PENGARUH LATIHAN SERVIS MENGGUNAKAN JARAK YANG
BERTAHAP TERHADAP KETEPATAN SERVIS BAWAH DALAM
PERMAINAN BOLA VOLI
PROPOSAL PENELITIAN
Oleh:
DICKY HANDINI
GIC.17.0032
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SUBANG
TAHUN 2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan jasmani merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari
pendidikan secara keseluruhan, yang pada pelaksanaannya berupa aktivitas
jasmani terutama olahraga. Tujuannya adalah untuk menunjang pelaksanaan
program pemerintah tentang pendidikan jasmani dan olahraga. Sementara itu,
olahraga mempunyai berbagai macam permasalahan untuk dilakukan, hal ini
terjadi lantaran siswa terkadang sebelum melakukan namun sudah merasa takut
dengan olahraga yang akan dilakukan. Hal ini yang menyebabkan pelajaran
yang diberikan oleh guru tidak tersampaikan secara maksimal karena siswa
kesulitan melakukan karena merasa takut untuk melakukannya. Sehubungan
dengan itu perlu ditingkatkan pendidikan jasmani dan olahraga di lingkungan
sekolah, Pengembangan olahraga prestasi, upaya memasyarakatkan olahraga
dan mengolahragakan masyarakat serta dalam rangka menciptakan iklim yang
lebih mendorong masyarakat untuk berprestasi secara bertanggung jawab dalam
membina dan mengembangkan olahraga.
Ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani untuk jenjang
Sekolah Dasar meliputi aspek permainan dan olahraga, aktivitas
pengembangan, uji diri/senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan
pendidikan luar kelas. Permainan merupakan materi pembelajaran yang paling
digemari siswa disebanding materi yang lain, salah satu jenis permainan yang
digemari siswa adalah permainan bola voli .
Permainan bola voli merupakan olahraga permainan yang menggunakan
bola besar dan bola besar merupakan salah satu materi yang terdapat dalam
kurikulum mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga. Permainan bola
voli kini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai
dengan banyaknya kejuaraan yang telah digelar, baik tingkat nasional maupun
1
internasional. Semua lapisan masyarakat, mulai dari usia anak-anak hingga
dewasa, baik pria maupun wanita telah mengenal permainan bola voli.
Pembelajaran adalah suatu proses kombinasi yang tersusun meliputi
unsurunsur manusiawi, material, fasilitas,dan perlengkapan. Salah satu yang
terpenting dalam tehnik dasar bola volley tersebut adalah tehnik dasar servis,
sebab kemampuan servis yang baik dapat menentukan keberhasilan suatu regu
(beuteistah ;1986) menjelaskan bahwa “servis yang baik mempengaruhi jalan
nya pertandingan “.selain itu bola volley merupakan permainan dengan tujuan
menyebrangkan Bola melewati net ke daerah lawan dan mendapatkan poin
untuk mendapatkan kemenangan. Menurut pengamatan penulis banyak guru
penjas dalam proses belajar mengajar tehnik Dasar servis dalam bola volley
untuk siswa pemula menggunakan jarak servis ukuran standar Sejauh
pengamatan penulis SMPN 2 CIKAUM para siswa pemula mempunyai banyak
kesulitan kesulitan untuk belajar teknik dasar servis dengan baik apabila
menggunakan jarak ukuran standar 9 meter,karena jarak yang terlalu jauh
apalagi dikaitkan dengan keadaan fisik serta tenaga siswa yang masih lemah.
Pembelajaran dalam pendidikan jasmani harus mampu membangkitkan
minat anak untuk menggali potensinya dalam hal gerak. Karena itu anak harus
diberi dorongan untuk terus menerus menjelajahi kemampuan-kemampuannya.
Tugas ini tidak mudah dan hasilnya tidak segera. Dari pertemuan ke pertemuan,
mungkin gurunya akan melihat kemajuan yang lambat, tersendat-sendat, serta
seolah berjalan ditempat. Memang itulah yang harus disadari oleh semua guru
penjas.
Tidak ada kemajuan dalam hal belajar gerak yang bersifat kejutan.
Semua kemajuan mengikuti pola yang teratur. Jangan mengharapkan keajaiban.
Harus sabar dan bersikap optimis bahwa murid kita akan mencapai kemajuan.
Bila tiba waktunya, jangan kaget jika tiba-tiba guru sadar anak-anak sudah
bertambah tinggi dan besar serta semakin terampil gerakannya. Itulah upah dari
kesabaran guru dalam mendidik anak. Disitulah guru akan merasakan betapa
2
mulianya tugas guru penjas.
Di pihak lain, sebagai guru kita harus maklum bahwa setiap murid
memiliki kekhasannya masing-masing. Ada yang masuk ke kelas dengan bekal
seperangkat pengalaman yang memadai dan ada pula yang tidak membawa
bekal sama sekali. Artinya, ada anak yang kelihatan mudah dalam mempelajari
gerak-gerak tertentu, sementara yang lainnya menemui kesulitan. Ada anak
yang gigih ingin bisa, ada juga anak yang mudah menyerah. Perbedaan
individual dalam hal kematangan dan pengalaman masa lalunya, menyebabkan
kita sulit untuk menyeragamkan kecepatan kemajuan anak-anak dalam hal
belajar gerak. Sekolah juga berperan sebagai pemandu minat dan bakat siswa
guna untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki setiap siswa,
sehubungan dengan ini viera dan ferguson (1966:34) mengatakan bahwa:
kesalahan servis bawah bola tidak cukup bertenaga untuk melewati net” banyak
diantara siswa pemula akhirnya melakukan penyesuaian gerak (sistematika
gerak) akibat jarak servis yang terlalu jauh tidak sesuai dengan kapasitas tenaga
yang di milika mereka miliki, misalnya akibat jarak servis yang cukup jauh,
bola yang seharus nya berada di depan tubuh dibawa kebawah pinggang untuk
menambah tenaga, kompensasi gerak yang mereka lakukan dalam belajar
teknik dasar servis adalah bola sering terlalu belakang untuk menambah
kekuatan pukulan, melepas bola dari samping badan bukan dari depan badan.
Akibatnya jalan bola menjadi tidak terkontrol dan jauh dari sasaran (daerah
lawan) yang menjadi tujuan setiap servis.
program tambahan dalam pengembangan minat dan bakat tersebut.
Dalam Depdiknas dalam Hastuti (2008 : 46) Ekstrakurikuler merupakan
program sekolah, berupa kegiatan siswa yang bertujuan untuk memperdalam
dan memperluas pengetahuan siswa, optimasi pelajaran terkait, menyalurkan
bakat dan minat, kemampuan dan keterampilan serta untuk lebih memantapkan
kepribadian siswa.
SMPN 2 CIKAUM terletak di dusun Gandasari, cikaum, subangl.
3
Kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh SMPN 2 CIKAUM antara lain:
Bola Voli, Ekstrakurikuler yang diadakan sekolah diikuti oleh siswa kelas atas
mulai dari kelas VII ekstrakurikuler bola voli, namun untuk ekstrakurikuler
bola voli difokuskan untuk siswa putra kaarena siswi putri kurang minat dengan
olahraga bola voli.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis saat latihan
ekstrakurikuler bola voli dalam melakukan servis bawah siswa Smpn 2 cikaum
masih banyak siswa yang saat melakukan servis bawah belum sesuai dengan
target. Target yang dimaksud adalah servis bawah yang dilakukan siswa
konsisten mampu melewati net dan masuk ke daerah lapangan lawan. Hal ini
kemungkinan disebabkan oleh pukulan bola tidak sesuai dengan apa yang
diharapkan untuk sampai pada tujuan.
Selain itu metode pembelajaran yang monoton juga menyebabkan
berkurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran ekstrakurikuler.
Siswa SMP tergolong masih ingin bermain dan untuk hal itu guru dituntut
untuk mampu kreatif dan lebih inovatif dalam penyampain materi yang akan
diajarkan untuk menarik minat siswa. Siswa diberikan materi pembelajaran
dengan dimodifikasi, jika siswa sudah merasa senang dengan otomatis siswa
akan dengan sendirinya mengikuti pembelajaran bola voli. Selain itu
permasalahan yang muncul pada siswa adalah siswa enggan mengikuti latihan-
latihan olahraga yang diselenggarakan oleh guru karena mereka menganggap
latihan-latihan tersebut melelahkan. Disisi lain permasalahan yang muncul saat
pembelajaran bola voli adalah gerakan yang dilakukan siswa pada saat
melakukan servis belum sesuai dengan teknik dan siswa cenderung takut
melakukan servis karena takut terjadi cedera.
Tidak dipungkiri lagi bawah jika jarang bermain bola voli mungkin
akan merasa sakit, namun jika dilakukan dengan teknik dasar yang benar resiko
mengalami cedera bisa diminimalisir. Servis adalah permulaan dalam
permainan bola voli servis memiliki peranan penting karena sebuah tindakan
4
awal untuk memulai suatu permainan dalam bola voli. Walaupun pada dasarnya
dalam tindakan ini tidak hanya sekedar untuk memulai sebuah permainan, tapi
bisa merupakan serangan awal yang cepat dan mematikan yang dilakukan
pertama kali oleh pemai dalam sebuah regu yang melakukan servis. Terkadang
bola yang meluncur cepat kearah lapangan regu lain tidak bisa dibendung
sehingga bagi tim atau regu yang melakukan servis bisa mendapat poin atau
nilai. Teknis servis bola termasuk hal dasar yang perlu dikuasai oleh pemain
karena akan menentukan poin dan merupakan tahap pertama untuk melakukan
permainan selanjutkan. Jika gagal melakukan servis, permainan akan diambil
alih oleh regu lawan. Oleh sebab itu penguasaan semua teknik dasar bola voli
wajib dikuasai oleh setiap pemain agar permainan berjalan sesuai keinginan.
Berdasarkan uraian diatas peneliti melakukan penelitian tentang
“Pengaruh Latihan servis menggunakan jarak yang bertahap terhadap
kemampuan servis bawah dalam permainan bola volly Peserta ekstrakurikuler
SMPN 2 cikaum.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah latihan servis menggunakan jarak yang bertahap berpengaruh terhadap
ketepatan servis bawah bagi siswa kelas VII SMPN 2 CIKAUM kecamatan
cikaum [Link]?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Ingin mengetahui berapah besar pengaruh latihan servis dengan
menggunakan jarak yang bertahap terhadap kemampuan servis bawah bagi
siswa putera kelas VII SMPN 2 CIKAUM.
1.4 Manfaat Penelitian
Untuk menambah wawasan guru pendidikan jasmani mengenai
penggunaan jarak servis yang bertahap dalam proses belajar teknik dasar servis
5
bawah dalam permainan bola volley.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Teori
1. Hakikat Permainan Bola Volly
Bola voli merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua
tim yang saling bertanding dalam satu lapangan berukuran panjang 18 m
dan lebar 9 m, dibatasi oleh jaring atau net yang berada di tengah-tengah
lapangan dan setiap tim masing-masing terdiri dari enam orang.
Menurut Subroto (2001: 43) pada dasarnya prinsip permainan bola
voli adalah memantul-mantulkan bola agar jangan sampai bola menyentuh
lantai, bola dimainkan sebanyak-banyaknya tiga sentuhan dalam lapangan
sendiri dan mengusahakan bola hasil sentuhan itu diseberangkan
kelapangan lawan melewati jaring masuk sesulit mungkin. Sedangkan
menurut Sukirno (2012: 4) dalam bukunya cabang olahraga bola voli
menyebutkan bahwa permainan bola voli merupakan melambung-
lambungkan bola sebelum jatuh ketanah, mem volley artinya
melambungkan atau memukul. Permainan bola voli merupakan perminan
yang merakyat, bukan hanya orang dewasa saja yang memainkannya akan
tetapi anak-anak juga ikut berpartisipasi dalam memainkan permainan bola
voli ini.
Karakteristik permainan bola voli mengandung unsur keterampilan
gerak, yaitu berupa teknik-teknik memainkan bola di dalam permainan bola
voli nilai-nilai sosial seperti unsur kerjasama diantara teman seregu amat
dibutuhkan, memahami keterbatasan diri atau regu, memahami keunggulan
teman bermain diluar regu dan lain-lain. Nilai-nilai kompetitif seperti
memaknai keberhasilan dan ketidak keberhasilan, nilai kompetitif ini
sebaiknya ditanamkan kepada setiap diri anak agar dapat
6
terimplementasikan dalam kehidupan baik sekarang maupun dikemudian
hari. Kebugaran fisik karena pembelajaran keterampilan bola voli
mendorong anak untuk senantiasa bergerak (terintegrasi dengan pelajaran
keterampilan regu dituntut untuk memecahkan persoalan yang berkaitan
dengan taktik agar regunya dapat memperoleh angka menuju keberhasilan
secara keseluruhan, suasana emosi terbiasakan dan terlatih untuk belajar
memaknai keberhasilan dan kegagalan baik dalam setiap sub kegiatan
permainan maupun permainan secara keseluruhan, menaati aturan karena
setiap olahraga termasuk permainan bola voli ketentuan yang menjadi
aturan permainan tercantum di dalamnya, diharapkan siswa terbiasa
menghormati aturan.
2. Hakikat Servis (Service)
Bola voly merupakan permainan dengan tujuan menyebabkan bola
melewati net ke daerah lawan. Oleh karena itu, para pemain dituntut untuk
mempunyai kemampuan servis yang baik,dalam permainan bola
volley,menurut viera dan ferguson (1966:27) “ servis adalah satu satunya
teknik yang digunakan untuk melalui pertandingan “ lebih lanjut angga
(1987:33) menjelaskan servis adalah tindakan memukul bola oleh seseorang
pemain belakang kanan yang dilakukan dari daerah servis langsung ke
lapang lawan”.
Servis dalam permainan bola volley merupakan suatu koordinasi
yang meliputi gerakan mengarahkan dan mengusahakan agar bola masuk
kedaerah lawan (sasaran).
3. Pendekatan Dalam Hakekat Latihan
Tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah
membantu siswa meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal
mungkin. Untuk mencari hal itu ada 4 aspek hal yang perlu diperhatikan
7
dan dilatih secara sesame oleh siswa yaitu:
a. Tujuan bola voli
b. Latihan
c. Servis
Servis menggunakan jarak yang bertahap Belajar motorik
berhubungan erat dengan proses latihan dan pengalaman seperti yang
diungkapkan oleh Schmidt yang dikutip oleh lautan (1988:102)
bahwa :” belajar motorix adalah seperangkat proses yang bertalian
dengan latihan atau pengalaman yang mengantarkan kearah perubahan
permanen dalam prilaku terampil “.
2.2 Penelitian Relavan
Penelitian yang dilakukan oleh Pradhika Pintaloka (2017) yang berjudul
“Pengaruh Latihan Variasi Jarak Servis terhadap Hasil Servis Bawah Bola Voli
Mini Peserta Ekstrakurikuler SMPN 2 CIKAUM”. Penelitian ini adalah
penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre test and post test
design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII peserta ekstrakurikuler
bola voli mini SMPN 2 CIKAUM yang berjumlah 20 siswa. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tes servis bawah bola voli.
Teknik analisis data menggunakan uji-t before-after (sebelum-sesudah). Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa hasil t hitung = 16.696, t tabel 2093 (df= 19)
pada taraf signifikan 5% sehingga tingkat kebermaknaan hipotesis nul (Ho)
ditolak. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) menyatakan bahwa latihan
jarak servis berpengaruh terhadap hasil servis bawah bola voli mini pada siswa
SMPN 2 CIKAUM
Penilitian yang relavan untuk mendukung kajian reolitis yang telah
diuraikan sebagai landasan pada kerangka berpikir. Penelitian yang relavan
dengan penelitian ini seperti penelitian yang dilakukan oleh saepudin (2012)
yang berjudul PENGARUH LATIHAN SERVIS MENGGUNAKAN JARAK
YANG BERTAHAP TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS BAWAH
8
DALAM PERMAINAN BOLA VOLLY menggunakan metode eksperimen dan
dalam penelitian ini populasi yang di teliti adalah siswa SD KARYA
SEJAHTRA dan sampel yang digunakan siswa kelas IV,V,VI.
Bahwa bawasan nya hasil pengujian normalitas data tes awal kelompok
A dan B didapatkan bawasannya kelompok A LOhitung =0,167 dengan taraf
nyata a=0,01 dan N =15 sedangkan dari daftar table didapat LOtable=0,257
yang lebih besar dari pada LOhitung=0,167 sehingga hepotisis nol diterima
dengan demikian tes awal kelompok A berdistribusi normal. Sedangkan pada
kelompok A berdistribusi [Link] kelompok B didapat LO hitung
=0,200 dengan taraf nyata a=0,01 dan N =15 sedangkan dari daftar table
didapat LO table =0,257 yang lebih besar dari pada LOhitung=0,200 sehingga
hipotesis nol ,diterima demikian tes awal kelompok B berdistribusi nol.
Dan hasiil pengujian normalitas tes akhir kelompok A dan B didapatkan
kelompok A LOhitung=0,108 dengan taraf nyata a=0,01 dan N =15 sedangkan
dari daftar table didapat LOtable=0,257 yang lebih besar pada LOhitung=0,108
sehingga hipotesis nol diterima, dengan demikian tes awal kelompok A
berdistribusi normal, sedangkan pada kelompok B didapat LOhitung=0,127
dengan taraf nyata a=0,01 dan N =15 sedangkan dari daftar table didapat
LOtable =0,257 yang lebih besar daripada LOhitung = 0,127 sehingga hipotesis
nol diterima, dengan demikian tes awal kelompok B berdistribusi normal.
2.3 Kerangka Berfikir
Dalam bermain bola voly servis bawah merupakan tehnik dasar yang
sangat penting dikarenakan servis bawah siswa SMPN 2 cikaum masih
kurang akurat dan tidak tercapainya nya melakukan servis bawah dalam
melewati jarring net bola volley. Dan solusi untuk siswa SMPN 2 cikaum buat
tercapainya melakukan servis bawah yaitu melakukan latihan menggunakan
jarak yang bertahap terhadap ketepatan servis bawah dalam permainan bola
volley sehingga tercapai nya hasil yang optimal.
9
2.4 Hipotesis
Berdasarkan pendapat tersebut serta mengacu pada anggapan dasar
maka penulis mengajukan hipotesis dari penelitian ini sebagai berikut : latihan
servis bawah dengan menggunakan jarak yang bertahap diduga mempunyai
hasil yang berarti terhadap ketepatan servis dalam permainan bola volley bagi
siswa SMPN 2 CIKAUM.
10
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Setting Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana kita melakukan penelitian
terhadap populasi yang akan diteliti. Lokasi yang akan dilaksanakan di
SMPN 2 Cikaum Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Dalam penelitian ini yang menjadi objek adalah siswa ekstrakulikuler
SMPN 2 Cikaum.
2. Metode dan Desain Penelitian
Sugiyono (2010: 6) mengemukakan bahwa: “Metode penelitian dapat
diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan
tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan
tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan”.
Dalam hal ini penulis memilih menggunakan metode penelitian
eksperimen. Menurut pendapat surakh mad (1990:14) sebagai berikut :
“bereksperimen adalah mengadakan kegiatan percobaan. Hal itu akan
menegaskan bagaimanakah hubungan kausal antara variabel-variabel yang
diselidiki”. Lebih lanjut Faisal (1982:76), menjelaskan bahwa penelitian
eksperimen merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk
menjawab pertanyaan, dalam hubungan ini memanipulasikan suatu stimulsi,
treatmen atau kondidi-kondisi ekperimental, kemudian mengobservasi
pengaruh atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi secara sengaja
dan sistematis.
Dalam peneliitian ini,penulis menggunakan desain eksperimen the
one group pretest post-test. Mengenai disain the one group pre-test post-tes,
11
faisal (1982:102) mengemukakan sebagai berikut: pengaruh atau efek suatu
tritmen diputuskan berdasarakan perbedaan antara pre-test dengan post-tes.
Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut :
O1 X O2
Pretest Postest
Keterangan :
O1= Tes awal (sebelum diberi perlakuan)
X= perlakuan (treatmen)
O2= Tes akhir (setelah diberi perlakuan)
3.2 Populasi dan sampel penelitian
1. Populasi Penelitian
Siyoto & Sodik (2015: 64) menyatakan bahwa populasi adalah
merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang
memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Pendapat lain,
menurut Sugiyono (2007: 55) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
disimpulkan.
Dalam penelitian ini penulis menentukan populasi yaitu kelas VII
(tujuh) anggota ekstakurikuler bola voli SMPN 2 CIKAUM yang
berjumlah 20 orang terdiri dari 12 putra dan 8 putri.
2. Sampel penelitian.
Sebagai acuan dalam menentukan jumlah sampel yang diperlukan
dalam penelitian, nasutation menjelaskan (1991: 153) sebagai berikut :
12
mengenai jumlah sampel yang sesuai sering disebut aturan persepuluhan,
jadi 10 (sepuluh) persen dari jumlah populasi “ selanjutnya arikunto (1989 :
107) menjealsakan sebagai berikut : Untuk sekedar ancer-ancer maka
apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi selanjutnya jika jumlah
subjeknya lebih besar, dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau
lebih.
Berdasarkan beberapah pendapat para ahli tersebut dalam penelitian
ini penulis mengambil sampel 20 orang yaitu keseluruhan dari populasi.
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti
dalam pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih
baik, dalam arti cermat, lengkap, dan sistematis sehingga mudah diolah
(Arikunto, 2010: 136). Instrumen yang akan digunakan yaitu tes ketepatan
servis atas dari AAHPER Service Accuraccy dengan ketentuan saat servis harus
di belakang posisi satu (Yunus, 1992: 202). Instrumen tersebut memiliki
validitas sebesar 0,760 dan reliabilitas sebesar 0,789. Tujuan tes ini untuk
mengukur kecakapan dan keterampilan melakukan servis
a. Alat Alat dan perlengkapan yang dipakai, yaitu:
1) Lapangan bola voli
2) Bola voli
3) Peluit
4) Net
5) Meteran
6) Kapur putih
7) Formulir dan alat tulis
b. Testor
1) Pengawas 1 orang bertugas mengamati dan mengawasi jatuhnya
13
bola pada petak sasaran.
2) Pencatat hasil 1 orang bertugas mencatat hasil yang dicapai siswa
c. Pelaksanaan tes
1) Sampel dipanggil satu-persatu sesuai dengan daftar yang disusun.
2) Sampel melakukan servis sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3) Setiap sampel melakukan servis sebanyak 10 repetisi.
4) Setiap servis mendapat nilai sesuai dengan nilai tempat jatuhnya
bola, jika bola jatuh pada garis maka diberi nilai sesuai dengan garis
terdekat (poin tinggi).
5) Nilai akhir adalah jumlah poin yang diperoleh 10 repetisi melakukan
servis.
Gambar 3.1 Daerah sasaran servis dari AAHPER
(Sumber: Yunus, 1992:202)
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes servis bawah
data yang dikumpulkan dalam penilitian ini yaitu data pre test,melakukan service
bawah sebelum sampel diberikan pelakuan (treatmen) , dan data post test, setelah
14
sampel diberikan pelakukan ( treatmen ) dengan menggunakan latihan service bawah
dengan pendekatan jarak [Link] ini dilakukan 4x dalam seminggu pada hari
senin , selasa, rabu, dan jum’at mulai pukul 15.00 - 17.00 wib. Siswa berada di area
lapangan dengan menggunakan bola voly ukuran 4 siswa melakukan servis bawah
dengan melakukan servis sebanyak 10 kali. Dari hasil pre test dan pos test akan
dilihat apakah treatment memberikan pengaruh ataubtidak pada objek yang dilakukan
3.5 Teknik Analisa Data
Setelah data dari hasil tes akurasi servis terkumpul, langkah selanjutnya
adalah mengolah data dan menganalisa data tersebut secara statistika. Rumus-
rumus statistika yang digunakan dikutip dari buku “Metode Statistika” yang di
susun oleh Sudjana (1992).
Langkah-langkah pengolahan data tersebut sebagai berikut :
1) Menghitung skor rata-rata kelompok sampel
2) Menghitung simpangan baku kelompok sampel
3) Uji normalitas
4) Uji signifikansi
Berikut ini penulis akan mengemukakan langkah-langkah analisa data
yang di tempuh pada penelitian ini :
1) Menghitung nilai rata -rata : X =
∑ Xi
n
X = Nilai rata-rata yang dicari
Xi = Skor yang didapat
∑= Menyatakan jumlah
N = Jumlah responden
2
n Xi2−( ∑ Xi )
2) Menghitung Standar Deviasi : s= ∑
n−()n−1
Arti unsur – unsur dalam rumus tersebut adalah :
S = simpangan baku
X= nilai rata -rata
15
Xi= skor yang didapat
N = jumlah responden
3) Uji normalitas
a. Menyusun ranking dari nilai skor terkecil hingga skor terbesar
Xi−X
b. Rumus yang digunakan : Zi =
S
Keterangan :
Zi = Menghitung luas batas Z
S = Simpangan batu
X = Nilai rata-rata
Xi = Skor yang didapat.
4) Uji Signifikansi :
a. Rumus yang digunakan
B B1
t hitung = dimana = B =
SB / N n
b. Menentukan nilai t dengan cara kriteria :
1. Tolak hipotesis jika harga statistik yang dihitung tidak kurang dari t
tabel.
2. Terima hipotesis jika harga statistik yang dihitung lebih kecil dari t
tabel.
16
DAFTAR PUSTAKA
Angga, A. (1986). Teknik Dasar dan Kombinasi Permainan Bola Voli. FFOK- IKIP
Bandung.
Arikunto, Suharsimi. (1989). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta : Bina Aksara.
Ateng abdul kadir. 1988. Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani. FPOK
BeutelstshI, Dicter. 91986). Belajar dan Bermain Bola Volley. Bandung : Pionir Jaya.
Bunn, J.W. (1964 : 70) Scientific Principles of Coach. Phog Allen : University of
Kansas
Hebblinck, M. Dan day, J. (1978) Effect of Exercise in IOC Olympic Solidarity, Basic
Book of Sport Medicine. Canada
Damiri, Achmad. (1982) Penyusunan Program Semester dan Satuan Pelajaran Buku
Materi Pokok. Bandung, FPOK/IKIP
Faisal, Sanafiah. (1982). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya : Usaha
Nasional.
GBHN, Ketepatan MPR RI : Nomor IV/MPR/1999 : Penabur Ilmu
Hadi, Sutrisno. (1990). Metodologi Research. Bandung : Jemmars.
17