0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
374 tayangan18 halaman

Penjadwalan Agregat: Strategi dan Biaya

Penjadwalan agregat melibatkan penentuan kuantitas dan waktu produksi untuk periode menengah dengan mempertimbangkan permintaan prediksi, kapasitas, dan biaya. Tujuannya adalah mencapai solusi optimal antara biaya dan keuntungan dengan mempertimbangan faktor strategis seperti ketenagakerjaan dan tingkat layanan. Metode yang digunakan meliputi program linier, aturan keputusan linier, diagram, dan parameter manajemen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
374 tayangan18 halaman

Penjadwalan Agregat: Strategi dan Biaya

Penjadwalan agregat melibatkan penentuan kuantitas dan waktu produksi untuk periode menengah dengan mempertimbangkan permintaan prediksi, kapasitas, dan biaya. Tujuannya adalah mencapai solusi optimal antara biaya dan keuntungan dengan mempertimbangan faktor strategis seperti ketenagakerjaan dan tingkat layanan. Metode yang digunakan meliputi program linier, aturan keputusan linier, diagram, dan parameter manajemen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENJADWALAN

AGREGAT
Adelia Rahmasari & Windusiwi Asih Akbari
DEFINISI
Perencanaan agregat (aggregate planning) juga dikenal sebagai
penjadwalan agregat (aggregate scheduling) berhubungan dengan
penentuan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah,
biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan. Para manajer operasi
berusaha menentukan jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang
diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi, tingkat tenaga kerja,
tingkat persediaan, pekerjaan lembur, tingkat subkontrak dan variabel
lain yang dapat dikendalikan.
TUJUAN PENJADWALAN AGREGAT
Pada dasarnya tujuan dari perencanaan agregat adalah berusaha
untuk memperoleh suatu pemecahan yang optimal dalam biaya atau
keuntungan pada periode perencanaan namun bagaimanapun juga,
terdapat permasalahan strategis lain yang mungkin lebih penting
daripada biaya rendah. Permasalahan strategis yang dimaksud itu
antara lain mengurangi permasalahan tingkat ketenagakerjaan,
menekan tingkat persediaan, atau memenuhi tingkat pelayanan yang
lebih tinggi. Bagi perusahaan manufaktur, jadwal agregat bertujuan
menghubungkan sasaran strategis perusahaan dengan rencana
produksi, tetapi untuk perusahaan jasa, penjadwalan agregat
bertujuan menghubungkan sasaran dengan jadwal pekerja
4 Hal yang diperlukan

01 02
Keseluruhan unit yang logic Prediksi permintaan untuk suatu
untuk mengukur penjualan dan periode perencanaan jangka
output. menengah yang layak pada waktu
agregat

03 04
Metode untuk menentukan Model yang mengombinasikan
biaya. prediksi dan biaya sehingga keputusan
penjadwalan dapat dibuat untuk
periode perencanaan
FAKTOR-FAKTOR DALAM
PENENTUAN PENJADWALAN

Penentuan jadwal Pemuatan yang terbatas Kriteria dalam


kedepan dan kebelakang dan tak terbatas pengurutan kerja
Keputusan penjadwalan
Keputusan penjadwalan (scheduling decision) mengatasi
permasalahan dalam menyesuaikan produktivitas terhadap
permintaan yang berubah-ubah. Rencana ini harus konsisten
dengan strategi jangka panjang manajemen yakni, bekerja
dengan sumber daya yang dialokasikan oleh keputusan
strategis sebelumnya.
PERENCANAAN TUGAS DAN TANGGUNG
JAWAB
Hubungan perencanaan agregat
Gambar di atas memperlihatkan bahwa dalam membuat rencana agregat untuk produksi, manajer
operasi tidak hanya menerima input mengenai prediksi permintaan dari bagian pemasaran, tetapi
harus pulaberhadapan dengan data keuangan, personel (tenaga kerja), persediaan kapasitas
eksternal (subkontraktor), dan ketersediaan bahan baku/mentah. Didalam sebuah lingkungan
manufaktur, proses untuk menguraikan rencana agregat secara lebih terinci disebut disagregasi
(disagregation). Disagregasi menghasilkan sebuah jadwal produksi induk (master production
schedule),yang menyediakan input bagi system perencanaan kebutuhan material(material
requirement planning-MRP system). Master production schedule menangani pembelian atau
produksi komponen yang diperlukan untuk membuat produk akhir. Jadwal kerja yang terinci bagi
orang-orang dan prioritas penjadwalan bagi produk menghasilkan tahap akhir system perencanaan
produksi.
BIAYA YANG TERLIBAT DALAM
PENJADWALAN AGREGAT
Biaya penambahan dan
HIRING and
1 firing COST
pemberhentian tenaga
kerja
Biaya persediaan dan
Inventory and
2 backorder cost
biaya kehabisan
persediaan

Overtime and Biaya lembur dan biaya


3 undertime cost menganggur

Subcontract Biaya subkontrak


4 cost perusahaan
Strategi perencanaan agregat

Capacity option Demand option


Pilihan ini tidak berusaha Perusahaan berusaha untuk
untuk mengubah permintaan mengurangi perubahan
tetapi untuk menyerap pola permintaan selama
fluktuasi dalam permintaan periode perencanaan
Capacity option / pure strategy
MEngubah tingkat Meragamkan
persediaan tingkat produksi
melalui lembur atau

01
waktu kosong

Meragamkan jumlah Pekerja paruh


tenaga kerja waktu
dengan mengkaryakan
atau memberhentikan SUBKONTRAK
Demand option

Perpaduan produk dan


Memengaruhi jasa counterseasonal
permintaan
Tunggakan pesanan
Selama periode
permintaan tinggi
Pilihan campuran untuk mengembangkan sebuah rencana

Strategi bertingkat Strategi perburuan

Strategi bertingkat (atau Sebuah strategi perburuan


penjadwalan bertingkat) adalah mencoba untuk mencapai
sebuah rencana agregat di tingkat output bagi setiap
mana produksi harian tetap periode yang memenuhi
sama dari periode ke periode. prediksi permintaan untuk
periode tersebut.
Metode-metode perencanaan agregat

Program linier Linear decision rule Search decision rule

Metode grafik & Metode koefisien Metode parametrik


Diagram manajemen
Metode grafik dan diagram
Lima tahapan dalam metode grafik yaitu:
1. Tentukan permintaan pada setiap periode.
2. Tentukan kapasitas untuk waktu reguler, lembur, dan
subkontrak pada setiap periode.
3. Tentukan biaya tenaga kerja, merekrut dan mem-PHK, dan
biaya penyimpanan persediaan.
4. Pertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat
diterapkan pada pekerja atau tingkat persediaan.
5. Buat rencana alternatif dan kaji biaya totalnya.
THANKS!
Do you have any questions?

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,


including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik

Anda mungkin juga menyukai