PROFIL DESA
Desa : Ciomas
Kecamatan : Padarincang
Kabupaten : Serang
Provinsi : Banten
1. Sejarah Desa
Pada masa dahulu Desa Ciomas mulanya hanya berupa Bukit dan
Hamparan pesawahan namun berangsur angsur datanglah masyarakat dari
kesultanan Banten dari keturunan kesultanan Cirebon yaitu Ki Aria dan Ki
Bajo dengan membuka daerah/wilayah Desa Ciomas untuk membuka lahan
perkebunan dan pertanian sehingga Wilayah tersebut menjadi Areal pertanian
dan perkebunan sehingga penduduk di wilayah tersebut berkembang menjadi
pemukiman yang padat jumlah penduduknya,dari kedua Tokoh tersebut
berdiri dua buah Mesjid yang Megah dan besar ,Mesjid tersebut berdiri di
Kampung Masigit dengan nama Mesjid Aria Bajo dan di Kp.Cilongkrang
bernama masjid Al-Wustho ( Kibajo).
Sebelum masa penjajahan Belanda dan Jepang sudah ada masyarakat
yang bermukim di Wilayah Desa Ciomas nama Desa Ciomas belum jelas asal
usulnya dan siapa yang memberi nama Desa Ciomas tersebut, ada sebagian
masyarakat yang mengatakan adanya sungai Pancuran Mas, dan ada pula
yang memberi makna tersendiri bahwa adanya Air yang Jernih dan
memancarkan Sinar Keemasan menandakan kelurusan dan kejujuran. Sungai
bermakna sumber kehidupan yang memberi kesejukan kesuburan pada
masyarakat namun yang jelas sampai saat ini belum ada yang menemukan
asal usul nama Desa Ciomas secara pasti.
Pada tahun 1936 an masyarakat mulai bertambah dan bermukin di
Desa Ciomas yaitu daerah dengan sebutan Barugbug karena berkumpul
disitu awal mulanya kampung desa Ciomas terdiri dari Enam Kampung yaitu
Kampung Masigit,Kampung Sawah,Kampung Cempaka, Kampung
Cilongkrang,Kampung Cikendi dan Kampung Cipait.
Karena Desa Ciomas dilintasi jalan raya yang menghubungkan kota
Kecamatan Kota Kabupaten dan kota Provinsi.perkembangan kampung di
Desa Ciomas secara berangsur angsur bertambah pesat dan masyarakat
bertambah banyak yang pindah ke Desa Ciomas sehingg. berpenduduk
beraneka ragam.
Desa Ciomas adalah bagian dari Rukun Kampung (RW) yang di ketuai
oleh Ketua Rukun Warga dan Ketua Rukun Warga terdiri dari Rukun Tetangga
(Rt) adapun jumlah Rukun Warga di Desa Ciomas terdiri dari Enam (6) Rukun
Warga dan Tiga puluh Satu (31) Rukun Tetangga
Pada tahun 1992 dibangun pula kantor Kepala Desa Ciomas yang
kemudian menjadi Pusat Pelayanan Pemerintahan Desa Ciomas yang saat itu
Desa Ciomas di Pimpin Oleh Kepala Desa Hudaebi dan sampai sekarang Pusat
Pelayanan Pemerintahan Desa Ciomas di laksanakan.
Selanjutnya perkembangan legenda dan Sejarah Desa Ciomas adalah sebagai berikut :
TAHUN KEJADIAN YANG BAIK KEJADIAN YANG BURUK
1936 Terbentuknya Desa Ciomas -
Dibangunnya Kantor Kepala Desa
-
1992 Ciomas
2. Sumber Daya Alam
Desa Ciomas merupakan salah satu desa di Kecamatan Padarincang
Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memilik luas 8.060 Ha. Secara geografis
Desa Ciomas berbatasan dengan wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara, berbatasan dengan Desa Barugbug
2. Sebelah Timur, berbatasan dengan Desa Sukadana
3. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Desa Pondok Kahuru
4. Sebelah Barat, Berbatasan dengan Desa Cipayung Dan Cisaat
Secara Administratif, wilayah Desa Ciomas terdiri dari 6 (enam) Rukun
Warga, dan 31 (tiga puluh satu) Rukun Tetangga.
Secara umum Tipologi Desa Ciomas terdiri dari Persawahan dan
Perladangan.
Topografis Desa Ciomas secara umum termasuk daerah dataran rendah,
dan berdasarkan ketinggian wilayah Desa Ciomas diklasifikasikan kepada
(dataran rendah (0 – 100 m dpl) Penggunaan lahan Desa Ciomas dapat
dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tahun (Ha)
No. Penggunaan Lahan n-5 n-4 n-3 n-2 n-1
Lahan Sawah
1. Irigasi Teknis
2. Irigasi Setengah Teknis
3. Irigasi Sederhana Milik PU
4. Irigasi Non PU
5. Tadah Hujan
Lahan Bukan Sawah
1. Pekarangan/Bangunan
2. Tegal/Kebun
3. Ladang/Huma
4. Pengembalaan/Padang
Rumput
5. Sementara Tidak
Diusahakan
6. Ditanami Pohon/Hutan
Rakyat
7. Hutan Negara
8. Perkebunan 50
Ha
9. Rawa-rawa
10. Tambak
11. Kolam/Empang
12. Lahan Lainnya
Tabel 1.1
Potensi Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan
Produksi Per Tahun
No. Komoditas Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
Satuan
n-5 n-4 n-3 n-2 n-1
Tanaman
1. Ton/Tahun
Pangan
Padi 800 815 900 1010 1400
Jagung
Ubi Kayu
Ubi Jalar
Buah-
2. Ton/Tahun
buahan
Mangga
Jeruk
Pepaya
3. Perkebunan Ton/Tahun
Kelapa
Karet
Kopi
4. Peternakan Ekor
Sapi
Kerbau 225 205 178 152 170
Kambing 311 297 281 255 120
Ayam 277 888 219 278 40
5. Perikanan Ton/Tahun
Empang
Keramba
Tambak
Kolam Ikan 70 66 57 67 48
Dari kondisi alam Desa Ciomas diatas, dapat diidentifikasi Sumber Daya
Alam yang dimiliki Desa Ciomas dan merupakan salah satu potensi
pembangunan di Desa Ciomas Hasil Indentifikasi Sumber Daya Alam Desa
Ciomas. Kecamatan Padarincang dapat dilihat pada tabel 1.2 sebagai berikut :
Tabel 1.2
Sumber Daya Alam Desa Ciomas Tahun 2013-2018
Uraian Sumber Daya Satua Tahun
No. n-5 n-4 n-3 n-2
Alam n n-1
Material Batu Kali dan
1. M3
Kerikil
2. Pasir Urug M3
3. Lahan Tegalan Ha
4. Lahan Hutan Ha
5. Sungai Ha
Tanaman Perkebunan :
6. Ha
Cengkeh, Lada, Kopi dll
7. Air Terjun Buah
8. Dst.
3. Sumber Daya Manusia
Jumlah Penduduk Desa Ciomas. berdasarkan Profil Desa tahun 2016
sebanyak 8.727 jiwa yang terdiri dari 4.361 laki laki dan 4.366 perempuan.
Sumber penghasilan utama penduduk dari Pertanian
Data Sumber Daya Manusia Desa Ciomas. Kecamatan Padarincang dapat
dilihat pada tabel 1.3 sebagai berikut :
Tabel 1.3
Daftar Sumber Daya Manusia Desa Tahun 2013 s/d 2018
Uraian Sumber Daya Satua Tahun
No. n-5 n-4 n-3 n-2
Manusia n n-1
1. Penduduk dan Keluarga
4.36
a. Penduduk Laki-laki Orang
1
4.26
b. Penduduk Perempuan Orang
6
Keluarg 1.95
c. Jumlah Keluarga
a 4
Sumber Penghasilan Utama
2.
Penduduk
a. Pertanian, Perikanan,
Orang 561
Perkebunan
b. Pertambangan dan
Orang
Penggalian
c. Industri Pengolahan
Orang 15
(Pabrik, Kerajinan dll.)
d. Perdagangan
Besar/Eceran dan Rumah Orang 260
Makan
e. Angkutan, Pergudangan,
Orang
Komunikasi
f. Jasa Orang 6
Pekerjaan/Mata
3.
Pencaharian
a. Karyawan Orang
b. TNI/Polri Orang 4
c. Swasta Orang 30
d. Wiraswasta/pedagang Orang 260
e. Petani Orang 561
f. Tukang Orang 40
g. Buruh Tani Orang 210
h. Pensiunan Orang 34
i. Nelayan Orang
j. Peternak Orang
k. Jasa Orang 6
l. Pengrajin Orang
m. Pekerja seni Orang
n. Lainnya Orang
o. Tidak
Orang
bekerja/penganggur
Tingkat Pendidikan
4.
Masyarakat
Uraian Sumber Daya Satua Tahun
No. n-5 n-4 n-3 n-2
Manusia n n-1
a. Lulusan pendidikan
Umum
1) Taman Kanak-kanak Orang
2) Sekolah 4.82
Orang
Dasar/sederajat 6
4.14
3) SMP/Sederajat Orang
0
2.69
4) SMA/Sederajat Orang
0
5) Akademi/D1-D3 Orang 186
6) Sarjana Orang
7) Pasca Sarjana
a) S1 Orang 224
b) S2 Orang 10
b. Lulusan pendidikan
khusus
1) Pondok Pesantren Orang
2) Pendidikan Keagamaan Orang 537
3) Sekolah Luar Biasa Orang
4) Kursus Keterampilan Orang
c. Tidak lulus dan tidak
sekolah
1) Tidak lulus Orang 563
2) Tidak bersekolah Orang 650
Jumlah Penduduk Miskin
5. Orang
(menurut standar BPS
4. Sumber Daya Pembangunan
Sumber Daya Pembangunan yang dimiliki Desa Ciomas yang merupakan
salah satu potensi untuk pembangunan desa diantaranya Pembangunan Jalan
Lingkungan dapat dilihat pada tabel .1.4
Tabel 1.4
Sumber Daya Pembangunan Desa Ciomas Tahun 2016
No. Uraian Sumber Daya Alam Jumlah Satuan
1. Kantor Desa 1 Unit /permanen
2. Prasarana Umum
a. Jalan 260 Km
b. Jembatan 6 Buah
c. Dst
3. Prasarana Pendidikan
a. Perpustakaan Desa 1 Buah
No. Uraian Sumber Daya Alam Jumlah Satuan
b. Gedung Sekolah PAUD 6 Buah
c. Gedung Sekolah TK 6 Buah
d. Taman Pendidikan Al Buah
Qur’an -
e. Gedung SD/Sederajat 4 Buah
f. Gedung Sekolah Buah
SMP/Sederajat 1
g. Gedung Sekolah Buah
SMA/Sederajat -
h. Gedung Perguruan Tinggi - Buah
4. Prasarana Kesehatan
a. Puskesmas Ada/tidak
b. Poskesdes - Buah
c. Posyandu - Buah
d. Polindes - Buah
e. MCK 6 Buah
f. Sarana Air Bersih 4 Buah
4. Prasarana Ekonomi
a. Pasar Desa 1 Buah
b. Kios desa - Buah
c. .....
5. Prasarana Ibadah
a. Mesjid 7 Buah
b. Mushola 9 Buah
c. Gereja - Buah
d. Pura - Buah
e. Vihara - Buah
f. Klenteng - Buah
6. Prasarana Umum
a. Olahraga 1 Buah
No. Uraian Sumber Daya Alam Jumlah Satuan
b. Kesenian/budaya - Buah
c. Balai pertemuan - Buah
d. Sumur desa - Buah
e. Pasar desa 1 Buah
f. .....
5. Sumber Daya Sosial Budaya
Daftar Sumber Daya Sosial Budaya Desa Ciomas Kecamatan Padarincang
Kabupaten Serang dapat dilihat di tabel 1.5 sebagai berikut :
Tabel 1.5
Daftar Sumber Daya Sosial Budaya
Uraian Sumber Daya Tahun
No. Satuan n-5 n-4 n-3 n-2
Sosial Budaya n-1
1. Kelembagaan
a. LPM
1) Jumlah pengurus Orang 2
2) Jumlah anggota Orang 4
b. Lembaga Adat Lembaga
c. TP PKK
1) Jumlah pengurus Orang 4
2) Jumlah anggota Orang 20
a. BUMDes
1) Jumlah Bumdes Buah -
2) Jenis Bumdes Buah -
b. Karang Taruna
1) Jenis Kegiatan Buah
2) Jumlah Pengurus Orang 2
3) Jumlah Anggota Orang 4
c. RT/RW
1) Jumlah RW Buah 6
2) Jumlah RT Buah 31
d. Lembaga
Buah 3
Kemasyarakatan lainnya
2. Trantib Dan Bencana
a. Jumlah Anggota Linmas Orang 22
b. Jumlah Pos Kamling Buah -
c. Jumlah Operasi
Kali
Penertiban
d. Jumlah Kejadian
Kriminal
1. Pencurian Kali
2. Perkosaan Kali
3. Kenakalan Remaja Kali
4. Pembunuhan Kali
5. Perampokan Kali
6. Penipua Kali
e. Jumlah Kejadian
Kali
Bencana
f. Jumlah Pos Bencana
Pos
Alam
g. Jumlah Pembalakan Liar Kali
h. Jumlah Pos Hutan
Pos
Lindung
3. Seni Budaya
a. Jumlah Group Kesenian Buah 6
b. Jumlah Gedung
Buah
Kesenian
c. Jumlah Gelar Seni
Kali 6
Budaya per Tahun
6.Masalah Desa
Masasalah Desa adalah masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa dan
pemerintahan desa berdasarkan hasil pengkajian keadaan desa dengan menggunakan 3 (tiga)
tools Partisipatory Rural Apraisal (PRA) yakni Peta Sosial Desa, Kalender Musim dan
Diagram/bagan kelembagaan.
Permasalahan secara umum Desa Ciomas dijabarkan sebagai berikut :
a. Bidang Infrastruktur Desa/Sarana Prasarana
1. Masih banyak jalan desa yang belum memadai masih berupa jalan tanah dan jalan sirtu
sehingga menghambat arus barang dan jasa.
2. Keberadaan Tiang dan Jaringan Listrik belum memadai
3. Kebutuhan akan Box Culvert belum terpenuhi
4. Pembangunan yang belum merata sehingga timbul kecemburuan sosial
5. Drainase yang belum memadai sehingga mudah terjadinya banjir
6. Masih rindah tingkat kesadaran masyarakat dalam berswadaya dan memilihara
bangunan
7. Kemampuan kader desa mendesain dan membuat rencana anggaran biaya belum
memadai.
8. Belum adanya Pasar Desa
b. Bidang Pendidikan
1. Bangunan pelengkap (Infrastruktur) bidang pendidikan masih kurang (pagar sekolah,
Sound system, MCK, Kompter dll).
2. Pustaka Desa belum ada
3. Minat Baca Masyarakat kurang
4. Honor Guru masih kurang
5. Keterampilan dan teknis mengajar dengan metode baru masih kurang
6. Beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi belum ada
7. Belum terbentuknya PKBM (Kejar Paket)
8. Masih ada anak putus sekolah
c. Bidang Ekonomi
1. Belum ada pengembangan potensi ekonomi desa
2. Lembaga Ekonomi (UED SP) belum memberikan kontribusi yang nyata kepada
pembangunan desa
3. Belum terlaksananya pelatihan-pelatihan di bidang peningkatan manajemen usaha dan
pasca panen
4. Penggalian PAD Desa belum dioptimal
5. Rendahnya harga komoditas padi yang sejak 3 tahun terakhir mengalamai penurunan
nyata mengakibatkan pendapatan petani menurun drastis.
6. Lembaga ekonomi desa (BUMDES) belum terbentuk.
d. Bidang Sosial Budaya
1. Pendidikan akhlak dan moral masih terabaikan
2. Arus informasi dan globalisasi tidak terbendung yang menyebabkan tergerusnya
kearifan lokal
3. Peran lembaga adat dan pimpinan adat kurang optimal
4. Belum optimal pengembangan budaya lokal desa
5. Kurangnya tenaga Pengajar agama Islam
e. Bidang Pemerintahan
1. Terbatasnya Sumberdaya Manusia dalam pelaksanaan Pemerintahan
2. Pelaku-pelaku pembangunan belum paham akan tugas dan fungsi
3. Pelayanan masyarakat masih belum optimal
4. Regulasi desa belum dibuat dan terdokumentasi dengan baik
5. Administrasi Desa yang belum dimanfaatkan secara optimal
6. Insentif yang diterima oleh Aparatur desa dan kelembagaan desa lainnya belum
memadai
7. Kurangnya perhatian Pemerintah dalam hal pembinaan kepada Pemerintah Desa
f. Bidang Kesehatan
1. Masih kurangnya pelayanan kesehatan
2. Pemanfatan Posyandu belum optimal
3. Kesadaran akan kesehatan keluarga yakni sanitasi lingkungan masih lemah
4. Kesadaran akan pentingnya makanan bergizi belum memadai
5. Penggunaan Poskesdes belum optimal karena belum ada listrik
6. Air Bersih belum tersedia
g. Bidang Kelembagaan
1. Masih rendahnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi kelembagaan desa
2. Tingkat pertemuan/rapat-rapat masih rendah
3. Belum tersusunnya rencana dan program kerja
4. Pembinaan dan Pendampingan Desa masih belum memadai
5. Belum adanya Tempat Belajar Masyarakat (TBM)
h. Bidang Kamtibmas
1. Belum Optimal kegiatan Siskamling
2. Rendahnya kesadaran masyarat untuk taat aturan
3. Sifat kebersamaan dan kegotongroyongan mulai luntur
i. Bidang Lingkungan Hidup
1. Belum adanya Tempat Pembuangan Sampah/Akhir
2. Abrasi dan pengikisan tebing sungai akibat penyedotan pasir dan kerikil sungai
3. Pencemaran sungai
4. Penghijauan dan penanaman pohon penyangga dan pelindung pinggir belum ada
j. Bidang Partisipasi Masyarakat
1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menghadiri rapat-rapat yang dilaksanakan
oleh Pemerintah Desa
2. Kegiatan Gotong Royong mulai pudar.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
4. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa.
k. Bidang Pertanian
1. Belum optimalnya kegiatan kelompok tani.
2. Masih rendahnya SDM petani.
3. Kurangnya penyuluhan dan pelatihan
4. Sarana produksi (Saprodi) pertanian tidak memadai.
5. Harga Saprodi yang mahal.
6. Belum optimalnya penggarapan bidang perternakan.
7. Alat Mesin Pertanian (Alsintan) belum ada, pengolahan tanah masih manual.
l. Bidang Hukum dan HAM
1. Kurangnya sosialisasi dan penyuluhan Hukum.
2. Lemahnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan.
3. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
m. Bidang Perindustrian dan Perdagangan
1. Home industri belum dikembangkan.
2. Kesulitan dalam penambahan modal dan pengembangan usaha
3. Semangat berwirausaha belum optimal.
n. Bidang Pertanahan
1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuat surat tanah.
2. Batas Tanah masih belum jelas.
3. Rendahnya partisipasi masyarakat dan menghibahkan tanah kepada Desa untuk
pembangunan
0. Bidang Informasi dan komunikasi
1. Desa belum memiliki Sistem Informasi Desa
2. Pemerintah Desa masih sangat sulit mendapatkan informasi hasil Musrenbang
Kabupaten/Provinsi dan atau Dokumen APBD yang pembiayaan berkaitan dengan desa,
sehingga apa-apa program yang masuk ke desa tidak diketahui, untuk kebutuhan
penyusunan rencana keuangan dan rencana pembangunan.
3. Lambannya informasi sumber-sumber pembiayaan yang diterima desa juga menjadi
kendala. Padahal bulan Juli n-1 desa sudah wajib menyusun Rancangan Kerja
Pembangunan (RKP) Desa, baik dari Dana Desa APBN, Alokasi Dana Desa (ADD),
Bantuan Keuangan Kabupaten/Provinsi, bagi hasil pajak dan retribusi dan lainnya.
7.POTENSI DESA
Potensi adalah adalah segala sumberdaya yang ada di desa yang dapat digunakan untuk
membantu pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh desa baik potensi sudah ada
maupun potensi yang belum tergarap.
a. Potensi Sumberdaya Alam
1. Lahan Kosong
2. Perkebunan
3. Sawah
4. Palawija
5. Tanah Timbun
6. Peternakan
b. Potensi Sumberdaya Manusia
1. Aparatur Desa
2. BPD
3. Kelembagaan Desa
4. Kader Desa
5. Kader Posyandu
6. Kader PKK
7. Pendamping Desa
8. Tenaga Pendidik
9. Tokoh Agama dan Tokoh Adat
10. Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan, perternakan dll
11. Aparat Keamanan (Linmas)
12. Pemuda
13. Klub-Klub Olahraga
c. Sumberdaya Sosial
1. Majlis Ta’lim
2. Wirid Yaasin
3. Guru-guru agama (Ustadz/zah)
4. Fasilitas Pendidikan Agama
5. Masjid dan Mushalla
6. Fasilitas Pendidikan Umum
7. Tempat Belajar Masyarakat (TBM)
8. Peringatan Hari Besar Islam
d. Sumberdaya Ekonomi
1. Lahan Pertanian
2. Lahan Perkebunan
3. Lembaga Dana Bergulir
4. Pedagang dan swasta
5. Sarana produksi lainnya
KEPALA DESA CIOMAS
H YANI MULYANI