0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
376 tayangan15 halaman

Panduan Praktikum PCB Mahasiswa

1. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa berkompetensi dalam membuat PCB dengan menggunakan perangkat lunak EAGLE. 2. Langkah-langkahnya meliputi mendesain skema dengan EAGLE, merancang PCB, membuat PCB dengan teknik pelarutan, dan memasang komponen pada PCB. 3. Bahan yang diperlukan antara lain perangkat lunak EAGLE, printer, PCB kosong, komponen elektronik, larut

Diunggah oleh

Muhammad Rizky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
376 tayangan15 halaman

Panduan Praktikum PCB Mahasiswa

1. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa berkompetensi dalam membuat PCB dengan menggunakan perangkat lunak EAGLE. 2. Langkah-langkahnya meliputi mendesain skema dengan EAGLE, merancang PCB, membuat PCB dengan teknik pelarutan, dan memasang komponen pada PCB. 3. Bahan yang diperlukan antara lain perangkat lunak EAGLE, printer, PCB kosong, komponen elektronik, larut

Diunggah oleh

Muhammad Rizky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembuatan PCB

M. Rizky Ramadhani, 118320021


Laboratorium Teknik Fisika I
Program Studi Teknik Fisika , Institut Teknologi Sumatera

Abstrak
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa berkompetensi untuk menggambar skema dengan perangkat lunak EAGLE,
mendesain PCB dengan perangkat lunak EAGLE seusai kaidah-kaidah elektronika yang benar, membuat PCB dengan
teknik pelarutan, memasang dan menyolder komponen elektronika pada PCB. Praktikum ini menggunakan alat-alat seperti
laptop, software EAGLE, printer, autan, papan PCB kosong, komponen elektronik, larutan pelarut logam, gelas ukur,
mangkuk plastik, bor PCB, toolkit.. Praktikum ini menitik beratkan pada cara pembuatan, bukan pada pengumpulan data.
Hal yang didapat antara lain beberapa gambar proses pembuatan PCB, data listrik AC jala-jala menggunakan test pen dan
multimeter, tegangan pada kit catu daya dan nilai inputnya.
Kata kunci : PCB, EAGLE, listrik.

1. Pendahuluan
Pada praktikum kali ini adalah praktik pembuatan PCB. Praktikum ini dilakukan untuk memenuhi
standar kompetensi dari mata kuliah Laboratorium Teknik Fisika 1 semester gasal. Tujuan dari
praktikum ini agar mahasiswa berkompetensi untuk menggambar skema dengan perangkat lunak
EAGLE, mendesain PCB dengan perangkat lunak EAGLE seusai kaidah-kaidah elektronika yang
benar, membuat PCB dengan teknik pelarutan, memasang dan menyolder komponen elektronika pada
PCB. PCB adalah singkatan dari Printed Circuit Board yang dalam bahasa Indonesia sering
diterjemahkan menjadi Papan Rangkaian Cetak atau Papan Sirkuit Cetak. Seperti namanya yaitu Papan
Rangkaian Tercetak (Printed Circuit Board), PCB adalah Papan yang digunakan untuk
menghubungkan komponen-komponen Elektronika dengan lapisan jalur konduktornya.[ CITATION
Dic19 \l 1057 ]

Beberapa fungsi PCB antara lain Tempat menyusun komponen-komponen elektronik sehingga
terpasang lebih rapi dan terorganisir, Menghubungkan kaki komponen satu sama lain baik kaki
komponen aktif maupun pasif, Penggganti kabel untuk menyambung berbagai komponen, sehingga
membutuhkan tempat yang lebih efisien, Membuat tampilan suatu rangkaian elektronik menjadi lebih
rapi dan tertata.[ CITATION Her19 \l 1057 ]

2. Bahan dan Metode


A. Bahan
Pada pratkikum kali ini alat yang digunakan adalah komputer yang diinstall software EAGLE untuk
mendesain PCB, printer laser dan kertas untuk mencetak desain, autan sebagai perekat PCB dan papan
PCB, papan PCB kosong, komponen elektronik yang nantinya akan dipasang ke PCB, larutan pelarut
logam yakni larutan asam, gelas ukur, mangkuk plastik, bor PCB untuk melubangi PCB, dan toolkit
(solder dll).
B. Metode
1. Menggambar Skema
1.1 Memulai Proyek
Bukalah perangkat lunak EAGLE yang telah terpasang pada komputer anda.
Langkah pertama yang dilakukan jika kita ingin membuat Project pada EAGLE
yaitu melalui File > New > Project Setelah itu beri nama project baru tersebut
sesuai yang diinginkan, Selanjutnya pada bagian Project > EAGLE akan terbentuk
project baru tersebut. Silahkan di klik kanan dan pilih Open Project. Maka indikator
berwarna hijau akan muncul yang menandakan bahwa project tersebut telah aktif.
1.2 Memulai skema baru
Pada project yang telah dinamai,klik kanan lalu pilih New > Schematic sehingga
muncul jendela schematic. Pada sisi kiri layar, terdapat beberapa ikon yang dapat di-
klik untuk untuk melakukan operasi tertentu. Selain dapat menggunakan ikon pada
toolbar kita juga dapat memanggil fungsi yang ada menggunakan command line
interface. Ketika ingin menambahkan komponen pada skema yang dibuat, dapat
dilakukan dengan menuliskan add pada command line interface tersebut.
1.3 Membuat frame
Untuk itu menambahkan frame klik ikon add pada toolbar atau dengan menuliskan
add pada command line interface. Akan muncul dialog ADD dengan pohon pilihan
pustaka dan komponen. Agar cepat, kita dapat mencari komponen dengan
mengetikkan tipe komponen pada kotak search. Selama search, dapat digunakan
karakter asterik (*). Misalkan untuk mencari frame, bisa ketikkan “frame” atau
“fra*” atau “*rame” pilihlah frame A4-S35CP, lalu klik tombol Use. Selanjutya
pindahkan sudut kiri bawah frame pada posisi 0,0 lalu klik kanan agar frame
terpasang dengan tetap. Untuk melihat daerah layar dengan baik, bisa digunakan
antara lain:
• Pada toolbar atas klik tombol “Zoom to fit”.
• Roda pada mouse untuk mengatur zoom
• Slider halaman di kiri dan bawah untuk mengatur geseran area.
Pada bagian atas frame, ada informasi dokumen yang akan berubah otomatis jika
dokumen di-save.
Cobalah:
• Pilih menu File – Save, simpan dokumen sebagai “T01-PSU-01” (tugas 01, nama
rangkaian, nomor versi).
• Close dokumen, lalu buka lagi.
Frame akan berubah menampilkan nama file dan tanggal simpan terakhir.
1.4 Menambah komponen
Gunakan fungsi Add, lalu carilah komponen yang diperlukan memakai nama
device.Misalkan untuk IC1, cari dengan kata “78*”. Karena cukup umum,
komponen ini tersedia di beberapa pustaka, diantaranya pustaka linear, v-reg, dan
Sparkfun PowerIC. Semuanya bias dipakai. Kali ini gunakan yang dari pustaka v-
reg. Suatu device juga bisa memiliki beberapa package. Contohnya, IC1 bisa
diletakkan horizontal (78XXL) atau vertikal (78XXS). Untuk kali ini pilih 78XXL
sesuai penempatannya nanti di PCB.
1.5 Meletakkan komponen
Setelah semua komponen ditambahkan, letakkan komponen-komponen tersebut
sesuai dengan :
• Fungsi move dapat digunakan untuk memindahkan letak komponen pada jendela
Schematic.
• Fungsi rotate digunakan untuk memutar posisi komponen
• Fungsi mirror untuk membalik posisi komponen
1.6 Menggambar koneksi
Untuk menggambar koneksi, gunakan fungsi net yang ada pada toolbar. Perhatian,
jangan gunakan wire atau bus !
Jika dirasa perlu memindahkan banyak komponen dan jalur sekaligus, caranya
adalah:
1. Klik tombol fungsi group.
2. Gunakan mouse untuk memilih area komponen (klik kanan pada sudut kiri atas,
drag, lepas pada sudut kiri bawah).
3. Klik tombol fungsi move.
4. Klik kanan, pilih menu move group.
5. Drag seluruh komponen ke posisi yang baru, lalu klik kanan.
Fungsi group ini juga dapat digunakan bersama fungsi rotate, delete, maupun copy.
1.7 Menambah jalur supply
Untuk menyederhanakan sekaligus memberi tanda supply:
• Pilih fungsi Delete dari toolbar, lalu hapus jalur antara X1-2 sampai junction
C1/C2 (yang banyak bersilangan).
• Pilih fungsi Add, tambahkan dua komponen GND dari supply2
• Tambahkan juga komponen supply +5V dan -5V.
Letakkan dan koneksikan komponen-komponen supply tersebut seperti pada gambar
bahwa jalur dengan tanda supply yang sama akan saling terkoneksi, walaupun pada
gambar mereka tidak satu jalur.
1.8 Memberi nama dan label net
Selain dengan koneksi net, menghubungkan jalur juga dapat menggunakan label.
Hal ini biasadilakukan bila komponen yang terkoneksi saling berjauhan, atau jalur
saling bersilangan. Sebagai contoh, kita ingin merapikan jalur dari B1 dan konektor
X3. Caranya:
• Gunakan fungsi delete untuk menghapus beberapa jalur dari B1 maupun X3.
• Pindah dan putar konektor X3-1 maupun X3-2, lalu koneksikan kembali (catatan:
kali ini kita juga menukar koneksi kaki X3-1 ke positip dan X3-2 ke negatif, agar
sama dengan X2)
Selanjutnya ingi dipakai label untuk menghubungkan B1 ke X3, sehingga hasilnya
akan nampak pada Gambar dimana cara membuatnya adalah:
• Pilih fungsi label pada toolbar, klik jalur yang akan diberi label yaitu jalur dari B1
(-) dan B1 (+), serta jalur dari X3-1 dan X3-2.
• Setelah nampak label, ubah nama label tersebut dengan cara memilih fungsi name
pada toolbar, lalu klik jalur dengan label tersebut. Beri nama jalur B1 (-) dan X3-1
dengan nama sama, yakni VDC-. Dengan diberi nama yang sama, kedua jalur akan
saling terhubung
• Beri nama jalur B1(+) dan X3-2 dengan nama VDC+.
• Untuk mengetahui apakah kaki komponen tersebut telah memiliki koneksi yang
bersesuaian gunakan menu view – show. Setelah memilih fungsi tersebut lalu tekan
pada jalur yang ingin diperiksa koneksinya. Jalur yang memiliki koneksi sama akan
berubah warna menjadi hijau terang.
1.9 Mengganti nama komponen
Setiap komponen pada skema harus mememiliki nama unik. Nama tersebut sudah
diberikan secara otomatis pada saat penambahan, namun masih bisa diubah. Sebagai
contoh, misalkan kita ingin mengubah nama X1 menjadi AC, dan X2 menjadi DC.
Caranya:
• Pilih fungsi name pada toolbar.
• Klik pada komponen yang akan diubah namanya, sehingga muncul dialog nama
baru.
• Ketikkan nama baru lalu klik OK.
1.10 Mengubah nilai komponen
Beberapa komponen seperti resistor, kapasitor, dan masih banyak lagi harus diberi
nilai. Cara mengubah nilai dari komponen adalah dengan memilih menu value pada
toolbar. Setelah itu klik pada komponen yang akan diubah nilainya. Akan muncul
dialog kecil, untuk memasukkan nilainya.
Dalam hal ini, kita perlu memberi nilai komponen seperti diberikan pada Tabel 2.1
(lihat kolom value).
1.11 Save, print, export
Pada menu File, tersedia sub menu untuk:
• Save atau Save As : menyimpan skema ke file.
• Print : mencetak skema ke printer
• Export : mengirim beberapa informasi bentuk lain ke file

2. Merancang PCB
Langkah selanjutnya setelah membuat skema rangkaian listrik adalah merancang PCB.
Untuk memunculkan jendela board ini dapat dilakukan dengan menuliskan board pada
command line interface pada jendela schematic setelah selesai dalam pembuatan skema.
Setelah itu akan muncul jendela konfirmasi, lalu tekan yes untuk melanjutkannya.
Beberapa fungsi dasar seperti yang telah disebutkan pada bagian skema juga dapat
digunakan pada bagian ini toolbar yang dapat membantu pembuatan PCB antara lain :
• Route dapat digunakan untuk membuat jalur listrik yang menghubungkan antara
kaki komponen yang satu dengan kaki komponen yang lain. Pembuatan jalur listrik ini
dapat dilakukan pada dua lapisan PCB, yaitu top layer dan bottom layer. Top layer ditandai
dengan jalur listrik yang dibuat berwarna merah sedangkan bottom layer ditandai
denganjalur listrik yang dibuat berwarna biru. Pembuatan jalur listrik dilakukan dengan cara
menghubungkan wire pada kaki komponen yang telah ada dan ditandai dengan warna hijau
pada jendela board.
• Ripup dapat digunakan untuk membatalkan pembuatan jalur listrik yang telah dibuat
sebelumnya. Cara membatalkannya adalah dengan mengarahkan kursor pada jalur listrik
yang ingin dibatalkan.
2.1 Layer
Untuk melihat berbagai layer yang terdapat di EAGLE dapat dilihat dengan memilih
View > Layer Settings.
Layer yang disediakan untuk jalur listrik yaitu Bottom dan Top.
• Bottom ditandai dengan warna biru pada jendela Board. Jalur listrik akan melalui
bagianbawah PCB.
• Top ditandai dengan warna merah pada jendela Board. Jalur listrik akan melalui
bagian atas PCB. Layer ini biasanya digunakan ketika kita mendesai PCB secara
double layer. Ketika kita mendesain secara double layer jalur listrik dapat berganti
dari Top ke Bottom atau sebaliknya mengunakan via yang otomatis akan aktif ketika
kita berubah layer.Selain layer bagi jalur, EAGLE juga menyediakan layer bagi
keterangan PCB seperti nama, nilai, dan keterangan lainnya. Beberapa yang sering
dipakai adalah :
• Layer tPlace / bPlace berfungsi memberikan keterangan bentuk komponen, terletak
pada bagian atas / bawah PCB.
• Layer tNames / bNames ini berfungsi memberikan keterangan tentang nama
komponen dan keterangan ini berada pada bagian atas / bawah PCB.
• Layer tValues / bValues berfungsi memberikan keterangan berupa besarnya nilai
komponen dan keterangan ini berada pada bagian atas / bawah PCB.
2.2 Grid
Bila dirasa perlu dimensi yang presisi, ada baiknya tampilkan grid pada layar.
Caranya:
• Pilih menu View – Grid.
• Pada layar, pilih pengaturan yang sesuai seperti Gambar 25, lalu klik Ok.
2.3 Mengatur dimensi papan
EAGLE versi free dapat dipakai untuk merancang PCB ukuran 3 inchi x 4 inchi.
Untuk praktikum ini, PCB berukuran 5 cm x 7 cm, atau sekitar 2 inch x 2,75 inch.
Sebagai langkah awal, atur terlebih dahulu ukuran frame yang ada pada jendela
board dengan cara:
1. Klik fungsi move pada toolbar.
2. Klik garis batas atas papan, lalu pindahkan ke posisi 2.0 inch.
3. Klik garis batas kanan papan, lalu pindahkan ke posisi 2,75 inch. Dengan
demikain koordinat sudut kanan atas kotak adalah (2.75 , 2.00). Untuk mengetahui
koordinat dapatdilihat pada bagian kiri atas jendela board.
2.4 Menambah hole
Selanjutnya untuk menaruh papan pada wadah, tambahkan empat komponen
MOUNTING HOLE 3.0 mm. Letakkan di keempat sudut
2.5 Meletakkan komponen
Pada saat awal komponen yang belum diatur akan berada di luar papan. Garis-garis
berwarna hijau adalah airwire yang nantinya merupakan jalur listrik yang akan kita
buat polanya di PCB.
Pindahkan komponen tersebut ke dalam papan dengan posisi sesuai. Selama
meletakkan komponen ini, dapat digunakan fungsi-fungsi yang ada pada toolbar;
• move dapat digunakan untuk memindahkan letak komponen pada jendela Board.
• rotate dapat digunakan untuk memutar posisi komponen.
2.6 Mengganti package
Setelah diletakkan, ada kalanya ukuran komponen yang muncul kurang sesuai.
Untuk itu kita bias mengganti package-nya. Sebagai contoh, komponen C1 dan C2
memiliki nilai 1000uF/25V. Fisik komponen tersebut lebih cukup besar.

Untuk itu:
• Klik kanan pada komponen yang bersangkutan (C1), pilih menu package.
• Pada layar, pilih salah satu package yang cocok. Dalam hal ini kita pakai E7.5-16
(pada informasi terlihat bahwa komponen ini punya grid 7.62mm, diamater 16 mm).
Lalukan hal yang sama dengan C2, lalu rapikan lagi penempatan komponennya
2.7 Routing
Tahap selanjutnya adalah pembuatan jalur listrik yang menghubungkan antar tiap
komponen. Cara pembuatan jalur yaitu dengan memilih fungsi route pada toolbar.
Ketika memilih perintah ini maka akan ada menu pilihan yang berfungsi
menentukan parameter jalur yang akan dibuat.
Paramater yang dimaksud antara lain lebar jalur, layer yang digunakan, bentuk jalur
yang dibuat,
dll. Gambar 28 tampilan dari parameter pada route.
Pada toolbar route tersebut:
• Pastikan bahwa layer yang aktif adalah Bottom (warna biru).
• Pilih bentuk routing wire bend style 1 (bersudut 45 derajat).
• Pilih Width 0.066. Hal ini karena arus yang mengalir pada rangkaian ini cukup
besar.
2.8 Membuat plain ground
Plain ground adalah jalur besar yang berfungsi memperkecil impedansi dari jalur
listrik untuk ground yang dihasilkan. Untuk membuatnya
1. gunakan perintah polygon yang ada pada toolbar samping kiri.
2. Pada toolbar atas, pastikan memilih layer Bottom.
3. Pilih Width = 0.016.
4. Memakai mouse, gambarkan kotak (garis putus-putus biru) mengelilingi seluruh
papan
seperti Gambar 32. Polygon ini merupakan batas untuk plain ground yang akan kita
buat.
Agar menjadi plain ground, polygon ini harus diberi nama dengan cara:
1. Klik kanan polygon, pilih menu Name.
2. Beri nama GND.
Selanjutnya ada beberapa peraturan yang harus kita buat agar plain ground yang
dihasilkan sesuai dengan yang kita inginkan. Design rules tersebut dapat dibuat
dengan memilih Edit > Design Rules. Setelah itu akan muncul jendela dan pilih tab
clearance (Gambar 34).
Ubah nilai wire, pad, dan via sesuai dengan kebutuhan. Pada gambaar diatas
besarnya nilai wire dan pad dibuat 50 mil dan via sebesar 32 mil. Setelah semuanya
selesai maka tekan OK untuk kembali ke jendela board. Setelah kembali ke jendela
PCB, gunakan perintah ratsnest sehingga muncullah plain ground pada PCB yang
kita buat seperti Gambar 35.
Sampai disini, semua komponen sudah terkoneksi. Namun masih ada satu prinsip
yang dilanggar,yaitu bahwa plain ground yang dibuat ternyata membentuk ground
loop seperti ditunjukkan dengan garis merah pada Gambar.
Untuk menghilangkan ground loop tersebut, ada berbagai cara, antara lain:
• Membuat polygon GND yang tidak kotak (tambah sudutnya)
• Mamasang teks sebagai penghalang agar plain ground terhalang
• Mengubah jalur agar menghalangi plain ground
Kali ini kita akan coba cara ketiga, seperti terlihat pada Gambar 37. Caranya adalah
sebagai berikut:
1. Pilih fungsi ripup, lalu klik salah satu sisi polygon (yang tak kelihatan). Atau bisa
juga pada command line ketik “ripup @;” (tanpa petik dua). Dengan demikian, sisi-
sisi polygon akan nampak kembali.
2. Pilih menu “move”, lalu gunaan mouse untuk memindah jalur dari X3-1 kepinggir
PCB.Jika ingin pemindahan lebih halus, tekan tombol “Alt” selama menggerakkan
mouse.
3. Klik rasnet lagi, dan kini ground loop sudah terputus.

2.9 Memperbaiki atau memodifikasi library eagle


Ada kemungkinan bahwa library yang telah dimiliki EAGLE tidak bersesuain
dengan komponen elektronika yang dijual di pasaran, seperti ukuran lubang kaki
komponen yang terlalu kecil, jarak antar kaki komponen yang tidak sesuai, bahkan
komponen yang ingin dipakai tidak ada dalam library EAGLE. Untuk
memperbaikinya, kita harus mengedit package. Untuk membesarkannya:
1. Klik kiri komponen B1, pilih menu Open Package
2. Pada layar tersebut, pilih fungsi Change, lalu pilih menu Diameter – 0.86.
3. Klik ke-empat pad, sehingga membesar seperti nampak pada Gambar
4. Simpan package dengan menekan tombol Save.
5. Tutup layar package.
Pada jendela board terdapat menu Library pada bagian sebelah atas layar. Pilih menu
tersebut lalu tekan Update All, maka library tersebut akan di-update sesuai dan
modifikasi yang telah dilakukan.
2.10 Memberi teks
Caranya menambah teks judul adalah:
1. Hilangkan rasnet memakai fungsi ripup.
2. Pilih fungsi Text pada toolbar, sehingga muncul dialog text.
3. Ketikkan teks yang diinginkan, yaitu “Power Supply”, lalu klik OK.
4. Tempatkan teks pada papan dengan baik. Penampilan teks adalah terbalik, karena
memangposisinya di bawah. Nanti akan benar jika sudah menjadi PCB.
5. Tambahkan satu teks berisi “Lab TF1 18 – 00” (ganti 00 dengan nomor kelompok
anda).
6. Untuk mengubah ukuran teks, klik fungsi Change, pilih menu Size dan ukuran
yang sesuai(misal 0.1). Setelah itu klik teks yang akan diubah ukurannya.
7. Bila ingin mengubah isi teks, bisa memakai fungsi Change, pilih menu Text.
Selanjutnya untuk menambah teks label pada konektor AC (input) dan DC (output).
8. Pilih fungsi Text pada toolbar, ketikkan teks “AC~ CT AC~”, klik OK, dan
letakkan padaboard.
9. Klik kanan teks tersebut, pilih menu “Properties” (Gambar 41.a). Atur agar
alignmentnya menjadi “center”. Setelah itu putar teks, dan tempatkan dengan baik
dekat konektor AC.
10. Pilih fungsi Text pada toolbar, ketikkan teks “+5V 0 -5V”, klik OK, dan
letakkan padaboard.
11. Klik kanan teks tersebut, pilih menu “Properties”. Atur agar alignmentnya
menjadi “center”, dan centang pilihan “spin” (Gambar 41.b). Hal ini membuat teks
bisa diputar menghadap ke kanan, sehingga bisa diletakkan dekat konektor DC
dengan baik.
12. Lakukan hal yang sama dengan membuat teks “+12V 0” untuk konektor X3.
2.11 Menata top side
Selama menggambar PCB, EAGLE menampilkan semua layer. Untuk melihat sisi
atas saja dari
PCB ini, gunakan menu View – Layer Settings. Cobalah meng-hide layer Bottom
dan Pads. Akan nampak kondisi dari sisi atas dengan informasi letak, nama, dan
nilai komponen (layer tPlace,tName, tValue).
Kita akan menata letak layer atas ini menjadi seperti Gambar 43. Kita mulai dengan
mengatur posisi nama beberapa komponen. Caranya adalah:
1. Pada kotak perintah, ketik “smash”.
2. Klik komponen LED1, sehingga pada teks “LED1” akan muncul tanda +.
3. Klik fungsi move pada toolbar kiri, lalu pindahkan teks ke posisi yang sesuai
Lebih jauh, kita juga bisa mengubah ukuran, memutar, bahkan mengganti font teks
tersebut. Selanjutnya, kita dapat menambahkan teks pada layer atas, misalnya untuk
memberi label pada terminal AC dan DC. Caranya adalah:
1. Pada toolbar atas, pilih layer tPlace atau tName.
2. Pilih fungsi Text pada toolbar kiri.
3. Ketikkan teks untuk terminal AC, yaitu “~ CT ~”. Lalu posisikan.
4. Pilih fungsi Change – Align – Center pada tollbar kiri, klik teks tersebut. Nampak
bahwa silang (+) kontrol teks tersebut akan pindah ke tengah.
5. Jika perlu, gunakan fungsi Change – Size untuk mengubah ukuran text.
6. Gunakan fungsi move, posisikan teks ditempat yang benar.
Dengan cara yang sama, tambahkan teks yang lain seperlunya.

3. Membuat PCB
3.1 Mencetak PCB
Setelah desain PCB siap di EAGLE, maka cetaklah bagia bawah PCB:
1. Tampilkan hanya bagian yang akan dicetak, yaitu layer bottom. Untuk itu pilih
menu “View– Layer settings … “. Klik tombol “None”, lalu aktifkan hanya layer
bawah saja (16-Bottom, 17-Pads, 18-Vias). Kalau ingin lubang ada penanda,
aktifkan juga (44-Drills dan45-Holes).
2. Siapkan printer, sebaiknya ink-jet, dengan tinta yang masih hitam.
3. Pilih menu File – Print. Pada dialog pastikan bahwa skala adalah 1:1 dan pilih
mode black.
4. Cetak board ke kertas (60 gram saja, makin tipis makin baik).
5. Bawa hasil cetakan ke foto-copy xerox, copy yang tebal (sehitam mungkin).
Pada langkah 2 bisa juga memakai printer laser jet dengan toner asli dan masih tebal.
Dengan demikian hasilnya bisa langsung dipakai tanpa perlu di foto-copy seperti
langkah 5.
3.2 Memindah cetakan ke PCB kosong
Gambar PCB pada kertas tersebut akan kita pindah ke PCB kosong sebagai berikut:
1. Siapkan satu sachet Autan (anti nyamuk).
2. Siapkan satu botol minuman plastik yang kosong dan bersih, lengkap dengan
tutupnya.
3. Masukkan autan ke dalam botol, lalu tambahkan air sekitar 1 - 2 cm dari dasar.
4. Pasang tutup botol dan kocok sampai benar-benar rata, lalu buka kembali.
5. Siapkan PCB kosong yang permukaaannya bersih seukuran gambar PCB. Jika
permukaan
kurang bersih, maka cucilah memakai sabun colek dan sabut cuci stainles.
6. Basahi permukaan logam pada PCB kosong dengan larutan autan.
7. Basahi kertas cetakan PCB sisi bawah dengan larutan autan bolak-balik.
8. Tempelkan sisi kertas yang bergambar PCB ke permukaan logam PCB.
9. Lapisi kertas dengan plastik, lalu gunakan tutup botol untuk me-ngerok-i plastik
berkali-kali dengan merata.
10. Coba kupaslah kertas tersebut. Gambar PCB seharusnya tertinggal dan
menempel di permukaan logam. Jika belum, tutup kembali kertasnya dan keroki
lagi. Lakukan dengan sabar sampai semua kertas berhasil dikupas, dan gambar
tertempel di permukaan logam.
11. Setelah itu gunakan tangan dan air untuk membersihkan sisa-sisa kertas sampai
bagian yangtak ada gambarnya benar-benar bersih.
3.3 Melarutkan PCB
Prosedur kerja:
1. Siapkan mangkuk plastik atau keramik. Jangan sekali-kali menggunakan wadah
logam.
2. Memakai gelas ukur, buat campuran air + H2O2 + HCl dengan perbandingan
4:2:1.
3. Masukkan PCB yang sudah ada gambar tempelnya, lalu goyang-goyangkan
selama beberapa saat (sekitar 5 menit) sampai logam yang tidak ada gambarnya
sudah melarut.
4. Angkat PCB, lalu cuci dengan air mengalir sampai bersih.
5. Amankan sisa larutan (masih bisa dipakai lagi sekitar 3 kali), atau buanglah
larutan ke tempat yang telah disediakan di lab.
3.4 Melubangi PCB
Prosedurnya adalah:
1. Untuk keamanan, pastikan bor belum tersambung ke listrik
2. Pasang mata bor 1 mm pada ujung bor
3. Sambungkan listik ke bor
4. Atus posisi PCB pada landasannya, dan turunkan ujung bor ke titik yang akan
dilubangi
5. Hidupkan bor sampai terjadi lubang menembus PCB.
6. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk semua lubang.
7. Setelah selesai, putus dulu listrik dari bor, lalu lepas mata bor
3.5 Memindah cetakan sisi atas ke PCB
Setelah PCB di-bor, cetakan PCB sisi atas dapat dipindahkan ke PCB dengan cara
yang sama seperti sisi bawah. Pastikan agar gambar komponen terletak tepat sesuai
dengan lubang bor.
Bekas cetakan akan menempel dengan cukup kuat pada sisi atas PCB. Agar lebih
kuat, bisa saja PCB ini dilapisi dengan dengan cat transparan. Namun hati-hati,
tembaga di sisi bawah jangan sampai kena cat, karena akan membuat tak bisa di-
solder.

4. Menyolder
4.1 Alat dan Bahan Solder
Ada beberapa alat yang disiapkan sebelum memulai proses menyolder, yaitu :
1. Soldering iron
2. Timah solder
3. Busa atau spons untuk membersihkan mata solder
4. Dudukan solder
5. Penyedot timah
4.2 Memasukkan komponen
Ada beberapa metode yang dilakukan sebelummelakukan penyolderan, yang
pertama adalah memotong kaki komponen-komponen lebih dahulu baru melakukan
proses penyolderan. Yang kedua melakukan penyolderan dahulu hingga selesai dan
selanjutnya memotong kaki komponen. Tidak ada ketentuan khusus yang
mengharuskan melakukanmetode tertentu. Hal tersebut bergantung kepada
kebiasaan dan kenyamanan masing-masing.
4.3 Menyolder komponen
• Cara pertama adalah dengan memberikan timah ke mata solder yang digunakan.
Selanjutnya lelehan timah tadi ditempelkan kepada kaki komponen dan juga pad
pada PCB. Jika timah masih belum menutupi seluruh area pad dan kaki komponen
maka tambahkan kembali timah.
• Cara kedua adalah panaskan dulu kaki komponen beberapa saat selanjutnya
lelehkan timah dan tempelkan pada kaki komponen yang telah dipanaskan
sebelumnya.Hasil penyolderan yang bagus adalah timah pada kaki komponen dan
pad menyatu dengan baik dan tidak melebar pada sisi di sekitarnya. Selain itu hasil
solder yang baik adalah yang mengkilat.
4.4 Menyedot timah
Ketika hasil solderan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dapat dilakukan
penyedotan kembalitimah yang telah menempel pada PCB. Caranya adalah siapkan
soldering iron dan penyedot timah.
Panaskan bagian timah yang ingin disedot menggunakan soldering iron, Setelah
terlihat meleleh gunakan penyedot timah untuk mengangkat hasil solderan yang
tidak sesuai tadi. Lakukan beberapa
kali hingga timah tersebut terangkat dari PCB. Harus diperhatikan bahwa suhu yang
terlalu panas dari soldering iron dapat membuat jalur tembaga terlepas dari PCB.
4.5 Merangkai transformator
4.6 Pada kit power supply ini, Transfomator dipasang terpisah dari PCB karena ukurannya
besar. Untuk
4.7 memasang transfomator ini, pada sisi primer:
• Jika ada, gunakan kabel isi 3. Sambungkan kabel Fasa dan Netral ke kutub AC primer
• Sambung kabel ground ke CT sisi sekunder
• PERHATIAN: Karena listrik ini bertegangan 220V, lindungi konduktor yang terbuka
dengan isolator atau glue gun.
Selanjutnya pada sisi sekunder:
• Gunakan tiga kabel DC, solder ke kutub +5V, CT dan -5V.
• Pasang ke konektor AC pada PCB sesuai kutub-kutubnya.
Selamat, power supply ini sudah selesai dan akan di uji pada praktikum selanjutnya.

3. Hasil dan Pembahasan


Hasil
3.1 Print Gambar skema rangkaian

3.2 Print gambar PCB hasil desain di EAGLE


3.3 Foto bawah PCB kosong yang telah ditempeli gambar jalur

3.4 Foto bawah PCB setelah dilarutkan

3.5 Foto atas PCB setelah dipasangi komponen dan disolder


3.6 Foto bawah PCB setelah dipasangi komponen dan
disolder

3.7 Mengukur listrik ac dengan testpen


Tabel 1. Listrik ac dengan testpen
Fasa Netral Ground
Hidup Mati Mati

3.8 Mengukur listrik ac jala-jala dengan multimeter


Tabel 2. Listrik ac jala-jala dengan multimeter
No Tegangan Jenis kondisi
1 237,9V Fasa ke netral
2 237,7V Netral ke fasa

3.9 Pada kit catu daya


Tabel 3. Kit catu daya
No Koneksi Multimeter
1 CT >> AC+ 13,05V
2 CT>>AC- 13,06V
3 AC+>>AC- 26,11V
3.10 Input catu daya
Tabel 4. Input catu daya
No Koneksi Multimeter
1 CT >> AC+ 10V
2 CT>>AC- 9V
3 AC+>>AC- 19V
3.11 Output catu daya
Output catu daya tidak terdeteksi.
Pembahasan
Dari segi kesempurnaan jalur, karya PCB yang dihasilkan kurang sempurna. Hal ini terlihat dari
beberapa hasil cetakan yang disitu ada beberap jalur yang terputus. Terputusnya jalur-jalur
tersebut karena pengerokan dan pembilasan yang tidak hati-hati. Sementara untuk hasil solderan
juga tidak bisa dibilang baik, karena ada beberepa titik solder yang di solder terlalu tebal,
sehingga membuat berapa jalur menjadi tersambung atau terputus. Kesalahan awal paling
mendasar ketika membuat PCB pada praktikum kali ini adalah hasil desain dari kelompok kami
yang terlalu tipis, sehingga menyebabkan desain tidak bisa dipakai, dan terpaksa harus diganti
dengan desain cadangan yang disediakan oleh lab. Selain itu, kesalahan ketika mencetak PCB,
dan menyolder PCB menyebabkan PCB menjadi tidak berfungsi dengan baik. Evaluasi
mendasar dari pembuatan PCB ini adalah desain, pencetakan, dan penyolderan. Hal ini yang
harus benar-benar diperhatikan ketika membuat PCB selanjutnya.

Tegangan trafo menggunakan tegangan 12V AC, yang mana seharusnya nilai inputnya juga
12V. Akan tetapi disini tegangan yang terdeteksi sedikit meleset dari apa yang seharusnya. Hal
tersebut disebabkan perangkaian kabel yang kurang sempurna sehingga inputnya terdeteksi
seperti itu. Selain itu untuk output terdapat masalah yaitu tidak terdeteksinya sinyal tegangan
output. Hal ini disebabkan oleh terutama oleh jalur yang tidak tersambung, dan solderan yang
kurang baik. Padahal sebelum di rangkai, komponen sudah dites terlebih dahulu dan bisa
dipastikan dalam kondisi baik.

4. Kesimpulan
1. Dalam proses pembuatan PCB, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu; desain,
pencetakan, dan penyolderan.
2. Dalam merangkai PCB dan trafo, salah satu hal terpenting adalah perangkaian kabel yang
baik.

5. Saran
1. Cek kondisi alat sebelum praktikum
2. Pada saat praktikum perhatikan lagi manajemen waktu
3. Pastikan kelengkapan alat praktikum sebelum memulai praktikum
4. Lakukan pencetakan secara hati-hati
5. Pastikan jalur terhubung sebelum melakukan penyolderan
6. Solderlah dengan rapi

6. Referensi

[1] D. Kho, “Teknik Elektronika,” 20 Agustus 2019. [Online]. Available:


https://teknikelektronika.com/pengertian-pcb-printed-circuit-board-jenis-jenis-pcb/. [Diakses 7
November 2019].
[2] Hermawan, “Nesabamedia,” 6 Juni 2019. [Online]. Available:
https://www.nesabamedia.com/pengertian-fungsi-dan-jenis-jenis-pcb/. [Diakses 7 11 2019].
7. Lampiran
Tugas Awal
M.Rizky Ramadhani
118320021
Teknik Fisika

Carilah informasi tentang bahan / komponen di Internet, dan kerjakan hal-hal berikut pada jurnal.
1. Jelaskan tentang bahan PCB FR1, FR2, FR3 dan FR4.
 FR1 adalah bahan dasar yang terbuat dari campuran senyawa fenol dan banyak digunakan
dalam pembuatan rangkaian elektronik karena dalam penggunaan lapangan FR1 lebih unggul
dari FR2.
 FR2 adalah bahan dasar yang terbuat dari kertas banding resistentic yang dicampur dengan
bahan resin plastic formal dehida fenol.
 FR3 adalah FR2, tetapi alih-alih resin fonolik menggunakan pengikat resin opoksi.
 FR4 terbuat dari anyaman fiberglass yang telah menjalani proses pelapisan dengan resin epoks.
FR4 memiliki daya serap air lebih ssedikit, sehingga menjadikanya material dengan daya isolasi
baik yang juga memiliki ketahanan terhadap temperatur hingga 140ºC

2. Cari tabel tebal jalur PCB sesuai dengan arus listrik yang akan melaluinya (pcb width table atau
calculator). Tentukan lebar jalur minimal untuk arus 1 A.

3. Cari datasheet IC L7805 dan L7905. Gambarkan posisi kaki-kakinya. Pelajari juga heat-sink (kepala
logam) keduanya tersambung ke kaki apa.

4. Pada praktikum akan dipakai bahan kimia larutan H2O2 (hidrogen peroksida) dan HCl (asam
khlorida). Tuliskan pedoman keselamatan dalam menangani keduanya.
 Penghirupan — Cari udara segar. Jika pernapasan korban sulit, berikan oksigen. Jika
pernapasan tidak ada, berikan pernapasan buatan dan segera dapatkan bantuan medis.
 Kontak Mata — Lepaskan lensa kontak jika ada. Segera basuh mata dengan banyak air selama
minimal 15 menit, dan dapatkan bantuan medis.
 Kontak Kulit — Basuh kulit dengan banyak air dan tutupi kulit yang teriritasi dengan emolien.
Lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Dalam kasus paparan kulit yang serius, gunakan sabun
desinfektan dan krim anti-bakteri dan dapatkan bantuan medis.
 Tertelan — JANGAN memaksakan muntah. Kendurkan pakaian ketat. Jangan pernah
memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Mencari perhatian medis.

Anda mungkin juga menyukai