STUDI LAPANGAN
KEPEMIMPINAN KINERJA PELAYANAN PERIZINAN DAN NON
PERIZINAN DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
TERPADU SATU PINTU PROVINSI BALI
LAPORAN INDIVIDU
Oleh :
Muhammad Imam Affan Tsaniya
NDH 34
PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR
ANGKATAN 6
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI
JAWA TIMUR
TAHUN 2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dasar pelaksanaan studi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Angkatan
VI adalah :
1. Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentanga Aparatur Sipil Negara (ASN)
Panduan Studi Lapangan PKA Tahun 2020
2. Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai
Negeri Sipil (PNS)
3. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 16 Tahun 2019 tentang
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Keputusan Kepala LAN 1007 K.1
PDP.07 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan
Administrator (PKA)
4. Keputusan Kepala LAN 1008 K.1 PDP.07 2019 tentang Kurikulum Pelatihan
Kepemimpinan Administrasi (PKA)
Studi Lapangan (STULA) merupakan agenda aktualisasi kepemimpinan
yang merupakan rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpnan Administrator
(PKA). Alasan pemilihan Pemerintah Provinsi Bali dikarenakan banyak inovasi
dan terobosan yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang pada
akhirnya menjadi suatu produk atau layanan publik yang memiliki kemanfaatan
tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga bisa menjadi rujukan banyak
kalangan maupun instansi pemerintah lain untuk mengambil pelajaran, wawasan,
dan mengadopsi best practices dalam berinovasi.
Salah satu Inovasi dan terobosan pelayanan publik Pemerintah Provinsi
Bali dalam hal penanaman modal dan pelayanan terpadu, dilaksanakan oleh
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali yang
secara terbuka membangun jejaring kinerja dengan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di wilayah Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan
Badan Koordinator Penanaman Modal RI. Namun tentu saja tetap harus dengan
dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada.
Pemerintah Provinsi Bali merupakan salah satu daerah yang
mempunyai intensitas pengajuan perijinan dan investasi yang sangat tinggi, hal ini
tidak terlepas dari eksistensi Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama bertaraf
internasional. Posisi strategis provinsi bali sebagai destinasi wisata internasional
mempunyai korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi lainnya, simpul
ekonomi baru berkembang pesat seiring dengan perkembangan industri
pariwisata,
Memperhatikan posisi strategis Provinsi Bali sebagai sentra utama
wisata dan ekonomi, akan menjadi potensi dan keunggulan sekaligus tantangan
bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
untuk melakukan inovasi dan kreatifitas pelayanan periijinan yang adaptif sesuai
dengan dinamika perkembangan masyarakat, sehingga akan tercipta pelayanan
penanaman modal dan perijinan yang prima.
Perubahan dan inovasi pelayanan penanaman modal dan perijinan
yang telah dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu Provinsi Bali, akan menjadi referensi dan pengayaan materi dalam rangka
menyusun rencana aksi perubahan peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan
Administrator (PKA) angkatan VI Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur. Inovasi
terbaik yang sudah diterapkan dapat diadopsi penerapannya setelah disesuaikan
dengan kondisi yang ada masing masing daerah.
Dari latar belakang tersebut diatas dengan adanya kegiatan studi
lapangan ini kami berharap dapat menggali informasi lebih dalam terkait
pelayanan perizinan dan non perizinan di Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali Provinsi Bali untuk dapat diadopsi
penerapannya .
B. TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan Studi Lapangan adalah terlaksananya aktualisasi kepemimpinan
kinerja dalam mengelola kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Administrator
dalam memberikan pelayanan publik sesuai standar operasional prosedur dan
terselenggaranya peningkatan kinerja secara berkesinambungan.
Manfaat dari studi lapangan adalah untuk :
1. Peserta diklat dapat menggali data informasi, baik berbentuk data primer dan
sekunder yang didapatkan dari narasumber locus;
2. Mampu mengambil intisari praktek kepemimpinan dan penyelenggaraan
pelayanan public pada locus;
3. Mampu mengambil manfaat dan kemungkinan untuk diterapkan atau diadopsi
di lingkungan kerja organisasi.
C. RUANG LINGKUP
Batasan ruang lingkup dalam Studi Lapangan ini adalah pemilihan Tema
“Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan di Dinas Penanaman Modal
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propinsi Bali”.
Ruang lingkup studi lapangan ini dirancang untuk :
1. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk memeriksa permasalahannya
di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas,
dan untuk melatih peserta melakukan“observasi naturalistik”;
2. Memfasilitasi peserta untuk melihat, mendengar, mendalami suatu konteks
tertentu untuk dapat mengambil simpulan terhadap beberapa substansi mata
pelatihan dalam waktu yang bersamaan;
3. Subjeknya dapat berupa individu, kelompok individu, masyarakat, atau
institusi.
BAB II
GAMBARAN RINGKAS LOKUS
A. GAMBARAN UMUM LOKUS DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN
TERPADU SATU PINTU PROPINSI BALI
1. Lingkup Administrasi dan Manajemen
Dalam pelaksanaan tugas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali mempunyai Tugas Pokok Dinas yang
mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 58 Tahun 2019 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja
Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yaitu
mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan
bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi
wewenang Provinsi, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai
dengan dibentuknya Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya.
Untuk melaksanakan Tugas Pokok Dinas dimaksud, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
menyelenggarakan Fungsi Dinas sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan pelayanan
terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan Provinsi;
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang penanaman modal dan
pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan Provinsi;
3. Penyelenggaraan administrasi Dinas bidang penanaman modal
dan pelayanan terpadu satu pintu;
4. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Dinas; dan
5. Penyelenggaraan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur terkait
dengan tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, ada beberapa hal yang dapat
mempengaruhi, baik yang bersifat internal sebagai faktor pendukung,
kekuatan dan kelemahan yang dalam garis besarnya berkenaan dengan
struktur organisasi, sarana pendukung dan Sumber Daya Manusia maupun
yang bersifat eksternal sebagai peluang dan ancaman yang dikaitkan dengan
perkembangan lingkungan strategis, nasional dan global.
Beberapa hal yang menjadi isu-isu yang sangat strategis yang
dapat dipakai sebagai acuan/landasan dalam pelaksanaan tugas-tugas
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
adalah :
1. Belum meratanya sebaran investasi antar wilayah dan antar sektor.
2. Belum optimalnya pelayanan publik (perizinan dan nonperizinan).
Disamping isu-isu strategis yang ada, faktor lingkungan juga sangat
mempengaruhi keberhasilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
1. Lingkungan Internal
Faktor-faktor Lingkungan Internal terdiri dari faktor-faktor strategis
dari dalam organisasi itu sendiri :
a. Kekuatan (Strength)
Faktor-faktor Strategis Internal yang dapat menjadi sumber kekuatan
antara lain :
1) Adanya dukungan dan komitmen pimpinan untuk
meningkatkan penanaman modal.
2) Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai.
3) Adanya Peraturan Perundang – undangan yang mendukung
kegiatan Penanaman Modal dan Perizinan.
4) Adanya Struktur Organisasi yang jelas.
b. Kelemahan ( Weakneses)
Disamping Kekuatan sebagaimana tersebut diatas, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
juga memiliki kelemahan-kelemahan internal yaitu :
1) Terbatasnya jumlah dan kompetensi pegawai.
2) Belum memadainya pemahaman Visi dan Misi oleh pegawai.
3) Budaya Kerja yang masih output oriented, belum
kepada outcome oriented.
4) Terbatasnya dukungan dana dari APBD dan APBN.
2. Lingkungan Eksternal
a. Peluang (Opportunities)
1) Infrastruktur wilayah yang cukup memadai, sebagai salah satu
destinasi wisata, Bali memiliki Infrastruktur wilayah yang
cukup memadai, di bidang prasarana transportasi darat, laut dan
udara.
2) Terkenalnya nama Bali (sebagai Brand Name), sebagai
daerah tujuan wisata Bali telah berfungsi sebagai jendela dunia
bagi Indonesia, kondisi ini menjadikan Bali sebagai tempat
transaksi jual beli hasil produksi.
3) Perilaku masyarakat Bali yang kooperatif, yang tidak
diskriminatif terhadap orang lain dengan tidak melihat perbedaan
suku, agama dan asal negara.
4) Pelaksanaan Otonomi Daerah, memberikan kewenangan kepada
daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik termasuk
dunia usaha secara profesional.
5) Globalisasi Perdagangan Bebas, merupakan peluang yang
sangat besar bagi rakyat Bali untuk bisa mengisi pasar sekaligus
sebagai peluang untuk meningkatkan lapangan kerja.
6) Mobilitas Teknologi Informasi, merupakan sarana yang ampuh
untuk membuka cakrawala yang seluas-luasnya.
b. Ancaman/Tantangan (Threats).
1) Penerapan Otonomi Daerah, ternyata tidak selalu memberikan
keuntungan bagi daerah. Peraturan yang dibuat secara parsial
oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, ternyata menimbulkan
adanya ketidakpastian hukum berinvestasi.
2) Pembangunan wilayah yang tidak
seimbang, ketidakseimbangan pembangunan, antar
Kabupaten/Kota di Bali berpotensi menimbulkan berbagai
masalah sosial dan kerusakan lingkungan Bali.
3) Terbatasnya lahan, total area Bali yang relatif
kecil (5.636,66 KM2) dengan jumlah penduduk 4.32 juta jiwa
serta sebagian besar kawasan adalah kawasan marjinal
kesuburannya dan kawasan yang dilindungi.
4) Tingkat persaingan antar Provinsi, pelimpahan kewenangan
yang lebih luas dari Pemerintah Pusat, memberikan harapan
bagi Pemerintah Daerah untuk menggali secara lebih besar
sumber–sumber pendapatan. Hal ini tidak menutup kemungkinan
akan terjadinya persaingan antar daerah.
Dari identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal tersebut diatas
maka strategi yang dilakukan dalam jangka menengah adalah strategi
diversifikasi konsentris, artinya meskipun menghadapi berbagai ancaman,
Provinsi Bali masih memiliki kekuatan dari segi internal.
Strategi diversifikasi konsentris adalah strategi
dengan meningkatkan kekuatan yang dimiliki dalam rangka mengatasi
ancaman yang muncul. Strategi ini dapat dimiliki oleh daerah yang memiliki
kondisi Competitive Position sangat kuat seperti Bali, dengan gambaran
asumsi sebagai berikut :
1. Dengan dukungan dan komitmen pimpinan untuk meningkatkan
investasi daerah yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia
yang handal, tersedianya sarana dan prasarana kerja yang
memadai serta dukungan mobilitas teknologi informasi dengan
landasan hukum yang kuat maka Visi dan Misi Kepala Daerah akan
dapat dicapai.
2. Dengan pelaksanaan otonomi daerah serta ditunjang
pelayanan birokrasi yang baik dengan semangat kerja dan tingkat
profesionalisme tinggi, infrastruktur wilayah yang memadai ditunjang
oleh perilaku masyarakat Bali yang tidak diskriminatif terhadap
pendatang, akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas
Penanaman Modal di Provinsi Bali.
3. Dengan otonomi daerah, insentif investasi yang bersaing serta
didukung oleh profesionalisme staf yang memadai, pembangunan
infrastruktur wilayah yang dilakukan secara seimbang yang disertai
dukungan komitmen pimpinan, akan dapat meningkatkan minat dan
peluang penanaman modal secara merata antar wilayah dan sektor.
4. Dengan pelayanan birokrasi yang baik, serta didukung
kemampuan pegawai yang handal, mobilitas teknologi informasi serta
regulasi perizinan yang konsisten ditambah oleh adanya pemahaman
staf terhadap tujuan dan sasaran organisasi maka akan tercipta
peningkatan pelayanan terhadap publik.
Sebagaimana tercantum di dalam Renstra SKPD Tahun 2018-2023,
tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi
Bali adalah “terwujudnya peningkatan nilai investasi baik PMA maupun PMDN
dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat, transparan dan akuntabel”
dengan sasaran strategis dengan sasaran strategis sebagai berikut :
a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali.
b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang cepat,
efektif, efisien, transparan dan akuntabel
2. Organisasi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Provinsi Bali dipimpin seorang Kepala Dinas, dibantu oleh seorang
Sekretaris, 6 Kepala Bidang, 1 Kepala UPT dan kelompok jabatan fungsional.
Sekretaris dibantu oleh 3 Kepala Sub Bagian, sedangkan Kepala Bidang
masing-masing dibantu oleh 3 Kepala Seksi.
Adapun Susunan Organisasi Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali adalah sebagai berikut :
a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat, membawahi :
1. Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Sub. Bagian Penyusunan Program, Evaluasi, dan Pelaporan;
3. Sub. Bagian Keuangan.
c. Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, membawahi :
1. Seksi Pengembangan Potensi Daerah
2. Seksi Deregulasi Penanaman Modal Daerah;
3. Seksi Pemberdayaan Usaha Daerah.
d. Bidang Promosi Penanaman Modal, membawahi :
1. Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal;
2. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal;
3. Seksi Promosi Penanaman Modal.
e. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, membawahi :
1. Seksi Pemantauan Pelaksanaan Penanaman Modal;
2. Seksi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal;
3. Seksi Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal.
f. Bidang Pengendalian Data dan Informasi Penanaman Modal, membawah
1. Seksi Verifikasi dan Pengolahan Data;
2. Seksi Analisis dan Evaluasi Data;
3. Seksi Informasi dan Pelaporan Data.
g. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A, membawahi :
1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/I
2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/II;
3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/III.
h. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B, membawahi :
1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/I;
2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/II;
3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/III.
i. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C, membawahi :
1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/I;
2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/II;
3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/III.
j. Bidang Pengaduan, Advokasi, dan Pelaporan Layanan, membawahi :
1. Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan;
2. Seksi Advokasi dan Penyuluhan Layanan;
3. Seksi Pelaporan dan Peningkatan Layanan.
k. UPTD Dinas;
l. kelompok Jabatan Fungsional.
Adapun Struktur Organisasi DPMPTSP Propinsi Bali sebagaimana
dibawah ini :
KEPALA DINAS
PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN TERPADU
SATU PINTU
SEKRETARIA
T
KELOMPOK
JABATAN SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN
FUNGSIONAL DAN KEPEGAWAIAN PENYUSUNAN PROGRAM,
KEUANGAN, EVALUASI
DAN PELAPORAN
BIDANG BIDANG PROMOSI BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG PENGADUAN,
PERENCANAAN DAN PENANAMAN PENGENDALIAN PENYELENGARAAN PENYELENGGARAAN KEBIJAKAN DAN
PENGEMBANGAN MODAL PELAKSANAAN PELAYANAN PELAYANAN PERIZINAN PELAPORAN LAYANAN
IKLIM PENANAMAN PENANAMAN PERIZINAN DAN NON DAN NON PERIZINAN B
MODAL MODAL PERIZINAN A
SEKSI SEKSI
SEKSI SEKSI SEKSI
PENGEMBANGAN PEMANTAUAN SEKSI
PERENCANAAN PELAYANAN PENGADUAN
PROMOSI PELAKSANAAN PELAYANAN
PENANAMAN PERIZINANAN DAN INFORMASI
PENANAMAN PENANAMAN PERIZINANAN
MODAL DAN NON LAYANAN
MODAL MODAL DAN NON
PERIZINAN B/I
PERIZINAN A/I
SEKSISEKSISEKSI SEKSI SEKSI
DEREGULASIPELAKSANAANPEMBINAAN SEKSI KEBIJAKAN DAN
PELAYANAN PELAYANAN
PENANAMANPROMOSIPELAKSANAAN PERIZINANAN PENYULUHAN
MODALPENANAMANPENANAMAN PERIZINANAN LAYANAN
DAN NON DAN NON
DAERAHMODALMODAL PERIZINAN B/II
PERIZINAN A/II
SEKSI
SEKSI SEKSI SARANA SEKSI SEKSI SEKSI
PELAPORAN
PEMBERDAYA DAN PRASARANA PENGAWASAN PELAYANAN PELAYANAN
DAN
UPT
3. Sumber Daya
Sumber daya yang dimiliki Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali dalam menjalankan tugas dan
fungsinya, mencakup sumber daya manusia dan asset, adapun susunan
kepegawaian dan jumlah asset pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali antara lain terdiri dari 1 (satu) orang Pejabat
Eselon II A, 7 (tujuh) orang Pejabat Eselon III A,18 (delapan belas) orang
Pejabat Eselon IV A, 1 (satu) orang Staf Golongan IV, 25 (dua puluh lima)
orang Staf Golongan III, 6 (enam) orang Staf Golongan II, 1 (satu) orang Staf
Golongan I, dan 45 (empat puluh lima) orang Tenaga Kontrak. Untuk data aset pada
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
seperti tabel terlampir.
Aset Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
4.
No Uraian Aset/ Modal Ukuran
1 2 3
1. Tanah 1.610 M2
2. Gedung dan Bangunan : 2.360 M2
- Bangunan gedung kantor permanen 750 M2
- Bangunan gedung tertutup permanen 40 M2
- Bangunan kantor lain-lain/semi permanen 90 M2
- Bangunan gedung lain-lain 13 M2
4. Pelayanan
Melalui Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali periode 2018 - 2023 menetapkan 1
(satu) Tujuan dan 2 (dua) Sasaran yaitu Tujuan adalah sesuatu yang akan
dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan
ditetapkan dengan mengacu pada visi, misi Kepala Daerah dan isu-isu strategis
yang ada. Tujuan yang ditetapkan yaitu terwujudnya peningkatan nilai investasi
baik PMA maupun PMDN dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat,
transparan dan akuntabel.
Sasaran Strategis
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi
pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu
tertentu. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan maka sasaran ditetapkan
sebagai berikut :
a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali.
b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang cepat,
efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Indikator Kinerja
Dalam sasaran disertakan pula indikator kinerja sasaran, yaitu
ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran yang akan diwujudkan,
berdasarkan hal tersebut dirumuskan Indikator kinerja sasaran sebagai berikut
a. Persentase nilai investasi;
b. Nilai investasi;
c. Persentase investor yang mengajukan permohonan penanaman modal
di Provinsi Bali;
d. Persentase pemahaman penanam modal terhadap peraturan
pelaksanaan penanaman modal;
e. Persentase izin yang diterbitkan berdasarkan permohonan;
f. Persentase izin yang diterbitkan berdasarkan permohonan;
g. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);
h. Indeks pelayanan publik perizinan dan non perizinan;
i. Nilai laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP);
j. Nilai evaluasi manajemen kinerja.
5. PERENCANAAN, PENGUKURAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI
KINERJA, SERTA PELAPORAN KINERJA
Dalam upaya mendukung terwujudnya Visi Gubernur dan Wakil
Gubernur Bali yang tertuang pada RPJMD Provinsi Bali periode 2018-2023
yaitu : ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” maka ditetapkan 22 (dua puluh dua)
Misi dari (22) dua puluh dua Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali
periode 2018-2023, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Provinsi Bali mengacu pada Misi ke-16 (enam belas) yaitu
Membangun dan mengembangkan pusat-pusat perekonomian baru sesuai
dengan potensi Kabupaten/Kota di Bali dengan memberdayakan sumber
daya lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam arti luas dan Misi
ke-22 (dua puluh dua) yaitu Mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan
daerah yang efektif, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta
meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah.
6. STRATEGI DAN MANAJEMEN KINERJA PELAYANAN PUBLIK.
Setelah menentukan tujuan dan sasaran, maka langkah
selanjutnya perlu ditentukan bagaimana hal tersebut dapat dicapai.
Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan strategi organisasi untuk
merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, meliputi
penetapan strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang seperti tertuang
berikut ini :
Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Sasaran Pertama:
1) Strategi
Strategi untuk mencapai sasaran pertama adalah peningkatan
investasi.
2) Kebijakan
Kebijakan dari strategi untuk mencapai sasaran pertama adalah
peningkatan dan pemerataan iklim investasi.
3) Program
Program dari masing-masing urusan yang melaksanakan kebijakan dan
strategi guna mencapai sasaran pertama sebagai berikut :
a) Program pengembangan investasi.
b) Program pengembangan promosi penanaman modal.
c) Program pengelolaan data dan informasi penanaman modal
Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Sasaran Kedua:
1) Strategi
Strategi untuk mencapai sasaran kedua adalah Peningkatan investasi.
2) Kebijakan
Kebijakan dari strategi untuk mencapai sasaran kedua adalah
dengan melakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan
perluasan lapangan kerja bagi masyarakat seperti mendorong
investasi PMA dan PMDN yang berbudaya lokal dan perizinan.
3) Program
Program dari masing-masing urusan yang melaksanakan kebijakan dan
strategi guna mencapai sasaran kedua sebagai berikut:
a. Program pengendalian pelaksanaan penanaman modal.
b. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan
nonperizinan A.
c. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan
nonperizinan B.
d. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan
nonperizinan C.
e. Peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan.
f. Program peningkatan akuntabilitas capaian kinerja.
Dalam mewujudkan tujuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali yaitu ”Terwujudnya peningkatan nilai investasi
baik PMA maupun PMDN dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat,
transparan dan akuntabel” ditetapkanlah sasaran strategis sebagai berikut :
a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali
dengan indikator kinerja utama (IKU) nilai investasi. Tahun 2020, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
menargetkan nilai investasi sebesar 15,21 T, dengan pencapaian target nilai
investasi sebesar 9,66 T.
b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan yang cepat,
efektif, efisien, transparan dan akuntabel dengan indikator kinerja utama
(IKU) Indeks pelayanan publik perizinan dan nonperizinan. Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali menargetkan skore
Indeks pelayanan publik perizinan dan nonperizinan di Tahun 2020 sebesar
86,5 dengan perolehan skore di tahun 2020 sebesar 92,986 hal tersebut
dapat dilihat dari hasil kuisioner yang disampaikan kepada pemohon izin.
BAB III
INOVASI LOKUS YANG DAPAT DIADOPSI DAN DIADAPTASIKAN
DI TEMPAT TUGAS
1. PEMBERIAN PENGHARGAAN (REWARD) UNTUK PEGAWAI
BERPRESTASI
Reward merupakan bentuk apresiasi yang dilakukan oleh
DPMPTSP Bali dalam usaha untuk mendapatkan tenaga kerja yang
profesional sesuai dengan tuntutan jabatan. Diperlukan suatu pembinaan
yang berkeseimbangan, yaitu suatu usaha kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, penggunaan, dan pemeliharaan tenaga kerja agar
mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.
Sebagai langkah nyata dalam hasil pembinaan maka diadakan
pemberian reward pegawai yang telah menunjukan prestasi kerja yang baik
di DPMPTSP Bali. Reward adalah ganjaran, hadiah, penghargaan atau
imbalan yang bertujuan agar seseorang menjadi lebih giat lagi usahanya
untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja yang telah dicapai. Reward
adalah insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat
meningkatkan produktifitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang
kompetitif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian reward
dimaksudkan sebagai dorongan agar karyawan mau bekerja dengan lebih
baik sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Pada DPMPTSP sebelum memberikan reward dibentuk tim penilai
dari pejabat yang berkompeten yang terdiri dari unsur pimpinan dan juga
disusun instrumen penilaian yang kemudian dilakukan penjadwalan proses
penilaian sehingga seluruh pegawai mengatahui tahapan penilaian.
Instrumen penialaian atau indikator penilaian disampaikan secara
transparan kepada seluruh pegawai dan proses penilaian dilakukan di
setiap tahun sekali.
Kepada pegawai yang berprestasi sebelum adanya wabah Covid
19 diberikan penghargaan berupa insentif dan sertipikat namun setelah
adanya wabah covid 19 dilaksanakan rasionalisasi anggaran sehingga
anggaran insentif tidak bisa dipertahankan namun demikian proses
pemberian reward tetap berjalan dengan diberikan sertipikat penghargaan
kepada pegawai yang berprestasi.
2. UPAYA PERLINDUNGAN UNTUK PEGAWAI TERHADAP WABAH COVID-
19
DPMPTSP Provinsi Bali diawal awal penyebaran Covid 19 pernah
alami satu pegawai meninggal dan 14 pegawai positif Covid 19. Dari
pengalaman tersebut maka diberlakukan kebijakan khusus untuk ASN di
lingkup DPMPTSP Provinsi Bali dalam rangka mencegah penyebaran
wabah covid 19 karena hal ini bisa mempengaruhi kinerja instansi.
Awal kebijakan yang ada adalah kewajiban pemakaian masker
untuk semua masyarakat yang datang ke kantor DPMPTSP Bali dan
kepada masyarakat yang tidak membawa masker akan diberikan masker
secara Cuma Cuma.
Setelah kondisi berjalan dengan baik maka pemberian masker
Cuma Cuma dicabut dan digantikan dengan punishment berupa denda
seratus ribu rupiah bagi masyarakat yang datang ke DPMPTSP tanpa
memakai masker.
Di setiap rauangan kantor disediakan sanitizer namun demikian hal
ini terkendala dengan anggaran untuk sanitizer tidak ada, namun dalam
rangka menjaga keamanan dan keselamatan pegawai maka secara berkala
DPMPTSP berkirim surat permohonan ke BPBD Prov Bali untuk bantuan
sanitizer bagi pegawai DMPTSP Prov bali.
Dalam hal terdapat pegawai yang terjangkit maka dalam rangka
melindungi pegawai lainnya diberlakukan lockdown ruangan selama 10 hari.
Seluruh pegawai yang ada diruangan tersebut akan dilakukan test dan
diwajibkan istirahat dirumah selama 10 hari.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Pada DPMPTSP Provinsi Bali terdapat inovasi dibidang kepemimpinan
yang dapat diterapkan di instansi penulis yaitu :
a. Pemberian penghargaan (reward) untuk pegawai berprestasi
Pemberian reward dilakukan secara profesional yaitu dengan
membentuk tim penilai dari pejabat yang berkompeten serta
melakukan proses secara transparan dan terukur.
Reward yang diberikan berupa insentif dan sertipikat penghargaan
yang diterimakan setiap tahun.
b. Upaya perlindungan terhadap pegawai dari penyebaran wabah covid
19
Dalam rangka perlindungan keselamatan pegawai telah dilakukan
upaya secara ketat baik disiplin prokes untuk pegawai maupun
masyarakat yang datang.
Keterbatasan anggaran dapat diatasi dengan bekerjasama dengan
instansi lain dalam hal ini BPBD Prov Bali.
2. Saran
Dalam pelaksanaan dua inovasi diatas dapat diberikan saran sebagai
berikut :
a. Pemberian reward untuk pegawai berprestasi setelah wabah covid 19
dapat dikendalikan akan lebih baik apabila dianggarkan kembali
berupa insentif pegawai namun apabila belum dapat diadakan maka
dapat diberikan dalam bentuk lain semisal pemberian izin libur kerja.
b. Dalam rangka perlindungan keselamatan pegawai maka dapat
dipertimbangkan untuk menghitung kebutuhan sanitizer selama satu
tahun sekaligus dan mengajukan permohonan di awal dibanding
dengan mengajukan permhonan secara berkala insidental saat
sanitizer habis sehingga tidak ada keterlambatan akibat harus
mengajukan permohonan setiap terjadi kehabisan stok sanitizer.