0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan2 halaman

Pemfis Sistem Integumen

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang cara melakukan pemeriksaan fisik pada sistem integumen yang meliputi kulit, kuku, dan rambut. Pemeriksaan kulit meliputi inspeksi warna, tekstur, kelainan, temperatur, dan bau. Pemeriksaan kuku meliputi inspeksi warna, bentuk, dan kelainan. Sedangkan pemeriksaan rambut meliputi inspeksi kuantitas, distribusi, dan tekstur.

Diunggah oleh

Intan NurAinhy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan2 halaman

Pemfis Sistem Integumen

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang cara melakukan pemeriksaan fisik pada sistem integumen yang meliputi kulit, kuku, dan rambut. Pemeriksaan kulit meliputi inspeksi warna, tekstur, kelainan, temperatur, dan bau. Pemeriksaan kuku meliputi inspeksi warna, bentuk, dan kelainan. Sedangkan pemeriksaan rambut meliputi inspeksi kuantitas, distribusi, dan tekstur.

Diunggah oleh

Intan NurAinhy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : INTAN NURAINI

NIM : P00320020066
MATKUL : KMB 2
KELAS : TK.2B KEPERAWATAN
Tugas 1
Mencari bagaimana cara pemeriksaan fisik pada sistem integumen!
Jawab
A. Kulit
Inspeksi dan palpasi kulit dengan menggunakan:
1. Penlight untuk menyinari lesi
2. Pakaian pasien atau klien dapat dilepaskan seluruhnya dan diselimuti dengan
benar
3. Proteksi diri sarung tangan harus dipakai ketika melakukan pemeriksaan kulit
Periksa seluruh permukaan kulit dibawah cahaya yang baik lalu inspeksi daln palpasi
setiap area. Perhatikan
1. Warna kulit
Normal: saat di inspeksi kulit nampak lembab, jika ditemukan kemerahan itu
merupakan hal yang disebabkan kulit sering terpapar cahaya matahari yang
berlebihan sehingga berpigmen efek vasodilatasi yang ditimbulkan oleh demam
sengatan matahari dan iflamasi yang menimbulkan bercak kemerahan pada kulit.
Abnormal: Ditemukan Jaundice/ Ikterik, Cyanosis/pucat
2. Tekstur kulit
Palpasi tekstur kulit dengan cara menekan secara lembut dengan ujung jari.
Normal: Lembut dan elastis (dewasa), lembek dan kurang elastis (orang tua).
Turgor adalah elastisitas dari kulit. Diukur dengan tekan berapa lama kulit dan
jaringan dibawahnya kembali ke bentuk awal setelah ditarik. Normalnya kembali
<3 detik
Abnormal: Nampak tegang karena odema dan adanya atrofi
3. Kelainan/lesi kulit
Normal: tidak terdapat lesi
Abnormal: Terdapat lesi kulit, tentukan:
a) Bentuk lesi
1) Lesi primer: Bulla, macula, papula, plaque, nodula, pigmentasi,
hypopigmentasi, pustula
2) Lesi sekunder: Tumor, crusta, fissura, erosi, vesikel, eskoriasi,
lichenifikasi, scar, ulceratif
b) Distribusi dan konfigurasinya: general, unilateral, soliter, bergerombol
4. Temperatur
Dikaji dengan dorsal tangan
Normal: saat diraba hangat secara keseluruhan. Bila ada hipetermi atau hopotemi,
bandingkan dengan bagian opposite
Abnormal: kulit terasa dingin (Kekurangan oksigen/sirkulasi), temperatur
meningkat (infeksi)
5. Odor/bau
Pada kulit normal, kulit bebas dari bau yang tidak mengenakan. Bau yang tajam
secara normal akan ditemukan pada peningkatan produksi keringat pada area
aksila dan lipat paha atau bau yang disebabkan karena adanya luka terbuka
ataupun kurangnya perawatan hygiene dari pasien
B. Kuku
Pemeriksaan kuku dilakukan dengan melakukan inspeksi terhadap warna, bentuk, dan
keadaan kuku. Adanya jari tubuh (clubbed fingers) dapat menunjukkan penyakit
pernapasan kronis, atau penyakit jantung. Bentuk kuku yang cekung atau cembung
menunjukkan adanya cedera defisiensi besi, atau infeksi
Inspeksi dan palpasi kuku jari tangan dan kaki. Perhatikan:
1. Warna : sianosis/pucat, ikterik
2. Bentuk : jari tubuh (clubbing)
3. Adanya lesi : paronkia, onikolisis
C. Rambut
Dalam keadaan normal, bulu halus (velus) menutupi semua bagian tubuh kecuali
telapak tangan dan kaki, serta permukaan labia dalam. Rambut yang kering, rapuh,
dan kekurangan pigmen dapat menunjukkan adanya kekurangan gizi. Rambut yang
jarang atau tumbuh subur dapat menunjukkan adanya malnutrisi, penyakit
hipotiodisme, efek obat dan lain-lainnya.
Inspeksi dan palpasi rambut. Perhatikan:
1. Kuantitas : tipis, tebal
2. Distribusi : alopesia sebagian atau total
3. Tekstur : halus, kasar

Anda mungkin juga menyukai