0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
276 tayangan34 halaman

Laporan Praktikum Farmasi: Salep & Krim

Praktikum farmasi dasar membahas pembuatan salep dan krim. Mahasiswa membuat salep dengan formula asam salisilat, diphenhydramin, cera flava, dan adeps lanae untuk mengatasi masalah kulit. Langkah pembuatan meliputi penimbangan bahan, pencampuran, dan pengemasan. Hasil akhir beratnya tidak sesuai karena kekurangan 6 gram yang menempel pada peralatan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
276 tayangan34 halaman

Laporan Praktikum Farmasi: Salep & Krim

Praktikum farmasi dasar membahas pembuatan salep dan krim. Mahasiswa membuat salep dengan formula asam salisilat, diphenhydramin, cera flava, dan adeps lanae untuk mengatasi masalah kulit. Langkah pembuatan meliputi penimbangan bahan, pencampuran, dan pengemasan. Hasil akhir beratnya tidak sesuai karena kekurangan 6 gram yang menempel pada peralatan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FARMASITIKA DASAR

Sediaan Krim & Salep

Disusun oleh :

Nama : Putu Sari Ardhyanti Utami

Nim : 222001

Kelas/kelompok : D3 Reguler (kelompok 1)

Hari/tanggal praktikum : jumat 7 oktober 2022

Dosen pembimbing : apt. Heny Dwi Arini S.Farm M.Farm

PRAOGRAM STUDI DIPLOMA 3


SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
Praktikum XII
SEDIAAN SALEP
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat memahami dan mampu menyiapkan sediaan salep dan memahami inkompatibilitas
bahan dalam peracikan sediaan.
B. DASAR TEORI

1.Sediaan Salep

Salep adalah sediaan setengah padat yang dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat
harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Pemerian tidak boleh tengik. Kadar
kecuali dikatakan lain dan untuk salep yang menggunakan obat keras atau obat narkotik, kadar baha nobat
adalah 10 %.

Dasar salep digolongkan kedalam 4 kelompokbesar, yaitu :

1. Dasar SalepHidrokarbon
Bersifat lemak (bebas air), preparat yang berair mungkin dapat dicampurkan hanya dalam jumlah
sedikit saja. Dasar Hidrokarbon dipakai terutama untuk efek emolien.

2. Dasar SalepAbsorpsi, dapat dibagimenjadi dua tipe :


Memungkinkanpercampuranlarutberair
 Yang sudahmenjadiemulsi air minyak

3. Dasar Salep Yang Dapat Dibersihkan Dengan Air


Merupakan emulsi minyak dalam air yang dapat dicuci dari kulit dan pakaian dengan air.

4. Dasar Salep Larut Air


Basis yang larut dalam air, biasanya disebut sebagai Grea Seless karena tidak mengandung bahan
berlemak

RESEP Salep

1. KEGIATAN PRAKTIKUM SALEP

1,ResepSalep A
dr. SetiabudiHarahap
Jl. Teuku Umar 99X Denpasar
SIP : 5625/DKK-DU/III/2015
Telp : (0361) 2422256

Denpasar, 30 September 2017

R/ As. Salisilat 1%

Diphenhydramin HCL 1%

Cera flava 15%

Adeps lanae qs

m.f. ungt 15 g

S.u.e

Pro : Rendy (15 tahun)

Alamat : Jl. Mahendradatta 102 Denpasar

NO SINGKATAN BAHASA LATIN ARTI


1 R recipe ambillah
2 qs Quantum satis secukupnya
3 m.f.ungt Misce fac Campur dan buatlah salep
4 s.u.e Signa usus eksternus Tandai untuk pemakaian salep
5 G Gramma Gram
KARAKTERISTIK BAHAN (pustaka,halaman)

1. Asam salisilat ( FI edisi III Hal 56)


Pemerian : hablur ringan tidak berwarna/ serbu warna putih, hampir tidak berbau rasa agak manis
dan tajam
Kelarutan : larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol 95%. Mudah larut dalam klorofom
p. Dan dalam eter p larut dalam amonium asetat p dinatrium hidrogenfoefat p
Khasiat : untuk keratolitikum dan anti fungi
2. Diphenhydramin hcl (FI edisi III Hal 228)
Pemerian: serbuk hablur, putih, tidak berbau,rasa pahit disertai rasa tebal
Kelarutan: mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) P dan dalam kloroform P, sangat sukar larut
dalam eter P, agak sukar larut dalam etanol P.
Khasiat : antihistaminikum
3. Cera flava ( FI edisi III Hal 140)
Pemerian : coklat kekuningan, bau enak seperti madu, agak rapuh jika dingin, menjadi elastik jika
hangat dan bekas patahan buram dan berbutir butir
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol(95%) P, larut dalam klorofom P,
dalam eter P hangat, dalam minyak lemak dan minyak atsiri
Khasiat : zat tambahan
4. Adeps lanae ( FI edisi III Hal 61)
Pemerian : zat berupa lemak, liat,lekat, kuning muda atau kuning pucat,agak tembus cahaya bau
lemak dan khas
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol(95%) P, mudah larut dalam
kloroform P dan dalam eter P
Khasiat : zat tambahan
2. ALAT DAN BAHAN
Bahan bahan
 Asam salisilat
 Cera flava
 Adeps lanae
 Diphenhydramin
 Alcohol

Alat :
 Mortil dan stemper
 Timbangan
 Gelas ukur
 Gelas beker
 Cawan porselen
 Pipet tetes
A. Perhitungan bahan
 As. Salisilat : 1% x 15 gram = 0,15 gram =150 mg + 10 % = 165 mg
 Diphenhydramin hcl : 1% x 15 gram = 150 mg +10% = 165 mg
 Cera flava : 15% x 15 gram = 2,25 mg + 10% = 2,475 mg
 Adeps lanae : 15 – ( 0,15 +0,15 + 2,25 ) = 15 – 2,55= 12,45 gram
B. Langkah kerja/prosedur pengerjaan
 Hitung berapa jumlah adeps lanae yang diperlukan
 Dalam cawan porselen, lelehkan cera flava dan adeps lanae.
 Dalam mortir, masukkan asam salisilat dan tetesi dengan alcohol, gerus hingga halus.
 Masukkan no (2) ke no (3) aduk hingga homogen dan dingin
 Tambahkan diphenhidramin, aduh ad homogen.
 Masukkan wadah dan beri etiket

Masukkan ke wadah dan berikan etiket BIRU

Etiket sediaan

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :
tanggal :

Rendy (15 TAHUN)_

SEHARI 3 x 1 SETELAH MANDI

Copy resep
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukadbaritotimur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01

DOKTER: DOKTER SETIA BUDI HARAHAP TGL:7/10/2022

UNTUK: RENDY (15 TAHUN) USIA:15 TAHUN

Khasiat obat
Khasiat obat tersebut adalah untuk mengatasi masalah kulit yang diakibatkan penebalan/pengerasan kulit

Pembahasan
Pada praktikum sediaan semi solid adalah membuat dua buah sediaan yaitu salep dan krim. Tujuan dari
percobaan ini adalah memformulasikan salep dan mengetahuai cara pembuatan salep sesuai aturan. Salep
digunakan untuk pemakaian luar yang memiliki karakter tidak berbau, lunak dan mudah dipakai. Pada
percobaan ini membuat sediaan salep dengan berat 15g dengan resep yang sudah diberikan. Dalam
pembuatan salep ini menggunakan metode pencampuran, dalam metode pencampuran komponen dari
salep dicampur bersama sama dengan segala cara sampai sediaan tercampur rata dam menjadi sediaan
salep.

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan salep melakukan penimbangan bahan sesuai
perhitungan, bahan yang digunakan yaitu asam salisilat sebanyak 165 mg, diphenhydramin sebanyak 165
mg, cera flava sebanyak 2,475 mg dan adeps lanae 12,45g.

Pada hasil akhir pembuatan salep yang diminta adalah 15g, tetapi hasil pembuatan tidak sesuai dengan yg
diminta yaitu 15,0g. Tapi berat tersebut berat salep dan pot salep dimana pot salep memiliki berat 6,0g.
Jadi saya kekurangan salep seberat 6,0g itu disebabkan saat memasukan salep ke dalam pot salep sisanya
masih menempel di mortil dan stemper.

Cara mengatasinya adalah dengan menambahkan 20% bahan dan saat pemindahan pastikan semua
sediaan terangkat semua/ tidak menempel pada mortil dan stemper

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas mengenai praktikum pembuatan salep dapat disimpulkan bahwa :

1. Formula salep yg dibuat dengan bahan asam salisilat, diphenhydramin,cera flava, dan adeps lanae
2. Salep adalah bentuk sediaan setengan padat atau semi solid yang mudah dioleskan dan digunakan
sebagai obat luar
3. Bentuk sediaan salep lunak dan mudah dipakai
4. Hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diminta

Daftar pustaka
1. https://www.academia.edu/7348764/144580033_laporan_salep
2. https://www.academia.edu/41233679/
LAPORAN_PRAKTIKUM_TEKNOLOGI_SEDIAAN_SEMI_SOLID_DAN_LIQUID

PRAKTIKUM X
SEDIAAN KRIM
TUJUAN

Mahasiswa dapat memahami dan mampu menyiapkan sediaan krim dan memahami inkompatibilitas
bahan dalam peracikan sediaan.

DASAR TEORI
Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau
terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Kualitas dasar krim, yaitu stabil, selama masih dipakai
mengobati. Maka krim harus bebas dari inkopatibilitas, stabil pada suhu kamar, dan kelembaban yang ada
dalam kamar. Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan
homogen

Krim terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alkohol
berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk pemakaian kosmetika
dan estetika.

Ada dua tipe krim, yaitu (Anief, 1994):

1. Tipe a/m, yaitu air terdispersi dalam minyak Contoh : cold cream Cold cream adalah sediaan kosmetika
yang digunakan untuk maksud memberikan rasa dingin dan nyaman pada kulit, sebagai krim pembersih,
berwarna putih dan bebas dari butiran. Cold cream mengandung mineral oil dalam jumlah besar.

2. Tipe m/a, yaitu minyak terdispersi dalam air Contoh: vanishing cream Vanishing cream adalah sediaan
kosmetika yang digunakan untuk maksud membersihkan, melembabkan dan sebagai alas bedak. Vanishing
cream sebagai pelembab (moisturizing) meninggalkan lapisan berminyak/film pada kulit

RESEP Krim

1. KEGIATAN PRAKTIKUM Krim

1,Resep Krim A

dr. SetiabudiHarahap
Jl. Teuku Umar 99X
Denpasar SIP : 5625/DKK
-DU/III/2015Telp : (0361) 2422256

Denpasar, 30 September 2017


R/ Tetracycline HCL 1,0%

Cera alba 12,5 %

Cetasium 12,0%

Paraffin liquidum 56,0%

Natrii tetraboras 0,50%

Aqua destilata q.s ad 100%

m.f.l.a cold cream 15

S.u.e

Pro : Natasya (15 tahun)

Alamat : Jl. Merpati 81 Denpasar

NO SINGKATAN BAHASA LATIN ARTI


1 R recipe ambillah
2 q.s Quantum satis secukupnya
3 ad ad sampai
4 m.f.l.a Misce fac lega artis Campur dan buatlah sesuai
5 s.u.e Signa usus eksternus Tandai untuk pemakaian luar

Alat dan bahan

 Alat
1. Gelas beker
2. Cawan porselen
3. Mortil & stemper
 Bahan
1. Cera alba
2. Tetracycline HCL
3. Cetasium
4. Paraffin liquid
5. Natrium tetraboras
6. Aquades

Perhitungan bahan
 Tetracycline hcl : 1,0% x 15 gram =0,15 gram = 150 mg
 Cera alba :12,5%x 15 gram =1,875 gram +10% = 2,0625 gram
 Cetasium :12,0% x 15 gram = 1,8 gram +10% = 1,98 gram
 Natrii tetraboras : 0,50% x15 gram= 0,075 gram =75 mg
 Paraffin liguidum : 56,0 % x 15 gram = 8,4 gram + 10% = 9,24 gram
 Aqua destilata : 15- (0,15 +1,875 + 8,4 +0,075 ) = 15-12,3= 2,7 gram

Langkah kerja/prosedur pengerjaan


1. Timbang seluruh bahan (antisipasi massa yang hilang)
2. Masukkan cera alba, cetasium, parafin liquid dalam cawan porselen, panaskan di
atas waterbath
3. Dalam beker, larutkan natrium tetraborat dalam aquades.
4. Hangatkan mortir, Campurkan no (2) dan (3) di mortir sambil terus di aduk.
Usahakan suhu pencampuran keduanya kurang lebih sama. Aduk sampai homogeny
dan dingin.
5. Tambahkan teracyline Hcl ke dalam campuran (4)
6. Aduk ad homogen.
7. Masukkan wadah dan beri etiket

Etiket resep

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :01
tanggal : 7 oktober 2022

natasya (15 TAHUN)

3 x 1 sehari
Dioleskan pada kulit setelah mandi

COPY RESEP

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukadbaritotimur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01 TGL: 30 september

DOKTER: DOKTER SETIA BUDI HARAHAP TGL: 7/10/2022

UNTUK: natasya USIA:15 TAHUN

KHASIAT OBAT
Khasiat obat tersebut adalah untuk mengobati infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Yang berisi
antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Dan antiseptikum ekstern untuk mengurangi infeksi pada kulit
bagian luar

Pembahasan
krim adalah Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut dalam bahan dasar yang sesuai ( mengandung air tidak kurang dari 60%). Dalam pembuatan
krim ini dilakukan metode seperti pembuatan emulsi. Fase minyak dengan air yg dilebur kemudian
digerus dan ditambahkan zat aktif sampai homogen.

Pada saat pembuatan krim saya belum selesai karena terkendala saat penimbangan bahan, dan saya
terhenti di saat melelekan bahan. Karena waktu saya terpakai saat pembuatan salep.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas mengenai praktikum pembuatan salep dapat disimpulkan bahwa :

1. Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut
dalam bahan dasar yang sesuai ( mengandung air tidak kurang dari 60%)
2. Formula salep yg dibuat dengan bahan tetracycline HCL, cera alba, cetasium, paraffin liquidum,
natrii tetraboras dan aqua destilata

Daftar pustaka
1. https://www.academia.edu/23066532/laporan_semsol_krim

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FARMASITIKA DASAR

Sediaan Pasta & Gel

Disusun oleh :
Nama : Putu Sari Ardhyanti Utami

Nim : 222001

Kelas/kelompok : D3 Reguler (kelompok 1)

Hari/tanggal praktikum : jumat 21 oktober 2022

Dosen pembimbing : apt. Heny Dwi Arini S.Farm M.Farm

PRAOGRAM STUDI DIPLOMA 3


SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2022/2023

Praktikum XI
SEDIAAN PASTA
A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat memahami dan mampu menyiapkan sediaan pasta dan memahami inkompatibilitas
bahan dalam peracikan sediaan

B. Dasar Teori
Pasta adalah sediaan semipadat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang
ditujukan untuk pemakaian topikal. Kelompok pertama dibuat dari gel fase tunggal
mengandung air, misalnya pasta Natrium Karbometilselulosa. Kelompok lain adalah pasta
berlemak misalnya pasta Zink Oksida merupakan salep yang padat, kaku yang tidak meleleh
pada suhu tubuh dan berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian yang diolesi.
Pasta berlemak ternyata kurang berminyak dan lebih menyerap dibandingkan dengan salep
karena tingginya kadar obat yang mempunyai afinitas terhadap air. Pasta ini cenderung untuk
menyerap sekresi seperti serum dan mempunyai daya penetrasi dan daya maserasi lebih
rendah dari salep. Oleh karena itu pasta digunakan untuk lesi akut yang cenderung
membentuk kerak, menggelembung atau mengeluarkan cairan (Anonim, 1995).

C. Kegiatan Praktikum (40)


1. Dituliskan resep yang bersangkutan dan resep standar.
dr. SetiabudiHarahap
Jl. Teuku Umar 99X Denpasar
SIP : 5625/DKK-DU/III/2015
Telp : (0361) 2422256

Denpasar, 30 September 2017

R/ Calamin 20%

Camphora 0,5%

Glycerol 10%

Vaselin album q.s

m.f. l.a pasta 10 g

S.u.e

Pro : Riska (15 tahun)

Alamat : Jl. Gatot Subroto 114 Denpasar

Mengartikan singkatan latin dalam resep


No Singkatan Bahasa latin Arti
1 s.u.e Signa usus eksternus Tandai untuk pemakaian
luar
2 m.f.l.a Misce fac lega artis Campur dan buatlah sesuai
3 R Recipe ambillah
4 q.s Quantum statis secukupnya
5 pro Untuk

KARAKTERISTIK BAHAN (Pustaka, Halaman)

1. Calamin (FI edisi III hal 119)


Pemerian : serbuk halus,merah jambu,tidak berbau,praktis tidak berasa
Kelarutan :praktis tidak larut dalam air, larut dalam asam mineral
Khasiat : antiseptikum ekstern

2. Camphora (FI edisi III Hal 130)


Pemerian :hablur butir atau massa hablur, tidak berwarna atau putih, bau khas,
tajam,rasa pedas,dan aromatik
Kelarutan :larut dalam 700 bagian air,dalam 1 bagian etanol(95%) P, dalam 0,25
bagian kloroform P, sangat mudah larut dalam eter P, mudah larut dalam minyak
lemak.
Khasiat : antiiritisan

3. Glycerol (FI edisi III Hal 271)


Pemerian : cairan seperti sirop, jernih,tidak berwarna tidak berbau manis diikuti rasa
hangat. Higroskopik, jika disimpan beberapa lama pada suhu rendah dapat memadat
membentuk massa habluk tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai
lebih kurang 20
Kelarutan : dapat campur dengan air dan dengan etanol (95%) P, praktis tidak larut
dalam kloroform P, dalam eter P dan dalam minyak lemak
Khasiat : zat tambahan

4. Vaselin album ( FI edisi III Hal 633)


Pemerian : massa lunak,lengket bening, putih, sifat ini tetap setelah zat dileburkan
dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam
kloroform P, dalam eter P dan dalam eter minyak tanah P, larut kadang kadang
beropalesensi lemak
Khasiat : zat tambahan
2. Alat dan Bahan yang digunakan
ALAT :
 Mortil dan stemper
 Pipet tetes
 Gelas beker
 Sendok
BAHAN :
 Calamin
 Camphora
 Glycerol
 Vaselin album
 alkohol
3. Perhitungan dosis dan penimbangan bahan
20
 Calamin : ×10 g=2 g + 20% = 2,4gr
100
0,5
 Camphora : ×10 g=0,05 g =50 mg +20%= 60mg
100
10
 Glycerol : ×10 g=1 g +20%=1,2gr
100
 Vaselin album : 10 g – (2+1+0,05) = 10 – 3,66= 6,37 g
4. Cara kerja

1. Timbang bahan yang diperlukan


2. Masukkan camphora tetesi dengan alcohol hingga larut. Gerus.
3. Masukkan vaselin album, gerus ad homogen.
4. Tambahkan gliserol, aduk ad homogen.
5. Tambahkan calamine, aduk ad homogen
6. Masukkan wadah dan beri etiket
5. Etiket sediaan

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :1
tanggal : 21 oktober 2022

Riska (15 TAHUN)

SEHARI 3 x 1 SETELAH MANDI

6. Copy Resep
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukadbaritotimur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01

DOKTER: DOKTER SETIA BUDI HARAHAP TGL:21/10/2022

UNTUK: Riska USIA:15 TAHUN

7. Khasiat obat yang terkandung dalam resep


Khasiat yang terkandung dalam pasta tersebut adalah antiiritisan pada kulit yang
terluka. Sebagai mengurangi gatal dan rasa sakit
D. Pembahasan
Pada praktikum kali ini membuat sediaan semi solid yaitu pasta. Pada pembuatan pasta yang
menggunakan bahan aktif calamin merupakan kombinasi zinc oxide dengan besi (II) oxide
yang berguna untuk mengurangi iritasi yang berkaitan dengan kontak dermatis dengan cairan
kental.
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan pasta melakukan penimbangan bahan sesuai
perhitungan, bahan yang digunakan yaitu calamin sebanyak 2,4mg, camphora sebanyak 60 mg, glyserol
sebanyak 1,2 mg dan vaselin album 637g.

Pada hasil akhir pembuatan pasta yang diminta adalah 10g, tetapi hasil pembuatan tidak sesuai dengan yg
diminta yaitu 15g. Tapi berat tersebut berat salep dan pot salep, dimana pot salep memiliki berat 5,93g.
Jadi berat pasta yang saya peroleh adalah 13,55g Jadi saya kekurangan pasta seberat 1,45g itu disebabkan
saat memasukan pasta ke dalam potnya sisanya masih menempel di mortil dan stemper. Cara
mengatasinya adalah dengan menambahkan 20% bahan dan saat pemindahan pastikan semua sediaan
terangkat semua/ tidak menempel pada mortil dan stemper.

Kesimpulan

 Pasta adalah sediaan berupa massa lunak untuk pemakaian luar

 Saat pencampuran bahan obat yang berbentuk serbuk dalam jumlah besar
dengan vaselin atau bahan dasar yang tidak berlemak

 Sediaan pasta yang saya buat kurang, tapi kurangnya tersebut seberat
1,45g

 Pasta ini memiliki khasiat untuk mengurangi rasa sakit atau gatal pada
kulit

E. Daftar Pustaka
1) https://id.scribd.com/document/438968144/LAPORAN-PRAKTIKUM-PASTA
2) https://www.academia.edu/37869254/Kegunaan_dalam_formula

Praktikum XIII
SEDIAAN GEL
A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat memahami dan mampu menyiapkan sediaan gel serta memahami inkompatibilitas
bahan dalam peracikan sediaan

B. Dasar Teori
Gel merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel
anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. gel
kadang – kadang disebut jeli (Anonim, 1994).
Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV penggolongan sediaan gel dibagi menjadi dua
yaitu:
1. Gel sistem dua fase
Dalam sistem dua fase, jika ukuran partikel dari fase terdispersi relatif besar , massa gel
kadang-kadang dinyatakan sebagai magma misalnya magma bentonit. Baik gel maupun
magma dapat berupa tiksotropik, membentuk semipadat jika dibiarkan dan menjadi cair pada
pengocokan.Sediaan harus dikocok dahulu sebelum digunakan untuk menjamin homogenitas.
2. Gel sistem fase tunggal
Gel fase tunggal terdiri dari makromolekul organik yang tersebar sama dalam suatu
cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi
dan cairan. Gel fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik misalnya karboner atau
dari gom alam misanya tragakan.
Menurut Lachman, dkk. 1994 sediaan gel memiliki sifat sebagai berikut:
1. Zat pembentuk gel yang ideal untuk sediaan farmasi dan kosmetik ialah inert, aman
dan tidak bereaksi dengan komponen lain.
2. Pemilihan bahan pembentuk gel harus dapat memberikan bentuk padatan yang
baik selama penyimpanan tapi dapat rusak segera ketika sediaan diberikan kekuatan atau
daya yang disebabkan oleh pengocokan dalam botol, pemerasan tube, atau selama
penggunaan topical.
3. Karakteristik gel harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan sediaan yang
diharapkan.
4. Penggunaan bahan pembentuk gel yang konsentrasinya sangat tinggi atau BM
besar dapat menghasilkan gel yang sulit untuk dikeluarkan atau digunakan.
5. Gel dapat terbentuk melalui penurunan temperatur, tapi dapat juga
pembentukan gel terjadi setelah pemanasan hingga suhu tertentu. Contoh
polimer seperti MC, HPMC dapat terlarut hanya pada air yang dingin yang
akan membentuk larutan yang kental dan pada peningkatan suhu larutan
tersebut akan membentuk gel.
6. Fenomena pembentukan gel atau pemisahan fase yang disebabkan
oleh pemanasan disebut thermogelation.

C. Kegiatan Praktikum
1. Dituliskan resep yang bersangkutan dan resep standar
dr. SetiabudiHarahap
Jl. Teuku Umar 99X Denpasar
SIP : 5625/DKK-DU/III/2015
Telp : (0361) 2422256

Denpasar, 30 September 2017

R/ piroxikan 0,5%

CMC Na 1%

Tween 80 5%

m.f. gel 20 g

S.u.e
Pro : rendy (17 tahun)

Alamat : Jl. Mahendradatta 102 Denpasar

Mengartikan singkatan bahasa latin dalam resep

No Singkatan Bahasa latin Arti


1 m.f Misce fac Campur dan buatlah
2 R Recipe ambillah
3 s.u.e Signa usus eskternus Tandai untuk pemakaian luar
4 G Gramma gram
5 pro Untuk

KARAKTERISTIK BAHAN (pustaka, halaman)

1) Piroxicam ( FI edisi IV Hal 683)


Pemerian : serbuh putih kuning atau cokelat terang/kuning terang, tidak berbau
bentuk monohidrat berwarna kuning
Kelarutan : sangat sukar larut dalam air asam encer dan pelarut organik, sedikit larut
dalam alkohol dan larut alkali berair
Khasiat : analgetik, antiinflamasi, antiradang, dan antipirestis
2) CMC Na ( FI edisi IV Hal 175)
Pemerian : serbuk atau granul, putih sampai krem, higroskopis
Kelarutan :mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloida, tidak larut
dalam etanol, eter dan pelarut organik lain
Khasiat : suspending agent, bahan penolong tablet peningkat viskositas
3) Tween 80 ( FI edisi III Hal 509)
Pemerian : cairan kental seperti minyak, jernih kuning, bau asam lemak,khas
Kelarutan : mudah larut dalam air,dalam etanol (95%)P, dalam etil etanol P dan
dalam metanol P, sukar larut dalam parafin cair P dan dalam minyak biji kapas P
Khasiat : zat tambahan
2. Alat dan Bahan yang digunakan
1) Alat
 Mortil dan stemper
 Batang pengaduk
 Gelas beker
 Gelas ukur
 Cawan porselen
2) Bahan
o Piroxicam
o CMC Na
o Tween 80
o Air panas
3. Perhitungan dosis dan penimbangan bahan
 Piroxicam : 0,5% ×20 g=0,1 g=100 mg+20 %=120 mg
 CMC Na : 0,1% ×20 g=0,2 g=200 mg+20 %=240 mg
 Tween 80 : 5% ×20 g=1 g=1000 mg+ 20 %=1200 mg
 Air untuk mealurutkan CMC Na 6%
4. Cara kerja
 Siapkan alat dan bahan lalu timbang bahan
 Timbang bahan
 Buat air panas
 Taburkan CMC Na diatas air panas, didalam beker aduk lalu
leburkan diatas waterbath
 Buat larutan tween 80 ke dalam air panas
 Masukkan campuran tween ke dalam CMC Na aduk ad homogen
(massa 1)
 Gerus piroxikam sampai halus, tambahkan massa 1sedikit demi
sedikit sambil gerus sampai homogen
 Masukkan dalam pot beri etiket
5. Etiket sediaan
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :1
tanggal : 21 oktober 2022

Rendy (17 TAHUN)

SEHARI 3 x 1 SETELAH MANDI

6. Copy Resep
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukadbaritotimur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01

DOKTER: DOKTER SETIA BUDI HARAHAP TGL:21/10/2022

UNTUK: Rendy (17 TAHUN) USIA:17 TAHUN

7. Khasiat obat yang terkandung dalam resep


Khasiat yang terkandung dalam gel tersebut adalah anti inflamasi, dan
mengurangi nyeri.

D. Pembahasan
Pada praktikum membuat sediaan semi solid adalah membuat dua buah sediaan yaitu pasta
dan gel. Pada percobaan ini membuat sediaan gel dengan berat 20g dengan resep yang
sudah diberikan. Pada pembuatan sediaan gel ini menggunakan bahan aktif piroxikam yang
merupakan salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam, derivat enolat. Bentuk jel
lebih acceptable karena mempunyai efek dingin ketika digunakan. Gel kadang kadang
disebut jeli dan merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari
partikel organik yang kecil atau molekul organik yang besar terpenetrasi oleh suatu cairan.

Pada hasil akhir pembuatan gel yang diminta adalah 20g, tetapi hasil pembuatan tidak
sesuai dengan yg diminta. Tapi berat tersebut berat gel dan pot dimana potnya memiliki
berat 6,50g. berat pot dan gel adalah 14,0 Jadi saya kekurangan gel seberat 12,5g itu
disebabkan saat memasukan gel ke dalam pot sisanya masih menempel di mortil dan
stemper.karena kurang bersih saat memasukkanya ke dalam pot. Cara mengatasinya adalah
dengan menambahkan 20% bahan dan saat pemindahan pastikan semua sediaan terangkat
semua/ tidak menempel pada mortil dan stemper.

E. Kesimpulan
 Bobot gel yang diminta 20g tapi gel yang saya buat kurang
 Gel merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat
dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar
terpenetrasi oleh suatu cairan
 Pada praktikum ini digunakan piroksikam sebagai bahan aktif karena
piroxicam berfungsi sebagai analgesik antiinflamasi untuk sediaan
topikal

F. Daftar Pustaka
1) https://id.scribd.com/doc/249335526/laporan-praktikum-gel-piroxicam
https://www.academia.edu/23022285/laporan_semsol_sediaan_gel

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FARMASITIKA DASAR

Sediaan Suspensi & Emulsi

Disusun oleh :

Nama : Putu Sari Ardhyanti Utami

Nim : 222001

Kelas/kelompok : D3 Reguler (kelompok 1)


Hari/tanggal praktikum : jumat 4 November 2022

Dosen pembimbing : Apt. I Komang Tri Musthika S.Farm , M. Farm

PRAOGRAM STUDI DIPLOMA 3


SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2022/2023

PRAKTIKUM VIII
SEDIAAN SUSPENSI
F. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat memahami dan mampu membuat sediaan suspensi dari resep
dokter dan memahami inkompatibilitas bahan dalam peracikan sediaan.

G. Dasar Teori
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak
larut yang terdispersi dalam fase cair. Beberapa suspensi dapat langsung
digunakan, sedangkan yang lain berupa campuran padat yang harus
dikonstitusikan terlebih dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum
digunakan. Suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk menjamin
distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa, hingga menjamin
keseragaman dosis yang tepat. Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup
rapat.
Macam – macam suspensi :
a) Suspensi Oral
Sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam
pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk
penggunaaan oral.
b) Suspensi Topikal
Sediaan cair mengandung partikel padat yang terdirpersi dalam
pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan kulit.
c) Suspensi Tetes Telinga
Sediaan cair mengandung partikel – partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada
telinga bagian luar (Anonim, 1995)
H. Kegiatan Praktikum
1. Resep Obat A

Dr. Candra W

Jl Diponegoro 111 Denpasar

SIP : 325/DKK-DU/III/2012

Telp : (0361)229988

Denpasar, 30 September 2017

R/ Choramphenicol palmitat 125mg

PGA 1%
Sirup simplex 20%

Aquades q.s ad 5 ml

m.f. l.a solution 60 ml

S.t.dd cth II

Pro : Ando (5 tahun)


Alamat : Jl. Akasia 10b Denpasar
Mengartikan singkatan bahasa latin dalam resep :

No Singkatan Bahasa latin Arti


1 S.t. dd cth II Signa ter de die cochlear theae 2 3 x sehari 2 sendok teh
2 m.f.l.a Misce fac lega artis Campur dan buatlah sesuai
3 q.s Quantum statis Secukupnya
4 Ad ad sampai
5 Solution Solution Larutan

2. Alat dan Bahan yang digunakan


A. Alat :
 Gelas ukur
 Mortil dan stemper
 Beker gelas
 Cawan porselen
B. Bahan :
 Choramphenicol palmitat
 PGA
 Aquades
 Sirup simplex
3. Perhitungan dosis dan penimbangan bahan
Perhitungan bahan :
20
 Sirup simplex : ×60 ml=12 ml
100
1
 PGA 1% : ×60 ml =0,6 mg
100
 Aquades 5 ml : 5 x 12 = 60 – ( 1,5 + 0,6 + 0,9 + 12 )
60 – 15 = 45 ml
 Choramphenicol 125 mg :
Dibuat dalam 60 ml, dalam 1 kali minum 5ml

60/5 = 12 x 125 mg = 1500 mg = 1,5 gram

4. Cara kerja
 Timbang seluruh bahan yang diperlukan
 Buat mucilago dengan cara mencampurkan PGA dan sebagian aquadest
 Tambahkan sirupus simplek aduk ad homogeny
 Tambahkan sisa aquadest, aduk ad homogen
 Masukkan wadah dan beri etiket
5. Etiket sediaan
Etiket putih

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :1
tanggal : 4 NOVEMBER 2022

Ando (5 TAHUN)

SEHARI 3 x 1 2 SENDOK TEH

6. Copy Resep

APOTEK MAHAGANESA FARMA


JL. Tukad barito timur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01

DOKTER: DOKTER Candra W. TGL:04/11/2022

UNTUK: Ando USIA:5 TAHUN

7. Khasiat obat yang terkandung dalam resep :


Khasiat obat yang terkandung adalah Sebagai antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri,
terutama penyakit infeksi tidak membaik dengan obat lain

I. Pembahasan
Suspensi adalah sediaan air yang mengandung partikel padat tidak larut yang
terdispersi dalam fase cair. Partikel yang terdapat dalam suspensi dapat
mengendap pada dasar wadah bila didiamkan. Bahan aktif yang kami gunakan
dalam pembuatan suspensi adalah Choramphenicol palmitat. Pembuatan
choramphenicol menjadi sediaan suspensi bertujuan untuk menutupi rasa pahit
dari zat aktif dan sediaan ini banyak digunakan untuk pasien anak anak.
Choramphenicol merupakan antibiotik spektrum luas dan untuk mengobati
infeksi yg disebabkan oleh mikroorganisme. Choramphenicol bekerja dengan
cara menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh.

Langkah pertama dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan lalu ditimbang
sesuai resep. Dan buatlah mucilago dengan mencampurkan PGA dan sebagian
aquades. Hasil praktikum saya membuat sediaan suspensi melebihi resep.
Disuruh membuat suspensi 60ml tetapi saya 65 ml disebabkan karena ukuran
botol
J. Kesimpulan
1. Suspensi merupakan sediaan air yang mengandung partikel padat tidak larut
yang terdispersi dalam fase cair.
2. Praktikum kali ini membuat sediaan suspensi choramphenicol yang merupakan
antibiotik
3. Hasil praktikum kali ini adalah melebih dari resep yaitu lebih 5ml
4. Suspending agent yang digunakan adalah PGA
K. Daftar Pustaka (5)
1. https://www.academia.edu/36125713/laporan_suspensi
2. https://www.studocu.com/id/dokument/universitas-muhammadiyah-malang/
farmasetika-sediaan-liquida/laporan-suspensi
3. https://www.academia.edu/43107653/jurnal_praktikum_suspensi_choramphenicol

PRAKTIKUM IX

SEDIAAN EMULSI
A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat memahami dan mampu membuat sediaan emulsi dari resep dokter dan
memahami inkompatibilitas bahan dalam peracikan sediaan

B. Dasar Teori
Emulsi adalah sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi
dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan kecil. Jika minyak yang
merupakan fase terdispersi dan larutan air merupakan fase pembawa, sistem
ini disebut emulsi minyak dalam air. Sebaliknya jika air atau larutan air yang
merupakan fase terdispersi dan minyak atau bahan seperti minyak merupakan
fase pembawa, sistem ini disebut emulsi air dalam minyak. Emulsi dapat
distabilkan dengan penambahan pengemulsi (surfaktan).
Konsistensi emulsi sangat beragam, mulai dari cairan yang mudah
dituang, hingga krim setengah padat. Semua emulsi memerlukan bahan
antimikroba karena fase air mempermudah pertumbuhan mikroorganisme
(Anonim, 1995)
Bahan-bahan yang diperlukan ditambahkan dalam pembuatan emulsi,
antara lain : (Ansel, 1989)
a. Bahan pengemulsi sebagai emulgator
Untuk mencegah koalesansi sehingga tetesan besar menjadi tetesan kecil.
b. Bahan pengemulsi sebagai surfaktan
Untuk mengurangi tegangan permukaan antara fase eksternal sehingga
proses emulsifikasi dapat ditingkatkan.
c. Pengental
Untuk mempengaruhi kestabilan emulsi.
d. Pengawat
Ditambahkan untuk semua jenis emulsi terutama emulsi minyak
dalam air karena kontaminan fase dan air mudah terjadi.
e. Zat-zat tambahan
Pemanis, pewarna, dan pewangi

C. Kegiatan Praktikum
Resep obat A
dr. Candra W
Jl. Diponegoro 111 Denpasar
SIP : 325/DKK-DU/III/2012
Telp : (0361) 229988

Denpasar, 30 September 2017

R/ Oleum ricini 15%

PGA q.s

Gicerin 20%

Aquades q.s ad 50 ml

S. t. Dd C I

Pro : Citra (8 tahun)

Alamat : Jl. Permata 66 c Denpasar

Mengartikan singkatan bahasa latin dalam resep :

No Singkatan Bahasa latin Arti


1 q.s Quantum statis Secukupnya
2 S.t. dd C I Signa ter de die conhlear 3 x sehari 1 sendok makan
3 ad ad sampai
4 R Recipe Ambillah
5 Pro Diperuntukan

1. Alat dan Bahan yang digunakan


 Bahan :
o PGA
o Aquadest
o Glicerin
o Oleum ricini
 Alat :
o Mortil dan stemper
o Gelas ukur
o Beker gelas
o Cawan porselen

2. Perhitungan dosis dan penimbangan bahan


Perhitungan bahan :
15
 Oleum ricini : ×50 ml=7,5 ml
100
20
 Glicerin : ×50 ml=10 ml
100
 Aquadest : 50 ml – ( 7,5 g + 2,5 g + 3,75 ml + 10 g)
= 50 ml – 23,75 = 26,25 ml
1
 PGA : ×7,5 g=2,5 gram
3
Air PGA = 1,5 ML x 2,5 = 3,75 ml
3. Cara kerja
 Hitung PGA yang diperlukan
 Timbang seluruh bahan
 Campurkan PGA dan oleum ricini, gerus dalam mortil ad homogen
 Tambahkan aqua 1,5 kali berat PGA sedikit demi sedikit sambil diaduk kuat sehingga
terbentuk korpos emulsi
 Tambahkan glicerin aduk homogen
 Tambahkan sisa aqua, campur hingga homogen
 Masukkan wadah dan beri etiket
4. Etiket sediaan
Etiket putih
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukad Barito Timur 60 Renon DENPASAR
(0361) 4749310
SIPA : 120/PER/XII/2017
No resep :1
tanggal : 4 NOVEMBER 2022

Citra (8 TAHUN)

SEHARI 3 x 1 1 SENDOK MAKAN

5. Copy Resep
APOTEK MAHAGANESA FARMA
JL. Tukadbaritotimur 60 Renon Denpasar
(0361) 4749310
SIA :503.445/SIA/436.6.3/514/IX/2017.
APA :Indah Pertiwi S.Farm., Apt.
SIPA :19981111/SIP A-35.78.
APOGRAPH
NO RESEP: 01

DOKTER: DOKTER Candra W TGL:04/11/2022

UNTUK: Citra USIA: 8 TAHUN


6. Khasiat obat yang terkandung dalam resep :
Khasiat obat tersebut adalah untuk mengatasi sembelit atau laksativum/ pencahar

D. Pembahasan
Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain
dalam bentuk tetesan kecil. Dalam pembuatan emulsi pemilihan suatu emuglator
merupakan faktor yang penting karena dapat mempengaruhi hasil. Emulsi terdiri dari 2 fase
yaitu : fase minyak dalam air, dan fase air dalam minyak

Pada praktikum kali ini dibuat sediaan emulsi dengan menggunakan zat aktif Oleum ricini
atau Minyak Jarak. Emuglator yang digunakan adalah emuglator alam (PGA). PGA
merupakan emuglator yang mudah larut dalam air. Maka dari itu digunakan lah pembuatan
emulsi dengan metode basah.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahannyang digunakan, lalu
timbang sesuai perhitungan. Dengan menggunakan metode basah terlebih dahulu membuat
mucilago yang kental dengan sedikit air.

Hasil praktikum saya membuat sediaan emulsi sebanyak 50 ml, hasil yg sy buat kurang dari
yg disruh dalam resep karena ukuran botol saya miliki ukuran kesamping dan menjadi hasil
praktikum saya kurang yaitu 45 ml.

E. Kesimpulan
1. Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan
yang lain dalam bentuk tetesan kecil
2. Untuk menstabilkan emulsi dibutuhkan suatu zat yang bernama Emuglator
3. Hasil praktikum saya
F. Daftar Pustaka
1. https://www.academia.edu/7613639/Laporan_emulsi
2. https://www.academia.edu/4833730/
laporan_praktikum_farmasetika_emulsi

Anda mungkin juga menyukai