Anda di halaman 1dari 6

Pengantar Akuntansi 1-3 - Presentation Transcript

1. Rencana Perkuliahan & Penilaian Mata Kuliah : Pengantar Akuntansi Tingkat Kesulitan :
Sulit (key to success “dimengerti” bukan “dihafal”) Potensi Waktu : 2 SKS x 45 menit
Tertib Kuliah : Tepat Waktu & Pakaian: Pria&Wanita (Sopan) Hari : Jam : Model Kuliah
: Ilmiah,Relax,Interaktif,Open,Sopan Perlengkapan : Buku, pulpen, pensil & kalkulator
Item Format Weight Absen (alfa/ijin maks 3x) 16x 20% UJIAN 50% UTS 20% UAS
30% Tugas (Tunggal, Kelompok, Seminar) 15% Keaktifan Interaktif (Quiz,Perkuliahan,
15% Kelompok,Seminar) ==================================== ======
100% Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
2. Pendahuluan Akun/Perkiraan Jurnal Buku Besar Neraca Saldo Pencatatan Beban dan
Pendapatan Ayat Jurnal Penyesuaian Neraca Lajur Laporan Keuangan Ayat Jurnal
Penutup dan Ayat Jurnal Pembalik Laporan Arus Kas Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
3. Definisi akuntansi, siklus akuntansi, persamaan dasar akuntansi, analisis transaksi, dan
basis akuntansi. Pengertian, aturan pencatatan, saldo normal, kelompok dan bagan akun.
Pengertian, fungsi dan bentuk jurnal. Pengertian dan bentuk buku besar. Pengertian,
fungsi dan bentuk neraca saldo. Pencatatan beban dan pendapatan. Ayat jurnal
penyesuaian. Pengertian dan bentuk lajur. Jenis laporan keuangan dan komponen laporan
keuangan. Ayat jurnal penutup dan ayat jurnal pembalik. Metode penyusunan laporan
arus kas. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
4. Secara umum Akuntansi dapat didefinisikan sebagai Ilmu dan Seni; Pencatatan,
Penggolongan dan Peringkasan yang dinyatakan dalam uang transaksi-transaksi yang
bersifat finansial serta laporan hasil-hasilnya. Key: Ilmu, Seni, Pekerjaan (Pencatatan,
Penggolongan, Peringkasan), Satuan Uang, Objek, Financial, Laporan Dody Zulfikar SE
MM, zulfikar76@yahoo.com
5. Pengertian Akuntansi Detail (Detail Accounting Definition) Ilmu: yaitu pengetahuan
tentang suatu bidang yang disusun bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat
digunakan untuk menerangkan gejala di bidang pengetahuan tersebut. Seni: yaitu
keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi kehalusan dan keindahan. Tugas-
tugas/pekerjaan: pencatatan (recording), penggolongan (classifying), peringkasan
(summarizing) dan pelaporan (reporting). Objek akuntansi adalah transaksi-transaksi
yang bersifat finansial. Financial yaitu satuan hitung yang dipakai dalam akuntansi adalah
yang bersifat nominal (Rp,$,dll). Laporan berupa informasi akuntansi. Dody Zulfikar SE
MM, zulfikar76@yahoo.com
6. Stop, Think, Mapping, Discuss to 6. PELAPORAN 5. FINANCIAL 1. ILMU DEFINISI
AKUNTANSI 4. OBJEK 2. SENI 3. PEKERJAAN Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
7. Financial Statement / Laporan Keuangan Kesimpulan dari hasil pencatatan dari perkiraan
buku besar yang disusun secara sistematis dan menggambarkan tentang hasil (rugi/laba),
penambahan dan pengurangan modal (perubahan modal) dan keadaan posisi keuangan
(neraca) dalam suatu perusahaan. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
8. Stop, Think, Mapping, Discuss to Financial 1. Kesimpulan dari pencatatan (dari buku
besar). Statement 2. Disusun secara sistematis (cara dan metode tertentu) 3. Informasi :
Hasil kinerja (Laba/Rugi), Laporan Perubahan SAK Modal dan Posisi Keuangan Standar
Akutansi Keuangan (Neraca) Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
9. Perlu diperhatikan, SAK 1. Tujuan informasi adalah laporan keuangan (financial
statement): laba/rugi, perubahan modal dan neraca 2. Asumsi dasar, disusun berdasarkan
waktu 3. Kelangsungan usaha, kelanjutan usaha dimasa datang 4. Karakteristik kualitatif
laporan keuangan dapat dipahami, relevan (logika), materialitas (kebenaran), keandalan
(tidak meyesatkan) 5. Dapat dibandingkan, tidak menyesatkan. Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
10. Kebijakan Pemerintah dalam Penyusunan Laporan Keuangan Kebijakan yang konsisten
harus ada, adalah penting bagi pemerintah untuk mempersiapkan setiap laporan keuangan
yang digunakan. Selama beberapa tahun, prinsip pasti dikembangkan berdasarkan
pengalaman, alasan, pemgembangan dan kegunaan, Kita mengenalnya dengan Prinsip
Akuntansi yang diterima secara umum atau GAAP. Di bidang akuntansi dan keuangan
terutama audit di Indonesia, dikenal istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia (pabu)” (merupakan padanan dari frasa “generally accepted accounting
principles”) adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan
prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di
wilayah tertentu pada saat tertentu. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
11. Entitas Bisnis Syarat & Kriteria PABU Kontinunitas Pengukuran Periode Waktu Sejarah
Biaya Pengakuan Pendapatan Matching Objektif Konsistensi Penjelasan Lengkap
Material Konservatism Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
12. 7 Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi (Specialization in Accounting)
“akibatperkembanganperusahaandanorganisasi” Akuntansi Umum (General or
Financial Accounting) Akuntansi yang meliputi: proses pengumpulan, pengklasifikasian,
penganalisaan, pencatatan, penyusunan,penyusunan laporan-laporan keuangan, serta
penafsirannya. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi yang meliputi: proses
pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan dan penyajian biaya-biaya pembuatan dan
penjualan produk serta penafsirannya. Akuntansi Pajak (Tax Accouting) Akuntansi
yang dipakai untuk maksud perhitungan,pembayaran dan pencatatan pajak. Akuntansi
Anggaran (Budgetary Accounting) Akuntansi yang ditujukan untuk penggunaan data
akuntansi sebagai bahan penyusunan rencana keuangan untuk periode yang akan datang.
Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting) Akuntansi yang dipakai oleh
lembaga pemerintahan (negara,propinsi, kabupaten dan sebagainya) Akuntansi
Pemeriksaan (Auditing) Akuntansi yang meliputi pemeriksaan hasil pekerjaan akuntansi
pada periode tertentu (kegiatanya dilakukan setelah proses pencatatan/pelaporan)
Sistem Akuntansi (Accounting System) Penetapan pola/alur laporan akuntansi serta
pengembangan prosedur dalam pengumpulan, pencatatan dan penggunaan data-data
akuntansi. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
13. Analisa? Ekonomi Global Makro Ekonomi Industri Perusahaan Evaluasi Kinerja Masa
Lalu Prediksi Prospek Masa Depan Valuasi Nilai Saat ini Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
14. Stage of Industry Life Cycle Peak / Boom Demand Time Embryonic Growth Shake out
Maturity Decline Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
15. PenerapanAkuntansi Dipandang dari Jenis Usaha Akuntansi pada Perusahaan Jasa
Perusahaan yang menjual jasa kepada konsumen. Akuntansi pada Perusahaan
Perdagangan Perusahaan yang bergerak pada jual beli produk/barang. Akuntansi pada
Perusahaan Manufaktur Perusahaan yang memfokuskan diri pada produksi barang. Dody
Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
16. Pihak-pihak yang membutuhkan Informasi Akuntansi (Identification of Accounting
Information User) 1. Pimpinan Perusahaan (Director) 2. Pemilik Perusahaan (Comission)
3. Pekerja/Karyawan (Employee) 4. Kreditur dan Calon Kreditur (Creditor) 5. Investor
dan Calon Investor (Investor) 6. Pemerintah 7. Pemungut Pajak (Tax Collection) 8.
Kependudukan • Key: Informasi yang dianalisa dengan metode tertentu merupakan tools
dalam DSS (decission support system) Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
17. Hubungan FungsiGaris & Staff Budget Board of Commetee Director Finance Personnel
Manufacturing Sales Advertising Accounting Third Level Third Level Dody Zulfikar SE
MM, zulfikar76@yahoo.com
18. Struktur Organisasi Dewan Komisaris Presiden Direktur Konsultan Internal Audit Dir.
Penjualan Dir. Produksi Dir. Umum Dir. Keuangan Dep. Dep. Produksi Dep. Pesonalia
Dep. Akuntansi Pemasaran Dep. Purna Jual Dep. QTY Dep. Umum Dep. Keuangan Dep.
Dep. R&D Dep. Hukum Dep. Controller Pembelian Dep. R&D Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
19. Jabatan dalam BidangAkuntansi (Profession of Accounting)  Pelaksana/Teknisi
(Technician/Operator) Yaitu pegawai dalam bidang akuntansi yang bertugas
melaksanakan pencatatan sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Pembagian
tugas dan jenis jabatan dalam tingkatan pelaksanaan dapat berbeda pada setiap
organisasi/perusahaan tergantung dari besar kecil organisasi terebut. Berikut ini beberapa
cara pembagian tugas dalam bidang pelaksana: Berdasarkan jenjang pekerjaan yang
dipegang Pemegang Buku Harian (jurnal), Pemegang Buku Besar, Penyusunan Laporan
Keuangan. Berdasarkan bidang pekerjaan yang dipegang Pemegang Akuntansi Kas,
Pemegang Akuntansi Persediaan, Pemegang Akuntansi Piutang, Pemegang Akuntansi
Aktiva Tetap , dll. Berdasarkan jenjang kepangkatan Pelaksana, Staff, Supervisor, Kepala
Bagian Akuntansi (manager akuntansi).  Pemeriksa (Auditor) Terdapat dua jenis
jabataan dalam bidang pemeriksaan (auditor), yaitu: Pemeriksa Intern (Internal Audit)
Merupakan pegawai perusahaan bersangkutan yang bertugas memeriksa pembukuan
perusahaan tersebut, karena sifatnya intern maka seseorang pemeriksa intern tidak perlu
harus bergelar akuntan (Akt), namun memiliki kemampuan mengadakan pemeriksaan
baik karena pendidikan formal, kursus maupun pengalaman pekerjaan. Pemeriksa
Ekstern/Akuntan Public (Public Accountant) Pemeriksa pembukuan yang berasal dari
perusahaan yang independen tetapi pegawai dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dan
bergelar Akuntan (Akt) yang mempunyai register dari Departemen Keuangan). Dody
Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
20. Integrated General Accounting Cycle Bukti Transaksi Neraca Lajur Jurnal Penutup
(Dianalisis) 1 6 9 Buku Harian (Jurnal) Laporan Keuangan (Diposting) (Dari Neraca
Lajur) 2 7 Buku Besar Setelah Jurnal Penyesuaian Pencatatan Transaksi (Diposting) 3a 8
Neraca Saldo Buku Besar Buku Besar (Saldo Akun, Bk (Setelah Penyesuaian) Setelah
Penutup Besar) 4 3b 3c Data dan Akun Nominal Akun Permanen Bukti Penyesuaian
(Rugi Laba)-Tertutup (Neraca Saldo) 5 10 10 Saldo Akun Periode yl Ayat Junal
Pembalik Neraca Saldo Menjadi Saldo Akun (Awal Periode Baru) Setelah Penutup
Periode yad 13 12 11 Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
21. Siklus Akuntansi (umum) Bukti Buku Neraca Jurnal Transaksi Besar Saldo Jurnal
Penyesuaian Laporan Jurnal Keuangan Penutup Key: Transaksi dan Bukti Transaksi
adalah Kegiatan Pertama Dari Suatu Siklus Akuntansi Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
22. Siklus Akuntansi: • Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi. •
Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) •
Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke
akun Buku Besar. • Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo untuk
mengecek keseimbangan Buku Besar. • Membuat ayat jurnal penyesuaian dan
memasukkan jumlahnya pada Neraca Saldo. • Membuat ayat-ayat penutup yaitu
menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup. • Penyusunan Laporan Keuangan
yaitu Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal dan Neraca. Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
23. Analisis Transaksi 1. Aktiva/Harta: Kas, Piutang, Persediaan, Peralatan, Perlengkapan,
dll 2. Utang Transaksi Utang Pembelian secara Kredit, Utang Bank, dll 3. Modal Laba
penjualan akan menambah modal dan sebaliknya, Beban/biaya dan Prive mengurangi
modal Key: AKTIVA = PASIVA HARTA = UTANG + MODAL Dody Zulfikar SE
MM, zulfikar76@yahoo.com
24. Elemen/Akun Laporan Keuangan/ Financial Statement dan Hubungannya NERACA
LAPORAN KEUANGAN Aktiva Lancar LABA RUGI Investasi PERUBAHAN
MODAL Pendapatan Usaha/Non Aktiva Tetap Modal Awal Aktiva Tidak Berwujud
Beban Usaha/Non Aktiva Lain-lain Laba Bersih Laba Kotor Utang Prive Pajak Modal
Modal Akhir Laba Bersih “Posisi Keuangan” “Perubahan Modal” “Kinerja” Dody
Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
25. Laporan Laba Rugi Laporan rugi laba dapat didefinisikan sebagai kesimpulan dari
pendapatan, beban-beban, dan pendapatan bersih atau rugi bersih dari suatu usaha dalam
kurun waktu tertentu. Dapat juga dikatakan sebagai laporan untung atau rugi, atau
laporan operasional perusahaan. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
26. Elemen Laba Rugi Pendapatan. Peningkatan nilai modal dari hasil penjualan barang–
barang atau jasa dari suatu usaha. Dalam bentuk nilai, pendapatan yang sama dengan
jumlah kas, piutang atau harta lainnya yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa.
Beban. Penurunan nilai modal dikarenakan adanya aktivitas operasi yang timbul dalam
usaha untuk memperoleh pendapatan. Dalam hitungan angka, biaya sama dengan nilai
dari barang dan jasa yang telah digunakan atau telah dikonsumsi dalam meraih
pendapatan. Pendapatan Bersih. Peningkatan modal sebagai akibat dari laba kegiatan
sebuah usaha. Ini adalah kelebihan dari pendapatan melebihi biaya untuk satu periode
akuntansi. Rugi Bersih. Penurunan nilai modal yang merupakan hasil dari operasi suatu
usaha. Hal ini terjadi karena beban-beban operasi lebih besar nilainya dari pada
pendapatan dalam satu periode akuntansi. Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
27. Perubahan Modal Laporan ini menunjukkan detil rekening modal pemilik di dalam
laporan neraca, lebih baik kita menunjukkannya dengan laporan terpisah yang disebut
laporan modal pemilik. Hal ini merupakan hal yang biasa. Laporan modal pemilik
dimulai dengan nilai modal pada hari pertama periode, ditambah peningkatan modal
pemilik (Contoh: Pendapatan bersih) dan mengurangi penurunan modal pemilik (contoh:
pengambilan pribadi pemilik) untuk menghasilkan keseimbangan rekening modal pemilik
pada akhir periode. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
28. HARTA/AKTIVA Harta Lancar “1 periode akuntansi=1thn” Waktu Harta Tetap Contoh:
Kas, Surat Berharga Wesel Tagih, Piutang Dagang, Persediaan Brg Dag Perlengkapan,
Piutang Berwujud Tidak Berwujud Pendapatan Beban Dibayar Dimuka, dll Wujud “Fisik
tidak terlihat” “Fisik terlihat” Contoh: Contoh: Goodwill, Paten, Hak Cipta, Tanah,
Gedung, Peralatan, Merk Dagang (tanda/simbol), Alat Pengangkut, Mesin- Rumus-
Rumus yang mesin, dll Dirahasiakan Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
29. PASIVA UTANG MODAL Kewajiban yang harus dibayar pada Kekayaan perusahaan
yang menjadi hak waktu tertentu (berasal dari pemilik perusahaan, biasa Utang Jangka
Pendek disebut juga kekayaan bersih. •Utang Wesel •Modal Perseorangan •Utang
Dagang •Modal Persekutuan Utang Jangka Panjang •Perseroan Terbatas •Utang Obligasi
•Koperasi •Iutang Hipotik Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
30. Utang Adalah kewajiban yang timbul akibat dari kegiatan ekonomi kepada pihak ke III
pada satu periode akuntansi dan harus dibayarkan sesuai dengan kriteria dan syarat
tertentu. Lancar Utang Jangka Panjang Bersyarat
31. 7 Kategori dan SifatUtang Lancar 1. Wesel Tagih. Bukti adanya Kewajiban tertulis yang
berjanji akan membayar pada tanggal tertentu. 2. Utang usaha: Kewajiban yang muncul
karena membeli barang atau jasa secara kredit, perdagangan secara kredit dan juga
kewajiban yang bukan perdagangan. 3. Kewajiban yang masih harus dibayar: Jumlah
total kewajiban yang harus dibayar tetapi belum jatuh temponya, sepert pembayaran yang
tidak akan selesai pada akhir periode. Beban-beban ini akan muncul di dalam laporan
rugi laba dalam: Gaji, Pajak penghasilan, Komisi, Pajak penjualan, Asuransi, Pajak
pendapatan, Bunga, Pensiun, Pajak properti, Royalti. 4. Withholding. Jumlah uang yang
di potong dari gaji karyawan unyuk pembayaran ke pemerintah, agen, perusahaan
asuransi, dll. Ini bukanlah beban perusahaan, tetapi harus disisihkan sampai dikirimkan
kepada agen yang teleh ditentukan. Termasuk dalam kewajiban ini adalah, pajak
penghasilan, pajak pengangguran, rumah sakit, asuransi dan pensiun. 5. Hutang dividen.
Dividen menjadi utang pada saat diumumkan oleh dewan Direksi perusahaan. Hutang
dividen tidak bertambah seperti halnya bunga pada obligasi. 6. Pendapatan diterima di
muka. Kadang-kadang pendapatan diterima dimuka, seperti berlanggananan majalah atau
membayar sewa. Ini adalah kewajiban, dimana mereka mewakili klaim terhadap
perusahaan. Umumnya mereka menyelesaikannya dengan mengirim barang atau jasa
pada periode akuntansi berikutnya. Dimana pembayaran dimuka jangka panjang melebihi
periode berikutnya, sehingga harus dikelompokkan ke dalam neraca sebagai tidak lancar.
7. Bagian Hutang jangka Panjang. Pembagian utang jangka panjang untuk 12 bulan
kedepan harus dimasukkan ke dalam kategori kewajiban lancar. Ini termasuk ke dalam
obligasi, wesel, atau wesel jangka panjang. Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
32. Utang Jangka Panjang Ketika dana dibutuhkan untuk tujuan jangka panjang, seperti
pembangunan gedung, kewajiban jangka panjang dibutuhkan.Kiranya, peningkatan
pendqapatan digunakan untuk membayar utang tersebut. Hampir selalu, kewajiban
jangka panjang berhubungan dengan bunga dan meiliki tanggal jatuh tempo yang tetap. 1.
Wesel tagih jangka panjang. Perusahaan mungkin saja memperoleh dana yang
dibutuhkan dari dana pinjaman dari pada mengeluarkan obligasi untuk dijual kepada
masyarakat. Kadang-kadang wesel dikeluarkan sambil menunggu waktu yang baik
dibandingkan mengeluarkan obligasi. 2. Wesel bayar yang dihipotekkan. Jangka waktu
wesel bayar biasanya janji milik perusahaan sebagai keamanan. Wesel bayar meliputi hak
gadai harta perusahaan, tetapi bukan pemindahan hak milik. 3. Utang obligasi. Jika
jumlah dana yang dibutuhkan lebih besar dari pada pinjaman yang ditawarkan, obligasi
dapat dijual kepada masyarakat yang ingin berinvestasi, memecahkan pinjamn ke dalam
seribu unit. Obligasi adalah janji tertulis untuk membayar uang muka, biasanya USD
1.000, pada masa yang akan datang dan menghasilkan bunga setengah tahun dengan
tinhkat bunga yang ditentukan. Pembayaran bunga obligasi sudah dikurangi untuk beban
pajak pendapatan, tetapi tidak untuk pembayaarn deviden untuk saham istimewa atau
saham biasa. Ini adalah pertimbangan penting dalam memutuskan apakah akan
menggunakan saham atau obligasi untuk pendanaan jangka panjang. Dody Zulfikar SE
MM, zulfikar76@yahoo.com
33. Utang Bersyarat Ini adalah kewajiban potensial yang timbul dari kejadian masa lampau.
Sebagai contoh ketika piutang wesel disahkan dan di kirim kepada orang lain, tidak ada
kewajiban yang muncul.. Walaupun, ada kemungkinan bahwa kewajiban tersebut akan
muncul pada masa yang akan dartang, karena pembuat wesel tersebut mungkin saja tidak
menghormatinya. Jika itu terjadi, pengesahan atas wesel tersebut dapat diminta untuk
dibayar. Contoh lain dari kewajiban bersyarat ini adalah pajak tambahan, garansi produk
dan litigasi. Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
34. Saldo Normal Akun/Perkiraan Perkiraan Saldo Normal Menambah Mengurangi Aktiva
Debet Debet Kredit Utang Kredit Kredit Debet Modal Kredit Kredit Debet Pendapatan
Kredit Kredit Debet Beban Debet Debet Kredit Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com
35. AnalisisTransaksi Yang Mempengaruhi “Harta/Aktiva” 1. Pembelian aktiva/aset secara
tunai: suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan Rp 100.000.000,- secara tunai,
analisis transaksi: akan mengurangi jumlah kas sebesar Rp 100.000.000,- dan kendaraan
akan bertambah Rp 100.000.000,- 2. Pembelian aktiva/aset secara kredit: suatu
perusahaan membeli barang dagang sebesar Rp 50.000.000,-, analisis transaksi? 3.
Penjualan aktiva/aset secara tunai: suatu perusahaan menjual barang dagang Rp
35.000.000,- secara tunai, analisis transaksi? 4. Penjualan aktiva/aset secara kredit: suatu
perusahaan menjual barang dagang Rp 20.000.000,- secara kredit, analisis transaksi?
Dody Zulfikar SE MM, zulfikar76@yahoo.com
36. AnalisisTransaksi Yang Mempengaruhi “Utang” 1. Pembelian aktiva/aset kredit: suatu
perusahaan membeli komputer Rp 5.000.000,- secara kredit, analisis transaksi: akan
menambah harta perusahaan/peralatan kantor Rp 5.000.000,- dan akan menambah utang
Rp 5.000.000,- 2. Pembayaran utang: aktiva/aset secara kredit: suatu perusahaan membeli
barang dagang sebesar Rp 50.000.000,- secara kredit, analisis transaksi? Dody Zulfikar
SE MM, zulfikar76@yahoo.com
37. AnalisisTransaksi Yang Mempengaruhi “Modal” 1. Penambahan Investasi oleh Pemilik:
Mr. X menanamkan sejumlah uang pada perusahaannya PT. Y sebesar Rp.
1.000.000.000,- tunai, analisis transaksi: akan menambah kas sejumlah Rp.
1.000.000.000,- dan akan menambah modal sejumlah Rp. 1.000.000.000,- 2.
Pengambilan/Penarikan modal oleh Pemilik: Pengambilan Uang (pribadi=prive) yang
telah tertanam oleh Mr. X Rp 100.000.000,-, analisis transaksi? Dody Zulfikar SE MM,
zulfikar76@yahoo.com