0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan14 halaman

Penjaskes - Penjelasan Beep Test

Dokumen tersebut merangkum prosedur pelaksanaan tes beep test untuk mengukur kapasitas kardiovaskular dan kebugaran jasmani seseorang. Tes ini melibatkan berlari bolak balik antara dua garis selama suara beep yang semakin cepat setiap menitnya. Skor didasarkan pada level terakhir yang dapat dicapai sebelum gagal mengikuti irama. Tes ini bertujuan untuk mengukur VO2 maksimum sebagai indikator ke

Diunggah oleh

Eka Dian Fatmasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan14 halaman

Penjaskes - Penjelasan Beep Test

Dokumen tersebut merangkum prosedur pelaksanaan tes beep test untuk mengukur kapasitas kardiovaskular dan kebugaran jasmani seseorang. Tes ini melibatkan berlari bolak balik antara dua garis selama suara beep yang semakin cepat setiap menitnya. Skor didasarkan pada level terakhir yang dapat dicapai sebelum gagal mengikuti irama. Tes ini bertujuan untuk mengukur VO2 maksimum sebagai indikator ke

Diunggah oleh

Eka Dian Fatmasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BEEP TEST

NAMA KELOMPOK :

1. Alfian Fahmi Setiawan (03)


2. Alfina Laili D (04)
3. Eka Dian Fatmasari (11)
4. Intan Auliya (17)
5. M. Fatih (23)
6. Shinta Cahyaningtyas (28)
7. S. Zuliana Kartika Dewi (29)
BEEP TEST

Deskripsi

 Test ini meliputi berlari terus menerus di antara dua garis yang berjarak 20 m
selama terdengar suara beep yang sudah direkam sebelumnya. Itulah
sebabnya test ini sering juga disebut ‘beep test'
 Atlet berdiri di belakang garis pertama menghadap ke garis kedua, dan mulai
berlari sesuai aba-aba dari CD atau tape. Kecepatan pada start sangat lambat.
Atlet terus berlari di antara kedua garis, berbalik arah bila terdengar suara
beep yang sudah terekam. Sesudah sekitar satu menit, kecepatan suara beep
akan bertambah, dan tenggang suara beep menjadi lebih cepat.
 Hal ini akan berlangsung terus per satu menit (level). Bila atlet belum
mencapai garis pada waktu terdengar suara beep, dia harus menyelesaikannya
dahulu baru kemudian berbalik dan berusaha menyesuaikan kecepatan larinya
di antara dua beep. Demikian juga, apabila Atlet sudah mencapai garis
sebelum terdengar beep, dia harus menunggu sampai terdengar beep.
 Tes dihentikan bila atlet dua kali gagal mencapai garis (kurang dari 2 meter)
pada saat pembalikan dua kali berturut-turut. Waktu antara beep memendek
setiap menit (level)
 Ada beberapa versi test ini, tetapi versi yang banyak dipakai adalah yang
dengan kecepatan lari 8,5 Km/ jam yang meningkat 0,5 Km/ jam setiap menit
(variasi lain test ini)

Tujuan
Test ini mengukur kapasitas aerobik/kebugaran dan ketahanan
cardiovasculer. Beep test akan menjadi ukuran kebugaran tubuh. Upaya
meningkatkan kebugaran jasmani, perlu dilakukan kegiatan yang dapat menjaga
dan meningkatkan kebugaran jasmani. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu
olahraga secara teratur dan pengukurannya dapat dilakukan dengan bleep test.

Pengertian Cardiovascular
Darah dari jantung mengalir melalui sisi sebelah kiri jantung yang kaya
oksigen. Darah mengalir melalui pembuluh darah arteri lalu menuju pembuluh
darah arteri yang paling kecil yang disebut pembuluh darah kapiler pada semua
organ dan bagian tubuh. Setelah darah mengantar oksigen dan nutrien ke seluruh
tubuh dan mengambil limbah dari sel-sel tubuh, darah dialirkan kembali ke sisi
kanan jantung melalui pembuluh darah vena. Sistem ini disebut sistem
kardiovaskular. Secara harfiah “cardio” berarti jantung, sedangkan “vascular” 
berarti jaringan pembuluh darah.

Pengertian VO2max

VO2 max adalah kapasitas maksimum tubuh untuk menyalurkan dan


menggunakan oksigen  saat olahraga intens, yang mencerminkan tingkat
kebugaran fisik seseorang. VO2 max juga merupakan satu faktor penentu
kapasitas seseorang untuk melakukan aktifitas olahraga dalam jangka waktu
tertentu dan berhubungan dengan daya tahan aerobic.

VO2 max diukur dalam bentuk “jumlah millimeter oksigen yang digunakan dalam
1 menit per 1 kilogram bobot tubuh”.

Ukuran ini secara umum dianggap sebagai indikator terbaik untuk


menentukan kebugaran kardiovaskular dan daya tahan aerobic seorang atlet.
Secara teori, semakin banyak oksigen yang mampu digunakan seseorang ketika
melakukan aktifitas intens, semakin banyak energi yang dapat dihasilkan. Hal ini
seringkali ditunjukan oleh atlet elit yang memiliki tingkat VO2 max tinggi.

Scoring
Score atlet ditunjukkan dengan level dan jumlah lari bolak-balik yang dicapai
sebelum mereka gagal menyesuaikan dengan rekaman beep. Score ini bisa
dikonversikan ke dalam ‘VO2max equivalent score' dengan menggunakan tabel
terlampir.
Standard:
Standard yang disyaratkan untuk Atlet Djarum adalah ‘Di atas Rata- rata' baik
untuk pria maupun wanita.

Perlengkapan yang Diperlukan

Tempat datar yang rata dan tidak licin, ‘marking cones' atau kapur, pita meteran
(20m), ‘shuttle run CD, CD player dan lembar catatan.

Pertimbangan Tambahan

Test ini adalah test maksimal yang membutuhkan tingkat kebugaran yang
memadai. Test ini tidak dianjurkan untuk ‘atlet rekreasi' ataupun mereka yang
memiliki gangguan kesehatan, cedera ataupun tingkat kebugaran yang rendah

Pria (nilai dalam ml/kg/mnt)

Di
Di
Rata- Atas
Umur Jelek Bawah Excellent Superior
rata Rata-
Rata-rata
rata

35.0 - 40.5 - 45.2 -


13-19 <35.0 51.0 - 55.9 >55.9
39.9 45.1 50.9

33.0 - 39.9 - 43.9 -


20-29 <33.0 49.3 - 52.5 >52.6
39.2 43.3 48.7
31.5 - 38.5 - 42.4 -
30-39 <31.5 48.0 - 51.4 >51.6
38.4 41.8 47.4

Wanita (nilai dalam ml/kg/mnt)

Di Di atas
Rata-
Umur Jelek Bawah Rata- Excellent Superior
rata
Rata-rata rata

33.0 - 37.8 - 43.3 - >52.6


13-19 <33.0 47.4 - 52.5
37.1 42.4 46.8

31.5 - 36.5 - 42.4 - >50.2


20-29 <31.5 45.2 - 49.4
35.7 41.9 44.9

30.2 - 35.6 - 39.2 - >48.0


30-39 <30.2 44.8 - 48.0
35.5 38.9 44.5

L Sh run ti T Cumul Dis Cum


ev uttl nin m ot ative tan ulativ
el es g e al Time ce e
spe pe le (min:s per Dista
ed r v econds leve nce
(k sh el ) l (m)
m/ utt ti (m)
h) le m
(s) e
(s
)
6
9.0
1 7 8.0 3. 1:03 140 140
0
0
6
8.0
2 8 9.0 4. 2:07 160 300
0
0
6
7.5
3 8 9.5 0. 3:08 160 460
8
6
6
10. 7.2
4 9 4. 4:12 180 640
0 0
8
6
10. 6.8
5 9 1. 5:14 180 820
5 6
7
6
11. 6.5
6 10 5. 6:20 200 1020
0 5
5
6
11. 6.2
7 10 2. 7:22 200 1220
5 6
6
6
12. 6.0
8 11 6. 8:28 220 1440
0 0
0
6
12. 5.7
9 11 3. 9:32 220 1660
5 6
4
6
1 13. 5.5
11 0. 10:32 220 1880
0 0 4
9
1 12 13. 5.3 6 11:36 240 2120
4.
1 5 3
0
6
1 14. 5.1
12 1. 12:38 240 2360
2 0 4
7
6
1 14. 4.9
13 4. 13:43 260 2620
3 5 7
6
6
1 15. 4.8
13 2. 14:45 260 2880
4 0 0
4
6
1 15. 4.6
13 0. 15:46 260 3140
5 5 5
4
6
1 16. 4.5
14 3. 16:49 280 3420
6 0 0
0
6
1 16. 4.3
14 1. 17:50 280 3700
7 5 6
1
6
1 17. 4.2
15 3. 18:53 300 4000
8 0 4
5
6
1 17. 4.1
15 1. 19:55 300 4300
9 5 1
7
6
2 18. 4.0
16 4. 20:59 320 4620
0 0 0
0
6
2 18. 3.8
16 2. 22:01 320 4940
1 5 9
3
Prosedur pelaksanaan beep test adalah sebagai berikut :

1. Tes bleep dilakukan dengan lari menempuh jarak 20 meter bolak-balik,


yang dimulai dengan lari pelan-pelan secara bertahap yang semakin lama
semakin cepat hingga atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari,
berarti kemampuan maksimalnya pada level bolak-balik tersebut. 
2. Waktu setiap level 1 menit. 
3. Pada level 1 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 8,6 detik dalam 7 kali
bolak-balik. 
4. Pada level 2 dan 3 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 7,5 detik dalam 8
kali bolak-balik. 
5. Pada level 4 dan 5 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 6,7 detik dalam 9
kali bolak-balik, dan seterusnya. 
6. Setiap jarak 20 meter telah ditempuh, dan pada setiap akhir level, akan
terdengar tanda bunyi 1 kali.
7. Start dilakukan dengan berdiri, dan kedua kaki di belakang garis start.
Dengan aba-aba “siap ya”, atlet lari sesuai dengan irama menuju garis
batas hingga satu kaki melewati garis batas. 
8. Bila tanda bunyi belum terdengar, atlet telah melampuai garis batas, tetapi
untuk lari balik harus menunggu tanda bunyi. Sebaliknya, bila telah ada
tanda bunyi atlet belum sampai pada garis batas, atlet harus mempercepat
lari sampai melewati garis batas dan segera kembali lari ke arah
sebaliknya.
9. Bila dua kali berurutan atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari
berarti kemampuan maksimalnya hanya pada level dan balikan tersebut. 
10. Setelah atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari, atlet tidak boleh
terus berhenti, tetapi tetap meneruskan lari pelan-pelan selama 3-5 menit
untuk cooling down.
SOAL

1. Dibawah ini merupankan prosedur pelaksanaan beep test, kecuali?

a. Tes bleep dilakukan dengan lari menempuh jarak 20 meter bolak-balik

b. Waktu setiap level 2 menit.

c. Setiap jarak 20 meter telah ditempuh, dan pada setiap akhir level, akan
terdengar tanda bunyi 1 kali.

d. Start dilakukan dengan berdiri, dan kedua kaki di belakang garis start.

e. Bila tanda bunyi belum terdengar, atlet telah melampuai garis batas, tetapi
untuk lari balik harus menunggu tanda bunyi

2. Pada level 2 dan 3 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu?

a. 7,5 detik d. 6.8 detik

b. 5,5 detik e. 5.7 detik

c. 8.6 detik

3. Pada level 1 jarak 20 meter dalam waktu 8.6 detik berapa kali bolak balik?

a. 8 b. 9 c. 6 d. 7 e. 5

4. Pada level 4 dan 5 jarak 20 meter dalam waktu 6.7 detik berapa kali bolak
balik?

a. 6 b. 7 c. 8 d. 9 e. 10
5. Setelah atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari, atlet tidak boleh terus
berhenti, tetapi tetap meneruskan lari pelan-pelan selama 3-5 menit. Kegiatan ini
bertujuan untuk?

a. Running d. Shuttle

b. Streching e. cooling down.

c. Jogging

6. Berikut yang bukan merupakan perlengkapan yang diperlukan dalam beep test
adalah

a. Tempat datar yang rata dan licin

b. ‘marking cones' atau kapur

c. pita meteran (20m),

d. shuttle run CD,

e. CD player dan lembar catatan.

7. Berapa panjang lintasan atau jarak dalam beep test?

a. 40 m b. 30 m c. 20 m d. 10 m e. 25 m

8. Bila atlet belum mencapai garis pada waktu terdengar suara beep, apa yang
harus dia lakukan?

a. dia harus menyelesaikannya dahulu baru kemudian berbalik dan berusaha


menyesuaikan kecepatan larinya di antara dua beep.

b. dia harus menunggu sampai terdengar beep.


c. Diam saja

d. Berhenti di tengah lintasan

e. Langsung berbalik

9. Berapa nilai wanita yang berumur 13-19 tahun dalam kategori superior?

a. <56.2 b. >52.6 c. >56.2 d. <52.6 e. >50.6

10. Berapa nilai pria yang berumur 13-19 tahun kategori excellent?

a. 49.3-52,5 d. 51.0-55,9

b.47,4-52,5 e. 45,2-49,4

c. 48-51,4

ESSAI

1. Apa yang dimaksud dengan bleep test?


2. Jelaskan tujuan dilakukannya bleep test?
3. Identifikasikan kelebihan-kelebihan melakukan bleep test !
4. Apa saja yang diperlukan untk melakukan bleep test ?
5. Jelaskan prosedur pelaksanaan bleep test!

Jawab :

1. Bleep test merupakan tes berlari terus menerus diantara dua garis dengan
panjang lintasan 20 meter selama terdengar bunyi beep yang sudah
terekam.
2. Bleep test digunakan untuk mengukur VO2 maks dan tingkat kebugaran
seseorang
3. Meningkatkan daya tahan tubuh atlet,
4. a. Lapangan olahraga yang datar sepanjang 20 m
b. Tape recorder dan pengeras suara
c. Kaset atau CD yang berisi panduan MFT
5. a. Lari menempuh jarak 20 meter bolak-balik, yang dimulai dengan lari
pelan-pelan secara bertahap yang semakin lama semakin cepat hingga atlet
tidak mampu mengikuti irama waktu lari, waktu setiap level 1 menit.
b. Bila tanda bunyi belum terdengar, atlet telah melampuai garis batas,
tetapi untuk lari balik harus menunggu tanda bunyi. Sebaliknya, bila telah
ada tanda bunyi atlet belum sampai pada garis batas, atlet harus
mempercepat lari sampai melewati garis batas dan segera kembali lari ke
arah sebaliknya.
c. Pada level 1 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 8,6 detik dalam 7
kali bolak-balik. 
d. Pada level 2 dan 3 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 7,5 detik
dalam 8 kali bolak-balik. 
e. Pada level 4 dan 5 jarak 20 meter ditempuh dalam waktu 6,7 detik
dalam 9 kali bolak-balik, dan seterusnya.
f. Setiap jarak 20 meter telah ditempuh, dan pada setiap akhir level, akan
terdengar tanda bunyi 1 kali. Setelah atlet tidak mampu mengikuti irama
waktu lari, atlet tidak boleh terus berhenti, tetapi tetap meneruskan lari
pelan-pelan selama 3-5 menit untuk cooling down.
http://ws-or.blogspot.co.id/2012/01/beep-test.html

http://scdc.binus.ac.id/sepakbola/2017/02/bleep-test/

http://nazhifgifari.blogspot.co.id/2013/10/bleep-test.html?mm=1

http://pardedewimpi.blogspot.co.id/p/multistage-beep-test.html?m=1

www.thebeeptest.com

www.ptgear.co.uk/fitness-tests/bleep-test-how-to-perform-analyse-the-bleep-test

http://dunialari.com/apakah-yang-dimaksud-dengan-vo2max/

http://olvista.com/apa-itu-penyakit-kardiovaskular-cardiovascular-disease-cvd/

https://4.bp.blogspot.com/cr3ygB5yGm8/WPQ4vyLqmzI/AAAAAAAAIOY/
0A_ji2SSpwQIP3kcK_0X_6QOhTr77W00ACLcB/s640/format%2Btes
%2Bbleep%2Btest.png

Anda mungkin juga menyukai