Anda di halaman 1dari 6

Manajemen Risiko : Pengertian, Jenis, Komponen dan

Tahapan
Menguasai manajemen risiko membantu melancarkan usaha bisnis yang sedang kamu rintis.
Cocok untuk kamu yang sedang mencari-cari ilmu marketing secara non akademik. 
Berbicara tentang manajemen risiko, ada banyak hal yang wajib kamu pelajari terutama bagi
kamu mahasiswa jurusan manajemen.
Selain mempelajari pengertian, penting juga kamu mempelajari tentang jenis, komponen, proses
dan contohnya. Karena panjang yang akan dipelajari, langsung saja simak ulasannya sebagai
berikut. 
Daftar Isi
 Pengertian Manajemen Risiko Menurut Ahli dan Lembaga
o 1. Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) 
o 2. Bank Indonesia (BI) 
o 3. Hani Handoko 
o 4. H Abbas Salim 
o 5. Zainul Arifin 
o 6. Ferry N. Idroes 
 Jenis Manajemen Risiko
o 1. Risiko pasar 
o 2. Risiko kredit 
o 3. Risiko likuiditas 
o 4. Risiko Hukum 
o 5. Risiko Reputasi 
o 6. Risiko Strategik 
o 7. Risiko kepatuhan 
o 8. Risiko Operasional 
 Komponen Manajemen Risiko 
o 1. Penentuan sasaran
o 2. Penilaian risiko 
o 3. Aktivitas pengendalian 
o 4. Lingkungan internal 
o 5. Identifikasi peristiwa
o 6. Tanggapan Risiko 
o 7. Informasi dan Komunikasi 
o 8. Pemantauan 
 Tahapan/Proses Manajemen Risiko 
o 1. Identifikasi risiko perusahaan 
o 2. Mengukur risiko 
 a. Metode sensitivitas 
 b. Metode volatilitas 
o 3. Pengendalian risiko 
 Penutup
Pengertian Manajemen Risiko Menurut Ahli dan Lembaga
 
1. Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) 
Menurut BCBS manajemen risiko merupakan metodologi standar dalam penerapan manajemen
risiko, khususnya dalam melakukan perhitungan penyediaan modal yang berdasarkan risiko
yang dimiliki oleh bank. 
2. Bank Indonesia (BI) 
Berbeda dengan pendapat Bank Indonesia, yang mengacu pada peraturan Bank Indonesia No.
11/25/PBI/2010 mengenai Perubahan atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang
Penerapan Manajemen risiko, terdapat 8 jenis risiko yang wajib dikelola dan dipertimbangkan.
yaitu risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik,
risiko kepatuhan, risiko operasional, definisi risiko operasional
3. Hani Handoko 
Menurut handoko, manajemen risiko diambil dari kata manajemen yang memiliki arti sebagai
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan. 
4. H Abbas Salim 
Sedangkan H Abbas Salim mengartikan risiko sebagai kesempatan kerugian atau risk is the
chance of less biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat suatu
keterbukaan terhadap kerugian. 
5. Zainul Arifin 
Lebih spesifik zainul arifin mengartikan manajemen risiko adalah pengambilan risiko yang
rasional dalam keseluruhan proses penanggulangan risiko termasuk risk assessment,
sebagaimana tindakan-tindakan untuk membangun dan menerapkan pilihan dan control. 
6. Ferry N. Idroes 
Berbeda dengan pendapat Ferry N. Idroes, yang mendefinisikan manajemen risiko sebagai
metode logis dan sistematis untuk membantu dalam mengidentifikasi, menetapkan soulis atau
sekedar membantu dalam mengidentifikasi. 
Dari pendapat beberapa tokoh dan lembaga di atas, maka dapat disimpulkan sebagai
kemampuan dalam mengelola risiko.
Karena pengelolaan risiko bagian yang paling integral dari proses manajemen perusahaan
maupun lembaga.
Bahkan buat kamu yang memiliki usaha kecil-kecilan, menerapkan manajemen risiko bisa
membantu membesarkan usaha bisnis kamu juga loh.
Jenis Manajemen Risiko
Setelah mengetahui pengertian manajemen risiko, penting juga memahami jenis-jenisnya.
Mengacu pada Ketentuan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2010 ada beberapa jenis manajemen
risiko. Berikut ulasannya. 
1. Risiko pasar 
Dikatakan risiko pasar apabila terjadi perubahan faktor pasar. Risiko pasar terjadi karena risiko
nilai tukar, risiko ekuitas, risiko suku bunga dan risiko komoditas. Risiko pasar itu sendiri dapat
diukur menggunakan lima pendekatan, yaitu dengan sensitivity analysis, stress testing, scenario
testing, capital asset pricing model dan value at risk (Marrison, 2002). 
2. Risiko kredit 
Yang dimaksud dengan risiko kredit adalah risiko kerugian yang diakibatkan akibat kelalaian.
Sehingga terjadi penurunan kualitas kredit dari si peminjam tersebut. Kelalaian seperti ini
banyak disebabkan karena hilangnya kepercayaan dan komitmen dari si peminjam. 
Pendekatan mengukur risiko kredit dapat dilakukan dengan standardized approach dan internal
rating based. Standardized Approach lebih sering digunakan untuk menetapkan bobot risiko.
Sedangkan Internal Rating Based digunakan untuk menghitung seluruh parameter risiko kredit. 
3. Risiko likuiditas 
Risiko likuiditas dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah risiko likuiditas pasar dan
risiko likuiditas pendanaan. Risiko likuiditas pasar terjadi karena bank tidak mampu melakukan
offsetting dengan harga pasar. Umumnya disebabkan karena kondisi tidak memadai atau
terjadinya gangguan di pasar. Sedangkan likuiditas pendanaan terjadi karena bank tidak bisa
mencairkan aset
4. Risiko Hukum 
Adapun yang dimaksud dengan risiko hukum, yaitu risiko yang disebabkan karena aspek
yuridisnya lemah.
5. Risiko Reputasi 
adapun yang dimaksud dengan risiko reputasi adalah risiko yang terjadi akibat publikasi negatif
yang mempengaruhi citra bank. 
6. Risiko Strategik 
Pada risiko strategik, lebih menekankan pada strategi bank yang kurang tepat. Misalnya, dari
pihak internal bank kurang responsif, sehingga menimbulkan pengaruh dan faktor-faktor
eksternal lain. 
7. Risiko kepatuhan 
Sesuai dengan namanya, risiko kepatuhan terjadi karena terjadi ketidakpatuhan terhadap
perundang-undangan yang berlaku. 
8. Risiko Operasional 
Risiko operasional muncul akibat terjadi ketidaksamaan dengan risiko pasar dan risiko kredit.
Umumnya risiko operasional lebih banyak dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar.  
Dari beberapa jenis manajemen risiko di atas, menunjukan bahwa ada banyak manajemen yang
perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah bisnis. 
Komponen Manajemen Risiko 
Ditinjau dari perspektif komponennya, manajemen risiko memiliki beberapa proses komponen.
Berikut adalah ulasannya. 
1. Penentuan sasaran
Penentu sasaran atau yang lebih akrab disebut dengan objective setting adalah dasar tujuan
operasional yang membantu untuk mengidentifikasi, sekaligus mengelola risiko. Terdapat dua
target dalam penentuan sasaran. 
Pertama target objective, yang fokus merealisasikan visi misi yang dibuat. Kedua, activity
objective yang fokus menekankan aktivitas kepatuhan, operasional dan pelaporan. 
2. Penilaian risiko 
Penilaian risiko atau risk assessment lebih sering digunakan, karena dapat aplikasikan untuk
mengevaluasi dan mengidentifikasi sebuah peristiwa demi melihat apakah ada hubungan
pencapaian atau tidak. Analisis pada penilaian risiko dilakukan dengan kecenderungan atau
peluang dan dengan besaran dari realisasi risiko. 
3. Aktivitas pengendalian 
Aktivitas pengendalian umumnya sering diterapkan untuk memastikan bahwa risiko dapat
dikendalikan. Bentuk aktivitas pengendalian ini biasanya dapat berupa kegiatan seperti
mengamankan aset perusahaan, pemisahan fungsi, membuat kebijakan dan prosedur,
pengawasan dan informasi dan komunikasi. 
4. Lingkungan internal 
Komponen lingkungan internal adalah sikap manajemen di seluruh tingkatan, mulai dari
tingkatan operasi umum hingga tingkatan operasi khusus. 
5. Identifikasi peristiwa
Beda lagi dengan identifikasi peristiwa, yaitu hanya menekankan pada peristiwa potensial saja.
tentu saja yang sifatnya memiliki pengaruhi terhadap pencapaian dan strategi yang
diselenggarakan perusahaan. 
6. Tanggapan Risiko 
Tanggapan risiko sering digunakan untuk manajemen atau perusahaan untuk keperluan evaluasi.
Dari hasil evaluasi yang diperoleh itulah yang akan mempengaruhi respon. Bentuk respon yang
mungkin muncul adalah menghindari risiko, mengurangi risiko, memindahkan risiko dan
menerima resiko. 
7. Informasi dan Komunikasi 
Berbeda dengan pembahasan yang lain, informasi dan komunikasi menekankan pada identifikasi
informasi terhadap pihak-pihak tertentu dan menerapkan komunikasi yang tepat sesuai dengan
mereka. 
Terkait dengan komunikasi, cara terbaik menyampaikan komunikasi dapat dilakukan dengan
memperhatikan kualitas informasi, arah komunikasi dan alat komunikasi. 
8. Pemantauan 
Pemantauan atau monitoring salah satu komponen cukup penting. Pemantauan juga menjadi
komponen yang paling mendasar dalam manajemen risiko. 
Ternyata cukup banyak komponen yang perlu diperhatikan ketika hendak melakukan
manajemen risiko. Selain beberapa komponen di atas, ada juga proses manajemen risiko, yang
akan diulas di bab berikut ini. 
Tahapan/Proses Manajemen Risiko 
Membicarakan tentang manajemen risiko memang tidak ada habisnya. Karena ada banyak
perspektif yang bisa diangkat. Salah satunya proses manajemen risiko. Bagi pebisnis pemula,
mungkin ada yang merasa kesulitan, nah berikut pembahasannya. 
1. Identifikasi risiko perusahaan 
Secara praktek, identifikasi risiko perusahaan lebih sering digunakan dengan cara membuat
checklist. Adapun metode yang bisa kamu pilih untuk mengidentifikasi risiko. Yaitu bisa
dengan melakukan kuesioner analisis risiko, metode laporan keuangan, metode peta aliran dan
metode inspeksi langsung ditempat. 
Jika dari metode di atas ada yang tidak sesuai. Masih ada metode lain yang bisa kamu pilih.
Misalnya dengan melakukan interaksi dengan pihak luar, catatan statistic dari kerugian masa
lalu dan analisis lingkungan. 
2. Mengukur risiko 
Beberapa perusahaan menggunakan pengukuran risiko bertujuan untuk mengetahui informasi
dan data. Apakah data tersebut cocok atau tidak.
Pengukuran risiko dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode sensitivitas, metode
volatilitas, berikut penjelasannya. 

a. Metode sensitivitas 
Metode sensitivitas memiliki beberapa variabel, sebagai berikut. 
1. Risiko suku bunga (mengukur perubahan suku bunga dan kinerja keuangan).
2. Risiko nilai tukar (Melihat pengaruh perubahan nilai tukar terhadap ekspor korporat dan
keuangan)
3. Resiko pasar 
4. Resiko kredit 
5. Risiko likuiditas 

b. Metode volatilitas 
Metode volatilitas adalah menekankan pada kemungkinan besaran ekspektasi hasil. Dimana
metode volatilitas dapat dihitung menggunakan standar deviasi misal data historis atau data
peramalan. 
3. Pengendalian risiko 
Pengendalian risiko itu sendiri dapat dilakukan dengan cara pengendalian risiko itu sendiri dan
dengan pembiayaan risiko. Pengendalian risiko itu sendiri dapat dilakukan dengan beberapa
cara, sebagai berikut. 
1. Menghindari risiko 
2. Mengendalikan risiko 
3. Pemisahan 
4. Poling atau kombinasi 
5. Pemindahan risiko 
Itulah beberapa tahap atau proses tentang manajemen risiko. Jika masing-masing pembahasan di
atas dijawbarkan secara gamblang, tentu saja tidak akan habis dalam satu artikel. Bahkan diulas
dalam satu buku pun sepertinya kurang. 
Penutup
Setelah mempelajari banyak penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa resiko adalah
tantangan terburuk yang belum tentu terjadi dan belum tentu bisa ditangani atau tidak. Jika
risiko tidak dihadapi dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian bagi usaha itu sendiri. 
Sedangkan manajemen risiko itu sendiri lebih menekan pada proses identifikasi, membentuk
strategi, mengukur resiko dan mengolah sumber daya yang tersedia semaksimal dan sebaik
mungkin. Agar tidak mengalami risiko yang tidak diinginkan. 
Dengan kata lain, manajemen risiko sebagai strategi manajemen semua wirausaha. Prinsip dan
fokus dari manajemen risiko itu sendiri sebagai identifikasi dan cara mengatasi resiko. 
Jika sering menunda masalah dan mengampangkan manajemen risiko, maka akan menumpuk
masalah yang sewaktu-waktu masalah itu bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan bisnis
yang kamu rintis. Tentu hal-hal seperti ini tidak ingin terjadi bukan?
Itulah ulasan tentang manajemen risiko. Dari pembahasan yang panjang lebar di atas,
sebenarnya masih banyak penjabaran yang lebih terperinci, terfokus lagi. buat kamu yang ingin
mempelajari lebih detail dan spesifik, kamu bisa membaca buku-buku manajemen. 
Referensi:
Pengukuran Risiko Tinjauan Literatur. Diakses pada 27 Februari 2021. (http://lib.ui.ac.id/file?
file=digital/136190-T%2028094-Pengukuran%20risiko-Tinjauan%20literatur.pdf)
komponen manajemen risiko. Diakses pada 27 Februari 2021 (https://bbs.binus.ac.id/business-
creation/2020/10/komponen-manajemen-risiko/)