Anda di halaman 1dari 5

S0P . SHE .031.

00
STANDARD OPERATING PROCEDURE
PT. ANDALAN FLUID SISTEM

PETUNJUK ; ATURAN & ARAHAN


PERATURAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
( P3K )

Dibuat oleh, Diperiksa oleh, Disetujui oleh,

Tim CSC/P2K3 SHE warden


Tgl:8 Agustus, 2016

1. TUJUAN dan KEPERLUANNYA :


1.2.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah bantuan dan perawatan
sementara yang dilakukan untuk korban kecelakaan di tempat kerja menggunakan
peralatan sederhana sebelum korban mendapatkan bantuan sempurna. Meski
hanya menggunakan peralatan terbatas , P3K bisa menjadi salah satu solusi untuk
memberikan bantuan dengan cepat dan tepat sekaligus aman .
Meskipun pertolongan pertama bukanlah pengobatan yang begitu sempurna yang
langsung berefek; kehadiran P3K di tempat kerja akan memiliki banyak manfaat
dalam mencegah keparahan cidera, mengurangi penderitaan, bahkan
menyelamatkan nyawa para korban.
1.2.Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan di tempat
kerja,konsekuensinya dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan
kematian. Kecelakaan kerja memang bukan sesuatu yang diinginkan siapa pun,
termasuk pekerja.Namun, perusahaan harus menyediakan berbagai fasilitas yang
memadai untuk mengantisipasi kecelakaan di tempat kerja.
1.3.Bagi perusahaan yang peduli dengan keselamatan dan kesehatan pekerjanya,
maka perusahaan harus menyediakan fasilitas dan petugas pertolongan pertama.
Dengan adanya fasilitas dan petugas pertolongan pertama, perusahaan dapat
mengurangi berbagai konsekuensi yang disebabkan oleh kecelakaan kerja.

2. DIFINISI :
- APD / PPE : Alat Pelindung Diri / Personal Protective Equipment
- P3K : Pertolongan Pertama pada Kecelakaan
- UKS : Unit Kesehatan Sementara
- PT. AFS : PT. Andalan Fluid Sistem
- B.3 : Bahan Berbahaya & Beracun; baik padatan maupun
cairan
- Kotak P3K : Adalah kotak khusus yang disediakan untuk tujuan
percepatan langkah Penanganan P3K
3. REFERENSI :
- UU. NO.1 / Th.1970
- Peraturan Perusahaan ( PP ) PT AFS
- Buku Panduan K3L – PT.AFS
- Kep.Menteri Tenaga Kerja no: 15/MEN/VIII/2008
- SNI

4. TANGGUNG JAWAB :
Personil berikut ini bertanggung jawab sesuai kewenangan masing2, untuk semua
kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan penanganan cara pembuangan sampah
, yaitu :
- Semua Manager
- TIM – CSC –organisasi P2K3
- Grup Leader & Semua Karyawan PT.AFS
- Semua kontraktor yang bekerja didalam area PT.AFS berdasarkan kontrak kerja
tetap maupun terbatas , yang disahkan atas dasar PO dan SOW ( Scope of Work )
-
5. RINCIAN PROSES

5.1.Fasilitas P3K di Tempat Kerja

a. Ruang pertolongan pertama

Merupakan ruangan yang harus ada dan dirancang khusus oleh perusahaan untuk penanganan
pertama pada pekerja yang mengalami kecelakaan. Tidak hanya digunakan untuk menangani pekerja
yang mengalami kecelakaan saja. Tempat perawatan ini juga dapat dimanfaatkan bagi pekerja yang
sakit saat bekerja.

b. Lemari atau Kotak P3K dan isinya

Kotak P3K merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan dan obat-obatan
P3K. Selain dipasang di ruang pertolongan pertama, kotak-kotak ini biasanya juga dipasang di
beberapa tempat yang mudah dilihat dan dijangkau oleh para pekerja.

Adapun isi dalam kotak K3 biasanya terdiri dari kasa dibungkus steril, perban, plester, kapas, kain
mittela, gunting, peniti, sarung tangan, masker, pinset, senter, kantong plastik, alkohol 70%, manual
P3K, tensimeter, stetoskop, obat-obatan, dan kebutuhan P3K lainnya.
Daftar obat yang wajib diisi di dalam kotak P3K Standard Nasional Indonesia (SNI)..
Isi Penting Bahan Tambahan Di Dalam Kotak P3K ( Standar Minimum SNI )
1. Plaster (Hypafik Ukuran 5 x 5 , atau Micropore untuk kulit sensitif)
2. Iodine Providone 30ML (Misal: Betadine + Salep betadine yang 10 ml)
3. Alkohol 70%
4. Rivanol
5. Kapas Bersih(Bebas/ Kapas Sari / Husada 50 Gr )
6. Perban Gulung 5 cm
7. Perban gulung 10 cm
8. Kasa Steril Husada Min 2 box untuk menutup luka kecil.
9. Perban Elastis
10. Kain segitiga atau Mitella (spt dasi pramuka) + safety pin (peniti)
11. Gunting
12. Thermometer
13. Sarung Tangan Steril
14. Cotton Bud

Isi Obat-Obatan ( Tambahan / optional dan perlu rekomendasi Dokter )


1. Paracetamol 500 mg tablet untuk Mengatasi Nyeri, sakit kepala, dan Demam.
2. Obat CTM (Untuk Alergi)
3. Obat Tetes Mata ( Seperti: Rohto,Visine, atau merek lainnya )
4. Obat Diare ( Seperti Diapet, Entrostop, norit atau merek lainnya)
5. Obat Pencahar atau Pelembek Feces Kesulitan BAB ( Dulcolax Tablet)
6. Cream Untuk Luka Bakar ( Burnazine atau Bioplacenton)
7. Minyak Kayu Putih
8. Balsem (Merek Bebas)
9. Obat Asma Hirup ( Konsultasikan ke dokter sebelum menyimpannya)
10. Obat Batuk (OBH atau merek lainnya)

Kotak P3K dalam Keluarga, Kantor atau Sekolah wajib DISEDIAKAN agar tidak terjadi hal hal yang
tidak diinginkan. CEGAH DARI AWAL SEBELUM BERTAMBAH PARAH

TAMBAHAN (TABUNG OKSIGEN PORTABLE RINGAN - TABUNG O2 KECIL)

c. Alat Evakuasi dan Transportasi

Peralatan evakuasi yang dimaksud merupakan peralatan yang digunakan untuk memindahkan korban
kecelakaan kerja dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara sederhana.
d.Petugas Pertolongan Pertama

Ketersediaan petugas pertolongan pertama yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam
menangani korban kecelakaan kerja sangatlah dibutuhkan perusahaan. Petugas yang profesional dan
terlatih biasanya mampu menghadapi berbagai situasi kecelakaan kerja sehingga dapat mengurangi
risiko kecelakaan.

Berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Per.15/Men/VIII/2008 tentang
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja menyebutkan bahwa jumlah ideal petugas P3K bagi
perusahaan yang memiliki resiko rendah terhadap kecelakaan adalah sejumlah 1 (satu) petugas P3K
untuk menangani 150 tenaga kerja.

e. Fasilitas tambahan

Selain berbagai fasilitas pertolongan pertama yang disebutkan di atas, perusahaan tertentu juga
membutuhkan berbagai fasilitas tambahan untuk memastikan kegiatan pertolongan pertama dapat
berjalan dengan baik.

Fasilitas tambahan ini dapat berupa peralatan perlindungan pribadi atau peralatan khusus yang
digunakan di tempat kerja yang menangani potensi bahaya yang memerlukan penanganan khusus.

5.2.Prinsip-prinsip Dasar Pertolongan Pertama dalam Kecelakaan

Ketika kecelakaan kerja terjadi, pekerja pertolongan pertama harus segera membantu korban. Untuk
kebaikan bersama, pekerja pertolongan pertama harus memperhatikan prinsip-prinsip dasar
pemberian pertolongan pertama untuk kecelakaan, yaitu:

a.Pastikan Anda bukan korban berikutnya

Ketika kecelakaan kerja terjadi, situasi panik biasanya akan muncul. Sebagai petugas pertolongan
pertama, cobalah untuk tetap tenang dan perhatikan situasi korban beserta lingkungan dengan cermat
sehingga Anda bukan korban kecelakaan berikutnya. Pastikan Anda berada dalam posisi yang aman
untuk dapat membantu orang lain.

b.Gunakan metode bantuan yang cepat, mudah, dan efisien

Untuk menangani pertolongan pertama dalam suatu kecelakaan, lakukan sesegera mungkin dengan
berbagai peralatan dan sumber daya.

c.Catat semua upaya bantuan yang telah dilakukan

Rekaman ini berfungsi untuk memberikan data yang valid kepada pihak lain (misalnya rumah sakit /
rujukan) tentang identitas korban, kronologi kejadian, serta gejala penyakit yang diderita.

5.3.Pertolongan Pertama Sistematis untuk Korban Kecelakaan

Membantu orang yang mengalami kecelakaan di area kerja memang membutuhkan keterampilan
mental dan pertolongan pertama yang kuat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat
memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja:

a.Jangan panik

Meskipun situasi dan kondisi selama kecelakaan berlangsung tegang, cobalah untuk tetap tenang dan
segera mengambil tindakan dengan benar dan cepat.

b. Jauhkan korban dari kecelakaan berikutnya

Menjauhkan korban kecelakaan dari tempat semula berfungsi untuk menghindari kecelakaan susulan
yang mungkin terjadi. Selain itu, dengan menghindari lokasi kecelakaan, pekerja pertolongan pertama
akan dapat lebih fokus dalam merawat para korban.
c.. Perhatikan pernapasan, detak jantung, perdarahan, dan tanda-tanda syok

Jika korban kecelakaan mengalami masalah pernapasan, pendarahan, dan tanda-tanda syok, segera
berikan pertolongan pertama sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

d. Jangan memindahkan korban dengan tergesa-gesa

Jangan pindahkan korban sebelum diketahui persis jenis dan tingkat keparahan cidera yang dialami,
kecuali jika tempat itu tidak lagi memungkinkan untuk melakukan perawatan.

Jika korban mengalami pendarahan dan harus dibawa menuju rumah sakit, hentikan pendarahan
terelebih dahulu dan pastikan korban mendapat penanganan terbaik sebelum dipindah ke rumah sakit.

e.Segera merujuk ke pusat medis terdekat

Pertolongan pertama pada kecelakaan pada prinsipnya adalah bantuan sementara. Jika korban
terluka parah, jangan ragu untuk merujuk ke pusat medis terdekat seperti fasilitas kesehatan, dokter
spesialis, maupun rumah sakit

6. Perubahan dokumen :
Nihil