Kata Pengantar
Puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya kami mampu menyelesaikan
makalah karya tulis ilmiah berjudul “Ampas Tebu Sebagai Media Penjernihan Air”. Kami juga
mengucapkan terima kasih, kepada seluruh pihak seperti guru juga rekan-rekan yang telah bersedia
membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang kami sertakan sebagai fakta
dalam karya tulis ilmiah kami.
Karya tulis ilmiah yang kami susun ini, berdasarkan keadaan nyata dan fakta yang dapat kami
simpulkan. Pembahasan tiap masalah ini akan membantu masyarakat akan pentingnya air bersih dalam
kehidupan, juga sebagai langkah filterisasi air yang mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan bahan yang mudah ditemukan juga akan memudahkan masyarakat dalam
menerapkannya dalam kehidupan. Hal ini membuka pola pikir masyarakat dalam mengelola bahan
sederhana dalam membantu masyarakat, tidak selalu menggunakan teknologi mutakhir yang berdampak
pada pencemaran lingkungan. Dengan karya ilmiah ini juga diharapkan dapat membuka pola pikir
masyarakat sehingga giat mencipta teknologi sederhana yang memudahkan kegiatan masyarakat.
Kesehatan masyarkat juga lebih terjamin. Serta jauh dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh
minimnya jumlah pasokan air bersih ke daerah-daerah kecil yang sulit dijangkau air bersih. Kami
berharap agar keefektifan teknologi ini juga menjadi penggagas bagi pemerintah untuk lebih
memerhatikan pentingnya air bersih yang diperlukan masyarakat. Dengan begitu, kehidupan masyarakat
akan lebih makmur dan terjamin.
Pematangsiantar, 24 Februari 2020
Guru Bidang Studi Kimia
DAFTAR ISI
1
KATA PENGANTAR 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG 4
1.2 MASALAH DAN TUJUAN………………………………………………......……………..6
1.3 RUANG LINGKUP KEGIATAN.…… …………………………………………..………....6
1.4 KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS…………………………...…………………..8
1.5 METODE…………………………………………………………………………………...…8
1.6 PELAKSANAAN KEGIATAN……………………………………………………..……...10
1.7 FASILITAS YANG TERSEDIA…………………………………………………………...10
1.8 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN……………………….………………………………10
1.9 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN……………….……………………………...10
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 KANDUNGAN AIR …………………………………………………..………………...….12
2.2 TANAMAN TEBU………………………………………………...…………………….…12
2.3 AMPAS TEBU……………………………………………………………………...…..…..12
2.4 KANDUNGAN TEBU……………………………………………………...……………...12
2.5 KANDUNGAN SODA API…………………………………………………………….….13
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN………………...……………………..…………14
3.2 ALAT DAN BAHAN…………………………………..……………..…………………..…14
3.3 METODE PEMBUATAN…………………..……………..……………………………...…14
3.4 PENGAMATAN PROSES DAN HASIL PRODUK………………..……………...………15
3.5 SIFAT PRODUK………………………………………………………...…………...………15
BAB IV
2
KESIMPULAN dan SARAN
4.1 KESIMPULAN………………………………………………...………………………...….16
4.2 SARAN………………………………………………………………………………….……16
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………...…………17
LAMPIRAN………………………………………………………………………………………...…...18
BAB I
3
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini banyak masyarakat yang memakai air sungai dalam kehidupannya sehari- hari seperti
mandi, mencuci,dan kegiatan lainnya.Walaupun pada awalnya itu tidaklah menjadi masalah, karena pada
awalnya air sungai masihlah jernih dan bersih namun pada saat ini air sungai menjadi sangat kotor dan
keruh karena banyaknya limbah yang dibuang ke sungai seperti limbah rumah tangga, ataupun limbah
industri.Walaupun seperti itu masih banyak masyarakat yang memakai air sungai walaupun keruh dan
kotor karena begitu besarnya daya guna dari air itu sendiri dan minimnya sumber air bersih di daerah
tersebut.
Bila lebih di dalami lagi semakin banyaknya populasi di permukaan bumi dan semakin majunya jaman
membuat ketimpangan di sektor kehidupan manusia.Sehingga terjadi dan terciptalah golongan minoritas
dan mayoritas.Sama halnya dengan pemakaian air bersih, ada kelompok orang yang dapat memakai air
bersih secara normal bahkan hingga berlebihan dan juga ada kelompok orang yang memakai air yang
tidak layak pakai seperti air sungai yang keruh dan bahkan sangat kekurangan pasokan air bersih.
Air bersih memang berguna bagi kesehatan masyarakat, Saat ini sedang marak kasus dimana pipa-pipa
pvc rumah tangga mengundung timbal, sehingga mengakibatkan pengaruh buruk bagi kualitas air ke
rumah-rumah, selain itu pembuangan limbah pabrik ke daerah perairan membuat akses air bersih kini
menjadi sorotan, serta ada pula pengaruh dari polusi udara yang membuat air hujan menjadi
terkontaminasi oleh CO₂, dimana air hujan juga dimanfaatkan oleh masyarakat, serta ada juga air hujan
yang masuk ke perairan. Namun kebanyakan masyarakat tidak peduli bahwa tubuh yang sehat juga
membutuhkan air yang sehat pula, khusunya dalam MCK, masak,minum yang merupakan proses paling
mudah masuknya bakteri, mikroba dan bahan kimia berbahaya kedalam tubuh manusia. Hal ini juga
terjadi karena kurang sadarnya masyarakat akan kepentingan global, seperti para kaum elit maupun
rumah tangga yang membuang sampah pabrik, bengkel, minyak dan limbah dapur ke sungai yang
membuat sumber air tercemar.
Selain aspek rasa peduli masyarakat terhadap pentingnya air bagi kebutuhan global, pencemaran air
juga terkadang berujung pada pemborosan, kekeringan bahkan penyakit, dan yang paling mengerikan
ialah kematian.
Sebagaimana diketahui, inisiatif pentingnya memperingati Hari Air Dunia dimulai dari Sidang Umum
PBB ke-47 di Brazil, 22 Desember 1992. Pada saat itu, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang
4
menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati
pertama kali pada tahun 1994. Inisiatif ini muncul karena salah satu agenda besar PBB adalah
memastikan setiap orang di seluruh dunia mendapatkan akses terhadap air bersih yang telah dipaparkan
oleh PERPAMSI pada Hari Air Dunia 2018 lalu. Walaupun demikian berdasarkan data yang diperoleh
selama kurun waktu sampai 2018, meski dikenal kaya akan sumber daya air, sejumlah wilayah di
Indonesia justru kerap dilanda krisis air bersih. Menurut WaterAid pada 2016, Indonesia masuk daftar
negara dengan penduduk terbanyak yang tidak bisa mengakses air bersih. Indonesia berada di peringkat
ke-6 dari 10 negara. Ada sekitar 32 juta orang di Tanah Air hidup tanpa air bersih.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sampai tahun 2016, capaian akses air minum baru
mencapai 71,14 persen dan akses sanitasi 76,37 persen. Kontribusi air minum perpipaan sendiri
diperkirakan baru mencapai 26 persen.
Di lihat dari kondisi geografis, Indonesia seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air karena
hampir sebagian besar wilayahnya merupakan perairan. Namun pada kenyataannya dari tahun ke tahun
Indonesia mengalami krisis air bersih. Potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung
berkurang akibat rusaknya daerah tangkapan air dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar
15-35 persen per kapita per tahun. Padahal di sisi lain kecenderungan konsumsi air bersih justru naik
secara eksponensial. Perilaku lain yang juga memicu krisis air bersih di Indonesia adalah pengambilan air
tanah yang tidak proporsional, baik sektor industri maupun pertanian. Di kawasan hulu tidak ada
penambahan air yang meresap, di bagian tengah terjadi pengambilan berlebih sehingga di kawasan pantai
air tanah akan tercemar air laut karena intrusi air laut. Ironisnya, kekeringan dan krisis air bersih terjadi di
beberapa daerah meski telah memasuki musim penghujan. Di saat beberapa kota besar mengalami
kebanjiran akibat curah hujan yang tinggi, justru permasalahan krisis air bersih dan kelangkaan air masih
melanda kota-kota lain di Indonesia.
Maka dalam kesempatan ini, kami ingin mencoba terlebih dahulu memberikan sinyal menyadarkan
masyarakat melalui hal sederhana ini, lalu selanjutnya memasuki tahap pemfilteran, kemudian digunakan
kembali, sebagai prinsip hemat air bersih dengan memanfaatkan sumber daya alam, sebagai salah satu
partisipasi kami menjadikan akses air bersih yang lebih baik kedepannya.
1.2 MASALAH DAN TUJUAN
5
a. MASALAH
Melihat Bagaimana kondisi sumber daya air di mana sekarang ini dan juga banyaknya pencemaran air
dengan bahan bahan kimia yang memperlihatkan kondisikan pada berbagai sumber air pada seperti yang
kita ketahui manusia sangat membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari misalnya untuk mandi suci
dan sebagainya.
b. TUJUAN
1.memberikan sinyal pada masyarakat untuk lebih cermat dalam menggunakan air
2. menambah pemahaman masyarakat tentang betapa pentingnya air dalam kehidupan manusia
3. menciptakan teknologi yang sederhana dalam mengelola sumber daya alam yang ada di sekitar
4. masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan kehidupan yang hemat yang sehat ramah
lingkungan dan ekonomis.
1.3 RUANG LINGKUP KEGIATAN
Arahan yang dituju adalah peningkatan kualitas dan kuantitas air bersih, dalam terwujudnya masyarakat
yang sehat melalui hal kecil berupa air. Oleh sebab itu kegiatan ini sebetulnya tidak membatasi
sasarannya, tetapi ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk menyadari betapa
pentingnya air bersih bagi kehidupan, dan semakin memulai untuk mencari alternative lain yang
sederhana dan mungkin mudah digunakansehari-hari untuk metode pembersihan air yang tidak
menggunakan bahan kimia.
a. Objek
kegiatan yang dilakukan dengan melihat keadaan yang sebenarnya terjadi di sekitar kita dimana masih
banyak ditemui tanaman tebu, sehingga semakin menambah keingin tahuan kami dalam mencari
informasi lebih lanjut melalui media elektronik dan media tulis untuk menjadikan tanaman ini sebagai
bahan pokok yang kami gunakan dalam kegiatan ini. Selain itu juga kami melihat daerah sekitar tempat
kami melakukan penelitian dimana terdapat Sungai Bah Bolon,sungai induk di daerah Pematangsiantar
yang sering kali terlihat keruh dan tercemar.
Dimana,seperti yang kita ketahui :
fungsi air, antara lain :
Sebagai air minum
Sebagai media bercocok tanam
Sebagai media membantu kehidupan manusia
Sebagai irigasi dan pengairan lahan pertanian
Sebagai pembangkit listrik
Sebagai sarana rekreasi
fungsi tebu, antara lain :
Menjaga keseimbangan tubuh
6
Memberikan membersihkan racun dalam tubuh
Merawat kulit
Menjaga kesehatan organ tubuh
Menurunkan kadar kolesterol
Sebagai karbon aktif untuk menetralkan kandungan merkuri dan timbal
fungsi soda api (manfaat.co.id), antara lain :
1. Untuk menghilangkan noda karat
2. Untuk membersihkan saluran pipa
3. Untuk membersihkan produk besi dan stainless dari noda
4. Untuk merontokkan cat (paint remover)
5. Untuk produksi berbagai macam industri selain industri besi dan baja
b. Janis-jenis Kegiatan
1. Analisis Data dan Informasi
Dalam tahap ini kami mencari apa masalah pokok yang akan menjadi topik karya ilmiah kami, dimana
kami menganalisis masalah kurangnya pasokan air bersih sebagai masalah pokok yang perlu segera
ditangani dengan hal kecil. Selain itu kami juga menggunakan media elektronik untuk mengetahui
teknolohi seperti apa yang sudah dibuat dan digunakan sejauh ini.
2. Tinjau Objek dan Lokasi
Di tahap ini kami mencoba untuk melihat, sumber daya apa yang banyak ditemui di daerah sekitar,
bagaimana cara mengolahnya dan lokasi apa yang cocok dijadikan bahan perbandingan untuk kegiatan
ini.
3. Pengumpulan Bahan dan Alat
Pada tahap inilah semua bahan yang diperlukan dikumpulkan dan dianalisis teksturnya dan
komposisinya.
4. Penarikan Hipotesis
Kemungkinan apa yang akan terjadi selanjutnya dan bagaimana kendala yang mungkin terjadi saat
pelaksaan kegiatan
5. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inilah alat dibuat dan memakan waktu sekitar 2-3 hari sampai benar-benar jadi.
6. Percobaan dan Penelitian
Dalam tahap ini dilakukan percobaan mengenai alat yang dibuat, dengan menggunakan variabel yang
mungkin mempengaruhi dan membandingkan setiap percobaan yang kami lakukan.
7. Pengkajian ulang dan Penulisan Makalah
Pada tahap ini hasil dikaji kembali dan setiap kegiatan ditampilkan dalam bentuk tulisan yang jelas dan
runtut, dan tersusun jelas dari awal kegiatan sampai selesai.
1.4 Kerangka Teoritis dan Hipotesis
7
A . Kerangka Teoritis
Dalam kegiatan ini terbadapt beberap variabel sebagai dasar penelitian kami, antara lain :
Variabel bebas : Air
Air menurut KBBI air (n) 1 cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yg terdapat dan
diperlukan dl kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yg secara kimiawi mengandung hidrogen dan
oksigen
Variabel terikat : Soda api, Sinar Matahari
1. Filtrasi adalah proses pemisahan dari campuran heterogen yang mengandung cairan dan partikel-
partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan
partikel-partikel padat.
2. Menurut Hopkins sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang
mempunyai pengaruh terhadap lingkungan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pengertian Sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di
bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat.
Variabel intervening : Timbal dan Besi
Timbal adalah logam yang bewarna abu-abu kebiruan, dengan rapatan yang tinggi (11,48 g/ml pada suhu
kamar). Ia mudah melarut dalam asam nitrat yang sedang pekatnya (8M) (Svehla, 1979).
1.5 Metode Pelaksanaan
1 TAHAP PENELITIAN
1. Mengamati dan mengidentifikasi masalah , tahap awal yang ada yaitu mengidentifikasi masalah
tentang sumber daya air di lingkungan sekitar, yang banyak tercemar oleh limbah pabrik, bengkel, limbah
rumah tangga, dan beberapa senyawa kimia berbahaya, seperti besi, timbal, serta mikroba lainnya.
2. Mencari informasi dan bimbingan, persiapan yang dilakukan adalah dengan mencari informasi
tambahan dari berbagai sumber melalui perpustakaan umum (Perpustakaan umum Kota Pematangsiantar
“Sintong Bengei” dan perpustakaan SMA Negeri 4 Pematangsiantar), serta mencari guru pembimbing
untuk membimbing penulisan karya tulis ini.
3. Mempelajari kasus dan masalah Pada tahap ini yaitu mempelajari berbagai informasi tentang masalah
sumber daya air, serta mencari tahu keinginan masyarakat terhadap permasalahn yang akan dihadapi.
8
4. Mencari solusi terhadap masalah Setelah cukup mengetahui masalah yang ada selanjutnya memikirkan
solusi terbaik.
5. Mencari bahan dan desain penggambaran solusi Pada tahap ini yaitu mendesain dengan menggunakan
metode sederhana dan dalam ruang lingkup kecil untuk menggambarkan solusi yang telah didapatkan.
Pada tahap ini juga ada peninjauan ulang solusi yang telah di dapat secara langsung.
6. Perancangan alat
2 INDIKATOR CAPAIAN
Pada penelitian ini yaitu terealisasinya pembuatan media penjernihan air, sehingga masyarakat
dapat mencontoh dan menerapkan metode ini agar dapat di minimalisir krisis air bersih yang telah
menjadi sorotan tersebut, sehingga semakin meningkatkan kepedulian masyarakat akan air bersih yang
sehat untuk tubuh yangs sehat dan jiwa yang sehat.
3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data diperoleh melalui buku, jurnal serta dari internet. Pada tahap ini sebuah data, fakta
dan informasi dicari dan diidentifikasi. Data diseleksi, yang sesuai dengan topik tulisan dipisahkan dari
yang tidak sesuai. Data yang sesuai dengan topik tulisan dipisahkan berdasarkan kesesuaiannya dengan
sub-sub judul dalam kerangka tulisan. Data utama dikumpulkan melalui percobaaan penelitian dengan
membuat teknologi yang telah diinovasikan dengan kreatifitas dan sumber referensi, serta ilmu yang
diajarkan di sekolah.
4 ANALISIS DATA
Fakta atau informasi primer yang dikumpulkan berasal dari penelitian fisik dari permasalahan yang
ada, Data sekunder yang berupa buku, jurnal ilmiah atau lainnya digunakan sebagai bahan tambahan
informasi guna melengkapi data primer. Kemudian beberapa artikel ilmiah ditelusuri dengan
menggunakan jasa penelusuran yaitu melalui google, dan juga melalui saran dari guru pembimbing,
sedangkan sebagian besar hukum-hukum yang dipergunakan dalam karya tulis ini diperoleh dari buku
kimia yang telah diuji di sekolah, beberapa teori para ilmuan dahulu, dan juga buku-buku tentang metode
penjernihan air.
5 PENYIMPULAN HASIL PERCOBAAN
Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir induktif, , cara mempelajari sesuatu yang bertolak
dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Sementara saran atau
rekomendasi dibuat berdasarkan hasil simpulan.
9
1.6 Pelaksana Kegiatan
Anni Octavia Simorangkir (ketua)
Anggota :
Daniel Saragih (mediator)
Axfeba Saragih (Dokumentasi)
Michelle Banjarnahor (Juru tulis)
Andrew Sitanggang (Juru tulis)
Andi Silalahi (Juru tulis)
1.7 Fasilitas Yang Tersedia
Dalam kegiatan ini kami memerlukan alat berupa : Kompor, wadah berupa piring dan mangkuk, pisau,
gunting, dan pipa.
Sedangkan bahan yang kami perlukan berupa : ampas tebu, soda api, air mendidih.
1.8 Keuntungan dan kerugian
a. Keuntunngan :
Bahan yang mudah didapat
Lebih alami dan ekonomis
Dapat dilakukan oleh seluruh kalangan, khususnya masayarakat (tidak harus ahli)
Ramah lingkungan
b. Kerugian :
Waktu pembuatan relatif lama
Air yang dihasilkan kemungkinan akan berkurang dan proses penyaringan relatif lama
Kualitas dan kebersihan dari air masih perlu dicek dan dilakukan filtrasi berkali-kali
Bahan harus di ganti secara rutin
1.9 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu
Penilitian Senin,17 Februari 2020
Pembuatan bahan Selasa,18 Februari 2020- Jumat 21 Februari 2020
10
Penkajian ulang dan penyusunan makalah Sabtu, 22 Februari 2020- Minggu, 23 Februari 2020
Tempat
Lokasi (Rumah Daniel ) Komplek Detis Sari Indah Jl.Pematang, Pematangsiantar
Anggaran biaya
1. Alat
A. Pipa RP
10.000.00
B. Kassa RP
5.000.00
2. Bahan
A. Soda api RP
5.000.00
B. Ijuk -
3. Total RP
20.000.00
11
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kandungan yang Terdapat Dalam Air
Air mengandung berbagai mineral yang penting bagi tubuh , sehingga baik untuk dikonsumsi
setiap hari. Berikut mineral yang terkandung dalam air beserta manfaatnya.
- Silika
Silika adalah salah satu zat gizi yang berguna dalam pemeliharaan kesehatan tulang dan jaringan. Silika
bersama kalsium bermanfaat untuk mencegah keropos tulang (osteoporosis) dan memperkokoh jaringan
serta pemerajaan kulit. Silika banyak terkandung dalam jaringan pembuluh darah, kulit, dan rambut.
Silikan berfungsi penting bagi integritas atau keutuhan jaringan pembuluh darah untuk mengurangi risiko
atereosklerosis.
- Magnesium dan Kalsium
Kalsium dan magnesium memiliki peran penting dalam struktur tulang, kontradiksi otot, transmisi impuls
saraf , pembekuan darah, dan pengiriman sinyal pada sel. Kekurangan magnesium berdampak pada fungsi
saraf, yang dapat mengakibatkan anoreksia, kelemahan otot, kelelahan, dan ketidakseimbangan dalam
berjalan.
- Zink dan Selenium
Zink berperan penting dalam pembentukan inti sel (DNA) dan protein, perkembangan sel serta turut
bekerja dalam 300 enzim manusia. Zink juga penting bagi pertumbuhan dan saraf otak . Selain zink, zat
selenium dapat memperbaiki sistem imunitas.
2.2 Tanaman Tebu
Tanaman tebu termasuk salah salah satu tanaman yang termasuk ke dalam famili poaceae atau
yang biasa dikenal sebagai kelompok rumput-rumputan. Manfaat utama tebu adalah sebagai bahan
pembuatan gula pasir. Ampas tebu atau lazimnya disebut bagasse adalah hasil samping dari proses
ekstraksi cairan tebu yang berasaldari bagia batang tanaman tebu.
2. 3 Ampas Tebu
Di dalam ampas tebu terkandung senyawa selulosa,lignin dan hemiselulosa. Senyawa selulosa ini
dapat diolah menjadi produk lain, seperti asam oksalat. Dari proses pembuatan tebu dihasilkan gula 5%,
ampas tebu 90%, dan sisanya berupa tetes (molase) serta air. Ampas tebu ini bisa dimanfaatkan juga
sebagai bahan baku untuk industri kertas, juga sebagai bahan pakan ternak dan menjadi sumber energi
alternatif seperti bioetanol atau biogas. Komposisinya 50% yang terdiri atas 47% bagian berserat dan 3%
sisa-sisa gula dan padatan terlarut lainnya.
2.4 Kandungan Tanaman Tebu
Tanaman tebu terdiri atas beberapa kandungan yang terdapat pada batang tebu adalah:
- Air (75%-85%)
Air merupakan komponen yang paling besar di dalam tebu sehingga untuk mendapatkan gula,
komponen air harus dihilangkan sebanyak-banyaknya pada proses penguapan dan kristalisasi.
12
- Sukrosa (10%-12%)
Sukrosa terdapat pada semua tanaman tebu . Kandungan sukrosa yang terbanyak terdapat pada
bagian batang. Sifatnya stabil dalam suasana alkalis.
- Gula Reduksi (0,5%-2%)
Gula reduksi yaitu glukosa dan fruktosa dalam perbandingan yang berlebihan satu sama lain.
Semakin masak tebu, semakin sedikit gula reduksinya
-Senyawa Organik (0,5%-1%)
Senyawa organik dalam tanaman tebu sebagian besar dalam bentuk Asam Laktat, Asam Suksinat, serta
Asam Glukonat.
- Senyawa Phosphate
Senyawa ini adalah senyawa yang penting dalam proses pemurnian karena senyawa ini dapat menarik dan
mengendapkan kotoran yang ada.
- Serabut
Serabut merupakan rangka tanaman tebu yang tersusun dari selulosa atau hemiselulosa. Ciri umumnya
adalah keras karena adanya lignin dan pektin. Serabut merupakan semua bagian tebu tanpa nira. Jika
dipanaskan atau dikeringkan maka 50% dari serabut adalah selulosa.
2.5 Kandungan Soda Api
NaOH adalah senyawa hidroksida yang larut dalam air, maka senyawa kimia ini biasa digunakan
sebagai pengendap. Aluminium hidroksida digunakan sebagai flokulan untuk menyaring partikel pada
proses penjernihan air (water treatment). Senyawa ini dibuat melalui reaksi yang ada pada soda api, yang
menghasilkan endapan aluminium hidroksida.
13
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Tempat dan waktu penelitian :
Waktu
Penilitian Senin,17 Februari 2020
Pembuatan bahan Selasa,18 Februari 2020- Jumat 21 Februari 2020
Penkajian ulang dan penyusunan makalah Sabtu, 22 Februari 2020- Minggu, 23 Februari 2020
Tempat
Lokasi (Rumah Daniel ) Komplek Detis Sari Indah Jl.Pematang, Pematangsiantar
3.2 Alat dan bahan :
Pipa diameter 3 cm
Ampas tebu
Soda api 300 gr
Kain kasa
Mangkuk
Kompor
Kertas koran
Air tercemar
3.3 METODE PEMBUATAN
1. Letakkan ampas tebu di atas kertas koran untuk menyerap air yang masih terkandung pada
ampas tebu lalu keringkan di bawah sinar matahari sehingga kandungan sarinya habis.
2. Masukkan ampas tebu ke dalam mangkuk yang berisi air lalu tambahkan soda api sebanyak
300 gram dan Panaskan hingga air mendidih.
3. Setelah air mendidih lalu aduk ampas tebu dengan soda api sehingga bercampur dan
menimbulkan gelembung-gelembung di atas permukaan air (melalui pemanasan ini ampas
tebu akan membentuk karbon aktif yang mnegikat senyawa kimia khususnya logam),
sehingga warna ampas tebu berubah menjadi kuning.
4. Saringlah ampas tebu dari air sehingga ampas tebu mengandung sedikit air, lalu bilas dan
dengan air sampai kandungan warna hilang dan tidak lagi berbau.
5. Keringkan di bawah sinar matahari hingga air yang terkandung pada ampas tebu habis
14
6. Siapkan pipa yang telah dipotong sesuai kebutuhan,lalu bungkuslah sisa-sisa ampas tebu ke
dalam kain kasa.
7. Masukkan ampas tebu yang telah dibalut oleh kain kasa ke dalam pipa yang telah dipotong
sehingga memenuhi seperempat panjang pipa.
3.4 PENGAMATAN PROSES
Pada percobaan pertama air yang mengandung logam dites ph nya menggunakan ph indikator dan
ditemukan air bersifat basa, lalu air dimasukkan ke dalam pipa yang di dalamnya telah terdapat ampas
tebu dan kain kasa.
Setelah di air dimasukkan ke dalam pipa yang telah mengandung ampas tebu air yang keluar dari dalam
pipa tersebut terlihat jernih dan setelah diperiksa air ternyata air yang setelah disaring oleh ampas tebu
yang berada di dalam pipa ternyata mengandung lebih sedikit logam berat
Hasil produk :
Ampas tebu yang terdapat dalam pipa ternyata efektif untuk mengatasi logam yang terdapat di dalam air
sehingga air dapat lebih layak untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari
3.5 SIFAT PRODUK
Pipa yang didalamnya terdapat ampas tebu dan kain kasa dapat menetralkan logam yang terkandung
dalam air sehingga air menjadi lebih layak dipakai daripada harus menggunakan kaporit. Produk ini
bersifat menetralkan logam yang terkandung di dalam air, karena tebu yang dimasukkan ke larutan soda
api akan membentuk karbon aktif yang akan memfiltrat dan mengikat senyawa asing khususnya logam
dalam air keruh.
Produk ini bersifat ekonomis karena bahan-bahannya mudah didapatkan dan praktis karena cara
pengerjaannya juga mudah untuk dilakukan.
15
BAB 4
PENUTUP
4.1 Simpulan
Saat ini masyarakat rata-rata menginginkan sebuah inovasi yang mudah dibuat, efektif, ekonomis, dan
efisien. Banyak orang-orang yang telah membuat inovasi untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih,
bahkan peneliti, pemerintah, PDAM, dinas kesehatan sudah melakukan sosialisasi, penelitian tantang air
bersih, namun banyak dari mereka yang kurang memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat
yang membutuhkan inovasi tersebut. Dengan inovasi ‘Ampas Tebu Sebagai Media Penjernihan Air’ ini,
masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan mendaur ulang air kotor dengam mudah dan efisien.
Masyarakat dapat memanfaatkan inovasi tersebut dalam jumlah besar seperti, irigasi sawah dan
pengairan lainnya dengan barang-barang sederhana dan mudah didapat. Dengan kemandirian masyarakat
dalam memperoleh air bersih maka krisis air bersih dapat dicegah dan dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat Indonesia.
4.2 Saran
Mengingat semakin tipisnya kualitas air bersih di Indonesia, maka kegiatan penjernihan air ini perlu
dilakukan agar air-air kotor dari selokan bahkan pembuangan air dapat didaur ulang menjadi air bersih
yang dapat digunakan kembali. Saat pembuatan inovasi ini, pastikan ampas tebu kering sebelum
dididihkan dengan soda api, dan pastikan juga tebu dibilas sempurna sebelum dibungkus dan dimasukkan
ke pipa pengairan. Jika inovasi ini digunakan dalam jumlah yang besar, gantilah tebu tersebut secara rutin
agar penjernihan air dapat terlaksana dengan maksimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan agar masyarakat dan pemerintah lebih peduli dan memperhatikan
masalah airdi Indonesia, sehingga tercipta masyarakat yang cermat, cerdas dan sehat untuk kedepannya
mewujudkan kehidupan dengan taraf lebih maju lagi lewat kesehatan masyarakat.
16
DAFTAR PUSTAKA
Ahdint, Dadang, 2007, Cara Mengolah Air Bersih, Bandung : Bina Sumber Daya MIPA Kusnaedi., 1995,
Mengolah Air Gambut dan Air Kotor untuk Air Minum, Jakarta : Penebar Swadaya
Hawignyo, 1995, Cara Mendapatkan Air Bersih, Jakarta : Balai Pustaka
Hidayat, Yana, Menjernihkan Air, Bogor : Balebat Dedikasi Prima
Unhas, Gypsona Group, 1983, Penyaringan Air Minum Secara Sederhana Di Pedesaan. Jakarta : Balai
Pustaka
Rahayu, Iman, 2007, Cara Menangani Air Kotor Menjadi Bersih, Bandung : Citra Praya
Sugiharto, 198, Dasar-dasar Pengelolaan Limbah, Jakarta : Universitas Indonesia
Tuswanto, W. 2007, Percobaan Terhadap Air, Jakarta : CV Megah Jaya
Untung, Onny 1995, Menjernihkan air Kotor, Bogor : Puspa Swara
Lipi.go.id,2015.Penyaring Logam Berat dari Ampas Tebu dan Abu Kelud dikutip dari
http://lipi.go.id/lipimedia/penyaring-logam-berat-dari-ampas-tebu-dan-abu-kelud/11590 .
22 Febuari.
17
18
19