0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan21 halaman

Pertemuan Pertama Aurora di SMA

Aurora berangkat ke sekolah barunya setelah menolong seorang anak kecil yang tersesat. Di sekolah, dia bertemu dengan cowok tampan yang menolongnya masuk gerbang. Aurora berkenalan dengan teman sekelas barunya, Dinda. Mereka melihat geng populer di sekolah yang terdiri atas lima cowok tampan, termasuk Saga yang dingin namun kaya dan berbakat.

Diunggah oleh

Kirana Aprilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan21 halaman

Pertemuan Pertama Aurora di SMA

Aurora berangkat ke sekolah barunya setelah menolong seorang anak kecil yang tersesat. Di sekolah, dia bertemu dengan cowok tampan yang menolongnya masuk gerbang. Aurora berkenalan dengan teman sekelas barunya, Dinda. Mereka melihat geng populer di sekolah yang terdiri atas lima cowok tampan, termasuk Saga yang dingin namun kaya dan berbakat.

Diunggah oleh

Kirana Aprilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

seorang gadis sedang menatap dirinya di cermin dengan seragam SMA Ardhana yang melekat pada

tubuhnya dan rambut yang terurai indah menyempurnakan penampilanya dia adalah aurora geovani
ferdian

Hari ini adalah hari aourora menjadi siswa Ardhana setelah melakukan Mos beberapa hari lalu. Setelah
puas dengan penampilanya aurora langsung keluar kamar dan menuju meja makan yang sudah ada ayah
dan ibu tirinya

"pagi yah" ucap aurora sambil mencium pipi ayahnya dan langsung duduk dikursi

"pagi sayang ini hari pertama kamu menjadi anak SMA jangan nakal" ucap papa

"ara ngga bakalan nakal mas soalnya hidupnya ngga jauh-jauh dari buku" mam yang sedang memotong
roti menatap aurora dan hanya dibalas dengan senyuman ringan.

Ibu tiri aurora bernama regina menikah dengan ayah Aurora saat aurora kelas 1 SMP dan mempunyai
anak yaitu Alana kaka tiri aurora. Aurora dengan ibu dan kaka tirinya tidak dekat bahkan jarang
berbicara tapi aurora bersyukur karena kehidupanya tidak seperti cerita cinderella yang ditindas.

"Hari ini kamu berangkat sama Alana ya sayang ngga usah naik angkutan umum nanti terlambat
sekolahnya"tutur papa yang dibalas anggukan oleh aurora

"mana alana belum siap juga tuh anak"

"im here pah"ucap Alana yang langsung duduk di meja makan

Selesai makan aurora dan alana bergegas pergi ke sekolah aurora langsung berpamitan kepada ayah dan
ibunya

"ayo ra ntar kita telat"ucap Alana ketus

Aurora dan Alana pergi ke sekolah dengan Alana yang menyetir didalam mobil hanya keheningan yang
mengisi karena masing" tidak ada yang mau buka suara

Umur aurora dan Alana terpaut dua tahun. Ara dan Alana mempunyai sifat yang bertolak belakang jika
Alana lebih suka nongkrong maka ara lebih suka baca buku atau nonton drama korea di kamar, jika
Alana anak hits jaman sekarang maka Ara anak kutu buku yang ngga suka keramaian.

Bukan berarti ara tidak populer berkat kecantikan dan kepintaranya ara selalu menjadi most wanted girl
tanpa harus menjadi anak hits.

"turun gih gue ngga mau anak-anak sekolah tau kalo kita saudaraan"ucap Alana yang membuat ara
mengalihkan perhatiaannya dari jalan

"tapi ka ini masih lumayan jauh dari sekolah" ucap ara berharap Alana mau berubah pikiran

"masih lumayan kan udah sana turun" perintah Alana tidak menerima penolakan
Aurora Pov.

Setelah turun dari mobil ka alana aku langsung bergegas jalan ke sekolah karena di tempatku sekarang
jarang angkutan umum lewat aKu setengah berlari karena 10 menit lagi gerbang di tutup.

Setelah selesai berlari Aku bernapas lega saat melihat gerbang masih terbuka tapi pandanganku tertuju
pada anak kecil yang sedang sendirian dan menangis aku bingung antara masuk atau menghampiri anak
kecil itu.

"kalo aku hampiri anak kecil itu pasti gerbang di tutup tapi kalo ngga kasian"ucapku berbicara sendiri

"aaaa de" ucapku sambil berlari menghampiri anak kecil yang akan terserempet motor, syukurlah aku
bisa menyelamatkanya

"ngga papa de?mamanya mana?" anak kecil itu semakin menangis di pelukaanku

"jangan nangis ya de kalo ade ngga nangis nanti kaka kasih coklat"ucapku berusaha menenangkanan
anak kecil ini akhirnya dia menangguk dan mulai berhenti menangis anak laki" yang lucu matanya bulat
dan pipinya tembam mungkin Sekitar umur 3 tahun.

Aku pun langsung mengambil cokelat dari tas dan menyerahkanya "inih cokelatnya"

Anak itu mengambil dan tersenyum aku pun gemas dan langsung mengelus rambutnya

"Mamanya kemana de?" tanyaku tanpa berhenti mengelus rambut anak itu

"mama--" ucapanya terhenti saat ada ibu datang menghampiri

"ah syukurlah kamu disini mama pikir kamu hilang" ibu itu terlihat khawatir dan langsung memeluk
anaknya kemudian beralih manatapku

"tadi anak ibu nangis trus berusaha nyebrang jalan jadi saya samperin"ucapku seadaanya

"makasih ya de gara-gara anak ibu kamu jadi telat sekolahnya"

Telat astaga ya tuhan aku lupa sekolah "ngga papa bu kalo gitu saya permisi"ucapku dan langsung
beranjak pergi tapi ada tangal mungil yang menahanku

"makasih kaka nama aku rasya" ucapnya malu" dan aku pun tekikik geli kemudian berjongkok
mensejajarkan tubuh dengan anak kecil itu

"hai rasya nama kaka aurora" ucapku menjabat tangan anak itu tanpa aba" anak itu mencium pipiku
kemudian bersembunyi di belakang ibunya karena malu aku dan ibu anak itu hanya bisa tertawa.

"kalo gitu saya pergi dulu ya bu permisi. Dah rasya" ucapku melambaikan tangan ke arah rasya yang
mengintip di belakang tubuh ibunya dan melambaikan tangan kearah ku dan tersenyum malu" akhirnya
aku pergi dan sedikit berlari menuju gerbang
"pa buka gerbangnya"ucapku setengah memohon

"ngga bisa neng. Neng udah telat 10 menit" ucap pak satpam itu

Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan menempelkan pipiku di gerbang yang sudah ditutup. Hari pertama
dan telat aku hanya bisa memejamkan mata berharap ada keajaiban

"buka Gerbangnya pa"ucap seseorang laki" dan aku langsung membuka mataku dan membulatkan mata
Tampan, banget malah.

Pak satpam itu langsung membuka gerbang dan membiarkan laki" itu masuk ke sekolah dan saking
terpanahnya aku sampai masih berdiri di tempat masih mengaggumi laki" itu

"lo ngga mau masuk juga" cowok itu meyadarkan lamunan ku.

"eh iya ka" akupun bergegas masuk dan menghampiri cowok tersebut setelah berada dihadapanya mata
kami saling tatap sebentar karena berikutnya aku menunduk mengindari tatapan mata yang bisa
membuat siapa saja terpesona.

"makasih ka, permisi" pamitku dan langsung meninggalkan cowok itu.

Akupun langsung berlari menyusuri koridor kelas 10 setelah pembagian kelas kemarin aku masuk kelas
10 Ipa 1 sesampainya di depan kelas akupun membuka pintu dan bernapas lega karena belum ada guru
yang datang

"ra sini" Dinda yang ada di meja paling depan melambaikan tangannya dan menepuk kursi yang ada di
sebelahnya.

Dinda adalah sahabatku dari SMP aku beruntung karena aku ngga sendirian disini

"din kelas ipa 1 juga? " ucapku heran dan langsung duduk di samping dinda

"iya dong kita emang jodoh tau ngga bakal terpisah" aku hanya tertawa menanggapi ucapan dinda.

"belum masuk din?" aku melihat sekeliling dan masih banyak anak lain yang beraktivitas masing" masih
jaim soalnya jadi masih jaga image

"belum ngga ada upacara bendera soalnya gurunya lagi rapat" dinda yang fokus pada bekalnya "mau
ngga ra?" dinda menyodorkan kotak bekalnya

"ngga Din makasih tadi di rumah udah sarapan" aktivitas kami terhenti saat seorang guru masuk dan
kelas seketika hening.

"halo anak anak nama saya vina wali kelas kalian guru seni budaya"ucap bu vina "ada yang ingin kalian
tanyakan" ucap bu vina lagi dan semuanya kompak menggeleng

"kalo gitu hari pertama kita perkenalan aja ya"


"iya bu" jawab anak-anak

Jam istirahat pun tiba.

"Ra ayo kekantin" ajak dinda yang menarik tanganku seperti anak kecil

"sabar din lagi masukin buku dulu"dan aku pun segera berdiri dan kami pun pergi ke kantin di tengah
jalan aku melihat ka luna dengan gengknya lagi duduk di pinggir lapangan melihat anak basket. Dan
akupun langsung mengalihakan pandanganku

Flashback on

"nanti disekolah ngga usah ngomong dan pura" ngga kenal" ucap ka alana yang akan masuk ke dalam
kamarnya aku sih sabodo aja ngga penting juga.

Flashback of

"ra itu ka alana kan"ucap dinda berbisik ketika melewati mereka aku pun mengedihkan bahu acuh.

Sesampainya dikantin dinda menyuruhku duduk dan Dia yang memesan makanan setelah duduk akupun
memainkan hp dan seseorang mengaggetkan ku dari belakang

"dorr zheyeng" ucapnya dari belakang dang lansung duduk disampingku

"apaan sih ngga jelas" ucapku menyubit lengan pria tersebut kemudian dinda datang dengan Dua
mangkuk baso

"pantes pipinya kaya baso makanya baso mulu"ucapnya sambil mencubit kedua pipiku.

"ish sakit bangsat"aku berusaha melepaskan tangannya dan berhasil

"ihh ngomongnya kasar" ucapnya

"apanya yang kasar sih orang bangsat tuh bang satya" satya adalah sahabatku dari kecil jadi sudah biasa
seperti ini.

"iyain aja ya" ucapnya kemudian memakan baso punya ku dan aku lansung mengambil paksa

"enak aja beli ssndiri sana" ketusku.

"pelit" ucapnya kemudian pergi membeli makanan dinda hanya tertawa melihat kita berdua tadi

Tiba tiba suasana kantin riuh "ada apa din ko pada rameh" tanyaku bingung dan mengehentikan makan
ku

"tuh kaka kelas kita gans squad dateng"ucap dinda antusias "anak konglomerat ra udah ganteng tajir
lagi" kemudian aku melihat pintu kantin dan ada 5 cowok tampan yang duanya pernah aku lihat kaka
osis dan cowok yang menolongnya dan dibelakang mereka ada Alana squad dan aku memutarkan bola
mata ku malas dan langsung melanjutkan makan.

"ganteng ganteng ya ra apalagi ka saga itu tuh yang paling depan" dan aku pun mengikuti arah tunjuk
dinda

"oh namanya saga" batinku

"tapi sayang ra bukan tipe lo deh soalnya ka saga galak, suka berantem dan ngga suka cewek" aku
membulatkan mataku dan menatap dinda.

"ngga suka cewe maksudnya gimana"tanyaku heran

"bukan dalam artian gitu dia tuh judes banget ra kaka lo Yang most aja ngga di ladeni, bahkan dulu ada
cewe yang suka sama ka saga sampe frustasi dan loncat dari lantai 2 sekolah"aku pun merinding

"berarti sekolah kita angker dong" aku pun merinding "iya ya" diikuti dinda.

"udah ah jan bahas itu tapi sikap buruknya tertutupi dari segala hal yang dia punya ra harta rupa
kemampuan pokoknga triple kill deh" dinda mengacungkan jempolnya di depan mataku dan aku
langsung menatap ke arah ka saga dan entah hanya perasaan ku saja ka saga memperhatikanku dari
tempatnya.

"tapi din lo tau semua dari mana"tanyaku heran"

"oh dulu waktu pas pendaftaran ada kaka kelas nawarin masuk grup lambe nyiyir"aku pun heran

"waktu gue daftar ko ngga ada yang nyamperin ya"tanyaku

"lo anak baik" kali makanya kaka senior ngga ngajak lo sedangkan gue ghibah sudah mendarah daging"
ucap dinda yang membuatku tertawa.

Entah hanya perasaanku atau memeng benar ka saga tengah menatapku. Akupun hanya menunduk dan
tidak ingin memastikan sampai

"hai cupu maksud lo apa liatan cowo gue sampe segitunya"ucap alana menggebrak meja salah satu
cewe

"saudara lo gitu banget ya ra"bisik dinda

"bukan saudara gue itu"ucapku tanpa mengalihkan pandangannya

"By geseran dong" ucap satria sambil menaruh mangkuk dimeja. Akupun menurut dan menggeser
duduk agar satria bisa duduk.

"Kesel de by ngga sekelas" ucap satria sambil memakan makanannya


"Syukur dong ngga ada yang ngerusak pemandangan" ucapku memandang wajah satria geli dan satria
hanya mendengus dan menatapku

"Ngerusak dari mananya orang wajah gue sebelas dua belas sama shawn mendes juga" aku dan dinda
kompak pura pura muntah dan tertawa dan disusul sentilan di dahiku dan dinda dari satria.

"ra ayo ganti baju" teriak dinda

"iya" aku pun langsung berganti pakaian olahraga dan menuju lapangan basket

"selamat pagi anak-anak saya andi guru Olahraga kalian"ucap pa andi "untuk hari pertama kita belajar
basket dulu"

"pa andi ganteng ya ra"bisik indah yang memperhatikan pa andi yang sedang mengajari dasar
permainan basket. akupun hanya menyenggol lenganya dan menempelkan jariku di bibir pertanda
menyurunya diam.

"Setelah ini kalian ganti baju trus istirahat" ucap pa andi mengakhiri pembelajaran.

"maksud lo apa" teriak seseorang dari lapangan bola yang berdekatan dengan lapangan basket. Yang
ada dilapangan basketpun melihat aksi pukul"an

"ka saga berantem oyy"teriak salah satu murid dan langsung Berhamburan menuju ke tempat kejadian

"ayo ra" tarik dinda dan langsung menyerobot agar mendaat paling depan.aku pun tidak bisa
mengalihkan pandanganku ke saga yang sedang memukuli laki laki Sepertiny kelas 12 tiba tiba ka saga
menatapku yang setengah ketakutan akupun langsung bergegas pergi.

Setelah pergi aku memutuskan untuk mengganti baju setelah selesai berganti baju akupun melewati
koridor sampai ada suara yang memanggilku

"aurora kesini sebentar"ucap bu Ani guru plh

"iya bu"akupun langsung menghampiri bu ani

"ra tolongin ibu anter ini ke UKS tadi ibu mendadak dipanggil sama pa kepala sekolah"bu ani
menyodorkan kotak P3K dan langsung saya terima

"iya bu kalo begitu permisi" ucapku kemudian berlalu

Aku pun membuka pintu UKS yang kosong dan menuju rak Obat

"when tomorrow comes"aku bernyanyi kecil sambil berjinjit menaruh obat sampai ada suara deheman
dan akupun menengok.
"ka saga" aku melihat ka saga terduduk diranjang UKS yang wajahnya penuh banyak luka. Akupun segera
mengahmpiri ka saga dengan kotak p3k yang masih ada ditanganku.

Ka saga hanya diam saat aku mengampiri dan duduk dikursi sebelah ranjang UKS saat ini kita
berhadapan aku langsung membuka kotak p3k dan menekankan kapas ke luka ka saga dan respon ka
saga hanya diam atas apa yang aku lakukan.

"kalo lukanya ngga segera diobati nanti bisa infeksi lo ka"ucapku dan ka saga hanya menatapku akupun
berusaha menghilangkan grogi

Setelah selesai mengobati akupun beranjak menaruh kotak obat ke tempatnya sampai sebuah tangan
memegangku

"makasih"ucapnya menatapku

"sama-sama"akupun tersenyum dan mengangguk memutar badan dan menuju laci obat tapi ka saga
merebut kotak obat dan menaruhnya ke tempatnya

"ayo pergi"ucap ka saga menarik tanganku keluar UKS aku yang masih belum sadarpun hanya
memandang tanganku yang ditarik oleh ka saga aku sadar saat semua mata menatapku dan ka saga dan
aku langsung melepas genggaman ka saga dari tanganku dengan pelan"

"permisi ka" akupun langsung berlari mengindari ka saga karena bagaimanapun juga hal ini tidak baik
untuk kesehatan jantungnya.

Autor pov

Saga sedang berada di basecamp dengan teman"nya ridho,ghani,dan bian

"woyy ga kenapa ngelamun dari tadi" tegur bian yang sedang asik memakan snack yang dibawa saga
tadi

"ngga papa udah lo makan aja kalo makan tuh diem jangan ngomong ngga sopan"ucap saga tajam dan
bian hanya terkekeh kecil

Saga kembali memikirkan gadis yang selalu ada dipikiranya akhir" ini dimana dia pertama kali melihat
saat dia di depan sekolah menolong anak kecil saga Memperhatikan gadis itu dari warung depan sekolah
dan gadis yang mengobati lukanya tadi pagi Aourora saga mengetahui dari badge nama yang
dikenakanya

"bro lo tau ngga " ucap ridho yang membuat ketiga temanya menoleh
"apa"ucap bian antusias dan mendekati ridho

"ngga jadi"ucap ridho cengengesan

"bangke" bian yang kesal melempar kacang tepat di kepala ridho

Dan ghani hanya tertawa melihat Kedu temanya

"kalian inget ngga anak baru yang cantik pas mos nyanyi"ucap ghani

"inget cantik njirrr udah suaranya bagus plus imoettt"ucap bian antusias

"tadi gue dapet video dia pas nyanyi kalian mau lihat ngga" bian dan ghani mendekati ghani

"siapa emangnya"ucap saga yang masih tidak bergeming ditempatnya dan sibuk bermain game

"sini Aa saga lihat" bian menepuk kursi sebelanhya yang Hanya dibalas acuh oleh saga

"kasian neng ian terabaikan"ucap ridho dramatis"sini sama Aa ridho aja"ridho merentangkan tanganya

"najis jauh" sana" usir bian meneloyor kepala ridho. Dan Saga dan dhani terkekeh akibat ulah mereka
berdua

"udah jangan berantem sini liat videonya"ucap dhani yang disusul antusias dari ridho dan bian
sedangkan saga hanya diam masih memainkan handphonenya

Videopun dimulai dan mereka bertiga menikmati videonya dan saga yang penasaran siapa Gadis pemilik
suara tersebutpun akhirnya ikut melihat disana terpampang gadis cantik yang bernyanyi sambil malu-
malu saga yang melihatnyapun ikut tersenyum dan setelah gadis itu selesai bernyanyi yang hendak
buru" pergi itupun ditahan.

"ehh de jangan turun dulu, kenalan dulu dong"ucap salah satu pria anggota osis dan gadis itu hanya
tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

"nama kamu siapa? "pria itu bertanya lagi

"aurora"ucapnya dengan nada malu" yang menurut saga sangat lucu dan imut

"ka imut banget boleh buat saya ngga ka" celetuk salah satu cowo peserta mos

"jangankan kamu kaka juga mau"celetuk dhani yang disambut gelak tawa para calon siswa dan anggota
osis dan aurora pun ikut tersenyum.

"aurora jangan senyum"peringat peserta laki" yang duduk paling depan. Dan aurora hanya bingung dan
menurut

"soalnya senyummu mengalihkan duniaku"ucap pria itu lagi dan dihadiahi siulan dan tawa

"dasar kang sayur"ucap wanita di belakangnya


"diam kau blorong"balas pria tadi dan suasana mos pun menjadi riuh.

"aurora munduran dikit dong"ucap salah satu pria gempal yang duduk dipojok

"mau ngomong cantiknya kelawatan gitu"ucap kaka osis disamping aurora "dah basi" ucapnya lagi dan
tawapun meledak kembali

"udah de aurora kembali ketempat ya jangan ngeladeni buaya darat sama jomblo karatan yang ada
disini"ucap kaka itu tersenyum pada aurora

"lah kaka juga dong"ucap pria yang merayu Aurora tadi.

"udah kasian auroranya ngga duduk gara gara kalian"ucap kaka osis cantik yang bernama clarisa

Dan aurorapun mengangguk dan menuju tempatnya kembali dan terdengar siulan dari anak laki"

Dan videopun berakhir..

"mantul tuh anak udah cantik imut lucu lagi"ucap bian sambli tersenyum membayangkan aurora dan
dibalas jitakan dari ridho. Dan bian yang tidak terimapun membalasnya dan terjadilah adu jitak antara
mereka berdua.

"gue duluan"ucap saga yang bergegas pergi dari markasnya dan membuat dani,bian,dan ridho terhenti
dari aktifitasnya

"hati hati bro"ucap dhani pada saga yang sudah di pintu dan saga hanya membalas dengan
mengangguk.

Pukul 10 malam dan aurora masih terjaga karena membaca novel yang baru saja ia beli dan berencana
ke dapur untuk mengambil minum. Saat keluar alana dikejutkan dengan alana yang bersiap pergi
dengan teman"nya entah itu kemana aurora hanya tidak peduli

"Apa lo liat-liat"ucap alana dan aurora hanya memutar bola matanya malas kemudian melenggang pergi
kedapur dan aurora hanya mendengar dengusan alana

"Dasar penyihir kecil" ucap alana yang masih bisa didengar oleh aurora dan aurora hanya tidak peduli.
Hubungan aurora dan alana biasa saja tidak seperti saudara ataupun teman bahkan hampir tidak peduli
tapi alana masih gengsi mengakui kalau dia peduli kepada aurora karena waktu aurora smp dan dilabrak
kaka kelas alana membalasnya tanpa mengatakan kalau dia kaka aurora, dan saat itu alana hanya bilang
"jadi cewe tuh jangan cupu amat kalau ngga salah ngomong jangan diem ada saatnya kita itu harus
ngelawan lu punya tangan kan tampar aja atau tanganlu lumpuh" terdengar kasar memang tapi aurora
tau kalau alana itu peduli. Melupakan soal alana saat hendak kembali ke kamar aurora melihat ruang
kerja ayahnya menyala dan memutuskan untuk melihat sebentar.

"Ayah aurora boleh masuk" ucap aurora dibalik pintu dan langsung mendapat perhatian dari ayahnya.
"Boleh sini sayang" ucap ayah yang menyurh aurora duduk dipangkuanyya, dan aurora pun langsung
menghampiri ayahnya

" kamu belum tidur udah malem loh nanti besok terlambat bangunya" ucap ayah sambil menusap
rambut putrinya

"Ayah juga harus tidur nanti sakit kan kerjaanya bisa dikerjain besok"aurora mengalihkan pandanganya
pada kertas dan mulai membacanya

"Nanti ara bakal belajar sunguh-sungguh trus bantu ayah kerja biar ayah nanti ngga kelelahan lagi"
aurora tersenyum dan ayah hanya mengacak pelan rambut putrinya.

" ayah lebih senang kalau kamu nikah sama anak teman ayah yang kaya biar kamu ngga usah kerja" ucap
ayah menggoda aurora. Dan aurora hanya mendengus pelan

"Ayah ngga lagi ngerencanain perjodohan buat ara kan" tanya aurora penuh selidik

"Bagus juga idenya, kamu mau?" Ayah aurora mencubit gemas hidung ara

"Ayah" aurora bangkit dari duduknya "pokoknya ara ngga mau titik" ucap aurora sambil menghentakan
kakinya dengan gemas dan berlalu pergi dan ayah hanya terkikik geli baru sampai diambang pintu
aurora kembali melihat ayahnya. Dan ayahnya hanya mengangkat alisnya seolah berkata kenapa

"Ayah tidur udah malem ara ngga mau ayah sakit" dan langsung dihadiai kekehan ringan dari ayahnya

"Yes princess" ucap ayahnya keras dan membuat aurora semakin menghentakan kakinya kesal. Ara
benci dipanggil princess.

Keesokan harinya.

"Ra nanti malam ikut ayah ke ulang tahun pernikahan teman ayah ya" ucap ayah aurora memecah
keheningan di meja makan

"Tapi yah,"

"Kali ini tidak ada penolakan" ucap ayah aurora memotong ucapan aurora. " kali ini harus ikut dia rekan
bisnis ayah sekaligus sahabta ayah" ucap ayah tegas dan hanya mendapat anggukan kecil dari aurora

"Gila tuh pa bear ngasih tugas ngga kira-kira ngerangkum segini banyaknya" keluh dinda menggerutu
kapada pa kardi guru sejarah dinda memanggil pa bear karena katanya pa kardi mirip beruang di film
marsha and the bear. Akupun hanya mengangguk menyetujui ucapan dinda.
"Ra cewe itu ko ngga ikut gabung sama yang lain ya kayanya sendiri terus" ucap dinda menunjuk
perempuan yang duduk sendiri dengan dagunya.

"Udah kaya pennunggu seremm udah mh paling pojok duduknya" akupun melihat perempuan tersebut

"Din kalo ngomong tuh difilter dulu" ucapku kemudian beranjak menghampiri perempuan yang
disebutkan dinda tadi.

"Hay nama aku aurora "ucapku mengulurkan tangan dan perempuan itu mendongak menatapku dan
menyambut uluran tanganku dengan ragu

"Aku gina" ucapnya dan akupun mengangguk

"Mau kekantin ayo bareng" ajaku

"Tapi aku.."

"Udah ayo ikut aja dari pada disini" dinda memotong ucapan perempuan itu dengan ragu dia menatapku
dan aku balas senyuman

Dan akhirnya gina mengangguk dan kita bertiga pergi kekantin

"Ra kali ini gw yang pesenin lu sama gina nyari tempat duduk" ucap dinda

"Kalian mau makan apa?" Tanya dinda lagi

"Gw mau somay dong din sama es teh ya" ucapku "kalo gina" akupun bertanya kepada gina yang
daritadi diam

"Aku samain sama aurora" dan dinda mengangguk bergegas pergi memesan makanan.

Aku dan ginapun mencari tempat duduk yang dirasa nyaman karena kantin lumayan sepi jadi tidak susah
menemukan tempat duduk saat aku melihat sekeliling tidak ada kelas 12 karena ada penyuluhan apa
akupun ngga tau

"Gin lu ko ngga pernah bergaul sama yang lain sih" ucap dinda yang duduk didepan gina

"Gw ngga kaya kalian"

"Maksudnya" tanyaku heran

"Gw bukan dari keluarga kaya orang tua gw meninggal dan sekarang tinggal sama nenek" ucap gina "
nenek gw cuma seorang pembantu, gw merasa minder jika harus gabung sama kalian masuk sekolah sini
pun karena beasiswa" ucap gina menunduk

"Jangan kaya gitu gin kita itu sama dimata tuhan, sekarang gw sama dinda temen lu mulai sekarang"
ucapku dan dinda mengangguk membenarkan
"Tapi kalau kalian temenan sama gw yang ada kalian bakal ikutan dibully" ucap gina menatapku dan
dinda bergantian

" ya ellah jan dipikirin gin udah jauh aja mikirnya kita bakalan hadepin bareng" ucap dinda percaya diri

"Makasih"

dan pesanan kitapun datang dan tepat saat itu gerombolan anak kelas 12 datang dan aku melihat ka
saga diikuti teman"nya duduk dimeja samping dan akupun bersyukur karena memunggungi mereka

"anak pembantu ada disini rupanya gaes"ucap salah satu siswi kelas 12 menghampiri meja kami

"Ngapain lu disini ngerusak pemandangan ajah" ucap tiara ketua geng tersebut dan berencena
menyiram gina dengan jus

"Maksud kaka apa"ucapku sambil menahan tangan tiara yang hendak menyiram gina

"Jangan jadi sok jagoan"ucapnya mendorong ku

"Dan kaka jangan sok berkuasa disini"ucapku tak kalah sengit.

"Udah ra" gina berusaha membuatku duduk kembali

"Biarin gin kaka cabe ini kalo dibiarin bakal seenaknya" ucap dinda

"Makdud lo apa ngomong kek gitu" tiara hendak menampar dinda dan akupun langsung memelintir
tangan tiara

"Dengan kaka bertindak kaya gini itu menunjukan kaka lebih rendah" ucapku menantang dan tanpa
diduga teman tiara menyiramku dengan jus yang membuat baju seragamku basah. Aku yang lengahpun
langsung ditampar dan didorong tiara kebelakang dan menabrak dada bidang seseorang saat aku
mendongak aku menatap mata indah yang aku kenali ka saga.

"Ka " ucapku lirih dan ka saga menatapku kemudian menatap tiara Tajam dan tiara and the geng pun
kabur karena ditatap seperti itu. Ka saga beralih menatapku dan akupun hanya menunduk malu ka saga
mengangkat daguku agar dia bisa melihat wajahku.

"Merah" ucapnya sambil menatap wajah bekas tamparan tadi "apa sakit" dan akupun menggeleng dan
tanpa sadar menangis baru kali ini mendapat kekerasan bahkan ayahnyapun tidak pernah,

Ka saga mengelus bekas tamparan tadi dan tanpa disengaja akupun kembali menangis dan ka sagapun
membawaku kedalam pelukanya, setelah merasa sedikit baikan akupun segera melepas pelukan dari ka
saga dan kejadian tadi tak luput dari pasang mata siswa yang ada dikantin bahkan teman ka sagapun
yanya bisa melongo.

"Makasih ka" ucapku tersenyum dan ka saga hanya tersenyum menatapku


"Ayo ra ketoilet baju kamu basah ntar sakit lagi" ucap dinda menyadarkanku dari tatapan ka saga dan
akupun hanya mengangguk mengikuti dinda dan gina.

Ditengah perjalanan bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah usai

"Kalian berdua ke kelas aja nanti gw nyusul mau ganti baju pakai baju olahraga" ucapku

"Tapi ra kalau lo kenapa kenapa gimana" aku hanya menatap dinda jengah

" udah sanah gw juga ngga bakal kenapa kenapa"ucapku mengusir mereka berdua dan mereka hanya
menurut dan beranjak pergi setelah mereka pergi akupun pergi menuju loker dan tiba tiba ada yang
menghampiri ku dengan nafas ngos"an

"Aurora ya" tanya gadis itu dan akupun yang masih bingung hanya menangguk menyetujui

"Ini ada tititpan" gadis itu mengulurkan paperbag

"Dari siapa" tanyaku sembari mengambil paperbagnya

"Ka alana, udah ya gw buru buru nih udah bel" dan diapun segera berlari kembali. Dan akupun segera
melihat apa yang ada didalam dan ternyata seragam ka Alana. Dan akupun hanya tersenyum tipis dan
segera pergi ketoilet

Ara menatap dirinya dicermin berantakan wajah yang memerah karena tamparan baju yang basah dan
rambut yang lepek sungguh tidak layak ditatap pikir ara tapi seketika ara ingat ka saga menatapnya dan
memeluknya dan arapun langsung malu pipi yang memerah bekas tamparan tadi berubah menjadi pipi
merah bersemu.

"Udah ra jangan diinget ntar malu"ucap ara pada diri sendiri dan bergegas mengganti pakaian dengan
seragam alana.

Setelah selesai ganti arapun berdecak jika pakaian alana jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya ia lupa
jika baju yang dikenakan alana adalah rok yang sedikit jauh dari lutut dan baju yang ketat tapi mau
bagaimana lagi daripada ara memakai baju yang tadi. Kemudian ara berganti melihat rambutnya dan ara
memutuskan untuk mengikat rambutnya asal. merasa penampilanya cukup baik arapun beranjak pergi
dari toilet dan menuju ke kelasnya

Koridor cukup sepi karena sedang berlangsung pelajaran dan dilapangan hanya ada anak yang memang
ada jam pelajaran dan mata arapun tak sengaja melihat ka saga yang sedang bermain bola merasa
diperhatikan sagapun menatap ara dan ara tiba tiba mengingat kejadian tadi hanya menunduk tidak
mau melihat mata saga.

Saga berhenti menggiring bola dan membuat teman"nya ikut berhenti seketika mereka menatap objek
yang saga tatap.
"Bukanya itu dede gemes ya" ucap ridho yang mendapat anggukan dari bian

"Wahhh gila sih ini mah pakaiannya menampilkan kesan seksi sekaligus manis bersamaan" ucap ridho.

"Gue setuju makin sayang de sama demes" ridho dan bian memandang ara yang berjalan dengan
tatapan memuja. Saga yang tersadarpun menatap mereka berdua dengan tatapan tajam, merasa ditatap
seperti itu bian dan ridho hanya cengengesan.

"Hati hati pawangnya marah"ghani menepuk pundak bian yang ada disebelahnya. Dan mereka berdua
kembali mengangguk setuju.

"Ngapain berhenti ayo lanjut main" ucap saga dingin karena mereka menatap auroranya dengan kagum.

Auroranya bagus juga pikir saga.

"Permisi pak" ara berucap sopan kepada guru yang sedang mengajar

"Oh aurora silahkan duduk" ucap pa marko guru fisika dan aurora pun segera duduk disamping dinda
kedatangan aurorapun disambut tatapan dari teman"nya karena penampilanya.

Pelajaranpun selesai

"Gila ra lo pakai baju siapa" tanya dinda sambil memutar mutat tubu ara

"Ka alana din kenapa ngga cocok"tanyaku

"Cocok lu lebih kelihatan seksi kalau gini" ucap dinda mengedipkan matanya dan langsung ku hadiah i
jitakan dikepalanya

"Kalau ngomonh tuh,"

"Difilter dulu gue tau apa yang bakalan lu katakan" ucap dinda paham " tapi bener loh lu nambah poin
plus dengan kaya gini manis dan terkesan nakal anak anak pada ngelihatin lo sampe segitunya gue jadi
iri" ucap dinda dramatis. Dan akupun hanya mendengus sebal tiba tiba gina datang

"Maaf ya ra gara gara gw lu yg kena imbasnya tadi" ucap gina takut takut.

" Bukan salah lo ko lupain aja" ucapku mencoba membuat gina tidak merasa bersalah lagi

" ya gin lupain lagian aranya juga dapet rejeki dipeluk sama cogan kalo gitu gw juga dengan sukarela
ganti posisi ara" ucap dinda menghayal

"Din" ucapku memperingatkan

"ko ka saga sweet banget sih gw pengen"ucap dinda lagi tanpa peduli tatapan tajam aurora
"Dinda main baku hantam yu" dan dinda segera berlari menghindari amukan aurora dan gina hanya
menggeleng melihat kelakuan mereka berdua.

Kegiatan mereka berdua terhenti saat teman sekalas aurora memanggil aurora dari pintu

"Ra ada yang nyariin tuh" ucap doni dan aurorapun hanya mengangguk kemudian beranjak menemui
orang yang mencarinya aurora melihat ka saga menyenderkan tubunya pada tembok dan saat melihat
aurora ka saga langsung berdiri dan menghampiri aurora kemudian memasangkan aurora jaket yang
kebesaran ditubuhnya.

"Pakai ya tubuh kamu ngga boleh jadi tontonan" ucap ka saga sambil menaikan resleting jaketnya dan
aurora yang masih belum ngeh pun hanya mengangguk. Dan ka saga memegang daguku dan melihat
bekas tamparan tadi dan mengusapnya pelan

"Masih sakit" tanya ka saga dan akupun hanya menggeleng.

"Kalau begitu belajar yang rajin aku pergi" ucap saga dan seakan tehipnotis arapun hanya mengangguk
setelah ka saga benar benar pergi siulan dan ciee dari teman"nya menyadarkan aurora

"Cieee aurora cieaa" sautan demi sautan terjadi dari teman temanya,

"Aurora kita sudah besar ternyata" ucap dinda merangkul pundak aurora, "Ra mau dong cobain jaketnya
ka saga" dan aurora melihat jaket ka saga yang sudah melekat ditubuhnya bahkan sekarang aurora
merasakan harum khas ka saga aurora merasa dipeluk oleh ka saga dan tiba tiba pipi aurora memerah
kembali

"Ciee blushing mikir apa ayoo"tangan dinda yang sedang mencolek pipi aurorapun langsung ditepis oleh
aurora dengan ringan.

"Udah ah " aurora kembali ke kelasnya.

Saga pov.

Saga memasuki rumahnya yang terkihat sepi dan memutuskan untuk pergi kekamar dan berhenti ketika
mendengar obrolan antara mama dan omanya.

"cantik ya kar" oma terlihat sedang menunjukan sesuatu ke mama karin dan disetujui dengan anggukan.
Dan karena saga penasaran dan menghampiri mereka

"hmm" ucap saga yang langsung membuat oma dan mama karin menoleh

"eh cucu oma udah pulang" oma mira langsung menyuruh duduk
"omah sama mama lagi ngapain"saga bertanya karena penasaran sama tingkah laku ibu dan neneknya

"ini mamah lagi liat anaknya teman papah cantik loh saga mau lihat" jelas mama kiran

"cocok loh kalau sama kamu"lanjut oma mira yang langsung dibales tatapan tajam dari saga

"ngga" balas saga dingin kemudian beranjak pergi menuju kamarnya

Oma mira menghela napas "anak kamu tuh kar"oma menatap kepergian saga "ngga ada sopan sopannya
belum selesai ngomong udah ditinggal pergi" oma karina bersedekap Dada dan menggeleng gelengkan
kepalanya.

"kalo oma lupa dia juga cucu oma loh"ucap mamah karin bergurau.

"iya juga yah" oma mira tergelak begitupun dengan mama karin.

Saga berbarinh dikasurnya sambil membuka handphone dan membuka aplikasi chatnya banyak nomor
yang tidak dikenalnya dan saga tidak menanggapi mereka sama sekali dan saga membuka grup chat
teman temanya

Icikiwir group

Ghani : itu nama grup siapa yang ganti woyy ngga banget

Bian : gw woyy kenapa? Bagus juga

Ridho : bagus apaan malah menjatuhkan citra kita yang ganss

Bian : lo gans MIMPI

Ridho : B aja nyet

Bian : ngga usah ngegas BI

Ghani : lah napa jadi berantem gini. Ngga punya pacar sih ya wkwkwk

Ridho : emang lu punya

Saga : ^2

Bian : ^999+

Ghani : anjj gw dibully lu juga saga dateng dateng bully.

Ridho : ketwa jangan

Bian : udah udah kita bahas pertandingan balap malam ini. Lu ikut ngga ga?
Saga : ikut

Bian : ok sip nanti malem kumpul ditempat biasa

Saga : 👍

Ridho : anjjj si saga balasnya singkat amat.

Saga meninggalkam obrolan grup dan beralih membuka aplikasi instagramnya yang jarang dibuka dan
mencari nama aurora dan ketemu saga memutuskan melihat lihat foto aurora

"cantik" gumam saga dan tiba tiba saat saga mengezoom salah satu foto tanpa sengaja terpencet love

"anjirr" ucap saga langsung buru buru bangun dari kasurnya dan terdengar notif

Aurora geva is following you

Tiba tiba saga tersenyum senang dan langsung follow aurora

Disisi lain.

Aurora yang tengah melihat drama di handhonenya dikejutkan dengan notofikasi

"ka saga"aurora bingung karena ka saga menyukai foto yang sudah lama diuploadnya

"follow ngga ya" aurora berfikir sejenak "follow aja deh lagian ka saga juga baik sama ara" arapun
memutuskan memfollowa saga dan tiba tiba

"ra lu mau ke mini market ngga"alana masuk tanpa mengetuk pintu

"ntar bentar lagi kenapa? "tanyaku menatap alana

"gw nitip pembalut dong"ucap alana

"tapi..."

"udah ya nih uangnya bayy"alana membanting pintu dengan keras

"dasar medusa belum selesai ngomong juga" ara langsung bangkit dan bergegas ke mini market yang
dekat dengan rumahnya. Aurora hanya memakai baju tidur bergambar beruang ditengahnya dan dilapisi
jaket dan mencepol asal rambutnya.

Setelah selesai membeli yang dibutuhkan alana segera keluar dari minimarket tersebut dan dikejutkan
dengan banyaknya gerombolan cowo dengan motor besar seperti sedang menunngu seseorang.
Aurorapun menghela napas

"jangan lihat pura pura ngga tau"rapal aurora sambil menunduk tiba tiba salah seorang dari motornya
turun dan menghampiri aurora dan aurora mempercepat langkahnya
"aurora ya" laki laki tadi memanggil nama aurora dan otomatis aurora langsung melihat siapa laki laki
tersebut saat menatap orang itu aurora kenal orang ini salah satu temanya ka saga seolah tau
kebingungan aurora lelaki tersebut memperkenalkan dirinya

"gw bian" lelaki bernama bian itu mengulurkan tanganya dan disambut aurora

"aurora" aurora memperkenalkan dirinya walaupun bian sudah tau namanya.

"sendiri kesini ngapain? Sama siapa? "tanya bian bertubi tubi tiba suara motor terdengar dan sepertinya
itu adalah ketua mereka terbukti dengan wajah legah akibat menunggu dan aku dan bian menatap lelaki
tersebut dan lelaki tersebut menatap kami berdua dan membuka helm full facenya.

"ka saga" ka saga terus menatapku sampai aku bingung harus bagaimana dan ka ssga beranjak dari
motornya menuju ke srahku dan ka bian

"Baru dateng bro" ucap ka bian menyapa la saga dan hanya dibalas deheman oleh ka saga

"Ara ngapain disini?udah malem bahaya"ka saga menatapku meminta jawaban

"Hmmm beli ini di supermarket ka"aku menunjukan kantong belanjaan.

"Sama siapa? sendiri" tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk

"Ka saga anter pulang ya" tawar ka saga dan dengan cepat akupun menggeleng

"Ngga usah ka" ucapku tidak enak karena menolak tawaran

"Kaka ngga nerima penolakan" ka saga menarik tanganku dan menggiringku menuju motornya.

Bian yang masih cengo pun mendengus "ditinggal lagi gw bahkan dianggap ngga ada" gerutu bian dan
langsung pergi ketempat tadi.

Setelah ara naik motor saga "nanti ketemu langsung ditenpat biasa aja" ucap saga kemudian memakai
helm full facenya dan diangguki oleh teman"nya, Kemudian sagapun melaju mengantar aurora

"Gimana bro dicuekin jadi obat nyamuk lagi" ucap ridho menyindir bian

"Sakit bro tak berdarah" ucap bian dramatis dengan raut wajah yang dibuat buat dan tangan yang
memegang dada dan ghanipun langsung menggeplak kepala bian dan menyuruh teman" yang lain
meninggalkan bian dan bian hanya mengelus dada dan berucap "sabar orang sabar disayang mama"

Anda mungkin juga menyukai