0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
535 tayangan7 halaman

4 Morfologi Khamir

Mahasiswa melakukan pemeriksaan morfologi khamir dengan metode pewarnaan sederhana metilen biru untuk membedakan sel hidup dan mati. Hasilnya menunjukkan sel mati berwarna biru/hitam sedangkan sel hidup transparan. Morfologi khamir pada cairan tape dan limbah chiu berbentuk uniseluler sedangkan limbah chiu beragam bentuknya.

Diunggah oleh

puan ayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
535 tayangan7 halaman

4 Morfologi Khamir

Mahasiswa melakukan pemeriksaan morfologi khamir dengan metode pewarnaan sederhana metilen biru untuk membedakan sel hidup dan mati. Hasilnya menunjukkan sel mati berwarna biru/hitam sedangkan sel hidup transparan. Morfologi khamir pada cairan tape dan limbah chiu berbentuk uniseluler sedangkan limbah chiu beragam bentuknya.

Diunggah oleh

puan ayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Pertemuan 3

Pemeriksaan Morfologi Kapang

Oleh

Nama : Puan Ayu Safir Agusta

NIM/ SHIFT: J310190167/ SHIFT G

Pengampu :

Dr. Ambarwati, M.Si

Asisten:

Ika Linda Wulandari

PROGRAM STUDI ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2021
A. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan morfologi khamir dengan
pewarnaan sederhana.
2. Mahasiswa mampu mengamati morfologi khamir pada sampel tape dan
limbah industri alkohol

B. ALAT dan BAHAN


- Alat
1. Mikroskop
2. Obyek glass (cekung)
3. Cover glass
4. Pipet tetes
5. Bunsen
6. Jarum ose bulat
- Bahan
1. Cairan tape
2. Limbah chiu
3. Candida albicans
4. Limbah industry alcohol
5. Alkohol 70%
6. Laktofenol atau metilen blue
7. Kapas
8. Spirtus

C. CARA KERJA

Disterilkan tangan dan meja kerja dengan alkohol 70%.

Diteteskan satu atau dua tetes laktofenol atau metilen blue di atas
object glass cekung
Ditambahkan satu atau dua tetes cairan tape (atau limbah cair
industri alkohol) pada object glass yang sama

Ditutup preparat dengan cover glass.

Dilakukan langkah di atas di dekat bunsen sebagai langkah


sterilisasi.

Diamati preparat di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah


(10X)

Jika bayangan sudah terlihat jelas, pembesaran dapat diubah ke


pembesaran sedang (40X).

Digambar morfologi sel khamir yang terlihat.

D. HASIL
Tabel 1D. Hasil pengamatan morfologi khamir pada mikroskop

Metode Sampel Gambar Keterangan


Metode Cairan tape 1. Sel hidup :
1
pewarnaan 2 khamir yang
berwarna
sederhana
transparan
2. Sel mati :
khamir yang
berwarna
hitam/biru

Gambar 1
Metode LImbah chiu 1. Khamir yang
pewarnaan berbentuk
sederhana silindris
3 2. Khamir yang
berbentuk
1 coccus
3. Sel yang
berdempet
2
seolah- olah
bertunas
Gambar 2
Metode Candida 1. Sel yang
Pewarnaan albicans hidup :
dibantu jarum 3 berwarna
ose terang dan
1 transparan
2. Sel yang

2 Gambar 3 mati : yang


menyerap
pewarna,
berwarna
biru
3. Sel yang
bertunas

E. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini diamati khamir pada sampel cairan tape dan
limbah chiu, diamati juga khamir Candida albicans. Khamir merupakan salah
satu mikroorganisme yang termasuk ke dalam fungi mikroskopis (Natsir,
2003). Maka dalam praktikum ini dibantu dengan mikroskop. Metode yang
digunakan dalam praktikum ini adalah metode pewarnaan laktofenol atau
metilen blue. Pemberian warna pada khamir dengan menggunakan larutan
tunggal suatu warna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi.
Pewarnaan sederhana, yaitu pewarnaan menggunakan satu macam zat
warna dengan tujuan hanya untuk melihat bentuk sel khamir dan untuk
mengetahui morfologi dan susunan selnya serta membedakan sel yang mati
dan sel yang hidup (Balley, 2007).
Praktikum ini menggunakan pengecatan sederhana yaitu
menggunakan suatu cat warna, cat warna yang digunakan adalah methylene
blue yang bertujuan untuk membedakan sel yang hidup dan sel yang mati.
Hasil pengamatan menunjukan sel khamir yang mati akan bewarna
biru/hitam dan sel khamir yang hidup tidak bewarna atau transparan
(Gambar 1 dan Gambar 3). Warna biru/hitam pada sel khamir yang telah
mati disebabkan karena sifat semi permiabel membran dari sel khamir yang
mati tersebut sudah tidak berfungsi lagi sehingga sel khamir yang mati
menyerap warna biru dari larutan methylene blue.
Khamir pada cairan tape dan Candida albicans cenderung memiliki
morfologi yang sama. Pada gambar 1 dan gambar 3, selnya cenderung
berpisah- pisah (uniseluler). Khamir hanya terdiri dari satu sel dan memiliki
budding. Dengan budding atau tunasnya ini, satu sel khamir dapat
bereproduksi secara vegetative (Sarles et al, 1951). Hal ini terdapat dalam
gambar 3 terdapat sel yang berdempet dan membentuk tunas (keterangan
nomor 3).
Bentuk sel khamir dapat berupa ovoid, ellipsoidal atau silindris.
Bentuk morfologi ini umumnya konstan dan dapat digunakan sebagai dasar
identifikasi khamir (Buchanan, 1951). Khamir pada limbah chiu yang diamati
pada praktikum ini memiliki perbedaan dengan khamir pada cairan tape dan
Candida albicans. Khamir pada limbah chiu cenderung memilki morfologi
(bentuk) khamir yang beragam. Diamati dengan mikroskop terdapat khamir
yang berbentuk silindris/ batang (nomor 1) dan juga coccus/ bulat (nomor 2).

F. KESIMPULAN
Dalam praktikum ini dapat mengetahui pengamatan morfologi khamir
dengan pewarnaan sederhana methylene blue yang bertujuan untuk
membedakan sel yang hidup dan sel yang mati. Hasil pengamatan
menunjukan sel khamir yang mati akan bewarna biru/hitam dan sel khamir
yang hidup tidak bewarna atau transparan. Morfologi pada cairan tape dan
limbah chiu yaitu sel yang cenderung berpisah- pisah antar satu sel dan sel
lain (uniseluler). Pada limbah chiu morfologi khamir cenderung beragam
terdapat yang berbentuk silindris dan coccus.

DAFTAR PUSTAKA
Balley. 2007. Diagnosal Mikrobologi. New York: Houston Elserver.

Buchanan, R.E and Buchanan, E.D. 1951. Bacteriology. 5 th ed. Newyork: The
MacMillan Company.

Natsir. 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Sarles, E.B, Frazuer, W.C, Wilson, J.B and Knight, S.G. 1951. Microbiology. New
York: Harper and Brothers Inc.

Anda mungkin juga menyukai