0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan21 halaman

DPLH Puskesmas Simpang Kiri

Dokumen ini berisi tentang penjelasan mengenai profil Puskesmas Simpang Kiri di Aceh Tamiang. Terdapat informasi tentang lokasi, fasilitas, jumlah tenaga kerja, pelayanan, struktur organisasi, dan tugas-tugas pimpinan dan staf puskesmas.

Diunggah oleh

Random Edit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan21 halaman

DPLH Puskesmas Simpang Kiri

Dokumen ini berisi tentang penjelasan mengenai profil Puskesmas Simpang Kiri di Aceh Tamiang. Terdapat informasi tentang lokasi, fasilitas, jumlah tenaga kerja, pelayanan, struktur organisasi, dan tugas-tugas pimpinan dan staf puskesmas.

Diunggah oleh

Random Edit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (DPLH)

PUSKESMAS SIMOANG KIRI


Dosen : Dwi Yuliani S.Si.M.Si

Di susun oleh :
M IKHLASUL AL IMAN
NAZWA SITI RAMAYANI
SHINTYA MARSHA
FAHIRA HARDA BALQIS
SALSABILA ARMITA
DAFFA AZIZI PROBANGGAS

PRODI S-1 KESEHATAN LINGKUNGAN


STIKes BUSTANUL ULUM LANGSA
TAHUN AJARAN 2020/2021
Puskesmas Simpang kiri

Puskesmas Simpanag Kiri sudah beroprasi sejak tahun 2007 karena adanya pemekaran dari
kecamatan kejuruan muda.

Deskripsi tentang usaha/Kegiatan

a. Jenis Usaha/Kegiatan : Puskesmas Simpang Kiri


b. Alamat Usaha/Kegiatan
: Kampung Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten
Aceh Tamiang, Provinsi Aceh
c. Skala Usaha/Kegiatan
- Luas Usaha/Kegiatan : ± 398, 28 m²
- Jumlah Kamar : 3 Ruang kamar pasien
- Jumlah bed : 9 Bed
d. Penggunaan Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang bekerja pada Puskesmas Simpang Kiri sebanyak 80 orang.
Jumlah Tenaga Kerja di Puskesmas simpang kiri dapat dilihat pada table 3.3
DEKSKRIPSI USAHA/KEGIATAN

Kegiatan Utama Puskesmas Simpag Kiri

Penggunaan Lahan

Penggunaan Lahan Puskesmas Simpang Kiri berada pada sebidang tanah darat
seluas 398,28 m². Lahan tersebut adalah milik pemerintah kabupaten Aceh Tamiang.

Pelayanan Puskesmas Simpang Kiri

Puskesmas Simpang Kiri merupakan fasilitas kesehatan yang multi pelayanan


kesehatan serta kegiatan penunjang medis lainnya seperti :

- Peayanan MTBS dan anak


- Rawat inap
- Rawat jalan
- IGD
- PONED
- Lab
- Poli Gigi dan Mulut
- Poli KIA / KB
- Apotek
- Pelayanan umum
- Konseling Gizi

Jumlah Pasien

Jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan pada Puskesmas Simpang Kiri di


sesuaikan pada jam kerja unit pelayanan Poli klinik selama 8 jam, Persalinan dan
rawat inap selama 24 jam. Setiap harinya pasien poli klinik sebanyak 30-40 orang/hari
atau 1020/bulan. Pasien rawat inap rata-rata 2-3 orang/hari

Saranana Pendukung

Sarana pendukung puskesmas simpang kiri seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL), Tower Air, Areal Parkir, Ambulance, Puskesmas Keliling, Rumah Dokter,
Rumah Tenaga Medis, dan Rumah genset.
VISI DAN MISI / TUJUAN PERUSAHAAN
Visi

Puskesmas merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang mempunyai


peran untuk memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya, dan membina masyarakat dalam bidang kesehatan.

Misi

1. Meningkatkan kualitas manajemen pelayanan Kesehatan


2. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan Kesehatan
3. Meningkatkan Ketrampilan dan Profesinalisme Tenaga Kesehatan

Issue terkait usaha/kegiatan (Eksternal/Internal)

Limbah pembuangan dan B3


Penularan Penyakit kepada masyarakat sekitar Puskesmas
Memahami kebutuhan & harapan pihakrkepentingan

Pihak berkepentingan Kebutuhan dan harapan


Karyawan Karyawan / Petugas kesehatan diharapkan
memberikan pelayanan kepada individu,
kelompok dan masyarakat dalam upaya
peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit, penyembuhan penyakit dan
pemuliahn kesehatan.
Pemerintah Puskesmas berharap pemerintah dapat
memberikan dukungan atau bantuan untuk
puskesmas agar puskesmas dapat melayani
masyarakat dengan baik
Pasien Pasien berharap puskesmas memberikan
pelayanan terbaik pada setiap pasiennya
Struktur Organisasi

Kepala UPDT Puskesmas


Arni Meiliani, SKM

Kepala Sub Bagian Tata Usaha


Purwono, S.Kep

Sistem Informasi Kesehatan Penanggung Jawab UKM


Dahlia Maisuri Latifah Isnaini, Amd.Keb

UKM Pembangunan
Kepegawaian Dana Ristia Utami, A.Md Kep
Nani. SE

UKP, Kefarmasian dan Lab


dr. Melania Friskayana
Keuangan
Anita, Amd. Kep
Jaringan Pelayanan Puskesmas
Nuraini, Am.Keb

Rumah Tangga
Nurasiah, A.Md.Kep Prasarana dan Peralatan
Nurasiah, A.Md Keb

Mutu
Dr. Elfiani
Keterangan Nama Jabatan Serta Tanggung Jawab:

 Kepala Puskesmas mempunyai tugas : mengkoordinasikan pelaksanaan urusan Dinas


Kesehatan, dengan menyusun kebijakan teknis, melakukan pembinaan, pengendalian
dan memberikan fasilitasi terhadap pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan,
kesehatan keluarga serta promosi dan kesehatan lingkungan; mempertanggung
jawabkan dan melaporkan hasil kinerja dinas kepada Kepala Dinas Kesehatan.
Uraian tugas sebagaimana dimaksud adalah :
- Menyusun dan merencanakan rencana operasional pembinaan puskesmas yang
meliputi program dan kegiatan puskesmas berdasarkan petunjuk teknis
kegiatan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
- Mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan urusan Dinas Kesehatan yang
menjadi tugas pokok dan fungsi puskesmas berdasarkan petunjuk teknis
kegiatan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
- Mengendalikan pelaksanaan urusan Dinas Kesehatan yang menjadi tugas
pokok dan fungsi puskesmas berdasarkan petunjuk teknis kegiatan untuk
kelancaran pelaksanaan tugas.
- Menyelenggarakan dan atau memfasilitasi kerja sama dengan satuan kerja
perangkat daerah, instansi, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya
dalam pelaksanaan urusan Dinas Kesehatan sesuai dengan Renja dan Renstra
Puskesmas agar terlaksananya program kesehatan di daerah.
- Mengevaluasi dan menilai secara periodik hasil-hasil pelaksanaan urusan
Dinas Kesehatan yang menjadi tugas pokok dan fungsi puskesmas
berdasarkan peraturan dan prosedur yang berlaku agar diperoleh hasil kerja
yang benar dan akurat.
- Mengendalikan perencanaan, pemanfaatan serta pencatatan anggaran dan
kekayaan daerah pada Puskesmas berdasarkan DPA Puskesmas sebagai acuan
anggaran pelaksanaan seluruh kegiatan Puskesmas.
- Melaksanakan pembinaan sikap perilaku dan disipilin pegawai, peningkatan
kompetensi dan penilaian kinerja setiap pegawai, selaku individu dan dalam
organisasi Puskesmas dalam urusan pemerintah daerah di bidang kesehatan
berdasarkan peraturan – peraturan tentang disiplin pegawai agar tercipta
situasi kerja yang kondusif.
- Menyajikan dan melaporkan akuntabilitas hasil kinerja dan hasil penilaian
kinerja, sebagai suatu pertanggungjawaban kepala puskesmas dalam
pelaksanaan urusan Dinas Kesehatan sesuai petunjuk pelaksanaan pekerjaan
agar tercapai tingkat kinerja yang diharapkan.
- Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan agar terbagi habis.
- Melaksanakan tugas lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan di
bidang kesehatan sesuai dengan situasi yang terjadi agar tercipta situasi yang
kondusif dibidang kesehatan.
- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan sesuai
dengan perintah yang diberikan baik secara lisan maupun tulisan untuk
menciptakan situasi yang kondusif di bidang kesehatan.
 Kepala sub bagian tata usaha Puskesmas mempunyai tugas membantu
mengkoordinasikan pelaksanaan urusan Dinas Kesehatan, sesuai tugas pokok dan
fungsi puskesmas, dengan mensinergikan perencanaan dan pelaksanaan
programkegiatan di setiap program puskesmas, yang mencakup pemberantasan
penyakit, pelayanan kesehatan, kesehatan keluarga serta promosi dan kesehatan
lingkungan; membina dan mengendalikan pelaksanaan pelayanan ketatalaksanaan
perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, penilaian kinerja dan pelaporan;
serta mempertanggungjawabkan dan melaporkan hasil kinerja tata usaha puskesmas
kepada kepala puskesmas sesuai pedoman dan petunjuk yang telah ditetapkan.
 Keuangan mempunyai tugas melaksanakan tugas memberikan pelayanan administrasi
keuangan di puskesmas.
Uraian tugas Tenaga Bendahara Keuangan Puskesmas adalah :
- Mencatat arus penerimaan dan pengeluaran keuangan puskesmas dalam buku
kas umum.
- Mendokumentasikan rincian penerimaan dan pengeluaran keuangan dalam
buku kas bantu.
- Mendistribusikan pengeluaran keuangan dalam buku kas bantu.
- Menerima dan mencatat hasil penerimaan retribusi puskesmas kepada
bendahara kabupaten.
- Menyetor hasil penerimaan retribusi puskesmas kepada bendahara kabupaten.
- Merekap dan mendokumentasikan laporan bulanan penerimaan dan
pengeluaran retribusi puskesmas.
- Membuat dan mendokumentasikan perencanaan anggaran dan realisasi
penggunaan dana operasional puskesmas.
- Membuat SPJ atas realisasi penggunaan dana operasional puskesmas.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan keuangan
puskesmas mingguan.
- Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan baik lisan maupun tertulis
sesuai hasil kerja sebagai pertanggungjwaban tugas.
- Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
 Prasarana dan Peralatan
tenaga Prasarana dan Peralatan Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan tugas
memberikan pelayanan administrasi pengelolaan barang di puskesmas.

Uraian tugas Tenaga Prasarana dan Peralatan adalah :


- Mengelola Barang yang ada di puskesmas.
- Mengkoordinasikan tata cara Prosedur Penyaluran Barang.
- Melaksanakan Pemeliharaan Barang yang di pelihara dalam kartu
Pemeliharaan.
- Mengkoordinasikan tentang syarat –syarat Pengadaan Barang.
- Penatausahaan barang milik daerah.
- Mengamankan Barang yang ada di puskesmas.
- Membuat laporan baik berkala/periodik sesuai hasil kegiatan sebagai bahan
masukan.
- Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran
pelaksanaan tugas.
DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PUSKESMAS SIMPANG KIRI

MATRIKS PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


DAMPAK
ASPEK LINGKUNGAN KRITERIA ASPEK PENTING TOTAL STATUS
No
LINGKUNGAN DAN
POTENSIAL KT KD SD DK DKD
Sikap dan
Rekruitmen Persepsi
1 10 1 1 5 1 18 Penting
Kerja Masyarakat

Peningkatan
Rekruitmen Cukup
2 Pendapatan 10 1 1 1 1 14
Kerja Penting
Masyarkat
Operasional
Puskesmas:
-Rawat Jalan
Penurunan
-IGD
Estetika
-Rawat Inap
Lingkungan
- Sangat
3 akibat 10 5 3 3 1 22
Laboratorium Penting
Peningkatan
-Farmasi
Sampah
-Kebidanan
Domestik
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
Operasional
Puskesmas:
-Rawat Jalan
-IGD
-Rawat Inap
Penurunan
-
4 Kualitas Air 3 3 5 3 5 19 Penting
Laboratorium
Permukaan
-Farmasi
-Kebidanan
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
5 Operasional Penurunan 3 3 1 1 1 9 Tidak
Puskesmas: Kualitas Penting
-Rawat Jalan Lingkungan
-IGD
-Rawat Inap
-
Laboratorium
-Farmasi
-Kebidanan
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
Penurunan
Estetika
Aktifitas Lingkungan
Sangat
6 Kantor dan akibat 10 3 1 3 5 21
Pentinng
Dapur Peningkatan
sampah
domestik
7 Operasional Penurunan 1 1 3 1 1 7 Tidak
Instalasi Kualitas Air Penting
Pengolaan Air
Limbah (IPAL)
Penurunan
Operasional
Kualitas
Instalasi Tidak
8 Udara dan 1 1 1 1 1 5
Pengolaan Air Penting
Peningkatan
Limbah (IPAL)
Kebisingan
Operasional Banyaknya
Instalasi keadaan
9 3 3 3 5 3 17 Penting
Pengolaan Air darurat yang
Limbah (IPAL) terjadi
Operasional
Jumlah
Instalasi Cukup
10 tenaga kerja 10 1 1 1 1 14
Pengolaan Air Penting
80 orang
Limbah (IPAL)
Operasional
Penurunan
Instalasi Tidak
11 Kesehatan 1 1 1 1 1 5
Pengolaan Air Penting
Masyarakat
Limbah (IPAL)
Operasional Potensi
Instalasi terjangkit Sangat
12 10 10 10 5 3 38
Pengolaan Air penyakit Penting
Limbah (IPAL) menular
DOKUMEN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PUSKESMAS SIMPANG KIRI

MATRIKS PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


DAMPAK
ASPEK LINGKUNGAN KRITERIA ASPEK PENTING TOTAL STATUS
No
LINGKUNGAN DAN
POTENSIAL KT KD SD DK DKD
Sikap dan
Rekruitmen Persepsi
1 10 1 1 5 1 18 Penting
Kerja Masyarakat

Peningkatan
Rekruitmen Cukup
2 Pendapatan 10 1 1 1 1 14
Kerja Penting
Masyarkat
Operasional
Puskesmas:
-Rawat Jalan
Penurunan
-IGD
Estetika
-Rawat Inap
Lingkungan
- Sangat
3 akibat 10 5 3 3 1 22
Laboratorium Penting
Peningkatan
-Farmasi
Sampah
-Kebidanan
Domestik
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
Operasional
Puskesmas:
-Rawat Jalan
-IGD
-Rawat Inap
Penurunan
-
4 Kualitas Air 3 3 5 3 5 19 Penting
Laboratorium
Permukaan
-Farmasi
-Kebidanan
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
5 Operasional Penurunan 3 3 1 1 1 9 Tidak
Puskesmas: Kualitas Penting
-Rawat Jalan Lingkungan
-IGD
-Rawat Inap
-
Laboratorium
-Farmasi
-Kebidanan
dan Penyakit
Kandungan
-Laundry
Penurunan
Estetika
Aktifitas Lingkungan
Sangat
6 Kantor dan akibat 10 3 1 3 5 21
Pentinng
Dapur Peningkatan
sampah
domestik
7 Operasional Penurunan 1 1 3 1 1 7 Tidak
Instalasi Kualitas Air Penting
Pengolaan Air
Limbah (IPAL)
Penurunan
Operasional
Kualitas
Instalasi Tidak
8 Udara dan 1 1 1 1 1 5
Pengolaan Air Penting
Peningkatan
Limbah (IPAL)
Kebisingan
Operasional Banyaknya
Instalasi keadaan
9 3 3 3 5 3 17 Penting
Pengolaan Air darurat yang
Limbah (IPAL) terjadi
Operasional
Jumlah
Instalasi Cukup
10 tenaga kerja 10 1 1 1 1 14
Pengolaan Air Penting
80 orang
Limbah (IPAL)
Operasional
Penurunan
Instalasi Tidak
11 Kesehatan 1 1 1 1 1 5
Pengolaan Air Penting
Masyarakat
Limbah (IPAL)
Operasional Potensi
Instalasi terjangkit Sangat
12 10 10 10 5 3 38
Pengolaan Air penyakit Penting
Limbah (IPAL) menular
Dampak Kriteria Aspek Penting Total Status
No Aspek Lingkungan Lingkungan Aktual
Dan Potensial DK
KT KD SD DK
D
Operasional Penurunan etika
Puskesmas: lingkungan akibat
- Rawat Jalan peningkatan
sampah dosmestik. Sangat
1. - IGD 10 5 3 5 3 26
penting
- Rawat Inap
- Farmasi

Operasional Penurunan Kualitas 5 5 10 5 5


Instalasi air permukaan. Sangat
2. 30
Pengelolahan air penting
limbah (IPAL)
Operasional Penurunan kualitas 10 5 5 5 3
Instalasi udara dan Sangat
3. 28
Pengelolahan air peningkatan penting
limbah (IPAL) kebisingan.
Operasional Potensi Kecelakaan 5 3 1 3 3
Instalasi kerja. Cukup
4. 15
Pengelolahan air penting
limbah (IPAL)
Operasional Potensi terjangkit 10 5 10 5 3
Instalasi penyakit menular Sangat
5. 33
Pengelolahan air penting
limbah (IPAL)
Pihak yang
No Topik Training Frekuensi Tujuan
Training
1 Pelatihan Pertolongan -Dokter Umum Memberikan informasi
Pertama (PPGD) -Perawat yang aktual dan nyata
tentang ancaman
bahaya bencana dan
masalah kesehatan
yang terjadi pada
masyarakat di
indonesia
2 Pelatihan Basic Trauma -Perawat Untuk menangani
Cardiac Life Support kasus trauma pasien
3 Pelatihan Intensive Care Unit -Perawat Mampu memahami
(ICU) aspek dan peran
penting instalasi ICU,
Mampu
mengimplementasikan
standar pelayanan ICU
4 Pelatihan Tenaga Promosi -Penyuluh Membantu rumah
Kesehatan Dinkes Kesehatan sakit dalam
Masyarakat menerapkan prilaku
(PKM) hidup bersih melalui
perubahan
pengetahuan sikpa
dan perilaku
pasien/klien
puskesmas serta
pemeliharaan
lingkungan puskesmas
Baku
No Parameter Hasil Analisa Satuan Metode
Mutu

Tidak
1 Bau Tidak Berbau - SNI 01-3554-2006
berbau
2 Kekeruhan 2,15 - SNI 06-6989.25-2005 25
3 Warna 0,7 NTU 50
Tidak
4 Rasa Tidak Berasa Mg/L
berasa
5 PH 6,65 TCU 6,5-8,5
Suhu
6 Suhu 27,8 - Udara ±
3
7 MBAS <0,02 °C 0,05
8 TDS 119 Mg/L 1000
9 NO₃-N 0,6 Mg/L 1
10 NO₂-N 0,002 Mg/L 1
11 Kesadahan 108 Mg/L 500
12 CN 0,001 Mg/L 0,1
13 Fe 0,01 Mg/L 1
14 Mn 0,001 Mg/L 0,5
15 F 0,1 Mg/L 1,5
16 Fecal Coliform Nihil Jml/100ml
17 Total Coliform 9 Jml/100ml 50
NO ASPEK DAMPAK RESIKO DAN PERENCANAAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN PELUANG UNTUK
AKTUAL DAN MELAKUKAN
POTENSIAL TINDAKAN
1 Operasional -Penurunan estetika Resiko :  Menyediakan tempat
Puskesmas lingkungan akibat  Menyebarnya sampah di luar dan
peningkatan penykit ke dalam puskesmas
sampah domestik masyarakat sekitar  Sisa limbah
puskesmas medis/B3 di angkut
Peluang : ke depo selanjutnya
 Memberikan
pelayanan
kesehatan kepada
msyarakat

2 Aktivitas Pemupukan Penurunan Kualitas Resiko :  Pemupukan


Air Tanah  Biaya pupuk dilakukan sesuai
Parameternya: anorganik mahal. kebutuhan
TDS, Suhu, TSS, Peluang : tanaman,dilakukan
pH, N-NO2, N-NO 3  Menggunakan setelah hujan dan
, Total Pospat dan pupuk organik. kondisi tanah yang
N-N H 3 basah.
 Membuat sumur-
sumur resapan di
dalam lahan
perkebunan.

3 Tahap pemeliharaan Penurunan estetika Resiko : Menyediakan tempat


sarana dan prasarana lingkungan  Berkurangnya sampah pilah dan
Penuruan kualitas kualitas udara. tempat penampungan
udara Peluang : sementara (TPS)
 Terhindar dari sampah
kerusakan alat
medis
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup yang di DPLH ;

- Undang undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan


lingkungan hidup serta peraturan pemerintah republik Indonesia no. 27 tahun 2012
tentang ijin lingkungan serta peraturan bupati Aceh Tamiang nomor 09 2016 tentang
jenis rencana usaha atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL
- Sistematika penyususnan DPLH ini disusun berdasarkan peraturan Mentri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan 102 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan
lingkungan hidup bagi usaha atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha tapi belum
memiliki dokumen Lingkungan hidup
- Peraturan mentri kesehatan republik indonesia nomor 43 tahun 2019 tentang pusat
kesehatan masyarakat
- Undang undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan
lingkungan hidup
- Peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2009 tentang izin lingungan
- Perturan mentri lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia nomor
p.102/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2016 tentang pedoman penyusunan lingkungan
hidup bagi usaha atau kegiatan
- Baku mutu udara ambien nasional menurut : PP No.41 tahun 1999
- Kep MENLH No. 48 tahun 1996 tentang baku mutu tingkat kebisingan
- Permenkes No 32 tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan
persyaratan kesehatan air untuk kepentingan higiene sanitasi
- Peraturan mentri republik indonesia nomor 43 tahun 2019 tentang pusat kesehatan
masyarakat mengenai standar ketenangan ideal puskesmas kawasan pedesaan dan
pelayanan rawat inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT
No. Dokumen : 330/SOP/UPK-VII/II/2018
No Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 20 Febuari 2018
Halaman : 1 dari 3

UPDT PUSKESMAS Arni Meliliani, S.KM


SIMPANG KIRI NIP. 19710524 199203 002

1. Pengertian 1. Penanganan pasien gawat darurat


Upaya mengatasi keadaan gawat darurat agar
pasien tidak meninggal, memburuk keadaanya,
atau mencegah/mengurangi kecacatan
2. Pasien gawat darurat
pasien yang tiba tiba berada dalam keadaan gawat
dan terancam jiwanya atau anggota badannya
akan menjadi cacat bila tidak dapat pertolongan
pertama
2. Tujuan a. Memberikan pelayanan segera, tepat dan
cepat setiap saat kepada pasien gawat darurat
b. Menghindari pasien dari kematian, kecacatan
dan membebaskan dari penyakit akut
3. Kebijakan Surat keputusan kepala UPDT puskesmas simoang
kiri nomor 079/UKP-VII/1/2018 tentang penanganan
pasien gawat darurat
4. Referensi - Peraturan mentri kesehatan nomor 514 tahun
2015 tentang panduan praktek klinis bagi
dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer
- Peraturan pemerintah republik indonesia
nomor 43 tahun 2016 tentang pedoman
penyusunan dan penerapan standar pelayanan
minimal
5. Prosedur - Pasien datang langsung menuju ruang gawat
darurat
- Dokter melakukan anamnesa dan pemeriksaan
pada pasien
- Dokter menegakkan diagnosa
- Dokter melakukan tindakan/pengobatan pada
pasien di bantu oleh perawat
- Bila pasien memerlukan pemeriksaan
penunjang dilakukan rujukan ke rumah sakit
- Dokter membuat surat rujukan dan reseume
klinis pasien
- Proses rujukan di dampingi oleh petugas yang
berkopetensi
- Dokter memberikan informasi kepada pasien
mengenai kondisi pasien, rencana tindakan,
rencana pengobatan, alasan dirujuk.
- Pasien atau keluarga mendaftar ke loket
pendaftaran
- petugas memberikan obat pasien

Anda mungkin juga menyukai