FUNGSI DAN FUNGSI LINIER
A. Sistem Koordinat Kartesius
Sistem koordinat adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan letak suatu
2 3
titik pada bidang ( R ) atau ruang ( R ) . Beberapa macam sistem koordinat yang kita
kenal, antara lain sistem koordinat Cartesius.
Y
x<0 x>0,
y>0 y>0
Kuadran
II Kuadran I
Kuadran III Kuadran IV
x<0, x>0,
y<0 y<0
Berdasarkan Gambar di atas, terdapat 4 bidang simetris yang dibatasi oleh sumbu-
sumbu koordinat X dan Y, masing-masing bidang yang dibatasi oleh bidang
dinamakan kuadran, sehingga terdapat 4 kuadran, yaitu kuadran I (x > 0, y > 0),
kuadran II (x < 0, y > 0), kuadran III (x < 0, y < 0), dan kuadran IV (x > 0, y < 0)
B. Pengertian Fungsi
C.
Definisi : Fungsi f
dar
i
himpunan A ke B adalah aturan pengawanan yang menghubungkan tiap x∈ A dengan
tunggal y∈ B . Fungsi Linier
Fungsi linier merupakan fungsi paling sederhana karena hanya mempunyai variabel
bebas dan berpangkat satu pada variabel tersebut. Fungsi ini sering digunakan dalam
penerapan ekonomi dan bisnis untuk menjelaskan hubungan-hubungan ekonomi dan
bisnis secara linier.
Tunjung Genarsih, M.Pd || Matematika Ekonomi
Bentuk umum: y = mx + n atau ax + by + c = 0. Grafik fungsi linier berupa
garis lurus.
D. Persamaan Garis dan Gradien
Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung
pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat
ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan
ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah :
1. Persamaan garis melalui dua titik
Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi
kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat
masing-masing (x1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :
y- y 1 x- x 1
=
y 2 -y 1 x 2 −x1
Contoh.
Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:
y- y 1 x- x 1
=
y 2 -y 1 x 2 −x1
y- 3 x- 2
=
5 -3 6−2
y- 3 x- 2
=
2 4
4y -12 = 2x - 4
4y = 2x+ 8
y = 2 + 0,5 x
2. Persamaan garis melalui satu titik dan gradien m
Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1,y1) dan lereng garisnya m,
maka persamaan liniernya adalah :
y - y 1 = m(x-x 1 )
Contoh.
Andaikan diketahui bahwa titik A(2,3) dan lereng garisnya adalah 0,5 maka
persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah :
y - y 1 = b( x-x 1 )
Tunjung Genarsih, M.Pd || Matematika Ekonomi
y - 3 = 0,5(x-2)
y - 3 = 0,5x-1
y = 2 +0,5x
E. Hubungan Dua Garis Lurus
1. Sejajar
Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan
kelipatan dari garis yan lain. Dengan demikian , garis y 1 = a 1 +b1 x akan berimpit
dengan garis y 2 = a 2 +b 2 x , jika y 1 = ny 2 a1 = na 2 b1 = nb 2
x
0
2. Berimpit
Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan
lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis y 1 = a 1 +b1 x akan
sejajar dengan garis y 2 = a 2 +b 2 x , jika b1 = b 2
x
0
Tunjung Genarsih, M.Pd || Matematika Ekonomi
3. Berpotongan
Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama
dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis y 1 = a 1 +b1 x
akan berpotongan dengan garis y 2 = a 2 +b 2 x , jika b1 ≠ b 2
y
x
0
4. Tegak lurus
Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu
merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang
berlawanan. Dengan demikian , garis y 1 = a 1 +b1 x akan tegak lurus dengan garis
1
y 2 = a 2 +b 2 x , jika b1 = - b 2 atau b1 . b 2=-1
y
x
0
Tunjung Genarsih, M.Pd || Matematika Ekonomi
Tunjung Genarsih, M.Pd || Matematika Ekonomi