LAPORAN BENGKEL LISTRIK II
PERENCANAAN RANGKAIAN DIRECT ON LINE, FORWARD
REVERSE, DAN STAR DELTA
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Bengkel Listrik
Dosen Pembimbing :
Slamet Nurhadi, S.T.,M.MT.
Disusun oleh :
MUKHAMMAD FIKRI ADIB (2141150112)
DENDY ARYA PRAYOGA (2141150029)
MUHAMMAD RIZQI ARDHIANSYAH (2141150065)
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI SISTEM KELISTRIKAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2021
Politeknik Negeri Malang age 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem kelistrikan adalah salah satu program studi di Politeknik Negeri
Malang. Salah satu tujuan dari programm studi ini adalah untuk menghasilkan
lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi, untuk mewujudkan tujuan dari
program studi ini maka diadakan mata kuliah bengkel listrik. Dalam mata kuliah
ini berisi aplikasi tentang teori yang didapat dari mata kuliah lain.
Di zaman ini manusia sangat bergantung pada listrik, hal ini dapat
diketahui bahwa setiap kegiatan manusia tidak lepas dengan yang namanya listrik,
namun tidak semua manusia paham dan mengerti bagaimana cara pemasangan
peralatan listrik yang baik dan benar. Maka oleh itu diadakannya mata kuliah
Bengkel Listrik.
Dalam praktek mata kuliah Bengkel Listrik ini mendapatkan satu Job
Sheet yang menjadikan arahan dalam pengerjaan tugasnya. Dalam Job Sheet
memuat praktek yang teorinya telah didapatkan dalam pembelajaran mata kuliah
lain. Seperti halnya dalam mata kuliah Laboratorium Desain Instalasi listrik pada
materi Perencanaan Rangkain Direct On Line, Forward Reverse, dan Star Delta.
Dijelaskan bagaimana gambar rangkaian kontrol dan rangkaian daya.
Setelah menyelesaikan praktikum mahasiswa dituntut untuk membuat
laporan hasil praktikum yang dikumpulkan pada akhir semester sebagai salah satu
syarat untuk memenuhi nilai ujian akhir semester. Dengan laporan ini dapat
diketahui tentang kemampuan mahasiswa dalam memahami materi yang telah
disampaikan oleh dosen pembimbing. Hal ini juga sebagai referensi atau bekal
dalam dunia nyata maupun tempat bekerja setelah mahasiswa lulus dari
perkuliahan. Dengan keterampilan bengkel mahasiswa mampu mengaplikasikan
semua teori yang didapat pada mata kuliah lain dalam prakteknya yang bisa
menciptakan lulusan yang terampil dan siap bekerja.
Politeknik Negeri Malang age 2
1.2 Tujuan Praktik
Setelah melakukan praktikum ini anda diharapkan dapat :
1. Mampu memahami prinsip kerja masing masing alat,
2. Mampu membuat dan memahami rangkaian control dan rangkaian daya,
3. Mampu memasang alat dan kabel dengan baik dan benar sesuai job
sheet,
4. Mampu menganalisa masalah bila terjadi gangguan
5. Mampu menghitung tegangan, arus, dan putaran motor
1.3 Langkah kerja
1. Membuat desain rangkaian control dan rangkaian daya (Direct On
Line, Forward Reverse, Star Delta
2. Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan
3. Membaca gambar job sheet dan merancang pemasangan kabel
4. Mengecek ulang pemasangan kabel dengan multimeter
5. Menyambung rangkaian dengan sumber dan motor listrik
6. Menghitung tegangan, arus, dan putaran motor.
Politeknik Negeri Malang age 3
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Rangkaian DOL, Forward Reverse, Star Delta
Rangkaian DOL atau Rangkaian Direct Online adalah sebuah rangkaian
motor listrik yang terdiri dari satu buah kontaktor, motor listrik dan satu buah
Thermal Overload Relay (TOR). Rangkaian ini merupakan paling dasar pada
rangkaian motor listrik
forward-reverse berarti maju-mundur, Sesuai dengan namanya, control
motor ini menggunakan fitur dua arah putaran motor yaitu searah jarum jam atau
berlawanan arah jarum jam. Rangkaian ini memiliki prinsip interlock atau saling
mengunci.
Star - Delta adalah sebuah rangkaian yang tersusun pada sebuah motor
dengan kapasitas tiga phase atau tiga potensial, dimana lilitan yang terdapat di
sebuah motor tersebut terdiri dari tiga lilitan utama dengan jumlah kutup dua belas
kutup. Masing masing lilitan memiliki potonsial yang berbeda. Ujung darisetiap
lilitan tersebutlah yang menentukan apakah sebuah sebuah motor memiliki
rangkaian Star atau rangkaian Delta. Dikatakan rangkaian star,karena simpul
rangkaian tersebut berbentuk Y/ bintang. Dan dikatakan delta karena simpul
rangkaian tersebut berbentuk segi tiga atau Delta(Δ) untuk menggerakkan Electro
Motor. Starter ini di gunakan untuk mengurangi lonjakan arus dan torsi pada
saatstart
Untuk pemasangan rangkaian listrik ini teerlebih dahulu harus melihat
gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan
job sheet
2.2 Peraturan dan Standarisasi
Pemasangan suatu instalasi listrik terikat pada peraturan. Adapun tujuan
dari diadakannya peraturan ini adalah supaya aman bagi manusia, binatang,
Politeknik Negeri Malang age 4
maupun peralatan lain, adanya kesatuan atau keseragaman, sebagai tuntunan
pemakaian atau penggunaan energi listrik. Oleh karena itu agar energ listrik dapat
dimanfaatkan seaman dan seefisien mungkin, maka syarat-syarat yang ditentukan
dalam peraturan tersebut sangat ketat. Di Indonesia ini dikenal dengan Peraturan
Umum Instalasi Listrik 2011, atau disebut PUIL 2011
2.3 Prinsip Dasar Instalasi Listrik
Prinsip dasar sangat diperlukan pada kegiatan yang berhubungan dengan
kelistrikan yaitu, merancang, memasang dan mengoperasikan instalasi listrik. Ada
enam prinsip dasar yaitu :
1. Keamanan
Artinya, harus mempertimbangkan faktor keamanan dari suatu instalasi listrik,
baik keamanan terhadap manusia, bangunan atau harta benda, makhluk hidup lain
dan peralatan itu sendiri.
2. Keandalan
Artinya, seluruh peralayan yang dipakai pada instalasi tersebut haruslah
handal dan baik secara mekanik maupun secara kelistrikannya. Keandalan juga
berkaitan dengan sesuai tidaknya pemakaian penganman jika terjadi gangguan,
contohnya bila terjadi suatu kerusakan atau gangguan harus mudah dan cepat
diatasi dan diperbaiki agar gangguan yang terjadi dapat diatasi.
3. Kemudahan
Artinya, dalam pemasangan peralatan instalasi listrik yang relatif mudah
dijangkau oleh pengguna pada saat mengoperasikannya dan tata letak komponen
listrik tidak susah untuk dioperasikan, sebagai contoh pemasangan saklar tidak
terlalu tinggi atau terlalu rendah.
4. Ketersediaan
Artinya, kesiapan suatu instalasi listrik dalam melayani kebutuhan baik berupa
daya, peralatan maupun kemungkinan perluasan instalasi. Apabila ada perluasan
instalasi tidak mengganggu sistem instalasi yang sudah ada, tetapi kita hanya
menghubungkannya pada sumber cadangan (spare) yang telah diberi pengaman.
Politeknik Negeri Malang age 5
5. Estetika
Artinya, dalam pemasangan komponen atau peralatan instalasi listrik harus
ditata sedemikian rupa, sehingga dapat terlihat rapih dan indah serta tidak
menyalahi peraturan yang berlaku.
6. Ekonomi
Artinya, biaya yang dikeluarkan dalam pemasangan instalasi listrik harus
diperhitungkan dengan teliti dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu
sehingga biaya yang dikeluarkan dapat sehemat mungkin tanpa harus
mengesampingkan hal-hal diatas
Politeknik Negeri Malang age 6
2.4 Kesehatan Keselamatan Kerja
K3 adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah
kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan dan lingkungan kerja. Secara umum keselamatan kerja dapat dikatakan
sebagai ilmu dan penerapannya yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja,
bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan kerja
serta cara melakukan pekerjaan guna menjamin keselamatan tenaga kerja dan aset
perusahaan agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian lainnya. Keselamatan
kerja juga meliputi penyediaan APD, perawatan mesin dan pengaturan jam kerja
yang manusiawi.
Dalam pemasangan instalasi listrik, biasanya rawan terhadap terjadinya
kecelakaan. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan
penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi.
Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik
serta tindakan keselamatan kerja.
2.5 Standarisasi, Peraturan dan Pengujian
1. Standarisasi
Tujuan dari standarisasi ialah untuk mencapai keseragaman, antara lain
mengenai:
- Ukuran, bentuk dan mutu daya
- Cara menggambar dan cara kerja
Dengan standarisasi jumlah jenis barang dan bahan bisa dibatasi. Hingga
mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan. Kegiatan staandarisasi di
Indonesia dilakukan oleh beberapa departemen untuk bidangnya masing-
masing. Untuk bidang teknik listrik arus kuat usaha standarisasi di prakarsai
oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perusahaan Listrik Negara
(PLN) dan bberapaq instansi lainya.
Politeknik Negeri Malang age 7
2. Peraturan
PUIL 2000 adalah pembaruan dari peraturan instalasi listrik yang lama,
yaitu PUIL 1987 dan berlaku untuk semua instalai arus kuat, baik mengenai
perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian pelayanan pemeliharan
maupun pengawasannya.
Peraturan ini tidak berlaku (pasal 10 a2) :
a. Untuk bagian dari semua instalasi listrik dengan tegangan rendah yag
hanya dipergunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat.
b. Untuk bagian dari instalai listrik yang dipergunakan untuk keperluan
telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik.
c. Untuk instalai listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik
dan kendaraan lain yang digerakan lain yang secara mekanis.
d. Unutk intstalai listrik bawah tanah dalam tambang.
e. Untulk instalasi listrik tegangan rendah yang tidak melebihi 25v dan
dayanya tidak lebih dari 100watt
f. Untuk instalai listrik yang secara khusu yang diawasi oleh instansi
yang berwenang di bidang kelistrikan umum unutk komunikasi,
pengukuran, pengawasan, pembangkitan, tranjsmisi dan distribusi
tenaga listrik di dalam daerah wewenang instansi kelistrikan tersebut.
Semua instalai baru dan semua perubahan, pembaharuan auatu perluasan
harus memenuhi PUIL 2000.
3. Pengujian
Semua peeralatan listrik yang akann dipergunakan untuk instalai harus
memenuhi ketentuan dalam PUIL 2000. Di Indonesia peralatan listrik diuji
oleh suatu lembaga dari Perusahaan Listrik Negara yaitu lembaga masalah
kelistrikan (LMK).
Peralatan listrk yang mutunya diawasi oleh LMK dan telah disetujui,
diijinkan untuk memakai tanda persetujuan LMK. Peraturan dan undang-
undang tersebut haruslah sesuai dengan rekomendasi dari IEC (Internasional
Politeknik Negeri Malang age 8
Elektrotchnical commision). Negara anggauta IEC biasanya mempnyai
pengujian (Lembaga Testing) Laboratorium tersendiri, untuk memeriksa
peralatan buatan dalam maupun luar negeri.
2.6 Peralatan-peralatan yang digunakan
Dalam pengerjaan proyek perancangan ini diperlukan alat-alat yang nantinya
digunakan untuk mempermudah pengerjaan. Alat – alat yang dibutuhkan telah
disediakan oleh Bengkel. Adapun beberapa alat yang kurang layak digunakan,
seperti obeng yang tidak lurus ujungnya dan tang yang kurang tajam
a. Test Pen
Merupakan suatu alat instalasi listik yang digunakan untuk
mengetahui ada tidaknya tegangan pada suatu komponen instalasi
(misalnya seperti kotak kontak).
Bagian-bagian tespen terdiri :
- ujung/maka tespen yang berguna untuk menyentuh benda yang
bertegangan listrik
- Batang karbon berguna untuk mengahambat sebagian arus listrik
- Lampu ac digunakan sebagai indicator
- Pegas untuk memberikan tekanan pada karbon danlampu
terhadap pangkal tespen
- Pangkal tespen terbuat dari logam sebagai ujung sentuh terhadap
jari
- Gagang tespen terbuat dari bahan transparan yang gunanya agar
lampu ac yang ada didalam agar terlihat nyalanya
Pada job sheet ini, penggunaan Tespen digunakan untuk mengetahui
apakah rangkaian telah tersambung sempura.
b. Obeng
Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan
atau mengendorkan baut. Ada beberapa model obeng yang digunakan di
seluruh dunia. Jenis yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips
yang populer disebut obeng kembang atau plus (+) dan slotted yang sering
disebut obeng minus (-).
Politeknik Negeri Malang age 9
Pada job ini Obeng juga memegang peranan besar, terutama dalam
pemasangan kabel dengan komponen yang digunakan pada panel. Jenis
obeng yang dipilih disesuaikan dengan baut yang akan dilepas atau
dipasang. Pastikan untuk mengencangkan baut kembali setelah dilepas
agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika sumber sudah
dihubungkan.
c. Tang
Tang Pengelupas Kabel (Crimping Plier Tool Kit) / Tang penjepit kabel Jika Anda
sedang mengerjakan instalasi kabel listrik, tang ini dapat membantu. Bagian
rahang sebagai penjepit kabel. Di bawah rahang yang tajam sebagai pemotong
kabel. Di gagang yang bergerigi untuk mengelupas kabel.
Tang Pemotong (cutting pliers) Memiliki
rahang tajam. Fungsinya untuk memotong
Politeknik Negeri Malang age 10
kawat, kabel plastik, dan fiber tipis. Bahannya dari besi chrome vanadium.
Gagangnya dilapis plastik. Kelemahan, tidak mampu memotong ukuran bidang
yang besar atau tebal. Bentuknya mirip ikan cucut: moncong pipih, panjang, dan
berbentuk gergaji. Sebab itu, tang ini dikenal sebagai “tang cucut”. Berfungsi
sebagai penjepit kawat atau kabel. Namun Anda dapat memanfaatkan bagian
dalam rahang yang tajam sebagai pemotong kabel
Tang Kombinasi (Multi Purpose Plier) Ujung rahang yang bergerigi rapat, untuk
menjepit kawat atau kabel. Di tengahnya, bagian yang bergerigi renggang, untuk
mengunci mur. Rahang tajam sebagai pemotong kawat dan kabel. Kelemahannya,
jika celah antar rahang berkarat akan berakibat macet.
Politeknik Negeri Malang age 11
d. Tangga
Tangga digunakan untuk membantu mahasiswa untuk naik memasang dan
menjangkau komponen
2.7 Alat Ukur
a. Multimeter
Merupakan alat ukur yang dapat mengukur tegangan, arus dan hambatan
baik dalam tegangan AC maupun DC. Cara penguprasiannya hanya dapat
mengukur satu parameter namun ketika ingin mengukur parameter lain kita dapat
memindahkan selektornya ke parameter yang kita inginkan. Gambar multimeter
sendiri dapat dilihat pada gambar dibawah:
Multimeter lebih dipilih penggunaannya karena dinilai lebih praktis, dalam satu
alat dapat mengukur 3 parameter
Politeknik Negeri Malang age 12
2.8 Komponen yang Digunakan Pada Instalasi Penerangan
a. Panel Box
Box panel yang digunakan pada job ini berfungsi sebagai tempat
komponen-komponen yang digunakan serta sebagai tempat perancangan
rangkaian dan penyambungan kabel dari sumber ke motor
b. Line Up Terminal
Line up terminal berfungsi sebagai tempat keluarnya kabel, kabel dari
sumber masuk ke line up terminal utama dan untuk kabel. Dari komponen yang
dipasang di dalam panel box yang akan dihubungkan dengan push button dan
lampu indikator harus melewati line up terminal terlebih dahulu. Saat
memasukkan kabel pada line up terminal harus dicek terlebih dahulu, apakah
sedah benar-benar tertancap dan tidak bisa lepas, karena jika kabel ini belum rekat
Politeknik Negeri Malang age 13
masuk ke line up terminal ini dipastikan elektronnya tidak akan mengalir.
c. MCB (Miniature Circuit Breaker) 1 Phase
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat
elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari
arus lebih (over current). Terjadinya arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh
beberapa gejala, seperti: hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (overload).
MCB 1 phase ini digunakan untuk rangkaian control.
d. MCB (Miniature Circuit Breaker) 3 Phase
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat
elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari
arus lebih (over current). Terjadinya arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh
beberapa gejala, seperti: hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (overload).
MCB 3 phase ini digunakan pada rangkaian daya.
e. Kontaktor
Kontaktor merupakan sebuah komponen listrik yang dapat digunakan
untuk menyambungkan atau memutuskan arus listrik bolak-balik (AC). sebuah
kontaktor akan berfungsi jika dialiri listrik yang mengenai kumparan tembaganya
(coil). Sehingga didalam kontaktor menimbulkan medan magnet yang
menyebabkan kontak NO (Normally Open) tertutup dan NC (Normally Close)
akan terbuka.
f. TOR (Thermal Overload Relay)
Politeknik Negeri Malang age 14
Thermal Overload Relay (TOR) adalah sebuah alat elektronik untuk
mengamankan beban lebih Overload bedasarkan suhu Thermal yang mempunyai
relay untuk memutuskan sebuah rangkaian kontrol seperti direct online dan start
delta untuk mengoperasikanya biasanya hanya menggunakan push button Start /
Stop
g. Timer On Delay
Timer-On Delay adalah Jenis Timer yang akan bekerja menghitung
Waktu settingan dimulai pada saat setelah Power ke Timer dialirkan (On), dengan
kata lain Timer ini berfungsi sebagai Pengaturan Waktu tunda setelah power
terhubung (On)
h. Kontak Bantu Kontaktor
Politeknik Negeri Malang age 15
Kontaktor bekerja dengan prinsip induksi elektromagnetik, yakni
kumparan dialiri tenaga listrik dan menghasilkan Kontak bantu NO (Normally
open) tertutup dan NC (Normally Close) terbuka
i. Motor induksi 3 phase
Motor listrik 3 fasa adalah motor yang bekerja dengan memanfaatkan
perbedaan fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya.
Perbedaan fasa pada motor 3 phase didapat langsung dari sumber. Hal tersebut
yang menjadi pembeda antara motor 1 fasa dengan motor 3 fasa.
Secara umum, motor 3 fasa memiliki dua bagian pokok, yakni stator dan
rotor. Bagian tersebut dipisahkan oleh celah udara yang sempit atau yang biasa
disebut dengan air gap. Jarak antara stator dan rotor yang terpisah oleh air gap
sekitar 0,4 milimeter sampai 4 milimeter
j. Kabel NYAF
Politeknik Negeri Malang age 16
Kabel NYAF adalah kabel yang memiliki sifat fleksibilitas yang tinggi
karena inti tembaganya berbentuk serabut. Kabel jenis ini cocok untuk instalasi
pada panel listrik yang membutuhkan banyak lekukan
k. Kabel NYYHY
kabel ini memiliki satu atau lebih inti tembaga berserabut dan memiliki
selubung luar berupa bahan isolator dari PVC. Kabel ini digunakan untuk
menghubungkan rangkaian dari panel ke sumber dan motor
BAB III
PERENCANAAN PRAKTIKUM
3.1 Ketentuan Umum
1. Rancangan suatu instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL dan
Politeknik Negeri Malang age 17
ketentuan-ketentuan lain yang ada didalam peraturan.
2. Rancangan suatu instalasi listrik berdasarkan persyaratan dasar yang ditentukan
dan memperhitungkan serta memenuhi proteksi keselamatan.
3. Sebelum merancang suatu instalasi listrik harus dilakukan pembuatan desain
rangkaian dan memahami cara kerjanya
3.2 Tujuan Perencanaan
Tujuan perencanaan adalah untuk menyiapkan segala sesuatu yang
diperlukan dalam merealisasikan ide atau gagasan yang akan dicapai berdasarkan
teori pendukung, dengan memperhatikan semua aspek yang berkaitan dengan
perencanaan tersebut.
3.3 Diagram Kerja
Diagram kerja adalah suatu gambar rangkaian dari fungsi kerja suatu
sistem secara menyeluruh sederhana dan mudah dimengerti serta digambarkan
berdasarkan simbol-simbol instalasi listrik.
Diagram jaringan kerja mempunyai dua peranan, yaitu perencanaan
proyek dan evaluasi secara grafik dari kegiatan-kegiatan suatu proyek. Oleh
sebab itu diagram jaringan kerja harus mampu memberi gambaran tentang:
1. Hubungan antar komponen kegiatan
2. Arus operasi mulai dari awal sampai berakhirnya suatu proyek.
Politeknik Negeri Malang age 18
3.4 Diskripsi Proyek
Sebelum melaksanakan praktek mahasiswa membuat jobsheet dan
memahami tentang aturan-aturan atau langkah-langkah praktikum, yang
penjelasannya sebagai berikut :
Menggambar dan memahami diagram kerja
Dosen memerintahkan membuat jobsheet berisi tentang diagram kerja job
yang akan dilaksanakan. Dari diagram tersebut mahasiswa sudah dapat
memahami perlengkapan apa saja yang dibutuhkan dalam proyek ini, dapat
diketauhi pula berbagai alat penunjang yang diperlukan dalam pemasangan
instalasi pada job ini.
Salah satu tujuan dari job ini adalah melatih mahasiswa agar dapat membaca
diagram kerja maka dari itu diakhir praktikum mahasiswa diharapkan sudah
mampu membaca diagram kerja.
Memahami diagram kerja dalam box panel
Diagram kerja pada panel tersebut dapat menjad acuan dalam instalasi
dalam box panel. Gambar kerja didesain hanya untuk memahami kemana jalur
kabel, jika ingin mengetauhi secara detailnya lebih baik jika menggunakan
diagram pengawatan, agar lebih paham berapa jumlah kabel yang akan digunakan.
Politeknik Negeri Malang age 19
BAB IV
PROSES PENGERJAAN
4.1 Prosedur dan Langkah Kerja
1. Melakukan Tahapan Pertama, yakni membuat sketsa gambar sesuai
dengan jobsheet yang diberikan.
2. Mepersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengerjaan
instalasi. Seperti :
Obeng
Berbagai macam tang
Multimeter
Kabel
Tespen
3. Memahami sketsa gambar yang dibuat
4. Menghubungkan komponen-komponen menggunakan kabel sesuai dengan
rangkaian yang telah dibuat pada jobsheet
5. Menghubungkan rangkaian dengan dengan sumber.
6. Mengecek ulang rangkaian jika terdapat masalah maka terdapat kesalahan
pada penyambungan kabel di komponen
7. Menghubungkan rangkaian dengan motor
8. Menghitung dan mengecek tegangan, arus dan putaran motor
Politeknik Negeri Malang age 20
BAB V
HASIL
4.1 Hasil pengukuran
4.1.1
4.2 Dokumentasi
Pengecekan komponen Perancangan rangkaian pada panel box
Name plate motor yang digunakan
Politeknik Negeri Malang age 21
motor yang digunakan
Penyambungan Motor
Politeknik Negeri Malang age 22
BAB VI
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Sebelum melaksankan praktikum instalasi, perlu menyiapkan alat dan
memeriksa keadaan alat sebalum dipakai, agar pada saat proses
pelaksannan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan baik pada alat maupun
mahasiswa yang sednag melakukan praktikum
2. Membuat gambar perencanaan yang akan dikerjakan meliputi gambar
diagram pengawatan atau gambar kerja
3. Memeriksa kembali hasil rangkaian yang telah dibuat di setiap sambungan
kabel antar komponen dengan menggunakan multimeter untuk
memastikan rangkaian tersebut benar
4. Sebelum menyambung rangkaian terlebih dahulu memeriksa kondisi
motor dengan multimeter
5. Memastikan sambungan rangkaian ke motor benar
5.2 Saran
1. Sebaiknya sebelum memberikan pinjaman alat, pihak bengkel memeriksa
terlebih dahulu setiap peralatan yang dipinjamkan, tidak jarang mahasiswa
dipinjami peralatan yang kurang layak pakai sehingga dalam proses
pengerjaan mahasiswa harus menukarkan alat yang kurang layak tersebut.
2. Memastikan gambar / jobsheet yang dibuat benar
Politeknik Negeri Malang age 23