KESIMPULAN TERGUGAT
PERKARA PTUN NO. 52/PDT.G/2020PN.KLM.TIM
PENGADILAN NEGERI SAMARINDA
ANTARA
Drs.Hesti Putri Utami, S.E.....................PENGGUGAT
MELAWAN
H. SYAHRIR JAANG, S.H., M.SI............TERGUGAT
NO. : 078/LFGP/PMH/VIII/2015
Kepada Yth.
Majelis Hakim
Perkara P No. 52/Pdt.G/2012/PN.KLM.TIM
Jalan Ampera No. 122 Rumbia, Samarida Seberang
Kalimantan Timur
Perihal : Kesimpulan Tergugat II
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Tasya Alifa Aulia Dewi S.H., M.H. Advokat/Pengacara dan Penasihat Hukum pada Tasya &
Partners Law Firm. Berdasarkan Surat Kuasa Khusus pada tanggal 15 Febuari 2020 (Surat Kuasa
terlampir) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta mewakili Walikota Samarinda
selaku TERGUGAT, perkenankanlah bersama ini kami menyampaikan Kesimpulan dalam
Perkara PTUN No. 52/Pdt.G/2012/PN.KLM.TIM sebagai berikut:
Tanggapan atas bukti Tergugat
Bukti TI-1 Surat Keputusan Walikota Samarinda yang diajukan oleh tergugat Nomor:
100/7/123.456/2020 Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Sebagai Pegawai Negri
Sipil.
Bukti TI-2 Surat gugatan dibuat oleh pengugat yanng telah di berikan kuasanya kepada Jihan
Syamsi S.H., M.H. sebagai Advokat/Pengacara berdasarkan surat kuasa khusus pada tanggal 17
Febuari 2020.
Bukti TI-3 yang surat keputusan diajukan oleh Tergugat belum membuktikan bahwa pengugat
melakukan pelanggaran atas tindakan TIPIKOR.
Bukti TI-4 menguatkan penggugat dengan tidak bersalah,adanya surat keputuan yang
dikeluarkan tergugat atas pemecatan tidak hormat sebelum adanya putusan dari pengadilan.
Saksi yang diajukan oleh Penggugat
Bahwa Saksi yang diajukan oleh Penggugat, yakni: Hiroshima Nagasaki dan Budi diperoleh
keterangan dalam persidangan yang menyatakan bahwa benar Tergugat telah melakukan
pemecatan pegawai negeri sipil secara tidak hormat kepada Drs.Hest Putri Utami, S.E, tergugat
memberikan Surat Putusan Walikota Samarinda NOMOR : 888/III.1149/A.SK/IV/BKPSDM/2015
pada tanggal 10 Januari 2020, dan sanksi meminta pecabuatan atas pemecatan secata tidak
hormat atas nama Drs.Hesti Putri Utami S.E, karena tidakan TIPIKOR belum terbukti bahwa
Penggugat bersalah sebelum adanya putusan dari pengadilan. Penggugat merasa dirugikan dan
meminta ganti rugi dan rehabilitas nama baik karena ada SK Pemecatan karena rehablitasi itu
adalah hak yang diberikan oleh KUHAP kepada pengugat yang tidak bersalah.
Saksi yang diajukan oleh Tergugat
Bahwa Saksi yang diajukan oleh Tergugat, yakni Sri Helena dan Theza diperoleh keterangan
dalam persidangan yang menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan tindakan TIPIKOR
maka, tergugat telah dipecat secara tidak hormat dan dikeluarkan surat Putusan Walikota
Samarinda NOMOR : 888/III.1149/A.SK/IV/BKPSDM/2015 pada tanggal 10 Januari 2020.
Bahwa berdasarkan bukti-bukti sebagaimana yang dimaksud di atas terungkap dalam
persidangan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa alasan-alasan yang dikemukakan oleh Tergugat atas pembelaan diri yang tidak baik dan
tidak bertanggung jawab serta belum terbukti, oleh karena itu alasan-alasan itu haruslah
ditolak;
2. Bahwa tergugat sudah melakukan tindakan pelanggaran TIPIKOR sebagaimana 2 sanksi yang
melihat yaitu Sri Helena dan Husnul Kkhatima.
3. Bahwa Drs.Hesti Putri Utami, S.E sebagai penggugat, sebagai pegawai negeri sipil di Samarinda
telah melakukan perbuatan pelanggaran TIPIKOR maka dikeluarkanya SK pemecatan.
4. Tergugat telah melakukan tindakan perbuatan melawan hukum pada tanggal 5 Januari 2020
telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 11 UU. No 31 tahun 1999
sebagaimana telah diubah dan tambahan dengan UU. No. 20 tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. 55 ayat 1 ke 1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Samarinda, 31 Februari 2020
Hormat kami,
Kuasa Hukum Penggugat
Tasya Alifa Aulia Dewi, S.H., M.H