0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan28 halaman

Ruang Safir di RSU Avisena

Pedoman ini mengatur organisasi unit kerja Instalasi Rawat Inap Safir di Rumah Sakit Umum Avisena tahun 2015. Dokumen ini membahas latar belakang, visi, misi, struktur organisasi, tugas pokok, dan fungsi dari instalasi tersebut untuk mendukung pelayanan kesehatan paripurna di rumah sakit.

Diunggah oleh

tya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan28 halaman

Ruang Safir di RSU Avisena

Pedoman ini mengatur organisasi unit kerja Instalasi Rawat Inap Safir di Rumah Sakit Umum Avisena tahun 2015. Dokumen ini membahas latar belakang, visi, misi, struktur organisasi, tugas pokok, dan fungsi dari instalasi tersebut untuk mendukung pelayanan kesehatan paripurna di rumah sakit.

Diunggah oleh

tya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN ORGANISASI UNIT KERJA

INSTALASI RAWAT INAP SAFIR

RUMAH SAKIT UMUM AVISENA

TAHUN 2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan bahwa
rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan
dan gawat darurat. Oleh karenanya, sebuah rumah sakit harus memiliki sarana dan prasana
yang memadai baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Sarana dan prasarana tersebut
meliputi sumber daya manusia dan peralatan lainnya yang digunakan untuk menunjang
pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

Isu globalisasi mengisyaratkan bahwa mekanisme pasar akan semakin didominasi oleh
perusahaan atau organisasi yang mampu memberikan pelayanan atau menghasilkan produk
unggulan yang memiliki daya saing tinggi dalam memanfaatkan peluang pasar. Kondisi
tersebut berlaku pula bagi industri jasa kesehatan khususnya rumah sakit.

Dampak globalisasi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan di Indonesia semakin marak


dan menjadi semakin nyata dengan berdirinya rumah sakit pemodal asing. Jasa pelayanan
kesehatan telah berubah menjadi bentuk industri pelayanan kesehatan yang menimbulkan
persaingan dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelanggan
sebanyak-banyaknya.

Rumah Sakit Umum Avisena sebagai salah satu rumah sakit swasta yang berada di
wilayah Cimahi Selatan, memiliki pelayanan berbasis medis dan keperawatan. Sebagai
fasilitas pelayanan publik, orientasi RSU Avisena diarahkan kepada kepuasan konsumen
dengan berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi masyarakat.

Usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan dilakukan melalui penyediaan tenaga-


tenaga yang profesional dan kompeten di bidangnya, peralatan yang memadai dan standar
pelayanan yang tinggi. Strategi pengembangan RSU Avisena diarahkan untuk dapat
mengantisipasi tuntutan kebutuhan masa kini dan tantangan masa depan yang harus
dipenuhi.
RSU Avisena sebagai instansi pelayanan masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan
sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan yang memadai. Keuntungan baik
dalam aspek sosial yang merupakan visi yang melekat dalam peran rumah sakit dan
keuntungan dalam aspek finansial agar RSU Avisena dapat terus bertahan dan
mengembangkan diri. Dalam usaha mencapai tujuan, RSU Avisena diharapkan dapat
mengaplikasikan manajemen strategis pada tahun 2015. Melaui manajemen strategis,
diharapkan RSU Avisena dapat menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa
mendatang.

Manajemen strategis merupakan kegiatan kolektif yang menyangkut pemahaman tentang


hakekat dan implikasi dari perubahan eksternal, kemampuan untuk mengembangkan strategi
yang efektif dalam menghadapi perubahan dan kemauan serta kemampuan untuk mengelola
secara aktif momentum organisasi. Adalah merupakan suatu keharusan bagi manajer rumah
sakit, untuk memahami perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya.Seorang
manajer tidak hanya responsif terhadap perubahan tetapi harus mampu menciptakan masa
depan.

RSU Avisena harus semakin berusaha meningkatkan dan mengembangkan pelayanan


kesehatan yang diiringi dengan pengembangan fasilitas-fasilitas pendukung. Untuk
menentukan kegiatan atau program yang akan dilakukan, diperlukan suatu rencana yang
disusun secara sistematis yang mencakup rencana pengembangan serta dana yang
diperlukan. Perencanaan yang sistematis merupakan langkah awal untuk menetapkan tujuan
dan sasaran yang diinginkan serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tersebut.

Rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga
kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di
rumah sakit . Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Ruangan ini dulunya
sering hanya berupa bangsal yang dihuni oleh banyak orang sekaligus. Saat ini, ruang rawat
inap di banyak rumah sakit sudah sangat mirip dengan kamar-kamar hotel. Pasien yang
berobat jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang
merawatnya, bila pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit, atau
menginap di rumah sakit. Dalam hal memberikan layanan rawat inap yang terakreditasi,
RSU Avisena memiliki layanan rawat inap berlian, yakni layanan rawat inap dg fasilitas
kelas VIP dan kelas Isolasi.

Adapun systimatika penyusunan Pedoman Pengorganisasian RSU AVISENA :

I. Pendahuluan
II. Gambaran Umum
III. Visi, Misi, Moto, Nilai Dasar & Tujuan RSU AVISENA
IV. Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit
V. Uraian Jabatan
VI. Tata Hubungan Kerja
VII. Job Spesifikasi / Kualifikasi
VIII. Penutup

Ruang Lingkup
a. Instalasi Rawat Inap Berlian RSU Avisena memiliki hubungan yang terkait dengan
manajemen RSU Avisena dalam hal pelaporan administrasi rutin harian, Bulanan dan
tahunan
b. Terkait dengan instalasi – instalasi yang berada di dalam RSU Avisena dalam hal ini
sebagai salah satu instalasi pelayanan medis dan perawatan.
BAB II

GAMBARAN UMUM

II.1. Sejarah Rumah Sakit

Rumah Sakit Avisena berawal dari sebuah praktek dokter bersama atas prakarsa
dr. Lia Yuliana Elsis Yunda selaku pemilik yang dimulai sejak tahun 2007 dan
dikembangkan menjadi Rumah Sakit Umum tahun 2010 sampai dengan tahun 2012
dibawah pengelolaan Yayasan Avisena Mandiri Sejahtera.

Seiring dengan perubahan waktu dan pengelolaan rumah sakit awalnya dikelola
oleh Yayasan Avisena Mandiri Sejahtera dialihkan pengelolaannya kepada PT Avisena
Mandiri Sejahtera dan adanya tuntutan dari masyarakat agar rumah sakit memberikan
pelayanan kesehatan yang lebih.

Berangkat dari latar belakang tersebut PT Avisena Mandiri Sejahtera selaku


pemilik RSU Avisena berkeinginan untuk meningkatkan status menjadi RS Umum Kelas
D yang pengembangannya dilaksanakan secara bertahap. Dengan dikeluarkan Surat
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.03/I/0527/2015 mengenai Penetapan
Kelas Rumah Sakit Umum Avisena menjadi Rumah Sakit Kelas D tertanggal 2 Maret
2015 dan Surat Izin Walikota Cimahi Nomor 503.37/002/1392/KPPT/2015 tentang Izin
Operasional Tetap Rumah Sakit Umum Kelas D tertanggal 23 Juni 2015, maka sejak
tanggal dikeluarkannya izin operasional tetap tersebut RSU Avisena dapat melayani
kasus-kasus umum dengan kapasitas 50 tempat tidur ditambah fasiltas-fasilitas
pendukung pelayanan lainnya.

Rumah Sakit Umum Avisena berlantai tiga, berdiri di atas tanah seluas 2.112,90
m2 dengan bangunan seluas 1.245,8 m2. Lantai satu digunakan untuk kebutuhan IGD,
Rawat Jalan, Rekam Medik, Farmasi, Laboratorium, Radiologi, Administrasi kantor dan
Keuangan. Lantai dua digunakan untuk kebutuhan Ruang Kebidanan, Kamar Operasi,
HCU, Logistik Farmasi, IT, Kantor Keuangan, Gizi dan Binatu. Lantai tiga digunakan
untuk ruang Rawat Inap. Total bed RSU Avisena adalah 86 tempat tidur ditambah dengan
fasilitas lain yang mendukung pelayanan.
Dengan motto “Melayani Dengan Sepenuh Hati”, kami senantiasa bekerja dengan
sopan santun, rendah hati, dan penuh tanggung jawab untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Sesuai dengan visi dan misinya RSU Avisena mencoba menerapkan nilai-nilai keislaman
dalam aspek pelayanan serta manajemennya dengan harapan semua pasien yang berobat
ke RSU Avisena dapat sembuh dengan baik secara jasmani maupun rahani, tanpa
membedakan ras, agama maupun sosial ekonominya.

II.2. Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah Sakit

Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan paripurna,


pendidikan dan pelatihan, pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan.

Dalam melaksanakan tugasnya Rumah Sakit menyelenggarakan fungsi:

a. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan


paripurna di wilayah Cimahi Selatan;
b. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dalam rangka
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam pemberian pelayanan
kesehatan melalui unit diklat yang ada;
c. Melaksanakan administrasi rumah sakit;
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pemilik Rumah Sakit Umum
Avisena melalui Rapat yang dilakukan oleh pemilik yang nantinya di sampaikan
melalui diketur rumah sakit.
BAB III

VISI MISI TUJUAN & BUDAYA KERJA


RSU AVISENA

3.1. VISI RSU AVISENA

Menjadi Rumah Sakit yang unggul dan terpercaya dalam pelayanan kesehatan masyarakat
di kawasan Cimahi dan sekitarnya tahun 2022

3.2. MISI RSU AVISENA

3.2.1 Memberikan pelayanan yang profesional, kekeluargaan dan amanah

3.2.2 Mendukung program pemerintah untuk memningkatkan derajat kesehatan


masyarakat

3.3. TUJUAN

3.3.1. TUJUAN JANGKA PANJANG

1. Mengusahakan standar kualitas pelayanan yang bermutu kepada pasien sebagai


prioritas utama dan SDM yang bekerja di RSU Avisena.
2. Mengusahakan terbentuknya SDM yang unggul sebagai tenaga profesional yang
beriman dan bertaqwa.
3. Secara bertahap meningkatkan kesejahteraan karyawan rumah sakit.
4. Menjadikan total quality management sebagai jiwa RSU Avisena dalam
meningkatkan kinerja dan kualitas secara berkesinambungan.
5. Ikut serta melaksanakan program pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan
masyarakat.
3.3.2. TUJUAN JANGKA PENDEK

1. Memantapkan kesiapan semua instalasi di RSU Avisena dalam menghadapi


akreditasi.
2. Memperbaiki dan menyempurnakan mutu kualitas pelayanan kepada pasien, baik
pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan memperbaiki prosedur pelayanan.
Melengkapi sarana pengobatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Meningkatkan produktivitas karyawan RSU Avisena dengan pelatihan
untukmenlngkatkan keterampilan, pengetahuan serta menciptakan suasana kerja yang
harmonis dengan memperbaiki/menyempurnakan peraturan ketenagakerjaan yang
sudah ada.
3.4. BUDAYA KERJA RSU AVISENA

Janji Hati Rumah Sakit Umum Avisena :

(A) Amanah penuh kesungguhan adalah jiwa kami.

(V) Visible, maju dan berkembang adalah langkah kami.

(I) Iman dan taqwa melandasi kerja kami.

(S) Semangat, kreatif dan terampil adalah identitas kami.

(E) Empati dan memuliakan orang lain adalah karakter kami.

(N) Nyaman dan kepuasan pelanggan adalah tujuan kami.

(A) Antusias dan berkarya adalah keseharian kami.


BAB IV
Bagan Struktur Organisasi

Rumah Umum Avisena


BAB V

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI RAWAT INAP SAFIR

RSUD AVISENA
A. TUGAS POKOK

Instalasi Rawat Inap Berlian berada di bawah Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan.
Instalasi ini memiliki tugas pokok membantu Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan
dalam memimpin pelaksanaan kegiatan pengelolaan urusan operasional pada Instalasi Rawat
Inap Safir RSU Avisena.
B. Tujuan
a. Tujuan umum
1. Memberikan jasa pelayanan rawat inap yang optimal dan berkualitas
2. Terwujudnya suatu pelayanan yang sistematis, akurat efisian dan efktif
3. Meningkatkat mutu pelayanan dan sarana dan prasarana
b. Tujuan Khusus
1. Memudahkan di dalam pendelegasian tugas
2. Memudahkan pengontrolan kinerja di Instalasi Rawat Inap Safir
3. Menetapkan tugas, wewenang dan tanggung jawab di Instalasi Rawat Inap Safir
4. Landasan hukum
Pedoman pengorganisasian di Instalasi Rawat Inap Safir dibuat dengan merujuk
kepada peraturan perundang – undangan yang berlaku seperti :
1) Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
129/MENKES/SK/II/2008 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit ‘
2) Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
1295/MENKES/PER/XII/2007 tentang organisasi dan tata kerja departemen
kesehatan RI.
3) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/
Menkes/Per/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit dibedakan sesuai Dengan
Jenis Penyelenggaraan Pelayanan
C. FUNGSI

a. Penyusunan rencana operasional di Instalasi Rawat Inap Safir

b. Pengorganisasin Sumber Daya dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Instalasi Rawat
Inap Safir

c. Penyediaan terhadap SDM dilingkungan Instalasi Rawat Inap Safir

d. Pelaksanaan pengendalian, pengawasan, evaluasi program dan kegiatan Instalasi Rawat


Inap Safir

e. Penyampaian laporan kegiatan dan hal-hal lainnya yang dianggap perlu

f. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasarkan arahan atasan dalam lingkup tugasnya.

C. STRUKTUR ORGANISASI

Untuk mengetahui lebih detail struktur organisasi Instalasi Rawat Inap Safir, berikut
dijabarkan dalam gambar di bawah ini.
STRUKTUR ORGANISASI
INSTALASI RAWAT INAP SAFIR
RSU AVISENA

DIREKTUR

Dr.Antiono Hajji Ishak

Manager Ranap

Rosdiana Megasanti S.Kep.Ners

Kepala Unit Berlian


Ersan Maulana R, A.Md.Kep

Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana
........................... .......................... ...................... .......................... ..............................
BAB VI

URAIAN JABATAN INSTALASI RAWAT INAP SAFIR


RSU AVISENA

A. Nama Jabatan

Manager Rawat Inap

B. Tugas Pokok dan Fungsi


1. Manager Rawat Inap
Wewenang
1. Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan tugas keperawatan
2. Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan (sesuai kebijakan Rumah Sakit)
3. Mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan dan penggunaan
peralatan keperawatan
4. Meminta informasi dan pengarahan kepada atasan
5. Menandatangani surat dan dokumen yang di tetapkan menjadi wewenang Kepala
Bidang Perawatan
6. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan, khususnya yang berkaitan dengan
pelayanan keperawatan

Uraian Tugas

a. Melaksanakan fungsi perencanaan meliputi:

1. Merencanakan program kerja Manager Keperawatan


2. Merencanakan kebutuhan tenaga keperawatan baik jumlah dan kulaifikasi di seluruh
ruang perawatan
3. Merencanakan sistem seleksi, orientasi, bimbingan dan pengawasan tenaga
keperawatan di seluruhruang keperawatan .
4. Merencanakan program pengembangan staf tenaga keperawatan (mutasi/rotasi, diklat,
uji kompetensi)
5. Merencanakan sistem pembinaan etik profesi perawat dan bidan.
6. Merencanakan program sosialisasi dan bimbingan standar asuhan keperawatan dan
kebidanan dan sistem pendokumentasian & SOP keperawatan.
7. Merencanakan program pengendalian & peningkatan mutu asuhan keperawatan dan
kebidanan serta keselamatan pasien.
8. Merencanakan sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan asuhan keperawatan dan
kebidanan sesuai standar  di seluruh ruang keperawatan .
9. Merencanakan standar logistik keperawatan dan kebidanan di seluruh ruang
keperawatan .
10. Merencanakan program efisiensi di seluruh ruang keperawatan

b. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan :

1. Membimbing Kepala Ruangan untuk terlaksananya asuhan keperawatan paripurna


dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah
sakit
2. Melaksanakan program orientasi bagi perawat baru yang akan bekerja di rumah sakit
3. Melaksanakan program orientasi bagi siswa/mahasiwa pendididkan keperawatan yang
menggunakan rumah sakit sebagai lahan praktek
4. Melaksanakan rapat koordinasi dengan Manager dan Kepala Ruangan secara berkala
atau sewaktu-waktu diperlukan
5. Melaksanakan koordinasi dengan Manager dan Kepala Unit untuk kelancaran
pelaksanaan pelayanan di rumah sakit
6. Melaksanakan koordinasi dengan institusi pendidikan keperawatan untuk menunjang
kelancaran program bimbingan khususnya yang menggunakan rumah Sakit sebagai
lahan praktek.
7. Menganalisa dan mengkaji usulan kebutuhan tenaaga perawatan dan peralatan yang
diajukan Ka Sie / Koordinator ruangan. Hasil analisa tersebut untuk menyusun
perencanaan tahunan/semester kebutuhan tenaga maupun peralatan.
8. Mengatur jadwal dinas, pengawas hari libur sore dan malam hari sebagai pengganti
Kepala Bidang
9. Berperan serta dalam kegiatan ilmiah dan penelitian yang dilakukan di rumah sakit.
10. Mendelegasikan tugas kepada Ka shif Keperawatan bila berhalangan hadir
11. Mengumpulkan dan menyimpan berkas kepegawaian tenaga keperawatan untuk
kepentingan penilaian dalam rangka promosi
12. Bekerja sama dengan bidang Diklat rumah sakit untuk menyelenggarakan kegiatan
program pengembangan staf (PKB)
13. Menyusun instrument penilaian pendayagunaan tenaga keperawatan dan peralatan
14. Melaksanakan penempatan tenaga keperawatan  melalui KaSie Perawatan atas dasar
usulan Koordinator ruangan /Ka instalasi terkait
15. Melaksanakan mutasi baik pengelola maupun pelaksana keperawatan koordonasi
dengan  tenaga keperawatan, Koordinator Ruangan /Ka instalasi terkait
16. Melaksanakan bimbingan kepada tenaga keperawatan terhadap penerapan SPO dan
tata tertib palayanan keperawatan
17. Memotivasi kepada tenega keperawatn untuk meningkatkan semangat kerja, dengan
membuat usulan penghargaan atas prestasi kerja kepada Direktur (reward system) ,
berupa piagam penghargaan , kesempatan study banding ke Dalam / Luar Negeri
18. Mengumpulkan dan menganalisa data tantang pelaksanaan asuhan keperawatan,
ketenagaan dan peralatan untuk bahan informasi bagi pengembangan pelayanan
keperawatan
19. Mementau dan memberi rekomendasi pelaksanaan cuti tenaga perawatan yang ada di
instalasi
20. Menyusun tata tertib palayanan / asuhan keperawatan sesuai dengan peraturan dan tata
tertib rumah sakit RSU Avisena
21. Berperan serta dalam pelaksanaan kegiatan program lain yang diselenggarakan di RSU
Avisena.
22. Membuat laporan berkala dan laporan khusus bidang keperawatan dengan
menganalisa data pelaksanaan informasi, dokumen/laporan yang dibuat oleh Kasie/Ka
Instalasi untuk disampaikan kepada Wakil Direktur RSU Avisena.
23. Memberikan saran dan bantuan pertimbangan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pelayanan keperawatan kepada  Pelayanan Medik/Direktur RSU Avisena.
24. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Medik /Direktur rumah
sakit dalam rangka kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan
25. Membimbing tenaga keperawatan dalam hal pendayagunaan dan pemeliharaan alat.

c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian :

1. Mengawasi mengendalikan dan menilai penerapan kebijakan pelayanan tata tertib dan
etika profesi keperawatan koordinasi dengan Kepala seksi perawatan, koordinator
ruangan.

2. Mengawasi mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan secara


efektip dan efisien.

3. Melaksanakan penilaian kinerja staf tenaga keperawatan koordinasi dengan Kepala


Instalasi Perawatan dan koordinator ruangan.

4. Berperan serta dalam penilaian pelaksanaan program bimbingan system/mekanisme


pendidikan keperawatan /pendidikan tenaga kesehatan lain yang menggunakan rumah
sakit sebagai lahan praktek.

5. Mengawasi mengendalikan dan menilai pendayagunaan peralatan secara efektif dan


efisien.

6. Berperan serta dalam pelaksanaan penilaian mutu pelayanan asuhan keperawatan


koordinasi dengan komite keperawatan/ panitia keperawatn di rumah sakit.

7. Melaksanakan supervisi secara berkala/sewaktu-waktu ke ruang rawat agar tujuan


pelayanan keperawatan yang di inginkan dapat tercapai. Supervisi ini dilakukan secara
mandiri atau bersama dengan Koordinator ruangan.
d. Syarat Jabatan

1. Lulusan S1 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun


2. Pernah menduduki jabatan structural
3. Mempunyai pengetahuan di bidang manajemen dan perumahsakitan
4. Mempunyai sertifikat Manajemen Keperawatan dan kursus kepemimpinan
5. .Mempunyai kemampuan kepemimpinan
6. Mampu melaksanakan koordinasi dengan semua Bidang, Bagian dan sataf dibawahnya
7. Berstatus pegawai tetap Rumah Sakit Umum Bina Sehat
8. Mempunyai Loyalitas tinggi
9. Berkepribadian baik, berwibawa
10. Sehat jasmani dan rohani

A. Kanit Rawat inap

Nama Jabatan :      Kanit Rawat Inap

Atasan Langsung :    Manager Ranap

Pengertian : Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung Jawab dan wewenang
dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan di
ruang rawat.

Persyaratan Jabatan    

1. Lulusan  D 3 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun


2. Pengalaman sebagai penanggung jawab shif atau ketua tim
3. Mempunyai pengetahuan di bidang pengelolaan ruangan
4. Mempunyai sertifikat Manajemen Pelayanan Keperawatan Ruang/Bangsal dan PPGD
5. Mampu koordinasi dengan semua koordinator ruangan, supervisor dan staf dibawahnya
6. Berstatus pegawai tetap RSU Avisena.
7. Berdisiplin tinggi, mau terus belajar dan menjunjung tinggi kompetensi
dan profesionalisme
8. Berwibawa dan mampu sebagai role model bagi rekan sejawatnya
9. Sehat jasmani dan rohani

Tanggung jawab

1. Kebenaran & ketetapan rencana kebutuhan tenaga keperawatan


2. Kebenaran & ketepatan program pengembangan pelayanan keperawatan
3. Keobyektifan & kebenaran penilaian kinerja tenaga keperawatan
4. Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru
5. Kebenaran & ketetapanlaporan berkala pelaksanaan pelayanan keperawatan
6. Kebenaran & ketetapan SAK/SPO pelayanan keperawatan
7. Kebenaran & ketetapan kebutuhan & Penggunaan alat
8. Kebenaran & ketepatan pelaksanaan program bimbingan siswa/mahasiswa institusi
pendidikan keperawatan Wewenang
9. Meminta informasi dan penghargaan kepada atasan
10. Memberi petunjuk dan bimbingan pelaksanaan tugas staf keperawatan
11. Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan
dan mutu asuhan keperawatan di ruang rawat
12. Menanda tangani surat & dokumen yang ditetapkan menjadi wewenang Kepala Ruangan
13. Menghadiri rapat berkala dengan kepala bidang Keperawatan/Kepala seksi/direktur
rumah untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan

Uraian Tugas
1. Melaksanakan fungsi perencanan  meliputi :
a. Menyusun rencana kerja Koordinator Ruangan
b. Berperan serta menyusun falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan di ruang
rawat bersangkutan
c. Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari segi jumlah
d. maupun kualifikasi untuk di ruang rawat,koordinasi dengan supervisor
keperawatan
2. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan meliputi:
a. Mengatur & mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan di ruang

rawat,melalui kerja sama dengan petugas lain yang bertugas di ruang

rawatnya.

b. Menyusun jadwal/daftar dinas tenaga keperawatan & tenaga lain sesuai

kebutuhan pelayanan dan peraturan yang berlaku di rumah sakit.

c. Melaksanakan orientasi kepada tenaga keperawatan baru/tenaga lain yang akan


kerja di ruang rawat.
d. Memberikan orientasi kepada siswa/mahasiswa keperawatan yang

menggunakan ruang rawatnya sebagai lahan praktek.

e. Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan pelayanan/asuhan


keperawatan sesuai standar
f. Mengadakan pertemuan berkala/insidentil dengan staf keperawatan atau petugas
lain yang bertugas di ruang rawatnya.
g. Memberi kesempatan/ijin kepada staf keperawatan untuk mengikuti Kegiatan
ilmiah/penatarandengan koordinasi kepala instalasi/kepala bidang keperawatan.
h. Mengupayakan pengadaan peralatan dan obat-obatan sesuai kebutuhan

berdasarkan ketentuan/kebijakan rumah sakit.

i. Mengatur dan mengkoordinasikanpemeliharaan alat agar selalu dalam

Keadaan siap pakai.

j. Mendampingi visite dokter dan mencatat instruksi dokter, khususnya bila ada
perubahan program pengobatan pasien.
k. Mengelompokan pasien dan mengatur penempatanya di ruang rawat

menurut tingkat kegawatan, infeksi/non infeksi, untuk kelancaran pemberian


asuhan keperawatan.

l. Mengendalikan kualitas system pencatatan dan pelaporan asuhan

keperawatan dan kegiatan lain secara tepat dan benar.

m. Memberi motivasi kepada petugas dalam memelihara kebersihan

lingkungan ruang rawat.

n. Mengecek kelengkapan pengisian formulir sensus harian pasien di ruang rawat.


o. Meneliti/memeriksa pengisian daftar permintaan makanan pasien berdasarkan
macam dan jenis makan pasien.
p. Meneliti/memeriksa ulang pada saat penyajian makanan pasien sesuai

dengan program dietnya.

q. Menyimpan berkas catatan medik pasien dalam masa perawatan di ruang


rawatnya & selanjutnya mengembalikan berkas tersebut kebagian Medical Record
bila pasien keluar/pulang dari ruang rawat tersebut.
r. Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan serta
keinginan lainnya di ruang rawat, disampaikan kepada atasannya.
s. Membimbing siswa/mahasiswa keperawatan yang menggunakan ruang

rawatnya sebagai lahan praktek

t. Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien/keluarga sesuai kebutuhan dasar


dalam batas wewenangnya.
u. Melakukan serah terima pasien dan lain-lain pada saat pergantian dinas
3. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian meliputi:
a. Mengendalikan & menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang telah

ditentukan.

b. Mengawasi & menilai siswa/mahasiswa keperawatan untuk memperoleh

pengalaman belajar sesuai tujuan program bimbingan yang telah ditentukan

c. Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan yang berbeda dibawah tanggung


jawabnya.
d. Mengawasi,mengendalikan & menilai pendayagunaan tenaga keperawatan,
peralatan dan obat-obatan
e. Mengawasi dan menilai mutu asuhan keperawatan sesuai standar yang

berlaku secara mandiri atau koordinasi dengan Tim Pengendalian Mutu Asuhan
Keperawatan

A. Perawat Pelaksana

Nama Jabatan : Perawat Pelaksana

Atasan Langsung : Kanit Rawat Ranap

Pengertian

Seorang tenaga keperawatan yang diberi wewenang untuk melaksana pelayanan/asuhan


keperawatan di ruang perawatan.
Persyaratan
1. Pendidikan:
Berijazah pendidikan formal keperawatan/kebidanan dan semua jenjang pendidikan yang
disahkan oleh pemerintah/yang berwenang

2. Kondisi fisik: sehat jasmani rohani


Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tugasnya perawat pelaksana di ruang perawatan bertanggung jawab
kepada Kepala Ruangan/ Kepala Instalasi terhadap hal-hal sebagai berikut
a. Kebenaran dan ketepatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar.
b. Kebenaran dan ketepatan dalam mendokumentasi pelaksanaan asuhan
keperawatan / kegiatan lain yang dilakukan.
Wewenang
Dalam melaksanakan tugasnya perawat pelaksana di ruang perawatan mempunyai
wewenang sebagai berikut:

1. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.


2. Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien/keluarga pasien sesuai
kemampuan dan batas kewenangannya.

Uraian Tugas
1. Memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkungannya
2. Menerima pasien baru sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku
3. Memelihara peralatan keperawatan dan medis agar selalu dalam keadaan siap pakai
4. Melakukan pengkajian keperawatan dan menentukan diagnose keperawatan, sesuai batas
kewenangannya.
5. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan kemampuannya
6. Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien sesuai kebutuhan dan batas
kemampuannya antara lain:
- Melaksanakan tindakan pengobatan sesuai program pengobatan.
- Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarganya mengenai
penyakitnya.
7. Melatih/ membantu pasien untuk melakukan latihan gerak
8. Melakukan tindakan darurat kepada pasien (antara lain panas tinggi, kolaps, pendarahan,
keracunan, nafas & henti jantung) sesuai protap yang berlaku selanjutnya segera
melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada dokter ruang rawat/ dokter jaga.
9. Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan sesuai batas kemampuan.
10. Mengobservasi kondisi pasien, selanjutnya melakukan tindakan yang tepat berdasarkan
hasil observasi tersebut, sesuai bats kemampuannya.
11. Berperan serta dengan anggota tim kesehatan dalam membahas kasus dalam upayah
meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
12. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari libur secara bergilir sesuai jadwal dinas
13. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh kepala ruang rawat.
14. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dibidang keperawatan antara lain melaui
pertemuan ilmiah dan penataran atas izin / persetujuan atasan
15. Melaksanakan system pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan yang tepat dan
benar sesuai standar asuhan keperawatan
16. Melaksnakan serah terima tugas kepada petugas pengganti kepada lisan maupun tertulis
pada saat pergantian dinas.
17. Memberikan penyuluhan keehatan kepada kepada paien dan keluarganya sesuai dengan
keadaan dan kebutuhan pasien mengenai :
a. Program diet
b. Pengobatan yang perlu dilanjutkan dan cara penggunaannya.
c. Pentingnya pemeriksaan ulang di Rumah sakit, Puskesmas atau Institusi kesehatan
lainnya.
d. Cara hidup sehat, seperti pengaturan istirahat, makanan yang bergizi atau bahan
pengganti sesuai dengan keadaan social ekonomi
e. Melatih pasien menggunakan alat abntu yang dibutuhkan seperti :
- Rollstoel
- Tongkat penyangga
- Protesa
18. Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan keperawatan di rumah misalnya.
- Merawat luka
- Melatih anggota gerak.
19. Menyiapkan pasien yang akan pulang.
20. Menyediakan formulir untuk penyelesaian administrasi, seperti :
- Surat ijin pulang
- Surat keterangan istirahat sakit.
- Petunjuk diet
- Resep obat untuk di rumah, jika diperlukan Surat rujukan atau pemeriksaan ulang
(Kontrol)
BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA

Tata kerja Manager Rawat inap di dasarkan kepada Organisasi dan Tata Kerja Manager
Rawat Inap  serta Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Avisena yang menjalankan
fungsi penyediaan, pemeliharaan, pengendalian, pemantauan dan penilaian terhadap  SDM
Keperawatan dan standar pelayanan keperawatan

Setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan keperawatan berusaha diselesaikan sesuai


dengan  jenis permasalahan yang ada, jika tidak bisa diselesaikan di struktur paling bawah dapat
diselesaikan  secara berjenjang sampai ke level Manager .

Secara operasional hubungan kerja dengan kepala unit. dan instalasi lain  dalam
melaksanakan kegiatan di lingkungan keperawatan, dapat diselesaikan secara struktural atau
fungsional yang melibatkan seluruh unsur yang terkait.Untuk hal-hal yang berhubungan dengan
lintas sektor yang melibatkan bidang dan instalasi yang ada di lingkungan Rumah Sakit Umum
Avisena dapat diselesaikan melalui jalur koordinasi sesuai dengan kewenangannya
BAB VIII

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL


INSTALASI RAWAT INAP BERLIAN RSU AVISENA

Salah satu perspektif dalam Balance Score Card adalah Sumber daya manusia yang
memegang peranan penting dalam pergerakan organisasi. SDM di RSU Avisena dikelola secara
terstruktur oleh Sub. Bagian Kepegawaian, Tim Penerimaan dan Penilaian Pegawai sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi manajemen SDM rekrutmen dan seleksi, penempatan,
pengembangan karir, penggajian dan pemberhentian pegawai.
A . Pola Ketenagaan dan Kualifikasi SDM
Pasien yang berada di Berlian adalah pasien rawat inap dengan status ekonomi menengah ke
atas. Pelayanan yang diberikan semestinya lebih baik dan lebih profesional dari pada ruang
rawat biasa. Tenaga-tenaga yang ada Berlian adalah tenaga yang dipilih dapat memberikan
pelayanan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pasien.

Pola Ketenagaan Berlian


RSU Avisena

No Profesi Spesifikasi Jumlah Tenaga

1. Manager Ranap S1 kep 1


2. Kepala Ruangan D3 kep 1
3. Perawat Pelaksana D3 4
4 Perawat Pelaksana S1 Kep 1

A.  Kualifikasi Staf

1.      Manager Rawat inap

1. Lulusan S1 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun


2. Pernah menjabat Kepala Instalasi
3. Mempunyai pengetahuan di bidang manajemen dan perumahsakitan
4. Mempunyai sertifikat Manajemen Keperawatan dan kursus kepemimpinan
5. Mempunyai kemampuan kepemimpinan
6. Mampu melaksanakan koordinasi dengan semua Bidang, Bagian dan sataf dibawahnya
7. Berstatus pegawai tetap Rumah Sakit Umum Avisena
8. Mempunyai Loyalitas tinggi
9. Berkepribadian baik, berwibawa
10. Sehat jasmani dan rohani
2. Kepala Unit Ruang Rawat Inap Dewasa

1. Lulusan  S1/D 3 Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun


2. Pengalaman sebagai penanggung jawab shif atau ketua tim
3. Mempunyai pengetahuan di bidang pengelolaan ruangan
4. Mampu melakukan koordinasi dengan semua koordinator ruangan, supervisor dan staf
dibawahnya
5. Berstatus pegawai tetap Rumah Sakit Umum Avisena
6. Berdisiplin tinggi, mau terus belajar dan menjunjung tinggi kompetensi dan 
profesionalisme
7. Berwibawa dan mampu sebagai role model bagi rekan sejawatnya
8. Sehat jasmani dan rohani

3.       Perawat Pelaksana Rawat Inap Dewasa

1. Mampu melakukan resusitasi jantung, paru dan resusitasi cairan


2. Mampu memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan pada medical dan surgical
3. Mampu mengoperasionalkan peralatan canggih seperti  suction pump, infus pump, EKG
dll.
4. Sudah mengikuti pendidikan/pelatihan  BHD dan Service Excellence minimal untuk
kepala shift Mampu berkomunikasi dengan baik
BAB IX

KEGIATAN ORIENTASI PEGAWAI BARU

KEGIATAN ORIENTASI

1. Pengertian
Pengertian orientasi merupakan langkah awal penyesuaian dan latihan bagi karyawan baru.
Program ini dilakukan agar mereka mampu mengembangkan diri dalam mengerjakan tugas-
tugas dilingkungannya dengan baik.

2. Tujuan
a. Memperkenalkan lingkungan ruang rawat inap, rawar jalan dan Instalasi – instalasi lain
yang ada di RSU Avisena Memperkenalkan struktur organisasi Manager Rawat Inap,
Komite Keperawatan dan uraian tugas.
b. Mengetahui Visi, Misi RSU Avisena
3. Sasaran
Tenaga Perawat
4. Waktu
Orientasi dilaksanakan setiap ada pegawai baru.
Lama orientasi 1-7 minggu

5. Pelaksana
Bimbingan langsung orientasi dilakukan oleh Manager Rawat Inap dan ketua komite
Keperawatan.
6. Mekanisme
a. Jadwal dan format penilaian disesuaikan dengan jadwal orientasi
b. Penilaian orientasi dilakukan oleh.Ketua komite sub kredensial.

7. Materi
Materi orientasi diberikan kepada semua perawat baru berdasarkan latar belakang
pendidikan
BAB X

PERTEMUAN/RAPAT

1. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memcahkan suatu masalah
tertentu.

2. Tujuan
Tujuan Umum :
Untuk memusyawarahkan dan mencari solusi/ pemecahan suatu masalah sehingga
mencapai tujuan bersama.
Tujuan Khusus :
1. Semua permasalahan dapat terealisasi dengan baik
2. Tujuan dapat tercapai
3. Saran, ide dan aspirasi sejawat dapat disampaikan dengan baik

3. Kegiatan Rapat
Rapat dilakukan dan diadakan oleh Manager rawat Inap dan diikuti oleh Kepala Unit.

Rapat ada 2 macam yaitu :


1) Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan satu bulan sekali
Waktu : disesuaikan
Jam : .disesuaikan
Tempat : ruang perawat
Peserta : seluruh Kanit Rawat Inap
Materi: Sesuai dengan masalah yang akan dibahas
Kelengkapan Rapat :
a. Daftar hadir
b. Notulen rapat
c. Laporan/rekomendasi/usulan kepada pimpinan

2) Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu :Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu
dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : seluruh Ka Instalasi dan Kordinato
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas
Kelengkapan rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat
, laporan/rekomendasi/usulan kepada pimpinan.
BAB XI

PELAPORAN

A. Laporan Harian

1. Membuat laporan harian keadaan pasien, dan jumlah jumlah pasen

2. Membuat laporan kejadian yang menyangkut pelayanan keperawatan

B. Laporan Bulanan

1. Membuat rekapan lapora harian

2. Membuat laporan pasien phlebitis dan infeksi nosokomial

3. Membuat laporan psien meninggal dunia dan rujukan

C. Laporan Tahunan

Merekap laporan harian dan bulanan

Anda mungkin juga menyukai