0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
136 tayangan23 halaman

AMDAL dan Dampak Ekologi Pelabuhan Kenyamukan

Dokumen ini membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Dokumen ini juga membahas tujuan dan manfaat dari pelaksanaan AMDAL.

Diunggah oleh

Dian Anggraini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
136 tayangan23 halaman

AMDAL dan Dampak Ekologi Pelabuhan Kenyamukan

Dokumen ini membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Dokumen ini juga membahas tujuan dan manfaat dari pelaksanaan AMDAL.

Diunggah oleh

Dian Anggraini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk hidup senantiasa selalu ingin hidup lebih baik dan

lebih baik lagi setiap harinya, manusia juga berinteraksi dengan lingkungan hidupnya.

Ia mempengaruhi lingkungan hidupnya dan sebaliknya juga ia dapat dipengaruhi oleh

lingkungan hidupnya. Makhluk hidup yang sesuai dan cocok dengan lingkunganya

akan tetap bisa hidup dan berkembang biak, lain hal-nya dengan makhluk hidup yang

tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkunganya ia akan mati dan tidak akan bisa

berkembang biak (musnah), dan ini dinamakan seleksi alam. Manusia modern

terbentuk oleh lingkungan hidupnya dan juga membentuk lingkungan hidupnya,

manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa atau di luar lingkungan hidupnya.

Membicarakan manusia harus pula membicarakan lingkungan hidupnya. Manusia

tanpa lingkungan hidupnya hanyalah abstraksi semata, dari uraian singkat diatas

jelaslah bahwa manusia itu sangat tergantung dengan lingkungan hidupnya,

kelangsungan hidupnya tergantung dari sebagaimana bisa ia menyesuaikan dirinya

terhadap lingkungan hidupnya, dan saat terjadi perubahan yang dahsyat dari

lingkungan hidupnya itu akan mengancam kelangsungan hidupnya juga.

Seiring berjalanya waktu banyak pembangunan – pembangunan yang manusia

buat sendiri dan itu secara tidak langsung membuat perubahan juga terhadap

lingkungan hidupnya, manusia sebisa mungkin memanfaatkan sumber daya alam

yang ada untuk kelangsungan hidupnya yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Pola

pemanfaatan sumberdaya alam harus memberi kesempatan dan peran serta aktif

1
masyarakat, serta memikirkan dampak – dampak yang timbul akibat pemanfaatan

sumber daya alam tersebut. Untuk itu di perlukan suatu pemahaman yang cukup

dalam menganalisis mengenai dampak tehadap lingkungan.

Meningkatnya intensitas kegiatan penduduk dan industri perlu dikendalikan

untuk mengurangi kadar kerusakan lingkungan di banyak daerah antara lain

pencemaran industri, pembuangan limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis

dan kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan, kegiatan

pertanian, penangkapan ikan dan pengelolaan hutan yang mengabaikan daya dukung

dan daya tampung lingkungan.

1.2. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah:

1. Untuk mengetahui rona awal sebelum pembangunan Pelabuhan Laut

Kenyamukan Sangatta,

2. Untuk mengetahui perubahan ekologi dari pembangunan Pelabuhan Laut

Kenyamukan Sangatta.

1.3. Manfaat Praktikum

Manfaat dari praktikum ini adalah:

1. Mengetahui rona awal sebelum pembangunan Pelabuhan Laut Kenyamukan

Sangatta,

2. Mengetahui perubahan ekologi dari pembangunan Pelabuhan Laut

Kenyamukan Sangatta.

2
11. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Amdal

AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup,

dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal

yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial- ekonomi,

sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu

rencana usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk

pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada

lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang

penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999

tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang

diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan

pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah

satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan

hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan

untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian ijin usaha dan/atau

kegiatan.

Menurut Fola S. Ebisemiju (1993) bahwa Analisis Mengenai Dampak

Lingkungaan atau Environmental Impact Assesment (EIA) muncul sebagai jawaban

3
atas keprihatinan tentang daampak negaatif dari kegiatan manusia khususnya

pencemaran lingkungan akibat dari kegiatan industri pada tahun 1960-an. Sejak itu,

AMDAL tetap menjadi alat utama untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan manajemen

yang bersih lingkungan dan selalu melekat pada tujuan pembangunan yang

berkelanjutan. (Ebisemiju dalam Soemartono, 1996 : 15).

Menurut Munn (1974) definisi umum tenyang Amdal itu adalah : “ Analisis

Mengenaai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu kegiatan (studi) yang

dilakukaan untuk meng identifikasi, memprediksi, menginterpretasikan dan

mengkomunikasikan pengaruh suatu rencana kegiatan terhadap lingkungan” Dari

definisi secara akademis ini kemudian dirumuskan definisi hukum dalam perundang-

undangan, antara lain : 

Menurut Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1986 Pasal 1 ayat 1

(pelaksaanaan Pasal 16 Undaang-undang Lingkungan Hidup Tahun 1982)

merumuskan sebagai berikut : “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap

lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.” (Ebisemiju

dalam Silalahi, 1995 : 23).

Menurut Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 yang menyatakan sebagai

berikut : “Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil studi

mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap

lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.” (Fandeli,

1995 : 34). Pada dasarnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah

4
keseluruhan dokumen studi kelayakan lingkungan yang terdiri dari kerangka acuan

(KA), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan

(RPL). Dari pengertian tersebut Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) hanya

merupakan salah satu dokumen dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

(AMDAL). Untuk menghilangkan kemungkinan pencemaran, keseluruhan yang

terdapat dalam AMDAL harus dilaksanakan secara cermat sesuai dengan situasi dan

kondisi yang sebenarnya. (Soemartono, 1996).

2.2.   Peranan dan Kegunaan AMDAL

1.      Kegunaan bagi Pemerintah

            Beberapa keuntungan penting bagi pemerintah  telah dibahasa sebelumnya.

Secara singkat dapat dirumuskan lagi bahwa  keuntungan adanya amdal bagi

pemerintah adalah sebagai berikut:

a)      Untuk mencegah agar potensi sumberdaya  alam yang dikelola  tersebut tidak

rusak (khususnya untuk sumberdaya alam yang dapat diperbaharui).

b)      Mencegah rusaknya sumberdaya alam lain yang berada di luar lokasi proyek,

baik yang diolah proyek lain, diolah masyarakat ataupun yag belum diolah.

c)      Menghindarkan perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air,

pencemaran udara, kebisingan dan  lainnya.

d)    Menghindarkan pertentangan-pertentangan  atau konflik yang timbul  khususnya 

dengan masyarakat dan proyek-proyek lain.

5
e)     Sesuai dengan rencana pembangunan daerah, nasional maupun internasional 

serta tidak mengganggu proyek lain.

f)       Menjamin manfaat yang jelas bagi masyarakat.

g)      Sebagai  alat pengambilan keputusan pemerintah.

2.      Kegunaan bagi Pemilik Proyek

Keuntungan yang diutarakan disini sering kurang dipercaya oleh pemilik

proyek yang menganggap amdal hanya sebagai beban biaya bagi proyek, Keuntungan

tersebut adalah:

a)      Untuk melindungi proyek dari tuduhan melanggar undang-undang atau

peraturan-peraturan yang berlaku

b)      Untuk melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran atau suatu dampak negatif

yang sebenarnya tidak dilakukan

c)      Untuk melihat masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi di masa yang

akan datang

d)     Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang  akan dihadapi di masa yang

akan datang

e)      Sebagai sumber informasi lingkungan  di sekitar lokasi proyeknya secara

kuantitatif, termasuk informasi sosial-ekonomi dan sosial-budaya

6
f)       Sebagai bahan untuk analisis pengelolaan dan sasaran proyek

g)      Sebagai bahan penguji secara komprehensif dari perencanaan proyeknya, untuk

dapat menemukan  kalau ada kelemahan dan kekurangan, untuk segera dipersiapkan

penyempurnaannya.

h)      Untuk menemukan keadaan lingkungan yang membhayakan proyek tersebut

( misalnya banjir, longsor, gempa bumi, dsb) dan mencari keadaan lingkungan yang

berguna dan menunjang proyek.

3.      Kegunaan bagi Pemilik Modal

Untuk membangun suatu proyek biasanya modal dipinjam dari  pihak

perbankan, baik bank nasional atau bank internasional. Untuk bank internasional 

biasanya setiap permintaan  peminjaman diminta untuk menyertakan  laporan amdal.

Bank nasional pun  akan meminta laporan amdal, terutama proyek berskala besar.

Dengan demikian, dapat terliaht bahwa amdal berguna bagi pemilik proyek.  Berikut

ini diuraikan keuntungan-keuntungan amdal:

a)      Untuk dapat menjamin bahwa modal  yang dipinjamkan pada proyek dapat

mencapai tujuan dari misi bank dalam membantu pembangunan atau pemilik modal

yang memberikan pinjaman.

b)      Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar kembali

oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak hilang.

7
c)      Menentukan priotitas peminjaman sesuai dengan misinya.

d)     Pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber modal.

e)      Menghindari duplikasi dari proyek-proyek lain yang tidak perlu.

4.      Kegunaan bagi Masyarakat

a)      Dapat mengetahui rencana pembangunan didaerahnya, sehingga dapat

mempersiapkan diri di dalam penyesuaian kehidupan apabila diperlukan.

b)      Mengetahui perubahan lingkungan di masa sesudah proyek dibangun  hingga

dapat memanfaatkan kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya dan juga

menghindarkan  diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita akibat adanya proyek

c)      Turut serta di dalam pembangunan daerah sejak dari awal, khususnya di dalam

memberikan masukan informasi-informasi ataupun ikut langsung di dalam

membangun dan menjalankan proyek

d)     Peranan hal-ihwal mengenai proyek jelas akan ikut menghindarkan  timbulnya

kesalahfahaman, hingga dapat menggalang kerjasama yang saling menguntungkaan;

e)      Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan proyek tersebut

khususnya hak dan kewajibannya di dalam ikut menjaga dan mengelola  kualitas

lingkungan.

5.      Kegunaan lainnya

8
Kegunaan lainnya, umumnya dinikmati oleh ilmuwan dan peneliti,

diantaranya ialah:

a)       kegunaan di dalam analisis, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan

b)      Kegunaandalam penelitian

c)      Kegunaan di dalam meningkatkan keterampilan di dalam penelitian dan

meningkatkan pengetahuan

d)     Tumbuhnya konsultan amdal swasta yang baik

2.3.   Dasar Hukum AMDAL

1.      Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup.

2.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006 Tentan

Pedoman penyusunan analisis mengenai Dampak lingkungan hidup.

3.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010 Tentang

Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri.

4.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2010 Tentang

Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Telah Memiliki

Izin Usaha Dan/Atau Kegiatan Tetapi Belum memiliki dokumen lingkungan hidup.

5.      Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri.

9
6.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Tahun 2007 Tentang

Dokumen Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan Hidup Bagi Usaha Dan/Atau

Kegiatan Yang Tidak Memillki Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup.

7.      Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran

dan/atau Perusakan Laut.

8.      Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak

Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan

Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

9.      Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

10.  KepMen LH No. 30/MENLH/1 0/ 1999 tentang Panduan Penyusunan Dokumen

Pengelolaan Lingkungan.

11.  KepMen LH No. 42/MENLH/1999 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit

Lingkungan.

12.  KepMen LH No. 2 Tahun 2000 tentang Pedoman PenilaianDokumen AMDAL

13.  KepMen LH No. 4 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan

PembangunanPermukiman Terpadu.

14.  KepMen LH No. 5 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan

Pembangunan di Daerah Lahan Basah.

15.  KepMen LH No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata KerjaKomisi Penilai

AMDAL.

16.  KepMen LH No. 41 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan” Komisi Penilai

AMDAL Kabupaten/Kota.

10
17.  KepMen LH No. 42 Tahun 2000 tentang Susunan Keanggotaan Komisi Penilai

Tim Teknis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

18.  KepMen LH No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau

Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan AMDAL.

19.  KepMen LH No. 86 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya

Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.

20.  KepMen LH No. 30 Tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit

Lingkungan Hidup Yang diwajibkan.

21.  KepMen LH No. 45 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan.

22.  Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

2.4. Proses dan Dasar-Dasar AMDAL

A.    Langkah langakah dalam melaksanakan AMDAL:

1. Dasar  (basics).

2. Rona lingkungan  (description of environmental setting).

3. Pendugaan dampak (impact assesment).

4. Seleksi  usulan aktivitas proyek (selection of proposed action).

5. Penyusunan laporan amdal (preperation of environmental impact statement).

•         Penyusunan deskripsi proyek biasanya dilakukan di dalam langkah pertama atau

langkah dasar.

11
•         Deskripsi proyek  berisi aktivitas-aktivitas  yang diusulkan  dalam pembangunan

proyek  mencakup alternatif-alternatifnya.

•         Informasi mengenai  rona lingkungan dikumpulkan di dalam langkah kedua.

•         langkah  yang paling penting dan paling sulit adalah proses pendugaan dampak

lingkungan.

•        Pendugaan dampak lingkugnan pada suatu aspek lingkungan akan didasarkan 

kepada keahlian dan pengalaman dari anggota tim yang membidangi  aspek

tersebut.

•         Pendugaan harus dilakukan oleh anggota yang mempunyai keahlian di dalam

aspek tertentu (ekonomi, sosial, biologi, kimia, geologi, dst).

•         Ketepatan dari pendugaan dampak  lingkugnan sangat tergantung pada tingkat

keahlian dan pengalaman dari anggota tim dan kerjasama di dalam tim hingga

pendugaannya adalah pendugaan yang  terpadu di dalam multidisiplin.

•        Keahlian yang diperlukan dari anggota tim adalah keahlian di dalam

memperhitungkan  keadaan lingkungan di masa yang akan datang, baik keadaan

lingkungan dengan proyek atau tanpa proyek.

2.5. Rona Awal Lingkungan

Rona lingkungan merupakan kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi

alam ataukomponen komponen lingkungan awal sebelum perencanaan dan

12
pembangunan fisik dimulai. Hal-hal yang termuat di dalam rona lingkunan yaitu

biogeofisik kimia, sosial budaya, dan ekonomi.Rona lingkungan hidup pada

umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran,tujuan, dan sasaran. Rona

lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman faktor

lingkungan hidup, dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinantimbulnya dampak

lingkungan hiduppun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada.

Rona lingkungan disebut pula sebagai  Environ mental Setting atau

Environmemtal  Baseline yang merupakan keadaan lingkungan sebelum proyek

dibangun. Untuk studi evaluasi (SEL) rona lingkungan dapat disebut sebagai keadaan

lingkungan sewaktudilakukan penelitian. Penyusunan deskripsi dari rona lingkungan

merupakan bagian dasar yang sangat penting dalam proses AMDAL seperti halnya

dengan penyusunan deskripisi proyek.

Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek

yang akan dibangun di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan lingkungan

buatan manusia (permukiman, pertanian, dan lain sebagainya). Salah satu dasar acuan

tentang deskripsi rona lingkungan hidup awal (enviro nmental  setting ) ada dalam

Lampiran I Peraturan Menteri Negara lingkungan Hidup republik Indonesia Nomor

16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup. Sesuai

dengan hasil telaahan kaitan komponen kegiatan yang berpotensi menimbulkan

dampak dan jenis-jenis dampak potensial yang ditimbulkannya, maka berikut ini

adalah komponen lingkungan yang relevan untuk ditelaah dalam studi ANDAL.

13
1. Langkah-langkah Rona Lingkungan

a)      Menetapkan metodologi amdal  yang akan digunakan.

b)      Menetapkan komponen lingkungan yang akan diteliti.

c)      Persiapan peralatan lapangan, bahan-bahan kimia yang akan digunakan di


lapangan  dan laboratorium.

d)     Menyelesaikan surat-surat perizinan yang diperlukan.

e)      Pengumpulan data sekunder dari berbagai instansi.

f)       Studi atau penelitian lapangan dan analisis laboratorium.

g)      Pengolahan atau analisis data.

h)      Penyusunan  laporan rona lingkungan secara terpadu.

14
III. METODELOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Linkungan (AMDAL)

dilaksanakan pada tanggal 01 Mei 2018 bertempat di Pelabuhan Laut Kenyamukan

Sangatta.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum sebagai

berikut:

1. GPS digunakan untuk mengambil titik koordinat lokasi Pelabuhan Laut

Kenyamukan Sangatta.

2. Buku dan Alat Tulis digunakan untuk mencatat data yang diambil dilapangan.

3. Kamera digunakan untuk dokumentasi.

4. Laptop digunakan untuk mengelolah data dan penyusunan laporan.

3.3 Prosedur Praktikum

Adapun prosedur yang digunakan dalam kegiatan praktikum sebagai berikut:

15
1. Menentukan lokasi yang akan di ketahui rona awal pemanfaatan lahan sebagai

simulasi AMDAL.

2. Mengumpulkan data sekunder yang terkait dengan lokasi areal pemanfaatan

Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta seperti data luasan, vegetasi, biota laut

dan satwa darat.

3. Mengambil titik koordinat lokasi mengunakan GPS.

4. Mendokumentasikan bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan praktikum.

16
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Kenyamukan

Gambar 1. Muara Kenyamukan Gambar 2. Pesisir Pantai Kenyamukan

Lokasi pengamatan adalah pantai kenyamukan yang wacananya akan

diadakan pembangunan pelabuhan. Berdasarkan pengamatan kami pada pantai

kenyamukan terdapat vegetasi mangrove yang ditemukan di wilayah ini adalah jenis

Rizhopora, Avisennia (Api-api), Sonneratia, dan Palmae (Nipah). Jenis Rizhopora

sendiri terdiri atas 2 jenis, yaitu Rizhopora mucronata (Bakau Merah) yang dicirikan

dengan akar jangkar atau akar tunggang dengan kulit batang berwarna kemerahan,

Rizhopora apiculata (Bakau hijau) yang dicirikan dengan kulit berwarna hijau dan

akar jangkar. Avicennia dari jenis Avicennia marina (Api-api) yang dicirikan dengan

pohon yang rata-rata tinggi dengan akar napas yang berbentuk pasak, kayu dari pohon

ini digunakan penduduk sebagai bahan bangunan dan untuk keperluan mencari ikan.

Sonneratia yang bercirikan Pohon yang selalu hijau, gundul (tak berambut), bertajuk

17
melebar, tinggi 3-15 m, jarang hingga 20 m. Pepagan (kulit batang) berwarna krem

hingga cokelat, dengan retak-retak halus mendatar.   Jenis Palmae (Nipah) yang

dicirikan dengan akar serabut yang padat, pelepah dengan pangkal yang membesar.

(Piterianto,2015)

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, fauna yang umum dijumpai di

ekosistem mangrove dusun kenyamukan dari filum Molusca dan Crustacea yaitu

spesies Cantharus forbesi sp, Lymnea sp, Conus sp, Scylla sp. (Fiddler Crab) dan

Anadara sp. (Piterianto,2015)

4.2. Dampak Penting

Berikut adalah potensi dampak yang disebabkan oleh kegiatan pembangunan

pelabuhan :

1.Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan

Kawasan pesisir berupa kawasan lahan basah berhutan mangrove, pantai

berpasir.. Adanya pembangunan pelabuhan dikawasan tersebut, akan terjadi

perubahan fungsi dan tata guna lahan tersebut yang mengakibatkan perubahan

bentang alam. Pada awalnya, kawasan tersebut berfungsi sebagai cathmen area baik

untuk air hujan maupun air pasang, namun setelah ada proses pembangunan

pelabuhan, seperti kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah

pada tahap konstruksi, serta pemadatan tanah, akan mengubah lahan fungsi tersebut.

Air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga meningkatkan volume air

18
limpasan (run off) dan meningkatkan terjadinya potensi genangan dan mengubah pola

genangan.

Dampak – dampak turunan dari perubahan fungsi dan tata guna lahan adalah

terjadinya perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk, peningkatan

kesempatan kerja dan berusaha, timbulnya keresahan dan persepsi negatif

masyarakat, gangguan terhadap aktivitas nelayan, peningkatan kepadatan lalu lintas

pelayaran, serta bangkitan lalu lintas.

2. Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebisingan

Penurunan kualitas udara dapat disebabkan oleh peningkatan debu akibat

kegiatn konstruksi dan kegiatan operasional loading off loading di pelabuhan.

Peningkatan kebisingan pada kegiatan pelabuhan terutama berasal dari kegiatan

konstruksi (seperti mobilisasi alat berat, pengangkutan material, pemancangan dan

pembangunan terminal) dan loading offloading di pelabuhan.

3. Penurunan Kualitas Air Laut dan Kualitas Air Permukaan

Penurunan kualitas air laut ditandai dengan adanya peningkatan kekeruhan

dan penigkatan pencemaran air laut. Penurunan peningkatan kualitas air kegiatan

konstruksi pada pembangunan pelabuhan akan berpotensi menimbulkan dampak

penurunan kualitas air laut terutama pada tahap pengerukan (capital dredging) dan

pembuangan material keruk.

Kegiatan operasional akan memengaruhi kualitas air laut dan kualitas air

permukaan (jika pembangunan pelabuhan terletak di sekitar sungai) dengan adanya

19
peningkatan pencemaran terutama yang dihasilkan dari discharge air limbah

domestik dan non domestik (air balast, tank cleaning dan bahan kimia yang

digunakan untuk perawatan kapal), kegiatan operasional loading-offloading di

pelabuhan serta korosi pada kapal.

4. Perubahan Pola Arus Laut, Gelombang dan Garis Pantai

Kegiatan pembangunan pelabuhan beserta fasilitasnya akan memengaruhi

terjadinya perubahan batimetri, pola arus laut dan gelombang dan secara simultan

mengakibatkan dampak turunan yaitu adanya perubahan pola sedimentasi yang dapat

mengakibatkan abrasi dan akresi (perubahan garis pantai). Jika bagian struktur

pelabuhan menonjol ke arah laut, maka mungkin terjadi erosi pada garis pantai

disekitarnya akibat transpor sediment sejajar pantai yang terganggu. Dampak ini

merupakan  isu yang paling penting dalam setiap  pembangunan di wilayah pesisir,

sehingga dalam rencana pengelolaan dan rencana pemantauan harus dilakukan secara

berkesinambungan.

5. Gangguan Terhadap Biota Perairan

Kegitan pembanguna pelabuhan akan memberikan dampak yang sangat

penting terhadap biota perairan yang berada disekitar wilayah pelabuhan. Kegiatan

pembukaan lahan, pemancangan tiang pondasi dan pembangunan struktur fisik

fasilitas pelabuhan dapat mengganggu biota yang ada di wetland/lahan basah seperti 

mangrove, bangsa krustase, larva-larva ikan dan biota perairan lainnya seperti

terumbu karang dan padang lamun.

20
Gangguan terhadap biota perairan dapat terjadi secara langsung maupun tidak

langsung. Secara langsung disebabkan oleh kegiatan pengerukan dan pembangunan,

sedangkan secara tidak langsung merupakan dampak lanjutan dari penurunan kualitas

air laut akibat operasional pelabuhan.

V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

21
Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah Keberadaan pelabuhan akan

meningkatkan perkembangan ekonomi, sosial, budaya masyarakat. Secara tidak

langsung pelabuhan juga berperan dalam perkembangan pendidikan, hubungan

antarbangsa dan politik. Bahkan kegiatan pelabuhan seringkali digunakan sebagai

tolok ukur perkembangan suatu wilayah. Namun juga dapat mengakibatkan dampak

negatif seperti menghilangnya vegetasi mangrove, perubahan fungsi dan tata guna

lahan, penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air

laut dan kualitas air permukaan, perubahan pola arus laut, gelombang dan garis

pantai,

Gangguan terhadap biota perairan.

5.2. Saran

Sebaiknya sebelum melaksanakan praktikum, lokasi dan deskripsi kegiatan

sudah jelas agar tidak menyebabkan kebingungan dan membuang waktu percuma.

22
DAFTAR PUSTAKA

https://blhkabsukabumi.wordpress.com/2011/10/11/panduan-penilaian-amdal-atau-

uklupl-untuk-kegiatan-pembangunan-pelabuhan/ (diakses pada 10 Mei 2018)

http://kiskis.mahasiswa.unimus.ac.id/2016/10/19/analisis-mengenai-dampak-

lingkungan-amdal (diakses 10 Mei 2018 pukul 10.33 WITA)

Piterianto,2015. Analisis Strategi Pengelolaan Biofisik ekosistem Mangrove di Dusun

Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur. Skripsi Program Studi Ilmu Kelautan

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur. Sangatta

23

Anda mungkin juga menyukai