100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
385 tayangan22 halaman

Inovasi Pelayanan Perizinan Bali

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas studi lapangan mengenai pelayanan perizinan dan non perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali. 2. Dinas tersebut berperan membantu Gubernur dalam penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di Bali. 3. Dokumen menjelaskan tugas, fungsi, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja D

Diunggah oleh

Imam Affan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
385 tayangan22 halaman

Inovasi Pelayanan Perizinan Bali

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas studi lapangan mengenai pelayanan perizinan dan non perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali. 2. Dinas tersebut berperan membantu Gubernur dalam penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di Bali. 3. Dokumen menjelaskan tugas, fungsi, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja D

Diunggah oleh

Imam Affan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI LAPANGAN

KEPEMIMPINAN KINERJA PELAYANAN PERIZINAN DAN NON

PERIZINAN DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN

TERPADU SATU PINTU PROVINSI BALI

LAPORAN INDIVIDU

Oleh :

Muhammad Imam Affan Tsaniya

NDH 34

PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR


ANGKATAN 6

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI


JAWA TIMUR

TAHUN 2021
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dasar pelaksanaan studi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Angkatan

VI adalah :

1. Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentanga Aparatur Sipil Negara (ASN)

Panduan Studi Lapangan PKA Tahun 2020

2. Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai

Negeri Sipil (PNS)

3. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 16 Tahun 2019 tentang

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Keputusan Kepala LAN 1007 K.1

PDP.07 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan

Administrator (PKA)

4. Keputusan Kepala LAN 1008 K.1 PDP.07 2019 tentang Kurikulum Pelatihan

Kepemimpinan Administrasi (PKA)

Studi Lapangan (STULA) merupakan agenda aktualisasi kepemimpinan

yang merupakan rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpnan Administrator

(PKA). Alasan pemilihan Pemerintah Provinsi Bali dikarenakan banyak inovasi

dan terobosan yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang pada

akhirnya menjadi suatu produk atau layanan publik yang memiliki kemanfaatan

tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga bisa menjadi rujukan banyak

kalangan maupun instansi pemerintah lain untuk mengambil pelajaran, wawasan,

dan mengadopsi best practices dalam berinovasi.

Salah satu Inovasi dan terobosan pelayanan publik Pemerintah Provinsi

Bali dalam hal penanaman modal dan pelayanan terpadu, dilaksanakan oleh
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali yang

secara terbuka membangun jejaring kinerja dengan Organisasi Perangkat Daerah

(OPD) di wilayah Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan

Badan Koordinator Penanaman Modal RI. Namun tentu saja tetap harus dengan

dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada.

Pemerintah Provinsi Bali merupakan salah satu daerah yang

mempunyai intensitas pengajuan perijinan dan investasi yang sangat tinggi, hal ini

tidak terlepas dari eksistensi Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama bertaraf

internasional. Posisi strategis provinsi bali sebagai destinasi wisata internasional

mempunyai korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi lainnya, simpul

ekonomi baru berkembang pesat seiring dengan perkembangan industri

pariwisata,

Memperhatikan posisi strategis Provinsi Bali sebagai sentra utama

wisata dan ekonomi, akan menjadi potensi dan keunggulan sekaligus tantangan

bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

untuk melakukan inovasi dan kreatifitas pelayanan periijinan yang adaptif sesuai

dengan dinamika perkembangan masyarakat, sehingga akan tercipta pelayanan

penanaman modal dan perijinan yang prima.

Perubahan dan inovasi pelayanan penanaman modal dan perijinan

yang telah dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu

Pintu Provinsi Bali, akan menjadi referensi dan pengayaan materi dalam rangka

menyusun rencana aksi perubahan peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan

Administrator (PKA) angkatan VI Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur. Inovasi

terbaik yang sudah diterapkan dapat diadopsi penerapannya setelah disesuaikan

dengan kondisi yang ada masing masing daerah.

Dari latar belakang tersebut diatas dengan adanya kegiatan studi


lapangan ini kami berharap dapat menggali informasi lebih dalam terkait

pelayanan perizinan dan non perizinan di Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali Provinsi Bali untuk dapat diadopsi

penerapannya .

B. TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan Studi Lapangan adalah terlaksananya aktualisasi kepemimpinan

kinerja dalam mengelola kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Administrator

dalam memberikan pelayanan publik sesuai standar operasional prosedur dan

terselenggaranya peningkatan kinerja secara berkesinambungan.

Manfaat dari studi lapangan adalah untuk :

1. Peserta diklat dapat menggali data informasi, baik berbentuk data primer dan

sekunder yang didapatkan dari narasumber locus;

2. Mampu mengambil intisari praktek kepemimpinan dan penyelenggaraan

pelayanan public pada locus;

3. Mampu mengambil manfaat dan kemungkinan untuk diterapkan atau diadopsi

di lingkungan kerja organisasi.

C. RUANG LINGKUP

Batasan ruang lingkup dalam Studi Lapangan ini adalah pemilihan Tema

“Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan di Dinas Penanaman Modal

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propinsi Bali”.

Ruang lingkup studi lapangan ini dirancang untuk :

1. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk memeriksa permasalahannya

di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas,

dan untuk melatih peserta melakukan“observasi naturalistik”;

2. Memfasilitasi peserta untuk melihat, mendengar, mendalami suatu konteks

tertentu untuk dapat mengambil simpulan terhadap beberapa substansi mata


pelatihan dalam waktu yang bersamaan;

3. Subjeknya dapat berupa individu, kelompok individu, masyarakat, atau

institusi.

BAB II

GAMBARAN RINGKAS LOKUS

A. GAMBARAN UMUM LOKUS DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN

TERPADU SATU PINTU PROPINSI BALI

1. Lingkup Administrasi dan Manajemen

Dalam pelaksanaan tugas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali mempunyai Tugas Pokok Dinas yang

mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 58 Tahun 2019 tentang

Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja

Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yaitu

mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan

bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi

wewenang Provinsi, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai

dengan dibentuknya Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat

dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya.

Untuk melaksanakan Tugas Pokok Dinas dimaksud, Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

menyelenggarakan Fungsi Dinas sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan pelayanan

terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan Provinsi;

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang penanaman modal dan

pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan Provinsi;


3. Penyelenggaraan administrasi Dinas bidang penanaman modal

dan pelayanan terpadu satu pintu;

4. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Dinas; dan

5. Penyelenggaraan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur terkait

dengan tugas dan fungsinya.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, ada beberapa hal yang dapat

mempengaruhi, baik yang bersifat internal sebagai faktor pendukung,

kekuatan dan kelemahan yang dalam garis besarnya berkenaan dengan

struktur organisasi, sarana pendukung dan Sumber Daya Manusia maupun

yang bersifat eksternal sebagai peluang dan ancaman yang dikaitkan dengan

perkembangan lingkungan strategis, nasional dan global.

Beberapa hal yang menjadi isu-isu yang sangat strategis yang

dapat dipakai sebagai acuan/landasan dalam pelaksanaan tugas-tugas

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

adalah :

1. Belum meratanya sebaran investasi antar wilayah dan antar sektor.

2. Belum optimalnya pelayanan publik (perizinan dan nonperizinan).

Disamping isu-isu strategis yang ada, faktor lingkungan juga sangat

mempengaruhi keberhasilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

1. Lingkungan Internal

Faktor-faktor Lingkungan Internal terdiri dari faktor-faktor strategis

dari dalam organisasi itu sendiri :

a. Kekuatan (Strength)

Faktor-faktor Strategis Internal yang dapat menjadi sumber kekuatan

antara lain :
1) Adanya dukungan dan komitmen pimpinan untuk

meningkatkan penanaman modal.

2) Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai.

3) Adanya Peraturan Perundang – undangan yang mendukung

kegiatan Penanaman Modal dan Perizinan.

4) Adanya Struktur Organisasi yang jelas.

b. Kelemahan ( Weakneses)

Disamping Kekuatan sebagaimana tersebut diatas, Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

juga memiliki kelemahan-kelemahan internal yaitu :

1) Terbatasnya jumlah dan kompetensi pegawai.

2) Belum memadainya pemahaman Visi dan Misi oleh pegawai.

3) Budaya Kerja yang masih output oriented, belum

kepada outcome oriented.

4) Terbatasnya dukungan dana dari APBD dan APBN.

2. Lingkungan Eksternal

a. Peluang (Opportunities)

1) Infrastruktur wilayah yang cukup memadai, sebagai salah satu

destinasi wisata, Bali memiliki Infrastruktur wilayah yang

cukup memadai, di bidang prasarana transportasi darat, laut dan

udara.

2) Terkenalnya nama Bali (sebagai Brand Name), sebagai

daerah tujuan wisata Bali telah berfungsi sebagai jendela dunia

bagi Indonesia, kondisi ini menjadikan Bali sebagai tempat

transaksi jual beli hasil produksi.


3) Perilaku masyarakat Bali yang kooperatif, yang tidak

diskriminatif terhadap orang lain dengan tidak melihat perbedaan

suku, agama dan asal negara.

4) Pelaksanaan Otonomi Daerah, memberikan kewenangan kepada

daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik termasuk

dunia usaha secara profesional.

5) Globalisasi Perdagangan Bebas, merupakan peluang yang

sangat besar bagi rakyat Bali untuk bisa mengisi pasar sekaligus

sebagai peluang untuk meningkatkan lapangan kerja.

6) Mobilitas Teknologi Informasi, merupakan sarana yang ampuh

untuk membuka cakrawala yang seluas-luasnya.

b. Ancaman/Tantangan (Threats).

1) Penerapan Otonomi Daerah, ternyata tidak selalu memberikan

keuntungan bagi daerah. Peraturan yang dibuat secara parsial

oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, ternyata menimbulkan

adanya ketidakpastian hukum berinvestasi.

2) Pembangunan wilayah yang tidak

seimbang, ketidakseimbangan pembangunan, antar

Kabupaten/Kota di Bali berpotensi menimbulkan berbagai

masalah sosial dan kerusakan lingkungan Bali.

3) Terbatasnya lahan, total area Bali yang relatif

kecil (5.636,66 KM2) dengan jumlah penduduk 4.32 juta jiwa

serta sebagian besar kawasan adalah kawasan marjinal

kesuburannya dan kawasan yang dilindungi.

4) Tingkat persaingan antar Provinsi, pelimpahan kewenangan


yang lebih luas dari Pemerintah Pusat, memberikan harapan

bagi Pemerintah Daerah untuk menggali secara lebih besar

sumber–sumber pendapatan. Hal ini tidak menutup kemungkinan

akan terjadinya persaingan antar daerah.

Dari identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal tersebut diatas

maka strategi yang dilakukan dalam jangka menengah adalah strategi

diversifikasi konsentris, artinya meskipun menghadapi berbagai ancaman,

Provinsi Bali masih memiliki kekuatan dari segi internal.

Strategi diversifikasi konsentris adalah strategi

dengan meningkatkan kekuatan yang dimiliki dalam rangka mengatasi

ancaman yang muncul. Strategi ini dapat dimiliki oleh daerah yang memiliki

kondisi Competitive Position sangat kuat seperti Bali, dengan gambaran

asumsi sebagai berikut :

1. Dengan dukungan dan komitmen pimpinan untuk meningkatkan

investasi daerah yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia

yang handal, tersedianya sarana dan prasarana kerja yang

memadai serta dukungan mobilitas teknologi informasi dengan

landasan hukum yang kuat maka Visi dan Misi Kepala Daerah akan

dapat dicapai.

2. Dengan pelaksanaan otonomi daerah serta ditunjang

pelayanan birokrasi yang baik dengan semangat kerja dan tingkat

profesionalisme tinggi, infrastruktur wilayah yang memadai ditunjang

oleh perilaku masyarakat Bali yang tidak diskriminatif terhadap

pendatang, akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas

Penanaman Modal di Provinsi Bali.


3. Dengan otonomi daerah, insentif investasi yang bersaing serta

didukung oleh profesionalisme staf yang memadai, pembangunan

infrastruktur wilayah yang dilakukan secara seimbang yang disertai

dukungan komitmen pimpinan, akan dapat meningkatkan minat dan

peluang penanaman modal secara merata antar wilayah dan sektor.

4. Dengan pelayanan birokrasi yang baik, serta didukung

kemampuan pegawai yang handal, mobilitas teknologi informasi serta

regulasi perizinan yang konsisten ditambah oleh adanya pemahaman

staf terhadap tujuan dan sasaran organisasi maka akan tercipta

peningkatan pelayanan terhadap publik.

Sebagaimana tercantum di dalam Renstra SKPD Tahun 2018-2023,

tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi

Bali adalah “terwujudnya peningkatan nilai investasi baik PMA maupun PMDN

dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat, transparan dan akuntabel”

dengan sasaran strategis dengan sasaran strategis sebagai berikut :

a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali.

b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang cepat,

efektif, efisien, transparan dan akuntabel

2. Organisasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Provinsi Bali dipimpin seorang Kepala Dinas, dibantu oleh seorang

Sekretaris, 6 Kepala Bidang, 1 Kepala UPT dan kelompok jabatan fungsional.

Sekretaris dibantu oleh 3 Kepala Sub Bagian, sedangkan Kepala Bidang

masing-masing dibantu oleh 3 Kepala Seksi.

Adapun Susunan Organisasi Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali adalah sebagai berikut :


a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, membawahi :

1. Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian;

2. Sub. Bagian Penyusunan Program, Evaluasi, dan Pelaporan;

3. Sub. Bagian Keuangan.

c. Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, membawahi :

1. Seksi Pengembangan Potensi Daerah

2. Seksi Deregulasi Penanaman Modal Daerah;

3. Seksi Pemberdayaan Usaha Daerah.

d. Bidang Promosi Penanaman Modal, membawahi :

1. Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal;

2. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal;

3. Seksi Promosi Penanaman Modal.

e. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, membawahi :

1. Seksi Pemantauan Pelaksanaan Penanaman Modal;

2. Seksi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal;

3. Seksi Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal.

f. Bidang Pengendalian Data dan Informasi Penanaman Modal, membawah

1. Seksi Verifikasi dan Pengolahan Data;

2. Seksi Analisis dan Evaluasi Data;

3. Seksi Informasi dan Pelaporan Data.

g. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A, membawahi :

1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/I

2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/II;

3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A/III.


h. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B, membawahi :

1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/I;

2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/II;

3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan B/III.

i. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C, membawahi :

1. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/I;

2. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/II;

3. Seksi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/III.

j. Bidang Pengaduan, Advokasi, dan Pelaporan Layanan, membawahi :

1. Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan;

2. Seksi Advokasi dan Penyuluhan Layanan;

3. Seksi Pelaporan dan Peningkatan Layanan.

k. UPTD Dinas;

l. kelompok Jabatan Fungsional.

Adapun Struktur Organisasi DPMPTSP Propinsi Bali sebagaimana

dibawah ini :

KEPALA DINAS
PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN TERPADU
SATU PINTU

SEKRETARIA
T
KELOMPOK
JABATAN SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN
FUNGSIONAL DAN KEPEGAWAIAN PENYUSUNAN PROGRAM,
KEUANGAN, EVALUASI
DAN PELAPORAN

BIDANG BIDANG PROMOSI BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG PENGADUAN,


PERENCANAAN DAN PENANAMAN PENGENDALIAN PENYELENGARAAN PENYELENGGARAAN KEBIJAKAN DAN
PENGEMBANGAN MODAL PELAKSANAAN PELAYANAN PELAYANAN PERIZINAN PELAPORAN LAYANAN
IKLIM PENANAMAN PENANAMAN PERIZINAN DAN NON DAN NON PERIZINAN B
MODAL MODAL PERIZINAN A
SEKSI SEKSI
SEKSI SEKSI SEKSI
PENGEMBANGAN PEMANTAUAN SEKSI
PERENCANAAN PELAYANAN PENGADUAN
PROMOSI PELAKSANAAN PELAYANAN
PENANAMAN PERIZINANAN DAN INFORMASI
PENANAMAN PENANAMAN PERIZINANAN
MODAL DAN NON LAYANAN
MODAL MODAL DAN NON
PERIZINAN B/I
PERIZINAN A/I

SEKSISEKSISEKSI SEKSI SEKSI


DEREGULASIPELAKSANAANPEMBINAAN SEKSI KEBIJAKAN DAN
PELAYANAN PELAYANAN
PENANAMANPROMOSIPELAKSANAAN PERIZINANAN PENYULUHAN
MODALPENANAMANPENANAMAN PERIZINANAN LAYANAN
DAN NON DAN NON
DAERAHMODALMODAL PERIZINAN B/II
PERIZINAN A/II

SEKSI
SEKSI SEKSI SARANA SEKSI SEKSI SEKSI
PELAPORAN
PEMBERDAYA DAN PRASARANA PENGAWASAN PELAYANAN PELAYANAN
DAN
UPT

3. Sumber Daya

Sumber daya yang dimiliki Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali dalam menjalankan tugas dan

fungsinya, mencakup sumber daya manusia dan asset, adapun susunan

kepegawaian dan jumlah asset pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali antara lain terdiri dari 1 (satu) orang Pejabat

Eselon II A, 7 (tujuh) orang Pejabat Eselon III A,18 (delapan belas) orang

Pejabat Eselon IV A, 1 (satu) orang Staf Golongan IV, 25 (dua puluh lima)

orang Staf Golongan III, 6 (enam) orang Staf Golongan II, 1 (satu) orang Staf

Golongan I, dan 45 (empat puluh lima) orang Tenaga Kontrak. Untuk data aset pada

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

seperti tabel terlampir.

Aset Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu


4.

No Uraian Aset/ Modal Ukuran

1 2 3
1. Tanah 1.610 M2

2. Gedung dan Bangunan : 2.360 M2

- Bangunan gedung kantor permanen 750 M2

- Bangunan gedung tertutup permanen 40 M2

- Bangunan kantor lain-lain/semi permanen 90 M2

- Bangunan gedung lain-lain 13 M2

4. Pelayanan

Melalui Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali periode 2018 - 2023 menetapkan 1

(satu) Tujuan dan 2 (dua) Sasaran yaitu Tujuan adalah sesuatu yang akan

dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan

ditetapkan dengan mengacu pada visi, misi Kepala Daerah dan isu-isu strategis

yang ada. Tujuan yang ditetapkan yaitu terwujudnya peningkatan nilai investasi

baik PMA maupun PMDN dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat,

transparan dan akuntabel.

Sasaran Strategis

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi

pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu

tertentu. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan maka sasaran ditetapkan

sebagai berikut :

a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali.

b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang cepat,

efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Indikator Kinerja
Dalam sasaran disertakan pula indikator kinerja sasaran, yaitu

ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran yang akan diwujudkan,

berdasarkan hal tersebut dirumuskan Indikator kinerja sasaran sebagai berikut

a. Persentase nilai investasi;

b. Nilai investasi;

c. Persentase investor yang mengajukan permohonan penanaman modal

di Provinsi Bali;

d. Persentase pemahaman penanam modal terhadap peraturan

pelaksanaan penanaman modal;

e. Persentase izin yang diterbitkan berdasarkan permohonan;

f. Persentase izin yang diterbitkan berdasarkan permohonan;

g. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);

h. Indeks pelayanan publik perizinan dan non perizinan;

i. Nilai laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP);

j. Nilai evaluasi manajemen kinerja.

5. PERENCANAAN, PENGUKURAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI

KINERJA, SERTA PELAPORAN KINERJA

Dalam upaya mendukung terwujudnya Visi Gubernur dan Wakil

Gubernur Bali yang tertuang pada RPJMD Provinsi Bali periode 2018-2023

yaitu : ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” maka ditetapkan 22 (dua puluh dua)

Misi dari (22) dua puluh dua Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali

periode 2018-2023, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu

Satu Pintu Provinsi Bali mengacu pada Misi ke-16 (enam belas) yaitu

Membangun dan mengembangkan pusat-pusat perekonomian baru sesuai

dengan potensi Kabupaten/Kota di Bali dengan memberdayakan sumber

daya lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam arti luas dan Misi
ke-22 (dua puluh dua) yaitu Mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan

daerah yang efektif, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta

meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah.

6. STRATEGI DAN MANAJEMEN KINERJA PELAYANAN PUBLIK.

Setelah menentukan tujuan dan sasaran, maka langkah

selanjutnya perlu ditentukan bagaimana hal tersebut dapat dicapai.

Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan strategi organisasi untuk

merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, meliputi

penetapan strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang seperti tertuang

berikut ini :

Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Sasaran Pertama:

1) Strategi

Strategi untuk mencapai sasaran pertama adalah peningkatan

investasi.

2) Kebijakan

Kebijakan dari strategi untuk mencapai sasaran pertama adalah

peningkatan dan pemerataan iklim investasi.

3) Program

Program dari masing-masing urusan yang melaksanakan kebijakan dan

strategi guna mencapai sasaran pertama sebagai berikut :

a) Program pengembangan investasi.

b) Program pengembangan promosi penanaman modal.

c) Program pengelolaan data dan informasi penanaman modal

Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Sasaran Kedua:

1) Strategi
Strategi untuk mencapai sasaran kedua adalah Peningkatan investasi.

2) Kebijakan

Kebijakan dari strategi untuk mencapai sasaran kedua adalah

dengan melakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan

perluasan lapangan kerja bagi masyarakat seperti mendorong

investasi PMA dan PMDN yang berbudaya lokal dan perizinan.

3) Program

Program dari masing-masing urusan yang melaksanakan kebijakan dan

strategi guna mencapai sasaran kedua sebagai berikut:

a. Program pengendalian pelaksanaan penanaman modal.

b. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan

nonperizinan A.

c. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan

nonperizinan B.

d. Program peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan

nonperizinan C.

e. Peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan.

f. Program peningkatan akuntabilitas capaian kinerja.

Dalam mewujudkan tujuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali yaitu ”Terwujudnya peningkatan nilai investasi

baik PMA maupun PMDN dan peningkatan pelayanan perizinan yang cepat,

transparan dan akuntabel” ditetapkanlah sasaran strategis sebagai berikut :

a. Meningkatnya nilai investasi baik PMA maupun PMDN di Provinsi Bali

dengan indikator kinerja utama (IKU) nilai investasi. Tahun 2020, Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali


menargetkan nilai investasi sebesar 15,21 T, dengan pencapaian target nilai

investasi sebesar 9,66 T.

b. Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan yang cepat,

efektif, efisien, transparan dan akuntabel dengan indikator kinerja utama

(IKU) Indeks pelayanan publik perizinan dan nonperizinan. Dinas Penanaman

Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali menargetkan skore

Indeks pelayanan publik perizinan dan nonperizinan di Tahun 2020 sebesar

86,5 dengan perolehan skore di tahun 2020 sebesar 92,986 hal tersebut

dapat dilihat dari hasil kuisioner yang disampaikan kepada pemohon izin.

BAB III

INOVASI LOKUS YANG DAPAT DIADOPSI DAN DIADAPTASIKAN

DI TEMPAT TUGAS

1. PEMBERIAN PENGHARGAAN (REWARD) UNTUK PEGAWAI

BERPRESTASI

Reward merupakan bentuk apresiasi yang dilakukan oleh

DPMPTSP Bali dalam usaha untuk mendapatkan tenaga kerja yang

profesional sesuai dengan tuntutan jabatan. Diperlukan suatu pembinaan

yang berkeseimbangan, yaitu suatu usaha kegiatan perencanaan,

pengorganisasian, penggunaan, dan pemeliharaan tenaga kerja agar

mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.


Sebagai langkah nyata dalam hasil pembinaan maka diadakan

pemberian reward pegawai yang telah menunjukan prestasi kerja yang baik

di DPMPTSP Bali. Reward adalah ganjaran, hadiah, penghargaan atau

imbalan yang bertujuan agar seseorang menjadi lebih giat lagi usahanya

untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja yang telah dicapai. Reward

adalah insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat

meningkatkan produktifitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang

kompetitif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian reward

dimaksudkan sebagai dorongan agar karyawan mau bekerja dengan lebih

baik sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Pada DPMPTSP sebelum memberikan reward dibentuk tim penilai

dari pejabat yang berkompeten yang terdiri dari unsur pimpinan dan juga

disusun instrumen penilaian yang kemudian dilakukan penjadwalan proses

penilaian sehingga seluruh pegawai mengatahui tahapan penilaian.

Instrumen penialaian atau indikator penilaian disampaikan secara

transparan kepada seluruh pegawai dan proses penilaian dilakukan di

setiap tahun sekali.

Kepada pegawai yang berprestasi sebelum adanya wabah Covid

19 diberikan penghargaan berupa insentif dan sertipikat namun setelah

adanya wabah covid 19 dilaksanakan rasionalisasi anggaran sehingga

anggaran insentif tidak bisa dipertahankan namun demikian proses

pemberian reward tetap berjalan dengan diberikan sertipikat penghargaan

kepada pegawai yang berprestasi.

2. UPAYA PERLINDUNGAN UNTUK PEGAWAI TERHADAP WABAH COVID-

19
DPMPTSP Provinsi Bali diawal awal penyebaran Covid 19 pernah

alami satu pegawai meninggal dan 14 pegawai positif Covid 19. Dari

pengalaman tersebut maka diberlakukan kebijakan khusus untuk ASN di

lingkup DPMPTSP Provinsi Bali dalam rangka mencegah penyebaran

wabah covid 19 karena hal ini bisa mempengaruhi kinerja instansi.

Awal kebijakan yang ada adalah kewajiban pemakaian masker

untuk semua masyarakat yang datang ke kantor DPMPTSP Bali dan

kepada masyarakat yang tidak membawa masker akan diberikan masker

secara Cuma Cuma.

Setelah kondisi berjalan dengan baik maka pemberian masker

Cuma Cuma dicabut dan digantikan dengan punishment berupa denda

seratus ribu rupiah bagi masyarakat yang datang ke DPMPTSP tanpa

memakai masker.

Di setiap rauangan kantor disediakan sanitizer namun demikian hal

ini terkendala dengan anggaran untuk sanitizer tidak ada, namun dalam

rangka menjaga keamanan dan keselamatan pegawai maka secara berkala

DPMPTSP berkirim surat permohonan ke BPBD Prov Bali untuk bantuan

sanitizer bagi pegawai DMPTSP Prov bali.

Dalam hal terdapat pegawai yang terjangkit maka dalam rangka

melindungi pegawai lainnya diberlakukan lockdown ruangan selama 10 hari.

Seluruh pegawai yang ada diruangan tersebut akan dilakukan test dan

diwajibkan istirahat dirumah selama 10 hari.


BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pada DPMPTSP Provinsi Bali terdapat inovasi dibidang kepemimpinan

yang dapat diterapkan di instansi penulis yaitu :

a. Pemberian penghargaan (reward) untuk pegawai berprestasi

Pemberian reward dilakukan secara profesional yaitu dengan

membentuk tim penilai dari pejabat yang berkompeten serta

melakukan proses secara transparan dan terukur.

Reward yang diberikan berupa insentif dan sertipikat penghargaan

yang diterimakan setiap tahun.


b. Upaya perlindungan terhadap pegawai dari penyebaran wabah covid

19

Dalam rangka perlindungan keselamatan pegawai telah dilakukan

upaya secara ketat baik disiplin prokes untuk pegawai maupun

masyarakat yang datang.

Keterbatasan anggaran dapat diatasi dengan bekerjasama dengan

instansi lain dalam hal ini BPBD Prov Bali.

2. Saran

Dalam pelaksanaan dua inovasi diatas dapat diberikan saran sebagai

berikut :

a. Pemberian reward untuk pegawai berprestasi setelah wabah covid 19

dapat dikendalikan akan lebih baik apabila dianggarkan kembali

berupa insentif pegawai namun apabila belum dapat diadakan maka

dapat diberikan dalam bentuk lain semisal pemberian izin libur kerja.

b. Dalam rangka perlindungan keselamatan pegawai maka dapat

dipertimbangkan untuk menghitung kebutuhan sanitizer selama satu

tahun sekaligus dan mengajukan permohonan di awal dibanding

dengan mengajukan permhonan secara berkala insidental saat

sanitizer habis sehingga tidak ada keterlambatan akibat harus

mengajukan permohonan setiap terjadi kehabisan stok sanitizer.

Anda mungkin juga menyukai