“Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Dan
Panjang Tungkai Dengan Kemampuan Smash
Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Sorong”.
DISUSUN OLEH :
YONO LESBASSA (148520114168)
A. Latar belakang Masalah
Smash dalam permainan bola voli sangat penting dalam memenangkan pertandingan bola
voli banyak ditentukan oleh smash.
Kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. Jadi meskipun banyak
aktifitas olahraga yang lebih memerlukan kelincahan, kecepatan, koordinasi, keseimbangan dan
sebagainya, akan tetapi faktor tersebut tetap di kombinasikan dengan faktor kekuatan agar di
peroleh hasil yang baik.
Telah dikemukakan di atas bahwa antara kekuatan otot lengan, panjang tungkai dengan
kemampuan smash bola voli menunjukkan adanya keterkaitan dari satu variabel ke variabel
lainnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian adalah:
1. Apakah ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan smash pada siswa kelas XI
SMK Negeri 3 Sorong?
2. Apakah ada hubungan panjang tungkai terhadap kemampuan smash pada siswa kelas XI SMK
Negeri 3 Sorong?
3. Apakah ada hubungan kekuatan otot lengan dan panjang tungkai terhadap kemampuan smash pada
siswa kelas XI SMK Negeri 3 Sorong?
C. Kajian Teori
1. Sejarah Permainan Bola Voli
Olahraga Voli pertama diperkenalkan pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke,
Massachusetts ( Amerika Serikat ) oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of
Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA (Young Men’s Christian
Association) yang merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan
ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh
Yesus. Pada awalnya permainan ini disebut Mintonette.
2 Hakikat Bola Voli
Bola voli adalah olahraga permainan beregu, namun demikian penguasaan teknik dasar secara
individual mutlak sangat diperlukan.
3. Hakekat Smash
a. Defenisis smahs Bola Voli
Smash Smash adalah suatu tindakan memukul bola dengan keras menggunakan teknik tertentu
agar bola bisa memasuki lapangan lawan dengan harapan tidak bisa dibendung oleh regu lain
sebagai lawan dalam permainan, sehingga bisa meraih nilai.smash merupakan pukulan bola
yang keras dari atas ke bawah dan menukik kedalam lapangan lawan.
b. Teknik Dasar Smash Bola Voli
1) Sikap permulaan
2) Awalan
3) Tolakan
4) Sikap saat di udara
5) Sikap Akhir
c. Kemampuan Smash Dalam Permainan Bola Voli
Menurut dieter beutelstahl (1986:9) dalam permainan bola voli terdapat
beberapa teknik yang merupakan dasar yang harus dikuasai oleh seorang
pemain bola voli agar dapat bermain bola voli dengan baik. Teknik-teknik dasar
permainan bola voli tersebut meliputi: “(1) servis, (2) pass bawah, (3) pass atas,
(4) smash, (5) blok, dan (6) pertahanan”.
Gambar 2.6 Kemampuan Smash Bola Voli dieter beutelstahl (1986:9)
4. Kekuatan Otot Lengan
1. Definisi Kekuatan otot lengan
Menurut Rusli Lutan, dkk (2000: 66), kekuatan dirinci menjadi tiga bagian yaitu:
kekuatan maksimum, kekuatan elastis, dan daya tahan kekuatan.
5. Panjang Tungkai
Panjang tungkai sebagai salah satu anggota gerak bawah memiliki peran penting dalam
unjuk kerja olahraga. Sebagai anggota gerak bawah, panjang tungkai berfungsi sebagai
penopang gerak anggota tubuh bagian atas, serta penentu gerakan baik dalam berjalan,
berlari, melompat maupun menendang. Panjang tungkai adalah jarak vertikal antara telapak
kaki sampai dengan pangkal paha yang diukur dengan cara berdiri tegak.
D. Kerangka Berfikir
Adapun kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah adanya
hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang tungkai
dengan kemampuan smash.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Kekuatan Otot Lengan X1
Kemampuan
smash Y
Panjang
Tungkai X2
E. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang relevan sangat dibutuhkan dalam mendukung kajian teoritik yang dikemukakan, sehingga dapat
dijadikan sebagai landasan untuk kajian hipotesis. Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah :
Penelitian yang dilakukan oleh Sholeh Hartadi, yang berjudul : ”Kontribusi Kekuatan Otot Lengan dan
Koordinasi Mata-Tangan terhadap Kemampuan Smash Atlet Bola voli Yunior di Klub Bola voli Yuso
Yogyakarta.” pengujian regresi parsial menyatakan bahwa koefisien beta kekuatan otot lengan sebesar 0,843,
sedangkan koefisien beta koordinasi mata - tangan sebesar 0,827. kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-
tangan mempunyai kontribusi sebesar 66,7% terhadap ketepatan smash, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak diteliti.
F. Metode Penelitian
1. Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional.
metode korelasional yaitu metode yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang tungkai terhadap kemampuan
smash pasa siswa kelas XI SMK Negeri 3 Sorong (Suharsimi Arikunto 2002: 247).
2. Variabel Penelitian
a. Variabel Bebas (Variabel Independen)
Variabel Bebas atau juga dikenal dengan istilah variabel Independent
adalah merupakan variabel yang diduga memiliki fungsi sebagai penyebab
timbulnya variabel yang lain.
b. Variabel Terikat atau Dependent
Jenis variabel kedua adalah variabel terikat atau disebut juga dengan istilah
dependent atau variable Output atau Kriteria atau Konsekuen. Ia adalah hasil
akibat yang ditimbulkan oleh variabel bebas. variabel ini merupakan hasil yang
timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas.
3. Waktu dan Tempat Penelitian
a. Tempat
Penelitian ini akan dilakukan di SMK Negeri 3 Sorong Kabupaten Aimas
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019
4. Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi adalah sekumpulan orang/ subyek dan obyek yang diamati (Sugiono, 2007 :
61), jumlah keseluruhan siswa SMK Negeri 3 Sorong berjumlah 214 orang yang terdiri dari 103
siswa dan 111 siswi. Populasi dalam penelitian ini di ambil dari siswa yang memiliki sifat yang
berbeda, yaitu : siswa yang berjenis kelamin laki – laki dan perempuan, usi 16 – 18 tahun, siswa
yang terdaftar sebagai siswa – siswi di SMK Negeri 3 Sorong 2019. Sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2006 : 130). Sampel juga harus memiliki
paling sedikit satu sifat yang sama. Dari data diatas maka sampel yang diambil dalam penelitian
ini yaitu siswa kelas XI SMK Negeri 3 Sorong, yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik porposive sampling. Porposive sampling
merupakan salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan
pengambilan sampel dengan cara menetapkan cirri – cirri khusus yang sesuai dengan tujuan
penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.
5. Alat Dan Teknik Pengumpulan Data
Pengambilan data yang digunakan yaitu dengan melakukan tes dan
pengukuran. Pengambilan data dalam penelitian ini untuk mengukur
kekuatan otot lengan menggunakan tes angkat tubuh yang dilakukan
tiga kali ulangan dan diambil hasil terbaik. Pengukuran panjang
tungkai menggunakan meteran yang dilakukan dua kali yaitu
pengukuran tungkai kiri dan kanan dengan selisih perbedaan 1 cm.
Tes kemampuan smash dilakukan dengan tes smash didalam
lapangan perhitungan smash di nilai sejak siswa memukul bola dan
berakir dilantai dikategorikan menjadi tiga penilaian yaitu baik cukup
dan kurang.
6. Sumber Data
a. Sumber Data Primer
Sumber data primer pada penelitian ini adalah Setelah mendapat ijin
dari pihak sekolah, maka peneliti melanjutkan dengan mengadakan
pendekatan dengan calon responden dan menjelaskan tujuan dan
peran serta responden dalam penelitian ini.
b. Sumber Data Sekunder
Pengambilan data sekunder di SMK Negeri 3 Sorong
7. Teknik Analisis Data
Prasyarat Analisis Data
1. Uji prasyarat
a. Uji Normalitas
b. Uji Linearitas
2. Uji Hipotesis