0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan12 halaman

Panduan Shalat Qashar dan Jama'

Shalat jama' dan qashar merupakan rukhsah bagi musafir untuk menyatukan atau meringkas shalat. Shalat jama' membenarkan menyatukan shalat dzuhur-ashar dan maghrib-isha'. Sedangkan qashar meringkas empat rakaat menjadi dua rakaat kecuali shalat maghrib dan subuh. Dasar hukum ini didasarkan pada al-Quran dan sunnah Nabi saw yang sering melakukannya ketika bepergian.

Diunggah oleh

Nuge Nugraha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan12 halaman

Panduan Shalat Qashar dan Jama'

Shalat jama' dan qashar merupakan rukhsah bagi musafir untuk menyatukan atau meringkas shalat. Shalat jama' membenarkan menyatukan shalat dzuhur-ashar dan maghrib-isha'. Sedangkan qashar meringkas empat rakaat menjadi dua rakaat kecuali shalat maghrib dan subuh. Dasar hukum ini didasarkan pada al-Quran dan sunnah Nabi saw yang sering melakukannya ketika bepergian.

Diunggah oleh

Nuge Nugraha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SHALAT QASHAR DAN JAMA (SHALAT SHAFAR )

NAMA :
NURDIANA
SARDILA
NUUR AINUN AN NISA

INSITUT AGAMA ISLAM PAREPARE


JL . Amal bahkti No.8, Bukit Harapan , Kec .Soreang, Koto Parepare
Sulawesi Selatan 91131
KATA PENGATAR
Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat serta karunia dari-Nya
penulismampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Sholat Qahsar dan
Jama ”.

Alhamdulillahmakalah ini selesai tepat pada waktunya.Shalawat dan salam kita


haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yangtelah meletakkan peradaban
kemanusiaan yang diridhoi Allah SWT.
Penulis tahu, bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapatkekurangan dari sisi isi pembahasan, penulisan kalimat dan sebagainya,
beranjakdari kesadaran itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
konstruktifsebagai penambahan pengetahuan bagi penulis dalam menyusun
makalah

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah ini yangtelah
memberikan ilmunya serta bimbingannya kepada penulis sehingga makalahini
dapat diselesaikan dengan baik, dan pada teman-teman yang turut
memberikanmenyumbangkan pikiran serta tenaga dalam penyusunan makalah ini.

PAREPARE OKTOBER 2021

PENULIS
SAMPUL ..................................................................................................................

KATA PENGANTAR...................................................................................................

BAB I........................................................................................................................

PENDAHULUAN......................................................................................................

A. Latar Belakang....................................................................................................

B. Rumusan Masalah.............................................................................................

C. Tujuan................................................................................................................

BAB II......................................................................................................................

PEMBAHASAN........................................................................................................

A. Pengertian Shalat Jama’ Dan Shalat Qashar......................................................

B. Dasar Hukum Pelaksanaan Shalat Jama’ dam Qashar........................................

C. Syarat- Syarat Yang Diperbolehkan Jama’ Dan Qashar......................................

D. Tata Cara Melakukan Shalat Jama’ Dan Qashar.................................................

BAB III....................................................................................................................

PENUTUP..............................................................................................................

A. Kesimpulan.......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………...
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Shalat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat kelak Shalat
juga dapat dijadikan barometer amal-amal lain seperti diungkapkan dalam
sebuah hadits: “Hal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat”.
Khalifah Umar bin Al Khattab pernah mengirim surat kepada Gubernur yang
diangkatnya, pesannya, “sesungguhnya tugas kalian sebagai Gubernur yang
paling utama di mataku adalah shalat. Barang siapa memelihara shalat, berarti
i telah memelihara agamanya. Barang siapa yang lalai terhadap shalatnya,
terhadap urusan lain akan lebih lalai”. Begitu pentingnya shalat, karena shalat
merupakan penentu amal yang lain. Jika shalatnya baik, maka baik pula
amalnya yang lain. Ada juga para ulama yang mengibaratkan bahwa shalat itu
diibaratkan sebagai angka I (satu) sedangkan amal selain shalat itu diibaratkan
angka 0, sehingga jika shalatnya rusak atau bahkan tidak melakukan shalat
maka nilai sama dengan nol walaupun amalnya banyak. Akan tetapi jika
shalatnya baik dan selalu dikerjakan 6maka semua amalnya itu bernilai Oleh
karena itu, maka shalat tidak boleh ditinggalkan walau bagaimanapun
keadaannya kecuali orang yang haid atau nifas atau keadaan bahaya Namun
ada beberapa keringanan (rukhsah) bagi orang yang ada dalam perjalanan
(musafir) dalam tata cara pelaksanaan shalat, yaitu dengan cara shalat jama
dan shalat qashar Namun hal itu juga bukan berarti boleh meninggalkan
shalat begitu saja, hanya berpindah pelaksanaan pada waktu tertentu (yang
telah diisyaratkan) dan syarat-syarat tertentu pula Menjama dan mengqashar
shalat termasuk rukhshah (kelonggaran/keringanan) yang diberikan Allah SWT
kepada hambanya karena adanya kondisi yang menyulitkan bila shalat
dilakukan dalam keadaan biasa. Rukhsah ini merupakan shodaqoh dari Allah
SWT yang dianjurkan untuk diterima dengan penuh ketawadhu’an Namun jika
ada musafir yang tidak mengqasha shalatnya maka shalatnnya tetapsah,hanya
saja kurang sesuai dengan sunnah karena Nabi saw senantiasa menjama’ dan
mengqashar
B .RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana latar belakang disyari'atkannya sholat jama'

2. Apa saja syarat-syarat diperbolehkannya melakukan sholat jama'?

3. Bagaimana tata cara melaksanakan sholat jama'?

C.Tujuan

1. Mengetahui latar belakang disyari'atkannya sholat jama'

2. Mengetahui syarat-syarat diperbolehkannya melakukan sholat jama'

3. Mengetahui tata cara melaksanakan sholat jama’

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertia shalat jama ‘ Dan shalat qashar

1 . sholat qashar
Shalat jama’ ialah melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu.Seperti
melaksanakan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur. Menjama’ shalat separti
ini dinamakan Jama’ Taqdim. atau melaksanakan shalat dzuhur dan ashar di waktu
Ashar dinamakan Jama’ Ta’khir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’
bersamaan di waktu sholat Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’.

2. Shalat Qashar
Definisi qashar secara etimologi bahasa arab adalah ringkasan, meringkas. Adapun
definisi qosor menurut terminologi syara’ adalah meringkas sholat fardlu yang empat
raka’at menjadi dua raka’at. Maka biasa yag diqashar hanya sholat dzuhur, ashar, dan
isya’ saja. Sholat qashar adalah sholat yang diringkas dari empat raka’at menjadi dua
raka’at dengan tetap menbaca al-fatihah dan surat. Dengan demikian, sholat maghrib
dan sholat subuh tidak dapat diqashar, karena sholat maghrib tiga raka’at dan subuh
dua raka’at.
B. Dasar Hukum Pelaksanaan Shalat Jama’ dam Qashar

1. Shalat Jama
’ Shalat jama’ hukumnya boleh bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan berada dalam
keadaan hujan, sakit atau karena ada keperluan lain yang sukar menghindarinya. Akan tetapi
selain dari perjalanan masih diperselisihkan para ulama. Shalat wajib yang boleh dijama’ ialah
shalat dzuhur dengan shalat ashar dan shalat maghrib dengan shalat isya.

Dasarnya hadits Ibnu Abbas

: ‫كان رسول ال صلى ال عليه وسلم يجمع بين صل ة الظهر والعصر إذا كان علشى ظهششر سششير ويجمششع بيششن‬
‫ رواه البخاري‬- ‫المغششرب والعشششاء‬

“Rasulullah SAW biasa menjama’ antara shalat dzuhur dengan ashar, apabila beliau sedang
dalam perjalanan dan menjama’ maghrib atau isya”.

3 Menjama’ shalat isya dengan shubuh tidak boleh atau menjama’ shalat ashar dengan
maghrib juga tidak boleh, sebab menjama’ shalat yang dibenarkan oleh Nabi SAW hanyalah
pada seperti tersebut pada hadits-hadits Ibnu Abbas. Adanya orang yang menjamin lima shalat
wajib sekaligus pada saat yang sama adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Orang yang
melakukan hal semacam ini biasanya beranggapan bahwa boleh mengqadha shalat. Padahal
shalat wajib yang ditinggalkan oleh seorang muslim, selain karena haid atau nifas atau keadaan
bahaya maka orang itu termasuk melakukan dosa besar dan shalat wajib yang ditinggalkannya
itu tidak dapat diganti pada waktu yang lain atau diqadha. Dalil yang menunjukkan
disyari’atkannya sholat jama’ antara lain yaitu:

Allah berfirman dalam al qur’an surah an-Nisa’ ayat

‫أ مم إ مذااطأ إ أم فم وأإبكك ك جن مل ي ك وأ ددا ومعم ك ع ك دم ا ومق مه قإمي ا ر أواالل ك صمل مة مف اذأكك ص ك أم‬
‫ال مضيأت إ مذا قم إ فم وأدت ا ك مموأق مؤأ إمنإيأ من كإمت ادب ا ك ل أ مل ي ا صصمل مة مك انم أت عم إ صن ال إ‬
‫صصمل مة م أوا ال مأ قإيأ ك ك أم فم نمنأت‬

unggahnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan oleh waktunya atas orangorang yang
beriman ( QS: An-Nisa’ ayat 103 )1 [7], Dan waktu-waktu sholat ditentukan secara mutawatir
maka tidak boleh ditinggalkan. Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, dia berkata “ Aku
tidak pernah melihat Rasulullah SAW sholat diluar waktunya kecuali dua sholat, beliau
menggabungkan antara sholat maghrib dan ‘isya’ di Muzdalifah, dan mengerjakan sholat subuh
pada hari itu sebelum waktunya”.

2. Shalat Qashar
Menqashar sholat dibolehkan dalam al-qur’an, sunnah, dan ijma’. Adapun dalil al qur’an dalam
surah an-Nisa’:101 yaitu :

‫ك أم إ مذا مض مربأت إ وم إف ي ض إ أ ال مء أر م ليأكك م ح أن ليأ مس عم ح جن ام ك فمم ك أم م و إة اإ أن إخ أفت لو‬


‫ لذإيأ من مك مف ك ص كم ا أ أن مي أفتإنمكك م‬.‫صم ص ر أوا إم من ال ك ص مت أق ك ر أوا‬

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidak lah engkau menqashar sembahyang
(mu), jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir”. Sementara dalam sunnah, terdapat
khabar yang mutawatir bahwa rasulullah SAW. Mengqashar sholatnya di beberapa perjalanan
beliau, baik saat haji, umroh, dan berperang. 1 4 Perbuatan Rasulullah saw yang diriwayatkan
sahabat Anas bin Malik:

‫ل ي ص أربمدع ا وم مص أ م ممدإيأنم إة ل إب اأ هأ مر ظ ل ي الظ ص مص مل صلى هللا عليه وسلم مر كسوأ ن أ ص م‬


‫ أنم م أن عم إن مركأعمتميأ ألي مف إة ل كحم أ إب إذ ا لعم أص مر أ ا‬, ‫سس‬

“Dari Anas RA. Bahwa sesunggunya Nabi Muhammad saw sholat dzuhur di kota Madinah empat
raka’at (tidak qashar) dan sholat ashar di Dzi al-Hulaifah (miqathaji penduduk Madinah) dua
raka’at (diqashar). Juga berdasarkan hadist hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra

. ‫يم كصوأ كم م وم يكتإ ظ صمل مة إف ي ال صس مف إر وم ص أم مك ا من مي أق كص كر ال ل سم ليأ إه وم ص م كه‬


) ‫عم لى الل ص مص ي ص صإب أ صن الن م ومكي أفطإكر ( رواه الدار طقن ي ورج اله ثق ات‬

“Nabi terkadang menqashar sholat dalam perjalanan dan terkadang pula tidak menqasharnya,
juga kadang berpuasa terkadang tidak”. ( Hadist Daraqutsi dan para perowinya dapat
dipercaya ). Sedangkan dalam ijma’, pendapat para ahli fiqih yang dipegang terpecah menjadi
tiga pendapat: ada yang mengatakan wajib, sunnah, ataupun sekedar keringanan yang
diperselisihkan bagi musafir untuk memilihnya. Sedangkan dalil nyang menunjukkan
disyari’atkannya sholat jama’ antara lain yaitu : Allah berfirman dalam Al qur’an surah an-Nisa’
ayat 103

‫أ أ مم إ مذااطأ إ أم فم وأإبكك ك جن مل ي ك وأ ددا ومعم ك ع ك دم ا ومق مه قإمي ا ر أواالل ك صمل مة مف اذأكك ص ك‬


‫أم ال مضيأت إ مذا قم إ فم وأدت ا ك مموأق مؤأ إمنإيأ من كإمت ادب ا ك ل أ مل ي ا صصمل مة مك انم أت عم إ صن ال إ‬
‫صصمل مة م أوا ال مأ قإيأ ك ك أم فم نمنأت‬

Sesunggahnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan oleh waktunya atas orangorang
yang beriman ( QS: An-Nisa’ ayat 103 ), dan waktu-waktu sholat ditentukan secara mutawatir
maka tidak boleh ditinggalkan. Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, dia berkata “ Aku
tidak pernah melihat Rasulullahh SAW shalat diluar waktunya kecuali dua sholat, beliau
menggabungkan antara sholat maghrib dan ‘isya’ di Muzdalifah, dan mengerjakan sholat subuh
pada hari itu sebelum waktunya”.
C. Syarat- Syarat Yang Diperbolehkan Jama’ Dan Qashar
1. Niat, bacaan niat sesuai dengan pengerjaannya.

2. Muwalah atau bersegera

Diantara kedua salat yang digabung atau jamak, harus langsung dilanjut, Tidak ada pemisah
untuk melakukan salat sunnah.

3. Masih berstatus sebagai musafir atau masih dalam perjalanan jauh, belum sampai tujuan.
Misalnya, ketika sedang takbiratul ihram sampai salat yang kedua, masih dalam waktu
syarat sahnya salat menjamak.
4. Tertib.
Lakukan urutan salat sesuai aturannya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Contoh : jika salat jamak taqdim qashar, maka mengerjakan Maghrib 3 rakaat dulu baru 2
rakaat Isya.

D. Tata Cara Melakukan Shalat Jama’ Dan Qashar


Dalam menggabungkan dua shalat dianjurkan cukup dengan satu adzan dan dua kali iqomat
untuk tiap-tiap sholatnya.

Jamak itu ada 2 cara yakni:

a. Jamak Taqdim yaitu menjamak shalat diwaktu sholat yangpertama. Contohnya menjamak
sholat zuhur dan asar diwaktu zuhur dan menjamak sholat maghrib dan isya’ diwaktu maghrib.
Dalam hal ini jumhur berpendapat bahwa disyaratkannya untuk beriringan antar dua sholat tadi
tanpa ada pemisah. Syeikh islam Ibnu Taimiyah tidak sependapat dengan pendapat ini, dia
berkata, “Tidak disyariatkan yang demikian.Dan ini adalah satu Riwayat dari imam Ahmad dan
satu pendapat di kalangan madzhab syafi’i. dan inilah pendapat yang paling mengarah. Tata
caranya yaitu:

1. Sholat diwaktu yang pertama.(dhuhur sebelum asar atau maghrib sebelum isya’)

2 Berniat jama’ taqdim pada sholat pertama agar berbeda dari sholat-solat biasa.

3. Berturut-turut dalam mengerjakan diantara keduanya sehingga antara keduanya tidak


berselang lama, yakni lebih kurang selama dua rakaat ringan tetapi diantara kedua sholat itu
diperbolehkan bersuci, adzan dan iqomah. Ketentuan ini berlaku bagi jamak taqdim, sedangkan
untuk jamak ta’khir tidak berlaku[24]
4. Kedua sholat dilakukan secara tertib, yakni dimulai dengan sholat pertama terlebih dahulu
(zuhur ato maghrib) yakni:

Contoh:

1. Berniat salat duhur dengan jamak takdim. Bila dilafalkan yaitu:

” Saya niat salat salat duhur empat rakaat digabungkan dengan salat asar dengan jamak takdim
karena Allah Ta’ala”

2. Takbiratul ihram

3. Salat duhur empat rakaat seperti biasa.

4. Salam

5. Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (asar), jika dilafalkan sebagai berikut;

“ Saya niat salat asar empat rakaat digabungkan dengan salat duhur dengan jamak takdim
karena Allah ta’ala.”

6. Takbiratul Ihram

7. Salat asar empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.

B. Jamak Ta’khir yaitu menjamak shalat di waktu shalat yang kedua.

Contohnya: menjamak sholat zuhur dan asar diwaktu asar dan menjamak sholat maghrib dan
isya’ diwaktu isya’. [25]Apabila kedua shalat yang dijamak dilakukan di waktu shalat yang kedua
(jamak ta’khir) , maka tidak di syari’at kan beriringan antara dua sholat yang digabung itu,
bahkan diperbolehkan untukmemisah keduanya. Misalkan shalat dhuhur di awal waktu ashar
dan shalat ashar di akhirkan sampai habis waktunya.Ini pendapat Jumhur selain madzhab
Hanbali. Tata caranya yaitu :

1. Sholat dilakukan diwaktu yang kedua (asar atau isya’)

2. Berniat sejak waktu yang pertama bahwa ia akan melakukan sholat pertama itu diwaktu
yang kedua, supaya ada maksud yang keras untuk mengerjakan shalat yang pertama dan tidak
ditinggalkan begitu saja

3. Sholat yang dilakukan terlebih dahulu adalah sholat asar atau isya’ terlebih dahulu, baru
kemudian sholat dhuhur atau maghrib dan bias juga dilakukan sholat dhuhur atau maghrib
terlebih dahulu, baru kemudian sholat asar atau isya’.
Contoh:

1.Berniat menjamak salat magrib dengan jamak ta’khir. Bila dilafalkan yaitu:

“ Saya niat salat magrib tiga rakaat digabungkan dengan salat ‘isya dengan jamak ta’khir karena
Allah Ta’ala”

2. Takbiratul ihram

3. Salat magrib tiga rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (‘isya), jika dilafalkan sebagai berikut;

“ Saya berniat salat ‘isya empat rakaat digabungkan dengan salat magrib dengan jamak ta’khir
karena Allah Ta’ala.”

6. Takbiratul Ihram

7. Salat ‘isya empat rakaat seperti biasa

8. Salam

Adapun tata cara sholat qoshor itu tidak ada bedanya dengan sholat dua reka’at
yang lainnya, karena qoshor hanya meringkas sholat yang empat reka’at menjadi
dua reka’at

Pada prinsipnya, pelaksanaan sholak qoshor sama dengan sholat biasa hanya saja
berbeda pada niat raka’atnya dijadikan dua raka’at dan tidak ada tasyahud awal.
Jadi setelah dua raka’at kemudian melakukan tasyahud akhir dan salam.

Contoh niat dhuhur yang di qoshor

“ aku tunaikan sholat fardlu dhuhur, diqoshor karena allah ata’ala

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Shalat jama’ dan qashar adalah keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah kepada hambanya,
yang harus diterima oleh umat muslim sebagai shodaqah dari Allah SWT. Shalat yang dapat di
jama’ adalah semua shalat fardhu kecuali sholat subuh.Dan shalat yang dapat di qashar
adalah semua shalat fardhu yang empat rakaat yaitu shalat isya’, dhuhur dan ashar.

2. Hal-hal yang membolehkan jama’ dan qashar ada beberapa hal, yaitu : Safar
(Bepergian), Hujan, Sakit, Keperluan (kepentingan) Mendesak.

3.Dalam persoalan jarak safar, para ulama’ berbeda pendapat. Ada ulama yang berpendapat jarak
minimal 1 farsakh atau tiga mil, ada yang minimal 3farsakh, ada yang berpendapat safar minimal
harus sehari-semalam, bahkan ada yang berpendapat tidak ada jarak dan waktu yang pasti karena
sangat tergantung pada kondisi fisik, psikis serta keadaan sosiologis dan lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

DR.Ahmad Hatta, MA. Tafsir Qur’an perkata, 2009. Magfirah Pustaka.

http://makalahcyber.blogspot.com/search/label/Makalah%20Pendidikan

https://ikilhojatim.com/tata-cara-shalat-jama-dan-qashar-serta-syarat-diperbolehkannya/

https://amirmustofa19.blogspot.com/2015/10/makalah-sholat-jama-dan-qosor.html?m=1

Anda mungkin juga menyukai