AMDAL dan Dampak Ekologi Pelabuhan Kenyamukan
AMDAL dan Dampak Ekologi Pelabuhan Kenyamukan
PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk hidup senantiasa selalu ingin hidup lebih baik dan
lebih baik lagi setiap harinya, manusia juga berinteraksi dengan lingkungan hidupnya.
lingkungan hidupnya. Makhluk hidup yang sesuai dan cocok dengan lingkunganya
akan tetap bisa hidup dan berkembang biak, lain hal-nya dengan makhluk hidup yang
tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkunganya ia akan mati dan tidak akan bisa
berkembang biak (musnah), dan ini dinamakan seleksi alam. Manusia modern
manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa atau di luar lingkungan hidupnya.
tanpa lingkungan hidupnya hanyalah abstraksi semata, dari uraian singkat diatas
terhadap lingkungan hidupnya, dan saat terjadi perubahan yang dahsyat dari
buat sendiri dan itu secara tidak langsung membuat perubahan juga terhadap
yang ada untuk kelangsungan hidupnya yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Pola
pemanfaatan sumberdaya alam harus memberi kesempatan dan peran serta aktif
1
masyarakat, serta memikirkan dampak – dampak yang timbul akibat pemanfaatan
sumber daya alam tersebut. Untuk itu di perlukan suatu pemahaman yang cukup
dan kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan, kegiatan
pertanian, penangkapan ikan dan pengelolaan hutan yang mengabaikan daya dukung
Kenyamukan Sangatta,
Kenyamukan Sangatta.
Sangatta,
Kenyamukan Sangatta.
2
11. TINJAUAN PUSTAKA
AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup,
dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal
yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial- ekonomi,
Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang
pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah
kegiatan.
3
atas keprihatinan tentang daampak negaatif dari kegiatan manusia khususnya
pencemaran lingkungan akibat dari kegiatan industri pada tahun 1960-an. Sejak itu,
yang bersih lingkungan dan selalu melekat pada tujuan pembangunan yang
Menurut Munn (1974) definisi umum tenyang Amdal itu adalah : “ Analisis
definisi secara akademis ini kemudian dirumuskan definisi hukum dalam perundang-
adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap
mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap
4
keseluruhan dokumen studi kelayakan lingkungan yang terdiri dari kerangka acuan
terdapat dalam AMDAL harus dilaksanakan secara cermat sesuai dengan situasi dan
Secara singkat dapat dirumuskan lagi bahwa keuntungan adanya amdal bagi
a) Untuk mencegah agar potensi sumberdaya alam yang dikelola tersebut tidak
b) Mencegah rusaknya sumberdaya alam lain yang berada di luar lokasi proyek,
baik yang diolah proyek lain, diolah masyarakat ataupun yag belum diolah.
5
e) Sesuai dengan rencana pembangunan daerah, nasional maupun internasional
proyek yang menganggap amdal hanya sebagai beban biaya bagi proyek, Keuntungan
tersebut adalah:
b) Untuk melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran atau suatu dampak negatif
c) Untuk melihat masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi di masa yang
akan datang
d) Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang akan dihadapi di masa yang
akan datang
6
f) Sebagai bahan untuk analisis pengelolaan dan sasaran proyek
g) Sebagai bahan penguji secara komprehensif dari perencanaan proyeknya, untuk
dapat menemukan kalau ada kelemahan dan kekurangan, untuk segera dipersiapkan
penyempurnaannya.
( misalnya banjir, longsor, gempa bumi, dsb) dan mencari keadaan lingkungan yang
perbankan, baik bank nasional atau bank internasional. Untuk bank internasional
Bank nasional pun akan meminta laporan amdal, terutama proyek berskala besar.
Dengan demikian, dapat terliaht bahwa amdal berguna bagi pemilik proyek. Berikut
a) Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan pada proyek dapat
mencapai tujuan dari misi bank dalam membantu pembangunan atau pemilik modal
b) Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar kembali
7
c) Menentukan priotitas peminjaman sesuai dengan misinya.
menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita akibat adanya proyek
c) Turut serta di dalam pembangunan daerah sejak dari awal, khususnya di dalam
d) Peranan hal-ihwal mengenai proyek jelas akan ikut menghindarkan timbulnya
e) Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan proyek tersebut
khususnya hak dan kewajibannya di dalam ikut menjaga dan mengelola kualitas
lingkungan.
8
Kegunaan lainnya, umumnya dinikmati oleh ilmuwan dan peneliti,
diantaranya ialah:
meningkatkan pengetahuan
1. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
2. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006 Tentan
3. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010 Tentang
4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2010 Tentang
Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Telah Memiliki
Izin Usaha Dan/Atau Kegiatan Tetapi Belum memiliki dokumen lingkungan hidup.
9
6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Tahun 2007 Tentang
8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Pengelolaan Lingkungan.
Lingkungan.
13. KepMen LH No. 4 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan
PembangunanPermukiman Terpadu.
14. KepMen LH No. 5 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan
15. KepMen LH No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata KerjaKomisi Penilai
AMDAL.
16. KepMen LH No. 41 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan” Komisi Penilai
AMDAL Kabupaten/Kota.
10
17. KepMen LH No. 42 Tahun 2000 tentang Susunan Keanggotaan Komisi Penilai
18. KepMen LH No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau
1. Dasar (basics).
• Penyusunan deskripsi proyek biasanya dilakukan di dalam langkah pertama atau
langkah dasar.
11
• Deskripsi proyek berisi aktivitas-aktivitas yang diusulkan dalam pembangunan
• langkah yang paling penting dan paling sulit adalah proses pendugaan dampak
lingkungan.
kepada keahlian dan pengalaman dari anggota tim yang membidangi aspek
tersebut.
• Pendugaan harus dilakukan oleh anggota yang mempunyai keahlian di dalam
• Ketepatan dari pendugaan dampak lingkugnan sangat tergantung pada tingkat
keahlian dan pengalaman dari anggota tim dan kerjasama di dalam tim hingga
Rona lingkungan merupakan kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi
12
pembangunan fisik dimulai. Hal-hal yang termuat di dalam rona lingkunan yaitu
umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran,tujuan, dan sasaran. Rona
dibangun. Untuk studi evaluasi (SEL) rona lingkungan dapat disebut sebagai keadaan
merupakan bagian dasar yang sangat penting dalam proses AMDAL seperti halnya
yang akan dibangun di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan lingkungan
buatan manusia (permukiman, pertanian, dan lain sebagainya). Salah satu dasar acuan
tentang deskripsi rona lingkungan hidup awal (enviro nmental setting ) ada dalam
dampak dan jenis-jenis dampak potensial yang ditimbulkannya, maka berikut ini
adalah komponen lingkungan yang relevan untuk ditelaah dalam studi ANDAL.
13
1. Langkah-langkah Rona Lingkungan
14
III. METODELOGI PRAKTIKUM
Sangatta.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum sebagai
berikut:
Kenyamukan Sangatta.
2. Buku dan Alat Tulis digunakan untuk mencatat data yang diambil dilapangan.
15
1. Menentukan lokasi yang akan di ketahui rona awal pemanfaatan lahan sebagai
simulasi AMDAL.
Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta seperti data luasan, vegetasi, biota laut
16
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kenyamukan
kenyamukan terdapat vegetasi mangrove yang ditemukan di wilayah ini adalah jenis
sendiri terdiri atas 2 jenis, yaitu Rizhopora mucronata (Bakau Merah) yang dicirikan
dengan akar jangkar atau akar tunggang dengan kulit batang berwarna kemerahan,
Rizhopora apiculata (Bakau hijau) yang dicirikan dengan kulit berwarna hijau dan
akar jangkar. Avicennia dari jenis Avicennia marina (Api-api) yang dicirikan dengan
pohon yang rata-rata tinggi dengan akar napas yang berbentuk pasak, kayu dari pohon
ini digunakan penduduk sebagai bahan bangunan dan untuk keperluan mencari ikan.
Sonneratia yang bercirikan Pohon yang selalu hijau, gundul (tak berambut), bertajuk
17
melebar, tinggi 3-15 m, jarang hingga 20 m. Pepagan (kulit batang) berwarna krem
hingga cokelat, dengan retak-retak halus mendatar. Jenis Palmae (Nipah) yang
dicirikan dengan akar serabut yang padat, pelepah dengan pangkal yang membesar.
(Piterianto,2015)
ekosistem mangrove dusun kenyamukan dari filum Molusca dan Crustacea yaitu
spesies Cantharus forbesi sp, Lymnea sp, Conus sp, Scylla sp. (Fiddler Crab) dan
pelabuhan :
perubahan fungsi dan tata guna lahan tersebut yang mengakibatkan perubahan
untuk air hujan maupun air pasang, namun setelah ada proses pembangunan
pada tahap konstruksi, serta pemadatan tanah, akan mengubah lahan fungsi tersebut.
Air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga meningkatkan volume air
18
limpasan (run off) dan meningkatkan terjadinya potensi genangan dan mengubah pola
genangan.
Dampak – dampak turunan dari perubahan fungsi dan tata guna lahan adalah
dan penigkatan pencemaran air laut. Penurunan peningkatan kualitas air kegiatan
penurunan kualitas air laut terutama pada tahap pengerukan (capital dredging) dan
Kegiatan operasional akan memengaruhi kualitas air laut dan kualitas air
19
peningkatan pencemaran terutama yang dihasilkan dari discharge air limbah
domestik dan non domestik (air balast, tank cleaning dan bahan kimia yang
terjadinya perubahan batimetri, pola arus laut dan gelombang dan secara simultan
mengakibatkan dampak turunan yaitu adanya perubahan pola sedimentasi yang dapat
mengakibatkan abrasi dan akresi (perubahan garis pantai). Jika bagian struktur
pelabuhan menonjol ke arah laut, maka mungkin terjadi erosi pada garis pantai
disekitarnya akibat transpor sediment sejajar pantai yang terganggu. Dampak ini
merupakan isu yang paling penting dalam setiap pembangunan di wilayah pesisir,
sehingga dalam rencana pengelolaan dan rencana pemantauan harus dilakukan secara
berkesinambungan.
penting terhadap biota perairan yang berada disekitar wilayah pelabuhan. Kegiatan
fasilitas pelabuhan dapat mengganggu biota yang ada di wetland/lahan basah seperti
mangrove, bangsa krustase, larva-larva ikan dan biota perairan lainnya seperti
20
Gangguan terhadap biota perairan dapat terjadi secara langsung maupun tidak
sedangkan secara tidak langsung merupakan dampak lanjutan dari penurunan kualitas
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
21
Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah Keberadaan pelabuhan akan
tolok ukur perkembangan suatu wilayah. Namun juga dapat mengakibatkan dampak
negatif seperti menghilangnya vegetasi mangrove, perubahan fungsi dan tata guna
lahan, penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air
laut dan kualitas air permukaan, perubahan pola arus laut, gelombang dan garis
pantai,
5.2. Saran
sudah jelas agar tidak menyebabkan kebingungan dan membuang waktu percuma.
22
DAFTAR PUSTAKA
https://blhkabsukabumi.wordpress.com/2011/10/11/panduan-penilaian-amdal-atau-
http://kiskis.mahasiswa.unimus.ac.id/2016/10/19/analisis-mengenai-dampak-
23