Makalah
Anatomi Kamera, Lensa, Assesoris
Untuk memenuhi salah satu Tugas Fotografi yang diampu oleh:
Bapak Rahmadi Sans, Sn., M. Sn
Kelompok 6 :
1. Aliyah Zahwa Arriva – 222050552
2. Almert Ibrani Shanda P. – 2220505997
3. Azhar Nur Fahmi – 222050556
4. Daffa Venezia Rochim – 182050297
5. Fendri Pudyan Rahmananda – 222050554
6. Kinanti Rosnendah Takaria – 222050557
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS PASUNDAN
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah Swt. atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun sampai selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima
kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik pikiran maupun materi.
Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah
ini bisa pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami.
Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini.
Bandung, Februari 2022
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Kamera sebagai alat pengambil gambar telah menjadi perangkat umum bagi
banyak orang. Salah satu jenis kamera yaitu Kamera Digital. Kamera Digital menjadi
pilihan bagi sebagian orang yang peduli terhadap kualitas gambar yang dihasilkan.
Sebagian besar orang yang memiliki kamera tersebut belum benar-benar mengerti
bagaimana cara menggunakannya. Jika kamera Digital tersebut digunakan dengan
pengaturan tertentu yang disediakan maka hasil serta kualitas gambar yang dihasilkan
akan lebih baik dibandingkan hanya menggunakan fitur auto mode standar kamera.
Kamera merupakan salah satu penemuan penting yang dicapai umat manusia. Lewat
jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam
bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Jauh sebelum
masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah
dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam.
Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim
bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan
sebuah kamera obscura. Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental.
Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama
Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera
obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari.
Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada
dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui
permukaan datar.
Berabad – abad yang lalu orang telah mengetahui bahwa kalau cahaya lurus
dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah ruangan yang gelap maka pada dinding
dihadapannya kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu. Hanya dalam
keadaan terbalik, yang di atas ke bawah dan sebaliknya. Ruangan seperti itu disebut “
Kamera Obscura “ yang artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari perkataan
kamera obcura itulah lahir perkataan kamera, nama yang diberikan untuk alat
pemotret. Inilah yang mula – mula disebut Kamera Obscura ( kamera = kamar,
Obscura = gelap ), yaitu sebuah ruangan yang gelap dengan lubang kecil pada salah
satu dindingnya. Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari
kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster,
fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya
berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya.
Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang
kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton. Jika kita
perhatikan perkembangan kamera di masa kini, sungguh sangat luar biasa
pertumbuhannya. Hampir di setiap manusia berada, tidak lepas dari keberadaan
kamera. Dapat dikatakan bahwa kamera kini telah menjadi kebutuhan pokok.
Bagaimana tidak, hampir di setiap handphone yang dimiliki sebagian besar
masyarakat ada fasilitas kameranya. Dalam makalah ini kita akan mengulas tentang
kamera mulai dari sejarah ditemukannya kamera hingga berbagai jenis perkembangan
kamera saat ini.
B. Rumusan Masalah.
1) Apa itu Fotografi dan bagaimana sejarah Fotografi?
2) Anatomi Kamera
3) Karakteristik Kamera Digital
4) Apa itu Lensa?
5) Macam-macam Assesoris Kamera?
C. Tujuan.
1) Untuk memenuhi Tugas Fotografi
2) Untuk menambah wawasan mengenai Fotografi dan Kamera
3) Untuk mengetahui banyak hal mengenai Kamera
BAB II
PEMBAHASAN
A. Fotografi dan Sejarahnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia fotografi diartikan sebagai seni dan
penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. Sedangkan
menurut Wikipedia fotografi berasal dari Bahasa Inggris yaitu ‘photography’ yang mana
berasal dari Bahasa Yunani yaitu ‘photos’ artinya cahaya dan ‘Grafo’ yang artinya
menulis atau melukis. Sehingga secara umum fotografi dapat diartikan sebagai proses
melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya.
Berdasarkan pengertian fotografi di atas bisa disimpulkan bahwa fotografi merupakan
aktivitas mengambil gambar melalui kamera untuk menghasilkan karya seni dan bisa
dinikmati baik diri sendiri atau publik. Maka dari itu, fotografi memiliki banyak teknik
yang bisa membantu dalam menghasilkan berbagai karya yang membuat orang tertarik
untuk melihatnya.
Sejarah fotografi di Indonesia tidak lepas dari momen perjalanan bangsa dan
keterkaitannya dalam perubahan politik-sosial yang terjadi di Indonesia. Saat itu, Munich
menggunakan daguerrotype, yaitu metode atau proses percetakan yang diciptakan
pertama kalinya oleh dua orang sahabat dari Perancis, Louis Daguerre dan Nicophore
Niepce pada tahun 1834 dan diumumkan penemuannya di tahun 1839. Penguasaan dan
kontrol terhadap tanah jajahan tidak lagi dilakukan dengan membangun benteng
pertahanan atau penempatan pasukan dan meriam, melainkan dengan cara menguasai
teknologi transportasi dan komunikasi modern.
Singkat cerita, pada akhirnya Munich tercatat dalam sejarah fotografi dan karyanya
dianggap paling sukses saat itu karena ia memotret alam di Jawa Tengah yang dikenal
dengan «Kali Madioen». Schaefer juga berhasil memotret objek-objek foto patung
Hindu-Jawa dan foto Candi Borobudur. Foto-foto yang dihasilkan kedua bersaudara ini
adalah seperti, upacara-upacara tradisional, suku-suku pedalaman dan bangunan-
bangunan kuno di Indonesia.
Selama 100 tahun keberadaan fotografi di Indonesia , penguasaan alat ini secara
eksklusif berada di tangan orang Eropa, Cina, dan Jepang. Berdasarkan survei dan hasil
riset di studio foto-foto komersial di Hindia Belanda, hanya ditemukan empat orang lokal
Indonesia yang menguasainya, salah satunya adalah Kassian Cephas.
Meski demikian, literatur-literatur sejarah Indonesia sangat jarang menyebut namanya
sebagai pribumi pertama yang berkarir sebagai fotografer profesional. Nama Kassian
Cephas mulai terlacak lewat karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875.
Selain Cephas, fotografer Indonesia lainnya adalah Mendur bersaudara. Lewat
fotografi, Mendur bersaudara berusaha menggiring mental bangsa ini untuk memiliki
mental yang sama tinggi dan sederajat. Frans Mendur bersama kakaknya, Alex Mendur
juga menjadi icon bagi dunia fotografer nasional. Mereka kerap merekam peristiwa-
peristiwa penting bagi negeri ini, salah satunya mengabadikan detik-detik pembacaan
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah momentum di mana fotografi
benar-benar (sampai) ke Indonesia, ketika kamera berpindah tangan dan orang Indonesia
mulai bisa merepresentasikan dirinya sendiri.
B. Anatomi Kamera
FokusLensa
Ada kalanya autofocus tidak bekerja secara maksimal maka MF adalah solusi kebutuhan
memotret anda, jika dalam mode MF maka kita perlu memutar secara manual lensa untuk
mendapatkan focus yang tajam.
1) ZoomLensa
Pada lensa dimana zoom bisa diatur secara manual sesuai kebutuhan untuk
menentukan komposisi dan crop gambar tanpa edit dan tidak mengurangi secara
signifikan size/kualitas gambar seperti dari kamera digital.
2) Tombol lens
Tombol ini fungsinya sebagai pengunci lensa dengan bodi DSLR.
3) Stabilizer
Biasanya terdapat pada lensa-lensa yang ada auto fokusnya fungsinya untuk
mengurangidampak shaking dalam pemotretan
4) AF/MF Mode focus lensa
Tombol yang digunakan untuk menentukan mode lensa auto focus AF atau manual
focus MF
5) Tombol Flash
Digunakan untuk mengaktifkan flash pada Kamera.
6) Thumb-wheel
7) BuiltinFlashllight
Lampu flash internal, cukup untuk penerangan tapi hanya bisa menghadap satu arah.
Bagi yang baru belajar fotografi cukup menggunakan menggunakan flash internal,
agar cahaya tampak tetap natural bisa di zoom lensa menjauhkan objek dengan
kamera/di setting dari menu flazz untuk intensitasnya
8) AntiredEye
Penangkal mata terlihat merah saat menggunakan lampu flash.
9.
Focallength
Adalah keterangan angka jarak zoom lensa kamera
Contoh : lensa wide pada gambar 10-18mm
10.GripPeganganbodykamera
11.Shutterbutton
Tombol untuk mengambil foto, tekan ½ untuk mendapatkan kedipan titik focus dan ukuran
cahaya pada lightmeter kamera sebelum menekan penuh untuk mengabil foto
12.Dial
Tombol dial digunakan untuk mengatur kecepatan rana (shutter speed)
13.StrapKameraTali
Tali untuk menggantung kankamera
14.Hotshoe
Tempat/connector Body DSLR dengan flash/trigger
15.AF
Mengganti mode auto focus kamera dial
a) One shoot, di gunakan untuk memotret objek diam dengan menekan ½ tombol
shutter maka titik focus akan berkedip dan mengelurkan bunyi beep jika objek
berpidah focus tetap pada lokasi semula objek.
b) AI Focus, di gunakan untuk memotret objek bergerak menekan ½ tombol shutter
sambil mengikuti arah objek bergerak maka focus akan secara otomatis mengikuti
objek
c) AI Servo, system kamera akan secara otomatis menentukan mode oneshoot/ai focus
16.Drive
Untuk mengganti mode single/continous/timer/remote pengambilan gambar saat menekan
shutter dial.
17. ISO
untuk mengganti mode ISO speed + dial.
18. AF Point
Untuk merubah auto focus point + Dial
20. LCD Panel
Layar kecil menampilkan pengaturan kamera untuk menghemat baterai dari tampilan LCD
utama.
21. Dioptric Adjustment
Untuk mengatur -/+ lensa kamera pada mata user/fotografer jika memiliki kelainan
mata/berkacamata.
22. Playback
Untuk melihat hasil gambar/video yang telah diambil.
23. Unlock
Untuk mengunlock dial diafragma pada pilihan setting menu.
24. Multicontroller
Tombol navigasi kamera.
25. Quick Control
Untuk mengubah pengaturan secara cepat di yang tampil di LCD kamera.
26. Info
Untuk menampilkan info pada LCD pengaturan/foto.
27. Menu
Untuk menampilkan menu setting kamera.
28. AF Point Selection
Untuk menentukan titik autofucus pada kamera.
29. AE Lock
Auto Exposure Lock, dalam metode auto kamera akan mengunci settingan Exposure Cahaya
( ISO, Speed, Diafragma ) dengan menahan tombol AE Lock dan tidak akan berubah
walaupun Shutter ditekan ulang setengah.
30. AF On
Autofocus On, dalam mode autofocus lensa akan mengunci posisi focus tepat dilokasi objek
dan tidak akan berubah walaupun Shutter ditekan ulang setengah.
31. Live View Shooting
Untuk menampilkan mode live LCD saat pemotretan/dial dalam shoot video.
32. View Finder
Jendela untuk melihat gambar dari kamera.
33. Eraser Button
Tombol hapus file foto/video saat preview foto.
34. LCD
Layar Display/Preview foto/video/setting kamera.
C. Karakteristik Kamera Digital
1) Exposure
Pada kamera digital tentunya ada pencahayaan. Pencahayaan yang dimaksud adalah
berapa lama shutter pada kamera dapat terbuka untuk menyerap cahaya serta
mengambil gambar. Seperti yang kita ketahui kebanyakan atau sebagian besar
kamera digital memiliki mode exposure yang dapat diatur secara manual dan
otomatis. Kendati demikian, pengaturan gambar dapat dilakukan mulai dari resolusi
sampai dengan tingkat kontras cahaya gambar.
2) Kartu memori
Berbeda dengan kamera manual yang masih menggunakan rol film, kamera digital
menyimpan gambar menggunakan kartu memori. Kamera digital diketahui memiliki
kartu memori yang berfungsi untuk menyimpan serta mengambil banyak gambar.
Kapasitas kartu memori lebih besar yang mampu menyimpan beribu-ribu gambar
serta penggunaannya juga sangat mudah.
3) Piksel – Pixel
Kata piksel mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Piksel merupakan sebuah
singkatan dari bahasa ingris yakni Picutre Elemen kemudian disingkat menjadi Pixel.
Piksel adalah bagian dari sebuah susunan gambar yang kemudian ditata secara
bersamaan agar menghasilkan sebuah gambar dengan tampilan visual.
4) Tampilan layar LCD
Liquid Crystal Display atau lebih dikenal dengan singkatan LCD. Dengan adanya
LCD maka pengguna dari kamera digital secara langsung akan mengetahui tampilan
dari gambar yang nantinya diabadika menggunakan kamera. LCD tersebut berfungsi
untuk mempelrihatkan kepada pengguna kamera digital tentang apa-apa saja yang
ditangkap oleh kamera melalui tampilan layar.
5) Aplikasi optical zoom
Optical zoom berfungsi untuk membuat objek yang jauh dapat terlihat lebih dekat
maupun lebih besar dari biasanya ketika dipotret. Optical zoom hanya dimiliki oleh
kamera digital. Dengan adanya optical zoom tersebut maka foto yang dihasilkan
lebih jernih meski diambil dari jarak jauh serta hanya membutuhkan sedikit piksel.
6) Modus pemotretan
Seperti yang kita ketahui bahwa kamera digital telah mampu menjalankan fungsinya
dengan sangat bagus mulai dari memotret gambar sampai dengan modus pemotretan
yang bekerja secara otomatis. Pada kamera digital modus pemotretan disesuaikan
dengan fungsi pada kamera agar sesuai dengan tampilan gambar.
D. Lensa Kamera
Dalam bidang fotografi, lensa merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi untuk
memfokuskan pantulan cahaya dari objek agar dapat tepat ditangkap oleh sensor/film pada
kamera. Terdiri atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa diatur sehingga
menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda.
Di bagian luar lensa fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu cincin
panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
Fokus Adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa (jangan dilihat depth of field).
Sedangkan Diafragma berfungsi seperti pupil dalam mata. Diafragma berguna untuk
mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam kamera. Jika cahaya terang, maka diafragma
akan menyempit. Jika cahaya redup, maka diafragma melebar. Cahaya yang masuk ke
dalam kamera membentuk gambar pada film. Bayangan benda yang terbentuk harus jatuh
pada film.
Lensa kamera adalah pelengkap kamera yang digunakan untuk mengumpulkan dan
memfokuskan cahaya dari luar.
Cahaya ini kemudian diteruskan dan disebarkan ke dalam kamera sehingga bisa membakar
medium penangkap yang disebut film (mengarahkan cahaya ke sensor digital).
Ketika cahaya berhasil membakar film, maka dengan bantuan lensa, kamera berhasil
menangkap gambar yang diinginkan.
Lensa kamera terdiri dari serangkaian pelat kaca yang cembung (melengkung keluar) atau
cekung (melengkung ke dalam).
Selain memfokuskan gambar, lensa kamera juga bisa digunakan sebagai alat untuk melihat
foto yang akan ditangkap apakah perlu diatur shutter speednya atau aperturenya sehingga
bisa menghasilkan foto yang bagus.
Jika lensa kamera dilepas, maka kamera hanya bisa menghasilkan foto yang mengacu pada
warna cahaya secara optikal yaitu berupa gambar putih.
E. Macam-macam Assesoris Kamera.
1. Tas Kamera.
Tas kamera berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan kamera dan lensanya
ketika kita bepergian. Kamera DSLR akan terlindungi dari kotoran, air, atau
benturan dengan adanya tas tersebut.Tas kamera DSLR tersedia dalam berbagai
jenis dan ukuran. Bagi pemula, sebaiknya gunakan tas kamera yang sederhana
dan sesuai dengan kebutuhan, misalnya tipe ikat pinggang, backpack,
atau sling-side.
2. Lap Mikrofiber, Blower, dan Kit Pembersih.
Lap microfiber, blower, dan kit pembersih merupakan aksesoris kamera ini
sangat dibutuhkan oleh seorang fotografer untuk membersihkan kamera DSLR
dari kotoran atau air yang menempel pada kamera.Khususnya pada bagian lensa
kamera, pastikan untuk selalu membersihkan bagian ini setiap akan dan setelah
menggunakan kamera. Proses pembersihan bisa dilakukan
dengan blower khusus agar tidak meninggalkan noda di atasnya.
3. Dry Box.
Dry box adalah semacam lemari khusus untuk menyimpan barang-barang
elektronik seperti kamera digital dan lensanya agar terhindar dari serangan
jamur. Dengan dry box atau dry cabinet, kamu bisa mengatur tingkat
kelembaban dalam ruang penyimpanan sehingga terhindar dari jamur.
4. Memori Card Tambahan dan Card Reader.
Biasanya memory card sudah ada dalam satu paket ketika kita membeli kamera
DSLR. Namun, seorang fotografer wajib memiliki memory card tambahan
untuk mendukung kegiatan fotografi dan back up data ketika diperlukan.Card
reader juga diperlukan ketika kita akan memindahkan file foto dari kamera ke
dalam komputer. Meskipun beberapa komputer atau laptop memiliki built-in
card reader, sebaiknya kamu juga memiliki card reader untuk
memindahkan file foto ke laptop.
5. Baterai Cadangan.
Tentunya akan menyebalkan ketika kita tidak bisa mendokumentasikan momen
bagus karena baterai kamera tiba-tiba habis tanpa kita sadari. Karena itu,
pastikan selalu menyimpan baterai cadangan ketika melakukan kegiatan
fotografi, terutama bagi mereka yang sering traveling.
F. Aksesoris Kamera, Tripod.Secara umum, fungsi tripod adalah untuk menopang
kamera agar tetap stabil ketika kita memakai lensa berat sehingga kita dapat
menghasilkan foto yang tajam. Aksesoris kamera yang satu ini ada beberapa jenis,
misalnya monopod, gorillapod, dimana fungsi utamanya adalah menopang kamera dan
lensa.
Filter Pelindung Lensa.
Filter pelindung lensa merupakan aksesoris kamera DSLR yang cukup penting. Ada
banyak jenis filter yang bisa kita temukan di pasaran, namun secara umum fungsi filter
adalah untuk melindungi kamera DSLR, mengurangi pantulan cahaya, menghilangkan
refleksi di air, mempertajam objek tertentu, dan beberapa fungsi lainnya.\Lenshood.
Lens hood adalah aksesoris kamera yang berfungsi untuk memblokir cahaya matahari
agar tidak masuk langsung ke lensa kamera yang biasanya sensitif. Selain itu, lens
hood juga berfungsi untuk melindungi lensa dari serpihan air, goresan, dan benturan
yang dapat merusak lensa kamera.
1. Shutter Release.
Shutter release adalah aksesoris kamera yang dapat membantu memencet tombol
untuk jepret tanpa menyentuh kamera DSLR itu sendiri sehingga getaran dapat
diminimalisir. Aksesoris ini biasanya digunakan oleh para fotografer landscape dan
penggunaannya bersamaan dengan tripod.Itulah beberapa aksesoris kamera DSLR
yang wajib dimiliki oleh seorang fotografer pemula. Semua aksesoris tersebut bisa
kamu beli di toko kamera atau melalui toko online, misalnya Shopee. Semoga artikel
ini bermanfaat bagi kamu yang sedang menekuni profesi sebagai fotografer.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebelum kamera ditemukan, orang membuat gambar dengan melukis atau
menggambar. Itu membutuhkan waktu dan bisa tidak akurat. Ditemukannya kamera
obskura merupakan tonggak perubahan adanya kamera yang kita manfaatkan saat ini.
Kamera memungkinkan orang untuk membuat catatan visual dari kehidupan mereka dan
kejadian penting. Tiba-tiba orang bisa melihat foto-foto suatu tempat yang jauh. Kamera
membawa seluruh dunia menjadi lebih dekat dan terbayangkan. Foto-foto mulai
mempengaruhi orang-orang dan berpendapat tentang dunia. Kamera membawa perubahan
besar pada kehidupan.
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini. Saya banyak berharap para pembaca yang budiman dusi
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada
umumnya.