RINGKASAN EKSEKUTIF
Metropolitan Ambulance Service adalah badan usaha layanan ambulance 24
jam. Pelayanan medical evakuasi pasien maupun transportasi Jenazah yang berdiri
sejak tahun 2010.
Sejalan dengan perkembangan zaman, dimana teknologi, pengetahuan dan
informasi yang berkembang semakin cepat, maka semakin meningkat pula tuntutan
masyarakat akan pelayanan yang profesional. Salah satunya adalah pelayanan rumah
sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan petugas yang
profesional. Dimana Ambulance merupakan salah satu sarana penunjang akan
pelayanan medis.
Atas dasar tersebut diatas Metropolitan Ambulance Service didirikan sebagai
salah satu penunjang layanan medis pada rumah sakit baik internal maupun eksternal.
1|Page
BAB I
PENDAHULUAN
A. Data Perusahaan
Nama Perusahaan : Metropolitan Ambulance Service
Jenis Produk : Layanan ambulan
Alamat Perusahaan : Jln. Pertamina No. 240, Cibiru, Bandung
Nomor Telepon : 087456123098
Logo Perusahaan :
Logo perusahaan ini menggambarkan ikatan nasional
Ambulance service yang saling membutuhkan, ,bermakna
perusahaan selalu bekerja dalam penuh rasa kerjasama dan
saling bertanggungjawab antara karyawan.
warna merah pada lampu itu, bermakna emergency dan kita melayani dengen siap dan
tanggap.
Tanda plus bermakna lambang kesehatan di indonesia.
Warna merah pada bawah mobil ambulan berarti semangat dalam bekerja.
B. Identifikasi peluang bisnis
Peluang usaha dalam ambulance service ternyata menyimpan potensi
keuntungan yang lumayan besar. Apalagi seiring dengan banyaknya kejadian
kecelakaan dan pasien emergency. Jasa ambulance service ini menyediakan fasilitas
yang lengkap untuk keadaan emergency dan memiliki fungsi serta kegunaan masing-
masing, maka dari itu ambulan ini memiliki peranan yang sangat penting untuk
menyelamatkan jiwa seseorang yang sedang kritis dan dalam perjalanan menuju ke
rumah sakit. Kelebihan dari ambulance service ini siap tanggap dalam menangani
keadaan pasien dengan fasiliitas yang terstandar dan siap sedia dalam waktu 24 jam.
C. Penjelasan produk
Dalam rangka untuk mengatasi kondisi yang mengancam jiwa dan
meminimalkan cedera atau keadaan kritis lebih lanjut, ada beberapa daftar perangkat
kesehatan yang harus berada di dalam mobil ambulan. Jika dikelompokkan,
2|Page
sebenarnya ambulans terdiri dari dua jenis, yakni Basic Life Support (BLS), dan
Advanced Life Support (ALS). Keduanya memiliki satu set standar peralatan medis,
tapi ambulans dengan tipe ALS harus memiliki satu set isi ambulan yang lebih
lengkap dan kuat untuk menyelamatkan jiwa seseorang yang benar-benar dalam
keadaan krisis sebelum masuk ke dalam Rumah Sakit. Setiap peralatannya harus
dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari dewasa, wanita, anak-anak
bahkan bayi. Setiap ambulans harus dilengkapi dengan alat yang diperlukan untuk
beberapa jenis keadaan darurat, dari mesin bantuan pernafasan dan defibrillator
hingga perlengkapan sederhana seperti perban dan larutan desinfektan. Di bawah ini
Anda akan mengetahui lebih lanjut beberapa perlengkapan ambulan yang
dibutuhkan baik untuk ambulans tipe BLS dan ALS.
1. Alat hisap regulator permanen dan portabel: Perlengkapan medis pertama
yang harus ada di dalam ambulans adalah alat hisap regulator yang digunakan
untuk mengeluarkan lendir dan cairan yang sama dari saluran pernafasan. Ini
memang bukanlah proses yang cukup, harus ada tindakan lanjutan di rumah
sakit, namun tindakan ini dapat menyelamatkan jiwa seseorang. Ini adalah
bagian standar peralatan untuk ambulans BLS dan ALS.
2. Tabung oksigen: Pernapasan jelas salah satu aspek penting untuk
menyelamatkan jiwa seseorang yang sedang mengalami krisis, dan dan
memiliki peralatan oksigen yang disertai meteran di tabungnya dapat
menyelamatkan banyak nyawa. Tabung oksigen ini diperlukan untuk
ambulans BLS dan ALS.
3|Page
3. Pengukur denyut nadi: Sebuah pengukur denyut nadi atau oksimeter adalah
perangkat medis yang berguna untuk mengukur saturasi oksigen di dalam
darah pasien dan perubahan volume darah di kulit. Perangkat ini harus benar-
benar berada di kedua jenis ambulans ini.
4. Automated external defibrillator (AED): Setiap orang telah mengetahui
peran dari AED untuk alasan yang baik, yakni dapat menyelamatkan nyawa
dengan memberikan hentakan tepat pada jantung. Defibrilasi adalah alat terapi
listrik yang dapat mengembalikan denyut jantung pasien kembali ke ritme
yang normal. AED yang umum ditemukan di tempat umum sangat mudah
digunakan bagi orang awam. Tentunya alat ambulan ini juga penting untuk
ditempatkan di dalam ambulans.
5. Defibrilator Portabel : Defibrillator portabel diciptakan sekitar tahun 1960-
an dan sangat membantu para petugas kesehatan selama perawatan pra-rumah
sakit. Sebuah unit portabel memungkinkan tim medis untuk membawa
bantuan langsung kepada pasien. Sebuah defibrillator portabel digunakan di
hampir semua ambulans di seluruh dunia.
4|Page
6. Sphygmomanometer: Sering kita ketahui sebagai pengukur tekanan darah
juga penting ditempatkan sebagai isi ambulan yang dapat membantu personel
atau petugas medis untuk mengetahui kondisi sang pasien. Alat ini mampu
mengukur tekanan darah dan akan memberitahu tenaga medis seberapa baik
jantung Anda memompa darah seluruh tubuh Anda.
7. Transcutaneous: Alat lain yang juga penting untuk ditempatkan di dalam
ambulans adalah transcutaneous. Alat ini merupakan sarana sementara untuk
merangsang jantung. Alat ini menggunakan media arus listrik yang dikirimkan
melalui dada pasien dan akan merangsang jantung mereka. Ini terkadang
menjadi perlengkapan opsional namun terkadang juga disiapkan di dalam
ambulans.
8. Nebulizer: Ketika penting untuk segera memasukkan obat ke dalam pasien
yang tak sadar, maka petugas medis bisa menggunakan nebulizer yang dapat
mengubah obat menjadi bentuk asap dan dihirup ke dalam paru-paru. Alat ini
mirip dengan bagaimana inhaler bekerja untuk penderita asma. Alat ini
biasanya terdapat pada ambulans tipe ALS.
D. Latar belakang bisnis
Kondisi layanan kesehatan di Indonesia terutama pelayanan emergensi pra-
hospital masih sangat sederhana. Pelayanan emergensi pra-hospital seringkali hanya
menggunakan alat transportasi yang seadanya dalam melakukan evakuasi kasus
emergensi, baik kasus emergensi yang terjadi karena kondisi darurat
medis,kecelakaan baik kecelakaan kerja maupun kecelakaan kendaraan bermotor,
maupun bencana alam memerlukan tindakan gawat darurat yang cepat, dan terarah.
Kondisi tersebut membuat korban yang dalam kasus emergensi tidak memperoleh
pelayanan pra-hospital yang memadai. Akibatnya, banyak korban yang meninggal
dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, atau menderita cacat yang seharusnya
tidak terjadi jika memperoleh pelayanan pra-hospital yang memadai. Oleh karena itu
diperlukan suatu jasa ambulance service dalam keadaan emergensi yang memiliki
fasilitas memadai, sehingga kasus-kasus atau kejadian emergensi dapat ditangani
dengan baik.
5|Page
Untuk itu, kami tertarik untuk melakukan usaha dalam bidang jasa ambulance
service dengan fasilitas terstandar yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-
masing, sehingga pasien emergensi mendapatkan pelayananan yang memadai saat
menuju kerumah sakit. Kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk
masyarakat dalam keadaan gawat darurat serta memberikan pelayanan siap tanggap
dan siap sedia dalam waktu 24 jam.
E. Tujuan
a. Tujuan Umum
a) Membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan emergensi yang siap dan
tanggap.
b) Mengurangi angka kematian,dan kecacatan dalam pelayanan di ambulance
dengan fasilitas yang memadai
b. Tujuan Khusus
a) Memberikan pelayanan kesehatan emergency yang siap,cepat dan tanggap
kepada masyarakat, dengan fasilitas memadai dengan fungsi dan kegunannya
masing-masing.
F. Potensi bisnis
Usaha dalam bidang jasa ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjika
karena kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kesehatan yang
baik bagi masyarakat sekitar.
G. Visi dan Misi
Visi : Menjadi pelayanan ambulance pilihan dan profesional sesuai dengan harapan
masyarakat, rumah sakit dan perusahaan di Indonesia.
Misi :
1. Bekerjasama dengan instansi kesehatan lain untuk menunjang pelayanan
medis
2. Mengoptimalkan penggunaan alat-alat medis yang tersedia dalam ambulance
3. Memperkerjakan paramedik yang telah memiliki kemampuan Basic Trauma
Cardiac Life Support serta pelatihan-pelatihan emergency lainnya
4. Memberikan pelayanan yang memuaskan pada masyarakat dan rumah sakit
6|Page
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis SWOT
STRENGTH Weakness (Kelemahan)
-Kelengkapan alat-alat emergency pada mobil -mobil ambulance masih terbatas
ambulance
-mobil ambulance membutuhkan biaya
-kondisi mobil ambulance yang terawat dan yang cukup besar baik untuk modal
kenyamanan bagi konsumen awal maupun pemeliharaan mobilnya
-pelayanan yang cepat dan harga terjangkau -beban perusahaan yang akan
membengkak saat membeli fasilitas
kesehatan
Opportunities (Peluang) Threats (Ancaman)
-masih sedikitnya yang membuka jasa -masih banyak orang yang
ambulance sevice menggunakan mobil pribadi
dibandingkan dengan mobil ambulan
-perusahaan jasa ini sudah bekerjasama dengan
rumah sakit, pukesmas, dan klinik-klinik. -kemacetan membuat konsumen
kecewa dengan perusahaan jasa ini
-perusahaan jasa ini sudah banyak dikenal
B. Perencanaan bisnis
1. Sasaran dan target
Saran kami adalah untuk masyarakat yang memerlukan alat transformasi
medis untuk itu kami memulai promosi dari daerah sekiatar tempat tinggal
kami serta melalukan promosi di berbegai daerah setempat.
Selain itu kami juga mempromosiak di berbagai sosial media seperti blog,
facebook, instagram dan sosial media lainnya. Juga, memebagikan dan
menempelkan selembaran tenatng promosi ambulan ini ke tempat tempat
umum
7|Page
2. Pembiayaan
1) Biaya Tetap
No Data Jumlah Harga
1 Ambulance 5 Rp. 250.000.000
2 Alat Kesehatan - Rp. 30.000.000
3 Service Ambulance - Rp. 10.000.000
4 Biaya tak terduga - Rp. 500.000
Jumlah Rp. 290.500.000
2) Biaya Total
No Nama Barang Harga
1 Driver Rp. 250.000
2 Bahan Bakar (Bensin) Rp. 200.000
3 Ambulance Rp. 550.000
4 Fasilitas Rp. 300.000
Jumlah Rp. 1.300.000
3) Modal Awal
Rp. 290.500.000
4) Analisis Keuntungan
Pendapatan:
1. Driver x harga sewa = 5 x 250.000 = Rp. 1.250.000
2. Bahan bakar (bensin) = 5 x 200.000= Rp. 1.000.000
3. Ambulance = 5 x 550.000= Rp. 2.750.000
4. Fasilitas = 5 x 300.000= Rp. 1.500.000
Total = Rp. 4.250.000
Keuntungan = Pendapatan – Total sewa = 4.250.000-1.100.000 = Rp. 3.150.000
5) Pengembalian Modal
8|Page
Total biaya produksi : Laba Usaha = Rp. 345.500.000 : Rp. 3.150.000 = 110 minggu.
C. Studi keleyakan
1) Lokasi
Pemasaran produk kami ini dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas dan
posyandu.selain itu, konsumen bisa langsung menelpon nomor yang tertera di
lembaran pemasaran dan dapat memesannya langsung.
2) Sarana dan prasarana
Selain menggunakan kerjasama dengan perusahaan lain kami juga
memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan
rumahsait. Dan kami juga menyebarkan informasi melalui famplet dan brosur.
3) Sumber daya manusia
Untuk usaha awal, sumber daya manusia yang tersedia terdiri dari 5 orang
yang bertanggungjawab sebagai direktur utama, manajer sekretaris, bendahra
dan manajer marketing. Setiap sumber daya mansia yang kami miliki memiliki
keahlian dibidang masing masing sehingga diharapkan dapat menjaga kualitas,
memberi pelayanan yang baik kepada konsumen dan mampu bersaing di
pasaran.
D. Real business plan
1) Rencana manajemen
1.1 Strategi pemasaran
Untuk mendapatkan kesehatan yang baik dengan berbagai macam cara sesuai
dengan target yang dibutuhkan oleh seseorang yang membutuhkan pelayanan.
Setiap orang memiliki cara untuk mengakses transfortasi kendaraan yang
cepat melalui brosur, internet, WEB, spanduk.
a. Pengembangan produk
Produk perusahaan lainnya yang bersaing dengan perusahaan
kami kebanyakan tidak memiliki sertifikat dari Departemen Kesehatan,
dan tidak memenuhi legalitas hukum sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
9|Page
Sedangkan perusahaan kami, nasional ambulance service
memiliki sertifikat resmi dari Departemen Kesehatan dan memiliki
legalitas hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan
mengenai jasa kesehatan.
b. Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah seluruh wilayah indonesia,
termasuk seluruh Rumah sakit, puskesmas, dan klinik-klinik yang
berada di wilayah NKRI, akan tetapi fokus kami terlebih dahulu di
jawa barat.
c. Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi
sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami
melakukan promosi produk jasa, kami dengan menyebarkan brosur dan
membagikan di RS, puskesmas, dan klinik-klinik target kami, dan juga
kami aktif melakukan branding-branding dengan menggunakan baliho
ataupun sejenisnya, serta tidak lupa kami melakukan promosi melalui
internet.
2) Strategi produksi
a. Kemampuan untuk melaksanakan jasa yang handal.
b. Responsivitas, kesediaan membantu pelanggan dan memberikan
layanan tepat waktu.
c. Jaminan, pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan
mereka untuk menunjukkan kepercayaan dan keyakinan pada
perusahaan jasa kami.
3) Strategi penetapan harga
a. Jasa dengan harga yang terjangkau.
b. Tidak menyulitkan konsumen.
c. harga dan fasilitas seimbang.
4) Rencana pengembangan produksi
a. Pemasaran melalui brosur dan spanduk
b. Perencanaan produksi pada jasa ambulance service
c. Identifikasi kebutuhan pelanggan
d. Analisis ekonomis pengembangan produksi pada jasa ambulance
services.
10 | P a g e
5) Struktur organisasi
Direktur utama
Gilbran habibillah
Wakil direktur
Khory khoirunnisah
Dapartemen Dapartemen
Dapartemen SDM
Marketing keuangan
Iin Rachmawati
Harum sari Feri widya
6) Jadwal penatalaksanaan
No Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
1. Persiapan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5
Persiapan SDM,
investor,produksi,tempat
kantor
Penyusunan rencana kerja
2 Pelaksanaan
Pembuatan call center,
website, dan segala contoh
konsep branding, katalog
11 | P a g e
dll.
Promosi secara masif
Pemasaran dan promosi
3 Penyusunan laporan
Analisa data dan evaluasi
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Demikian Proposal Jasa Layanan Ambulan saya buat. Adapun tujuan proposal
ini yaitu: Membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan emergensi yang siap dan
tanggap dan Mengurangi angka kematian,dan kecacatan dalam pelayanan di
ambulance dengan fasilitas yang memadai.
Isi dari proposal ini yaitu terdiri dari perkenalan produk, rincian biaya yang
dibutuhkan dalam bereproduksi, analisis SWOT produk, strukrur organisasi pengelola
hingga jadwal pelaksanaan.
Semoga apa yang tertulis dalam proposal ini dapat dimengerti dengan mudah
dan calon investor tertarik untuk bergabung dalam usaha ini.
B. SARAN
Agar pelaksanaan suatu usaha dapat berjalan dengan lancar, maka kami mempunyai
beberapa saran, antara lain :
1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan
2. Pandai komunikasi
3. Mempunyai etos kerja yang tinggi
4. Tidak mudah putus asa
5. Mengutamakan kepuasan pelanggan
6. Disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
12 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
Morohosi, H. (2008). A case study of optimal ambulance location problems, The 7th International
Symposium on Operations Research and Its Application (ISORA), pp.125-130. Noraida, A.G. (2003).
Strategic location and allocation of EMS vehicle under uncertainty, Ph.D Thesis. The George
Washington University. Rajagopalan, H.K., Saydam, C. and Xiao, J. (2008).
A multiperiod set covering location model for dynamic redeployment of ambulances, Computers &
Operations Research, Vol.35, pp.814-826. Repede, J.F. and Bernando, J.J. (1994).
Developing and validating a decision support system for location emergency medical vehicles in
Louisville, Kentucky, European Journal of Operational Research, Vol.75, pp.567-581. ReVelle, C.S. and
Hogan, K. (1989).
The maximum availability location problem, Transportation Science, Vol.23, pp.192-200. Ruslim,
N.M. dan Ghani, N.A. (2006).
An application of the p-Median problem with uncertainty in demand in emergency medical services,
Proceedings of the 2nd IMT-GT Regional Conference on Mathematics, Statistics and Applications.
Toregas, C.R., ReVelle, C.S., and Bergman, L. (1971).
The location of emergency service fasilities, Operations Research, Vol.19, pp.1363-1373. Zaharudin,
Z.A, Shuib, A., Shahidin, A.M. dan Nordin, N.A. (2009).
A goal programming model for ambulance location problem - a preliminary study, Proceeding
Seminar Kebangsaan Sains Matematika, Vol.17, pp.463-469.
13 | P a g e