0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan25 halaman

Makalah Macam Macam Shalat

Makalah ini membahas tentang shalat sunnah. Terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Pembahasan mencakup pengertian shalat sunnah, pembagian menjadi shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad, serta macam-macam shalat sunnah seperti istisqa, rawatib, tahajud, dan lainnya.

Diunggah oleh

Rela Haspiranza
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan25 halaman

Makalah Macam Macam Shalat

Makalah ini membahas tentang shalat sunnah. Terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Pembahasan mencakup pengertian shalat sunnah, pembagian menjadi shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad, serta macam-macam shalat sunnah seperti istisqa, rawatib, tahajud, dan lainnya.

Diunggah oleh

Rela Haspiranza
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH STUDI FIQIH

SHALAT SUNNAH

Dosen : Dr. Chonaidi, M.Pd.I

Disusun Oleh :

1238.21.1292 Syamsidar

1238.21.1157 Fiona Ricardo

- Lila Oktaviani Har

1238.21.1263 Rikzatul Hirza

1238.21.1238 Nursilawati

1238.21.1140 Devi Wahyuni

1238.21.1173 Inurdin

- Welly Selvia Yeni

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-KIFAYAH
2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ SHALAT
SUNNAH”. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Dr. Chonaidi, M.Pd.I
selaku dosen pengampu mata kuliah Fiqih yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.
Makalah ini berisikan tentang Shalat Sunnah atau lebih khususnya
membahas macam-macam Shalat Sunnah. Diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang Shalat Sunnah.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Pekanbaru, Oktober 2022

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

COVER ....................................................................................................................................
i
KATA PENGANTAR...............................................................................................................
ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................
iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah..............................................................................................
2
C. Tujuan Penulisan................................................................................................
2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Shalat Sunnah...................................................................................
3
B. Pembagian Shalat Sunnah...................................................................................
7
C. Macam-Macam Shalat Sunnah..........................................................................
8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.........................................................................................................
24
B. Saran...................................................................................................................
24

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita sebagai umat muslim diwajibkan mendirikan shalat, karena shalat itu
merupakan tiang agama. Shalat itu merupakan penopang yang akan menentukan
berdiri atau tidaknya agama dalam diri masing-masing umat muslim. Shalat
merupakan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan bagi umat muslim yang
sudah mukallaf. Dalam syariat islam shalat terbagi dalam dua macam yaitu yang
pertama shalat wajib yakni shalat yang diwajibkan bagi umat muslim baik laki-
laki ataupun perempuan untuk mendirikannya. Shalat sunnah pun dibagi menjadi
dua macam yakni shalat sunnah muakkad dan shalat sunnah ghairu muakkad.
Muakkad artinya dianjurkan, jadi shalat sunnah itu ada yang dianjurkan untuk
dilaksanakan setiap muslim, ada juga shalat sunnah yang tidak dianjurkan untuk
melaksanakannya, tapi sebagaimana hukumnya sunnah bila dikerjakan berpahala
dan apabila ditinggalkan tidak apa-apa. Walaupun demikian kita sebagai umat
muslim tentu ingin meningkatkan amalan ibadah dan ketakwaan. Hal tersebut
merupakan rahmat dari Allah Swt kepada para hambanya karena Allah
mensyariatkan bagi setiap kewajiban, sunnah yang sejenis agar orang mukmin
bertambah imannya dengan melakukan perkara yang sunnah, dan
menyempurnakan yang wajib pada hari kiamat, karena kewajiban-kewajiban
mungkin yang kurang.
Dalam sebuah hadist riwayat Abu Daud disebutkan bahwa shalat sunnah
sengaja disyariatkan untuk menambal kekurangan yang mungkin terdapat pada
shalat-shalat fardhu, maka perlu disempurnakan dengan shalat sunnah.1 Selain itu
juga karena shalat sunnah mengandung keutamaan untuk fisik maupun rohani
kita. Dengan demikian banyak kita mengerjakan shalat sunnah tanpa melihat itu
dianjurkan atau tidaknya akan menambah amalan kita dihadapan Allah Swt.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian shalat sunnah ?
2. Sebutkan Pembagian Shalat Sunnah!
3. Sebutkan macam-macam Shalat Sunnah!

C. Tujuan Penulisan
1. Agar mengetahui pengertian shalat sunnah
2. Agar mengetahui Pembagian Shalat Sunnah
3. Agar mengetahui macam-macam Shalat Sunnah

1
Isnatin Ulfah, Fiqh Ibadah, ( Ponorogo: STAIN po press, 2016), 96
BAB I I
PEMBAHASAN

1. Pengertian Shalat Sunnah


Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu. Nabi
Muhammad SAW mengerjakan sholat sunnah selain untuk mendekatkan diri
kepada Allah juga mengharapkan tambahan pahala. Seseorang yang mengerjakan
sholat sunnah maka ia akan mendapatan pahala, jika tidak dikerjakan pun ia juga
tidak mendapatkan dosa. Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
1. Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini
status hukumnya adalah muakkad,contohnya: shalat idul fitri, idul adha,
terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
2. Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status
hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud.
Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti:
shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.
Contoh-contoh shalat sunah:
·Shalat sunah yang di anjurkan secara berjamaah
v Shalat Id
v Shalat Istisqo
v Shalat Gerhana
v Shalat Tarawih
v Shalat Witir

·Shalat sunnah yang dianjurkan secara munfarid :


v Shalat rawatib
v Shalat tahajud
v Shalat istikharah
v Shalat hajat
v Shalat dhuha
v Shalat Wudhu
v Shalat sunnah tasbih
v Shalat sunnah taubat
Shalat sunnah sengaja disyariatkan ialah untuk menambal kekurangan
yang mungkin terdapat pada shalat-shalat fardhu, Bahkan, kelak di akhirat, shalat
sunnah juga difungsikan sebagai shalat fardhu yang pernah ditinggalkan di dunia. 2
juga karena shalat itu mengandung keutamaan yang tidak terdapat pada ibadah-
ibadah lain. Dari Abu Umamah diceritakan bahwa Rasulullah Muhammad Saw
bersabda: “Allah tidak memperhatikan suatu amal perbuatan hamba yang lebih
utama daripada dua rakaat shalat sunnah yang dikerjakanya, Sesungguhnya
rahmat selalu ditaburkan di atas kepala hamba itu selama ia dalam sholat”. (HR.
Ahmad dan disahkan oleh Suyuthi).3 Imam Malik juga berkata dalam kitab
muwaththa’ : “Aku menerima berita bahwa Nabi saw bersabda: “Tetaplah
engkau sekalian beristiqomah dan tidak dapat engkau sekalian menghitung
kebaikan istiqomah itu, Ketauhilah bahwa sebaik-baik amal perbuatan itu ialah

2
A. Zainuddin Djazuli, Fiqih Ibadah, (Kediri: Lembaga Ta’lif Wannasyr Ponpes Al-Falah), 123.
3
Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, (Jakarta: PT. Al-Ma’arif, tt), 7.
shalat dan tidak dapat menjaga wudhunya, kecuali orang yang benar-benar
beriman”. 4

2. Pembagian Shalat Sunnah


Shalat sunnah itu terbagi atas dua macam yaitu muthlaq dan muqoyyad.
Untuk shalat sunnah muthlaq cukuplah seseorang cukup berniat sholat saja. Imam
nawawi berkata: “Seseorang yang melakukan sholat sunnah dan tidak
menyebutkan berapa rakaat yang akan dilakukan dalam shalatnya itu, bolehlah ia
melakukan satu rakaat, lalu bersalam dan boleh pula menambahnya menjadi dua,
tiga, seratus, seribu rakaat, dan seterusnya”. Adapun shalat sunnah muqoyyad itu
terbagi atas dua macam:
a. Yang disyariatkan sebagai shalat-shalat sunnah yang mengikuti shalat
fardhu dan inilah yang disebut sebagai shalat sunnah rawatib.
b. Yang disyariatkan bukan sebagai shalat sunnah yang mengikuti shalat
fardhu.

3. Macam-Macam Shalat Sunnah


A. Sholat Istisqa

Sholat Istisqa adalah shalat sunnah yang dilaksanakan untuk meminta

kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Biasanya sholat ini dilakukan ketika

terjadi kekeringan atau musim kemarau berkepanjangan sehingga tak ada sumber

air lagi.

Menurut buku 'Panduan Praktis dan Lengkap Menuju Kesempurnaan

Salat' karya Ustaz Abu Sakhi, sholat sunnah Istisqa adalah sholat yang dilakukan

untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Hukum sholat istisqa sendiri adalah

sunnah mu'akkad atau sangat dianjurkan.

4
Ibid, 8.
- Niat Sholat Istisqa

Sebelum melaksanakan sholat minta hujan, baiknya seseorang melafalkan niat

sholat istisqa.

Bahasa Arab: ‫صلِّ ْي ُسنَّةَ ا ِال ْستِ ْسقَا ِء َر ْك َعتَي ِْن َمْأ ُموْ ًما هلِل ِ تَ َعالَى‬
َ ‫ُأ‬

Bahasa Latin: Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini (imaaman/ma'muman) lillahi

ta'ala

Artinya: Aku sengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai

imam/makmum) karena Allah ta'ala.

- Tata Cara Sholat Istisqa

Biasanya sebelum melaksanakan sholat Istisqa dianjurkan untuk berpuasa

selama tiga hari berturut-turut, bertobat, dan berbuat baik semampunya, seperti

bersedekah dan lain-lain. Selain itu, seluruh penduduk yang meminta hujan juga

diminta untuk keluar rumah dan berkumpul di tempat yang lapang. Berikut ini tata

cara sholat istisqa

 Sholat sunnah Istisqa terdiri dari dua rakaat, tanpa azan dan iqamah.

Disunnahkan mengeraskan bacaan.

 Pelaksanaan sholat Istisqa sama seperti sholat Id. Rakaat pertama

melakukan takbir sebanyak 7 kali dilanjutkan membaca ta'awudz dan doa

iftitah. Rakaat kedua takbir sebanyak lima kali dan membaca ta'awudz.

 Setelah sholat, khatib akan membaca khutbah. Pada khotbah shalat Istisqa

pertama adalah membaca istighfar sebanyak 9 kali dan pada khotbah

kedua membaca istigfar sebanyak 7 kali.


- Doa Setelah Sholat Istisqa

Menurut riwayat Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan lainnya, doa meminta

hujan ialah sebagai berikut:

Bahasa Arab:

‫اللَّهُ َّم ا ْسقِنَا َغ ْيثًا ُم ِغيثًا َم ِريًئا هَنِيًئا َم ِريعًا َغ َدقًا ُم َجلَّاًل عَا َّما طَبَقًا َس ًّحا دَاِئ ًما‬

‫ْث َواَل تَجْ َع ْلنَا ِمنَ ْالقَانِ ِطين‬


َ ‫اللَّهُ َّم ا ْسقِنَا ْال َغي‬

َ‫ك َما اَل نَ ْش ُكو ِإاَّل ِإلَ ْيك‬ َّ ‫ق ِمنَ ْالبَاَل ِء َو ْال َج ْه ِد َوال‬
ِ ‫ض ْن‬ ِ ‫اللَّهُ َّم ِإ َّن بِ ْال ِعبَا ِد َو ْالبِاَل ِد َو ْالبَهَاِئ ِم َو ْال َخ ْل‬

ِ ْ‫ت اَأْلر‬
‫ض‬ ْ ِ‫ت ْال َس َما ِء َوَأ ْنب‬
ِ ‫ت لَنَا ِم ْن بَ َر َكا‬ ِ ‫ت لَنَا ال َّزرْ َع َوَأ ِد َّر لَنَا الضَّرْ َع َوا ْسقِنَا ِم ْن بَ َر َكا‬
ْ ِ‫اللَّهُ َّم َأ ْنب‬

َ‫ف َعنَّا ْالبَاَل َء َما اَل يَ ْك ِشفُهُ َغ ْيرُك‬ َ ْ‫اللَّهُ َّم ارْ فَ ْع َعنَّا ْال َج ْه َد َو ْالجُو َع َو ْالعُر‬
ْ ‫ي َوا ْك ِش‬

‫ك ُك ْنتَ َغفَّارًا فََأرْ ِس ِل ال َّس َما َء َعلَ ْينَا ِم ْد َرارًا‬


َ َّ‫اللَّهُ َّم ِإنَا نَ ْستَ ْغفِرُكَ ِإن‬

Bahasa Latin:

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan riwayat murī'an)

ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman.

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj'alnā minal qānithīn

Allāhumma inna bil 'ibādi wal bilādi wal bahā'imi wal khalqi minal balā'i wal

juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis

samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi

Allāhummarfa' 'annal jahda wal jū'a wal 'urā, waksyif 'annal balā'a mā lā

yaksyifuhū ghairuka
Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā'a 'alainā

midrārā

Artinya:

Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan,

yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah,

turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang

berputus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk

lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak

mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air

susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan

tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan.

Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah,

sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha

pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.

Itulah doa sholat istisqa, niat, dan tata caranya. Sebelum melaksanakan

sholat, ada baiknya untuk memakai pakaian sehari-hari, tidak berhias, dan tidak

memakai wewangian, serta memperbanyak istighfar.

B. Shalat Gerhana
Sholat gerhana dianjurkan untuk dilaksanakan saat terjadinya gerhana
bulan dan matahari. Hukumnya adalah sunnah muakkad untuk laki-laki dan
perempuan.
Menurut buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Lc,
MA, para ulama telah sepakat saat terjadi gerhana, sebaiknya disegerakan untuk
sholat gerhana secara berjamaah. Perintah untuk melaksanakan sholat gerhana
saat terjadinya gerhana pun diriwayatkan dalam sebuah hadits dari 'Aisyah
radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW bersabda:

َ ‫ك فَا ْدعُوا هَّللا‬َ ِ‫ فَِإ َذا َرَأ ْيتُ ْم َذل‬، ‫ت َأ َح ٍد َوالَ لِ َحيَاتِ ِه‬ ِ ‫س َو ْالقَ َم َر آيَتَا ِن ِم ْن آيَا‬
ِ َ‫ الَ يَ ْن َخ ِسف‬، ِ ‫ت هَّللا‬
ِ ْ‫ان لِ َمو‬ َ ‫ِإ َّن ال َّش ْم‬
‫ص َّدقُوا‬َ َ‫صلُّوا َوت‬َ ‫ َو‬، ‫َو َكبِّرُوا‬

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-
tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau
lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah,
bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah." (HR Bukhari).

Berikut ketentuan sholat gerhana yang dapat dikerjakan berjamaah atau munfarid
(sendiri),
A. Ketentuan sholat gerhana
1. Disunnahkan untuk mandi, berdoa, membaca takbir, dan sedekah sebelum
sholat
2. Dalam satu rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali rukuk
3. Disunnahkan membaca surat Al Baqarah atau yang semacamnya pada
rakaat pertama. Kemudian membaca Ali Imran pada berdiri berikutnya
4. Disunnahkan membaca bacaan tasbih pada rukuk dan sujud dengan
dipanjangkan
5. Disunnahkan jahr (jelas) pada gerhana bulan dan Sirr (pelan) pada gerhana
matahari
6. Disunnahkan berkhutbah setelah sholat gerhana
7. Menurut mazhab Syafi'i, sholat gerhana matahari atau bulan dapat
dilaksanakan pada semua waktu. Sebab sholat gerhana termasuk sholat
yang mempunyai sebab. Sholat gerhana disebut berakhir apabila seluruh
yang menyelimuti matahari telah hilang atau mahari tersebut sudah
tengelam.

B. Tata cara sholat gerhana


1. Niat
Sholat gerhana dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Bacaan niat yang
dilafalkan adalah sebagai berikut:

- Niat sholat gerhana bulan


َ ‫ُأ‬
ِ ‫صلِّي ُسنَّةَ ال ُخس‬
‫ َمأ ُمو ًما هلل تَ َعالَى‬/‫ُوف َر ْك َعتَ ْي ِن ِإ َما ًم‬
Arab latin: Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum
karena Allah SWT."

- Niat Sholat gerhana matahari


‫ َمْأ ُموْ ًما هّلِل ِ تَ َعالَى‬/ ‫س اِ َما ًما‬ َ ‫ُأ‬
ِ ْ‫صلِّ ْي ُسنَّةً لِ ُكسُو‬
ِ ‫ف ال َّش ْم‬
Arab latin: Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta'ala
Artinya: "Saya niat shalat sunnah gerhana matahari sebagai imam atau makmum
karena Allah semata."

2. Takbiratul ihram
3. Membaca taawudz dan surat Al Fatihah
4. Membaca surat Al-Baqarah atau selama surat itu yang dibaca dengan lantang
5. Rukuk, lalu membaca tasbih selama 100 ayat surat Al-Baqarah
6. I'tidal
7. Membaca surat Al-Fatihah lalu surat Ali Imran
8. Rukuk kembali dan dilanjutkan dengan I'tidal
9. Sujud dan membaca tasbih selama rukuk pertama
10. Duduk di antara dua sujud.
11. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua
12. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
13. Rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja,
pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat An-Nisa, lalu dianjurkan juga
membaca surat Al-Maidah
14. Salam
15. Dianjurkan mendengarkan 2 khutbah tausiyah
Saat terjadi gerhana bulan, Rasulullah SAW menganjurkan amalan-amalan
yang bisa dilakukan, seperti memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan
bentuk ketaatan lainnya.
Dengan mengetahui ketentuan dan tata cara sholat gerhana, semoga kita tidak
malas sholat lagi ya jika terjadi fenomena alam ini.

C. Shalat ‘Idain ( Shalat Idul Fitri dan Idul Adha)


Shalat idul fitri dan idul adha adalah shalat sunnah muakaf karena Nabi
saw. Selalu melaksanakan dan memerintahkan pria ataupun wanita untuk
melaksanakannya. Waktu pelaksanaanya ialah sejak terbit matahari sampai
dimulainya shalat dzuhur. Disunnahkan mengundurkan sedikit pelaksanaan shalat
idul fitri untuk memberi kesempatan membagi zakat yang belum tuntas, dan
menyegerakan pelaksanaan shalat idul adha untuk segera memberi kesempatan
penyembelihan hewan qurban.5
Mengenai pelaksanaanya para ulama’ sepakat bahwa shalat ‘Idain itu
dituntut secara berjamaah, dilakukan sebanyak 2 rakaat dan diakhiri dengan
khutbah. Hal tersebut sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh muttafaq alaih

5
Isnatin Ulfah, Fiqih Ibadah, 101
yaitu: “Ibnu Umar berkata: Rasulullah saw. Abu Bakar, dan Umar selalu shalat
dua hari raya fitri dan adha sebelum khutbah”. (HR. Muttafaq alaih).6
Ketentuan pelaksanaan shalat ‘Idain adalah sebagai berikut:
1. Mengucapkan takbir sebelum membaca al fatihah setelah takbiratul ihram.
Menurut Imam Malik, jumlah takbir shalat id adalah tujuh kali sudah
termasuk takbiratul ihram untuk rakaat pertama dan enam kali pada rakaat
kedua termasuk takbir bangun dari sujud. Sementara menurut Imam
Syafi’i, pada rakaat pertama delapan kali takbir termasuk takbiratul ihram
dan enam kali takbir pada rakaat kedua termasuk takbiratul ikhram.
Menurut Abu Hanifah berpendapat bahwa di dalam rakaat yang pertama
hanya terdapat tiga takbir setelah takbiratul ihram, dan setelah bangkit dari
sujud mengucapkan takbir satu kali dan langsung membaca surat Al-
fatihah. Sedangkan menurut Fuqaha berpendapat bahwa di dalam masing-
masing rakaat jumlah takbir adalah sembilan kali.
2. Membaca tasbih, tahmid, tahlil diantara takbir-takbir tadi.
3. Mayoritas Ulama’ berpendapat sunnah membaca surat sabbihis ma Rabbik
pada rakaat pertama dan surat Al-ghasiyah pada rakaat kedua. Sedangkan
menurut Imam syafi’i mensunahkan membaca surat Qaf pada rakaat
pertama dan surat Iqtabarat pada rakaat kedua.
4. Takbir, A-fatihah dan surat dibaca Jahr
5. Disunnahkan menyampaikan dua khutbah, sebagaimana shalat jum’at
setelah selesai shalat.
Hal-hal yang disunnahkan dalam shalat ‘Idain:
1. Membaca Takbir.
2. Mandi, berhias, memakai wangi-wangian, dan memakai pakaian yang
paling disukai.
3. Makan sebelum shalat idul fitri dan untuk idul adha makanya setelah
melaksanakan shalat idul adha.

6
Ibnu Hajar Al-asqolani, Terjemahan Bulughul Marom, 122
4. Memilih jalan yang lebih panjang ketika berangkat, dan jalan yang lebih
dekat ketika pulang dari tempat shalat.
5. Ikut mengajak wanita-wanita haid untuk menyaksikan kebaikan dan
dakwah kaum muslim. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Muttafaq
alaih: “Ummu ‘Athiyah berkata: kami diperintahkan mengajak keluarga
gadis-gadis dan wanita haid pada kedua hari raya untuk menaksikan
kebaikan dan dan dkwah kaum muslimi , wanita-wanita yang haid itu
terpisah dari tempat shalat”. (HR. Muttafaq alaih).7

D. Shalat Hajat

Shalat hajat ialah shalat bagi seorang yang mempunyai keinginan, agar
keinginan tersebut diperkenankan oleh Allah swt. Ahmad meriwayatkan dengan
sanad shahih dari Abuddarda’ bahwa Nabi saw bersabda:
ً‫ضَأ فَأ ْسبَ َغ الوضوء ث ّم صلّي ركعتي ِن يت ُّمهما َ أ ْعطَا هُ هللاُ ما َسَأ َل مع َّج ًل أوْ ُمَؤ َّخرا‬
ّ ‫َم ْن تو‬
Artinya: “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian
bersembahyang dua rakaat dengan sempurna, maka ia diberi Allah apa saja yang
diminta baik cepat ataupun lambat”.
Jumlah rakaat shalat hajat ialah yang termashur adalah dua rakaat
sedangkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin shalat hajat bisa dilakukan sampai 12
rakaat dengan 2 kali salam. Cara melaksanakan shalat hajat sama dengan cara
pelaksanaan shalat fardhu, baik bacaan dan gerakannya yang membedakan
hanyalah niatnya. Tata cara melaksanakan shalat hajat adalah sebagai berikut:8
1. Melaksanakan shalat dua rakaat sebagaimana shalat-shalat lain. Dengan
niat sebagai berikut: ‫أصلي سنة الحا جة ركعتين هلل تعا ل‬
2. Di rakaat pertama, membaca surat Al-fatihah dan diteruskan dengan
membaca surat Al-kafirun sebanyak 10 kali.

7
Ibid
8
A. Zainuddin Djazuli, Fiqih Ibadah, 133
3. Di rakaat kedua membaca surat Al-fatihah dan dilanjutkan dengan
membaca surat Al-ikhlas 10 kali.
4. Setelah salam kemudian membaca do’a
َ ‫ الحمد هللِ ربّ العا لمينَ َأ ْسَأ ل‬.‫العضيم‬
‫ك موْ جبا‬ ِ ‫العرش‬
ِ ّ‫ال اله َ االّ هللا الح ِك ْي ُم الكريْم سبحا نا هللا رب‬
ُ‫سم الَ تدع ِلي ذنبا ً االَّ غفَرْ تَه‬ٍ ِ‫من ك ِّل بِ ٍر و ال ّسالَ مةَ ِمن ك ّل ا‬ ْ َ‫ت رح َمتك وع َزا ِئ َم مغفِ َر تِكَ والغَني َمة‬
َ َ‫ك ِرضا ً اِالَّ ق‬
َ‫ض ْيتَها َ يا َ اَرْ ح َم ال َّر ِح ِمين‬ َ َّ‫َوالَ هما ً االَّ فرَّجتَهُ والَ حا َ جةً ً اال‬
َ َ‫هي ل‬
5. Setelah membaca doa kemudian melakukan sujud kembali dengan maksud
tadzallul (merendahkan diripada Allah), dan pada saat sujud membaca:
tasbih, tahmid, tahlil dan membaca doa sapu jagad.
6. Setelah selesai kemudian duduklah dan bertawassul.
7. Setelah bertawasul kemudian membaca surat Al-ikhlas dan mu’awidzatain
dan ayat kursi masing-masing tiga kali.
Waktu pelaksanaan shalat hajat ialah boleh kapanpun baik siang hari atau
malam hari, asal bukan waktu-waktu terlarang shalat. Akan tetapi waktu yang
paling utama adalah sepertiga malam terakhir atau setiap selesai shalat fardhu.

E. Shalat Tasbih
Shalat tasbih merupakan shalat sunnah yang dilakukan oleh Nabi saw
sebagaimana yang diajarkan beliau kepada pamannya yakni sahabat Abbas bin
Abdul Muthallib.9 Shalat tasbih dianjurkan untuk dilaksanakan pada setiap malam
dan apabila tidak mampu maka hendaknya dilakukan seminggu sekali, apabila
masih belum bisa juga dapat dilakukan sebulan atau setahun sekali.
Tendensi hukum shalat tasbih ialah berdasarkan hadist berikut ini:
Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda kepada Abbas bin
Abdul Muthalib, “Wahai Abbas, pamanku, sudahkah paman aku beri, aku
karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam perbuatan yang
dapat menghapus sepuluh macam dosa? Jika paman mengerjakan itu, maka Allah
akan mengampuni dosa-dosa paman, baik yang pertama dan yang akhir, yang
lama dan yang baru, yang tanpa disengaja dan yang disengaja, yang kecil dan
9
A. Zainuddin Djazuli, Fiqih Ibadah, 135
yang besar, yang tersembunyi dan yang terang terangan. Sepuluh macam
perbuatan itu ialah: sahalat empat rakaat, tiap rakaat membaca Alfatihah dan
surah, selesai membaca itu dalam rakaat pertama, lalu bacalah ketika masih
berdiri, subhanallah walhamdulillah walaa illa ha illaha illallahu allahu akbar
(Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah,
Allah Maha Besar) sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’ dan dalam ruku’ ini
membaca seperti bacaan diatas sebanyak 10 kali, I’tidal dari ruku’
membaca lagi 10 kali, setelah itu turun untuk sujud membaca lagi 10 kali,
mengankat kepala dari sujud membaca lagi 10 kali,terus sujud membaca 10 kali.
Kemudian mengangkat kepala dari sujud (sebelum berdiri) dan diwaktu duduk
membaca pula 10 kali. Jadi jumlahnya ada 75 kali dalam setiap rakaat. Kamu
dapat melakukannya dalam empat rakaat. Jika kamu sanggup mengerjakannya
sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak dapat, boleh setiapo Jum’at, kalau
tidak dapat pula maka sebulan, kalau tidak dapat pula maka setahun sekali, dan
kalau masih tidakbias juga, maka sekali dalam seumur hidup (HR. Sunan Abu
Daud dan Ibnu Majah yang dishaihkan oleh Nasyriruddin Al AlBani dalam
Shoheh Sunan Abu Daud no 1298).
Teknis pelaksanaan shalat tasbih adalah apabila shalat tasbih dikerjakan
empat rakaat, boleh dikerjakan dengan satu salam atau dua salam (tiap rakaat 2
salam) namun yang utama apabila dikerjakan pada siang hari hendaknya
dilakukan empat rakaat dengan satu kali salam, sedangkan apabila dikerjakan saat
malam hari maka empat rakaat tadi dijadikan satu salam. Tata cara pelaksanaan
shalat tasbih adalah sebagai berikut:10
1. Berdiri dan menghadap kiblat, kemudian mengucapkan niat
‫أصلّي سنّة التّسبيح ركعتين هلل تعا لي‬
2. Setelah itu membaca doa iftitah kemudian dilanjutkan surat pendek dan
dilanjutkan membaca tasbih 15 kali
1. Kemudian ruku’ dan setelah membaca tasbih ruku’, membaca bacaan
tasbih 10 kali.
10
Ma’shum, Tuntunan shalat lengkap dan doa-doa, 178
2. Setelah selesai membaca tahmid i’tidal membaca lagi tasbih 10 kali.
3. Di waktu sujud setelah tasbih sujud. Kemudian membaca tasbih 10 kali
lantas kemudian duduk diantara dua sujud.
4. Setelah selesai membaca doa duduk antara dua sujud lantas membaca
tasbih lagi 10 kali, kemudian sujud kedua.
5. Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih 10 kali lantas sebelum
berdiri rakaat kedua kita hendaknya duduk istirahat lalu sambil duduk
istirahat kita membaca lagi tasbih sepuluh kali.
Berikut adalah bacaan tasbih yang dibaca pada saat shalat tasbih:
‫سُبحا ن هللا والحمد هلل وال اله االّ هللاً وهللا أكبر وال حو ل وال ك ّو ة االّ باهلل العل ّي العضيم‬
Demikianlah kita laksanakan pada rakaat pertama ini, yang apabila kita
hitung seluruh bacaan tasbihnya berjumlah 75 kali tasbih dan 75 x 4 rakaat = 300
tasbih. Andaikata kita kelupaan membaca tasbih disalah satu tempatnya, maka
boleh digantikan di tempat berikutnya, agar tetap tasbihnya berjumlah 300 tasbih.
F. Shalat Istikharah
Sholat istikharah adalah shalat yang bisa diamalkan apabila seorang
muslim tengah untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika dilanda
keraguan dalam menentukan pilihan. Penganjurannya sudah diterangkan dalam
hadits Rasulullah SAW sebagai acuan dari tata cara, doa, dan waktu
pengerjaannya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir RA, beliau mengatakan:

‫ُّورةَ ِم ْن ْالقُرْ آ ِن يَقُو ُل ِإ َذا‬ ‫ُأْل‬


َ ‫ور ُكلِّهَا َك َما يُ َعلِّ ُمنَا الس‬ ِ ‫صلَّى هَّللا ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم يُ َعلِّ ُمنَا ااِل ْستِ َخا َرةَ فِي ا ُم‬
َ ِ ‫َكانَ َرسُو ُل هَّللا‬
َ ‫هَ َّم َأ َح ُد ُك ْم بِاَأْل ْم ِر فَ ْليَرْ َك ْع َر ْك َعتَ ْي ِ½ن ِم ْن َغي ِْر ْالفَ ِر‬
ْ‫يض ِة ثُ َّم لِيَقُل‬
Artinya: "Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya untuk sholat istikharah
dalam setiap urusan sebagaimana beliau mengajari surat dari Al-Qur'an. Beliau
berkata: "Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka
lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah," (HR
Bukhari).
Berdasarkan buku Keajaiban Sholat Istikharah yang disusun oleh
Muhammad Abu Ayyash, terdapat beberapa dalil yang menunjukkan kebahagiaan
seorang muslim yaitu saat menyerahkan pilihannya kepada Allah SWT. Berikut
bunyi haditsnya:
"Salah satu dari kebahagiaan anak Adam adalah menyerahkan pilihannya kepada
Tuhannya, dan keridhaannya terhadap ketentuan. Dan salah satu kesengsaraan
Bani Adam adalah meninggalkan istikharahnya kepada Allah ta'ala dan membenci
adanya ketentuan." (HR Abu Asy-Syaikh Ibnu Hibban, Al-Ashbahani, dan Al-
Bazzar).
A. Pengertian Sholat Istikharah
Mengutip dari buku Serba Seri Shalat Istikharah karya Aini Aryani, Lc.
istikharah berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta kebaikan pada sesuatu.
Dalam artian, shalat istikharah adalah sholat untuk meminta kepada Allah agar
dipilihkan sesuatu yang terbaik menurutnya.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hukum melakukan sholat
istikharah yaitu sunnah. Hal ini didasarkan dari para ulama yang telah sepakat
terkait hukum istikharah.
B. Waktu Terbaik Sholat Istikharah
Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja selama dikerjakan di luar
waktu-waktu terlarang untuk sholat. Meski demikian, mengutip buku Rahasia
Shalat Istikharah karya M. Shodiq Mustika, ada beberapa waktu-waktu yang
terbaik untuk melakukan sholat istikharah.
Waktu terbaik mengamalkan sholat istikharah biasanya dilakukan pada
sepertiga malam, sama seperti sholat tahajud. Sebagaimana disebut dalam hadits
Rasulullah SAW, pada waktu tersebut termasuk dalam waktu-waktu mustajab
terkabulnya doa.
َ ‫ فََأ ْست َِج‬،‫ َم ْن يَ ْدعُونِي‬:‫ث اللَّي ِْل اآل ِخ ُر يَقُو ُل‬
‫يب‬ ُ ُ‫ك َوتَ َعالَى ُك َّل لَ ْيلَ ٍة ِإلَى ال َّس َما ِء ال ُّد ْنيَا ِحينَ يَ ْبقَى ثُل‬
َ ‫يَ ْن ِز ُل َربُّنَا تَبَا َر‬
ُ‫ َم ْن يَ ْستَ ْغفِ ُرنِي فََأ ْغفِ َر لَه‬،ُ‫لَهُ َم ْن يَ ْسَألُنِي فَُأ ْع ِطيَه‬
Artinya: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada
setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepadaKu akan
Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang
meminta ampunan dariKu akan Kuampuni," (HR Bukhari dan Muslim).
Selain waktu sepertiga malam, buku tersebut juga menyebutkan, waktu-
waktu lain pengerjaaan sholat istikharah. Beberapa di antaranya seperti, sebelum
subuh, antara azan dan iqomah, di akhir shalat wajib, ketika turun hujan, dan saat
malam lailatul qadar.

C. Tata Cara Sholat Istikharah


Cara melaksanakan shalat istikharah yaitu sama dengan sholat-sholat
lainnya. Hanya saja, shalat istikharah terdiri dari dua rakaat dan satu salam.
Pembeda dengan sholat lainnya yaitu di niat dan ada beberapa tambahan
doa dalam shalat istikharah. DIkutip dari buku Penuntun Mengerjakan Sholat
Istikharah yang disusun oleh Tim Redaksi Qultummedia, berikut tata cara sholat
istikharah.
1. Membaca niat sholat istikharah
Niat shalat istikharah dibaca sebelum takbir secara lisan serta dilafalkan dalam
hati saat mengucapkan takbiratul ihram. Bacaan niatnya yaitu sebagai berikut.
‫أصلى سنة اإلستخارة ركعتين هلل تعالى‬
Bacaan atin: Ushollii sunnatal istikharati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an
lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat sholat istikharah dua rakaat menghadap kiblat karena Allah
ta'ala."

2. Takbiratul ihram
3. Membaca surat-surat yang dibaca dalam surat istikharah
Para ulama menganjurkan saat melakukan sholat istikharah, hendaknya kita
membaca surat Al-Fatihah, Al-kafirun dan Al-Ikhlas dengan beberapa ketentuan.
Pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun.
Lalu, di rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas. Bacaan setelah
surat Al-Fatihah sebetulnya tidak harus, yang wajib yaitu membaca surat Al-
Fatihahnya.

4. Rukuk
5. I'tidal
6. Sujud pertama
7. Duduk di antara dua sujud
8. Sujud kedua
9. Berdiri lagi untuk rakaat kedua yang dikerjakan sama seperti rakaat pertama
10. Tahiyat akhir
11. Salam

D. Doa Setelah Sholat Istikharah


‫ َوتَ ْعلَ ُم َواَل‬،ُ‫ك تَ ْق ِد ُر َواَل َأ ْق ِدر‬
َ َّ‫ فَِإن‬،‫ك ْال َع ِظي ِْم‬ َ ‫اَ ٰللّهُ َّم ِإنِّ ْي َأ ْستَ ِخ ْي ُر‬
َ ُ‫ َوَأ ْسَأل‬،َ‫ َوَأ ْستَ ْق ِدرُكَ بِقُ ْد َرتِك‬،َ‫ك بِ ِع ْل ِمك‬
َ ِ‫ك ِم ْن فَضْ ل‬
ْ‫ َخ ْي ٌر لِ ْي فِ ْي ِد ْينِ ْي َو َم َعا ِش ْي َوعَاقِبَ ِة َأ ْم ِري‬.... ‫ اَ ٰللّهُ َّم ِإ ْن ُك ْنتَ تَ ْعلَ ُم َأ َّن ٰه َذا اَْأل ْم َر‬.‫ب‬ِ ْ‫ َوَأ ْنتَ َعاَّل ُم ْال ُغيُو‬،‫َأ ْعلَ ُم‬
ْ‫َوعَاقِبَ ِة َأ ْم ِري‬ ‫ وَِإ ْن ُك ْنتَ تَ ْعلَ ُم َأ َّن ٰه َذا اَْأل ْم َر َش ٌّر لِ ْي فِ ْي ِد ْينِ ْي َو َم َعا ِش ْي‬،‫ار ْك لِ ْي فِ ْي ِه‬
ِ َ‫فَا ْقدُرْ هُ لِ ْي َويَسِّرْ هُ لِ ْي ثُ َّم ب‬
‫ضنِ ْي بِ ِه‬ِ ْ‫ثُ َّم َأر‬ َ‫ْث َكان‬ ُ ‫فَاصْ ِر ْفهُ َعنِّ ْي َواصْ ِر ْفنِ ْي َع ْنهُ َوا ْقدُرْ لِ َي ْال َخي َْر َحي‬

Bacaan latin: Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika,


wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa
a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta'lamu hadzal amro
(menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii 'aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa
ma'aasyi wa 'aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.
Allahumma in kunta ta'lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma'aasyi wa 'aqibati
amrii (fii 'aajili amri wa aajilih) fash-rifnii 'anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana
tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu
dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi
persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari
anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku
tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau
adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui
bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut
persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku
sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi
apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam
agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan
tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja
kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku."

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Diantara banyak macam-macam shalat sunnah yang pernah dilakukan oleh
Rasulullah saw. Ada shalat-shalat sunnah yang tergolong pada yang dianjurkan
dan yang tidak dianjurkan, ada pula yang dilakukan secara berjamaah ataupun
tidak berjamaah atau munfarid. Namun tetap dilaksanakan Rasulullah saw.
Sebagai tauladan bagi umat islam di seluruh dunia. Dari semua shalat sunnah pada
intinya adalah shalat sunnah itu dilakukan untuk menambah atau menutupi
kekurangan-kekurangan ibadah wajib.

B. Saran
Sholat sunnah akan mendapatkan pahala apabila di kerjakan, maka apabila

kita ingin mendapatkan pahala tambahan di samping sholat wajib dapat di

laksanakan dengan melakukan sholat sunnah, wallohu a’lam.

DAFTAR PUSTAKA

Djazuli, A. Zainuddin. Tt. Fiqih Ibadah. Kediri: Lembaga Ta’lif Wannasyr


Ponpes Al-Falah.
Ibnu Hajar Al-Asqalani. 2013. Terjemahan Bulughul Maram. Jogjakarta: Hikam
Pustaka.
Ma’shum. Tt. Tuntunan Shalat Lengkap dan Do’a-Do’a. tk: Bintang Pelajar.
Rifa’i, Mohammad. Tt. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Semarang: Karya
Toha Putra.
Sabiq, sayyid. Tt. Fiqih Sunnah. Jakarta: PT. Al-Ma’arif.
Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani. 2013. Ringkasan Riyadhus Shalihin Imam
An-Nawawi. Kuala Lumpur: Telaga Biru SDN. BHD.
Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Abdurrahman Ad-Dimasyqi.2004. Fiqih
Empat Madzab. Bandung: Hasyimi Press.
Teungku Muhammad Hasby Ash-Shiddiqiey. 2003. Mutiara Hadist 3 Shalat.
Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Ulfah, Isnatin. 2016. Fiqh Ibadah. Ponorogo: STAIN po press.

Anda mungkin juga menyukai