Panduan Praktikum PCB Mahasiswa
Panduan Praktikum PCB Mahasiswa
Abstrak
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa berkompetensi untuk menggambar skema dengan perangkat lunak EAGLE,
mendesain PCB dengan perangkat lunak EAGLE seusai kaidah-kaidah elektronika yang benar, membuat PCB dengan
teknik pelarutan, memasang dan menyolder komponen elektronika pada PCB. Praktikum ini menggunakan alat-alat seperti
laptop, software EAGLE, printer, autan, papan PCB kosong, komponen elektronik, larutan pelarut logam, gelas ukur,
mangkuk plastik, bor PCB, toolkit.. Praktikum ini menitik beratkan pada cara pembuatan, bukan pada pengumpulan data.
Hal yang didapat antara lain beberapa gambar proses pembuatan PCB, data listrik AC jala-jala menggunakan test pen dan
multimeter, tegangan pada kit catu daya dan nilai inputnya.
Kata kunci : PCB, EAGLE, listrik.
1. Pendahuluan
Pada praktikum kali ini adalah praktik pembuatan PCB. Praktikum ini dilakukan untuk memenuhi
standar kompetensi dari mata kuliah Laboratorium Teknik Fisika 1 semester gasal. Tujuan dari
praktikum ini agar mahasiswa berkompetensi untuk menggambar skema dengan perangkat lunak
EAGLE, mendesain PCB dengan perangkat lunak EAGLE seusai kaidah-kaidah elektronika yang
benar, membuat PCB dengan teknik pelarutan, memasang dan menyolder komponen elektronika pada
PCB. PCB adalah singkatan dari Printed Circuit Board yang dalam bahasa Indonesia sering
diterjemahkan menjadi Papan Rangkaian Cetak atau Papan Sirkuit Cetak. Seperti namanya yaitu Papan
Rangkaian Tercetak (Printed Circuit Board), PCB adalah Papan yang digunakan untuk
menghubungkan komponen-komponen Elektronika dengan lapisan jalur konduktornya.[ CITATION
Dic19 \l 1057 ]
Beberapa fungsi PCB antara lain Tempat menyusun komponen-komponen elektronik sehingga
terpasang lebih rapi dan terorganisir, Menghubungkan kaki komponen satu sama lain baik kaki
komponen aktif maupun pasif, Penggganti kabel untuk menyambung berbagai komponen, sehingga
membutuhkan tempat yang lebih efisien, Membuat tampilan suatu rangkaian elektronik menjadi lebih
rapi dan tertata.[ CITATION Her19 \l 1057 ]
2. Merancang PCB
Langkah selanjutnya setelah membuat skema rangkaian listrik adalah merancang PCB.
Untuk memunculkan jendela board ini dapat dilakukan dengan menuliskan board pada
command line interface pada jendela schematic setelah selesai dalam pembuatan skema.
Setelah itu akan muncul jendela konfirmasi, lalu tekan yes untuk melanjutkannya.
Beberapa fungsi dasar seperti yang telah disebutkan pada bagian skema juga dapat
digunakan pada bagian ini toolbar yang dapat membantu pembuatan PCB antara lain :
• Route dapat digunakan untuk membuat jalur listrik yang menghubungkan antara
kaki komponen yang satu dengan kaki komponen yang lain. Pembuatan jalur listrik ini
dapat dilakukan pada dua lapisan PCB, yaitu top layer dan bottom layer. Top layer ditandai
dengan jalur listrik yang dibuat berwarna merah sedangkan bottom layer ditandai
denganjalur listrik yang dibuat berwarna biru. Pembuatan jalur listrik dilakukan dengan cara
menghubungkan wire pada kaki komponen yang telah ada dan ditandai dengan warna hijau
pada jendela board.
• Ripup dapat digunakan untuk membatalkan pembuatan jalur listrik yang telah dibuat
sebelumnya. Cara membatalkannya adalah dengan mengarahkan kursor pada jalur listrik
yang ingin dibatalkan.
2.1 Layer
Untuk melihat berbagai layer yang terdapat di EAGLE dapat dilihat dengan memilih
View > Layer Settings.
Layer yang disediakan untuk jalur listrik yaitu Bottom dan Top.
• Bottom ditandai dengan warna biru pada jendela Board. Jalur listrik akan melalui
bagianbawah PCB.
• Top ditandai dengan warna merah pada jendela Board. Jalur listrik akan melalui
bagian atas PCB. Layer ini biasanya digunakan ketika kita mendesai PCB secara
double layer. Ketika kita mendesain secara double layer jalur listrik dapat berganti
dari Top ke Bottom atau sebaliknya mengunakan via yang otomatis akan aktif ketika
kita berubah layer.Selain layer bagi jalur, EAGLE juga menyediakan layer bagi
keterangan PCB seperti nama, nilai, dan keterangan lainnya. Beberapa yang sering
dipakai adalah :
• Layer tPlace / bPlace berfungsi memberikan keterangan bentuk komponen, terletak
pada bagian atas / bawah PCB.
• Layer tNames / bNames ini berfungsi memberikan keterangan tentang nama
komponen dan keterangan ini berada pada bagian atas / bawah PCB.
• Layer tValues / bValues berfungsi memberikan keterangan berupa besarnya nilai
komponen dan keterangan ini berada pada bagian atas / bawah PCB.
2.2 Grid
Bila dirasa perlu dimensi yang presisi, ada baiknya tampilkan grid pada layar.
Caranya:
• Pilih menu View – Grid.
• Pada layar, pilih pengaturan yang sesuai seperti Gambar 25, lalu klik Ok.
2.3 Mengatur dimensi papan
EAGLE versi free dapat dipakai untuk merancang PCB ukuran 3 inchi x 4 inchi.
Untuk praktikum ini, PCB berukuran 5 cm x 7 cm, atau sekitar 2 inch x 2,75 inch.
Sebagai langkah awal, atur terlebih dahulu ukuran frame yang ada pada jendela
board dengan cara:
1. Klik fungsi move pada toolbar.
2. Klik garis batas atas papan, lalu pindahkan ke posisi 2.0 inch.
3. Klik garis batas kanan papan, lalu pindahkan ke posisi 2,75 inch. Dengan
demikain koordinat sudut kanan atas kotak adalah (2.75 , 2.00). Untuk mengetahui
koordinat dapatdilihat pada bagian kiri atas jendela board.
2.4 Menambah hole
Selanjutnya untuk menaruh papan pada wadah, tambahkan empat komponen
MOUNTING HOLE 3.0 mm. Letakkan di keempat sudut
2.5 Meletakkan komponen
Pada saat awal komponen yang belum diatur akan berada di luar papan. Garis-garis
berwarna hijau adalah airwire yang nantinya merupakan jalur listrik yang akan kita
buat polanya di PCB.
Pindahkan komponen tersebut ke dalam papan dengan posisi sesuai. Selama
meletakkan komponen ini, dapat digunakan fungsi-fungsi yang ada pada toolbar;
• move dapat digunakan untuk memindahkan letak komponen pada jendela Board.
• rotate dapat digunakan untuk memutar posisi komponen.
2.6 Mengganti package
Setelah diletakkan, ada kalanya ukuran komponen yang muncul kurang sesuai.
Untuk itu kita bias mengganti package-nya. Sebagai contoh, komponen C1 dan C2
memiliki nilai 1000uF/25V. Fisik komponen tersebut lebih cukup besar.
Untuk itu:
• Klik kanan pada komponen yang bersangkutan (C1), pilih menu package.
• Pada layar, pilih salah satu package yang cocok. Dalam hal ini kita pakai E7.5-16
(pada informasi terlihat bahwa komponen ini punya grid 7.62mm, diamater 16 mm).
Lalukan hal yang sama dengan C2, lalu rapikan lagi penempatan komponennya
2.7 Routing
Tahap selanjutnya adalah pembuatan jalur listrik yang menghubungkan antar tiap
komponen. Cara pembuatan jalur yaitu dengan memilih fungsi route pada toolbar.
Ketika memilih perintah ini maka akan ada menu pilihan yang berfungsi
menentukan parameter jalur yang akan dibuat.
Paramater yang dimaksud antara lain lebar jalur, layer yang digunakan, bentuk jalur
yang dibuat,
dll. Gambar 28 tampilan dari parameter pada route.
Pada toolbar route tersebut:
• Pastikan bahwa layer yang aktif adalah Bottom (warna biru).
• Pilih bentuk routing wire bend style 1 (bersudut 45 derajat).
• Pilih Width 0.066. Hal ini karena arus yang mengalir pada rangkaian ini cukup
besar.
2.8 Membuat plain ground
Plain ground adalah jalur besar yang berfungsi memperkecil impedansi dari jalur
listrik untuk ground yang dihasilkan. Untuk membuatnya
1. gunakan perintah polygon yang ada pada toolbar samping kiri.
2. Pada toolbar atas, pastikan memilih layer Bottom.
3. Pilih Width = 0.016.
4. Memakai mouse, gambarkan kotak (garis putus-putus biru) mengelilingi seluruh
papan
seperti Gambar 32. Polygon ini merupakan batas untuk plain ground yang akan kita
buat.
Agar menjadi plain ground, polygon ini harus diberi nama dengan cara:
1. Klik kanan polygon, pilih menu Name.
2. Beri nama GND.
Selanjutnya ada beberapa peraturan yang harus kita buat agar plain ground yang
dihasilkan sesuai dengan yang kita inginkan. Design rules tersebut dapat dibuat
dengan memilih Edit > Design Rules. Setelah itu akan muncul jendela dan pilih tab
clearance (Gambar 34).
Ubah nilai wire, pad, dan via sesuai dengan kebutuhan. Pada gambaar diatas
besarnya nilai wire dan pad dibuat 50 mil dan via sebesar 32 mil. Setelah semuanya
selesai maka tekan OK untuk kembali ke jendela board. Setelah kembali ke jendela
PCB, gunakan perintah ratsnest sehingga muncullah plain ground pada PCB yang
kita buat seperti Gambar 35.
Sampai disini, semua komponen sudah terkoneksi. Namun masih ada satu prinsip
yang dilanggar,yaitu bahwa plain ground yang dibuat ternyata membentuk ground
loop seperti ditunjukkan dengan garis merah pada Gambar.
Untuk menghilangkan ground loop tersebut, ada berbagai cara, antara lain:
• Membuat polygon GND yang tidak kotak (tambah sudutnya)
• Mamasang teks sebagai penghalang agar plain ground terhalang
• Mengubah jalur agar menghalangi plain ground
Kali ini kita akan coba cara ketiga, seperti terlihat pada Gambar 37. Caranya adalah
sebagai berikut:
1. Pilih fungsi ripup, lalu klik salah satu sisi polygon (yang tak kelihatan). Atau bisa
juga pada command line ketik “ripup @;” (tanpa petik dua). Dengan demikian, sisi-
sisi polygon akan nampak kembali.
2. Pilih menu “move”, lalu gunaan mouse untuk memindah jalur dari X3-1 kepinggir
PCB.Jika ingin pemindahan lebih halus, tekan tombol “Alt” selama menggerakkan
mouse.
3. Klik rasnet lagi, dan kini ground loop sudah terputus.
3. Membuat PCB
3.1 Mencetak PCB
Setelah desain PCB siap di EAGLE, maka cetaklah bagia bawah PCB:
1. Tampilkan hanya bagian yang akan dicetak, yaitu layer bottom. Untuk itu pilih
menu “View– Layer settings … “. Klik tombol “None”, lalu aktifkan hanya layer
bawah saja (16-Bottom, 17-Pads, 18-Vias). Kalau ingin lubang ada penanda,
aktifkan juga (44-Drills dan45-Holes).
2. Siapkan printer, sebaiknya ink-jet, dengan tinta yang masih hitam.
3. Pilih menu File – Print. Pada dialog pastikan bahwa skala adalah 1:1 dan pilih
mode black.
4. Cetak board ke kertas (60 gram saja, makin tipis makin baik).
5. Bawa hasil cetakan ke foto-copy xerox, copy yang tebal (sehitam mungkin).
Pada langkah 2 bisa juga memakai printer laser jet dengan toner asli dan masih tebal.
Dengan demikian hasilnya bisa langsung dipakai tanpa perlu di foto-copy seperti
langkah 5.
3.2 Memindah cetakan ke PCB kosong
Gambar PCB pada kertas tersebut akan kita pindah ke PCB kosong sebagai berikut:
1. Siapkan satu sachet Autan (anti nyamuk).
2. Siapkan satu botol minuman plastik yang kosong dan bersih, lengkap dengan
tutupnya.
3. Masukkan autan ke dalam botol, lalu tambahkan air sekitar 1 - 2 cm dari dasar.
4. Pasang tutup botol dan kocok sampai benar-benar rata, lalu buka kembali.
5. Siapkan PCB kosong yang permukaaannya bersih seukuran gambar PCB. Jika
permukaan
kurang bersih, maka cucilah memakai sabun colek dan sabut cuci stainles.
6. Basahi permukaan logam pada PCB kosong dengan larutan autan.
7. Basahi kertas cetakan PCB sisi bawah dengan larutan autan bolak-balik.
8. Tempelkan sisi kertas yang bergambar PCB ke permukaan logam PCB.
9. Lapisi kertas dengan plastik, lalu gunakan tutup botol untuk me-ngerok-i plastik
berkali-kali dengan merata.
10. Coba kupaslah kertas tersebut. Gambar PCB seharusnya tertinggal dan
menempel di permukaan logam. Jika belum, tutup kembali kertasnya dan keroki
lagi. Lakukan dengan sabar sampai semua kertas berhasil dikupas, dan gambar
tertempel di permukaan logam.
11. Setelah itu gunakan tangan dan air untuk membersihkan sisa-sisa kertas sampai
bagian yangtak ada gambarnya benar-benar bersih.
3.3 Melarutkan PCB
Prosedur kerja:
1. Siapkan mangkuk plastik atau keramik. Jangan sekali-kali menggunakan wadah
logam.
2. Memakai gelas ukur, buat campuran air + H2O2 + HCl dengan perbandingan
4:2:1.
3. Masukkan PCB yang sudah ada gambar tempelnya, lalu goyang-goyangkan
selama beberapa saat (sekitar 5 menit) sampai logam yang tidak ada gambarnya
sudah melarut.
4. Angkat PCB, lalu cuci dengan air mengalir sampai bersih.
5. Amankan sisa larutan (masih bisa dipakai lagi sekitar 3 kali), atau buanglah
larutan ke tempat yang telah disediakan di lab.
3.4 Melubangi PCB
Prosedurnya adalah:
1. Untuk keamanan, pastikan bor belum tersambung ke listrik
2. Pasang mata bor 1 mm pada ujung bor
3. Sambungkan listik ke bor
4. Atus posisi PCB pada landasannya, dan turunkan ujung bor ke titik yang akan
dilubangi
5. Hidupkan bor sampai terjadi lubang menembus PCB.
6. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk semua lubang.
7. Setelah selesai, putus dulu listrik dari bor, lalu lepas mata bor
3.5 Memindah cetakan sisi atas ke PCB
Setelah PCB di-bor, cetakan PCB sisi atas dapat dipindahkan ke PCB dengan cara
yang sama seperti sisi bawah. Pastikan agar gambar komponen terletak tepat sesuai
dengan lubang bor.
Bekas cetakan akan menempel dengan cukup kuat pada sisi atas PCB. Agar lebih
kuat, bisa saja PCB ini dilapisi dengan dengan cat transparan. Namun hati-hati,
tembaga di sisi bawah jangan sampai kena cat, karena akan membuat tak bisa di-
solder.
4. Menyolder
4.1 Alat dan Bahan Solder
Ada beberapa alat yang disiapkan sebelum memulai proses menyolder, yaitu :
1. Soldering iron
2. Timah solder
3. Busa atau spons untuk membersihkan mata solder
4. Dudukan solder
5. Penyedot timah
4.2 Memasukkan komponen
Ada beberapa metode yang dilakukan sebelummelakukan penyolderan, yang
pertama adalah memotong kaki komponen-komponen lebih dahulu baru melakukan
proses penyolderan. Yang kedua melakukan penyolderan dahulu hingga selesai dan
selanjutnya memotong kaki komponen. Tidak ada ketentuan khusus yang
mengharuskan melakukanmetode tertentu. Hal tersebut bergantung kepada
kebiasaan dan kenyamanan masing-masing.
4.3 Menyolder komponen
• Cara pertama adalah dengan memberikan timah ke mata solder yang digunakan.
Selanjutnya lelehan timah tadi ditempelkan kepada kaki komponen dan juga pad
pada PCB. Jika timah masih belum menutupi seluruh area pad dan kaki komponen
maka tambahkan kembali timah.
• Cara kedua adalah panaskan dulu kaki komponen beberapa saat selanjutnya
lelehkan timah dan tempelkan pada kaki komponen yang telah dipanaskan
sebelumnya.Hasil penyolderan yang bagus adalah timah pada kaki komponen dan
pad menyatu dengan baik dan tidak melebar pada sisi di sekitarnya. Selain itu hasil
solder yang baik adalah yang mengkilat.
4.4 Menyedot timah
Ketika hasil solderan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dapat dilakukan
penyedotan kembalitimah yang telah menempel pada PCB. Caranya adalah siapkan
soldering iron dan penyedot timah.
Panaskan bagian timah yang ingin disedot menggunakan soldering iron, Setelah
terlihat meleleh gunakan penyedot timah untuk mengangkat hasil solderan yang
tidak sesuai tadi. Lakukan beberapa
kali hingga timah tersebut terangkat dari PCB. Harus diperhatikan bahwa suhu yang
terlalu panas dari soldering iron dapat membuat jalur tembaga terlepas dari PCB.
4.5 Merangkai transformator
4.6 Pada kit power supply ini, Transfomator dipasang terpisah dari PCB karena ukurannya
besar. Untuk
4.7 memasang transfomator ini, pada sisi primer:
• Jika ada, gunakan kabel isi 3. Sambungkan kabel Fasa dan Netral ke kutub AC primer
• Sambung kabel ground ke CT sisi sekunder
• PERHATIAN: Karena listrik ini bertegangan 220V, lindungi konduktor yang terbuka
dengan isolator atau glue gun.
Selanjutnya pada sisi sekunder:
• Gunakan tiga kabel DC, solder ke kutub +5V, CT dan -5V.
• Pasang ke konektor AC pada PCB sesuai kutub-kutubnya.
Selamat, power supply ini sudah selesai dan akan di uji pada praktikum selanjutnya.
Tegangan trafo menggunakan tegangan 12V AC, yang mana seharusnya nilai inputnya juga
12V. Akan tetapi disini tegangan yang terdeteksi sedikit meleset dari apa yang seharusnya. Hal
tersebut disebabkan perangkaian kabel yang kurang sempurna sehingga inputnya terdeteksi
seperti itu. Selain itu untuk output terdapat masalah yaitu tidak terdeteksinya sinyal tegangan
output. Hal ini disebabkan oleh terutama oleh jalur yang tidak tersambung, dan solderan yang
kurang baik. Padahal sebelum di rangkai, komponen sudah dites terlebih dahulu dan bisa
dipastikan dalam kondisi baik.
4. Kesimpulan
1. Dalam proses pembuatan PCB, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu; desain,
pencetakan, dan penyolderan.
2. Dalam merangkai PCB dan trafo, salah satu hal terpenting adalah perangkaian kabel yang
baik.
5. Saran
1. Cek kondisi alat sebelum praktikum
2. Pada saat praktikum perhatikan lagi manajemen waktu
3. Pastikan kelengkapan alat praktikum sebelum memulai praktikum
4. Lakukan pencetakan secara hati-hati
5. Pastikan jalur terhubung sebelum melakukan penyolderan
6. Solderlah dengan rapi
6. Referensi
Carilah informasi tentang bahan / komponen di Internet, dan kerjakan hal-hal berikut pada jurnal.
1. Jelaskan tentang bahan PCB FR1, FR2, FR3 dan FR4.
FR1 adalah bahan dasar yang terbuat dari campuran senyawa fenol dan banyak digunakan
dalam pembuatan rangkaian elektronik karena dalam penggunaan lapangan FR1 lebih unggul
dari FR2.
FR2 adalah bahan dasar yang terbuat dari kertas banding resistentic yang dicampur dengan
bahan resin plastic formal dehida fenol.
FR3 adalah FR2, tetapi alih-alih resin fonolik menggunakan pengikat resin opoksi.
FR4 terbuat dari anyaman fiberglass yang telah menjalani proses pelapisan dengan resin epoks.
FR4 memiliki daya serap air lebih ssedikit, sehingga menjadikanya material dengan daya isolasi
baik yang juga memiliki ketahanan terhadap temperatur hingga 140ºC
2. Cari tabel tebal jalur PCB sesuai dengan arus listrik yang akan melaluinya (pcb width table atau
calculator). Tentukan lebar jalur minimal untuk arus 1 A.
3. Cari datasheet IC L7805 dan L7905. Gambarkan posisi kaki-kakinya. Pelajari juga heat-sink (kepala
logam) keduanya tersambung ke kaki apa.
4. Pada praktikum akan dipakai bahan kimia larutan H2O2 (hidrogen peroksida) dan HCl (asam
khlorida). Tuliskan pedoman keselamatan dalam menangani keduanya.
Penghirupan — Cari udara segar. Jika pernapasan korban sulit, berikan oksigen. Jika
pernapasan tidak ada, berikan pernapasan buatan dan segera dapatkan bantuan medis.
Kontak Mata — Lepaskan lensa kontak jika ada. Segera basuh mata dengan banyak air selama
minimal 15 menit, dan dapatkan bantuan medis.
Kontak Kulit — Basuh kulit dengan banyak air dan tutupi kulit yang teriritasi dengan emolien.
Lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Dalam kasus paparan kulit yang serius, gunakan sabun
desinfektan dan krim anti-bakteri dan dapatkan bantuan medis.
Tertelan — JANGAN memaksakan muntah. Kendurkan pakaian ketat. Jangan pernah
memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Mencari perhatian medis.