Anda di halaman 1dari 30

Katalog: 1404078

Buku 5

  



BADAN PUSAT STATISTIK
Buku 5

  



BUKU 5 PEMANFAATAN DATA
MODUL KETAHANAN SOSIAL
SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL
SUSENAS SEPTEMBER 2020

ISBN : -
No. Publikasi : 04320.2007
Katalog : 1404078

Ukuran Buku : B5 JIS


Jumlah Halaman : vi + 20 halaman

Naskah :
Direktorat Statistik Ketahanan Sosial
Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat

Penyunting :
Direktorat Statistik Ketahanan Sosial
Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat

Desain Kover oleh :


Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup, Direktorat Statistik Ketahanan
Sosial

Penerbit :
© BPS RI

Pencetak :
Badan Pusat Statistik

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin
tertulis dari Badan Pusat Statistik
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... iii


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN
A. Urgensi Susenas Modul Ketahanan Sosial Susenas
September 2020 ...................................................................................... 1
B. Penentuan Kebutuhan Modul Ketahanan Sosial Susenas
September 2020 ...................................................................................... 2
C. Pertanyaan pada Modul Ketahanan Sosial Susenas
September 2020 ...................................................................................... 4
BAB II METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR LINGKUNGAN HIDUP
MODUL KETAHANAN SOSIAL SUSENAS SEPTEMBER 2020......... 7
BAB III METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR SOSIAL MASYARAKAT
MODUL KETAHANAN SOSIAL SUSENAS SEPTEMBER 2020......... 9
BAB IV METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR KEAMANAN MODUL
KETAHANAN SOSIAL SUSENAS SEPTEMBER 2020.......................... 15
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 19

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | v


BAB I
PENDAHULUAN

A. Urgensi Susenas Modul Ketahanan Sosial Susenas September 2020

Penyediaan indikator statistik sosial yang lebih berkualitas, tepat, terkini,


komprehensif dan menggambarkan kemajuan pembangunan di bidang sosial
semakin menjadi kebutuhan. Statistik ketahanan sosial merupakan salah satu
dimensi penting untuk mengembangkan statistik sosial. Statistik ketahanan
sosial juga dapat mengukur dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. Perhatian
terhadap dimensi ketahanan sosial ini semakin meningkat. Atas dasar kesadaran
ini pula maka BPS terus menerus berupaya untuk mengembangkan beragam
indikator statistik ketahanan sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
terkini.
Modul Ketahanan Sosial 2020 (Modul Hansos 2020) pada Susenas
September merupakan salah satu solusi dalam melengkapi kebutuhan data
terkait statistik ketahanan sosial. Karena saat pendataan Susenas bersamaan
dengan terjadinya pandemi Covid-19, maka terjadi penyesuaian berupa
penyederhanaan pertanyaan. Susenas Modul Hansos 2020 merupakan sarana
untuk memperkaya ketersediaan berbagai indikator lingkungan hidup, sosial
masyarakat dan keamanan. Pada bidang lingkungan hidup, Modul Hansos 2020
memenuhi kebutuhan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pada
pengurangan emisi melalui indikator penggunaan transportasi publik. Pada
bidang sosial masyarakat, untuk kebutuhan indikator TPB pengasuhan anak serta
perlindungan sosial, termasuk tingkat kemiskinan dan Gini Ratio. Pada bidang
Keamanan, Modul Hansos 2020 bertujuan untuk pemenuhan indikator TPB
berdasarkan Manual of Victimization Survey yang disusun oleh United Nations
Office on Drugs and Crime (UNODC).
Data dan indikator penting yang dihasilkan melalui Susenas Modul Hansos
2020 mampu menjawab berbagai indikator yang terdapat dalam TPB yaitu
Tujuan 1 (Mengakhiri Kemiskinan dalam Segala Bentuk Dimanapun) dan Tujuan
10 (Mengurangi Kesenjangan Intra- dan Antarnegara), Tujuan 11 (Menjadikan
Kota dan Pemukiman Inklusif, Aman, Tannguh dan Berkelanjutan), Tujuan
16 (Menguatkan Masyarakat yang Inklusif dan Damai untuk Pembangunan
Berkelanjutan, Menyediakan Akses Keadilan untuk Semua, dan Membangunan
Kelembagaan yang Efektif, Akuntabel, dan Inklusif di Semua Tingkatan) baik
pada indikator global maupun proksi. Pemantauan indikator TPB penting

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 1


guna memastikan pelaksanaan pembangunan telah memberi manfaat untuk
semua serta melibatkan semua kepentingan (no one left behind) dalam proses
pembangunan.

B. Penentuan Kebutuhan (Specify Needs) Modul Ketahanan Sosial


Susenas September

Susenas Modul Hansos 2020 perlu mendapat jaminan bahwa statistik yang
dihasilkan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran. Hal itu dapat diwujudkan
apabila proses bisnis yang berlaku dalam penyelenggaraan kegiatan statistik
dilaksanakan secara konsisten. Tahapan proses bisnis dalam kegiatan statistik
selengkapnya adalah penentuan kebutuhan (specify needs), perancangan (design),
pembangunan (build), pengumpulan (collect), pengolahan (process), analisis
(analyze), diseminasi (disseminate), dan evaluasi (evaluate).
Tahapan pertama dalam proses bisnis kegiatan statistik adalah penentuan
kebutuhan (specify needs) data statistik ketahanan sosial dan konsumsi/
pengeluaran bagi pengguna data. Data yang dihasilkan diharapkan, tepat sasaran
untuk perencanaan, monitoring, dan evaluasi berbagai program pembangunan
yang diselenggarakan oleh pemerintah. Serangkaian penyelenggaraan kegiatan
penentuan kebutuhan Susenas Modul Hansos 2020 dilaksanakan melalui
kajian literatur serta rapat internal BPS. Berikut rangkaian kegiatan penentuan
kebutuhan yang dilakukan:

(1) Kajian Literatur

Penyusunan instrumen Modul Hansos 2020 juga merujuk pada beberapa


permasalahan yang masih dihadapi Indonesia. Permasalahan-permasalahan
tersebut antara lain terdapat pada bidang lingkungan hidup, sosial masyarakat
serta keamanan. Berikut diuraikan beberapa perhatian pemerintah yang diangkat
pada dokumen RPJMN dan memperkuat pemilihan indikator pada Modul
Hansos 2020.
1. Pada bidang lingkungan hidup.
Polusi merupakan salah satu permasalahan pembangunan wilayah pulau
yang menyebabkan ketimpangan dan perlu diatasi. Upaya pemerintah
membangun infrastuktur perkotaan melalui sistem angkutan umum
massal perkotaan di 6 wilayah metropolitan menjadi salah satu sasaran
pembangunan sampai 2024 (RPJMN Narasi VI-30).

2 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


2. Pada bidang sosial masyarakat
a. Pengasuhan Anak juga belum optimal, antara lain ditandai oleh balita
yang mendapatkan pengasuhan tidak layak sekitar 3,73 persen dan
sekitar 4,84 persen anak tidak tinggal bersama kedua orangtuanya
(RPJMN Narasi IV.11).
b. Adanya pandemi Covid-19 ini, jumlah penduduk yang rentan untuk
jatuh miskin cukup tinggi. Perlindungan sosial bagi penduduk miskin
dan rentan diberikan melalui bantuan sosial untuk mengurangi beban
pengeluaran mereka. Berbagai kendala seperti permasalahan pada
akurasi dan kelengkapan data serta prosedur administrasi yang
lama, menyebabkan program-program bantuan sosial belum dapat
terintegrasi secara optimal. (RPJMN Narasi IV.5)

3. Pada bidang keamanan


Rendahnya rasa aman di lingkungan masyarakat. Kejahatan tehadap nyawa,
fisik, kesusilaan dan perdagangan manusia masih relatif tinggi. Proporsi
orang yang merasa aman berjalan sendirian hanya 53,32 persen pada tahun
2017, ini cukup wajar karena tingkat kriminalitas masih cukup tinggi, yaitu
113 orang per 100.000 penduduk pada tahun 2018 (RPJMN Narasi VIII.13).

Penyusunan Susenas Modul Hansos 2020 mengacu kepada dasar hukum


atau legal dokumen yang melandasi indikator di bidang lingkungan hidup,
sosial masyarakat dan keamanan. Landasan utama kajian literatur berasal
dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Rancangan RPJMN 2020-2024, dan
Undang-undang.

1. Dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan indikator lingkungan


hidup Pengurangan polusi udara untuk kota berkelanjutan
a. TPB Target 11.2.1 Persentase penduduk yang mempunyai akses ke
transportasi publik
b. TPB Target 11.2.1(a) Persentase pengguna moda transportasi umum
perkotaan
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang
Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan
d. Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 15 Tahun 2019 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor
Umum dalam Trayek

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 3


2. Dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan indikator sosial
masyarakat antara lain:
a. TPB Target 1.2.1* Persentase penduduk yang hidup di bawah garis
kemiskinan nasional, menurut jenis kelamin dan kelompok umur
b. TPB Target 10.1.1* Koefisien Gini
c. TPB Target 16.2.1 Proporsi rumah tangga yang mempunyai anak
umur 1-17 tahun yang megalami hukuman fisik dan atau psikologis
dari pengasuh dalam sebulan terakhir
d. Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
e. Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas
Undang-undang No 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak
f. Peraturan Presiden RI No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024

3. Dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan indikator keamanan


antara lain:
a. TPB Target 16.1.4 Proporsi penduduk yang merasa aman berjalan
sendirian di area tempat tinggalnya.
b. UUD Republik Indonesia 1945 Pasal 28G ayat 1 tentang hak asasi
manusia (akan rasa aman)
c. Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 59 Tahun 2017 Tentang
Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

(2) Rapat Internal BPS

Perencanaan Susenas Modul Hansos 2020 memperhatikan kebutuhan data


terkait lingkungan hidup, sosial masyarakat dan keamanan. Analisis kebutuhan
data tersebut dibangun melalui diskusi antara Direktorat Statistik Ketahanan
Sosial dengan direktorat-direktorat terkait yaitu Direktorat Statistik Kesejahteraan
Rakyat, Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei, Direktorat
Analisis dan Pengembangan Statistik, Direktorat Neraca Pengeluaran, serta
Direktorat Sistem Informasi Statistik. Dari diskusi-diskusi tersebut diputuskan
beberapa hal, antara lain, tata kelola seluruh kegiatan, struktur pertanyaan dalam
kuesioner, konsep definisi, metodologi, pengolahan, dan diseminasi.

C. Modul Ketahanan Sosial Susenas September

Buku Pemanfaatan data Susenas Modul Hansos 2020 ini mengacu pada
kuesioner Susenas Modul Hansos dan Konsumsi & Pengeluaran VSEN20.MH.
Secara garis besar, cakupan Susenas Modul Hansos 2020 meliputi 4 (empat)

4 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


kelompok besar yaitu bidang lingkungan hidup (sebagaian terdapat pada Blok
IV dan VI), bidang sosial masyarakat (Blok VII), bidang keamanan (Blok VIII) serta
dan konsumsi dan pengeluaran (Blok IX-XI).

(1) Bidang Lingkungan Hidup

Fokus Susenas Modul Hansos 2020 pada bidang lingkungan hidup


disesuaikan dengan Tujuan 11 TPB Menjadikan Kota dan Pemukiman Inklusif,
Aman, Tangguh dan Berkelanjutan. Informasi mengenai pengurangan polusi
udara guna mencapai kota yang berkelanjutan didapat melalui indikator
penggunaan kendaraan bermotor umum dengan rute tertentu serta jarak untuk
mengakses transportasi publik.

(2) Bidang Sosial Masyarakat

Susenas Modul Hansos 2020 pada bidang sosial masyarakat terdiri dari 2
(dua) sub-blok pertanyaan, yakni sub-blok pengasuhan anak dan perlindungan
sosial. Fokus Susenas Modul Hansos 2020 pada bidang sosial masyarakat
disesuaikan dengan arah dan strategi pada RPJMN 2020-2024 terkait peningkatan
kualitas anak, perempuan, dan pemuda, serta disesuaikan dengan arahan utama
presiden sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita terkait pembangunan
SDM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Informasi mengenai pola pengasuhan atau mendisiplinkan anak terbagi
menjadi beberapa kategori, antara lain dengan menggunakan cara pengasuhan
tanpa kekerasan, dengan kekerasan psikologis, dan dengan memberikan
hukuman fisik. Berdasarkan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan
anak bahwa batasan usia anak adalah dibawah 18 tahun. Namun dimuat dalam
pertanyaan di Susenas Modul Hansos 2020 terkait pengasuhan anak dibatasi
hanya rumah tangga yang ada anak berumur 1-17 tahun.

(3) Bidang Keamanan

Susenas Modul Hansos 2020 pada bidang keamanan dicakup pada blok
VIII Keamanan. Fokus Susenas Modul Hansos 2020 pada bidang keamanan
disesuaikan untuk memperoleh indikator TPB, yakni pada tujuan 16. Menguatkan
Masyarakat yang Inklusif dan Damai untuk Pembangunan Berkelanjutan,
Menyediakan Akses Keadilan Untuk Semua, dan Membangun Kelembagaan
yang Efektif, Akuntabel, dan Inklusif di Semua Tingkatan. Substansi utamanya
adalah indikator rasa aman.

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 5


Informasi mengenai keamanan mencakup indikator rasa aman yang
dikumpulkan untuk target 16.1 secara signifikan mengurangi segala bentuk
kekerasan dan terkait angka kematian dimanapun. Khususnya pada target 16.1.4*
yakni proporsi penduduk yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat
tinggalnya.

(4) Bidang Konsumsi dan Pengeluaran

Susenas Modul Hansos 2020 mengintegrasikan informasi Konsumsi dan


Pengeluaran dengan penyederhanaan. Informasi ini sangat penting untuk
menjawab permintaan pemerintah akan angka kemiskinan dan ketimpangan
setelah terjadinya pandemi Covid-19.
Selain sebagai fast-response kebutuhan pemerintah, indikator kemiskinan
dan ketimpangan yang dihasilkan Susenas Modul Hansos 2020 juga untuk
menjawab kebutuhan RPJMN dan TPB. Kemiskinan untuk memenuhi TPB Target
1.2.1* Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional,
menurut jenis kelamin dan kelompok umur, serta TPB Target 10.1.1* Koefisien
Gini yang menggambarkan ketimpangan.

6 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


BAB II
METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR
LINGKUNGAN HIDUP MODUL KETAHANAN SOSIAL
SUSENAS SEPTEMBER 2020

Proses pembangunan yang dilakukan hanya untuk mengejar pertumbuhan


ekonomi, perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan hidup
dengan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain proses pembangunan
yang sering mengakibatkan degradasi lingkungan, perilaku konsumtif manusia
juga mengakibatkan permasalahan lingkungan. Oleh sebab itu Undang-Undang
32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
dibentuk dengan tujuan untuk melindungi NKRI dari pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup. Mewujudkan pembangunan berkelanjutan hingga
antisipasi isu lingkungan global berupa perubahan iklim.
Berdasarkan hasil kajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
pada tahun 2007, selain faktor alam, aktivitas manusia juga merupakan penyebab
utama meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi, pada
akhirnya turut menyumbang terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim.
Aktivitas tersebut diantaranya tingginya konsumsi energi karena pemilihan moda
transportasi.
Sebagai pemenuhan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Susenas Modul Hansos 2020 memuat indikator nasional dan proksi indikator
global. Untuk mereduksi emisi CO2 di udara, target 11.2.1(a) indikator persentase
pengguna moda transportasi umum perkotaan sudah bisa dipenuhi sejak tahun
2017. Upaya lebih mendekati indikator global target 11.2.1* Proporsi populasi
yang mendapatkan akses yang nyaman pada transportasi publik akan diperoleh
dari Modul Hansos 2020 ini. Metode perhitungan indikator bidang lingkungan
hidup disajikan pada Tabel 1.

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 7


Tabel 1. Metode Perhitungan Indikator Lingkungan Hidup

Indikator Metode Perhitungan


1 Persentase pengguna
moda transportasi umum di Jumlah rumah tangga perkotaan yang
perkotaan. menuju ke tempat kegiatan utama
(Catatan: moda transportasi umum dengan menggunakan kendaraan x 100
didekati dengan kendaraan umum bermotor umum dengan rute tertentu
rute tertentu)
Jumlah rumah tangga perkotaan
Indikator TPB 11.2.1.(a)

2 Proporsi populasi yang


mendapatkan akses yang
nyaman pada transportasi Jumlah penduduk dengan jarak rumah ke
publik tempat menunggu kendaraan/angkutan
(Catatan: Transportasi publik umum dengan rute tertentu terdekat
yang nyaman diukur dengan dalam jarak 0,5 km
pendekatan penduduk yang memiliki
pemberhentian angkutan umum Jumlah penduduk
dalam jarak 0,5 km)
Indikator TPB 11.2.1*

Catatan:
Pemenuhan Data Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

No Indikator TPB

1 11.2.1.(a) Persentase pengguna moda transportasi umum perkotaan

2 11.2.1* Proporsi populasi yang mendapatkan akses yang nyaman pada transportasi publik

Sumber: Kementerian PPN/Bappenas. Ringkasan Metadata Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

8 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


BAB III
METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR
SOSIAL MASYARAKAT MODUL KETAHANAN SOSIAL
SUSENAS SEPTEMBER 2020

Berdasarkan Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014, disebutkan bahwa


setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekerasan dan deskrimanisai sebagaimana
diamanatkan juga dalam UUD 45. Selain itu anak sebagai tunas, potensi, dan
generasi muda penerus cita-cita pejuangan bagsa memiliki peran strategis, ciri,
dan sifat khusus sehinga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak
manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.
Intervensi berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan tahap kehidupan
dan karakteristik individu diperlukan dalam mewujudkan sumber daya manusia
yang berkualitas dan berdaya saing. Pemenuhan hak dan perlindungan khusus
anak penting untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang secara
optimal, serta terlindungi dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi dan
eksploitasi. Pembangunan pemuda memiliki arti penting bagi keberlangsungan
suatu negara-bangsa karena pemuda adalah penerima tongkat estafet
kepemimpinan bangsa dan salah satu penentu optimalisasi bonus demografi.
Pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, dan pembangunan pemuda
belum berjalan optimal.
Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan pola pengasuhan anak yang baik
dan tepat dalam suatu keluarga atau rumah tangga. Bentuk kekerasan tertentu
pada anak umum terjadi pada semua keadaan. Kekerasan bisa terjadi di rumah
dan dilakukan oleh orang yang dekat dengan anak. Penerapan hukuman dengan
kekerasan atau merendahkan biasa digunakan oleh orang tua atau anggota
keluarga lain di rumah yang bertanggung jawab pada pengasuhan dan perawatan
anak. Pengasuhan anak yang kurang tepat akan berdampak pada tumbuh
kembang yang kurang optimal dan memugkinkan terjadinya sosial masyarakat.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) memberi perhatian pada
pengasuhan anak, dan Susenas Modul Hansos menyajikan pendekatan pada
target 16.2.1 proporsi rumah tangga yang mempunyai anak umur 1-17 tahun
yang mengalami hukuman fisik dan/atau psikologis dari pengasuh selama
setahun terakhir. Susenas Modul Hansos juga memenuhi indikator global TPB
pada indikator 1.2.1* Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan
nasional, menurut jenis kelamin dan kelompok umur serta indikator 10.1.1*
Koefisien Gini.

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 9


Susenas Modul Hansos 2020 menyajikan berbagai data dan indikator,
salah satunya terkait indikator pola/cara pengasuhan anak guna menunjang
kebutuhan data dan indikator pada RPJMN 2020-2024. Berdasarkan Narasi
RPJMN 2020-2024, terkait strategi pembangunan SDM yaitu layanan dasar dan
perlindungan sosial, bahwa sasaran 2024 adalah 98% penduduk mendapatkan
perlindungan sosial. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada blok VII.B
Perlindungan Sosial bertujuan untuk memantau program-program perlindungan
soaial yang dilakukan oleh pemerintah seperti bantuan terkait Program Keluarga
Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Prakerja, dan bantuan
pemerintah pusat dan daerah. Metode perhitungan indikator bidang Sosial
Masyarakat disajikan pada Tabel 2.

10 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Tabel 2. Metode Perhitungan Indikator Sosial Masyarakat
Indikator Metode Perhitungan
A. Pola Pengasuhan Anak
1 Persentase rumah tangga Jumlah rumah tangga yang memiliki
yang memiliki anak usia 1-17 anak 1-17 tahun yang menggunakan cara
tahun yang menggunakan cara pengasuhan tanpa kekerasan x 100
pengasuhan tanpa kekerasan Jumlah rumah tangga yang memiliki anak
1-17 tahun
2 Persentase rumah tangga Jumlah rumah tangga yang memiliki
yang memiliki anak usia 1-17 anak 1-17 tahun ang menggunakan cara
tahun yang menggunakan cara pengasuhan dengan kekerasan psikologis x 100
pengasuhan dengan kekerasan Jumlah rumah tangga yang memiliki anak
psikologis 1-17 tahun
3 Persentase rumah tangga Jumlah rumah tangga yang memiliki
yang memiliki anak usia 1-17 anak 1-17 tahun yang menggunakan cara
tahun yang menggunakan cara pengasuhan dengan memberikan hukuman
pengasuhan dengan memberikan fisik x 100
hukuman fisik Jumlah rumah tangga yang memiliki anak
1-17 tahun
4 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang setuju dengan
setuju dengan pernyataan bahwa pernyataan bahwa anak usia 1-17 tahun
anak usia 1-17 tahun yang yang melakukan kesalahan harus diberi x 100
melakukan kesalahan harus diberi hukuman fisik
hukuman fisik Jumlah rumah tangga
5 Proporsi rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang mempunyai
mempunyai anak umur 1-17 anak umur 1-17 tahun yang mengalami
tahun yang mengalami hukuman hukuman fisik dan/atau psikologis dari
fisik dan/atau psikologis dari pengasuh selama setahun terakhir
pengasuh selama setahun Jumlah rumah tangga
terakhir
Indikator TPB 16.2.1
B. Perlindungan Sosial
1 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang memiliki/
memiliki/ menerima jaminan menerima jaminan sosial dalam setahun
sosial dalam setahun terakhir terakhir x 100

Jumlah rumah tangga


2 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang menjadi
menjadi penerima Program penerima Program Keluarga Harapan (PKH)
Keluarga Harapan (PKH) dalam dalam setahun terakhir x 100
setahun terakhir Jumlah rumah tangga

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 11


Indikator Metode Perhitungan
3 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang pernah
pernah menerima bantuan/ menerima bantuan/bantuan sosial/
bantuan sosial/subsidi dari subsidi dari pemerintah pusat selama x 100
pemerintah pusat selama setahun terakhir
setahun terakhir Jumlah rumah tangga
4 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang pernah
pernah menerima bantuan/ menerima bantuan/bantuan sosial/
bantuan sosial/subsidi dari subsidi dari pemerintah daerah selama x 100
pemerintah daerah selama setahun terakhir
setahun terakhir
Jumlah rumah tangga
5 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang pernah
pernah menerima bantuan/ menerima bantuan/bantuan sosial/
bantuan sosial/subsidi dari subsidi dari perusahaan selama setahun x 100
perusahaan selama setahun terakhir
terakhir Jumlah rumah tangga
6 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang menerima
menerima Program Bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai
Pangan Non Tunai (BPNT) (BPNT) x 100
Jumlah rumah tangga
7 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang menerima
menerima Bantuan Sosial Tunai Bantuan Sosial Tunai dari pemerintah
dari pemerintah pusat terkait pusat terkait COVID-19 x 100
COVID-19
Jumlah rumah tangga
8 Persentase rumah tangga Jumlah rumah tangga yang menerima
yang menerima Bantuan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dari
Langsung Tunai Dana Desa pemerintah pusat terkait COVID-19 x 100
dari pemerintah pusat terkait Jumlah rumah tangga
COVID-19
9 Persentase rumah tangga yang Jumlah rumah tangga yang menerima
menerima Kartu Pra kerja Kartu Pra kerja x 100
Jumlah rumah tangga
10 Persentase penduduk yang Banyaknya penduduk yang berada di bawah
hidup di bawah garis kemiskinan garis kemiskinan nasional dibagi dengan jumlah
nasional, menurut jenis kelamin penduduk pada periode waktu yang sama
dan kelompok umur dinyatakan dalam satuan persen (%) menurut
Indikator TPB 1.2.1* jenis kelamin dan kelompok umur.
11 Koefisien Gini Merupakan indikator yang menunjukkan tingkat
ketimpangan pendapatan secara menyeluruh.
Indikator TPB 10.1.1* Nilai Koefisien Gini berkisar antara 0 hingga 1.

12 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Catatan:
Pemenuhan Data Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
No Indikator TPB
1 16.2.1 Proporsi rumah tangga yang mempunyai anak umur 1-17 tahun yang mengalami
(Proksi) hukuman fisik dan/atau psikologis dari pengasuh selama setahun terakhir
2 1.2.1* Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, menurut
jenis kelamin dan kelompok umur
3 10.1.1* Koefisien Gini
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas. Ringkasan Metadata Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 13


14 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020
BAB IV
METODE PENGHITUNGAN INDIKATOR
KEAMANAN MODUL KETAHANAN SOSIAL
SUSENAS SEPTEMBER 2020

Kebutuhan fundamental setiap manusia terdiri dari kebutuhan biologis


seperti makan, minum serta tidur, dan kebutuhan sosial, seperti status sosial,
peranan sosial, aktualisasi diri dan rasa aman. Saat ini dapat dikatakan bahwa
rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan
aktivitas sehari-harinya. Menurut Abraham Maslow dalam teori hierarki
kebutuhan manusia (Maslow, 1943), rasa aman berada pada tingkatan yang kedua
dibawah kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, dan papan. Hal ini
menunjukkan bahwa rasa aman merupakan kebutuhan manusia yang penting.
Rasa aman (security) merupakan salah satu hak asasi yang harus diperoleh
atau dinikmati setiap orang. Hal ini tertuang dalam UUD Republik Indonesia 1945
Pasal 28G ayat 1 yang menyebutkan: “Setiap orang berhak atas perlindungan
diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah
kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman
ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi”.
Seiring dengan itu, salah satu kewajiban pemerintah dan negara Indonesia
adalah memberikan rasa aman pada seluruh rakyatnya, sebagaimana yang
diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “Pemerintah dan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia”. Kewajiban ini secara eksplisit juga tertuang dalam Pasal
30 ayat (4), Amandemen Kedua UUD 1945 yang antara lain menyebutkan bahwa
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah alat negara yang menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat serta bertugas melindungi, mengayomi,
dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum.
Dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) khususnya pada target 16.1.4
yakni proporsi rumah tangga yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat
tinggalnya. Tujuannya adalah sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan
pembangunan sektoral di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat serta
perencanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat secara menyeluruh. Rasa aman diukur dalam Survei Sosial Ekonomi
Nasional (Susenas) Modul Ketahanan Sosial yang diselenggarakan oleh Badan
Pusat Statistik (BPS) setiap tiga tahun.

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 15


Sebagai informasi, pertanyaan pada bagian rasa aman (safety feeling)
mengacu pada Manual on Victimization Surveys yang dikeluarkan oleh United
Nation Office on Drugs and Crime (UNODC). Pertanyaan survei dirancang untuk
mengukur sejauh mana orang merasa khawatir tentang keselamatan pribadi
mereka dalam situasi sehari-hari, sejauh mana rasa takut memaksakan batasan
tentang peluang dan kebebasan bergerak mereka dan bagaimana mereka
mengelola ancaman demi keselamatan mereka di dalamnya kehidupan sehari-
hari. Informasi dapat dikumpulkan tentang berbagai masalah yang berhubungan
dengan persepsi kejahatan dalam berbagai situasi (siang hari, malam hari, ketika
beraktivitas). Metode penghitungan indikator rasa aman selanjutnya dijelaskan
pada bab ini. Metode perhitungan indikator bidang keamanan disajikan pada
Tabel 3.

16 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Tabel 3. Metode Perhitungan Indikator Keamanan

No Indikator Metode Perhitungan


1 Persentase penduduk yang Jumlah penduduk yang merasa aman
merasa aman berjalan kaki berjalan kaki sendirian di siang hari di
sendirian di siang hari di area area tempat tinggalnya x 100
tempat tinggalnya.
Jumlah penduduk
2 Persentase penduduk yang Jumlah penduduk yang merasa aman
merasa aman berjalan kaki berjalan kaki sendirian di siang hari di
sendirian di malam hari di area area tempat tinggalnya x 100
tempat tinggalnya.
Jumlah penduduk
3 Persentase penduduk yang Jumlah penduduk yang merasa aman
merasa aman mengendarai mengendarai sepeda/sepeda motor/
sepeda/sepeda motor/mobil mobil sendirian di malam hari x 100
sendirian di malam hari
Jumlah penduduk
4 Proporsi penduduk yang merasa Jumlah penduduk yang merasa aman
aman berjalan sendirian di area berjalan sendirian di area tempat
tempat tinggalnya. tinggalnya
Jumlah penduduk

Catatan:
Pemenuhan Data Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

No Indikator
1 16.1.4* Proporsi penduduk yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggal-
nya.
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas. Ringkasan Metadata Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 17


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang


Hukum Acara Pidana. Bandung
Badan Pusat Statistik. 2018. Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Indonesia 2018. Jakarta.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 2020.
Pedoman Umum Program Sembako. Jakarta.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. 2017. Ringkasan
Metadata Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable
Development Goals Indonesia. Jakarta
Maslow, A.H. 1943. A Theory of Human Motivation. New York: Psychological
Review.
Office of The Minister for Children and Youth Affairs. 2010. Parents’ Perspectives
on Parenting Styles and Disciplining Children. Dublin.
United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC). 2010. Manual on Victimization
Surveys. Genewa

Aturan Perundangan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 Pasal 28 Tentang Hak Asasi
Manusia
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2004 Tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas
Dan Angkutan Jalan
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah
Dan Retribusi Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020 | 19


Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2019 Tentang Rencana Kerja Pemerintah
Tahun 2020
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 (Lampiran 1)
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman
Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari APBD
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 Tahun 2019 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum
dalam Trayek

20 | Pemanfaatan Data Modul Ketahanan Sosial SUSENAS September 2020


Sensus
Penduduk
2020
# MencatatIndonesia

D ATA


BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No.6-8 Jakarta 10710
Telp: (021)3841195, 38442508, 3810291-4, Fax: (021) 3857946
Homepage: http//www.bps.go.id Email: bpshq@bps.go.id