Anda di halaman 1dari 8

UJIAN TENGAH SEMESTER

UNIVERSITAS PGRI MADIUN


TAHUN AKADEMIK 2021/2022
Hari, tanggal : Kamis , 11 November 2021
Mata Kuliah : Farmasi Rumah Sakit
Program Studi/Semester : Farmasi / VII
Waktu : 100 menit
Dosen Pengampu : Desi Kusumawati, M.Farm-Klin, Apt
Jumlah Mahasiswa : 18
Nama: Sekarlina Ani Pratama

Nim: 1804101009

JAWABLAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

1. Jelaskan perbedaan Rumah Sakit Tipe A B C D dan sebutkan contoh RS yang


ada di wilayah Kota Kabupaten Madiun

TIPE RS Tipe A Tipe B Tipe C Tipe D


Perbedaan 1. RS dengan 1. Memiliki 1. Termasuk 1. Bersifat
rujukan pelayanan fasilitas transisi
tertinggi kedokteran kesehatan 2. Hanya
2. Memilki spesialis tingkat II memberika
pelayanan yang luas 2. Biasanya n
kedokteran dan untuk rujukan pelayanan
medik subspesialisn fasilitas umum dan
spesialis ya terbatas kesehatan gigi
dan 2. Kemampuan Tingkat I 3. Biasanya
subspesialis pelayanan 3. Lebih menerima
yang luas medik paling membatasi pelayanan
3. Sarana dan sedikit 4 pelayanan yang
prasarana spesialis mediknya berasal
serta dasar yang mana dari
peralatan 3. Jumlah paling sedikit puskesmas
harus kamar tidur 4 medik 4. Sedikitnya
memenuhi minimal 200 spesialis tersedia 2
standar buah dasar dan 4 pelayanan
4. Minimal spesialis medik
memiliki penunjang spesialis
400 tempat medik dasar
tidur 5. Jumlah
kamar
tidur
minimal
50 buah

Contoh RS Rs. Soedono RSUD Kota RS Umum


wilayah Madiun TNI AD, Jl.
Kabupaten/Kota (Sogaten), Pahlawan
Madiun RSUD Dolopo, No. 79
RS Paru Kartoharjo
Dungus, RS Madiun
Paru
Manguharjo,
RSI Siti Aisyah
2. Perbedaan Instalasi Farmasi RS dan Apotik

Perbedaan IFRS Apotik


Pengertian menurut instalasi farmasi adalah Apotek adalah sarana
UU/Permenkes terbaru unit pelaksanaan pelayanan kefarmasian
(sebutkan) fungsional yang tempat dilakukan praktek
menyelenggarakan seluruh kefarmasian oleh Apoteker
kegiatan pelayanan
kefarmasian di Rumah
Sakit

PMK 72/2016 PMK 9/2017


Tujuan Memberikan manfaat Tempat pengabdian
kepada penderita, RS, profesi apoteker yang telah
sejawat profesi kesehatan mengucapkan sumpah
dan kepala profesi farmasi jabatan
Tanggung jawab Mengembangkan suatu Menyalurkan perbekalan
pelayanan farmasi yang farmasi yang dibutuhkan
luas dan tepat, untuk oleh masyarakat secara
memenuhi kebutuhan luas
berbagai bagian/unit.
Ruang lingkup memberikan pelayanan Kegiatan yang bersifat
farmasi berupa pelayanan manjerial berupa
nonklinik dan klinik pengelolaan sediaan
farmasi, alkes dan bahan
medis habis pakai dan
pelayanan farmasi klinik
Klinis Pengkajian resep, Pengkajian resep,
dispensing, Pelayanan dispensing, Pelayanan
Informasi Obat, konseling, Informasi Obat, konseling,
Pemantauan Terapi Obat, Pelayanan farmasi di
Monitoring Efek Samping rumah (home care),
Obat, Memastikan Pemantauan Terapi Obat,
penurunan resiko dan Monitoring Efek
kesalahan terkait Samping Obat
penggunaan sedian
farmasi, alkes, dan bahan
medis habis pakai demi
keselamatan pasien
Non-Klinis Dilakukan secara tidak Pengelolaan sediaan
langsung sebagai bagian farmasi , alat kesehatan,
terpadu dan segera dari dan Bahan Medis Habis
pelayanan penderita Pakai meliputi
perencaaan, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan,
pemusnahan,
pengendalian, pencatatan,
dan pelaporan
Formularium Formulariun Nasional, Formularium Nasional
Formularium Rumah
Sakit, dan e-catalogue
Perbekalan sediaan farmasi, Alat sediaan farmasi, Alat
kesehatan, dan Bahan
kesehatan, dan Bahan
Medis Habis Pakai
Medis Habis Pakai
Distribusi Obat (jenis a. Sentralisasi ( FIFO (First In First Out),
yang dipakai) FEFO (First Exp First Out)
penyimpanan dan
pendistribusian
obat dipusatkan
pada satu IFRS,
kebutuhann dasar
ruang rawat dan
seluruh unit
pelayanan disuplai
langsung dari
pelayanan farmasi
pusat)
b. Desentralisasi (
pelayanan farmasi
memiliki cabang di
dekat unit
pelayanan atau
ruang rawat yang
disebut depo/satelit
farmasi)

Pelayanan pasien PIO, Konseling, Meso, PIO, Konseling, Meso


Monitoring Terapi Obat,
Pelayanan nakes Pengkajian resep, Pengkajian resep,
(hubungan Profesional) dispensing, Pelayanan
dispensing, Pelayanan
Informasi Obat, konseling,
Pemantauan Terapi Obat, Informasi Obat, konseling,
Monitoring Efek Samping Pelayanan farmasi di
Obat, Memastikan
penurunan resiko rumah (home care),
kesalahan terkait Pemantauan Terapi Obat,
penggunaan sedian
dan Monitoring Efek
farmasi, alkes, dan bahan
medis habis pakai demi Samping Obat
keselamatan pasien
3. Buatlah resume tentang pembuatan Formularium lengkap dengan prosedur
dan kelengkapannya.

Dalam pembuatan formularium harus terdapat:


1. Sampul luar dengan judul formularium obat, nama rumah sakit, tahun berlaku
dan nomor edisiSambutan direktur/kepala rumah sakit.
2. Terdapat Kata pengantar Ketua Komite/Tim Farmasi dan Terapi.
3. Terdapat Surat keputusan direktur rumah sakit tentang Tim Penyusun
Formularium Rumah Sakit.
4. Terdapat Surat pengesahan Formularium Rumah Sakit
5. Terdapat Kebijakan penggunaan obat di rumah sakit
6. Prosedur yang mendukung penggunaan formularium, diantaranya:
a. tata cara menambah/ mengurangi obat dalam formularium.
b. tata cara penggunaan obat di luar formularium atas reviu Komite/Tim
Farmasi dan Terapi dan persetujuan Komite/Tim medis dan
direktur/kepala rumah sakit
7. Daftar obat yang sekurangnya memuat nama generik obat, kekuatan sediaan,
bentuk sediaan, rute pemberian, dan perhatian/peringatan.

Prosedur penyusunan Formularium Rumah Sakit sebagai berikut:


1. Meminta usulan obat dari masing-masing Kelompok Staf Medik (KSM)
dengan berdasarkan pada Panduan Praktik Klinis (PPK) dan clinical pathway.
2. Membuat rekapitulasi usulan obat dari masingmasing KSM berdasarkan
standar terapi atau standar pelayanan medik.
3. Mengelompokkan usulan obat berdasarkan kelas terapi.
4. Membahas usulan tersebut dalam rapat Komite/Tim Farmasi dan Terapi, jika
diperlukan dapat meminta masukan dari pakar.
5. Mengembalikan rancangan hasil pembahasan Komite/Tim Farmasi dan
Terapi, dikembalikan ke masing-masing Staf Medik Fungsional (SMF) untuk
mendapatkan umpan balik.
6. Membahas hasil umpan balik dari masing-masing SMF untuk mendapatkan
obat yang rasional dan cost effective.
7. Menyusun usulan daftar obat yang masuk ke dalam Formularium Rumah
Sakit.
8. Menyusun usulan kebijakan penggunaan obat.
9. Penetapan Formularium Rumah Sakit oleh direktur.
10. Melakukan edukasi mengenai Formularium Rumah Sakit kepada seluruh
tenaga kesehatan rumah sakit.
11. Melakukan monitoring dan evaluasi kepatuhan.

****boleh klinik atau RS


4. Buat struktur organisasi IFRS beserta tugas dan wewenangnya

STRUKTUR ORGANISASI IFRS...........................................

KEPALA INSTALASI FARMASI

TIM FARMASI DAN TERAPI (TFT)

BIDANG PELAYANAN BIDANG PELAYANAN BIDANG PERBEKALAN


MUTU DAN KLINIS KEFARMASIAN KEFARMASIAN

DEPO RAWAT DEPO RAWAT DEPO POLI DEPO IGD DEPO OK


INAP JALAN UMUM

FARMASI GUDANG
KLINIS FARMASI
Tugas dan Wewenang Kepala Instalasi Farmasi

1. Merencanakan program kegiatan di instalasi farmasi.


2. Merencanakan kebutuhan tenaga, sarana dan prasarana, anggaran.
3. Mensosialisasikan visi dan misi rumah sakit.
4. Melaksanakan penilaian terhadap kinerja staf instalasi farmasi.

Tugas dan wewenang Tim Farmasi dan Terapi (TFT)


1. Merumuskan dan mengendalikan pelaksanaan semua kebijakan yang berkait. ...
2. Mengadakan, mengembangkan, menetapkan, dan merevisi formularium.
3. Mengusulkan perubahan kebijakan penggunaan obat dan pelayanan instalasi.

Tugas dan wewenang bidang perbekalan kefarmasian


1. Bertanggungjawab terhadap alur distribusi sediaan farmasi dan pengelolaan perbekalan kesehatan (obat, bahan baku obat, alat kesehatan
dan gas medis) kepada pasien rawat jalan, IRD, ICU/ ICCU, kamar operasi, bangsal atau ruangan.

------------------Selamat Mengerjakan--------------------

Anda mungkin juga menyukai