0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
273 tayangan18 halaman

LK Gea

Dokumen tersebut berisi pengkajian keperawatan anak berusia 1 tahun bernama An. M yang dirawat karena diare dan dehidrasi ringan. An. M mengalami diare selama 3 hari dan dirujuk ke rumah sakit setelah kondisinya memburuk dengan lemas dan mencret berulang kali. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan ringan seperti mata yang cekung dan bibir kering."

Diunggah oleh

Josephine Sumaylo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
273 tayangan18 halaman

LK Gea

Dokumen tersebut berisi pengkajian keperawatan anak berusia 1 tahun bernama An. M yang dirawat karena diare dan dehidrasi ringan. An. M mengalami diare selama 3 hari dan dirujuk ke rumah sakit setelah kondisinya memburuk dengan lemas dan mencret berulang kali. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan ringan seperti mata yang cekung dan bibir kering."

Diunggah oleh

Josephine Sumaylo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK


ST. VINCENTIUS A PAULO

PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK

Pengkajian tgl : 10-07-2013 Jam : 08.00 WIB


: Ibu kandung/
Sumber data Rekam medis No. RM : 61-34-xx
pasien
Tanggal MRS : 10-07-2013 Dx. Masuk :` GEA + Dehidrasi
Paviliun : 14
Ruang/Kelas : Kamar 103/3

Identitas Anak Identitas Orang Tua

Nama : An. M Nama Ayah : Tn. A


Usia : 1 tahun Nama Ibu : Ny. S
Identitas

Tanggal Lahir : 10-07-2012 Pekerjaan ayah/ibu : Swasta


Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan ayah/ibu : SMA
Anak ke : Pertama Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa
Alamat : Surabaya
Riwayat Sakit dan Kesehatan

Keluhan Utama
Ibu mengungkapkan anak diare
Riwayat penyakit sekarang
Tanggal 7 Juli 2013 malam, An. M mulai diare (pkl 20.00) sebanyak 5 kali,
BAB cair tanpa ampas sampai pagi. Jam 08.00 WIB An. M diperiksakan di klinik
M dan mendapat terapi obat diare (dalam bungkus) diberikan 2x1. Jam 22.00 WIB
kondisi An. M masih lemas dan mencret ± 6 kali, saat itu juga An. M di bawa ke
Rumah Sakit B dan opname selama 2 hari. Tanggal 9 Juli 2013 An. M diijinkan
pulang. Tanggal 10 Juli 2013 jam 03.00 WIB An. M mencret lagi ±4 kali dan
kondisinya yang lemas, orang tua merasa panik dan An. M langsung di bawa ke
UGD RSK St. Vincentius a Paulo Surabaya jam 03.30 WIB. KU datang ke UGD
agak lemah, akral hangat, nadi kuat, tangis kuat, diare mulai subuh 4 kali BAB cair
tanpa ampas, saat menangis tidak keluar air mata, TTV nadi 140x/menit, suhu 36,8
0
C, RR 28x/menit, An. M diberikan terapi cairan Ringer Laktat 200 cc/2 jam (25
tetes/menit), dan disarankan MRS. Jam 05.00 WIB pasien masuk Paviliun 14, Ku
datang akral hangat, nadi kuat dan jelas, mata cowong, turgor kulit menurun, BAB
cair terakhir jam 04.00 WIB.
Riwayat Kesehatan Sebelumnya

24
Tanggal 8 Juli 2013 pasien pernah MRS di rumah sakit B karena mengalami Diare.
Riwayat Alergi
Tidak ada
Riwayat Kesehatan Keluarga
Orang tua pasien atau keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit DM,
Jantung, dan tidak ada yang menderita diare.
Imunisasi
Pasien sudah mendapatkan imunisasi Polio, BCG, DPT, Hepatitis B, dan Campak
Pertumbuhan
 BB saat ini: 7,8 kg BB sebelum sakit: 7.900
Rumus : usia (dalam bulan) + 9
2
12+ 9 = 21 = 10,5 kg (BB normal anak usia 12 bulan)
2 2
 BB Lahir: 3100 gram
Tumbuh Kembang

 Lingkar Lengan Atas: 13 cm


 Lingkar Kepala: 46 cm
 Lingkar Dada: 51 cm
Perkembangan
 Tahap Perkembangan Psikososial: anak menangis saat didatangi oleh
perawat, tetapi dapat ditenangkan oleh ibunya.
 Tahap Perkembangan Psikoseksual: anak masih dalam fase oral, anak
memasukkan jarinya ke dalam mulut. Menurut orangtuanya An. M juga
sering memasukan benda-benda sekitarnya ke dalam mulutnya.
 Motorik halus: anak mampu menarik selang infus.
 Motorik kasar: anak bisa duduk sendiri, anak mampu berjalan sekitar
tempat tidur sambil memegang terali tempat tidur.
 Bahasa: anak sudah dapat mengucapkan kata ma-ma, pa-pa, ba-ba.
Lingkungan yang mempengaruhi kesehatan
Pasien tinggal di perkampungan, terdapat banyak tumpukan sampah yang tidak
tertutup, air yang digunakan untuk memasak, mencuci adalah air PDAM.
Perilaku yang mempengaruhi kesehatan
Data penunjang

An. M mendapatkan ASI sampai usia 8 bulan. Saat ini anak hanya minum susu
formula. Cara mencuci botol minum dan peralatan makan bayi hanya dicuci
dengan air PDAM dan tidak direndam dengan menggunakan air panas.
Persepsi ibu terhadap penyakit anak
Ibu tahu tentang penyakit anaknya yaitu diare, tetapi ibu tidak mengetahui
penyebab dari anaknya terkena diare serta penanganannya, serta tidak tahu cara
mencegah diare.
Masalah : Kurang pengetahuan
Pola

Nutrisi

25
Di Rumah: Anak sebelum sakit dirumah minum susu Lactogen 5x120cc/hari
dengan takaran 1 takar:120cc air, dan makan nasi lunak 3x/hari dengan komposisi
sayur bayam, ikan dan daging. Namun saat mulai sakit anak malas minum dan
nafsu makan mulai menurun.
Di RS: Anak minum ASI dan mendapat terapi cairan D5% ¼ salin 1000cc/24 jam.
Aktifitas –Istirahat
Di Rumah: Anak tidur siang 2 jam mulai pukul 09.00-11.00 dan tidur malam ± 7
jam mulai pukul 22.00-04.00, anak bermain di sekitar lingkungan rumah dengan
orantuanya dan keluarga yang lain.
Di RS: Saat dikaji anak sedang tidur, saat terbangun anak menangis karena
didatangi oleh perawat dan anak cenderung mengantuk.
Eliminasi Miksi-Defekasi
Di Rumah: Anak BAK lancar dan dibantu ± 5-7x/hari warna kuning jernih dan
BAB lancar 1x/hari lembek
Di RS: Saat dikaji terakir kali anak BAB cair dan BAK terakhir pukul 04.00 WIB
di UGD.
Hygiene Personal
Di Rumah : Anak mandi 2x/hari dan dimandikan oleh ibunya
Di RS : Saat dikaji anak belum dimandikan, kukunya pendek dan bersih.

Pemeriksaan Fisik (Head To Toe)


Keadaan Umum : Anak cenderung ngantuk
Suhu:36,90C (36,5-37,50C)
RR: 30x/menit (30-60x/mnt)
TTV

Nadi: 120x/menit (100-160x/mnt)


TD: 95/66 mmHg (95/65 mmHg)
Masalah : tidak ada
Kepala dan rambut

Distribusi rambut: normal dan tersebar merata, tidak ada lesi


Warna rambut: hitam
Kebersihan rambut: rambut bersih, tidak ada kutu
Ubun-ubun : cekung
Bentuk kepala: normal
Wajah: tidak ada oedema, tidak pucat
Masalah : kekurangan volume cairan
Mata

Kelopak mata: cowong


Bulu mata dan alis mata: distribusi merata
Pupil: isokor diameter 3/3, reflek cahaya +/+
Sclera/konjungtiva: sclera putih, konjungtiva merah muda
Masalah : kekurangan volume cairan

26
Kesimetrisan lubang hidung: simetris
Septum hidung: tidak ada
Hidung Polip: tidak ada
Kebersihan: bersih
Pernafasan cuping hidung: tidak ada

Masalah : tidak ada


Bentuk: simetris antara telinga kiri dan kanan
Mulut dan tenggorokan Telinga

Kebersihan: bersih tidak ada serum


Masalah : tidak ada
Bibir: mukosa bibir kering, bibir tidak sianosis
Gusi : tidak terjadi perdarahan
Lidah: tampak kotor
Lain-lain: tidak ada mual dan muntah
Masalah : Kekurangan volume cairan

Pembesaran kelenjar tyroid: tidak ada


Pergerakan leher: pasien mampu menggerakkan leher kekiri, kekanan, keatas dan
Leher

kebawah
Lain-lain: -
Masalah : tidak ada
Dada, jantung dan punggung

Gerakan dinding dada: saat inspirasi dan ekspirasi pergerakan dada simetris kiri
dan kanan.
Pola nafas: irama teratur dan pernafasan perut
Suara nafas tambahan: ronkhi -/-
Suara jantung:S1 S2 tunggal ICS 4-5
Masalah: tidak ada

Bentuk: abdomen supel


Pembesaran hepar: tidak ada
Abdomen

Pembesaran lien: tidak ada


Ginjal : tidak teraba
Peristaltik usus: 15x/menit
Turgor kulit: kembali dalam waktu 3 detik
Masalah: Kekurangan volume cairan

27
Muskuloskeletal dan integumen Genetalia dan anus
Bentuk : tidak ada hipospadi, BAK spontan dan tidak ada kemerahan didaerah
sekitar genetalia dan anus dan tidak ada atresia ani.
Kebersihan: bersih
Lain-lain: pasien menggunakan pampers
Masalah: tidak ada

Kemampuan pergerakan sendi: pasien mampu menggerakan tangan dan kaki.


Kekuatan otot: pergerakan aktif, sering menarik infus
Turgor kulit: tidak elastis (kembali 3 dtk)
Oedema: tidak ada
Akral: akral hangat, CRT 2 detik
Masalah: kekurangan volume cairan

 Ekspresi afek dan emosi: anak menangis saat didekati oleh petugas kesehatan,
Psiko-sosio-spiritual

saat diberi tindakan apapun anak selalu menangis


 Reaksi hospitalisasi pada anak: hanya menangis karena merasa tidak nyaman.
- Reaksi hospitalisasi pada orang tua: ibu mengungkapkan sangat khawatir
terhadap keadaan anaknya saat berada di rumah sakit, ibu ingin anaknya
dapat segera dibawa pulang ke rumah, ibu selalu bertanya tentang keadaan
anaknya, kapan anaknya boleh pulang

Masalah : Ansietas
Terapi

1) Infus D5 ¼ salin
Komposisi :
Indikasi : Menyalurkan atau mengganti cairan dan elektrolit pada kondisi
seperti dehidrasi pada pasien yang kekurangan karbohidrat, penyakit yang
belum diketahui penyebabnya, pra dan pasca op.
2) Zincpro syirup 1xsehari 1 sendok teh
Komposisi : Zn sulphate monohydrate 54.89 mg sewtara dengan Zn elemental
20 mg.
Indikasi : sebagai pelengkap untuk pengobatan diare, mengurangi lama dan
tingkat keparahan diare, mencegah kejadian berulangnya diare,
meningkatkakan absorbs air dan elektrolit untuk usus.

28
ANALISA DATA

Tanggal Data Kemungkinan Penyebab Masalah


S: ibu mengungkapkan anak Infeksi Gastroenteritis (GE) Kekurangan
diare tanggal 0/07/2013 volume cairan
sebanyak ± 4 kali. Peningkatan isi rongga usus
O:
- Ubun-ubun cekung hiperperistaltik
- Kelopak mata cowong
- Saat menangis, air Absorpsi makanan
mata berkurang/sedikit
Diare
- Turgor kulit menurun
Rabu, 10 - Anak cenderung Kehilangan cairan
Juli 2013 mengantuk berlebihan melalui feses
- CRT 2 detik
- BAB terakhir jam Kekurangan volume
04.00 WIB cairan
- TTV:
TD: 95/66 mmHg
RR: 30x/menit
Nadi: 120x/menit
Suhu: 36,90C

Rabu, 10 S: - Ibu mengungkapkan Diare Kurang


Juli 2013 tahu tentang penyakit pengetahuan orang
anaknya yaitu diare, tetapi MRS tua
ibu tidak mengetahui
Informasi yang kurang
penyebab dari anaknya
terkena diare dan Kurang pengetahuan
penanganannya serta tidak orang tua
tahu cara mencegah diare.
- Ibu mengungkapkan
cara mencuci botol
minum dan peralatan
makan bayi hanya
dicuci dengan air

29
PDAM dan tidak
direndam dengan
menggunakan air
panas, terdapat
banyak tumpukan
sampah yang tidak
tertutup.
O:-
S: ibu mengungkapkan Gastroenteritis (GE) Ansietas (Orang
sangat khawatir Tua)
terhadap keadaan MRS
anaknya saat berada di
Hospitalisasi
rumah sakit, ibu ingin
anaknya dapat segera Kecemasan pada orangtua
dibawa pulang ke
Rabu, 10
Juli 2013
rumah. Ansietas (Orang Tua)
O: - ibu selalu bertanya
tentang keadaan
anaknya
- kapan anaknya boleh
pulang
- An. M masih berak
cair

DIAGNOSA KEPERAWATAN

No Diagnosa Keperawatan
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan pengeluaran cairan
melalui feses akibat diare ditandai dengan ubun-ubun cekung, kelopak mata
1
cowong, saat menangis, air mata berkurang/sedikit, turgor kulit kembali dalam
waktu 3 detik, anak cenderung mengantuk, CRT 2 detik.
Kurang pengetahuan pada orang tua berhubungan dengan kurangnya informasi
yang didapat tentang diare ditandai dengan ibu mengungkapkan tahu tentang
penyakit anaknya yaitu diare, tetapi ibu tidak mengetahui penyebab dari anaknya
2 terkena diare serta penanganannya, ibu menanyakan tentang penyebab anaknya
diare dan penangannya, Ibu mengungkapkan cara mencuci botol minum dan
peralatan makan bayi hanya dicuci dengan air PDAM dan tidak direndam dengan
menggunakan air panas, terdapat banyak tumpukan sampah yang tidak tertutup.
Ansietas (orang tua) berhubungan dengan kondisi anaknya ditandai dengan ibu
mengungkapkan sangat khawatir terhadap keadaan anaknya(, An. M masih berak
3
cair), ibu ingin anaknya dapat segera dibawa pulang ke rumah, ibu selalu bertanya
tentang keadaan anaknya, kapan anaknya boleh pulang

30
INTERVENSI, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Hari/ Diagnosa Perencanaan


Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi Formatif Evaluasi Sumatif Paraf
tgl Keperawatan
Rabu 10 Kekurangan Anak 1) jelaskan 1) kekurangan 1) Jam 08.30 Tanggal 10/07/13 Tanggal 13/07/13 Franky
Juli 2013 volume cairan menunjukkan penyebab voleme cairan Memberi Pkl 14.00 pkl. 12.30
berhubungan kekurangan kekurangan terjadi karena penjelasan S: ibu S: ibu
dengan volume cairan volume cairan peningkatan kepada keluaga mengungkapkan mengungkapkan
peningkatan teratasi setelah pengeluaran pasien bahwa diare anak anak BAB 1 kali
pengeluaran dilakukan cairan melalui kekurangan berkurang. lembek.
cairan melalui tindakan feses akibat voleme cairan O:
feses akibat diare keperawatan diare terjadi karena - Anak BAB O:
ditandai dengan selama 1x24 jam peningkatan cair tanpa - Anak tampak
ubun-ubun dengan kriteria pengeluaran ampas di lemah
cekung, kelopak hasil : cairan melalui pampers - Tanggal 12-13
mata cowong, - Ubun-ubun BAB cair akibat - Mata cowong, juli 2013 An.
saat menangis air datar diare. turgor kulit M BAB 1 kali
mata - Kelopak mata 2) Jelaskan pada 2) Masukan 2) menjelaskan kembali dalam konsistensi
berkurang/sedikit, tidak cowong pentingnya cairan yang kepada orang 3 detik, lembek
turgor kulit - Turgor kulit masukan adekuat dapat tua (ibu) mukosa bibir - BAK 3 kali
kembali dalam kembali dalam cairan yang mengganti pentingnya lembab, ubun- - Anak minum
waktu 3 detik, waktu <2 adekuat cairan yang pemberian ubun cekung, ASI
anak cenderung detik hilang akibat masukan cairan CRT 2 detik, - Kelopak mata
mengantuk, CRT - CRT 1 detik diare. pada anak yang TD 101/73, tidak cowong,
2 detik. - BAK normal sedang diare Nadi mukosa bibir
(1-2 yaitu melalui 142x/menit, lembab, ubun-
ml/kgBB/jam) infuse dan Suhu 370C ubun datar,
- TTV dalam minum yang - A: masalah CRT 1 detik)
batas normal cukup. belum teratasi. - Perut tidak
(suhu 36,50 C- 3) Jelaskan 3) Penjelasan yang 3) Menjelaskan - P: kembung
37,40 C, TD kepada cukup akan tentang 1. intervensi no 1 - Turgor kulit
95/65 mmHg, keuarga meningkatkan pemberian dan 2 kembali dalam

31
Nadi 90- pasien tentang pemahaman terapi cairan D5 dihentikan 1 detik
155x/menit) tindakan yang pasien serta ¼ salin yang 2. intervensi no - TD
akan meningkatkan befungsi untuk 3,4 dan 5 95/55,Nadi
dilakukan. kemampuan mengganti dilanjutkan 126x/menit,
pasien untuk cairan suhu 37,20C
kooperatif danelektrolit - Akral hangat,
terhadap (garam tubuh) nadi kuat
tindakan yang dan obat anti A: masalah
diberikan diare. teratasi

4) Kolaborasi 4) Zincpro syrup


dengan dokter sebagai 4) Jam 08.00
dalam prebiotik untuk - Memberikan
pemberian menjaga Zincpro syrup
- Terapi D5 ¼ kesehatan ½ sendok teh
salin pencernaan, (2,5cc)
- Zincpro Infus D5 ¼ - menghitung
syrup 60 salin berguna tetesan infuse
mL 1x1/2 untuk 1000x15
cth (1/2 mengganti 24x60
sendok teh = cairan dan = 10 tetes/menit
2,5 cc) elektrolit pada
kondisi
dehidrasi.

5) Sebagai
5) Observasi indicator 5) Jam 11.00 dan
BAB anak keberhasilan 13.00
(konsistensi, tindakan mengobservasi
jumlah, keperawatan BAB anak dan
warna, melihat ada
frekuensi dan tanda-tanda
bau) , Ubun- dehidrasi (mata
ubun , kelopak cowong , turgor
mata, turgor kulit kembali

32
kulit, CRT dalam 3 detik,
BAK normal mukosa bibir
(1-2cc kering, ubun-
ml/kgBB/jam. ubun cekung,
CRT 2 detik,
mengukur suhu,
menghitung
nadi, mengukur
tekanan darah,

Rabu, Kurang Pengetahuan 1) Jelaskan 1) Pengertian 1) Jam 08.30 Tanggal 10/07/13 Tanggal 10/07/13 Franky
10/07/13 pengetahuan pada keluarga kepada ibu Diare dijelaskan memberikan Pkl 11.00 Pkl 14.00
orang tua bertambah tentang Diare agar keluarga penjelasan S: ibu S: ibu
berhubungan tentang penyakit meliputi pasien lebih tentang mengungkapkan mengungkapkan
dengan kurangnya anaknya setelah (pengertian, paham lagi penyakit adalah sudah tahu sudah tahu
informasi yang diberi 2 kali penyebab, tentang diare kondisi tentang: tentang:
didapat tentang penjelasan tanda gejala dimana terjadi - pengertian diare - pengertian diare
diare ditandai dengan dan, frekuensi BAB adalah suatu adalah suatu
dengan ibu kriteria hasil: pencegahan) kondisi BAB kondisi BAB
yang tidak
mengungkapkan 1) Ibu mampu lebih dari 3 kali lebih dari 3 kali
tahu tentang menjelaskan - Penyebab diare
normal (lebih sehari. sehari.
penyakit anaknya kembali dijelaskar agar dari 3 kali - penyebab diare - penyebab diare
yaitu diare, tetapi pengertian keluarga sehari) adalah karena adalah karena
ibu tidak diare mencegah infeksi, karena infeksi, karena
mengetahui 2) Ibu mampu terjadinya diare - Diare bakteri, karena bakteri, karena
penyebab dari menjelaskan disebabkan makanan yang makanan yang
anaknya terkena kembali karena infeksi, basi, temapt basi
diare serta penyebab bakteri, cacing sampah yang - tanda dan gejala
penanganannya, diare - Tanda dan (parasit) dan tidak ditutup, cara diare adalah:
ibu menanyakan 3) Ibu mampu gelaja diare makanan yang sterilkan botol panas tinggi,
tentang penyebab menjelaskan dijelaskan agar sudah basi, susu yang tidak mual, muntah,
anaknya diare dan kembali tanda keluarga dapat sampah yang benar bab lebih dari 4
penangannya, Ibu dan gejala menangani tidak ditutup, kali sehari
mengungkapkan diare lebih dini agar cara sterilkan - pencegahan
cara mencuci 4) Ibu mampu tidak jatuh pada botol susu yang diare adalah
tidak benar

33
botol minum dan menjelaskan komplikasi - diare ditandai mencuci tangan
peralatan makan kembali yang lebih dengan buang - tanda dan gejala setelah buang air
bayi hanya dicuci pencegahan lanjut air besar yang diare adalah: besar, sebelum &
dengan air PDAM diare - Pencegahan cair lebih dari 4 panas tinggi, sesudah
dan tidak diare dijelaskan kali,demam,mu mual, muntah, menyiapkan
direndam dengan agar tidak al dan muntah. bab lebih dari 4 makanan atau
menggunakan air terjadi kali sehari minuman,
panas, terdapat kekambuhan menutup makanan
banyak tumpukan berulang . dan minuman,
sampah yang selalu minum air
tidak tertutup. bersih dan yang
pencegahan dari sudah dimasak,
diare meliputi cuci - pencegahan enjaga kebersihan
tangan aseptic diare adalah diri, menjaga
(mencucui tangan mencuci tangan kebersihan
dengan teknik setelah buang air lingkungan:
aseptic di bawah air besar, sebelum & rumah, saluran
mengalir dan sesudah air, sampah
menggunakan menyiapkan dibuang pada
sabun yang makanan atau tempatnya dan
mengandung minuman, tempat sampah
antiseptik) setelah menutup makanan selalu ditutup,
buang air besar, dan minuman, membuang tinja
sebelum & sesudah selalu minum air termasuk tinja
menyiapkan bersih dan yang bayi pada
makanan atau sudah dimasak, jamban/WC,
minuman, menutup enjaga kebersihan makan makanan
makanan dan diri, menjaga yang bergizi,
minuman, mencuci kebersihan botol susu di cuci
2) Leaflet dapat makanan/sayuran lingkungan: bersih setelah itu
memberikan sebelum dimasak, rumah, saluran di rebus di air
informasi secara selalu minum air air, sampah mendidih selama
tertulis tentang bersih dan yang dibuang pada 5-10 menit.
penyakit Diare sudah dimasak, tempatnya dan
enjaga kebersihan tempat sampah

34
diri, menjaga selalu ditutup, O:-
kebersihan membuang tinja
lingkungan: rumah, termasuk tinja A: Masalah
saluran air, sampah bayi pada teratasi.
dibuang pada jamban/WC,
tempatnya dan makan makanan
3) Mengetahui tempat sampah yang bergizi,
sejauh mana selalu ditutup, botol susu di cuci
pengetahuan membuang tinja bersih setelah itu
yang telah termasuk tinja bayi di rebus di air
dijelaskan dan pada jamban/WC, mendidih selama
dimiliki makan makanan 5-10 menit.
keluarga pasien yang bergizi, botol
susu di cuci bersih O:-
setelah itu di rebus
di air mendidih A: Masalah
selama 5-10 menit. teratasi.
2) Berikan leaflet
tentang Diare 2) Jam 09.00
yang berisi Memberikan
tentang: ibu leaflet agar
- Pengertian ibu dapat lebih
Diare memahami
- Penyebab tentang diare
Diare
- Bahaya Diare
- Cara
pencegahan
- Penanganan
awal diare
3) Observasi 3) Jam 11.00
tingkat menanyakan
pengetahuan kembali tentang
orang tua pengertian
diare, penyebab

35
diare, tanda dan
gejala diare,
serta
pencegahan
diare
Rabu, 10 Ansietas (orang Kecemasan orang 1) Jelaskan 1) Penjelasan 1) Jam 08.00
Tanggal Tanggal Franky
Juli 2013 tua) berhubungan tua berkurang kepada ibu tentang kondisi menjelaskan 10/07/2013 jam 10/07/2013 jam
dengan kondisi setelah dilakukan tentang yang diberikan kepada ibu bahwa 11.00 WIB 14.00 WIB
anaknya ditandai tindakan kondisi dapat kondisi anak saatS: ibu S: ibu
dengan ibu keperawatan anaknya membantu ini masih diare, mengungkapkan mengungkapkan
mengungkapkan selama 1x menambah tetapi sudah ada tidak cemas lagi tidak cemas lagi
sangat khawatir pertemuan dengan pengetahuan perubahan yaitu dan ibu dan ibu
terhadap keadaan kriteria hasil: dan mengurangi diare anak cair mengungkapkan mengungkapkan
anaknya(, An. - Ibu kecemasan dan ada
sudah mengerti sudah mengerti
M masih berak mengungkapk ampasnya, dan
tentang tentang
cair), ibu ingin an tidak cemas frekuensinya jugapenjelasan yang penjelasan yang
anaknya dapat lagi atau sudah berkurang diberikan tentang diberikan tentang
segera dibawa cemas dapat (3 kali) kondisi anaknya kondisi anaknya
pulang ke rumah, berkurang yaitu anak saat ini yaitu anak saat ini
ibu selalu - Ibu tampak masih diare, tetapi masih diare, tetapi
bertanya tentang tenang sudah ada sudah ada
keadaan anaknya, perubahan yaitu perubahan yaitu
kapan anaknya diare anak cair diare anak cair
boleh pulang 2) Beri health 2) Sebagai upaya 2) Jam 12.00 dan ada dan ada
education alih informasi menganjurkan ampasnya, dan ampasnya, dan
tentang dan mendidik ibu untuk dan frekuensinya dan frekuensinya
makanan yang keluarga agar memberikan juga sudah juga sudah
boleh mandiri dalam makanan yang berkurang (3 kali) berkurang (3 kali)
diberikan dan mengatasi sudah disediakan
makanan yang masalah oleh petugas RS O: O:
tidak boleh kesehatan. dan - ibu pasien - ibu pasien
diberikan menganjurkan tidak tidak
untuk tidak bertanya-tanya bertanya-tanya
memberikan lagi tentang lagi tentang
susuformula yang kondisi kondisi

36
bukan susu anaknya anaknya
khusus pada diare A: A:
pasien. Masalah teratasi Masalah teratasi
P:
3) Bina 3) meningkatkan 3) Mengajak Intervensi
hubungan rasa nyaman orangtua untuk dihentikan
saling percaya pada keluarga bercerita tentang
dengan kondisi anaknya
orangtua dalam upaya
dengan sering mengurangi rasa
kontak dengan cemas pada
orangtua orangtua.

4) Observasi 4) Jam 14.00


tingkat 4) Indikator Menanyakan
kecemasan ibu keberhasilan kepada ibu
tindakan bagaiman
keperawatan perasaan ibu saat
ini tentang
kondisi yang
dialami anaknya.

37
CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/
Diagnosa Keperawatan SOAPIE Paraf
Tanggal
Kamis, 11 Kekurangan volume cairan Jam 08.00 Franky
Juli 2013 berhubungan dengan S: ibu mengungkapkan anak masih
peningkatan pengeluaran diare 4 kali cair warna kuning
cairan melalui feses akibat kehijauan
diare ditandai dengan ubun-
ubun cekung, kelopak mata O:
cowong, saat menangis air - Anak tampak lemah
mata berkurang/sedikit, turgor - Tanggal 10-11 juli 2013 BAB 4 kali
kulit kembali dalam waktu 3 cair kuning kehijauan
detik, anak cenderung - An. M BAK 3 kali mulai jam 3.00 –
mengantuk, CRT 2 detik. 07.00
- Anak muntah setelah minum obat
- Anak minum ASI
- Ada tanda-tanda dehidrasi yaitu
kelopak mata cowong, mukosa bibir
kering, ubun-ubun datar, CRT 2
detik)
- Nadi 135x/menit, suhu 36,70C
- Akral hangat, nadi kuat
A: masalah teratasi sebagian
P:
- Intervensi tambahan: kolaborasi dalam
pemberian Vit A 50.000 iu IM,
Intervensi tambahan: infuse Terapi D5
¼ salin turun menjadi 500cc/24jam
- intervensi 2 dan 3 dilanjutkan
I:
1. Jam 08.00
- Memberikan Syrup Zincpro ½
sendok teh (2,5 cc)
- Jam 08.00 mengatur tetesan infuse
(jumlah cairan x faktor tetesan
Jam x 60 menit)
500 15
24 60
= 6 tetes/menit
2. Jam 12.00
- Memberikan Vit A 50.000 iu IM
- Menugkur TTV (TD, Nadi, Suhu)
3. Jam 13.00
- Observasi BAB anak (konsistensi,
jumlah, warna, frekuensi dan bau)
dan tanda-tanda dehidrasi(kelopak
mata, turgor kulit, ubun-ubun,CRT).
4.
5. E: Jam 14.00
6. Ibu mengungkapkan diare anak berkurang,
anak BAB cair tanpa ampas di pampers,

38
kelopak mata cowong berkurang, turgor
kulit kembali dalam 1 detik, mukosa bibir
lembab, CRT 2 detik, TTV (TD 96/55
mmHg, Nadi 125x/menit, suhu 36,70C)

Jumat, 12 Kekurangan volume cairan Jam 08.00 Franky


Juli 2013 berhubungan dengan S: ibu mengungkapkan anak masih diare
peningkatan pengeluaran 2kali cair dan sisa ampas warna
cairan melalui feses akibat kekuningan
diare ditandai dengan ubun- O:
ubun cekung, kelopak mata - Anak tampak lemah
cowong, saat menangis air - Tanggal 11-12 juli 2013 An. M BAB
mata berkurang/sedikit, turgor 2kali cair dan sisa ampas warna
kulit kembali dalam waktu 3 kekuningan
detik, anak cenderung - BAK 4 kali
mengantuk, CRT 2 detik. - Anak muntah setelah minum obat
- Anak minum ASI
- Kelopak mata cowong berkurang,
mukosa bibir lembab, ubun-ubun datar,
CRT 2 detik)
- Perut tidak kembung
- Nadi 123x/menit, suhu 36,50C
- Akral hangat, nadi kuat
A: masalah teratasi sebagian
P: Intervensi 2 dan 3 dilanjutkan
I:
1. Jam 08.00
- Memberikan Syrup Zincpro ½ sendok
teh (2,5 cc).
- Jam 08.00 mengatur tetesan infuse
(jumlah cairan x faktor tetesan
Jam x 60 menit)
500 15
24 60
= 6 tetes/menit
2. Jam 11.00
- Observasi BAB anak (konsistensi,
jumlah, warna, frekuensi dan bau) dan
tanda-tanda dehidrasi (kelopak mata,
turgor kulit, ubun-ubun,CRT).
3. Jam 13.00
- Observasi BAB anak (konsistensi,
jumlah, warna, frekuensi dan bau) dan
tanda-tanda dehidrasi (kelopak mata,
turgor kulit, ubun-ubun,CRT).
7.
8. E: Jam 14.00
9. - Ibu mengungkapkan diare anak
berkurang, anak BAB cair sisa ampas
warna kekuningan, kelopak mata cowong
berkurang, turgor kulit kembali dalam 1
detik, mukosa bibir lembab, CRT 2 detik

39
,TTV (TD 96/56 mmHg, Nadi 122x/menit,
suhu 36,90C)

Sabtu, 13 Kekurangan volume cairan Jam 08.00 Franky


Juli 2013 berhubungan dengan S: ibu mengungkapkan anak BAB 1 kali
peningkatan pengeluaran lembek.
cairan melalui feses akibat
diare ditandai dengan ubun- O:
ubun cekung, kelopak mata - Anak tampak lemah
cowong, saat menangis air - Tanggal 12-13 juli 2013 An. M BAB 2
mata berkurang/sedikit, turgor kali konsistensi lembek
kulit kembali dalam waktu 3 - BAK 3 kali
detik, anak cenderung - Anak minum ASI
mengantuk, CRT 2 detik. - Kelopak mata tidak cowong, mukosa
bibir lembab, ubun-ubun datar, CRT 1
detik)
- Perut tidak kembung
- Turgor kulit kembali dalam 1 detik
- TD 93/54,Nadi 120x/menit, suhu
36,50C
- Akral hangat, nadi kuat
A: masalah teratasi
P:- intervensi 1-3 dihentikan, intervensi 4-5
dilanjutkan
- Menyiapkan pesanan pulang untuk
perawatan di rumah
- Infuse stop
I:
1. Jam 08.00
- Memberikan Syrup Zincpro ½ sendok
teh (2,5 cc) dan paracetamol 75 mg
- Jam 08.00 mengatur tetesan infuse
(jumlah cairan x faktor tetesan
Jam x 60 menit)
500 15
24 60
= 6 tetes/menit
2. Jam 11.00
- Observasi BAB anak (konsistensi, jumlah,
warna, frekuensi dan bau) dan tanda-tanda
dehidrasi (kelopak mata, turgor kulit, ubun-
ubun,CRT).
3. Jam 12.00
- Observasi BAB anak (konsistensi,
jumlah, warna, frekuensi dan bau) dan
tanda-tanda dehidrasi (kelopak mata,
turgor kulit, ubun-ubun,CRT).
- Memberi nasehat pada keluarga untuk
perawatan di rumah: kontrol pada hari
senin tanggal 15 juli 2013 di poli anak
RSK St. Vincentius a Paulo, diit
lunak (nasi tim), tidak

40
mengkonsumsi makanan yang pedas,
asam, dan berminyak, selama 3 hari
anak bedrest total, menjaga
kebersihan lingkungan (buang
sampah pada tempatnya, sampah
selalu ditutup, botol susu di cuci
bersih setelah itu di rebus di air
mendidih selama 5-10 menit, selalu
mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan) Terapi obat-obatan
di rumah : Paracetamol 75 mg bila
anak panas, Zincpro 20 mg 1x½
sendok teh (2,5cc)
E:
1. Jam 12.30
- ibu mengungkapkan anak bab 1 kali
lembek, kelopak mata tidak cowong,
turgor kulit kembali dalam 1 detik,
mukosa bibir lembab, CRT 1detik, TD
95/55,Suhu 37,20C, 126x/menit.
2. Jam 12.30
- Pasien KRS

41

Anda mungkin juga menyukai