0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan13 halaman

Materi P2K3

Dokumen tersebut membahas tentang Pasal 10 UU No. 1 Tahun 1970 mengenai pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). P2K3 bertugas memberikan pertimbangan untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan pemahaman pekerja tentang K3. Dokumen ini juga menjelaskan peraturan pembentukan, keanggotaan, tugas dan peran P2K3 berdasarkan Permenaker.

Diunggah oleh

Anik Inawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan13 halaman

Materi P2K3

Dokumen tersebut membahas tentang Pasal 10 UU No. 1 Tahun 1970 mengenai pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). P2K3 bertugas memberikan pertimbangan untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan pemahaman pekerja tentang K3. Dokumen ini juga menjelaskan peraturan pembentukan, keanggotaan, tugas dan peran P2K3 berdasarkan Permenaker.

Diunggah oleh

Anik Inawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Resume video 1

Materi P2K3

Pasal 10 UU No. 1 Tahun 1970:

Latar belakang

1. Veigeldresreglement 1910 (VR 1910, Stbl NO. 406) sudah tidak sesuai lagi
2. Perlindungan kerja tidak hanya di industry atau pabrik
3. Perkembangan IPTEK serta kondisi dan situasi ketenaga kerjaan
4. Sifat refresif dan polisional pada VR. 1910 sudah tidak sesuai lagi.

Pertimbangan ditetapkan

 Tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan pekerjaannya


 Orang lain yang berada di empat kerja perlu dijamin keselamatannya
 Sumber-sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien

BAB I Pasal 1 UU No. 1 Tahun 1970

1. Tempat kerja
 Ruangan
 Lapangan
 Bergerak atau tetap
 Terbuka atau tertutup
2. Unsur tempat kerja
 Tenaga kerja
 Sumber bahaya
 Kegiatan
3. Pengurus, orang yang memimpin langsung perusahaan
4. Pengusaha, orang atau badan hukum pada suatu tempat kerja yang merupakn miliknya
atau milik orang lain di luar negeri
5. Direktur, pelaksana umum UU No. 1 Tahun 1970 (Pejabat dar depnaker)
6. Pegawai pengawas, pengawas dan spesialis depnaker
7. Ahli keselamatan kerja K3 yang berkeahlian khusus dari luar depnaker
BAB II, pasal 2

Tempat kerja, dalam wilayah hukum RI

a. Darat, dalam tanah


b. Permukaan air, dalam air
c. Udara

Pasal 3

Syarat-syarat K3

1. Arah dan sasaran yang akan dicapai melalui syarat-syarat K3


2. Pengembangan syarat-syarat K3 di luar ayat 1  IPTEK

Pasal 4

1. Penerapan syarat-syarat K3  Sejak tahap peencanaan s/d pemeliharaan


2. Mengatur prinsip teknis tentang bahan dan produksi teknis

Pasal 5

1. Direktur sebagai pelaksana umum


2. Wewenang dan kewajiban
- Direktur (Kepmen 79/Men/1977)
- Peg. Pengawas (Permen 3/Men/1978 dan Permen 3/Men/1984)
- Ahli K3 (Permen 2/Men/1992)

Pasal 6 Panitian banding (belum diatur)

Pasal 7 (belum diatur secara rinci)

Pasal 8

1. Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan tenaga kerja


2. Berkala (Permen No. 2/Men/1980 dan Permen No. 3/Men/1983)

Pasal 9 – Pembinaan

1. Pengurus wajib menunjukkan dan menjelaskan (Baru)


2. Dinyatakan mampu dan memahami (pekerja)
3. Pengurus wajib (pembinaan)
4. Pengurus wajib memenuhi dan mentaati syarat-syarat K3

Pasal 10 – panitia Pembina K3 (Permenaker No. 4/Men/1984)  penetapan oleh menteri tk

Pasal 11 – kecelakaan

1. Kewajiban pengurus melaporkan kecelakaan kepada menteri tenaga kerja


2. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan (Permen No. 3/Men/1998)

Pasal 12 – hak dan kewajiban Tenaga kerja

1. Memberi keterangan yang benar


2. Memakai alat pelidung diri
3. Memenuhi syarat-syarat K3
4. Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan syarat-syarat K3
5. Menyatakan keberatan kerja apabila syarat K3 tidak dipenuhi dan APD yang wajib
diragukan

Pasal 13 – kewajiban memasuki tempat kerja (wajib mentaati K3 dan APD)

Pasal 14 – kewajiban pengurus

1. Menempatkan syarat-syarat K3 di tempat kerja


2. Memasang poster K3 dan bahan pembinaan K3
3. Menyediakan APD secara Cuma-Cuma

Pasal 15 – ketentuan penutup

1. Pelaksanaan ketentuan pasal-pasal diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan


2. Ancaman pidana atas pelanggaran
- Maksimum 3 bulan kurungan atau
- Denda maksimum Rp100.000
3. Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran

Pasal 16 - kewajiban pengusaha memenuhi UU paling lama setahun (12 Januari 1970)
Pasal 17 – aturan peralihan untuk memenuhi keselamatan kerja – VR 1910 tetap berlaku selama
tidak bertentangan

Pasal 18 – UU No. 1 / 1970 sebagai UU Keselamatan kerja dalam LNRI No. 1918 tanggal 12
Januari 1970

Lambing K3

Bentuk lambing berupa palang berwarna hijau dengan roda bergerigi sebelas dengan warna dasar
putih

Arti tanda palang: bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK)

Arti roda gigi: bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani

Arti warna putih: bersih dan suci

Arti warna hijau: selamat, sehat dan sejahtera

Arti sbelas gerigi roda: sebelas bab UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
Resume video 2

Materi P2K3

Pasal 10 UU No. 1 Tahun 1970:

Pasal 10. Ayat (1). Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertugas memberi
pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan dalam,perusahaan
yang bersangkutan serta dapat memberikan penjelasan dan penerangan efektif pada para pekerja
yang bersangkutan.

Pasal 10. Ayat (2). Susunan P2K3, tugas dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

PERMENAKER No. Per. 04/Men/1987 P2K3 dan Tata Cara Penunjukan AK3 untuk panitian
P2K3.

Latar belakang Pembentukkan dan pengembangan P2K3 antara lain adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkna komitmen pimpinan perusahaan


2. Mempercepat birokrasi
3. Mempercepat pengambilan keputusan.
4. Pengawasan tidak langsung

Tujuan pembentukan P2K3 antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mendorong kerjasama manajemen dan pekerja terhadap masalah dan penyelesaian


masalah K3.
2. Menyediakan forum dialog yang konstruktif dan regular antara manajemen (pengusaha
dan pengurus) dan pekerja.
3. Memainkan peranan yang penting dalam pengembangan program pengendalian bahaya di
tempat kerja.
4. Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi K3.
5. Menyampaikan rekomendasi K3 kepada manajemen.

Manfaat pembentukan P2K3 antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mengembangkan kerjama P2K3


2. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi tenaga kerja terhadap K3
3. Forum komunikasi dalam bidang K3
4. Menciptakan tempat kerja yang nihil kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Kewajiban pengusaha atau pengurus membentuk P2K3.

Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3.
Tempat kerja yang dimaksud adalah:

a. Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih.
b. Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan kurang dari 100
orang, akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai resiko
yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran
radioaktif.

Keanggotaan P2K3

 Keanggotaan P2K3 terdiri unsur pengusaha dan pekerja


 Susunan pengurus P2K3 terdiri dari:
 Ketua
 Sekretaris
 Anggota
 Sekretais P2K3 : ahli K3 dari perusahaan yang bersangkutan.

Tugas P2K3

Memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau
pengurus mengenai masalah K3.

Fungsi P2K3

1. Menghimpun dan mengolah data tentang keselamatan dan kesehatan kerja di tempat
kerja.
2. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
a. Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan
keselamatan dan keshatan kerja, termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara
penanggulangannya.
b. Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja
c. Alat pelindung diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan.
d. Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya.
3. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
a. Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
b. Menentukan tindakan koreksi dengan alternative terbaik
c. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja
d. Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan penyakit akibat kerja serta mengambil
langkah-langkah yang diperlukan.
e. Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatam kerja, hygiene
perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomic.
f. Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di
perusahaan
g. Memeriksan kelengkapan peralatan keselamatan kerja
h. Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.
i. Mengembangkan laboratorium kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan
pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interprestasi hasil pemeriksaan.
j. Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, higien perusahaan dan juga
kesehatan kerja

Karakteristik umum pengurus dan anggota P2K3 antara lai adalah sebagai berikut:

 Mempunyai tujuan yang sama “menjadikan tempat kerja yang aman dan sehat untuk
semua orang”
 Melakukan pertemuan secara regular
 Melakukankomunikasi antara pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja
 Sebagai team penyelesaian masalah K3 (problem solving team)

Peran dan Tanggung jawab ketua P2K3 anata lain adalah sebagai berikut:

 Memainkan peran kunci dalam:


a. Melibatkan semua anggota P2K3 dalam melaksanakan K3 di tempat kerja
b. Memanfaatkan keterampilan dan juga pengalaman bersama dalam menyelesaikan
masalah K3
c. Mendorong anggota untuk memberikan Kontribusi peningkatan K3 di tempat kerja.
d. Menghadirkan anggota P2K3 dalam memmimpin langsung pertemuan regular P2K3
e. Mendistribusikan informasi hasil pertemuan regular dan tindak anjutnya.
 Merencanakan rapat regular
 Menylenggarakan dan memimpin rapat
 Menindaklanjuti hasil keputusan rapat

Peran dan Tanggung jawab anggota P2K3 antara lain adalah:

a. Menghadiri rapat-rapat P2K3


b. Memberikan Kontribusi ide, saran dan pengalaman dalam rapat P2K3
c. Menghimpun dan mendapatkan infomasi apabila ditugaskan oleh rapat P2K3.

Peran dan Tanggung jawab sekretaris P2K3 antara lain adalah:

a. Mempersiapkan rapat regular P2K3


b. Menyusun notulen rapat P2K3
c. Menghimpu semua agenda dan hasil keputusan rapat P2K3
d. Menyebarluaskan notulen rapat, laporan dan informasi kepada anggota P2K3
e. Menegaskan dan mengklarifikasi hasil keputusan rapat P2K3.

Program kerja P2K3 antara lainadalah sebagai berikut:

a. Safety meeting
b. Inventarisasi permasalahan
c. Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya
d. Enerapan norma K3
e. Inspeksi/safety patrol
f. Penyelidikan dan analisa kecelakaan
Resume video 3

Materi P2K3

Pengertian K3

Secara etimologis:

Memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja
selalu dalam keadaa selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi perlu dipakai dan
digunakan secara aman dan efisien.

Secara filosofi:

Suatu konsep berfikir dan upaya nyata untuk menjamin kelestarian tenaga kerja dan setiap insan
pada umumnya beserta hasil karya dan budaya dalam upaya mencapai adil, makmur dan
sejahtera.

Secara keilmuan:

Suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapan yang mempelajari tentang cara penanggulangan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja.

Tujuan K3:

- Menciptakan tempat kerja yang aman


- Menjamin setiap smber produksi dipakai secara aman dan efisien
- Menjamin proses produksi berjalan lancar

Sasaran K3:

- Nihil kecelakaan dan penyakit akibat kerja


A. Definisi keselamatan
Kselamatan dapat diartikan mengendalikan kerugian dari kecelakaan atau juga dapat
diartikan kempampuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan resiko yang tidak bisa
diterima.
B. Definisi kesehatan
Derajat atau tingkat keadaan fisik dan psikologi individu.
C. Definisi aman
Suatu kondisi dimana atau kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan ke
tingkat yang memadai, dan ini adalah lawan dari bahaya.
D. Definisi bahaya
Semua sumber, situasi atau pun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera dan atau
penyakit akibat kerja.

Ada 5 faktor bahaya di tempat kerja:

1. Faktor bahaya biologi


2. Faktor bahaya kimia
3. Faktor bahaya fisik
4. Faktor bahaya ergonomic
5. Faktor bahaya sosial – psikologis
E. Definisi resiko (risk)
Ukuran kemungkinan kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya atau hazard tertentu
yang terjadi. Resiko memiliki 2 dimensi yang menunjang bagaiamana suatu resiko di tempat
kerja yaitu:
1. Kekerapan
2. Keparahan
F. Definisi incident
Suatu kejadian atau peristiwa yang direncanakan dengan kemungkinan besar menimbulkan
konskunsi-konskuensi yang tidak diinginkan dan dapat merugikan perusahaan.
G. Definisi accident
Suatu peristiwa yang tidak diharapkan, tidak direncanakan, dapat terjadi kapan saja dan
dimana saja, atau ada yang menyebutnya rangkaian peristiwa yang terjadi karena berbagai
sebab, dimana mengakibatkan kerugian fisik (luka atau penyakit) terhadap seseorang,
rusaknya harta milik perusahaan, terjadinya gangguan usaha atau setiap kombinasi dari efek
tersebut.
Potensi bahaya (hazard) di tempat kerja

Tenaga
Kerja

Proses

Bahan Alat

Sejarah perkembangan K3

- Abad 17 M  Raja Hamurabi (Babilonia)


- 5 abad (SM)  Zaman Mosai
- Yunani dan Romawi perkembangan K3 mengikuti penggunaan Teknologi (APD),
safety device dan alat-alat pengamanan
- Revolusi industry
 Revolusi industry dan mekanisasi
 Revolusi inggris
 Copreession law (AS)
 Indonesia (Pemerintah Hindia Belanda)
- Era manajement
 Heinrich, teori ekonomi
 Bird and German
 ISO, SMCT dll

Teori Domino Heinrich

- Social environment and ancestry


- Fault of the person
- Unsafe act or condition
- Accident
- Injury
Teori Domino Frank E. Bird

1. Lack of control (lemah pengendalian atau pengawasan)


a. Program tak sesuai
b. Standar tak cocok
c. Tak patuhi standar
2. Basic causes (sebab dasar)
a. Faktor personal
b. Faktor pekerjaan
3. Immediate causes (sebab langsung)
a. Tindakan taka man
b. Kondisi taka man
4. Incident (kontak dengan energy atau bahan)
5. Loss (kerugian)
a. Manusia
b. Harta benda
c. Proses kerja
d. Lingkungan
e. Masyarakat

Gunung es – biaya kecelakaan

Biaya kecelakaan dan penyakit ($1)

- Pengobatan
- Gaji

Biaya ($5 sampai $50)  biaya yang tidak diasuransikan

- Kerusakan gangguan
- Kerusakan peralatan dan perkakas
- Kerusakan produk dan material
- Terlambat dan gangguan produksi
- Biaya legal hukum
- Biaya fasilitas dan peralatan gawat darurat
- Sewa peralatan
- Waktu penyelidikan

Biaya ($1 sampai $3)  biaya lain yang tidak diasuransikan

- Gaji ters untuk waktu yang hilang


- Biaya pemakaian pekerjaan pengganti (pelatihan)
- Upah lembur
- Ekstra waktu untuk kerja administrasi
- Berkurangnya hasil produksi akibat dari si korban
- Hilangnya bisnis dan nama baik

Anda mungkin juga menyukai