0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan7 halaman

Audit Saldo Kas: Prinsip dan Metodologi

Dokumen tersebut membahas tentang audit saldo kas perusahaan. Ia menjelaskan definisi kas dan jenis-jenis akun kas, serta prinsip akuntansi yang berlaku untuk penyajian kas dalam neraca. Dokumen tersebut juga menggambarkan hubungan antara kas di bank dengan berbagai siklus transaksi yang mempengaruhinya, dan metode audit yang dilakukan untuk menguji saldo kas akhir tahun.

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan7 halaman

Audit Saldo Kas: Prinsip dan Metodologi

Dokumen tersebut membahas tentang audit saldo kas perusahaan. Ia menjelaskan definisi kas dan jenis-jenis akun kas, serta prinsip akuntansi yang berlaku untuk penyajian kas dalam neraca. Dokumen tersebut juga menggambarkan hubungan antara kas di bank dengan berbagai siklus transaksi yang mempengaruhinya, dan metode audit yang dilakukan untuk menguji saldo kas akhir tahun.

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

23 Februari 2021

AUDIT SALDO KAS


DEFINISI KAS
Kas merupakan aset yang paling liquid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban
perusahaan (Martini, 2012;180).
Kas adalah aset lancar yang terdiri dari uang logam dan uang kertas yang berfungsi sebagai alat
pertukaran dan memberikan dasar untuk perhitungan akuntansi (Skousen, 2007).
Kas terdiri dari uang tunai (uang logam dan uang kertas), pos wesel, certified check, cashiers’
check, cek pribadi, dan bank draft, serta dana yang disimpan di bank yang pengambilannya
tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian lain (Mulyadi, 2017).
Kas yang dicantumkan di neraca terdiri dari dua unsur berikut ini:
1. Kas di tangan (cash on hand), yang terdiri dari :
a. Penerimaan kas yang belum disetor ke bank, yang berupa uang tunai, pos wesel,
certified check, cashiers’ check, cek pribadi, dan bank draft
b. Saldo dana kas kecil (petty cash), yang berupa uang tunai yang ada di tangan
pemegang dana kas kecil.
2. Kas di bank, yang berupa simpanan di bank berbentuk rekening giro

Kas merupakan akun yang masuk dalam setiap siklus kecuali persediaan dan pergudangan.
Bukti yang diakumulasi untuk saldo kas tergantung pada hasil pengujian pada siklus lainnya.

Kas merupakan hal yang penting bagi auditor karena besarnya potensi kecurangan pada akun
kas, klien juga dapat melakukan kesalahan yang tidak disengaja.

Audit  Pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan
melaporkan derajat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan
Benarkah informasi terkait akun kas ini sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN KAS DI NERACA


1. Kas yang dicantumkan di neraca adalah saldo kas yang ada di perusahaan pada tanggal
tersebut dan saldo rekening giro di bank, yang pengambilannya tidak dibatasi oleh bank
atau perjanjian yang lain
2. Kas dalam bentuk valuta asing harus dicantumkan di neraca sebesar nilai kurs yang
berlaku pada tanggal neraca
3. Unsur-unsur berikut ini harus disajikan secara terpisah dari unsur kas di neraca jika
jumlahnya material:
a. Tabungan di bank
b. Dana untuk perluasan pabrik atau dana lain yang tidak digunakan untuk keperluan
modal kerja
c. Saldo bank minimum yang disyaratkan oleh bank dalam suatu perjanjian penarikan
kredit
d. Saldo di bank luar negeri yang tidak digunakan dalam hubungannya dengan kegiatan
bisnis di luar negeri dan tidak dapat segera diubah ke dalam mata uang rupiah
karena batasan-batasan
e. Persekot biaya perjalanan atau persekot lain kepada karyawan. (persekot=uang
muka)

Program audit
Tujuan audit kas, adalah untuk meyakinkan bahwa (Sukrisno Agoes, 2014):
1. Posisi kas dan setara kas pada tanggal neraca benar-benar ada dan merupakan milik
perusahan
2. Semua transaksi kas dan setara kas telah dicatat dengan lengkap dan merupakan
transaksi yang sah
3. Kas di bank seperti dinyatakan dalam rekonsiliasi telah dijumlahkan dengan benar dan
sesuai dengan buku besar
4. Kas di bank seperti dinyatakan dalam rekonsiliasi adalah absah dan benar
5. Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dicatat dalam periode yang tepat (cut-off)
yaitu transaksi-transaksi yang dicatat pada akhir tahun tidak dimasukan dalam
pencatatan tahun berikutnya
6. Kas dan setara kas telah diungkapkan dengan benar

Pembahasan ini mengenai Hubungan Antara Kas Di Bank Dengan Siklus Transaksi, dan
menggambarkan Pengujian Substantif Atas Saldo Kas.

KAS DI BANK DAN SIKLUS TRANSAKSI


Hub antara kas di bank dan siklus transaksi memiliki peran ganda:
1. Menunjukkan pentingnya pengujian audit atas berbagai siklus transaksi dalam audit kas
2. Membantu mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang memadukan berbagai siklus
transaksi
Contoh :

Siklus transaksi dalam audit kas :

Siklus akuisisi modal dan pembayaran Kembali (modal, utang, agio saham)
Siklus akuisisi dan pembayaran (utang usaha)
Akun kas umum
Siklus penjualan dan penagihan (penjualan kotor, piutang usaha) (Kas di Bank)
Siklus penggajian dan personalia (gaji, pajak)

Dari contoh tersebut tampak sebab akun kas umum dianggap signifikan dalam hampir semua
audit, meskipun saldo akhirnya tidak material. Kas lebih rentan digelapkan ketimbang jenis
aktiva lainnya karena sebagian besar aktiva lainnya itu harus dikonversikan menjadi kas agar
dapat digunakan.

Dalam audit kas, auditor harus membedakan antara memverifikasi rekonsiliasi saldo pada
laporan bank dan saldo di buku besar, serta memverifikasi apakah kas yang tercatat di buku
besar umum merefleksikan dengan benar semua transaksi kas yang terjadi selama tahun
tersebut
(antara saldo di bank dan buku besar) dan (apakah saldo di buku besar merefleksikan semua
transaksi pada tahun tersebut).
Bagian yang signifikan dari audit adalah verifikasi transaksi kas dicatat dengan benar.

JENIS AKUN KAS


1. Akun kas umum  kas yang penting bagi organisasi karena hampir semua penerimaan
dan pengeluaran kas mengalir melalui akun ini. Cth: pengeluaran untuk siklus akuisisi
dan pembayaran. Dan penerimaan kas dalam siklus penjualan dan penagihan
2. Akun Imprest  pemisahan kas untuk penggajian. Pada umumnya banyak perusahaan
yang mengunakan akun impres, tujuannya untuk memperbaiki pengendalian internal
terhadap pengeluaran penggajian. Satu-satunya setoran ke akun imprest adalah untuk
penggajian, dan satu-satunya pengeluaran adalah pembayaran cek kepada karyawan.
Penggunaan akun bank imprest meningkatkan pengendalian terhadap penerimaan dan
pengeluaran.
3. Akun bank cabang  untuk perusahaan yang beroperasi di lokasi yang berbeda, akan
lebih mudah jika perusahaan memiliki saldo bank yang terpisah di setiap lokasi. Akun
bank cabang berguna untuk membangun hubungan perbankan di komunitas local dan
memungkinkan sentralisasi operasi pada tingkat cabang.
Di beberapa perusahaan, setoran dan pengeluaran untuk setiap cabang dilakukan di
rekening bank terpisah, dan kelebihan kas akan di transfer secara elektronik dan secara
periodic ke rekening bank umum kantor utama
4. Dana kas kecil imprest  akun kas kecil adalah akun sederhana seperti memisahkan
sejumlah kas untuk beban tidak terduga. Digunakan untuk akuisisi kas bernilai kecil yang
dapat dibayar lebih mudah dan lebih cepat dengan kas ketimbang dengan cek. Akun kas
imprest dibentuk atas dasar yang sama seperti akun bank imprest, tetapi digunakan
untuk jumlah yang lebih kecil. Contohnya materai atau perlengkapan kantor.
5. Ekuivalen kas  kelebihan kas yang diakumulasikan dari siklus operasi, yang akan
diperlukan dalam bentuk ekuivalen kas yang bersifat jangka pendek dan sangat liquid,
contohnya deposito berjangka, setifikat deposito. Ekuivalen kas dicantumkan sebagai
bagian dari akun kas hanya jika ekuivalen kas tersebut merupakan investasi jangka
pendek yang siap dikonversi menjadi sejumlah kas. Sekuritas dan investasi berbunga
jangka Panjang bukan merupakan ekuivalen kas.

Audit akun kas umum


Dalam menguji saldo akhir tahun pada akun kas, auditor harus mengakumulasi bukti yang
cukup untuk mengevaluasi apakah kas seperti yang tercantum dalam neraca, telah dinyatakan
secara wajar dan diungkapkan secara layak.
Metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo untuk kas di bank (akun kas umum)

Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi kas (Tahap I)


Beberapa perusahaan tidak memiliki risiko bisnis yang signifikan yang memengaruhi
saldo kas. Risiko bisnis klien dapat muncul dari kebijakan menajemen kas yang tidak tepat atau
penanganan dana yang dilakukan pihak lain.
Risiko bisnis klien bisa berasal dari ekuivalen kas dan jenis investasi lainya. Beberapa
perusahaan jasa keuangan mengalami kerugian akibat salah saji investasi dan kas.

Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren (Tahap I)
Pada sebagian besar audit, saldo kas bersifat tidak material, tetapi transaksi kas yang
memengaruhi saldo itu hampir selalu sangat material. Oleh karena itu, potensi salah saji kas
yang material sering kali ada.
Karena kas lebih rentan terhadap pencurian dibandingkan aktiva lainnya, terdapat risiko
bawaan yang cukup tinggi untuk tujuan eksistensi, kelengkapan dan keakuratan. Tujuan ini
biasanya akan menjadi fokus pada audit saldo kas.
Menilai risiko pengendalian (Tahap I)
Pengendalian internal terhadap saldo kas akhir tahun dalam akun umum dapat dibagi
dalam dua kategori:
1. Pengendalian terhadap siklus transaksi yang mempengaruhi pencatatan penerimaan
dan pengeluaran kas.
2. Rekonsiliasi bank independen.

Contoh : dalam siklus akuisisi dan pembayaran, pengendalian utama antara fungsi
penandatanganan cek hanya oleh orang yang berwenang, penggunaan cek yang telah dinomori,
mereview dokumen pendukung sebelum cek ditandatangani, dan verifikasi internal. Jika
pengendalian yang mempengaruhi transaksi yang berhubungan dengan kas telah beroperasi
secara efektif, risiko pengendalian akan menurun sebagaimana pengujian audit untuk
rekonsiliasi bank akhir tahun.

Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank adalah suatu proses pencocokan dan penyesuaian atas informasi transaksi
antara catatan menurut nasabah dan bank.
Rekonsiliasi bank bulanan terhadap akun bank umum yang tepat waktu oleh orang yang
menangani atau mencatat penerimaan serta pengeluaran kas merupakan pengendalian yang
penting terhadap saldo kas akhir.

Rekonsiliasi bank yang cermat oleh personil klien yang kompeten meliputi tindakan-tindakan
berikut:
- membandingkan cek yang dibatalkan dengan catatan pengeluaran kas
- memeriksa cek yang dibatalkan menyangkut tanda tangan, endorsement, dan pembatalan.
- membandingkan setoran di bank dengan penerimaan kas yang tercatat
- memeriksa urutan nomer cek, dan menyelidiki cek yang hilang.
- merekonsiliasi semua item yang menyebabkan perbedaan antara nilai buku dan saldo bank
- merekonsiliasi total debet pada laporan bank dengan total catatan pengeluaran kas.
- merekonsiliasi total kredit pada laporan bank dengan total catatan penerimaan.
- mereview transfer antarbank pada akhir bulan untuk melihat kesesuaian dan pencatatan yang
tepat.
- menindaklanjuti cek yang beredar dan pemberitahuan penghentian pembayaran.

Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas


transaksi (tahap II)
Karena saldo kas dipengaruhi oleh semua siklus lain kecuali persediaan dan pergudangan,
ada banyak sekali transaksi yang mempengaruhi kas.

Merancang dan melaksanakan prosedur analitis (tahap III)


Rekonsiliasi bank akhir tahun diaudit secara ekstensif. Karena itu, penggunaan prosedur
analitis untuk menguji kewajaran saldo kas menjadi kurang penting dibandingkan untuk
sebagian besar audit lainnya.
Umumnya auditor membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam
perjalanan, cek yang beredar, dan item rekonsiliasi lainnya dengan rekonsiliasi tahun
sebelumnya. Demikian juga, auditor biasanya membandingkan saldo akhir kas dengan saldo
bulan sebelumnya.

Merancang pengujian atas rincian saldo kas (Tahap III)


Untuk mengaudit kas di bank, auditor memverifikasi apakah rekonsiliasi bank yang diterima dari
klien tersebut sudah benar. Tujuan audit yang berhubungan dengan saldo dan pengujian atas
rincian saldo adalah pengujian atas eksistensi, kelengkapan, dan keakuratan.

PROSEDUR YANG BERORIENTASI KECURANGAN


            Pertimbangan utama pada audit kas adalah kemungkinan terjadi kecurangan. Auditor
harus memperluas prosedur audit kas akhir tahun untuk menentukan kemungkinan adanya
kecurangan material.
Prosedur yang dapat mengungkapkan kecurangan pada bidang penerimaan kas:
1. Konfirmasi piutang usaha
2. Pengujian yang dilaksanakan untuk mendeteksi lapping
3. Mereview ayat jurnal buku besar umum dalam akun kas untuk pos-pos tidak biasa
4. Membandingkan pesanan pelanggan dengan penjualan dan penerimaan kas selanjutnya
5. Memeriksa persetujuan dan dokumen pendukung piutang tak tertagih dan retur
penjualan serta pengurangan.

Perluasan Pengujian atas Rekonsiliasi Bank


Jika rekonsiliasi bank dapat dengan sengaja salah saji, maka perlu dilakukan perluasan
pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun.

Bukti Kas
Auditor menggunakan bukti kas untuk menentukan apakah hal-hal berikut dilakukan:
- Semua kas yang tercatat telah disetor
- Semua setoran telah dicatat
- Semua pengeluaran kas yang tercatat telah dibayar oleh bank
- Semua jumlah yang dibayarkan oleh bank telah dicatat

AUDIT ATAS AKUN BANK PENGGAJIAN IMPRES


Pengujian atas rekonsiliasi bank hanya memerlukan waktu beberapa menit jika terdapat
akun bank penggajian imprest dan rekonsiliasi independen terhadap rekening bank.

Dalam menguji saldo rekening bank penggajian, auditor harus memperoleh rekonsiliasi
bank, konfirmasi bank, dan laporan bank atas pisah batas.

AUDIT KAS KECIL IMPRES


Meskipun jumlahnya tidak material, banyak auditor melakukan verifikasi kas kecil
karena terdapat potensi kecurangan dan klien mengharapkan auditor memeriksa akun tersebut
meski jumlahnya tidak material.

Pengendalian Internal atas Kas Kecil


Pengendalian internal yang paling penting untuk kas kecil adalah penggunaan dana
imprest menjadi tanggung jawab dari seorang individu. Dana kas kecil tidak boleh
digabungkan dengan penerimaan lain, dan dana tsb harus dipisahkan dari aktivitas lainnya.
Pembatasan juga harus dilakukan atas pengeluaran kas kecil, sama halnya dengan jumlah total
dana.

Pengujian Audit atas Kas Kecil


Penekanan yang dilakukan pada verifikasi kas kecil terletak pada pengujian
pengendalian terhadap transaksi kas kecil dan bukan pada saldo akhir tahun.
Dalam menguji kas kecil, auditor harus menentukan prosedur klien dalam menangani
dana dengan membahas pengendalian internal bersama pemegang kas kecil dan memeriksa
dokumentasi atas beberapa transaksi. Prosedur utama harus memasukkan:
- Footing voucher kas kecil yang mendukung jumlah penggantian
- Memperhatikan urutan voucher kas kecil
- Memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil
- Memeriksa kewajaran dokumen pendukung, biasanya terdiri atas gulungan register kas,
faktur, dan bukti penerimaan.

Anda mungkin juga menyukai