L 13 tahun
6. Dwiki Febriyanto L 13 tahun
7. Dwiki Febriyono L 13 tahun
8. Ganang Yoga Pratama L 12 tahun
9. Guguh Saputro L 13 tahun
10. Fatwa Amarullah L 13 tahun
11. Jodhi Anggoro L 13 tahun
12. Makmum Sholeh L 12 tahun
13. Moch. Hasan Caisar L 12 tahun
14. Moch. Miftakhul L 13 tahun

JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

A. ASPEK KOGNITIF

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz A A A A A A B A A A
2 Ahmad Hidayat A A A A A B A A A A
3 Anang Alfaroyi A A A A B A A A A A
4 Bagus Himmam Ali A A A A A A A A A A
5 Bintaro Gibran A A A A A B A A A A
6 Dwiki Febriyanto A B A A A A B A A B
7 Dwiki Febriyono A A A A A B A A A A
8 Ganang Yoga Pratama A A A A A A B A A A
9 Guguh Saputro A B A A B A A A A B
96

10 Fatwa Amarullah A A A A A B A B A A
11 Jodhi Anggoro A B A A A A A A A B
12 Makmum Sholeh A A A A A B B A A A
13 Moch. Hasan Caisar A A A A A A A A A B
14 Moch. Miftakhul A A A A A A A B A B

JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

B. ASPEK PSIKOMOTORIK

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz A A A A A A A A B A
2 Ahmad Hidayat A A A A B A A A A B
3 Anang Alfaroyi B A A A A A A A A A
4 Bagus Himmam Ali B A A A A A A A A B
5 Bintaro Gibran A A B A A A A A B A
6 Dwiki Febriyanto A A A A A A B A A A
7 Dwiki Febriyono A A B A A A B A A A
8 Ganang Yoga Pratama A A A A A A A B B A
9 Guguh Saputro A B A A B A A A A A
10 Fatwa Amarullah B A A B A A A A A A
11 Jodhi Anggoro B A A A B A A A A A
12 Makmum Sholeh A B A A A A A B A A
13 Moch. Hasan Caisar A A A A B A A A A A
14 Moch. Miftakhul B A A A A A A A A A

JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

C. ASPEK AFEKTIF

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz B A A A A A A B A A
2 Ahmad Hidayat A A B A A A A A A A
3 Anang Alfaroyi A A A A A A B A A A
4 Bagus Himmam Ali B A B A A A A A A A
5 Bintaro Gibran A A A B A A A A A B
97

6 Dwiki Febriyanto A A B A A A A B A A
7 Dwiki Febriyono A B A A A A B A A A
8 Ganang Yoga Pratama B A A A A A A A A B
9 Guguh Saputro A A B A A A A A A A
10 Fatwa Amarullah A A A A B A A A A A
11 Jodhi Anggoro A B A A B A A A A A
12 Makmum Sholeh B B A A A A A A A A
13 Moch. Hasan Caisar A A B A A A A A A A
14 Moch. Miftakhul A A A A A A A A A A

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

A. ASPEK KOGNITIF

Butir Soal No
No Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
2 Ahmad Hidayat 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
3 Anang Alfaroyi 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
4 Bagus Himmam Ali 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
5 Bintaro Gibran 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
6 Dwiki Febriyanto 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 7
7 Dwiki Febriyono 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
8 Ganang Yoga Pratama 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
9 Guguh Saputro 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7
10 Fatwa Amarullah 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
11 Jodhi Anggoro 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 8
12 Makmum Sholeh 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 8
13 Moch. Hasan Caisar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
14 Moch. Miftakhul 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 8
Jumlah 14 11 14 14 12 9 10 12 14 9
98

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

B. ASPEK PSIKOMOTORIK

Butir Soal No Total


No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
2 Ahmad Hidayat 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
3 Anang Alfaroyi 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
4 Bagus Himmam Ali 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 8
5 Bintaro Gibran 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8
6 Dwiki Febriyanto 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
7 Dwiki Febriyono 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8
8 Ganang Yoga Pratama 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8
9 Guguh Saputro 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8
10 Fatwa Amarullah 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8
11 Jodhi Anggoro 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8
12 Makmum Sholeh 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8
13 Moch. Hasan Caisar 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
14 Moch. Miftakhul 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
9 12 12 13 10 14 12 12 11 12

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=14)

C. ASPEK AFEKTIF

Butir Soal No
No Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Agus Atkhul Aziz 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8
2 Ahmad Hidayat 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
3 Anang Alfaroyi 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
4 Bagus Himmam Ali 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8
5 Bintaro Gibran 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
6 Dwiki Febriyanto 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 8
7 Dwiki Febriyono 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 8
8 Ganang Yoga Pratama 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 8
9 Guguh Saputro 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
10 Fatwa Amarullah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
99

11 Jodhi Anggoro 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8
12 Makmum Sholeh 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
13 Moch. Hasan Caisar 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
14 Moch. Miftakhul 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Jumlah 10 11 9 13 12 14 12 12 14 12
100

Lampiran 12

Data Hasil Uji Coba Skala Kecil (N=14)

No Aspek Jawaban Persentase


1. Apakah setelah pembelajaran ini, anda
mengetahui teknik dasar permainan bola YA 100%
basket?
2. Apakah anda dapat mempraktekkan teknik
dasar permainan bola basket dengan ring YA 78,57%
bergerak?
3. Apakah anda tahu bahwa perrmainan bola
basket dapat dilakukan dengan sarana prasarana YA 100%
yang sederhana?
4. Apakah anda perlu melakukan pemanasan
sebelum bermain bola basket dengan ring YA 100%
bergerak?
5. Apakah siswa mengetahui jumlah pemain bola
YA 85,71%
basket dengan ring bergerak?
6. Apakah siswa mengetahui jenis bola yang
digunakan pada permainan bola basket dengan YA 64,29%
ring bergerak?
7. Apakah siswa mengetahui berapa lama waktu
pertandingan permainan bola basket dengan YA 71,43%
ring bergerak?
8. Apakah anda tahu cara bermain bola basket
YA 85,71%
dengan ring bergerak ?
9. Apakah anda dapat menjelaskan pada teman
anda bagaimana cara bermain bola basket YA 100%
dengan ring bergerak?
10. Apakah denyut nadi anda mengalami
YA 64,29%
perubahan setelah melakukan permainan bola
101

basket dengan ring bergerak?


11. Apakah anda tahu tujuan dari permainan bola
YA 64,29%
basket dengan ring bergerak?
12. Apakah dalam permainan ini anda dapat
YA 85,71%
menyerang pertahanan lawan ?
13. Apaka anda bisa memainkan model permainan
YA 85,71%
bola basket dengan ring bergerak
14. Apakah dengan permainan bola basket dengan
ring bergerak, anda mudah untuk mengoper YA 92,86%
bola ?
15. Apakah anda dapat menggiring / mendriblle
YA 71,43%
bola ?
16. Apakah anda merasa kesulitan menjadi penjaga
TIDAK 100%
hullahup dalam permainan ini ?
17. Apakah dalam permainan bola basket dengan
ring bergerak, anda mudah untuk mencetak YA 85,71%
gol?
18. Apakah anda dapat melakukan shooting ? YA 85,71%
19. Apakah cara bermaian bola basket dengan ring
bergerak ini lebih mudah dari permainan bola YA 78,57%
basket yang anda kenal sekarang ?
20. Apakah permainan bola basket dengan ring
bergerak dapat membuat anda lebih aktif YA 85,71%
bergerak ?
21. Apakah permainan bola basket dengan ring
bergerak sangat menyenangkan setelah anda YA 71,43%
lakukan ?
22. Apakah permainan bola basket dengan ring
YA 78,57%
bergerak dapat meningkatkan sportifitas ?
23. Apakah setelah anda melakukan permainan YA 64,29%
102

bola basket dengan ring bergerak, merasa dapat


meningkatkan kesehatan?
24. Apakah anda akan mentaati peraturan bola
YA 85,71%
basket dengan ring bergerak ?
25. Apakah setiap pemain harus mentaati peraturan
YA 92,86%
bola basket dengan ring bergerak?
26. Apakah anda bisa bekerjasama dengan teman
satu tim atau regu ketika kamu bermain bola YA 85,71%
basket dengan ring bergerak ?
27. Apakah dalam bermain bola basket dengan ring
bergerak dibutuhkan kerja sama untuk YA 100%
memenangkan pertandingan?
28. Apakah seorang pemain boleh menentang
TIDAK 85,71%
keputusan yang diberikan oleh wasit ?
29. Apabila tim anda kalah, apakah anda akan
YA 100%
mengakui keunggulan tim lawan?
30. Apakah anda bersedia bermain bola basket
YA 85,71%
dengan ring bergerak kembali ?
RATA - RATA 84,52%
103

Lampiran 13

DAFTAR SISWA SMP N 1 PATEAN

( UJI COBA SKALA BESAR )

Jenis
No Nama Siswa Umur
Kelamin
1 Dyah Ayu Widjayanti P 11
2 Erika Ella Amelia P 12
3 Farida Rahayu P 13
4 Fifi Ariyani P 12
5 Indah Fitriani P 12
6 Indah Sulistiyani P 13
7 Putri Adi Alfianti P 12
8 Khusniatun P 12
9 Marlina Putri Arlita P 12
10 Muhajirin L 13
11 Mustika Janah P 12
12 Nunung Khumaeroh P 12
13 Salman Alfarisi L 13
14 Siti Rofiqoh P 12
15 Titik Asiyah P 12
16 Winarti P 12
17 Wulan Fitriyani P 12
18 Yulaela P 12
19 Ade Isma Suryani P 12
20 Ahmad Afifudin L 12
21 Ani Siti Halimah P 14
22 Anisa Kurnia Utami P 13
23 Annas Tasya Astuti P 12
24 Aprilia Dhammashinta P 12
25 Ari Setiyawan L 12
26 Bagus Arya Abiyasa L 13
27 Cahyo Purnomo L 12
28 Dewi Kartika Pratiwi P 12
29 Dimas Bagas Arizal L 12
30 Dwi Agung Nugroho L 13
31 Fandi Ristanto L 13
32 Febrian Dwiyoga L 12
104

33 Fitri Puji Lestari P 12


34 Merna Errina P 12
35 Muhamad Ferdiansyach Ari P L 12
36 Muhamad Irzad F L 12
37 Muhammad Anwar L 13
38 Mustafid L 13
39 Nia Fahrunnisa P 14
40 Nur Arofi L 12
41 Nurul Jannah Syafitri P 12
42 Ragil Ra'is Raharja L 14
43 Ragil Tri Ardian L 13
44 Rita Cahya Ningrum P 13
45 Rizkianti Galuh Widiastuti P 13
46 Siffa Prihanindhita P 13
47 Silvia Wulan Agustina P 12
48 Siti Alimah P 15
49 Sugiyarto L 13
50 Yulia Kartikasari P 13
51 Alfarikin L 11
52 Andi Setiawan L 12
53 Aprilia Dhamasanti P 12
54 Ari Cahyo Ningrum P 12
55 Ari Setyawan L 13
56 Bima Cavalerra Restu Poetra L 12
57 Catur Yulianto L 13
58 Eli Herliyana P 12
59 Eva Santiyani P 12
60 Farras Setiyo Wibowo L 13
61 Febri Setiawan L 12
62 Gita Saputra L 13
63 Impron Nur Syahid L 12
64 Kunti Inayati P 12
65 Maya Puji Astuti P 13
66 Muhamad Khaerol Muharom L 13
67 Muhammad Agus Chandra N. L 13
68 Muhammad Fatkhur Sadewa L 12
69 Muhammad Ilham Yusuf L 12
70 Nadian Pujiarti Munir P 13
71 Nasikhun L 12
105

72 Nining Setya Ningsih P 12


73 Nisa Ayu Pratiwi P 12
74 Okta Praganingsih P 12
75 Pila Puriana P 12
76 Rochayati P 13
77 Shafira Cahyani Putri P 13
78 Suci Indarti P 12
79 Sumini Utami P 12
80 Wahyu Andhi Prastyo L 12
81 Wahyu Listiawati P 12
82 Yuda Sulistiono L 13
83 Arif Setyo Nugroho L 13
84 Arifin L 12
85 Arvia Gariella P 12
86 A'yuni Sarifah P 12
87 Budi Anggraeni P 12
88 Desya Ramadhani P 13
89 Dian Feri Yanto L 12
90 Diki Roni Febriyanto L 12
91 Diko Gigih Prasetyantoro L 13
92 Eka Rahma Sadewy P 12
93 Fajar Muhammad Rizky L 12
94 Friska Dian Natalia P 13
95 Hanang Miftahudin L 12
96 Hendri Dwi Oktafian L 13
97 Ika Nur Fitriah P 13
98 Laela Safitri P 13
99 Maisyaroh P 12
100 Mila Agusta Titania P 12
101 Nanum Afisa P 12
102 Nur Himawan Arifanto L 12
103 Nur Inayati P 13
104 Nur Kholid Arifani L 13
105 Puat Maulana L 13
106 Rizki Alvin Mahmud L 12
107 Rizky Hari Kurniawan L 13
108 Santi Wahyuni P 13
109 Sofi Ani P 13
110 Taufik Hidayat L 12
106

111 Tressha Camelia P 12


112 Uswatun Khasanah P 13
113 Wahyu Andriyanto L 13
114 Titin Nirwanti P 13
115 Adella Denada P 11
116 Adi Afiyargi L 11
117 Akhisni Nur Hariswati P 12
118 Alif Kholiq Fernanda L 13
119 Aprian Pamuji Aji L 13
120 Ardi Rahayu L 13
121 Atika Kusumaningrum P 12
122 Avin Anggriawan P 13
123 Candra Ayu Nurkhasanah P 13
124 Dimas Ady Prayoga L 12
125 Fajar Amin Fathoni L 13
126 Fatwa Novita P 12
127 Fenni Fadhilah P 11
128 Frediya Almustofa L 13
129 Furi Afrianto L 14
130 Galang Rizky Pratama L 12
131 Hendriyanti P 13
132 Heri Budiyanto L 13
133 Indah Dwi Lestari P 13
134 Indri Noviawan L 12
135 Lia Kustanti P 12
136 Masrukhatul Fudhola' P 13
137 Muhamad Haedar Fahmi L 13
138 Nur Aini P 13
139 Pramesti Sukmo Effedi L 12
140 Renanda Anggun Pramesty P 13
141 Rika Sri Ayu P P 12
142 Rizki Yuliningtyas P 12
143 Siti Mukaromah P 12
144 Suci Purwati P 13
145 Titania Harsis Biyanti P 13
146 Wiwi Widiastuti P 12
107

JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

A. ASPEK KOGNITIF

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Dyah Ayu Widjayanti A A A A B B A A A A
2 Erika Ella Amelia A A A B A A A A A A
3 Farida Rahayu A A A A A A A B B B
4 Fifi Ariyani A A A A A A B A B A
5 Indah Fitriani A B A B A A A A B A
6 Indah Sulistiyani A A A A B A A A A B
7 Putri Adi Alfianti A A A A A B A A A A
8 Khusniatun A A A A A A A A B B
9 Marlina Putri Arlita B A A A A B A A A A
10 Muhajirin A B A B A A A A A A
11 Mustika Janah A A A A A A A A A A
12 Nunung Khumaeroh A A A A A A A A A A
13 Salman Alfarisi A A A B A A A A A A
14 Siti Rofiqoh A B A A A B A A B A
15 Titik Asiyah B A A A A A A A A A
16 Winarti A A A A A A A A A A
17 Wulan Fitriyani B B A A A A A A A A
18 Yulaela A A A A A A A A A A
19 Ade Isma Suryani A A A A A A A A A A
20 Ahmad Afifudin A A A A A A B A A A
21 Ani Siti Halimah A A A A A A B A B A
22 Anisa Kurnia Utami A A A A A A A A B A
23 Annas Tasya Astuti A A A A A A A A A A
24 Aprilia Dhammashinta A A A A A A A A A A
25 Ari Setiyawan A A A B A A A A A A
26 Bagus Arya Abiyasa A A A A A A A A B A
27 Cahyo Purnomo A A A A A A A A B A
28 Dewi Kartika Pratiwi A A A A A A A A A A
29 Dimas Bagas Arizal A A A A A A A A A A
30 Dwi Agung Nugroho A A A B A A A A A A
31 Fandi Ristanto A A A B A A A A A A
32 Febrian Dwiyoga A A B A A A A B A A
33 Fitri Puji Lestari A A A A A A A A B A
34 Merna Errina A B A B A A A A B A
108

35 Muhamad Ferdiansyach Ari P A A A A B A A A A B


36 Muhamad Irzad F A A A A A B A A A A
37 Muhammad Anwar A A A A A A A A B A
38 Mustafid B A A A A A A A B A
39 Nia Fahrunnisa A B A B A A A A A A
40 Nur Arofi A A A A A A A A A A
41 Nurul Jannah Syafitri A A A A A A A A A A
42 Ragil Ra'is Raharja A A A B A A A A A A
43 Ragil Tri Ardian A B A A A A A A B A
44 Rita Cahya Ningrum B A A A A A A A A A
45 Rizkianti Galuh Widiastuti A A A A A A A A A A
46 Siffa Prihanindhita B B A A A A A A A A
47 Silvia Wulan Agustina A A A A A A A A A A
48 Siti Alimah A B A A A A A A B A
49 Sugiyarto A A A A A A A A A A
50 Yulia Kartikasari A A A A A A A A A A
51 Alfarikin A A A A A A A B A B
52 Andi Setiawan A A A B B A A A A A
53 Aprilia Dhamasanti A B A B A A A A A A
54 Ari Cahyo Ningrum A A A A A A A A A A
55 Ari Setyawan A A A B B A A A A A
56 Bima Cavalerra Restu Poetra A A A A B A A A B A
57 Catur Yulianto A A A A B B A A A A
58 Eli Herliyana A A A A A B A A A B
59 Eva Santiyani A A A A B B A A A A
60 Farras Setiyo Wibowo A A A A A A A A A A
61 Febri Setiawan A A A B A B A A A A
62 Gita Saputra A B B A A A A A A A
63 Impron Nur Syahid B A A A A A A A A A
64 Kunti Inayati A A A A B A A A A A
65 Maya Puji Astuti A A A A A A A A B A
66 Muhamad Khaerol Muharom A B A A A B A A A A
67 Muhammad Agus Chandra N. A B B A A A A A A A
68 Muhammad Fatkhur Sadewa A A A A B A A A A A
69 Muhammad Ilham Yusuf A A A A A B A A A A
70 Nadian Pujiarti Munir A B A A A B A A A A
71 Nasikhun A A A A A A A A A A
72 Nining Setya Ningsih B B A A A A A A A A
73 Nisa Ayu Pratiwi A A A A A B A A A A
109

74 Okta Praganingsih A A A A A A B A A A
75 Pila Puriana A A A A A B A A A A
76 Rochayati A A A A A A A B A A
77 Shafira Cahyani Putri A A A A A A B A A A
78 Suci Indarti A B A A A A A A B A
79 Sumini Utami A A A A A A A A A A
80 Wahyu Andhi Prastyo A A A A A A B A A A
81 Wahyu Listiawati A A A A A A A A A A
82 Yuda Sulistiono A A A A A A A A A A
83 Arif Setyo Nugroho A A A A A A A A B A
84 Arifin A A A A A A A A A A
85 Arvia Gariella A B A A A A A A A A
86 A'yuni Sarifah A A A A A A A A A B
87 Budi Anggraeni A A A A A A A A B A
88 Desya Ramadhani A A A A A A A A B A
89 Dian Feri Yanto A A A A A A A A A A
90 Diki Roni Febriyanto A B A A A A A A A A
91 Diko Gigih Prasetyantoro A B A A A A A B A A
92 Eka Rahma Sadewy A A A A A A A A A A
93 Fajar Muhammad Rizky A B A A A A A A A A
94 Friska Dian Natalia A A A A B A A A A A
95 Hanang Miftahudin A A A A A A A A A A
96 Hendri Dwi Oktafian A A A A A A A B A A
97 Ika Nur Fitriah A B A A A A A A A A
98 Laela Safitri B B A A A A A A A A
99 Maisyaroh A A A A A A A A A A
100 Mila Agusta Titania A A A A B A A A A A
101 Nanum Afisa A B A A A A A A A A
102 Nur Himawan Arifanto A A A A A A A A A A
103 Nur Inayati A A A A A A A A A A
104 Nur Kholid Arifani A A A B A A A A A A
105 Puat Maulana A A B A A B A A A A
106 Rizki Alvin Mahmud A A B A A A A A A A
107 Rizky Hari Kurniawan A A A A A A A A A A
108 Santi Wahyuni A A A B A A A A A A
109 Sofi Ani A B A A A A A A A A
110 Taufik Hidayat A A A A A A A A A A
111 Tressha Camelia A B A A A A A B A A
112 Uswatun Khasanah A B A A A A A A A A
110

113 Wahyu Andriyanto A A A A A B A A A A


114 Titin Nirwanti A A B A A B A A A A
115 Adella Denada A A A A A A A A A A
116 Adi Afiyargi A A B A A A B A A A
117 Akhisni Nur Hariswati A A A A A B B A A A
118 Alif Kholiq Fernanda A A B A A B A A A A
119 Aprian Pamuji Aji A A A A A B A A A A
120 Ardi Rahayu A A A A A B A A A A
121 Atika Kusumaningrum A A A A A A B A A A
122 Avin Anggriawan A A A A A A B A A A
123 Candra Ayu Nurkhasanah A A A A A B A A B A
124 Dimas Ady Prayoga A A A A A A A A B A
125 Fajar Amin Fathoni A A A A A A A A A B
126 Fatwa Novita A A A A A A A A A A
127 Fenni Fadhilah B A A A A A A B A B
128 Frediya Almustofa A A A A A A A B A A
129 Furi Afrianto A A A A A B A B A A
130 Galang Rizky Pratama A A A A A A B A A A
131 Hendriyanti A A A A A A A A A B
132 Heri Budiyanto A A B A A A A A A A
133 Indah Dwi Lestari A B A A A A A A A A
134 Indri Noviawan A A A A A A A A A B
135 Lia Kustanti A A A A A A A B A A
136 Masrukhatul Fudhola' A A B A A A A A A A
137 Muhamad Haedar Fahmi A A A A A A B A A B
138 Nur Aini A A A A A B A A A A
139 Pramesti Sukmo Effedi A A B B A A A A A A
140 Renanda Anggun Pramesty A A B A A A A A B A
141 Rika Sri Ayu P A A B A A A A A A A
142 Rizki Yuliningtyas A A A A A A A B A A
143 Siti Mukaromah A A A A A A A A A B
144 Suci Purwati A A A A A A A A B B
145 Titania Harsis Biyanti A A B A A B A A A A
146 Wiwi Widiastuti A A A A A A A A B A
111

JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

B. ASPEK PSIKOMOTOR

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Dyah Ayu Widjayanti A A A B A B A B A A
2 Erika Ella Amelia A A A A A A A A A A
3 Farida Rahayu A A A B A A A A A A
4 Fifi Ariyani A A A A A A A A A A
5 Indah Fitriani A A B A A A A A A A
6 Indah Sulistiyani A A A B A A A A A A
7 Putri Adi Alfianti A A B B A A A A A A
8 Khusniatun A A A A A A A A A A
9 Marlina Putri Arlita A A A B A A A A A A
10 Muhajirin A A B A A A A A A A
11 Mustika Janah A A A A A A A A A A
12 Nunung Khumaeroh A A A A A A A A A A
13 Salman Alfarisi A A A A A A A A A A
14 Siti Rofiqoh B A A A B A A A B A
15 Titik Asiyah B A A B A A A A A A
16 Winarti A A A A A A A A A A
17 Wulan Fitriyani A B A B A A A A A A
18 Yulaela A A A A A A A A A A
19 Ade Isma Suryani A A A A A A A A A B
20 Ahmad Afifudin A A B A A A A A A A
21 Ani Siti Halimah A A A B A B B B A A
22 Anisa Kurnia Utami A A B A A A A A A A
23 Annas Tasya Astuti A A A A A A A A A A
24 Aprilia Dhammashinta A A A A A A A A A A
25 Ari Setiyawan B A A B A A A A A A
26 Bagus Arya Abiyasa A A A A A A A A A A
27 Cahyo Purnomo A A A A A A A A A A
28 Dewi Kartika Pratiwi A A A A A A A A A A
29 Dimas Bagas Arizal A A A A A A A A A A
30 Dwi Agung Nugroho A A A B A A A A A A
31 Fandi Ristanto A A A A A A A A A A
32 Febrian Dwiyoga A A A B A A A A A A
33 Fitri Puji Lestari A A A A A A A A A A
34 Merna Errina A A B A A A A A A A
112

35 Muhamad Ferdiansyach Ari P A A A B A A A A A A


36 Muhamad Irzad F A A B B A A A A A A
37 Muhammad Anwar A A B A A A A A A A
38 Mustafid A A A B A A A A A A
39 Nia Fahrunnisa A A B A A A A A A A
40 Nur Arofi A A A A A A A A A A
41 Nurul Jannah Syafitri A A A A A A A A A A
42 Ragil Ra'is Raharja A A A A A A A A A A
43 Ragil Tri Ardian A A A A B A A A B A
44 Rita Cahya Ningrum A A A B A A A A A A
45 Rizkianti Galuh Widiastuti A A A A A A A A A A
46 Siffa Prihanindhita A B A B A A A A A A
47 Silvia Wulan Agustina A A A A A A A A A A
48 Siti Alimah A A A B A A A A A A
49 Sugiyarto A A A A A B A B A A
50 Yulia Kartikasari A A B A A A A A A A
51 Alfarikin A A A B A A A A A A
52 Andi Setiawan A A A A A A A A A A
53 Aprilia Dhamasanti A B A B A A A A A A
54 Ari Cahyo Ningrum A A A A A A A A A A
55 Ari Setyawan A B A B A A A A A A
56 Bima Cavalerra Restu Poetra A A B A A A A A A A
57 Catur Yulianto A A A A A A A A A A
58 Eli Herliyana A A A B A A A A A B
59 Eva Santiyani A A A B A A A A A A
60 Farras Setiyo Wibowo A A A B B A A A B A
61 Febri Setiawan A A A A A A A A A A
62 Gita Saputra A B A B A A A A A A
63 Impron Nur Syahid A A A A A A A A A B
64 Kunti Inayati A B A B A A A A A B
65 Maya Puji Astuti A A A A A A A A A B
66 Muhamad Khaerol Muharom A A A B A A A A A A
67 Muhammad Agus Chandra N. A A B A A A A A A A
68 Muhammad Fatkhur Sadewa A A A A A A A A A A
69 Muhammad Ilham Yusuf A A A A A A A A A A
70 Nadian Pujiarti Munir A A A B A A A A A B
71 Nasikhun A B A A A A A A A A
72 Nining Setya Ningsih A A A A A A A A A A
73 Nisa Ayu Pratiwi A A A A A A A A A A
113

74 Okta Praganingsih A A A A B A A A B A
75 Pila Puriana A A A A A A A A A A
76 Rochayati A A A A A A A A A A
77 Shafira Cahyani Putri A A A A A A A A A A
78 Suci Indarti A A A B A A A A A A
79 Sumini Utami A A A B A A A A A A
80 Wahyu Andhi Prastyo A A A A A A A A A A
81 Wahyu Listiawati A A A A A A A A A A
82 Yuda Sulistiono A A A A A A A A A A
83 Arif Setyo Nugroho A A A B A A A A A A
84 Arifin A A A A A A A A A A
85 Arvia Gariella A A B A A A A A A A
86 A'yuni Sarifah A A A B A A A A A A
87 Budi Anggraeni A A A A B A A A B A
88 Desya Ramadhani A A A B A A A A A A
89 Dian Feri Yanto A A A A A A A A A A
90 Diki Roni Febriyanto A A A A A A A A A A
91 Diko Gigih Prasetyantoro A A A B A A A A A A
92 Eka Rahma Sadewy A A A A A A A A A B
93 Fajar Muhammad Rizky A B A A A A A A A A
94 Friska Dian Natalia A A A B A A A A A A
95 Hanang Miftahudin A A A A A A A A A A
96 Hendri Dwi Oktafian A B A A A A A A A A
97 Ika Nur Fitriah A B A A A A A A A A
98 Laela Safitri A A A A A A A A A A
99 Maisyaroh A A A A A A A A A A
100 Mila Agusta Titania A A A A A A A A A A
101 Nanum Afisa A A A A A A A A A A
102 Nur Himawan Arifanto A A A A A A A A A A
103 Nur Inayati A A A A A A A A A B
104 Nur Kholid Arifani A A A A A A A A A A
105 Puat Maulana A A A B A A A A A A
106 Rizki Alvin Mahmud A A A A A A A A A A
107 Rizky Hari Kurniawan A A A A B A A A B B
108 Santi Wahyuni A A A A A A A A A A
109 Sofi Ani A A A A A A A A A A
110 Taufik Hidayat A A A A A A A A A A
111 Tressha Camelia A A A A A A A A A A
112 Uswatun Khasanah A A A A B A A A B A
114

113 Wahyu Andriyanto A B A A B A A A B A


114 Titin Nirwanti A B A A A A A A A A
115 Adella Denada A A A A A B B B A A
116 Adi Afiyargi A A A B A A A A A A
117 Akhisni Nur Hariswati A A A A A B B B A A
118 Alif Kholiq Fernanda A A A A A B A A A A
119 Aprian Pamuji Aji A A A B A A A A A A
120 Ardi Rahayu B A A A A A A A A A
121 Atika Kusumaningrum A A A A A B B B A A
122 Avin Anggriawan A A B A A A A A A A
123 Candra Ayu Nurkhasanah A A A A A B B B A A
124 Dimas Ady Prayoga B A A A A A A A A A
125 Fajar Amin Fathoni A A A B A B A B A A
126 Fatwa Novita A A A A A B A A A A
127 Fenni Fadhilah B B A A A A A A A A
128 Frediya Almustofa A A A A A A A A A A
129 Furi Afrianto B A A A A A A A A A
130 Galang Rizky Pratama A A A A A A A A A A
131 Hendriyanti B A A A A B A B A A
132 Heri Budiyanto A A A A A A A A A A
133 Indah Dwi Lestari B A A A A A B B A A
134 Indri Noviawan A A A A A B B B A A
135 Lia Kustanti A A A A A B A A A A
136 Masrukhatul Fudhola' B A A A B A A A A A
137 Muhamad Haedar Fahmi A A A A A A B A A A
138 Nur Aini B A A A A A A A A A
139 Pramesti Sukmo Effedi A A A A A B A B A A
140 Renanda Anggun Pramesty A A A A A A A A A A
141 Rika Sri Ayu P A A A A A A A A A A
142 Rizki Yuliningtyas A A A A B A A A B A
143 Siti Mukaromah B A A A A A B B A A
144 Suci Purwati A A A A A B A A A A
145 Titania Harsis Biyanti A B A A B A A A A A
146 Wiwi Widiastuti A A A A A B A B A A
115

JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

C. ASPEK AFEKTIF

Butir Soal No
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Dyah Ayu Widjayanti A A A A A B A A A B
2 Erika Ella Amelia A A A A A A A A A A
3 Farida Rahayu A A A B A A B A A B
4 Fifi Ariyani A A A A A A A A A A
5 Indah Fitriani A A A A A B A A B A
6 Indah Sulistiyani A B A A A B B A A A
7 Putri Adi Alfianti A A A A A A A A B B
8 Khusniatun A A A A A B A A A B
9 Marlina Putri Arlita A A A B A A A A A A
10 Muhajirin A A A A B A A A A A
11 Mustika Janah A A A A A B A A A A
12 Nunung Khumaeroh A A A A A A A A A A
13 Salman Alfarisi A A A A A A A A A A
14 Siti Rofiqoh A B B A A A A A A B
15 Titik Asiyah A A A A B A A A A B
16 Winarti A A A A A A A A A A
17 Wulan Fitriyani A A A A A A A A A B
18 Yulaela A A A A A A A A A A
19 Ade Isma Suryani A A A A A A A A A A
20 Ahmad Afifudin A A A A B A A A A A
21 Ani Siti Halimah B A A A A A A A A A
22 Anisa Kurnia Utami A A A A B A A A A B
23 Annas Tasya Astuti A A A A A A A A A A
24 Aprilia Dhammashinta A A A A A A A A A A
25 Ari Setiyawan A A A A A B A A A A
26 Bagus Arya Abiyasa A A A A A A A A A A
27 Cahyo Purnomo A A A A A A A A A A
28 Dewi Kartika Pratiwi A A A A A A A A A A
29 Dimas Bagas Arizal A A A A A A A A A A
30 Dwi Agung Nugroho A A A A A B A A A B
31 Fandi Ristanto A A A A A A A A A A
32 Febrian Dwiyoga A A A A A A B A A A
33 Fitri Puji Lestari A A A A A A A A A A
34 Merna Errina A A A A A B A A A A
116

35 Muhamad Ferdiansyach Ari P A B A A A B B A A A


36 Muhamad Irzad F A A A A A A A A B B
37 Muhammad Anwar A A A A A B A A A B
38 Mustafid A A A A A A A A B A
39 Nia Fahrunnisa B A A A A A A A A A
40 Nur Arofi A A A A A B A A A A
41 Nurul Jannah Syafitri A A A A A A A A A A
42 Ragil Ra'is Raharja B A A A A A A A A A
43 Ragil Tri Ardian A A A A A A A A A B
44 Rita Cahya Ningrum A A A A B A A A A B
45 Rizkianti Galuh Widiastuti A A A A A A A A A A
46 Siffa Prihanindhita A A A B A A A A A A
47 Silvia Wulan Agustina A A A A A A A A A A
48 Siti Alimah B A A A A A A A A A
49 Sugiyarto A A A A A A A A A B
50 Yulia Kartikasari A A A A A A A A A A
51 Alfarikin A A A A A B A A A A
52 Andi Setiawan A A A A A A A A A A
53 Aprilia Dhamasanti A A A A A A A A A A
54 Ari Cahyo Ningrum B A A A A A A A A A
55 Ari Setyawan A A B A A A A A A A
56 Bima Cavalerra Restu Poetra B A A A A A A A A A
57 Catur Yulianto A A A A A A A A A A
58 Eli Herliyana A A A A B A A A A A
59 Eva Santiyani A A A A A A A A B A
60 Farras Setiyo Wibowo A A A A A A A A B A
61 Febri Setiawan A A A A A A A A A A
62 Gita Saputra A A B A A A A A A A
63 Impron Nur Syahid A A A B A A A A A A
64 Kunti Inayati A A A A A A A A A A
65 Maya Puji Astuti A A A A A A A A A B
66 Muhamad Khaerol Muharom A A A A A A A A A A
67 Muhammad Agus Chandra N. B A A A A A A A A A
68 Muhammad Fatkhur Sadewa A A A A A A A A A B
69 Muhammad Ilham Yusuf A A A A B A A A A A
70 Nadian Pujiarti Munir A B A A A A A A A A
71 Nasikhun A A A A A A A A A B
72 Nining Setya Ningsih A A A A B A A A A A
73 Nisa Ayu Pratiwi A A A A A A A A A A
117

74 Okta Praganingsih B A A A A A A A A A
75 Pila Puriana A A A A A A A A A B
76 Rochayati A A A A B A A A A A
77 Shafira Cahyani Putri A A A A A A A A A A
78 Suci Indarti B A A A A A A A A A
79 Sumini Utami A A A A A B A A A A
80 Wahyu Andhi Prastyo A A A A A A A A A A
81 Wahyu Listiawati A A A A A A A A A A
82 Yuda Sulistiono A A A A A A A A A A
83 Arif Setyo Nugroho A A A A A A A A A B
84 Arifin B A A A A A A A A A
85 Arvia Gariella A A A A A A A A A B
86 A'yuni Sarifah A A A A B A A A A A
87 Budi Anggraeni A A A A A A A A A A
88 Desya Ramadhani A A A A A A A A A B
89 Dian Feri Yanto A A A A A A A A A B
90 Diki Roni Febriyanto A A A A A A A A A A
91 Diko Gigih Prasetyantoro A A A A A A A A A B
92 Eka Rahma Sadewy B A A A A A A A A A
93 Fajar Muhammad Rizky A A A B A B A A A A
94 Friska Dian Natalia A B A A A A A A A B
95 Hanang Miftahudin B A A A A A A A A A
96 Hendri Dwi Oktafian A A A A A A A A A B
97 Ika Nur Fitriah A A A A A A A A A B
98 Laela Safitri A A A A A A B A A A
99 Maisyaroh B A A A A A A A A A
100 Mila Agusta Titania A A A A B A A A A A
101 Nanum Afisa A A A A A A A A B B
102 Nur Himawan Arifanto A A A A A A A A A A
103 Nur Inayati A A A B A A A A A A
104 Nur Kholid Arifani A A A A A A A A A A
105 Puat Maulana A A A A A A A A A A
106 Rizki Alvin Mahmud A A A A A A A A A A
107 Rizky Hari Kurniawan A A A A A A A A A A
108 Santi Wahyuni A A A A A A A A A A
109 Sofi Ani A A A A A A A A A A
110 Taufik Hidayat A A A A A A A A A B
111 Tressha Camelia A A B A A A A A A A
112 Uswatun Khasanah A A A A A A A A A B
118

113 Wahyu Andriyanto A A A A A A A A A B


114 Titin Nirwanti B A A A A A A A A A
115 Adella Denada A A A A A A A A A B
116 Adi Afiyargi B A A A A A A A A A
117 Akhisni Nur Hariswati B A A A A A A A A A
118 Alif Kholiq Fernanda A A A A A A A A A A
119 Aprian Pamuji Aji B A A A A A A A A A
120 Ardi Rahayu A A A A A A A B A A
121 Atika Kusumaningrum A A A A A A A A A A
122 Avin Anggriawan A A A A A A A A A A
123 Candra Ayu Nurkhasanah A A A A A A A A A A
124 Dimas Ady Prayoga A A A B A A A A A B
125 Fajar Amin Fathoni A A A A A A A B A A
126 Fatwa Novita A A A B A A A A A A
127 Fenni Fadhilah B A A A A A A A A A
128 Frediya Almustofa A A A A A A A A A B
129 Furi Afrianto B A A A A A A A A A
130 Galang Rizky Pratama A A A B A A A A A B
131 Hendriyanti A A A A A A A A A A
132 Heri Budiyanto A A A A A A A B A A
133 Indah Dwi Lestari A B A A A A A A A A
134 Indri Noviawan A A A A A A A A A A
135 Lia Kustanti A A A A A A A B A A
136 Masrukhatul Fudhola' A A A A A A A A A A
137 Muhamad Haedar Fahmi A A A A A A A A A A
138 Nur Aini A A A A A A A A B A
139 Pramesti Sukmo Effedi A A A A A A A A A A
140 Renanda Anggun Pramesty A A A A A A A A A B
141 Rika Sri Ayu P A A A A A A A B A A
142 Rizki Yuliningtyas A A A A A A A A A B
143 Siti Mukaromah A A A A A A A A A B
144 Suci Purwati A A B A A A A A A A
145 Titania Harsis Biyanti A A A A A A A A A B
146 Wiwi Widiastuti A A A A A A A A A A
119

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

A. ASPEK KOGNITIF

Butir Soal No
No Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Dyah Ayu Widjayanti 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
2 Erika Ella Amelia 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
3 Farida Rahayu 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 7
4 Fifi Ariyani 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 8
5 Indah Fitriani 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 7
6 Indah Sulistiyani 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
7 Putri Adi Alfianti 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
8 Khusniatun 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
9 Marlina Putri Arlita 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 8
10 Muhajirin 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
11 Mustika Janah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
12 Nunung Khumaeroh 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
13 Salman Alfarisi 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
14 Siti Rofiqoh 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 7
15 Titik Asiyah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
16 Winarti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
17 Wulan Fitriyani 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
18 Yulaela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
19 Ade Isma Suryani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
20 Ahmad Afifudin 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
21 Ani Siti Halimah 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 8
22 Anisa Kurnia Utami 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
23 Annas Tasya Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
24 Aprilia Dhammashinta 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
25 Ari Setiyawan 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
26 Bagus Arya Abiyasa 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
27 Cahyo Purnomo 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
28 Dewi Kartika Pratiwi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
29 Dimas Bagas Arizal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
30 Dwi Agung Nugroho 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
31 Fandi Ristanto 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
32 Febrian Dwiyoga 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 8
33 Fitri Puji Lestari 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
34 Merna Errina 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 7
120

Muhamad Ferdiansyach
35 Ari P 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
36 Muhamad Irzad F 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
37 Muhammad Anwar 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
38 Mustafid 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 8
39 Nia Fahrunnisa 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
40 Nur Arofi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
41 Nurul Jannah Syafitri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
42 Ragil Ra'is Raharja 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
43 Ragil Tri Ardian 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 8
44 Rita Cahya Ningrum 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Rizkianti Galuh
45 Widiastuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
46 Siffa Prihanindhita 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
47 Silvia Wulan Agustina 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
48 Siti Alimah 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 8
49 Sugiyarto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
50 Yulia Kartikasari 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
51 Alfarikin 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 8
52 Andi Setiawan 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8
53 Aprilia Dhamasanti 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
54 Ari Cahyo Ningrum 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
55 Ari Setyawan 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8
Bima Cavalerra Restu
56 Poetra 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
57 Catur Yulianto 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
58 Eli Herliyana 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
59 Eva Santiyani 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
60 Farras Setiyo Wibowo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
61 Febri Setiawan 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
62 Gita Saputra 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8
63 Impron Nur Syahid 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
64 Kunti Inayati 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
65 Maya Puji Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
Muhamad Khaerol
66 Muharom 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8
Muhammad Agus
67 Chandra N. 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8
Muhammad Fatkhur
68 Sadewa 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
69 Muhammad Ilham 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
121

Yusuf
70 Nadian Pujiarti Munir 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8
71 Nasikhun 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
72 Nining Setya Ningsih 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
73 Nisa Ayu Pratiwi 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
74 Okta Praganingsih 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
75 Pila Puriana 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
76 Rochayati 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
77 Shafira Cahyani Putri 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
78 Suci Indarti 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 8
79 Sumini Utami 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
80 Wahyu Andhi Prastyo 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
81 Wahyu Listiawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
82 Yuda Sulistiono 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
83 Arif Setyo Nugroho 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
84 Arifin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
85 Arvia Gariella 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
86 A'yuni Sarifah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
87 Budi Anggraeni 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
88 Desya Ramadhani 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
89 Dian Feri Yanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
90 Diki Roni Febriyanto 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Diko Gigih
91 Prasetyantoro 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8
92 Eka Rahma Sadewy 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
93 Fajar Muhammad Rizky 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
94 Friska Dian Natalia 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
95 Hanang Miftahudin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
96 Hendri Dwi Oktafian 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
97 Ika Nur Fitriah 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
98 Laela Safitri 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
99 Maisyaroh 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
100 Mila Agusta Titania 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
101 Nanum Afisa 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
102 Nur Himawan Arifanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
103 Nur Inayati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
104 Nur Kholid Arifani 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
105 Puat Maulana 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8
106 Rizki Alvin Mahmud 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
122

107 Rizky Hari Kurniawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10


108 Santi Wahyuni 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
109 Sofi Ani 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
110 Taufik Hidayat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
111 Tressha Camelia 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8
112 Uswatun Khasanah 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
113 Wahyu Andriyanto 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
114 Titin Nirwanti 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8
115 Adella Denada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
116 Adi Afiyargi 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8
117 Akhisni Nur Hariswati 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 8
118 Alif Kholiq Fernanda 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8
119 Aprian Pamuji Aji 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
120 Ardi Rahayu 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
121 Atika Kusumaningrum 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
122 Avin Anggriawan 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
Candra Ayu
123 Nurkhasanah 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8
124 Dimas Ady Prayoga 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
125 Fajar Amin Fathoni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
126 Fatwa Novita 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
127 Fenni Fadhilah 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 7
128 Frediya Almustofa 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
129 Furi Afrianto 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
130 Galang Rizky Pratama 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
131 Hendriyanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
132 Heri Budiyanto 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
133 Indah Dwi Lestari 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
134 Indri Noviawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
135 Lia Kustanti 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
136 Masrukhatul Fudhola' 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
Muhamad Haedar
137 Fahmi 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8
138 Nur Aini 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
139 Pramesti Sukmo Effedi 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 8
Renanda Anggun
140 Pramesty 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 8
141 Rika Sri Ayu P 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
142 Rizki Yuliningtyas 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
143 Siti Mukaromah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
123

144 Suci Purwati 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8


145 Titania Harsis Biyanti 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8
146 Wiwi Widiastuti 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
Jumlah 136 119 132 129 134 121 134 134 120 132

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

B. ASPEK PSIKOMOTOR

Butir Soal No
No Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Dyah Ayu Widjayanti 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 7
2 Erika Ella Amelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
3 Farida Rahayu 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
4 Fifi Ariyani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
5 Indah Fitriani 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
6 Indah Sulistiyani 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
7 Putri Adi Alfianti 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 8
8 Khusniatun 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
9 Marlina Putri Arlita 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
10 Muhajirin 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
11 Mustika Janah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
12 Nunung Khumaeroh 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
13 Salman Alfarisi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
14 Siti Rofiqoh 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 7
15 Titik Asiyah 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8
16 Winarti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
17 Wulan Fitriyani 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
18 Yulaela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
19 Ade Isma Suryani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
20 Ahmad Afifudin 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
21 Ani Siti Halimah 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 6
22 Anisa Kurnia Utami 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
23 Annas Tasya Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
24 Aprilia Dhammashinta 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
25 Ari Setiyawan 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8
26 Bagus Arya Abiyasa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
27 Cahyo Purnomo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
28 Dewi Kartika Pratiwi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
124

29 Dimas Bagas Arizal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10


30 Dwi Agung Nugroho 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
31 Fandi Ristanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
32 Febrian Dwiyoga 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
33 Fitri Puji Lestari 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
34 Merna Errina 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
Muhamad Ferdiansyach Ari
35 P 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
36 Muhamad Irzad F 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 8
37 Muhammad Anwar 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
38 Mustafid 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
39 Nia Fahrunnisa 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
40 Nur Arofi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
41 Nurul Jannah Syafitri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
42 Ragil Ra'is Raharja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
43 Ragil Tri Ardian 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
44 Rita Cahya Ningrum 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
45 Rizkianti Galuh Widiastuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
46 Siffa Prihanindhita 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
47 Silvia Wulan Agustina 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
48 Siti Alimah 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
49 Sugiyarto 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
50 Yulia Kartikasari 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
51 Alfarikin 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
52 Andi Setiawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
53 Aprilia Dhamasanti 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
54 Ari Cahyo Ningrum 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
55 Ari Setyawan 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
Bima Cavalerra Restu
56 Poetra 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
57 Catur Yulianto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
58 Eli Herliyana 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
59 Eva Santiyani 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
60 Farras Setiyo Wibowo 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 7
61 Febri Setiawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
62 Gita Saputra 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8
63 Impron Nur Syahid 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
64 Kunti Inayati 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 7
65 Maya Puji Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
66 Muhamad Khaerol 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
125

Muharom
Muhammad Agus Chandra
67 N. 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
Muhammad Fatkhur
68 Sadewa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
69 Muhammad Ilham Yusuf 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
70 Nadian Pujiarti Munir 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
71 Nasikhun 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
72 Nining Setya Ningsih 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
73 Nisa Ayu Pratiwi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
74 Okta Praganingsih 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
75 Pila Puriana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
76 Rochayati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
77 Shafira Cahyani Putri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
78 Suci Indarti 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
79 Sumini Utami 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
80 Wahyu Andhi Prastyo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
81 Wahyu Listiawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
82 Yuda Sulistiono 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
83 Arif Setyo Nugroho 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
84 Arifin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
85 Arvia Gariella 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
86 A'yuni Sarifah 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
87 Budi Anggraeni 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
88 Desya Ramadhani 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
89 Dian Feri Yanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
90 Diki Roni Febriyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
91 Diko Gigih Prasetyantoro 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
92 Eka Rahma Sadewy 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
93 Fajar Muhammad Rizky 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
94 Friska Dian Natalia 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
95 Hanang Miftahudin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
96 Hendri Dwi Oktafian 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
97 Ika Nur Fitriah 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
98 Laela Safitri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
99 Maisyaroh 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
100 Mila Agusta Titania 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
101 Nanum Afisa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
102 Nur Himawan Arifanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
103 Nur Inayati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
126

104 Nur Kholid Arifani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10


105 Puat Maulana 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
106 Rizki Alvin Mahmud 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
107 Rizky Hari Kurniawan 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 7
108 Santi Wahyuni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
109 Sofi Ani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
110 Taufik Hidayat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
111 Tressha Camelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
112 Uswatun Khasanah 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
113 Wahyu Andriyanto 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 7
114 Titin Nirwanti 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
115 Adella Denada 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
116 Adi Afiyargi 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
117 Akhisni Nur Hariswati 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
118 Alif Kholiq Fernanda 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
119 Aprian Pamuji Aji 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
120 Ardi Rahayu 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
121 Atika Kusumaningrum 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
122 Avin Anggriawan 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
123 Candra Ayu Nurkhasanah 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
124 Dimas Ady Prayoga 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
125 Fajar Amin Fathoni 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 7
126 Fatwa Novita 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
127 Fenni Fadhilah 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8
128 Frediya Almustofa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
129 Furi Afrianto 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
130 Galang Rizky Pratama 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
131 Hendriyanti 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 7
132 Heri Budiyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
133 Indah Dwi Lestari 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 7
134 Indri Noviawan 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
135 Lia Kustanti 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
136 Masrukhatul Fudhola' 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8
137 Muhamad Haedar Fahmi 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
138 Nur Aini 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
139 Pramesti Sukmo Effedi 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
140 Renanda Anggun Pramesty 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
141 Rika Sri Ayu P 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
142 Rizki Yuliningtyas 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 8
127

143 Siti Mukaromah 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 7


144 Suci Purwati 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
145 Titania Harsis Biyanti 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8
146 Wiwi Widiastuti 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8
Jumlah 134 132 132 108 135 130 137 132 137 137

HASIL REKAPITULASI JAWABAN KUISONER SISWA (N=146)

C. ASPEK AFEKTIF

Butir Soal No
No Nama Siswa Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Dyah Ayu
1 Widjayanti 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
2 Erika Ella Amelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
3 Farida Rahayu 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 7
4 Fifi Ariyani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
5 Indah Fitriani 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8
6 Indah Sulistiyani 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 7
7 Putri Adi Alfianti 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
8 Khusniatun 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
Marlina Putri
9 Arlita 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
10 Muhajirin 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
11 Mustika Janah 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Nunung
12 Khumaeroh 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
13 Salman Alfarisi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
14 Siti Rofiqoh 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 7
15 Titik Asiyah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
16 Winarti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
17 Wulan Fitriyani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
18 Yulaela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
19 Ade Isma Suryani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
20 Ahmad Afifudin 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
21 Ani Siti Halimah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Anisa Kurnia
22 Utami 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
Annas Tasya
23 Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
24 Aprilia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
128

Dhammashinta
25 Ari Setiyawan 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Bagus Arya
26 Abiyasa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
27 Cahyo Purnomo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Dewi Kartika
28 Pratiwi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Dimas Bagas
29 Arizal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Dwi Agung
30 Nugroho 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
31 Fandi Ristanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
32 Febrian Dwiyoga 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
33 Fitri Puji Lestari 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
34 Merna Errina 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Muhamad
35 Ferdiansyach Ari P 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 7
36 Muhamad Irzad F 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
Muhammad
37 Anwar 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
38 Mustafid 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
39 Nia Fahrunnisa 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
40 Nur Arofi 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Nurul Jannah
41 Syafitri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
42 Ragil Ra'is Raharja 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
43 Ragil Tri Ardian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Rita Cahya
44 Ningrum 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
Rizkianti Galuh
45 Widiastuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
46 Siffa Prihanindhita 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
Silvia Wulan
47 Agustina 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
48 Siti Alimah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
49 Sugiyarto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
50 Yulia Kartikasari 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
51 Alfarikin 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
52 Andi Setiawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Aprilia
53 Dhamasanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
54 Ari Cahyo 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
129

Ningrum
55 Ari Setyawan 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
Bima Cavalerra
56 Restu Poetra 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
57 Catur Yulianto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
58 Eli Herliyana 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
59 Eva Santiyani 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
Farras Setiyo
60 Wibowo 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
61 Febri Setiawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
62 Gita Saputra 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
Impron Nur
63 Syahid 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
64 Kunti Inayati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
65 Maya Puji Astuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Muhamad Khaerol
66 Muharom 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Muhammad Agus
67 Chandra N. 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Muhammad
68 Fatkhur Sadewa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Muhammad Ilham
69 Yusuf 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
Nadian Pujiarti
70 Munir 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
71 Nasikhun 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Nining Setya
72 Ningsih 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
73 Nisa Ayu Pratiwi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
74 Okta Praganingsih 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
75 Pila Puriana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
76 Rochayati 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
Shafira Cahyani
77 Putri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
78 Suci Indarti 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
79 Sumini Utami 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Wahyu Andhi
80 Prastyo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
81 Wahyu Listiawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
82 Yuda Sulistiono 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Arif Setyo
83 Nugroho 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
130

84 Arifin 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
85 Arvia Gariella 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
86 A'yuni Sarifah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
87 Budi Anggraeni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
88 Desya Ramadhani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
89 Dian Feri Yanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Diki Roni
90 Febriyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Diko Gigih
91 Prasetyantoro 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Eka Rahma
92 Sadewy 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Fajar Muhammad
93 Rizky 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
Friska Dian
94 Natalia 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 8
Hanang
95 Miftahudin 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Hendri Dwi
96 Oktafian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
97 Ika Nur Fitriah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
98 Laela Safitri 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
99 Maisyaroh 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Mila Agusta
100 Titania 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
101 Nanum Afisa 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
Nur Himawan
102 Arifanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
103 Nur Inayati 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
104 Nur Kholid Arifani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
105 Puat Maulana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Rizki Alvin
106 Mahmud 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Rizky Hari
107 Kurniawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
108 Santi Wahyuni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
109 Sofi Ani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
110 Taufik Hidayat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
111 Tressha Camelia 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
112 Uswatun Khasanah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
113 Wahyu Andriyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
114 Titin Nirwanti 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
131

115 Adella Denada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9


116 Adi Afiyargi 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Akhisni Nur
117 Hariswati 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Alif Kholiq
118 Fernanda 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
119 Aprian Pamuji Aji 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
120 Ardi Rahayu 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
Atika
121 Kusumaningrum 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
122 Avin Anggriawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Candra Ayu
123 Nurkhasanah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Dimas Ady
124 Prayoga 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
Fajar Amin
125 Fathoni 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
126 Fatwa Novita 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9
127 Fenni Fadhilah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
128 Frediya Almustofa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
129 Furi Afrianto 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Galang Rizky
130 Pratama 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
131 Hendriyanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
132 Heri Budiyanto 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
133 Indah Dwi Lestari 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9
134 Indri Noviawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
135 Lia Kustanti 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
Masrukhatul
136 Fudhola' 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Muhamad Haedar
137 Fahmi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
138 Nur Aini 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
Pramesti Sukmo
139 Effedi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Renanda Anggun
140 Pramesty 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
141 Rika Sri Ayu P 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9
142 Rizki Yuliningtyas 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
143 Siti Mukaromah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
144 Suci Purwati 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9
145 Titania Harsis 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
132

Biyanti
146 Wiwi Widiastuti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
Jumlah 127 140 141 137 135 132 141 141 138 108
133

Lampiran 14

Data Hasil Uji Coba Skala Besar (N=146)

No Aspek Persentase Kriteria Makna


Apakah setelah pembelajaran ini,
Sangat
1. anda mengetahui teknik dasar 93,15 Digunakan
Baik
permainan bola basket?
Apakah anda dapat mempraktekkan
2. teknik dasar permainan bola basket 81,51 Baik Digunakan
dengan ring bergerak?
Apakah anda tahu bahwa perrmainan
Sangat
3. bola basket dapat dilakukan dengan 90,41 Digunakan
Baik
sarana prasarana yang sederhana?
Apakah anda perlu melakukan
4. pemanasan sebelum bermain bola 88,36 Baik Digunakan
basket dengan ring bergerak?
Apakah siswa mengetahui jumlah
Sangat
5. pemain bola basket dengan ring 91,78 Digunakan
Baik
bergerak?
Apakah siswa mengetahui jenis bola
6. yang digunakan pada permainan bola 82,88 Baik Digunakan
basket dengan ring bergerak?
Apakah siswa mengetahui berapa
Sangat
7. lama waktu pertandingan permainan 90,41 Digunakan
Baik
bola basket dengan ring bergerak?
Apakah anda tahu cara bermain bola Sangat
8. 91,78 Digunakan
basket dengan ring bergerak ? Baik
Apakah anda dapat menjelaskan pada
9. teman anda bagaimana cara bermain 82,19 Baik Digunakan
bola basket dengan ring bergerak?
10. Apakah denyut nadi anda mengalami 90,41 Sangat Digunakan
134

perubahan setelah melakukan Baik


permainan bola basket dengan ring
bergerak?
Apakah anda tahu tujuan dari
Sangat
11. permainan bola basket dengan ring 91,78 Digunakan
Baik
bergerak?
Apakah dalam permainan ini anda Sangat
12. 90,41 Digunakan
dapat menyerang pertahanan lawan ? Baik
Apaka anda bisa memainkan model
Sangat
13. permainan bola basket dengan ring 90,41 Digunakan
Baik
bergerak
Apakah dengan permainan bola
14. basket dengan ring bergerak, anda 73,97 Baik Digunakan
mudah untuk mengoper bola?
Apakah anda dapat menggiring / Sangat
15. 92,47 Digunakan
mendriblle bola? Baik
Apakah anda merasa kesulitan
16. menjadi penjaga hullahup dalam 89,04 Baik Digunakan
permainan ini ?
Apakah dalam permainan bola basket
Sangat
17. dengan ring bergerak, anda mudah 93,84 Digunakan
Baik
untuk mencetak gol ?
Apakah anda dapat melakukan Sangat
18. 90,41 Digunakan
shooting ? Baik
Apakah cara bermaian bola basket
dengan ring bergerak ini lebih mudah Sangat
19. 93,84 Digunakan
dari permainan bola basket yang anda Baik
kenal sekarang ?
Apakah permainan bola basket Sangat
20. 93,84 Digunakan
dengan ring bergerak dapat membuat Baik
135

anda lebih aktif bergerak ?


Apakah permainan bola basket
21. dengan ring bergerak sangat 86,99 Baik Digunakan
menyenangkan setelah anda lakukan?
Apakah permainan bola basket
Sangat
22. dengan ring bergerak dapat 95,89 Digunakan
Baik
meningkatkan sportifitas ?
Apakah setelah anda melakukan
permainan bola basket dengan ring Sangat
23. 96,58 Digunakan
bergerak, merasa dapat meningkatkan Baik
kesehatan?
Apakah anda akan mentaati peraturan Sangat
24. 93,84 Digunakan
bola basket dengan ring bergerak ? Baik
Apakah setiap pemain harus mentaati
Sangat
25. peraturan bola basket dengan ring 92,47 Digunakan
Baik
bergerak?
Apakah anda bisa bekerjasama
dengan teman satu tim atau regu Sangat
26. 90,41 Digunakan
ketika kamu bermain bola basket Baik
dengan ring bergerak ?
Apakah dalam bermain bola basket
dengan ring bergerak dibutuhkan Sangat
27. 96,58 Digunakan
kerja sama untuk memenangkan Baik
pertandingan?
Apakah seorang pemain boleh
Sangat
28. menentang keputusan yang diberikan 96,58 Digunakan
Baik
oleh wasit ?
Apabila tim anda kalah, apakah anda
Sangat
29. akan mengakui keunggulan tim 94,52 Digunakan
Baik
lawan?
136

Apakah anda bersedia bermain bola


30. basket dengan ring bergerak kembali 73,97 Baik Digunakan
?
Sangat
RATA - RATA
90,02 Baik
137

Lampiran 15

Data hasil keseluruhan dari evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil,
dan uji coba lapangan.

No Komponen Hasil

Didapat presentase skala penilaian


Evaluasi ahli
81,6%, sehingga produk penilaian
Hasil evaluasi ahli
modifikasi permainan bola basket
bolabasket
dengan ring bergerak dapat digunakan

1. oleh siswa SMP.

Didapat presentase skala penilaian 84%,

sehingga produk penilaian modifikasi


Hasil evaluasi ahli
permainan bola basket dengan ring
pembelajaran
bergerak dapat digunakan oleh siswa

SMP.

Didapat presentase skala penilaian

84,52%, sehingga produk penilaian

2. Uji kelompok kecil modifikasi permainan bola basket

dengan ring bergerak dapat digunakan

oleh siswa SMP.

Didapat presentase skala penilaian

90,02%, sehingga produk penilaian

3. Uji lapangan modifikasi permainan bola basket

dengan ring bergerak dapat digunakan

oleh siswa SMP.


138

Lampiran 16

Dokumentasi penelitian

Menjelaskan tata cara permainan bola basket ring bergerak

Siswa melakukan permainan bola basket dengan ring bergerak


139

Siswa mengisi kuisoner permainan bola basket ring bergerak

Guru penjas mengawasi siswa dalam pengisian kuisoner

Anda mungkin juga menyukai